Pengalaman Meal Prep Seminggu #1

Minggu lalu saya sudah share hasil kajian pustaka (alias googling, hahaha) mengenai pengalaman-pengalaman orang lain dalam melakukan meal prep. Biar related, resume-nya bisa dibaca dulu di:

Sebenarnya masak sendirinya sudah dilakukan selama beberapa minggu, namun meal prepnya baru sekitar semingguan. Nah, kali ini saya mau cerita pengalaman saya selama meal prep seminggu ini.

TRIAL AND ERROR

Sebelum saya cerita bagaimana saya melakukan meal prep saya mau mengutip stories IGnya @miunmiunan, salah satu yang selalu saya pantau tips meal prepnya. Begini katanya:

meal prep minggu I nasehat miun

Saya setuju banget, kalau dalam meal prep ini, selain harus “belajar” dari orang lain dengan baca/ minta masukan, juga harus trial error sendiri. Karena kan kondisi orang beda-beda. Kebutuhan masing-masing keluarga beda. Selera juga beda-beda. BAHKAN, tujuan meal prep juga bisa bedaaaaa.

Kaya kemarin saya ngobrol sama Mbak Kidung. Tujuan meal prep beliau adalah untuk mendukung dietnya. Jadi beneran tu Mbak Kidung merhatiin banget setiap nutrisi, dan mengkritisi gimana idealnya setiap bahan dimasak. Nah, kalau saya tujuannya lebih ke ngirit dan praktis, selain juga pengen sehat juga. Jadi ya mungkin saya versi slebornya. 😛

Beda kan?

BEDA ITU BIASA

Bedaaaaa! Apalagi kalau mau dibandingkan dengan Mbak @atiit yang meal prep demi mengurangi foodwaste sekaligus mendukung gaya hidup berkesadarannya. Jelas, meal prep-nya @atiit lebih banyak menggunakan produk-produk organik dan mendukung lingkungan berkelanjutan.

Bukannya saya nggak pengen begitu ya, tapi kan pelan-pelan, Nyah proseeees, proseeeeesss…. Emak saya lihat saya mulai ke dapur aja bangga minta ampun uda kaya saya menang Olimpiade Fisika. Yang adalah nggak mungkin, karena saya tiap pelajaran Fisika mabal, dan sering remidial.

Satu lagiiiiiii yang tidak bisa dihindari: beda selera.

Saya nggak bakal bisa masakin suami saya healthy food kaya yang dimasakin Jenifer Bachdim ke suaminya. Yang semacam guacamole, oat, chia puding, dll. Yang ada mah suami saya kabur, kaga mau makan di rumah. 😛

Demi kesehatan harus mau dong!

Ya nggak bisa maksa gitu juga si. Perspektif orang akan makanan kan beda ya. Untuk sementara ini, saya memilih untuk menghormati pilihannya. Kasihan dia, uda harus menerima saya apa adanya, masa harus menerima makanan yang nggak sesuai selera juga. Setidaknya saya pastikan makanan kami sekarang lebih sehat dari pada kalau dia makan junk food melulu di luar rumah. Ga super sehat, gapapa. Yang pasti selangkah lebih baik.

PELAN-PELAN SAJA

Kalau ini pesan khusus dari saya, hehehe. Terutama buat orang yang kemampuan masaknya seperti saya, tingkat kemalasan seperti saya namun selera makannya juga tinggi kaya saya. Don’t over do meal prep. Pelan-pelan saja. Karena meal prep ini kan semacam maraton ya. Jangan sampai terlalu idealis tapi malah jadi ga jadi-jadi dilakukan mengingat kemampuan yang belum seberapa.

Gagal mulu kan bikin sutris ya. Jadi start dari yang kita suka, kita familiar dan kita bisa. Nanti dievaluasi, trus lama-lama kita usahakan untuk naik kelas. #selftalk #semogaistiqomah

MEAL PREP MINGGU I

Langkah-langkah yang saya lakukan:

  1. Cek bahan makanan yang masih ada di rak dan kulkas.
  2. Membuat rencana menu seminggu.
  3. Memperkirakan kebutuhan bahan baku sesuai menu mingguan di poin 2.
  4. Belanja.
  5. Nyicil Meal Prep.

 

meal prep minggu I belanjaan

Apa saja yang saya siapkan:

  • Sayur dan Buah: Baby Buncis 1 pak, Brokoli 2 batang (4 ons), Kentang 4 butir (6 ons), Wortel 3 batang (4 ons), Tauge 1 pak, Pete 1 pak, terong ungu lonjong dua buah.
  • Protein Hewani: Daging sapi giling (1 ons), daging sapi semur (5 ons), sayap ayam (9 ons), hati ayam (3 ons), ampela ayam (2 ons), ceker ayam (6 biji), ayam kampung (1 ekor), Bakso, Udang.
  • Lain-lain: Tempe (6 buah ukuran sedang bungkus daun), Bumbu racikan (ungkep, sambal goreng ati, herbs (daun bawang, daun jeruk, sereh, dll).

Meal prep seminggu yang saya lakukan:

Sayur dan Buah:

  • Baby buncis, wortel, brokoli, saya cuci, potong-potong terpisah, blansir, dan simpan di frezeer. Hasilnya kurang memuaskan.

meal prep minggu I sayuran

  • Kentang 2 butir saya potong dadu, goreng, simpan di kulkas bawah untuk sambal goreng ati.
  • Kentang 2 butir saya potong-potong, rendam di air, saya simpan di kulkas bawah.
  • Tauge, pete dan terong saya biarkan di pacakaging, saya simpan di rak bawah kulkas.
  • Pepaya saya biarkan, belum sempat dipotong, di kulkas bagian bawah.
  • Alpukat saya tusuk ujungnya dengan tusuk gigi supaya nggak berserat dan diletakkan di suhu ruangan.

meal prep minggu I alpukat

Protein Hewani

  • Daging cincang saya taruh di chiller.
  • Bakso saya taruh di chiller.
  • Udang langsung dimasak tumis.
  • Sayap ayam setelah dibersihkan, saya potong jadi dua, kemudian saya rebus dengan bumbu ungkep. Tiriskan. Saya simpan sayap ungkep di kulkas bawah.

meal prep minggu I ungkep yam

  • Sambil ungkep ayam, saya rebus ayam kampung (cuci terlebih dahulu dalam kondisi terpotong-potong). Tiriskan. 3/4 air rebusan ayam (kaldu) setelah dingin saya simpan di botol di pintu kulkas. Ayam saya pisahkan daging dan tulangnya. Tulang ayam saya kembalikan ke panci bersama 1/4 air rebusan ayam. Masukkan ceker ke dalam panci, tambahkan air, daun jeruk dan sereh, untuk membuat kaldu ceker dan tulang sebagai dasar kuah soto. Daging ayam saya masukkan ke tupperware direndam 1/3 air sisa ungkepan sayap ayam. Nantinya ayam yang di marinade ini saya goreng untuk soto ayam. Kaldu ayam kampung yang tadi disimpan (3/4 bagian) untuk kuah sop.
  • Hati ayam dan ampela saya rebus dengan 2/3 air sisa ungkepan sayap ayam. Tambahkan sereh dan daun jeruk supaya tidak amis. Tiriskan.

meal prep minggu I ati ampela

  • Daging sapi (semur) saya potong-potong lalu saya rebus. Buang busa dan kotoran yang mengapung. Tiriskan. Simpan kaldu di botol. Sementara dagingnya di bagi dua, masing-masing disimpan di dalam tupperware tergenang kaldu. Saya bekukan di freezer. Satu bagian akan dimasak krengseng, satu bagian akan saya masak rawon bersama kaldunya. Hasilnya cukup memuaskan.

meal prep minggu I daging sapi

Lain-lain

  • Tempe saya simpan di kulkas bawah.
  • Herbs saya simpan di laci bawah kulkas.

