Investasi Terbaik

Well, sebenarnya saya agak kapok nulis tentang investasi terbaik. Masih segar dalam ingatan saya, saya nulis pengalaman investasi yang pernah saya lakukan di blog ini dan kemudian banyak yang nanya-nanya terkait.

Sebenernya saya senang kalau diajak diskusi. Tapi pertanyaannya itu looo….

Kebanyakan seperti ini:

1. Apa si investasi yang tepat buat saya?
2. Saya pengen beli reksadana ni, apa ya mbak yang oke buat saya?
3. Kalau saya mau beli rumah sekian tahun lagi, saya harus investasi apa ya?

Pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya seharusnya diambil atau dihitung sendiri oleh investor sendiri. Pertanyaan-pertanyaan tipe seperti ini itu nggak bisa yang situ nanya, otomatis keluar jawaban.

IMG_20181231_025029_384-1024x2018

Kasuistis banget. Masalah personal finance, in my humble opinion, sebenarnya masalah pribadi yang berbeda tiap kasusnya ya. Tidak ada satu formula pun yang akan cocok untuk semua kakus…. Eh, kasus.

Sama seperti juga penyakit orang pun bisa macam-macam treatmentnya. Tidak ada satu obat untuk semuanya.

Yang ngeselin lagi, ada juga yang uda panjang lebar minta dijelaskan dari A sampai Z, tapi beberapa bulan kemudian bertanya kembali. Pertanyaan yang sama!

Saya ingatkan kalau saya pernah ngasih link untuk dibaca lebih lanjut. Dan dijawab bahwa dia sibuk. Oh okay, saya juga sebenarnya sibuk (bekerja saat itu dari jam 8 sampai jam 5) untuk menjawab ulang semua pertanyaan dan mencarikan kembali link-link yang sebelumnya saya berikan. Huh!

Hehehe, sorry, jadi curhat ni yeeee….

Tapi saya nulis lagi akhirnya. Selain demi curhat di atas, juga pengen ngasih insight ringan buat teman-teman yang (sama seperti saya juga) mau terus belajar untuk berinvestasi di tahun depan. Bukan pembahasan teknis terkait si, tapi lebih ke persiapan hati dan pikiran dalam memilih investasi terbaik. Semoga tetap bermanfaat ya! 

IMG_20181231_025701-1024x520

Jadi demikianlah tiga kriteria investasi terbaik yang layak untuk kita beli dengan uang hasil kerja keras kita selama ini; 1) yang bisa kita pahami, 2) yang sesuai karakter pribadi dan 3) investasi ke diri.

1. Investasi yang bisa kita pahami

Menggandakan uang di orang pintar. Itu jenis investasi yang paling saya nggak bisa pahami si, hahahaha!

Kalau investasi normal lain, sepertinya masih bisa dinalar dengan logika ya. Jadi kalau tertarik sebuah produk investasi, namun kita belum paham, ya berarti harus belajar dulu.

Oke, beberapa orang menganut pengalaman adalah guru terbaik. Ya bener juga sik. Tapi jangan juga ambil investasi saat pengetahuan akannya itu nol besar. Setidaknya common sense-nya kita paham lah sedikit-sedikit. Kalau hanya terpukau dengan janji dan asumsi, kita langsung bakar-bakar uang, kan sayang uangnya….

Beberapa yang sering banget muncul di pembahasan ibu-ibu adalah unit link. Saya tidak anti unit link si ya. Hanya ada beberapa orang kadang kurang paham dengan produk yang dia beli. Semacam tidak mencari tahu dengan benar sebelumnya.

Pada akhirnya, banyak yang kecewa karena kok nilai pengembaliannya lebih kecil dari yang disetorkan.

Yah, padahal seharusnya dari awal juga bisa dicari tahu ya, bagaimana cara kerja produk tersebut. Bagaimana produk tersebut sebenarnya tidak mengalokasikan seluruh dana nasabah ke investasi melainkan juga menyetorkan sebagian dananya sebagai premi asuransi. Bagaimana sebenarnya angka yang dijanjikan di awal oleh para marketing ini hanyalah sebuah asumsi. Yang mana bisa berubah tergantung dengan kondisi perekonomian di masa yang akan datang.

Sedih sih kalau sampai begitu.

Kalau bagi saya sendiri, rambu-rambu yang saya terapkan adalah:

  • tahu definisi dari produk investasi itu sendiri, kalau definisinya aja ga tahu gimana mau tahu cara kerjanya coba,
  • tahu gambaran bagaimana si cara kerja produk tersebut dalam menghasilkan laba. Misal mendapat laba saat diperjualbelikah, meningkat dalam bentuk potential gain kah, atau bagaimana,
  • tidak mengambil investasi yang too good too be true, misal imbal baliknya terlalu besar,
  • tidak mengambil investasi yang menjanjikan nol risiko, karena sepengetahuan saya tidak investasi yang demikian,
  • mencari second opinion dari teman yang pernah mengambil produk yang sama, alih-alih hanya mendengarkan dari satu pihak.

2. Investasi yang fit dengan karakter pribadi.

Ada TIGA karakter pribadi yang menurut saya perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi: 1) profil risiko, 2)  value/ nilai-nilai yang dianut dan 3) financial goals.

IMG_20181231_025646-1024x520

i) Profil Risiko

Beberapa bank menyediakan jasa ini ya, tapi kita juga bisa mengasses diri sendiri juga. Apakah diri kita termasuk investor yang AGRESIF-kah atau yang KONSERVATIF atau yang sedang-sedang saja (MODERAT). Profil ini menyangkut seberapa besar risiko yang dapat ditanggung oleh seorang calon investor apabila kehilangan investasi atau modalnya. Pemahaman mudahnya begitu ya….

Profil ini mengasses informasi seperti jangka waktu investasi, porsi dana investasi terhadap total asset, tingkat ketergantungan terhadap hasil investasi, toleransi risiko, dan beberapa poin lainnya.

Tentu saja profil risiko masing-masing orang bisa berbeda ya, walaupun nilai investasinya sama. Sebagai gambaran. A adalah seorang janda yang baru saja mendapatkan uang pertanggungan (UP) saat suaminya meninggal sebesar 1 M. Beliau tidak memiliki skill untuk bekerja atau usaha, sehingga akan menggantungkan penghidupannya dari hasil investasi (UP). Selain itu, beliau juga masih harus membesarkan putera-puterinya yang masih usia sekolah. Maka secara relatif, profil ibu ini adalah konservatif karena tingkat ketergantungannya terhadap hasil investasi tinggi, sementara toleransi terhadap risikonya sangat rendah.

Profil risiko ini yang akan memengaruhi produk apa yang tepat untuk calon investor. Dengan profil konservatif, para financial planner kemungkinan akan mengarahkan calon investor ke investasi-investasi yang risikonya rendah seperti deposito atau investasi di pasar uang.

Berbeda dengan B, seorang muda yang tidak memiliki tanggungan. Punya skill dan juga pengalaman bisnis. Profil risikonya agresif, mungkin akan memilih untuk berinvestasi di sektor riil atau pasar modal saja dengan uang sebesar itu. Tentu memang hasil investasinya pun akan semakin besar seiring dengan risikonya.

Teman-teman bisa coba googling dengan keyword “Cek Profil Risiko” ya, kalau mau tahu lebih lanjut.

ii) Value/ Nilai-nilai yang Dianut.

Kalau di poin 1 tadi membahas tentang pengetahuan otak, kalau poin ini lebih ke masalah hati ya…..

Saya cerita pengalaman pribadi sedikit…. Saya lulusan fakultas ekonomi, yang tentu saja familiar dengan masalah keuangan. Profil risiko saya agresif, karena saya sebelumnya aktif bekerja sebagai PNS di Kementerian Besar yang notabene kecil kemungkinan dipecat dan juga bukan tulang punggung keluarga. Jadi tingkat ketergantungan saya terhadap hasil investasi sangat rendah.

Beberapa rekan selalu menganjurkan saya untuk coba-coba investasi di pasar modal. Saya sudah mulai belajar juga sih. Tapi selalu ngeper. Nggak pernah beneran maju.

Kenapa coba?

Karena faktor greedy dan worry dalam diri saya cukup kuat. Jujur.

Serius! Selama saya belum bisa mengendalikan kedua hal tersebut dengan baik, sepertinya lebih baik buat saya untuk berinvestasi ke produk-produk konservatif. Saya ingin meminimalisasi dorongan saya buat jadi obsesif pada uang. That’s why saya selalu salut sama teman-teman yang investasi di dunia pasar modal namun bisa tetap berkepala dingin.

IMG_20181231_024833_109-1024x2018

Terserah! Mau diejekin mulu sama temen, dibilang “kaya nenek-nenek” karena hari gini masih invest di produk yang itu tuuuuuh, saya mah tutup telinga ajaaaah. -.-“

iii) Financial Goals

Masalah karakter pribadi yang menurut saya perlu dipertimbangkan untuk pengambilan keputusan investasi adalah tentang financial goals atau tujuan keuangan.

Seperti tadi ketika kita bahas unit link. Ya kalau tujuan keuangannya murni untuk investasi, bisa jadi keputusan beli unit link itu salah. Karena produk tersebut bukan murni investasi. BISA JADI. Namun keputusan itu bisa jadi tepat, kalau memang tujuan investor juga adalah perlindungan diri (asuransi). BISA JADI lo…. Tetap perlu dicermati proporsinya ya…. IMHO.

Selain itu, ketika kita telah memiliki tujuan keuangan, maka besaran pengembalian investasi yang diharapkan akan lebih terukur. Terukur jumlahnya yang diharapkan, terukur jumlah yang bisa diinvestasikan dan terukur kapan harus telah cair/ tersedia. So, poin ini tentu akan mempersempit pilihan investasi.

3. Investasi pada Diri Sendiri

Belajar skill baru atau pengetahuan baru won’t hurt. Sounds cliche ya? Tapi bener banget kaaaaan….

Both investasi dalam rangka menambah skill dan pengetahuan baru dalam hal investasi, maupun dalam hal lain, keduanya akan bermanfaat dalam jangka panjang. Belajar juga nggak harus ribet ribet kan, belajar investasi juga bisa dari baca-baca artikel investasi, ngobrol atau juga ambil interactive workshop. Semua bisa menyesuaikan dengan kesibukan masing-masing.

Poin ini cukup jelas ya, saya nggak mau berpanjang-panjang. Pokoknya belajar terus sampai akhir hayat.

***

So…. Selamat merenung dan berinvestasi ya teman-teman! Besok sudah 2019 loooh!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

97 Comments

    • Betuuuullll…. Ngerti dulu jadi bisa memilih dengan pas. :) Sama-sama Mbaaa…. Makasi juga sudah mampir ya….

  1. kalua urusan investasi, saya selalu berprinsip hati-hati dan kenali betul apa pun bentuk investasi yang kita pilih. Plus jangan pernah malu untuk tanya

  2. Jujur kalau aku maupun keluargaku belum pernah ada satu pun yang mencoba investasi. karena masih menganngap investasi itu terkadang ribet hehehe. Jadi makanya kami masih lebih suka nabung di bank saja heheh

    • Mungkin selama ini sudah investasi seperti di tanah, properti, emas atau yang lain, hanya belum ngeh saja kalau itupun instrumen investasi :)

  3. Always love sama tulisan mba emanuel yang kaya gini, malah bisa menjadi pembelajaran dan luar biasa buat aku. Ga peduli lah sama omomgan orang.. hehe

    • Hmmmm yang kaya gini tu yang kaya gimana? Hihihi…. Thanks Mbak Noorma…. Semoga bermanfaat ya….

  4. Saya banyak buku, jd investasi ilmu kalau pada dibaca kalau engga jd pajangan doang jd kepikiran hrs disumbangkan ya..soalnya anak2 pd beli buku baru aja biar updatw..paling buku2 tertentu yg bs lintas waktu yg bs disimpan utk anak cucu..hehe

    • Wah iya, sebenarnya buku kalau sudah dibaca dan dipahami, nggak perlu juga lama-lama disimpan. Soalnya ilmu kan seiring bertambah waktu bisa usang juga Mbak…. Kalau disumbangkan mungkin bisa jadi bermanfaat lagi ya untuk orang lain…. Saya jadi ingat ada beberapa buku yang lama saya simpan juga ni Mbak….

  5. Pengalaman memang guru yang berharga, dulu saya pernah lho tergoda investasi yang bisa menghasilkan cepat, misalnya saya kaish dana sekian juta, lalu setiap bulan akan mendapat keuntungan persen, untungnya saya invest dana nilainya nggak gitu gede, masih di bawah 10 juta walaupun sampai sekarang masih bete, adik ipar malah invest sampai 100 juta dan zonk banget, nggak ada pembagian keuntungan, yang ada orangnya ilang

  6. Hew hew udah 2019 belum berinvestasi juga 😥😥 aku bingung sebenarnya tp tertarik juga, hmm kudu belajar banyak hal nih dr mba nya soal investasi 😊

  7. Aku tipe konvensional nih mbak Ela, kalo punya uang lebih belinya emas . Lumayan sih buat bayar sekolah, buat tabungan haji dan umroh semuanya dari emas. Mau investasi yg lain wes ra kober le sinau hahahaha

    • Saya juga rada konservatif Mbak orangnya, tossss!!! Ga ada yang salah kok dengan menjadi konvensional. Ya ndak? Yang penting ayem, dan tetep investasi, daripada konsumtif belaka….

  8. Intinya kalau mau investasi, harus bener bener tahu dan faham. Kalau sekedar ikut ikutan dan nggak faham sama sekali, rugi berat ya mbk. Setidaknya harus faham, caranya banyak baca, banyak tanya dan cari tau

    • Betuuulll, kalau instrumennya mau apa mah bebas, masing-masing orang menentukan preferensinya sendiri :)

  9. Unit link? Duuh Mbak, saya masih gemesss klo sebut yg seperti ini. Ruginya lumayan siy waktu itu. Salah saya sihh gak nanya sana sini dulu ataupun cari referensi yg cukup. Huufft, sudahlah.
    Sekarang masih mikir bakalan investasi apa ya? Yg sesuai dgn pendapatan dan keuangan saya tentunya ini.
    Anyway, penjelasannya lengkap bange ya Mbak. Selalu sukaaa tulisan Mama Gayatri soal keuangan ;)

    • Tentunyaaaa! Setuju banget Mbak, pendapatan dan keuangan masa kini juga jangan dikorbankan demi harapan di masa depan ya…. Thanks sudah mampir ya Mbak….

  10. aku Aku belum yakin mau investasi apa, saat ini yang kepikir kok pengin buka usaha kuliner online ahahah, telat ya?
    Pernah kepikiran investasi logam mulia, tapi masih pertimbangan plus minusnya juga
    baru

  11. Sudah 2019, dan harus semakin digenjot nih investasinya hehehe
    Dan suka banget ama Investasi pada Diri Sendiri.
    emang investasi itu beragam macamnya ya, dan saya malah banyak belajar ilmu financial dan investasi dari membaca.

    • Semangat terus Kak Reyyy!!!
      Membaca memang jendela dari banyak hal ya Mbaak…. Akupun juga merasakan manfaatnya….

  12. Saya pernah punya pengalaman tertipu dengan salah satu asuransi. Makanya, sekarang semakin berhati-hati dengan investasi. Gak kapok juga punya asuransi atau investasi lain. Tetapi, biasanya diskusi dulu dengan suami karena gak ingin mengalami kejadian gak enak lagi

    • Kadang yang bikin menyesal ya gitu ya Mbak, bingung antara instrumen satu dengan yang lain. Mau investasi tapi malah ditawarin asuransi. Kadang pun yang menawari nggak menjelaskan benar-benar…. Jadi orang makin tersesat…. Duh, turut prihatin ya Mbaaaa….

  13. Helo Mbak, aku tak guyu sik, soalnya aku pernah di masa yang ikut sana sini soal investasi. Lagi in tentang investasi tabungan emas, aku buat, investasi reksadana ikut bikin juga. Wkwkwk, dll. Sekarang, ah aku sudah nemu yg cocok sama kantong dan diriku. Alhamdulillah.

    • Aiiihhh, senangnya ya kalau sudah ketemu yang cocok. Hati tenang ya…. Nggak pusing lihat kanan kiri lagi :)

  14. Mbak, aku jadi inget aku beli banyak buku yang menurut teman-temanku buat apa beli buku kalau setelah dibaca yaudah ga bakal dipake lagi kan. Sayang mending pinjem.

    Terus aku baca tulisan ini dan aku nggak menyesal punya banyak buku. Sebab itu akan jadi investasi ilmu utk anak-cucu keturunanku kelak.

    • Bukunya Mbak Prita Ghozie itu menurutku lumayan enak dibaca dan juga aplikabel banget Mbak. Untuk mengawali dulu sebelum masuk ke buku yang lebih teknis.

  15. Aku ada sih pos-pos investasi, terutama dana buat pendidikan, tapi sekarang masih fokus ngumpulin dana darurat dulu, karena kami sengaja pasang target lumayan gede buat dana darurat ini, biar ayem :)

  16. Aku belum punya bahan investasi juga nih. Hahaha. Padhal kepala udah 3. Aku masih mengandalkan tabungan nih. Maklum atuh ya masih generasi konservatif.

  17. Keren dan lengkap nih tulisannya. Jadi belajar tentang investasi di sini. Padahal semalem baru kuomongin sama suami

  18. Aku malah masih bingung mau investasi dalam bentuk apa. Masih belajar dan membaca banyak artikel seputar ini dan mencari tau mana yang paling sesuai dengan kondisi keuangan keluarga.

  19. Duh, saya masih miskin banget nih pengetahuan soal investasi. Iya saya masih kuno banget, haha.. Baca ini agak ngerti dikit, soalnya penyampaiannya pake gambar-gambar bagus #eh 😊

  20. Aku pernah alami ini, waktu belum kenal asuransi unit link.
    Namun setelah mendapat pelatihan dan sempat menjadi agen asuransi aku paham dan sedikit menyesal karena terlambat masuk asuransi unit link.

    Karena semakin tua usia semakin besar biaya asuransinya dan semakin sedikit nilai investasinya.

    Aku ikut asuransi unit link karena memang mau ambil 2 benefit, proteksi dan investasi.

    Jadi, sekali lagi, semua terpulang kepada kebutuhan.
    Pelajari baik-baik lalu putuskan!

    • Betul Mbak, kalau memang butuh keduanya (proteksi dan investasi) menurutku juga tidak ada salahnya ambil unit link. Yang sayang kalau sebenarnya nasabah sudah punya asuransi tersendiri, kemudian mau berinvestasi murni tapi ambil unit link. Jadi kurang efisien aja, imho….

  21. Mbak itu gambarnya diapain kok bisa kayak lukisan gtu? #malahbahasgambar

    Yaaaa soal investasi emang kudu berani untung, sekaligus berani rugi. Memang kalau inves ke org lain ada sih bbrp kelebihan, walau kdng gak puas ya kalau ternyata kecil pengembaliannya.

    Yg terakhir kalau inves ke diri sendiri bisa jg tu dicoba misalnya kita bikin usaha apa gtu, kita jalanin sendiri. Bisa bikin kepuasan batin jg yaaa

  22. Aku lagi belajar investasi banget nih, pernah satu kali ikutan event reksa dana gitu Mba tapi belum maksimal belajarnya. Beberapa pencerahan aku dapat dipostinganmu, sering-sering bagi ilmu investasi ya mba hehehe

  23. Yoossssh menuju #2019MelekInvestasi. Jujur baru di 2018 aku rada-rada ngeh sama investasi, La. Itupuuun karena sering bacain blogpost teman-teman kalau abis dateng event. Selama ini yang main invest itu suami, baik reksanadana maupun saham. Tapi belakangan udah sering dapet cerita kalau ibu rumah tangga banyak juga yang udah melek investasi dan mainannya saham. Cool!

    Dan dirimu heeei, baru tau aku kalau Ela alumni STAN. Hayuk sering nulis tentang keuangan/invetasi gini Laaa <3

  24. Harus dilihat dulu investasi jangka panjang aatau jangka pendek ya untuk menentukan investasi mana yang cocok, itu sih waktu aku pernah hadir salah satu acara gitu. Misalnya untuk saham gak bisa kalau cuma jangka pendek yang ada bikin stress

    • Hihihi…. Tapi kalau memang punya ilmu dan waktu, saham untuk jangka pendek bisa juga Mbak, tapi trading. Beberapa teman memahami ini. Saya angkat tangan, Mbak…. Sama kaya Mbak Lidya, bisa setres sama dinamikanya hihihi….

  25. Aku pernah beberapa kali mencoba untuk berinvestasi. Pernah ngerasain rugi dan duit nggak balik pernah juga dapat untung dan duit balik dengan kelipatan ganda.

  26. Akuuu pernah ikut investasi unit link dan kapooookkkk. Sekarang sih lebih memilih Reksadana yang aman dengan resiko terkecil. Nggak apa sih dapat untungnya dikit karena nominal investasinya juga dikit. Kami lebih memilih duit untuk investasi jadi modal kerja yang lebih cepat terlihat hasilnya.

    • Sama Bunda, akupun kalau ada rejeki dikit-dikit kadang nyicil beli LM ke pegadaian. Mayan ya Bunda, yang penting nyanthol, daripada saya suka jajan ni Buuuuundaaa….

  27. benerbanget, aku juga sering ga paham sama dukun pesugihan yang bilang itu investasi hahaha btw foto nya bagus nyah pake watercolor gitu, bikin pake apa?

  28. Aku juga sebenarnya masih bingung jenis investasi seperti apa yang baik
    Mau pasrah aja sama rezeki Tuhan tapi kok rasanya jadi kayak masa bodoh
    2019 ini mau berusaha ah jadi investor

  29. Sampai saat ini msh nyaman berinvestasi emas. Belum kepikiran yg lain2… Kecuali uang udah berlebih, mungkin bs merambat ke tanah dan bangunan kali yaa. .hihi

    • Aamiin semoga kita dimudahkan rejekinya di tahun ini ya Mbak, biar bisa invest di properti…. Saya juga, aamiin….

  30. Cocok banget nih infonya untuk aku yang nggak paham sama sekali tentang investasi. Jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat aku hadir dalam event tentang investasi yang diadakan di kota Semarang tepatnya di Citra Dream Hotel Semarang.

  31. Aku juga belum paham betul soal inves dan kalau nitipin duit ke orang, belum berani deh ya. Paling invesnya ke emas atau barang di mana kita bisa liat, bukan di awang2

  32. waktu saya masih kerja masih berani berinvestasi, tapi setelah berhenti dan mencoba berhenti dan mencairkan investasi yg saya punya justru uang yg kembali tidak sebanding dg nilai yg telah saya kumpulkan.

    akhirnya berhenti total dan memcoba berinvestasi utk diri sendir, apapun investasinya.

    • investasi dengan Zero resiko. kayanya mustahil deh. kitanya aja yg harus pintar mengkelola keuangan. yg perlu kita perhatikan adalah bagaimana resiko itu didapat seminimal mungkin.

  33. Tq insightnya Mba, soal investasi ini berasa tuh ilmu aku cetek bgt, jd bener kata Mba hrus belajar dulu atau dipahami dulu karakter dr tiap investasi yg pengen kita geluti. Kalo gak, malah khawatir rugi besar. yg kebayang saat ini br investasi emas aja :)

  34. memang idealnya kia sebagai calon investor menghitung untung rugi dari berbagai pilihan investasi yang ada..yang pasti, jangan malu bertanya kepada orang yang benar dan mengerti yaaa

  35. Aku semakin melek investasi setelah membaca tulisan ini mba. Hahhaha. Investasi jelang pensiun ini yang slalu aku lagi coba persiapkan mba. Oh ya termausk slalu investasi kesehatan

  36. Yang penting jangan invest ke mbah mbah yang bisa menggandakan uang ya hehe. Kalo aku sama suami tentunya invest yang nyata adanya,takut banget invest yang macam2. Paling berupa tanah, kalau pun mau invest seperti reksadana,harus bener bener faham

  37. Setuju. Kalau bicara mana investasi yang terbaik, pastinya kembali ke diri sendiri. Pahami kebutuhannya dan pelajari setiap investasi yang ada. Saya biasanya lebih banyak berdiskusi dulu dengan suami. Dia yag lebih paham tentang ini daripada saya :)

  38. Aku masih pilih investasi yang aman-mana aja seperti nabung emas. ada reksadana juga tapi jumlahnya gak besar dan pilih yang paling kecil resikonya. rencana tahun ini mau nambah satu pos investasi lagi tapi masih bingung apa.

  39. Sebenarnya pengen banget investasi di reksadana karena cukup aman ya meski gonjang ganjing inflansi terjadi, tapi masih belum ada dananya biat investasi wkwk. Moga 2019 terwujud, aamiin

  40. Investasi yang fit dengan karakter pribadi
    Suka banget dengan ini.
    Karena banyak yang gagal investasi karena gak kenal karakternya, investasinya asal, akhirnya mutung hehehe

    Dulu sebenarnya saya gak pernah mau ngeh dengan investasi, lebih suka nabung meskipun banyakan di ambil lagi haha
    Saya senang sejak menekuni dunia blogger saya semacam dipaksa belajar tentang investasi dan akhirnya bisa berani melirik investasi meski masih kecil-kecilan hehe

  41. Iya mba, Ujame juga pengen banget invest, dan sekarang lagi tanya ke teman-teman yang emang sebelum nya udh terjun kedunia invest :D biar gak salah ambil produk invest.

  42. ((menggandakan uang)) aku kok ngakak bacanya. Sayangnya yang kena tipu juga jumlah uang yang berharap bisa dinggandain tuh banyak juga lho. Kalau aku masih suka investasi di emas batangan kak

  43. Dan aku ngakak part investasi yang bisa kita pahami >> menggandakan uang pada orang pintar wkwkwk masih ada yang begini mb Ela entah yak makan apa sampe fikirannya tuh ya ngawur dan percaya investasi bodong cem gitu :D

    well as always tulisan mba Ella selalu mencerahkan cem skin care whitening LOVE IT :)

  44. Kalo aku sm suami lebih milih investasi yang barangnya bener2 ada nyata di depan mata, kayak emas atau tanah gitu. Kalo investasi yang lain masih takut2. Ya maklum aku produk jadul yang konservatif, hihi

  45. Bacanya angguk-angguk.. penting nih buat diketahui banyak orang apalagi para anak muda harus dari sekarang mempersiapkan diri untuk masa depan hehe belajar investasi itu jangan dianggap sulit ya ka.. dari hal-hal sederhana juga bisa dilakukan.. intinya ada niat pasti ada jalannya.

  46. Hayo hayo hayo, mana yang mau uangnya beranak 100x lipat hahahaha. Gimana caranya coba kan. Dan konyolnya ada aja orang percaya hihihi. Nice share, aku jadi kembali keinget kalau kita mesti prepare lbh banyak investasi, krn kt gatau apa yg akan terjadi dihari mendatang ya.

  47. yeees, temen2ku banyak jg yg terkecoh ama unit link dalam asuransi. ntah mereka memang ga paham dr awal, ato agenny dlyg ga jelasin sejelas mungkin.

    aku ttp punya unit link asuransi, tapi dr awal tujuanku utk proteksi. bukan cari profit di situ. sadar banget aku dan suami ga jago2 amat nabungnya. jd mnding lbh aman kalo anak2 dan aku dicover asuransi supaya ttp ada pegangan kalo sampe suami napa2.

    utk yg tujuannya cari profit, barulah aku main di reksadana saham. tipeku sendiri speculative. aku ga masalah dgn resiko besar, asal returnnya juga tinggi :). toh ini sbnrnya utk jk panjang. jd sabar aja kalo udh main di reksadana saham. obligasi sempet punya dulu.tp nth napa aku ga terlalu sreg ama ini. makanya pas udh profit, ya aku lepas lgs.

  48. jujur masalah investasi aku masih buta banget secara praktiknya, kalo teorinya sih lumayan paham hanya ngeri buat praktik langsung hahahah ngeri kalap

  49. Mbak, aku suka banget lho sama tulisan ini. Aku juga sedang nyiapin investasi. kubilang nyiapin karena aku masih fokus ke dana darurat. AKu pun unit link tidak tertarik karena bagiku, harus ada garis tegas antara inves dan asuransi. Nah, kalo invest sendiri aku juga setuju yg fit dengan karakter kita. Sama jgn lupa sih jgn invest di satu aja biar kita bisa bagi risiko. Kalo di kantorku sendiri ada fasilitas untuk invest saham. tapi resolusi 2019ku, invest saham di kantor mungkin 50% dan 50% mau ke reksadana atau nabung aja biar dananya ada yg liquid hehe. Meskipun dana darurat udah liquid sih. Aduh maaf ya komen panjang lebar hihi.

    • Whahiyaaa, jangan taruh semua di satu tempat ya…. Sama harus nyiapin dana darurat juga. Siaap. Makasi tips tambahannya Mbak ernyyy…. Saya lohhh suka dikomen panjang nan berfaedah giniii…. Lope lope!

    • Aaaaakkk deadyyy aku jadi maluuu…. Mohon kengawuranku di kelas dulu jangan dibahas ya hihihi…. Aku sudah tobat kok, tenan. Hihihi…. Maturnuwun sudah mampir ya….

      • Wah..baru tahu aku ternyata dirimu lulusan stan ya dulu. Pantas ditanya orang tentang investasi keuangan dan bisa menjelaskan dengan banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *