Persiapan Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak

Acara resepsi pernikahan telah usai. Malam pertama menanti di depan mata. Lalu apa yang harus dilakukan?Alih-alih menasehati untuk mengambil paket perawatan di salon, Inez, sahabat saya sejak SMP, berpesan: “Minum susu persiapan kehamilan, La!”

“Astaga!” kata saya saat itu. Saya baru nikah Neng, belum mikir mau hamidun.

Saya tidak menanggapi serius pesannya, dan ternyata kehamilan datang tanpa menunggu saya sempat memikirkannya. Tanpa ada jeda masa menstruasi, saya positif hamil. Kami gembira sekali saat itu. Apalagi orang tua saya, janin di kandungan saya adalah calon cucu pertama. Digadang-gadang akan lahir tegap seperti Kakeknya jika laki-laki, dan cantik seperti Neneknya jika perempuan. Sayangnya, kami harus kehilangan kandungan saya secepat kabar datangnya kehamilan itu.

hiksSedih? Tentu saja.

Namun, tak larut dalam kesedihan, kami belajar dari kesalahan masa lalu. Kehamilan adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan baik. Demi kesehatan calon bayi dan kesehatannya di masa mendatang. Singkat cerita, saya hamil kembali, dan anak kami yang pertama sekarang telah berusia 20 bulan. Puji Tuhan, sehat, tinggi dan lincah bukan main. Seusai melahirkan dulu, saat suami saya meluncurkan niatan menambah momongan, Dokter Kandungan saya berpesan, jaga jarak antar kehamilan agar kondisi tubuh Ibu telah pulih sepenuhnya.

Siaaaap! Dan kini saat yang kami rasa sudah cukup. Empat bulan lagi, Gayatri sapih dan rencananya saya akan melepas IUD yang saya gunakan sebagai alat kontrasepsi. Masa ini akan saya pergunakan kembali untuk memersiapkan tubuh saya menyambut jabang bayi.

Apakah saya terdengar berlebihan, belum lepas IUD sudah persiapan kehamilan berikutnya?

Tentu tidak ya. Selain memiliki pengalaman buruk di masa lalu sebagaimana saya ceritakan di atas, saya juga memiliki data tentang bagaimana masa kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan anak di masa depan dalam jangka panjang.

Adalah kondisi bernama stunting, atau gagal tumbuh pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang mengimbas 29,6% balita Indonesia di tahun 2017. Angka yang kurang bagus, mengingat batas WHO adalah 20%. Kondisi ini terjadi karena pemberian gizi pada 1000 hari pertama kelahiran atau yang sering disebut dengan Golden Period tidak optimal.

persentase stunting balita IndonesiaSumber: Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id.

Dan sebagaimana mungkin tidak kita sadari benar, Golden Period dihitung sejak hari pertama kehidupan. Yap! Tidak salah baca. Kehidupan dalam konteks ini dihitung sejak hari pertama kehamilan, bukan kelahiran. Atau dengan kata lain sembilan bulan di kandungan sampai dengan usia anak dua tahun.

Oleh karena itu, saya sangat memperhatikan masa persiapan kehamilan. Supaya saat hari pertama sel telur saya bertemu dengan sel sperma suami, tubuh saya telah siap untuk dilekati embrio kesayangan kami berdua.

Lalu bagaimana saya selama ini memersiapkan kehamilan?

1 . Asupan Makanan Pra Kehamilan.

Berkaitan dengan pesan Inez di awal tadi, saya sempat bertanya pada dokter kandungan saya. “Apakah benar saya harus minus susu pra kehamilan untuk mendapat asupan yang terbaik bagi kehamilan saya nantinya?” Jawaban dokter saya, “Tidak.” Yang pasti saya harus memperhatikan adalah kecukupan asupan zat besi, asam folat dan kalsium.  Jadi, saya pun tidak ganti susu, saya tetap minum susu kesukaan saya seperti biasanya (Iya! saya sampai tua gini masih suka minum susu. Doyan!).

Sharing kali ini berdasarkan konsultasi saya dengan dokter kandungan saya ya, bisa jadi kondisi tubuh masing-masing Ibu berbeda. Jadi walaupun secara umum, sama, tapi saya juga menyarankan untuk berdiskusi dengan ahlinya.

makanan ibu hamilUntuk menyukupi kebutuhan zat besi, asam folat dan kalsium, menu makanan yang dikonsumsi tidak harus mewah, dari bahan pangan yang mudah ditemui pun banyak yang mengandung zat-zat tersebut. Berikut adalah contoh menu makanan paling mudah saya temui dan tentu saja saya sukai:

  1. Zat Besi : Daging merah, ayam, ikan, brokoli dan sawi hijau. Zat besi, selain diperlukan untuk kesehatan Ibu juga penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertumbuhan plasenta.
  2. Asam Folat : Alpukat, jeruk, brokoli dan kacang merah. Asam folat berperan untuk perkembangan tabung saraf yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang demi mencegah kecacatan.
  3. Kalsium : Susu, keju dan yoghurt. Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi bayi.

2 . Kesehatan Psikis dan Fisik Lainnya.

Concern saya yang juga tak kalah penting adalah masalah asma yang saya derita. Saya benar-benar ingin saya fit saat hamil sehingga, saya tidak perlu mengonsumsi obat-obatan. Dulu saat hamil Gayatri saya menyempatkan untuk rutin berenang dan melakukan yoga. Saat ini, karena suami tinggal di luar kota, kedua hal ini sulit untuk saya lakukan. Untuk itu saya mengakalinya dengan berjalan kaki saat berangkat ke kantor dari halte Trans Jakarta atau sebaliknya. Lumayan ya, setengah jam berjalan kaki setiap harinya membuat saya merasa lebih segar dan bugar.

Selain asma, yang sedang saya kawatirkan adalah kondisi psikis saya. Berjauhan dengan suami, dengan kondisi berkerja sambil mengasuh satu balita memang cukup menguras tenaga jiwa dan raga. Beberapa kali saya mendapati kelelahan yang terakumulasi kadang membuat saya merasa burn out.Tanda-tanda yang saya rasakan adalah seringnya saya sulit tidur, mood swing dan merasakan nyeri otot dan kepala.

tubuh dan jiwa yang sehat

Saya bersyukur dukungan suami begitu kuat, sehingga saya tidak mengalami depresi yang berat. Selebihnya untuk menjaga kesehatan psikis saya, saya menggunakan aromaterapi (tidak dianjurkan jika sudah hamil), melakukan meditasi dan juga mendengarkan musik. Hal-hal sederhana ini masih bisa saya lakukan sambil melakukan aktivitas sehari-hari bersama Gayatri, anak pertama saya, dan terbukti efektif.

Saya harap, kesehatan fisik dan psikis saya ini menolong saya mampu menjalani kehamilan dengan sehat dan juga mampu melahirkan pada waktunya. Kesehatan fisik dan psikis juga penting bagi kesiapan saya merawat bayi saya pasca persalinan, terutama untuk mencegah baby blues dan persiapan menyusui.

Jadi yang diperhatikan jangan hanya kesehatan fisik semata ya, kesehatan psikis juga penting!

3 . Pengetahuan untuk Memenuhi Gizi Bayi Setelah Lahir.

1000 hari pertama Kehidupan memang tidak berhenti saat bayi lahir. Setelah lahir, masih ada ratusan hari lagi yang masih harus diperjuangkan. Perjuangan memenuhi gizi bayi melalui ASI dan MPASI. Untuk itu penting bagi saya untuk belajar (lagi dan lagi) tentang menyiapkan ASI (dan juga ASI Perah, karena saya ibu bekerja) serta tentang menyiapkan MPASI.

“Menyusui adalah dasar kehidupan. Dukung ibu menyusui untuk mencegah stunting. Anak sehat, bangsa kuat”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), pada Puncak Peringatan Pekan Asi Sedunia (PAS) tahun 2018 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin pagi (20/8).

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, memaparkan beberapa data kajian dan fakta global dalam The Lancet Breastfeeding Series tahun 2016 membuktikan bahwa ASI Eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan. Lebih jauh lagi beberapa studi menyebutkan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam memperbaiki berat bayi lahir rendah (BBLR), stunting dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis dalam jangka panjang.

ASI mencegah stuntingSumber: Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Kesalahan yang saya lakukan saat anak pertama terkait ASI adalah saya berpikir pemberian ASI akan berjalan lancar-lancar saja, sehingga saya tidak perlu belajar tentang hal itu. Saya tahu pentingnya ASI dan ASI Eksklusif, namun saya tidak membekali diri saya dengan bekal ilmu yang cukup untuk menjaga produksi ASI saya dan bagaimana memanajemen ASI Perah. Akibatnya saya kehabisan stok ASIP di bulan ke-empat, setiap hari saya harus “kejar setoran” untuk memenuhi kebutuhan ASI Gayatri.

Berkaca dari pengalaman tersebut, pada bulan Agustus kemarin saya menyempatkan diri mengikuti seminar singkat tentang kebiasaan baik yang perlu dilakukan ibu menyusui yang dapat meningkatkan produksi ASI. Saya sempatkan khusus datang, karena kalau hamil nanti sudah akan lebih sulit untuk sering-sering berpergian jauh. Selain itu, saya juga mulai mengumpulkan informasi tentang bagaimana cara manajemen ASIP bagi ibu bekerja.

Untuk yang sedang mencari informasi juga, saran saya carilah info terkait:

  • pijat oksitosin,
  • pijat payudara,
  • posisibayi,
  • pelekatan bayi pada puting.

Bagi Ibu bekerja mungkin juga ditambah ilmu tentang:

  • power pumping,
  • cara menghitung kebutuhan ASIP,
  • cara menyimpan ASIP,
  • metode pemerahan ASI,
  • peralatan terkait ASIP.

Ilmu ini sebaiknya sudah dimiliki jauh-jauh hari ya, supaya setelah persalinan, Ibu bisa lebih tenang menghadapi tantangan yang dihadapi yang mungkin gampang-gampang susah.

Kalau terkait MPASI, pengalaman sebelumnya saya cukup lancar. Pembelajaran yang saya lakukan adalah membaca-baca lagi jurnal dan buku terkait MPASI untuk updating ilmu. Saya juga mengikuti talkshow-talkshow Kemenkes melalui media online seperti video anjuran memberikan menu mengandung Ikan sebagai pencegahan stunting berikut:

Sumber: www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id. Website ini cukup banyak menyediakan informasi terkait sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh Kemenkes dan relatif mudah saya tonton, baca dan nikmati informasinya.

Sekian sharing dari saya tentang bagaimana saya mempersiapkan kehamilan sebagai cara pencegahan stunting. Semoga sharing kali ini bermanfaat ya! Salam sayang….

 

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

42 Comments

  1. Jadi inget jaman masih kasih ASI dan kerja .. benar mba kejar setoran. Walau deras tapi, anak-anakku pun minum ASI nya jg kencang. Perjuangan banget deh pokoknya. ♥️ Banget sharing dan tulisan nya mba.

  2. Aku termasuk orang yang ga pingin habis nikah langsung hamidun sih
    jadi kalau ada temen yang heboh ngurusin soal harus hamidun malah sensi haha
    tapi setuju hamil itu harus ada persiapan, jangan ngasal
    mental dan fisik juga harus siap

  3. kok ga ada yang saranin aku minum susu atau apa gitu ya. Hahahah
    syukurlah Neng Gaya tumbuh sehat dan sesuai timeline. Deg-degan lah tiap lihat KMS saat Posyandu.

  4. Alhamdulillah aku suka makan ikaaaaan sejak kecil 😀
    Btw anak2ku tu pertumbuhannya lbh ke tinggi, enggak menyamping, tapi jd keliatan lbh kurus huhuhu.
    Eh tapi ayahnya dulu katanya kecilnya gtu jg, skrng pas dewasa bisa ndut juga #hyaaaah haha

  5. Perjuangan seorang ibu bahkan sudah dilakukan jauh hari sebelum kehadiran buah hati ya. Persiapan diri terkait kehamilan dan kesehatan calon jabang bayi agar tidak stunting merupakan bukti kasih sayang dan tanggung jawab seorang ibu. Semoga ntar adiknya Gayatri tumbuh sesehat kakaknya yaaa…

  6. Kagum saya sama perjuangan mba Ema…
    Semoga kehamilan berikutnya lancar, sehat dan mudah.

    Persiapkan yang terbaik untuk generasi kuat dan tangguh.

  7. Huaaaa, I feel you, Mbak.
    Saya juga kemarin kejar setoran utk ASIP Fawwaz, karena stocknya gak cukup dan ditambah lagi disini tuh sering banget mati listrik, hikkass..
    Anyway, moga promilnya segera berhasil yaahh. Biar Gayatri cepat jadi Kakak, uhuuuyyy 😉

  8. Wahhh, terima kasih sekali. Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi para calon orang tua. Jujur saya malah baru tahu malah. Ntar untuk anak ketiga deh, eh..

  9. Aku juga pernah denger dokter ahli kandungan bilang, kalo persiapan kehamilan itu bahkan dimulai sejak remaja. Karena kesehatan tubuh, khususnya rahim mesti dijaga sejak dini. Makanya sekarang di sekolah-sekolah sering diselenggarakan edukasi ttg alat reproduksi. Agar anak mengerti dan bisa merawat area kewanitaannya. CMIIW 😀

  10. Kalau dulu mulai memperhatikan kondisi kesehatan setelah ketauan hamil ya, padahal dari sebelum hamil sdh harus dipersiapkan karena ada 1000 hari pertama kehidupan si kecil yang harus disiapkan nutrisinya

  11. Semangat mengasihi gayatri Mbak Ellaaaa. Aku ngikutin postinganmu di IG kl kamu pejuang Asi jugak. Dan bener banget, aku langsung nyari tahu pijat oksitosin biar rileks mengasihinya

  12. Asupan gizi itu penting banget ya mbak di masa kehamilan, buat janin apalagi.
    Ini jd pengetahuan bgt buat aku yg belum pernah hamil (krn blm nikah) hehe.
    Jd nanti suatu saat menikah dan dikasih rezeki hamil dan punya anak, bisa lebih tau apa yg musti dipersiapkan.
    Makasih sharingnya mbak

  13. Ya, aku waktu baru nikah sama sekali belum ada persiapan untuk hamil. Gayanya mau nunda, tapi nggak tau caranya. Akhirny hamil deh. Hihihi. Tapi aku baru tau nih istilah stunting. THank’s ya Mbak udah share tentang stunting.

  14. Penting banget ya mbak tuk para pengantin baru untuk juga memperhatikan asupan nutrisinya untuk persiapan kehamilan nanti. Supaya kelak anak yg lahir terhindar dari stunting dan penyakit lainnya.

  15. Aku banget ini Mba, aku lagi pengen punya momongan bahkan pernah mimpi hamil ya Allah kaget senneg dan ketika bangun eh cuma mimpi. Terimakasih buat sharing soal stunting ini saya juga baru tahu mba, duh jadi penasaran pengen lebih tahu lagi. Aku galfok ama baju kembaran kalian ih, keren. Sneeng ya bisa kembarang sama Gayatri. Salam sayang buat Gayatri ya Mba.

  16. Jadi inget pertama setelah menikah, saya tuh beli susu persiapan kehamilan. Temen-temen tanya, apa sudah hamil? belum. Lah kok minum susu kehamilan? iyaa supaya setelah terjadi kehamilan, tubuh sudah siap hamil gitu, penjelasanku. Tapi memang benar ya, masa-masa tersehatku adalah masa kehamilan, karena semua asupan makanan, pola hiidupnya itu bener dan jarang ada yang nyimpang. Stunting, anakku suka banget tuh pas iklan yang mengatakan stunting, sebaiknya memang anak sejak kecil dibiasakan makan makanan yang seimbang ya, karbo, protein, vitamin dan mineral serta tambahan lemak dari susu itu penting

  17. Persiapan sebelum hamil memang penting ya, agar janin tercukupi kebutuhannya. Ibunya juga udah siap lahir batin. Dan tentang stunting, penamaannya aku baru ngerti swtahun ini. Informasi yang mudah diperoleh semoga membantu bumil di negri ini menyiapkan kehamilan sedari dini

  18. duh, Pak Domas buru-buru amat sih, xixixi.. Dulu pas habis nikah aku juga minum susu yang itu tuh, untuk mempersiapkan kehamilan. Walau harus nunggu 7 bulan untuk aku bisa hamil si sulung.

    Nah, yang ke dua ini ngga direncana sama sekali, tau-tau nongol udah hampir 2 bulan usianya. Hehe.. Waktu aku telat haid malah sempat denial, “ah, paling karena siklus mens-nya lagi nggak teratur pasca suntik KB,” gitu batinku (aku udah lepas KB sejak beberapa bulan sebelumnya, dan memang siklus haid ngga teratur setelah KB suntik). Eh ternyata beneran hamil. 😀

  19. Pra kehamilan memang sebaiknya dipersiapkan, kalau dulu saya rajin minum minuman kacang ijo karena mengandung asam folat, selamat mempersiaipkan kehamilan ya

  20. Setuju…
    Aku nih blm nikah tapi udah mempersiapkan ilmu2 tentang kehamilan. Proses persiapan sebelum, selama dan paska hamil itu sangat perlu biar kitanya gak kaget

  21. Memang mengerikan stunting ini ya mba.
    Aku berjuang keras agar anak-anakku terhindar dari stunting.
    Tapi sepertinya belum banyak orang tua yg waspada kondisi ini

  22. Aku noted banget persiapan sebelum hamil ini mba. Karena sudah pernah merasa lalai dulu. Dan ilmu mengASIhi memang penting mba. Ini aku lg sedih karena di batam kami ngadain kelas menyusui kurang peminat. Padahal kita tau ilmu asi itu penting banget

  23. Jadi pengingat buat saya yang berencana nambah momongan. Dulu pas mau punya anak pertama saja saya minum susu promilnya dari sebelum nikah. Yang sekarang malah nggak keingat persiapan.

  24. Halo mbaa. Persiapan kehamilan itu memang jangan dianggap remeh ya karena berperan penting. Salah satunyaa dengan memperhatikan gizi yang dikonsumsi haruz baik ke anak di kandungan serta ke sang ibu

  25. Aku juga baru tahu lho tentang betapa pentingnya 1000 hari pertama, baru-baru ini saja. Juga istilah stunting ( gagal tumbuh pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama)
    BW ke sini, jadi menambah wawasan, eeeaaa.

  26. stunting memang mengerikan ya mba, jaman dulu anak kerdil suka dianggep imut imut, sekarang mah amit-amit.. biar gak stunting memang bener tuh harus disiapkan sejak masa pra konsepsi atau sebelum hamil

  27. Beruntung sekali saat ini informasi mengenai persiapan kehamilan, saat kehamilan, pasca melahirkan sudah banyak ya mb Ella salah satunya info ini semoga banyak yang tidak menyepelekan untuk menjaga kesehatan terlebih mengubah mindset bahwa ternyata 1000 hari pertama itu dimulai sejak dalam kandungan ya mba..

    semoga stunting dan lain sebagainya bisa diatasi dengan banyaknya edukasi dan informasi kepada khalayak

    Sehat2 mba semoga lancar promil adik buat Ning Gaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *