Tips Memilih Sofa Bed Murah Secara Online

sofabed murah online

Kalau Nyonya-nyonya membaca judulnya, widiiii detail banget yak. Memangnya apa bedanya membeli sofa bed murah dengan barang lain secara online? Lalu nyonya berkata, “Ah, saya mah uda bolak balik beli panci online. Sama aja paling kan dengan beli sofa online.”

Ada dong bedanya antara membeli barang furniture dengan membeli barang lain. Saya tanya ya, pernah ga Nyonya-nyonya beli panci secara online lalu yang datang tidak sesuai dengan bayangan? Misalnya ukurannya kurang pas atau warna merahnya tidak semerah di foto. Apa yang Nyonya lakukan? Pasrah atau mengembalikan barang kembali ke penjual kan. Nah mari kita bayangkan, bagaimana kalau yang tidak pas itu belanjaan sofa bed. Mau pasrah kok sayang uangnya. Semurah-murahnya sofa bed kan ya di atas satu setengah juta rupiah. Mau dikembaliin, repot mengirim baliknya karena ukurannya yang besar dan ongkos kirim yang mahal. Niatnya mau hemat malah jadi nombok.

sofabed murah onlineSumber gambar: Toko Oscar Living

Nah, supaya dompet tetap aman dan hati senang, saat membeli sofa bed murah secara online Nyonya perlu memperhatikan beberapa hal. Supaya lebih rapi, saya akan membaginya menjadi dua poin besar:

1 . Memilih tempat berbelanja online

Suami saya sering bilang kalau internet adalah layaknya pasar raksasa, dimana tidak semua orang yang terlibat di dalamnya adalah orang baik nan lugu seperti saya. Ada kalanya terdapat oknum yang nakal yang ingin mengambil keuntungan di balik embel-embel promo barang murah. Jangan terlalu mudah percaya tapi jangan juga terlalu ga percayaan. Untuk itu, sebelum kita memilih barang yang ingin dibeli lebih jauh, sebaiknya kita memperhatikan tempat belanja online-nya terlebih dahulu.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat berbelanja sofa bed murah secara online:

  • Baca About Page, website atau market place yang profesional tentu membuat laman About atau laman Tentang Kami.
  • Lihat Review Pembeli atas Penjual atau Rating Penjual.
  • Cek Kebijakan Pengembalian Barang. Yang perlu teman-teman pastikan adalah 1) apakah situs penjualan online yang teman-teman gunakan memiliki kebijakan re-imburse atau penggantian biaya pengiriman, supaya ongkos kirim jika (amit-amit) teman-teman harus mengembalikan sofa bed yang telah dipesan karena alasan tertentu. Selain itu, yang perlu diketahui juga, 2) apakah ada kios atau tempat tertentu di kota kita yang dapat dijadikan titik pengiriman. Jika ada, maka tentu saja biaya pengiriman akan lebih ringan.
  • Cek Kebijakan Pengiriman Barang. Apakah ada free shipping untuk produk berukuran besar? Jika tidak ada apakah dicantumkan jumlah biaya maksimal yang harus ditanggung oleh pembeli. Hal ini penting karena jika pengiriman dihitung berdasarkan berat saja, dipastikan Nyonya akan dapat barang yang berat di ongkos. Berikut contoh kebijakan pengiriman barang yang cukup jelas menurut saya:

biaya pengirimanSumber gambar: Pusat Bantuan Matahari Mall

  • Selain kebijakan pengiriman berukuran besar, tanyakan juga pada customer care-nya, apakah pengiriman barang dilakukan hanya sampai front door atau sampai pada posisi di dalam rumah yang kita inginkan. Hal ini penting terutama untuk teman-teman yang rumahnya tidak landed house. Misalnya di apartement lantai 20 yang lift barangnya jauh dari unit kita. Walaupun ada troli, ngangkut sofa bed sendiri tuh lumayan capek juga loh.
  • Cek Kebijakan Pemasangan Barang. Info ini penting terutama untuk teman-teman yang malasnya seperti saya. Hehehe, malas bongkar pasang barang sendiri. Jika barang yang dipesan merupakan sofa bed yang harus dipasang ulang, pastikan bahwa layanan ini ada, serta berapa biaya yang dikenakan.
  • Cek dan Perhitungkan Lokasi Pengiriman. Hal ini penting karena memengaruhi biaya pengiriman barang.
  • Lihatlah foto-foto yang ditampilkan. Saya cenderung lebih menyukai situs penjualan online yang fotonya real picture.

2 . Memilih produk sofa bed murah

  • Hitung real hargamya setelah dihitung dengan pajak, diskon, ongkos pengiriman, dan biaya-biaya lainnya. Kemudian bandingkan harganya dengan produk lain. Terkait dengan poin ini, tips yang bisa saya sampaikan adalah: carilah kupon diskon. Biasanya kita bisa mendapatkan voucher promo dengan mendaftar langganan newsletter situs penjualan online untuk pembelanjaan pertama. Selain itu kita pun juga bisa mendapatkannya saat promo khusus di dalam situs atau dengan pihak ketiga.
  • Bacalah deskripsi produk dengan seksama. Yang perlu dipastikan aalah jenis kain/ kulit sintetis yang digunakan, rangka dan juga cara perawatan.
  • Baca review pembeli atas produk.
  • Pilih model yang sesederhana mungkin. Sebenarnya hal ini terkait dengan preferensi masing-masing sih. Namun, in my humble opinion, semakin sederhana model sofa bed yang dipilih, semakin kecil kemungkinan adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Terlebih lagi untuk sofa bed murah, mode yang sederhana biasanya terlihat lebih elegan dan tidak murahan dibandingkan dengan yang banyak printilannya.

sofabed murahSumber gambar: sofa bed murah Matahari Mall

  • Pastikan ukuran sofa bed dengan benar serta sesuaikan dengan lokasi calon penempatan sofa bed di rumah kita. Jangan hanya mengira-ira. Jika terdapat meteran, lebih baik gunakan meteran. Jika tidak ada, teman-teman dapat menghitung ubin atau keramik lantai rumah teman-teman. Jika perlu buatlah dummy-nya. Untuk lebih memudahkan saya membayangkan bagaimana jadinya sofa bed di rumah, saya seringkali membuat dummy sofa bed di koran terlebih dahulu, sesuai ukuran panjang dan lebar sofa bed. Poin ini tidak harus selalu dilakukan, namun jika dilakukan akan menghindarkan teman-teman dari membeli sofa bed dengan ukuran yang tidak sesuai dengan ruangan.

Demikian tips mencari sofa bed murah ala nyonyamalas. Jika teman-teman memiliki tips lain, feel free untuk sharing di comment section ya…. Terimakasih. Salam sayang!

[Sponsored Post]

Gambar yang tampil dalam artikel ini mungkin memiliki hak cipta dari pemiliknya (sumber tercantum).

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Yuk, Beli Karya Seniman Lokal Indonesia di SPASIUM, Gallery Artwork Online

jual artwork online

Jika membicarakan artwork, ingatan saya jadi melayang ke masa lulus SMA. Masa penentuan jurusan dan kampus untuk kuliah. Jujur, sebenarnya saya pengen banget masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain. Hanya saja cita-cita itu kandas karena di stop orang tua dengan dua pertanyaan sakti. Yang pertama “Mau jadi apa nanti?”, jaman dulu saya belum ada gambaran juga lulus dari FSRD tuh orang-orang kerjanya apa. Saya tahunya guru seni rupa saya menyuruh masuk jurusan itu dan saya merasa (((MERASA))) punya bakat. Pertanyaan kedua, “Nanti kamu bisa makan apa?”.

Pertanyaan kedua sepertinya merujuk ke pandangan orang tua bahwa menjadi artis seni rupa itu tidak punya masa depan yang jelas. Setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga, saat Instagram dan Pinterest belum booming, apresiasi artwork dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari memang masih minim. Berbeda dengan film atau seniman musik, pasar artwork tampaknya memang lebih segmented. Bisa dibilang jarang sekali orang awam  yang memiliki artwork.

Saat ini, saat orang-orang mulai sadar visual pun, artwork juga masih jarang dimiliki oleh orang awam. Pertama karena mahal. Sudah mahal, sulit didapatkan pula. Seperti yang aku alami pas pertama kali memiliki rumah dan akan mengisi barang. Susah banget nyari-nyari produk artwork kece yang kaya di Instagram. Yang modern dan homy. Saking susahnya nyari artwork, saya sampai sempat bikin sendiri loh dari lukisan keponakan saya yang masih kecil-kecil. Ini gambar mereka…. Unyu yak….

gambar hizkia hana

Walaupun memiliki dua karya masterpiece duo bocah terimut sejagad di atas, saya sadar juga kalau kualitas artwork ala-ala saya tadi masih jauh di bawah yang saya inginkan. Kurang estetis dan juga kurang durable. Mungkin bentar lagi warnanya bakal kusam dan sudah harus ganti. Saya juga sempat kepikiran untuk mencari gambar di dunia maya untuk saya print di kertas foto. Tapi itu  kan sama saja membajak. Sebagai orang yang nyaris masuk dunia seni, membajak itu ga sesuai hati nurani! Karena bagaimanapun, saya memahami kalau artworks itu something valuable, yang bukan hanya dilihat dari fisik / medianya (print, cuma cat, cuma foto, dll). Artworks is something beyond karena itu merupakan buah kreasi dan pemikiran orang-orang kreatif.

Beli Artworks Secara Online

Makanya saya excited banget pas dapat info tentang website yang jual artwork secara online. Nama web tersebut SPASIUM. Platform yang menyediakan affordable artworks dari seniman-seniman terpilih Indonesia. Jadi mereka bukan hanya mencetak artworks, tapi juga memilih karya yang beneran ada artisnya. You know what i mean kan? Hal tersebut berarti membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berkarya dan mendapat penghidupan atas karyanya tersebut. Cukup di sini, saya pasti kedengeran lebih serius dan 100 derajat lebih mulia dari biasanya ya, hehehe. OMG, beruntung sekali generasi seniman sekarang dan nanti, mereka pasti punya peluang untuk bermasa depan yang lebih cerah. Seandainya, dulu orang tua saya tahu kalau di tahun 2017 bakal ada platform seperti ini, mungkin saya bakal diizinkan untuk masuk FSRD kali ya.

website spasium home

Pembelian artwork di SPASIUM dilakukan secara online di www.spasium.com. Hal tersebut tentu akan memudahkan teman-teman yang sedang mencari produk artwork. Selain mudah, tentunya juga lebih praktis dan cepat. Caranya gampang kok, segampang belanja online di e-commerce lain. Teman-teman hanya perlu mengakses websitenya, memilih produk di bagian bawah laman, dan melakukan pembayaran.

Jika teman-teman ingin intip-intip dulu produk mereka,  Sok atuh follow akun Instagram mereka @spasium. Tinggal klik tulisan follow di bawah ini.

A post shared by SPASIUM (@spasium) on

Produk SPASIUM

Saya pengen menggaris bawahi hal ini. Semua karya yang ada di SPASIUM merupakan karya seniman Indonesia (ada artisnya), bukan cuma beli image bebas di online kemudian diproduksi limited copy. BUKAN. Nah, artworks yang tersedia di SPASIUM ada dalam format ready to hang dengan harga mulai dari 1,5 juta rupiah. Mungkin 1,5 juta rupiah masih terasa mahal, namun perlu diingat bahwa harga tersebut jauh di bawah galeri-galeri. Kalo mau yang lebih hemat, teman-teman bisa membeli yang print only, seperti produk yang saya pilih ini.

produk spasium

Sekilas spesifikasi produk yang saya pesan adalah sebagai berikut:

  • Ready-to-display.
  • Available dalam bentuk mounted print (tanpa bingkai), jadi artwork print-nya sudah dilapisi & dikelilingi dengan hard karton 30x40cm / 12R berwarna putih dove.
  • Terdapat sertifikat lisensi dan diproduksi secara terbatas.
  • Pre-order dalam 10 hari (pengalaman saya alam 10 hari sudah sampai di rumah – dengan lokasi rumah di Jakarta Selatan).
  • Hanya untuk dekorasi di dalam ruangan dan disarankan tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Packing berlapis plastik, stereofoam dan bagian luar dilapis kembali dengan kardus.

Apa yang saya suka dari produk print-only-nya SPASIUM ini adalah:

  • Harganya affordable yaitu Rp 440.000,00, jadi saya tidak bakalan dijewer suami karena membeli artwork di sini.
  • Untuk wilayah Jawa free ongkir loh. Bagi yang ada di luar wilayah pulau Jawa pun tak perlu kawatir dengan ongkir krena produk ini ringan banget, jadi tidak berat di ongkir.
  • Tetep eksklusif karena limited copy.
  • Tidak melanggar hak cipta seniman.
  • Finishing-nya rapi banget, tinggal saya belikan pigura dan sudah siap untuk dipasang.

Kamu sedang mencari artworks untuk rumah atau kantormu? Semoga sharingku tentang SPASIUM ini bermanfaat unruk memudahkan kamu membeli artworks tersebut ya. Yuk, majukan dunia seni rupa Indonesia dengan membeli karya original seniman-seniman lokal Indonesia.
jual artwork online

[Sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Philips Hue, Are You Worthy to Buy?

penggunaan-phillips-hue

Progress isn’t made by early risers. It’s made by lazy men trying to find easier ways to do something,” Robert A. Heinlein.

Ketika ketika tau ada Philips Lighting Week Blogger Gathering yang bahas inovasi lampu Philips Hue tanggal 19 November 2016, saya semangat untuk datang. Secara ketika membaca resume produknya, dalam hati berdesis, “Ini gue banget”. Sistem penerangan yang bisa dikontrol dari jauh, bisa berubah warna seperti Power Rangers, tanpa harus jalan dan mencet saklar, tak perlu ngutak ngatik dimer, ga perlu kawatir lupa mematikan atau menyalakan lampu kalo pas lembur atau tugas keluar kota, hemat enegi dan tahan lama. Sesuatu yang gampang, pinter, dan kece. Nyonyamalas banget! Kemalasan bertemu inovasi, kemudian lahirlah kenyamanan dan kemudahan. Rasanya pengen peluk Phillips dan bilang, “Sepertinya kita kembar yang terpisahkan”.

philips-lighting-week-blogger-gathering

Gambar 1. Philips Lighting Week Blogger Gathering, 19 November 2016 di Senayan City

But, segalanya berubah ketika saya tahu harga produknya. Pre order (Philips Hue di Indonesia belum resmi launching) starter kit-nya di bandrol dua koma empat jutaan rupiah. Itu dapet 3 lampu dan satu bridge sih. Kalau striplight-nya dibandrol 800-900k per 2 meter. Sekali lagi RUPIAH, bukan dollar Zimbabwe yang satu lembarnya bisa ada nolnya sebelas. Sambil berusaha ngebersihin kotoran telinga (khawatir salah dengar), dalam hati berdesis, “Phillips Hue, Are You Worthy to Buy?” Pertanyaan yang sama diajukan oleh salah seorang pengunjung pada Philips Lighting Week Blogger Gathering yang saya hadiri tersebut. Dan jawaban dari para narasumber (Ibu Indah Suzanti – Product Marketing Home PT Philips Indonesia dan Mas Ario Pratomo – Pengusaha dan Tech Vlogger) dengan tegas menyatakan, Yes! Philips Hue are worthy to buy.

perakitan-lighting-system-philips-hue

Gambar 2. Instalasi Philips Hue Lighting System

Dalam artikel ini, saya tidak akan menjelaskan teknis bagaimana menggunakan Phillips Hue, Mas Ario Pratomo sudah menjelaskan dengan baik di vlog My Workspace & How to Light it Up with PHILIPS HUE miliknya. Sementara deskripsi produk dapat kamu akses di website Philips Hue.

Philips Hue Are Worthy, Jika Kamu Butuh.

Saat pulang ke rumah saya, saya masih memikirkan produk tersebut. Rumah kami kecil. Tentu memiliki banyak keterbatasan ruangan. Satu ruangan yang paling besar di rumah kami misalnya, adalah ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah. Fungsinya kadang sebagai ruang makan, kadang menjadi ruang menonton televisi. Ruang yang sama juga bisa sekaligus menjadi ruang membaca dan bersantai serta kadang juga ruang kerja saya untuk menulis blog dan memotret foto pendukung blog.

Tidak ideal memang. Kami hanya menggunakan pencahayaan sentral yang kadang terlalu terang untuk menonton televisi, namun terlalu redup untuk main game dan mengetik di komputer. Pencahayaan yang sama menjadi terlalu terang lagi untuk acara makan malam romantis, namun membuat sakit mata jika membaca terlalu lama. Worthy or not, seperti yang Mas Ario Pratomo bilang, memang kembali ke kebutuhan masing-masing. Dengan kondisi rumah seperti saya, penggunaan Philips Hue bisa jadi memiliki peran untuk meningkatkan kualitas dan juga produktivitas kami di rumah. Dengan kata lain, ada kebutuhan tentang sistem pencahayaan yang lebih baik di rumah.

Philips Hue Are Worthy, Jika Kamu Melihatnya Sebagai Investasi.

Jawaban Ibu Indah Suzanti lebih jauh, tentang apakah harga Philips Hue sepadan dengan manfaatnya, lebih fokus pada potensi produktivitas yang dapat dihasilkan dengan dukungan Philips Hue. Manfaat keuangannya mungkin tidak langsung dirasakan. Namun, seperti misalnya di kasus rumah dengan ruangan multifungsi tadi. Patut dipertimbangkan apakah dengan penggunaan Philips Hue kinerja saya semakin membaik dan meningkatkan produktivitas saya sebagai part time blogger di malam hari. Jika iya, maka harga 2,4 juta tadi seharusnya dipandang worthy, karena fungsinya sebagai modal kerja.

penggunaan-phillips-hue-tangga-ruang-makan

Gambar 3. Contoh Penggunaan Philips Hue di Ruang Makan/ Ruang Kerja

Hal ini diamini oleh Mas Ario Pratomo, yang memang telah menggunakan produk ini di ruang kerjanya. Penggunaan tema warna lampu dapat menjadi mood booster yang memacu semangat bekerja dan meningkatkan kinerja. Berapa besar daya ungkit Philips Hue pada produktivitas, kembali ke masing-masing pribadi. Apalagi jika dibandingkan dengan usia pakai Philips Hue yang mencapai 25.00o jam pemakaian atau setara dengan 15 tahun. Harga 2,4 juta menjadi tak terlalu terasa mahal bukan?

Philips Hue Are Worthy, untuk Merealisasikan Rumah Idaman Kita.

Selain produktivitas, saya mencatat beberapa poin yang saya dapatkan ketika acara, saat saya melamun memikirkan produk ini dan saat saya riset lebih lanjut di internet. Berikut adalah beberapa hasil yang bisa didapatkan di rumah kita dengan keunggulan Philips Hue:

Kenyamanan

aplikasi-phillips-hue

Gambar 4. Aplikasi Philips Hue di Gadget

  1. Pengontrolan penerangan di rumah dari jarak jauh. Bahkan kita bisa mengontrol penerangan di rumah dari luar kota hanya dengan satu gadget di tangan.
  2. Penerangan terjadwal, pada saat pulang kerja di malam hari, disambut rumah yang telah terang sesuai dengan jadwal dan juga suasana yang kita tentukan.
  3. Tidak perlu sering mengganti lampu, karena terus terang Philips terang terus.
  4. Kemudahan dalam perakitan dan penginstalan alat.
  5. Pengaturan intensitas cahaya yang fleksibel menjaga kesehatan mata.
penggunaan-phillips-hue-kamar

Gambar 5. Contoh Penggunaan Philips Hue untuk Meningkatkan Kenyamanan Kamar Tidur

Keamanan

  1. Keamanan rumah. Iseng, saya berpikir jika produk ini bisa dipakai untuk menakut-nakuti pencuri. Misalnya ketika umah kosong dan dari CCTV kita mengetahui ada orang mencoba membobol rumah. Kita bisa menyalakan lampu dari jauh dan mengubah settingan warnanya. Bayangkan saja reaksi si pencuri, ketika rumah kosong tiba-tiba lampu menyala warna merah dan kemudian berubah menjadi hijau. Mamaaaaa, takuuuuttt!!!! Hahaha…
  2. Bisa di pasang di tangga atau tempat-tempat rawan dan sewaktu-waktu dinyalakan saat akan dilewati.
penggunaan-phillips-hue-tangga

Gambar 6. Contoh Penggunaan Lightstrip Philips Hue untuk Meningkatkan Kemanan Rumah

Keasyikan dan Keseruan

  1. Warna lampu bisa disesuaikan dengan tone ruangan.
  2. Bisa berkesperimen warna untuk menciptakan suasana yang diinginkan; romantis, tenang, dll.
  3. Bisa dipasang di belakang TV sebagai bias lighting untuk meningkatkan pengalaman menonton film ala-ala home theatre gitu.
  4. Bisa digunakan sebagai accent lighting untuk menarik perhatian ke artwork yang kita punya di rumah.
penggunaan-phillips-hue-art

Gambar 7. Contoh Penggunaan Lightstrip Philips Hue untuk Meningkatkan Estetika Rumah

Setelah membaca alasan-alasan di atas, bagaimana menurut kamu? Apakah Phillips Hue worthy to buy? Tinggalin jawabanmu di komen yaaakkk…. Terimakasih.

penggunaan-phillips-hue

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

DIY Pengharum Ruangan dengan Biji Kopi

pengharum-ruangan-dengan-biji-kopi

Sebenarnya sudah lama sekali pengen membuat pengharum ruangan dengan biji kopi ini. Lama terealisasikan gara-gara malas gerak untuk beli biji kopinya. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Teman kantor dapat oleh-oleh biji kopi dari Papua dan tidak ada yang punya grinder kopi. Jadi biji kopi ini cukup lama nganggur di laci “ransum” kantor. Setelah minta izin, saya angkut pulang ke rumah untuk saya bikin-bikin.

Sebelumnya sebagian biji kopi sudah saya buat sebagai hiasan brush holder. Nah, banyak yang komen kalau dibikin hiasan brus holder kalau tumpah jadi berantakan. Terutama untuk nyonya-nyonya yang punya anak masih kecil-kecil dan suka ikut nggeratak meja rias ibunya. Untuk pengharum ruangan kali ini, aman banget. Karena bentuknya yang dibungkus, membuat kopinya tidak mudah ditumpahin. Apalagi dengan bentuk bungkusan bungkusan demikian, bisa memudahkan nyonya untuk menggantungnya di tempat yang tidak terjangkau anak kecil.

Selain itu, kopi yang tidak diseduh ternyata dapat mengilangkan bau tak sedap loh. Makanya kadang di penjual paketan duren kiloan atau di tempat orang meninggal sering ditaburi bubuk kopi. Hal tersebut untuk menghilangkan bau tak sedap. Selain itu jika ditaruh di lemari es juga dapat menghilangkan bau tak sedap khas kulkas. Hanya saja makanan lain jadi terkontaminasi bau kopi ya. Hehehe…

Bau kopi juga dipercaya dapat memberikan efek relaksasi. Maka dari itu sering dipakai sebagai aroma di salon perawatan tubuh seperti spa atau tempat massage. Mau rileks saat bermacet-macet ria di dalam mobil, taruh saja kopi di dalam mobil. Kalau lagi sumpek, bisa dicium-cium baunya. Klau tidak mau dengan kopi bubuk karena bikin kotor mobil, ikuti saja tutorial pengharum ruangan dengan biji kopi ini ya. Karena manfaatnya bukan hanya untuk mengharumkan ruangan kok, buat mobil juga bisa.

Bahan:

pengharum-ruangan-dengan-biji-kopi-1

1 . Biji Kopi yang telah disangrai/ di panggang, beberapa nyonya bertanya beli biji kopinya dimana. Kebetulan saya dikasih teman kopinya. Jika nyonya-nyonya mau beli tapi ga mau ribet, di online shop sebenarnya banyak, search saja di T*kopedia, atau *lx, pastinya ada yang jual,

2 . Pita/ tali/ kawat pengikat,

3 . Kain jaring

Tips irit:

Sebenarnya pita maupun kain jaring bisa menggunakan bahan bekas. Saya sendiri menggunakan kain jaring an pita kawat dari bekas bungkus souvenir pernikahan sbb:

pengharum-ruangan-dengan-biji-kopi-2

Cara Membuat:

1 . Siapkan kain jaring dan pita kawat. Masukkan segenggam biji kopi, atau sejumlah yang dibutuhan ke dalam kain jaring. Pasikan tidak ada lubang pada kain jaring.

pengharum-ruangan-dengan-biji-kopi-3

2. Buat buntalan dan ikat ujungnya, hingga biji kopi tidak tumpah.

pengharum-ruangan-dengan-biji-kopi-4

3. Taraaaaa…. dengan dua langkah di atas saja, pengharum ruangan dengan biji kopi sudah siap digunakan. Bisa diletakkan begitu saja di sudut ruangan, di rak atau di dalam lemari. Jika ingin digantung, buat pita yang sedikit panjang sebagai pengikat/ gantungan. Pengharum ruangan DIY sudah siap digunakan. 🙂

pengharum-ruangan-dengan-biji-kopi

Kamu punya ide lain tentang DIY menggunakan biji kopi? Feel free untuk tinggalkan pesan ya…. Siapa tau bisa saya coba dan buatkan tutorialnya…. Thanks for reading! 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

DIY Menghias Make Up Brush Holder dengan Biji Kopi

cara-menghias-make-up-brush-holder-dengan-biji-kopi

Sebagai pecinta pinterest sejati, saya sering sekali melihat tutorial DIY menghias Make Up Brush Holder yang cantik-cantik. Biasanya menggunakan mutiara atau manik-manik (beads) yang super feminin. Dari dulu pengen banget bikin tapi karena emang ga punya kuas make up, jadi ya buat apa bikin make up brush holder. Hehehe. Sampai akhirnya kemarinan ini baru beli 3 biji kuas multi tasking dari Real Techniques yang murah meriah. Asoyyyyy! Akhirnya bisa bikin make up brush holder deh…. Nah, karena saya ga feminin-feminin amat, jadilah saya menghias make up brush holder dengan biji kopi alih-alih mutiara.

menghias-make-up-brush-holder-dengan-biji-kopi

Oiya ngomong-ngomong tentang kuas make up, sebenernya saya juga newbie banget tentang kuas ini ya. Lebih ngerti tentang kuas cat sih. Hihihihi. Taunya tentang Real Techniques dari vlog-nya Suhay Salim yang tentang alat make up untuk pemula. Dia sih nyaraninnya yang Core Collection sama Starter Set. Cuma pas saya mau beli di Sociolla, pas abis, dan kebetulan yang kuas Multi Tasking ini lagi diskon 43% dari Rp 472.900,00 jadi Rp 269.553,00. Naluri emak-emak emang susah yah nolak diskon. Jadi tiba-tiba aja tuh item uda masuk daftar belanjaan. Hehehe…

fullsizerender_1fullsizerender

Ternyata eh ternyata beberapa hari kemudian kuas yang Core Collection sama Starter Set uda restock dong, daaaaaan diskon juga. Tapi duit uda abis buat beli pampers. Hahahaha… Ya sudah belum jodoh. Maap ya mbak Suhay….

Berhubung kalau diteruskan saya malah jadi bahas yang lain-lain, mending langsung aja bahas tutorial menghias make up brush holder dengan biji kopi ya. Caranya gampang banget dan ga memerlukan waktu serta keahlian khusus.

Bahan:

bahan-menghias-make-up-brush-holder-dengan-biji-kopi

1.  Biji Kopi secukupnya, pilih yang roasted yak… Supaya wangiiiii…

2. Gelas/ Toples/ Mason Jar, kalau saya menggunakan botol bekas selai ukuran besar

 

Cara Membuat:

cara-menghias-make-up-brush-holder-dengan-biji-kopi

1. Siapkan bahan.

2. Masukkan biji kopi secukupnya ke dalam gelas/ botol.

3. Selesai, make up brush holder siap digunakan. Tinggal dimasukin kuasnya….

 

cara-menghias-make-up-brush-holder-dengan-coffee-bean

Mudah banget kan. Untuk pecinta make up sekaligus pecinta kopi wajib banget dicoba di rumah ni tutorial. Dijamin suka banget. Saya sendiri sebenarnya bisa terlalu sering minum kopi, karena masalah lambung. Tapi sukaaaaaaaa banget bau kopi, yang seger dan bikin “bangun”. Buat pecinta kopi tapi yang bukan pecinta make up kamu bisa gunain juga buat wadah barang lain seperti pensil atau kalau dalam ukuran super gede bisa juga sebagai adah sendok. Saya juga uda siapin tutorial lain terkait dengan biji kopi. Kemungkinan minggu ini akan posting juga 🙂 So stay tune di nyonyamalas yaaa…

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

17 Little Things Makes Your Cubicle More Cheerful

little-things-makes-your-cubicle-cheerful

Uda masuk September tapi meja kerja ane masih berantakan banget, seperti saya sengaja menata cubicle kantor buat memperingati bom Hiroshima Nagasaki. Beneran ga bikin semangat dan bikin ga efisien kerja (note this). Kertas-kertas ngumpul di satu sudut, dan kertas yang lain di sudut yang lain, sementara kertas yang lain ada di antaranya. Hahaha… tepatnya sepanjang meja ane dijajah oleh kertas gitu deh… Selama ini selalu berhasil ngeles bilang ke diri sendiri, “ini bukan berantakan ya… ini kertas kertas uda punya tempatnya masing-masing yang pasti aku inget”. Kronis emang malesnya. Sampe kena batunya. Siang-siang bolong, saya nemu surat setengah tanda tangan atasan yang harusnya uda selesai hari sebelumnya, tenggelam di tumpukan kertas tsb. Ya ampun. Bencana.

dekorasi-cublicle-kantor

Saat itulah, bangkit semangat saya memperjuangkan kemerdekaan meja kerja saya. Kebetulan little things yang digunakan nyampai 17 item, persis tanggal kemerdekaan Indonesia (bisa ajaahh ngepas ngepasin :P). Nah poin 1-11 lebih menggambarkan tips atau barang-barang yang bikin meja kita tambah rapih sementara poin 12-17 adalah item-item dekoratif (tapi tetep fungsional) yang bikin meja kerja jadi tambah ceriaaaa. Here it is…

11 Hal agar Cubicle Lebih Rapi

PR, eh kok PR kan di kantor ya… PK pertama adalah merapikan dokumen dan alat tulis, karena cara apapun tidak akan mencerah-ceriakan kubikel kerja selama mejanya sendiri kagak rapi. Ibarat make up di kulit yang mengelupas. Seperti ngecat di dinding yang retak-retak. Layaknya pakai vetsin di masakan yang uda basi. Separah mengikat janji di atas ingkar. Iya, separah itu.

1. Box

Ada dua box yang saya pakai. Box pertama adalah bekas wadah clutch yang dibeli di olshop Berrybenk* saya pakai sebagai wadah printilan-printilan seperti penghapus, flashdisk, trigonal paperklip, dan benda-benda mungil ajaib lainnya. Benda-benda tsb karena saking kecilnya masih perlu wadah lain biar rapi. Jadi box di dalam box gitu. Saya make origami box, bikin sendiri di poin 2. Box kedua , saya lupa box bekas apa – sepertinya bekas kado, saya pakai sebagai wadah spidol warna warni saya yang segambreng, pulpen, pensil serta penggaris.

box-and-spidolbox-in-the-box

2. Origami box

Origami box ini aku bikin sendiri dari koran bekas. step-stepnya bisa di dilihat di foto di bawah ini. Atau kalau mau foto-fotonya lebih gede bisa lihat di artikel ini. Kertas yang dipakai bisa kertas apa aja, dari kertas bekas kalender, bekas amplop cokelat (biasanya banyak dipake di kantor). Pilih yang agak tebal tapi jangan yang kaku. Sebenarnya jenis kertas yang saya pakai, kertas koran, terlalu tipis. Kalau lebih tebal akan lebih kokoh dan rapih. Namun, daripada beli baru, pakai apa yang ada aja. Hehehe…

origami-boxtutorial lengkap plus video bisa dilihat di sini

3. Using stopmap properly

Mungkin, kita uda biasa make map kemudian naruh map itu di box box wadah berkas seperti ini:

map-berantakanSadar ga, kalo hanya dengan mengupah posisi naruh map di box, bisa ngasih perbedaan yang lumayan drastis buat kerapian meja. Jadi naruhnya sisi sudut map yang terlihat dari luar box (lihat gambar). Agar lebih memudahkan pencarian bisa juga ditambahkan label nama.

map-rapi

4. Slim Odner

Slim odner? Apa bedanya sama odner biasa? Samaaaa. Bedanya ukurannya lebih langsing. Kegunaannya sama dengan odner biasa, hanya aku milih slim odner ini karena keterbatasan space. Aku perlu empat odner (untuk masing-masing kelompok berkas) dan dengan space yang ada, kalau aku pakai odner biasa, bakal ada yang numpuk. Sementara kalau pake slim odner, empat slimp odner pas masuk di space yang ada. Sederhana kan? Tapi dampaknya jadi rapiiihhh… Seperti ini… :love love

perbandingan-miniodner

perbandingan mini odner dengan odner biasa

mini-odner-berantakanbefore

miniodner-rapiafter

5. Cable Holder

Hihihi, intinya adalah cantolan kabel charger. Biat lebih unyu aku pakai lego versi tukang nasi goreng. Bermanfaat biar si kabel charger ini ga nyelip-nyelip dan tetap ngacung ke atas. Sehingga pas dibutuhkan gampang dicarinya tinggal cari aja si “tukang nasi goreng”.

lego-charger-holder

6. Hook

Yang ini murni buat nyantolin kunci kendaraan. Biar ga nyelip-nyelip pas kalo dibutuhin.

key-hook

7. Tempat Sampah Jumbo Colourful

Sebenarnya akan lebih rapi kalau tempat sampahnya yang model ada tutupnya. Itu lho yang kalo diinjek terus mangap. Nah, cuma karena jarak tempat sampah sama posisi duduk saya sekitar 75cm dan di sisi yang berbalikan, kalo saya pakai yang model begitu, saya harus muterin badan dan geser dikit biar kakinya nyampai ke injekan. Karena malas, jadi saya pakai tempat sampah biasa, biar bisa dilempar aja sampahnya dari posisi duduk saya. Hahaha… Saya pilih warna shocking pink, biar kaya cewe cewe gitu 😀

trash-bin

8. Label Nama

Kalau yang ini wajib banget diterapkan. Terutama buat orang-orang kaya saya. Biar konsisten naruh satu berkas/ benda ke tempat lain. Kadang suka lupa yang mana harus di mana. Makanya perlu banget dikasih label nama. Biar naruh barangnya konsisten dan mudah ditemukan.

????????????????????

9. No magnet and pin everywhere

Kebiasaan buruk saya adalah nempelin kertas notes dimana-mana. Kalo cuma sticky notes mungil warna warni si ga papa, kadang-kadang segede kertas HVS juga saya tempelin di sisi CPU pakai magnet, atau saya pin pakai paku payung di sterofoam yang sengaja saya pasang di sisi meja. Niatnya si jadi reminder, tapi jadinya malah berantakan. So, semuanya itu saya bersihkan.

10. Laci!

Manfaatkan laci dengan semaksimal mungkin. Sebisa mungkin semua berkas bisa masuk laci, sehingga yang di atas meja sesedikit mungkin yang memang masih mau dikerjakan. Semakin lapang ruang yang kosong dari berkas, rasanya akan lebih lega dan terasa lebih rapi.

11. Tempat tisu

FYI, di kantor saya, kami boleh bawa makanan kecil dan besar ke ruangan dan makan di meja kerja. Jadi sering ada sisa makanan bercecer. Oleh karena itu, keberadaan tisu atau lap sangat penting buat ngeberesin reremahan tersebut. Namun si tisu sendiri kalo ga ditempatkan dengan rapih juga jadi sering mawut (keluar-keluar dari tempatnya) oleh karena itu, tempat tisu wajib hukumnya. Atau kalau saya, saya sediakan space satu laci tersendiri untuk menyimpan tisu. Jadi kalopun mawut mawut, kaga kelihatan. Hahaha…

6 Hal agar Cubicle Lebih Ceria

Oiya, satu catatan, dalam proses mencerah-ceriakan meja + kubikel kerja ini, ane ga pengen ngeluarin banyak uang. Sebisa mungkin pakai lagi yang sudah ada atau bikin sendiri, kalo beli pun ya yang murah murah aja. Hasilnya mungkin ga bombastis banget kaya kantor google atau apple punya. Tapi dijamin affordable dan adjustable di kantor kamu-kamu. Oiya, kantor ane kantor pemerintahan yak, jadi catatan kedua: beberapa barang uda pasti given dan standar. Ada yang ga bisa diubah. Ga mungkin masang ponco, masang paku, atau gantungan-gantungan aneh yang keliatan seantero ruangan. Paling perubahan-perubahan kecil, little things yang efektif bikin saya senyum setiap hari. Kalo kantor kamu lebih fleksibel, kaya kerja di advertising, idenya mungkin harus lebih gilakkk. SO these are the 6 left…

12. Cute keyboard

Pernah dikomenin dan diketawain (secara positif) sama atasan ane, unyu bingit keyboardnya kata beliau. Sementara temen yang lain jadi ga bisa make keyboard saya karena ngga terbiasa. Hihihihi… Yang pasti stiker huruf ini bisa dilepas lagi dan ga bikin keyboard rusak, jadi ga melanggar aturan kantor atas Barang Milik Negara. Jadi kalau saya mutasi, tinggal dipotekin aja satu-satu stikernya. Ga ada bekas. Saya beli stiker keyboard warna warni ini di Ind*maret apa sebelahnya ya si Alfam*rt dengan harga Rp 10.000,00 dan dapat beberapa jenis stiker, salah satunya striker keyboard. Murah kaaan. Nah, nanti kalo ada yang bilang ih, unyu banget keyboardnya! Jawab aje, iya dong kaya akika.

cute-keyboard

13. Succulent

Yap, saya masang tanaman kecil imut yang ga perlu disiram ini di atas meja. Kalau tidak salah jenis succulent yang saya tanam adalah jade tree, CMIIW, bentuk daunnya kaya giok. Saya beli di indogrosir sekalian dengan potnya seharga Rp 15.000,00. Semata buat seger-seger. Sementara, bagi teman-teman yang percaya feng shui, beberapa tanaman seperti jade tree ini diyakini dapat mendatangkan energi baik, mendatangkan rejeki. Secara sederhana saya setuju saja, energi baik dalam hal ini adalah si succulent membuat meja saya lebih enak dipandang dan juga sumber oksigen gratis terdekat saya. Im my humble opinion, all things God made is so good for human being, and be better if it placed properly.

tanaman-hias

14. Bantal

Ada tiga jenis bantal ukuran 45x45cm yang saya punya di rumah. Satu motif kartun, satu hitam beludru polos, dan yang satunya lagi  jenis kainnya menggunakan kain bulu-bulu. Please check foto-foto di bawah ini. Akhirnya yang saya angkut ke kantor hanya dua, yang kartun aladin dan yang beludru hitam. Alasannya, yang aladin lucu dan kocak, bikin suasana jadi ceria seketika. Sementara yang beludru saya suka teksturnya yang lembut, jadi kalo setres, bisa ngasih efek calming gitu kalo disentuh atau diusel usel di muka. Kenapa yang bulu-bulu tidak saya bawa ke kantor, alasannya 1) karena kawatir jadi tempat debu (saya punya asma) – kan kalo di kantor bersih-bersihnya biasanya lantai aja, kursi2 ga di vacuum, dan yang 2) karena menuh-menuhin tempat dan jatohnya malah keliatan berantakan. 😀 Dua aja cukup.

bantal-bulubantal-komikbantal-beludrubantal-empuk

15. Foto Keluarga

Ini optional aja si, saya juga ga masang. Takut jadi mellow dan pengen pulang malahan. Hahaha… Tapi untuk beberapa orang foto keluarga yang ceria, bisa jadi mood booster tersendiri buat kerja lebih semangat lagi.

16. Wallpaper Desktop Unyu

Wallpaper desktop terunyu abad ini buat saya adalah foto saya sendiri (narsis). Sebenernya pengen masang kartun-kartun lagi. Tapi takut terlalu kelihatan ga profesyenel, berhubung tadi keyboard dan bantal kursi uda warna warni jadinya saya menahan diri deh. Huft. Tapi foto saya unyu kan? *butuh pengakuan, ahahahaha

cute-desktop

17. Statement Goals

Statement Goals ini bisa berupa tulisan, bisa juga berupa gambar. Psssttt… pas jaman-jamannya saya semangat banget pengen kuliah di Ivy League, saya masang logo Stanford University warna merah di desktop PC saya. Setelah saya jauh lebih realistis, akhirnya logo merah tersebut ganti jadi hijau dan perak. Logo asrama Slytherin, Hogwarts. Hehehehe… Sekarang, desktop PC saya uda ganti foto narsis, dan statement goals saya tulis di buku kecil yang berjudul Buku Kerja Emanuella 2016 ini. Apa goalsnya? Rahasiaaaa!!! Hihihii. Kenapa kok hal seserius ini bisa masuk ke “17 Little Things Makes Your Cubicle More Cheerful”? Karena goals bikin saya tetep semangat. Ngingetin saya what do I stand for, di kantor at 8 to 5 setiap hari. 🙂 Jadi pas loyo dan semangat ngedrop, saya bisa baca tulisan itu dan inget kembali apa yang mau saya kerjakan. Kalo engga, jadi liarlah saya, tanpa arah.

Itu 17 hal yang kepikiran sama saya buat bikin meja kantor aka cubicle jadi cerah ceria. Kamu punya ide atau tips lain? Sila komen aja yaaaak! 🙂 Kalau menurut kamu artikel ini bermanfaat, di share ke temen-temen yaaa… Terimakasih…

 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tutorial Origami Box buat Wadah Printilan Kantor

tutorial origami box

Awalnya saya bikin origami box karena emang butuh buat nempatin printilan kantor kaya isi staples, trigonal paper clip, penghapus, dll yang suka nyebar kemana mana. Jadi sebenernya ga niat bikin jadi postingan tutorial cara membuat origami box buat blog nyonyamalas, tapi karena kayanya bisa bermanfaat buat kamu, aku jadi bikin lagi dan foto ulang proses pembuatannya (aku baik dan perhatian kaaaannn…).

tutorial origami box

Bahan:

Satu-satunya bahan yg diperlukan untuk membuat origami box ini adalah selembar kertas. Ukurannya disesuaikan aja dengan kebutuhan. Kalau jenis kertasnya, aku paling suka pakai yang 70-90gram. Kalo ketipisan jadi letoy, kalo ketebelan susah dilipet. Tapi sebenernya sih pakai kertas apa aja juga bisa. Seperti yang saya lakukan sekarang, pakai kertas koran/ majalah bekas. Irit bin pelit bin medhit.  Hehehe…

Step to:

1 . Mulailah dengan kertas persegi aka kertas  segi empat sama sisi. Bentuk ini akan kita sebut persegi A.

tutorial origami box

2. Lipat ujung-ujung persegi ke arah tengah sampai terbentuk empat segitiga dengan ujung yang saling bertemu di tengah. Bentuk persegi yang lebih kecil ini kita sebut saja dengan persegi B.

tutorial origami box

tutorial origami box

3. Lipat sisi bawah dan bawah atas persegi B ke arah dalam. Sehingga sisi atas dan bawah tersebut bertemu di garis tengah, dan terbentuklah suatu persegi panjang (bahasa guwe kok jadi begini ya ngomong-ngomong)

tutorial origami box

tutorial origami box

4. Buka lipatan atas bawah tersebut kemudian lipat dari sisi kiri dan kanan, seperti gambar di bawah ini:

tutorial origami box

tutorial origami box

5. Bongkar semua lipatan itu, dan kembalilah pada persegi A. Eitsss!!! Jangan suudzon dong, saya kaga lagi ngerjain kamu, step 1-4 ini gunanya untuk membuat garis-garis pandu buat kamu lanjutin ngelipetnya di step ke 6.

tutorial origami box

6. Lipat dua ujung kanan kiri persegi A sampai terbentuk gambar seperti di bawah ini.

tutorial origami box

7. Pada sisi yang sama, lipat pada garis persegi yang tadi terbentuk. Lipatan itu akan membentuk dinding kanan dan dinding kiri box. Jadinya akan seperti gambar di bawah ini (maap, susah digambarkan dengan kata-kata soalnya)

tutorial origami box

8. Bayangkan terlebih dulu seperti apa box itu, lalu kepalkan tangan kananmu ke atas. Katakan: aku bisa, aku pasti bisa, ku tak mau berputus asaa… *nyanyi ala afi junior *minta digaplok. Oke skip poin 8. Next!

9. Ujung yang berbentuk segitiga tekuk ke arah dalam, sampai membentuk dinding atas box. Ujung segitiga akan bertemu dengan ujung kedua segitiga dinding kiri dan kanan. Cek gambar yak!

tutorial origami box

10. Jika kamu berhasil bentuk sementaranya akan seperti gambar ini:

tutorial origami box

11. Lakukan langkah ke 8 pada ujung terakhir untuk membentuk dinding ke empat…

tutorial origami box

12. Taraaaaaa!!! Sudah jadiiiii!!!

tutorial origami box

12. Bisa diletakkan di box yang lebih besar atau laci sebagai organizer. 🙂 Bye bye clutter!

tutorial origami box

Tips & Trik Menghitung Kebutuhan Kertas:

Single Box

Nah yang banyak ditanya tu, gimana si nentuin ukuran kertas yang diperluin untuk bikin box dengan ukuran tertentu. Nah gini caranya: Jika kamu memerlukan box ukuran 20×20 cm maka kamu memerlukan tiga kali lebar masing-masing sisi, atau dengan kata lain kamu perlu setidaknya kertas ukuran 60x60cm. Dengan ukuran sedemikian kamu akan mendapatkan tinggi box sebesar 10cm atau setengah 1/6 ukuran panjang awal. Demikian jika kamu memerlukan box ukuran 7x7cm dengan tinggi 3,5cm, maka setidaknya kamu harus menyediakan kertas ukuran 21x21cm. 🙂 Itu kalo satu box aja yang mau dibuat…

Banyak Box dalam Big Box

Nah gimana kalo mau buat divider atau organizer untuk satu laci. Kita coba latian pake matematika sederhana ya… Pake rumus luas! Misal kamu punya laci ukuran 30x40cm. Kamu pengen lacinya dikasi organizer dari origami box yang ukurannya sama 10×10 cm. Dengan masing-masing box tingginya 5 cm. Maka laci kamu akan perlu 12 box ukuran 10×10 cm. Cara menghitungnya adalah dengan menghitug luas alas laci dibandingkan dengan luas alas box.

Luas alas laci: 30 x 40 = 1.200 cm persegi

Luas alas box: 10 x 10 = 100 cm persegi

Jumlah box: 1.200/100 = 12 box

*abaikan masalah tinggi boxnya yak

Untuk membuat 12 box berarti perlu 12 lembar kertas yang masing-masing lebarnya adalah tiga kali lipat lebar alas yang dikehendaki. Lebar alas yang dikehendaki adalah 10x10cm, maka kertas yang diperlukan adalah selebar 30x30cm. Jadi total kebutuhan kamu untuk membuat organizer ukuran 10x10cm dalam laci ukuran 30x40cm adalah 12 lembar kertas ukuran 30x30cm. Kurang lebih seperti itulah.

Lets make Origami Box!

Nah kamu uda tau gimana cara bikinnya, terus juga uda tau gimana cara ngitung kebutuhan kertasnya secara terperinci. Nunggu apalagi???? Yuk keliling rumah atau kantor, kumpulin kertas bekas warna warni dan selamat berkreasi 🙂

Oiya yang masih bingung aku bikinin videonya sbb yaaak, yuk mari mampir, like and subsribe di channel youtube nyonyamalas 🙂

With love, nyonyamalas.

.

.

PS. Buat yang suka bikin-bikin DIY kaya aku,temen blogku a.k.a mbak Acipa lagi bikin Giveaway loh, info lebih lanjut yuk cus ke blognya di sini.

how to make a very easy origami box

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Membuat Ruangan Lebih Luas dengan Cermin Susun

cermin

Setelah menikah, kami pindah ke sebuah rumah mungil di perbatasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Yang namanya rumah mungil tentunya juga memiliki ruang tamu yang kecil. Untuk membuat ruangan lebih luas, saya dan suami memasang dua buah cermin ukuran sedang (102,5 cm x 36,5 cm) di ruang tamu kami tersebut. Kami memilih cermin berbentuk persegi panjang dengan bingkai kayu polos sederhana. Pertimbangan pemilihan model cermin tersebut adalah agar cermin tidak tampak memenuhi ruangan.

Beberapa manfaat yang kami rasakan setelah memasang cermin-tersebut tsb adalah sebagai berikut:

1. Berfungsi sebagai cermin (ya iyalah :D) alias tempat ngaca dan ngecek penampilan. Entah itu ngecek make-up, pakaian rapi atau engga, resleting celana uda ketutup engga :D, pokoknya ukuran yang lumayan besar dan lokasinya yang strategis membuat si cermin kembar bisa menjadi penyelamat terakhir sebelum keluar rumah.

2. Hiasan dinding yang kosong. Posisikan cermin menghadap pemandangan yang bagus, sehingga pemandangan bagus tersebut seolah berlipat ganda. Ibarat kage-bunshin-no-jutsu-nya (ilmu menggandakan diri) Naruto. Hihihi…  Di ruang tamu kami, si cermin kembar kami hadapkan dengan susunan lukisan anak-anak yang ada di dinding seberang ruangan.

3. Efek menyebarkan cahaya.

4. Efek memperluas ruangan.

Sebagaimana aturan Nyonya Malas, barang harus dibuat sendiri atau dibeli dengan budget seminimal mungkin. Budget untuk project kali ini adalah Rp 179.000,00 nett. Yaitu Rp 88.000,00 untuk masing-masing cermin x 2 buah cermin dan paku payung 1 box kecil seharga Rp 3.000,00. Dissclaimer: Tali gratis karena menggunakan tali kur sisa project sebelumnya Roped Tali: Refashion Meja Lama dengan Tali

Bahan:

cermin masih dibungkus

Cermin ukuran sedang 2 buah atau lebih sesuai dengan luas dinding dan efek yang diinginkan. Kami menggunakan hanya dua cermin karena berencana memasang rak di bawah cermin tersebut. Bagi kamu yang berencana lain, bisa mencoba memasang lebih banyak cermin yang dipasang sejajar dari lantai sampai mendekati plafond.

Tali Kur ukuran tebal (diameter 0,5 cm), tali tambang/ tali pramuka juga dapat digunakan. Pergunakan tali apapun yang ada, namun pertimbangkan kekuatannya dalam menahan cermin,

Paku payung 1 box kecil

Alat:

Palu

Gunting/ Cutter

Penggaris

Paku

Waterpass (additional)

Langkah-langkah:

1 . Ukur cermin untuk menentukan posisi pemasangan tali di bagian belakang cermin.

cermin ukur tali 2

2 . Pasang tali dengan paku payung.

cermin siap pasang

3 . Pasang paku sebanyak dua paku sejajar di dinding.

cermin pasang paku

4 . Gantung cermin.

cermin pasang

5 . Letakkan waterpass di atas cermin untuk tau apakah posisi pemasangan cermin tidak miring. Luruskan grak.

cermin waterpass

6 . Pasang paku lagi di bawah cermin pertama.

cermin pasang 2

7 . Pasang cermin kedua…

cermin jadi

Voilaaaa…

 

Thanks To:

Artikel ini tidak dapat saya realisasikan tanpa bantuan suami saya. Sebut saja dia mawar Tuan Besar. Seperti namanya, Tuan Besar memiliki badan yang besar sebagaimana Hagrid di buku Harry Potter, Winnie The Pooh di film-film kartun maupun beruang kutub yang memerankan peran penting di film The Revenant. Di balik badannya yang besar, dia juga memiliki karakter yang baik dengan latar belakang ilmu teknik: terampil, pandai memasak, pintar matematika dan memiliki perkakas dasar rumah tangga. Untuk itu, sebenarnya saya ingin merekrutnya sebagai  tangan kanan Nyonya Malas secara profesional untuk mengasuk rubrik DIY-home interior dan Resep . Namun berhubung tarif yang dia pasang terlalu mahal (*maki-maki dalam hati), saya tak mampu membayarnya. Jadi peran dia sementara ini hanya membantu atas dasar belas kasihan seorang suami. Terimakasih, Tuan Besaaaar… :* I Love You…

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

roped table: refashion meja dengan tali

roped table15

Edisi dibuang sayang come back again. Kali ini modus operandinya adalah dengan melilitkan tali ke furnitur bekas. Furnitur yang jadi korban adalah meja setrika yang sudah tak terpakai dan disandarkan bergitu saja di garasi. Setelah dililit tali cantik, meja tersebut berubah seperti sailormoon menjadi meja kerja saya (tempat saya mengetik artikel ini di sambil duduk di lantai)… taraaaa…

roped table16

Pilihan saya atas meja setrika ini tidak salah, karena ternyata meja ini punya dua setelan ketinggian. Tinggi dan rendah. Yang rendah bisa saya pakai untuk kerja di lantai, sementara yang tinggi bisa saya pakai sebagai meja mesin jahit. Senaaaaang… Apalagi total biayanya hanya sekitar goban, alias lima puluh ribu rupiaaaaaahhh, yaitu untuk lem tembaknya (3 pak) seharga Rp 24.000,00 dan harga talinya 1 kg Rp 30.000,00. Total Rp 54.000,00, jauh lebih murah dibanding saya harus beli meja baru… hihihi…

Berikut foto si meja setrika lawas sebelum dililit tali:

roped table1roped table2

Kusam, meja bawahnya berjamur dan sisi atas kanannya sobek… iyuuuuuhhhh… Namun semuanya berubah sejak negara api menyerang saya melilitkan tali padanya <3

 

Bahan:

rope table3

Meja atau furnitur lama lainnya

Lem Tembak 3 pak (@isi 8)

Alat (pistol) lem tembak

 

Cara Membuat:

1. Gulung terlebih dulu tali, untuk memudahkan saat pengaplikasian tali ke meja. Step ini tampak sederhana tapi sangat penting, karena jika sampai dilewatkan maka tali yang ruwet biasanya saling melilit dan kusut. Proses penggulungan tali sendiri juga membutuhkan waktu, perlu sedikit kesabaran. Untuk yang kurang sabar, saya sarankan untuk membeli tali yang gulungan bukan yang kiloan. Namun, biasanya harganya lebih mahal.

roped table4

2. Balik meja, dengan permukaan atas berada menempel di lantai. Proses awal ini bertujuan untuk menyimpan ujung tali dibalik meja.

roped table7

3. Ikat ujung tali dengan benang dan jahit di bagian bawah meja. Agar ujung tali menempel dengan kuat, setelah dijahit, gandakan kekuatan tempelan dengan lem.

roped table6roped table8

4. Tahap berikutnya adalah melilitkan tali melingkar ke atas permukaan meja. perhatikan baik-baik gambar-gambar sbb:

roped table9roped table10

Lakukan terus secara melingkar dari tepi dan tumpuk lingkaran demi lingkaran. Untuk lingkaran-lingkaran pertama yang ada di tepi meja, saya sarankan menggunakan lem tembak yang cukup banyak, karena lingkaran ini ibaran “pondasi” rumah tali kamu berikutnya. 😀

5. Di bagian permukaan meja, kamu dapat tetap memilih untuk melilit tali dengan arah melingkar atau dengan pola lilitan yang lain. Feel free to be as creative as fun as possible 🙂

roped table12roped table13

6. Taraaaaaa… kesabaranmu akan berbuah cantik dan elegan seperti ini:

roped table15

Sangat memuaskan kaaaaan… apalagi kalau mengingat before and afternya:

before

before

after

after

Selamat menikmatiiiiii…

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!