Working Mom dan Sepatu Pantofel

Chit chat sedikit ya. Kalau ditanya apa yang paling berubah dari sisi penampilan saat bekerja, saat sudah menjadi ibu dibanding sebelumnya. Kalau saya selain sekarang selain lebih sering memakai baju menyusui atau setidaknya baju berkancing depan, saya juga lebih suka pakai sepatu yang nyaman buat moving-moving pas hamil maupun kalau perlu sambil gendong anak.

Yap. Saya concern soal sepatu yang dipakai saat bekerja karena kan kalau kerja 8-5 pakai sepatu ya. Lebih lama pakai sepatu daripada lipstik. Lipstik mah jam makan siang juga uda bubar jalan. Hehehe….

Oleh karena itu sekarang saya no more high heels. Goodbye beauty is pain. LOL. Wkwkwkwk….

Risiko Menggunakan High Heels

Ga bisa dipungkiri si heels bikin postur tubuh jadi keliatan indah, tapi sekarang jauh lebih mikirin kenyamanan dan kesehatan sih. Selain jadi mudah lelah dan juga bikin mager, ada beberapa risiko lain yang saya kawatirkan saya hadapi kalau pakai high heels :

  • Nyeri punggung. Kalau kamu pakai high heels, berat badan kamu bakal terkonsentrasi pada bagian depan. Hal itu bikin sirkulasi darah menjadi rendah di daerah itu. Selain itu, bisa juga nimbulin di bagian belakang dan pinggul.
  • Tekanan pada kaki. Jepitan heels bisa bikin kaki sakit,
  • Berjalan tidak seimbang. Heels bisa ngubah postur tubuh, tetapi gak semua orang bisa nyeimbangin badan dengan baik saat memakainya. Karena itu, resiko keseleo jadi meningkat.
  • Penyakit tulang belakang. Keselarasan tulang belakang berubah saat mengenakan heels. Alhasil, ini bikin rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa muncul.
  • Kuku kaki tumbuh ke dalam. Studi menjelaskan kalau alasan utama di balik kuku tumbuh ke dalam ya penggunaan high heels. Kalau udah kejadian, kuku bakal sakit banget buat “dinormalin” lagi.

 

working mom dan sepatu

Alternatif Sepatu Kerja

Daripada menghadapi itu semua saya mending ganti model untuk aktivitas sehari sehari, jadi ke arah sneakers untuk casual atau pantofel yang relatif lebih nyaman. So far, kerjaan kantor nggak masalah sih. Maksudnya boleh-boleh saja tidak menggunakan high heels. Pantofel aja sudah cukup resmi untuk kantor saya.

Buat masalah selera, juga nggak jadi soal buat saya. Soalnya sepatu pantofel sekarang ada banyak modelnya, dari model bertali, pakai perekat, atau selop langsung. Kekinian. Nggak cuma yang standar ala-ala Ibu Guru. Bahkan saya pernah pakai pantofel gitu di suatu acara Blogger dan menangin best look dong. Jurinya Ussy Sulistyowati. #Aseeek #TrendyAbis

Coba deh simak macam-macam model pantofel wanita di bawah ini:

  • Oxford Shoes. Sepatu pantofel ini bisa dikategoriin sebagai sepatu resmi dengan tambahan tali kecil. Mirip sneakers lah. Model ini dibuat dari kulit binatang seperti reptil, atau juga kulit sintetis.
  • Dress Shoes. Model dress shoes biasa dipakai buat acara smart casual (semi formal) hingga formal. Biasanya, model berwarna coklat atau hitam. Kadang ada juga varian lain seperti burgundy, oxblood, chestnut, cordovan, dan putih. Bahannya sendiri terbuat dari kulit.
  • Casual Shoes. Sama kaya namanya, casual shoes dipakai secara kasual, di suasana santai. Bisa juga sih dipakai ke acara semi formal.

Contoh Sepatu Pantofel

Sepatu pantofel wanita jenis oxford di bawah ini namanya Wingtip Rumbai. Warnanya coklat tua. Di atasnya dilengkapi tali dengan warna coklat yang lebih tua lagi buat ngiket kaki. Uniknya, produsen membuat rumbai di bagian depan berupa untaian tali. Jadi bikin kesannya nggak kaku gitu. Rumbai ini dibuat dari bahan kulit yg sama dengan penyusunnya, yaitu full up. Pengrajin menggunakan sol kulit nabati.

Wingtip Rumbai

Di depan rumbai, ada lengkungan dengan pola lubang-lubang kecil. Overall, kesan dari sepatu pantofel wanita ini adalah klasik dan elegan. Tapi tetep cuteeeeee. Buat membawa pulang Wingtip Rumbai, Nyonyah perlu mengocek kantong 715 ribu rupiah.

Embracing Local Products

Uniknya produk pantofel di pasaran tentu gak lepas dari tangan pengrajinnya. Yup, keterampilan dan kreativitas mereka patut diacungi jempol. Simak yuk beberapa label sepatu pantofel wanita LOKAL yang udah sukses. Indonesia !

  • Moodshoes. Orang bilang Bandung surganya kreativitas. Salah satu buktinya adalah keberadaan Moodshoes yang terus menghasilkan sepatu handmade. Mereka menggabungkan jenis kulit pull up untuk outer dan kulit kerbau untuk sol. Sol itu dikerjakan pakai teknik rossel stick down. Supaya kakimu gak lecet, Moodshoes pakai bahan suede dan spons buat bagian dalam sepatu.
  • Masabu Shoes. Keunggulan label ini adalah pemakaian kulit asli pada setiap pantofel yang dibuat. Selain itu, dia juga punya khas broguing alis lubang aliran udara. Jadi, kakimu gak akan pengap.
  • Hello Youli Shoes. Hello Youli khusus memproduksi sepatu pantofel. Produknya bisa digunakan ke beragam acara, formal atau kasual. Modelnya sendiri punya khas simpel, cantik, dan elegan.
  • Hello Voila. Hello Voila adalah pengrajin asal Bandung yang juga demen pakai kulit asli. Ada model oxford, serta model loafer. Bedanya, oxford pakai tali, kalau loafer tinggal masukin kaki langsung.
  • Pengrajin KYO cerdik banget bikin pantofel dengan gradasi warna menarik. Ia menggunakan bahan kulit, jadi awet. Detail sepatu juga rapi dan gak mudah lepas.

 Where to Buy ?

Bersyukurnya label-label tersebut sudah bisa dibeli online. Kita bisa menemukan sepatu pantofel wanita ataupun pria di Qlapa.com. Oiya, Qlapa adalah situs yang menghubungkan pengrajin di daerah dengan pasar dunia. Lewat situs ini, produk para pengrajin bisa diliat siapapun di manapun. Bermanfaat sekali buat Nyonyah-nyonyah yang strugling banget bagi waktu antara kerjaan/ urusan rumah dengan urusan belanja belanji.

Kalau Nyonyah, apakah masih pakai high heels untuk daily?

Sharing dong apa sepatu favoritnya…. Salam sayaaang…..

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

2 Comments

  1. Udah coba sepatu Serlium blm, Mbak? Buatan orang Malang. Itu enak bgt. Mengingat dr kulit, tapi harganya masih di bawah 500. Heppiiiiy bgt ga, tuh? Masalahnya adalah, saat buka PO kudu senggol bacok, ahahahaha

    • Noteeeddd Mbaaaa, aku tadi cari juga, ada di Qlapa, cuma ga ada produknya. Mungkin uda keburu abis di PO yak….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *