Penggunaan Bio Oil untuk Ibu Hamil (dengan Foto Progress)

Lima bulan yang lalu, saya bikin status menanyakan penggunaan Bio Oil untuk ibu hamil di Facebook. Rame banget dikomenin para nyonya-nyonya, baik yang perutnya ber-stretch-marks maupun yang alhamdulilah yah selamat. Banyak yang support buat menggunakan produk tersebut, mereka bilang Bio Oil aman buat ibu hamil. Saya langsung beli waktu itu. Tapi mangkrak, tidak saya pakai sampai dengan sepuluh hari yang lalu. Sekarang saya cuma bisa memandangi stretch marks di sekujur paha dan pantat dengan penuh rasa penyesalan. *nangis di pojokan

Oke, fine, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Supaya stretch marks ini tidak sia-sia dan kegalauan selama ini membawa berkah bagi kemaslahatan lebih banyak ibu-ibu hamil dan rekan nyonya lainnya, maka saya putuskan untuk mereview produk ini dengan segenap hati. So, please konsentrasi, karena reviewnya bakal lumayan panjang.

produk-bio-oil

Keterangan Produk

Bio Oil adalah produk perawatan kulit muka dan tubuh, produksi Union-Swiss (Pty) Ltd, yang lokasi pembuatannya di Afrika Selatan. Mulai masuk Indonesia sejak 2014.

Kemasan

Kemasan luar Bio Oil menggunakan kardus dan di dalamnya terdapat pamflet penjelasan penggunaan yang cukup informatif. Wadah oil-nya sendiri berupa botol plastik dengan lubang kecil di kepala botol. Bentuknya mudah digenggam dan ukuran botol yang 60ml cukup travel friendly. Hanya saja bentuk mulut botol membuat isinya mudah tumpah, dan sulit mengontrol jumlah cairan yang dikeluarkan. Akan lebih baik jika kemasan menggunakan pump agar penggunaannya bisa lebih hemat.

tutup-bio-oil

Formula

Tekstur Bio Oil ringan dan tidak lengket. Ketika diaplikasikan ke kulit saya yang kering, awalnya sedikit mengkilap tapi kemudian kilapnya hilang seiring meresap ke dalam kulit. Cairan meresap sepenuhnya dalam waktu kurang dari 1 menit. Yang paling penting buat saya adalah, formulanya tidak membuat kulit saya alergi. Maklum, kulit saya tipe kering kombinasi yang cukup sensitif. Sesuai dengan pernyataan bahwa produk ini hipoalergenik, penggunaan Bio Oil sama sekali tidak membuat kulit saya merasa perih. Selain itu saya juga tidak menemukan tanda kemerahan di kulit. Amaaaaaannnn!

penyerapanTekstur dan Penyerapan Bio Oil; 1. Tanpa Bio Oil, 2. Ditetesi Bio Oil, 3. Setelah Bio Oil diratakan

Komposisi: Tumbuh-tumbuhan : Minyak Kalendula, Minyak Lavender, Minyak Rosemary, Minyak Kamomil. Vitamin: Vitamin A, Vitamin E. Bahan Dasar Minyak: PurCellin Oil™, Paraffinum Liquidum, Triisononanoin, Cetearyl Ethylhexanoate, Isopropyl Myristate, Glycine Soja Oil, Helianthus Annuus Seed Oil, BHT, Bisabolol. Aroma (Mawar). Pewarna Oranye.

Komposisi vitamin A dalam Bio Oil itulah yang biasanya yang diributkan sama para bumil. Namun, setelah saya konsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan saya dan juga searching sumber lain, saya cukup yakin kandungan vitamin A maupun minyak yang terdapat dalam produk ini masih dalam batas aman untuk digunakan oleh ibu hamil.

Selain komposisi dan tekstur yang sering dijadikan pertimbangan adalah fragrance atau bau produk. Bau produk ini seperti mawar, yang lembut dan samar-samar. Sama sekali tidak membuat pusing atau mual-mual. Awalnya, saya bahkan tidak terlalu menyadari baunya, namun ternyata suami saya yang peka dengan wangi-wangian merasa kurang suka. Tapi memang dia tidak suka pada wangi apapun sih. Detergen aja maunya yang ga wangi. Jadi ini yang hamil sebenernya siapa sih…. Hahaha….

Kegunaan dan Anjuran Pemakaian

Bio Oil mengklaim produknya dapat mengatasi beberapa permasalahan kulit seperti menyamarkan stretch marks, menyamarkan bekas luka, menyamarkan tanda penuaan, melembabkan kulit dan meratakan warna kulit. Hal tersebut didasari oleh beberapa penelitian, yang saya rangkum sbb:

tabel-penelitian-bio-oilBuat yang nyonya-nyonya rajin yang mau baca resume penelitian lebih lanjut, link-nya sbb ya…. Nomornya sesuai nomor di tabel. Sumber: 1, 2, 3, 4, 5.

Results

Membaca beberapa penelitian terkait Bio Oil di atas, saya juga jadi penasaran untuk menjadikan menggunakan Bio Oil di hampir seluruh bagian tubuh. Coba-coba ala-ala penelitian gitu, hihihi. Sayang, waktunya belum terlalu panjang sebagai pembuktian, baru sekitar 10 hari dengan pemakaian 2x sehari. Oiya dalam sepuluh hari tersebut ada satu malam saya skip tidak menggunakan produk karena keburu disergap suami.

Namun ada beberapa poin yang saya bisa tunjukkan ke teman-teman sebagai pertimbangan kalau mau menggunakan Bio Oil. Pemakaian Bio Oil masih terus saya lanjutkan dan foto-foto progress perbaikan akan terus saya update beberapa bulan ke depan ya…

1 . Menyamarkan Stretch Marks

Aduh sedih deh, kalau lihat stretch marks di daerah paha atas saya. Banyak cabang dan juga dalam layaknya sungai Amazon di Amerika Selatan. Hal ini karena saya terlambat memulai penggunaan produk perawatan kulit untuk stretch marks. Hiks…. Kehamilan pertama saya mengalami keguguran, sehingga pada hamil yang sekarang, saya terlalu paranoid untuk menggunakan produk-produk kosmetik. Walaupun banyak rekan yang menyarankan menggunakan Bio Oil dan dokter kandungan saya juga menyatakan aman, saya baru menggunakannya di bulan ke delapan. Padahal Bio Oil sudah boleh digunakan sejak bulan ketiga berakhir, atau memasuki trimester kedua kehamilan loh. Nyesel deh saya sekarang.

Saya menggunakan Bio Oil setelah mandi di seluruh bagian stretch marks dengan pijatan memutar seperti yang disarankan di pamflet yang disertakan di kemasan. Rasanya kulit jadi hangat dan gatal di daerah stretch marks karena kulit kering berkurang. Saya tidak terlalu berharap bahwa stretch marks itu akan hilang sepenuhnya karena janji produk ini juga hanya menyamarkan stretch marks, tidak menghilangkannya. Namun pada 10 hari pemakaian saya sudah melihat ada perbaikan.

strechtmarkBeberapa Foto Strecht Mark di Paha Nyonyamalas, diambil setelah bangun tidur.

Pada foto terlihat ada perubahan warna, yang tadinya sudah abu-abu kecokelatan menjadi memerah. Yang tadinya kalau diraba terasa ada lekukan dalam seperti sungai Amazon menjadi seperti sungai Amazon yang kebanyakan endapan. Alias agak dangkal sedikit. Hahaha…. Ini baru 10 hari loh, atau 1/9 dari jangka waktu yang dianjurkan. Perubahan yang walau sedikit tersebut cukup menghibur saya buat istiqomah menggunakan produk ini 80 hari lagi. Semangaaat!!!!

2 . Melembabkan Kulit Kering di Tangan dan di Kaki

Niatnya, saya hanya mengoleskan Bio Oil di punggung tangan kiri tanpa menggunakannya di tangan kanan, untuk melihat apakah ada perbedaan antara tangan yang diberi Bio Oil dengan yang tidak. Hasilnya tangan kiri saya menjadi tidak terlalu kering lagi. Namun tangan kanan saya juga ikutan tidak kering. Aneh ya…. Saya curiganya karena saya menggunakan tangan kanan untuk meratakan Bio Oil ke tangan kiri. Jadi sebenarnya tangan kanan pun tetap kena Bio Oil sehingga tidak signifikan perbedaannya. Ya gimana lagi, masa ngusapin tangan kirinya pakai kaki. Tapi yang penting fungsi melembabkannya terbukti, baik di tangan maupun di kaki. Ketika saya tes dengan menggaruk kulit punggung tangan dan kaki, yang biasanya jadi muncul bekas putih seperti busik, menjadi tidak muncul bekas garukan sama sekali.

tangan-keringSementara untuk punggung kaki saya gunakan di kedua punggung kaki. Cukup terlihat pertambahan kelembabannya ya, foto sbb:

kaki-kering

3 . Melembabkan dan Meratakan Warna Kulit Wajah

Saya menggunakan Bio Oil setelah melakukan cleansing dan double toning. Saya tidak khawatir wajah saya berubah jadi kilang minyak, berhubung muka saya memang kering. Bahkan setelah Bio Oil terserap sempurna, wajah saya masih ditiban lagi dengan pelembab dan sun screen. Ternyata masih oke-oke saja minyaknya.

Oiya, Jumlah yang saya gunakan di wajah tidak terlalu banyak. Hanya empat titik di wajah, yaitu di kening, pipi kiri, pipi kanan dan dagu, dan dua titik di leher, kemudian saya ratakan. Bagian mata tidak saya sentuh sama sekali. Sementara di bagian hidung hanya kena sisa-sisa dari perataan empat titik wajah tersebut. Karena walaupun wajah saya super kering, bagian mata dan hidung cukup berminyak. Saya menggunakannya sebelum tidur dan di pagi hari.

wajahFoto wajah setelah penggunaan 10 hari.

Hasil yang saya rasakan, adalah kulit wajah terasa lembab dan kenyal. Terutama ketika bangun tidur. Hasil yang lain adalah warna kulit saya jadi merata, bukan jadi putih ya. Tetap sawo matang yang manis gitu. Manis. Sekali lagi, manis. Foto di atas adalah foto bare face, ketika bangun tidur di hari ke sepuluh. Kemudian efek lainnya adalah saat menggunakan foundation atau bedak, keduanya jadi nempel halus di wajah. Hasil akhir make up-nya dewy seperti yang saya sukai, tidak matte, tidak kering. Serta kelihatan sehat kulitnya, bahkan setelah seharian di ruangan ber AC. Bukan cuma “kelihatan” ding, tapi memang terasa lebih sehat.

4 . Menyamarkan bekas luka

Luka yang saya olesi dengan Bio Oil ini adalah luka bekas jahitan yang lumayan dalam di betis. Umur bekas lukanya sudah 9 bulan, alias sejak bulan Februari 2016. Belum ada perubahan signifikan pada tampilan luka setelah saya menggunakan Bio Oil selama 10 hari. Perbaikan yang saya rasakan hanyalah pada tekstur luka dan kulit sekitarnya. Teksturnya terasa moist dan transisi dari kulit sekitar ke luka terasa smooth. Kemungkinan saya menduga karena efek melembabkan dari Bio Oil tersebut.

scars

But let we see, sepertinya untuk luka ini akan menjadi pengobatan yang paling butuh waktu mengingat kerusakannya yang paling parah. Kalau mengacu pada penelitian sih akan ada perubahan yang signifikan setelah delapan minggu. Wish me luck yak!

Pros and Cons

Pro:

  1. Efektif, sesuai dengan janji produknya,
  2. Aman bagi ibu hamil,
  3. Cocok banget untuk kulit kering,
  4. Hipoalegernik untuk kulit sensitif yang saya miliki,
  5. Bisa multifungsi,
  6. Harga terjangkau dibandingkan produk sejenis lainnya,
  7. Tidak lengket.

Cons:

  1. Suami tidak suka baunya,
  2. Progressnya lama, sehingga harus super sabar dan telaten untuk melihat perubahannya,
  3. Botolnya mudah tumpah.

Rating: 4/5

Repurchase?

Of course, Yes!

Pas botol pertama tinggal setengah kebetulan saya dapat satu botol Bio Oil dari hampers-nya Female Daily. Jadi baru akan beli lagi setelah botol kedua tsb habis. Saya berencana membeli lagi sampai minimal genap pemakaian minimal tiga bulan.

Availability & Where to Buy

Dalam situs resminya Bio Oil bilang ketersediaannya ada di Guardian. Namun karena produk ini uda femes banget di kalangan bumil, di beberapa toko bayi juga sudah sedia. Di kota-kota besar juga mudah banget menemukan produk ini di drugstore-drugstore.

Harga

Harga satu botol Bio Oil ukuran kecil 60 ml adalah seharga 90k – 120k. Perkiraan saya satu botol akan habis dalam waktu satu bulan, dengan catatan penggunaan tipis-tipis di hampir seluruh bagian tubuh – muka, leher, paha, pantat, (syukurlah bagian dada ga kena serangan strecht mark, hahaha), daerah perut, bekas luka di betis, telapak tangan dan kaki – sebanyak dua kali sehari. Value for money sih menurut saya, relatif terjangkau.

repurchase

Frequently Ask Question

Nah, sekarang masuk ke pertanyaan yang biasanya bakal ditanyakan:

1 . Bisa ga sih Nyah, Bio Oil digunakan setelah melahirkan?

Saya rasa sih bisa-bisa saja. Tapi lama perbaikannya akan menyesuaikan dengan kondisi kulit juga. Kalau berkaca dari pemakaian yang terjadi pada saya, dampak paling baik secara beruturan terlihat dari 1) wajah, 2) tangan dan kaki, 3) stretch marks dan 4) bekas jahitan luka. Pada keempat kasusnya terdapat perbaikan, perbaikan yang paling signifikan di bagian wajah yang kondisi masalah kulitnya nya paling ringan dan perbaikan yang paling tidak terlihat adalah di bekas jahitan luka, which is masalahnya paling parah. Saran saya untuk yang mau menggunakan Bio Oil adalah gunakan sesegera mungkin. Jika untuk stretch marks, gunakan pada awal trimester 2 dengan konsultasi pada dokter kandungan masing-masing. Dan untuk bekas jahitan luka (misalnya karena operasi caesar) gunakan segera setelah luka mengering (tidak boleh digunakan di luka terbuka). Saya yakin, kalau dulu saya menggunakannya lebih awal hasilnya akan lebih baik dibandingkan sekarang.

penggunaan-bio-oil-untuk-ibu-hamil-stretch-marks

2 . Bagaimana urutan pemakaiannya jika digabung dengan skin care wajah lain?

Ini awalnya saya bingung juga ni, pelembab dulu apa Bio Oil dulu ya. Jadi saya nanya ke temen yang rajin perawatan dan dia ngasih konsep urutan pemakaian skin care. Yang saya tangkap si, tips-nya adalah pake dari yang paling encer dulu baru ke yang paling kental. Jadi kalau saya, seperti yang uda disebut di atas, di malam hari saya cleansing dulu (pakai cleansing butter – sabun muka; kalo pagi cuma pakai sabun muka aja), lanjut toner (exfoliating toner – hydrating toner), baru lanjut Bio Oil, trus krim malam/ pelembab, tambahannya adalah eye cream kalo malam, sunblock kalo siang. Udin, tinggal disesuaikan aja dengan skin care yang kamu pakai ya.

3 . Bisa ga Nyah, Bio Oil dicampur dengan bahan perawatan wajah lainnya?

Bisa banget. Ada teman yang menggunakan Bio Oil sebagai campuran masker alami DIY yang dia buat, jadi Bio Oil dicampur dengan gerusan buah strawberry gitu. Saya juga pernah membaca ulasan tentang bagaimana Bio Oil dijadikan bahan scrub bibir dengan cara mencampur Bio Oil dengan gula pasir dan madu. Yang terakhir yang saya pernah baca, adalah mencampur Bio Oil dengan foundation, untuk hasil make up yang lebih dewy. Kalau saya pribadi lebih suka menggunakannya secara terpisah (step by step) seperti di poin 2 di atas.

4 . Boleh ga Nyah pas ngolesin dibantuin sama suami? soalnya susah ngolesin yang bagian pungung….

Serah deehhhh 😀 asal jangan suami saya aja yang disuruh ngolesin ya…. nanti stretch marks kamu nambah bekas cakaran saya. 😛

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Bio Oil & Female Daily Network #BioOilLoveYourSkinandLife #BioOilandFDN yang diadakan Femaledaily.com dan MommiesDaily.com.

Uda ya? Kalau masih ada yang mau didiskusikan feel free aja ninggalin komen. Untuk yang punya pengalaman juga menggunakan Bio Oil, wajib banget ninggalin testi yaaaa! Biar jadi masukan buat nyonya-nyonya lain. 🙂 Sekian dan terima hibahan Bio Oil. Salam sayang!

 

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

19 Comments

  1. Pertanyaan no 4 ada gtu yg nanyain? Wkwkwkwkkk….
    Setiap kali lewat guardian sll mupeng sm produk ini, abis dipajangnya depan pintu bgt. Tp ya gak beli2 juga krna blm yakin2.

    • Hihihihi…. Jaga-jaga aja siapa tau ada yang mau nanya, jadi dijawab dulu…. Hihihihi… 😀

    • Suamiku juga mba, padahal dia kan ga mungkin hamil yak. Kayanya bukan cuma hamil penyebabnya ya, asal kulit melar gitu ada potensi stretch marks…. Mamaku dong uda hamil dan melahirkan 3x tapi ga ada stretch marks nya…. Nenekku 7x hamil dan 7x melahirkan ga ada stretch marksnya juga. Kenapa ga nurun ke akuuuuu…. T.T Tidak adiiiillll, tidak adiiiillll!!!

  2. Hai nyonya ellaa. Kehamilan saya baru 15 minggu dan belum ada tanda2 strechmark. Terus kapan makenya? Nunggu sterchmark ada dulu atau pakai sedari dini untuk mencegah? Btw. Blognya keceeh deeeh.

    • Kalau di saran pemakaian baru bisa setelah trimester 2 dimulai kak…. Berarti minggu ke 15 uda bisa yak… Menurut aku mending sedini mungkin mba soalnya dia agak lama gitu efeknya di aku karena uda terlanjur dalem stretch marks nya T.T, konsultasi ke SpOG nya coba mbak… Btw, Mbak Niaaaaarrrr selamat buat kehamilannyaaaa mbaaaa…. :peluk 🙂

  3. Duh jadi kepengrn beli juga.. buat bekas luka anakku, bisa gak ya kira kira buat balita. banyak banget bekas jatuh di kaki tanganya.. kasian kulitnya jadi gak mulus, hikz..

  4. Nyonyaah keren banget reviewnya, bakat juga nih kayanya buka klinik kecantikan, he he he..super duper apik. Reminder nih buat aku yang ga pernah merhatiin strecth mark, anak udah gede masih banyak sungai hiks

  5. yah sayang bgt kita baru jumpa mba 3 tahun lalu saya mengalami stretch mark sampe skrg masih ada wkwkwk…uda dibeliin suami kyk lotion gtu ga ampuh 🙁
    yang bekas luka juga bisa y mba?jadi pengen nyobain.
    btw gudluck y mba ^^ pasti juara again jadi betah mampir sini biar ketularan menang hahaha aamiin

  6. review yg keren mbak.

    moga2 saya ga ada stretch mark. tapi bisa juga ya buat perawatan kulit.

    nah soal bekas luka, saya malah ingatnya anak-anak saya. mereka punya koleksi ‘sekrup’ di tubuh. paling banyak di kaki. hihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *