Sarapan Supaya Sigap dan Berdaya

Saya sempat tertohok saat Mas Domas, suami saya, cerita Dia habis kena tegur oleh Bos-nya (untuk mudahnya kita sebut Beliau “Bos Jepang”) di pantry. Singkat cerita ternyata si Bos Jepang negur karena melihat Mas Dom makan mie instan di pantry. Dia bilang mie instan is no good. “No no no good. Suruh istri kamu siapin makan, bawa bekal ke kantor. Lebih sehat,” begitu katanya. Beliau sendiri memang selalu bawa bento dengan menu makan kumplit khas bento orang Jepang untuk makan siang, dan kami menebak kalau Beliau pastinya sudah sarapan di rumah.

Saat itu saya cukup salut dengan Bos Jepang, setahu saya mereka jarang sekali ngobrol masalah pribadi, cenderung ngomong yang terkait dengan pekerjaan. Dan ketika masalah sarapan ini dibahas di kantor, saya jadi menyadari bahwa sarapan menjadi sesuatu yang krusial di dalam kultur kerja keras orang Jepang.

setrong

Well, logis juga si. Untuk dapat bekerja dengan baik dan fokus, tubuh memang perlu didukung dengan nutrisi yang baik. Jadi, yuk sarapan supaya tubuh sigap dan berdaya!

1 . Tapi, Kenapa Tidak Sarapan?

Bikin Mules (Kalau Terlalu Banyak)

Terkait dengan teguran Bos Jepang di atas, dalam hati saya memberontak, “Yeeee, siapa juga yang kagak nyiapin makanan, wong dianya (Mas Dom) aja yang sering males sarapan”. Alasannya? “Kalau sarapan, aku jadi mules-mules, ngerasa kebelet buang air besar melulu”.

Alasan suami saya ternyata tidak mengada-ada loh. Menurut Kemenkes di Lembar Berita Jejaring Informasi Pangan dan Gizi, sarapan yang terlalu banyak cenderung akan mengganggu pencernaan. Tapi bukan berarti kita boleh tidak sarapan loh. Harusnya hal tersebut diminimalisasi dengan membatasi porsi sarapan. Jangan yang berat-berat Komandan.

Tidak Sempat

Selain karena masalah mules tadi, biasanya alasan kami tidak sarapan adalah karena tidak sempat. Yang pertama tidak sempat menyiapkan, atau yang kedua tidak sempat makannya.

Alasan yang lazim kan, saya yakin deh, teman-teman juga banyak yang sering mengalami. Apalagi yang Ibu-ibu, pagi-pagi mah sibuk ngurus anak dan suami. Anak dan suami kelar, lanjut beberes rumah. Tiba-tiba aja eh sudah jam sepuluh pagi. Padahal kan sarapan sebaiknya dilakukan sebelum jam sembilan tuh.

Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.
-Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI-

Tapi HARUSNYA kalau sudah niat pasti ada aja jalannya.

Nggak sempat menyiapkan sarapan? Ya pilih menu makanan yang praktis pembuatannya, sehingga cepat penyiapannya. Nggak sempat makannya? Ya pilih makanan yang praktis makannya, jadi bisa dimakan saat di mobil, misalnya. Serta pastikan makanan yang dipilih padat gizinya, sehingga cepat dimakan namun sudah mengandung nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Iya kan iya kan? Setuju?

Bosan

Alasan yang lain adalah, “Bosan dengan menu yang itu-itu saja”. Iya juga sih, saya jadi ingat, dulu jaman masih bocah, sarapan paling ya mie instan atau roti tawar atau nasi pakai telur ceplok. Maklum, kedua orang tua saya bekerja, dan kami semua masuk jam tujuh pagi. Kadang memang terbersit rasa bosan dan tidak semangat sarapan.

Tapi kalau sekarang, saya jauh lebih kreatif daripada Mama (hehehe, sorry to say Maaaakkk!). Ada beberapa menu sarapan praktis yang bisa saya buat di pagi hari. Saya share di akhir artikel ini ya.

2 . Manfaat Sarapan

Seringnya sarapan dianggap sepele dan tidak penting membuat 225 ahli gizi, ahli pangan, dan praktisi kesehatan pada tahun 2012 merekomendasikan tanggal 14-20 Februari diperingati sebagai Pekan Sarapan Nasional sebagai trigger kesadaran masyarakat terhadap manfaat sarapan.

Do you realize?

Sadarkah teman-teman, kalau pas tidur tubuh kita “puasa” tanpa asupan makanan/ minuman selama hampir delapan jam. Ibarat tangki mobil sudah kosong melompong kan itu perut di pagi hari. Namun, bukan berarti sarapan hanya penting untuk memenuhi perut kosong semata. Nutrisi yang ada di dalamnya jauh lebih penting. Jadi tidak hanya asal kenyang.

Sarapan Mendukung Prestasi dan Aktivitas Sehari-hari

Seperti halnya mobil yang membutuhkan bensin dan oli untuk dapat berjalan, maka tubuh kita pun membutuhkan macro nutrients dan micro nutrients untuk dapat beraktivitas secara optimal. Dan berhubung pekerjaan/ sekolah dimulai dari pagi hari, tentu “isi tangki”-nya juga di pagi hari dong alias sarapan.

kuat

Nggak bisa dirapel tar siang aja gitu?

Kagakkkk! Soalnya kan dalam sistem pencernaan tubuh, makanan yang dibutuhkan tidak bisa sekaligus disediakan tetapi dibagi dalam 3 tahap yaitu tahap makan pagi, tahap makan siang dan tahap makan malam. Jika skip di pagi hari maka gula darah di dalam tubuh akan turun dan membuat kita menjadi lemas lunglai tak sigap tak berdaya.

Intinya sarapan berkaitan dengan kebutuhan sebagai berikut:

  1. Kecukupan energi sebagai bahan bakar tubuh.
  2. Kecukupan gizi lain untuk menjaga fungsi tubuh lain, menjaga daya tahan tubuh, meregenerasi sel, dll. Misalnya: tubuh membutuhkan vitamin A, B1, B2, asam folat dan kalsium. Asam folat digunakan untuk pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah merah. Asam folat bersama-sama dengan vitamin B6 dan B12 dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Hasil Penelitian

Pendapat kalau sarapan mendukung prestasi dan aktivitas sehari-hari bukanlah pepesan kosong yang tanpa dasar loh…. Dalam paparan Prof. Ir. Hardinsyah, MS. PhD (dosen IPB) menyatakan bahwa dalam jurnal Brown (2008) yang mereview 102 penelitian yang dilakukan pada tahun 1982-2007, dapat disimpulkan bahwa anak sekolah yang sarapan memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang tidak sarapan sebagai berikut:

  1. Mempunyai kemampuan daya ingat yang lebih baik.
  2. Memiliki daya juang, konsentrasi atau perhatian yang lebih baik.
  3. Memilki kemampuan membaca, berhitung serta nilai kemampuan sejenis yang lebih baik.
  4. Lebih jarang sakit dan jarang pusing, sakittelinga, sakit perut.
  5. Memiliki stamina yang lebih baik.

love love

Terbukti bukan jika sarapan itu penting kan. Oleh karena itu maka yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah tips dan trik bagaimana bisa sarapan walaupun terdapat hambatan waktu serta kebosanan.

Terimakasih sudah mampir ya, semoga sharing kali ini bermanfaat. Salam sayang…..

sarapan biar sigap

Sumber:

http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/11/LEMBAR-INFORMASI-NO-2-2011. pdf

http://pergizi.org/images/stories/downloads/materi_PESAN/materi3. pdf

http://gizi.depkes.go.id/download/Pedoman%20Gizi/PGS%20Ok. pdf

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

7 Comments

  1. Penting banget! Kalau telat sarapan, aku lemah letih lesu lunglai 🙁
    Btw lucuuuu si icon ibu-ibu itu. Trus penasaran, yang jadi alas foto apakah gendongan Neng Gaya? :))

  2. sejak kecil selalu diingatkan alm ibu buat sarapan mba kata alm ibu kalau nda sarapan nanti kamu ga konsen mikirin makanan mulu mau gimana belajarnya akhrinya sampe sekarang pun aku mau beranak 2 netapin itu ke suami n anak. meksi kalau suami emang katanya suka mules kalau makan pagi wkwkwk kirain suami doang ternyata ada juga yg merasakan sama.

    biasanya buat sarapan aku simpel2 mba salah satunya energen ini sudah termindset gitu kalau aku ga sempet bikin kek roti nasgor minimal pada minum energen deh hahaha tapi aku belum pernah di variasi mba cukup seduh energen saja *minim kreatif :p

    • Hihih, betul mbak kata alm Ibu kalau nggak sarapan, rasanya tu nggak konsen, pengen manggil OB mulu buat bikinin mie instan…. Heheheh….

  3. aku juga nih nggak pernah sempat nyiapin menu buat sarapan. yang disiapin malah menu buat makan siang. jadinya aku sarapannya beli nasi bungkus. hehe

  4. Kata suamiku oats itu sanggup nahan laper dari sarapan sampe mau istirahat makan siang. Makanya aku suka bikinin oats. Cuma kalo oats mulu suka bosen takutnya hehehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *