Berkebun di Lahan Sempit dengan Tanaman Tahan Banting

berkebun

Menanam tanaman saya sukai karena secara emosional makhluk hijau tersebut mengingatkan pada rumah saya di kampung yang di tengah-tengah kebun. Kalo secara filosofis, saya percaya manusia memang ditakdirkan untuk menanam (panjang ceritanya deh kalo bahas masalah ini :D). Namun sebagai orang yang tinggal di kota, saya (atau kita mungkin) punya dua kendala: waktu untuk merawat dan lahan yang terbatas.

berkebun

Walau punya kendala waktu, sekali kita memutuskan untuk menanam sesuatu tetep harus tanggung jawab dong sama kehidupan tanaman yang kita tanam. Makhluk hidup gitu loh. Buat saya, tanggung jawab bukan berarti harus mau ribet. Hehehe… Bentuk tanggung jawab kita dalam berkebun bisa dengan memilih tanaman yang tahan banting. Tanaman tahan banting maksudnya tuh tanaman yang minim banget perawatan, bahkan ada beberapa jenis tanaman yang nyaris ga perlu dirawat secara khusus tapi tetap tumbuh hijau sejahterta. Selain perawatan yang minim, tanaman tahunan bisa jadi pilihan dibanding yang musiman. Karena masa hidup tanaman tahunan relatif lama dibanding tanaman musiman yang harus diganti per berapa bulan sekali which is takes time buat nanam ulang. Dengan dua kriteria di atas kendala waktu, solved.

Kendala kedua yaitu keadaan lahan yang sempit. Sudah banyak artikel yang membahas berbagai macam cara untuk mengatasi kendala ini. Dari yang menggunakan metode-metode non tradisional sampai yang menggunakan peralatan  yang futuristik. Untuk artikel ini semuanya menggunakan metode tradisional yang pasti kamu sudah familiar, alias tanam di tanah biasa. Tanaman yang digunakan untuk meminimalisasi lahan adalah tanaman yang merambat dan tanaman gantung. Beberapa jenis dari mereka benar-benar die hard (susah mati, english ngawur hahaha) So, kendala lahan, solved.

setrong

Tanaman yang ditampilkan di artikel ini adalah tanaman yang dalam kehidupan nyata telah berhasil bertahan hidup bersama saya dalam satu semester. Since i’m not an expert di masalah botani ditambah level kemalasan yang luar biasa, hal tersebut adalah prestasi buat para tanaman, bukan prestasi saya. Hehehe… Jadi, sudah jaminan, jenis tanaman yang saya share dan trik menanamnya adalah yang layak untuk kamu ikuti 😉 Kalau ada yang pernah menanam tanaman lain yang juga mudah perawatannya, feel free buat share pengalamannya di komen yaaakk!! Biar sayanya ikutan nanam juga, hihihi…

1. Markisa

Lahan nganggur yang lumayan gede di rumah adalah bagian carport. Berbekal rayuan yang diberi bumbu-bumbu memelas, akhirnya suami saya aka Tuan Besar mau membuatkan sejenis pergola. Pergola ini 100% bikinan suami saya loh *bangga*. Keputusan menanam markisa diambil karena sebelumnya di rumah tante, punya pengalaman nanam markisa dan cukup berhasil tanpa usaha yang besar.

Tumbuhnya cepat, tahan sampai beberapa tahun dan rajin berbuah. Asik kan, hehehe… Saya menanam markisa ini pada awal Januari dengan tinggi bibit awal kurang lebih 40cm. Beli bibit Rp 15.000,00 pas pulang kampung ke Pati, diangkut di bagasi mobil empet-empetan sama barang semalaman. Tapi dia baik-baik saja sampai Jakarta. Pada bulan April, tanaman tsb sudah punya batang-batang yang membentuk tumpun dan semak. Bulan Juni, saat pergola belum jadi (suami belum punya waktu) si hijau telah menjalar ke mana-mana, hingga akhirnya kami babat sampai tinggal seperempatnya. Setelah pergola jadi, kami ikat markisa ke para-para tersebut dan saat ini sudah seperti yang tampak di foto.

markisa 1

markisa 2

Critical Point: 1) Memilih jenis markisa yang sesuai dengan iklim rumah, karena beberapa jenis markisa hanya tumbuh di dataran tinggi. Awalnya saya memilih markisa kuning. Namun di mamang pedagang benih dapatnya giant markisa. Keduanya dapat tumbuh di iklim yang cukup panas khas dataran rendah. 2) Mengatur supaya batang merambat teratur. PR perawatannya hanya di satu point ini menurut saya. Tidak seperti buah anggur yang manut kalo disandarkan di para-para, batang markisa ini kadang ngeyel mencari sandaran hati nya sendiri. Dasar keras kepala. Tapi tenang saja, dengan ikatan tali, semua masalah bisa diselesaikan.

Update Desember 2017: Pohonnya kepotong batang utamanya, jadi hampir mati, tapi sepertinya dia akan bertahan. Soalnya muncul tunas-tunasnya lagi. Buset ni super tahan banting banget.

2. Sirih Gading

Jika menginginkan daun sirih gading besar-besar, tanamlah tanaman merambat ini di tanah. Saya sendiri tidak terlalu berharap dia tumbuh menjadi besar dan menuh-menuhin halaman 1,5x2m saya. Jadi saya tanam si tahan banting ini di dalam paralon sisa benerin atap. Beruntung rumah saya memiliki atap yang nanggung, sehingga sisa paralonnya banyak, hahaha. Rugi di suami, untung di istri, judulnya. Paralon tersebut saya lubangi (minta bantuan suami) dengan bor di bagian bawah kemudian dipaku saja memanjang di atas pagar. Jadi pot panjang deh. Tinggal isi dengan tanah, diamkan sampai kira-kira media siap, kemudian tanaam sirih gadingnya!!! Tanaman sirih gading tahan di bawah sinar matahari full. Jadi jangan kawatir, dia akan tetap hidup walaupun tinggal di atas pagar tanpa peneduh sama sekali.

heheheSaya lupa poto-potoin ni tanaman, hihihi…. Next saya update yaakkk….

Critical point: Pastikan lubang potnya lancar, sehingga drainase berjalan baik. Tergenang air akan mengakibatkan tanaman jadi kuning dan layu. Selama ada hujan, tanaman tidak perlu disiram sama sekali. Kalau tidak hujan, biasanya saya siram seminggu sekali, paling sering 😛

3. Cincau

Sebenarnya yang pengen banget saya tanam adalah cincau rambat yang berbulu. Karena lebih cepat membentuk gel cincau ketika direndam air. Apa mau dikata dapatnya bibit cincau perdu. Kekecewaan saya, ternyata cepat terobati. Cincau perdu pun bisa dibuat merambat loh. Batang kayunya yang lunak mudah dibengkokkan dan dibentuk jadi nilai tambah tersendiri yang saya sukaaaaak.

tanaman cincau

Cincau tsb, saya rencanakan membentuk partisi tanaman gitu, sebagai pembatas pandangan ke arah jemuran. Can you imagine? Tuan Besar membuatkan para-para dari kawat secara vertikal. Lalu saya tanam bibit cincau di ujung para-para. Bibit cincau yang saya tanam adalah dari stek yang sudah berakar. Kemudian ketika batang cincau sudah cukup panjang, bengkokkan ke arah horizontal dan anyam melewati para-para yang telah dibuat. Pertumbuhannya cukup cepat loh. Dari yang awalnya 60cm dengan satu batang utama, setelah 7 bulan sudah jadi 4 batang utama dengan panjang batang masing-masing 1-2m. Kalo anyaman batangnya sudah rapat dan daun-daunnya memenuhi sela-sela ruang yang kosong pasti cantiiiiikkk… Belum lagi daunnya sendiri juga dapat dikonsumsi sebagai minuman yang sehat dan segar. Menang banyak kan.

cincau potong

Related Post: Cara Membuat Cincau Homemade

Oiya, saya beli bibitnya di mamang mamang penjual bibit seharga tidak lebih dari Rp 20.000,00. Untuk yang disekitar rumahnya tidak terdapat penjual bibit bisa beli online loh olshop-olshop terkemuka. Cuman emang jatuhnya jadi lebih mahal.

Critical point: Ga ada. Masalah yang saya temui hanya hama semut. Cincaunya fine-fine saja sepertinya dengan semut-semut tsb, cuma sayanya yang terganggu semut klo pas lagi nongkrong di situ. Hehehe… jadi saya tebari kapur semut merk Bag*s, dan semua masalah selesai.

4. Simbar Menjangan

Ini tanaman cakep banget menurut saya. Eksotis, tampan dan berkelas, hehehe… Dedengkotnya blogger homemaking si emak Martha Stewart aja pernah bahas khusus si cakep ini dan aplikasi tanaman ini buat ngehias rumah. Bikin saya makin terkintil kintil… Cuman waktu tau harganya di penjual tanaman hias di sekitar Bintaro saya balik kanan. Mehong boook…

Namun, tak lari gunung dikejar, kalau uda jodoh mah jodoh aja. Pas beli pupuk kandang di suatu kios, saya liat di pojokan pager ada gundukan simbar menjangan kering. Yang setelah saya tilik tilik masih ada banyak mata tunas simbar menjangannya yang masih segar. Saya tanya ke penjual pupuknya, katanya waktu itu kering karena khilaf ditaruh di tempat yang panas beberapa hari dan kelupaan disiram air. Jadi ceritanya lagi “perawatan penyembuhan” gitu dianya di pojokan pager yang sejuk. “Mau dijual ga mas?” saya tanya. Oke. Dan masnya pun melego seharga 70ribu untuk sekitar 6 mata tunas simbar menjangan junior. Gapapalah, Tuan Besar yang bayar ini. Hehehehe….

simbar menjangan

Kalau kamu-kamu mau nanam Simbar Menjangan, mending keliling2 sekitar rumah dulu sebelum cabut ke toko tanaman hias. Siapa tau ada tetangga sekitar yang punya tanaman simbar menjangan dewasa yang uda ada mata tunasnya yang siap dipropagasi. Siapa tau dapet gratisan. Hehehe… Rada OOT sih, beberapa bulan lalu ada kafe Bakoel K*ffie di Bintaro yang dekorasinya adalah simbar menjangan jumbo yang melambai lambai di pohon sekitar kafe. Mmmmm… sukaaaa banget. Namun ternyata, si kafe bubar jalan, pindah kayanya, dan tempatnya direnovasi. Coba kalo tau ya, pas dibongkar kan bisa ditungguin tu simbar menjangannya, kalo-kalo dihibahkan daripada dibuang… Siapa tau dapat rejeki nomplok (mental gratisan, hahaha).

Critical Point: Banyak yang bilang tanaman ini gampang-gampang susah. Kalau saya bilang ini mah gampang. Tapi dengan satu syarat. Lokasi tanamannya tepat. Tepatnya lokasinya teduh. No direct sunlight. Terserah, mau dibawah pohon, di pojokan pager, tempat yang kena bayangan atap atau bayangan apapun yang melindunginya dari terik sinar matahari. Sunblock ga berlaku. Dan kalaupun terkena sinar matahari, usahakan hanya yang pagi hari… yang masih hangat dan tidak menyengat. Kalau satu syarat ini terpenuhi, kelangsungan hidupnya terjamin. Buktinya selama ini saya tinggal aja, cuma sekali-sekali siram pakai air sisa nyuci beras, dianya anteng2 dan tampak bahagia. 🙂

Sementara ini yang bisa saya share, perkembangan tanaman akan saya update beberapa bulan lagi yaaak…

Feel free untuk ninggalin pengalaman/ saran/ request di komen yaaaakkk… Selamat berkebun 🙂 Salam sayaaaanggg….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

7 Instagram Moms Favoriteeeee!!!

instagram moms

Sebagai ibu millenials #aseeek, tentu saya jarang lepas dari media sosial. Media sosial favorit saya adalah Instagram (karena mungkin Pinterest tidak tepat disebut media sosial, IMHO) dan the old fashioned Facebook, hehehe. Jika sedang lelah dengan kehiruk-pikukan timeline facebook, biasanya saya melarikan diri ke IG. Jika di FB saya tidak bisa menghindar jika friend share macem-macem, di IG cenderung aman ya, jarang saya follow yang aneh-aneh. Saya juga tidak follow akun gosip sama sekali. Dan sebisa mungkin follow akun-akun Instagram Moms yang menebar positive vibes walau tak selalu berfaedah.

Semenjak jadi nyonyah-nyonyah, saya jadi rajin follow-follow akun emak-emak yang inspiratif di Instagram. Berikut adalah 7 akun Instagram Moms favorit saya…. Saya bagi berdasar kategori mengapa saya menyukai akun-akun ini yaaa….

Instagram Moms Kreatif Ceria Asik Asik Jos

1 . Laybabylay

Yang saya suka dari akun ini adalah bagaimana sang pemilik akun, Joni Lay, menata rumahnya. Ceria banget dan super cute. Detailnya super manis dan imut, pokoknya saya ga pernah bosan melihat foto-fotonya. Desain dan penataan ruangannya juga bisa jadi inspirasi buat yang mau ngedekor perayaan pesta anak, untuk day care, atau sekedar desain kamar main anak. Unyuuuuu. Hahaha, alasannya super dangkal ya…. Tapi coba deh dibuka akunnya…. Kalau kita satu selera, mungkin bakalan sama betahnya sama saya 🙂

A post shared by Joni Lay (@laybabylay) on

2 . Joy Cho

Mirip-mirip dengan @laybabylay, saya suka akun ini karena kekreatifan pemiliknya. Namun lebih ke ide-ide crafting yang di post Kakak (((sok ikrib))) Joy Cho @ohjoy ini. Membuat saya mengenang hobi bikin-bikin saya yang sering kali terabaikan.

A post shared by Joy Cho / Oh Joy! (@ohjoy) on

Related Post: Membuat Tas dari Celana Jeans

Instagram Moms Berfaedah

3 . Elizabeth Zenifer

Awalnya saya kira akun ini akun selebgram biasa yang preaching tutorial ini itu. Tapi lama-lama saya jatuh hati sama kejujuran Mom Eliz saat dia menceritakan kegagalan demi kegagalan serta lesson learn yang dialaminya saay membesarkan David, anaknya. Info yang diberikan juga kumplit. Berfaedah bingit, bahkan sampai dia bikinkan semacam direktori hastag biar followernya gampang nyari materi yang dimauin. Materi yang kebanyakan dishare Mom Eliz adalah terkait MPASI, ASIP, tantrum, peralatan bayi, dsb.

Walaupun saya suka baca-bacain info dari Mom Eliz tetep rule number 1 buat saya adalah “be a smart reader, disaring!”.  Ga semua dong yang dishare oleh orang lain itu yang paling tepat. Semua harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing doong.

Related Post: Bingung Memilih Metode MPASI? Jangan Lakukan Kesalahan Saya Ini

4 . Jennifer Bachdim

Walaupun jarang posting tutorial bagaimana mengurus badan sebagai ibu-ib, tapi pics said a thousand words. Kalau lihat fotonya mbak Jen ini yaaaaaaa…. Langsung deh pingin olahragaaaaaa hahaha…. Saya salut juga melihat keakrabannya dengan anak-anaknya. Kelihatan so natural dan happy. 🙂

Instagram Moms Inspiratif

5 . This Little Miggy

Akun ini dimiliki oleh seorang ibu dengan putri berkebutuhan khusus. Mirip juga dengan akun @gracemelia di nomor 7 di bawah. Yang membuat saya menjadikan akun ini sebagai akun instagram mom inspiratif karena postingannya tetep ceria dan juga memperlihatkan bagaimana dia berusaha membuat anaknya yang spesial mampu berbaur dengan kegiatan sehari-hari. Luar biasa sekali pokoknya! :love

6 . Grace Melia

Akun milik seorang narablog dengan niche parenting for special needs dan sekaligus pendiri komunitas Rumah Ramah Rubella ini khas dengan hashtag #ceritabahagiaku. Gaya Gesi yang ceria dan unyu unyu apalah itu, membuat ibu beranak dua ini selalu tampak bersemangat. Semangat terus ya buuuukkkk!!!

7 . My Tiny Tribe

Genre foto Amanda, pemilik akun ini agak berbeda dengan gaya akun-akun sebelumnya yang khas dengan warna ceria. Akun ini warna dominannya lebih earthy. Saya menyukai gaya captionnya yang satire namun humoris. Jujur banget menggambarkan kehidupan sehari-hari seorang mamak rempong. Jujur, humoris dan bikin saya yang juga seorang ibu ngerasa terkait gitu dengan postingannya. Guwe banget. Oiya, pertama saat melihat foto selfienya, awalnya saya merasa agak aneh karena senyumnya seperti sinis. Senyum sebelah. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh penyakit bells palsy yang diidapnya. Jadi bukan karena sinis ya Nyaaah….

A post shared by a m a n d a (@mytinytribe) on

***

Itulah 7 Instagram mom favoritkuuuuuu…. Kalau favoritmu siapakah Nyaaah? Tinggalin akun favoritnya di komen yaaaakkk, boleh juga kok promoin akun IG sendiri hihihi….

Oiya, sekalian kenalan juga dong sama akunku @nyonyamalas…. Feel free to follow yaaak! Saya seringnya kalau ga post tentang MPASI ya tentang stimulasi bayi…. Semoga bermanfaat yaaa…..

 

Salam sayang!

:*

.

.

.

.

instagram moms

 

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

[DIY] 5 Mainan Bayi Usia 4 – 6 Bulan dari Bahan yang Ada di Rumah

mainan bayi usia 4 - 6 bulan

Sebelum ngobrolin lebih lanjut tentang mainan bayi usia 4 – 6 bulan dan cara membuatnya dari bahan yang ada di rumah. Saya pengen ngobrol dulu ah. “Pernah nggak kita (sebagai orang tua) ngerasa gemes karena uda beliin mainan sophisticated buat anak, eeeehhh, anaknya nggak mudeng mainan kece?”. Hihihi…. Saya pernah. Ceritanya saya belikan Ning Gaya semacam tower book. Dan alih-alih lihat gambar di dalam buku-bukunya, Gayatri malah lebih tertarik sama tali penngikat tutup kardus tower booknya. Doooohhhh….

Click pict to play!

Pernah lagi, saya beliin Ning Gaya semacam mainan bola yang ada klinthingannya di dalam bola tersebut. Tiga biji bola warna warni. Ketiganya sukses tak dihiraukan. Gayatri berpaling pada wadah tisu dan remote tivi yang nganggur. Hahaha…. Ada yang nasibnya sama kaya saya: bayinya obsesif sama remote tivi? Tos dulu kita.

But, segemes atau segeli apapun saya dengan kelakuan Ning Gaya terhadap mainan, saya mencoba demokratis. Biarlah dia yang menentukan mau main apa dan seperti apa. Saya mencoba tidak terlalu dominan, karena yah namanya juga main bareng. Walaupun lebih pinter, saya belajar memosisikan diri sebagai temen main yang baik. Perlahan-lahan toh anaknya juga mudeng, jadi tidak perlu seketika itu juga dipaksa mainin mainan versi yang kita mau. Daripada si bayik melengos, sambil mbatin, “Ih, orang tua jaman sekarang ya, kagak asik….” Iye kan yes….

Related post: Manfaat Orang Tua bermain Bersama Anak di Kidzania

Saya memberi artikel ini judul [DIY] 5 Mainan Bayi Usia 4 – 6 Bulan, bukan berarti mainan ini saklek hanya bisa dimainkan di usia tersebut ya Nyaaaahhh…. Ini hanya perkiraan saya berdasarkan pengalaman saya menerapkan permainan ini di anak saya, Ning Gaya. Jika menurut Nyonyah tidak sesuai dengan perkembangan anaknya, atau apabila ada bahan yang tidak tersedia di rumah, boleh banget loh dimodifikasi agar sesuai. Ini blog bukan kitab suci, tidak ada yang sepenuhnya benar. ;*

1 . Botol Menggelinding

Click pict to play!

Bahan: Botol Bekas

Cara Bermain: Letakkan botol bekas di hadapan bayi dengan jarak yang cukup “menarik” namun cukup “menantang” juga. Usahakan botolnya dipilih yang mudah menggelinding saat terkena sentuhan. Jika bayi tampak tak tertarik, coba gelindingkan botol mendekatinya, atau sebaliknya, maju mundur cantik. Lihat reaksi bayi lebih lanjut.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk menstimulasi motorik kasar bayi. Untuk Ning Gaya dulu saya beri mainan ini karena dia agak “mager” alias malas gerak. Jadi saat tummy time, saya berharap Gayatri belajar merangkak atau setidaknya ngesot dulu. Setelah beberapa percobaan, it’s works!

2. Botol Isi Kacang

Klik panah untuk menggeser foto!

Bahan: Botol bekas yang sudah dicuci bersih, kacang hijau secukupnya.

Cara Membuat: Masukkan kacang hijau ke dalam botol, tutup rapat.

Cara Bermain: Serahkan saja botol pada bayi. Kalau diperlukan, contohkan padanya bagaimana menggerak-gerakkan botol. Gayatri suka merhatiin bunyi yang dihasilkan saat botolnya dikocok. Lalu dengan keponya dia menggerak-gerakkan botolnya sendiri. 😅 Sungguh anak yang gampang penasaran dan dibahagiakan…. Tugas ibu cuma merhatiin, jaga-jaga agar botol tidak terbuka dan kacang ijonya diemplok bayi 😖 tapi seumuran Neng Gaya (6mo) kayanya si belum bisa buka botol sendiri yak 😬

Tujuannya adalah supaya koordinasi tangan dan mata Ning Gaya terlatih. Karena ternyata hal tersebut bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Perlu pembiasaan agar tangan bayi luwes mengikuti kemana mata memandang dan menggerakkan.

3. Melepaskan Sticky Notes

Click pict to play!

Peralatan: sticky notes, kardus (masih ada isinya jadi tidak mudah goyang). Lakukan di atas alas yang aman ya…. Ibu/ pengasuh mohon tetap waspada.

Cara membuatnya sangat mudah, tempelkan sticky notes di permukaan kardus, terutama di sisi depannya. Karena Ning Gaya sudah mulai berdiri saya tempelkan juga di sisi atas kardus.

Tujuan permainan ini adalah 1) stimulasi motorik kasar serta koordinasi mata dan tangan, 2) supaya Gayatri (7 mo) ga mager, merangkak, bergeser dan menggapai sticky notes dan 3) stimulasi motorik halus; latihan menggerakkan jari jemari saat melepaskan sticky notes dari kardus.

Oiya, pertama kali memainkan mainan ini, Gayatri lebih tertarik untuk memainkan kardusnya. Ning Gaya malah lebih tertarik jadiin kardusnya sebagai gendang. Ditabok tabokin doang, dooohh…. Tapi namanya main sama bayi ya, kadang emang gitu. Ortu harapannya apa, anak maunya main apa. Hihihi, sabar-sabar aja ya Nyaaahhh Tuan. Akan tiba saatnya kok dia paham maksud kita…. Kaya Ning Gaya hari ini, juaraaa! Berhasil melepaskan semua sticky notes yang ditempel Ibuk di kardus. Yeaay!

4 . Selotip Lengket

Click follow @nyonyamalas!

Bahan: Selotip atau lakban. Bisa baru atau bekas, misal bekas segel toples snack lebaran atau selotip bekas buka paket JNE. Biasanya kan masih lengket tuh….

Cara Membuat: Selotip atau lakban digulung menyerupai bola kecil dengan bagian lengket di luar.

Cara Bermain: Letakkan bola-bola selotip yang lengket tersebut di dalam genggaman bayi. Biarkan dia mencoba melepaskan diri dari lengketnya selotip yang menempel di telapak tangannya. Mohon terus diperhatikan yaaaa, soalnya temen pernah nyobain permainan ini dan si bayi malah pengen memasukkan si bola lengket ke dalam mulut. Doooohhh! Hahaha….

Tujuan mainan ini adalah untuk melatih motorik halus bayi; yaitu pada jari jemarinya.

5 . Cilukba!

Click pict to play!

Permainan ini tentu sudah sangat familiar yaaa…. Sederhana, bikin bayi hapy dan juga ada pembelajarannya ternyata. 🙂

Bahan: Alat penutup (bisa boneka, kain, tangan, dll)

Cara Bermain: Halangi pandangan bayi dengan alat penutup beberapa saat, kemudian buka sambil tunjukkan wajah yang ceria. Bisa sambil mengatakan “Ciluuukba!” seperti yang umumnya dilakukan untuk menambah suasana makin meriah.

Tujuan permainan ini adalah melatih kemampuan sosialnya. Agar anak belajar bahwa ketika orang tuanya tak kelihatan, belum tentu berarti orang tuanya hilang. Bersabar sebentar maka kita akan muncul kembali. Baaaaa!

mainan bayi usia 4 - 6 bulan

Oiya, di artikel sebelumnya saya juga pernah share tentang Tes Denver, Screening Perkembangan Anak. Tes ini bermanfaat banget untuk saya. Terutama dalam mengukur perkembangannya dan juga sebagai pertimbangan dalam menentukan mainan apa yang mau diberikan ke anak supaya sesuai dengan usianya. Yuk, mampir biar nyambung! Klik link di bawah ini yaa….

Related post: Tes Denver, Screening Tumbuh Kembang Anak

Demikian sharing saya Nyaaahhh…. Semoga bermanfaat! Salam sayang selalu….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Penjual Tas Etnik Online d’ Arcardia Treasure

judul

Saya bersyukur sekali, saat ini sudah banyak tempat berbelanja online yang memudahkan Mamah Mamah Muda beranak bayi untuk berbelanja dari rumah. Irit waktu banget. Tinggal klik klik klik dan barang akan nyampe. Ga perlu blingsatan nyuri-nyuri waktu lagi, hehehe. Mama happy, anak senang, suami? Bagian bayar tagihan. Wkwkwkwk…. Becanda Nyaaah…. Saya rasa Nyonyah juga sering kan merasakan hal yang sama dengan saya. Bener kaaaan?

Kali ini saya mau review penjual tas etnik online, d’Arcadia Treasure. Tempat saya mendapatkan clutch cakep yang saya gunakan di bawah ini:

Sebenarnya waktu milih-milih tas, saya galau antara tas di atas atau tas motif ikat di bawah ini:

Cakep juga kaaaaannnn…. :love :love. Sayangnya, pas saya lihat stoknya pas abis. Huhuhu…. Tapi saya ga terlalu kecewa sih, soalnya saya juga suka dengan yang batik. Sambil saya pantengin juga sekali-sekali siapa tahu dia re-stock. Hihihi…. Buat Nyonyah-nyonyah yang penasaran sama produk lainnya cus aja ke akun IGnya di atas yak….

Klik tombol Follow di pojok kanan atas kalau mau langsung follow.

Langsung bahas, tas yang saya dapat ya….

tas muka

Nama Produk: Jeges Clutch Batik Tosca Material

Bahan:

Untuk outernya menggunakan Batik Tulis Pekalongan. Motf modifikasi parang (cmiiw) dengan paduan bunga. Saya suka banget memang dengan motif parang karena maknanya daleeeemmm: menggambarkan keinginan untuk terus lebih baik hari lepas hari. Mama mertua pas meraba kainnya juga bilang ini batiknya memang tulis beneran. Saya sendiri sebenarnya ga bisa bedain asli atau tidak kalau sudah berbentuk barang, kalau Mama karena memang penjahit jadi lebih jeli mengamatinya.

Inner tas menggunakan bahan Suede sintetis warna merah beet. Tepian tutup dan kancingnya menggunakan kulit sapi asli. Di bagian dalam ada tempean label d.a.t berwarna cokelat. Rapi sih, penjahitannya jadi label tersebut tidak merusak kecantikan innernya….

detail

Oiya, pas saya terima produk ini ada noda sedikit di bagian depan tas, namun noda tersebut dimaafkan karena keseluruhan produk yang cantik. Saya suka saya sukaaaaaa…..

Dimensi :

Panjang 27,5 cm, tinggi tertutup 16,5 cm tinggi terbuka 29 cm. Sekilas kelihatan kecil, tapi cukupan buat ngantor kalau cuma bawa dompet, handphone sama notes. Ditenteng di kondangan juga masih pantes. Informal jalan-jalan juga kece. Sekali saya bawa tas ini ke acara Meet Up ibu-ibu dan bawa anak saya, ternyata cukup juga buat bawa beberapa pritilan P3Knya bayi sbb:

tas dalam

Panjang strap : 123 cm, ini agak kepanjangan buat saya. Kadang saya simpul strapnya biar lebih ringkes.

Di dalam kardus pengiriman terdapat juga semacam tas (goodie bag) dari kain yang bisa digunakan untuk menyimpan tas di lemari.

Where to buy: d’Arcadia Treasure

Setahuku ini toko online ini menjual perhiasan handmade, namun kemudian berkembang juga ke sepatu dan tas yang tentunya handmade juga. Yang saya salut, semua produknya menggunakan kain lokal Indonesia seperti batik, jumputan dan ikat.

d’Arcadia Treasure ini selain memiliki akun IG, juga ada webnya http://arcadiatreasure.com/. Cuma menurut saya kalau mau belanja enakan di page Facebooknya. Soalnya keterangannya lebih lengkap ada foto sisi kanan kiri, keterangan ukuran sama keterangan stok. Link page Facebooknya sbb: d’Arcadia Treasure.

Lokasi workshopnya di Bogor. Pengiriman produknya ke rumah saya di daerah Jakarta Selatan cukup cepat. Tidak sampai 3 hari dari pemesanan, sudah sampai. Namun, perlu jadi perhatian khusus ya Nyah, produk yang dipesan ready stock atau yang pre order. Produk yang saya pesan ini ready stock.

What i love:

  • Kualitas barang bagus: kain batik asli, kulit asli, jahitan rapi.
  • Pengemasan rapi.
  • Pengiriman cepat.
  • Ada lifetime waranty-nya (karena belum pernah rusak, saya belum pernah menggunakan fitur ini, namun klain dari produsennya sebagaimana gambar di bawah yaaa). Info yang saya dapatkan jika barang kita rusak, kita dapat mengembalikannya, dan pihak DAT akan mentrace siapa pengrajin barang kita menggunakan nomor seri produk. Kece yak!

 

Repurchase/ Recommended? Yes!

Gitu Nyah, review first impression dari toko d’Arcadia Treasure. Semoga bermanfaat ya buat temen-teme yang sedang mencari tas atau sepatu etnik. 🙂 Kalau kata Engkoh Maspi*n, “Cintailah produk-produk dalam negeri”! 🙂

Salam sayanggg…. :*

judul

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Inspirasi Gaya Berpakaian Unik dari Para Menteri Perempuan

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerja

Gara-gara Bu Sri Mulyani dapat penghargaan sebagai Asia’s Finance Minister of The Year, saya jadi keingetan sesi acaranya Rosi (Kompas TV) dimana beliau menjadi narasumbernya. Waktu itu temanya adalah Jurus Ekonomi Sri Mulyani. Eiittt…. Jangan kabooorrr…. Saya tidak sedang ingin membahas ekonomi kok. Saya mau cerita tentang gaya berpakaian Bu Sri saat itu yang menarik perhatian saya. Kece abisssss.

Ngomongin gaya Bu Sri di acara Rosi, saya dan teman-teman kantor pernah sampai salah fokus. Yang kami bahas di grup whatsapp bukan materinya! Tapi malah bahas blazer, lipstik pink nude serta kulit sehat meronanya Bu Sri Mulyani. Hehehe…. Maap ya Buk…. Intinya, kami kagum. Beliau bekerja di sektor formal, bahkan di pemerintahan yang notabene kaku banget karena pakaian kantornya diatur,  namun, beliau bisa cari cara buat tetep tampil kece. Sukaaaak!

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerjaKemudian, akhir-akhir ini saya perhatikan, tidak hanya Bu Sri Mulyani saja yang memiliki gaya berpakaian unik. Para menteri perempuan di Kabinet Kerja Jokowi yang lain pun memiliki gaya berpakaian tak kalah uniknya. Ada yang girly abis, ada yang funky ala mama rock and roll, ada yang klasik bahkan ada pula bergaya androgini. Dan yang patut digaris bawahi, walaupun unik, mereka tetep kelihatan profesional. Berikut inspirasi gaya berpakaian  unik para menteri perempuan di kabinet kerja Jokowi, spesial buat kamu yang mau berpenampilan unik, sesuai kepribadian kamu, tapi tetep kelihatan profesional. Iya, kamu!

1. Retno Lestari Priansari Marsudi : Bandana

retno menteri luar negeri

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 ini selalu berpenampilan feminin. entah karena tuntutan profesinya yang harus sering bertemu tamu kenegaran atau memang karakter ya. Beliau sering tampil menggunakan gaun batik dan kalaupun menggunakan blazer beliau selalu muncul dengan asesoris yang memancarkan aura kewanitaan. Asesoris yang kadang beliau pakai adalah bros, scarf atau kalung. Namun, jika bros, scarf dan kalung beliau pakai secara bergantian, ada satu asesoris yang hampir selalu beliau pakai dalam berbagai penampilan. Tebak apaan tuuu?

Bandana!

Yup! Dari warna netral seperti hitam dan cokelat, sampai warna hijau pupus gonjreng, pernah loh menjadi warna bandana yang Ibu Retno gunakan. Ga nyangka ya, bandana yang biasanya kelihatan informal, bisa juga nyambung di pakaian kantoran.

2. Siti Nurbaya : Boyish

siti nurbaya

Berbeda jauh dengan Ibu Retno yang sering berpenampilan feminin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya tampaknya lebih suka bergaya maskulin. Tomboy alias androgini gitu. Kemeja, jaket atau jasnya kebanyakan berpotongan pria. Cocok dengan tugasnya sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan yang sewaktu-waktu memang harus turun ke lapangan.

Buat nyonya-nyonya yang juga sering “ngantor” outdoor, pakaian kaos pria bisa jadi pilihan yang nyaman untuk dipakai. Padu padan yang cerdas diperlukan supaya selain nyaman, nyonya juga tetap kelihatan cantik. Kalau malas belanja di toko baju pria secara offline, Nyonya coba aja cari dulu di toko kaos pria online. Siapa tau ada yang cocok.

Nah kalau ngomongin penampilan menteri perempuan di Kabinet Kerja-nya pak Jokowi sepertinya ga mungkin ga membahas ibu kece yang satu ini. Yuhu, Ibu Susi Pudjiastuti.

3. Susi Pudjiastuti : Mama Rock and Roll

susi pudjiastuti menteri

Menteri Kelautan dan Perikanan yang satu ini sudah ga diragukan lagi gaya unik super nyentriknya. Selain easy going gayanya selalu sederhana dan apa adanya. Tidak dibuat-buat tapi selalu mencuri perhatian. Salah satu penampilannya yang paling menonjol adalah saat menghadiri pelantikan menteri, dimana Menteri Susi tampil anggun berkebaya dan bersanggul, tanpa kehilangan ciri khasnya; pakai kacamata hitam guede yang gaya. Penampilannya yang ga kalah asik adalah gayanya naik moge dengan kemeja flanel. Apapun gayanya satu hiasan yang selalu membersamainya: kepercayaan diri.

Nah menteri terakhir yang paling saya favoritin tentu saja adalah Bu Sri Mulyani! Hehehe, ini bukan peres, mentang-mentang saya staf di salah satu unit kementerian yang beliau pimpin ya. Tapi saya emang sukaaaakkkk banget dan kagum pada sosok wanita satu ini.

4. Sri Mulyani : Classic

sri mulyani fashionable

Apa kesan yang pertama terlintas pertama kali ketika melihat bu Ani? Pintar? Trustworthy? Tangguh? Atau malah emak-emak galak? Hihihihi…. Semuanya mungkin ya. Sekilas melihat beliau, akan meninggalkan bekas kalau kita ga bisa main-main dengan orang ini. Beruntung selera berpakaian beliau bagus. Seperti di acara Rosi’ di KompasTV yang di awal saya sebutkan, beliau memilih blazer etnic yang walaupun potongannya klasik namun tampak chic. Saya ga terbayang, jika dengan aura beliau yang begitu kukuh beliau mengenakan pakaian maskulin. Beuugghhh, bakal kelihatan serem kan ya. Catet ni tipsnya Nyah, siapa tau aura nyonya sama kaya bu Ani, jadi biarpun sangar harus tetep tampil cantik. :kiss :kiss

Saking sukanya saya sama gaya Bu Ani ini, iseng saya sempetin googling loh. Pengen beli juga blazer yang kaya Beliau pakai. Ga dapet yang sama persis T.T yaiyalah, mungkin itu blazer dia bikin ekslusif kali ya…. Tapi saya naksir satu outer tenun yang model-model etnik gitu di salah satu olshop Tokopedia yang jual blazer wanita dengan harga terbaik:

outer tenun etnik

Selain blazer bermotif etnik tadi, saya juga pernah melihat beliau mengenakan batik bermotif playful. Namun tetap saja potongan yang dipilih tetap yang klasik, tipikal beliau banget. Tips ini bisa dipakai buat nyonya yang mau tampil namun tetap profesional: jika motif atau warna pakaian yang digunakan sudah playful maka pilih potongan pakaian yang klasik. Atau kebalikannya jika potongan pakaiannya sudah playful, pilih warna pakaian yang lebih lembut.

Get Yours!

Jadi kalau mau dirangkum ada beberapa tips yang bisa diambil dari gaya berpakaian para menteri perempuan di atas:

  1. Gunakan asesoris dengan cerdik,
  2. Jangan hanya menekankan pada keunikan, tapi juga kenyamanan,
  3. Jadilah diri sendiri dan tetap percaya diri,
  4. Stay playfully classic!

Demikian inspirasi gaya berpakaian unik para menteri perempuan Kabinet Kerja Jokowi. Nah, gimana Nyah, gaya siapa yang paling menginspirasi menurut Nyonya? 🙂 Tinggalin komen yukkk….

[Sponsored Post]

Gambar dari berbagai sumber.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Memilih Sofa Bed Murah Secara Online

sofabed murah online

Kalau Nyonya-nyonya membaca judulnya, widiiii detail banget yak. Memangnya apa bedanya membeli sofa bed murah dengan barang lain secara online? Lalu nyonya berkata, “Ah, saya mah uda bolak balik beli panci online. Sama aja paling kan dengan beli sofa online.”

Ada dong bedanya antara membeli barang furniture dengan membeli barang lain. Saya tanya ya, pernah ga Nyonya-nyonya beli panci secara online lalu yang datang tidak sesuai dengan bayangan? Misalnya ukurannya kurang pas atau warna merahnya tidak semerah di foto. Apa yang Nyonya lakukan? Pasrah atau mengembalikan barang kembali ke penjual kan. Nah mari kita bayangkan, bagaimana kalau yang tidak pas itu belanjaan sofa bed. Mau pasrah kok sayang uangnya. Semurah-murahnya sofa bed kan ya di atas satu setengah juta rupiah. Mau dikembaliin, repot mengirim baliknya karena ukurannya yang besar dan ongkos kirim yang mahal. Niatnya mau hemat malah jadi nombok.

sofabed murah onlineSumber gambar: Toko Oscar Living

Nah, supaya dompet tetap aman dan hati senang, saat membeli sofa bed murah secara online Nyonya perlu memperhatikan beberapa hal. Supaya lebih rapi, saya akan membaginya menjadi dua poin besar:

1 . Memilih tempat berbelanja online

Suami saya sering bilang kalau internet adalah layaknya pasar raksasa, dimana tidak semua orang yang terlibat di dalamnya adalah orang baik nan lugu seperti saya. Ada kalanya terdapat oknum yang nakal yang ingin mengambil keuntungan di balik embel-embel promo barang murah. Jangan terlalu mudah percaya tapi jangan juga terlalu ga percayaan. Untuk itu, sebelum kita memilih barang yang ingin dibeli lebih jauh, sebaiknya kita memperhatikan tempat belanja online-nya terlebih dahulu.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat berbelanja sofa bed murah secara online:

  • Baca About Page, website atau market place yang profesional tentu membuat laman About atau laman Tentang Kami.
  • Lihat Review Pembeli atas Penjual atau Rating Penjual.
  • Cek Kebijakan Pengembalian Barang. Yang perlu teman-teman pastikan adalah 1) apakah situs penjualan online yang teman-teman gunakan memiliki kebijakan re-imburse atau penggantian biaya pengiriman, supaya ongkos kirim jika (amit-amit) teman-teman harus mengembalikan sofa bed yang telah dipesan karena alasan tertentu. Selain itu, yang perlu diketahui juga, 2) apakah ada kios atau tempat tertentu di kota kita yang dapat dijadikan titik pengiriman. Jika ada, maka tentu saja biaya pengiriman akan lebih ringan.
  • Cek Kebijakan Pengiriman Barang. Apakah ada free shipping untuk produk berukuran besar? Jika tidak ada apakah dicantumkan jumlah biaya maksimal yang harus ditanggung oleh pembeli. Hal ini penting karena jika pengiriman dihitung berdasarkan berat saja, dipastikan Nyonya akan dapat barang yang berat di ongkos. Berikut contoh kebijakan pengiriman barang yang cukup jelas menurut saya:

biaya pengirimanSumber gambar: Pusat Bantuan Matahari Mall

  • Selain kebijakan pengiriman berukuran besar, tanyakan juga pada customer care-nya, apakah pengiriman barang dilakukan hanya sampai front door atau sampai pada posisi di dalam rumah yang kita inginkan. Hal ini penting terutama untuk teman-teman yang rumahnya tidak landed house. Misalnya di apartement lantai 20 yang lift barangnya jauh dari unit kita. Walaupun ada troli, ngangkut sofa bed sendiri tuh lumayan capek juga loh.
  • Cek Kebijakan Pemasangan Barang. Info ini penting terutama untuk teman-teman yang malasnya seperti saya. Hehehe, malas bongkar pasang barang sendiri. Jika barang yang dipesan merupakan sofa bed yang harus dipasang ulang, pastikan bahwa layanan ini ada, serta berapa biaya yang dikenakan.
  • Cek dan Perhitungkan Lokasi Pengiriman. Hal ini penting karena memengaruhi biaya pengiriman barang.
  • Lihatlah foto-foto yang ditampilkan. Saya cenderung lebih menyukai situs penjualan online yang fotonya real picture.

2 . Memilih produk sofa bed murah

  • Hitung real hargamya setelah dihitung dengan pajak, diskon, ongkos pengiriman, dan biaya-biaya lainnya. Kemudian bandingkan harganya dengan produk lain. Terkait dengan poin ini, tips yang bisa saya sampaikan adalah: carilah kupon diskon. Biasanya kita bisa mendapatkan voucher promo dengan mendaftar langganan newsletter situs penjualan online untuk pembelanjaan pertama. Selain itu kita pun juga bisa mendapatkannya saat promo khusus di dalam situs atau dengan pihak ketiga.
  • Bacalah deskripsi produk dengan seksama. Yang perlu dipastikan aalah jenis kain/ kulit sintetis yang digunakan, rangka dan juga cara perawatan.
  • Baca review pembeli atas produk.
  • Pilih model yang sesederhana mungkin. Sebenarnya hal ini terkait dengan preferensi masing-masing sih. Namun, in my humble opinion, semakin sederhana model sofa bed yang dipilih, semakin kecil kemungkinan adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Terlebih lagi untuk sofa bed murah, mode yang sederhana biasanya terlihat lebih elegan dan tidak murahan dibandingkan dengan yang banyak printilannya.

sofabed murahSumber gambar: sofa bed murah Matahari Mall

  • Pastikan ukuran sofa bed dengan benar serta sesuaikan dengan lokasi calon penempatan sofa bed di rumah kita. Jangan hanya mengira-ira. Jika terdapat meteran, lebih baik gunakan meteran. Jika tidak ada, teman-teman dapat menghitung ubin atau keramik lantai rumah teman-teman. Jika perlu buatlah dummy-nya. Untuk lebih memudahkan saya membayangkan bagaimana jadinya sofa bed di rumah, saya seringkali membuat dummy sofa bed di koran terlebih dahulu, sesuai ukuran panjang dan lebar sofa bed. Poin ini tidak harus selalu dilakukan, namun jika dilakukan akan menghindarkan teman-teman dari membeli sofa bed dengan ukuran yang tidak sesuai dengan ruangan.

Demikian tips mencari sofa bed murah ala nyonyamalas. Jika teman-teman memiliki tips lain, feel free untuk sharing di comment section ya…. Terimakasih. Salam sayang!

[Sponsored Post]

Gambar yang tampil dalam artikel ini mungkin memiliki hak cipta dari pemiliknya (sumber tercantum).

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Yuk, Beli Karya Seniman Lokal Indonesia di SPASIUM, Gallery Artwork Online

jual artwork online

Jika membicarakan artwork, ingatan saya jadi melayang ke masa lulus SMA. Masa penentuan jurusan dan kampus untuk kuliah. Jujur, sebenarnya saya pengen banget masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain. Hanya saja cita-cita itu kandas karena di stop orang tua dengan dua pertanyaan sakti. Yang pertama “Mau jadi apa nanti?”, jaman dulu saya belum ada gambaran juga lulus dari FSRD tuh orang-orang kerjanya apa. Saya tahunya guru seni rupa saya menyuruh masuk jurusan itu dan saya merasa (((MERASA))) punya bakat. Pertanyaan kedua, “Nanti kamu bisa makan apa?”.

Pertanyaan kedua sepertinya merujuk ke pandangan orang tua bahwa menjadi artis seni rupa itu tidak punya masa depan yang jelas. Setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga, saat Instagram dan Pinterest belum booming, apresiasi artwork dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari memang masih minim. Berbeda dengan film atau seniman musik, pasar artwork tampaknya memang lebih segmented. Bisa dibilang jarang sekali orang awam  yang memiliki artwork.

Saat ini, saat orang-orang mulai sadar visual pun, artwork juga masih jarang dimiliki oleh orang awam. Pertama karena mahal. Sudah mahal, sulit didapatkan pula. Seperti yang aku alami pas pertama kali memiliki rumah dan akan mengisi barang. Susah banget nyari-nyari produk artwork kece yang kaya di Instagram. Yang modern dan homy. Saking susahnya nyari artwork, saya sampai sempat bikin sendiri loh dari lukisan keponakan saya yang masih kecil-kecil. Ini gambar mereka…. Unyu yak….

gambar hizkia hana

Walaupun memiliki dua karya masterpiece duo bocah terimut sejagad di atas, saya sadar juga kalau kualitas artwork ala-ala saya tadi masih jauh di bawah yang saya inginkan. Kurang estetis dan juga kurang durable. Mungkin bentar lagi warnanya bakal kusam dan sudah harus ganti. Saya juga sempat kepikiran untuk mencari gambar di dunia maya untuk saya print di kertas foto. Tapi itu  kan sama saja membajak. Sebagai orang yang nyaris masuk dunia seni, membajak itu ga sesuai hati nurani! Karena bagaimanapun, saya memahami kalau artworks itu something valuable, yang bukan hanya dilihat dari fisik / medianya (print, cuma cat, cuma foto, dll). Artworks is something beyond karena itu merupakan buah kreasi dan pemikiran orang-orang kreatif.

Beli Artworks Secara Online

Makanya saya excited banget pas dapat info tentang website yang jual artwork secara online. Nama web tersebut SPASIUM. Platform yang menyediakan affordable artworks dari seniman-seniman terpilih Indonesia. Jadi mereka bukan hanya mencetak artworks, tapi juga memilih karya yang beneran ada artisnya. You know what i mean kan? Hal tersebut berarti membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berkarya dan mendapat penghidupan atas karyanya tersebut. Cukup di sini, saya pasti kedengeran lebih serius dan 100 derajat lebih mulia dari biasanya ya, hehehe. OMG, beruntung sekali generasi seniman sekarang dan nanti, mereka pasti punya peluang untuk bermasa depan yang lebih cerah. Seandainya, dulu orang tua saya tahu kalau di tahun 2017 bakal ada platform seperti ini, mungkin saya bakal diizinkan untuk masuk FSRD kali ya.

website spasium home

Pembelian artwork di SPASIUM dilakukan secara online di www.spasium.com. Hal tersebut tentu akan memudahkan teman-teman yang sedang mencari produk artwork. Selain mudah, tentunya juga lebih praktis dan cepat. Caranya gampang kok, segampang belanja online di e-commerce lain. Teman-teman hanya perlu mengakses websitenya, memilih produk di bagian bawah laman, dan melakukan pembayaran.

Jika teman-teman ingin intip-intip dulu produk mereka,  Sok atuh follow akun Instagram mereka @spasium. Tinggal klik tulisan follow di bawah ini.

A post shared by SPASIUM (@spasium) on

Produk SPASIUM

Saya pengen menggaris bawahi hal ini. Semua karya yang ada di SPASIUM merupakan karya seniman Indonesia (ada artisnya), bukan cuma beli image bebas di online kemudian diproduksi limited copy. BUKAN. Nah, artworks yang tersedia di SPASIUM ada dalam format ready to hang dengan harga mulai dari 1,5 juta rupiah. Mungkin 1,5 juta rupiah masih terasa mahal, namun perlu diingat bahwa harga tersebut jauh di bawah galeri-galeri. Kalo mau yang lebih hemat, teman-teman bisa membeli yang print only, seperti produk yang saya pilih ini.

produk spasium

Sekilas spesifikasi produk yang saya pesan adalah sebagai berikut:

  • Ready-to-display.
  • Available dalam bentuk mounted print (tanpa bingkai), jadi artwork print-nya sudah dilapisi & dikelilingi dengan hard karton 30x40cm / 12R berwarna putih dove.
  • Terdapat sertifikat lisensi dan diproduksi secara terbatas.
  • Pre-order dalam 10 hari (pengalaman saya alam 10 hari sudah sampai di rumah – dengan lokasi rumah di Jakarta Selatan).
  • Hanya untuk dekorasi di dalam ruangan dan disarankan tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Packing berlapis plastik, stereofoam dan bagian luar dilapis kembali dengan kardus.

Apa yang saya suka dari produk print-only-nya SPASIUM ini adalah:

  • Harganya affordable yaitu Rp 440.000,00, jadi saya tidak bakalan dijewer suami karena membeli artwork di sini.
  • Untuk wilayah Jawa free ongkir loh. Bagi yang ada di luar wilayah pulau Jawa pun tak perlu kawatir dengan ongkir krena produk ini ringan banget, jadi tidak berat di ongkir.
  • Tetep eksklusif karena limited copy.
  • Tidak melanggar hak cipta seniman.
  • Finishing-nya rapi banget, tinggal saya belikan pigura dan sudah siap untuk dipasang.

Kamu sedang mencari artworks untuk rumah atau kantormu? Semoga sharingku tentang SPASIUM ini bermanfaat unruk memudahkan kamu membeli artworks tersebut ya. Yuk, majukan dunia seni rupa Indonesia dengan membeli karya original seniman-seniman lokal Indonesia.
jual artwork online

[Sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

DIY Valentine Card #SillyLittleGift #IFBValentineCollab

diy valentine card

Jaman pacaran dahulu kala, saya dan suami ga pernah ngerayain yang judulnya Valentine Day. Bukan karena pro kontra sejarahnya atau apalah apalah lainnya. Tapi karena jaman dulu kita kan pacaran jarak jauh gitu. Sayanya di Jakarta, Tuan Besar di Surabaya. Jadi ga bakal bisa ketemuan kalo 1) hari kerja dan 2) ga ada promo tiket pesawat. Sayangnya maskapai penerbangan seringnya ga menjadikan 14 Februari sebagai hari promo. Ya, jadilah kita ga pernah ngerayain Valentine. Hahaha…. Remeh banget ya alasannya. Cintaku berat di ongkos cinnn….

Tapi Valentine ga Valentine, dulu (((dulu))) kami punya kebiasaan buat saling berkirim kartu trus di-JNE-in. Kalo ongkos kirim mah ga berat ya cinnn…. Kartunya bukan yang romantis-romantis gitu si. Sering malah kartunya yang konyol-konyol. Kaya pernah saya dikirimin kartu gambar emboss kartun gajah, jerapah dan babi. Geje banget kan. Ternyata gambar tersebut artinya: harapan buat segera berkeluarga. Gajah melambangkan Tuan Besar yang emang berukuran gajah, Jerapah melambangkan saya yang (dulunya) tinggi kurus, dan Babi (baby) menggambarkan anak. Konyol tapi so sweet ye kaaaan #SillyLittleGift.

Saya balas kartu tersebut dengan kartu  bergambar dua ikan, kayanya itu ikan paus dan remora deh. Kalimat “I will follow you” tertulis di dalamnya. Kata dia, “Ternyata kamu bisa so sweet juga ya”. Saya cuma senyum. Ga nyadar aja dia, kalau paus dan remora itu simbiosis komensalisme. Hihihi….

Sayangnya pas kami nikah dan jadi tinggal sekota, kebiasaan bertukar kartu ini malah hilang. Tiap hari ketemu, ada kalanya bikin perasaan jadi biasa. Jadi take our spouse for granted. Karena itu, saya jadi kepikiran memakai timing Valentine ini untuk memberi Tuan Besar kartu ucapan lagi.

kartu ucapanKartu-kartu ucapan jaman baheula.

Kartu ucapan ini saya beri nama “Dad, You’re My Superman”. Niatnya sekalian mau ngucapin terimakasih buat Tuan Besar yang selama masa kehamilan dan persalinan saya selalu siap siaga dan penuh perhatian. Saat dedek uda lahir dan saya mengalami kesulitan menyusui pun Tuan Besar selalu suportif banget. Jadi tema ini yang mau saya angkat. Soalnya selama ini jarang banget kan kita sebagai istri dan ibu ngucapin terimakasih secara eksplisit ke pasangan. Walaupun katanya pria tuh logis dan kurang berperasaan, saya rasa ucapan terimakasih bakal bikin dia seneng juga. Idenya saya dapat dari pinterest.

Buat yang belum berkeluarga bisa juga sih, ide ini diadaptasi untuk pasangan atau malah untuk Ayah. Nah berikut cara membuatnya:

Bahan:

alat dan bahanKertas kado dengan motif atau warna mirip kemeja pasangan,

Kertas polos,

Gambar logo Superman (googling dan print di HVS),

Gunting,

Lem,

Krayon warna biru tuanya Superman.

 

Cara Membuat:

Step 1. Buat pola seperti gambar di bawah ini di kertas kado bermotif kemeja.

step1

Step 2: Tempelkan (lem) kertas kado tersebut ke kertas polos dan gunting tepiannya.

step 2step3

Step 3: Lipat kartu seperti gambar dibawah ini, sehingga bagian depan tampak seperti kemeja yang dikancingkan.

step4step 10

Step 4: Garis tepian logo Superman di bagian tengah kertas polos.

step 5step 6

Step 5: Warnai garis tersebut dengan kryon warna biru.

step 7step 8

Step 6: Tempelkan logo Superman tepat di tengah kertas polos, sesuai dengan garis yang dibuat sebelumnya.

step 9

Step 7: Taraaaa…. Kartu Valentine Superman sudah jadi, Nyonya-nyonya bisa menambahi dengan kata-kata sendiri untuk pasangan yaaa….

step 11

Gampang banget kan proses pembuatannya? Bahkan kertas-kertas yang dipakai pun bisa menggunakan kertas apa saja yang ada di rumah loh. Bagaimana kreativitas dari Nyonya-nyonya aja deh…. Jika Nyonya sudah memiliki putera/ puteri, pembuatan kartu ini bisa melibatkan mereka juga loh. Dengan demikian bisa meningkatkan bonding dengan anak dan suami sekaligus….

Artikel kali ini adalah collab bareng  komunitas Indonesia Female Blogger (IFB). Karena IFBers datang dari niche yang berbeda-beda, collabnya pun unik. Kami nyoba bikin collab tentang pernak pernik Valentine dari niche  blog masing-masing. Ada yg bikin kartu ucapan, ada yg bikin hadiah DIY, ada yang bahas OOTD, resep makanan, DIY perhiasan dan tentu juga tutorial makeup. Semua dengan hashtag #IFBValentineCollab (instagram). Semoga bisa memenuhi kebutuhan pembaca semua ya….

IMG_6484Selamat hari Kasih Sayang, mari memaknai dan merayakannya dengan keluarga tersayang….

diy valentine card

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

DIY Tutorial Membuat Photo Magnet

tutorial-membuat-foto-magnet-dari-instagram

Nyonya-nyonya punya foto-foto kece di Instagram? Tutorial photo magnet dibawah ini bisa menyulap foto Nyonya jadi magnet dalam waktu kurang dari 15 menit, loh. Magnetnya bisa dipakai sebagai tempelan kulkas atau tempelan CPU kantor. Saya sudah dari lama, mupeng banget bikin magnet kaya ginian, tapi terkendala cara ngeprint dari Instagramnya. Saya ga tau. Gaptek. Tambah lagi, malas ngeprint manual. Hehehe. Setelah tau cara yang gampang, langsung praktek deh. Gampang dan cepat banget ternyata. Hasilnya juga lumayan, seperti foto di bawah ini. Tentang cara print-nya bagaimana, nanti aku bahas setelah tutorialnya, ya….

Sebelumnya, saya mau cerita tentang foto yang saya pilih untuk dijadikan magnet. Foto yang saya pilih ada dua, yang pertama adalah foto waktu main Ancol bareng temen-temen dan yang satu foto-foto pas sebelum manggung tari kecak bareng rekan kantor. Kenapa saya milih dua foto ini, adalah karena saya mau kasih ke temen-temen yang ada di foto. Biar kalau mereka liat magnet ini nempel di kubikel mereka, mereka bisa senyum mengingat kenangan manis kami. Tsaaahhhh…

cara-mudah-membuat-magnet-foto-instagram

Oiya, selain foto, yang jadi kendala kedua adalah tentang ketersediaan magnet. “Belinya dimana?” Magnet yang saya pakai adalah magnet lembaran yang mudah dipotong. Jenis yang demikian lentur karena bahan magnetnya dicampur dengan rubber/ karet. Efeknya, teksturnya jadi lentur dan fleksibel. Namun kekuatan magnetnya jadi berkurang. Daya lekatnya lebih rendah dibandingkan dengan magnet metal lainnya yang relatif lebih keras. Untuk magnet foto sih masih oke. Saya belinya di Bukalapak (nama tokonya Plumeria Crafts). Dijual dan dikirim bentuk gulungan berwarna hitam, ukuran 60 cm x 30 cm, tebal 1 mm.

Untuk membuat 10 pcs saja, ukuran 60 cm x 30 cm tadi sisa banyaaaaaaakkkk…. Kemungkinan saya akan bikin pernak pernik menggunakan magnet lainnya. Ada ide?

tutorial-membuat-foto-magnet-dari-instagram

Alat dan Bahan: 

foto-magnet

Stiker Foto atau hasil print out foto

Magnet lembaran

Gunting/ Cutter

Penggaris

Cara Membuat:

1 . Tempelkan stiker pada magnet lembaran. Tempelkan mepet satu dengan yang lain, supaya bisa sekali potong dan proses merapikannya tidak perlu berulang kali.

peralatan-membuat-foto-magnet

2 . Potong-potong per foto. Saya lebih suka memotongnya dengan cutter. Gores batas antara dua stiker dengan sedikit tekanan. Dijamin sudah bisa terpotong. Jika Nyonya mau ekstra rapi, setelah dipotong engan cutter, bisa dirapikan menggunakan gunting untuk memotong sisi lengkungnya.

tutorial-foto-magnet-instagram

3 . Sudah dengan hanya dua langkah tadi stiker sudah jadiiiiii…. Waktu yang diperlukan tidak sampai 15 menit. Kurang lebih 10-15 menit lah…. Gampang banget kan ya? Tapi pasti Nyonya bertanya-tanya, itu jadiin foto Instagram jadi stikernya gimana? Canggih banget ni nyonyamalas. Iya kan iya kan iya kan? Hehehehe….

cara-membuat-magnet-foto-instagram

Ngeprint foto dari Instagram memang PR banget sih. Bikin 10 pcs magnet di atasnya si ga perlu waktu lama, tapi kalau ngeprintnya manual,  hmmmm, total pembuatannya bisa membengkak jadi jam-jaman. Karena harus screenshot fotonya dulu di Instagram atau file di PC, lalu ngeprint satu-satu. Kalau saya di sini, menggunakan bantuan situs pictalogi.com. Jadi dari instagram atau facebook, masuk ke aplikasi mereka dan tinggal klik klik pilih fotonya gitu. Khas banget nyonyamalas yak, maunya yang praktis-praktis. Trus nanti fotonya dikirim ke alamat kita.

Aplikasi ini saya suka banget, soalnya, selain saya memang males nyari dan ngotak-ngatik file foto,  ada beberapa keuntungan lainnya kalo saya langsung cetak di situs pictalogi dibanding dengan print manual:

  1. kualitas cetaknya lebih bagus,
  2. kualitas kertasnya juga lebih bagus,
  3. bisa langsung jadi stiker atau bentuk lain sesuai pilihan,
  4. prosesnya pemesanannya cepat, effort yang harus saya keluarkan sedikit.

foto-magnet-pictalogi

Kekurangannya cuma satu: harus bayar. Hihihi… Tapi worthy kok. Untuk satu paket foto ukuran 3×3 cm sebanyak 64 pcs itu harganya Rp 64.900,00. Hasilnya stiker yang tahan air gitu. Paket lainnya juga ada, kaya jadi kaya mini album, jadi kaya cetakan polaroid, jadi ministrip, poster, dll, nyonya bisa liat di situs pictalogi.com.

Cara Print Foto Instagram

Buat temen-temen yang belum familiar dengan pictalogi aku kasih gambaran bagaimana cara pesannya ya…

  1. Masuk / Login.Paling gampang masuk aja dengan akun Instagram (karena nanti foto-foto akan diunduh dari sini) atau dari facebook.
  2. Pilih produk pada halaman daftar produk, untuk stiker pilihlah mini sticker.
  3. Dari IG/ PB pilihlah foto yang diinginkan.
  4. Atur jumlah pesanan.
  5. Isi alamat pengiriman.
  6. Pembayaran. Oiyaaaaaa, aku punya voucher diskon 20% yang bisa nyonya pakai sd 15 Desember 2016. Kodenya EMANUELLA. Mayan! Bisa dipakai siapa aja loh….
  7. Konfirmasi pembayaran.
  8. Udah, tinggal tunggu pesanan diantar ke rumah.

Kalau nyonya ngikutin blog ini dari awal, mungkin inget saya pernah bikin artikel Tutorial Bikin Label Lucu dari Pas Foto, dengan cara ini nyonya bisa bikin label foto dengan lebih mudah. Pakai foto selfie! Atau bisa juga cetak foto bareng suami buat dijadiin scrap book yang romantis buat hadiah ulang tahun pernikahan. It’s up to you, depends on your imagination…. So lets make crafts!!!!

 

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Philips Hue, Are You Worthy to Buy?

penggunaan-phillips-hue

“Progress isn’t made by early risers. It’s made by lazy men trying to find easier ways to do something,” Robert A. Heinlein.

Ketika ketika tau ada Philips Lighting Week Blogger Gathering yang bahas inovasi lampu Philips Hue tanggal 19 November 2016, saya semangat untuk datang. Secara ketika membaca resume produknya, dalam hati berdesis, “Ini gue banget”. Sistem penerangan yang bisa dikontrol dari jauh, bisa berubah warna seperti Power Rangers, tanpa harus jalan dan mencet saklar, tak perlu ngutak ngatik dimer, ga perlu kawatir lupa mematikan atau menyalakan lampu kalo pas lembur atau tugas keluar kota, hemat enegi dan tahan lama. Sesuatu yang gampang, pinter, dan kece. Nyonyamalas banget! Kemalasan bertemu inovasi, kemudian lahirlah kenyamanan dan kemudahan. Rasanya pengen peluk Phillips dan bilang, “Sepertinya kita kembar yang terpisahkan”.

philips-lighting-week-blogger-gathering

Gambar 1. Philips Lighting Week Blogger Gathering, 19 November 2016 di Senayan City

But, segalanya berubah ketika saya tahu harga produknya. Pre order (Philips Hue di Indonesia belum resmi launching) starter kit-nya di bandrol dua koma empat jutaan rupiah. Itu dapet 3 lampu dan satu bridge sih. Kalau striplight-nya dibandrol 800-900k per 2 meter. Sekali lagi RUPIAH, bukan dollar Zimbabwe yang satu lembarnya bisa ada nolnya sebelas. Sambil berusaha ngebersihin kotoran telinga (khawatir salah dengar), dalam hati berdesis, “Phillips Hue, Are You Worthy to Buy?” Pertanyaan yang sama diajukan oleh salah seorang pengunjung pada Philips Lighting Week Blogger Gathering yang saya hadiri tersebut. Dan jawaban dari para narasumber (Ibu Indah Suzanti – Product Marketing Home PT Philips Indonesia dan Mas Ario Pratomo – Pengusaha dan Tech Vlogger) dengan tegas menyatakan, Yes! Philips Hue are worthy to buy.

perakitan-lighting-system-philips-hue

Gambar 2. Instalasi Philips Hue Lighting System

Dalam artikel ini, saya tidak akan menjelaskan teknis bagaimana menggunakan Phillips Hue, Mas Ario Pratomo sudah menjelaskan dengan baik di vlog My Workspace & How to Light it Up with PHILIPS HUE miliknya. Sementara deskripsi produk dapat kamu akses di website Philips Hue.

Philips Hue Are Worthy, Jika Kamu Butuh.

Saat pulang ke rumah saya, saya masih memikirkan produk tersebut. Rumah kami kecil. Tentu memiliki banyak keterbatasan ruangan. Satu ruangan yang paling besar di rumah kami misalnya, adalah ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah. Fungsinya kadang sebagai ruang makan, kadang menjadi ruang menonton televisi. Ruang yang sama juga bisa sekaligus menjadi ruang membaca dan bersantai serta kadang juga ruang kerja saya untuk menulis blog dan memotret foto pendukung blog.

Tidak ideal memang. Kami hanya menggunakan pencahayaan sentral yang kadang terlalu terang untuk menonton televisi, namun terlalu redup untuk main game dan mengetik di komputer. Pencahayaan yang sama menjadi terlalu terang lagi untuk acara makan malam romantis, namun membuat sakit mata jika membaca terlalu lama. Worthy or not, seperti yang Mas Ario Pratomo bilang, memang kembali ke kebutuhan masing-masing. Dengan kondisi rumah seperti saya, penggunaan Philips Hue bisa jadi memiliki peran untuk meningkatkan kualitas dan juga produktivitas kami di rumah. Dengan kata lain, ada kebutuhan tentang sistem pencahayaan yang lebih baik di rumah.

Philips Hue Are Worthy, Jika Kamu Melihatnya Sebagai Investasi.

Jawaban Ibu Indah Suzanti lebih jauh, tentang apakah harga Philips Hue sepadan dengan manfaatnya, lebih fokus pada potensi produktivitas yang dapat dihasilkan dengan dukungan Philips Hue. Manfaat keuangannya mungkin tidak langsung dirasakan. Namun, seperti misalnya di kasus rumah dengan ruangan multifungsi tadi. Patut dipertimbangkan apakah dengan penggunaan Philips Hue kinerja saya semakin membaik dan meningkatkan produktivitas saya sebagai part time blogger di malam hari. Jika iya, maka harga 2,4 juta tadi seharusnya dipandang worthy, karena fungsinya sebagai modal kerja.

penggunaan-phillips-hue-tangga-ruang-makan

Gambar 3. Contoh Penggunaan Philips Hue di Ruang Makan/ Ruang Kerja

Hal ini diamini oleh Mas Ario Pratomo, yang memang telah menggunakan produk ini di ruang kerjanya. Penggunaan tema warna lampu dapat menjadi mood booster yang memacu semangat bekerja dan meningkatkan kinerja. Berapa besar daya ungkit Philips Hue pada produktivitas, kembali ke masing-masing pribadi. Apalagi jika dibandingkan dengan usia pakai Philips Hue yang mencapai 25.00o jam pemakaian atau setara dengan 15 tahun. Harga 2,4 juta menjadi tak terlalu terasa mahal bukan?

Philips Hue Are Worthy, untuk Merealisasikan Rumah Idaman Kita.

Selain produktivitas, saya mencatat beberapa poin yang saya dapatkan ketika acara, saat saya melamun memikirkan produk ini dan saat saya riset lebih lanjut di internet. Berikut adalah beberapa hasil yang bisa didapatkan di rumah kita dengan keunggulan Philips Hue:

Kenyamanan

aplikasi-phillips-hue

Gambar 4. Aplikasi Philips Hue di Gadget

  1. Pengontrolan penerangan di rumah dari jarak jauh. Bahkan kita bisa mengontrol penerangan di rumah dari luar kota hanya dengan satu gadget di tangan.
  2. Penerangan terjadwal, pada saat pulang kerja di malam hari, disambut rumah yang telah terang sesuai dengan jadwal dan juga suasana yang kita tentukan.
  3. Tidak perlu sering mengganti lampu, karena terus terang Philips terang terus.
  4. Kemudahan dalam perakitan dan penginstalan alat.
  5. Pengaturan intensitas cahaya yang fleksibel menjaga kesehatan mata.
penggunaan-phillips-hue-kamar

Gambar 5. Contoh Penggunaan Philips Hue untuk Meningkatkan Kenyamanan Kamar Tidur

Keamanan

  1. Keamanan rumah. Iseng, saya berpikir jika produk ini bisa dipakai untuk menakut-nakuti pencuri. Misalnya ketika umah kosong dan dari CCTV kita mengetahui ada orang mencoba membobol rumah. Kita bisa menyalakan lampu dari jauh dan mengubah settingan warnanya. Bayangkan saja reaksi si pencuri, ketika rumah kosong tiba-tiba lampu menyala warna merah dan kemudian berubah menjadi hijau. Mamaaaaa, takuuuuttt!!!! Hahaha…
  2. Bisa di pasang di tangga atau tempat-tempat rawan dan sewaktu-waktu dinyalakan saat akan dilewati.
penggunaan-phillips-hue-tangga

Gambar 6. Contoh Penggunaan Lightstrip Philips Hue untuk Meningkatkan Kemanan Rumah

Keasyikan dan Keseruan

  1. Warna lampu bisa disesuaikan dengan tone ruangan.
  2. Bisa berkesperimen warna untuk menciptakan suasana yang diinginkan; romantis, tenang, dll.
  3. Bisa dipasang di belakang TV sebagai bias lighting untuk meningkatkan pengalaman menonton film ala-ala home theatre gitu.
  4. Bisa digunakan sebagai accent lighting untuk menarik perhatian ke artwork yang kita punya di rumah.
penggunaan-phillips-hue-art

Gambar 7. Contoh Penggunaan Lightstrip Philips Hue untuk Meningkatkan Estetika Rumah

Setelah membaca alasan-alasan di atas, bagaimana menurut kamu? Apakah Phillips Hue worthy to buy? Tinggalin jawabanmu di komen yaaakkk…. Terimakasih.

penggunaan-phillips-hue

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!