[DIY] 5 Mainan Bayi Usia 4 – 6 Bulan dari Bahan yang Ada di Rumah

Sebelum ngobrolin lebih lanjut tentang mainan bayi usia 4 – 6 bulan dan cara membuatnya dari bahan yang ada di rumah. Saya pengen ngobrol dulu ah. “Pernah nggak kita (sebagai orang tua) ngerasa gemes karena uda beliin mainan sophisticated buat anak, eeeehhh, anaknya nggak mudeng mainan kece?”. Hihihi…. Saya pernah. Ceritanya saya belikan Ning Gaya semacam tower book. Dan alih-alih lihat gambar di dalam buku-bukunya, Gayatri malah lebih tertarik sama tali penngikat tutup kardus tower booknya. Doooohhhh….

Click pict to play!

Pernah lagi, saya beliin Ning Gaya semacam mainan bola yang ada klinthingannya di dalam bola tersebut. Tiga biji bola warna warni. Ketiganya sukses tak dihiraukan. Gayatri berpaling pada wadah tisu dan remote tivi yang nganggur. Hahaha…. Ada yang nasibnya sama kaya saya: bayinya obsesif sama remote tivi? Tos dulu kita.

But, segemes atau segeli apapun saya dengan kelakuan Ning Gaya terhadap mainan, saya mencoba demokratis. Biarlah dia yang menentukan mau main apa dan seperti apa. Saya mencoba tidak terlalu dominan, karena yah namanya juga main bareng. Walaupun lebih pinter, saya belajar memosisikan diri sebagai temen main yang baik. Perlahan-lahan toh anaknya juga mudeng, jadi tidak perlu seketika itu juga dipaksa mainin mainan versi yang kita mau. Daripada si bayik melengos, sambil mbatin, “Ih, orang tua jaman sekarang ya, kagak asik….” Iye kan yes….

Related post: Manfaat Orang Tua bermain Bersama Anak di Kidzania

Saya memberi artikel ini judul [DIY] 5 Mainan Bayi Usia 4 – 6 Bulan, bukan berarti mainan ini saklek hanya bisa dimainkan di usia tersebut ya Nyaaaahhh…. Ini hanya perkiraan saya berdasarkan pengalaman saya menerapkan permainan ini di anak saya, Ning Gaya. Jika menurut Nyonyah tidak sesuai dengan perkembangan anaknya, atau apabila ada bahan yang tidak tersedia di rumah, boleh banget loh dimodifikasi agar sesuai. Ini blog bukan kitab suci, tidak ada yang sepenuhnya benar. ;*

1 . Botol Menggelinding

Click pict to play!

Bahan: Botol Bekas

Cara Bermain: Letakkan botol bekas di hadapan bayi dengan jarak yang cukup “menarik” namun cukup “menantang” juga. Usahakan botolnya dipilih yang mudah menggelinding saat terkena sentuhan. Jika bayi tampak tak tertarik, coba gelindingkan botol mendekatinya, atau sebaliknya, maju mundur cantik. Lihat reaksi bayi lebih lanjut.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk menstimulasi motorik kasar bayi. Untuk Ning Gaya dulu saya beri mainan ini karena dia agak “mager” alias malas gerak. Jadi saat tummy time, saya berharap Gayatri belajar merangkak atau setidaknya ngesot dulu. Setelah beberapa percobaan, it’s works!

2. Botol Isi Kacang

Klik panah untuk menggeser foto!

Bahan: Botol bekas yang sudah dicuci bersih, kacang hijau secukupnya.

Cara Membuat: Masukkan kacang hijau ke dalam botol, tutup rapat.

Cara Bermain: Serahkan saja botol pada bayi. Kalau diperlukan, contohkan padanya bagaimana menggerak-gerakkan botol. Gayatri suka merhatiin bunyi yang dihasilkan saat botolnya dikocok. Lalu dengan keponya dia menggerak-gerakkan botolnya sendiri. 😅 Sungguh anak yang gampang penasaran dan dibahagiakan…. Tugas ibu cuma merhatiin, jaga-jaga agar botol tidak terbuka dan kacang ijonya diemplok bayi 😖 tapi seumuran Neng Gaya (6mo) kayanya si belum bisa buka botol sendiri yak 😬

Tujuannya adalah supaya koordinasi tangan dan mata Ning Gaya terlatih. Karena ternyata hal tersebut bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Perlu pembiasaan agar tangan bayi luwes mengikuti kemana mata memandang dan menggerakkan.

3. Melepaskan Sticky Notes

Click pict to play!

Peralatan: sticky notes, kardus (masih ada isinya jadi tidak mudah goyang). Lakukan di atas alas yang aman ya…. Ibu/ pengasuh mohon tetap waspada.

Cara membuatnya sangat mudah, tempelkan sticky notes di permukaan kardus, terutama di sisi depannya. Karena Ning Gaya sudah mulai berdiri saya tempelkan juga di sisi atas kardus.

Tujuan permainan ini adalah 1) stimulasi motorik kasar serta koordinasi mata dan tangan, 2) supaya Gayatri (7 mo) ga mager, merangkak, bergeser dan menggapai sticky notes dan 3) stimulasi motorik halus; latihan menggerakkan jari jemari saat melepaskan sticky notes dari kardus.

Oiya, pertama kali memainkan mainan ini, Gayatri lebih tertarik untuk memainkan kardusnya. Ning Gaya malah lebih tertarik jadiin kardusnya sebagai gendang. Ditabok tabokin doang, dooohh…. Tapi namanya main sama bayi ya, kadang emang gitu. Ortu harapannya apa, anak maunya main apa. Hihihi, sabar-sabar aja ya Nyaaahhh Tuan. Akan tiba saatnya kok dia paham maksud kita…. Kaya Ning Gaya hari ini, juaraaa! Berhasil melepaskan semua sticky notes yang ditempel Ibuk di kardus. Yeaay!

4 . Selotip Lengket

Click follow @nyonyamalas!

Bahan: Selotip atau lakban. Bisa baru atau bekas, misal bekas segel toples snack lebaran atau selotip bekas buka paket JNE. Biasanya kan masih lengket tuh….

Cara Membuat: Selotip atau lakban digulung menyerupai bola kecil dengan bagian lengket di luar.

Cara Bermain: Letakkan bola-bola selotip yang lengket tersebut di dalam genggaman bayi. Biarkan dia mencoba melepaskan diri dari lengketnya selotip yang menempel di telapak tangannya. Mohon terus diperhatikan yaaaa, soalnya temen pernah nyobain permainan ini dan si bayi malah pengen memasukkan si bola lengket ke dalam mulut. Doooohhh! Hahaha….

Tujuan mainan ini adalah untuk melatih motorik halus bayi; yaitu pada jari jemarinya.

5 . Cilukba!

Click pict to play!

Permainan ini tentu sudah sangat familiar yaaa…. Sederhana, bikin bayi hapy dan juga ada pembelajarannya ternyata. 🙂

Bahan: Alat penutup (bisa boneka, kain, tangan, dll)

Cara Bermain: Halangi pandangan bayi dengan alat penutup beberapa saat, kemudian buka sambil tunjukkan wajah yang ceria. Bisa sambil mengatakan “Ciluuukba!” seperti yang umumnya dilakukan untuk menambah suasana makin meriah.

Tujuan permainan ini adalah melatih kemampuan sosialnya. Agar anak belajar bahwa ketika orang tuanya tak kelihatan, belum tentu berarti orang tuanya hilang. Bersabar sebentar maka kita akan muncul kembali. Baaaaa!

mainan bayi usia 4 - 6 bulan

Oiya, di artikel sebelumnya saya juga pernah share tentang Tes Denver, Screening Perkembangan Anak. Tes ini bermanfaat banget untuk saya. Terutama dalam mengukur perkembangannya dan juga sebagai pertimbangan dalam menentukan mainan apa yang mau diberikan ke anak supaya sesuai dengan usianya. Yuk, mampir biar nyambung! Klik link di bawah ini yaa….

Related post: Tes Denver, Screening Tumbuh Kembang Anak

Demikian sharing saya Nyaaahhh…. Semoga bermanfaat! Salam sayang selalu….

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

4 Comments

  1. wahh bagus nih tips nya.. hampir semua udh saya coba kecuali yg pake sticky note..weekend ini di coba deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *