10 Alasan Pengajuan KPR Ditolak Bank

kpr-ditolak-bank

Sebagai PNS yang lahir di keluarga PNS, jarang sekali saya mendengar pengajuan KPR ditolak. Bahkan PNS malah sering ditawari berbagai kredit oleh bank. Correct me if i wrong. Saya sendiri sering ditawari kredit personal tanpa agunan atau kartu kredit. Saya baru tahu dari cerita suami dan teman-temannya yang kebanyakan wiraswasta atau freelance, jika mereka tidak semulus itu mendapatkan kredit dari bank. Padahal kalau dihitung-hitung pendapatan mereka per tahun bisa lebih tinggi dari gaji PNS loh.

Awalnya saya merasa hal tersebut agak kurang masuk akal. Namun, setelah dipikir-pikir, unsur ketidakpastian dari penghasilan wiraswasta dan freelancer serta unsur kehati-hatian yang perlu di lakukan oleh Bank, adalah dua unsur yang masuk akal melatarbelakangi penolakan pengajuan KPR oleh bank tersebut. Karena penasaran saya googling lebih lanjut tentang alasan Bank menolak pengajuan KPR. Sekalian persiapan, siapa tahu suatu saat nanti perlu juga mengajukan KPR. Saya menemukan setidaknya ada sepuluh alasan mengapa pengajuan KPR ditolak oleh Bank (yang sebenarnya tidak dinyatakan secara resmi oleh Bank) sebagai berikut.

1 . Tidak Memenuhi Syarat

Syarat utama dari pengajuan pinjaman KPR (atau pinjaman apapun) di bank adalah kecakapan hukum. Artinya seseorang telah memiliki kewenangan untuk melakukan kontrak atas nama dirinya sendiri. Di Indonesia, syaratnya adalah minimal berusia 21 tahun. Jadi jangan harap teman-teman remaja, yang punya penghasilan besar jadi Youtuber atau selebgram, akan dikabulkan pengajuan pinjamannya ya.

Syarat lain secara umum adalah memiliki source of repayment atau sumber penghasilan untuk pembayaran pinjaman. Biasanya ditunjukkan dengan lama bekerja yang ditunjukkan dengan dokumen pendukung.

2 . Dokumen Tidak Lengkap

Pengumpulan dokumen adalah gerbang pertama verifikasi data nasabah. Jika pada tahap pertama saja, calon debitur sudah banyak tidak taat, bank akan kawatir memercayakan dana pada ybs. Dokumen pribadi dan dokumen jaminan secara umum adalah sbb:

  • Formulir Aplikasi
  • Fotokopi KTP / Passport Pemohon dan Pasangan
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi NPWP / SPT Tahunan
  • Fotokopi Rekening Koran / Tabungan / Deposito 3 bulan terakhir
  • Fotokopi Slip Gaji 3 bulan terakhir (khusus karyawan) atau Fotokopi SIUP / TDP / Domisili / Surat Keterangan Usaha Lain (khusus pengusaha)
  • Fotokopi Sertifikat HM / HGB / SHMSRS
  • Fotokopi IMB
  • Fotokopi PBB terakhir

Data di atas adalah data persyaratan DBS home loan, bank lain dapat berbeda.

3 . Alamat Tidak Ditemukan

Alamat yang biasanya akan diverifikasi adalah alamat domisili dan alamat tempat kerja. Jika calon debitur bukan karyawan melainkan wiraswasta yang juga akan dicek adalah lokasi usaha. Jika lokasi usaha ditemukan, namun dari hasil verifikasi ditemukan bahwa tempat tersebut bukanlah milik calon debitur, maka hal tersebut juga bisa menjadi kendala.

4 . Penghasilan Kecil

Penghasilan setiap bulan debitur minimal tiga kali besar cicilan pinjaman yang diajukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan calon debitur memiliki dana yang cukup setiap bulannya untuk membayar cicilan pinjamannya. Jika yang mengajukan pinjaman adalah pasangan suami istri (joint income) maka yang dihitung adalah total penghasilan suami dan istri. Atau dengan kata lain besar cicilan maksimal yang boleh diajukan adalah sekitar 30%-35% penghasilan setiap bulannya.

Untuk karyawan yang penghasilannya relatif tetap, perhitungan ini mudah. Perhitungan penghasilan ini menjadi agak unik ketika berhadapan dengan calon debitur wiraswasta atau freelancer. Info yang saya dapatkan dari laman rumah.com, ternyata yang dihitung adalah pemasukan terendah yang terjadi pada suatu bulan dalam satu tahun. Jadi misalkan, dalam satu tahun seorang wiraswasta atau freelancer memiliki penghasilan total satu tahun sejumlah 120 juta rupiah. Namun ada bulan-bulan yang bersangkutan hanya mendapatkan pemasukan sebesar 5 juta rupiah, maka cicilan maksimal yang boleh diajukan hanya sekitar 1,5 juta rupiah saja. Please, cmiiw.

5 . Jaminan Tidak Layak

Peraturan Bank Indonesia No.17/10/PBI/2015 tanggal 18 Juni 2015 disempurnakan dengan Peraturan Bank Indonesia No. 18/16/PBI/2016 menyatakan bahwa nilai jaminan untuk KPR rumah tapak di atas 70 meter persegi, nilainya maksimal 85% dari nilai jaminannya. Di luar dari ketentuan tersebut maka pengajuan pinjaman akan ditinjau ulang.

6 . Telepon Tidak Bisa Dihubungi

Seperti halnya poin 3, nomor telepon yang akan diverifikasi adalah nomor telepon rumah dan nomor telepon tempat kerja. Jadi pastikan kedua nomor tersebut aktif dan penerima telepon mengenal anda ya…. Ada cerita lucu dari seorang teman yang ditolak pengajuan pinjamannya karena asisten rumah tangga di rumah tidak tahu nama lengkap yang bersangkutan, sehingga salah menjawab. Hihihi…

7 . Black List Bank Indonesia

Bank calon kreditur bisa melihat rekam jejak kredit yang pernah atau sedang dimiliki oleh calon debitur di bank lain dari Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Data tersebut meliputi juga bagaimana ketaatan sang calon debitur membayar cicilan/ hutangnya pada bank-bank lain. So, jika tidak mau ditolak pengajuan KPR-nya oleh Bank, maka sejak dini teratur membayar hutang yang sudah dimiliki yaa…. Keterangan lebih lanjut tentang SID bisa dilihat di website Bank Indonesia.

black-list-bank-indonesia

8 . Uang Muka Kurang

Terkait dengan poin no 5, bahwa rasio pinjaman terhadap nilai jaminan yang dibatasi dan diawasi oleh Bank Indonesia, maka Bank calon kkreditur pun menerapkan sistem uang muka ini. Sifatnya wajib ya teman-teman, besarannya sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku di masing-masing bank. Rentang besaran uang muka yang diperlukan antara 20%-30% dari nilai rumah yang di KPR-kan.

9 . Batas Usia Maksimal

Poin ini menekankan pada usia maksimal seseorang mengajukan pinjaman kepada Bank. Terutama mengingat KPR biasanya jangka panjang. Hal ini dikaitkan dengan usia produktif seseorang. Biasanya untuk karyawan dibatasi maksimal sampai usia 55 tahun, sementara guru atau dosen usia sampai 60 tahun masih bisa mengajukan pinjaman.

Untuk usia-usia yang mendekati usia tersebut maka jangka waktu pinjaman akan disesuaikan/ lebih pendek daripada pekerja yang masa pensiunnya masih lama.

10 . Tidak Ada Kerjasama dengan Developer

Tidak hanya calon debitur yang diverifikasi kesehatan finansialnya. Developer yang kita pakai pun demikian. Terutama, apabila developer kamu belum memiliki kerjasama dengan bank tempat kamu mengajukan pinjaman, maka terkadang bank akan melakukan pengecekan terhadap developer tersebut. Jika developernya sehat maka proses KPR berlanjut. Namun, jika developernya memiliki catatan hitam, itu bisa menjadi kendala buat kamu mengajukan pinjaman KPR.

Nah, itu 10 hal yang bisa menjadi alasan pengajuan KPR ditolak bank. Buat temen-temen yang berencana mengajukan pinjaman KPR. Jangan sampai 10 hal di atas diabaikan ya, yuk mulai diberesin supaya proses pengajuan KPR-nya lancar. Semoga bermanfaat!

*artikel ini disponsori oleh DBS

 

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

42 Comments

  1. Duuuu ternyata mengajukan KPR untuk tempat tinggal nggak semudah yang aku bayangkan. Humph. Semoga dipermudah buat aku dan partner-ku nantinya bisa segera punya rumah. Aamiin.

  2. Kmrn temenku apply mortgage di HSBC, bank tempat aku kerja. Tp ternyata ama team mortgage ditolak krn dia blm karyawan tetap, walopun gajinya tinggi. Agak g enak jg aku jdnya :p.. Abisnya kupikir dia udh karyawan tetap di kantor yg skr.. Makanya aku refer utk ambil mortgage dr bankku..

  3. Ahhh makasih postingannya Kak! Karena aku pun lagi nyari – nyari berhubug sudah rencana ambil KPA. Semoga syaratnya hampir sama kayak KPR ya soalnya kalau yang joint income sih sudah terpenuhi 🙂

  4. Pas kemarin nyari KPR, ada juga yang memberi tambahan harus terdaftar sebagai peserta BPJS. Belum smpe mengajukan KPR si, belum mantep aja; kontrak hutang belasan tahun …oh, tidak =D

  5. Emang penuh perjuangan deh ya ngajuin KPR. Aku sendiri baru sekali ngajuin KPR dan alhamdulillah di approve meskipun prosesnya lamaaaaaaa banget.

  6. Tapi memang benar lho mbak yang menjadi pertimbangan kalo lkredit KPR adalah Pekerjaan tetap dan Gaji Tiap bulan.,,Susahnya minta ampun, sampe diminta Rekap Buku tabunggan segala. …

    • Saya rasa bisa ya mbak, memang kendalanya di syarat slip gaji. Dan kemungkinan akan mendapatkan tingkat pinjaman yang lebih kecil atau jangka waktu pelunasan yang lebih pendek. Saran saya rajin2 aja dokumentasikan slip2 perjanjian atau bukti-bukti penghasilannya mba. Jadi ada bukti kalau kita punya penghasilan yang arusnya baik (menunjukkan kita mampu bayar). Kemudian juga buktikan dengan adanya uang muka yang cukup atau saldo mengendap di tabungan. Kalau memungkinkan transaksi pemasukan di satu rekening juga mbak, jadi terlihat nyata ada income. Kalau tidak memungkinkan, buatlah pembukuan yang baik yg mencatat seluruh pemasukan walaupun terpisah-pisah di rekening berbeda. Untuk kebijakan pemerintah di Kementerian PUPR sepertinya ada UU tentang Tapera mbak. Tabungan Perumahan Rakyat. Terdapat poin bagi pekerja kontrak dan informal yang memiliki penghasilan di atas UMR untuk bergabung, demi memudahkan memperoleh KPR. Namun, terkait UU Tapera ini saya sendiri belum terlalu mendalami mbak. Harus di search lebih lanjut. 🙂 IMHO, CMIIW.

  7. Wah ini bisa buat persiapanku ngajuin KPR. Karena jaman sekarang ribet banget kalau cari tanah lalu bangun rumah sendiri kayak orangtuaku dulu. Makasih banget Mbak infonya! InsyaAllah bermanfaat 😀

    • Kalau terkait orang asing, blm tau kaak dewi…. Blm punya pengalaman, mohon maaf yaa…

  8. terimakasih atas infonya mbak, buat referensi ini.. mau pengajuan. semoga sukses

  9. Kalau ga punya rekening tabungan apa bisa lolos ya , aq ga punya rekening tabungan soalnya kalo nabung ya beli emas gitu aja

  10. Aq dp udah lunas cash sekali bayar , kerjaan wiraswasta punya warung sama kontrakan 10 pintu apa bisa lolos , yg kurang cuma ga punya rekening tabungan gitu aja . Tolong bales ya sista cantik

    • Masing2 bank bisa berbeda kak, lebih baik langsung konsultasi dengan pegawai bank yang terkait pengajuan kreditnya ya 🙂

  11. Gimana kalo pengen di batalkan kpr bankx.. tp ud kasih booking fee.. soalx kalo d pikir.. mhalx luar biasa… Trus bisa balik g y booking fee saya. Gimna carax biar kpr g diterima?

    • Untuk hal yang sangat teknis seperti ini sebaiknya langsung kontak ke pihak bank nya saja kak 🙂

  12. Assalamualaikum wr.wb

    Memiliki rumah idaman dan mengajukan KPR tdk semudah di bayangkan. Saya hanya ingin menceritakan pengalaman saya yg baru saja saya alami dan saya juga baru tahu jika di dunia perbankan memiliki pandangan diskriminatif pada profesi tertentu. Saya mengajukan KPR di bank berbasis syariah di daerah blok M jaksel saya memilih bank tersebut krn alasan :
    1. Saya nasabah bank tersebut
    2. Tidak riba
    3. Memakai perhitungan bunga Flat

    singkat cerita dari awal proses pengajuan mulai BI checking kami lolos, pengumpulan berkas sesuai persyaratan sudah terpenuhi semua ini banyak sekali mulai dari rekening koran, keterangan pegawai tetap, surat keterangan bayar pajak, kelengkapan surat2 dari rumah yg akan kami beli melalui KPR semua berkas2 terpenuhi . Proses berjalan sampai appraisal bank setelah itu kemudian kami di beritahukan taksiran berapa besaran plafon yg disetujui oleh bank atas pengajuan KPR kami. Dari pihak pegawai bank yg mengurus kami sdh di hubungi dan sudah dijelaskan untuk besaran plafon yg akan kami dapat, berapa besaran angsuran yg akan kami bayar, serta biaya proses serta ketentuan2 lain dari bank.

    Sampai pada proses ini semua masih berjalan lancar. Semua hal yg mbak tulis di artikel ini sudah kami lewati. Kami sdh di janjikan akad kredit dan kami juga sdh menyiapkan biaya biaya akad kredit KPR mulai dari uang muka sampai biaya KPR lainnya.
    krn bertepatan dgn libur lebaran 1438 H maka proses akad ternyata tertunda dgn alasan notaris overload. Sehingga kami harus bersabar untuk menunggu akad habis lebaran.
    Kami sangat fokus dan telah mempersiapkan semuanya dengan baik karena memang besar keinginan kami memiliki rumah. Kami bahkan sampai menjual mobil kami untuk nambah2 uang muka KPR.
    dan setelah libur lebaran usai sudah 1 minggu berjalan kami mencoba menghubungi pegawai bank yg mengurus pengajuan kami. Namun tiba tiba kami mendapatkan berita bahwa proses pengajuan kami saat ini TIDAK BISA. Kami menanyakan ada KENDALA APA namun jawabannya TIDAK MEMUASKAN Komunikasi kami yg selama ini hanya melalui telpon dan WA kami putuskan untuk mendatangi bank syariah yg berada di jl. S Hasanudin bilangan blok M. Sampai di kantor kami tidak bisa menemui pegawai bank yg bersangkutan dgn alasan sedang ada kegiatan di luar kantor. Tidak ada pegawai bank yg bisa kami temui pada saat itu untuk bisa kami konfirmasi.
    Kami hanya di temui oleh seorang sekuriti , kemudian bapak sekuriti memberikan 2 kartu nama untuk bisa kami hub yg katanya atasan dari pegawai bank yg mengurus pengajuan kami.
    Dengan rasa kecewa kami menghubungi kontak yg ada di kartu nama tersebut.

    pada awalnya juga kami tdk mendapatkan jawaban yg memuaskan krn dr persyaratan berkas pemohon dan rumah yg akan di KPR kan kami rasa memenuhi syarat semua.
    Jawabannya Hanya pengajuan KPR kami pada saat ini TIDAK BISA . Kami hanya di Acc pengajuan atas nama saya saja yg seorang PNS namun krn gaji saya terlalu kecil maka tidak bisa Join income dengan suami yg sama sama Pegawai Negeri.
    Pada awal pengajuan saya memang mengajukan KPR dgn JOIN INCOME.
    kemudian kami ajukan bagaimana jika pemohon di ganti menjadi suami saya saja yg nilai penghasilannya lebih besar.

    Namun jawaban dari pegawai bank itu yg membuat kami sangat kaget dan sebagai penambah wawasan juga bagi kami. Bukan krn penghasilan tapi krn profesi suami saya adalah TNI yg tergolong HIGH RISK (Resiko Tinggi)
    Kami sangat kecewa dengan beberapa hal pada bank tersebut :
    1. Pelayanan bank yg buruk kenapa setelah berjalan begitu panjang informasi ini baru di beritahukan kepada kami.
    2. Sebagai bank yg berbasis syariah islam ternyata melebihi Tuhan YME dengan mengukur umur manusia.
    3. Bisa jadi kebijakan ini ada beberapa bank. Maka jika kami pindah pengajuan ke bank yg lain kami akan mendapati hal yg sama dengan ini.

    Sebagai manusia yg beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta memiliki keyakinan beragama kami rasa semua orang percaya bahwa hidup dan mati nya manusia hanya ada di tangan TUHAN YME. Tidak hanya yg berprofesi Tentara, Polisi, Petani, Pengusaha,tukang ojek. Kami saja yg pegawai negeri jelas kerjanya ,tempat kerja jelas , gajinya juga jelas Seperti ini apalagi yg Tidak.

    Sekali lagi saya hanya berbagi pengalaman yg baru saja saya alami. Semoga bisa menjadi pelajaran dan menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan bagi bapak dan ibu yg ingin mengajukan KPR.

    Ternyata Dunia Perbankan mengkerdilkan , Diskriminatif dan memandang sebelah mata pada profesi TENTARA (TNI)

    Sekian semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan dan melindungi kita semua
    Wassalamualaikum.wr.wb

    • Betul mbak, memang selain syarat-syarat di atas, bank memiliki jugdement lain yang menentukan lolos atau tidaknya aplikasi KPR

      • Mohon maaf apabila sharing pengalaman saya menyinggung pihak pihak tertentu. Kami tidak bermaksud apa apa . Dan jika bisa postingan saya tolong di hapus mbak. Terimakasih

  13. saya pengen ngajuin kpr, tp dgn status saya yang hanya karyawan kontrak di perusahaan swasta, apa mungkin bisa di acc ya pengajuanya ??

    • Sepertinya bisa-bisa saja kak namun sebaiknya langsung menghubungi bank yang ingin diapply ya kak, semoga sukses 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *