Arti Nama Gayatri

arti nama gayatri

Nama Gayatri akhir-akhir ini jadi beken ya, gara-gara cucu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono diberi nama ini. Saya jadi sering dicolek colek sama temen, eh nama cucunya SBY sama ama anakmu. Suami saya cuma komen, “Ih, Ibas nggak kreatif banget sih”. Hahaha…. Songong, padahal kami juga mengetahui arti nama Gayatri juga dari nama orang lain.

Ya, nama orang lain. Adalah Gayatri Sri Rajapatni, putri Majapahit. Dialah tokoh yang menjadi inspirasi nama anak perempuan pertama kami. Gaya banget yak, namanya ada Gaya-gayanya, literaly GAYA loh!

Btw, nama anaknya Ibas Gayatri juga, tapi panggilannya Gaia. CMIIW. Gaia yaa bukan Gaya. itu totally different! #apasi sayaaaaa, hahahaha….hehehe

Arti kata Gayatri sendiri berarti memiliki banyak kelebihan. Sesuai namanya, Beliau memang memiliki banyak kelebihan. Namun bukan itu yang paling memesona dari diri Gayatri Sri Rajapatni bagi kami. Yang paling memesona adalah jalan hidup dan pilihan yang dia ambil. Seharusnya bisa menjadi raja namun memilih menjadi biksu.

Saking terpesonanya dengan kepribadian dan karakter yang dia miliki kami memilih nama Gayatri, teriring doa semoga anak kami meneladani yang baik-baik dari beliau.

1 . Dia tau apa yang menjadi panggilan hidupnya dan menghidupinya.

Karena nama Gayatri sendiri tidak seterkenal tokoh Majapahit lain, saya pengen ngomongin tentang siapa sih dia dengan sedikit lebih detail. Karena ngomongnya rada sejarah yang mana bukan keahlian saya banget, mohon koreksi kalau ada salah-salah yak.

Once a time a go….

Hiduplah seorang Gayatri yang disebut disebut Rajapatni. Rajapatni artinya adalah pemimpin para istri utama Raja Majapahit atau bisa juga disebut istri kesayangan Raden Wijaya. Sementara prameswari (istri yang berusia paling sepuh, CMIIW) Raja saat itu adalah Tribhuaneswari. Seperti kita tahu bersama-sama, Raja jaman dulu biasa memiliki istri lebih dari satu. —–> ini saya nggak berharap Dedek Gayatri (anak saya yang bukan Rajapatni) akan mengalaminya sih.

Setelah Raden Wijaya wafat, tahta turun kepada Jayanegara putra Wijaya dengan Tribhuneswari. Setelah Jayanegara wafat dalam intrik politik, ada yang berpendapat bahwa tahta kemudian turun kepada Gayatri Sri Rajapatni, sebagai istri utama raja pendahulu.

Namun, apakah kemudian Gayatri menjadi raja? Tidak. Beliau memilih menjadi seorang biksuni Budhist. Dan kemudian menyerahkan tahta kepada Tribhuwanadewi putrinya. Sampai di sini, tentu nama Tribhuwanadewi sudah familiar yak? Saya akan stop di sini cerita sejarahnya.

Saya kagum loh. Gayatri menolak menjadi raja dan memilih tetap menjadi biksuni.setrong

Bukan berarti menjadi pemuka agama lebih mulia dari pada menjadi pemimpin bangsa ya. Saya meyakini masing-masing orang Tuhan beri panggilan hidupnya masing-masing. Yang masing-masing itu spesial, tidak ada yang lebih mulia dibandingkan yang lain.

Namun banyak orang yang kesulitan setia pada panggilan hidupnya karena ketakutan atau tertarik dengan kekuasaan. Hal tersebut yang saya kagumi dari Gayatri Sri Rajapatni.

Saya berharap Gayatri, anak kami pun demikian. Mampu mengenali dan menghidupi panggilan hidupnya dengan tulus. Being the best version of her self. Bukan versi orang lain, atau yang populer semata. Kami berdoa biarlah Tuhan yang menolong kami membimbingnya.

2. Menolong banyak orang menjadi the best vesion of them selves.

Trus lagi ya, menurut buku Gayatri Rajapatni karya Earl Drake, dinyatakan bahwa Gayatri adalah seorang mentor bagi Gajah Mada, Hayam Wuruk dan Tribhuwanadewi. Tiga tokoh besar dunia persilatan sekaligus! Memang tidak bisa dibilang jika ketiga tokoh tersebut adalah tokoh yang sempurna. Dengan segala hormat pada penduduk Jawa Barat, saya ingin menyoroti hanya tentang bagaimana ketiga tokoh tersebut berhasil membangun kejayaan Majapahit. Dan terutama pada peranan Gayatri di balik panggung kepemimpinan mereka.kuat

Makin keren kan, dia di mata saya….

Pertama dia tak hanya bisa being the best version of her self. Kemudian dia pun bisa menolong banyak orang menjadi the best vesion of them selves. Atau setidaknya menjadi orang yang menolong orang lain menjadi dirinya yang lebih baik.

Hampir 10 tahun kerja di training center buat bos bos, membuat saya memahami pentingnya seorang mentor bagi seorang pemimpin. Namun juga memahami sulitnya menjadi mentor yang baik bagi seorang pemimpin. Gayatri Sri Rajapatni pastilah seorang yang memiliki hati yang bijak, kepekaan perasaan, namun sekaligus otak yang cerdik jika sampai bisa “mementori” tokoh-tokoh besar Majapahit.

Berharap banget Gayatri anak saya pun bisa demikian. Diberkati dan kemudian juga menjadi berkat bagi orang lain. Amin…. Kayanya harapan semua orang tua yak? Hehehe….

Apalah arti sebuah nama….

Prosesi pemberian nama sendiri kadang nggak semudah yang dibayangkan yak. Karena biasanya pasa simbah pengen turut sumbang nama. Itu juga yang terjadi pada kami. Pertanyaan yang diajukan adalah, “Kok namanya nggak ada alkitab-alkitabnya?”. Hehehe….

Sebenernya saya menyiapkan nama Priskila untuk anak saya. Sifat Priskila dalam alkitab mirip-mirip dengan Gayatri Sri Rajapatni. Namun, di perjalanannya saya dan suami akhirnya memilih nama Gayatri.

arti nama gayatri

Kata Pakdhe Shakespeare, mawar akan tetap wangi walaupun namanya bukan mawar. Enel uga sih…. Tapi sebagai orang tua tentu pengen memberi nama yang baik yak, supaya jadi doa juga bagi anak. Saya yakin Ibas juga punya alasan khusus saat memberi nama Gayatri bagi putrinya. Entah alasannya sama dengan kami atau tidak, namun saya yakin pasti inginnya yang baik-baik lah ya.

Gimana pendapat Nyonya? Apakah punya alasan khusus saat memberi nama putra/ putrinya? Sharing yuuuk di comment section 🙂

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Goodbye 2017

Hidup manusia seperti uap.

2017 mengingatkan saya bahwa hidup manusia seperti uap. Pagi ini ada, esok tiada yang tahu. 2017 sekaligus adalah masa pertemuan dan perpisahan karena hidup. Litteraly, karena hidup dan Sang Pemberi Hidup.

Bagaimana tidak. 2017 adalah tahun pertama saya bertemu dengan Gayatri. Saat persalinan.

parenteam bertiga di teras

2017 juga adalah tahun dimana saya berpisah dengan Mama Mertua yang meninggal beberapa hari setelah ulang tahun saya. Beberapa hari setelah beliau minta maaf, karena saat saya ulang tahun kami malah menghabiskan waktu di RS. Saya sendiri tak ingat hari itu ultah.

Untuk beberapa rekan yang tahu kedekatan kami, pastilah tau beratnya saya kehilangan Mama. Saya tak menceritakannya di blog, tentang kepergian Mama. Tak sempat menuliskannya saat Beliau sakit karena semua begitu cepat. Kami kehilangan Beliau bahkan saat hasil tes laboratorium yang dilakukan belum keluar. Dan untuk menuliskan kronologinya kembali saya sedih. Sedih dan bingung. Sebingung saat menerima hasil lab yang ternyata semua negatif.

hiks

#
Mohon maklum kepada saudara dan kerabat yang merasa tidak dikabari. Kami terlalu sibuk mencoba kuat. Terlalu sibuk menenangkan diri.

Uangpun seperti uap.

Begitu juga dengan masalah keuangan. Sejak awal tahun kami berusaha tertib demi cita-cita melunasi hutang. Kelahiran normal Gayatri yang melegakan karena membuat tabungan kami aman, ternyata tak menjadi jaminan. Dalam 2017 Gayatri masuk RS, sepsis. Belum lagi diagnosis murmur yang mendorong kami harus cek echocardiodram.

Puji Tuhan, setelah konsul dengan dokter spesialis jantung anak, jantung Gayatri dinilai normal. Di saat itulah kali pertama saya dan suami merasa sangat bersyukur walau duit banyak melayang.

setrong

Pukulan kedua bagi keuangan kami adalah saat suami harus opname. Pukulan telak, karena disusul sakitnya mama mertua.

Bantuan dari keluarga dan kerabat datang, saat kami benar-benar kehabisan uang. Saat itu juga jenazah Mama harus dibawa ke kampung halaman. Bantuan datang tepat sesuai yang kami butuhkan.

Di bandara, menuju kampung halaman, hanya bersama Gayatri karena suami ikut dalam mobil jenazah, saya banyak merenung. Sesungguhnya tiada arti kuasa yang kami punya di hadapan sang Pemberi Hidup. Saat itu saya tak bisa menangis walaupun ingin sekali.

Saya ingin menangis bukan karena menangisi nasib Mama. Karena saya percaya Beliau telah bahagia bersama Penciptanya.

Saya ingin menangis untuk diri saya sendiri. Untuk saya yang kehilangan. Dan untuk saya yang merasa tidak berdaya.

Selama ini saya memahaminya secara teori. Namun saat itu saya seolah menelan teori itu dalam kenyataan. Bahwa dengan mudahnya hidup dibalikkan dari suka menjadi duka.

Vice versa.

Setelah duka pun, Tuhan dengan mudah bisa memberi rasa suka. Ya, bulan terakhir 2017 masih menyimpan kejutan yang menyukakan hati.

Kami yang awalnya kehabisan tabungan cash (bahkan hanya bisa membeli sweater bayi seharga 50k untuk Gayatri – di musim hujan ini – karena jaket ni bocah uda kekecilan) tiba-tiba mendapat rejeki yang lumayan. Bahkan untuk melunasi hutang bank yang jatuh tempo masih beberapa tahun lagi.

Utang menguap.

Saya pun speechless.

*

Btw….. Sebenernya saya tak ingin terdengar seperti kotbah malam akhir tahun. Tapi ya sudahlah, bagaimanapun saya pengen banget ngutip lirik lagu theme song 2017 saya ini….

God is too wise to be mistaken,

God is too good to be unkind.

But when we don’t understand,

when we can’t see His hand,

when we can’t trace His plan,

trust His Heart….”

kuat

Goodbye 2017! Walaupun saya tak bisa bilang “nice to meet you” tapi yahhh, thanks alot buat pelajaran hidupnya. Hehehe…. Semoga saya bisa lebih bijak di 2018!!!!

Dooohh…. saya jadi pingin nangis melooo kaaan…. Uda ah. Terimakasih sudah mampir dan salam sayang….. :*

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Moms, be Proud of Yourself!

Mau Nyonyah itu stay-at-home mom, mau working mom kaya saya (yes! saya workingmom), atau yang pakai ART, pake baby sitter, yang single mom, atau nitip mom, pleaseeeee be proud lah sama diri kita! Kita tu baik hati, setrong lagipula kece dengan cara kita masing-masing.

Don’t let words bring us down. Kita tidak selemah itu!

Hihihi, tumben yak, saya memulai artikel dengan rada emosional. Soalnya emang rada emosional si topik obrolan kita kali ini Nyaaah…. tentang ibu-ibu yang sering lara hati dan jadi minder karena omongan orang. Tepatnya lagi omongan orang yang kurang kompeten buat ngomongin hidup kita.

Sering kan, ya kita denger curhatan temen atau malah kita sendiri ngalamin, betapa potek hati mamak denger kritikan orang tentang badan bayi yang kayanya makin hari makin kurus. “Kaya nggak pernah dikasi makan,” kata tetangga. Atau, “Makanya jangan main hape mulu…. tuh, anaknya makan angin“. Atau, “Anak saya loh uda bisa salto merangkak dari usia 2 bulan, anakmu kok kayanya cuma tidar tidur aja ya kerjanya….“. Hmmmm….

hiks

Is it related to you?

Saya si jarang yak denger komen kaya gitu dari tetangga, soalnya saya pergi pagi pulang malem si. Kaga pernah ketemu tetangga. Hehehehe…. Tapi saya related banget sama topik ini karena sering dicurhatin mamak-mamak. Yes, mamak mamak jaman now, walaupun ga bisa temu muka kan sering tsurhat via whatssap. Dan eike jadi pingin kalap ngesleding itu mulut mulut kurang tata krama yang suka nyinyirin temen eike.

Tapi ga jadi, soalnya salah satu yang suka nyinyirin temen eike itu, ibunya temen eike sendiri. Kan Nyonyah harus sopan ya sama orang tua…. Maap maap….

Gimana ga esmosi coba. Problem yang dialamin temen saya ini atas anaknya, menurut saya emang menantang ya. Punya banyak alergi, uda gitu selera makannya juga rendah, dll dsb. Kemudian orang-orang dengan mudahnya ngomentarin kalau si anak kayak ga dikasi makan karena kelihatan kurus.

Padahal Dokter Spesialis Anaknya bilang GAPAPA.

Cuman, ibu mana si yang nggak baper hatinya denger celometan kaya begono. Eike aja esmosi, karena tau sendiri gimana perjuangan temen yang jungkir balik bikin berbagai macam menu makanan yang selain nggak memicu alergi anaknya juga menurut saya menarik.

Bahkan temen saya sampai jualan makanan bayi loh, yang kemudian lumayan banyak testi yang bilang makanannya itu menyelamatkan bayi-bayi lain dari ke-GTM-an. See? Berarti masalahnya bukan di ibunya males masak atau yang lain sesuai tudingan para nyinyirers abad 21.

Tapi kita kan nggak bisa ngatur omongan orang yak kan?

Yap.

Betul. Tapi kita bisa menjaga hati kita.

So, dengarlah para jamaah, Nyonyah mau bersabda. #Aseeekkk

“Tetaplah bangga pada dirimu, Nyah. Bukan karena kita sebagai ibu telah mencapai #mothergoal di mata orang-orang; anak gemuk, pintar, lincah, ramah dan rajin menabung. Melainkan karena kita telah berjuang selangkah demi selangkah untuk mewujudkan harapan kita tersebut.

Untuk setiap langkah yang berani kita ambil. Untuk setiap eksperimen. Untuk setiap keringat. Untuk setiap air mata.

Untuk setiap doa….”

love love

Tapi kalau Tuhan berkehendak lain, masakan kita mau nyalahin Dia. Engga kan yes. Mana berandos dos. Yang penting ikhtiar jalan teroooos. Ye kaaaan? Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua.

Amin, jamaah? Amin amin amin.

Beberapa hal yang membantu saya agar bisa tetap tegar menghadapi dunia emak jaman now yang keras adalah sbb:

  1. Konsultasi dengan ahli terkait kesehatan anak, saya si biasanya dengan dokter anak langganan. Kalaupun denger komentar dari orang mah, senyumin aja. Jadikan bahan konsultasi di pertemuan berikutnya sama dokter.
  2. Minimalisasi banget bertanya di grup-grup sosial media yang tidak betul kita kenal dan mengenal kita. Selain kadang mereka yang menjawab tidak selalu kompeten, kadang yang ada bukannya dapat jawaban tapi malah penghakiman. Ini mah peribahasanya kalau di bahasa jawa: “kutuk marani sunduk” (ikan mendekati kail), “ulo marani gebug” (ular menyambangi pemukul). Nyari mati loe!
  3. Menjaga kuping dan hati baik-baik bukan berarti menutup kepala dari masukan yang baik ya…. Kita bisa kok memilah mana yang patut kita pikirkan sungguh-sungguh. Mana yang cuma basa-basi (tapi nyakitin). Mana juga yang cupa cari perhatian…. yang terakhir mah di-wolesin ajahhh….
  4. Punyailah support sistem yang suportif. Yang logis pas kita lagi drama. Jangan juga nyari yang sama dramanya. Tar malah jadi nangis berjamaah, atau malah balik ngumpat-ngupat si nyinyir berjamaah. Dua-duanya ga baik juga buat kesehatan jiwa Nyonyah…. Jangan juga hanya berharap pada suami, karena kadang suami tak selalu memahami drama ibu-ibu ini. Kalau maksa suami ngerti, kadang malah timbul drama baru. Ehehehe….
  5. Ada yang mau nambahin? Feel fre untuk nambahin di komen yaaakkk!

So Moms, be Proud of Yourself!!!!!!!!!

Salam sayang semuanyaaa!

.

.

.

.

.

.

kuat

PS:

Tumben yak, tulisan saya singkat, ahahaha. Iya kayanya ini tulisan paling singkat di blog nyonyamalas nih. Sekedar mencurahkan uneg-uneg. Semoga ga banyak yang tersinggung ya, karena kata-katanya banyak yang sembarangan banget. Hehehe….

Sekali lagi, salam sayang Nyaaah!

***Artikel Moms, be Proud of Yourself! ini dipersembahkan untuk teman, yang nggak perlu saya mention tapi kayanya pasti baca artikel ini soalnya saya share ahahaha…..

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tentang Buka Handphone, Privacy dan Keterbukaan

privacy handphone

Saya dan suami minggu kemarin ngomongin sesuatu yang minggu lalu hot dibicarakan di sosmed: tentang buka handphone suami dan kelancangan istri.

Rada kesentil juga si, ketika di media sosial ada seseorang yang menyebut istri orang lain lancang. Ihwalnya adalah karena istri orang lain itu membuka handphone suaminya. Lebih tersentil-sentil lagi ketika, walaupun sang suami sudah komen bahwa beliau mengizinkan istrinya membuka hape-nya, pro dan kontra masih berkepanjangan.

Hello?

Itu bini orang, loh. Yang punya hape aje selo.

hehehe

Eit, jangan nuduh dulu! Saya tidak mau membela sang istri kok. Sebenarnya saya setuju juga (sebagian) kalau membuka handphone milik pasangan adalah sesuatu yang lancang. Hidup privacy! Tapi ya kalau dalam kasus tadi kan beda yak, suaminya fine-fine aja ya harusnya kita juga fine-fine aja. Kan masing-masing keluarga punya adat istiadatnya masing-masing.

Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung.

Yang punya saja tak beriak, mengapa situ yang pundung?

privacy handphone

Trus Pernah Buka Hape Suami?

Ya pernah lah.

Trus saya mendapat penemuan terbesar abad ini:

Foto VIA VALLEN di handphone suami.

Aw aw aw….

Katanya si kiriman dari grup kantor. Grup kantor suami emang kadang random banget si. Masalah pembangunan bangsa dan negara, sampe penyanyi dangdut koplo pantura juga dibahas.

Saya sih, percaya percaya aja. Kalaupun dia download sendiri pun foto Via Vallen, kayanya juga nggak masalah buat saya. Dia ngefans juga gapapa.

Tentang Privacy

1 . Tentang Privacy Pasangan

Saya dan suami mengakui bahwa pasangan kami masing-masing walaupun telah bersatu sebagai pasangan suami istri adalah tetap entitas yang mandiri. Yang memiliki pemikiran, keinginan dan zona pribadi. Masalah harta memang milik bersama, barang berupa handphone-nya pun kami akui sebagai milik bersama (walaupun pelaporannya pajaknya kami lapor secara terpisah demi kepraktisan). Namun akun yang didalam handphone, yang berupa aset tak berwujud itu tetap kami hargai sebagai milik pribadi.

Akun (nomor) telepon, WA, social media dan email adalah milik pribadi.

Jadi kalau secara diam-diam tanpa seizin suami, saya nggratil membuka chat atau email atau bikin status di sosmednya, itu namanya LANCANG.

setrong

Vice versa.

Berlaku juga sebaliknya, walau iphone yang saya pakai itu juga dibeliin suami. Tapi nggak ada tuh suami grepe-grepe hape saya tanpa seizin saya. Kalau pinjam hape pun biasanya cuma buat foto-foto (karena kamera hapenya burem) atau numpang telepon kalau dia lagi nggak punya pulsa. Bisa dibilang, hampir nggak pernah dia buka chat saya.

2 . Tentang Privacy Orang Lain yang Terkait

Mengapa saya dan suami memilih untuk tidak membuka chat satu sama lain? Karena bisa jadi dalam ruang chat kami mengandung privacy kerabat pasangan yang tidak perlu saya atau suami tahu.

Contohnya: sahabat suami bercerita tentang rumah tangganya. Perlukah saya tahu? Tidak.

Tapi kalau saya usil baca-baca secara tidak langsung saya bakal tahu kan. Dan saya pasti tahunya akan cuma sepotong dan nggak komprehensif, sebatas apa yang saya baca di chat tersebut. Penilaian saya terhadap ybs mungkin akan berbeda. Bisa jadi saya akan komen yang enggak-enggak, dan suami jadi males. Efeknya malah nggak bagus buat kami. Itu contoh aja sih.

Atau sebaliknya, temen perempuan saya nanya tentang lingerie atau hal-hal ciwi-ciwi yang nggak sepatutnya laki-laki tahu. Apalagi emak-emak jaman now kan suka punya grup ibu-ibu kan yeeesss…. Nah kalau suami usil baca. Hmmmm…. gimana juga itu kan saru ya.

Intinya nggak semua urusan pasangan kita harus tahu kok. Lagipula saya percaya kalau urusan yang perlu saya tahu, pasti pasangan akan ceritakan. Yuk, mari kita ke poin berikutnya….

Tentang Keterbukaan

“Lhah Mbak, kan suami istri itu harus saling terbuka…. Jadi nggak papa dong saling buka-buka handphone!”

Ya nggak papa saling buka-buka hand phone. Asal seizin pasangan. Daaaan, kalau memang saling terbuka, ga perlu nunggu hape dibuka pun pasangan uda bakal cerita si. Kalau urusan itu memang hal yang perlu kita tahu.

love love

“Yakin Mbak, suami-nya Mbak bakal jujur terus?”

Ya, memang nggak ada jaminan sih bahwa pasangan akan selalu jujur. Tapi bukankah memang itu yak, seninya pernikahan: kepercayaan dan keterbukaan. Kalau memang sudah tidak ada kepercayaan dan keterbukaan, pernikahan macam apa yang sedang dijalani? Sepertinya melelahkan.

Kalau kata suami saya, “Minta izin aja, ga usah curiga-curigaan, ga usah pakai acara diem-diem…. Toh juga pasti dikasih kan…. Kalau saya nggak ngasih, baru dah sono kalau mau curiga“.

Iya uga sih…. Selama ini memang tidak pernah tidak dikasih, kalau saya minjem hape suami. Kecualiiiii…. dia lagi main game Marvel Future Fight kesayangannya setiap jam 10 malem. Apalagi kalau pas hari kamis, jadwalnya mau ngereset game apa gimana gitu. Tapi ya kalau uda ngomong game mah, uda beda urusan yak…. Hihihi….

Saya akui memang naif dan terlalu percaya pada suami, sebagaimana saya rasa beliau pun naif dan percaya pada saya. Kami mencoba untuk menjalani pernikahan yang tidak dibebani rasa curiga. Biarlah Tuhan yang nanti membalikkan hati kami apabila, salah satu dari kami mulai serong. Amin.

***

Di akhir obrolan saya dan suami….

Saya: “Mau pinjem hape dong….

Suami: “Sik bentar, aku hapus foto Nella Kharisma dulu yakkkk….” 😛

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Perhatikan Baik-baik 5 Hal ini Agar Kupon Voucher Diskonmu Tak Berujung Boros

contoh promo2

Mau untung malah buntung. Pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat membeli kupon voucher diskon makanan? Saya pernah beberapa kali. Sebenarnya karena kesalahan saya sendiri si. Hehehe…. Karena saya mengakui, saya adalah orang yang kurang teliti.

hiks

Padahal si sebenarnya kupon voucher diskon tu lumayan bisa menghemat biaya jajan loh…. Apalagi buat kamu yang memang doyan jajan atau sering melakukan meeting di restoran. Berikut adalah pelajaran yang saya petik dari kesalahan-kesalahan saya tersebut, semoga bisa jadi tips yang bermanfaat ya buat Nyonyah…..

1 . Perhatikan harga yang ditawarkan.

Adanya kupon tidak serta merta harga jualnya pasti lebih murah lo teman-teman. Jika kita belum familiar dengan tempat makan/ tempat belanja yang menawarkan diskon, better memastikan harga normalnya dahulu, agar harga yang didapatkan benar-benar value for money, bukan akal-akalan marketing semata. Caranya gampang kan, tinggal nanya mbah google.

2 . Perhatikan expired date.

  • Kalau bisa pilih kupon yang tidak terlalu mepet agar kecil kemungkinan kita melewatkan waktu menebus kupon tersebut.
  • Ingat-ingat jadwal ulang tahun atau perayaan-perayaan lain yang mengharuskan kita menraktir orang banyak. Cari kupon di saat-saat tersebut sehingga kita bisa menraktir rekan di tempat dan makanan yang lebih istimewa dengan budget yang terjangkau. Hal ini penting karena kita bisa saving lumayan banyak loh, kalau membeli dalam jumlah banyak menggunakan kupon. Contohnya produk yang terdapat di Voucher Diskon BambiDeal di bawah ini. Untuk makan Wagyu Steaks + Drink seharga Rp 147.000,00 kita hanya perlu bayar Rp 80.000,00 berarti hemat Rp 67.000,00/ meals. Kalau nraktir sekeluarga isi 4 orang aja, uda lumayan kan savingnya.

contoh promo 1

  • Simpan kupon dengan terorganisir ya, supaya tidak kelupaan.Pengorganisasiannya si bisa pakai kalender aja di google. Catat tanggal kapan kita mau menggunakan kupon apa. Sayang kan kalau sampai terlewat momen/ expired datenya.

3 . Perhatikan rules (syarat dan ketentuan) yang berlaku.

  • Cek apakah voucher bisa digunakan untuk delivery, take away atau harus dine in. Jika memang bisa delivery jangan lupa untuk memeriksa ketentuan biaya pengiriman yaaa….
  • Perhatikan jumlah porsi yang diinginkan, dan ketentuan pembelian kupon terkait. Saya pernah melakukan kesalahan saat saya ingin membeli kupon untuk 2 kali meals. Saya membelinya dalam satu kupon, sehingga saat membeli saya terpaksa membawa pulang dua porsi makanan, padahal yang saya inginkan adalah dua kali makan di waktu yang berbeda. Dooohhhh…. Ga teliti bangetttt….
  • Cek apakah voucher diperbolehkan untuk digunakan bersamaan dengan diskon/ promo lain. Misal pada beberapa hari dalam seminggu ada promo yang bisa membuat kita mendapatkan cash back apabila memiliki Debit Card dari bank yang kita miliki. Kalau memang bisa dobel kan untttttuuuuuuuungggg!!!

love love

  • Cek juga apakah kupon harus dicetak atau boleh hanya menunjukkan kode. Sebisa mungkin sih, jika membeli  Kupon Voucher Restaurant secara online pilih yang paperless yak. Selain mengurangi biaya printing, untuk jaga-jaga juga kalau kita lupa ngeprint. Hehehe, tips ini penting buat orang-orang yang pelupa seperti saya. Jangan sampai kita uda sampai di merchant uda pesen, eeehhhh, lupa ngeprint kuponnya. Kan tengsin. Kalau nggak harus diprint kan tinggal tunjukin kupon dari handphone. Kids jaman now gitu loh, masa handphone juga ketinggalan. Kayanya kecil kemungkinan kan.
  • Oiya jangan lupa untuk memastikan apakah harga yang tercantum sudah termasuk pajak yaaa….

Contoh syarat dan ketentuan (biasanya dapat dilihat di bagian bawah offer):

syarat dan ketentuan

4 . Perhatikan lokasi merchant yang dituju.

Perhitungkan biaya perjalanan, bensin, waktu tempuh dan juga biaya parkir. Nggak lucu aja, kalau ternyata kita beli kupon makanan yang membuat kita hemat Rp 40.000,00 tapi biaya perjalanannya Rp 50.000,00. Itu mah bukan hemat. Tapi nombokkkksss….
Lokasi merchant yang perlu diperhatikan selain jarak adalah tentang kenyamanan. Kenyamanan tempat maupun kenyamanan parkir. Apalagi jika teman-teman berencana membeli kupon di merchant yang berada di tengah mall untuk weekend. Pastikan tempat parkirnya nyaman, kalau harus bayar valet juga, kan sama aja nggak hemat.

contoh promo2

5 . Beli kupon voucher diskon untuk makanan yang benar-benar kamu pengen.

Last but not least ni, jangan membeli kupon hanya karena tergiur dengan diskonnya yang besar, padahal kita nggak doyan.
Kalaupun kita ingin menggunakan kupon untuk makanan yang belum pernah kita coba tapi yang beneran kita pengen, jadi kalaupun ternyata nggak enak pun nggak rugi-rugi amat. Hihihi…. Untuk meminimalisasi risiko nggak doyannya sebaiknya cari info sebanyak-banyaknya tentang makanan yang akan kita beli. Cari review di food blogger terpercaya yang kira-kira sesuai dengan seleramu.

Selamat hunting kupon voucher diskon ya Nyaaaahhh…. Semoga dengan perencanaan yang baik, anggaran jajan-nya bisa hemat namun tetep nikmat. Salam sayaaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

How to Grow Your Youtube Channel #IFBWorkshop Bersama Yonna Kairupan

grow your youtube channel now peserta

Banyak banget yang saya dapat malam minggu kemarin di #IFBWorkshop bareng Yonna Kairuan (saya biasanya memanggilnya Bunda biar unyu). Namun karena sudah diwanti-wanti sama Bunda buat nggak ngasih bocoran banyak-banyak, maka artikel kali ini bakal singkat padat dan jelas. Kenapa? Soalnya biar ga spoiler-in temen-temen yang pada mau dateeeeeng di next #IFBWorkshop.

Terus, temen-temen wajib follow fans page Facebooknya Indonesian Female Vlogger dan Indonesian Female Blogger ya! Biar ga ketinggalan event workshop berikutnya. Karena event belajar bareng komunitas ini berharga banget.

Workshop sebelumnya bareng IFB: Fotografi dan Content Writing.

Kenapa saya bilang berharga…. Karena workshop kali ini bukan hanya tentang teknis-teknis ber-You-tube-ria. Itu mah bisa googling ya sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Lebih dalam dari itu, saya rasa workshop kali ini mengulik hal-hal yang jauh lebih filosofis. It’s about how to be a truly you that give great benefits to others. Menjadi diri kita seutuhnya (otentik), dan fokus pada niche yang memberi nilai tambah bagi orang lain yang menyimak konten kita. Baru kemudian subscribers dan lain-lain akan mengikuti.

Sebelum memulai kelas, Bunda Yonna meminta kita menjawab beberapa pertanyaan di gambar sebagai berikut:

grow your youtube channel now before you start

Setelah diskusi tentang pertanyaan-pertanyaan di atas, kami masuk ke inti workshop. Pertanyaannya: HOW to Grow My You Tube Channel???

1 . Know Yourself

Bunda mengajak kami merefleksikan seberapa kenal sih kami dengan diri kami sendiri. Mengenal diri sendiri berarti memahami apa kelemahan dan kelebihan diri sehingga dapat menonjolkan kelebihannya.

Kelemahan

Poin pertama adalah tentang kelemahan dan hambatan yang kadang membuat diri kita enggan untuk menjadi content creator di You Tube.

Ada yang menjawab “waktu”, “moody”, “ideny sudah ada yang makai” dan yang paling serem adalah “takut haters”. Intinya ada banyak deh, tapi bukan Bunda Yonna namanya kalau nggak ngeselin. Hahaha, provokatif gitu lho, ngeselin secara positif. Masa dong setiap kami memberi alasan apa yang membuat kami mager nge-You Tube, selalu ditangkis.

Yang paling ngena adalah tangkisan tentang alasan nggak punya waktu. Bunda meminta kami berkaca pada dirinya. Beliau adalah ibu beranak empat, dengan segambreng misi mencari uang serta usia empat puluhan. Dengan santai beliau menjawab, “waktu bisa diakali dengan sistem batching. Apa itu system batching? Bakal saya bahas di poin 6 yaaa….

Kekuatan

Setelah merefleksikan hal di atas, Bunda meminta kami untuk memikirkan apa yang menjadi kekuatan kami. Pesan Bunda, “Kadang kita merasa A adalah kelemahan kita dan B adalah kekuatan kita. Tapi benarkah?”.

Dengan memahami Kekuatan kita, kita bisa menemukan keotentikan akun You Tube kita. Otentik dalam hal ini adalah kekhasan yang membedakan masing-masing conten creator. Misalkan jika kita kalem, ya tidak perlu meniru gaya parodynya Rachel Goddard demi menuai subscribers. Jadilah kalem yang menarik. Pasti ada kok yang bisa ditonjolkan dari diri kita.

Saya si kepikirannya kelebihan saya adalah saya suka data, kepo dan juga suka riset, jadi saya bisa menonjolkan hal tersebut: detail data. Sementara kekurangan saya adalah kekurangan rasa malu kali ya. 😛 Becandaaaaaa…..

2 . Fokus pada Niche

Bayangkan kita sebagai orang yang suka makan. Ketika menemukan satu video review makanan yang menggiurkan pasti terbersit rasa ingin follow kan. Eh tapi ternyata, video lainnya di akun tersebut adalah video tentang menjahit dong. Kan jadi ga jadi subscribe yak….

Nah seperti itulah peranan niche. Menarik subscriber yang tepat untuk konten kita. How to niche? Clear branding. Clear messaging. Clear content.

Masih bingung? Berikut clarity questions yang bisa temen-temen ajukan pada diri temen-temen sendiri saat menentukan niche:

  • Who is your target audience?
  • Why should they watch your content?
  • How are you going to stand out and be different?

3 . Punyailah Value

Apa nilai tambah yang mau diberikan kepada subscriber akan menentukan bagaimana kita mengemas konten video kita. Informationalkah? Educationalkah? Inspirationalkah? Motivationalkah atau Entertainingkah?

grow your youtube channel now influencer

4 . Kerjain dari Sekarang

  • Jangan terlalu banyak menganalisa, jangan terlalu perfeksionis. Kesempurnaan memang harus dikejar. Tapi jangan sampai gagal melangkah karena takut tidak sempurna.
  • DO IT BY YOURSELF. Kerjakan secara independen. Tak harus menunggu sampai ada yang membantu. Sebisa mungkin kerjakan sendiri dahulu.

5 . Manfaatkan You Tube Search

  • Narablog pasti familiar dengan SEO ya…. Search Engine Optimization. Nhaah…. Mirip dengan mesin pencari kata saudaranya, You Tube pun sekarang menjadi search engine terbesar kedua loh setelah Google.
  • Be alert of the hype and do it. Apa yang sedang ngetrend sekarang? Lipstik matte? Ya bikinlah video tentang itu karena hal tersebut sedang banyak dicari. Namun buatlah video dengan sentuhan diri kita yang otentik, agar video kita berbeda dengan video lipstick matte yang lain.

6 . Konsistensi

Konsisten posting video. Misalkan satu minggu sekali. Bagaimana jika waktu kita terbatas? Seperti yang sempat saya sebutkan di awal, Bunda Yonna memberikan tips untuk melakukan batching. Batching adalah melakukan sesuatu dengan system kloter atau per batch.

Sediakan waktu 1-2 hari untuk shooting 4 topik, edit segera, dan keempat video tersebut jadwalkan untuk posting satu bulan; seminggu satu kali. Sisihkan dua hari, sisanya? Bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan hal lain. Yang pasti, dua hari tersebut wajib disiplin dan efisien.

7 . Ready for Haters

Thumbs down ataupun negative comments pastilah akan hadir seperti duri di bunga mawar. But, please jangan biarkan mereka menurunkan semangatmu. Haters gonna hate hate hate…. 😀

8 . Hustle More

Rajin untuk promote di social media, namun jangan melakukannya dalam waktu yang bersamaan. Misalkan share satu video di seluruh group Facebook. Lakukan secara berkala namun rutin dan lebih dari sekali untuk meningkatkan kemungkinan dilihat oleh potential viewer.

Teman-teman narablog juga bisa menyinergikan antara konten blog dengan video. Bukan berarti isinya sama plek ketiplek ya. Tapi dalam artikel terkait bisa diberikan teaser untuk merujuk ke video sejenis, atau sebaliknya.

grow your youtube channel now peserta

Yaaapppp…. Demikian materi yang diberikan Bunda Yonna pas #IFBWorkshop “Grow Your You Tube Channel Now” yang diselenggarakan dan disponsori oleh Hotel Best Western Premier The Hive Cawang. Sambil makan makan berbuka puasa yang disediakan pihak Hotel, saya sambil mikir mau digimanain akun You Tube saya.

Apalagi kami juga dibekali pulang dengan beberapa produk kosmetik dari NYX Cosmetics, yang juga menjadi sponsor event ini sebagai PR untuk latihan membuat video review. Saking kerasnya berpikir saya jadi bolak balik nambah, hahaha, habisnya takjilnya ada ada 60 macam. Banyak banget dan enak.

Rencananya saya bakal posting hasil review produk di atas di minggu pertama bulan Juni. Hihihi…. Berarti ini bakal jadi video pertama saya ya. Yang penasaran dengan hasil praktik dari workshop ini, komen “Penasaran” yaaaa….. Hihihi…. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

The Power Of Content, How To Go From Hobby To Full Time Blogger

teh ani berta

Narablog atau bloger menjadi profesi baru yang menarik sejak banyak bloger penuh waktu menyatakan bisa menghasilkan uang dari blog. Menggiurkan. Namun perjuangan untuk menjadi narablog penuh waktu itu ternyata berat Komandaaan!

Berkenaan dengan hal tersebut, Sabtu, 13 Mei 2017, Saya ikut event “The Power of Content” yang diselenggarakan oleh Indonesian Female Blogger (IFB). Narasumber acara ini adalah Teh Ani Berta, seorang narablog pendiri Indonesia Social Bloggerpreneur (ISB) sekaligus kolaborator berbagai organisasi dan brand berskala regional dan internasional. Disana Teh Ani cerita blak-blakan tentang bagaimana perjalanannya sebagai bloger yang bermula dari hobi hingga menjadi pekerjaan dan penghidupannya. Saya yang awalnya sudah tahu jika menjadi bloger itu berat, menjadi semakin sadar jika menjadi bloger penuh waktu itu berat BANGET.

Sharing dari Teh Ani tersebut saya rangkum dalam artikel ini.

Yonna Kairupan, Founder IFB Membuka Event

Yonna Kairupan, Founder IFB Membuka Event

1 . Uang Bukan Utama

Selama event berlangsung, beberapa kali Teh Ani menekankan bahwa motivasi utama ngeblog jangan hanya tentang uang. Pastikan kita juga memiliki motivasi untuk berbagi infomasi yang bermanfaat. Rejeki akan mengiringi.

“Terdengar klise ya? Tapi kan ini ada bukti nyata, hidup lagi, namanya Teh Ani Berta.”

Teh Ani bercerita bahwa awal dia ngeblog adalah di tahun 2008, murni karena passion, karena suka menulis. Selain karena suka, beliau juga sukarela menulis karena melihat peluang untuk ikut memberdayakan perempuan. Hal yang juga menjadi concern-nya. Karya dari rasa suka dan kerelaannya tersebutlah yang akhirnya membuka peluang bagi organisasi dan brand berskala internasional mengenal Teh Ani.

“Lalu apa yang harus dilakukan apabila ada peluang dari brand untuk berkolaborasi?”

Tips untuk newbie dari Teh Ani adalah jangan langsung keburu napsu menyodorkan ratecard. Keuntungan dari tidak langsung memberikan ratecard adalah memberi kesempatan kepada brand untuk mendekati bloger. Jadi, jalinlah komunikasi yang baik. Jadikan pekerjaan mula-mula tersebut sebagai portofolio. Kerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh.

“Siap, Teh, noted!”

“Lalu bagaimana jika brand yang duluan menanyakan ratecard?”

1) Sebelum menentukan harga kepada brand, evaluasi dulu diri sendiri. Kita harus mengukur kekuatan diri (PV, engagement socmed, cloudscore, dll), serta lihat juga kesesuaian dengan branding blog kita. 2) Perhatikan juga tanggung jawab/ pekerjaan  yang ditawarkan vs effort yang harus dilakukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Ketika kita sebagai bloger telah memahami nilai tambah apa yang bisa kita berikan untuk membantu brand, saat itulah kita memiliki nilai jual dan nilai tawar terhadap pekerjaan yang diberikan.

2 . Konsistensi Itu Penting

Teh Ani konsisten menulis dan konsisten sharing link tulisan ke media sosial. Terdengar biasa ya? Tapi kalau temen-temen ulik-ulik lagi blog Teh Ani pasti temen-temen akan bilang jika standar konsistensinya Teh Ani itu we o we, WOW.

Berikut standar konsistensi ala Teh Ani Berta hasil kekepoan saya #TimPencariFakta: total postingan Teh Ani di blog www.anny.blogdetik.com adalah sekitar 560 tulisan. Kemudian di blog www.kompasiana.com/brainy Teh Ani menulis sebanyak 239 artikel. Di blog www.duniaspasi.blogspot.co.id Teh Ani punya 243 postingan. Dan di blognya yang terakhir, www.aniberta.com, punya 75 postingan. Jadi kalau ditotal ada 1.116 tulisan di seluruh blog pribadinya.

Dan itu hanya di blog pribadi ya, belum yang sebagai content writer di Serempak, dll. Itulah standar konsisten ala Teh Ani. Kita-kita yang selama sudah bangga bisa rajin posting seminggu CUMA sekali mohon kencangkan ikat kepala. Itu belum seberapa, Kapten!

teh ani berta

Teh Ani Berta Memberikan Materi

3 . Konten Adalah Kunci

Poin ini adalah poin puncak yang menjadi main course dari event meet up ini: “The Power of Content”. Dalam membuat konten, seorang narablog harus memerhatikan beberapa hal sebagai berikut:

a. Bentuk konten

Blogger lebih cocok menggunakan bentuk features stories dalam postingannya. Tulisan demikian yang membedakan bloger dengan wartawan yang tulisannya cenderung hard news atau berita. Untuk dapat membuat membuat tulisan berbentuk features stories, selain mengungkapkan 5W dan 1 H dari suatu bahasan, bloger juga harus 1) menentukan sudut pandang, 2) mengerucutkan tema, 3) menuangkan cerita yang tertangkap, 4) memasukkan opini pribadi dan 5) menyisipkan pengalaman pribadi.

Agar tidak terjebak dengan tulisan hard news, Teh Ani berpesan agar jangan terpaku dengan press release. Gunakan press release hanya sebatas acuan untuk penulisan nama dan gelar narasumber acara, sejarah brand atau intisari acara. Dengan demikian bloger akan lebih leluasa untuk menulis dengan gaya bahasanya atau dengan kata lain “mengawinkan” tulisan dengan diri sang penulis.

b . Aktualitas Konten

Untuk dapat membuat konten yang aktual seorang bloger harus menuangkan narasinya berdasarkan 1) interview, 2) observasi serta 3) self experience. Setelah melakukan ketiga hal tersebut bloger pun tetap harus melakukan riset untuk verifikasi data atas informasi yang ditulis dan agar tulisannya memiliki kedalaman. Panjang tulisan tidak terlalu penting namun yang penting pesannya tersampaikan dengan benar.

Selain itu,agar kontennya aktual, bloger juga harus memperhatikan timing saat mem-publish tulisannya. Pesan Teh Ani, jika tulisan berkaitan dengan suatu penyelenggaraan event, pastikan agar tulisan di-publish dalam dua hari. Maksimal dua hari. Perjuangan banget ya, tulisan harus mendalam dan benar, tapi juga harus cepat. Fyuuuhhh….

c . Media Penyampaian Konten

Secara implisit, Teh Ani juga menceritakan peluang yang dimiliki bloger dibandingkan dengan influencer lain. Peluang tersebut adalah tentang media penyampaian konten. Seorang Selebtweet memiliki keterbatasan untuk menyampaikan kontennya dalam 130 karakter. Selebgram lebih fokus pada gambar dan caption yang terbatas, videopun terbatas durasinya. Sementara bloger, bloger bisa “multitasking” kan, boleh menyisipkan foto, membuat infografis, memuat video, dan tentu saja tulisan dengan jumlah kata yang tak terbatas.

Namun peluang tersebut pun harus diikuti dengan tanggung jawab dan etika. Teh Ani memberikan tips agar bloger menggunakan foto hasil buatannya sendiri karena hal tersebut akan memberikan nilai tambah tersendiri. Teh Ani juga menghimbau agar apabila bloger terpaksa menggunakan foto milik bloger lain, harus memberikan credit berupa link web pemilik foto tersebut.

Dari ketiga poin di atas yang paling berat buat saya adalah poin konsistensi dan media penyampaian konten. Harus tambah disiplin dan juga upgrading skill lagi. Semangaaaat!!!

the power of content all participantPemilik Foto: Maria Amanda Alethea

Nah, untuk teman-teman yang sudah mahfum dengan ketiga hal di atas, dan berencana untuk menjadi bloger penuh waktu, berikut adalah pengalaman Teh Ani menjelang resign dari pekerjaannya sebelumnya dan menjadi narablog penuh waktu. Poin ini sebenarnya adalah hasil pertanyaan-pertanyaan colongan, namun saya rasa bermanfaat sekali sebagai wawasan.

Persiapan Akhir Menjadi Full Time Blogger

Setelah ngeblog dari tahun 2008, pada tahun 2013 Teh Ani memutuskan untuk resign dari pekerjaannya setelah satu tahun secara khusus mempersiapkan diri. Yang Teh Ani lakukan:

1 . Menabung dan Investasi

Menabung dan investasi adalah sesuatu yang harus dilakukan bahkan walaupun kita tidak berencana untuk resign. Nah, khusus untuk poin ini, saya bertanya pada Teh Ani berapa banyak tabungan jaga-jaga yang dia persiapkan sebelum resign. Hehehe, pertanyaan sesama lulusan akuntansi nih. Jawabannya juga keuangan banget. 😛 Teh Ani menjawab bahwa saat resign, Teh Ani telah menabung sebanyak 24 kali jumlah biaya hidupnya sebulan. Jadi selama setahun menjelang resign, Teh Ani tiap bulannya menabung sebanyak 2 kali besaran biaya hidupnya.

Tentu jumlah ini akan bisa disesuai dengan kondisi masing-masing ya. Misalnya teman-teman masih memiliki tanggungan, atau membiayai keluarga besar, tentu perhitungannya dapat berbeda.

2 . Melakukan Networking

Networking dalam hal ini adalah membangun jaringan pertemanan. Bisa dengan brand, organisasi terkait, agency maupun dengan rekan sesama bloger. Tips dari Teh Ani adalah dengan membangun portofolio yang baik, bloger juga dapat membangun networking dengan menjadi voluntary content writer. Tips paling praktis yang bisa kita tiru adalah dengan membuat kartu nama dan bergaul saat mengikuti event. Untuk bisa bergaul dengan maksimal, Teh Ani berpesan agar bloger datang tepat waktu dan juga jangan hanya fokus pada gadgetnya sendiri saat event berlangsung.

the power of content blogger

Beautiful Ladies dari Komunitas Bloger IFB dan ISB

3 . Mencari Peluang

Langkah lain yang Teh Ani lakukan adalah mencari peluang job, yaitu melalui jobseeker maupun event-event lomba. Namun kembali lagi, peluang sebenarnya diciptakan oleh konten bloger sendiri. Ketika konten seorang bloger bagus, niscaya peluang akan mampir padanya. Teh Ani juga berpesan agar jangan buru-buru memutuskan untuk resign, jalani saja keduanya dengan maksimal sambil mencari peluang ke depannya.

Demikian ilmu yang saya dapat dari event “The Power of Content” bersama Ani Berta yang diselenggarakan oleh Indonesian Female Blogger. Sangat bersyukur bisa mengikuti acara ini, menikmati tempat yang nyaman di Kanawa Coffee and Munch, ketemu teman-teman bloger dari komunitas IFB dan ISB, mendapat ilmu dari Teh Ani Berta juga sharing dari Bunda Yonna Kairupan, Amanda dan Reiny. Bersyukur juga bisa ikut berbagi pengalaman dan berdiskusi. Pokoknya kalau ada event seperti ini lagi dari Indonesian Female Blogger saya mau daftaaaaaaarrrr!!!!!

Semoga artikel kali ini bermanfaat ya 🙂 Please feel free to share jika temen-temen merasa artikel ini juga akan bermanfaat untuk rekan-rekan yang lain. Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Hadiah untuk Pasangan Tidak Romantis, Bonus Info Promo Gadget

hadiah untuk pasangan

Ngomong-ngomong tentang bulan Februari, kayanya identik banget sama valentine dan tetek bengek tentang hari kasih sayang tersebut. Memang sih berbagi kasih sayang tidak selalu harus nunggu momen Valentine  di bulan Februari. Namun di tengah pro kontranya, ga bisa dipungkiri kalau momen Valentine bisa dimanfaatkan sebagai pengingat. Pengingat buat berbagi kasih sayang. Timing yang pas untuk introspeksi, evaluasi hubungan dan tentu saja timing yang pas juga untuk memberi perhatian lebih sebagai wujud kasih sayang ke pasangan, salah satunya dengan memberikan hadiah untuk pasangan.

Cokelat adalah hadiah yang paling umum di hari Valentine, selain murah cokelat diasosiasikan dengan yang manis-manis merujuk kepada harapan agar perjalanan cinta mereka selalu manis. Selain cokelat, bunga juga lazim diberikan oleh pihak laki-laki ke pasangannya. Namun, dua hadiah tsb ga pernah mewarnai hubungan saya dan suami. Paling pol romastis adalah saling bertukar kartu ucapan, itu juga biasanya bukan yg penuh gambar hati. Pernah saya malah diberi kartu ucapan sayang dengan gambar ikan paus. Saya lalu membalas kartu suami saya tersebut dengan kartu bergambar Superman. Hihihi, mungkin kami kurang derajat keromantisan ya. Atau memang standarnya beda.

kartu ucapanKartu-kartu ucapan selama pacaran, uhuuuyyy!

Selain kartu ucapan, untuk hadiah berbentuk barang kami berdua lebih suka hadiah yang fungsional. Seperti saat masih LDR dulu, saya hadiahi dia dengan powerbank yang super awet. Mengingat pekerjaannya sebagai site engineer sering membuatnya harus di luar ruangan dan sekalinya handphone lowbat susah nyari colokan charger. Hadiah powerbank tersebut bisa diasosiasikan sebagai tanda komunikasi yang terus terjalin meskipun terpisah jarak. “Bahkan lowbatt pun tak dapat memisahkan kita”. Gitulah kira-kira pesan yang mau saya sampaikan. Hahaha….

Suami juga tipikalnya mirip dengan saya. Terakhir dia memberi hadiah, hadiahnya smartphone yang kameranya lumayan bagus. Seneng banget saya. Bukan karena harganya loh. Tapi karena smartphone ini bermanfaat banget buat aktivitas ngeblog saya. Apalagi di awal-awal ngeblog, segala kegiatan motret, edit dan ngedraft artikel bisa saya lakukan dengan satu gadget itu. Selain itu, hadiah itu jadi bukti bahwa suami mendukung hobi saya ngeblog. Duh, saya terharu banget. Ga nyangka kalau ternyata dia merhatiin kebutuhan blogging saya.

Kalau pasangan kamu kaya kami yang berprinsip fungsi adalah esensi. Mungkin ada baiknya mempertimbangkan gadget sebagai hadiah valentine alih-alih bunga atau cokelat. Yang penting sesuaikan dengan kebutuhannya dan juga anggaran kamu.

Tips memberikan hadiah kalau pasangan tak romantis: 1) cari yg fungsional, 2) sesuaikan kebutuhannya & 3) sesuai anggaranmu #alanyonyamalas. Click to tweet!

Ngomong-ngomong tentang anggaran, biar ga bangkrut demi ngasih hadiah ke pasangan, kamu harus rajin nyari promo. Nah, berhubung saya baik, hehehe, saya bagi info nih kalau situs jual beli gadget kliknklik lagi ngadain Promo Fabulous February . Total Discount-nya hingga 90% untuk beragam produk gadget, laptop, dan aksesoris. Lumayan banget kan. (((BANGEEEETTT)))) Promo ini berlangsung selama 19 hari, mulai dari tanggal 9 sampai 27 February 2017.

fabulous february kliknklik

[Adv.] Apa yang menarik dari Promo Fabulous February?

Promo ini terbagi menjadi dua, yaitu Fabulous Clearance Sale dengan Diskon hingga 90% dan Fabulous Valentine diskon hingga 69%.

Pada promo Fabulous Valentine, kamu bisa beli gadget smartphone, laptop, atau aksesoris keren sebagai hadiah untuk pasangan dengan diskon yang bikin kangen. Sedangkan pada Fabulous Clearance Sale ada puluhan laptop, smartphone, dan aksesoris keren dengan diskon maksimal. Disini kamu bisa memilih sesuai kebutuhan. Kalau kamu mencari diskon gila-gilaan, belanja saja di Promo Fabulous Clearance Sale. Tapi kalau kamu mencari produk special sebagai kado tanda kasih sayang di hari valentine untuk pasangan, promo Fabulous Valentine adalah tempat yang pas.

Tak hanya itu, mengingat Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 February. Kliknklik mempersembahkan voucher sebesar Rp100,000 untuk ikut merayakan Hari Pers Nasional 2017. Voucher ini bisa digunakan untuk produk laptop non-promo dengan kode voucher PERS2017. Tapi ingat, voucher ini hanya berlaku mulai dari tanggal 9 sampai 13 February 2016.

Jadi tunggu apa lagi, yuk kasih pasangan kamu hadiah yang paling istimewa dan juga bermanfaat di Fabulous Valentine, dan belanja sepuasnya di Promo Fabulous Clearance Sale Kliknklik. Semoga info promo ini bermanfaat yaa….

hadiah untuk pasangan

[Spnsored Post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Berwisata ke Taman Safari Cisarua Bogor

tips 8

Taman Safari Cisarua merupakan salah satu tempat rekreasi favorit yang sering dipilih untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Di taman ini, setidaknya ada sekitar 2500 satwa dari berbagai penjuru dunia yang bisa teman-teman lihat dengan berkeliling menggunakan mobil atau bus yang disediakan pihak pengelola. Selain bisa berinteraksi langsung dengan satwa, teman-teman juga bisa melihat pertunjukan dan mengajak anak-anak bermain di sejumlah wahana permainan yang disediakan. Pastinya, semua keseruan yang dihadirkan taman safari akan memberikan pengalaman liburan keluarga yang tidak akan terlupakan.

Nah, agar liburan kamu semakin menyenangkan, simak tips-tips berwisata ke Taman Safari Cisarua berikut.

1 . Berangkat Sehari Sebelumnya

tips 1Source: Taman Safari Indonesia

Taman Safari Cisarua berada di kawasan Puncak yang sangat terkenal dengan kemacetannya, terlebih saat akhir pekan dan hari libur nasional. Jika teman-teman tidak berangkat pagi, siap-siap saja mengalami jadwal buka tutup lalu lintas pada jalur yang menuju ke Puncak.

Agar tidak terjebak kemacetan, sebaiknya kamu berangkat sehari sebelum akhir pekan atau long weekend. Soal penginapan, teman-teman tidak perlu khawatir. Kamu bisa menemukan banyak hotel dekat taman safari yang nyaman dan terjangkau di link ini.

2 . Datang Lebih Pagi

tips 2Source: satujam.com

Kenapa harus datang lebih pagi? Karena, di pagi hari, kamu bisa melihat hewan-hewan di taman safari ini sedang makan. Jika datang kesiangan, biasanya hewan-hewan tersebut sudah malas dan kebanyakan malah tidur. Selain itu, dengan datang pagi, semua jadwal pertunjukan tentu tidak akan terlewatkan.

Nah, salah satu keuntungan jika Anda berangkat sehari sebelumnya dan menginap di hotel dekat taman safari adalah kamu bisa datang ke lokasi wisata di pagi hari tanpa harus terjebak kemacetan. Taman safari ini sudah dibuka dari jam 09.00 WIB.

3 . Bawa Uang Tunai

tips 3Source: Darmawan Aji – flickr.com

Untuk membeli tiket masuk taman safari, sebaiknya Anda membawa uang tunai yang cukup, karena loket pembelian tidak menerima pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit. Harga tiket masuk taman safari sebesar Rp150.000,00 untuk dewasa (lebih dari 6 tahun) dan Rp140.000,00 untuk anak-anak. Jika membawa mobil, tambahan biaya masuknya sebesar Rp15.000,00.

4 . Bawa Payung atau Jas Hujan

tips 4Source: Flickr Hive Mind

Lebih baik teman-teman membawa payung dan jas hujan dari rumah, karena jika membeli di kawasan taman safari, harganya cukup mahal. Pastikan kamu tidak lupa membawa perlengkapan ini jika berkunjung ke taman safari saat musim hujan.

5 . Bawa Kamera

tips 5Source: April Killingsworth – flickr.com

Agar pengalaman liburan bersama keluarga terdokumentasi dengan baik, jangan sampai kamu lupa membawa kamera. Pastikan juga baterai kamera terisi penuh agar kamu tidak kehabisan baterai sebelum perjalanan liburan berakhir.

Related Post: 10 Tips Foto Produk yang Instagramable

6 . Beli Sayur untuk Memberi Makan Hewan

tips 6Source: Hello BOGOR

Sebelum masuk ke taman safari, jangan lupa membeli sayuran untuk memberi makan hewan. Saat melewati area hewan herbivor, teman-teman akan diperkenankan untuk membuka jendela mobil dan memberi makan hewan-hewan tersebut dari dalam kendaraan.

7 . Nikmati Semua Pertunjukan dan Wahana

tis 7Source: Taman Safari Indonesia

Setelah kurang lebih 45 menit berkeliling taman safari menggunakan mobil, keseruan akan berlanjut dengan berbagai pertunjukan dan atraksi yang menarik. Pada pukul 11.30 WIB, pertunjukan akan dimulai dengan Atraksi Gajah. Kemudian dilanjutkan dengan Tiger Show, Birds of Prey , Dolphin Show, Sea Lions, Cowboy Show, Globe of Death, hingga pertunjukan terakhir yaitu Safari Theater.

Selain pertunjukan-pertunjukan tersebut, taman safari juga menghadirkan wahana-wahana lain yang tidak kalah menarik. Kamu bisa berinteraksi dengan bayi-bayi satwa yang lucu di Baby Zoo. Jika ingin berfoto bersama binatang juga bisa. Dengan membayar Rp10.000,00 per orang, teman-teman bisa memilih berfoto dengan bayi singa, bayi macan tutul, bayi orang utan, bayi harimau putih, atau yang lebih ekstrem, dengan harimau Sumatera berukuran besar. Tidak perlu takut, karena kamu akan ditemani pawang tentunya.

Masih di kawasan Baby Zoo, sempatkan juga untuk melihat koleksi unggas di Bird Aviary. Di area ini, ada lebih dari 1000 burung yang terdiri dari 90 spesies bebas beterbangan.

8 . Ikuti Keseruan Safari Malam

tips 8Source: Taman Safari Indonesia

Ingin merasakan sensasi yang berbeda dalam menjelajahi taman safari? Ikuti keseruan Safari Malam!

Safari Night atau Safari Malam ini biasanya hanya diadakan tiap akhir pekan saja, yaitu pada Sabtu dan Minggu malam. Namun, saat libur panjang, Taman Safari Cisarua biasanya akan mengadakannya setiap hari. Harga tiket masuknya sama dengan Safari Siang, yaitu sebesar Rp150.000,00 untuk dewasa dan Rp140.000,00 untuk anak-anak.

Dimulai pada pukul 18.30 WIB, kamu akan diajak berkeliling taman safari menggunakan kereta wisata terbuka selama kurang lebih 2 jam. Kereta akan melalui zona hewan herbivor hingga zona hewan karnivora yang menghadirkan suasana mencekam. Setelah itu, Safari Malam akan ditutup dengan pertunjukan Fire Dance yang ditampilkan oleh penari-penari profesional.

Nah, itulah beberapa tips berlibur ke Taman Safari Cisarua. Bagi Anda yang berencana menginap di hotel dekat Taman Safari, jangan lupa untuk memesannya jauh-jauh hari, ya. Oiya untuk yang mau belanja oleh-oleh bisa juga mampir ke postinganku sebelumnya di sini: oleh-oleh khas Bogor. Selamat berwisata! 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Mengubah Resolusi Tahunan Menjadi Langkah Aksi, Seri 2 #ResolutionsThatWork

mengubah-resolusi-tahunan-menjadi-langkah-aksi

Artikel Mengubah Resolusi Tahunan Menjadi Langkah Aksi ini adalah seri 2 dari seri #ResolutionsThatWork. Seri 1 nya yaitu Cara Menyusun Resolusi Tahunan dengan Mind Map dapat di klik di post sebelumnya atau di tautan Mind Map ini ya…. Oke, cus ke seri 2 nyaaa 🙂

Resolusi awal tahun 2016 saya dan suami di awal pernikahan kami adalah bebas utang. Saat itu kami memang sedang banyak-banyaknya utang. Kalau ditanya utang apa, utang usaha yang harus suami tutup karena pindah ke Jakarta. Jumlahnya lumayan gede di mata kami saat itu, sehingga kami pun memuuskan untuk menikah juga tidak pakai acara macam-macam. Demi pengiritan guna bayar utang tersebut. Ngirit boookkkk….

Apakah resolusi kami itu tercapai? Thanks to God, nyaris. (((NYARIS))) Hehehehe….

Tinggal sedikit kami bisa melunasi utang tersebut. Besarnya kurang lebih tinggal 10% dari besar total utang yang di awal tahun kami targetkan untuk dilunasi.Walaupun masih ada 10% yang tersisa, namun saya bersyukur dan bangga dengan pencapaian tersebut. Saya tahu persis, 10% tersebut tidak tercapai karena di tahun 2016 bukan karena kami lalai. Namun, kami mengalami beberapa musibah. Pertama, saya kecelakaan sehingga harus operasi, kemudian kehamilan pertama saya mengalami keguguran serta juga rumah kami dibobol maling. Kalau ditotal-total, sebenarnya bisa untuk bayar utang lunas. Tapi kalau dipikir realistis, hal-hal tersebut memang tidak dapat dihindari dan kami terima sebagai pembelajaran juga.

mengubah-resolusi-tahunan-menjadi-langkah-aksi

Berkaca dari pengalaman tadi, kami benar-benar makin menyadari kalau resolusi awal tahun disertai dengan perencanaan yang baik walaupun tidak menjamin keberhasilan dengan sempurna, tetap akan mendekatkan kita pada tujuan yang telah disepakati bersama. Saya membayangkan jika tidak dari awal menetapkan resolusi, mungkin saat ini tidak banyak utang yang dapat kami bayar. Tanpa resolusi di awal tahun, mungkin cara mengatur keuangan kami akan sangat berbeda dengan yang kami lakukan di tahun ini sehingga musibah yang datang belum tentu dapat kami atasi dengan baik.

Hihihi…. Panjang amat ya saya curhat colongannya. Oke. Selain masalah utang atau masalah keuangan, pasti adakan ya resolusi-resolusi lain yang ingin dicapai 2017. Nyonya punya beberapa tips nih, tentang bagaimana mem-breakdown resolusi tahunan menjadi langkah-langkah aksi yang memudahkan kita untuk mencapai resolusi kita di tahun yang baru ini. Tips ini sebenarnya terinpirasi dari materi Management by Objective yang Nyonya dapat pas kuliah dulu. Hihihihi, tapi tenang, walau terinspirasi dari materi kuliah, prinsip-prinsipnya sebenarnya pasti sudah familiar kok dan bisa diterapkan dengan kehidupan sehari-hari kita….

Langkah 1. Mengubah Resolusi Menjadi SMART Goals

Biar ga dibilang plagiat, hihihi, saya harus nyebutin sumber kan yak. Cuma Nyonya lupa ni buku mana yang ada SMART Goal-nya, cuma inget (uda ricek ke simbah Google) kalau yang mencetuskan si SMART Goal ini adalah simbah Peter Drucker. Setiap huruf pada S-M-A-R-T ini merupakan singkatan dari kriteria-kriteria atau indikator penentuan tujuan yang baik, sebagai berikut:

1. Specific

Spesifik artinya jelas apanya yang mau dicapai.

Misalnya dari cerita saya di atas, Resolusi 2016: Bebas utang. Utang yang mana??? Utang yang eni apa utang yang ono. Better dispesifikkan menjadi Utang Usaha ke A, ke B, ke C. Jika Nyonya sudah baca artikel seri 1 di cotoh aspek keuangan yang mau dijadikan resolusi kan ada utang juga. Dalam contoh tersebut di buat ada utang ke orang tua, utang ke bank dan utang ke teman. Sebaiknya ketika kita membuat resolusi, dibuat sespesifik mungkin. Misalnya saja tahun 2017 ingin membayar utang lunas ke teman. Atau bisa juga 50% lunas utang ke teman, 50% lunas utang ke orang tua dan 100% lunas utang ke bank. Mengapa perincian ini penting, karena akan menentukan step pembuatan tujuan yang berikutnya.

mindmap-aspek-kehidupanGambar 1. Mindmapping Resolusi Berdasarkan Aspek Kehidupan

Contoh lainnya, misal Resolusi 2017: Mendekatkan diri kepada Tuhan. Nhaaaa…. sering kan mendapat share2an di timeline Facebook resolusi yang mirip-mirip seperti ini. Resolusi yang seperti ini saya bilang kurang spesifik ya. Walaupun memang mendekatkan diri kepada Tuhan itu sangat relatif, tapi marilah dalam konteks pembuatan resolusi dibuat lebih spesifik. Misalnya diganti dengan: “Lebih rajin beribadah.” Ibadah yang mana? “Lebih rajin shalat 5 waktu”. Misalnya demikian.

2. Measurable

Kriteria tujuan yang baik adalah dapat diukur secara kuantitas.

Untuk resolusi-resolusi yang sifatnya abstrak seperti contoh “Mendekatan diri kepada Tuhan” tadi memang mau tidak mau kita harus membuat resolusi yang sifatnya proxy atau turunan dari resolusi ini agar dapat diukur. Soalnya kedekatan diri kepada Tuhan siapa juga kan ya yang dapat mengukur secara kuantitas. Karena sifatnya proxy, kualitasnya ya memang bisa jadi belum pasti menggambarkan ketercapaian resolusi exact-nya ya. Nah, menggunakan contoh resolusi yang telah dibuat di poin 1 tadi: “Mendekatkan diri kepada Tuhan” menjadi “Lebih rajin shalat 5 waktu”, indikator kuantitasnya adalah: “Rajin shalat 5 waktu tanpa bolong”. Misalnya demikian. Bagi saya yang Kristen Protestan bisa menyesuaikan dengan cara ibadah yang lain.

Untuk contoh utang tentu lebih mudah ya, karena memang secara hakiki bentuk utang telah dapat dihitung kuantitasnya yaitu dengan nominal uang. Kita tinggal jumlahkan saja berapa rupiah hutang yang ingin kita bayar di tahun berjalan.

3. Ambitious but Attainable

Kriteria atau indikator yang lain adalah ambitious but attainable, artinya tujuan harus cukup ambisius untuk dapat memotvasi kita lebih maju namun tetap dalam koridor dapat dicapai.

mindmap-peranGambar 2. Mindmapping Resolusi Berdasarkan Peran

Misalkan saja pada contoh gambar di bawah ini, saya membuat resolusi sebagai blogger (contoh) sebagai berikut:

  1. Follower Twitter dan IG menjadi 3.000 follower di tahun 2017, sebelumnya: 1.600
  2. Pageviews harian menjadi 400 views, sebelumnya: 200 views/ hari
  3. Artikel 6 buah per bulannya, sebelumnya 4 artikel/ bulan

Tujuan/ target di atas menurut saya cukup ambisius karena jumlah peningkatan yang lebih tinggi dari pencapaian tahun sebelumnya. Angka-angka tersebut cukup menantang dan memotivasi untuk melangkah lebih maju lagi. Namun, tujuan tersebut juga masih attainable karena membandingkan dengan kondisi yang telah dicapai sebelumnya, peningkatan yang ditargetkan tidak terlalu jauh. Tentu saja hal ini relatif untuk masing-masing orang ya….. Sekali lagi ilustrasi ini hanyalah contoh :).

4. Realistic

Sebuah tujuan bisa dibilang realistis apabila kita memiliki sumber daya untuk mencapainya.

Contohnya begini: di Gambar 1. Mindmapping Resolusi Berdasarkan Aspek Kehidupan di atas, terdapat resolusi naik haji. Resolusi ini akan menjadi realistis apabila teman-teman memang udah terdaftar sebagai calon haji. Jika mendaftar saja belum, bisa dibilang resolusi ini adalah resolusi yang tidak realistis. Untuk menjadikannya realistis, resolusi tersebut bisa “diturunkan” menjadi “Mendaftar Naik Haji”.

Contoh lainnya: di Gambar 1. Mindmapping Resolusi Berdasarkan Aspek Kehidupan di atas, terdapat resolusi membeli rumah. Resolusi ini akan menjadi realistis apabila target rumah yang diinginkan adalah yang sesuai dengan penghasilan. Misalkan penghasilan 10 juta, menginginkan rumah 10 milyar, hal tersebut tentu tidak realistis, kecuali mendapatkan sumber pendapatan lain seperti halnya warisan, undian atau hibah. Namun, dalam menentukan tujuan sebaiknya tidak memasukkan sumber daya yang tidak pasti seperti hal-hal tersebut. Langkah yang bisa diambil adalah melakukan penyesuaian rumah yang diinginkan.

5. Time-related

Tujuan harus punya dead lineeeee…. Atau kapan tanggal harus dipeuhi. Supaya ga jadi resolusi selama-lamanya. Hihihihi…. Kriteria ini sepertinya tidk perlu dijelaskan berpanjang-panjang ya…. Kita semua pasti sudah familiar banget banget sama yang namanya deadline. Apalagi yang deadliner??? Mana hayooo, ngakuuuuu!!!!

Langkah 2. Mengubah SMART Goals Menjadi Langkah Aksi

Jika resolusi tahunan yang dibuat (menggunakan mindmap kemarin) sudah menjadi tujuan-tujuan yang memenuhi kriteria SMART Goal di atas, kini saatnya kita membreakdown-nya menjadi Langkah Aksi yeeee!!!!

  1. Saat membuat SMART Goals pasti terlintas dalam benak kita bagaimana merealisasikan tujuan-tujuan yang disusun tersebut. Untuk memudahkan pekerjaan otak kita, bisa juga loh kita tuliskan kembali SMART Goals kita tersebut di selembar kertas.
  2. Kemudian masing-masing SMART Goals kita pikirkan cara-cara untuk mencapainya. Kalau belum kepikiran, kita bisa bertanya kepada simbah Google. Misalnya saja googling keyword: Cara Menambah Follower Instagram.
  3. Terakhir, buat target triwulanan sebagai berikut. Tabel ini kan bermanfaat bagi kita untuk melakukan evaluasi secara berkala. Dalam contoh saya buat per tiga bulan sekali (TW= Triwulanan, TW 1= Januari – Maret, TW 2= April – Juni, TW 3= Juli – September, TW 4= Oktober – Desember)

tabel-langkah-aksi

Jika teman-teman tiba-tiba di tengah tahun kepikiran nambah resolusi ga masalah juga untuk menambahkannya di tengah tahun. Feel free saja, jangan terlalu saklek. Yang namanya tools adalah alat bantu, kalau dirasa membuat makin pusing, ya kita cari cara yang lebih praktis. 🙂

Sekian seri 2 #ResolutionsThatWork ! Semoga bermanfaat yaaaa…. Jika ada masukan, please tinggalin di komen yakkkk…. Thank you for reading! Hope you enjoy it and share it to others!

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!