Hadiah untuk Pasangan Tidak Romantis, Bonus Info Promo Gadget

hadiah untuk pasangan

Ngomong-ngomong tentang bulan Februari, kayanya identik banget sama valentine dan tetek bengek tentang hari kasih sayang tersebut. Memang sih berbagi kasih sayang tidak selalu harus nunggu momen Valentine  di bulan Februari. Namun di tengah pro kontranya, ga bisa dipungkiri kalau momen Valentine bisa dimanfaatkan sebagai pengingat. Pengingat buat berbagi kasih sayang. Timing yang pas untuk introspeksi, evaluasi hubungan dan tentu saja timing yang pas juga untuk memberi perhatian lebih sebagai wujud kasih sayang ke pasangan, salah satunya dengan memberikan hadiah untuk pasangan.

Cokelat adalah hadiah yang paling umum di hari Valentine, selain murah cokelat diasosiasikan dengan yang manis-manis merujuk kepada harapan agar perjalanan cinta mereka selalu manis. Selain cokelat, bunga juga lazim diberikan oleh pihak laki-laki ke pasangannya. Namun, dua hadiah tsb ga pernah mewarnai hubungan saya dan suami. Paling pol romastis adalah saling bertukar kartu ucapan, itu juga biasanya bukan yg penuh gambar hati. Pernah saya malah diberi kartu ucapan sayang dengan gambar ikan paus. Saya lalu membalas kartu suami saya tersebut dengan kartu bergambar Superman. Hihihi, mungkin kami kurang derajat keromantisan ya. Atau memang standarnya beda.

kartu ucapanKartu-kartu ucapan selama pacaran, uhuuuyyy!

Selain kartu ucapan, untuk hadiah berbentuk barang kami berdua lebih suka hadiah yang fungsional. Seperti saat masih LDR dulu, saya hadiahi dia dengan powerbank yang super awet. Mengingat pekerjaannya sebagai site engineer sering membuatnya harus di luar ruangan dan sekalinya handphone lowbat susah nyari colokan charger. Hadiah powerbank tersebut bisa diasosiasikan sebagai tanda komunikasi yang terus terjalin meskipun terpisah jarak. “Bahkan lowbatt pun tak dapat memisahkan kita”. Gitulah kira-kira pesan yang mau saya sampaikan. Hahaha….

Suami juga tipikalnya mirip dengan saya. Terakhir dia memberi hadiah, hadiahnya smartphone yang kameranya lumayan bagus. Seneng banget saya. Bukan karena harganya loh. Tapi karena smartphone ini bermanfaat banget buat aktivitas ngeblog saya. Apalagi di awal-awal ngeblog, segala kegiatan motret, edit dan ngedraft artikel bisa saya lakukan dengan satu gadget itu. Selain itu, hadiah itu jadi bukti bahwa suami mendukung hobi saya ngeblog. Duh, saya terharu banget. Ga nyangka kalau ternyata dia merhatiin kebutuhan blogging saya.

Kalau pasangan kamu kaya kami yang berprinsip fungsi adalah esensi. Mungkin ada baiknya mempertimbangkan gadget sebagai hadiah valentine alih-alih bunga atau cokelat. Yang penting sesuaikan dengan kebutuhannya dan juga anggaran kamu.

Tips memberikan hadiah kalau pasangan tak romantis: 1) cari yg fungsional, 2) sesuaikan kebutuhannya & 3) sesuai anggaranmu #alanyonyamalas. Click to tweet!

Ngomong-ngomong tentang anggaran, biar ga bangkrut demi ngasih hadiah ke pasangan, kamu harus rajin nyari promo. Nah, berhubung saya baik, hehehe, saya bagi info nih kalau situs jual beli gadget kliknklik lagi ngadain Promo Fabulous February . Total Discount-nya hingga 90% untuk beragam produk gadget, laptop, dan aksesoris. Lumayan banget kan. (((BANGEEEETTT)))) Promo ini berlangsung selama 19 hari, mulai dari tanggal 9 sampai 27 February 2017.

fabulous february kliknklik

[Adv.] Apa yang menarik dari Promo Fabulous February?

Promo ini terbagi menjadi dua, yaitu Fabulous Clearance Sale dengan Diskon hingga 90% dan Fabulous Valentine diskon hingga 69%.

Pada promo Fabulous Valentine, kamu bisa beli gadget smartphone, laptop, atau aksesoris keren sebagai hadiah untuk pasangan dengan diskon yang bikin kangen. Sedangkan pada Fabulous Clearance Sale ada puluhan laptop, smartphone, dan aksesoris keren dengan diskon maksimal. Disini kamu bisa memilih sesuai kebutuhan. Kalau kamu mencari diskon gila-gilaan, belanja saja di Promo Fabulous Clearance Sale. Tapi kalau kamu mencari produk special sebagai kado tanda kasih sayang di hari valentine untuk pasangan, promo Fabulous Valentine adalah tempat yang pas.

Tak hanya itu, mengingat Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 February. Kliknklik mempersembahkan voucher sebesar Rp100,000 untuk ikut merayakan Hari Pers Nasional 2017. Voucher ini bisa digunakan untuk produk laptop non-promo dengan kode voucher PERS2017. Tapi ingat, voucher ini hanya berlaku mulai dari tanggal 9 sampai 13 February 2016.

Jadi tunggu apa lagi, yuk kasih pasangan kamu hadiah yang paling istimewa dan juga bermanfaat di Fabulous Valentine, dan belanja sepuasnya di Promo Fabulous Clearance Sale Kliknklik. Semoga info promo ini bermanfaat yaa….

hadiah untuk pasangan

[Spnsored Post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

8-si Sukses Menyusui dengan ASI

ASI

Blogpost kali ini bukan tentang kisah saya yang sukses menyusui dengan ASI. Sebaliknya, saya malah gagal total mengASI ekslusif. Pada minggu pertama kelahiran anak pertama saya, dia sudah harus minum susu formula dan juga ASI donor (mohon jangan dihujat dulu, saya akan ceritakan lengkapnya di bawah). Dari pengalaman kegagalan saya itu, saya jadi punya beberapa pelajaran penting yang ingin saya bagi, agar nyonya-nyonya lain bisa sukses menyusui dengan ASI ekslusif sampai enam bulan. Amin….

Saya dan putri saya, Gayatri Aristya Sandi, sejak hari pertama bertemu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI. Prosedur Inisiasi Menyusui Dini telah dilaksanakan dan berhasil. Namun bayi Gayatri masih tidak dapat menyusu dengan optimal. Awalnya, saya pikir hal tersebut karena kami berdua belum menemukan posisi yang tepat dalam kegiatan susu menyusu ini. Hal yang terlambat saya ketahui adalah putri saya tersebut ternyata tongue tie. Tali lidahnya menonjol sehingga lidahnya tidak dapat melekat pada puting payudara saya dan menghisap ASI dengan baik. Kondisi ini baru saya ketahui di hari ke-empat. Cukup terlambat, sehingga bayi Gayatri sudah terlanjur mengalami kuning karena tingkat bilirubinnya meningkat dan juga mengalami demam karena adanya infeksi yang tak dapat dilawan tubuhnya. Dari sinilah drama ASI (tidak) ekslusif dimulai.

Karena kondisi bilirubin dan deman yang dideritanya, Bayi Gayatri dirujuk dokter spesialis anak ke Rumah Sakit untuk rawat inap. Yang pertama terlintas dalam benak saya saat itu adalah stok ASI. Ruang perinatal untuk bayi sakit di RS tsb tidak menyediakan ruang inap untuk orang tua. Sementara saat itu adalah hari ketiga bayi saya lahir, dan saya sama sekali belum memiliki stok ASI. Kebutuhan ASI untuk bayi baru lahir menurut perawat jaga saat itu adalah 30 ml sekali minum per dua/tiga jam. Bayi saya masuk RS jam 10 malam dengan posisi disusui terakhir dalam kondisi tongue tie pada pukul 9 malam. Setidaknya berarti saya harus menyediakan 90-150 ml ASI agar ransumnya aman sampai pagi ketika saya tinggalkan.

ASI

Pilihan pertama yang terlintas adalah memerah ASI. Bersyukur saat itu kami sudah membeli breast pumping, yang ternyata meringankan beban sekali saat tubuh lelah dan harus memerah ASI. Namun ternyata pumping selama beberapa jam hanya menghasilkan 10 ml ASI. Rupanya hanya seperti genangan cairan putih kekuningan di dasar botol. Kondisi puting lecet, ditambah minimnya stimulasi dari bayi dan juga tegang karena tekanan harus ninggal bayi di RS sepertinya membuat ASI saya macet. Hiks…. Sedih sekali saya saat itu. Menyadari ASI saya sepertinya akan kurang saya broadcast message ke teman-teman untuk meminta donor ASI.

Pilihan kedua adalah mencari donor ASI. Ketika 10 ml ASI saya diantarkan ke RS oleh suami saya, saya masih terus memompa di rumah, dan sekaligus menerima respons terkait donor ASI dari teman-teman. Syukur kepada Tuhan, beberapa merespons. Namun jarak calon pendonor cukup jauh dan saat itu telah hampir tengah malam, jadwal sementara jadwal minum susu dedek berikutnya adalah pukul 1 pagi. Saya saat itu sudah hopeless dan mengirimkan pesan pada suami untuk menandatangani pernyataan izin pemberian sufor. *krayyyy.

Pilihan ketiga adalah memberikan susu formula. Panjang sudah perdebatan tentang pemberian sufor dan ASI di usia newborn. Namun, saya menginsyafi, saat itu that the best choice over the worse.

Sekitar tengah malam, saya mendapat respon dari temannya teman, ada donor berlokasi di Ciledug. Relatif dekat dengan rumah kami, kurang lebih setengah sampai satu jam waktu tempuh perjalanan. Saya langsung pesan gocar untuk menyusul suami ke RS dan kemudian berdua menuju rumah donor tersebut. Menjemput ASI. Pukul satu saya sampai di rumah donor, ingin rasanya saya memeluk perempuan yang belum saya kenal tersebut. Tapi takut awkward. Semoga mbak-nya tahu betapa saya berterimakasih, walaupun mungkin wajah saya tetap cengengesan dan terlihat santayyy, tapi sebenarnya saya nahan nangis terharu mbaaaaakkkk….

Saya dan Tuan Besar sampai di RS terlambat, bayi Gayatri sudah diberi sufor. Perawat jaga terlihat sangat menyesal, namun kami tidak. Kami memang sedih karena tidak bisa menyediakan ASI itu tepat waktu. Namun, saya percaya perawat jaga sudah melakukan yang terbaik dan sudah sesuai prosedur (sudah ada izin dari kami). Kemudian kami diberi edukasi oleh perawat tersebut yang menyatakan bahwa ASI donor dari bayi usia 6 bulan sebenarnya tidak sepenuhnya cocok bagi bayi saya yang baru beberapa hari. Sehingga ASI donor tersebut akan berperan sebagai cadangan. Saya tetap diminta untuk memerah ASI saya dan mengantarkannya secara berkala ke RS. Saran perawat jaga tersebut kami sanggupi. Dengan semangat menggelora, kami pulang (RS nya ketat bingit, ortu cuma boleh jenguk bayi pas jam besuk).

ayah asi

Bayi Gayatri harus dirawat selama tiga hari. Selama itu saya dan suami bolak balik, untuk antar ASI dan juga untuk besuk. Produksi ASI yang awalnya hanya 10 ml, pada hari terakhir dedek dirawat bisa 60 ml sekali pumping. Walaupun memang belum banyak sekali, namun jumlah tersebut adalah prestasi tersendiri buat saya waktu itu. Nah belajar dari peristiwa macet ASI dan per-pumping-an ASI tadi saya punya beberapa pelajaran yang setelah saya terapkan sekarang, ASI makin lama makin lancar jaya di air dan udara. Biar gampang ngingatnya aku namai tips kali ini 8-SI ya; MotivaSI, NutriSI, FrekuenSI, PosiSI, KondiSI, Jangan SenSI, RelaksaSI, KonsultaSI.

Buat nyonya-nyonya yang mau nambahin tips ke 9, 10 dst feel free ninggal komen aja yak di bawah yaaaa…. 🙂 Semoga bermanfaat!

1 . Motivasi

Saya bersyukur punya suami yang menyemangati saya untuk terus pumping ASI bahkan sampai di detik-detik terakhir. Melihat produksi ASI saya yang hanya 10 ml itu pun, dia tak berkomentar negatif sedikitpun. Di pagi hari saat dia menemukan saya yang teler dengan alat pompa masih di tangan, dan genangan ASI yang tak seberapa, dia menyempatkan untuk bilang kalau he is so proud of me. Tak peduli berapa mililiter ASI yang saya produksi. Hal-hal seperti itu tentu membuat semua ibu semangat menyusui ya.

Artikel tentang peran suami dalam memberikan ASI lainnya bisa dicek di blog mbak helena helenamantra.com yaaa….

Namun, apabila suami atau keluarga kita tak sesuportif itu, kita sebagai ibu lah yag wajib memotivasi diri sendiri. Apalagi di kasus seperti saya, gagal ASI ekslusif sangat awal, sempat membuat saya jadi merasa gagal dan putus asa. Jika tak ada seseorang yang ada di sampingmu untuk bilang “I’m so proud of you”, ingat anak anda yang menunggu. Pada saatnya dia paham nanti, dia akan sangat bangga pada perjuangan ibunya.

2 . Nutrisi

Menyusui adalah suatu hal yang alami namun juga perlu effort. Salah satu effort yang saya lakukan adalah makan makanan sehat yang benutrisi. Kacang hijau, daun katuk, daun bayam, segala macam sayur, kacang tanah, jagung manis, susu kedelai, jus jambu merah, dll dsb dst semua semua makanan dan minuman yang konon bisa memicu produksi ASI yang ditaruh di depan saya pokoknya bakal saya embat. Ga peduli tar gimana timbangan. Bahkan masukan dari rekan di kantor untuk minum jus pare juga saya jabanin. Dan memang tokcer sodara-sodara. Tapi jangan tanya gimana rasanya. Hmmmm…. Pokoknya. Enak? Kagak.

Yang mau tau lebih lanjut tentang jus pare ini bisa meluncur ke artikel Jus Pare sebagai ASI Booster Alami.

jus pare asi booster

3 . Frekuensi

Kata bidan yang membantu pesalinan saya, banyaknya produksi ASI itu tergantung seberapa sering ASI diminum. Istilah ekonominya supply tergantung demand gitu kali ya. Jadi bukan berdasar kuota, yang kalau habis ga bisa top up. Semakin sering ASI diminum, maka tubuh akan memproduksi lagi ASI. Canggih ya…. Jadi jangan kawatir ASI bakalan out of stock, selama nutrisi dan kondisi tubuh ibu dalam keadaan baik. Untuk yang ASIna sempat macet seperti saya, ayuk terus dipaksa untuk dinenenin atau di pompa, lambat laun ASI akan lancar.

4 . Posisi

Di klinik tempat saya melahirkan, sebelum pulang ke rumah, ibu diberi edukasi posisi menyusui. Saya diberi tahu ada posisi menyusui dimana bayi di depan saat ibu duduk, ibu dan bayi bersaping-sampingan dengan posisi tiduran dan yang ketiga (yang paling absurb menurut saya) adalah posisi bayi dari belakang ke samping tubuh ibu. Posisi-posisi tersebut berguna untuk menghindari kecelakaan saat menyusui (seperti tersedak, tergencet, jatuh, dll dan juga menghindarkan ibu dan bayi dari rasa tidak nyaman, seperti puting lecet.

Sepertinya memang sepele yak, tapi jangan salah. Kalau lagu dangdut bilang lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, saya mah mending sakit hati dari pada lecet puting ini. Ngilunya yes…. cenuuuuuuttt gitu. Apalagi posisi lecet harus dihisap bayi lagi atau di pompa. Cenuuuuuuuuuttt again and again. Jadi tips ke empat sukses menyusui dengan ASI adalah memperhatikan dan berlatih posisi menyusui yang pas.

5 . Kondisi

Kondisi yang saya maksud dalam hal ini adalah kondisi kesehatan ibu. Tak dpat dipungkiri jadwal bobo dan jadwal nenen bayi kan belum dapat diatur sesuai dengan jam biologis orang dewasa. Ibu pasti akan sering terbangun di malam hari karena bayi menangis kelaparan. Untuk itu selain, nutrisi yang baik, Ibu jug harus bisa curi-curi waktu istirahat atau olahraga agar kondisi tubuhnya tetap fit. Karena kalau kita sampai sakit. Bisa bubar jalan dah program menyusuinya….

6 . Jangan Sensi

Saat jadi ibu baru dijamin, banyak “senior-senior” yang akan turut sumbang pendapat. Kalau bukan pendapat, komentar. Nah, kadang ada loh komentar yang sebenarnya bermaksud perhatian tapi di kitanya seperti menyudutkan. You know what I mean, kan ya? 😛 Bahkan kadang dari emak sendiri. Seperti, “Ini dedek kok perutnya kecil? Uda disusuin belum?”. Padahal baru aja disusuin. Trus kitanya baper, nangis di pojokan. Merasa ASI kurang dan berniat beli sufor biar perut dedek ga kelihatan kecil lagi.

STOP! Berpikir positif aja atas semua komentar dan pendapat para senior. Karena kalo kita berpikiran negatif, produksi ASI bisa ikut terpengaruh, ciiinnnn! Jaga mood baik-baik dan jangan sensi 😉

7 . Relaksasi

Poin ini adalah poin favorit saya, hehehe. Relaksasi kan bisa bersifat jasmani dan rohani ya. Untuk yang jasmani biasanya saya mandi menggunakan air hangat dan tidak lupa juga mengompres payudara sambil di massage. Kalau memungkinkan minta bantuan juga untuk memijat bagian punggung atau mengompres punggung dengan air hangat. Niscaya itu akan membantu keluarnya ASI loh. Sementara untuk yang rohani, tips dari saya (selain berdoa dan beribadah) adalah lakukan hal yang membuat nyonya-nyonya merasa happy.

Pengalaman saya kemarin, pas senggang sambil pumping atau nenenin dedek saya seneng window shopping. Berhubung sedang ga bisa keluar rumah untuk ke mall, online shop jadi andalan. Situs yang sering saya kunjungi adalah situs jual beli hp samsung (karena saya lagi pingin beli gadget baru) dan jual beli skin care. Selain itu saya suka juga maskeran sendiri pakai masker berbentuk tisu yang praktis. Pokoknya semua bisa diakalin lah untuk tetap dilakukan walaupun mobilitas terbatas. Hati jadi happy dan rileks, ASI lancaaarr!!!

Related Post: Tahapan Facial di Rumah

8 . Konsultasi

Jangan ragu untuk datang ke klinik, bidan atau konselor ASI apabila masih mengalami kesulitan dalam menyusui. Siapa tau memang ada kendala yang selama ini tidak kita sadari. Seperti yang saya alami; Bayi Gayatri mengalami tongue tie. Dengan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, kita bisa mendapatkan alternatif solusi yang lebih meyakinkan dibandingkan kita hanya menduga-duga sendiri. Oiya, tentang tongue tie Bayi Gayatri, akhirnya lidahnya di”gunting” oleh dokter dan sekarang Bayi Gayatri sudah pinter nenen. 🙂

BWCC

Foto di atas adalah klinik tempat saya melahirkan. Di klinik ini ada kelas laktasi loh. Jadwal dan biaya bisa telp ke no telp yang ada di foto yaaa…. Review dan rincian biaya melahirkan di klinik ini akan saya bahas di postingan berikutnya. 🙂

Tambahan tips dari Pembaca:

9 . Minum Air Putih yang Banyaaaaakkkk

Tips ini dari Nyonyah Dinar, yang ga kalah penting selain langkah-langkah lain kata dia mah, MINUM YANG BANYAK. Drink like a fish! Kalo perlu sehari 3 liter, di pengalamannya, minum air putih dan makan daging bisa ngeboost LDR secara alami. Ini sama banget sama yang dibilang dokter spesialis anak di RS dimana Bayi Gayatri dirawat. Beliau juga menyarankan untuk minum air putih sebanyak 3 liter. Thankyuuu Dinar, uda ngingetin tips yang aku kelewatan. Tips lain dari Dinar dan dari nyonya-nyonya lain bisa dibaca di komen di bawah ya….

Itulah 8-si + 1 Sukses Menyusui dengan ASI ala nyonyamalas. Please share juga tips dari nyonya-nyonya di kolom komen yaaa…. Pasti akan bermanfaat sekali 🙂 Thankyou….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Berwisata ke Taman Safari Cisarua Bogor

tips 8

Taman Safari Cisarua merupakan salah satu tempat rekreasi favorit yang sering dipilih untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Di taman ini, setidaknya ada sekitar 2500 satwa dari berbagai penjuru dunia yang bisa teman-teman lihat dengan berkeliling menggunakan mobil atau bus yang disediakan pihak pengelola. Selain bisa berinteraksi langsung dengan satwa, teman-teman juga bisa melihat pertunjukan dan mengajak anak-anak bermain di sejumlah wahana permainan yang disediakan. Pastinya, semua keseruan yang dihadirkan taman safari akan memberikan pengalaman liburan keluarga yang tidak akan terlupakan.

Nah, agar liburan kamu semakin menyenangkan, simak tips-tips berwisata ke Taman Safari Cisarua berikut.

1 . Berangkat Sehari Sebelumnya

tips 1Source: Taman Safari Indonesia

Taman Safari Cisarua berada di kawasan Puncak yang sangat terkenal dengan kemacetannya, terlebih saat akhir pekan dan hari libur nasional. Jika teman-teman tidak berangkat pagi, siap-siap saja mengalami jadwal buka tutup lalu lintas pada jalur yang menuju ke Puncak.

Agar tidak terjebak kemacetan, sebaiknya kamu berangkat sehari sebelum akhir pekan atau long weekend. Soal penginapan, teman-teman tidak perlu khawatir. Kamu bisa menemukan banyak hotel dekat taman safari yang nyaman dan terjangkau di link ini.

2 . Datang Lebih Pagi

tips 2Source: satujam.com

Kenapa harus datang lebih pagi? Karena, di pagi hari, kamu bisa melihat hewan-hewan di taman safari ini sedang makan. Jika datang kesiangan, biasanya hewan-hewan tersebut sudah malas dan kebanyakan malah tidur. Selain itu, dengan datang pagi, semua jadwal pertunjukan tentu tidak akan terlewatkan.

Nah, salah satu keuntungan jika Anda berangkat sehari sebelumnya dan menginap di hotel dekat taman safari adalah kamu bisa datang ke lokasi wisata di pagi hari tanpa harus terjebak kemacetan. Taman safari ini sudah dibuka dari jam 09.00 WIB.

3 . Bawa Uang Tunai

tips 3Source: Darmawan Aji – flickr.com

Untuk membeli tiket masuk taman safari, sebaiknya Anda membawa uang tunai yang cukup, karena loket pembelian tidak menerima pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit. Harga tiket masuk taman safari sebesar Rp150.000,00 untuk dewasa (lebih dari 6 tahun) dan Rp140.000,00 untuk anak-anak. Jika membawa mobil, tambahan biaya masuknya sebesar Rp15.000,00.

4 . Bawa Payung atau Jas Hujan

tips 4Source: Flickr Hive Mind

Lebih baik teman-teman membawa payung dan jas hujan dari rumah, karena jika membeli di kawasan taman safari, harganya cukup mahal. Pastikan kamu tidak lupa membawa perlengkapan ini jika berkunjung ke taman safari saat musim hujan.

5 . Bawa Kamera

tips 5Source: April Killingsworth – flickr.com

Agar pengalaman liburan bersama keluarga terdokumentasi dengan baik, jangan sampai kamu lupa membawa kamera. Pastikan juga baterai kamera terisi penuh agar kamu tidak kehabisan baterai sebelum perjalanan liburan berakhir.

Related Post: 10 Tips Foto Produk yang Instagramable

6 . Beli Sayur untuk Memberi Makan Hewan

tips 6Source: Hello BOGOR

Sebelum masuk ke taman safari, jangan lupa membeli sayuran untuk memberi makan hewan. Saat melewati area hewan herbivor, teman-teman akan diperkenankan untuk membuka jendela mobil dan memberi makan hewan-hewan tersebut dari dalam kendaraan.

7 . Nikmati Semua Pertunjukan dan Wahana

tis 7Source: Taman Safari Indonesia

Setelah kurang lebih 45 menit berkeliling taman safari menggunakan mobil, keseruan akan berlanjut dengan berbagai pertunjukan dan atraksi yang menarik. Pada pukul 11.30 WIB, pertunjukan akan dimulai dengan Atraksi Gajah. Kemudian dilanjutkan dengan Tiger Show, Birds of Prey , Dolphin Show, Sea Lions, Cowboy Show, Globe of Death, hingga pertunjukan terakhir yaitu Safari Theater.

Selain pertunjukan-pertunjukan tersebut, taman safari juga menghadirkan wahana-wahana lain yang tidak kalah menarik. Kamu bisa berinteraksi dengan bayi-bayi satwa yang lucu di Baby Zoo. Jika ingin berfoto bersama binatang juga bisa. Dengan membayar Rp10.000,00 per orang, teman-teman bisa memilih berfoto dengan bayi singa, bayi macan tutul, bayi orang utan, bayi harimau putih, atau yang lebih ekstrem, dengan harimau Sumatera berukuran besar. Tidak perlu takut, karena kamu akan ditemani pawang tentunya.

Masih di kawasan Baby Zoo, sempatkan juga untuk melihat koleksi unggas di Bird Aviary. Di area ini, ada lebih dari 1000 burung yang terdiri dari 90 spesies bebas beterbangan.

8 . Ikuti Keseruan Safari Malam

tips 8Source: Taman Safari Indonesia

Ingin merasakan sensasi yang berbeda dalam menjelajahi taman safari? Ikuti keseruan Safari Malam!

Safari Night atau Safari Malam ini biasanya hanya diadakan tiap akhir pekan saja, yaitu pada Sabtu dan Minggu malam. Namun, saat libur panjang, Taman Safari Cisarua biasanya akan mengadakannya setiap hari. Harga tiket masuknya sama dengan Safari Siang, yaitu sebesar Rp150.000,00 untuk dewasa dan Rp140.000,00 untuk anak-anak.

Dimulai pada pukul 18.30 WIB, kamu akan diajak berkeliling taman safari menggunakan kereta wisata terbuka selama kurang lebih 2 jam. Kereta akan melalui zona hewan herbivor hingga zona hewan karnivora yang menghadirkan suasana mencekam. Setelah itu, Safari Malam akan ditutup dengan pertunjukan Fire Dance yang ditampilkan oleh penari-penari profesional.

Nah, itulah beberapa tips berlibur ke Taman Safari Cisarua. Bagi Anda yang berencana menginap di hotel dekat Taman Safari, jangan lupa untuk memesannya jauh-jauh hari, ya. Oiya untuk yang mau belanja oleh-oleh bisa juga mampir ke postinganku sebelumnya di sini: oleh-oleh khas Bogor. Selamat berwisata! 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Manajemen Keluarga saat Ibu Bekerja ala Yenny Wahid

manajemen-keluarga-ala-yenny-wahid

Manajemen Keluarga saat Ibu Bekerja ala Yenny Wahid disusun berdasarkan Talkshow Manajemen Keluarga yang diadakan oleh Sahabat Ibu Indonesia pada Hari Ibu, 22 Desember 2016, di FX Sudirman, Jakarta. Salah satu narasumber dari Talkshow tersebut adalah Ibu Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid. Selain Ibu Yenny, sebenarnya ada tiga panelis lainnya dalam talkshow ini. Namun, karena masing-masing memiliki manajemen keluaga yang berbeda, dalam artikel ini saya mau fokus ke materi Ibu Yenny. Semoga bermanfaat!

talkshow-manajemen-keluarga

Siapa sih yang tak kenal Ibu Yenny Wahid? Putri mantan presiden Gusdur, istri dari Dhorir Farisi, ibu dari tiga orang anak yang sekaligus adalah aktivis Islam dan politisi Indonesia. Pemilik gelar Master’s in Public Administration dari Universitas Harvard (dengan beasiswa Mason) ini saya kagumi juga karena keberaniannya sebagai reporter pada masa dan pasca masa referendum Timor Timur yang membuatnya mendapatkan Liputannya anugerah Walkley Award. Agak kontras sebenarnya ya, dengan gayanya yang cukup “ibu-ibu” (in a positive way yakkk, hehe); bawahan kain dan kerudungnya yang khas itu serta senyumnya yang lembut. Oiya, setelah tidak menjadi reporter, Beliau terus berkarya di Wahid Institute, Partai Kebangkitan Bangsa dan segudang aktvitas lainnya.

Saya ga kebayang loh, punya anak tiga kecil-kecil (yang paling besar umur 6/7 tahun, cmiiw) dan tetap punya kegiatan seabrek di luar rumah. Gimana cara bagi waktunya dan gimana juga bisa tetap “waras” dan malah berprestasi juga. Saya saja yang sorangan sama suami kadang cucian piring numpuk sampai pagi. Pagi dua hari berikutnya, maksudnya, hehehe. Weekend lalu saya malah nemu bangkai cicak kering akibat kejepit jendela tanpa kami sadari keberadaannya. Uda kering. Hiiiiiii…. Uda lama kali yak dia tewas di sana, dan karena saking jarang dibersihkan jadi lama ketahuannya. Kasian-kasian…. Gimana nanti tambah dedek bayi di rumah…. *garuk-garuk kepala

Balik ke laptop. Beberapa poin saya dapat dari sharing Ibu Yenny di Talkshow tsb saya catat di buku tulis kecil saya (iyeeeee, masih pake buku tulis) dan akan saya rinci di bawah ini. Sayangnya waktu yang diberikan panitia sangat sempit hanya sekitar satu jam, sehingga tidak ada sesi tanya jawab dengan peserta. Namun, apa yang disampaikan oleh Ibu Yenny saya rasa adalah prinsip-prinsip yang bisa kita kembangkan dan adaptasi lebih lanjut dengan kondisi kita masing-masing. Secara umum memang Beliau menekankan pada kondisi keluarga dengan ibu bekerja, namun sepertinya sah-sah saja jika ibu rumah tangga juga ingin menerapkannya.

manajemen-keluarga-ala-yenny-wahid

Berikut prinsip manajemen keluarga saat ibu bekerja ala Yenny Wahid:

1 . Prioritas

Menjadi seorang ibu yang sekaligus pekerja tentu memiliki banyak tantangan. Namun, seorang ibu harus sadar bahwa dirinya tidak bisa melakukan semua hal. Setujuuuuu!!!! Tidak semua hal harus dilakukan oleh Ibu. Namun, hal-hal yang esensial dan penting harus dipastikan untuk berjalan dengan baik. Beda yak, antara “melakukan” dan “memastikan dilakukan”. Salah satu prioritas yang harus dilakukan oleh seorang Ibu adalah terkait mengasuh anak. Baik pengasuhan tersebut dikerjakan sendiri atau dengan bantuan orang lain, namun ada poin-poin penting yang harus ditekankan dan itu wajib dilakukan dengan “signature” dari Ibu.

Contohnya adalah tentang etika yang harus diterapkan di rumah, nilai-nilai apa yang ingin ditanamkan ke anak. Seorang Ibu harus memberikan prioritas yang lebih pada hal-hal seperti ini. Salah satu nilai yang wajib ditekankan kepada anak, adalah tentang berani menghadapi kegagalan. Walaupun anaknya masih kecil-kecil dalam berbagai kesempatan, Ibu Yenny berusaha mengexpose si anak pada kegagalan. Contohnya saat mengikat tali sepatu, dll. Namun, Beliau berpesan agar tetap mendampingi pada saat anak-anak merasa gagal/ tidak mampu menyelesaikan tugasnya.

Contoh lain yang lebih teknis adalah memastikan asupan gizi yang didapatkan oleh anak-anak. Ibu Yenny mengakui bahwa dirinya tidak bisa memasak (Yah, buk, kan tinggal liat aja resep di nyonyamalas.com!). Karena hal tersebut, Beliau memutuskan untuk meminta bantuan juru masak. Namun, menu yang harus dimasak, kriteria bahan masakan dan lain-lain seluruhnya berasal dari dirinya. Jadi si anak ga melulu dimasakin ayam goleng klispi ya…. Sayuran juga wajib.

2 . Support System

Terkait dengan poin pertama di atas. Agar seorang ibu dapat memastikan hal-hal yang prioritas dilaksanakan sesuai dengan harapan, tentu ibu harus memiliki suatu support sistem. Adapun pembuatannya meliputi tiga tahap berikut:

  1. Merancang sistem
  2. Membangun sistem
  3. Mengontrol sistem

Merancang support system dilakukan tentu saja dengan diskusi bersama suami tentang apa saja yang menjadi prioritas, siapa yang akan men-support dan bagaimana akan menjalankannya. Kemudian tahap membangun sistem. Pada tahap ini di dalamnya termasuk melatih orang-orang yang terlibat dalam support system. Contohnya adalah baby sister.  Ibu Yenny menceritakan bahwa proses melatih baby sister atau pengasuh untuk anak-anaknya membutuhkan waktu yang cukup lama, agar sang pengasuh memahami benar apa yang Ibu Yenny harapkan dari pengasuh dalam mengasuh anak-anaknya. Tahap terakhir, mengontrol sistem yang sedang berjalan. Kuncinya ada pada komunikasi yang baik. Bersyukur saat ini teknologi informasi sudah cukup maju. Ibu Yenny terbiasa mengontrol kondisi rumah dan anak-anaknya melalui skype dan sarana telekomunikasi lainnya.

3 . Time Management

Manajemen waktu dalam manajemen keluarga, menurut Ibu Yenny berfokus pada kualitas. Ada tiga momen quality time yang beliau tekankan pada saat talk show:

  1. Momen quality time dengan pasangan. Hihihihi, tetep menjaga nyala api cinta gitu ya saat berdua. Uhuyy!
  2. Momen quality time dengan masing-masing anak. Jadi masing-masing anak memiliki waktu khusus berdua dengan Ibunya.
  3. Momen quality time dengan diri sendiri atau me time. Ini yang mungkin sering Nyonya-nyonya lupakan. Seorang ibu juga harus memiliki waktu khusus untuk rileks dengan diri sendiri,memiliki sahabat, agar ibu jangan sampai mengalami burn out, stress atau kelelahan kronis.

4 . Kerjasama Istri dan Suami

Kunci dari manajemen keluarga yang baik terutama adalah adanya kesepakatan antara suami dan istri. Karena tidak mungkin akan timbul kerjasama yang baik jika tidak ada kata sepakat di antara kedua belah pihak. Selain itu, kesepakatan sangat penting untuk menghindarkan pasangan dari adanya harapan yang tidak terpenuhi akibat ekspektasi yang ga nyambung. Pernah kan yak? Hihihihi…. Kita berharap suami seperti apa, namun ternyata suami berespon lain, padahal maksudnya baik. Lalu kita menjadi kecewa. Padahal ya, suami tidak salah juga sebenarnya.

Di dalam poin ini Ibu Yenny menekankan beberapa hal, yang dia yakini dan juga dia alami dalam kehidupan rumah tangganya bersama suami dan juga berkaca pada rumah tangga kedua orang tuanya. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Peranan suami dan istri haruslah seimbang dalam pengambilan keputusan. Masing-masing memiliki hak untuk memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan.
  2. Tidak ada sekat antara peran laki-laki dan perempuan. Istri dan suami harus memiliki pandangan yang sama dalam memahami perbedaan antara konstruksi sosial dan kodrat. Kodrat menurut Ibu Yenny adalah sesuatu yang given dari Tuhan sejak manusia lahir. Contohnya bagi perempuan adalah mengalami menstruasi, hamil, melahirkan, menghasilkan air susu dan juga mengalami menopause. Hal-hal lain dapat dikategorikan sebagai norma sosial dimana terdapat ruang diskusi antara suami dan istri dalam menentukan perannya dalam keluarga.
  3. Kesepakatan haruslah didasari sikap saling menghormati dan kesetaraan. Kesepakatan juga bukan hasil dari keterpaksaan. Istri maupun suami seyogyanya tetap menjadi diri sendiri namun menjadi versi yang terbaik dari dirinya.

“Seorang Ibu harus tetap menjadi dirinya sendiri, but the best version of herself (Yenny Wahid)”

click to tweet!

sahabat-ibu-indonesia-expo

Manajemen keluarga memang unik ya. Masing-masing keluarga memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Tentu latar belakang keluarga juga akan mempengaruhi proses manajemen keluarga. Keempat panelis (Yenny Wahid, Evelyne E. Sukoco, Meliana Cahya Dikata dan Ayu Diah Pasha) juga memiliki manajemen keluarga yang berbeda.

Dari talkshow ini, saya pun berkaca atas latar belakang keluarga kecil saya. Suami saya misalnya, terbiasa dengan adanya seorang perempuan yang siap sedia di rumah, karena di keluarganya nenek, mama dan kakak-kakak perempuannya semua ibu rumah tangga. Namun, ketika menyadari istrinya ini jauh lebih produktif di depan laptop dibandingkan di depan kompor atau mesin cuci, dia memberi saya kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengerjakan passion saya itu. Bahkan ketika saya hamil, dia yang mengajukan opsi untuk berlangganan laundry antar jemput. Opsi yang awalnya saya tolak karena kawatir baju dilaundry jadi kurang bersih. Namun setelah mencoba sekali, ternyata hasil cucian laundry dekat rumah lebih bersih dari hasil cucian sayaaaaaa…. Aaaaaakkkk!!!! Baiklah. Mungkin seiring waktu berjalan kami akan terus berproses dan menemukan gaya manajemen keluarga kami yang lebih baik hari lepas hari.

Oiya, saya dan suami baru wedding anniversary yang pertama looohhh tanggal 2 Januari kemarin…. Masih seumur jagung, ya…. Hehehe…. Semoga dengan manajemen keluarga yang baik, sebuah keluarga tidak hanya happily ever after untuk dirinya sendiri, namun bisa juga menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Semangaaaattt!!!! 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Happy Pregnancy, Buku Kehamilan dan Persalinan yang Menyenangkan (Giveaway Alert)

review-buku-kehamilan-dan-persalinan

“Buku (Happy Pregnancy, Buku Kehamilan dan Persalinan) yang bagus untuk dibaca para perempuan yang akan menikah ataupun yang sedang hamil pertama, untuk menambah wawasan dan info seputar kehamilan”, dr. Muzayyanah, Sp.Og

.

(Pengumuman Giveaway ada di akhir artikel)

Yang pertama kali saya dan suami lakukan ketika tahu saya hamil adalah: bengong. Hehehe. Kehamilan saya yang sekarang sebenarnya adalah kehamilan yang kedua. Kehamilan yang pertama mengalami keguguran. Nah, yang membuat saya dan suami bengong adalah jarak dari keguguran dan kehamilan berikutnya yang begitu cepat. Satu siklus menstruasi terlewati dan saya tek dung lagi. Seems too good to be true….

Karena sempat mengalami keguguran kandungan, saya cenderung jadi bumil yang agak parno di awal kehamilan. Sedikit-sedikit khawatir, sedikit-sedikit googling cari referensi, sedikit-sedikit ke klinik. Sampai akhirnya dokter kandungan saya geleng-geleng karena saya percayaan banget dengan referensi hasi googling yang kadang bercampur dengan mitos yang membuat saya makin parno. Akhirny dokter menganjurkan saya untuk baca buku.

Sampai saat ini, ada 3 buku kehamilan dan persalinan yang saya baca. Satu buku yang isinya teknis banget (karena ternyata ditujukan untuk kuliah bidan, hahaha), yang satu isinya sharing pengalaman dan motivasi dan yang ketiga adalah buku Happy Pregnancy yang mau saya review di artikel ini.

review-buku-kehamilan-dan-persalinan

Identitas Buku

  • Judul Buku : Happy Pregnancy, Panduan Kehamilan dan Persalinan yang Menyenangkan
  • Penulis : Nana Aditya, S.Si
  • ISBN : 987-602-7572-73-7
  • Penerbit : Stiletto Book
  • Tanggal Terbit : November 2016
  • Harga : Rp 52.000,00
  • Pembelian: tersedia di toko buku per Desember 2016, atau pesan di Stiletto Book WA: 0896-3947-3397, BB: 7A920F5B, Line: Stiletto_Book, Email: orderbuku@stilettobook.com
  • Tebal : 202 halaman

Profil Penulis

Nana Aditya, S.Si adalah Sarjana lulusan Universitas Negeri Yogyakarta jurusan MIPA Biologi. Sebelum menulis buku ini, Mbak Nana pernah menulis buku Biologi untuk SMP/ MTs, beberapa buku pelajaran SMA dan buku soal akademik untuk masuk perguruan tinggi. Buku parenting-nya yang pertama adalah Handbook for New Mom dan buku Happy Pregnancy ini adalah buku parenting-nya yang kedua. Selain bekerja di sebuah lembaga pendidikan, Mbak Nana ngeblog juga loh dan aktif di komunitas RockingMama.

Isi

Buku ini berisi 11 Bab, aku spoiler-in gapapa ya, sebagai pertimbangan untuk yang butuh buku ini:

  1. Chapter 1: Fase awal tau hamil
  2. Chapter 2: Perkembangan janin 0-9 bulan
  3. Chapter 3: Masalah saat hamil dan cara mengatasinya
  4. Chapter 4: Serba-serbi ngidam
  5. Chapter 5: Kehamilan sehat
  6. Chapter 6: Mitos dan fakta tentang kehamilan
  7. Chappter 7: Peran calon ayah dan calon ibu
  8. Chapter 8: Cuti hamil dan melahirkan
  9. Chapter 9: Persiapan melahirkan
  10. Chapter 10: Melahirkan
  11. Chapter 11: Pasca Melahirkan

Hal pertama yang saya sukai dari buku ini, adalah buku ini sangat handy. Ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Kenapa poin ini penting, karena sebagai bumil yang kebanyakan acara, saya tidak selalu bisa baca buku di rumah. Ada kalanya perlu baca buku saat menanti kendaraan atau menunggu aktivitas lain. Hal kedua mengapa poin ini penting buat saya, adalah adanya kemungkinan saya melahirkan di luar kota. Buku panduan kehamilan dan persalinan yang tidak menuh-menuhin tas, sangat saya perlukan. Kalaupun saya melahirkan di klinik dekat rumah, ga mungkin juga kan saya bawa buku segede ensiklopedia untuk saya baca pas nunggu tibanya masa persalinan.

Poin kedua yang saya suka adalah, buku ini isinya compact. Padat dan sederhana. Memang ada dua tipe buku yang kita perlukan saat kita butuh informasi. Buku yang umum dan menggambarkan sesuatu secara sederhana namun utuh. Atau buku yang detail. Untuk buku Happy Pregnancy ini saya kira masuk ke tipe yang pertama. Sebagai ibu hamil yang awam, saya better baca buku seperti ini, karena bahasanya saya ngerti. Hehehe… Menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari yang mudah dicerna. Sehingga saya bisa langsung membandingkannya dengan yang saya alami saat itu. Hal ini juga bisa jadi trigger pertanyaan saya lebih lanjut ketika cek di klinik. Penjelasan ilmiah dan teknisnya biar dokter yang memberikan. Kalo terlalu sophisticated trus sayanya kaga paham percuma juga kan yak….

Bab favorit saya adalah Chapter 3 tentang masalah saat hamil dan cara mengatasinya, Chapter 9 tentang persiapan melahirkan (ada list barang yang harus dipersiapkan!! I love list!!!) dan Chapter 11 tentang pasca melahirkan. Chapter 10 tentang melahirkkan juga dibahas dengan sangat baik tahapan per tahapan kelahiran. Bab tersebut paling sering saya ulangi, namun tidak jadi yang favorit soalnya bikin saya merinding disko setiap bacanya. Hahaha… Ini mah sayanya aja kali ya yang nervous….

Giveaway

Nhaini, saya bersyukur banget Stiletto Book mau jadi sponsor nyonyamalas.com bagiin buku yang bermanfaat banget ini. Thanks Stiletto Book!!!!Tersedia dua buah buku untuk dua orang pemenang (masing-masing mendapatkan satu) untuk periode Giveaway tanggal 2427 Desember 2016. Pengumuman pemenang pada tanggal 28 Desember 2016. Pemenang akan kami hubungi, dan buku akan dikirimkan langsung oleh pihak Stiletto Book.

Caranya gampang:

  • Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar postingan ini, dan jangan lupa sebutkan nama, akun IG dan twitter kalian, ya 🙂 Pertanyaannya:  “Apa sih yang terlintas di benak kalian ketika melihat atau bertemu seorang perempuan yang sedang hamil besar?”

Contoh jawaban: Kalau ketemu ibu hamil besar saya jadi pengen nraktir makan deh! ( Emanuella, IG @nyonyamalas, twitter @nyonyamalas)

  • Follow Twitter @Stiletto_Book dan Twitter saya (@nyonyamalas)
  • Like Fanpage Stiletto Book atau follow akun IG Stiletto Book (boleh pilih salah satu)
  • Share foto banner giveaway ini di media sosial (twitter atau IG) kalian masing-masing dengan mention Stiletto Book dan saya (twitter atau IG @nyonyamalas), dan jangan lupa kasih hashtag #HappyPregnancy ya!

happy-pregnancy

Yang ikut boleh siapa aja loh, ga harus ibu hamil, bahkan ga harus perempuaaaaannn!!! Tapi yang pasti harus ada di wilayah Indonesia ya…. 🙂

Gampang banget, kan syaratnya? Saya tunggu jawabannya sampai tanggal 27 Desember 2016, ya 🙂 Salam!

Edited:

Pengumuman Giveaway #HappyPregnancy

28 Desember 2016

Terimakasih kepada semua Nyonya yang sudah ikutan Giveaway ini. Adapun pemenangnya adalah Mbak Intan Novriza Kamala (@inokari_) dan Mbak Damarojat (@diahdwiarti). Hadiah akan dikirimkan oleh Stiletto Book langsung, untuk itu saya mohon untuk mengirimkan Nama Penerima, Alamat Pengiriman dan No HP ke Direct Message Instagram akun @nyonyamalas. Semoga hadiahnya bermanfaat 🙂

img_5766

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

3 Pro dan Kontra Penggunaan Multivitamin ala Ekonom vs Engineer

pro-dan-kontra-penggunaan-multivitamin-theragran-m

multivitamin-yang-bagus-untuk-masa-pemulihan

Suami saya jarang sekali sakit, badan besar ditunjang nafsu makan ekstra dan aktivitas fisik yang memadai sebagai seorang site engineer membuat tubuhnya tahan banting seperti kerbau. Otot kawat balung wesi, istilah orang jawanya otot terbuat dari kawat tulang dari besi. Berbanding terbalik dengan saya yang dari orok sudah ringkih dan sakit-sakitan. Namun, jika antara kami dibandingkan siapa lebih telaten dan teliti mengurus orang, suami saya juaranya. Badan boleh kaya kerbau, tapi hati hellokiti. Terbukti saat saya hamil setelah sempat keguguran sebelumnya, suami jadi super-super perhatian. Sering mijitin saya atau masak di sela-sela kesibukan kerjanya. Pokoknya every single moment suami saya di rumah, itu precious moments banget buat saya.

Namun akhirnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah pernikahan kami si tulang besi tercinta tumbang karena sakit. Itu tuh, saat beberapa hari Jakarta hujan deraaaaaassss sekali, dan puncak sempat hujan angin seperti badai. Buat yang tinggal di Jakarta mungkin juga merasakan cuaca ekstrim tsb di pertengahan bulan September. Serem. Berhubung suami sering kehujanan di lapangan, jatuh sakitlah dia sampai izin bedrest beberapa hari. Jembatan Pasar Minggu aja rubuh, pas hujan angin itu, apalagi badan orang.

Saat itu saya jadi tau, ternyata kepribadian lelaki kalau sakit itu bisa berubah 180 derajat ya. Jadi muanjaaaaaaaaa banget. Minta pijit, kalau engga pijit, kerokan. Bukannya mengeluh, ya ibu-ibu super…. Tapi mijitin betis suami eike aja itu kaya meras tiga celana jeans bersamaan. Keraasss banget. Belum pahanya ya. Lalu punggungnya yang hampir dua kali lipat besarnya dari badan saya. Aduh mak, saingan ama mijitin ban truck pejalnya. Otot semua. Adakah yang suaminya demikian juga? Senasib kita. Precious moments berbalik jadi pegel-est moments ever deh. Hehehe….

Keesokan harinya, saya agak kasian pas ninggalin suami sakit di rumah sementara saya kerja. Pas di kantor saya nemu satu strip multivitamin Theragran-M yang dikirimin gratis sama PT Taisho Pharmaceutical Indonesia awal bulan September buat direview. Multivitamin ini digadang-gadang sebagai vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit. Multivitamin itu belum saya pakai karena saya sedang hamil, ga berani minum macam-macam. Satu strip isi empat butir. Lumayaaaannn bisa saya uji cobain ke suami, hihihi. Tapi ternyata niat saya menjadikan dia kelinci percobaan sekaligus obyek review produk terendus. Pas saya tawarin, dia nya cuma komen, “Buat suami kok coba-coba”. Jleb, kata-katanya nampol pas di hati kaya iklan minyak kayu putih. Suami saya memang agak konservatif soal obat-obatan. Sebagai sesama orang awam (bukan orang kesehatan) dia menasehati saya tentang multivitamin sebagai berikut.

pro-kontra-multivitamin

3 Kontra Penggunaan Multivitamin ala Suami yang Engineer:

1 . Kelebihan Vitamin Sama Berbahayanya dengan Kekurangan Vitamin

Zat-zat pada suplemen multivitamin ada yang larut dalam air dan ada yang tidak. Untuk zat-zat yang larut dalam air, kadar yang berlebihan akan memperberat kerja ginjal. Sedangkan untuk zat-zat yang diserap dalam lemak, kelebihan zat secara terus menerus akan tertimbun dalam tubuh dan mengakibatkan keracunan. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan keracunan bahkan kerusakan hati. Kelebihan vitamin C mengakibatkan kerja berat bagi ginjal, dan kelebihan vitamin C yang terus menerus dapat mengakibatkan batu ginjal akibat timbunan kalsium oksalat. Ngeri kan?

2 . Ada Zat-zat tambahan yang Kadang Dimasukkan dalam Multivitamin

Beberapa multivitamin ditambahkan zat sejenis kafein yang bersifat stimulan mengurangi kelelahan fisik. Hal ini menyebabkan pengonsumsi merasa segar namun, bukan karena kondisi tubuhnya benar-benar sehat. Jadi seperti segar “palsu”. Bayangkan tubuh yang sakit dan perlu istirahat malah distimulasi agar segar dan jadi tidak bisa istirahat. Kan bahaya. Ibarat mesin, uda ngepul asapnya bukannya diservis dulu malah dipaksa jalan terus. Ya mogok lebih parah.

3 . Vitamin Paling Bagus itu Didapatnya dari Makanan Alami

Seperti bahan bakar tertentu lebih cocok untuk kendaraan tertentu. Tubuh kita juga lebih baik dengan bahan bakar yang baik. Dan menurut suami saya, untuk konsumsi dalam jangka panjang, vitamin dan mineral paling baik jika didapatkan tubuh dari makanan alami. Seperti pada sayuran, buah atau makanan lainnya.

Saya tidak bisa menyangkal apa yang dinyatakan di atas memang ada benarnya, terlebih saat kondisi tubuh kita dalam kondisi yang prima. Namun, saya masih menyakini pada beberapa kesempatan, suplemen multivitamin dan mineral dibutuhkan oleh tubuh. Karena penasaran saya pun melanjutkan pencarian di Google tentang manfaat penggunaan suplemen multivitamin dan mineral. Setidaknya ada tiga alasan yang saya temukan sebagai berikut.

3 Pro Penggunaan Multivitamin ala Saya, seorang Istri yang Ekonom:

1 . Multivitamin MEMANG Diperlukan Saat Kondisi Tubuh Tertentu

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sukiman Said Umar pernah menyatakan bahwa pada kondisi-kondisi tertentu seseorang membutuhkan suplemen multivitamin dan mineral. Seperti ketika baru sembuh dari sakit, kehamilan, menyusui, lanjut usia, atau dalam keadaan diet. Sementara untuk orang yang sehat/ normal, asupan makanan secara normal sudah mencukupi. Jadi memang tepat seperti yang dinyatakan Theragran-M dalam bungkusnya: kegunaan suplemen ini adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Lagian rugi juga uang buat beli suplemennya kalau sedang sehat… Hihihi….

2 . Konsumsi Multivitamin AMAN Selama Sesuai Kebutuhan dan Saran Pemakaian

Kalau dalam teori ekonomi ada yang namanya titik keseimbangan. Titik keseimbangan ini di dapatkan pada saat tingkat supply tepat memotong kurva demand. Konsumsi multivitamin pun harus pas, sesuai dengan kebutuhan. Memang sih agak sulit untuk menakarnya, karena masing-masing orang kan kebutuhannya beda-beda ya. Kondisi sakit juga akan mempengaruhi kebutuhan seseorang. Namun secara umum, bagi saya selama suplemen atau makanan terdaftar di BPOM, saya cenderung merasa lebih aman untuk mematuhi saran pemakaian yang tertera di bungkus. Karena secara umum itu adalah rata-rata dosis supply-demand yang seimbang.

3 . Pola Makan Masyarakat Sekarang Minim Nutrisi

Dalam kasus suami saya jatuh sakit ini memang saya akui, saya turut andil. Selama saya hamil, jarang sekali saya membawakan bekal makan ataupun bekal snack. Sebelum hamil dulu, masih sempat setidaknya untuk bawain sarapan dengan sayur, atau snack buah potong, bubur kacang ijo atau agar buah. Jadi mohon maaf, dengan beratnya tantangan di lapangan suami jadi sakit. Bagaimanapun beli makanan di luar kan tidak dapat dijamin asupan vitamin dan mineralnya. Saya yakin kebanyakan dari kita juga demikian, yang penting asal kenyang. Hehehe…. Dalam kondisi seperti di atas, maka sebagian besar dari kita sekarang tidak bisa mengandalkan sekadar makanan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita.

Yeyeye, setelah cukup memiliki bahan diskusi, saya memberanikan diri untuk menawarkan mutivitamin lagi. Tidak disambut dengan antusias. Tapi yang pasti paginya saya cek, sudah berkurang satu butir obatnya yang berarti semalam sudah diminum sekali. Malam sebelum tidur hari berikutnya saya cek lagi bungkusnya sudah berkurang dua butir. Sesuai anjuran penggunaan, memang Theragran-M diminum satu butir sehari. Dan kedua malam tersebut suami tidur pulas, tidak ngorok dan tidak gelisah. Oiya, yang paling penting, malam kedua dia sudah tidak minta pijit yeyeye!!!

pro-multivitamin

Malam ketiga baru saya bahas, “kok obatnya berkurang tiga?”. “Aku minum”, katanya, “enak juga ternyata di badan”. Saya lalu tanya-tanya lebih lanjut tentang efek suplemen ini di tubuhnya (akhirnyaaaaa punya bahan review jugaaa).

Kira-kira yang suami saya rasakan dapat dirangkum sbb:

1 . Pipisnya Tidak Terlalu Kuning

Suami saya terlihat lega sekali dengan warna pipisnya, dia bilang kalau urine-nya tidak sekuning kalau dia mengonsumsi multivitamin merk lain. Dia menyimpulkan dengan demikian dosis vitamin C Theragran-M sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, jadi ga banyak yang dibuang dan ginjalnya juga happy. Saya tau si, sebenarnya asumsi suami saya ini masih perlu diuji lagi. Tapi so far, okelah asal dia happy. 🙂

2 . Tidak Segar Instan Namun Dapat Beristirahat dengan Pulas

Suami bilang jika dia tidak secara instan merasakan kesegaran tubuh. Namun, dia merasa tidurnya jadi pulas. Saya cek memang di komposisinya tidak mengandung kafein sih. Saya rasa itu baik, karena penggunaan multivitamin ditambah dengan istirahat yang cukup akan mempercepat pemulihan kesehatan.

3 . Rasa Pegal Berkurang ketika Bangun Tidur

Kami menduganya ini karena kandungan Magnesium yang dikandung dalam Theragran-M, soalnya ketika kami googling, gejala kekurangan magnesium ditandai dengan adanya nyeri otot dan rasa lelah. Bisa jadi dengan tambahan Magnesium dalam Theragran-M, tubuh suami mendapatkan Magnesium yang dibutuhkannya. Hari ke empat suami saya sudah masuk kerja. Jadi izin sakit hanya dua hari, langsung bisa aktivitas normal seperti sedia kala, bahkan ikut lembur. Seneng banget deh saya waktu itu.

Sip, bahan review sudah lengkap hanya saja pas nulis artikel ini saya baru sadar, ternyata butir ke empat juga suami saya embat. Dia minum pas hari pertama masuk kerja, mungkin saking ngerasa cocoknya ya. Saya ga disisain satu butir pun buat foto produuuuuukkk aaaaaaaaarhhhhh!!!! Ini nih sisa bungkusnya dan bentuk bungkus luarnya seperti ini:

multivitamin-theragran-mTo whom it may concern: bulatan biru sisi kiri atas menunjukkan multivitamin ini dapat dibeli tanpa resep dokter, bulatan pada sisi kanan atas menunjukkan logo halal dari MUI

Sementara komposisinya ditunjukkan pada bungkus belakangnya seperti ini:

komposisi-multivitami-theragran-mTo whom it may concern: Bukti bahwa multivitamin ini sudah teregistrasi di BPOM dapat dicek dengan no registrasi yang tertera di belakang bungkus; DTL1224403416A1

Info lebih lanjut tentang info produk atau konsutasi dokter terkait multivitamin ini bisa pada web Theragran-M. 🙂 Kalau ditanya bagaimana pendapat saya, dengan semangat saya akan bilang kalau Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Semua yang saya ceritakan di atas murni berdasar pengalaman pribadi menggunakan Theragran-M ditambah hasil kepo di Google bareng suami, so jangan segan untuk mengoreksi jika saya ada kesalahan. Semoga bermanfaat ya….

Comment at the section bellow are apreciated, so do your share at social media 🙂 thankyuuuu.

“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.”

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pelajaran Sehat dari Dua Macam Ayah

rokok2

Tahukah kamu bahwa tren penderita penyakit jantung koroner saat ini bergeser ke dari orang tua ke generasi muda?

Fakta yang dicatat Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, 39% penderita penyakit jantung koroner berusia kurang dari 44 tahun! Bahkan 22% di antaranya berusia antara 15 s.d. 35 tahun! Kaget??? Saya dan suami tidak.

Memiliki ayah kandung dan ayah mertua dengan catatan kesehatan yang sangat berbeda membuat saya dan suami belajar dan sensitif terhadap perilaku menjaga kesehatan, terutama dalam hal menjaga kesehatan jantung. Ayah kandung saya dibandingkan ayah mertua memang usianya terpaut cukup jauh. Namun jika dibandingkan kondisi kesehatannya pada usia yang sama yaitu pada usia lima puluh tahunan, ayah mertua sudah mengalami sakit jantung koroner yang membuat beliau tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya. Sementara ayah kandung saya, di usia lima puluh tahunan masih tegap (sama sekali tidak buncit!) dan tampak sepuluh tahun lebih muda dari usianya. Bahkan selalu menang kalau banyak-banyakan keliling kolam renang dengan kami, anak-anaknya.

Untuk memudahkan saya bercerita lebih lanjut, lebih lanjut saya akan menyebut ayah kandung saya “Ayah Sehat” dan ayah mertua dengan “Ayah Sakit”. Menyadari bahwa penyakit jantung sebenarnya dapat dihindari, saya dan suami memilih untuk meniru gaya hidup Ayah Sehat dan menghindari risiko yang diambil Ayah Sakit.

1 . Ayah Sehat Rajin Berolahraga

mencegah-penyakit-jantung

Sumber Gambar

Didukung dengan latar belakang pekerjaannya sebagai guru olahraga, tentu Ayah Sehat berolahraga lebih banyak dari pada Ayah Sakit yang bisa dibilang tidak berolahraga sama sekali. Kebiasaan Ayah Sakit sebagai wirausaha yang bekerja dari rumah juga memperparah kondisi tersebut. Saya dan suami mengevaluasi aktivitas kami terkait pekerjaan. Sebagai insinyur yang bekerja di lapangan, dia tidak kekurangan aktivitas fisik. Saya yang bekerja kantoranlah yang lebih harus mengusahakan aktivitas fisik tersebut. Olahraga yang saya pilih adalah berenang. Namun karena hanya bisa berenang satu minggu sekali di weekend, maka kegiatan sehari-hari di kantor pun saya maksimalkan.

Tips yang saya jalani adalah, yang pertama jika harus naik/ turun satu lantai di gedung kantor, saya akan memilih untuk naik tangga daripada lift. Yang kedua, saya memilih menggunakan gelas alih-alih tumbler, agar ketika air minum habis, saya terpacu untuk bolak-balik ke dispenser untuk mengambil air. Yang ketiga adalah, membeli makan sendiri di kantin, daripada memesan kepada Office Boy. Ketiga hal tersebut membuat saya beraktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap harinya. Tentu saja kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisimu sendiri. Misal dengan bersepeda saat berangkat dan pulang ke kantor. Melakukan shalat di masjid atau mushala setiap jam istirahat siang, juga bisa alternatif yang baik untuk menambah porsi aktivitas sehari-hari. Selain sehat, kegiatan fisik juga mengurangi stres, loh.

2 . Ayah Sakit Merokok

penyebab-penyakit-jantung

Sumber Gambar

Saya tidak tau (atau lebih tepatnya tidak berani bertanya, hehehe) berapa banyak rokok yang Ayah Sakit habiskan setiap harinya. Yang pasti, jika ke rumah Ayah Sakit, saya pasti akan menemukan stok rokok di bawah meja dekat televisi setidaknya dua pak. Satu pak isi sepuluh bungkus kalau tidak salah. Satu bungkus isi dua belas batang. Yuk mari belajar berhitung, hehehe. Saya bersyukur, suami saya tidak merokok secara aktif. Walaupun, saya juga setuju, seperti yang dikatakan para perokok, bahwa usia di tangan Tuhan. Merokok tidak merokok, pada akhirnya manusia akan mati. Namun, WHO mencatat bahwa risiko penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Jadi kesimpulannya?

3 . Ayah Sehat Makan Makanan Sehat

food

Sumber Gambar

Ayah Sehat lebih suka makan ikan, yang dipercaya mengandung omega-3 yang bisa menurunkan kolesterol jahat penyebab sakit jantung. Sementara Ayah Sakit lebih suka makan daging merah, bahkan juga berkenan makan daging babi bagian lemak, yang tentunya mengandung kolesterol cukup tinggi. Saya sendiri menyukai keduanya. Namun kami berusaha mengontrolnya dengan hati-hati. Langkah kecil yang kami lakukan di rumah agar makanan yang kami makan lebih sehat, adalah menggunakan minyak kelapa sebagai pengganti minyak sawit ketika menggoreng. Minyak kelapa dipercaya lebih sehat bagi jantung dan dapat mengurangi kadar kolesterol jahat. Selain itu kami juga  mengurangi penggunaan garam dalam makanan sehari-hari. Langkah mundur kami, kadang kami masih suka nakal makan jeroan kalau sedang khilaf, tapi janji deh tidak akan sering diulangi.

4 . Ayah Sehat Memeriksa Kesehatan Secara Berkala

timbangan

Sumber Gambar

Seperti yang Ayah Sehat lakukan, kami juga memeriksa kesehatan kami setiap bulan. Memang tak selalu full screening di rumah sakit, yang rutin dilakukan suami adalah cek kolesterol dan gula darah seketika di apotik dekat rumah. Sementara yang terakhir saya periksa adalah gula darah lengkap dengan puasa. Biaya periksa di apotik lebih murah hanya Rp 41.000,00 sementara di klinik langganan saya lima kali lipatnya. Tapi memang yang diperiksa lebih banyak. Mengapa saya menyebutkan cek gula darah juga dalam langkah-langkah menjaga kesehatan jantung? Karena gula darah yang tinggi dapat memicu diabetes yang meningkatkan risiko penyakit jantung juga, sama seperti kolesterol. Selain cek darah, kami juga rajin menimbang berat badan, mengontrol agar tidak obesitas.

Itulah empat hal paling pokok yang kami pelajari dari dua macam ayah kami. Dua-duanya kami sayangi sama besarnya, dan kami harapkan panjang umur untuk mereka supaya bisa menemani kami membesarkan cucu mereka. Doakan Ayah Sakit mau berubah yak! Mmmm… Kamu juga! Salam!

Artikel ini diikutsertakan pada lomba blog “Gaya Hidup Sehat, Untuk Jantung Sehat” dari Yayasan Jantung Indonesia.

Seluruh foto bersumber dari pixabay.com yang bersifat “free for commercial use and no attribution required“. Jika diperlukan, dapat merujuk pada masing-masing url yang telah ditautkan pada kata Sumber Gambar di kiri bawah foto.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

12 Dokumen Syarat Administrasi Catatan Sipil Pernikahan (File.doc Available)

nikah2

Tanggal pernikahan semakin dekat, yaitu kurang lebih 3,5 bulan lagi. Saya dan si Tuan Besar mulai mengumpulkan syarat administrasi pernikahan untuk menyatatkan pernikahan kami di catatan sipil. Info dari petugas catatan sipil, sebaiknya mengurus persyaratan administrasi selambat-lambatnya 3 bulan sebelum pernikahan. Buset, lama juga ya… 😀 Ternyata selain ke catatan sipilnya, kami juga harus ngurus surat-surat di daerah masing-masing (maklum kota tempat tinggal saya dan pacar berbeda dengan tempat pernikahan, saya dan dia pun beda kota). Singkat kata, inilah berkas-berkas yang harus kami lengkapi dan mungkin juga harus kamu lengkapi untuk mengurus pencatatan pernikahan di catatan sipil:

1. Surat Permohonan Pencatatan Sipil berupa Formulir M1, Formulir M2 dan Surat Pernyataan Melaksanakan Pernikahan dari mempelai. Ketiga jenis surat ini harus dibuat oleh calon pengantin, dan ditandatangani oleh keduanya dalam satu surat. Contoh formatnya dapat diunduh di sini.

2. Berkas N1 s.d. N5 dari desa.

Berkas N1 adalah surat keterangan untuk nikah, N2 adalah surat keterangan asal usul mempelai, N3 adalah surat persetujuan mempelai, N4 adalah surat keterangan untuk orang tua, dan N5 adalah surat izin orang tua. Masing-masing mempelai membuat kelima surat ini di kantor kelurahan/desa-nya masing-masing. Jadi saat itu, saya mengurus N1-N5 di Pati sementara si Tuan besar (pacar) mengurus berkas N1-N5 nya di Surabaya. Di kelurahan Tuan Besar, pihak kelurahan membuatkan form tersebut, sementara di kota saya saya harus mengetik sendiri an menyerahkan ke kantor kelurahan untuk ditandatangani. Contoh format N1 s.d. N5 dapat diunduh di sini.

3. Foto Copy KTP (dilegalisir)

4. Foto Copy Akta Kelahiran (dilegalisir)

5. Foto Copy Kartu Keluarga

6. Foto Copy Surat Nikah orang tua ( jika ada )

7. Foto Copy KTP 2 orang saksi, yaitu satu dari masing-masing pihak

8. Foto Copy Akta Kematian ( bagi yang cerai mati )

9. Asli Akta Perceraian ( bagi yang cerai hidup )

10. Foto berwarna 4 X 6 berdampingan 4 lembar, tidak tertulis harus menggunakan warna background apa, namun kami menggunakan warna biru menurut anjuran mas mas tukang fotonya. Oiya, mungkin tidak terlalu penting, tapi penting 😀 jangan lupa bawa make-up ya… Saya menyesal tidak touch-up muka saya sebelum foto padahal dari perjalanan jauh. Tampang saya di foto jadi kucel dan kuyu… T.T padahal itu foto kan mau dipajang di buku nikah seumur hidup ya… hiks…

foto nikah

11. Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas untuk mempelai pria dan wanita.

12. Surat Keterangan Imunisasi dari Puskesmas hanya untuk mempelai wanita, imunisasi yang dimaksud adalah imunisasi TT (Tetanus Toksoid, cmiiw).

 

Walaupun diminta 3 bulan sebelu pernikahan, menurut pengalaman lebih baik mengurus dokumen syarat pernikahan sedini mungkin. Apalagi bagi calon pengantin yang LDR seperti saya. Ada saja kendala-kendala kecil yang datang. Seperti misalnya ketika mengurus Surat Keterangan Imunisasi; bidan di puskesmas terdekat kantor saya berulang kali menolak untuk mengimunisasi saya karena tekanan darah saya yang terlalu rendah. Alhasil, saya bolak balik ke puskesmas tsb sampai akhirnya tekanan saya cukup sehat untuk dilakukan imunisasi. Hal tersebut membuat pengurusan berkas hampir tertunda dua minggu, karena layanan imunisasi hanya buka dua kali dalam seminggu. 🙂

So, buat para calon pengantin mulai rajin-rajin cek jadwal dan follow up ini itu ya…

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Mempersiapkan Pernikahan LDR #1

kebaya kuning (2)

Selamat untuk saya yang baru dilamar tanggal 22 Juni kemarin. Yeeeee… hore hore… Hehehe… Setelah “Finally…” dan “Alhamdulilah, sesuatu” yang terucap penuh euforia, berikutnya adalah panik. Bingung harus mulai nyiapin dari mana. Apalagi saya anak perempuan pertama dengan orang tua yang ga punya pengalaman apa-apa di dunia mempersiapkan acara pernikahan. Apalagi pernikahan akan dilakukan di Pati (tempat tinggal orang tua saya) sementara saya tinggal di Jakarta dan calon suami di Surabaya sementara keluarga calon suami ada di Purworejo. Apalagi kota-kota tersebut satu di utara, satu di selatan, satu di barat dan satu di timur. Apalagi… apa lagi ya? 😀

Tapi syukurlah, ortu dan mas calon yang bawaannya santai, bikin akhirnya kita juga tenang dan mulai merencanakan dengan pikiran jernih. So, this is it, tahap pertama dalam mempersiapkan pernikahan jarak jauh.

1. Tentukan tanggal pernikahan sebelum lamaran.

Hal ini penting, supaya setelah lamaran itu bisa langsung rembugan mengenai tanggal, dan rembug tanggalnya pun tidak terlalu lama prosesnya. Langsung deal saat itu juga. Pengalaman dari teman-teman yang belum menentukan tanggal “di belakang layar” adalah ada kalanya keluarga pria harus datang kembali beberapa waktu setelah lamaran untuk acara diskusi penentuan tanggal pernikahan.Karena kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena kendala waktu untuk melakukan perjalanan antar kota berulang kali. Dari jauh hari kami sudah sounding-sounding ke orang tua masing-masing kapan kiranya waktu yang tepat.

Berhubung kedua pihak keluarga percaya bahwa semua hari baik. Kami berdua kemudian diskusi dulu tentang kapan bisa off dari kerjaan. Setelah kami punya beberapa pilihan, kami ngobrol lagi (via telepon) ke ortu masing-masing. Dan begitu terus sampai kira-kira ada gambaran tanggal yang lebih jelas.

Menentukan tanggal pernikahan “di belakang layar” juga penting untuk meminimalisasi adanya pihak keluarga jauh yang turun rembug namun memperlama penentuan tanggal, walaupun maksudnya baik. Hehehe…

2. Menemui Pihak-pihak Berwenang

Pihak-pihak berwenang saya waktu itu adalah: kakak-kakak orang tua yang tidak hadir dalam acara lamaran, Bapak Pendeta dan tentu saja Catatan Sipil. Yang penting untuk dibahas lebih lanjut adalah yang terkait Bapak Pendeta dan Catatan Sipil.

a. Pendeta

Saya datang ke rumah Pendeta satu hari setelah lamaran. Saya datang bareng papa mama (mas calon sudah pulang ke Surabaya). Di sini kami konsultasi bagaimana prosedur pengajuan pemberkatan nikah di gereja. Pendetanya bernama Pak Teguh, orangnya baik, istrinya juga lucu. 🙂 kami ngobrol cukup banyak sehingga tau sebelum pemberkatan nikah di Gereja Kristen Tanah Jawa (GKJW) mas calon harus pindah kewargagerejaan terlebih dahulu ke GKJW Wedarijaksa. Oooo… *Papa manggut-manggut* Hal ini mungkin berbeda di Gereja lain. Selain itu, kami juga harus mengikuti konseling pra nikah selama beberapa kali. Saya dan mas calon ditawarkan sebanyak 12x, dan kami iyakan. Walaupun terkesan banyak tapi menurut kami penting untuk mempersiapkan mental kami satu sama lain. Info lainnya, kebetulan di kota kami, Pendeta bukan sekaligus Petugas pencatat pernikahan, oleh karena itu kami harus mengurus sendiri keperluan pencatatan pernikahan kami di Catatan Sipil.

b. Catatan Sipil

Yang datang ke Catatan Sipil waktu itu adalah papa di hari kedua setelah menikah, dan ternyata mas calon juga ke catatan sipil di Surabaya sehari setelah sampai di Surabaya. Kami rajin rajin ya… Sebelumnya kami mendengar rumor bahwa pernikahan beda kota, mengharuskan si calon mempelai pria pindah kependudukan ke lokasi pernikahan. Namun ternyata tiak sodara-sodara *lega*. Dari datang ke catatan sipil tsb, kami mendapat info lengkap tentang dokumen apa saja yang harus disiapkan. Cek di sini.

3. The days after wedding adalah prioritas

Yap, kami membahas hari-hari setelah pernikahan bahkan sebelum kami membahas acara pernikahannya mau seperti apa. Hal-hal terkait hari hari setelah pernikahan yang kami bahas adalah:

a. Tempat tinggal

Karena menikah memerlukan anggaran yang cukup besar, jangan sampai nanti uang kita habis dan jadi homeless. Hihihi. Kecuali buat pasangan yang sudah memiliki tempat tinggal, atau yang pasti dapat kado tempat tinggal dari orang tua… *mupeng* Buat kami yang modal minim, pilihan yang ada waktu adalah DP rumah atau ngontrak rumah. Karena calon suami kebetulan punya usaha jasa konstruksi, dianya ga pengen beli rumah dan pengen bangun sendiri dari nol. Maka dari itu pilihan yang kami pilih adalah ngontrak rumah dulu sampai kita nemu lokasi yg pas buat bangun rumah dan nunggu saya pindah Surabaya. Pertimbangan ini bisa jadi lain buat kamu. Tips paling oke adalah bicara berdua, tentang rencana dan juga kondisi keuangan masing-masing.

b. Program KB

Terdengar sangat serius ya… Entah kami yang terlalu jauh berpikir ke depan, atau memang yang bener harusnya begini. Hihihi… Waktu itu kepikiran langsung diskusi tentang hal ini adalah karena kami nikah di tanggal saya sedang subur-suburnya sebagai perempuan. Memang, anak adalah anugerah dan misteri Tuhan kita mau dikasih atau tidak. Namun, kami tidak mau lalai merencanakannya, karena lokasi saya yang berjauhan dengan calon suami. Mas calon pengennya kami tunda dulu dengan memakai alat kontrasepsi sampai saya pindah ke Surabaya. Sementara saya tiak mau nunda karena siapa tahu dengan hamil cepat, izin pindah kerjanya jadi lebih mudah. Hihihihi… Titip doa ya teman-teman…

kebaya merah

lamaran, mas calon merem 😀

Itu adalah langkah pertama mempersiapkan pernikahan jarak jauh. Terkait persiapan acara, dll saya ceritakan lain waktu ya… Lapar, mau maem malam dulu. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!