LESSON LEARN

  1. Menu alternatif itu perlu. Buat jaga-jaga kalau tiba-tiba anggota keluarga ada yang nggak mood makan menu sesuai rencana. Atau malah tiba-tiba berinisiatif bikin menu makanan improvisasi. Kaya saya yang uda dua kali gagal bikin tumis tauge jambal asin, gara-gara taugenya dibikin ote-ote alias bakwan alias bala-bala sama Bapak Tuan Besar.
  2. Memperkirakan jumlah bahan baku ternyata tricky ya. Yang tadinya saya pikir bakal kurang ternyata malah sisa. Yang saya kira kebanyakan, tapi karena enak (ehm, muji masakan sendiri) eh ternyata habis sebelum waktunya. Apaun kejadiannya, yang pasti kita harus fokus untuk tidak belanja (kecuali tambahan sayur yang sudah direncanakan) kalau kulkas belum kosong.
  3. Jam belanja itu penting Kumendan! Kemarin saya berangkat kesiangan, jam 10, kelar jam 12. Karena kena jam makan siangnya Gayatri maka saya nggak bisa langsung meal prep tu. Nunggu dia makan. Habis dia makan, nunggu dia bobo siang. Mulai meal prep jadi jam 2-an. Terus kejeda lagi dia snacking dan mandi. Jadi ada beberapa bahan yang akhirnya aku olah besoknya.
  4. Tips yang sukses dilakukan oleh seseorang bisa jadi tidak sukses buat kita. Misal, ada yang sukses nyimpan sayur di freezer. Giliran saya, sayuran yang saya simpan di freezer menjadi alot, mungkin karena beda kulkas kali ya. Next time akan coba disimpan dalam kondisi mentah di kulkas bawah aja.
  5. Kalau bisa beli bahan daging sapi/ ayam yang sudah dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemarin saya belinya kurang pas, jadi takes time banget untuk motong-motongin lagi.
  6. Tempe mudah sekali busuk, jadi better dijadwal untuk dimasak paling awal.
  7. Kaldu sebaiknya difreezer kalau lebih dari 3 hari supaya tetap segar.
  8. Sisa (leftover) krengseng daging sapi bisa dibuat isi martabak telur.

meal prep minggu I martabak leftoverMartabak telur ala-ala.

CONTINUOUS IMPROVEMENT (NEXT TRIAL)

  1. Simpan sayuran dalam kondisi mentah terpotong-potong dialasi tisu.
  2. Belanja lebih pagi supaya bisa kelar hari itu juga.
  3. Coba bikin baceman bawang sendiri dan googling bumbu dasar biar nggak ketergantungan bumbu racikan Machmudah.
  4. Mau nambahin porsi buah dan sayur, karena setelah dievaluasi minggu ini kurang banget makan sayur. Awalnya mikir ah, nanti sayur beli di Kang Sayur aja takut cepet layu. Trus Kang Sayur lewat, sayanya nggak ngeh. #nyanyi lagu Yang Terlewatkan, Sheila on 7. Jadi nggak kebeli juga sayurnya.

meal prep minggu I kaldu

CLOSING

Waktu yang saya gunakan untuk meal prep seminggu masih lama (kalau ditotal, tanpa ngitung istirahat atau disambinya, kurang lebih 3 jam kali ya). Selain karena masih banyak tria errornya juga karena tipe meal prep saya yang mengolah lauk sampai setengah jadi.Tapi, beneran membantu rutinitas pagi saya menjadi lebih sederhana dan efisien. Soalnya tinggal cemplung cemplung dan cucian piringnya pun sedikit.

Apakah sistem ini akan cocok buat Nyonyah? IMHO, tergantung rutinitas harian Nyonyah dan makanan apa yang pengen dimakan ya.

Soalnya temen saya tiap hari sarapan telur ceplok ga masalah, jadi dia memilih nggak meal prep. Saya dan suami nggak bisa gitu. Terus lagi, ada yang aktvitas paginya nggak banyak, tapi malah lebih banyak “jalan” di weekend. Pola meal prep seminggu di weekend untuk hari-hari berikutnyaa juga nggak cocok.

So, balik lagi ke prinsip yang dibilang @miunmiunan tadi yak…. Selamat trial dan error, jangan lupa, beda itu biasa!

Salam sayaaang!

meal prep seminggu 1

ps. Maapkeun fotonya ala kadarnya, mana burem dan banyak yang skipppppp. Semoga minggu II bisa siang yak, jadi fotonya pun lebih bening, kaya kuah

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

6 Comments

  1. Meal prep ini baru ngetren ya belakangan ini? Menurutku emang helpful bgt. Dl pas kost di kost lama yg dapurnya lengkap peralatan masak, paling suka bikin meal prep. Ga nyangka sekarang hits. Nanti aku mau nerapin ini juga ah di rumah. Thanks sharingnya ya nyonya

    • Nggak penting hits apa nggak hits mah kalau buat saya, yang penting ngiriiiiiit! Wkwkwkwk….

    • alhamdulillah, dpt tips sambil ngakak2 sendiri..doain mba sy jg bener2 baru mulai menginjakkan kaki di olimpiade dapur🤣 mau nyoba yg seeeeseeederhana mgkin dulu😂 sgitu diblg males gmn guweeee mba??😭🤣

      • ya kalau gitu kita gandengan aja…. hihihi…. semangaaat mbaaaa dijaaaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *