Review Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion

hada labo tamagohada mild peeling review

Saya mengenal produk ini pertama kali adalah dari rekomendasi teman kantor saya (sebut saja namanya Mamak Raja), ketika saya menceritakan kondisi kulit kusam saya. Dia lalu bercerita tentang rangkaian skin care yang sedang dia jalani. Salah satunya adalah tentang double toning. Dalam tahap double toning ini terdapat step exfoliation dan hydration. Menurut dia, untuk mengatasi kulit kusam saya, satu hal yang selama ini kurang saya lakukan adalah exfoliation. Sebagai newbie yang super newbie, saya selama ini tahunya exfoliation ya cuma scrubbing. Ternyata ada juga chemical exfoliation yang mana menggunakan acid toner. Nah, produk yang dia pakai adalah Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion ini.

hada labo tamagohada mild peeling 1

Related artikel: urutan rangkaian perawatan skin care bisa dilihat di artikel Daily Skin Care bersama dr. Febby Karina – dokter spesialis kulit, Gisella Anastacia dan Bio Oil.

Setelah dapat rekomendasi produk ini, saya googling-googling dulu dong tentang peeling dan chemical exfoliation. Agak khawatir, karena pernah lihat kawan yang sedang menjalani proses peeling di salah satu klinik kecantikan dan wajahnya jadi merah-merah. Khawatir lagi karena kulit saya memang dasar sensitif. Saya dulu mending ga menggunakan produk perawatan wajah apapun daripada alergi. Cuma ternyata seiring bertambahnya usia, ga mungkin lagi kaya gitu. Harus uda perawatan. Hasil googling memberikan kabar baik bahwa acid toner ini aman digunakan untuk pemula. Horeeee!!!

Kabar buruknya, produk ini belum ada di Indonesia. Duh…. Untungnya Mamaknya Raja nawarin saya untuk sharing jar yang dia punya gitu. Paroan. Sayang banget deh sama Mamak Raja. :kiss :kiss Berkat dia, saya jadi nyicip ni acid toner dan jatuh cinta. Sekarang uda repurchased lagi…. 🙂

Nah, berhubung saya newbie, dan bukan dokter atau beauty specialist, saya ga bakal bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlalu expert ya. Daripada sesat di jalan, hehehe…. Untuk yang newbie juga di dunia per-acid-toner-an, semoga review saya ini bermanfaat yaaa….

Keterangan Produk

Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion adalah skin care yang dikembangkan oleh Rohto Pharmaceuticall Co. Japan dan The Mentholatum Co. Walaupun bernama lotion, namun produk ini bukanlah lotion seperti yang umumnya dikenal oleh orang Indonesia yang berbentuk creamy. Tekstur produk ini berbentuk seperti air biasa dan tanpa bau/ pewangi.

Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion adalah chemical exfoliator yang seperti namanya “mild“, disebut-sebut tidak sekeras acid toner lain oleh para beauty enthusiast. Produk ini sendiri adalah acid toner pertama yang saya gunakan.

hada labo tamagohada mild peeling 2

Kemasan

Botol plastik ukuran 170 ml, guedeee bingit sehingga tidak travel friendly.  Hanya saja karena ini jenis produk yang tidak bakal saya bawa jalan-jalan, jadi bisa dimaafkan. Tutup botolnya flip flop membuat agak sulit mengontrol cairan yang keluar dari botol.

Formula

Water, Gluconic Acid, Pentylene Glycol, Butylene Glycol, Tranexamic Acid, Polyquartenium-51, Sodium Metabisulfite.

Key ingredient-nya adalah gluconic acid, asam organik dari madu dan buah-buahan yang dapat membantu untuk melembutkan dan menghilangkan lapisan atas kulit mati sehingga memudahkan kulit untuk menyerap nutrisi. Bahan tersebut juga dipercaya dapat meremajakan kulit, membuat kulit menjadi lebih sehat dan bercahaya.

Kegunaaan

Hada Labo Mild Peeling Lotion berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori, dan membantu meratakan warna kulit. Sebagai exfoliator, produk ini diklaim dapat menghilangkan kekusaman kulit seiring hilangnya tumpukan sel kulit mati dan membuat kulit  tampak lebih bercahaya.

hada labo tamagohada mild peeling 3

Anjuran Pemakaian

Pada kemasan dinyataan bahwa produk ini digunakan setelah tahap cleansing. Digunakan dengan cara dituang di kapas dan diusapkan secara lembut ke wajah (hindari area mata) dan leher. Ada yang menggunakan produk ini dengan tidak menggunakan kapas, melainkan hanya dengan ditepuk-tepuk menggunakan tangan. Saya sendiri prefer dengan kapas untuk membantu proses exfoliating, karena sel kulit mati yang tersisa akan menempel di kapas. Cuma memang jadi lebih borooooosss…. Hiks….

Sejak penggunaan pertama, saya tidak mengalami rasa cekat cekit atau iritasi. Tidak ditemukan juga kemerahan di wajah. Produk ini dinyatakan bisa digunakan dua kali sehari. Namun, karena saya khawatir membuat kulit saya kering, saya membatasi untuk menggunakan produk ini sekali sehari pada saat malam hari. Penggunaan di pagi/ siang diwajibkan menggunakan sun screen ya. Selain itu, setelah menggunakan Hada Labo Mild Peeling Lotion sebagai exfoliating toner, saya menggunakan hydrating toner dan atau moisturiser agar kulit tidak menjadi kering.

Results

Produk ini tidak membuat daki-daki wajah runtuh seketika (seperti peeling The Body Shop). Namun setelah cleansing pun, saya bisa menemukan kapas saya berwarna cokelat keabu-abuan yang saya rasa adalah lapisan teratas sel kulit mati yang luruh akibat produk ini. Produk ini tidak membuat kulit saya menjadi kering, dengan catatan saya hanya menggunakan produk ini sehari sekali dan menggunakan pelembab setelahnya. Hasil demikian mungkin akan berbeda-beda di setiap kondisi kulit ya.

Saya tidak melihat perubahan instan yang terjadi, namanya juga mild yak…. Namun saya merasakan produk ini berkerja dengan baik bersama-sama dengan rangkaian skin care lain yang saya pakai. Sebelumnya mengenal produk ini, saya menggunakan perawatan kulit tanpa melakukan toning terlebih dahulu. Jika dibandingkan, hasilnya jauh lebih baik setelah menggunakan produk ini. Jadi berasa lebih kenyel-kenyel dan terlihat sehat gitu, tidak kusam lagi. Jadi saya berpendapat produk ini bekerja membuat kulit kita siap menerima produk skin care setelahnya.

Pros and Cons

Pros: produknya lembut, tidak membuat iritasi, harganya relatif terjangkau untuk ukuran acid toner, efektif mengangkat sel kulit mati dan membuat kinerja skin care lain yang di pakai setelahnya lebih baik.

Cons: hasilnya ga instan (buat yang butuh kinclong cepet, mungkin terasa lama), produk tidak tersedia di Indonesia.

Rating: 4,8/5

Repurchase? Maybe.

Availability & Where to Buy

Belum ada di Indonesia, harus PO dulu di online shop atau titip temen yang mau ke Malaysia atau Singapura (siapa tahu mereka mau mampir ke Guardian atau Watson di sono). Entah mengapa Hada Labo tidak memasukkan produk ini ke Indonesia. Seri Tamagohada yang ada di Indonesia, setahu saya hanya facewash-nya saja.

Harga

Saya cek di Female Daily harganya 190 ribu per 170 ml. Di IG saya cari dengan hashtag #tamagohada harganya sekitar 225 ribu. Kalau dibandingkan dengan varian Hada Labo lainnya yang beredar di Indonesia seperti  Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion yang harganya 30 ribuan, jadi kerasa mahal yak. Tapi kalau dibandingkan dengan produk acid toner lain, sepertinya produk ini termasuk yang murah meriah tapi berkualitas bagus. CMIIW.

Adakah yang mau share tentang pengalamannya menggunakan Acid Toner? Merk apa yang dipakai dan bagaimana result-nya? Feel free to comment yak 🙂 Thankyuuu

hada labo tamagohada mild peeling review

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter

the body shop camomile sumptuous cleansing butter

Produk The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter ini saya beli di awal tahun 2016, dan baru mulai saya pakai di akhir tahun 2016. Saya sukaaaaa produk ini karena selain membersihkan dengan optimal, rasanya juga lembut dan nyaman di kulit. Saya baru kepikiran untuk bikin reviewnya setelah baca artikel Female Daily kalau produk ini termasuk salah satu dari tiga produk first cleanser bagus terfavorit tahun 2016. Karena di FD belum ada reviewnya, saya harap review ini akan bermanfaat untuk yang penasaran dengan produk ini.

the body shop camomile sumptuous cleansing butter 1

Keterangan Produk

Produk Camomile Sumptuous Cleansing Butter ini merupakan produk dari brand tersohor The Body Shop. Walaupun ada embel-embel butter, teksturnya tidak seperti body butter-nya TBS. Bentuknya malah seperti lilin, yang uniknya akan meleleh ketika kita oleskan di wajah. Lumer bersama makeup dan kotoran di wajah. Saat lumer ini teksturnya seperti butter (bukan body butter, tapi butter beneran yang biasa dimakan). Wanginya lembut dan cukup bikin rileks.

Kemasan:

Menggunakan jar gepeng dari alumunium dengan ukuran 90 ml. Produk ini tidak menyediakan spatula dalam kemasan, untuk itu saya menyarankan untuk menyediakan sendok kecil atau menggunakan stik eskrim saat mengambil produk dari jar-nya tetap higienis. Saya pernah menggunakan tangan, dan mengambil kedua kali dengan tangan, dan jadi disaster. Hehehe, beberapa bagian lumer dan jadi kelihatan kotor. Sayanya ceroboh sih T.T

the body shop camomile sumptuous cleansing butter 2

Formula:

Ethylhexyl Palmitate (Skin Conditioning Agent), Synthetic Wax (Binder/Emollient), PEG-20 Glyceryl Triisostearate (Skin Conditioning Agent), Olea Europaea Fruit Oil/Olea Europaea (Olive) Fruit Oil (Emollient), Butyrospermum Parkii Butter/Butyrospermum Parkii (Shea) Butter (Skin Conditioning Agent – Emollient), Caprylyl Glycol (Skin Conditioning Agent), Tocopherol (Antioxidant), Parfum/Fragrance (Fragrance), Aqua/Water (Solvent/Diluent), Linalool (Fragrance Ingredient), Limonene (Fragrance Ingredient), Helianthus Annuus Seed Oil/Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil (Emollient), Anthemis Nobilis Flower Extract (Natural Additive), Citric Acid (pH Adjuster).

FYI, kalau teman-teman penasaran nyari bahan camomile di daftar ingredientsnya, anthemis nobilis flower extract yang disebutkan kedua dari terakhir itulah camomile. Yang patut digaris bawahi: produk ini bebas mineral oil dan paraben.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian:

Web TBS menyatakan bahwa produk ini ditujukan untuk semua jenis kulit, bahkan untuk kulit sensitif dan pengguna soft lenses. Cara menggunakannya adalah dengan mengambil produk kurang lebih sebanyak satu ruas jari kelingking dan meratakannya di wajah yang kering (ber-make up maupun tidak). Setelah diratakan di wajah, maka tekstur produk yang awalnya seperti lilin akan berubah menjadi butter. Bersihkan dengan air hangat atau dengan wash lap untuk hasil yang lebih baik.

Saat meratakan produk di wajah, saya suka sambil dipijat lembut. Rasanya rileks dan enak banget, karena wanginya yang lembut dan tidak menyengat. Namun, jika digunakan untuk membersihkan make-up, sebaiknya dilakukan dengan cepat jangan sampai butter yang telah bercampur dengan make up mengering lagi di wajah. Kan malah jadi cemong, hehehe. Untuk yang suka double cleansing, produk ini bisa dijadikan first cleanser.

Results:

Kulit saya bertipe kombinasi. Secara umum saya puas dengan produk ini, karena tidak membuat kulit saya yang kering semakin kering dan daerah T yang berminyak pun tidak semakin berminyak. TBS tidak mengklaim bahwa produk ini bisa digunakan untuk membersihkan make up waterproof, namun beberapa review menyatakan bisa, dan memang benar. Saya mencoba membersihkan maskara waterproof dengan produk ini dan hasilnya sbb:

the body shop camomile sumptuous cleansing butter 3

Pros and Cons:

Pros: Membersihkan dengan baik, produknya lembut cocok untuk kulit saya yang bertipe kombinasi dan cenderung sensitif, bisa membersihkan make up waterproof, wanginya enak.

Cons: Kurang cocok digunakan saat travelling karena harus sedia air hangat atau washlap, kemasannya tidak menyertakan spatula, harganya cukup pricey untuk produk cleansing.

Related article : Produk first cleanser lain yang pernah aku review adalah Garnier Micellar Water.

Rating: 4/5

Repurchase? No.

Availability & Where to Buy:

Counter TBS, website TBS. Aku sendiri membelinya di counter warehouse The Body Shop yang letaknya di Bintaro, karena di situ sering banget ada diskon yang lebih gede dari counter lain. Hehehe. Hidup diskon!

Harga:

Saya cukup lama belinya, jadi harga di kemasan masih harga lama yaitu Rp 139.000,00. Saya membelinya saat diskon kurang lebih 30% jadi harganya sekitar Rp 97.000,00. Kalau tidak salah harga-nya sekarang adalah Rp 199.000,00 untuk ukuran 90ml.

Kalau produk cleansing kamu apa? Boleh dong sharing di komen 🙂

the body shop camomile sumptuous cleansing butter

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Redwin Sorbolene Moisturiser untuk Kulit Kering dan Sensitif (First Impression)

redwin sorbolene moisturiser untuk kuit kering dan sensitif

Bulan Januari 2017 adalah bulan yang cukup “menyiksa” untuk saya, terutama untuk masalah kulit. Cuaca yang panas dan lembab bahkan sempat membuat beberapa bagian tubuh saya mengalami beruntusan karena biang keringat. Ditambah hamil besar, rasanya badan jadi tidak nyaman sekali. Gerah, panas dan gatal. Karena hal tersebut, saya akhirnya menghentikan semua pemakaian lotion dan mulai menggunakan cairan antiseptik serta krim kaladin selama beberapa hari untuk menyembuhkan rasa gatal tersebut. Setelah sembuh, sayangnya kulit saya jadi bertambah kering.

redwin sorbolene moisturiser untuk kuit kering dan sensitif

Sebenarnya saya sudah memiliki produk favorit untuk kulit kering saya. Beberapa malah, hehehe, karena saya memang suka coba-coba. Ada yang super kental seperti body butter ada yang encer juga seperti aloe gel. Namun, untuk mencoba membuat kulit saya kembali lembut, saat ini saya mencoba produk lotion dengan sorbolene. Ini adalah produk sorbolene pertama yang saya coba. Saya cukup excited ketika mencobanya apalagi beberapa cerita dari beberapa blogger yang saya baca meyakinkan saya bahwa produk ini akan mengatasi masalah kulit kering saya.

Saya baru mencoba produk ini beberapa hari ya, maka dari itu judul review yang saya buat saya beri embel-embel first impression. Namun ada beberapa info yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi yang juga penasaran dengan produk ini ya.

Keterangan Produk

Produk yang saya coba adalah Redwin Sorbolene Moisturiser Restoring dengan Vitamin E. Pada kemasannya dinyatakan bahwa produk ini adalah produk unggulan dari Australia.

redwin sorbolene

Kemasan

Di Indonesia tersedia dalam dua ukuran yaitu 100 ml dan 500 ml. Yang saya miliki adalah yang berukuran 100 ml. Ukuran 100 ml cukup ringan untuk dibawa ke dalam tas. Namun, apabila ingin lebih praktis, lotion tersebut bisa dimasukkan ke dalam botol (travelsize bottle) yang lebih kecil yang sering dijual di toko-toko stationery.

Formula

Air, Glycerin, Sorbitol, Stearic Acid, Mineral Oil, Cetearyl Alcohol, Triticium Vulgare (Wheat) Germ Oil, Tetrasodium ETA, ppG-2 Methyl Ether, Triethanolamine, Imidazolidinyl Urea, Chloroacetamide, p-Chloro-m-Cresol, Sodium Benzoate, Linalool.

Dalam keterangan yang tercantum dalam kemasan, produk ini paraben free. Vitamin E dikandung produk ini diperoleh dari minyak biji gandum. Vitamin E dikenal akan keunggulannya dalam menyembuhkan, menenangkan dan menutrisi kulit yang kering, kasar, pecah dan terkelupas. Sementara Gliserin dan Sorbitol berperan penting dalam mempertahankan kelembaban alami kulit sehingga kulit tetap terhidrasi sepanjang hari.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian

Pada kemasan dinyatakan bahwa Redwin Sorbolene Moisturiser dapat digunakan di seluruh tubuh dengan berbagai macam manfaat. Namun, produk ini tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai pelembab wajah. Klaim kegunaannya adalah sebagai berikut:

  1. untuk tangan,
  2. ruam popok bagi bayi,
  3. dapat digunakan sebagai shaving cream pada kaki, ketiak dan wajah,
  4. makeup remover.

Penggunaannya sebagai pelembab tubuh dilakukan dengan mengoleskan produk ini sedikit kemudian meratakannya sampai terserap. Apabila menginginkan kelembaban ekstra maka produk dapat dioleskan dan diratakan kembali untuk kedua kalinya sampai terserap sempurna.

fungsi redwin sorbolene

Yang menjadi agak unik menurut saya adalah poin kegunaan terakhir yang dinyatakan oleh Redwin; yaitu: Makeover Removal. Saya menyimpulkan produk ini bisa digunakan di wajah sebagai makeup remover tapi tidak dianjurkan sebagai pelembab wajah. Saya belum menemukan apa alasannya. Penasaran, saya coba saya produk ini sebagai makeup remover. Proses pembersihan makeup menggunakan Redwin sama saja dengan dengan menggunakan susu pembersih sebagai berikut:

Saat saya menggunakan produk ini untuk menghapus swatch lipstick, saya mengeluarkan produk secukupnya kemudian memijat-mijat lembut dengan arah memutar di lokasi yang perlu dibersihkan. Setelah itu, saya mencoba menghapusnya dengan kapas. Perlu beberapa kali usap agar lipstick yang saya swatch tersebut dapat hilang. Percobaan pertama masih meninggalkan sedikit stain dari lipstick. Agar lebih maksimal, saya ulang kembali tahapannya dari awal.

Kesimpulan yang saya dapatkan, saya lebih puas menggunakan produk ini sebagai pelembab kulit daripada sebagai makeup remover. Namun, bagi pengguna makeup tipis sehari-hari yang menyukai pembersih makeup yang lembut, produk ini masih cukup layak untuk dipertimbangkan sebagai first cleanser.

Artikel terkait review produk yang dapat digunakan sebagai first cleanser: The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter dan Garnier Micellar Cleansing Water.

Fragrance

Redwin Indonesia menyatakan bahwa produk ini tidak mengandung pengharum tambahan. Saya mengapresiasi langkah ini, karena tambahan pengharum memang sebenarnya tidak diperlukan bahkan untuk kulit sensitif, terkadang bahan tambahan seperti pengharum inilah yang membuat alergi. Namun, bukan berarti produk ini tidak berbau sama sekali. Saya mencium sedikit bau seperti obat yang samar-samar, yang saya duga berasal dari bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Tidak cukup kuat, namun perlu waktu untuk membiasakan diri dengan bau tersebut.

Tekstur

Jika dibandingkan dengan body butter tentu produk ini lebih encer sehingga lebih mudah menyerap. Namun, teksturnya lebih kental dari gel. Untuk cuaca yang sedang panas-panasnya seberti beberapa hari terakhir ini, saya lebih suka menggunakan Redwin Sorbolene Moisturiser ini dibandingkan dengan body butter, karena tidak membuat kulit lengket. Cukup membuat lembab dan membuat kulit terhidrasi namun tidak sampai membuat saya kegerahan. Tingkat kelembaban yang didapatkan juga lebih tinggi dibandingkan dengan aloe gel yang biasa saya pakai. Sehingga masih cukup bagus untuk mempertahankan kelembutan kulit di ruangan ber-AC.

penggunaan redwin sorbolenePros and Cons

Pros: Terbukti dapat melebutkan dan melembabkan kulit, tidak menimbulkan iritasi, paraben free, bisa multifungsi sehingga cocok dibawa berpergian bersama dengan keluarga.

Cons: Baunya seperti obat, harganya cukup mahal, masih meninggalkan stain saat digunakan untuk menghapus makeup.

Rating

Saya memberikan nilai 4 dari 5 untuk produk ini sebagai pelembab tubuh karena terbukti membuat kulit sehat dan lembut dengan redwin sorbolene moisturiser, dan nilai 3,5 dari 5 untuk produk ini sebagai makeup remover. Jadi rata-rata nilainya 3,75 dari 5.

Harga

100 ml (Rp. 75.000) dan 500ml (Rp. 165.000)

Availability & Where to Buy

penjual redwin sorbolene

Demikian review saya tentang produk Redwin Sorbolene Moisturiser. Info lebih lanjut tentang produk Redwin Sorbolene lain dapat dilihat pada: https://www.facebook.com/RedwinIndonesia/

Semoga review ini bermanfaat ya! Terimakasih sudah berkunjung! 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tahapan Facial di Rumah, Extra: Review The Body Shop Himalayan Charcoal Mask

judul-facial

Weekend pertama di tahun 2017 yeeeee!!!! Siapa ini yang punya resolusi #menujukinclong di tahun 2017? Yuk mari merapat, karena nyonyamalas mau bikin artikel tentang tahapan facial di rumah. Yang uda berkeluarga, bisa banget loh dipraktekin bareng suami, atau anak gadisnya, as a quality time together. Jadi sambil menyelam minum banyak air. Kece-nya dapet, bonding dengan anggota keluarga tercipta, trus irit lagiiiii…. Hihihi…. Poin pengiritannya mohon ditekankan ya Nyonya-nyonya….

Buat yang mau liburan di luar rumah bisa cus ke blogpost yang lain ini ya: Tips Berwisata ke Taman Safari Bogor

Sesuai dengan judulnya, artikel ini bakal bahas tahapan facial di rumah, tahapannya saya contek dari tahap-tahap yang biasa saya alami di salon kalo facial yak…. Mungkin bukan best experience. Just share apa yang pernah saya alami saja. Feel free untuk kasih saran atau masukan di komen, tapi jangan konsultasi yak, soalnya saya bukan expert di bidang kecantikan. Tar sesat loh…. Hihihi…. Selain tahapan, saya juga mau share review (first impression) salah satu produk yang saya pakai di tahapan masking, yaitu The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask. Kenapa  kok cuma produk ini yang saya review di sini? Karena ini produk emang lagi hype banget yak…. Banyak yang bilang kalo produk ini bagus. Jadi kayanya bakal bermanfaat kalo saya sharing juga di sini sekalian. Produk lainnya bakal saya coba review di artikel berbeda supaya tidak kepanjangan.

Oke, untuk artikel kali ini kebetulan yang saya abadikan adalah pas nge-facial suami saya. Kondisi kulitnya: berminyak, pori-pori besar serta komedoan di wilayah hidung dan sekitarnya. Produk yang saya pakai:

  1. The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter
  2. Peeling Mundisari Mustika Ratu
  3. The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask

Tambahannya saya menggunakan Hada Labo Mild Peeling Lotion dan Hada Labo Gokyujyun Ultimate Moisturizing Lotion.

peralatan-facial-di-rumah

Sementara alat/ bahan lain yang digunakan adalah:

  1. Waslap/ handuk kecil
  2. Pinset komedo
  3. Air hangat

Tahapan facial di rumah:

1 . Membersihkan Wajah

Pertama yang saya lakukan adalah membersihkan wajah suami dengan The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter. Tekstur The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter ketika masih di wadahnya berbentuk seperti mentega. Saya aplikasikan langsung di wajah dan leher Tuan Besar dengan mengusap-usapkannya ke seluruh permukaan kulit dengan gerakan memijat sampai “mentega”nya meleleh. Setelah itu saya lap dengan waslap/ handuk yang telah dibasahi dengan air hangat.

tahap-satu-cleansing

Tujuan step ini adalah untuk membersihkan wajah dari keringat, kotoran serta debu yang masih menempel di permukaan kulit. Oiya, pembersih yang digunakan bisa menggunakan produk cleansing apa saja yang ada di rumah ya. Bisa menggunakan facial wash atau milk cleanser, dll, yang penting sesuai dengan jenis kulit kamu masing-masing.

2 . Scrubbing

Tahap kedua adalah scrubbing, yang bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati. Di tahap ini saya menggunakan Peeling Mundisari Mustika Ratu. Aturan pemakaian menyebutkan bahwa cara pemakaian peeling ini adalah dengan mengoleskannya di seluruh bagian wajah dan leher (kecuali daerah mata) dan menggosoknya perlahan ketika produk telah setengah kering. Berbeda dengan aturan tersebut, saya langsung memijat secara perlahan dan lembut produk tersebut di wajah dan leher seketika ketika produk masih basah. Setelah proses pemijatan tersebut selesai, produk scrub di wajah dibersihkan dengan air. Oiya, alasan saya memijat prosuk saat masih basah adalah karena jika ditunggu sampai setengah kering, produk ini akan terasa kasar. Dan ketika digosok ke wajah akan terasa sedikit pedih.

Lagipula Tuan Besar bisa mencak-mencak kalau agak lamaan nunggu kering. Hihihi…. Ga betahan.

tahap-scrubbing

Jika memang tidak tersedia produk face scrub atau peeling di rumah, kamu juga bisa menggunakan bahan-bahan dapur seperti oatmeal, kopi, yoghurt dll. Bahkan saya pernah membaca bahwa garam dan gula pasir juga dapat digunakan sebagai scrub. Namun untuk dua bahan terakhir saya kawatir teksturnya terlalu kasar dan akan membuat iritasi. Bagaimana menurut kamu?

3 . Membuka pori-pori

Kalau di salon proses membuka pori-pori ini dilakukan dengan pakai uap yak. Pakai alat yang mengeluarkan uap hangat yang kemudian di semprotkan ke arah wajah selama beberapa lama. Di rumah kita bisa juga sih melakukannya dengan menggunakan air panas dalam baskom kemudian mengarahkan wajah kita di atas baskom dan menutupi kepala dengan handuk, agar uap terkurung di antara handuk dan baskom. Namun, lagi-lagi karena suami ga mau repot-repot demikian, proses membuka pori-pori hanya saya lakukan dengan melap wajah dengan air hangat.

membuka-pori-pori

4 . Mencet komedo

Memencet komedo di wajah suami adalah tahapan yang paling saya sukai. Tapi tahap yang paling dia benci. Tentu saja. Hihihi…. Saya menggunakan alat bantu pinset komedo yang dari besi untuk memencet komedo di sekitar hidung suami. Tidak seluruh komedo saya pencetin sih. Biasanya hanya yang sudah nongol karena tahap pembersihan sebelumnya. Ditandai dengan warna putih atau kekuningan yang muncul di permukaan hidung. Seperti nantangin, nah yang kaya gitu itu yang saya pencet. Yang masih mumpet malu-malu biasanya saya biarkan.

Pastikan tangan dan alat bantu bersih ya, supaya tidak terjadi infeksi atau malah menimbulkan masalah baru seperti jerawat. Ga mau kan alih-alih hidung bebas komedo, hidung malah jadi jerawatan karena proses pemencetan komedo yang penuh bakteri. Untuk temen-temen penganut anti pemencetan komedo garis keras, tahap ini boleh diskip.

Setelah proses pemencetan komedo jangan lupa, lap wajah lagi dengan air ya, supaya kembali bersih.

5 . Masking

Proses pemaskeran bermanfaat untuk menutrisi wajah dan fungsi lain sesuai dengan masker yang digunakan. Jadi penting banget bagi teman-teman untuk memperhatikan kondisi kulit, kebutuhan apa yang sedang dialami oleh kulit wajah teman-teman. Kondisi dan kebutuhan tersebut harus singkron dengan masker yang akan digunakan. Bahkan jika memang diperlukan, teman-teman bisa melakukan multi masking dalam satu wajah. Seperti juga proses scrubbing, jika teman-teman menyukai masker dari bahan alami, feel free untuk membuatnya sendiri ya. Saya prefer menggunakan masker di bawah ini karena memang kebutuhan wajah suami khusus (baca: agak parah :P).

tahap-masking

Kali ini saya menggunakan masker The Body Shop (TBS) Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask untuk perawatan wajah Tuan Besar. Masker ini dinyatakan oleh TBS sebagai masker yang mampu menarik kotoran dari kulit dan menyamarkan pori-pori wajah. Ketika membaca penjelasannya di laman TBS, saya langsung GR kalau masker ini seperti sengaja diciptakan untuk wajah suami saya.

TBS menganjurkan untuk mengoleskan masker ini dengan kuas. Tapi ye kan eike kaga punya kuas khusus masker. Dan berhubung alasan pengiritan, maka saya menggunakan tangan untuk mengoleskan masker ini di wajah suami saya. Ngolesnya tipis-tipis. Sebelumnya tentu sudah memastikan tangan saya bersih yaaaa…. Setelah kering sekitar 5-10 menit, saya lap wajah suami dengan handuk yang telah dibasahi air hangat sampai bersih. Masker ini cepat kering euy, suami saya senang karena sebelumnya saya pernah kasih dia masker yang keringnya seabad menurut dia.

6 . Menutup pori-pori

Tahap terakhir dari sesi facial di rumah ini adalah menutup pori-pori. Saya menggunakan produk Hada Labo Mild Peeling Lotion (exfoliate toner) disusul Hada Labo Gokyujyun Ultimate Moisturizing Lotion (hydration toner) untuk menutup pori-pori. Teman-teman bisa juga menggunakan batu es yang dikompreskan ke wajah untuk melakukan proses ini.

Demikian tahapan facial di rumah yang saya lakukan bareng suami. Buat yang uda penasaran banget sama masker yang saya gunakan berikut adalah review first impression-nya.

😉 Hope you enjoy it!

the-body-shop-himalayan-charcoal-mask

Extra: Review First Impression

The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask

Keterangan Produk: Masker ini merupakan bagian dari rangkaian The Body Shop Superfood Face Mask yang mengusung tema multi masking. Varian yang lain yang penggunaannya dapat dikombinasikan adalah: Chinese Ginseng & Rice Clarifying Polishing Mask, British Rose Fresh Plumping Mask, Amazonian Acai Energising Radiance Mask dan Ethopian Honey Deep Nourising Mask.

Kemasan: Produk ini diperjualbelikan dalam bentuk jar ukuran 75 gram tanpa ada spatula dan kuas. Saya sendiri mendapatkan free sampel-nya dari TBS beauty class yang saya ikuti dengan ukuran 5 ml. For your info, sampel-nya ini tidak diperjualbelikan.

Formula: Produk mengandung bamboo charcoal, green tea leaves dan organic tea tree oil. Selain itu, just in case you concern, produk ini tidak mengandung parabens, paraffin, silicone atau mineral oil. Dan seperti produk TBS lainnya, 100% vegan.

tekstur-the-body-shop-himalayan-charcoal-mask

Teksturnya: Namanya juga clay mask, warnanya abu-abu kehijauan seperti tanah liat. Teksturnya seperti lumpur, atau bagi yang belum pernah menyentuh lumpur padanannya kira-kira seperti bubur bayi. Di dalam masker terdapat bercak-bercak hitam yang saya duga adalah bahan bamboo charcoal-nya. Ketika kering, warna masker menjadi abu-abu muda.

Fragrance: Varian Himalayan Charcoalnya baunya seperti jamu, hehehe…. Suami saya yang agak peka dengan bau-bau-an awalnya protes. Namun, sebenarnya baunya tidak terlalu menyengat. Untuk yang biasa berkelidan dengan jamu seperti saya, baunya samar-samar seperti bau parem kocok atau lulur kocok.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian: Keterangannya sih masker ini ditujukan untuk kulit yang membutuhkan ekstra purification. Bermanfaat untuk menyerap minyak berlebih. Beberapa review yang saya baca menyatakan bahwa masker ini bagus untuk kulit wajah yang berminyak dan berjerawat. Mangkanya untuk suami saya saya gunakan full face, karena seluruh permukaan wajahnya kilang minyak. Untuk penggunaannya dalam multi masking pada kulit kombinasi, better digunakan hanya pada bagian wajah yang memiliki minyak berlebih seperti di daerah T dan dagu.

Results: Ketika masker diaplikasikan di wajah, Tuan Besar bilang rasanya agak perih kecil-kecil gitu. Definisi yang aneh ya? (((perih kecil-kecil))). Sensasi gelitik (tingling) gitu kali ya. Saya menanyakan yang terasa gelitik di bagian bekas pencetan komedo atau seluruh wajah, Tuan Besar menjawab seluruh wajah. Tidak panas dan rasa perih kecil-kecilnya hilang dengan cepat. Tapi tidak terlalu jadi masalah sih, kata dia. Sesaat setelah masker dibersihkan wajah terasa enteng, fresh dan bersih. Wajah suami memang jadi lebih keliatan matte sih sampai malam. Namun, pori-pori masih kelihatan gede walaupun memang lebih ringkas dari yang sebelumnya super gede. Hehehe, yaiyalah, ga mungkin juga langsung ilang.

masker-the-body-shop-super-food-himalayan-charcoal

Pros and Cons: Effeknya wajah terlihat matte tapi lembut tidak kering, langsung keliatan really works dari pertama pemakaian. Cuman belum bisa komentar banyak, karena baru pertama kali banget nyobanya. Kekurangannya di fragrance dan harga yang lumayan mahal untuk saya yang emang rada pelit ini.

Rating: 5/5

Repurchase? Yes! Saya mengusulkan ke suami untuk repurchased si Himalayan Charcoal lagi buat dia. Cuma dianya ga respon apa-apa. Nolak kagak, nerima kagak. Hehehe…. Ya udin…. Saya sendiri tertarik untuk coba varian lainnya. Kali ini buat saya, bukan buat suami, hihihi….

Availability & Where to Buy: Kalau di Jakarta (((the perks of living in Jekardah))) produk ini mudah sekali ditemukan di counter-counter The Body Shop. Kalau teman-teman yang di luar Jakarta gimana? Denger-denger pas akhir tahun kemarin produk ini susah di dapat. Oiya, produk ini juga available di webnya TBS.

Harga: Rp 329.000,00/ jar/ varian 75 gram.

judul-facial

Oke, inilah akhir dari artikel ini, panjang juga ya bok, hihihi…. Ada beberapa produk yang disebutkan di atas yang sudah saya review sbb:

  1. The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter
  2. Peeling Mundisari Mustika Ratu
  3. Hada Labo Mild Peeling Lotion atau
  4. Hada Labo Gokyujyun Ultimate Moisturizing Lotion.

Thank you uda mampir…. 🙂 Semoga bermanfaat yaaaa….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Daily Skin-Hair-Body Care Menggunakan Bio Oil

daily-skin-hair-body-care-menggunakan-bio-oil

Nyonya-nyonya pasti sudah banyak yang tahu kegunaan Bio Oil yang pokok: mengatasi masalah kulit seperti stretchmarks, scars, uneven tone, tanda penuaan dan kulit kering. Sebelumnya saya juga pernah membuat artikel tentang pengalaman saya menggunakan Bio Oil untuk mengatasi permasalahan kulit tersebut di artikel Penggunaan Bio Oil untuk Ibu Hamil. Tapi ternyata setelah saya ikut Talkshow “Love Your Skin, Love Your Life” bareng Watsons Mall Kelapa Gading 3, saya jadi tau kegunaan Bio Oil yang lainnya. Kegunaannya ternyata masih banyak!!! Bermanfaat dari ujung kaki ke ujung kepala. Narasumber talkshow sendiri ada tiga orang: dr. Febby Karina – dokter spesialis kulit, Gisella Anastacia – mamaknya si imut Gempita dan Ibu Nurhayatini- product manager Pt Radiant Sentral Nutrindo (distributor Bio Oil di Indonesia).

talkshow-bio-oil

Penjelasan Daily Skin Care Routine oleh dr. Febby Karina

Sebelum pembahasan tentang manfaat Bio Oil untuk Daily Skin-Hair-Body Care, narasumber pertama yaitu dr. Febby memberikan beberapa penjelasan tentang kesehatan kulit dan bagaimana merawatnya.

1 . Ketahui Jenis Kulit

Mengetahui jenis kulit yang tepat akan membuat kita juga dapat memilih daily care yang tepat. Jangan sampai salah pilih produk yang membuat kulit kita malah menjadi bermasalah. Nah, jenis kulis sendiri sebenarnya dibedakan berdasarkan ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Normal: Memiliki Oily T-zone dan Oily di bawah bibir, sementara pipi tidak berminyak dan juga tidak kering.
  2. Oily Skin: Memiliki zona minyak di daerah T-zone, di bawah bibir dan di pipi. Atau dengan kata lain di seluruh permukaan wajah.
  3. Dry Skin: Kulit teras kering di seluruh bagian wajah. Tidak memiliki Oily T-zone.
  4. Combination Skin: Memiliki Oily T-zone dan Oily di bawah bibir, sementara pipi terasa kering.
  5. Selain keempat jenis di atas, dr. Febby Karina juga menambahkan tentang kulit sensitif. Ciri kulit sensitif adalah kulit yang mudah mengalami redness atau kemerahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di foto berikut:

tipe-kulit-wajah

2 . Diagnosa kesehatan dan masalah kulit

Menurut dr. Febby Karina, kulit dinyatakan sehat apabila memiliki ciri sbb:

  1. Consistent Color,
  2. Smooth Texture,
  3. Good Hydration Levels,
  4. Good Sensation.

masalah-kulit-wajahSementara kulit Nyonya bisa dibilang memiliki masalah apabila terdapat tanda sbb:

  1. Scars, atau bekas jerawat,
  2. Dehydrated Skin,
  3. Stretchmarks,
  4. Aging,
  5. Uneven Skin Tone.

3 . Bagaimana merawat kesehatan kulit

  1. Healthy Intake,
  2. Good Life Style,
  3. Oral and Topical Medicine,
  4. Bio-Identical Hormon Replacement Therapy,
  5. Chemical Peeling, Microdermabration, Laser Filler, Botox.

4 . Tahapan Daily Skin Care

Sekarang sedang happenning banget tahap daily skin care ala Korea yang bisa sampai sepuluh atau lebih tahapan skin care. Nah, pas Talkshow kemarin, dr. Febby Karina memberikan insight tentang tahapan skin care secara basic:

daily-skin-care

  1. Cleanse : Bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan lapisan luar sel kulit mati. Dilakukan sebanyak 2x sehari.
  2. Exfoliate : Saya menyimpulkan poin 2 ini adalah physical exfoliate (penulis). Bertujuan untuk menghilangkan sel kulit mati. Dilakukan sebanyak 2x seminggu.
  3. Tone : Bertujuan untuk menyeimbangkan pH dan menghilangkan mineral-mineral sisa pembersihan sebelumnya. Dilakukan sebanyak 2x sehari.
  4. Correct : Bertujuan untuk memperbaiki kerusakan, menambah kekurangan tertentu pada kulit atau melakukan pencegahan tanda-tanda penuaan. Dilakukan 2x sehari.
  5. Moisturize : Bertujuan untuk menghidrasi kulit dan melembabkan. Dilakukan 2x sehari.
  6. Protect : Melindungi kulit dari terbakar akibat sinar matahari serta melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas. Dilakukan setiap tiga jam apabila berada di bawah paparan matahari.

Penjelasan Manfaat Bio Oil pada Daily Care

Fakta bahwa Bio Oil bermanfaat untuk perawatan/ pengobatan masalah kulit, terutama bagi ibu hamil, memang tidak dapat terelakkan. Namun, bagi kulit yang tidak memiliki masalah, produk ini pun bermanfaat banget.

product-manager-radiant-indonesia

Bu Nurhayatini dari Bio Oil menjabarkan setidaknya ada beberapa manfaat Bio Oil selain manfaat utamanya:

1 . Manfaat Bio Oil untuk Daily Skin-Hair-Body Care:

  1. Rambut : Bio Oil bermanfaat untuk memberikan kelembaban tambahan pda rambut. Digunakan setelah keramas dalam keadaan rambut setengah basah tanpa dibilas. Hal ini disampaikan oleh Gisella, yang mengiyakan manfaat Bio Oil pada rambutnya yang kering.
  2. Body Care : Bio Oil dapat dioleskan pada siku, lutut yg kering dan hitam, serta bisa digunakan sebagai bath oil (campuran air mandi di bath tub) maupun campuran perawatan mingguan seperti masker atau lulur.
  3. Skin Care (wajah) : Bio Oil pada daily skin care dapat berperan sebagai tahapan correcting maupun moisturizing. Jika digunakan sebagai produk correcting maka Bio Oil hanya dioleskan pada bagian yang memerlukan perawatan khusus. Sementara apabila digunakan sebagai moisturizer maka Bio Oil dioleskan secara tipis dan merata ke seluruh bagian wajah dan leher. Jangan kawatir untuk yang berjerawat pun dapat tetap memakainya.

Yang ditekankan oleh Ibu Nurhayatini adalah tentang keistiqomahan menggunakan produk skin care. Wajib disiplin. Dua kali sehari ga boleh bolong-bolong. Supaya manfaatnya terlihat nyata mempesona. Ingat ya Nyonya, jangan malas kaya saya…. Hehehe….

2 . Resep DIY untuk Perawatan Tambahan ala Salon

Nah selain perawatan harian, Ibu Nurhayatini juga memberi beberapa tips penggunaan Bio Oil yang kreatif banget untuk perawatan tambahan ala-ala salon. Jadi Beliau ngasih tiga resep perawatan Do-It-Yourself menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur. Pas materi ini diberikan, saya langsung semangat mencatat deh…. Soalnya DIY kan Nyonyamalas banget! Nah resep yang dibagikan Ibu Nurhayatini adalah sbb:

skin-care-tambahan-diy

  1. Masker Rambut : 1 buah alpukat + 2 sendok teh minyak zaitun + 1 sendok teh madu + 1-5 tetes Bio Oil. Resep ini masih bisa di otak-atik loh. Misalnya saja, kalau rambut kamu pendek dan 1 buah alpukat dirasa terlalu banyak. Maka potong saja resepnya jadi 1/2 porsi. Jadi 1/2 buah alpukat + 1 sendok teh minyak zaitun + 1/2 sendok teh madu + 1-3 tetes Bio Oil. Lebih hemat kan…. Sisa alpukat dan madunya bisa dimakan. Jadi cantik luar dalam, plus kenyang lagi. Hehehe….
  2. Masker Wajah: 1/2 buah naga putih + 2 sendok makan madu + 2 sendok makan yoghurt tawar + 4 sendok makan tepung beras + 3-4 tetes Bio Oil. Untuk resep ini, Ibu Tini menekankan banget untuk pakai buah naga yang warna dagingnya putih. Bukan yang merah. Hal ini karena buah naga yang merah meninggalkan stain merah di kulit. Ga mau kan muka jadi warna merah kaya mutan setelah maskeran.
  3. Rendaman Tangan dan Kaki : 1 sendok makan garam laut + 1 sendok teh perasan air lemon + 1/2 liter air hangat + 3-4 tetes Bio Oil. Berhubung, setelah ikutan talkshow ini, saya nemenin suami keliling Mall Kelapa Gading yang segede bagong itu, kaki saya kerasa pegal banget malamnya. Dan paginya, saya langsung eksekusi resep ini, cuman jumlah bahannya saya kali 2, biar kaki kerendem sampai pergelangan. Mmmm…. rasanya nyaman bangeeeettt…. Rileks dan lembut! Cobain deh!

Nyonya-nyonya yang mau eksperimen dengan resep lain juga bisa loh. Karena kandungan Bio Oil yang alami, IMHO aman-aman aja klo mau dicampur-campur dengan bahan alami lainnya. FYI, kandungan alami Bio Oil sbb: Vitamin A, Vitamin E, Purcellin Oil, Mintak Rosemary, Minyak Lavender, Minyak Kalendula dan Minyak Kamomil. Tinggal Nyonya sesuaikan saja bahan yang mau dicampur dengan kebutuhan kulit kamu. Untuk pembahasan review produk lebih lengkap Nyonya bisa juga merujuk ke artikel Review Produk Bio Oil ini.

Love Your Skin, Love Your Life! Selamat menggunakan Bio Oil!

daily-skin-hair-body-care-menggunakan-bio-oil

Disclosure: Artikel ini disponsori oleh Bio Oil dan Watsons Mall Kelapa Gading yang mengundang Blogger dari Kumpulan Emak Blogger menghadiri Talkshownya.

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cara Malas yang Murah Membersihkan Muka, Review Garnier Micellar Cleansing Water

garnier-micellar-water

Review Garnier Micellar Cleansing Water ini sekaligus adalah catatan perkenalan pertama saya dengan micellar water. Sebelumnya, saya menggunakan cleansing butter disusul dengan sabun muka. So boring aren’t they? Hehehe…. Ga sesuai banget sama tagline nyonyamalas yak, yang selalu nyari cara terpraktis dan termurah. Mau bagaimana lagi, sebenarnya saya juga ga betah dengan step-step cleansing yang panjang.  Tapi mengingat kulit saya rewel, saya tahan-tahan,  daripada iritasi atau alergi. Apalagi micellar water yang sebelumnya hype banget di Indonesia harganya masih lebih mahal dari cleansing butter andalan saya. So, saya ga punya alasan buat berpaling, dong.

garnier-micellar-water

Saya mulai tertarik dengan Garnier Micellar Cleansing Water , ketika di grup WA Indonesian Female Blogger, temen saya Tia, announce kalau di Lazada ada promo produk ini. Satu botol diskon jadi Rp 15.000,00. Dasar emak-emak ya, kalau denger diskon langsung noleh. Harga segitu untuk 125 ml micellar water tu fantastis loh, even untuk harga normalnya Rp 30.000,00 juga udah termasuk murah. Namun, saya masih bergeming untuk membelinya. Mau nunggu respon temen-temen dulu setelah pakai bagaimana. Ternyata so far oke, kata mereka.

Di FemaleDaily juga saya cek rata-rata ratingnya 4. Trus lagi di vogue.co.uk, produk ini masuk 10 best micellar water! Berarti ini best produk dengan harga ter-murce per tetesnya.

Now, we’re talking about the product.

Keterangan Produk

Nama Produknya adalah Garnier Micellar Cleansing Water dengan dua macam varian yang ditandai dengan warna tutup yang berbeda; pink dan biru. Untuk yang tutup biru nama produknya ditambah embel-embel Pure Active. Produk ini diproduksi oleh Garnier, bagian dari L’OREAL Group Company.

garnier-micellar-cleansing-water-indonesia

Kemasan

Wadahnya menggunakan botol plastik dengan tutup flip flop yang rapat tapi mudah dibuka. Ringan, mudah dipegang dan bentuknya yang pipih membuatnya jadi travel friendly. Mungkin memang sengaja didesain buat mudah dibawa pergi-pergi ya. Soalnya yang keluar di Indonesia juga baru yang ukuran kecil. Cuma 125ml. Bagi yang menggunakan micellar water sebagai produk pembersih muka yang utama pasti terasa kurang gede ya, tapi untuk saya, ukuran ini terasa pas.

garnier-micellar-cleansing-water-botol

Formula

Teksturnya cair seperti air biasa, encer, tidak berminyak dan tidak lengket. Bedanya dengan air biasa, Garnier Micellar Cleansing Water berbuih kalau di kocok. Yang membuat produk ini efektif infonya adalah adanya micelles. Yang berfungsi mengikat dan menangkap kotoran kaya magnet gitu. Saya ga terlalu ngerti kimia sih. Hahaha…. Buat saya yang paling penting, produk ini tidak berbau sama sekali dan tidak mengandung alkohol. Oiya formula yang tutup biru ditujukan untuk kulit berminyak sementara yang pink untuk kulit kering sensitif.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian

Sebagaimana micellar water lain, Garnier Micelar Cleansing Water digadang-gadang bisa digunakan sebagai facial wash, makeup remover dan moisturizer. All in one. Cara menggunakannya adalah dengan menuangkannya di kapas. Kemudian mengusapkannya di wajah sampai kotoran di wajah terangkat. Penggunaan produk ini tidak memerlukan proses pembilasan.

Results

1 . Untuk Membersihkan Make Up

Untuk tes pembersihan make up saya men-swatch beberapa produk make up yang biasanya saya pakai sehari-hari yaitu: lipstick, lipstick matte, eyeshadow, eyeshadow yang shimer, maskara, eyeliner (pensil), pensil alis, liquid foundation yang sheer dan concealer.

img_5205

Kedua variannya memiliki kekuatan membersihkan yang sama menurut saya. Untuk sekali usap, hanya liquid foundation saya yang bersih sempurna, sementara yang lain masih tersisa warnanya.

satu kali usap dengan varian pink

satu kali usap dengan varian pink

swatch-biru

satu kali usap dengan varian biru

Seluruh makeup, kecuali lipstick merah gonjreng (yang paling atas) bersih sempurna setelah 3-4 usapan lembut. Sementara stain lipstick merah harus agak di tekan usapannya baru bersih sempurna. Kapas yang digunakan satu bolak-balik untuk masing-masing varian.

swatch-3x

tiga kali usap

swatch-bersih

finalyy!

2 . Untuk Membersihkan Bare Face

Tes pada muka saya bare face di siang hari ini yang malah bikin saya kaget. Kotoran yang terangkat banyak banget. Padahal saya seharian itu hanya di rumah karena sedang sakit. Memang sih, saya belum mandi. Tapi two thumbs up buat produk ini yang ngangkat kotoran wajah sampai segitu bersihnya. Bisa jadi pilihan untuk morning routine, membersihkan sisa-sisa skin care malamnya. Oiya, produk ini juga tidak bikin kulit saya merah atau muncul beruntusan.

garnier-micellar-cleansing-water-bare-face

Saya ga terlalu merasakan perbedaan antara varian biru dan pink. Keduanya terasa lembut dan tidak perih di kulit kering saya. Bahkan di mata juga tidak terasa perih. Bener-bener di luar ekspektasi, pantas kalau banya review positif tentang produk ini.

Harga

Rp 30.000,00 untuk 125ml.

Pros and Cons

Pros:

  1. Murah
  2. Bersih
  3. Ga meninggalkan rasa lengket
  4. Terasa tetap lembab, bahkan di kulit saya yang cenderung kering
  5. Wadahnya rapat dan mudah dibawa

Cons:

  1. Untuk makeup yang stainnya kuat, perlu beberapa kali usap.

Rating

5/5

Repurchase?

Yes! Praktis, murah dan efektif. Walaupun saya tetap akan melakukan double cleansing untuk rutinitas malam hari, namun persediaan produk ini untuk masa-masa darurat dan senjata on the go itu wajib.

Availability & Where to Buy

Sejak di launch di Indonesia pertengahan November 2016. produk ini mudah banget ditemukan di drugstore maupun online shop.

Mungkin kamu seperti saya, yang konvensional banget tentang cara membersihkan muka. But, trust me, dengan harga segini ga rugi juga nyobain produk baru ini. Siapa tahu bisa jadi penyelamat di saat-saat malas, hahaha…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Penggunaan Bio Oil untuk Ibu Hamil (dengan Foto Progress)

penggunaan-bio-oil-untuk-ibu-hamil-stretch-marks

Lima bulan yang lalu, saya bikin status menanyakan penggunaan Bio Oil untuk ibu hamil di Facebook. Rame banget dikomenin para nyonya-nyonya, baik yang perutnya ber-stretch-marks maupun yang alhamdulilah yah selamat. Banyak yang support buat menggunakan produk tersebut, mereka bilang Bio Oil aman buat ibu hamil. Saya langsung beli waktu itu. Tapi mangkrak, tidak saya pakai sampai dengan sepuluh hari yang lalu. Sekarang saya cuma bisa memandangi stretch marks di sekujur paha dan pantat dengan penuh rasa penyesalan. *nangis di pojokan

Oke, fine, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Supaya stretch marks ini tidak sia-sia dan kegalauan selama ini membawa berkah bagi kemaslahatan lebih banyak ibu-ibu hamil dan rekan nyonya lainnya, maka saya putuskan untuk mereview produk ini dengan segenap hati. So, please konsentrasi, karena reviewnya bakal lumayan panjang.

produk-bio-oil

Keterangan Produk

Bio Oil adalah produk perawatan kulit muka dan tubuh, produksi Union-Swiss (Pty) Ltd, yang lokasi pembuatannya di Afrika Selatan. Mulai masuk Indonesia sejak 2014.

Kemasan

Kemasan luar Bio Oil menggunakan kardus dan di dalamnya terdapat pamflet penjelasan penggunaan yang cukup informatif. Wadah oil-nya sendiri berupa botol plastik dengan lubang kecil di kepala botol. Bentuknya mudah digenggam dan ukuran botol yang 60ml cukup travel friendly. Hanya saja bentuk mulut botol membuat isinya mudah tumpah, dan sulit mengontrol jumlah cairan yang dikeluarkan. Akan lebih baik jika kemasan menggunakan pump agar penggunaannya bisa lebih hemat.

tutup-bio-oil

Formula

Tekstur Bio Oil ringan dan tidak lengket. Ketika diaplikasikan ke kulit saya yang kering, awalnya sedikit mengkilap tapi kemudian kilapnya hilang seiring meresap ke dalam kulit. Cairan meresap sepenuhnya dalam waktu kurang dari 1 menit. Yang paling penting buat saya adalah, formulanya tidak membuat kulit saya alergi. Maklum, kulit saya tipe kering kombinasi yang cukup sensitif. Sesuai dengan pernyataan bahwa produk ini hipoalergenik, penggunaan Bio Oil sama sekali tidak membuat kulit saya merasa perih. Selain itu saya juga tidak menemukan tanda kemerahan di kulit. Amaaaaaannnn!

penyerapanTekstur dan Penyerapan Bio Oil; 1. Tanpa Bio Oil, 2. Ditetesi Bio Oil, 3. Setelah Bio Oil diratakan

Komposisi: Tumbuh-tumbuhan : Minyak Kalendula, Minyak Lavender, Minyak Rosemary, Minyak Kamomil. Vitamin: Vitamin A, Vitamin E. Bahan Dasar Minyak: PurCellin Oil™, Paraffinum Liquidum, Triisononanoin, Cetearyl Ethylhexanoate, Isopropyl Myristate, Glycine Soja Oil, Helianthus Annuus Seed Oil, BHT, Bisabolol. Aroma (Mawar). Pewarna Oranye.

Komposisi vitamin A dalam Bio Oil itulah yang biasanya yang diributkan sama para bumil. Namun, setelah saya konsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan saya dan juga searching sumber lain, saya cukup yakin kandungan vitamin A maupun minyak yang terdapat dalam produk ini masih dalam batas aman untuk digunakan oleh ibu hamil.

Selain komposisi dan tekstur yang sering dijadikan pertimbangan adalah fragrance atau bau produk. Bau produk ini seperti mawar, yang lembut dan samar-samar. Sama sekali tidak membuat pusing atau mual-mual. Awalnya, saya bahkan tidak terlalu menyadari baunya, namun ternyata suami saya yang peka dengan wangi-wangian merasa kurang suka. Tapi memang dia tidak suka pada wangi apapun sih. Detergen aja maunya yang ga wangi. Jadi ini yang hamil sebenernya siapa sih…. Hahaha….

Kegunaan dan Anjuran Pemakaian

Bio Oil mengklaim produknya dapat mengatasi beberapa permasalahan kulit seperti menyamarkan stretch marks, menyamarkan bekas luka, menyamarkan tanda penuaan, melembabkan kulit dan meratakan warna kulit. Hal tersebut didasari oleh beberapa penelitian, yang saya rangkum sbb:

tabel-penelitian-bio-oilBuat yang nyonya-nyonya rajin yang mau baca resume penelitian lebih lanjut, link-nya sbb ya…. Nomornya sesuai nomor di tabel. Sumber: 1, 2, 3, 4, 5.

Results

Membaca beberapa penelitian terkait Bio Oil di atas, saya juga jadi penasaran untuk menjadikan menggunakan Bio Oil di hampir seluruh bagian tubuh. Coba-coba ala-ala penelitian gitu, hihihi. Sayang, waktunya belum terlalu panjang sebagai pembuktian, baru sekitar 10 hari dengan pemakaian 2x sehari. Oiya dalam sepuluh hari tersebut ada satu malam saya skip tidak menggunakan produk karena keburu disergap suami.

Namun ada beberapa poin yang saya bisa tunjukkan ke teman-teman sebagai pertimbangan kalau mau menggunakan Bio Oil. Pemakaian Bio Oil masih terus saya lanjutkan dan foto-foto progress perbaikan akan terus saya update beberapa bulan ke depan ya…

1 . Menyamarkan Stretch Marks

Aduh sedih deh, kalau lihat stretch marks di daerah paha atas saya. Banyak cabang dan juga dalam layaknya sungai Amazon di Amerika Selatan. Hal ini karena saya terlambat memulai penggunaan produk perawatan kulit untuk stretch marks. Hiks…. Kehamilan pertama saya mengalami keguguran, sehingga pada hamil yang sekarang, saya terlalu paranoid untuk menggunakan produk-produk kosmetik. Walaupun banyak rekan yang menyarankan menggunakan Bio Oil dan dokter kandungan saya juga menyatakan aman, saya baru menggunakannya di bulan ke delapan. Padahal Bio Oil sudah boleh digunakan sejak bulan ketiga berakhir, atau memasuki trimester kedua kehamilan loh. Nyesel deh saya sekarang.

Saya menggunakan Bio Oil setelah mandi di seluruh bagian stretch marks dengan pijatan memutar seperti yang disarankan di pamflet yang disertakan di kemasan. Rasanya kulit jadi hangat dan gatal di daerah stretch marks karena kulit kering berkurang. Saya tidak terlalu berharap bahwa stretch marks itu akan hilang sepenuhnya karena janji produk ini juga hanya menyamarkan stretch marks, tidak menghilangkannya. Namun pada 10 hari pemakaian saya sudah melihat ada perbaikan.

strechtmarkBeberapa Foto Strecht Mark di Paha Nyonyamalas, diambil setelah bangun tidur.

Pada foto terlihat ada perubahan warna, yang tadinya sudah abu-abu kecokelatan menjadi memerah. Yang tadinya kalau diraba terasa ada lekukan dalam seperti sungai Amazon menjadi seperti sungai Amazon yang kebanyakan endapan. Alias agak dangkal sedikit. Hahaha…. Ini baru 10 hari loh, atau 1/9 dari jangka waktu yang dianjurkan. Perubahan yang walau sedikit tersebut cukup menghibur saya buat istiqomah menggunakan produk ini 80 hari lagi. Semangaaat!!!!

2 . Melembabkan Kulit Kering di Tangan dan di Kaki

Niatnya, saya hanya mengoleskan Bio Oil di punggung tangan kiri tanpa menggunakannya di tangan kanan, untuk melihat apakah ada perbedaan antara tangan yang diberi Bio Oil dengan yang tidak. Hasilnya tangan kiri saya menjadi tidak terlalu kering lagi. Namun tangan kanan saya juga ikutan tidak kering. Aneh ya…. Saya curiganya karena saya menggunakan tangan kanan untuk meratakan Bio Oil ke tangan kiri. Jadi sebenarnya tangan kanan pun tetap kena Bio Oil sehingga tidak signifikan perbedaannya. Ya gimana lagi, masa ngusapin tangan kirinya pakai kaki. Tapi yang penting fungsi melembabkannya terbukti, baik di tangan maupun di kaki. Ketika saya tes dengan menggaruk kulit punggung tangan dan kaki, yang biasanya jadi muncul bekas putih seperti busik, menjadi tidak muncul bekas garukan sama sekali.

tangan-keringSementara untuk punggung kaki saya gunakan di kedua punggung kaki. Cukup terlihat pertambahan kelembabannya ya, foto sbb:

kaki-kering

3 . Melembabkan dan Meratakan Warna Kulit Wajah

Saya menggunakan Bio Oil setelah melakukan cleansing dan double toning. Saya tidak khawatir wajah saya berubah jadi kilang minyak, berhubung muka saya memang kering. Bahkan setelah Bio Oil terserap sempurna, wajah saya masih ditiban lagi dengan pelembab dan sun screen. Ternyata masih oke-oke saja minyaknya.

Oiya, Jumlah yang saya gunakan di wajah tidak terlalu banyak. Hanya empat titik di wajah, yaitu di kening, pipi kiri, pipi kanan dan dagu, dan dua titik di leher, kemudian saya ratakan. Bagian mata tidak saya sentuh sama sekali. Sementara di bagian hidung hanya kena sisa-sisa dari perataan empat titik wajah tersebut. Karena walaupun wajah saya super kering, bagian mata dan hidung cukup berminyak. Saya menggunakannya sebelum tidur dan di pagi hari.

wajahFoto wajah setelah penggunaan 10 hari.

Hasil yang saya rasakan, adalah kulit wajah terasa lembab dan kenyal. Terutama ketika bangun tidur. Hasil yang lain adalah warna kulit saya jadi merata, bukan jadi putih ya. Tetap sawo matang yang manis gitu. Manis. Sekali lagi, manis. Foto di atas adalah foto bare face, ketika bangun tidur di hari ke sepuluh. Kemudian efek lainnya adalah saat menggunakan foundation atau bedak, keduanya jadi nempel halus di wajah. Hasil akhir make up-nya dewy seperti yang saya sukai, tidak matte, tidak kering. Serta kelihatan sehat kulitnya, bahkan setelah seharian di ruangan ber AC. Bukan cuma “kelihatan” ding, tapi memang terasa lebih sehat.

4 . Menyamarkan bekas luka

Luka yang saya olesi dengan Bio Oil ini adalah luka bekas jahitan yang lumayan dalam di betis. Umur bekas lukanya sudah 9 bulan, alias sejak bulan Februari 2016. Belum ada perubahan signifikan pada tampilan luka setelah saya menggunakan Bio Oil selama 10 hari. Perbaikan yang saya rasakan hanyalah pada tekstur luka dan kulit sekitarnya. Teksturnya terasa moist dan transisi dari kulit sekitar ke luka terasa smooth. Kemungkinan saya menduga karena efek melembabkan dari Bio Oil tersebut.

scars

But let we see, sepertinya untuk luka ini akan menjadi pengobatan yang paling butuh waktu mengingat kerusakannya yang paling parah. Kalau mengacu pada penelitian sih akan ada perubahan yang signifikan setelah delapan minggu. Wish me luck yak!

Pros and Cons

Pro:

  1. Efektif, sesuai dengan janji produknya,
  2. Aman bagi ibu hamil,
  3. Cocok banget untuk kulit kering,
  4. Hipoalegernik untuk kulit sensitif yang saya miliki,
  5. Bisa multifungsi,
  6. Harga terjangkau dibandingkan produk sejenis lainnya,
  7. Tidak lengket.

Cons:

  1. Suami tidak suka baunya,
  2. Progressnya lama, sehingga harus super sabar dan telaten untuk melihat perubahannya,
  3. Botolnya mudah tumpah.

Rating: 4/5

Repurchase?

Of course, Yes!

Pas botol pertama tinggal setengah kebetulan saya dapat satu botol Bio Oil dari hampers-nya Female Daily. Jadi baru akan beli lagi setelah botol kedua tsb habis. Saya berencana membeli lagi sampai minimal genap pemakaian minimal tiga bulan.

Availability & Where to Buy

Dalam situs resminya Bio Oil bilang ketersediaannya ada di Guardian. Namun karena produk ini uda femes banget di kalangan bumil, di beberapa toko bayi juga sudah sedia. Di kota-kota besar juga mudah banget menemukan produk ini di drugstore-drugstore.

Harga

Harga satu botol Bio Oil ukuran kecil 60 ml adalah seharga 90k – 120k. Perkiraan saya satu botol akan habis dalam waktu satu bulan, dengan catatan penggunaan tipis-tipis di hampir seluruh bagian tubuh – muka, leher, paha, pantat, (syukurlah bagian dada ga kena serangan strecht mark, hahaha), daerah perut, bekas luka di betis, telapak tangan dan kaki – sebanyak dua kali sehari. Value for money sih menurut saya, relatif terjangkau.

repurchase

Frequently Ask Question

Nah, sekarang masuk ke pertanyaan yang biasanya bakal ditanyakan:

1 . Bisa ga sih Nyah, Bio Oil digunakan setelah melahirkan?

Saya rasa sih bisa-bisa saja. Tapi lama perbaikannya akan menyesuaikan dengan kondisi kulit juga. Kalau berkaca dari pemakaian yang terjadi pada saya, dampak paling baik secara beruturan terlihat dari 1) wajah, 2) tangan dan kaki, 3) stretch marks dan 4) bekas jahitan luka. Pada keempat kasusnya terdapat perbaikan, perbaikan yang paling signifikan di bagian wajah yang kondisi masalah kulitnya nya paling ringan dan perbaikan yang paling tidak terlihat adalah di bekas jahitan luka, which is masalahnya paling parah. Saran saya untuk yang mau menggunakan Bio Oil adalah gunakan sesegera mungkin. Jika untuk stretch marks, gunakan pada awal trimester 2 dengan konsultasi pada dokter kandungan masing-masing. Dan untuk bekas jahitan luka (misalnya karena operasi caesar) gunakan segera setelah luka mengering (tidak boleh digunakan di luka terbuka). Saya yakin, kalau dulu saya menggunakannya lebih awal hasilnya akan lebih baik dibandingkan sekarang.

penggunaan-bio-oil-untuk-ibu-hamil-stretch-marks

2 . Bagaimana urutan pemakaiannya jika digabung dengan skin care wajah lain?

Ini awalnya saya bingung juga ni, pelembab dulu apa Bio Oil dulu ya. Jadi saya nanya ke temen yang rajin perawatan dan dia ngasih konsep urutan pemakaian skin care. Yang saya tangkap si, tips-nya adalah pake dari yang paling encer dulu baru ke yang paling kental. Jadi kalau saya, seperti yang uda disebut di atas, di malam hari saya cleansing dulu (pakai cleansing butter – sabun muka; kalo pagi cuma pakai sabun muka aja), lanjut toner (exfoliating toner – hydrating toner), baru lanjut Bio Oil, trus krim malam/ pelembab, tambahannya adalah eye cream kalo malam, sunblock kalo siang. Udin, tinggal disesuaikan aja dengan skin care yang kamu pakai ya.

3 . Bisa ga Nyah, Bio Oil dicampur dengan bahan perawatan wajah lainnya?

Bisa banget. Ada teman yang menggunakan Bio Oil sebagai campuran masker alami DIY yang dia buat, jadi Bio Oil dicampur dengan gerusan buah strawberry gitu. Saya juga pernah membaca ulasan tentang bagaimana Bio Oil dijadikan bahan scrub bibir dengan cara mencampur Bio Oil dengan gula pasir dan madu. Yang terakhir yang saya pernah baca, adalah mencampur Bio Oil dengan foundation, untuk hasil make up yang lebih dewy. Kalau saya pribadi lebih suka menggunakannya secara terpisah (step by step) seperti di poin 2 di atas.

4 . Boleh ga Nyah pas ngolesin dibantuin sama suami? soalnya susah ngolesin yang bagian pungung….

Serah deehhhh 😀 asal jangan suami saya aja yang disuruh ngolesin ya…. nanti stretch marks kamu nambah bekas cakaran saya. 😛

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Bio Oil & Female Daily Network #BioOilLoveYourSkinandLife #BioOilandFDN yang diadakan Femaledaily.com dan MommiesDaily.com.

Uda ya? Kalau masih ada yang mau didiskusikan feel free aja ninggalin komen. Untuk yang punya pengalaman juga menggunakan Bio Oil, wajib banget ninggalin testi yaaaa! Biar jadi masukan buat nyonya-nyonya lain. 🙂 Sekian dan terima hibahan Bio Oil. Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!