Perbandingan 3 Maskapai Penerbangan Low Cost Carrier, Seri Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat

low cost carrier

Sebenarnya saya bukan orang yang suka travelling, namun banyaknya kejadian mengakibatkan saya sering harus berpergian dengan membawa bayi naik pesawat. Sejak usianya 4 bulan sampai dengan 10 bulan, kurang lebih sudah hampir selusin penerbangan Ning Gaya jalani. Walaupun ya perginya hanya ke situ-situ saja, 4 kota. Jakarta – Jogja – Semarang – Surabaya.

Baca dulu artikel di bawah ini ya, biar related, karena di artikel ini saya cuma mau bahas perbandingannya:

Pengalaman secara umum dan tips membawa bayi saat usia 4 bulan.

Pengalaman secara umum dan tips membawa bayi saat usia 9 bulan.

Saya biasanya dalam membeli tiketnya selalu nyari waktu dan harga yang pas, maskapai penerbangan tidak terlalu jadi perhatian, jadilah Ning Gaya uda nyoba Maskapai penerbangan macem-macem. Garuda dua kali, Citilink tiga kali, Air Asia tiga kali, Lion Air sekali dan Sriwijaya dua kali.

Di artikel ini, saya mau mencoba memperbandingkan bagaimana si pengalaman saya membawa bayi naik pesawat dari maskapai yang low cost; Air Asia, Citilink dan Lion Air.

Dan sebelum saya menceritakan bagaimana pengalaman saya menggunakan maskapai penerbangan low cost, saya pengen memberikan beberapa disclaimer, agar pembaca dapat menarik kesimpulan dengan lebih smart bagi kepentingannya masing-masing.

Disclaimer:

  1. Penerbangan membawa bayi yang pernah saya lakukan adalah penerbangan domestik jarak pendek. Waktu tempuhnya tidak sampai dua jam.  Jadi, mungkin beberapa pengalaman akan tidak relevan dengan perjalanan jarak jauh.
  2. Bandara yang saya lewati adalah: Soekarno Hatta untuk Jakarta, Ahmad Yani untuk Semarang, Adi Soecipto untuk Yogyakarta dan Juanda untuk Surabaya. Mohon perhatian bahwa Bandara Soekarno Hatta, Adi Soecipto dan Juanda memiliki beberapa terminal. Terminal yang berbeda akan memberi pengalaman yang berbeda pula.

Karena dua hal di atas, maka saya tidak akan membandingkan tiga maskapai penerbangan berikut secara poin per poin. Melainkan dengan storytelling tentang apa yang saya rasakan saat menggunakan maskapai tersebut. Saya harap dari cerita saya ini tetap dapat diambil kesimpulan yang bermanfaat bagi perjalanan Nyonyah-nyonyah yaaa….

low cost carrier

Pengalaman Menggunakan Maskapai Penerbangan Low Cost secara Umum

Kenyamanan

Jangan salah, low cost itu nggak selalu lebih jelek pelayanannya daripada yang full service loh. Contohnya: saya lebih memfavoritkan Air Asia (low cost) dibandingkan dengan Sriwijaya (full service) dari sisi kenyamanan kursi. Pembahasan tentang Sriwijaya dan maskapai penerbangan full service lain akan saya bahas di artikel terpisah.

Walaupun tidak selalu lebih tidak nyaman dibandingkan dengan maskapai penerbangan full service, namun penerbangan low cost memang tidak selengkap full service. Yang tidak ada dari penerbangan tersebut adalah: layanan makan dan layanan hiburan. Layanan hiburan dalam hal ini adalah layar yang bisa digunakan untuk menonton video serta mendengarkan musik.

Biaya

Untuk tiket yang namanya lowcost pasti paling memang relatif lebih murah ya dibandingkan yang full service. Kalau untuk infant memang free seat-nya, karena bayi di bawah dua tahun masih boleh duduk dipangku orang tuanya. Namun kita masih harus membayar semacam asuransi untuk bayi. Harganya sekitar 40 – 60 ribu, tergantung tujuan penerbangan.

Serta untuk layanan low cost, biasanya untuk memilih bangku di row awal harus menambah biaya tertentu.

Pengalaman berkesan menggunakan Citilink

Saya menggunakan Citilink saat ke Surabaya PP. Perjalanan berjalan menyenangkan, tidak ada yang mengganggu kenyamanan saya maupun Gayatri di perjalanan. Yang saya sukai dari Citilink aalah sebagai berikut:

  1. Krunya relatif ramah-ramah, gayanya santai dan helpful. Saat berangkat dan mendarat, kita akan disapa dengan pantun-pantun yang, kadang kalau sedang iseng saya perhatikan, lucu ugaaaa….
  2. Yang paling mengesankan dari Citilink berikutnya adalah soft landingnya. Buset, saya kayanya berkali-kali naik Citilink seumur hidup saya, selalu landing mulus. Jempol banget buat pilotnya! Jadi yang sedang bawa bayi, dan bayinya sedang bobo saat landing, bayinya tidak terlalu terganggu lah.
  3. Sebagaimana semua penerbangan lowcost, Citilink pun tidak menyediakan fasilitas hiburan berupa video atau musik. Namun Citilink menyediakan majalah Linkers. Dan menurut saya majalah ini bagus banget yak…. Paling bagus di antara sesama inflight magazine-nya maskapai lowcost. Kenapa saya bahas majalah, karena Ning Gaya anak saya suka mainan majalah. Jadi majalah yang warna warni kece, selain menghibur buat saya juga menghibur bocah juga.
  4. Citilink mengizinkan untuk web check ini walaupun kita membawa bayi.

terminal 1C

Ketentuan yang saya dapat di web Citilink terkait mengangkut bayi adalah sbb:

“Citilink mencadangkan hak untuk tidak mengangkut bayi yang berusia 20 (dua puluh) hari dan/atau di bawahnya. Citilink dapat, menurut kebijakan mutlak mereka, memutuskan untuk mengangkut bayi tersebut pada penerbangan jika pengangkutan tersebut disetujui secara tegas dan orang tua bayi menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Terbatas. Untuk alasan keselamatan, jumlah bayi yang dapat Citilink angkut tidak dapat melebihi 10% dari kapasitas pesawat udara.”

Namun dua kali penerbangan kami tidak diminta untuk menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Terbatas. 🙂

Oiya, terminal yang digunakan oleh Citilink di Bandara Soekarno Hatta adalah Terminal 1C. Terminal favorit suami saya karena ada konter Polo. Polo-nya kayanya yang produk lokal punya. Jadi harganya memang miring, ditambah lagi sering ada promo, jadi makin tambah miring lagi. Buat penyuka kaus Polo mungkin bisa mampir sebelum lanjut ke gate. Berarti kalau di foto di atas, jangan langsung masuk security check in dulu yaaaakkkk….

Pengalaman berkesan menggunakan Air Asia

Bisa dibilang maskapai penerbangan low cost favorit saya adalah Air Asia. Saya menyukainya karena:

  1. Tepat waktu, saya belum pernah mengalami delay saat menggunakan Air Asia. Baik dalam penerbangan saya bersama Gayatri maupun penerbangan saya saat masih jaman single.
  2. Kursi dan jarak antar kursinya lebih lebar dibanding maskapai penerbangan low cost lain. Bahkan lebih longgar daripada pesawat Sriwijaya yang pernah saya tumpangi.
  3. Yang saya suka lagi, walaupun membawa infant, kita bisa checkin online atau web checkin. Tidak seperti Garuda (yang hanya bisa city check in dan counter check in) dan Sriwijaya. Dengan checkin online, keberangkatan jadi lebih tenang. Bawa anak kan kadang ada hal-hal tak terduga ya yang terjadi.

menyusui di bandara

Foto di atas adalah di Bandara Juanda. Kalau terminal yang digunakan Air Asia di Bandara Soekarno Hatta adalah Terminal 2F. Saya senang dengan terminal ini karena rapi, dan lebih banyak pilihan makanan dibandingkan dengan Terminal 1C. Namun, nursing roomnya cukup jauh dari ruang tunggu gate. Ada toilet dekat ruang tunggu namun untuk ganti popok bayi, dll, better di nursing roomnya.

Oiya, nursing room 2F ada yang ruang menyusuinya disekat loh. Kalau biasanya kan satu ruangan dipakai bersama-sama. Kalau ini ada yang ruang ganti popok dengan menyusuinya terpisah dengan dua ruang menyusui. Ruang menyusuinya pun disekat, jadi masing-masing ibu menggunakan satu bilik tersendiri.

Kira-kira seperti ini nursing room 2F:

nursing room 2f

Ketentuan yang saya peroleh di web Air Asi terkait membawa bayi adalah:

“Penumpang diharap membawa paspor bayi Anda dengan masa berlaku paling tidak 6 bulan untuk penerbangan internasional. Untuk penerbangan domestik, penumpang diharap membawa kartu identitas atau fotokopi akte kelahiran bayi Anda.”

Walau saya tidak pernah dimintai fotokopi akte kelahiran bayi, namun biasanya saay terbang saya memang jaga-jaga membawa dokumen tersebut.

Tips agar lebih nyaman menggunakan Air Asia:

  1. Belilah asuransi untuk bayi,
  2. Jika menginginkan kursi yang paling depan, kita bisa membeli hot seat. Pembelian secara online lebih murah dibandingkan membeli on flight. Kalau on flight harganya berkisar 80 – 100 ribu. Kalau online bisa setengahnya,
  3. Air Asia menyediakan penjualan makanan di atas pesawat. Jika berencana untuk makan besar, sebaiknya memesan secara online juga saat pembelian tiket.

Pengalaman berkesan menggunakan Lion Air

Saya punya pengalaman unik bersama Lion Air. Jadi saya, suami dan Ning Gaya pernah “terdampar” di Yogyakarta. Penerbangan seluruhnya mengalami gangguan karena cuaca yang buruk serta antrian pesawat yang panjang. Bayangkan, pesawat Batik Air yang rencananya akan kami tumpangi menuju Jakarta, pada saat jam (seharusnya) boarding masih ada di Jakarta dan belum jelas kapan sampai di Yogyakarta. Saat itu naasnya kami mengambil penerbangan malam dan Ning Gaya sedang agak demam. Huft….

hiks

Suami awalnya memutuskan untuk refund atau reschedule saja ke hari berikutnya, daripada harus lontang lantung di bandara. Ketika menuju ke konter Batik Air, yang satu perusahaan dengan Lion Air, iseng suami bertanya apakah kami boleh pindah penerbangan. Dijawab oleh petugasnya, “Boleh”.

Saya tidak tahu peraturannya sebenarnya boleh atau tidak ya.

Kebetulan saat itu ada penerbangan Lion Air yang sedang panggilan boarding. Walaupun harus turun layanan dari Batik Air yang full service ke Lion Air yang low cost, kami senaaaaang sekali, karena bisa pulang saat itu juga. Yeay!

Jadilah untuk pertama kalinya kami menggunakan Lion Air.

Ketentuan yang saya baca di web Lion Air terkait mengangkut bayi adalah sbb:

“Lion Air berhak untuk tidak mengangkut bayi berusia kurang dari dua (2) hari dan bayi yang berusia antara tiga (3) dan tujuh (7) hari harus disertai dengan Sertifikat Kesehatan yang menyatakan bahwa bayi tersebut cukup sehat untuk melakukan perjalanan udara. Sertifikat Kesehatan tersebut harus diterbitkan 72 jam sebelum waktu keberangkatan. Batas usia maksimum bayi adalah kurang dari 2 tahun. Bayi yang melakukan perjalanan udara dengan Lion Air harus disertai dengan Formulir Ganti Rugi yang ditandatangani oleh orangtuanya.”

Namun untuk poin formulir ganti rugi tidak diminta kepada kami saat itu. 🙂

Dan di dalam pesawat itu mungkin nggak sampai 20 orang penumpang ya. Sepi sekali. Saya tidak mau berasumsi apa-apa, karena juga baru sekali ini menggunakan Lion Air. Dan entah apakah akan menggunakannya kembali.

You know what I mean. 😉

***

Saya seneng banget dengan seri ini, karena banyak yang komen, baik di blog maupun di pages/ instagram saya. Respon dari teman-teman, baik berupa kritik, saran maupun request, bikin saya happy karena saya jadi merasa kalau blog saya ini bermanfaat. Hehehe, GR yak…. So keep in touch yaaak! Klik Like di Pages FB nyonyamalas.com di bar kanan (kalau di PC) atau di bagian paling bawah page ini jika Nyonyah membuka via HP.

Terimakasih sudah membacaaa…. Kalau teman-teman punya pengalaman lain terkait tiga maskapai penerbangan di atas, boleh banget lo share pengalamannya di komen. Karena bisa jadi pengalaman yang kita miliki berbeda, dan pasti akan bermanfaat buat Nyonyah-nyonyah lain yang membaca….

Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++

review biore uv watery essence spf 50

To the point ke hal-hal yang saya suka dari produk ini ya, biar temen-temen mupeng dulu, hehehe. Yang saya sukai dari produk Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++ ini adalah teksturnya yang cair dan tidak lengket, tidak bikin whitecast, water based serta nyaman banget bahkan di kulitku yang sensitif. Kalau kamu penggemar skin care layering, produk ini pas menurut saya karena teksturnya yang encer banget bakal bikin muka kamu ringan dan ga greasy. Uda mupeng? Kalau uda, saya mau cerita kisah di balik penemuan produk ini dalam hidup per-skin-care-an saya.

Tahun lalu saya menemukan ada selapis tipis noda di wajah dan juga kerutan di dekat mata. Oemje, usia saya baru seperempat abad sudah keriput aja ni, batin saya. Segala dosa masa lalu pun terungkitlah sudah. Dosa yang paling berat saya di masa muda (sejak liat ada kerutan di wajah, masa mudaku tu berasa uda lamaaaa banget) adalah males bersihin muka. Dan yang kedua ga pernah pake sunscreen atau sunblock. Padahal saya suka berenang, basket dan sempat jadi paskibra segala. Pas kerja, walaupun sebagian besar waktu di dalam ruangan sering juga harus ke lapangan. Dan dulu saya dengan tanpa rasa bersalah melenggang di bawah terik matahari. Jadinya ya gini deh muka T.T

Masalah ga cuci muka emang murni 100% karena malas. Kalau ga pakai sunscreen paling utamanya karena kebanyakan produk sunscreen tu berasa lengket dan berminyak. Nah pas nemu Biore ini aku langsung tuing gitu. Karena di namanya ada watery watery nya gitu. Saya langsung positip tingting aja kalau produk ini bakal cocok sama saya. Dan bener, ini sudah ketiga kalinya atau malah keempat kalinya saya beli produk ini. Jodoh emang ga bakal kemana.

review biore uv watery essence spf 50 foto produk

Keterangan Produk

Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++ adalah produk suncreen dari Jepang produksi KAO Corporation. Produk yang saya review menggunakan formula tahun 2015. Perbedaan formula 2015 dengan formula 2014 adalah pada 2015 menggunakan PA++++ sementara pada 2014 menggunakan PA+++. Saya baru tahu kalau KAO mengeluarkan formula 2017. Infonya, perbedaannya antara formula 2017 dan 2015 adalah pada formula 2017, produk telah bersifat resisten terhadap air dan keringat.

Tekstur, fragrance: Tekstur encer. Baunya lembut dan segar, hampir ga terasa si baunya.

Kemasan

Tube imut pipih berwarna biru dengan tutup ulir berwarna putih. Karena saya termasuk yang ceroboh, saya suka dengan tipe model seperti ini soalnya ga gampang tumpah. Produknya pun mudah dikeluarkan. Yang tidak saya suka dari kemasannya adalah bagian belakang yang biasanya berisi keterangan produk, exp date, dll ditulis dengan tulisan Jepang. Pan ane kaga ngarti ya…. Kalau teman-teman menemukan yang kemasannya berwarna biru dengan gradasi tosca, produk tersebut adalah Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++ formula 2017.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian

Di kemasan kartonnya tertulis jika kegunaannya demikian:

  • Strong UV Block. Melindungi kulit dari bahaya sinar UV yang dapat menimbulkan dark spot dan sun burn/dull skin. Memberikan perlindungan terhadap efek nefatif UV-A yang dapat mengurangi elastisitas kulit.
  • Hydrates Essence. Tekstur watery essence sangat ringan dengan rasa lembab yang menyegarkan. Kandungan Hyaluronic Acid, Royal Jelly,  dan campuran ekstrak Citrus-nya menjaga kelembaban kulit.

Pemakaiannya adalah dengan dioles merata ke wajah/ badan dan disarankan reapply setelah berkeringat (untuk yang formula 2017 sudah anti keringat), berenang atau handukan. Saya sendiri ga reapply produk ini tapi menggunakan suncreen lain yang berbentuk spray untuk alasan kepraktisan.

Results

Gosipnya, produk sun protection dengan SPF tinggi itu bakal bikin kulit komedoan ya? Kalau memang benar demikian berarti tidak berlaku untuk produk ini. Hal ini karena formulanya yang water based, jadi mudah dibersihkan walau hanya dengan facial foam.

Ketika diaplikasikan, produk ini cepat diserap di kulit dan berasa seperti menggunakan pelembab biasa. Tidak seperti pakai sunscreen atau sunblock lain kadang kerasa tebel dan muka kita jadi kaya ada putih-putihnya gitu (whitecast). Kalau Biore ini engga ada rasa demikian. Pas lah untuk dipakai sehari-hari. Di kemasannya juga dinyatakan kalau formulanya membuat make up mulus, jadi cocok juga buat kamu yang tiap hari full make up.

review biore uv watery essence spf 50 unvisible finished

Oiya, walaupun SPFnya guede banget (sebenernya efek SPF 50 ga jauh beda dengan SPF 30), kita tetep harus reapply per beberapa jam lo ya…. Dan tetap harus menghindari bermandikan terik matahari.

Pros and Cons

Pros: awet, mudah diaplikasikan, water base, non comedogenic, tidak lengket, tidak menimbulkan whitecast, memberi efek lembab dan tidak kering.

Cons: ada kandungan paraben (saya sendiri tidak terlalu kawatir dengan kandungan paraben dalam kosmetik selama terdaftar di BPOM, No Reg: NA22151700031), mengandung alkohol.

Rating 4,8/5

Repurchase? Yes.

Availability & Where to Buy

Saya agak kaget waktu baca di beberapa review kalo produk ini susah dicari. Menurut saya, kalau di kota-kota besar, sebenarnya ga susah dicari, cuma perlu menemukan tempat yang tepat aja. Memang di Guardian dan Century (tahun lalu) selalu dibilang kosong produknya. Cuma saya malah nemu di tempat yang ga terduga banget. Di slempetan rak-rak Hero, digantung bareng sama produk kaya rol rambut, gunting kuku endebrei endebrei dan ga bareng sama produk skin care. Masaoloh, siapa si ini yang ngatur peletakan produk ini. Kan pelanggan jadi susah nemunya. Dan entah karena tempatnya yang sulit ditemukan, itu barang selalu ready kalo saya pas mau beli. Yang selalu ada selain Hero tuh di Dan Dan.

Harga

140 ribu per 50 gram.

🙂 Ini produk sunscreen favorit saya saat ini. Kalau produk sun protection favorit kamu apa? Sharing dong….

review biore uv watery essence spf 50

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion

hada labo tamagohada mild peeling review

Saya mengenal produk ini pertama kali adalah dari rekomendasi teman kantor saya (sebut saja namanya Mamak Raja), ketika saya menceritakan kondisi kulit kusam saya. Dia lalu bercerita tentang rangkaian skin care yang sedang dia jalani. Salah satunya adalah tentang double toning. Dalam tahap double toning ini terdapat step exfoliation dan hydration. Menurut dia, untuk mengatasi kulit kusam saya, satu hal yang selama ini kurang saya lakukan adalah exfoliation. Sebagai newbie yang super newbie, saya selama ini tahunya exfoliation ya cuma scrubbing. Ternyata ada juga chemical exfoliation yang mana menggunakan acid toner. Nah, produk yang dia pakai adalah Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion ini.

hada labo tamagohada mild peeling 1

Related artikel: urutan rangkaian perawatan skin care bisa dilihat di artikel Daily Skin Care bersama dr. Febby Karina – dokter spesialis kulit, Gisella Anastacia dan Bio Oil.

Setelah dapat rekomendasi produk ini, saya googling-googling dulu dong tentang peeling dan chemical exfoliation. Agak khawatir, karena pernah lihat kawan yang sedang menjalani proses peeling di salah satu klinik kecantikan dan wajahnya jadi merah-merah. Khawatir lagi karena kulit saya memang dasar sensitif. Saya dulu mending ga menggunakan produk perawatan wajah apapun daripada alergi. Cuma ternyata seiring bertambahnya usia, ga mungkin lagi kaya gitu. Harus uda perawatan. Hasil googling memberikan kabar baik bahwa acid toner ini aman digunakan untuk pemula. Horeeee!!!

Kabar buruknya, produk ini belum ada di Indonesia. Duh…. Untungnya Mamaknya Raja nawarin saya untuk sharing jar yang dia punya gitu. Paroan. Sayang banget deh sama Mamak Raja. :kiss :kiss Berkat dia, saya jadi nyicip ni acid toner dan jatuh cinta. Sekarang uda repurchased lagi…. 🙂

Nah, berhubung saya newbie, dan bukan dokter atau beauty specialist, saya ga bakal bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlalu expert ya. Daripada sesat di jalan, hehehe…. Untuk yang newbie juga di dunia per-acid-toner-an, semoga review saya ini bermanfaat yaaa….

Keterangan Produk

Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion adalah skin care yang dikembangkan oleh Rohto Pharmaceuticall Co. Japan dan The Mentholatum Co. Walaupun bernama lotion, namun produk ini bukanlah lotion seperti yang umumnya dikenal oleh orang Indonesia yang berbentuk creamy. Tekstur produk ini berbentuk seperti air biasa dan tanpa bau/ pewangi.

Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion adalah chemical exfoliator yang seperti namanya “mild“, disebut-sebut tidak sekeras acid toner lain oleh para beauty enthusiast. Produk ini sendiri adalah acid toner pertama yang saya gunakan.

hada labo tamagohada mild peeling 2

Kemasan

Botol plastik ukuran 170 ml, guedeee bingit sehingga tidak travel friendly.  Hanya saja karena ini jenis produk yang tidak bakal saya bawa jalan-jalan, jadi bisa dimaafkan. Tutup botolnya flip flop membuat agak sulit mengontrol cairan yang keluar dari botol.

Formula

Water, Gluconic Acid, Pentylene Glycol, Butylene Glycol, Tranexamic Acid, Polyquartenium-51, Sodium Metabisulfite.

Key ingredient-nya adalah gluconic acid, asam organik dari madu dan buah-buahan yang dapat membantu untuk melembutkan dan menghilangkan lapisan atas kulit mati sehingga memudahkan kulit untuk menyerap nutrisi. Bahan tersebut juga dipercaya dapat meremajakan kulit, membuat kulit menjadi lebih sehat dan bercahaya.

Kegunaaan

Hada Labo Mild Peeling Lotion berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori, dan membantu meratakan warna kulit. Sebagai exfoliator, produk ini diklaim dapat menghilangkan kekusaman kulit seiring hilangnya tumpukan sel kulit mati dan membuat kulit  tampak lebih bercahaya.

hada labo tamagohada mild peeling 3

Anjuran Pemakaian

Pada kemasan dinyataan bahwa produk ini digunakan setelah tahap cleansing. Digunakan dengan cara dituang di kapas dan diusapkan secara lembut ke wajah (hindari area mata) dan leher. Ada yang menggunakan produk ini dengan tidak menggunakan kapas, melainkan hanya dengan ditepuk-tepuk menggunakan tangan. Saya sendiri prefer dengan kapas untuk membantu proses exfoliating, karena sel kulit mati yang tersisa akan menempel di kapas. Cuma memang jadi lebih borooooosss…. Hiks….

Sejak penggunaan pertama, saya tidak mengalami rasa cekat cekit atau iritasi. Tidak ditemukan juga kemerahan di wajah. Produk ini dinyatakan bisa digunakan dua kali sehari. Namun, karena saya khawatir membuat kulit saya kering, saya membatasi untuk menggunakan produk ini sekali sehari pada saat malam hari. Penggunaan di pagi/ siang diwajibkan menggunakan sun screen ya. Selain itu, setelah menggunakan Hada Labo Mild Peeling Lotion sebagai exfoliating toner, saya menggunakan hydrating toner dan atau moisturiser agar kulit tidak menjadi kering.

Results

Produk ini tidak membuat daki-daki wajah runtuh seketika (seperti peeling The Body Shop). Namun setelah cleansing pun, saya bisa menemukan kapas saya berwarna cokelat keabu-abuan yang saya rasa adalah lapisan teratas sel kulit mati yang luruh akibat produk ini. Produk ini tidak membuat kulit saya menjadi kering, dengan catatan saya hanya menggunakan produk ini sehari sekali dan menggunakan pelembab setelahnya. Hasil demikian mungkin akan berbeda-beda di setiap kondisi kulit ya.

Saya tidak melihat perubahan instan yang terjadi, namanya juga mild yak…. Namun saya merasakan produk ini berkerja dengan baik bersama-sama dengan rangkaian skin care lain yang saya pakai. Sebelumnya mengenal produk ini, saya menggunakan perawatan kulit tanpa melakukan toning terlebih dahulu. Jika dibandingkan, hasilnya jauh lebih baik setelah menggunakan produk ini. Jadi berasa lebih kenyel-kenyel dan terlihat sehat gitu, tidak kusam lagi. Jadi saya berpendapat produk ini bekerja membuat kulit kita siap menerima produk skin care setelahnya.

Pros and Cons

Pros: produknya lembut, tidak membuat iritasi, harganya relatif terjangkau untuk ukuran acid toner, efektif mengangkat sel kulit mati dan membuat kinerja skin care lain yang di pakai setelahnya lebih baik.

Cons: hasilnya ga instan (buat yang butuh kinclong cepet, mungkin terasa lama), produk tidak tersedia di Indonesia.

Rating: 4,8/5

Repurchase? Maybe.

Availability & Where to Buy

Belum ada di Indonesia, harus PO dulu di online shop atau titip temen yang mau ke Malaysia atau Singapura (siapa tahu mereka mau mampir ke Guardian atau Watson di sono). Entah mengapa Hada Labo tidak memasukkan produk ini ke Indonesia. Seri Tamagohada yang ada di Indonesia, setahu saya hanya facewash-nya saja.

Harga

Saya cek di Female Daily harganya 190 ribu per 170 ml. Di IG saya cari dengan hashtag #tamagohada harganya sekitar 225 ribu. Kalau dibandingkan dengan varian Hada Labo lainnya yang beredar di Indonesia seperti  Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion yang harganya 30 ribuan, jadi kerasa mahal yak. Tapi kalau dibandingkan dengan produk acid toner lain, sepertinya produk ini termasuk yang murah meriah tapi berkualitas bagus. CMIIW.

Adakah yang mau share tentang pengalamannya menggunakan Acid Toner? Merk apa yang dipakai dan bagaimana result-nya? Feel free to comment yak 🙂 Thankyuuu

hada labo tamagohada mild peeling review

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Redwin Sorbolene Moisturiser untuk Kulit Kering dan Sensitif (First Impression)

redwin sorbolene moisturiser untuk kuit kering dan sensitif

Bulan Januari 2017 adalah bulan yang cukup “menyiksa” untuk saya, terutama untuk masalah kulit. Cuaca yang panas dan lembab bahkan sempat membuat beberapa bagian tubuh saya mengalami beruntusan karena biang keringat. Ditambah hamil besar, rasanya badan jadi tidak nyaman sekali. Gerah, panas dan gatal. Karena hal tersebut, saya akhirnya menghentikan semua pemakaian lotion dan mulai menggunakan cairan antiseptik serta krim kaladin selama beberapa hari untuk menyembuhkan rasa gatal tersebut. Setelah sembuh, sayangnya kulit saya jadi bertambah kering.

redwin sorbolene moisturiser untuk kuit kering dan sensitif

Sebenarnya saya sudah memiliki produk favorit untuk kulit kering saya. Beberapa malah, hehehe, karena saya memang suka coba-coba. Ada yang super kental seperti body butter ada yang encer juga seperti aloe gel. Namun, untuk mencoba membuat kulit saya kembali lembut, saat ini saya mencoba produk lotion dengan sorbolene. Ini adalah produk sorbolene pertama yang saya coba. Saya cukup excited ketika mencobanya apalagi beberapa cerita dari beberapa blogger yang saya baca meyakinkan saya bahwa produk ini akan mengatasi masalah kulit kering saya.

Saya baru mencoba produk ini beberapa hari ya, maka dari itu judul review yang saya buat saya beri embel-embel first impression. Namun ada beberapa info yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi yang juga penasaran dengan produk ini ya.

Keterangan Produk

Produk yang saya coba adalah Redwin Sorbolene Moisturiser Restoring dengan Vitamin E. Pada kemasannya dinyatakan bahwa produk ini adalah produk unggulan dari Australia.

redwin sorbolene

Kemasan

Di Indonesia tersedia dalam dua ukuran yaitu 100 ml dan 500 ml. Yang saya miliki adalah yang berukuran 100 ml. Ukuran 100 ml cukup ringan untuk dibawa ke dalam tas. Namun, apabila ingin lebih praktis, lotion tersebut bisa dimasukkan ke dalam botol (travelsize bottle) yang lebih kecil yang sering dijual di toko-toko stationery.

Formula

Air, Glycerin, Sorbitol, Stearic Acid, Mineral Oil, Cetearyl Alcohol, Triticium Vulgare (Wheat) Germ Oil, Tetrasodium ETA, ppG-2 Methyl Ether, Triethanolamine, Imidazolidinyl Urea, Chloroacetamide, p-Chloro-m-Cresol, Sodium Benzoate, Linalool.

Dalam keterangan yang tercantum dalam kemasan, produk ini paraben free. Vitamin E dikandung produk ini diperoleh dari minyak biji gandum. Vitamin E dikenal akan keunggulannya dalam menyembuhkan, menenangkan dan menutrisi kulit yang kering, kasar, pecah dan terkelupas. Sementara Gliserin dan Sorbitol berperan penting dalam mempertahankan kelembaban alami kulit sehingga kulit tetap terhidrasi sepanjang hari.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian

Pada kemasan dinyatakan bahwa Redwin Sorbolene Moisturiser dapat digunakan di seluruh tubuh dengan berbagai macam manfaat. Namun, produk ini tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai pelembab wajah. Klaim kegunaannya adalah sebagai berikut:

  1. untuk tangan,
  2. ruam popok bagi bayi,
  3. dapat digunakan sebagai shaving cream pada kaki, ketiak dan wajah,
  4. makeup remover.

Penggunaannya sebagai pelembab tubuh dilakukan dengan mengoleskan produk ini sedikit kemudian meratakannya sampai terserap. Apabila menginginkan kelembaban ekstra maka produk dapat dioleskan dan diratakan kembali untuk kedua kalinya sampai terserap sempurna.

fungsi redwin sorbolene

Yang menjadi agak unik menurut saya adalah poin kegunaan terakhir yang dinyatakan oleh Redwin; yaitu: Makeover Removal. Saya menyimpulkan produk ini bisa digunakan di wajah sebagai makeup remover tapi tidak dianjurkan sebagai pelembab wajah. Saya belum menemukan apa alasannya. Penasaran, saya coba saya produk ini sebagai makeup remover. Proses pembersihan makeup menggunakan Redwin sama saja dengan dengan menggunakan susu pembersih sebagai berikut:

Saat saya menggunakan produk ini untuk menghapus swatch lipstick, saya mengeluarkan produk secukupnya kemudian memijat-mijat lembut dengan arah memutar di lokasi yang perlu dibersihkan. Setelah itu, saya mencoba menghapusnya dengan kapas. Perlu beberapa kali usap agar lipstick yang saya swatch tersebut dapat hilang. Percobaan pertama masih meninggalkan sedikit stain dari lipstick. Agar lebih maksimal, saya ulang kembali tahapannya dari awal.

Kesimpulan yang saya dapatkan, saya lebih puas menggunakan produk ini sebagai pelembab kulit daripada sebagai makeup remover. Namun, bagi pengguna makeup tipis sehari-hari yang menyukai pembersih makeup yang lembut, produk ini masih cukup layak untuk dipertimbangkan sebagai first cleanser.

Artikel terkait review produk yang dapat digunakan sebagai first cleanser: The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter dan Garnier Micellar Cleansing Water.

Fragrance

Redwin Indonesia menyatakan bahwa produk ini tidak mengandung pengharum tambahan. Saya mengapresiasi langkah ini, karena tambahan pengharum memang sebenarnya tidak diperlukan bahkan untuk kulit sensitif, terkadang bahan tambahan seperti pengharum inilah yang membuat alergi. Namun, bukan berarti produk ini tidak berbau sama sekali. Saya mencium sedikit bau seperti obat yang samar-samar, yang saya duga berasal dari bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Tidak cukup kuat, namun perlu waktu untuk membiasakan diri dengan bau tersebut.

Tekstur

Jika dibandingkan dengan body butter tentu produk ini lebih encer sehingga lebih mudah menyerap. Namun, teksturnya lebih kental dari gel. Untuk cuaca yang sedang panas-panasnya seberti beberapa hari terakhir ini, saya lebih suka menggunakan Redwin Sorbolene Moisturiser ini dibandingkan dengan body butter, karena tidak membuat kulit lengket. Cukup membuat lembab dan membuat kulit terhidrasi namun tidak sampai membuat saya kegerahan. Tingkat kelembaban yang didapatkan juga lebih tinggi dibandingkan dengan aloe gel yang biasa saya pakai. Sehingga masih cukup bagus untuk mempertahankan kelembutan kulit di ruangan ber-AC.

penggunaan redwin sorbolenePros and Cons

Pros: Terbukti dapat melebutkan dan melembabkan kulit, tidak menimbulkan iritasi, paraben free, bisa multifungsi sehingga cocok dibawa berpergian bersama dengan keluarga.

Cons: Baunya seperti obat, harganya cukup mahal, masih meninggalkan stain saat digunakan untuk menghapus makeup.

Rating

Saya memberikan nilai 4 dari 5 untuk produk ini sebagai pelembab tubuh karena terbukti membuat kulit sehat dan lembut dengan redwin sorbolene moisturiser, dan nilai 3,5 dari 5 untuk produk ini sebagai makeup remover. Jadi rata-rata nilainya 3,75 dari 5.

Harga

100 ml (Rp. 75.000) dan 500ml (Rp. 165.000)

Availability & Where to Buy

penjual redwin sorbolene

Demikian review saya tentang produk Redwin Sorbolene Moisturiser. Info lebih lanjut tentang produk Redwin Sorbolene lain dapat dilihat pada: https://www.facebook.com/RedwinIndonesia/

Semoga review ini bermanfaat ya! Terimakasih sudah berkunjung! 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cara Malas yang Murah Membersihkan Muka, Review Garnier Micellar Cleansing Water

garnier-micellar-water

Review Garnier Micellar Cleansing Water ini sekaligus adalah catatan perkenalan pertama saya dengan micellar water. Sebelumnya, saya menggunakan cleansing butter disusul dengan sabun muka. So boring aren’t they? Hehehe…. Ga sesuai banget sama tagline nyonyamalas yak, yang selalu nyari cara terpraktis dan termurah. Mau bagaimana lagi, sebenarnya saya juga ga betah dengan step-step cleansing yang panjang.  Tapi mengingat kulit saya rewel, saya tahan-tahan,  daripada iritasi atau alergi. Apalagi micellar water yang sebelumnya hype banget di Indonesia harganya masih lebih mahal dari cleansing butter andalan saya. So, saya ga punya alasan buat berpaling, dong.

garnier-micellar-water

Saya mulai tertarik dengan Garnier Micellar Cleansing Water , ketika di grup WA Indonesian Female Blogger, temen saya Tia, announce kalau di Lazada ada promo produk ini. Satu botol diskon jadi Rp 15.000,00. Dasar emak-emak ya, kalau denger diskon langsung noleh. Harga segitu untuk 125 ml micellar water tu fantastis loh, even untuk harga normalnya Rp 30.000,00 juga udah termasuk murah. Namun, saya masih bergeming untuk membelinya. Mau nunggu respon temen-temen dulu setelah pakai bagaimana. Ternyata so far oke, kata mereka.

Di FemaleDaily juga saya cek rata-rata ratingnya 4. Trus lagi di vogue.co.uk, produk ini masuk 10 best micellar water! Berarti ini best produk dengan harga ter-murce per tetesnya.

Now, we’re talking about the product.

Keterangan Produk

Nama Produknya adalah Garnier Micellar Cleansing Water dengan dua macam varian yang ditandai dengan warna tutup yang berbeda; pink dan biru. Untuk yang tutup biru nama produknya ditambah embel-embel Pure Active. Produk ini diproduksi oleh Garnier, bagian dari L’OREAL Group Company.

garnier-micellar-cleansing-water-indonesia

Kemasan

Wadahnya menggunakan botol plastik dengan tutup flip flop yang rapat tapi mudah dibuka. Ringan, mudah dipegang dan bentuknya yang pipih membuatnya jadi travel friendly. Mungkin memang sengaja didesain buat mudah dibawa pergi-pergi ya. Soalnya yang keluar di Indonesia juga baru yang ukuran kecil. Cuma 125ml. Bagi yang menggunakan micellar water sebagai produk pembersih muka yang utama pasti terasa kurang gede ya, tapi untuk saya, ukuran ini terasa pas.

garnier-micellar-cleansing-water-botol

Formula

Teksturnya cair seperti air biasa, encer, tidak berminyak dan tidak lengket. Bedanya dengan air biasa, Garnier Micellar Cleansing Water berbuih kalau di kocok. Yang membuat produk ini efektif infonya adalah adanya micelles. Yang berfungsi mengikat dan menangkap kotoran kaya magnet gitu. Saya ga terlalu ngerti kimia sih. Hahaha…. Buat saya yang paling penting, produk ini tidak berbau sama sekali dan tidak mengandung alkohol. Oiya formula yang tutup biru ditujukan untuk kulit berminyak sementara yang pink untuk kulit kering sensitif.

Kegunaaan dan Anjuran Pemakaian

Sebagaimana micellar water lain, Garnier Micelar Cleansing Water digadang-gadang bisa digunakan sebagai facial wash, makeup remover dan moisturizer. All in one. Cara menggunakannya adalah dengan menuangkannya di kapas. Kemudian mengusapkannya di wajah sampai kotoran di wajah terangkat. Penggunaan produk ini tidak memerlukan proses pembilasan.

Results

1 . Untuk Membersihkan Make Up

Untuk tes pembersihan make up saya men-swatch beberapa produk make up yang biasanya saya pakai sehari-hari yaitu: lipstick, lipstick matte, eyeshadow, eyeshadow yang shimer, maskara, eyeliner (pensil), pensil alis, liquid foundation yang sheer dan concealer.

img_5205

Kedua variannya memiliki kekuatan membersihkan yang sama menurut saya. Untuk sekali usap, hanya liquid foundation saya yang bersih sempurna, sementara yang lain masih tersisa warnanya.

satu kali usap dengan varian pink

satu kali usap dengan varian pink

swatch-biru

satu kali usap dengan varian biru

Seluruh makeup, kecuali lipstick merah gonjreng (yang paling atas) bersih sempurna setelah 3-4 usapan lembut. Sementara stain lipstick merah harus agak di tekan usapannya baru bersih sempurna. Kapas yang digunakan satu bolak-balik untuk masing-masing varian.

swatch-3x

tiga kali usap

swatch-bersih

finalyy!

2 . Untuk Membersihkan Bare Face

Tes pada muka saya bare face di siang hari ini yang malah bikin saya kaget. Kotoran yang terangkat banyak banget. Padahal saya seharian itu hanya di rumah karena sedang sakit. Memang sih, saya belum mandi. Tapi two thumbs up buat produk ini yang ngangkat kotoran wajah sampai segitu bersihnya. Bisa jadi pilihan untuk morning routine, membersihkan sisa-sisa skin care malamnya. Oiya, produk ini juga tidak bikin kulit saya merah atau muncul beruntusan.

garnier-micellar-cleansing-water-bare-face

Saya ga terlalu merasakan perbedaan antara varian biru dan pink. Keduanya terasa lembut dan tidak perih di kulit kering saya. Bahkan di mata juga tidak terasa perih. Bener-bener di luar ekspektasi, pantas kalau banya review positif tentang produk ini.

Harga

Rp 30.000,00 untuk 125ml.

Pros and Cons

Pros:

  1. Murah
  2. Bersih
  3. Ga meninggalkan rasa lengket
  4. Terasa tetap lembab, bahkan di kulit saya yang cenderung kering
  5. Wadahnya rapat dan mudah dibawa

Cons:

  1. Untuk makeup yang stainnya kuat, perlu beberapa kali usap.

Rating

5/5

Repurchase?

Yes! Praktis, murah dan efektif. Walaupun saya tetap akan melakukan double cleansing untuk rutinitas malam hari, namun persediaan produk ini untuk masa-masa darurat dan senjata on the go itu wajib.

Availability & Where to Buy

Sejak di launch di Indonesia pertengahan November 2016. produk ini mudah banget ditemukan di drugstore maupun online shop.

Mungkin kamu seperti saya, yang konvensional banget tentang cara membersihkan muka. But, trust me, dengan harga segini ga rugi juga nyobain produk baru ini. Siapa tahu bisa jadi penyelamat di saat-saat malas, hahaha…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!