3 Senjata Supaya Aman Menyusui di Tempat Umum

Sebenarnya mau nulis tentang ini tuh uda lamaaaaa banget gara-gara lihat seorang Ibu yang menyusui anaknya sambil mengendarai sepeda motor. Yes, bukan dibonceng yak. Tapi si Ibunya yang mengendarai sepeda motor. Heroik! Tapi aku agak agak gimana gitu ngeliatnya, selain tidak aman juga tidak nyaman ya bagi beliau dan yang melihatnya. No offense dan no judging ya.

Saya pribadi sebenernya ga anti menyusui di tempat umum. Apalagi setelah pengalaman penerbangan terakhir, Gayatri agak rewel di pesawat dan maunya nenen dari antri masuk sampai santri keluar, saya jadi menyadari kalau ada kalanya menyusui di tempat umum dan mengambil risiko “terlihat” memang diperlukan.

Namun, teteeeuuup, sebagai perempuan, saya berpendapat kalau harus ada usahanya juga dong untuk menutup aset diri. Yang penting usaha yak, kalau ternyata nanti terlihat karena kondisinya tidak memungkinkan sama sekali untuk menutupi ya, sudahlah. Yang penting sudah berusaha.

Berikut 3 Senjata Supaya Aman Menyusui di Tempat Umum:

1 . Baju Menyusui

Senjata satu ini sepertinya sudah populer banget ya. Saya sendiri punya beberapa yang kebanyakan dibeliin, hihihihi. Bahan dan modelnya bermacam-macam pula. Ada yang formal dan semi formal sehingga bisa dipakai ngantor, ada juga yang berbahan kaos yang super kasual. Berikut contoh yang saya punya:

menyusui di bandara

Foto di atas diambil di Bandara Juanda Surabaya. Saya kalau terbang harus banget pakai baju menyusui. Soalnya pas take off dan landing kan bayi (sebaiknya) harus senantiasa menyusu. Agar telinganya tidak bindeng karena perbedaan tekanan udara. Gerakan menyusu dan menelan akan mengurangi risiko bayi mengalami sakit telinga. Menggunakan baju menyusui ini praktis banget karena di atas kursi pun saya bisa menyusui Gayatri dalam posisi duduk. Bahkan pernah saat dalam kondisi berdiri. Tinggal di buka akses menyusui yang ada di kanan atau kiri baju, tangkupkan kepala bayi, tutup dengan tangan atau dengan hoodie jaket atau hoodie gendongan bayi. Aman sudah.

Kalau foto yang berikutnya adalah saat main di taman. Kalau diperhatikan di sisi kanan baju, ada seperti garis. Nah itulah akses menyusuinya. Bisa dibuka sampai dada, dan di dalamnya ada pelapis yang meminimalisasi tubuh Ibu terlihat dari luar. Di dalamnya Ibu tinggal menggunakan bra/ kamisol khusu menyusui yang ada kaitannya di depan, sehingga mudah dibuka tanpa harus melepas pakaian.

menyusui di taman

2 . Bra Menyusui/ Kamisol Menyusui

Seperti baju menyusi, bra menyusui juga sudah familiar ya…. Banyak yang menjualnya. Jika Nyonyah masih penasaran, bisa googling saja di marketplace dengan keyword “bra menyusui”, pasti akan muncul banyak pilihan. Bra menyusui ini life saver banget buat saya (sepaket dengan baju menyusui) karena memudahkan saya menyusui di mana saja. Evenpun hanya di rumah, paketan baju dan bra menyusui ini menghindarkan saya dari masuk angin, kalau menyusui sampai ketiduran. Ada yang mengalami? Hehehe….

Namun kekurangan bra menyusui bagi saya adalah karena saya suka pakai tank top. Jadi akses menyusuinya tertutup tanktop. Awalnya demikian sampai saya menemukan kamisol menyusui di mooimom.id. Kamisolnya itu ya kaya tank top tapi ada busanya sebagai penopang payudara. Daaaannn…. saya baru banget tahu ada teknologi kamisol ini. Super exciteeeedd! Hihihi…. norak ya!

Just in case ada juga yang belum tahu seperti saya seperti apa kamisol, aku share fotonya yak…. Sorry aku ga bisa sediakan foto yang pas aku pakai di badan. Soalnya saruuuuu…. 😛

kamisol menyusui tampak depan

Detai kaitannya si seperti bra menyusui biasa seperti ini:

detail kancing kamisol menyusui

Busa penyelamat bangsa supaya gunungan tidak terlalu merusak moral ada di sini:

kamisol tampak busa

Saya seneng dengan model yang menutup perut seperti ini, soalnya lebih melindungi tubuh bagian bawah. Soalnya kalau kadang banyak bergerak titah-titah Gayatri kan sering menunduk dan kaus luar tersibak, kalau pakai kamisol kan tertutup, jadi punggung dan perut juga tidak terkespos.

3 . Apron

Jujur sebenarnya saya kurang menyukai apron sebagai penutup dada saat menutupi Gayatri. Alasannya karena apronnya malah digunakan sebagai mainan bocah. Hahahaha…. Malah mainan Cilukba! Kan malah riweuuuhhh…. Namun mungkin bayi Nyonyah tipe yang anteng di bawah apron, mungkin bisa dipertimbangkan untuk membelinya. Saya pribadi tidak pernah beli apron. Hanya punya satu buah, bonus dari pembelian gendongan bayi.

Nah, apron ini bermanfaat buat saya malah bukan saat menyusui Gayatri. Namun saat pumping di kantor, tapi pas tidak di nursing room. Hehehe…. Soalnya kalau kerjaan lagi repot, pumping di ruangan akan lebih efisien. Toh kubikel saya ada di pojok dan lumayan terlindung. Jadi bisa pumping sambil mojoks dan ngetik. Hehehe….

Pumping paling ekstrim saya pernah lakukan di bus! Tapi bus pariwisata si. Saat itu lagi acara outing dengan rekan-rekan kantor. Jadi sebelah saya temen kantor, sesama perempuan. Saya minta izin untuk menggunakan kursi yang mepet jendela, kemudian pumping dengan ditutupi jaket sebagai pengganti apron. Saya sengaja menggunakan jaket (dipasang terbalik) agar tidak semencolok apron. Lagipula saat itu malam hari, jadi ya tidak ada yang tau juga kalau saya sedang pumping. Kecuali rekan sebelah, tentu saja. 🙂

menyusui di tempat umum

Bonus foto: saya dan Gayatri, pelaku menyusui aman di tempat umum. Proud and happy! Kelihatan gepeng karena kesalahan pengeditan ya. Bukan karena saya tuambuah guenduuutttt!!! Hihihi….

Saya bersyukur karena kondisi sekarang, banyak instansi dan tempat keramaian yang sudah busui friendly dengan menyediakan banyak tempat menyusui yang nyaman. Namun apabila pun tidak ada, dengan tiga senjata tersebut saya tidak khawatir kegiatan menyusui akan mengganggu kenyamanan bersama. So, Ibu tidak perlu menahan diri lagi untuk menyusui di tempat umum ya. Karena menyusui, baik untuk ibu dan juga bayi. 🙂

Semoga sharing kali ini bermanfaat. Salam sayang!

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

5 Comments

  1. kecuali kamisol nih aku belum punya iya juga dulu meski pake bra menyusui tapi karena aku juga pake tengtop masih ridu y mba hahaha..
    Klo apron juga aku bawa pas pumping sama banget pumping diruangan 😀

    • bener, gimana gitu, tapi kalau ga pakai tank top juga rasanya semilir banget yak, hehehe

  2. Elaaaa aku sangat terbantukan sama yang namanya apron.. haha..

    Kapan pun di manapun kalo jalan sama shakila pasti bawa apron, biar kalo shakila bilang “mimik kanan..” atau “mimik kiyi..” si mama pun tinggal menggelar apron di leher dan tenanglah shakila mimik di dalem apron.. huahahaha

  3. Aku yang penting pakai baju bukaan depan. Hihi. Sempat beberapa kali harus nyusuin anak di tempat umum. Yah pintar-pintar ibunya aja deh nyari tempat yang rada tersembunyi. Hehe. Btw itu ibu yang menyusui sambil naik motor hebat banget yak. Heu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *