Working Mom Essentials, Persiapan Kembali Ke Kantor Setelah Melahirkan

Menjadi ibu pekerja di akhir cuti bersalin itu pasti deg-degan. Apalagi saat persiapan kembali ke kantor setelah melahirkan. Saat-saat ini krusial banget karena menentukan juga keberhasilan pemberian ASI saat ibu tidak di rumah. Selain ketenangan hati ada beberapa barang yang menurut saya penting dan perlu untuk dipersiapkan dengan baik. Barang-barang tsb adalah sbb:

1 . Media Penyimpanan ASIP

Poin pertama ini sepertinya wajib punya, jika Nyonyah berencana untuk tetap memberikan ASI dengan ASIP (Air Susu Ibu Perah). Media yang dipakai biasanya adalah botol kaca dengan tutup, atau plastik khusus ASIP. Saya sendiri menggunakan botol kaca khusus untuk ASIP dengan beberapa alasan:

  1. Sudah punya banyak botol kaca pemberian dari rekan-rekan,
  2. Sisa ASI cenderung tidak menempel pada kaca,
  3. Bisa untuk menyimpan ASIP dalam waktu yang relatif lebih lama dari pada penyimpanan plastik (bisa lebih dari tiga hari),
  4. Pasti food grade dan BPA free.

botol

Namun kelemahan dari botol kaca ini adalah menuh-menuhin freezer. Hal ini pasti jadi cncern tersendiri terutama bagi Nyonyah yang space freezernya terbatas. Selain makan tempat, membawa botol kaca ke kantor tentu juga menambah beban bagi Nyonyah.

Harga botol kaca/ pc antara Rp 3.000,00 s.d. Rp 8.000,00

Harga plastik ASI antara Rp 1.000,00 s.d. Rp 4.000,00 (makin lucu-lucu motifnya makin mahal, hehehe)

Where to buy: online di Tokopedia atau Shopee

2 . Sarana Pemberian ASI

Kalau membahas sarana pemberian ASI di grup ibu-ibu menyusui tertentu biasanya banyak muncul pro kontra. Sebagian Ibu berpendapat pemberian menggunakan sendok atau soft cup lebih baik karena mencegah bingung puting. Sebagian yang lain (ibu dan bayinya) mengalami kesulitan melakukan pemberian ASIP menggunakan sendok dan atau soft cup.

Saya termasuk yang kedua. Ini ceritanya agak panjang, gapapa ya…. latar belakang pemilihan sarana pemberian ASI itu penting soalnya.

dot1

Neng Gaya pertama kali minum susu tidak langsung dari saya adalah ketika dia harus dirawat di ruang perinatal (usia 4 hari). Saat itu media yang pertama kali dicoba adalah dot. Jangan bayangkan dot yang bagus ya, hehehe. Karena namanya darurat, Neng Gaya harus rawat inap per malam hari, dot yang kami gunakan adalah dot bawaan breastpump. Paginya suster mencoba media sendok. Namun ternyata penggunaan sendok menyulitkan Neng Gaya. Antara tidak sabar dan lemas, ASIP hanya disembur-sembur.

Walaupun ada kekawatiran bakal bingung puting, kami melanjutkan menggunakan dot selama di luar jam besuk. Sambil harap-harap cemas, karena saya menyadari setiap peralihan dari dot ke direct breastfeed, Neng Gaya seperti harus adaptasi lagi dan lagi. Ya, karena kan kalau menggunakan dot, ASIP akan menetes walau tidak disedot. Ada jeda bengong yang cukup lama, sampai akhirnya si Eneng sadar kalau saat menyusu langsung, dia harus menghisap supaya ASInya keluar.

Setelah pulang ke rumah, saya sempat beli soft cup. Harganya lumayan aduhai ya…. Untung saat itu beli dari temen. Dia jual soft cup-nya yang baru 1-2 kali pakai, karena anaknya kesulitan diberi minum menggunakan soft cup. Dan ternyata kesulitan itu juga terjadi pada mama mertua (yang mengasuh anak saya) dan Neng Gaya. Terulanglah kembali kejadian ASIP disembur-sembur. Banyak faktor yang terlibat, selain bayinya emang tidak sabar, mama mertua juga tampak kesulitan menggunakan soft cup. Akhirnya demi kemaslahatan banyak anggota keluarga, akhirnya kami memutuskan tetap menggunakan dot.

Keputusan ini tentu tidak bisa dijadikan acuan Nyonya serta merta ya…. Tetapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Saya percaya bingung puting does exist, karena ada teman yang mengalaminya. Saya termasuk beruntung karena tidak mengalami hal tersebut. Walaupun saya tidak mengalami hal tersbut bukan berarti saya jadi sembarangan menggunakan dot. Menurut saya pemilihan dot juga menjadi salah satu penentu keberhasilan pemberian ASIP.

dot2

Kalau ditanya dot apa yang digunakan bayi saya saat ini adalah Phillips Avent 2.0. Apa yang saya suka dari merk dan tipe ini:

  1. Bentuknya dotnya menyerupai payudara, jadi leher botol dan dotnya lebar, pelekatan anak ke botol mirip seperti jika bayi menyusu langsung ke tubuh saya. Ini penting menurut saya karena kalau saya perhatikan dengan botol yang lehernya kecil, bayi cenderung hanya menarik bagian puting tidak sampai aerola.
  2. Bahan dotnya kenyal (tidak lembik, tidak pejal atau keras) namun cukup lembut seperti kulit,
  3. Desain ulir spiral, infonya hal ini memudahkan pergerakan lidah,
  4. ASIP tidak menetes saat tidak dihisap, hal ini yang membuat saya tenang terkait bingung puting,
  5. Botolnya mudah dipegang. Awalnya saya sempat kawatir Neng Gaya kesulitan karena ukuran botolnya gendut, tenyata tidak.

Harga: yang 125 ml sekitar Rp 100.000,00, yang 250 ml sekitar Rp 170.000,00.

Where to buy: di baby shop atau online shop.

3 . Cooler Bag + Ice Pack

Nyonyah bisa mempertimbangkan antara cooler bag atau cooler box ya. Hanya saja karena pertimbangan kepraktisan dan kenyamanan untuk dibawa kesana kemari, saya memilih cooler bag. Cooler bag penting buat saya karena kan kita mamah mamah pumping yak, jadi biar aman kondisi ASIP tetap baik sampai di rumah. Pengalaman saya selama ini menggunakan cooler bag dengan 2 ice pack beku, ASIP masih bertahan dari saya pumping pertama sekitar jam 9 pagi sampai dengan saya sampai di rumah jam 6 sore.

Mengapa harus 2 ice pack? Sebenarnya bisa saja ASIP di taruh di freezer kantor atau kulkas laktasi, namun karena kulkas kantor sering juga ditaruh makanan-makanan lain, saya prefer untuk taruh di cooler bag daripada di kulkas kantor. Untuk yang kulkas kantornya steril bisa disesuaikan jumlah ice pack yang mau digunakan ya.

gabag

Tips dari saya dalam memilih cooler bag:

  1. Pilih yang ada ruang untuk penyimpanan breastpump dan barang lain. Sehingga satu tas bisa untuk menyimpan semua barang Nyonyah ke kantor.
  2. Pilih yang modelnya ringkas. Saat ini ada loh yang bentuknya seperti ransel, ada juga yang berbentuk tas kerja. Saya sendiri punyanya yang berbentuk goodie bag (pilihan suami). Padahal saya pengennya yang ransel huhuhu. Alasan suami biar saya sedikit feminin sedikit. Hahaha….
  3. Perhatikan kualitas jahitan ya. Kalau Nyonyah berangkat naik KRL pilih yang super kuat, jangan sampai ASIP tumpah pas di jalan. Kan bisa nangis guling-guling. Pokoknya kekuatan nomor satu, kecantikan model nomor dua dah. Buat yang bawa kendaraan sendiri mungkin bisa lebih leluasa memilih yang cantik cantik.

Cooler bag yang saya miliki hanya satu, merk Gabag. So far saya puas dengan produk ini. Pas saya lihat jahitannya seperti ringkih. Namun ternyata sampai 6 bulan masih aman. Mungkin karena saya telaten dalam merawatnya? Hmmmm…. sepertinya tidak, hehehe.

Harga cooler bag: Rp 190.000,00.

Harga Ice pack: sekitar Rp 30.000,00 per pc.

Where to buy: baby shop Maebebe Bintaro, online juga banyak sih.

Dua poin berikutnya sebenarnya adalah optional, namun termasuk yang menurut saya layak dipertimbangkan jika Nyonyah ada rejeki berlebih. Saya bahasnya singkat-singkat saja ya…..

4 . Breast pad

Breast pad ini berguna banget untuk menyelamatkan Nyonyah-nyonyah dari tembus ASI, hehehe. Memang sebenarnya kalau Nyonyah rajin pumping, kemungkinan tembusnya kecil, karena kan sudah disalurkan sebelum membludak. Namun yang namanya di tempat kerja kan kadang tidak bisa ditebak ya. Kalau pas ada rally meeting misalnya yang lama, kan agak sungkan juga kalau kita keluar masuk izin pumping. Merk yang saya gunakan Breast Pad Avent, isi satu kotaknya ada 6 pcs. Harganya sekitar Rp 30.000,00 per kotak.

breastpad

5 . Pompa ASI

Buat saya yang nggak bisa merah ASI dengan tangan kosong, pompa ASI elektrik ini life saver bangeeeeeeeettt!!! Namun, ada juga lo ibu-ibu yang hasil perahan ASInya lebih banyak saat menggunakan tangan kosong manual. Selain karena saya kurang mahir memerah menggunakan tangan, manfaat pompa ASI buat saya adalah saya jadi bisa menggunakan waktu pumping untuk me time sambil menunggu si pompa bekerja. Kadang saya ngetik artikel blog di hape, baca-baca berita, medsosan, chatting, nonton film, dll. Pokoknya apapun yang bisa dilakukan sembari duduk dan tangan saya bebas melakukan apa saja.

Doooohhhh…. uda panjang aja ini bahasannya. Padahal tadi niatnya ga sepanjang ini, hehehe…. Bahasan lebih lanjut tentang Pompa ASI nanti saya tulis secara terpisah ya. Takut Nyonyah-nyonyah pada blenger baca artikel kepanjangan…. Kalau sampai tanggal 10 Agustus 2017 saya ga publish artikel tentang Pompa ASI, sok atuh dicolek aja di IG saya @nyonyamalas atau FB nyonyamalas yak…. Saya sering lupaaaa…. Maapkeuuunn….

judul

Semoga sharing kali ini bermanfaat ya Nyah…. Nyonyah juga monggo atuh kalau mau sharing barang essential-nya di kolom komen, supaya nambah info juga buat Nyonyah-nyonyah lainnya….

As usual, feel free to share. Salam sayang :*

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

8 Comments

  1. Sharing caranya hands free sembari pumping dong. Krna dg pompa yg sama aq gak bs bener2 hansfree nih.. Apalagi klo 2 pump dipake

    • Aku selipin di bra menyusui mbak. Bra menyusui yang biasa itu, bukan yg khusus buat breastpump, di aku si bisa nyangkut mak…. jadi bisa handsfree hehehe

  2. Dulu aku pake plastik khusus ASI karena kl pake botol berat bawanya ke kantor hihihi #ibupemalas udah gitu ngga pake breast pad karena kl ngucur langsung sedot di meja pake pompa ASI #ogahrugi XD
    Pompa ASI ku dulu cuman satu, tapi karena banyak temen kantor yg baik, dapet lunsuran macem2, jadi banyak stok, di kantor satu, di mobil satu, dirumah satu, jadi kapanpun perlu mompa ngga perlu bingung lagi hihihi 😀

  3. Samaaa, buat saya dot avent terbaik deh, harganya juga yaa ga menguras kantong secara berlebih dan bersyukurnya anaknya masih nempel sama dot alami alias puting 😆

  4. Semangat mbak, alat tempur busui memang banyak. Saya sudah melalui itu 2x, jadi kangen pumping dikantor. Saya dulu malah pake dot biasa, untungnya sih keduanya nggak pernah bingung puting.

  5. Sama banget aku dulu siapin ini semua breast pump hadiah dari teman2 tercinta, botol asip 1 dus indomie hadiah dari teman, aku dulu pake dot dr.brown mba Ella, tas juga sama sampe 2 tahun menyusui dan sekarang masi ada meski uda buluk pake Gabag kalau aku tambah Apron Menyusui juga aku bawa soalnya dulu ga ada ruang memerah jadi aku memerah kadang di pantry, toilet, gudang bahkan di meja dong yang ruangannya ada bujangan wkwkwk duh perjuangan makanya bawa selalu apron :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *