Menyiapkan MPASI Homemade: Antara Tenaga, Waktu dan Alat Masak

Sebagai ibu bekerja dari setengah delapan pagi sampai jam lima sore, tantangan terbesar dari menyiapkan MPASI homemade adalah masalah tenaga dan waktu. Jujur yes, bangun pagi yang ada di pikiran cuma masak MPASI (kadang masak sarapan malah nggak kepikiran), pulang kerja yang dipikirin adalah bahan MPASI buat besok.

No. no, no, saya tidak sedang mengeluh. Jujur, masak MPASI untuk Gayatri adalah salah satu kegiatan stress release saya selain menulis. Apalagi saya sadar dengan masak MPASI sendiri saya bisa memastikan nutrisi yang masuk ke tubuh Gayatri sesuai dengan kebutuhannya. Tailor need gitu. Tapiiiii…. yang bikin setres adalah cucian alat masaknya. Hahaha….

menu mpasi

Tapi karena keterbatasan anggaran, saya nggak beli alat masak MPASI yang fancy. Hampir semua pakai peralatan dapur yang ada dan ditambah kado-kado lahiran. Misal: panci ya saya pakai yang memang sudah kami miliki, untuk ngukus kami pakai dandang atau rice cooker kecil jamanan ngekos, buat menghaluskan makanan saya pakai saringan besi atau blender segede gaban. Belum lagi mangkuk-mangkuk: untuk defrost, untuk menghaluskan/ menyesuaikan tekstur juga. Jadi ya kebayang kan gimana cuciannya hehehe….

Oiya, ada slowcooker, tapi itu cuciannya rada PR juga ya, soalnya berkerak. Harus direndem dulu, endebrai endebrai…. Kadang mikirin cuciannya itu yang bikin males masak. 😛

That’s why saya iri dengan comment Mak Echa di FB tentang masak MPASI pakai Baby Food Maker. Dia bilang dengan satu alat, dia bisa melakukan banyak hal. Yang artinya, praktis, cepat serta cucian alat kotornya pun sedikit. Makin banyak waktu dan tenaga Ibu untuk memikirkan menu yang variatif atau bermain dengan anak. Kebayang kan enaknya….. Duh….

Iri

Iri

Iri

(bergema tiga kali biar manteb)

heheheMakanya pas The Urban Mama bareng Philips Avent bikin blog competition dengan hadiah Baby Food Maker ini, saya langsung bertekad ikutan. Mau tau apa aja alasan yang bikin saya ngir plus ngiler dengan alat masak satu ini? Cek ya atu-atu:

1 . Praktis

Sesuai namanya, 4 in 1 Healthy Baby Food Maker punya 4 fungsi dalam satu alat. Fungsinya itu 1) mengukus, 2) menghancurkan, 3) menghangatkan dan 4) defrost atau menyairkan. Semuanya dikerjakan dalam satu tabung ukuran 1.000 ml. Cukupan untuk masak beberapa porsi, namun ukurannya compact. Cuma perlu bersihin satu tabung saja untuk keempat fungsi di atas. Ohhh indahnya dunia ini….

baby food maker

2 . Nutrisi tetap terjaga

a. Avent Sahabat Ibu mendesain produk ini dapat mensirkulasikan uap dari bawah ke atas. Sehingga memastikan semua bahan matang merata. Kemudian semua nutrisi, tekstur, dan cairan yang dihasilkan disimpan untuk diblender kemudian. Ga ada yang terbuang seperti jika menggunakan peralatan masak yang berpindah-pindah.

b. Ada fungsi alarm (bunyi bip) yang mengingatkan Nyonyah kalau makanan sudah masak. Jadi meminimalisasi overcook, yang bisa merusak nutrisi makanan.

3 . Versatile sesuai tahapan usia

Dengan alat ini, Nyonyah bisa menyesuaikan tingkat kekasaran makanan dengan usia anak karena tersedia beberapa mode pengaturan kehalusan penghancuran makanan. Hal ini bermanfaat banget, karena kan selama ini kekawatiran sebagian ibu yang menggunakan blender adalah kesulitan menaikkan tekstur bubur bayi. Sementara kenaikan tekstur pada makanan penting bagi perkembangan kemampuan otot lidah, mulut dan rahang saat mengunyah dan belajar berbicara.

Kalaupun usia anak sudah seusia Gayatri (13 mo), alat ini pun masih bermanfaat sekali untuk menyiapkan variasi makanan. Saya membayangkan membuat saus tomat homemade dengan alat ini, untuk melengkapi pasta favorit Gayatri. Selain itu saya juga kebayang bikin dip in sauce dari buah-buahan untuk menambah nutrisi saat Gayatri makan biskuit. Jadi pas dia makan biskuit bisa dicelup-celup dulu, dan nambah vitamin deh. Yuuuummm!

ngiler

Duh…. mau bikin apa lagi ya….

Kayanya dengan menggunakan alat yang efisien, tenaga dan waktu yang digunakan jadi minimal, saya bisa lebih rajin berkreasi untuk memberikan makanan bernutrisi. Pada jadi kepengen juga nggak sih?

*

*

*

Artikel ini diikutsertakan pada #TUMBloggersCompetition #AventSahabatBunda. Nyonyah-nyonyah juga bisa mengikuti kontes promo Apresiasi Cinta Bunda loh, ketentuannya sbb:

ACB-PromoPage-1875-01ACB-PromoPage-1875-02

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

10 Comments

  1. Mba Ella aku merasakan loh waktu zamannya Neyna MPASI aku sampe tidur tengah malam meracik buat besok begitu aja seterusnya sampe ketemu slowcooker dan emang harus direndem pulak duh masa2 itu buatku perjuangan tapi seengaknya meski aku kerja aku no way banget sama yang instan..next adiknya semoga aku juga punya philips avent ini 🙂

  2. Sama deh mbak. Mupeng banget sama food maker Philips ini 😄 selama ini pakai alat konvensional aja, lumayan tenaga dan nyucinya. Padahal sy di rumah aja.apalagi kl ibu bekerja, whewww kebayang rempong dan capeknya

  3. sama banget mbaa..
    aku juga sarapan sering gak kepikiran, yg kepikiran cuma makannya si Faza. haha
    dan soal cucian, itu sih gak usah diomongin, males gilaaakkk. belom lagi nyuci botol ASIP juga kan. hadehh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *