Posting Foto Anak, Antara Sharenting, Predator Anak dan Foto Lawas Selmadena

posting foto anak

Tiga hari lalu ada imbauan dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membatasi posting foto anak di media sosial. Imbauan ini muncul karena kasus forum predator anak di FB yang terkuak akhir-akhir ini. Awalnya saya tidak terlalu notice dengan imbauan ini karena di pikiran saya, predator anak tuh sesuatu yang jauh dari kehidupan adem ayem saya. Sampai saya nemu info jumlah anggota forum tersebut. TUJUH RIBUAN ORANG! Jumlah penduduk Indonesia tuh sekitr 250 juta di tahun 2013, kalaulah mau dipukul rata berarti d setiap 35 ribu penduduk Indonesia tuh ada satu anggota forum predator anak tersebut. OMGGGGG!!!! 35 ribu itu paling satu kelurahaaan! Jaman SD aja saya mainnya uda lintas kelurahan looo! Ngeriiii!

Setelah menyadari kemungkinan adanya predator anak di sekitar kita, saya jadi lebih waspada terhadap bahaya sharenting. Alias posting foto anak dengan alasan share parenting. Maksud kita mah baek ya. Mau bagi-bagi pengalaman atau kebahagiaan, tapi pihak lain bisa jadi punya tanggapan atau kepentingan yang berbeda.

Cuman sekarang saya ingin membahas tentang sharenting dari sisi tersebarnya foto lawas mbak Selmadena. Kebetulan kan, berita ini sedang ramai dibicarakan dan waktunya berendengan dengan kasus ngeri di atas. Yang ga tau siapa mbak Selmadena, googling aja ya, di nyonyamalas no gosip no ghibah soalnya, Cyin, hehehe.

Eh aku ceritain aja deh…. 😛

Jadi Mbak Selmadena adalah perempuan yang menerima lamaran putranya Pak Amin Rais, Mas Haqy Rais. Pernikahan mereka menjadi sorotan netizen karena untuk melakukannya Mbak Selma memilih meninggalkan kekasihnya yang telah lama dipacarinya. Di tengah pro kontra atas keputusan tersebut, tersebarlah foto lawas Mbak Selma yang kok… eym, beda banget ya sama wajahnya sekarang. Disinyalir operasi plastik, pihak-pihak yang benci dengan tindakan Mbak Selma langsung membully-nya dengan cap “palsu”. Saya sih tidak masalah dengan operasi plastik atau apapun yang dia lakukan ya. Namun kasus pem-bully-an ini menarik untuk diikuti.

Situ: Hah, lalu apa hubungannya sama predator anak?
Situ: Mbak Selmadena predator anak?
Situ: Jadi Mas Haqy tuh masih siswa Taman Kanak-kanak???
Sini: Bukaaaaannnn!!!!!!!!
Situ: Ooohhh, jadi Mas Haqy yang predator anak?!?
Sini: Bukan jugaaak!!!

Satu hal yang menjadi benang merah antara berita foto lawas Selmadena dan sharenting adalah: ada satu foto unggahan ibunda beliau di Instagram yang jadi salah satu bahan bully kepada si Mbak. Got it? Foto unggahan Ibunda tersebut dilakukan 141 minggu yang lalu. Jauh sebelum kasus cinta segitiga Haqy – Selma – Sena ini ada. Namun, dengan mudah netizen mendapatkannya dengan satu dua ketikan di mesin pencari Google.

selmadena

“Jejak digital akan selalu ada. Sekali diunggah, dia mengudara selamanya.” Click to tweet!

Masalahnya, kita tidak tahu jejak digital itu akan memengaruhi hidup anak kita kelak atau tidak. Bagi kasus Mbak Selma, mungkin hanya privacynya yang terganggu. Bagi para korban penculikan atau predator anak, bisa jadi berbeda. Walaupun mungkin bagi Mbak Selma, rasanya juga sama ngerinya ya sampai dia menonaktifkan kolom komentar di akun media sosialnya. Mungkin loh. Kan haters itu kejam. Nyonyamalas mah ga punya haters, amit-amit, jadi cuma bisa ngebayangin.

Di status seorang teman yang sama-sama bloger saya menanyakan tentang apa saja yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial. Kebanyakan menjawab: 1) foto terkait ketelanjangan, misal anak sedang mandi, tidak memakai pakaian/ celana, 2) foto yang memuat data pribadi; alamat, nama sekolah – berlaku juga untuk geotagging dan 3) foto close up. Hal tersebut kebanyakan untuk melindungi keamanan anak dari penculikan atau kejahatan lainnya. Nyonya mungkin punya masukan lain? Mohon ceritakan di comment section yak!

Beberapa tips pun beredar di banyak artikel, antara lain: 1) memberlakukan setting private di foto anak, 2) memilih circle atau membatasi pertemanan dan 3) membatasi posting foto anak.

Pengakuan dosa nih, saya sendiri sebelumnya pun senang membagikan foto anak saya yang cakep itu (anak sendiri, dipuji sendiri, penyakit emak-emak). Apalagi sebagai orang yang ngeblog dengan tema kebanyakan tentang family, beberapa hal sengaja atau tidak sengaja saya bagikan. Namun, setelah belajar dari beberapa kejadian-kejadian di atas, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk menanyakan beberapa hal di bawah ini sebelum saya membagikan sesuatu di dunia maya.

posting foto anak

1. Pribadikah?

“Apakah ada informasi yang terlalu pribadi yang sebenarnya tidak terlalu urgent untuk yang dibagikan?” Just for insight, contohnya, nama lengkap anak, alamat sekolah, alamat rumah, denah rumah secara mendetail, jam masuk atau pulang sekolah, dll. Nyonya-nyonya bisa jadi punya standar yang lebih ketat atau lebih longgar.

2. Pantaskah?

“Apakah akan ada hal memalukan atau tidak pantas yang terbagikan?” Tak perlu ditanya lagi, foto anak dengan pakaian terbuka paling berbahaya jika ditemukan oleh predator anak. Kalaupun tidak, menurut Nyonya apa yang bakal dirasakan oleh anak, jika temannya menemukan foto tertentu lalu berkomentar, “Iiihhh, ternyata keciiill ya”. Hehehe, tengsin abis.

3. Diizinkankah?

“Apakah anak kita akan keberatan jika kita membagikannya?” Terutama jika dia sudah bisa diajak bicara, tanyakan saja langsung. Apalagi menjelang remaja, apa yang menurut kita cute untuk diposting, belum tentu keren di mata mereka. Di Perancis, orang tua bisa dikenai denda atau bahkan dipenjara apabila dituntut oleh anaknya karena memosting foto mereka di masa lalu. Di Indonesia memang belum ada peraturan demikian. Namun, haruskah ada peraturan terlebih dahulu baru kita memperhatikan dan menjaga perasaan anak kita sendiri?

Setelah menulis artikel ini saya sedikit lega, karena membantu saya menjernihkan pikiran saya sendiri. Sebelumnya saya akui sempat agak paranoid untuk mengunggah foto anak. Bahkan thread tentang mitos pengasuhan bayi, yang saya buat di akun Instagram @nyonyamalas dengan hashtag #CumaMitos, seminggu lalu sempat saya hentikan. Mulai besok thread ini akan posting lagi loh, jadi yang belum follow, sok atuh follow @nyonyamalas. Hahaha, malah sempet-sempetnya ngiklan.

Intinya kalau saya ditanya bakal posting-posting tentang anak lagi tidak. SAYa akan jawab: Iya tetep, tapi dengan lebih bijak. 🙂

Segitu opini saya, jika Nyonya punya tips atau pengalaman lain, feel free untuk cerita di comment yaa…. 🙂 Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Mitos Bayi Pasca Persalinan, #Cuma Mitos Part 1

cuma mitos judul

Hidup sebagai #MamaNewbie yang dikelilingi banyak orang yang perhatian memang kaya ada manis-manisnya. Namun selain manis, ada sedikit kegalauan. Kegalauan tersebut timbul karena banyaknya mitos bayi pasca persalinan yang diberikan. Saya sendiri adalah tipe orang yang penurut. Jadi kadang pusing kalau dikasih tahu ini itu. Pusing mana yang harus diikuti dan mana yang tidak. Hayooo siapa yang ngalami kaya saya juga, mari ngacung!

Nah, karena mitos demi mitos terus menggalau di pikiran, saya niatkan untuk mencari fakta tentang mitos-mitos yang saya dengar tsb. Memang sih, masih ada kemungkinan fakta yang saya temukan ada kesalahan. Namun, setidaknya saya sudah mencari sumber yang saya percaya dapat diandalkan, seperti buku atau dokter, separah-parahnya saya dapat dari sumber web yang masih dapat saya yakini. CMIIW.

Biar lebih yakin lagi, saya share apa yang saya temukan itu di Instagram @nyonyamalas (follow dong, hehehe) dan fan page nyonyamalas.com di Facebook. Tujuannya, selain untuk berbagi dengan #MamaNewbie lainnya, adalah untuk mendapatkan feedback  dari Mama-mama yang lebih berpengalaman. Terbukti setiap saya posting satu mitos, biasanya tetap ada pro kontra gitu, nah dari pro kontra itu saya juga dapat ilmu lagi.

Rencananya mito-mitos yang saya dapatkan akan saya share selama 30 hari. Sekarang adalah hari ke 11 dan saya sudah share 9 mitos. Buat teman-teman yang belum follow IG @nyonyamalas, berikut saya buatkan resume part 1-nya ya. part 2 dan part 3 akan saya buat per 10 hari ke depan.

cuma mitos 1

1 . Mitos Telur

Banyak makan telur di masa nifas katanya bikin luka jahitan di lokasi ono susah kering. Larangan tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaa! Dokter kandungan saya bilang putih telur yang kaya akan protein tu bagus untuk penyembuhan luka jahitan.
Sumber: dokter pribadi, website femina.

2.  Mitos Kaki Ngangkang vs Diapers

Ada yang bilang Diapers (popok sekali pakai) bikin kaki bayi ngangkang. Pernyataan tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaaa! Ini tapi mitos yang beneran bikin saya deg2an loh. Soalnya saya kalo jalan ngangkang, dan sering jadi bahan ece2an sama temen 😬😬😬 Ga pengen aja, karena saya pakaikan diapers, Gayatri jg ngangkang kaya saya. Pas tau fakta kalo diapers ga bikin ngangkang, saya legaaaa banget! Tapi tetep aja sih milih merk diapersnya yang tipis. Bukan gara2 biar ga ngangkang, tapi biar dedek nyaman aja.
Sumber: bit.ly/bowleg2, bit.ly/bowleg3.

3.  Mitos Gundul

Banyak yang berpendapat agar rambut bayi lebat, maka harus sering dicukur hingga habis alias gundul. Ternyata keharusan itu #CumaMitos Sodara-sodaraaaaa! Faktanya rambut bayi akan rontok dg sendirinya lalu sebagai pengganti akan tumbuh rambut dewasa 👶🏼 Tidak harus bukan berarti tidak boleh dilakukan ya. Kalau ortunya menghendaki digundul, karena alasan lain, plis jangan dibully! Stop bullying terhadap orang tua baru. 😉.
Sumber: buku Anti Panik Mengasuh Bayi yg diterbitkan Tiga Generasi.

cuma mitos judul

4. Mitos Menggendong

Banyak kekhawatiran tentang menggendong bayi dapat memanjakan dan membuat bayi “bau tangan”. Ternyata kekhawatiran tsb #CumaMitos Sodara-sodaraaaa! Orang tua tak perlu risau terlalu sering menggendong bayi saat menangis. Malahan menggendong bayi itu penting:
💛menguatkan bonding
💛membuat anak belajar menenangkan diri
💛membuat anak merasa berharga
Sumber: Buku Anti Panik Mengasuh Anak terbitan Tiga Serangkai

5. Mitos Menyusui Kanan Kiri

Ada nasehat untuk menyusui sebaiknya memberikan payudara kanan dulu baru yang kiri, karena yang kanan itu berisi makanan sementara yang kiri minuman. Ternyata nasehat itu #CumaMitos Sodara-sodaraaaaa!!! Faktanya payudara kanan dan kiri isinya sama. Saat pertama Asi keluar lebih encer, disebut foremilk, utk menghilangkan rasa haus (minum kali, hehe), beberapa menit kemudian yg keluar lebih kental, disebut hindmilk, kandungan lemak lebih banyak, utk menghilangkan rasa lapar (disebut makan boleh juga, hehe)
Sumber: Nurul Fut’ucha’h (dokter)

6. Lama Main Bareng

Kadang kita berpikir bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan untuk bermain dengan bayi, semakin bagus. Pikiran tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaa!!! Hal terpenting dari bermain adalah kualitas interaksi antara ortu dan bayi. Lakukan kontak mata dan komunikasi dua arah. Lalu bersenang-senanglah! Curhat: dalam hal interaksi yg berkualitas, Dedidom jauh lebih jago dari saya. Saya sering banget main gadget di sela2 main sama dedek T.T maapkan ibumu ini, Naaakk #imperfectmom
Sumber: Buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai

cuma mitos 3

7. Mitos Menenangkan Bayi

Orang tua sering berkata bahwa membiarkan bayi menangis adalah salah satu cara membuat paru-parunya kuat. Perkataan tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaaa!!!! Bayi menangis sebaiknya segera ditangani, karena tangisan adalah bentuk komunikasi bayi. Menenangkan bayi dengan segera akan membuat bayi merasa diperhatikan, merasa berharga dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Curhat: sebagai #imperfectmom yang hidupnya tak sesempurna feed IG andien, saya pernah frustasi menghadapi Gayatri yang menangis lama. Kadang jadi ikutan emosi, sedih dan sebel campur jadi satu. Obatnya kalau sudah mencoba segala cara dan tak berhasil adalah menenangkan diri dulu. Bayi diletakkan, dan saya mengatur napas. Setelah saya tenang, barulah mulai lagi untuk menenangkan Gayatri. Kalau ibu ga tenang, makin ruwet suasana. 😬😬😬

Tips lain bisa dilihat di artikel saya sebelumnya tentang cara menenangkan bayi.

Sumber: Buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai

8. Mitos Bedong

Kabarnya bayi harus terus dibedong agar kakinya lurus. Kabar tersebut ternyata #CumaMitos Sodara-sodaraaaa!!! Bedong (dan sarung tangan) sebaiknya hanya dipakai saat bayi kedinginan, bukan 24 jam, agar tumbuh kembangnya optimal. 😘
Sumber: Bidan, dokter pribadi dan Buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai.

9. Mitos Diapers vs Kanker

Ada kekhawatiran bahwa pemakaian diapers dapat menyebabkan kanker. Kekhawatiran tersebut bisa jadi #CumaMitos Sodara-sodaraaaa!!! Kenapa saya bilang “bisa jadi”, karena kan ada banyak merk disposable diapers di dunia ini, dan saya ga mampu ni memastikan satu-satu bahan dan pembuatannya. Yang saya cek tentu saja yg bayi saya pakai, hehehe. Menurut web dr. Rina, zat yang patut diwaspadai pada diapers adalah chlorine dioxide,dkk – liat sumber. CMIIW. Lanjut googling, saya dapet info kalo produk Jepang uda ga pakai chlorine lagi sejak 1998. Jdi merk Merries, Goo.N dan Moony (menurut mioki.com) bebas chlorine. Semoga yang lain2 bebas juga yak….
Sumber:
1) http://www.drrina.id/article/cara-memilih-popok-bayi#.WLaY1-B0oUo.facebook
2) http://www.mioki.com/en/about-japanese-diapers

Nah, itu 9 mitos yang sudah saya share, ke depannya masih ada kurang lebih 18 mitos lagi yang akan saya share di IG @nyonyamalas. Yuk yang belum follow, segera follow untuk dapat update tiap harinya. Caranya tinggal klik kata follow di gambar di bawah ini.

Teman-teman juga pasti sering dengar mitos terkait mengasuh bayi kan. Please share pengalaman kamu di comment section di bawah ini y…. 🙂 Pasti akan bermanfaat banget buat banyak orang. Thanks sudah berkunjung!
Salam sayang 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cara Menenangkan Bayi Menangis

cara menenangkan bayi menangis 2

Jaman dulu, nenek-nenek sering bilang bahwa membiarkan bayi menangis adalah salah satu cara membuat paru-parunya kuat. Namun, ternyata hal tersebut cuma mitos. Bayi menangis sebaiknya segera ditangani, karena tangisan bayi adalah bentuk komunikasi bayi. Menenangkan bayi menangis dengan segera akan membuat bayi merasa diperhatikan, merasa berharga dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Namun, menenangkan bayi menangis adalah pekerjaan yang tricky menurut saya. Sebagai #imperfectmom yang hidupnya tak sesempurna feed IG Andien, saya pernah beberapa kali frustasi melakukannnya. Apalagi kalau nangisnya bayi lama. Antara kasihan sama bayi dan ngga ngerti harus melakukan apa. Belum lagi ditambah rasa capek dan panik. Pernah loh saya hampir melampiaskan semua rasa tadi dengan nyubit gemes pantat dedek. Untung inget kalau itu bayi masih kecil  banget, belum ngerti apa-apa. Satu setengah bulan Nyah, dicubit juga ngga bakal bikin dia ngerti kalau emaknya stres menghadapi tangisannya.

cara menenangkan bayi menangis 1

Jadi ceritanya itu, suatu hari, Gayatri (nama bayi saya) menangis lama sekali. Di rumah kebetulan hanya ada saya dan dia. Saya bingung mengapa dia menangis, padahal sepertinya semua baik-baik saja. Dia baru menyusu serta tidak mengompol. Agak panik, saya mulai menyanyi. Dari lagu Nina Bobo, lagu Kingkong Badannya Besar sampai Indonesia Pusaka saya nyanyikan berulang-ulang seperti kaset rusak. Tapi hasilnya nihil.

Keringat mulai bercucuran dan saya mulai ngomel ke anak saya yang belum ngerti apa-apa itu. Untungnya sebelum tangan saya mulai melakukan kekerasan. Saya taruh dia di kasur. Sementara itu, saya mengatur napas yang ngos-ngosan (sambil sempet ngambil foto dia juga, hehehe, niatnya buat dikirim ke suami). Di penghujung keputusasaan, saya niruin tangisannya. Sambil ikutan meronta-ronta di kasur seperti dia. Eh lha kok malah jadi diam dan memandangi saya yang sedang pura-pura menangis.

Sebenarnya secara umum, gayatri adalah bayi yang mudah ditenangkan. Jika menangis karena lapar, dikasih nen langsung diam. Ngompol digantiin popok juga langsung diam. Kegerahan? AC atau kipas angin dinyalakan, dia langsung diam. PR utamanya adalah mengenali penyebab dia menangis.Sepele kedengarannya, tapi praktiknya? Kadang kalau panik, semuanya teori di kepala jadi hilang. Bawaannya cuma kemrungsung, kesel atau mau ikut nangis beneran.

Jadi sebelum menenangkan bayi, saya harus tenang terlebih dulu. Biar pikiran jernih dan bisa mencoba mengidentifikasi apa penyebab bayi menangis, kemudian mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi menangis menurut buku Anti Panik Mengasuh Bayi terbitan Tiga Serangkai:

1. Sakit

2. Tumbuh gigi

3. Ingin buang air

4. Terlalu banyak stimulasi

5. Kepanasan

6. Merasa kedinginan

7. Ingin diperhatikan

8. Merasa lapar

9. Mengantuk

Ada kalanya mengenali penyebab bayi menangis itu sulit dilakukan. Lebih lebih pada bayi yang belum bisa bicara. Namun seiring bertambahnya waktu, orang tua akan makin pandai membedakan alasan bayi menangis dengan menghabiskan waktu dan berinteraksi lebih sering dengan bayi.

cara menenangkan bayi menangis 2

Setelah kita bisa mengira-ira apa penyebab bayi menangis, lakukan upaya untuk menenangkan bayi. Beberapa tips untuk menenangkan bayi berikut saya kumpulkan dari berbagai sumber:

1. Gendonglah sambil berjalan, ayunkan ke depan ke belakang. Bersenandunglah sambil menggendongnya.

2. Peluklah bayi.

3. Penuhi kebutuhannya; berikanlah ASI jika dia haus, gantilah popoknya . Serta jika bayi kedinginan selimuti atau bedonglah bayi, namun jangan terlalu rapat.

Selain 3 tips standar di atas ada juga loh cara menenangkan bayi yang unik namun ternyata efektif sebagai berikut:

4. Gumamkanlah suara Sssshhhh di telinga bayi.

5. Bawalah bayi menggunakan mobil.

6. Bunyikanlah pengering rambut. Hihihi, aneh tapi nyata, namun beberapa orang berhasil menggunakan suaa pengering rambut untuk menenangkan bayinya. Beberapa video berikut menunjukkan bagaimana pengering rambut dapat menghentikan tangis bayi:

Keenam tips di atas lumayan efektif untuk menenangkan tangis bayi. Namun jika tangisan bayi melebihi tiga jam dan ekstrim, ada kemungkinan dia mengalami kolik. Saya sendiri belum pernah mengalami bayi kolik. Adakah di antara teman-teman yang pernah mengalaminya? Mohon berkenan menceritakan pengalamannya yaaa…. Plis plis plisss…. 🙂 Terimakasih.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

My Maternity Bag Stories Part 1, Barang Ibu yang Perlu Dibawa Saat Persalinan

barang yang harus dibawa saat persalinan

Di hari-hari biasa, sebenarnya saya tipe yang selow, sangat santai cenderung rileks. Namun jika dihadapkan dengan sesuatu yang berkaitan dengan kehamilan, saya cenderung mudah panik, hal-hal kecil yang tidak pas bisa bikin saya cranky. Karena itulah saya berusaha melakukan persiapan persalinan sebaik-baiknya, termasuk mempersiapkan barang ibu yang perlu dibawa saat persalinan. Saya ga pengen aja, pas di klinik, tiba-tiba keingetan kalau ada barang yang ketinggalan. Bisa langsung bubar jalan konsentrasi dan ketenangan hasil latihan yoga dan hypno selama ini kan. Bisa tiba-tiba berubah jadi hulk saya. (((HULK)) Hehehe….

barang yang harus dibawa saat persalinan 3

Saya mulai mencicil mempersiapkan barang untuk persalinan saya sejak 1 bulan sebelum HPL. Menyicil belinya bersamaan dengan membeli peralatan bayi. Bersyukur sekali toko peralatan bayi Maebebe di dekat rumah sangat lengkap sehingga tidak perlu jauh-jauh ke mall atau ITC. Namun sepertinya karena dekat, gaya belanjanya tetep aja slebor, tidak bawa list, jadi sering bolak-balik deh. Hehehe…. Padahal sebenarnya saya sudah bikin list cantik, hasil nanya-nanya ke bidan dan baca-baca buku persiapan kehamilan. Eh, dasar slebor, list nya sering ga kebawa pas belanja. Zzzzz…. Jangan ditiru ya Nyah….

Nah, untuk keperluan ibu, list barangnya saya share di artikel ini ya, sementara list keperluan bayi aku share di artikel My Maternity Bag Stories Part 2. List ini tuh bukan fatwa yang pasti bener. Paling bagus sebenernya Nyonyah ngobrol dengan bidan atau dokter yang akan membantu persalinan. Jadi listnya bisa disesuaikan dengan kondisi tempat persalinan nanti. List ini  sebagai gambaran umum aja ya Nyah….

barang yang harus dibawa saat persalinan 1

1 . Baju Ganti

Baju ganti sebenarnya tujuannya ada dua: untuk dipakai saat menunggu persalinan dan untuk dipakai setelah persalinan.

Mengapa perlu baju ganti saat menunggu persalinan? Karena lama proses pembukaan kadang kala tidak bisa ditebak, jadi tidak ada salahnya untuk membawa baju ganti lebih. Untuk persiapan siapa tahu menunggu persalinannya lama dan perlu ganti baju.

Sementara baju ganti setelah persalinan wajib hukumnya yang busui friendly. Saran saya lebih baik menggunakan kaos katun yang ada akses untuk menyusui. Karena praktis dan nyaman. Kemeja kancing depan juga dapat digunakan. Namun, kaos katun lebih aman karena bagian dada depan tetap tertutup. Pentingnya karena seringkali ada Bapak, Mertua laki-laki atau Saudara yang menengok. Kan risih tapi sungkan juga untuk menyusui dengan pakaian terbuka saat ada beliau. Pilihan lainnya adalah menggunakan nursing apron. Tapi nursing apron bikin kita ga bisa liat dedek dan posisi menyusui. Pentingnya bisa melihat posisi dedek adalah karena ibu dan bayi masih sama-sama belajar posisi menyusui yang nyaman. Penggunaan apron di saat itu saya rasa ribet.

Untuk kaos busui aku kemarin dapat hadiah satu kaos, yang nyaman banget. Sampai akhirnya aku beli lagi 2 pcs. Bahannya adem sayangnya motifnya terbatas. But, buat busui mah i dont care lagi. Nyaman jadi concern paling wahid.

Jumlah: minimal 2 kaos ramah busui, beberapa bra khusus menyusui dan breast pad. Walaupun di kasus saya, breast pad akhirnya belum terpakai saat baru melahirkan karena ASI nya masih sedikit.

PS. bawa cadangan celana dalam yang banyak ya, jaga-jaga kalau tembus 🙂

2 . Pembalut

Untuk jaga-jaga bawa 1 pak pembalut panjang. Tidak harus pembalut khusus nifas, pembalut biasa yang tipenya night menurut saya cukup.

3 . Alat Mandi dan Make Up

Handuk, sabun, shampo, sikat gigi dll. Printilan ini sering ketinggalan loh. Tidak harus bawa make up sih, tapi ada baiknya juga bawa, agar sempat touch up saat banyak yang besuk. Jadi kelihatan segar. Apalagi biasanya ada sesi foto-foto kan tuh kalau besuk. Walau lelah tapi harus kelihatan bahagia dong!

4 . Stagen atau Korset atau Gurita Ibu

Penggunaan teknologi pencegah perut bergelambir ini harus dikonsultasikan ke dokter/ bidan terlebih dulu ya. Terutama untuk yang melahirkan secara cesar setahu saya tidak boleh menggunakan korset. Kemarin saya melahirkan normal dan kebetulan juga diizinkan menggunakan korset. Jadi saya membawanya (dipaksa mama si sebenernya, hehehe).

5 . Makanan Ringan

Ga tau apa semua ibu mau melahirkan seperti saya ya, kelaperan. Proses persalinan saya dimulai pukul 10 malam dan dedek bayi lahir jam 4 sore hari setelahnya. Malam saat menunggu kontraksi datang saya masih sempat makan roti bakar dan pisang bakar (untung klinik dekat roti bakar edi). Paginya juga gitu. Walaupun sudah dapat ransum dari klinik bersalin, makanan ringan penting loh buat jaga-jaga, siapa tahu kuantitas ransum di klinik kurang. Makanan ringan juga bermanfaat jika ternyata nafsu makan menurun. Ibu melahirkan kan butuh energi ya. Tapi ada kalanya terlalu mules untuk makan nasi. Ya daripada perut kosong, lebih baik ngemil-ngemil bergizi kan.

Ga kalah pentingnya juga bawa air minum ya.

barang yang harus dibawa saat persalinan 2

6 . Handphone + Powerbank/ Charger

Walaupun menjelang kehadiran anggota keluarga baru, kita cenderung ingin menikmatinya tanpa gadget, ada baiknya handphone tetap siaga untuk jaga-jaga. Pastikan baterai dan pulsanya ada ya….

7 . Kain

Saya menyiapkan satu lembar kain panjang seukuran kain batik untuk saya bawa saat persalinan. Fungsinya: 1) sebagai alas tidur diatas perlak/ underpad, 2) bisa jadi bawahan pakaian (dibuat rok darurat), 3) bisa jadi tambahan selimut dan 4) bisa jadi kain gendong saat perjalanan pulang.

8 . Tisu

Kami membawa tisu kering dan tisu basah. Untuk tisu basah pilih yang no fragrance dan no alkohol. Tisu basah digunakan untuk menyeka mulut, membersihkan pipis dan pupup bayi, dll. Jika tidak berkenan menggunakan tisu basah, Nyonya-nyonya bisa menggunakan kapas bulat basah. Demi kepraktisan sediakan satu tuperware berisi air dan masukkan kapas di dalamnya. Sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan.

9 . Buku Kontrol Kehamilan

Buku kontrol kehamilan sifatnya wajib dibawa sebagai alat bagi dokter untuk mengingat histori dari ibu hamil. Dengan mengetahui histori kehamilan diharapkan dapat membanu dokter untuk mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan saat persalinan.

10 . Plastik atau Goodie Bag

Plastik atau goodie bag berguna sebagai tempat baju kotor, untuk bawa balik ari-ari, dan juga dapat dipakai sebagai tempat sampah sementara. Jumlah yang dibawa setidaknya tiga buah.

11 . Gym Ball (optional jika punya)

Jika memiliki gym ball di rumah ga ada salahnya lo buat dibawa. Memang repot si, tapi gym ball bermanfaat banget untuk memgurangi rasa mules pas kontraksi. Pengalaman pribadi selama menunggu bukaan lengkap saya duduk di gym ball (milik klinik) dan geal geol sambil nahan mules. Better sih rasanya jadinya.

12 . Kartu Asuransi/ Surat Rujukan

Jika RS/ klinik langganan bekerja sama dengan asuransi kita enak tuh. Tinggal bawa kartu asuransi saja. Namun jika tidak, cari tahu seperti apa prosedurnya sebelumnya. Misal apabila menggunakan BPJS, surat rujukan apa yang harus disiapkan. Supaya di hari H, proses pembayarannya mudah dan lancar.

Itu list barang yang perlu dibawa ibu saat persalinan ala saya. Kalau kamu uda siapin apa saja? Jangan lupa untuk konsultasi juga ke tenaga medis yang akan membantu persalinan ya. Share di komen persiapanmu yaaaa 🙂

barang yang harus dibawa saat persalinan

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Gonta Ganti Merk Diapers, Yay or Nay?

ganti merk diapers

Temen-temen yang pren-pren-an di Facebook mungkin sempat baca status pertanyaan saya tentang diapers. Tepatnya bertanya tentang merk diapers yang dipakai dan apakah para mommy melakukan gonta ganti diapers atau malah menggunakan beberapa merk diapers bersamaan. Postingan status saya kurang lebih sebagai berikut:

newbie bertanyaPostingan status ini trigger-nya adalah pengalaman mencari diapers yang cocok untuk bayi kami, yang ternyata gampang gampang susah. Awalnya saya dan suami tidak berpikir untuk berganti-ganti merk diapers. Ekspektasi saya dan suami, sekali beli bakal langsung cocok soalnya. Hehehe. Berbekal ekspektasi tadi (dan pengetahuan tentang perbayian yang minim), kami belanja diapers secara online. Saat itu kebetulan ada diskon diapers besar-besaran. Tebak berapa bungkus yang diangkut ke rumah? Ga tanggung-tanggung, 30 bungkus ukuran newborn!

Kenapa kok kami sampai membeli sebanyak itu? Karena waktu itu, kami menghitung perkiraan per hari akan menggunakan 6pcs diapers (karena juga campur popok kain). Kemudian kami mengasumsikan bahwa diapers newborn akan digunakan selama 60 hari atau sampai dedek berumur 2 bulan. Jadi kami perlu diapers setidaknya 6 pcs/hari x 60 hari = 360 pcs. Nah karena satu bungkus (merk yang kami beli saat itu Pampers Newborn Premium) isinya 13 pcs, maka minimal kami harus beli kurang lebih 28 bungkus. Mangkanya akhirnya kami bulatkan untuk membeli 30 bungkus. Lagi promo ini! Hihihi…. Hitungannya matematika belaka. Bahkan kami ga berpikir sama sekali tentang faktor lain, seperti apakah diapernya lembut, berapa kapasitasnya, potensi alergi dan ruam, dll. #maklumnewbie

Pengalaman Ganti Merk Diapers

Nah, pas bayi Gayatri masuk Rumah Sakit, dia menggunakan diapers sepanjang hari. Entah karena diapersnya jarang diganti oleh perawat, atau karena kulitnya memang sensitif, dua hari di RS muncul gejala ruam. Akhir-akhir ini, kami baru tahu kalau penggunaan antibiotik ternyata meningkatkan potensi ruam, loh. Karena bakteri baik di bagian bokong juga ikut mati. CMIIW. Nah, karena ada gejala ruam tersebut, perawat meminta kami untuk membeli diaper dengan merk lain. Maka belilah kami Mamipoko yang standar. Pertimbangan kenapa kami memilih merk ini karena taunya cuma dua merk diapers. Hehehe, pampers sama mamipoko. #maklumnewbie Hihihihi, beralih dari yang premium ke yang standar, bayi Gayatri malah tidak mengalami ruam. Ya ampun, anak ekonomis bener yak. :kiss :kiss

Tips 1: Jangan beli diapers langsung banyak kalau belum tau cocok atau tidak. Sebaiknya dicoba-coba dulu sampai ketemu yang cocok, baru deh nyetok.

Setelah pulang dari RS, saya baru menyadari kalau Mampok standar ini tidak ada indikator pipisnya. Berhubung dedek tipe bayi yang adem ayem tentrem kerta raharja gitu, kadang kalau pipis dia tidak menangis. Lanjut bobo terus, Sist. Saya jadi rada galau dengan ketiadaan indikator pipis ini. Kasihan kalau pipis, dan ga ketahuan, jadi lama digantinya. Akhirnya saya pakein lagi dengan Pampers.  setelah saya dapat tips dari teman  untuk mencegah ruam. Dan tipsnya berhasil! Bayi Gayatri pakai Pampers tidak ruam lagi. Tips dari teman saya: menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers.

Namun, saya dan suami tetap penasaran dengan merk diapers lain. Siapa tahu ada yang tidak ruam dan ada indikator pipisnya. Maka saya posting pertanyaan tadi di Facebook, tentang merk diapers yang temen-temen saya pakai. Lumayan banyak yang merespon. Nah kemarin karena saya pikir ini bakal bermanfaat juga buat mamah newbie kaya saya, makanya coba saya rekap dan saya bikin postingan blog ini.

merk diaper yang dipakaiKomen lengkap dari status yang menjadi sumber gambar di atas bisa dilihat di status ini.

Saya tidak kaget dengan hasilnya. Juaranya si Mampok disusul Pampers. Tidak dapat dipungkiri kedua merk tsb memang femes sampai ke kampung kampung. Merk lain, sebagian besar saya ga familiar. Berhubung Mampok dan Pampers uda pernah nyoba, saya  seneng banget pas dikasih coba merk setelahnya yang persentasenya sama dengan Sweety, yaitu Goo.N. Kenapa seneng? Karena temen di kantor pernah satu dua kali menyebut merk ini. Selain itu produknya adalah Goo.N Excellent Dry. Kenapa tambah seneng? Karena di bungkusnya ada iming-iming kalau tipe ini mencegah ruam. Saya mah percaya aja. Trus dibilang di bungkusnya juga, kalau ada pee sign, semacam indikator pipis gitu. Ya sudahlah, cocok! Dan so far so good sih. Sampai saat ini, uda makai hampir dua bungkus, dedek ga ruam makai Goo.N. Terimakasih temen-temen yang uda kasih rekomendasi ya.

goon mencegah ruam

Tips 2: Jangan ragu untuk bertanya dan minta rekomendasi pada mama-mama senior.

Tips 3: Baca keterangan produk di kemasan baik-baik.

Gonta Ganti Merk Diapers? Yay!

Kalau dari cerita saya di atas uda jelas  ya kalau saya golongan “Yay!” buat gonta ganti merk diapers. Cuma dilihat dari komen-komen di postingan status di Facebook tadi ada juga lo yang tidak pernah gonta ganti merk diapers. Biasanya yang tidak pernah ganti merk diapers adalah yang beruntung langsung dapat merk diapers yang cocok buat bayinya (sekaligus cocok buat kantong mamahnya hihihi). Sementara sebagian besar yang komen menyatakan bahwa mereka memakai lebih dari satu merk diapers dengan berbagai alasan.

Alasan Gonta Ganti Merk Diapers

Saya mencoba merangkum empat alasan gonta ganti diapers yang paling sering disebutkan:

1 . Supaya Hemat

Kata temen-temen, belanja diapers mah wajib pas ada promo. Kalau pas ga promo, sakitnya tuh di sini *nunjuk dompet*. Bener juga sih, kalau ga promo, sebulan bisa jadi habis enam ratusan ribu sendiri cuma buat diapers. Yang mana sekali pakai buang. Nah, sayangnya merk yang promo sering berganti-ganti tiap minggunya, makanya merk yang dipakai anak pun berganti-ganti. Tergantung merk mana yang sedang promo minggu itu. Kalau mau, nyonya bisa beli sekali banyak pas promo merk yang dipakai.

Tips 4: Perhatikan jadwal promo diapers merk-merk yang dipakai.

2 . Yang Sebelumnya Bikin Ruam

Alasan ini sama dengan alasan saya. Kalau sudah ruam, mau tidak mau memang disarankan untuk ganti merk diapers. Siapa tau ada bahan tertentu dari diapers merk yang dipakai yang tidak cocok. Nah, ini saya juga baru ngeh kalau ternyata diapers itu cocok-cocokan. Jadi di satu anak bisa jadi ruam, tapi di anak lain bisa jadi tidak ruam. Ada satu teman yang malah bilang kalau anaknya semua merk dicoba selalu ruam. Over sensitif kayanya. Jalan keluarnya adalah menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers. And the problem solved!

3 . Kapasitas

Untuk newborn mungkin faktor kapasitas tidak terlalu menjadi pertimbangan ketika memilih/ berganti merk diapers. Hal ini karena pipis dan pupup bayi belum terlalu banyak. Namun seiring pekembangan bayi, volume pipis dan pupup makin banyak. Beberapa teman menyebutkan bahwa beberapa merk diapers lebih cepat penuh dibandingkan yang lain. Atau jika tidak penuh, mudah bergeser sehingga bocor. Alasan ini membuat mereka beralih menggunakan merk diapers lain.

Tips 5: Sesuaikan ukuran dan jenis diapers dengan umur, ukuran dan kebutuhan bayi.

4 . Karakter/ kualitas produk

Ga seperti make up atau produk otomotif yang product reviewnya merajalela di dunia maya, nyari info tentang fitur/ kualitas diapers memang agak tricky. Selain dari kemasannya, temen-temen bisa nyari infonya di forum-forum ibu. Atau sekalian aja nanya di sosmed kaya yang sering saya lakukan. Mama mama tu dengan senang dan baik hati bakal jawab pertanyaan kita loh. :love

Seperti yang saya bilang di awal, mencari diapers yang cocok itu gampang-gampang susah. Cocok buat bayi saya belum tentu cocok untuk bayi ibu. Cocok buat kantong ibu, belum tentu cocok buat kantong saya. Hahaha…. Jadi selama belum nemu yang pas, ga ada salahnya sih gonta ganti merk.

Kalau saya gitu….

Gimana dengan kamu?

Pernah ganti merk diapers tidak?

Sharing dong apa alasan dan apa tips nya! Thankyuuu 🙂

ganti merk diapers[sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!