7 ASI Booster Enak Favorit Versi Nyonyamalas

ASI Booster enak favorit

Beberapa waktu lalu sempat ada obrolan di WA group birthclub Januari-Februari 2017 tentang ASI Booster. Trigernya gara-gara ada postingan di FB yang bilang jika ASI Booster itu nonsense. Obrolannya cukup gayeng karena semua anggota orangnya open minded gitu, jadi ga langsung pro dan ga langsung kontra. Di tengah keterbatasan kami tentang ilmu kesehatan dan berdasarkan pengalaman yang kami alami masing-masing terhadap ASI Booster kami membahas hal tersebut. Dan kesimpulannya, kami yakin kalau pengaruh ASI Booster ke ibu menyusui memang berbeda-beda setiap individu. Tapi kalau dibilang nonsense ya engga juga sih. Soalnya saya termasuk pengguna ASI Booster gitu. Terutama ASI Booster enak hihihi…. *doyan.

7 ASI Booster favorit saya bakal saya ceritain di bawah….

ASI Booster enak favorit

Sebelum saya cerita tentang ASI Boster favorit saya saya mau cerita dulu lanjutan obrolan yang tadi. Karena saya masih penasaran, setelah ngobrol di WA group maka saya googling-googling aja tentang hormon yang memengaruhi produksi ASI. Berdasar baca-baca tersebut, saya nangkepnya ada dua hormon yang memengaruhi produksi ASI: prolaktin dan oksitosin. Prolaktin adalah hormon yang bertanggungjawab dalam memerintah sel memroduksi ASI. Biasanya terjadi karena rangsangan dari bayi yang menyusu. Hal ini menggenapkan pemikiran bahwa produksi ASI itu demand – suply. Makin disusukan (makin besar demand) – prolaktin makin banyak – maka makin banyak suply yang akan dihasilkan. Mohon koreksi ya, teman-teman yang berkecimpung di dunia medis.

Lalu hormon yang kedua adalah oksitosin atau hormon cinta. Hormon ini berperan memacu sel-sel di payudara untuk melepaskan ASI. Produksi hormon ini sangat dipengaruhi oleh perasaan hati. Kalau ibu kelelahan, stress, bete, dll bisa menghambat produksi hormon ini. Di poin kedua ini, saya rasa ASI Booster bisa berpengaruh. Karena, di orang-orang seperti saya, beberapa makanan tertentu memang bikin happy. Hihihihi…. Untuk itu buat saya, selain harus menambah nutrisi, ASI Booter juga  wajib enaaaaakkk. Soalnya biar ga males minumnya dans supaya saya happy makan/ minumnya. Busui happy, ASI lancaaaarrr.

Berikut 7 ASI Booster yang pernah saya coba, yang berdasarkan pengalaman cukup efektif di produksi ASI saya dan juga enak….

1 . Susu Almond

ASI Booster yang satu ini enaknya endang bambang gurindang menurut saya. Saya kalaupun nggak menyusui aja doyan Susu Almond. Hohoho. Saya biasanya beli di Mandorle secara online karena dia fresh made, jadi PO gitu dulu. Alasan milih Mandorle, karena dekat rumah saja sih. Ongkir matter, hahaha. Selain enak, manfaatnya buat saya sebagai busui adalah bikin ASI banyak dan kental.

Cuma memang harus hati-hati ya dalam mengonsumsi produk ini. Sebagaimana kacang-kacangan lain, almond juga punya potensi untuk membuat bayi alergi. Terutama yang memang punya bakat alergi bawaan. Seperti Gayatri anak saya, kalau saya kebanyakan minum Susu Almond, kulitnya pasti muncul merah-merah. Batas banyaknya itu kalau saya minum satu botol selama empat hari berturut-turut. Namun kalau saya minum sehari selang sehari, biasanya ga muncul alerginya. Untuk ibu-ibu yang belum tau anaknya alergi atau tidak better minumnya sedikit-sedikit ya.

Where to buy: IG @mandorle_indonesia harganya kurang lebih Rp 25.000,00 – Rp 30.000,00 per varian.Saya pernah order dua kali di akun ini lewat WA +62 812-1000-1085, adminnya fast respons dan juga oke pelayanannya, cuma rada jutek. Hihihi…. Lagi rame order kali yes. Pas saya nulis artikel ini saya lagi nyoba order susu almond di temen kantor, tapi belum tahu gimana produknya soalnya PO. Bakal di-update as soon as possible.

2 . Cookies ASI

Nhaaaaa, ASI Booster yang ini bentuknya unik karena ga berbentuk cairan tapi berbentuk cookies. Yang pernah saya coba adalah rasa double chocolatte. Sebenarnya si banyak rasa lainnya. Cuma yang pernah saya cicip dan saya suka banget adalah yang rasa double chocolatte ini.

Where to buy: @lactabar. Ga mau cerita panjang lebar lagi karena sebenarnya saya pernah bahas Asi Booter ini di artikel tersendiri sbb.

Related post: Review Asi Booster Cookies.

3 . Soes Wake-wake

Satu lagi ASI booster yang bentuknya unik, berbentuk kue soes kering imut. Bahannya dari daun bangun-bangun. Untuk orang Batak mungkin sudah familiar dengan sayuran ini. Daun Bangun-bangun sama tenarnya dengan daun katuk kali ya kalau di Jawa. Daun ini bermanfaat untuk melancarkan ASI. Rasanya enak, seperti soes kering pada umumnya namun yang bikin spesial itu selain ada serpihan daunnya ada isian cokelatnya. Yummmmm!!!

Harga: Rp 50.000,00 /kaleng

Where to buy: IG @lina_winky atau di tokopedia https://www.tokopedia.com/wakewake

4 . Jus Wake-wake

Penampakannya yang hijau tua awalnya mengintimidasi saya, karena saya kira rasanya bakal pahit. Tapi ternyata rasanya segeeeer, asam dengan rasa jeruk nipis dan bulir-bulirnya juga. Paling enak diminum ketika dingin. Seger banget diminum siang-siang. Jujurly speaking, ini produk ASI Booster yang paling sering saya repurchased. Harganya miring bokkk….

Harga: Rp 7.000.00/ botol, 11.00o,00/pouch

Where to buy: IG @lina_winky atau di tokopedia https://www.tokopedia.com/wakewake

5 . Biji Almond

Sama seperti susu almond, saya juga suka biji almond panggang. Pertama beli ini bareng-bareng sama sesama busui teman kantor. Sekilonya Rp 180.000,00 di shopee (lupa tokonya apa). Keywordnya roasted almond. Lucunya, temen saya yang cowo juga suka ikutan makan walaupun kadang sering nanya, “Aku ga bakal keluar ASInya kan?”. Hahahaha, ya enggak lah maaaasss!!!

Selain baik untuk ibu menyusui, almond juga baik juga untuk kesehatan secara umum, karena mengandung banyak nutrisi dan kadar lemak tak jenuh. 🙂 Sebenarya biji almondnya bisa langsung dicemil gitu aja, karena uda dipanggang. Yang di foto itu saya iseng aja kasih kuah cuko sisa makan pempek. Ternyata enaaaaakkk…. Hahaha…. Oiya, almond panggang ini enak juga untuk topping overnight oat yang lagi ngehits itu. Enak, sehat, ASI lancaaarrrr…..

6 . Susu Kedelai

Mama soya, vsoy, susu kedelai kemasan pabrik atau bahkan susu kedelai homemade hampir semuanya terasa bermanfaat di saya. Cuma saya denger-denger susu kedelai nggak recomended buat yang bayinya cowo ya. Karena mengandung hormon estrogen. CMIIW. Namun karena bayi saya perempuan, jadi saya santai-santai aja untuk mengonsumsi susu kedelai secara rutin.

Where to buy: mama soya saya beli di babyshop Maebebe Bintaro, susu kedelai cair  berbagai macam merk di alfamart, indomaret, giant, hero, dll juga banyak.

7 . ASI Booster Tea

Dari segi rasa sebenarnya ASI Booster Tea ini seperti teh biasa namun ada hint rasa rempah hangatnya. Kalau buat ngeteh-teh yang modern gitu sebenernya teh ini kurang pas ya. Tapi yang membuat enak adalah membawa rasa hangat di badan. Paling enak diminum malam atau pas badan terasa pegal-pegal. Saya pernah bahas Asi Booter ini di artikel tersendiri sbb.

Related post: Review ASI Booster Tea.

Where to buy: aku pernahnya beli di babyshop maebebe Bintaro, Tapi online di nakibu.com kayanya juga bisa. Harganya kurang lebih Rp 60.000,00 per kalengnya.

***

Balik lagi tentang beberapa pandangan orang tentang ASI Booster, semua memang kembali ke masing-masing pribadi Ibu. Saya sendiri TIDAK berpendapat bahwa seorang Ibu harus mengonsumsi ASI Booster untuk dapat menyusui anaknya. Jika memang produksinya sudah cukup dengan mengonsumsi makanan sehari-hari, ya menurut saya tidak harus mengonsumsi ASI Booster.Namun, jika ada yang nasibnya seperti saya dan merasa butuh penyemangat tambahan, ASI Booster yang enak (tetep, harus enak! hihihi), menurut saya sah-sah saja dipertimbangkan.

Oiya, walaupun 7 ASI Booster di atas cocok untuk saya, belum tentu cocok untuk semua orang. Disesuaikan saja dengan kondisi masing-masing ya Nyaaahhh. Misalnya, di daerah Nyonyah ga ada yang jual jus wake-wake, dan tidak memungkinkan juga untuk paket (misalnya Nyonya sedang liburan ke Tiongkok) trus disana adanya jus daun katuk, ya mangga atuh dicoba yang ada di sekitarnya. Be a smart reader, ting ting ting…. 😀

Dibawa happy aja ya Nyaaahhh…. 🙂 Semoga sharing saya kali ini tetap bermanfaat! Salam ASI lancar jaya di laut dan udara!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat (Umur 4 Bulan)

membawa bayi naik pesawat

Ketika Neng Gaya berumur 4 bulan saya berkesempatan membawanya naik pesawat. Tidak tanggung-tanggung dalam satu bulan tersebut, kami harus menjalani 4 penerbangan. Dua penerbangan ke Semarang menuju Salatiga, dua pernerbangan (PP) lainnya ke Surabaya. Bagaimanapun perjalananan-perjalananan tersebut seru ya, dibalik suka dan dukanya. Jika tidak ada halangan kesehatan, membawa bayi naik pesawat, so far, menjadi pilihan saya jika harus berpergian jauh.

Karena toh bayi (di bawah 2 tahun) juga ga dicharge biaya seat, hanya bayar asuransi sekitar 50 ribu, hehehe….. Selain itu waktu perjalanan yang singkat meminimalisasi kemungkinan bayi kelelahan dan rewel berkepanjangan di jalan. Sepanjang-panjangnya ya sejam perjalanan di atas pesawat.

membawa bayi naik pesawat

Berikut pengalaman saya membawa Neng Gaya naik pesawat saat umur 4 bulan yang mungkin poin-poinnya akan bermanfaat bagi teman-teman yang mau berpergian atau mudik naik pesawat membawa bayi.

1 . Memilih Maskapai Penerbangan:

Penerbangan pertama dan kedua saya bersama Neng Gaya adalah menggunakan maskapai Garuda. Maskapai favorit jika saya tidak harus mempertimbangkan biaya, hahaha…. As you know, Garuda memang relatif mahal. Tapi untuk penerbangan kali ini saya bela-belain naik Garuda karena selain membawa bayi saya juga membawa mama mertua saya yang umurnya sekitar 60 tahun. Tanpa suami saya. Bukan hanya demi impression ke mertua yak! Tapi karena hal itu berarti saya membawa bayi dan lansia sekaligus maka Garuda patut dipertimbangkan. Mengapa?

Berikut hal yang saya suka saat terbang bersama Garuda:

  1. Pramugarinya sangat helpful dan ramah, apalagi ambiancenya juga nyaman ya, ada lagu-lagu daerah dari twilight orchestra yang pasti saya yakin mama mertua suka, mama happy setengah beban perjalanan ini sirna sudah,
  2. Sebagian besar naik turun dari pesawat menggunakan garbarata, walaupun di Semarang tidak menggunakan garbarata, kami yang membawa bayi dipersilakan naik duluan dan dipayungi bok kaya pejabat…. Soalnya Semarang saat itu memang panas-panasnya,
  3. Ada makanan dan minuman ringan,
  4. Ada Marugame Udon di terminal 3 Soekarno Hatta, ini penting buat Bapaknya Neng Gaya biar nganter dengan happy, hahaha….

Namun ada juga hal-hal yang patut digarisbawahi jika terbang dengan bayi menggunakan maskapai Garuda:

  1. Tidak bisa web check in, belakangan saya baru tahu kalau ternyata bisa city check in (check in di konter darat),
  2. Jarak antara konter checkin ke ruang tunggu itu jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh…. Kabar baiknya ada mobil golf yang wara-wiri untuk mengantar penumpang membawa bayi atau lansia dari ujung ke ujung. Thanks, Angkasa Pura! Please, armadanya ditambah ya, soalnya bermanfaat banget. 🙂

Penerbangan ketiga dan keempat, karena saya berpergian bertiga bersama Tuan Besar (saya, Neng Gaya dan suami), saya pede untuk menggunakan sodaranya Garuda yang lebih irit, Citilink. Soalnya kalau rempong kan ada Tuan Besar yang sigap as always plus lovely and nice. Muah muah….

Berikut hal yang saya suka saat terbang bersama Citilink:

    1. Bisa web check iiiiiinnnnn!!!! Suka suka sukaa…. Jadi ga repot harus city check in ke konter darat Citilink atau ga harus juga berangkat pagi-pagi demi dapat seat yang bagus pas check in di bandara. Dengan bisa web check in berangkatnya bisa agak santai dan tidak perlu nunggu lama di Bandara.
    2. Jarak antar kursinya (kursi satu dengan kursi depannya) masih relatif longgar. Ada maskapai low cost lain yang saya dan suami rasakan ruang antar kursinya agak lebih sempit dibanding yang lain. Seperti ditambah satu row lagi, cmiiw, mungkin cuma perasaan kami saja ya. Atau mungkinkah kaki kami kadang lebih panjang dibanding hari biasanya? 😀 wkwkwkwk….
    3. Tiketnya lebih murah, hahaha….

Pilih maskapai apa? #flyingwithbaby . ✈️ Pengalaman pertama dan kedua saya terbang bawa Eneng Gaya dan mama mertua, saya menggunakan maskapai @garuda.indonesia. Alasannya karena saya bawa lansia dan infant sekaligus yang sama-sama baru pertama ini terbang. Jadi prefer yang senyaman mungkin. . Penerbangan saya berikutnya bawa bayi menggunakan @citilink. Adeknya Garuda yang lebih murah. Karena selain saya sudah punya gambaran kalau Gayatri lumayan kooperatif, saya juga bareng suami yang tentu jauh lebih bisa diandalkan tenaganya. Hahaha…. . So far kedua maskapai ini cukup friendly untuk mamak mamak bawa bayi. . Berikut sekilas perbandingan kedua maskapai: . 1. BIAYA Citilink relatif lebih hemat daripada Garuda. . 2. MAKANAN Di Garuda dapat makanan (snack untuk penerbangan jarak dekat, makan untuk jarak jauh). Citilink ga dapat. . 3. MAINAN Kalau bawa bayi/ anak, pakai Garuda dapat mainan, Citilink engga. Tapi mainan ini ga terlalu ngefek si, soalnya Neng Gaya toh lebih suka mainan bungkus tisu. 😅 . 4. HIBURAN Garuda bisa dengerin musik/ video, baca majalahnya yang bagus. Citilink engga ada fasilitas hiburan tsb. Tapi emak bawa bayi mah hiburan utamanya: anak anteng. Cukup. . 5. CHECK IN Citilink bisa web check in untuk penumpang membawa bayi. Garuda ga bisa. Bisanya city check in, yang menurut saya lebih ribet dari web check in. Sepertinya ini demi keamanan bayi sendiri ya. Tapi saya tetep lebih suka web check in. Ga deg2an pas berangkat agak mepet 😬 . 6. AMBIANCE Garuda suasananya lebih syahdu dg alunan musik lagu daerah Indonesia serta sapaan pramugarinya yang ramah, helpfull dan ayu. Citilink kerasa lebih fun dg pantun-pantunnya. . 7. RUANG TUNGGU SOETTA Ruang tunggu Garuda ada di terminal 3 dan rada jauuuuuuuuh dari konter check in. Better siapin waktu yang cukup, jangan datang mefet mefet. Kalau Citilink di terminal 1c. Dua2nya punya nursing room yang nyaman. . Kayanya itu poin-poin perbandingannya…. ada yang mau nambahin? Feel free buat komen ya…. . #tipsmudik #travellingwithbaby #familyfirst

A post shared by emanuella christianti (@nyonyamalas) on

2 . Persiapan Kesehatan sebelum terbang:

Kesehatan bayi terutama yang patut diperhatikan ya. Saat ke Semarang saya sekali cek ke dokter sebelum berangkat, saat ke Surabaya saya ceknya ketika sudah sampai di Surabaya. Memang tidak wajib sih untuk periksa, just in case dia flu atau ada kondisi kesehatan yang kami sebagai orang tua awam tidak dapat melihatnnya. Pesan dari dokter spesialis anak langganan kami adalah, jangan terbang ketika bayi pilek. Saya mahfum si, pengalaman saya dulu (sebagai orang dewasa) terbang pas pilek, kuping saya saja sakit, apalagi bayi.

Oiya, mau terbang atau pun di rumah saja saya selalu sedia termometer dan paracetamol (hasil konsultasi dokter) untuk pertolongan pertama.

3 . Deal with Baby on Board:

Pertanyaan yang sering muncul ketika orang tua akan membawa bayi naik pesawat adalah:

“Perlu pakai earmuff ga si?”

Pertanyaan yang sama saya ajukan ke dokter. Jawabannya earmuff ga terlalu ngefek kata dokter saya. Yang wajib dilakukan untuk mengurangi rasa sakit akibat perubahan tekanan udara yang dirasakan bayi adalah, menyusui bayi saat take off dan landing. Logikanya sama seperti orang dewasa ngemut permen saat take off dan landing, telinga akan terasa plong saat kita menelan ludah.

“Pas menyusui boleh lepas seat belt?”

Saat take off dan landing tentu tidak boleh melepas seat belt. Namun posisi seat belt bayi (dibawah dua tahun) yang melekat di tubuh ibu dengan posisi bayi dipangku (belum memiliki seat sendiri) cukup mudah kok untuk memposisikan bayi miring untuk disusui. So, Nyaaah, jangan kawatir ya….

Saya pribadi menyarankan menggunakan kaos busui dibandingkan menggunakan kemeja kancing depan. Alasannya karena untuk memudahkan menyusui tanpa menggunakan apron. Kemungkinan payudara ibu akan terekspos relatif kecil kecuali anak memberontak parah dan Ibu bergerak tak terkontrol atau yang melihat fokus ke arah dada, maka akan terlihat. Namun jika memang ibu lebih nyaman menggunakan apron bisa dicoba-coba dan dibandingkan mana yang lebih aman dan nyaman. 🙂

“Gimana kalau bayinya nangis saat di pesawat?”

Lakukan langkah sebagai berikut: 1) tetap tenang, 2) abaikan pandangan orang, 3) cari dan temukan penyebab bayi menangis, 4) lakukan tindakan mengatasi penyebab dan kalau no 3 dan 4 ga ngefek juga lakukan nomor 5) tetap percaya diri dan 6) repeat. “Tetap tenang” kedengaran klise ya, tapi trsut me it works. Bayi kita tetap bayi yang sama kok dengan bayi yang kita miliki sehari-hari di rumah. Kebiasaan-kebiasaannya akan tetap sama.

Misalnya kalau Neng Gaya ucek-ucek mata tandanya dia rewel karena mengantuk, usel-usel dada berarti dia lapar, tiba-tiba bau asem artinya dia pupup, kalau dia geleng-geleng gelisah kemungkinan dia bosan maka kasih mainan (kalo Neng Gaya mainan sama dengen kresek plastik, hahaha). Kalau dia melakukan hal-hal di luar kebiasaan seperti (kalau Neng Gaya ya) tepuk tepuk telinga, ada kemungkinan penyebabnya ya tidak biasa, tersangka utamanya telinganya sakit. Maka walaupun dia ga lapar yuk mari dicoba untuk disusui. Kadang Neng Gaya menolak, paksa saja secara lembut.

“Gimana kalau dia pupup di atas pesawat?????”

Kalau ini gawaaaaaattttt!!!! Hahaha…. Jujur saya belum pernah mengalami Gayatri pupup di atas pesawat saat posisi pesawatnya masih di langit. Pernah sekali Gayatri pupup alias eek alias ook alias buang air besar di atas pesawat itu pas posisi sudah selesai landing dan pesawat gerak cuma nyari parkiran. Jadi nunggu bentar sampai turun dan nyari nursing room. Jadi saya ga bisa sharing gimana cara mengganti diapers di atas pesawat.

Namun saya punya tips untuk mencegah Neng Gaya pupup di atas pesawat, tipsnya pernah saya share di akun Instagram @nyonyamalas sebagai berikut:

Tips Bawa Bayi Naik Pesawat: Pengalaman Neng Gaya Pup . Yang paling saya kawatirkan saat bawa Neng Gaya naik pesawat adalah kalau dia pupup di dalam pesawat. Mau ganti rempong, ga diganti bakal rewel, untuk itu saya mempraktikkan beberapa tips dari temen-temen @bcjan_feb2017 : . 👍🏼 pagi hari si Eneng dipijat gowes dulu, biar pas siang jam kami terbang dia uda pupup duluan. Sambil dipijet sambil dibilangin buat pupup sebelum atau sesudah penerbangan. Hehehe, aneh ya ngobrol sama bayi, but it works! Neng Gaya pupup cukup waktu sebelum boarding. Saya nggak pernah sebahagia ini nyium bau pupup si Eneng. Tips ini awalnya saya dapat dari mbak @diniminory thanks maaak 😘 . 👍🏼 tips kedua, siapin tempat tersendiri yang mudah dijangkau berisi diapers, tisu basah, minyak telon (optional). Ini penting agar ga bongkar-bongkar tas buat nyari popok. Tips ini aku dapat dari mbak @dikaarifiani 😘 mamaci mbaaa…. . Pict diambil di nursing room Bandara Ahmad Yani Semarang. Tempatnya kecil tapi nyaman. Tempat ganti diapernya ada cermin besar, jadi Neng Gaya bisa mainan sama bayangannya sambil diganti diapernya. Uda gitu tempat cuci tangan posisinya di sebelahnya persis jadi masih bisa njagain biar nggak gelundung. Thankyou @angkasapura2 ! Good job 😊 . Recommended product: 👍🏼 tisu basah @mamypokoid no alkohol no fragrance, 👍🏼 diaper @goon_indonesia varian excellent soft tipe pants, gampang makeinnya dan juga panjang sampai di atas pusar jadi anget ga masuk angin. . #tipsmudik #flyingwithbaby #baby #travellingwithbaby #nursingroom #cutebaby #airport

A post shared by emanuella christianti (@nyonyamalas) on


 4 . Barang-barang Yang Dibawa

Hampir sebagian besar barang-barang yang saya kira akan diperlukan di lokasi saya paketkan terlebih dahulu. Sehingga saat naik pesawat saya hanya membawa sedikit barang saja. Hal ini diapresiasi temen kantor dan saudara-saudara saya loh, dan memang terasa sangat praktis sih. Poin ini adalah poin yang membuat saya merasa sangat cerdas. Hahaha…. *abaikan*

Ketika saya harus ke Salatiga (lewat Semarang) untuk urusan pekerjaan sambil membawa Neng Gaya dan Mertua, bawaan saya banyaknya sama dengan rekan kerja saya yang sorangan. Tas ransel sedang dan koper isi dokumen pekerjaan. Sementara ketika ke Surabaya selama 6 hari 5 malam, barang bawaan yang saya tenteng naik pesawat juga hanya satu tas ransel sedang yang sama plus diapers bag.

“6 hari 5 malam cuma bawa ini aja?”, kata Eyang Kakung.

Ga tau dia kalau ada barang hampir segede kardus sarimi yang sebelumnya sudah saya kirimkan dengan JNE ke rumah Kakak Ipar. Hihihihi…. Untuk meminimalisasi bawaan saya juga memilih untuk 1) membeli barang seperti diapers yang ukurannya besar namun sekali pakai, 2) menggunakan sabun mandi dan shampo yang sama dengan yang dipakai Neng Gaya (sabun 2 in 1, hihihi) serta 3) meminimalisasi pakaian saya dan suami dengan laundry di Surabaya.

Nah namun ada barang-barang tertentu ni yang harus ditenteng kemana pun kami pergi. Barang-barang wajibnya Neng Gaya, sebagai berikut:

Printilan Bayi saat Mudik (urut dari yang ga prioritas no 9 sampai yg paling prioritas no 1): 9. Termometer, 8. Sisir bayi, 7. Teether atau mainan, 6. Diaper cream, @sebamedindo atau merk switzal gantian biar irit 😬, 5. Telon, telon cream @bebe_roosie kalau buat jalan karena takut tumpah, kalau di rumah pakai @bundakonicare yang tutup ungu karena enakeun buat pijit, 4. Jaket yang ada hoodienya @mothercareindo, 3. Baju ganti, 2. Tisu basah @mamypokoid no alcohol no fragrance, aman ga bikin bokong Eneng Gaya iritasi, 1. Diapers @goon_indonesia, andalan Ibu, mau di rumah ataupun jalan-jalan sampai ke luar kota pun Neng Gaya teteup pakai merk ini sejak umur 1 bulanan. . Nomor 1-3 adalah yang paling wajib saya bawa kalau keluar rumah bareng Neng Gaya, walaupun cuma ke mall buat makan. Makin jauh perjalanan maka makin banyak barang yang dibawa. . Barang-barang ini saya letakkan secara terpisah dan di tempat yang mudah dijangkau. Jadi kalau diperlukan ga perlu bongkar-bongkar tas. . Kalau teman-teman apa aja yang biasa dibawa kalau pergi sama bayinya? Share doooong…. 🙏🏼 siapa tahu bisa jadi tips untuk mudik nanti…. . #tipsmudik #travellingwithbaby #nursingbag #perlengkapanbayi

A post shared by emanuella christianti (@nyonyamalas) on


Itu sharing pengalamanku selama empat kali membawa bayi naik pesawat. Semga bermanfaat bagi temen-temen ya…. Feel free to share dan tag temen-temen lain yang membutuhkan di sosial media.

Jika temen-temen punya tips lainnya bisa juga tinggalin tipsnya di comment section yaaa…. 🙂 Terimakasih.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Cookies Boosterasi, Suplemen Penambah ASI Berbentuk Cookies

cookies desktop

“Busui tuh harus makan banyak, kan makannya buat dua orang!”, semakin banyak yang bilang begitu makin saya curiga ini semua berkonspirasi mau bikin saya gendatz ya. Hehehe, saya bersyukur banget banyak yang perhatian. Tapi kata dokter kandungan saya, yang bener itu harus makan yang bernutrisi. Percuma banyak tapi ga bernutrisi, yang ada emaknya yang makin semlohai lingkar pinggangnya, tapi ASI ga berkuantitas dan ga berkualitas. Huft, please jangan bikin saya jadi gen to the ndatz, gendatz.

Kalau di rumah untuk mendapatkan makanan bernutrisi si gampang banget. Karena ada mama mertua yang rajin masak. Selain makanan berat, setiap hari pasti ada makanan tambahan seperti bubur kacang ijo, jus pare, susu kedelai atau kadang saya juga dibuatkan teh untuk meningkatkan produksi ASI.

Eits! Jangan ngiri dan jangan juga jadi pengen jadiin mamanya suami saya sebagai mertua mama situ! Stok anak laki-lakinya uda abis!

cookies desktop

Nasib saya, si mantu manja, berubah 180 derajat kalau saya di kantor. Ga ada kantin kantor, jadi perjuangan  banget buat nyari makanan yang bernutrisi. Kalau sampai saya ga sarapan di rumah, kemungkinan sarapan saya kalau ga mie instant mesen di OB ya nasi uduk. Enak sih, tapi balik lagi…. lingkar pinggang saya makin semlohai, tapi ASI dijamin gitu-gitu aja. Mangkanya saya hobi banget nyari makanan/ minuman pendukung produksi ASI yang bisa saya bawa ke kantor.

Makanan/ minuman pendukung produksi ASI yang pernah saya tulis di blog ini bisa dilihat di artikel tentang jus pare dan tentang teh rempah. Namun keduanya lebih cocok untuk dikonsumsi di rumah karena pembuatannya yang agak ribet. Nah kali ini saya juga cerita tentang satu jenis ASI booster lain yang saya coba: Lactation Cookies merk Boosterasi. Iyaaa bentuknya cookies! Jadinya lebih praktis buat ditenteng ke kantor.

cookies boosterasi

Deskripsi Produk

Cookies Boosterasi adalah pelancar / suplemen / booster yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI yang diolah dalam bentuk kue. Bukan sekedar cemilan biasa melainkan suplemen dari bahan-bahan organik. Cookies terbuat dari tepung terigu, mentega, palm sugar, telur, garam, air, baking powder, chocochip, bubuk cocoa dan flaxseed. Selain itu, cookies ASI juga diperkaya oleh berbagai macam suplemen herbal pelancar asi antara lain: brewer yeast, fenugreek, blessed thistle dan goats rue yang dijamin organik dan halal.

Rasa

Pilihan rasanya: Classic Chocolate, Double Chocolate, Almond, Cheese dan Oatmeal and Raisin.

Varian yang saya makan adalah yang double chocolate. Rasanya enaaaak. Cokelat memang nggak pernah salah, apalagi dobel cokelat, hehehe. Rasanya seperti cookies G**d Time tapi teksturnya lebih renyah dan lebih lembut. Dipotek ambyar gitu. Untung kemasannya safety banget, dari kaleng dan juga cookiesnya dilapis plastik kedap udara gitu jadi sampai di tangan saya masih utuh.

Results

Hasil saya chat dengan adminnya lactabar di nomor WA 0821.1111.8999, adminnya bilang kalau sebenarnya hasil ASI booster ini akan maksimal jika dikonsumsi satu paket dengan produk ASI booster lainnya produksi Lactabar. Tapi karena saya pengen cookiesnya saja, saya nyoba cookiesnya dulu.

Setelah pemakaian hasil yang paling kasat mata yang bisa saya lihat adalah kekentalan ASI saya bertambah. Saya bilang kasat mata karena kan kalau dipumping kelihatan jelas hasil akhirnya ketika foremilk dan hindmilknya bercampur. Kalau kuantitas ASI, awalnya saya ragu bertambah atau tidak. Cukup sulit mengukurnya karena saya juga menyusui secara langsung, jadi tidak terukur pasti berapa pertambahan kuantitas ASInya. Hanya saja saya merasakan jika payudara saya terasa lebih cepat terisi kembali setelah dipompa atau setelah menyusui secara langsung. Jadi saya yakin kalau kuantitas juga bertambah.

cookies komposisi

Dosis

Dosis yang disarankan adalah 2 keping per hari. Pas saya coba makan cookies ini, tidak timbul alergi di saya maupun Gayatri, anak saya. Saya belum coba lebih dari dua keping sehari si, saya irit-irit soalnya satu kemasan cuma isi 14 keping, hihihi…. Buat temen-temen, saya anjuran si pertamanya coba sesuai dengan takaran saji dulu dua keping. Kalau reaksinya oke dan ternyata temen-temen ketagihan makan ga bisa berenti, menurut web lactabar silakan mengonsumsi maksimal 6 keping….

Pros and Cons

1. Aku senengnya dari asi booster berbentuk cookies ini adalah karena dia bisa dikonsumsi saat perut kosong. Tidak seperti jus pare yang pernah saya share di artikel terdahulu, asi booster ini tidak membuat gula darah saya turun. Kalau jus pare kadang sering bikin saya kleyengan soalnya. Jadi ini pas banget untuk cemilan di antara jam makan. Kenyang dapet, ASIpun dapet. Menang banyak! Oiya saya juga jadi kepikiran, menjelang bulan puasa kan ini ya. Buat busui yang berpuasa ini bisa jadi pilihan yang pas buat takjil saat berbuka juga. Kan perut lagi kosong dan sesuai dengan anjuran iklan teh *o*o* *osr*, kan berbukalah dengan yang manis. Jadi cookies manis ini pas bingit kan. Praktis.

2. Yang saya sukai lagi, produk ini bisa langsung dikonsumsi ngga perlu diseduh dan mudah dibawa kemana-mana. Ukuran wadahnya juga bisa dimasukin ke nursing bag saya seperti ini, masih sisa banyak tempat.

cookies tas

3. Penyimpanannya mudah dan tahan lama. Ga perlu difrezeer dan juga tahan lama. Expired datenya bisa dilihat di kemasan cookiesnya. Saya order di awal mei, dapat produk yang expirednya tanggal 28 Juli 2017 kalau disimpan di suhu ruang atau 28 September 2017 kalau disimpan di kulkas. Jadi bisa pesen sekali banyak buat stok biar irit ongkir.

4. Yang bikin saya agak sedih adalah harganya hihihi, tapi saya maklum si karena situsnya menyebutkan bahwa bahan bakunya diimpor dari USA dan Perancis, jadi biaya produksinya memang mahal. Yang penting sebanding sama hasilnya.

Rate 5/5

Repurchase? Yes!

Where to buy

Website: www.lactabar.com HP 0821.1111.8999, BBM 751BD3B1, Line @boosterasi, IG: @boosterasi dan@lactabar. Saya menganjurkan untuk kontak via WA, adminnya responsif banget. Saya ngechat sekitar jam 10 pagi di hari kerja, tidak sampai satu menit sudah mendapat jawaban.

Harga Rp 150.000,00

Demikian review saya tentang Cookies Boosterasi. Buat yang masih penasaran bagaimana rasa dan khasiatnya, cobain aja langsung! Terimakasih sudah membaca, semoga reviewnya bermanfaat. 🙂

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Bintaro Women and Children Clinic (BWCC)

bintaro women and children clinic

Dari jaman saya masih gadis (2015), kemudian menjadi seorang istri (2016) sampai menjadi seorang ibu (2017), Bintaro Women and Children Clinic (BWCC) sudah seperti rumah kedua saya. Iya, sejak masih gadis! Hihihi…. Dulu susternya juga tampak bingung, ini kenapa anak gadis orang dateng-dateng ke klinik ibu dan anak. Tatapan mereka seolah berkata, “Hamil duluan kali yak”. Enggak kok, waktu itu saya datang karena pengen ngobrol-ngobrol dengan SpOg terkait dengan kesehatan organ dalam wanita. Saat itu mendekati masa pernikahan. Dan karena kami memang pengen segera dikaruniai anak, sebelumnya saya ingin cek apakah saya sehat atau tidak. Kalau ternyata ada apa-apa kan bisa ditangani dulu. Gitu….

bintaro women and children clinic

Alamat BWCC: Jalan Maleo Raya JC 1 Nomor 6 Sektor 9, Bintaro Jaya (Deket Mc. D sektor 9)

Telp. 021-7450873, HP 081285858895

Mmmm…. Oke, balik ke tujuan awal artikel ini; Review Bintaro Women and Children Clinic. Bahasnya mulai dari apa yang saya suka dan apa yang saya ga suka aja kali yak….

Yang saya sukai dari Bintaro Women and Children Clinic:

1 . Dokternya enak-enak diajak ngobrol, sabar ngejelasin kalau pas konsultasi,

Saking seringnya saya ke klinik itu saya sampai uda pernah “merasakan” empat dokter, dari dr. Riyana, dr. Icha, dr. Kartika dan dr. Agriana. Dua yang disebut terakhir adalah yang paling sering saya kunjungi.

Dr. Kartika adalah dokter kami saat kehamilan saya yang pertama. Pengalaman paling berkesan dengan dr. Kartika adalah ketika saya keguguran. Beliau selalu mendiskusikan setiap hal yang terjadi dengan sangat tenang. Tidak drama berlebihan, tidak bikin saya makin parno. Pokoknya santai tapi clear. Dari awal kehamilan pertama saya, dr. Katika sudah melihat indikasi blighted ovum. Namun beliau memberi saya dan suami kesempatan untuk “mencoba mempertahankan” sampai akhirnya saya memahami konsep blighted ovum dan merelakan tidak mengonsumsi obat penguat lagi. Demikian pula ketika akhirnya saya mengalami pendarahan, dr. Kartika pun memberi waktu yang cukup untuk kami memutuskan pilihan penanganan apa yang akan dilakukan.

Kalau temen-temen bloger mungkin kenal Yonna Kairupan, entah kenapa saya selalu keingetan dr. Kartika kalo ngobrol sama Mak Yon. Gayanya yang santai, ceplas ceplos tapi tegasnya miriiiipppp. “Takes your time, ya. Pacaran dulu”, begitu dulu kalimat terakhir saat saya selesai keguguran. Beliau berangkat ke Belanda beberapa minggu setelah saya selesai perawatan.

Kalau dr. Agriana adalah dokter yang akhirnya menemani proses kehamilan dan persalinan saya yang kedua. Orangnya lucuuuuuuuu, sumprit. Santai dan rileks banget kalo sedang konsultasi, suami juga jadi ga sungkan ikutan gabung ngobrol urusan wanita. Pas kami penasaran dengan latar belakang dr. Agri, kami googling namanya. Ternyata beliau pernah mengabdi di Papua segala loh. Ga nyangka. Soalnya badannya yang mungil bikin dia keliatan kaya anak SMP imut-imut daripada dokter spesialis yang pernah mengabdi di pedalaman, hehehe. Eh tapi, punya dokter yang mungil tuh ternyata menguntungkan saat prosesi cek bukaan dalam loh. Tangan yang buat ngobok-ngobok kecil hihihi….

Berikut daftar dan jadwal praktik dokter-dokternya per Maret 2017:

jadwal dokter bintaro women and children clinic

2. Dokter-dokternya dan bidannya pro ASI dan juga pro RUM,

Pengalaman saya melahirkan dengan dr. Agriana di BWCC, membuat saya makin yakin kalau klinik dan dokter di sini memang pro ASI. Setelah prosesi melahirkan selesai, saya langsung dipersilahkan untuk Inisiasi Menyusui Dini. Pluk! Gayatri langsung ditaruh di dada saya, sementara Bapaknya menggunting tali ari-ari (ga tau namanya). Kemudian kami berdua diselimuti. Terharu sekali saya melihat Gayatri yang masih berwarna “merah putih” bergerak di kulit saya dengan semangat mencari puting susu.

Saat itu dokter dan bidan menepi. Jadi saya merasakan benar-benar momen yang privat bersama suami dan bayi saya. Saya sangat menghargai kesempatan tersebut diberikan pada kami. Poinnya adalah, dr. Agriana NGGAK buru-buru mau balik atau mau pasien selesai melahirkan, buru-buru ngeberesin trus cabut. Dia nungguin dong. Saya merasa waktunya cukup banget, sampai kemudian bidan dan dokter balik mendekat lagi dan beres-beres (ngebersihin bayi dan juga observasi lainnya).

Pengalaman lain yang membuat saya merasa BWCC pro ASI adalah saat Gayatri demam. Pas saya datang ke klinik dengan panik karena Gayatri demam, yang pertama dilakukan bidan adalah meminta saya skin to skin (di ruang tindakan) dan menyusui Gayatri. Terapinya ga langsung ngeresepin obat. Kami melakukan skin to skin cukup lama, sampai akhirnya suhu badan Gayatri turun. Saya amazing!

Kejadian terakhir membuat saya juga sadar kalau selain pro ASI, BWCC juga pro RUM (Rational Use of Medicine). Jadi ga dikit-dikit ngasih obat. Begitu juga saat Gayatri matanya belekan. Saya pulang dengan tangan kosong, tanpa dibekali obat apapun. Dr. Novi, Dokter Spesialis Anak yang menangani Gayatri menjelaskan bahwa belekan biasa terjadi pada bayi baru lahir., dan penjelasan lainnya. Dan dipesani kalau beleknya berwarna hijau, saya baru perlu kuatir dan kembali ke klinik :).

3. Prosesi melahirkan bisa didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter dan bidan,

Ada beberapa hal yang saya request sebelum melahirkan dan ketiganya diakomodasi oleh BWCC:

  • pas melahirkan suami diizinkan menunggu dalam ruang persalinan,
  • diberi kesempatan yang leluasa untuk Inisiasi Menyusui Dini,
  • bayi boleh room in dengan ibunya

Senaaaaaang!

4. Fasilitasnya lumayan lengkap untuk ukuran klinik berukuran kecil,

  • ada lab-nya yang buka sampai malam (sekitar jam 9),
  • layanannya lengkap ada hipnoterapi, yoga persiapan melahirkan dan juga kelas laktasi.
  • tempatnya homy, untuk anak-anak ada playground-nya.
  • di ruang tunggunya ada booth snack (jadi kalo antri lama, Tuan Besar anteng ngegayem tahu isi, ga banyak misuh misuh),
  • cuma yang namanya klinik kecil ya, kamar inapnya sedikit…. Cuma ada tiga kamar, dua di antaranya digunakan untuk dua pasien, jadi total bisanya untuk lima orang.

Berikut daftar layanan yang ada di Bintaro Women and Children Clinic:

layanan bintaro women and children clinic

5. Lokasinya mudah diakses,

  • letaknya gampang diakses,
  • deket tempat makan,

6. Administrasinya rapi,

Petugas administrasinya ramah-ramah, namun strict banget sama aturan. Saya pernah ditolak masuk dong karena belum daftar. Ceritanya waktu itu force majeur, saya baru kecelakaan dan operasi kecil (jahitan di betis) di RS Premier Bintaro. As usual, saya mau konsultasi obat yang baru saya dapat dari Premier ke SpOg, karena kebetulan pas jam praktek beliau. Karena ga dapat antrian, akhirnya saya chat dokternya langsung, hehehe…. Dan karena darurat ya dia periksa saya di ruang tindakan. Huft, saya sempet sebeeeeel banget waktu itu. Tapi saya sadar juga kalau memang aturannya dsemikian agar pelayanannya tertib.

7. Biayanya relatif murah.

Terutama biaya melahirkannya ya, seingat saya saya lahiran di situ ga sampai 6 juta total biaya-nya. Rincian biaya per Maret 2017 adalah sebagai berikut:

biaya tindakan bintaro women and children clinic

Yang saya kurang suka dari Bintaro Women and Children Clinic:

  • parkirannya sempit, kalau bawa mobil terpaksa harus parkir liar di tepi jalan,
  • antriannya panjang booookkkk *tapi ini bisa diakalin sih, dengan cara mendaftar di adminnya jauh-jauh hari (appoinment) di jadwal dokter yang ingin dituju dan kemudian datang tepat waktu,
  • kamar inap untuk ibu bersalinnya terbatas, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, untuk kamar inap ibu melahirkan, cuma ada tiga kamar, dua di antaranya digunakan untuk dua pasien, jadi total bisanya untuk lima orang. Saya pas mau bersalin kemarin, sempat loh bobo di ruang periksa karena kamar tidurnya habis.

Sebenarnya mau bahas kelas hipnoterapi dan juga kelas yoganya sama pengalaman melahirkan di sana. Tapi kayanya bakal puanjaaaaang…. Jadi aku bagi ke artikel selanjutnya saja yak. Wait wait ya Nyaaahhhh…. Sementara aku share jadwalnya aja ya, buat yang butuh buru-buru bisa cek gambar di bawah ini dan kontak saja langsung ke adminnya ya 🙂 di nomor HP 081285858895.

jadwal kelas pra melahirkan bintaro women and children clinic

Sekian sharing dariku, oiya mengingatkan lagi kalau info-info di atas adalah pengalamanku menjadi pasien di BWCC sampai dengan April 2017, kalau mau update terbarunya bisa juga dengan kontak ke adminnya di nomor HP 081285858895 yaaaa. Semoga artikel ini bermanfaat ya Nyaaah…. Feel free to share di sosmed kamu siapa tahu ada temen-temen yang butuh info ini.

 

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Produk Bambi, Bambi Baby Anti Mosquito Lotion

judul bambi

Walaupun sudah menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk di kamar, beberapa hari lalu saya menemukan pipi Gayatri bentol merah. Sepertinya karena digigit nyamuk ketika dia berada di luar kamar. Kejadian Gayatri digigit nyamuk memang sudah beberapa kali terjadi. Dan lokasi yang paling sering digigit nyamuk adalah pipi dan jidat. Mungkin karena bagian tubuh lainnya sudah terlindung dengan minyak telon yang ada kandungan anti nyamuknya ya, makanya nyamuk hobi menyasar daerah wajah. Kan daerah wajah nggak mungkin kena minyak telon.

Muka Gayatri Bentol Bentol

Muka Gayatri Bentol Bentol

Oleh karena itu, ketika situs Glamizka sedang promo produk perawatan bayi dari Bambi, salah satu produk yang saya pilih adalah Bambi Baby Anti Mosquito Lotion. Selain produk anti nyamuk tersebut saya juga mendapat produk Baby Hair and Body Bath dan Baby Shampo-nya. Nah, sekarang saya mau review produknya anti nyamuknya dulu ya. Siapa tau Nyonya-nyonya juga sedang nyari produk anti nyamuk untuk bayinya.

Keterangan Produk

Nama lengkap produknya adalah Bambi Baby Anti Mosquito Lotion for Baby. Ukuran yang saya miliki adalah 50ml dengan kemasan tube. Pada kemasannya terdapat keterangan “with Citronella Oil & Anti irritant complex”. Dilihat dari namanya saja jelas banget jika produk ini adalah produk anti nyamuk yang diformulasikan aman untuk bayi  yang menggunakan Citronella oil sebagai bahan aktif serta tambahan bahan anti iritasi yang penting bagi bayi.

produk bambi

Formula

Sebagai ibu tentu kita concern dong pada komposisi yang terdapat pada produk yang kita gunakan pada anak kita. Nah, dalam membaca komposisi produk, sebaiknya kita memperhatikan bahan-bahan yang terdapat di urutan awal komposisi produk, karena bahan tersebut adalah bahan yang paling banyak terdapat dalam produk tersebut.

Namun, sebelum saya membahas lebih lanjut, saya perlu sampaikan bahwa saya bukanlah ahli bahan kimia atau dermatologist. Saya hanya seorang ibu biasa yang kepo terhadap bahan-bahan yang ada di produk bayi, dan melakukan riset pure based on internet.

Komposisi : Purified Water, Carapa Guaianensis Seed Oil, Cymbopogon Nardus (Citronella) Oil, Cetearyl Octanoate, Decyl Cocoate, Glycerin, Cetearyl Alcohol, Polyethylene Glycol, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Oil, Propylene Glycol, Dimethicone, Glyceryl Stearate, Panthenol, Licorice (Glycyrrhiza Glabra) Extract, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Methylparaben, Triethanolamine, Disodium EDTA, Propylparaben. Sumber: kemasan dan situs Bambi.

ingredients bambi

  1. Dalam Bambi Baby Anti Mosquito Lotion urutan pertama adalah purified water. Apa bedanya purified water dengan air biasa?  Purified water adalah air biasa yang telah dibersihkan dari kotoran-kotoran yang biasanya terdapat di dalam air biasa. Hal ini penting karena jika tidak disterilisasi terlebih dahulu, produk dapat terkontaminasi dengan bakteri yang dapat merusak produk atau bahkan membahayakan bagi konsumen.
  2. Bahan kedua yang terdapat dalam Bambi Baby Anti Mosquito Lotion adalah Carapa Guaianensis Seed Oil. Carapa Guaianensis Seed Oil dikenal juga dengan nama andiroba oil. Dalam kosmetik bahan ini biasanya digunakan sebagai anti-inflammatory agent dan skin conditioner. Ribuan tahun yang lalu, sebelum kosmetika modern hadir, suku-suku di Amazon biasa menggunakan minyak ini untuk merawat kulit dari peradangan, dari parasit serta untuk melindungi kulit dari serangga. Minyak ini disukai sebagai anti serangga karena sifatnya yang tidak berbau, berbeda dengan bahan natural lainnya.
  3. Bahan ketiga yang terdapat dalam Bambi Baby Anti Mosquito Lotion adalah Cymbopogon Nardus Oil. Cymbopogon Nardus Oil dikenal juga dengan nama citronella oil, di Indonesia lebih familiar lagi dengan nama minyak sereh. Kandungan terbukti efektif menjadi anti nyamuk dalam penelitian ilmiah, termasuk juga efektivitasnya dalam mengusir nyamuk Aedes Aegypti (penyebab demam berdarah dengue yang menjadi momok bagi para ibu).

Sebagaimana pada kemasannya disebutkan bahwa selain bahan aktif citronella, produk ini mengandung anti irritant complex. Dalam situs Bambi dijelaskan lebih lanjut jika anti irritant complex tersebut adalah Pro Vit B5, Liqorice dan Chamomile yang berguna untuk melindungi kulit bayi dan menyejukkan kulit kemerahan akibat iritasi ringan

Selanjutnya masih ada beberapa bahan lainnya. Namun yang paling menjadi perhatian bagi saya saat meneliti komposisi bahannya adalah adanya kandungan alkohol dan beberapa kandungan berakhiran -paraben pada produk ini. Namun setelah saya riset lagi, ternyata keduanya masih dalam batas aman bagi kulit bayi.

Alkohol yang terdapat dalam produk ini adalah Cetearyl Alcohol. Dari situs yang saya baca, cetearyl alcohol bisa dibilang bukan benar-benar alkohol. Zat ini merupakan lilin (wax) yang teremulsi yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Sementara untuk kandungan -paraben, hal ini sudah banyak menjadi perdebatan apakah paraben aman atau tidak. Namun banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kadar -paraben pada kosmetik aman, karena peluang untuk bisa memasuki dan terakumulasi di dalam jaringan tubuh sangat kecil. Selain itu, dosis yang digunakan dalam kosmetik biasanya juga kecil. Konsentrasi yang diijinkan maksimal adalah 0,4%. Walaupun dalam kemasan tidak menyantumkan persentase kandungan paraben saya cukup yakin aman, karena seluruh produk Bambi sudah memiliki izin Kemenkes. Oiya, selain itu sebenarnya bahan -paraben juga memiliki kegunaan sebagai pencegah pembusukan dalam produk.

Duh panjangnya bahasan tentang komposisi ini yak! 😀 Soalnya menurut saya memang penting banget untuk riset komposisi apa yang terdapat pada produk yang kita dan anak kita pakai.

Tekstur, fragrance, kemasan

Teksturnya watery cream, sehingga mudah diratakan dan hasil akhirnya tidak kesat serta tidak kering. Baunya khas bau produk yang mengandung citronella. Baunya cukup kuat, namun hilang dengan cepat. Tidak tercium bau (parfum) bayi. Kemasannya berupa tube, sehingga mudah dikeluarkan. Ketika baru pertama digunakan, tube juga tersegel, sehingga saya yakin produk yang ada di dalam kemasan aman dan steril.

tekstur bambi

Anjuran Pemakaian

Situs Bambi menganjurkan untuk menggunakan setelah mandi, dan saat beraktivitas keluar. Penggunaannya dengan mengoleskan krim pada bagian kulit yang terasa gatal dan pada bagian kulit yang ingin dilindungi dari serangga.

Karena saya hanya menggunakan produk ini di bagian wajah Gayatri, saya melakukan sedikit penyesuaian for extra cautious. Caranya: saya mengeluarkann dan mengusapkan produknya di telapak tangan saya terlebih dahulu, baru kemudian saya tap tap ringan di wajah Gayatri. Sebelum mencobanya di kulit Gayatri saya juga sudah mencobanya terlebih dahulu di kulit saya. Setelah saya yakin tidak menimbulkan iritasi di kulit saya, saya uji cobakan di kulit belakang telinga Gayatri. Setelah aman, saya baru berani menggunakannya di wajahnya.

Pros and Cons

Pro-nya: 1) efektif sebagai anti nyamuk 2) tidak menimbulkan alergi dan 3) relatif murah.

Cons-nya: Terdapat kandungan paraben, yang walaupun aman, namun memiliki reputasi yang menjadi perdebatan di mata kaum awam. Karena kan kalau buat saya sih iyes, tapi ga tau deh kalau Mas Anang…. 😛

Rating 4/5

Repurchase? Yes

Harga Rp 24.000,00

Availability & Where to Buy

Produk Bambi sudah tersedia di offline dan online store. Untuk offline, Bambi ada di gerai Birds and Bees, Watsons, Centro, Baby shops dan apotik tertentu. Nyonya-nyonya bisa cek lokasi store apa saja yang menyediakan Bambi di kota Nyonya di store location produk Bambi. Kalau saya prefer membelinya secara online, karena saya jarang ke swalayan yang ada gerai Bambinya. Saya membeli produk ini di Glamizka.com. Bagi Nyonya-nyonya yang mungkin belum familiar dengan Glamizka saya share sedikit review tentang online store satu ini yak….

glamizka[Sp.]

Glamizka.com adalah online retail store yang menjual produk kecantikan dan skincare. Produk-produk yang tersedia range-nya cukup luas dari produk lokal sampai internasional. Walaupun ada produk internasionalnya, Nyonya tidak perlu kawatir masalah ongkir karena base-nya Glamizka ada di Jakarta kok, bahkan untuk yang berlokasi di Jakarta Barat bisa COD-an.

Berikut beberapa hal yang saya suka dari online store Glamizka:

  1. Seperti yang saya sebutkan di atas, saya suka Glamizka karena base-nya di Jakarta sehingga lebih irit ongkir. Selain itu juga jadi cepat sampai paketnya. Order saya masuk di hari Senin, hari Selasa barangnya sudah sampai di rumah. Saya sampai kaget.
  2. Ada kebijakan pengembalian barang (bisa retur dalam jangka waktu 14 hari!).
  3. Customer servicenya ramah dan helpfull, mereka ready di cs@glamizka.com atau via telepon di 021 580 6293 antara jam 09.00 WIB – 16.00 WIB, Senin – Jumat.
  4. Pembayarannya mudah. Selain pembayaran dengan Mandiri Clickpay, Bank Transfer, dan COD – Cash on Delivery (untuk area Jakarta Barat), Glamizka juga bisa menggunakan kartu kredit Visa/ Mastercard. Daaaannn…. senengnya lagi pembayaran menggunakan kartu kredit relatif lebih aman karena Glamizka bekerja sama dengan Veritrans untuk menjamin keamanan informasi kartu kredit. Demi keamanan, Glamizka menyatakan bahwa pihaknya tidak mengumpulkan informasi kartu kredit customer. :love
  5. Packing-nya aman. Pengalaman membeli tiga produk perawatan bayi, packing dari Glamizka dilapis dengan kardus dan juga bubble wrap. Jadi aman, barang sampai di tangan saya dengan mulus.

Selain produk anti nyamuk, sebenarnya saya juga mencoba produk Bambi Baby Hair and Body Bath dan Bambi Baby Shampo. Tapi sepertinya review satu produknya saja sudah panjang banget ya…. Hehehehe, dua produk berikutnya akan saya review secara terpisah. Thanks for reading! 🙂

judul bambi

[Sponsored Post]

Sumber bacaan:

  • https://www.truthinaging.com/ingredients/carapa-guaianensis
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Citronella_oil
  • http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/11/07/nenhso43-hukum-alkohol-dalam-kosmetik
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Purified_water
  • http://randomandquick.blogspot.co.id/2014/03/paraben-haruskah-kita-paranoid.html
Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cerita tentang Pengalaman Keguguran dan Rainbow Baby Kesayangan

pengalaman keguguran 1

Sebagai newly mom, jika saya ditanya siapa yang paling disayang, jawabannya pasti Gayatri. Bayi saya. Pokoknya apa apa Gayatri nomor satu lah. Suami saya juga demikian. Sering Tuan Besar berkata: setelah kedatangan Gayatri, saya turun kasta jadi wanita paling cantik sedunia kedua (dan Mama Mertua jadi yang tercantik nomor tiga), hahaha. Pokoknya Gayatrilah yang paling cantik. Kirana @retnohening yang super imut pun lewat lah kelucuannya. Di mata kami, Gayatrilah yang paling lucu. Si kesayangan kami.

pengalaman keguguran 1

Saya rasa semua orang tua mengalami hal yang sama. Kasih sayang terasa begitu besar. Kalau ditanya mengapa kami sangat menyayanginya, tentu sudah jelas ya. Menurut saya, itu adalah sesuatu yang natural terjadi antara orang tua dan anaknya. Terlebih lagi bagi kami, yang sebelumnya pernah kehilangan calon jabang bayi.

Ya, Gayatri adalah anak yang terlahir setelah keguguran yang saya alami sebelumnya. Ada sebutan untuk menyebutkan kondisi demikian; rainbow baby. “A rainbow-baby is a baby that is born following a miscarriage or still birth,” (urbandictionary.com). Sebagaimana pelangi yang muncul setelah badai, Gayatri hadir. Seorang penghibur bagi hati orang tuanya yang sempat mendung. Anugerah besar dari Tuhan dalam wujud imut-imut.

Karena sebelumnya saya belum pernah cerita di blog ini, mungkin teman-teman ada yang penasaran tentang penyebab keguguran saya. Blighted ovum (BO), demikian diagnosis dokter kandungan saya. BO sering disebut juga dengan kehamilan kosong atau kehamilan anggur (added: berdasarkan komen dr.ucha di bawah kehamilan anggur tidak sama dengan BO, kehamilan anggur adalah penyakit Mola Hidatidosa). Kondisi tersebut sering terjadi pada ibu hamil. Bukan penyakit, bukan pula masalah kesehatan. Hanya memang telur dan sperma yang bertemu tidak membentuk bakal janin. Hamil yang sebenarnya tidak hamil. CMIIW.

Saya mengalami keguguran di usia kandungan beberapa minggu sejak menstruasi terakhir. Saya lupa pastinya. Namun tanda-tanda BO sudah dideteksi oleh dokter sebelumnya; 1) tidak ada fetal echo (kalau tidak salah dengar dan sebut istilah ya) dan 2) adanya flek yang saya alami terus menerus lebih dari lima hari. Ketika pertama dokter mengemukakan kemungkinan BO, saya tidak mau terima dan meminta obat penguat kandungan. Obat telah dikomsumsi, namun fetal echo tak juga terdeteksi, sementara ukuran “telur”nya sudah tidak normal. Benar dugaan dokter, di hari pertama saya stop obat penguat kandungan, dia luruh sebagai gumpalan darah.

Kisah ini sekarang bisa saya jelaskan dengan mudah. Namun saat itu, tidak mudah bagi saya untuk menerima. Histeria serta perasaan bersalah, sempat saya alami. Walaupun dokter sudah berulang kali bilang, BO itu bukan salah siapa-siapa. Tapi entah mengapa saya sering menyalahkan diri sendiri. #drama. Maklum saat itu kami sedang senang-senangnya sebagai pengantin baru yang punya strip dua di testpack. Ternyata tak seberapa lama harus kehilangan strip dua tersebut.

Pernah mengalami keguguran  membuat kami sangat terharu saat Tuhan mempercayakan kembali seorang bayi dalam kehidupan kami. Mungkin jika tidak mengalaminya kami akan take her for granted.

Saya dan suami menjadi sepenuhnya sadar bahwa kehadiran anak bukanlah karena kemampuan atau keinginan kami. Namun semata-mata pemberian Tuhan. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Tuhan pulalah yang memberikannya kembali. Sesuai waktuNya.

pengalaman keguguran 2

Pernah mengalami kehilangan tersebut juga  membantu kami legowo menjalani peran baru sebagai orang tua yang (((ternyata))) melelahkan. Hehehe. Ketika kami terbangun karena Gayatri menangis di jam enak-enaknya kami tidur, kami bersyukur tangisan itu nyata. Daripada mengingat hari-hari pasca keguguran, dimana saya sering terbangun mendengar suara tangisan bayi dalam pikiran saya sendiri. Ketika kami membersihkan pupup atau gumohnya yang mleber-mleber di sprei. It’s far far better, dibandingkan saat-saat saya harus membersihkan gumpalan darah seperti hati ayam  saat mengalami keguguran di sprei yang sama.

Bukan berarti kami tidak lelah. Ya, saya lelah. Tidak dapat dipungkiri tugas mengurus bayi menguras tenaga fisik, pikiran dan juga perasaan. Saya menangis. Ya, saya menangis kalau lelah. Kadang saya juga menangis jika sedang merasa gagal.

Salah satu momen menangis saya adalah ketika ASIP saya habis sebelum saya sampai di rumah. Sepulang kerja saya menemukan Mama menggendong Gayatri yang menangis. “ASIP-nya habis sejak sore”, kata Mama. Duh, nyesek sekali saya rasanya. Anak saya merasakan kelaparan, bahkan saat dia belum bisa bilang lapar.

Sebenarnya sebelum berangkat kerja, saya perhitungkan ASIP masih cukup untuk hari itu dan sebagian keesokan harinya. Namun ternyata kondisi tertentu (sepertinya growth spurt) mengakibatkan bayi minum lebih banyak, sehingga habis sebelum perkiraan. Saya sedih sekali saat itu, dilema mama-mama bekerja.

Namun saya menyadari juga kesalahan saya dari mula adalah terlambat mengumpulkan stok ASIP. Padahal sudah semangat beli frezeer baru segede bagong. Namun, di minggu pertama saya masuk kerja, setengah lantai frezeer pun tak penuh dengan ASIP. Alhasil di hari-hari terakhir ini ASIP kejar tayang, darurat militer.

Related story: menyusui saat ASI terbatas dan tipsnya.

Kesalahan saya yang kedua adalah membeli breast pump single. Breast pump yang saya miliki kualitasnya memang sudah bagus, sedotannya mantap, dan ASIP yang terpompa pun banyak sekali pakai. Namun, karena saya harus pompa di sela-sela waktu kerja yang terbatas, pompa single kurang efisien untuk menghasilkan ASIP secara bersamaan dalam waktu singkat. Kan menggunakannya harus bergantian payudara kiri kanan. Seharusnya saya membeli yang tipe double agar bisa menyedot bersamaan. Semakin sering ASI disedot maka ASI yang dihasilkan berikutnya pun akan semakin banyak.

Jadi kalau saya ditanya, hadiah apa yang mau saya berikan kepada rainbow baby kesayangan kami? Saya akan dengan mantap menjawabnya: breast pump double seperti tipe breast pump yang dijual di lapak jual beli perlengkapan bayi elevania ini.

Dengan adanya breast pump double, breast pump saya yang single bisa dipakai di rumah, saat harus pompa sambil menyusui Gayatri secara langsung. Sementara yang double akan saya gunakan di kantor. Harapannya hasil perahnya bisa dua kali lipat. Cuma memang harganya termasuk lumayan. Doakan ada rejeki lebih ya teman-teman….

Semangat!

pengalaman keguguran 3

Buat teman-teman, baik yang pernah merasakan keguguran, yang masih menantikan momongan ataupun yang sedang repot karena baru punya momongan, I feel you…. Kita harus semangaaaat!

Walaupun saya masih tetep cengeng, suka nangis, tapi tangisannya sekarang berbeda. Besar syukur yang terdapat dalam tangisan itu. Besar harapan dan juga tanggung jawab yang meliputinya. Satu hal yang kami percaya, Tuhan yang mengizinkan segala hal ini terjadi pada kita, Tuhan jugalah yang akan memampukan kita menjalaninya dengan baik.

Buat teman-teman lain yang sudah memiliki momongan, selamat menyayanginya dengan sepenuh hati ya…. Jangan sampai kita menyesal saat dia tak lagi ada bersama kita. Klise  kedengarannya, tapi jangan sampai kejadian, amit-amit.

Ini cerita saya tentang orang pengalaman keguguran dan tentang Gayatri si rainbow baby. Kalau teman-teman, siapa orang kesayangannya? Jangan sungkan untuk cerita di comment section ya….

Salam sayang….

*

*

*Kisah ini saya sertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia.

elevenia

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Hai, Ibu Bahagia, Ber-easy-gembiralah!

tim easy gembira

Bahagia dan gembira. Secara umum biasanya kata “bahagia” dinilai memiliki taraf yang lebih tinggi dibandingkan dengan kata gembira. Walaupun sebenarnya intinya sama, keduanya tentang rasa puas dan emosi kesukacitaan. Bisa jadi dasar penilaian tersebut adalah karena 1) penyebab dan 2) natur dari “kebahagiaan” memang tampak lebih mulia daripada “kegembiraan”. Saya nggak belajar psikologi sih, namun kita pasti sudah sama-sama mahfum tentang hal-hal sebagai berikut:

tertawa lepas

Sumber: Tribun Medan

  1. Kegembiraan merupakan ekspresi suka cita yang meluap ke luar, dimana orang yang berasa di sekitar orang yang sedang gembira akan merasakan aura kegembiraan tersebut. Sementara kebahagiaan sifatnya lebih ke “dalam” diri sendiri, menciptakan rasa damai dan rasa cukup.
  2. Kegembiraan disebabkan oleh hal-hal yang bersifat keduniawian atau objek-objek yang bersifat materi. Aktivitas yang bagus, makanan enak, suasana yang nyaman, humor, dll sering diasosiasikan sebagai penyebab kegembiraan. Sementara hal-hal yang bersifat spiritual atau perasaan “terhubung” dengan Tuhan atau dengan orang lain (biasanya yang kita sayangi) sering diasosiasikan sebagai penyebab rasa bahagia.
  3. Kegembiraan sifatnya lebih sesaat dibandingkan dengan kebahagiaan yang sifatnya lebih long lasting.

Setuju ga Nyonya-nyonya dengan pernyataan-pernyataan di atas? Setuju doooong, soalnya saya setuju nih #nyaritemen.

Saya setuju kalau kegembiraan itu lebih “rendah” tarafnya dibandingkan dengan kebahagiaan. Yaiya dong, secara material vs spiritual, temporary vs long lasting. Itu mah undebatable yak. Tapi saya tidak setuju kalau kegembiraan dianggap tidak penting.

Kegembiraan Itu (Nggak) Prioritas

Setuju ga Nyonya-nyonya dengan pernyataan kegembiraan itu penting?

Mmmmmm…. Penting ga ya? Penting sih, tapi ga prioritas. Gitu kan ya? Iya ngaku aja deh.

Buktinya, kadang kita sebagai ibu memilih mengesampingkan keinginan kita untuk memiliki aktivitas yang menggembirakan dengan berbagai alasan. Sibuk mengurus ini dan itu terutama. “Saya sudah cukup bahagia kok di rumah saja”. “Saya lebih bahagia, kalau melihat anak-anak saya senang, suami bangga karena rumah kinclong, etc”. Atau kadang merasa berdosa menikmati kegembiraan karena memikirkan pekerjaan rumah yang belum kelar. Saya pikir memang benar, jika ada pekerjaan yang harus dikerjakan ya memang harus dikerjakan. Namun pernahkah kita berpikir, kalau bisa ngerjain kerjaan lalu bergembira kenapa tidak? Kalau bisa dapat dua-duanya, kenapa tidak? #maruk

Tapi ternyata, tak hanya rasa bersalah yang menghalangi seorang ibu untuk “mencari kebahagiaan”. Musuh lain Ibu dalam memiliki aktivitas yang menggembirakan adalah: keterbatasan waktu. Kaya saya ni, yang baru punya bayi kecil. Waktu buat nyuci aja rasa-rasanya ga terkira lamanya. Cucian baju segunung! Kalo sampai ditunda-tunda, sampai tukang bubur naik haji pun ga bakalan kelar. Bahkan belum sempat tukang buburnya bikin paspor, cucian kloter satu juga belum diberangkatkan alias dijemur, eh anak bayi uda gumoh. Mati satu tumbuh seribu dah tu gunungan baju kotor. Yaudah lah, pasrah. Good bye aktivitas menggembirakanku, tenggelamlah engkau di saluran pembuangan…. #tekan tombol drain dalam hati. Flush flush….

attack easy

Sumber: Youtube Channel TVUMKM

Jadi, supaya ibu bisa gembira dan kerjaan tetap beres, manajemen kerjaan adalah koentji. Delegasikan yang bisa didelegasikan. Kalau memang ga bisa didelegasikan, maka cari cara tereektif dan efisien untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Misalnya masalah cucian baju. Detergen yang efektif membersihkan kotoran akan membuat pakaian bersih lebih cepat dengan tenaga yang lebih sedikit. Ingat iklan Attack Easy ga? Itu loh, yang ada ibu cantik nyuci sambil santai karena ada 10 tangan yang membantunya. Ya kira-kira begitulah maksud saya tentang cara ter-efektif dan efisien. Kebayang kan kalo ada bantuan dari 10 tangan, mencuci pasti akan lebih enteng, lebih cepat dan lebih bersih. Kerjaan cepat kelar, waktu pun bisa digunakan untuk melakukan aktivitas menggembirakan yang positif tentu saja.

Kegembiraan Itu Penting

Emang apa pentingnya kegembiraan sih? Why does happiness matter? Ni Nyaah, catet kuote bagus di bawah ini. Jarang-jarang loh nyonyamalas bijaksana. “Kegembiraan bukan hanya tentang perasaan yang menyenangkan lalu titik. Kegembiraan terbukti membuat kita menjadi lebih sehat, lebih produktif dan juga membuat kita menjadi pribagi yang lebih menyenangkan (bagi orang lain).”

easy gembira pkk

Kelompok Senam Batalyon Yon Arhanudse 6 Tg. Priok, Sumber: FP Easy Gembira

Awalnya saya rada ga terlalu ngeh dengan issue ini. Sampai ketika penyusunan skripsi, teman dekat saya, Anggoro memilih tema kegembiraan. Tema yang absurb buat kami yang Fakultas Ekonomi, BUKAN Fakultas Psikologi. Waktu itu jurnal acuannya mendasari hipotesanya dengan suatu eksperimen. Gampangannya begini, berdasarkan cerita Anggoro (saya uda nyoba kontak untuk minta dikirimi email jurnalnya, tapi kontak dia ga aktif). Ada beberapa kelompok muda-mudi yang akan diuji dengan tes matematika tertentu secara terpisah. Satu kelompok sebelum tes, diberi tontonan video-video singkat yang lucu-lucu, yang bikin happy. Sementara kelompok lain diberi makanan enak kalau tidak salah. Kelompok lainnya tidak diberi stimulasi apa-apa. Guest what…. Kelompok-kelompok yang diberi stimulasi kegembiraan (video lucu atau makanan enak) menunjukkan hasil yang lebih baik. Menarik yak!

Menyempatkan waktu sejenak untuk bergembira akan membooster semangat dan pikiran kita dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Aktivitas yang Menggembirakan

Masing-masing orang pasti punya aktivitas menggembirakan ala-nya sendiri tergantung karakter dan preferensi. Kalau saya, karena saya tipe ambivert (nggak ekstrovert ga juga introvert) selain tenang menulis dan membaca, saya juga menyukai beberapa aktivitas fisik seperti senam. Kenapa saya suka senam? Karena seneng aja, rame-rame bareng temen goyang-goyang pake musik. Kadang dengan gerakan yang lucu, gerakan yang ga llucu aja kadang jadi lucu karena wagu. Hehehe… Olahraganya dapet, sosialisasinya dapet, ketawa-ketawanya dapet juga.

[Sp.] Kampanye Easy Gembira

Ga beda jauh dengan apa yang sudah saya jabarkan di atas tentang kegembiraan di tengah sibuknya aktivitas sebagai seorang ibu,  PT KAO Indonesia (produsen Attack Easy yang iklan “mencuci dengan bantuan 10 tangan”-nya tadi kita bahas) memperkenalkan kampanye terbarunya, Easy Gerakan Mencuci Gembira atau “Easy Gembira”. Kampanye ini berupa kompetisi senam didukung serta melibatkan puluhan kelompok Ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Tujuan kampanye ini yang pertama adalah untuk memperkenalkan kembali produk Attack Easy sebagai produk yang membantu para Ibu menyelesaikan pekerjaan mencuci dengan lebih efektif dan efisien. Jargonnya “1x tuang, 1x kucek, 1x bilas”. Nyuci jadi enteeeng! (nyanyi jingle) Selain itu, kampanye ini juga bertujuan  menginspirasi para wanita agar dapat memanfaatkan waktu luang dengan menikmati kegiatan olahraga yang menggembirakan seperti senam Easy Gembira. Jumlah pesertanya menurut Indopos mencapai 4.000-an ibu-ibu loh. Banyak banget kan? Jadi terbukti kan, kalau dengan manajemen pekerjaan yang tepat dan tentunya juga produk yang tepat, para ibu pun sempat melakukan kegiatan menggembirakan. Kamu juga pasti bisa, Nyah!

tim easy gembira

Kelompok Senam RPTRA Batu Kinyang, sumber gambar: FP Easy Gembira

Acaranya sudah dimulai dari awal Maret kemarin dan acara puncaknya adalah acara Big Bang Easy Gembira pada 9 April 2017, di Mall Artha Gading, Jakarta Utara. Dalam acara puncak ini akan hadir 40 kelompok senam pemenang kompetisi senam yang sebelumnya telah diselenggarakan. Selain itu, dalam acara Big Bang Easy Gembira tersebut akan hadir Liza Natalia, artis sekaligus instruktur senam profesional Indonesia yang akan menjadi juri kompetisi ini.

Untuk yang penasaran dengan kegiatan ini, atau buat yang mau ngecek apakah ada temen PKKnya yang terpilih masuk final Big Bang Easy Gembira, bisa cek langsung di FB fans page Easy Gembira. Buat yang pengen senamnya tapi ga sempet dateng di acaranya bisa senam bareng Liza Natalia sbb:

It’s Your Time!

Kembali mengutip kuote tentang pentingnya kegembiraan tadi: Kegembiraan bukan hanya tentang perasaan yang menyenangkan lalu titik. Kegembiraan terbukti membuat kita menjadi lebih sehat, lebih produktif dan juga membuat kita menjadi pribagi yang lebih menyenangkan (bagi orang lain). Jadi, menyelesaikan pekerjaan rumah dengan serius memang wajib. Namun bergembira sejenak bisa jadi membuat Nyonya lebih produktif serta lebih berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah seluruhnya dalam jangka panjang. Buat Nyonya-nyonya yang mau sharing tentang aktivitas bergembira atau tentang pekerjaan rumahnya sehari-hari, boleh banget lho cerita di comment section.

Jadi intinya, Ibu bahagia, ber-easy-gembiralah!

[Sponsored Post]

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review ASI Booster Tea, Minuman Penambah ASI

Review ASI Booster Tea
Pejuang ASI menurut saya bisa diibaratkan seperti petani. Petani hanya bisa berikhtiar sebaik-baiknya, namun hasil panen tetaplah rejeki yang banyak sedikitnya Tuhan yang mengatur. Demikian juga dengan pejuang ASI. Kewajiban kita hanyalah berusaha sebaik-baiknya. Tak perlulah menengok ke “pancuran” tetangga yang lebih hijau. Kalo iri malah bikin setres dan ASI tersendat loh. 🙂 Buat yang ASInya lancar tanpa suplemen apapun, inget kata Biksu Tong. Kosong adalah isi, isi adalah kosong. Plis jangan bully kita dong!
Seperti halnya saya, buat busui lain, mungkin dapat 100 ml sekali pumping itu biasa ya…. Hehehe, buat saya itu dah prestasi bingiiiit…. Agak seret-seret gimana gitu kadang produksi ASI saya. Prestasi tertinggi saya selama ini adalah 100 ml tadi. Itu pun karena minum macam-macam penambah ASI dan salah satunya yang akan saya review kali ini, yaitu ASI Booster Tea.
ASI booster
Eymmm, saya tidak akan berpanjang lebar menceritakan bagaimana perjuangan memberikan ASI kepada anak saya yang mengalami tongue tie. Karena sebelumnya sudah saya tulis di artikel ini: Sukses Menyusui. Beberapa orang yang membaca curhat di artikel tersebut, memberi masukan tentang makanan/ minuman penambah ASI. Masukannya: sayuran katuk dan daun pepaya, buah pepaya, susu almond, susu kedelai, sampai ke minuman tambahan teh merk ASI BOOSTER TEA. Puji Tuhan masukan-masukan tadi membantu banget. Ada yang nambah kuantitas ASI, ada yang bikin ASI tambah kental dan ada yang bikin emaknya seneng karena rasanya enak hihihi. ASI booster tea ini termasuk yang efeknya di saya menambah kuantitas ASI.
Review produk ini sebenarnya sudah lama ngendon di draft blog saya, belum sempat saya selesaikan. Pas mau saya selesaikan ada tawaran dari www.nakibu.com untuk review produk ini. Jadi bisa dibilang ini sponsored post yang asli testimoni pengguna. Saat membuat review ini saya sudah mengonsumsi satu toples ASI Booster Tea, dan berencana repurchase.

What I love:

❤️ Efektif menambah kuantitas ASI. Adapun peningkatan jumlahnya bervariasi antara satu ibu dan ibu lain, seperti saya misalnya dari yang cuma 20 ml bisa sampai kurang lebih 100 ml. Sementara senior saya yang memgonsumsi teh ini #BanjirBeneranMak sampai bisa donor ASI segala. Peningkatan terbanyak yang dipromosikan di produknya tuh bisa sampai 900%. Senior saya tadi mungkin termasuk yang 900% ini kali ya.
❤️ Bikin badan anget alias kerasa enak gitu di badan. Apalagi kan kalo menyusui sering begadang dan pegel-pegel tu, saya sih efek sampingnya berasa seger di badan.
❤️ Bikin badan saya wangi rempah. Wanginya saya suka karena terasa segar (hanya saja suami ga suka, hihihi, cuma karena saya suka jadi mari kita abaikan dia sementara, wkwkwkwk).
❤️ Kelebihan lain yang aku suka adalah produk ini dibuat dari rempah alami tanpa bahan kimia tambahan sehingga relatif aman dikonsumsi. Aku nyari no BPOMnya di kemasan tidak ada. Namun infonya produk sejenis jamu memang ga pakai BPOM. Tapi saya tidak kawatir, karena ada no register Kemenkesnya.
Bahan-bahannya antara lain sbb:
Bahan dan Manfaat ASI Booster Tea
Nah, kan kata orang tak ada gading yang tak retak ya…. Selain kelebihan di atas, saya pun ada masukan untuk produsennya (semoga ada yang baca yak):
💔 Berhubung saya tipe yang agak pemalas, pembuatan teh ini agak ribet menurut saya, karena harus direbus (bukan diseduh). Pengennya ada yang uda siap minum gitu, dalam kemasan botol, jadi tinggal hleppp.Tapi bahkan untuk orang semalas saya pun, saya masih berpendapat jika keribetan tersebut pun worth to pay. Mengingat khasiatnya yang lumayan cepat, antara satu sampai dengan tiga hari.

Where to buy:

Saya dapat produknya dibeliin suami di Maebebe Baby Shop Bintaro dengan harga 70ribuan. Buat yang berlokasi tidak di sekitar Bintaro atau males sama antrian di baby shop yang legendaris itu, mending beli online di www.nakibu.com.

Repurchase: Yes!

Kalau teman-teman masih penasaran, review lain bisa teman-teman dapatkan di akun Pejuang Asi II dan fans page Best Bunda di Facebook ya, karena buanyak banget kok Nyonya-nyonya lain yang sudah mencoba produk ini.

Buat para Busui tetap semangat dan jangan lupa bahagia yaaa…. Semoga sharingku ini bermanfaat. Salam sayang….
Review ASI Booster Tea[Sponsored Post]
Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Posting Foto Anak, Antara Sharenting, Predator Anak dan Foto Lawas Selmadena

posting foto anak

Tiga hari lalu ada imbauan dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membatasi posting foto anak di media sosial. Imbauan ini muncul karena kasus forum predator anak di FB yang terkuak akhir-akhir ini. Awalnya saya tidak terlalu notice dengan imbauan ini karena di pikiran saya, predator anak tuh sesuatu yang jauh dari kehidupan adem ayem saya. Sampai saya nemu info jumlah anggota forum tersebut. TUJUH RIBUAN ORANG! Jumlah penduduk Indonesia tuh sekitr 250 juta di tahun 2013, kalaulah mau dipukul rata berarti d setiap 35 ribu penduduk Indonesia tuh ada satu anggota forum predator anak tersebut. OMGGGGG!!!! 35 ribu itu paling satu kelurahaaan! Jaman SD aja saya mainnya uda lintas kelurahan looo! Ngeriiii!

Setelah menyadari kemungkinan adanya predator anak di sekitar kita, saya jadi lebih waspada terhadap bahaya sharenting. Alias posting foto anak dengan alasan share parenting. Maksud kita mah baek ya. Mau bagi-bagi pengalaman atau kebahagiaan, tapi pihak lain bisa jadi punya tanggapan atau kepentingan yang berbeda.

Cuman sekarang saya ingin membahas tentang sharenting dari sisi tersebarnya foto lawas mbak Selmadena. Kebetulan kan, berita ini sedang ramai dibicarakan dan waktunya berendengan dengan kasus ngeri di atas. Yang ga tau siapa mbak Selmadena, googling aja ya, di nyonyamalas no gosip no ghibah soalnya, Cyin, hehehe.

Eh aku ceritain aja deh…. 😛

Jadi Mbak Selmadena adalah perempuan yang menerima lamaran putranya Pak Amin Rais, Mas Haqy Rais. Pernikahan mereka menjadi sorotan netizen karena untuk melakukannya Mbak Selma memilih meninggalkan kekasihnya yang telah lama dipacarinya. Di tengah pro kontra atas keputusan tersebut, tersebarlah foto lawas Mbak Selma yang kok… eym, beda banget ya sama wajahnya sekarang. Disinyalir operasi plastik, pihak-pihak yang benci dengan tindakan Mbak Selma langsung membully-nya dengan cap “palsu”. Saya sih tidak masalah dengan operasi plastik atau apapun yang dia lakukan ya. Namun kasus pem-bully-an ini menarik untuk diikuti.

Situ: Hah, lalu apa hubungannya sama predator anak?
Situ: Mbak Selmadena predator anak?
Situ: Jadi Mas Haqy tuh masih siswa Taman Kanak-kanak???
Sini: Bukaaaaannnn!!!!!!!!
Situ: Ooohhh, jadi Mas Haqy yang predator anak?!?
Sini: Bukan jugaaak!!!

Satu hal yang menjadi benang merah antara berita foto lawas Selmadena dan sharenting adalah: ada satu foto unggahan ibunda beliau di Instagram yang jadi salah satu bahan bully kepada si Mbak. Got it? Foto unggahan Ibunda tersebut dilakukan 141 minggu yang lalu. Jauh sebelum kasus cinta segitiga Haqy – Selma – Sena ini ada. Namun, dengan mudah netizen mendapatkannya dengan satu dua ketikan di mesin pencari Google.

selmadena

“Jejak digital akan selalu ada. Sekali diunggah, dia mengudara selamanya.” Click to tweet!

Masalahnya, kita tidak tahu jejak digital itu akan memengaruhi hidup anak kita kelak atau tidak. Bagi kasus Mbak Selma, mungkin hanya privacynya yang terganggu. Bagi para korban penculikan atau predator anak, bisa jadi berbeda. Walaupun mungkin bagi Mbak Selma, rasanya juga sama ngerinya ya sampai dia menonaktifkan kolom komentar di akun media sosialnya. Mungkin loh. Kan haters itu kejam. Nyonyamalas mah ga punya haters, amit-amit, jadi cuma bisa ngebayangin.

Di status seorang teman yang sama-sama bloger saya menanyakan tentang apa saja yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial. Kebanyakan menjawab: 1) foto terkait ketelanjangan, misal anak sedang mandi, tidak memakai pakaian/ celana, 2) foto yang memuat data pribadi; alamat, nama sekolah – berlaku juga untuk geotagging dan 3) foto close up. Hal tersebut kebanyakan untuk melindungi keamanan anak dari penculikan atau kejahatan lainnya. Nyonya mungkin punya masukan lain? Mohon ceritakan di comment section yak!

Beberapa tips pun beredar di banyak artikel, antara lain: 1) memberlakukan setting private di foto anak, 2) memilih circle atau membatasi pertemanan dan 3) membatasi posting foto anak.

Pengakuan dosa nih, saya sendiri sebelumnya pun senang membagikan foto anak saya yang cakep itu (anak sendiri, dipuji sendiri, penyakit emak-emak). Apalagi sebagai orang yang ngeblog dengan tema kebanyakan tentang family, beberapa hal sengaja atau tidak sengaja saya bagikan. Namun, setelah belajar dari beberapa kejadian-kejadian di atas, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk menanyakan beberapa hal di bawah ini sebelum saya membagikan sesuatu di dunia maya.

posting foto anak

1. Pribadikah?

“Apakah ada informasi yang terlalu pribadi yang sebenarnya tidak terlalu urgent untuk yang dibagikan?” Just for insight, contohnya, nama lengkap anak, alamat sekolah, alamat rumah, denah rumah secara mendetail, jam masuk atau pulang sekolah, dll. Nyonya-nyonya bisa jadi punya standar yang lebih ketat atau lebih longgar.

2. Pantaskah?

“Apakah akan ada hal memalukan atau tidak pantas yang terbagikan?” Tak perlu ditanya lagi, foto anak dengan pakaian terbuka paling berbahaya jika ditemukan oleh predator anak. Kalaupun tidak, menurut Nyonya apa yang bakal dirasakan oleh anak, jika temannya menemukan foto tertentu lalu berkomentar, “Iiihhh, ternyata keciiill ya”. Hehehe, tengsin abis.

3. Diizinkankah?

“Apakah anak kita akan keberatan jika kita membagikannya?” Terutama jika dia sudah bisa diajak bicara, tanyakan saja langsung. Apalagi menjelang remaja, apa yang menurut kita cute untuk diposting, belum tentu keren di mata mereka. Di Perancis, orang tua bisa dikenai denda atau bahkan dipenjara apabila dituntut oleh anaknya karena memosting foto mereka di masa lalu. Di Indonesia memang belum ada peraturan demikian. Namun, haruskah ada peraturan terlebih dahulu baru kita memperhatikan dan menjaga perasaan anak kita sendiri?

Setelah menulis artikel ini saya sedikit lega, karena membantu saya menjernihkan pikiran saya sendiri. Sebelumnya saya akui sempat agak paranoid untuk mengunggah foto anak. Bahkan thread tentang mitos pengasuhan bayi, yang saya buat di akun Instagram @nyonyamalas dengan hashtag #CumaMitos, seminggu lalu sempat saya hentikan. Mulai besok thread ini akan posting lagi loh, jadi yang belum follow, sok atuh follow @nyonyamalas. Hahaha, malah sempet-sempetnya ngiklan.

Intinya kalau saya ditanya bakal posting-posting tentang anak lagi tidak. SAYa akan jawab: Iya tetep, tapi dengan lebih bijak. 🙂

Segitu opini saya, jika Nyonya punya tips atau pengalaman lain, feel free untuk cerita di comment yaa…. 🙂 Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Mitos Bayi Pasca Persalinan, #Cuma Mitos Part 1

cuma mitos judul

Hidup sebagai #MamaNewbie yang dikelilingi banyak orang yang perhatian memang kaya ada manis-manisnya. Namun selain manis, ada sedikit kegalauan. Kegalauan tersebut timbul karena banyaknya mitos bayi pasca persalinan yang diberikan. Saya sendiri adalah tipe orang yang penurut. Jadi kadang pusing kalau dikasih tahu ini itu. Pusing mana yang harus diikuti dan mana yang tidak. Hayooo siapa yang ngalami kaya saya juga, mari ngacung!

Nah, karena mitos demi mitos terus menggalau di pikiran, saya niatkan untuk mencari fakta tentang mitos-mitos yang saya dengar tsb. Memang sih, masih ada kemungkinan fakta yang saya temukan ada kesalahan. Namun, setidaknya saya sudah mencari sumber yang saya percaya dapat diandalkan, seperti buku atau dokter, separah-parahnya saya dapat dari sumber web yang masih dapat saya yakini. CMIIW.

Biar lebih yakin lagi, saya share apa yang saya temukan itu di Instagram @nyonyamalas (follow dong, hehehe) dan fan page nyonyamalas.com di Facebook. Tujuannya, selain untuk berbagi dengan #MamaNewbie lainnya, adalah untuk mendapatkan feedback  dari Mama-mama yang lebih berpengalaman. Terbukti setiap saya posting satu mitos, biasanya tetap ada pro kontra gitu, nah dari pro kontra itu saya juga dapat ilmu lagi.

Rencananya mito-mitos yang saya dapatkan akan saya share selama 30 hari. Sekarang adalah hari ke 11 dan saya sudah share 9 mitos. Buat teman-teman yang belum follow IG @nyonyamalas, berikut saya buatkan resume part 1-nya ya. part 2 dan part 3 akan saya buat per 10 hari ke depan.

cuma mitos 1

1 . Mitos Telur

Banyak makan telur di masa nifas katanya bikin luka jahitan di lokasi ono susah kering. Larangan tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaa! Dokter kandungan saya bilang putih telur yang kaya akan protein tu bagus untuk penyembuhan luka jahitan.
Sumber: dokter pribadi, website femina.

2.  Mitos Kaki Ngangkang vs Diapers

Ada yang bilang Diapers (popok sekali pakai) bikin kaki bayi ngangkang. Pernyataan tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaaa! Ini tapi mitos yang beneran bikin saya deg2an loh. Soalnya saya kalo jalan ngangkang, dan sering jadi bahan ece2an sama temen 😬😬😬 Ga pengen aja, karena saya pakaikan diapers, Gayatri jg ngangkang kaya saya. Pas tau fakta kalo diapers ga bikin ngangkang, saya legaaaa banget! Tapi tetep aja sih milih merk diapersnya yang tipis. Bukan gara2 biar ga ngangkang, tapi biar dedek nyaman aja.
Sumber: bit.ly/bowleg2, bit.ly/bowleg3.

3.  Mitos Gundul

Banyak yang berpendapat agar rambut bayi lebat, maka harus sering dicukur hingga habis alias gundul. Ternyata keharusan itu #CumaMitos Sodara-sodaraaaaa! Faktanya rambut bayi akan rontok dg sendirinya lalu sebagai pengganti akan tumbuh rambut dewasa 👶🏼 Tidak harus bukan berarti tidak boleh dilakukan ya. Kalau ortunya menghendaki digundul, karena alasan lain, plis jangan dibully! Stop bullying terhadap orang tua baru. 😉.
Sumber: buku Anti Panik Mengasuh Bayi yg diterbitkan Tiga Generasi.

cuma mitos judul

4. Mitos Menggendong

Banyak kekhawatiran tentang menggendong bayi dapat memanjakan dan membuat bayi “bau tangan”. Ternyata kekhawatiran tsb #CumaMitos Sodara-sodaraaaa! Orang tua tak perlu risau terlalu sering menggendong bayi saat menangis. Malahan menggendong bayi itu penting:
💛menguatkan bonding
💛membuat anak belajar menenangkan diri
💛membuat anak merasa berharga
Sumber: Buku Anti Panik Mengasuh Anak terbitan Tiga Serangkai

5. Mitos Menyusui Kanan Kiri

Ada nasehat untuk menyusui sebaiknya memberikan payudara kanan dulu baru yang kiri, karena yang kanan itu berisi makanan sementara yang kiri minuman. Ternyata nasehat itu #CumaMitos Sodara-sodaraaaaa!!! Faktanya payudara kanan dan kiri isinya sama. Saat pertama Asi keluar lebih encer, disebut foremilk, utk menghilangkan rasa haus (minum kali, hehe), beberapa menit kemudian yg keluar lebih kental, disebut hindmilk, kandungan lemak lebih banyak, utk menghilangkan rasa lapar (disebut makan boleh juga, hehe)
Sumber: Nurul Fut’ucha’h (dokter)

6. Lama Main Bareng

Kadang kita berpikir bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan untuk bermain dengan bayi, semakin bagus. Pikiran tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaa!!! Hal terpenting dari bermain adalah kualitas interaksi antara ortu dan bayi. Lakukan kontak mata dan komunikasi dua arah. Lalu bersenang-senanglah! Curhat: dalam hal interaksi yg berkualitas, Dedidom jauh lebih jago dari saya. Saya sering banget main gadget di sela2 main sama dedek T.T maapkan ibumu ini, Naaakk #imperfectmom
Sumber: Buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai

cuma mitos 3

7. Mitos Menenangkan Bayi

Orang tua sering berkata bahwa membiarkan bayi menangis adalah salah satu cara membuat paru-parunya kuat. Perkataan tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaaa!!!! Bayi menangis sebaiknya segera ditangani, karena tangisan adalah bentuk komunikasi bayi. Menenangkan bayi dengan segera akan membuat bayi merasa diperhatikan, merasa berharga dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Curhat: sebagai #imperfectmom yang hidupnya tak sesempurna feed IG andien, saya pernah frustasi menghadapi Gayatri yang menangis lama. Kadang jadi ikutan emosi, sedih dan sebel campur jadi satu. Obatnya kalau sudah mencoba segala cara dan tak berhasil adalah menenangkan diri dulu. Bayi diletakkan, dan saya mengatur napas. Setelah saya tenang, barulah mulai lagi untuk menenangkan Gayatri. Kalau ibu ga tenang, makin ruwet suasana. 😬😬😬

Tips lain bisa dilihat di artikel saya sebelumnya tentang cara menenangkan bayi.

Sumber: Buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai

8. Mitos Bedong

Kabarnya bayi harus terus dibedong agar kakinya lurus. Kabar tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaaa!!! Bedong (dan sarung tangan) sebaiknya hanya dipakai saat bayi kedinginan, bukan 24 jam, agar tumbuh kembangnya optimal. 😘
Sumber: Bidan, dokter pribadi dan Buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai.

9. Mitos Diapers vs Kanker

Ada kekhawatiran bahwa pemakaian diapers dapat menyebabkan kanker. Kekhawatiran tersebut bisa jadi #CumaMitos Sodara-sodaraaaa!!! Kenapa saya bilang “bisa jadi”, karena kan ada banyak merk disposable diapers di dunia ini, dan saya ga mampu ni memastikan satu-satu bahan dan pembuatannya. Yang saya cek tentu saja yg bayi saya pakai, hehehe. Menurut web dr. Rina, zat yang patut diwaspadai pada diapers adalah chlorine dioxide,dkk – liat sumber. CMIIW. Lanjut googling, saya dapet info kalo produk Jepang uda ga pakai chlorine lagi sejak 1998. Jdi merk Merries, Goo.N dan Moony (menurut mioki.com) bebas chlorine. Semoga yang lain2 bebas juga yak….
Sumber:
1) http://www.drrina.id/article/cara-memilih-popok-bayi#.WLaY1-B0oUo.facebook
2) http://www.mioki.com/en/about-japanese-diapers

Nah, itu 9 mitos yang sudah saya share, ke depannya masih ada kurang lebih 18 mitos lagi yang akan saya share di IG @nyonyamalas. Yuk yang belum follow, segera follow untuk dapat update tiap harinya. Caranya tinggal klik kata follow di gambar di bawah ini.

Teman-teman juga pasti sering dengar mitos terkait mengasuh bayi kan. Please share pengalaman kamu di comment section di bawah ini y…. 🙂 Pasti akan bermanfaat banget buat banyak orang. Thanks sudah berkunjung!
Salam sayang 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!