Perbandingan Tiga Maskapai Penerbangan Full Service (Garuda, Sriwijaya, Batik Air)

Perbandingan Maskapai Penerbangan Full Service Economy Class: Garuda, Sriwijaya dan Batik Air. Kalau ditanya mana yang paling oke dari ketiga maskapai penerbangan tersebut? Tentu saja semua akan dengan mudahnya bilang Garudaaaaa!!!!

Anti klimaks banget yesss….

Hehehe, tapi ya mau gimana lagi yak, emang betul si, Garuda so far maskapai penerbangan domestik yang paling nyaman buat bawa bayi. Tapi ga nyaman di dompet ibu dan bapak. Ihihi…. Sama satu lagi, saya pegel banget kalau dapet gate paling ujungnya Ultimate 3. Jauh banget bok. Tar lengkapnya saya ceritain di bawah.

maskapai penerbangan

Sebelumnya saya mau cerita secara umum dulu tentang perbedaan maskapai penerbangan full service dengan yang low cost sebagai berikut:

  1. Jarak antar kursi relatif lebih besar dari pada maskapai low cost (kecuali Sriwijaya, menurut saya, hehehe). Ini penting buat saya yang punya suami segede dan setampan Chriss Prat jaman main Jurassic World. Karena ruang antar kursi yang lebih lebar membuatnya lebih nyaman. Lebih nyaman juga untuk saya yang duduk sambil menggendong bayi, yang sudah mulai aktif bergerak.
  2. Sebagian maskapai penerbangan full service memberikan layanan hiburan berupa monitor untuk menonton film, video atau mendengarkan musik. Bebera
  3. Makanan dan minuman diberikan secara gratis. Buat perjalanan jarak pendek palingan dapat snack sama air mineral segelas. Kalau jarak panjang, bisa dapat makan berat.

Related Post: Pengalaman menggunakan 3 Maskapai Penerbangan Domestik Low Cost

Pengalaman Berkesan Menggunakan Garuda

Yang saya suka dari Garuda, penumpang yang bawa bayi dapat memilih extra legroom seat dengan tanpa tambah bayar. Kalau di Air Asia atau Citilink kan harus bayar tu…. Trus penumpang yang bepergian dengan bayi bisa dapat pinjaman keranjang bayi (baby bassinet). Tapi saya belum pernah memanfaatkan fasilitas ini soalnya selalu jarak dekat, dan Ning Gaya juga lebih nyaman kalau duduk saya pangku. Lebih mudah neneninnya.

Oiya, extra legroom seat merupakan kursi pada kompartemen ekonomi yang memiliki ruang kaki lebih luas daripada kursi ekonomi lainnya pada penerbangan Garuda Indonesia. Extra legroom seat terletak pada baris pertama (first row) dan emergency exit row dari kompartemen ekonomi.

Daaaaaan, yang paling saya suka lagi (bawa ataupun ga bawa bayi) adalah makanan Garuda ini adalah yang paling enak di antara maskapai penerbangan domsetik lain. Baik snack maupun makan beratnya. Makanan beratnya pun bisa memilih antara kentang dan ikan atau nasi dan daging. Untuk penerbangan jarak jauh, lumayan banget menyegarkan perut dan perasaan. Saya kalau lapar galak soalnya. Trus, bisa memesan makanan bayi pada rute-rute tertentu.

Hanya saja, di Garuda tidak boleh membawa stroller ke kabin, info dari web. Semua stroller harus di bagasikan.

Yang perlu diperhatikan saat menggunakan Garuda saat membawa bayi dengan Garuda adalah ketentuan cek in-nya. Garuda tidak mengizinkan penumpang yang membawa bayi untuk web check in. Ini cukup menyulitkan, karena kalau kita check in di hari H, tentu sudah keciiiiil sekali kemungkinan mendapatkan extra legroom seat. Itu yang saya alami di penerbangan pertama saya dengan Ning Gaya.

Namun, ternyata bisa diatasi dengan city check in di konter darat. Saya merasa bodoh karena tidak tahu hal tsb. Apalagi setelah tahu kalau di mall dekat kantor ada konter darat Garudaaaa…. eeeekkkkk…. So, untuk yang mau melakukan perjalanan bersama bayi dengan Garud, city check in is a must!

Related post: kisah pengalaman pertama saya membawa bayi pada usia 4 bulan.

Kemudian jika melakukan perjalanan dengan Garuda via Soekarno Hatta, mohon spare waktu  yang cukup untuk check in. Karena gatenya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh dari konter check in. Saya pernah dapet gate 26. Dan saat itu belum banyak mobil golf yang wara-wiri anter penumpang antar gate. Jadi harus nunggu agak lama baru dapet mobil pengantar. Untung kami berangkatnya pagi. Kalau enggak kan gempor jalan buru-buru sambil gendong bayi.

Gempor dan berotot tentunya.

Untuk masalah hiburan di atas pesawat Garuda juga patut diacungi jempol. Ada monitor + earphone. Serta majalahnya juga bagus.

Pengalaman Berkesan Menggunakan Sriwijaya

Pengalaman paling berkesan menggunakan Sriwijaya adalah saat saya dan Ning Gaya hanya berdua menuju kampung halaman. Sementara suami menggunakan mobil jenazah, mengiring almarhumah Mbah Uti, mama mertua saya.

Keberangkatan dari 2F Bandara Soekarno Hatta. Perasaan saya agak limbung. Namun, entah mengapa saya merasa beruntung saat itu Sriwijaya very helpful. Penerbangan tepat waktu. Pramugarinya juga ramah. Beberapa kali pramugari menawarkan mainan (jualan) kepada Gayatri. Saya tahu, semuanya tidak berlebihan. Namun pas.

Sampai sekarang saya masih teringat rasa cookies cokelat yang dibagikan di atas pesawat. It was a little bitter but sweet. Walaupun maskapai ini bukan favorit suami saya karena jarak antar kursinya paling sempit di antara maskapai penerbangan, namun saya selalu menantikan untuk bisa menikmati cookies cokelat itu tadi.

Oiya,  info dari petugas darat Sriwijaya, kami tidak boleh membawa stroller ke kabin.

Saat menggunakan Sriwijaya usia bayi saya kurang lebih 9 bulan, kami tidak dimintai dokumen apapun. Hanya membawa tiket infant (seharga kurang lebih Rp 50.000,00 perjalanan dari Semarang – Jakarta).

 

Pengalaman Berkesan Menggunakan Batik Air

Penerbangan pertama saya menggunakan Batik Air cukup melumerkan cap tidak terlalu baik dari “Lion Air”, group seperusahaannya. Terutama karena Batik Air memiliki ruang kursi yang lebar dan sangat nyaman.

Untuk makanannya tidak terlalu spesial. Yang paling spesial ya itu: ruang antar kursinya.

Selain ruang antar kursi, saya cukup terkesan dengan adanya USB port di setiap seat. Lumayan buat ngecharge. Hehehe…. Oiya, di Batik Air juga menyediakan monitor untuk menonton film, video atau sekedar mendengarkan musik. Tapiiiiii, earphonenya nggak gratis kaya Garuda. Tapi harus dibeli dengan harga sekitar Rp 25.000,00.

Untuk yang kupingnya agak rewel (seperti suami saya), lebih baik membawa earphone sendiri deh. Hehehe….

Untuk penerbangan menggunakan Batik Air, boleh membawa stroller yang dapat ditekuk (seperti pockit) info dari petugas darat Bandara Ahmad Yani. Petugas tersebut menekankan, “Cuma boleh yang kecil ya mbak, stroller yang kecil yang bisa ditekuk itu ya Mbak”. Siaaaappp!

Ketentuan yang saya baca di web Lion Air (group) terkait mengangkut bayi adalah sbb:

“Lion Air berhak untuk tidak mengangkut bayi berusia kurang dari dua (2) hari dan bayi yang berusia antara tiga (3) dan tujuh (7) hari harus disertai dengan Sertifikat Kesehatan yang menyatakan bahwa bayi tersebut cukup sehat untuk melakukan perjalanan udara. Sertifikat Kesehatan tersebut harus diterbitkan 72 jam sebelum waktu keberangkatan. Batas usia maksimum bayi adalah kurang dari 2 tahun. Bayi yang melakukan perjalanan udara dengan Lion Air harus disertai dengan Formulir Ganti Rugi yang ditandatangani oleh orangtuanya.”

Namun untuk poin formulir ganti rugi tidak diminta kepada kami saat itu. 🙂 Saat menggunakan Batik air yang adalah Lion Air group usia anak saya 10 bulan.

love love

Terimakasih sudah membacaaa…. Kalau teman-teman punya pengalaman lain terkait tiga maskapai penerbangan di atas, boleh banget lo share pengalamannya di komen. Karena bisa jadi pengalaman yang kita miliki berbeda, dan pasti akan bermanfaat buat Nyonyah-nyonyah lain yang membaca….

Salam sayang!

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *