Rica-rica Ayam

Rica, kata ini konon berarti pedas atau juga cabai, dalam bahasa Manado. Betul juga, walaupun daging yang digunakan bisa berbeda (ayam, bebek, daging, saya ingin mencoba seafood) dan cara memasaknya mungkin sedikit banyak berbeda, satu kata yang pasti akan membekas setelah menyantap makanan ini adalah: PEDAS. Makanan ini adalah salah satu menu favorit keluarga calon suami. Dan walaupun Mama Titik, calon mama mertua, bukan orang Manado, beliau jago banget masak rica. So sweetnya, pernah di suatu hari, karena beliau tau saya tidak terlalu berani makan pedas, beliau sampai memasakkan dua jenis rica dalam satu meja. Satu yang tidak terlalu pedas untuk saya. Dan satu lagi yang ekstra pedas untuk seluruh keluarga. Sepertinya sejak saat itu saya jadi mulai jatuh cinta pada masakan pedas ini. 🙂

Resep yang saya tulis di bawah ini adalah resep ayam rica dari Mama Titik dan Mbak Ai

Bumbu:

4 buah Cabe merah

8 buah Cabe rawit

5 butir Bawang putih

10 butir Bawang merah

2 cm Jahe

2 lembar Daun jeruk

3 batang Serai

Garam

Gula (resep mama menggunakan kecap, tapi demi tampilan yang cantik saya prefer gula)

Lada bubuk

1 buah Jeruk Nipis

(beberapa bumbu terakhir tidak ikut terfoto, hehehe)

rica1

Bahan:

1 ekor Ayam Kampung dipotong menjadi delapan atau sesuai selerarica2

Cara membuat:

1. Persiapan bahan: Seekor ayam dipotong menjadi delapan, kemudian ayam dibersihkan dan direndam sejenak dengan jeruk nipis untuk menghilangkan bau anyir. Setelah itu, ayam dicuci.

2. Blender kasar (atau sesuai selera) semua bahan kecuali daun jeruk dan serai.

rica3

Untuk yang menyukai tekstur kasar, saya menyarankan untuk memblender cabai terpisah dengan bumbu lain. Sehingga bumbu lain dapat diblender lebih halus, sementara cabainya diblender kasar saja cukup. Jika tidak ada blender, diuleg saja. 🙂 Tips lain dalam menghaluskan bumbu dengan blender adalah dengan menggunakan minyak alih-alih air, sehingga saat ditumis, tidak terdapat percikan-percikan minyak yang timbul akibat adanya air di dalam bumbu yang ditumis.

rica4

3. Tumis bumbu dalam minyak yang cukup, agar matang merata. Jika sudah menggunakan minyak saat menghaluskan bumbu sebaiknya tambahkan sedikit lagi hingga bumbu terendam. Tambahkan lada bubuk, aduk lagi kemudian masukkan serai dan daun jeruk.

rica5

4. Setelah bumbu matang, masukkan ayam dan aduk-aduk sampai bumbu merata. Tambahkan air. Jumlah air yang saya gunakan cukup banyak, karena saya menggunakan ayam kampung. Bahkan di tengah proses, saya menambahkan segelas air lagi agar daging ayamnya lunak (saya suka ayam yang ketika digigit, dagingnya sampai lepas-lepas dari tulang). Tambahkan garam dan gula (jika suka) Masak terus sampai air menyusut.

rica6

5. Rica ayam ala rumah mertua siap dihidangkan. Dengan nasi pulen hangat, lebih sip.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

10 Comments

    • makasi mbaakkk… 🙂 dishare ya hasil masakannya di blog mbak inda…

    • siyaaaaappp, gampang dan awet buat sahur juga mbak imelda… happy cooking 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *