Arti Nama Gayatri

arti nama gayatri

Nama Gayatri akhir-akhir ini jadi beken ya, gara-gara cucu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono diberi nama ini. Saya jadi sering dicolek colek sama temen, eh nama cucunya SBY sama ama anakmu. Suami saya cuma komen, “Ih, Ibas nggak kreatif banget sih”. Hahaha…. Songong, padahal kami juga mengetahui arti nama Gayatri juga dari nama orang lain.

Ya, nama orang lain. Adalah Gayatri Sri Rajapatni, putri Majapahit. Dialah tokoh yang menjadi inspirasi nama anak perempuan pertama kami. Gaya banget yak, namanya ada Gaya-gayanya, literaly GAYA loh!

Btw, nama anaknya Ibas Gayatri juga, tapi panggilannya Gaia. CMIIW. Gaia yaa bukan Gaya. itu totally different! #apasi sayaaaaa, hahahaha….hehehe

Arti kata Gayatri sendiri berarti memiliki banyak kelebihan. Sesuai namanya, Beliau memang memiliki banyak kelebihan. Namun bukan itu yang paling memesona dari diri Gayatri Sri Rajapatni bagi kami. Yang paling memesona adalah jalan hidup dan pilihan yang dia ambil. Seharusnya bisa menjadi raja namun memilih menjadi biksu.

Saking terpesonanya dengan kepribadian dan karakter yang dia miliki kami memilih nama Gayatri, teriring doa semoga anak kami meneladani yang baik-baik dari beliau.

1 . Dia tau apa yang menjadi panggilan hidupnya dan menghidupinya.

Karena nama Gayatri sendiri tidak seterkenal tokoh Majapahit lain, saya pengen ngomongin tentang siapa sih dia dengan sedikit lebih detail. Karena ngomongnya rada sejarah yang mana bukan keahlian saya banget, mohon koreksi kalau ada salah-salah yak.

Once a time a go….

Hiduplah seorang Gayatri yang disebut disebut Rajapatni. Rajapatni artinya adalah pemimpin para istri utama Raja Majapahit atau bisa juga disebut istri kesayangan Raden Wijaya. Sementara prameswari (istri yang berusia paling sepuh, CMIIW) Raja saat itu adalah Tribhuaneswari. Seperti kita tahu bersama-sama, Raja jaman dulu biasa memiliki istri lebih dari satu. —–> ini saya nggak berharap Dedek Gayatri (anak saya yang bukan Rajapatni) akan mengalaminya sih.

Setelah Raden Wijaya wafat, tahta turun kepada Jayanegara putra Wijaya dengan Tribhuneswari. Setelah Jayanegara wafat dalam intrik politik, ada yang berpendapat bahwa tahta kemudian turun kepada Gayatri Sri Rajapatni, sebagai istri utama raja pendahulu.

Namun, apakah kemudian Gayatri menjadi raja? Tidak. Beliau memilih menjadi seorang biksuni Budhist. Dan kemudian menyerahkan tahta kepada Tribhuwanadewi putrinya. Sampai di sini, tentu nama Tribhuwanadewi sudah familiar yak? Saya akan stop di sini cerita sejarahnya.

Saya kagum loh. Gayatri menolak menjadi raja dan memilih tetap menjadi biksuni.setrong

Bukan berarti menjadi pemuka agama lebih mulia dari pada menjadi pemimpin bangsa ya. Saya meyakini masing-masing orang Tuhan beri panggilan hidupnya masing-masing. Yang masing-masing itu spesial, tidak ada yang lebih mulia dibandingkan yang lain.

Namun banyak orang yang kesulitan setia pada panggilan hidupnya karena ketakutan atau tertarik dengan kekuasaan. Hal tersebut yang saya kagumi dari Gayatri Sri Rajapatni.

Saya berharap Gayatri, anak kami pun demikian. Mampu mengenali dan menghidupi panggilan hidupnya dengan tulus. Being the best version of her self. Bukan versi orang lain, atau yang populer semata. Kami berdoa biarlah Tuhan yang menolong kami membimbingnya.

2. Menolong banyak orang menjadi the best vesion of them selves.

Trus lagi ya, menurut buku Gayatri Rajapatni karya Earl Drake, dinyatakan bahwa Gayatri adalah seorang mentor bagi Gajah Mada, Hayam Wuruk dan Tribhuwanadewi. Tiga tokoh besar dunia persilatan sekaligus! Memang tidak bisa dibilang jika ketiga tokoh tersebut adalah tokoh yang sempurna. Dengan segala hormat pada penduduk Jawa Barat, saya ingin menyoroti hanya tentang bagaimana ketiga tokoh tersebut berhasil membangun kejayaan Majapahit. Dan terutama pada peranan Gayatri di balik panggung kepemimpinan mereka.kuat

Makin keren kan, dia di mata saya….

Pertama dia tak hanya bisa being the best version of her self. Kemudian dia pun bisa menolong banyak orang menjadi the best vesion of them selves. Atau setidaknya menjadi orang yang menolong orang lain menjadi dirinya yang lebih baik.

Hampir 10 tahun kerja di training center buat bos bos, membuat saya memahami pentingnya seorang mentor bagi seorang pemimpin. Namun juga memahami sulitnya menjadi mentor yang baik bagi seorang pemimpin. Gayatri Sri Rajapatni pastilah seorang yang memiliki hati yang bijak, kepekaan perasaan, namun sekaligus otak yang cerdik jika sampai bisa “mementori” tokoh-tokoh besar Majapahit.

Berharap banget Gayatri anak saya pun bisa demikian. Diberkati dan kemudian juga menjadi berkat bagi orang lain. Amin…. Kayanya harapan semua orang tua yak? Hehehe….

Apalah arti sebuah nama….

Prosesi pemberian nama sendiri kadang nggak semudah yang dibayangkan yak. Karena biasanya pasa simbah pengen turut sumbang nama. Itu juga yang terjadi pada kami. Pertanyaan yang diajukan adalah, “Kok namanya nggak ada alkitab-alkitabnya?”. Hehehe….

Sebenernya saya menyiapkan nama Priskila untuk anak saya. Sifat Priskila dalam alkitab mirip-mirip dengan Gayatri Sri Rajapatni. Namun, di perjalanannya saya dan suami akhirnya memilih nama Gayatri.

arti nama gayatri

Kata Pakdhe Shakespeare, mawar akan tetap wangi walaupun namanya bukan mawar. Enel uga sih…. Tapi sebagai orang tua tentu pengen memberi nama yang baik yak, supaya jadi doa juga bagi anak. Saya yakin Ibas juga punya alasan khusus saat memberi nama Gayatri bagi putrinya. Entah alasannya sama dengan kami atau tidak, namun saya yakin pasti inginnya yang baik-baik lah ya.

Gimana pendapat Nyonya? Apakah punya alasan khusus saat memberi nama putra/ putrinya? Sharing yuuuk di comment section 🙂

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Merencanakan Liburan Bareng Bocah ala Nyonyamalas

merencanakan liburan bareng bocah

Setahun ini saya sering wara-wiri, ke Surabaya,Yogjakarta, Semarang, Pati, Purworejo  lalu yang terakhir ke Bromo. Sayangnya hampir sebagian besar perjalanan kami itu bukan liburan yang selow…. Sebagian family matter (pemakaman, kondangan, dll) atau kalau engga liburan campur bus-trip kantor atau bareng sama bus-tripnya keluarga. Tetep seneng sih, tapi kemarin Tuan Besar mancing-mancing pengen jalan bertiga aja, murni liburan 100%. Yeah, wishlist 2018: liburaaan!

Kemana? Doain ada rejeki yak, biar kami bisa ke Bali (lagi). Terakhir kami ke Bali, pas belum ada Gayatri. Pure, bondo nekat, impulsif dan tanpa persiapan. Waktu itu kami ke daerah Kuta, yang turis banget. Hihihi, sekarang kami pengen liburan yang rada bener dah kali ini, tetep ke Bali tapi yang lebih syahdu. Tepatnya, ke Nusa Penida.

Kenapa ke Nusa Penida?  Yang pasti karena saya butuh vitamin sea dan juga butuh tempat yang masih bisa saya capai bareng bocah. Masih dendam kemarin ke Bromo ga bisa ke kawahnya gegara harus berangkat pagi dan ga tega bangunin Gayatri demi liat sunrise. Tapi pengen. Huh!

Ni saya pamerin foto Nusa Penida:

merencanakan liburan bareng bocah

Pengen bener dah, saya tu duduk duduk di bawah salah satu payungnya. Doain ya jemaah biar kesampaian ni wishlistnya….

Oiya balik lagi ke laptop… Tentang merencanakan liburan bareng bocah.

Beberapa waktu lalu saya sering banget mengeluarkan (((mengeluarkan kaya album aja))) artikel yang terkait dengan traveling bersama bocah. Ada lima artikel kayanya, mulai dari bawa bayi naik pesawat usia 4 bulan, review 3 maskapai pesawat low cost, review 3 maskapai full service, pengalaman bawa bayi naik pesawat usia 9 bulan sampai review diaper bag yang travelling friendly. Mungkin karena banyak sharing terkait itu, jadi ada beberapa yang nanyain tentang tips merencanakan liburan bareng bocah.

Sejujurnya saya bukan ahli merencanakan liburan ala-ala traveller atau backpacker yak. Kalau mau travelling saya akan nongkrongin tetangga kubikel saya (Kang Irpan) buat minta advices. Hehehe, tapi berhubung uda lumayan sering ya dikit-dikit uda mulai ngerti polanya.

Berikut pola merencanakan liburan ala saya. Nothing special, tapi saya yakin essentials.

1 . Bedakan traveling jaman single dengan jaman uda bawa anak.

Ada beberapa perbedaan antara traveling jaman saya masih sorangan dengan jaman now dimana sudah punya gembolan satu orang anak. Perbedaan yang paling terasa adalah di persiapan akomodasi. Yang dulu bisa nyantai go show, sekarang nggak mungkin go show lagi. Nggak mungkin tega membayangkan kemungkinan terburuk: menggelandang di stasiun atau bandara nunggu moda transportasi dari satu titik ke titik tujuan lain sambil gendong bayi.

Oke mungkin orang lain tega, tapi saya kagak!

hiks

Untuk itu yang pasti saya lakukan adalah Beli Tiket Online dan juga memesan Hotel online (kalau nggak menginap di rumah Saudara).

Saya tadi iseng cek email suami, tenyata pemesanan tiket pesawat kami di traveloka ada hampir dua lusin. Kalau pemesanan hotelnya baru setengah lusin. So far, kalau ditanya biasa pesen tiket dimana, saya akan jawab traveloka. Ada yang sama?

Keuntungannya kita memesan hotel terlebih dahulu adalah kita bisa memilih hotel yang sesuai dengan kebutuhan bocah. Misal: saya pernah memesan satu kamar apartemen di Surabaya saat Gayatri baru-barunya MPASI. Kami memilih unit tersebut karena kami butuh ada kitchenette, lagipula murah. Kalau nggak salah waktu itu dapat Apartemen Puncak Kertajaya. Pas Gayatri uda mulai bisa makan MPASI yang diadaptasi dari makanan orang dewasa, saya sudah lebih fleksibel memilih penginapan.

2 . Hemat tanpa mengorbankan kenyamanan.

Kalau pas bussiness trip sih enak ya, karena penginapan dibayarin kantor. Dan biasanya pun ada corporate rate yang relatif lebih murah daripada rate yang dipajang di resepsionis hotel. Percaya nggak, saya pernah dapat Sheraton Mustika Yogyakarta di harga nett 700k???

Kalau nggak sedang pakai corporate rate emang harus lebih tricky sih. Biar dapat harga murah meriah tanpa harus merogoh kocek terlalu dalem. Kalau advicesnya Kang Irpan si, mesen tiket pesawat + hotelnya milih yang paketan dari Traveloka. Pakai promo-promonya, kalau punya poin gunakan. Trus kalau ada promo kartu kredit, dll juga jangan lupa bandingin, pakai promo yang paling menguntungkan. Hihihi….

Masa dong, dia cerita pernah merencanakan liburan ke Bali (Legian) 4 hari, tiket (dari Bandung) ama hotel all in untuk 2 orang dewasa + anak, yang tadinya 5 juta jadi 3,2 juta. Hemat 1,8 juta karena memanfaatkan fitur paketan dari Traveloka tersebut. Okelah, 3,2 juta utnuk empat hari, mungkin buat beberapa orang masih lumayan yak…. Temen-temen yang backpackeran mungkin bisa bilang bisa nyari akomodasi yang lebih miring lagi. But, buat saya dan buat mas Irfan tadi, backpakeran dengan bawa bayi is a NO! Hehehe…. Dan saya nggak bakal nolak bisa hemat 1,8 juta buat akomodasi perjalanan.

Iseng-aja aku bikin studi kasus buat wishlist kami di Nusa Penida tadi yak pake paket pesawat hotel traveloka:

paketan hotel pesawat traveloka

Jadi pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah, infonya sih hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Tapi bisa juga lebih hemat lagi karena sering ada promo seperti di bawah ini:

promo traveloka

Dengan beli paketan + promo berarti biayanya sekitar 3.3 juta yak…. Kelebihan lainnya juga karena sistem paketan ini lebih praktis dan saving time, cara pembayarannya pun mudah dan tersedia banyak metode pembayaran. Cucok meong buat orang yang malas cerdas kaya saya!

Bandingin kalau harus beli tiket pesawat sendiri:

tiket pesawatBiaya hotelnya:

biaya hotel

Total Biaya jadi: 4,1 juta. Hehehehe, jadi  yak, untung sekitar 800 rebuuu. Mayan banget tu 800 rebu buat nambahin bayar sewa motor seminggu atau buat nambahin jajaaaaaannnn…..

ngiler

3 . Persiapkan dan perhitungkan barang bawaan.

Selain dua hal di atas, hal lain yang paling krusial dalam travelling bersama bayi adalah masalah barang bawaan. Rules mempersiapkan barang bawaan bagi saya:

  • Barang yang bisa dibeli di lokasi sebaiknya beli di lokasi, ini berlaku terutama untuk barang-barang yang sekali pakai seperti: DIAPERS BAYIIIIIII. Uda gede banget kan kalau bela-belain bawa dari rumah. Menuh-menuhin bagasi, bikin repot. Tapi jangan lupa untuk memastikan kalau di dekat lokasi liburan ada minimarket itu tuh, yang selalu tetanggaan. Biasanya si barang meraka kumplit. Hehehehe….
  • Maksimal bawa 2 tas punggung (travel bag) + 1 diaper bag atau 1 tas punggung + 1 koper + 1 diaper bag. Itu maksimal banget yak. Paling sering kami bawa satu travel bag + 1 diaper bag. Kenapa itu maksimal banget, karena kami juga masih harus ngawasin satu bocah yang beratnya hampir 11 kilo dan uda lincah jalan ke sana kemari…. Atau kadang ngesot ke sana kemari…. Hahaha….
  • Kalau bisa sebagian barang dipaketkan, paketkan saja dulu. Ini terutama kalau tujuan liburannya ke rumah Saudara yak. Dan jangan lupa pastikan itu barang sampai tepat waktu. Ga lucu juga kita uda mau pulang, ehhhhh paketannya baru nyampe. Bisa nggak ganti sempak seminggu kan.

Itu aja si, kalau tips memilih maskapai yang tepat dan tips di perjalanannya bisa di lihat di related post di bawah ini yak….. Sekali lagi, jangan lupa doain kami bisa nyampai ke Nusa Penida yaaak! Atau ada yang mau traktir traktir kami liburan? Hehehehe….

Saya pamerin ni satu foto lagi yak, biar mupeng:

nusa penida

Buat yang mau liburan bareng bocah, happy holiday! Jangan lupa untuk pesan tiket + hotel yang paketan biar lebih hemat dan makin happy saat holiday! Salam sayang selalu….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Ribut Rukun #NyonyaPunyaCerita

ribut rukun

“Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.”

-Amsal-

*

Kalau ditanya siapa manusia yang paling “mengasah” diri saya, saya bakal bilang SUAMIIIII. Dua tahun bersamanya itu semacam konsentrat pelajaran bersosialisasi dengan banyak orang. Hahahaha…. Yaiyalah ya, tinggal seatap dengan orang yang tak berhubungan darah, berbeda latar belakang dan juga cara berpikiran, lagipula beliau jadi orang yang terdekat kan, yang  bahkan diri dan hidup saya sendiri pun harus saya bagi dengannya. Sudah pasti, banyak momen-momen beda pendapat yang dijalani.

ribut rukun

“Kalian ngalamin yang sama nggak si? Apa ada yang langsung klop cucok meyong tanpa perlu adaptasi sama pasangannya? Adakah yang ga pernah berantem? Nggak pernah marah sama sekali? Nggak ada kaaaan? Nggak ada kaaaan?” #nyaritemensenasib. Hehehehe….

“Terimakasih buat kamu yang sudah menampakkan rasa senasib sepenanggungan di wajahnya, kamuuu…. iya kamuuuuu…. Uda ngaku aja dehhhh” #maksa.

Namun suami istri sebagai manusia biasa tentu tak sepenuhnya bersifat seperti besi kan yes. Besi mah pasrah pasrah wae dipukul pukul, diadu adu sampai jadi pisau atau benda tajam sesuai keinginan pembuatnya. Manusia mah bisa kabur. Pergi. Putus hubungan. So thank you so much, I’m sorry good bye! Kalau kata Mbak Krisdayanti.

Kabur

Ngomong-ngomong “kabur”, hal ini sering saya lakukan (dulu) (di awal masa pernikahan). Jujur, tidak seperti suami saya yang rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas jika sedang mengatasi masalah, saya itu jenis yang pasif agresif. Menyerang dalam diam. As known as ngambekan. Kalau nggak sreg, diem. Alias mutungan.

“Kabur” pertama saya, pernah saya lakukan saat saya dan suami di Jogja. Sumpe ini rada malu-maluin sih. Soalnya sampai mau dilerai Bapak-bapak di pinggir jalan gitu.

hehehe

Kabur 1

Jadi di awal pernikahan dulu, kami pernah slek. Saya lupa persisnya kenapa, sepertinya karena Mas Domas negur saya yang kelewat manja. Dan saya nggak terima. Pas itu mana kami lagi liburan ke Jogja lagi. Saya yang ngambek jalan dalam diam sepanjang Jalan Malioboro, Mas Domas ngintilin di belakang kaya kutil yang keras kepala. Dicuekin tapi tetep nempel. Sampai akhirnya Mas Domas yang capek ngintilin saya, narik tangan saya, ngasih kunci hotel.

Di pikiran saya saat itu, kalau saya terima tu kunci, enak banget deseu bisa balik hotel dengan tenang, tar aku balik sendiri. Saya balikin kunci hotel, dan minta kartu kredit (doooohhh). Hahaha…. soalnya kalau saya bawa kartu kredit, saya bisa kemana saja bok, itu limit kartu kreditnya kan lumayan. Dalam pikiran saya, saya mau kabur ke Bali. Liburan sendiri, numpang di rumah Inez sahabat saya dari SMP yang tinggal di sana. Cuma modal tiket aja, seminggu palingan.

Tapi seperti sudah paham alur berpikir saya, Mas Dom kekeuh nyuruh saya pulang. Kayanya rada drama gitu soalnya sampai ada Bapak-bapak yang nyamperin kita.

Bapak-bapak: Woy woy woy, sama perempuan jangan kasar woy!

Mas Dom: *megangin tangan saya* Ini istri saya ini pak!

Bapak-bapak: Masa mbak?

Saya: *dilematis, kalau saya bilang enggak, takut Mas Dom digebukin massa kan, tapi bilang iya kok tengsin*

Saya: *berhubung cinta saya jawab* Iya si Pak….

Bapak-bapak: Oalaahh…. *ngeloyor pergi*

Mas Dom: *nyegat taksi*

Saya: *ngikut naik taksi* *receh*

Sepanjang perjalanan kami ngobrolin betapa sinetronnya kami tadi, dan kemungkinan Mas Dom jadi headline koran lampu merah. “Seorang suami mati digebukin massa karena tidak diakui istri”. Terus ketawa-ketawa. Uda gitu aja, marah-marahnya lupa. Semacam tiba-tiba ngeh aja kalau saya itu sayang sama suami dan suami juga jadi ngeh kalau semarah-marahnya saya, masih mikirin keselamatan deseu.

Setelah kepala sama-sama adem, masalah “manja” tadi dibahas juga. Pada dasarnya suami merasa saya berubah. Dulu pas single itu mandiri, setelah nikah kok jadi manja banget. Saat uda nggak emosi, masukannya terdengar lebih logis si. Dan menurut saya itu masukan yang membangun dan bikin saya lebih baik juga. Jadi saya introspeksi diri.

Kabur 2

Kabur saya berikutnya, di rumah. Kabur ke kamar. Lagi-lagi karena nggak terima dibawelin suami. Masuk kamar. Pintu saya kunci dari dalem. Naas. Beberapa jam kemudian saya kebeles pipit. Dan pintunya nggak bisa dibukaaaaa akkkkkk!

hiks

Saya coba putar-putar kuncinya, tetep nggak berhasil. Doooh, mau minta tolong suami tapi tengsin abis. Saya kan ceritanya lagi ngambek. Untung suami ngeh sama suara pintu diogrek ogrek. Nanya pake suara lempeng, “Pintunya emang rusak, mau aku bukain?”. Yaiyalah, uda mau ngompol ni.

Pas pintu uda dibuka, saya melesat pipis. Habis itu kita ngakak bareng. “Mangkanya nggak usa ngambek-ngambek!”. Iya iyaaa….

Tujuan Menikah

Gimana ya, hidup seatap dengan orang yang beda banget karakternya emang ujian kehidupan banget si. Buat saya, dan saya yakin buat suami saya juga.

Tapi kalau nggak gitu, kami juga bakalan tetep jadi diri kami masing-masing yang keras kepala dan mau benernya sendiri. Kadang berpikir (kalau lagi rukun) ya memang rencana Tuhan pasti ya, biar kami juga tumbuh jadi pribadi yang lebih baik.

Eh, ingat Tuhan, saya jadi inget kalau pembahasan ini sebenernya pernah kami bahas di kelas konseling pernikahan. Tentang tujuan pernikahan salah satunya adalah: pertumbuhan karakter menjadi lebih baik.

Cuma pas di kelas dulu, masih teori. Kedengerannya kok romantis bener yak. Manis manis maniiiis. Pas dijalanin. Hahaha. Kadang ada pedesnya. Mana pedesnya itu kadang kaya mak icih level 15. Sering bikin berurai air mata. Wkwkwkwk. Drama bheut deh saya.

Tapi kalau lagi rukun ya emang manis manis manissss si. Hihihi.

love love

Jadi, selamat ribut rukun Nyonyah dan Tuan…. Saya nggak jamin, kalau ke depan hubungan suami istri bakal bisa adem ayem setelah paham secara teori tujuan-tujuan pernikahan. Namun, semoga pas ribut kita ingat tujuan pernikahan masing-masing, dan ga kabur sehingga hubungan suami istri kembali rukun dan karakter kita pun upgrading selalu. Amiiiinnn.

ps.

Tulisan ini adalah tulisan janjian, antara saya dan Tetty empunya blog www.tettytanoyo.com. Kami sama-sama lagi sedih karena timeline akhir-akhir ini kalau nggak tentang pelakor ya tentang perselingkuhan, kalau enggak tentang perceraian. Usia pernikahan kami masing-masing memang masih seumur jagung, dan kami nggak mau khotbah tentang pernikahan. Kami cuma pengen cerita receh-receh aja, tapi yang kami rasa related tapi nggak makin memperkeruh timeline.

Kalau mau baca tulisan Tetty dengan bahasan serupa tapi tak sama, Nyonyah-nyonyah bisa langsung cus ke blognya di:

#NyonyaPunyaCerita: Susahnya Menikah

Semoga sharing kami bermanfaat yaaaa…. Salam sayang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Mainan Bayi ELC Wobble Toddle Ride On

ELC

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang mainannya Ning Gaya yang saya buat sendiri dari bahan-bahan yang ada di rumah. Saat itu mainannya adalah untuk usia 4-6 bulan. Kali ini saya mau membahas dari sisi mainan yang lain, yaitu mainan pabrikan, tapi teteeeeeup mainan yang fokus pada aspek edukasi dan developmental. Mungkin uda banyak yang menebak pabrikan mana yang saya maksud yak? Yap, betul saya mau bahas mainan bayi ELC atau Early Learning Centre.

Pabrikan dari Inggris ini kayanya uda kesohor banget yak, untuk masalah mainan bagi anak usia dini yang bertujuan untuk merangsang kemampuan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kebetulan bulan lalu, Gayatri baru dapat hadiah ulang tahun yang datang lebih awal, karena sebenernya ulang tahunnya baru Januari ini, berupa Wobble Toddle Ride On dari Early Learning Centre (ELC). Terimakasih yaaa Pakdhe Dani dan Budhe Laksmi, hadiahnya cucok banget sama kebutuhan Gayatri yang lagi latihan jalan.

Nah, langsung saja ya saya coba review. Semoga review kali ini bermanfaat buat Nyonyah-nyonyah yang lagi galau milih mainan buat anaknya. Biar ga belibet menyebut Wobble Toddle Ride On, aku singkat jadi WoTROn aja ya, hehehe….

ELC Wobble Toddle Ride On push walker

Fitur:

  1. Bisa jadi bentuk mobil-mobilan,
  2. Bisa jadi push walker untuk latihan berjalan,
  3. Ada 3 pilihan musik yang catchy dan ceria,
  4. Ada 4 pilihan penyortir bentuk untuk latihan menyesuaikan bentuk: stars, kubus, segitiga dan tabung dengan colour block yang ngejeng khas mainan anak-anak,
  5. Ada cermin di spionnya, Gayatri yang sedang senang-senangnya mengamati wajahnya di cermin, juga senang melongok sejenak ke spion.

Manfaat:

Saya memang bukan ibu yang anti gadget, tapi sampai saat ini memang jarang sekali memberikan gadget ke bocah untuk mainan. Saya lebih suka dengan model mainan seperti WoTROn ini karena mendukung aktivitas fisik. Anak terdorong untuk melihat (baik melihat jalan saat mengendarai WoTROn atau melihat warna warninya yang gonjreng), untuk mendengar (karena ada musiknya), dan menyentuh (body WoTROn dan penyortir bentuk). Bahasa kecenya menstimulasi berbagai panca inderanya.

Secara khusus di masing-masing fiturnya juga punya manfaat yang khas. Beberapa manfaat hasil pengamatan saya sebagai berikut:

1 . Mobil-mobilan

ELC Wobble Toddle Ride On mobil

Saat berbentuk mobil, mainan ini membantu melatih keterampilan motorik kasar anak; Gayatri belajar mendorong menggunakan kaki dan juga membelokkan setir dengan tangannya. Saat mengendarai WoTROn, Gayatri juga belajar keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh.

Selain masalah fisik, bentuk bodinya yang bisa ditunggangi sepertinya juga mengembangkan imajinasinya ya. Saya nggak tau persis apa yang dipikirkan Gayatri saat mengendarai WoTROn. Tapi kadang dia kelihatan curious, kadang ketawa-ketawa bangga…. Aneh tapi menyenangkan si, melihatnya berekspresi seperti itu.

musik pada setir mainan bayi ELC

Yang paling senang dia lakukan saat mengendarai WoTROn adalah mencetin tombol musik. Di poin ini saya merasa, permainan ini penting karena mengajarkan padanya konsep sebab-akibat. “Kamu pencet – aku bunyi”. Semacam itu kali ya.

Selain mencetin tombol musik, Gayatri juga suka ngacaaaa di spion. Dooohhh! Narsis abis. Tapi tak apalah, nak, asalkan Kau bahagia.

2 . Pushwalker

ELC push walker

Seperti pushwalker pada umumnya, manfaat WoTROn adalah melatih berjalan. Ini super duper manfaat juga buat emak-bapak-nya, yang mulai merasa encok karena harus titah Gayatri kemana-mana. Hihihi…. No more titah titah, Gayatri tinggal sorong WoTROn, yeayyyy! Ibu Happy! Hahahaha!

Saya bersyukur Gayatri tumbuh sesuai dengan usianya, saat ini belum genap setahun, Gayatri bisa melangkah tanpa dipegangi sebanyak tiga empat langkah. Semoga dengan rutin berlatih dengan WoTROn, dia makin percaya diri untuk berjalan ya. Karena kalau saya perhatikan sebenarnya kaki dan badannya sudah cukup kokoh saat melangkah. Namun, terkadang dia masih ragu-ragu. Doain ya onty oooommm! 🙂

3 . Penyortir Bentuk

Di bagian badan mainan terdapat empat lubang berbentuk stars, kubus, tabung dan segitiga serta empat building block yang bisa dipakai untuk bermain shape-shorter atau menyortir bentuk. Gayatri belum lancar main ini nih, terutama yang berbentuk stars. Yang paling gape dia loloskan adalah yang tabung. Soalnya paling gampang kayanya, hehehe.

penyortir bentukk mainan bayi ELC

Walaupun Gayatri belum lancar, saya tidak patah arang si. Menurut saya permainan ini bermanfaat secara tidak langsung untuk membuat dia belajar konsep keluar masuk serta konsep bangun ruang. Saya tentu tidak memaksanya belajar tentang hal tersebut. Namun kalau saat bermain dia bisa sekaligus belajar. Kenapa tidak.

What I Love

  • Kukuh materialnya dan menurut seorang teman sesama ibu muda, mainan ELC ini aweeet, Mama mertuanya masih menyimpan mainan suaminya yang kemudian dilungsurin ke keponakan dan kemudian ke anaknya sekarang. Keren yak, mainannya keren ditambah pasti ngerawatnya juga apik.
  • Saat menjadi puswalker, mainan ini relatif aman karena saat ditekan dia berhenti, jadi nggak mudah tergelincir.
  • Mudah disusun, dari box saat pertama dibuka hanya tinggal menyusun roda dan memasang baterai sudah siap digunakan.
  • Pengoperasiannya mudah dan menarik bagi bayi. Gayatri tidak cepat bosan.
  • Harga jual kembalinya tinggi, saya sempat cek harga prelovednya di OLX ada yang jual 700k, di tokopedia malah ada yang jual 1,1 juta which is lumayan banget buat yang merasa sayang-sayang duit buat beliin bocah mainan. Harga beli barunya sekitar 1,2 juta.
  • Perubahan bentuk dari mobil menjadi pushwalker mudah dilakukan. Untuk mempermudah temen-temen melihat cara mengubahnya saya membuat video ala-ala, semoga bermanfaat ya….

Room for Improvement:

Penambahan penyangga punggung saat WoTROn berbentuk mobil menurut saya akan menambah keamanan mainan ini terutama untuk bayi yang usianya lebih kecil daripada Gayatri.

Yang harus diperhatikan:

  • Mainan ini diperuntukkan bagi bayi usia 9 s.d. 24 bulan.
  • Maksimal beban yang bisa ditanggung adalah 20 kg.
  • Walaupun relatif aman, pengawasan tetaplah penting.
  • Perhatikan lokasi bermain, hindari penggunaan di jalan, dekat kendaraan bermotor, di atau di dekat tangga/ tanjakan yang tajam, kolam renang dan tempat berair lainnya.
  • Hanya untuk satu pengendara, tidak disarankan untuk berboncengan.

Kelengkapan di Dalam Kardus saat Pembelian:

review mainan bayi ELC

  • 1 Wobble Toddle Ride On,
  • 4 Shape Sorting Blocks,
  •  Baterai dijual terpisah.

Where to Buy:

Ning Gaya dibeliin mainan ini sama Pakde Dani dan Bude Laksmi di Toko ELC yang di Pondok Indah Mall. Selain di PIM, toko terdekat dari rumah kami itu di Bintaro Exchange. Kalau di kota Nyonyah nggak ada toko ELC, Nyonyah bisa juga beli secara online di webnya mothercare. Jangan lupa follow akun Instagramnya ELC, soalnya sering ada info promo di sana.

Link Web Mothercare

Link Akun IG ELC

Sebenarnya selain WoTROn ini, Gayatri pernah mencoba sebagian besar mainan produknya ELC. Jadi di bulan Desember tahun lalu, saya dan Gayatri ikutan Baby Bash yang diselenggarakan oleh Asianparents Indonesia. Di situ ada both-nya ELC (Early Learning Centre) yang isinya buanyak banget mainan bayi ELC. Gayatri puas banget main di situ secara kami datang awal banget, dan kayanya keluar booth itu paling akhir. Wkwkwkwk…. Manfaatin banget momennya lah…. Bentuk mainan-mainan yang dicoba Gayatri tersebut bisa dilihat di postingan saya tentang Serunya Baby Bash bareng The Asianparents yaaak. Buat yang pengen ikut acara seru semacam #BabyBashID ini pantengin aja akun IGnya The Asianparents.

Link Akun IG The Asianparents

ELC

Sementara sekian review Mainan Bayi ELC Wobble Toddle Ride On, semoga reviewnya bermanfaat yaaa!

Salam sayang selalu…. :*

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Gayatri dan Separation Anxiety (9 – 11 Bulan)

judul separation anxiety

“Apaan tuh separation anxiety?”. Saya pertama kali mendengar istilah ini saat ngobrol-ngobrol dengan ibu-ibu muda seangkatan. Saat itu, kami membahas mengapa bocah-bocah kami (waktu itu range usia 7-9 bulan) sering mewek kalau ditinggal emaknya pergi barang sebentar.

Trus seperti biasa saya buka Universitas Google Mandiri. 😛 Dari web-nya lactamil saya menyimpulkan bahwa separation anxiety itu perasaan sulit berpisah, tak ingin ditinggal (oleh pengasuh utama) yang dialami bayi. Dan hal tersebut memang WAJAR terjadi di usia 7-10 bulan.

judul separation anxiety

Walaupun wajar, tapi saya rasanya agak nyesek kalau lihat Gayatri mewek. Soalnya dia meweknya tu drama gitu. Mukanya memelas…. Kadang sambil keluar ingus, dan sedih gitu. Padahal cuma ditinggal pipis. Ah elaah Ning, masa pipis pun harus diajak terus. Btw, saya kadang memang bawa dia ke toilet si kalau nggak memungkinkan ditinggal. Hehehe.

Drama memuncak ketika Gayatri (usia 10 bulan) masuk daycare.

Related post: Akhirnya Gayatri Masuk Daycare

Walaupun sebenarnya di minggu pertama Gayatri daycare, Gayatri bisa dibilang relatif terkendali nangisnya. Namun entah mengapa minggu kedua pas dianter ke daycare Gayatri mulai nangiiissss yang lebay dong. Merong merong nangisnya. Kata aunty daycare-nya, antara dia memang lagi kangen atau dia niruin temen barunya yang kalau daycare nangis-nangis. Temennya itu antara juga lagi adaptasi sama daycare (anak baru) plus lagi masa sapih.

Kaya gitu berlangsung semingguan lebih. Kalau ditinggal Gayatri nangis bombay. Tapi kalau uda ditinggal, saya pantau dari CCTV dia happy-happy aja…. Pas dijemput, kalau uda denger suara saya dari jauh, uda deh nangisssss again.

Gayatri 11 bulan

Mulai masuk minggu kedua Desember kayanya Gayatri uda mulai bisa mengatasi separation anxiety-nya. Kalau diantar ke depan pintu daycare, dan disambut auntynya…. dia uda mengulurkan tangan minta pindah gendong. Pas saya jemput, dia juga uda bisa ketawa-ketawa menyambut saya.

No more drama.

CCTV daycare

In frame: CCTV Daycare-nya Gayatri yang bisa dipantau secara online. Gayatri yang pakai baju kuning.

Saya bersyukur banget si, Gayatri bisa adaptasi. Ada beberapa hal si yang saya baca dan saya coba terapkan di masa peralihan antara diasuh di rumah dan daycare ini. Mungkin (((mungkin))) bisa juga diterapkan sama Nyonyah di rumah. Saya nggak tau ini memang ada efek langsungnya, atau hanya kebetulan saja di kasus Gayatri.

1 . Keteraturan.

Teratur jam antarnya, teratur jemputnya. Jadi si bocah pun bisa “niteni” atau ngeh kalau pagi-pagi memang waktunya dia daycare. Dan mengurangi rasa insecurenya, karena dia “niteni” juga kalau nanti sore bakal dijemput lagi.

Mungkin bagi kita yang udah memahami konsep janji dan konsep pulang pergi, masalah ditinggal di suatu tempat itu nggak masalah ya. Tapi buat bocah? Dia belum mengerti kalau Ibunya yang nggak kelihatan itu masih ada apa enggak. Dia belum memahami konsep itu. Yang dia tahu Ibunya tidak ada lagi.

Bayangin aja, kita yang uda dewasa kehilangan Ibu untuk selama-lamanya. Sedih banget kan. Ya, mungkin bagi bayi yang belum memiliki konsep ruang dan waktu, kepergian kita yang sejenak itu seperti selama-lamanya. Nangisnya yang merong-merong itu wajar.

So, jangan pula dibilang, “Cengeng ah!”.

2 . Main cilukba.

Saya pernah membaca artikel yang menyatakan bahwa cilukba dan permainan petak umpet akan membantu anak mengatasi  separation anxiety. Disebutkan, hal itu karena dua permainan itu mangajarkan tentang konsep ada dan tiada bagi anak. Percaya tidak percaya, saya si melakukannya. Namun, tentu saja tidak bisa menyimpulkan secara ilmiah, apakah pernyataan ini benar atau tidak. 🙂

3 . Ibu harus menenangkan diri.

Kata mama mertua dulu, anak dan ibu itu punya ikatan feeling yang so strong. Jadi kalau Ibu baper, anaknya juga bisa ikutan galau jarak jauh. Semacam telepati gitu kali yak, percaya ga percaya. Oleh karena itu, kalau saya pengen Gayatri happy di daycare, saya juga harus belajar mengendalikan perasaan saya sendiri.

Yang paling susah tu mengurangi rasa bersalah sik. Kalau inget gimana tu bocah berurai air mata, tu langsung merasa jadi ibu yang kejam, jahat dan tegaan. Masa anak sekecil itu dititip titipin orang.

hiks

Related post: Menghadapi Rasa Bersalah Ibu Bekerja

Tapi masalah nitip menitip anak itu bukan masalah jahat atau baik. Ini hanyalah masalah manajemen keluarga. Dan tiap orang tua pasti (saya yakin) telah mempertimbangkan opsi-opsi yang terbaik bagi semua. Percayalah drama pasti berlalu.

4 . Ngobrol dan ritual perpisahan itu wajib.

Agak susah si ya, memahami apakah bocah memahami yang kita omongkan atau tidak. Tapi setiap pagi kalau mau berangkat saya ngomong aja. Ngomong mau pergi kemana, nanti Gayatri main di sana happy happy sampai dijemput lagi sore. Ngomongnya dengan suara tenang dan percaya diri.

Kenapa harus percaya diri? Supaya terdengar meyakinkan. Hehehe…. Saya yakin si Si Ening belum bisa memahami kata per kata. Tapi mungkin memahami intonasi. Kalau kita terdengar gentar, saya yakin itu juga nular. Hehehe.

Kalau terkait ritual perpisahan yang kami lakukan ya paling ngobrol itu, kemudian peluk Ibu, Aunty daycare akan mengulurkan tangan kemudian Gaya akan mengulurkan tangan balik menuju Aunty, mereka berpelukan, trus Gayatri akan dadah dadah pada saya. Biasanya juga, saya akan tetap diam di pintu, dan Gayatrilah yang akan pergi (digendong) sambil dadah dadah. Bukan sebaliknya.

Haram hukumnya bagi saya untuk meninggalkannya diam-diam.

berangkat ngantor

In frame: Saya sebelum ngantor, ngantar Ning Gaya daycare dulu….

5 . Kerjasama dengan pihak Daycare.

Satu yang saya suka dari Daycare Gayatri adalah pengurus (saya biasa memanggilnya Aunty) enak banget diajak ngobrol. Termasuk juga ngobrol tentang kebiasaan Gayatri di rumah dan bagaimana biasanya kami menyikapinya. Dengan demikian, pihak daycare juga bisa memahami perilaku Gayatri. Nggak salah interpretasi gitu, dan penanganannya juga pas. Sehingga mempercepat adaptasi Gayatri juga.

6 . Jangan berlama-lama, jangan pula dipaksa.

Ini maksudnya pas perpisahan, jangan dibiasakan berlama-lama. Kaya tawar menawar gitu. Soalnya sebagai Ibu pasti akan meleleh perasaannya kalau melihat anak nangis. Dan anak sekecil itupun menurut saya uda paham yak, jangan sampai air matanya itu jadi senjata untuk menawar keputusan kita.

Saat ini saya melihat, Gayatri mulai mengembangkan kemampuannya untuk percaya diri dan percaya pada pengasuhnya. Kadang jadi agak baper juga si. Kadang jadi mikir,” Ini bocah mulai mandiri apa mulai nggak butuh saya yak”. Hehehe….

***

Di akhir artikel ini, saya ingin menyatakan bahwa saya bukanlah psikolog atau ahli tumbuh kembang yaaak. Hehehe…. Sebagai orang awam, banyak sekali hal-hal yang baru pertama saya alami bersama Gayatri yang kadang bikin saya amazed ataupun surprised. Saya yakin Nyonyah (terutama yang baru punya anak satu) pun mengalami hal yang sama. Feel free untuk share pengalamannya di comment section ya….

Saya senang sekali, Nyonyah sudah berkunjung. Semoga sharing kali ini bermanfaat. Salam sayang selalu….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Serunya Baby Bash bareng The Asianparent (Desember 2017)

baby bash

Asik asik, Gayatri sudah sah ditahbiskan jadi anak gawwwl ibukota nih. Hihihi soalnya dia sudah pernah ikut the most anticipated play date event tahun iniiiii: Baby Bash The Asianparent! Duo sobat saya (Faradila & Uchy) hepi banget dapet undangan dari The Asianparent, penyelenggara acara ini. Bahkan Faradila ampe bela-belain nginep di Serpong dari rumahnya di Bogor. Melihat itu, saya yang awalnya ragu ikutan jadi ketularan excited. Dan…. Mereka bener! Nggak kuciwalah ikutan Baby Bash ini. Happy banget!

FYI, just in case ada yang blm ngeh dengan acara yang disebut Baby Bash, Baby Bash adalah acara gathering keluarga muda yang diselenggarakan oleh The Asianparent. The Asianparent sendiri adalah media online yang fokus membahas tentang pengasuhan anak. Acara baby bash ini sudah diselenggarakan sebanyak 4 kali di tahun 2018. Di event terakhir ini, keluarga yang diundang adalah yang memiliki bayi berusia 1 s.d. 2 tahun.

baby bash

Di acara ini Gayatri seneng, puas main-main di playgroundnya, Bapaknya puas makan dan dengerin berbagai ilmu di seminarnya…. Emaknya? Ga kalah seneng lah…. Lihat bocah sama suami seneng. Selain itu ibuk juga bisa ngumpul sesama mamah muda, ikut nambah ilmu pluuus pulangnya juga nenteng doorprize ama goodiebagnya yang segambreng kekeke.

Nah buat yang mungkin berencana ikutan Baby Bash atau mau ngadain Birthday Bash, berikut pengalaman yang saya dapat di Baby Bash The Asianparents yang menurutku bagus banget dan bisa ditiru:

1 . Acaranya menarik.

Ada dia game yang melibatkan para bapaaaak. Ini kocak si serius. Jadi game yang pertama tu game kerjasama antara ibu dan bapak. Ibu belanja pake aplikasi honestbee trus bapaknya yang bikin puree. Ih, ga nyangka bapak bapak juga pada jago loh bikin puree pakai hand blender. Game kedua adalah game mengganti popok boneka. Ada bapak-bapak yang masang pakai acara salah tingkah loh. Tapi semuanya bisaaa, ga ada tuh yang kebalik depan belakangnya.

Ini ni video game gantiin popok yang dilakukan para bapak-bapak:

Yang surprise adalah di tengah acara, panitia membagikan bunga mawar untuk para suami. Kemudian para suami diberi waktu untuk memberikan bunga dan mengucapkan terimakasih pada istri-istrinya. Hehehe…. Buat saya sama suami yang tukang becanda, jadi rada awkward yak moment tersebut. Saya memilih kaboooorrrr. Hehehe…. Tapi setelah saya pikir-pikir, momen romantis seperti ini sebenarnya penting ya. Untuk menyegarkan kembali suasana romantis antara suami istri.

Di luar ballroom pun ada booth-booth yang instagramable banget kaya booth foto sama booth dessert.

2 . Seminarnya berfaedah.

Di birthday bash asian parent ada beberapa seminar singkat: tentang merawat kulit bayi, tentang penanganan demam, info tentang difteri, dll. Di sini saya baru tahu kalau pengukuran demam di tubuh itu berbeda-beda. Ngecek suhu dengan termometer dikening, beda dengan yang di telinga dan beda pula dengan yang di dubur. Saya jadi lebih paham juga bagaimana penanganan demam.

Kemudian juga tentang difteri dibahas mitos-mitos apa yang beredar di masyarakat. Termasuk foto-foto tenggorokan yang sedang banyak beredar itu dijabarkan lagi oleh dokter mana yang beneran gejala difteri, mana yang radang biasa. Kece bingit kan ilmunya?

3 . Tempatnya nyaman untuk orang tua.

Tempat yang digunakan oleh The Asianparent adalah ballroom hotel Atria Gading Serpong, yang berlokasi di CBD Gading Serpong Kab. 2, Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Banten. Nggak tanggung-tanggung dua ballroom digabung. Jadi ya nyaman lah…. standar hotel dan orang-orang walaupun ramai tidak sampai umpel-umpelan.

playmat baby bash

Karena kami datang pagi banget masih sempat foto ballroomnya pas masih kosong. Setingan ruangnya kaya gini ni Nyaaah…. Kursi-kursi di samping buat yang mau duduk kursi. Sementara di tengah ada play mat yang leluasa buat yang pengen lesehan bareng bayinya.

Hal ini penting buat saya atau mungkin juga Nyonyah-nyonyah lain yang suaminya agak rewel kalau ikutan acara ibu-ibu yang tempatnya nggak nyaman. Bisa bete, dan minta pulang duluan kan, hihihi…. Kalau acara ini, suami anteng sampai akhir. 🙂

4 . Tempatnya nyaman untuk bayi.

a) Playmat

Untuk seminarnya para orang tua bisa memilih untuk di kursi maupun lesehan bersama dengan bayinya. Acaranya santai, ada yang nidurin anaknya sambil ngedengerin materi dari narasumber.

b) Playground

Fasilitas ini sebenernya yang paling favoriiiiit buat saya. Playgroundnya banyak banget mainan dari ELC (Early Learning Center). Karena banyak bocah bocah pun ga rebutan. Gayatri nyobain banyaaaaaakk mainan ELC.

buble baby bashSuasana di salah satu ujung playgroundnya Early Learning Center Indonesia (ELC), ada mainan pembuat bubble gituuuu…. duuuhhh langsung diserbu bocah bocah yang penasaran sama gelembung-gelembung yang berterbangan.

mandi bola baby bashAda tempat untuk mandi bola mini.

stimulating game baby bashYang ini namanya Giant Wooden Activiy Cubes buat usia 12-36 bulan.

Yang paling difavoritin Gayatri adalah yang bentuknya bisa dinaiki dan bisa jalan seperti kedua mainan ini:

mobil mobilan baby bashNah yang kedua ini unik banget karena bisa jadi push walker. Kebetulan Gayatri dikado sama temennya Bapak mainan di bawah ini niiiii…. Senengnyaaa, jadi bakal saya review terpisah ya.

push walker baby bashReviewnya menyusul ya.

5 . Ada nursing room yang memadai.

Disediakan nursing room yang memadai. Ada 5 sofa dan puluhan kursi menghadap meja. Tempat untuk berganti popoknya pun ada. Oiya nursing room yang disediakan sepertinya aslinya adalah ruang pertemuan yang disulap jadi nursing room, jadi memang tidak ada wastafel. Namun pihak penyelenggara mengantisipasi dengan menyediakan tisu basah. Diapersnya pun disediakan. Salut! Detail banget persiapannya!

6 . Makanannya enak.

a) Makanan orang tua

Kami dari rumah ke arah BSD kan bisa dibilang lumayan jaraknya. Ga jauh si, tapi karena pengen ontime kami berangkat jam 7. Gayatri uda sarapan walau dikit karena ga doyan, cuma bapak mamaknya belum. Untung di sediain coffeebreak. Kami bolak balik melulu ambil makanan. Selain emang doyan, laper juga sik hihihi. Untuk makan siangnya juga memuaskan dari segi rasa, jumlah maupun pelayanan.

b) Makanan bayi

Panitia juga menyediakan makanan untuk bayi loh. Sayangnya karena target acaranya untuk bayi berusia 1-2 tahun, gayatri yang belum genap 11 bulan belum bisa gabung makanannya. Akhirnya saya buat makanannya dimodif dari makanan orang dewasa.

geng emak emak

Anaknya happyyyy, ibunya apalagiii…. 🙂 credit: instagram husbandnya Faradila.

7 . Panitia yang profesional, aku suka banget sama panitianya.

Kesannya santai tapi well prepared dan juga disiplin. Terbukti dari acaranya yang ontime dari sesi ke sesi. Dan berakhir pas sesuai jadwal. Soalnya klo sampai molor-molor kan kasihan bocah yak. Trus pas pengambilan dokumentasi juga nggak ganggu kenyamanan keluarga yang lagi menikmati acara. 👍🏼👍🏼👍🏼

 8 . Goodiebagnya worthy.

Setahu saya acara baby bash ini ada biaya kontribusinya senilai 250K untuk early bird dan 300K untuk tiket regulernya. Kalau saya hitung-hitung, nilai goodiebag-nya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai HTM tersebut. Belum lagi kalau memperhitungkan biaya makan orang tua, anak serta hal-hal lain yang di dapatkan. Relatif menang banyak ya, menurutku.

Goodie bagnya sendiri seperti ini:

Tips agar voucher-voucher yang ada optimal adalah, setelah diterima wajib langsung digunakan. Atau untuk beberapa voucher, bisa dijadikan gift.

9 . Selain goodie bag ada doorprize juga.

Ada yang doorprize (sistem undian) dapat emas batangan! Ada yang dapat handblender bosch, dll. Selain itu kalau Nyonyah rajin ikut aktivitas, misal menjadi volunteer di game-game yang diadakan, Nyonyah juga bisa dapat hadiah yang lebih banyak lagi seperti paket popok, sampai dengan paket hand-blender. Lumayan kan. Saya karena si bocah terlalu fokus ama mainan di boothnya ELC jadi kaga sempet ngeksis di panggung nihhhh….

Saya pribadi, selain goodie bag yang semua peserta dapat, saya dapat doorprize berupa hampers produk-produk naturalnya corine de frame yang buanyak banget…. kayanya worth sampai 1,5 jutaan gitu. Happyyyy! Untuk produk corine de farmenya sendiri akan aku review terpisah yaaa….

***

Buat yang jadi pengen ikutan, pantengin aja terus akun IG The Asianparents @theasianparent_id soalnya seat-nya selalu terbatas. Have fuuuunn! Salam sayang selaluuu…. :*

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review dan Pricelist/ Harga Mom n Jo Bintaro

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Sebenernya saya termasuk yang parnoan masalah pijet memijet, apalagi pijat bayi atau pijat diri sendiri saat hamil. Namun, dulu pas hamil saya pernah ke Mom n Jo Bintaro untuk pijat khusus ibu hamil. Secara umum saya merasa pijat di sini cukup membantu untuk menguragi rasa sakit/ pegal di punggung akibat kehamilan yang makin besar. Setelah memiliki bayi pun, saya hanya berani untuk memijatkan bayi di sini. Selain itu saya memilih untuk memijat bayi sendiri di rumah. Oiya, pijat yang saya lakukan sebatas pijat untuk mengurangi rasa lelah Bagi teman-teman yang setipe sama saya, mungkin review Mom n Jo Bintaro ini akan bermanfaat ya.

Berikut adalah pengalaman saya pijat bayi di mom n jo Bintaro.

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Jasa yang pernah digunakan:

1 . Pijit Ibu Hamil

Rasa pijitan terapisnya cukup enak bikin rileks gitu, tapi bukan yang kuat banget mijitnya, kalau dibanding tukang pijit langganan di kampung halaman. Mungkin memang karena untuk ibu hamil ya. Ruangannya nyaman, ada kamar mandi di dalam kamar pijat. Suasananya bisa diset, terang gelapnya. Saya pribadi prefer agak remang-remang, biar enak bobo, hehehe. Saat dipijit kita diberi semacam bantal khusus ibu hamil, jadi tengkurapnya agak miring dan tidak menekan perut.

Minyak yang dipakai untuk memijat adalah grapeseed oil. Minyak dari biji anggur ini, berdasar artikel-artikel yang saya baca adalah emollient yang bagus untuk kulit. Berfungsi untuk melembabkan, melembutkan serta menenangkan kulit. Infonya minyak ini juga (biasanya) tidak menimbulkan alergi. Yang saya suka dari minyak ini adalah tidak terlalu lengket di badan. Saya habis pijat cuma bilas air hangat tanpa sabun saja nggak merasa lengket (disclaimer: kulit saya kering kerontang). Namun apabila kita mau request minyak lain bisa diinfokan saja ke terapisnya, kalau tidak salah pilihan lainnya adalah jojoba oil. Saya sendiri belum pernah mencoba minyak ini.

2 . Pijit Bayi

Dua kali pijit di sini, pas Ning Gaya lagi bad mood. Jadi nuangiiis sepanjang dipijit. Zzzzz…. Bukan karena kesakitan, tapi memang pas lagi ga mood. Dan kalau lagi ga mood, anak saya ga suka dipegang-pegang. Tapi saya salut sama terapisnya yang sabaaar banget lo. Dan bisa mijit dengan berbagai macam posisi bayi. Sambil bobo miring, sambil saya peluk, sambil saya pangku. Pokoknya macem-macem ngikutin pergerakan bayi saya.

pijat bayi di mom n jo bintaro

Minyak yang dipakai sama juga, grapeseed oil. Dan kalau kita punya essentials oil bisa juga dibawa untuk digunakan saat pijat. Di mom n jo bintaro ada dijual juga si essentials oil merk Belli to Baby. Sayangnya, di kemasan produk yang minyaknya campuran kurang jelas info EO apa saja yang terkandung di dalam satu produk. Nanya ke terapisnya, juga kurang mengetahui produk yang disediakan. Jadi kalau mau pakai, better yang sudah familiar digunakan.

Saya pribadi pernahnya nyoba yang imune booster. So far saya suka si dan memang ngefek. Cuma masih was-was karena ga tau kandungan EO-nya.

Related post: Review klinik ibu dan anak di Bintaro (Bintaro Women dan Children Center)

Fasilitas:

  1. Ruangan berperedam bentur, alias seluruh lantainya dilapis dengan semacam matras. Ini untuk ruangan pijat bagi bayi.
  2. Ruang pijat ibu dengan bantal khusus untuk ibu hamil. Lengkap dengan kamar mandi dalam. Di sini tersedia juga tungku aromaterapi.
  3. Kolam renang bayi di masing-masing kamar pijat bayi.
  4. Ruang tunggu yang nyaman.
  5. Timbangan untuk mengukur berat badan bayi, timbangan untuk orang dewasa.
  6. Termometer untuk mengukur suhu tubuh bayi.

fasilitas mom n jo bintaro 2

fasilitas mom n jo bintaro 1

baby spa di mom n jo bintaro

What I love:

  1. Kakak-kakak pemijatnya baik, kids friendly sabar,
  2. Kakak-kakak pemijatnya bisa memijat dalam segala posisi bayi,
  3. Admin dan satpamnya ramah, helpful banget,
  4. Tempatnya nyaman dan aman buat bayi, seluruh lantai dilapis matras,
  5. Tersedia esential oil merk Belli to Baby,
  6. Mijatnya relatif enak.
  7. Ruang tunggunya cukup nyaman, bahkan ada yang semi private (terpisah dengan tirai) seperti di gambar di bawah ini:

ruang tunggu

What I dont:

  1. Harganya lumayan mahal, tapi ini relatif si ya, hehehe….
  2. Kalau ga menekankan pesanan, biasanya dipaketin langsung pijat + renang,
  3. Kakak-kakak pemijatnya tidak paham essential oil yang ditawarkan.

Tips ke Mom n Jo

  1. Bawa kaus kaki untuk orang tua yang menemani bayi, karena untuk masuk ke lokasi pijat bayi harus menggunakan kaus kaki.
  2. Lakukan reservasi, apalagi jika berencana pijat saat weekend.
  3. Tegaskan hanya pijat kalau memang hanya ingin pijat. Karena pengalaman dulu nggak menegaskan hanya ingin pijat, disiapkan sekalian sama renang. Padahal pas reservasi di telepon bilang pijat. Kan lumayan tu biaya tambahannya, hehehe.
  4. Datang 15 menit sebelum jam mulai. Terutama di jam-jam sibuk, karena kalau sudah lewat jamnya, dan jam berikutnya sudah full book, kita harus nunggu lebih lama. Huhuhu….
  5. Pesan minumnya, free kok (ga mau rugi).

Pricelist Mom n Jo

Untuk Pijat Ibu:

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil 2

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil

Untuk Pijat Bayi:

harga mom n jo bintaro pijat anak 2

harga mom n jo bintaro pijat anak

harga mom n jo bintaro pijat bayi

*

Alamat Mom N Jo Bintaro: Jl. Bintaro Tengah, Blok U4/4, Sektor 2, Tangerang.

Telepon (reservasi) 0217370119, 08998888820

*

Selain di Bintaro Mom N Jo sepertinya juga buka di banyak tempat lain deh, soalnya setahu saya ada juga yang di Dharmawangsa dan di Surabaya juga ada. Oiya, buka setiap jam 10.00 s.d. 20.00 WIB.

Pas nulis ini saya jadi pengen pijit lagi ni, hehehe…. Adakah yang punya tempat pijit bayi favorit? Boleh lho share di kolom komentar. 🙂 Siapa tahu bermanfaat juga bagi ibu-ibu lainnya….

Terimakasih sudah mampir! Salam sayang ya Nyaaah…. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Moms, be Proud of Yourself!

Mau Nyonyah itu stay-at-home mom, mau working mom kaya saya (yes! saya workingmom), atau yang pakai ART, pake baby sitter, yang single mom, atau nitip mom, pleaseeeee be proud lah sama diri kita! Kita tu baik hati, setrong lagipula kece dengan cara kita masing-masing.

Don’t let words bring us down. Kita tidak selemah itu!

Hihihi, tumben yak, saya memulai artikel dengan rada emosional. Soalnya emang rada emosional si topik obrolan kita kali ini Nyaaah…. tentang ibu-ibu yang sering lara hati dan jadi minder karena omongan orang. Tepatnya lagi omongan orang yang kurang kompeten buat ngomongin hidup kita.

Sering kan, ya kita denger curhatan temen atau malah kita sendiri ngalamin, betapa potek hati mamak denger kritikan orang tentang badan bayi yang kayanya makin hari makin kurus. “Kaya nggak pernah dikasi makan,” kata tetangga. Atau, “Makanya jangan main hape mulu…. tuh, anaknya makan angin“. Atau, “Anak saya loh uda bisa salto merangkak dari usia 2 bulan, anakmu kok kayanya cuma tidar tidur aja ya kerjanya….“. Hmmmm….

hiks

Is it related to you?

Saya si jarang yak denger komen kaya gitu dari tetangga, soalnya saya pergi pagi pulang malem si. Kaga pernah ketemu tetangga. Hehehehe…. Tapi saya related banget sama topik ini karena sering dicurhatin mamak-mamak. Yes, mamak mamak jaman now, walaupun ga bisa temu muka kan sering tsurhat via whatssap. Dan eike jadi pingin kalap ngesleding itu mulut mulut kurang tata krama yang suka nyinyirin temen eike.

Tapi ga jadi, soalnya salah satu yang suka nyinyirin temen eike itu, ibunya temen eike sendiri. Kan Nyonyah harus sopan ya sama orang tua…. Maap maap….

Gimana ga esmosi coba. Problem yang dialamin temen saya ini atas anaknya, menurut saya emang menantang ya. Punya banyak alergi, uda gitu selera makannya juga rendah, dll dsb. Kemudian orang-orang dengan mudahnya ngomentarin kalau si anak kayak ga dikasi makan karena kelihatan kurus.

Padahal Dokter Spesialis Anaknya bilang GAPAPA.

Cuman, ibu mana si yang nggak baper hatinya denger celometan kaya begono. Eike aja esmosi, karena tau sendiri gimana perjuangan temen yang jungkir balik bikin berbagai macam menu makanan yang selain nggak memicu alergi anaknya juga menurut saya menarik.

Bahkan temen saya sampai jualan makanan bayi loh, yang kemudian lumayan banyak testi yang bilang makanannya itu menyelamatkan bayi-bayi lain dari ke-GTM-an. See? Berarti masalahnya bukan di ibunya males masak atau yang lain sesuai tudingan para nyinyirers abad 21.

Tapi kita kan nggak bisa ngatur omongan orang yak kan?

Yap.

Betul. Tapi kita bisa menjaga hati kita.

So, dengarlah para jamaah, Nyonyah mau bersabda. #Aseeekkk

“Tetaplah bangga pada dirimu, Nyah. Bukan karena kita sebagai ibu telah mencapai #mothergoal di mata orang-orang; anak gemuk, pintar, lincah, ramah dan rajin menabung. Melainkan karena kita telah berjuang selangkah demi selangkah untuk mewujudkan harapan kita tersebut.

Untuk setiap langkah yang berani kita ambil. Untuk setiap eksperimen. Untuk setiap keringat. Untuk setiap air mata.

Untuk setiap doa….”

love love

Tapi kalau Tuhan berkehendak lain, masakan kita mau nyalahin Dia. Engga kan yes. Mana berandos dos. Yang penting ikhtiar jalan teroooos. Ye kaaaan? Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua.

Amin, jamaah? Amin amin amin.

Beberapa hal yang membantu saya agar bisa tetap tegar menghadapi dunia emak jaman now yang keras adalah sbb:

  1. Konsultasi dengan ahli terkait kesehatan anak, saya si biasanya dengan dokter anak langganan. Kalaupun denger komentar dari orang mah, senyumin aja. Jadikan bahan konsultasi di pertemuan berikutnya sama dokter.
  2. Minimalisasi banget bertanya di grup-grup sosial media yang tidak betul kita kenal dan mengenal kita. Selain kadang mereka yang menjawab tidak selalu kompeten, kadang yang ada bukannya dapat jawaban tapi malah penghakiman. Ini mah peribahasanya kalau di bahasa jawa: “kutuk marani sunduk” (ikan mendekati kail), “ulo marani gebug” (ular menyambangi pemukul). Nyari mati loe!
  3. Menjaga kuping dan hati baik-baik bukan berarti menutup kepala dari masukan yang baik ya…. Kita bisa kok memilah mana yang patut kita pikirkan sungguh-sungguh. Mana yang cuma basa-basi (tapi nyakitin). Mana juga yang cupa cari perhatian…. yang terakhir mah di-wolesin ajahhh….
  4. Punyailah support sistem yang suportif. Yang logis pas kita lagi drama. Jangan juga nyari yang sama dramanya. Tar malah jadi nangis berjamaah, atau malah balik ngumpat-ngupat si nyinyir berjamaah. Dua-duanya ga baik juga buat kesehatan jiwa Nyonyah…. Jangan juga hanya berharap pada suami, karena kadang suami tak selalu memahami drama ibu-ibu ini. Kalau maksa suami ngerti, kadang malah timbul drama baru. Ehehehe….
  5. Ada yang mau nambahin? Feel fre untuk nambahin di komen yaaakkk!

So Moms, be Proud of Yourself!!!!!!!!!

Salam sayang semuanyaaa!

.

.

.

.

.

.

kuat

PS:

Tumben yak, tulisan saya singkat, ahahaha. Iya kayanya ini tulisan paling singkat di blog nyonyamalas nih. Sekedar mencurahkan uneg-uneg. Semoga ga banyak yang tersinggung ya, karena kata-katanya banyak yang sembarangan banget. Hehehe….

Sekali lagi, salam sayang Nyaaah!

***Artikel Moms, be Proud of Yourself! ini dipersembahkan untuk teman, yang nggak perlu saya mention tapi kayanya pasti baca artikel ini soalnya saya share ahahaha…..

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Perbandingan Tiga Maskapai Penerbangan Full Service (Garuda, Sriwijaya, Batik Air)

maskapai penerbangan

Perbandingan Maskapai Penerbangan Full Service Economy Class: Garuda, Sriwijaya dan Batik Air. Kalau ditanya mana yang paling oke dari ketiga maskapai penerbangan tersebut? Tentu saja semua akan dengan mudahnya bilang Garudaaaaa!!!!

Anti klimaks banget yesss….

Hehehe, tapi ya mau gimana lagi yak, emang betul si, Garuda so far maskapai penerbangan domestik yang paling nyaman buat bawa bayi. Tapi ga nyaman di dompet ibu dan bapak. Ihihi…. Sama satu lagi, saya pegel banget kalau dapet gate paling ujungnya Ultimate 3. Jauh banget bok. Tar lengkapnya saya ceritain di bawah.

maskapai penerbangan

Sebelumnya saya mau cerita secara umum dulu tentang perbedaan maskapai penerbangan full service dengan yang low cost sebagai berikut:

  1. Jarak antar kursi relatif lebih besar dari pada maskapai low cost (kecuali Sriwijaya, menurut saya, hehehe). Ini penting buat saya yang punya suami segede dan setampan Chriss Prat jaman main Jurassic World. Karena ruang antar kursi yang lebih lebar membuatnya lebih nyaman. Lebih nyaman juga untuk saya yang duduk sambil menggendong bayi, yang sudah mulai aktif bergerak.
  2. Sebagian maskapai penerbangan full service memberikan layanan hiburan berupa monitor untuk menonton film, video atau mendengarkan musik. Bebera
  3. Makanan dan minuman diberikan secara gratis. Buat perjalanan jarak pendek palingan dapat snack sama air mineral segelas. Kalau jarak panjang, bisa dapat makan berat.

Related Post: Pengalaman menggunakan 3 Maskapai Penerbangan Domestik Low Cost

Pengalaman Berkesan Menggunakan Garuda

Yang saya suka dari Garuda, penumpang yang bawa bayi dapat memilih extra legroom seat dengan tanpa tambah bayar. Kalau di Air Asia atau Citilink kan harus bayar tu…. Trus penumpang yang bepergian dengan bayi bisa dapat pinjaman keranjang bayi (baby bassinet). Tapi saya belum pernah memanfaatkan fasilitas ini soalnya selalu jarak dekat, dan Ning Gaya juga lebih nyaman kalau duduk saya pangku. Lebih mudah neneninnya.

Oiya, extra legroom seat merupakan kursi pada kompartemen ekonomi yang memiliki ruang kaki lebih luas daripada kursi ekonomi lainnya pada penerbangan Garuda Indonesia. Extra legroom seat terletak pada baris pertama (first row) dan emergency exit row dari kompartemen ekonomi.

Daaaaaan, yang paling saya suka lagi (bawa ataupun ga bawa bayi) adalah makanan Garuda ini adalah yang paling enak di antara maskapai penerbangan domsetik lain. Baik snack maupun makan beratnya. Makanan beratnya pun bisa memilih antara kentang dan ikan atau nasi dan daging. Untuk penerbangan jarak jauh, lumayan banget menyegarkan perut dan perasaan. Saya kalau lapar galak soalnya. Trus, bisa memesan makanan bayi pada rute-rute tertentu.

Hanya saja, di Garuda tidak boleh membawa stroller ke kabin, info dari web. Semua stroller harus di bagasikan.

Yang perlu diperhatikan saat menggunakan Garuda saat membawa bayi dengan Garuda adalah ketentuan cek in-nya. Garuda tidak mengizinkan penumpang yang membawa bayi untuk web check in. Ini cukup menyulitkan, karena kalau kita check in di hari H, tentu sudah keciiiiil sekali kemungkinan mendapatkan extra legroom seat. Itu yang saya alami di penerbangan pertama saya dengan Ning Gaya.

Namun, ternyata bisa diatasi dengan city check in di konter darat. Saya merasa bodoh karena tidak tahu hal tsb. Apalagi setelah tahu kalau di mall dekat kantor ada konter darat Garudaaaa…. eeeekkkkk…. So, untuk yang mau melakukan perjalanan bersama bayi dengan Garud, city check in is a must!

Related post: kisah pengalaman pertama saya membawa bayi pada usia 4 bulan.

Kemudian jika melakukan perjalanan dengan Garuda via Soekarno Hatta, mohon spare waktu  yang cukup untuk check in. Karena gatenya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh dari konter check in. Saya pernah dapet gate 26. Dan saat itu belum banyak mobil golf yang wara-wiri anter penumpang antar gate. Jadi harus nunggu agak lama baru dapet mobil pengantar. Untung kami berangkatnya pagi. Kalau enggak kan gempor jalan buru-buru sambil gendong bayi.

Gempor dan berotot tentunya.

Untuk masalah hiburan di atas pesawat Garuda juga patut diacungi jempol. Ada monitor + earphone. Serta majalahnya juga bagus.

Pengalaman Berkesan Menggunakan Sriwijaya

Pengalaman paling berkesan menggunakan Sriwijaya adalah saat saya dan Ning Gaya hanya berdua menuju kampung halaman. Sementara suami menggunakan mobil jenazah, mengiring almarhumah Mbah Uti, mama mertua saya.

Keberangkatan dari 2F Bandara Soekarno Hatta. Perasaan saya agak limbung. Namun, entah mengapa saya merasa beruntung saat itu Sriwijaya very helpful. Penerbangan tepat waktu. Pramugarinya juga ramah. Beberapa kali pramugari menawarkan mainan (jualan) kepada Gayatri. Saya tahu, semuanya tidak berlebihan. Namun pas.

Sampai sekarang saya masih teringat rasa cookies cokelat yang dibagikan di atas pesawat. It was a little bitter but sweet. Walaupun maskapai ini bukan favorit suami saya karena jarak antar kursinya paling sempit di antara maskapai penerbangan, namun saya selalu menantikan untuk bisa menikmati cookies cokelat itu tadi.

Oiya,  info dari petugas darat Sriwijaya, kami tidak boleh membawa stroller ke kabin.

Saat menggunakan Sriwijaya usia bayi saya kurang lebih 9 bulan, kami tidak dimintai dokumen apapun. Hanya membawa tiket infant (seharga kurang lebih Rp 50.000,00 perjalanan dari Semarang – Jakarta).

 

Pengalaman Berkesan Menggunakan Batik Air

Penerbangan pertama saya menggunakan Batik Air cukup melumerkan cap tidak terlalu baik dari “Lion Air”, group seperusahaannya. Terutama karena Batik Air memiliki ruang kursi yang lebar dan sangat nyaman.

Untuk makanannya tidak terlalu spesial. Yang paling spesial ya itu: ruang antar kursinya.

Selain ruang antar kursi, saya cukup terkesan dengan adanya USB port di setiap seat. Lumayan buat ngecharge. Hehehe…. Oiya, di Batik Air juga menyediakan monitor untuk menonton film, video atau sekedar mendengarkan musik. Tapiiiiii, earphonenya nggak gratis kaya Garuda. Tapi harus dibeli dengan harga sekitar Rp 25.000,00.

Untuk yang kupingnya agak rewel (seperti suami saya), lebih baik membawa earphone sendiri deh. Hehehe….

Untuk penerbangan menggunakan Batik Air, boleh membawa stroller yang dapat ditekuk (seperti pockit) info dari petugas darat Bandara Ahmad Yani. Petugas tersebut menekankan, “Cuma boleh yang kecil ya mbak, stroller yang kecil yang bisa ditekuk itu ya Mbak”. Siaaaappp!

Ketentuan yang saya baca di web Lion Air (group) terkait mengangkut bayi adalah sbb:

“Lion Air berhak untuk tidak mengangkut bayi berusia kurang dari dua (2) hari dan bayi yang berusia antara tiga (3) dan tujuh (7) hari harus disertai dengan Sertifikat Kesehatan yang menyatakan bahwa bayi tersebut cukup sehat untuk melakukan perjalanan udara. Sertifikat Kesehatan tersebut harus diterbitkan 72 jam sebelum waktu keberangkatan. Batas usia maksimum bayi adalah kurang dari 2 tahun. Bayi yang melakukan perjalanan udara dengan Lion Air harus disertai dengan Formulir Ganti Rugi yang ditandatangani oleh orangtuanya.”

Namun untuk poin formulir ganti rugi tidak diminta kepada kami saat itu. 🙂 Saat menggunakan Batik air yang adalah Lion Air group usia anak saya 10 bulan.

love love

Terimakasih sudah membacaaa…. Kalau teman-teman punya pengalaman lain terkait tiga maskapai penerbangan di atas, boleh banget lo share pengalamannya di komen. Karena bisa jadi pengalaman yang kita miliki berbeda, dan pasti akan bermanfaat buat Nyonyah-nyonyah lain yang membaca….

Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tentang Buka Handphone, Privacy dan Keterbukaan

privacy handphone

Saya dan suami minggu kemarin ngomongin sesuatu yang minggu lalu hot dibicarakan di sosmed: tentang buka handphone suami dan kelancangan istri.

Rada kesentil juga si, ketika di media sosial ada seseorang yang menyebut istri orang lain lancang. Ihwalnya adalah karena istri orang lain itu membuka handphone suaminya. Lebih tersentil-sentil lagi ketika, walaupun sang suami sudah komen bahwa beliau mengizinkan istrinya membuka hape-nya, pro dan kontra masih berkepanjangan.

Hello?

Itu bini orang, loh. Yang punya hape aje selo.

hehehe

Eit, jangan nuduh dulu! Saya tidak mau membela sang istri kok. Sebenarnya saya setuju juga (sebagian) kalau membuka handphone milik pasangan adalah sesuatu yang lancang. Hidup privacy! Tapi ya kalau dalam kasus tadi kan beda yak, suaminya fine-fine aja ya harusnya kita juga fine-fine aja. Kan masing-masing keluarga punya adat istiadatnya masing-masing.

Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung.

Yang punya saja tak beriak, mengapa situ yang pundung?

privacy handphone

Trus Pernah Buka Hape Suami?

Ya pernah lah.

Trus saya mendapat penemuan terbesar abad ini:

Foto VIA VALLEN di handphone suami.

Aw aw aw….

Katanya si kiriman dari grup kantor. Grup kantor suami emang kadang random banget si. Masalah pembangunan bangsa dan negara, sampe penyanyi dangdut koplo pantura juga dibahas.

Saya sih, percaya percaya aja. Kalaupun dia download sendiri pun foto Via Vallen, kayanya juga nggak masalah buat saya. Dia ngefans juga gapapa.

Tentang Privacy

1 . Tentang Privacy Pasangan

Saya dan suami mengakui bahwa pasangan kami masing-masing walaupun telah bersatu sebagai pasangan suami istri adalah tetap entitas yang mandiri. Yang memiliki pemikiran, keinginan dan zona pribadi. Masalah harta memang milik bersama, barang berupa handphone-nya pun kami akui sebagai milik bersama (walaupun pelaporannya pajaknya kami lapor secara terpisah demi kepraktisan). Namun akun yang didalam handphone, yang berupa aset tak berwujud itu tetap kami hargai sebagai milik pribadi.

Akun (nomor) telepon, WA, social media dan email adalah milik pribadi.

Jadi kalau secara diam-diam tanpa seizin suami, saya nggratil membuka chat atau email atau bikin status di sosmednya, itu namanya LANCANG.

setrong

Vice versa.

Berlaku juga sebaliknya, walau iphone yang saya pakai itu juga dibeliin suami. Tapi nggak ada tuh suami grepe-grepe hape saya tanpa seizin saya. Kalau pinjam hape pun biasanya cuma buat foto-foto (karena kamera hapenya burem) atau numpang telepon kalau dia lagi nggak punya pulsa. Bisa dibilang, hampir nggak pernah dia buka chat saya.

2 . Tentang Privacy Orang Lain yang Terkait

Mengapa saya dan suami memilih untuk tidak membuka chat satu sama lain? Karena bisa jadi dalam ruang chat kami mengandung privacy kerabat pasangan yang tidak perlu saya atau suami tahu.

Contohnya: sahabat suami bercerita tentang rumah tangganya. Perlukah saya tahu? Tidak.

Tapi kalau saya usil baca-baca secara tidak langsung saya bakal tahu kan. Dan saya pasti tahunya akan cuma sepotong dan nggak komprehensif, sebatas apa yang saya baca di chat tersebut. Penilaian saya terhadap ybs mungkin akan berbeda. Bisa jadi saya akan komen yang enggak-enggak, dan suami jadi males. Efeknya malah nggak bagus buat kami. Itu contoh aja sih.

Atau sebaliknya, temen perempuan saya nanya tentang lingerie atau hal-hal ciwi-ciwi yang nggak sepatutnya laki-laki tahu. Apalagi emak-emak jaman now kan suka punya grup ibu-ibu kan yeeesss…. Nah kalau suami usil baca. Hmmmm…. gimana juga itu kan saru ya.

Intinya nggak semua urusan pasangan kita harus tahu kok. Lagipula saya percaya kalau urusan yang perlu saya tahu, pasti pasangan akan ceritakan. Yuk, mari kita ke poin berikutnya….

Tentang Keterbukaan

“Lhah Mbak, kan suami istri itu harus saling terbuka…. Jadi nggak papa dong saling buka-buka handphone!”

Ya nggak papa saling buka-buka hand phone. Asal seizin pasangan. Daaaan, kalau memang saling terbuka, ga perlu nunggu hape dibuka pun pasangan uda bakal cerita si. Kalau urusan itu memang hal yang perlu kita tahu.

love love

“Yakin Mbak, suami-nya Mbak bakal jujur terus?”

Ya, memang nggak ada jaminan sih bahwa pasangan akan selalu jujur. Tapi bukankah memang itu yak, seninya pernikahan: kepercayaan dan keterbukaan. Kalau memang sudah tidak ada kepercayaan dan keterbukaan, pernikahan macam apa yang sedang dijalani? Sepertinya melelahkan.

Kalau kata suami saya, “Minta izin aja, ga usah curiga-curigaan, ga usah pakai acara diem-diem…. Toh juga pasti dikasih kan…. Kalau saya nggak ngasih, baru dah sono kalau mau curiga“.

Iya uga sih…. Selama ini memang tidak pernah tidak dikasih, kalau saya minjem hape suami. Kecualiiiii…. dia lagi main game Marvel Future Fight kesayangannya setiap jam 10 malem. Apalagi kalau pas hari kamis, jadwalnya mau ngereset game apa gimana gitu. Tapi ya kalau uda ngomong game mah, uda beda urusan yak…. Hihihi….

Saya akui memang naif dan terlalu percaya pada suami, sebagaimana saya rasa beliau pun naif dan percaya pada saya. Kami mencoba untuk menjalani pernikahan yang tidak dibebani rasa curiga. Biarlah Tuhan yang nanti membalikkan hati kami apabila, salah satu dari kami mulai serong. Amin.

***

Di akhir obrolan saya dan suami….

Saya: “Mau pinjem hape dong….

Suami: “Sik bentar, aku hapus foto Nella Kharisma dulu yakkkk….” 😛

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!