Resolusi, antara Nasib dan Mitigasi Risiko

Resolusi 2018 apa kabar? Hehehe…. Beberapa kali saya baca obrolan di sosmed tentang resolusi dan menemukan komen, “Resolusi 2019-ku itu mencapai resolusi 2018-ku”. Bahkan di stories IG-nya Jouska, ada yang terang-terangan bilang kalau resolusi tahun 2019-nya adalah menyelesaikan resolusi tahun 2016. Beibh, 3 tahun lu ngapain ajaaa!

Screenshot_2018-12-28-23-13-52

Related Post: Cara Menyusun Resolusi dengan Mind Map

Etapi, ya, nggak salah juga sih. Resolusi 2019 saya pun ada yang sama dengan 2018, karena di tahun ini saya belum berhasil mencapainya.

Kenapa tidak berhasil mencapainya?

Karena nasib. #trusditimpuk.

Kasihan ya, di awal tahun gini Sang Nasib dikambinghitamkan. Wkwkwk….

Tapi jadi nggak lucu lagi kalau dari tahun ke tahun resolusinya ga tercapai dan jadi nyalahin nasib melulu. Bisa tersinggung berat kan nasibnya.

hehehe

Resolusi 2018 yang Berhasil:

  1. Bisa nyetir,
  2. Meningkatkan PV Blog dari 1200 ke 2000 views per hari,
  3. Pengembangan diri (ikut training, workshop, dll di luar kantor),
  4. Menang beberapa lomba blog,
  5. Jadi narasumber di suatu forum ibu-ibu.

Di awal tahun 2017 kemarin page views saya perhari rata-rata paling 200an views. Paling mentok 300 deh. Per hari bulan desember 2017 rata-rata PV saya sekitar 1.200 views padahal di awal tahun dulu resolusinya 400 views saja. Data Google Analytics.

Okelah, angka segitu memang belum wow ya kalau dibandingkan dengan para seleblog yang sering pamer screenshoot Google Analytic. Tapi kalau saya bandingkan dengan PV awal tahun saya sendiri, enam kali lipat itu suatu pencapaian buat nyonyamalas.com.

Kemudian di tahun 2018, berdasar pengalaman di 2017, saya memberanikan diri menaikkan target jadi 2.000 views per hari. Tercapai di pertengahan tahun 2018. Kegirangan lalu terlalu percaya diri, saya menaikkannya menjadi 3.000 views perhari. Eh alih-alih meningkat malah turun dikit dari rata-rata dua ribuan tadi.

Resolusi 2018 yang Gagal:

  1. Mendukung keuangan orang tua secara rutin.
  2. Menaikkan PV blog dari 2000 ke 3000 views per hari.

Lesson learn

1 . Kurangnya eksekusi dari rencana aksi.

Poin ini lebih ke kegagalan resolusi poin 2 ya. Seperti saya bilang di atas, saya meningkatkan target PV blog dari 2000 ke 3000 memang pure karena kegirangan dan kepercayaan diri yang berlebih akibat peningkatan views yang cukup masif di tahun 2017.

Naif sekali saya beranggapan bahwa hal tersebut akan terjadi terus tanpa perlu ada usaha dan juga perbaikan terus menerus terhadap kualitas dan kuantitas blog.

Jarang update artikel dan lalai memperbaiki SEO on page sepertinya jadi jawaban atas stagnansi views blog nyonyamalas ini. Jadi ya bukan salahnya nasib. Ataupun salahnya algoritma Google. Google mah selalu benar. Wkwkwkwk….

Hal ini jadi catatan buat saya di tahun 2019 untuk nggak hanya membuat resolusi saja tapi juga rencana aksi yang konkrit terkait. Biar resolusinya nggak hanya jadi pemanis dinding ruang kerja semata.

Related Post: Cara Mengubah Resolusi Tahunan Menjadi Rencana Aksi

setrong

2 . Kurangnya mitigasi risiko

Menurut KBBI, mitigasi risiko adalah  upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya dan dampak risiko.

Ini terkait dengan kegagalan kami untuk memenuhi resolusi poin 1, yaitu support finansial orang tua secara rutin. Beberapa kali memang support, tapi nggak rutin dan juga menurut saya belum signifikan.

Agak malu juga si sebenarnya. Walaupun orang tua saya juga nggak meminta, dan tidak berkekurangan. Tapi saya seharusnya paham kalau biaya kuliah Kedokteran Gigi adik saya cukup menguras kocek orang tua saya. Setidaknya kan bisa bikin orang tua sedikit rileks dan juga persiapan mereka menabung untuk pensiun.

Tapi saya nggak berhasil untuk support rutin. Hiks. Alasannya si due to long distance marriage kami yang bikin biaya perjalanan membengkak dan juga biaya kesehatan karena kami tahun ini memang sering sakit.

Yah, kedengarannya alasan yang masuk akal ya tapi sebenarnya dua alasan itu pun masih bisa dimitigasi dengan baik agar tidak terlalu berdampak buat keuangan kami.

Mitigasi yang harusnya kami lakukan tapi lalai kami lakukan adalah:

1. Beli keanggotaan Sriwijaya untuk setahun, bebas biaya tiket kemana saja dan kapan saja. Kalau di awal tahun kami melakukan hal ini tentu biaya perjalanan kami bisa ditekan dan kami masih ada dana yang bisa kami alokasikan untuk menabung dan support orang tua.

2. Mendaftarkan Gayatri dan Bapak asuransi kesehatan. Ini rada fatal si. Karena sebenarnya dari kantor saya punya fasilitas ini untuk suami dan anak. Namun sayanganya saya selalu tunda-tunda untuk mengurus administrasinya.

Huft….

Pelajaran banget buat tahun 2019 ni untuk memitigasi risiko dengan lebih baik, biar ga terus terusan nyalahin nasib bae di akhir tahun kan.

start

Nah, kalau temen-temen apa resolusi tahun 2019?

Sudahkah menyusun rencana aksinya?

Dannnnn…. sudahkah mengidentifikasi risiko dan mulai merencanakan cara memitigasinya?

Yuk barengan sama akooooh! Semangaaat!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

One Comment

  1. Tapi menurut saya, resolusi yang baru itu tetep harus ada. Kalau jawabnya mewujudkan resolusi 2016, itu kan jawaban malas. Artinya nggak ada evaluasi mana yang berhasil mana yang enggak, mana yang penting mana yang kurang penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *