Review Gendongan Hipseat Mooimom (Setahun Pemakaian)

Gendongan hipseat Mooimom (Lightweight Hipseat Carrier Gendongan Bayi) ini adalah gendongan hipseat kedua dari merk yang sama yang saya miliki. Segitu enak dan praktisnya si. Saya bisa pakai dalam hitungan kurang dari sepuluh detik. Covok buat emak yang suka terbirit-birit seperti saya…. Hehehe….

Gendongan pertama dari mooimom yang saya miliki sebelumnya berwarna biru, saya punya sejak Gayatri usia setahunan kurang apa ya…. Pas baru 10 kg-an beratnya. Jadi sudah setahunan berarti, berhubung bulan ini Gayatri dua tahun.

20181125073917_IMG_2096_1-1024x1365

Dulu saya pilih biru, biar suami nggak sungkan aja kalau mau pakai juga. Nah, yang baru ini, saya pilih warna peach lembut, biar lebih keibuan aja sih…. Cantik ya warnanya?

Dulu saya kurang paham kenapa kok gendongan ini disebut light weight. Ngeh si sama namanya, tapi nggak yang gimana-gimana banget. Kerasa praktisnya aja. Sekarang anak saya sudah menginjak 13 kg, makin kerasa berat, saya makin memahami latar belakang penamaan gendongan ini.

Sesuai dengan namanya light weight, gendongan ini bikin beban terasa ringan. Saya bandinginnya dengan kalau saya harus gendong Gayatri tanpa gendongan ya.

20181125073512_IMG_2084-1024x768

20181125073558_IMG_2089_1-1024x768

Kalau dengan gendongan ini beban tu seperti terbagi ke pinggang, pundak dan punggung. Jadinya kaya peribahasa itu tu…. Ringan sama dijinjing, berat sama dificult. Hihihi…. Punggung juga terasa tertarik ke belakang, alih-alih bungkuk, jadi postur tubuh saya pun jadi tegap dan ga gampang encok. Pegel bok kalau enggak pakai gendongan.

Ya walaupun Gayatri sudah bisa jalan sendiri tapi kan ada kalanya perlu digendong. Misalkan saat jalan di pinggir jalan raya. Daripada ambil risiko dia diserempet kendaraan. Ya mending saya gendong kan…. Atau saat sedang antri di duo-mart bersaudara. Daripada dia ngambilin cokelat, eh daripada saya repot bawa belanjaan sambil gandeng gandeng…. Kan mending gendong.

20181125074015_IMG_2099-1024x768

20181125074041_IMG_2107-1024x768

Fitur Gendongan

Kalau fiturnya antara yang biru dan peach, nggak ada bedanya si. Aku jabarin sbb ya….

  1. Bantalan di pundak tebal dan empuk,
  2. Bahan katun jadi nggak gatal dan nggak bikin iritasi,
  3. Ada saku di samping strap pinggang,
  4. Strap pinggang besar dan kokoh, kunciannya kuat, saya nggak kawatir gendongan akan terlepas walaupun saya handsfree. Jadi aman buat bayinya juga.
  5. Ga mudah molor bahannya, jadi struktur gendongannya tak lekang oleh waktu.
  6. Bagian tempat duduknya juga kokoh, dan dalamnya bisa dibuka sehingga memudahkan saat pencucian.

20181125074035_IMG_2105-1024x768

20181125074030_IMG_2101-1024x768

Perbedaannya sekarang tersedia tethering pad yang dijual terpisah. Tethering pad ini nama lengkapnya: Cotton Teething Pad Aksesoris Carrier.

Teething Pad

Kegunaan utamanya sebenarnya untuk anak-anak yang sedang tumbuh gigi. Biar air liurnya tidak langsung mengotori gendongan dan juga sebaliknya. Supaya lebih higienis juga, bisa langsung cuci atau diganti saat anak mulai menggigiti pad.

Buat anak saya yang sudah besar memang tidak terlalu berasa manfaatnya lagi. Hanya bisa digunakan untuk menambah kenyamanan di bagian sambungan yang ada kenop kenop plastiknya. Jadi kalau bersinggungan terasa lebih lembut dan melindungi.

Selain itu bermanfaat juga buat penggendong, kalau padnya ditaruh di pundak, bagian gendongan di pundak jadi makin nyaman kan karena empuuuuukkk.

20181125073948_IMG_2098-1024x768

20181125073535_IMG_2087-1024x768

Saya nggak menyesal si punya dua gendongan dengan model yang sama. Soalnya saya memang suka dengan bentuk seperti ini. Suami juga suka. Beneran mendukung buat gendong bayi sampai dengan toddler yang ukurannya uda cukup mengembang.

Model hipseat carrier begini membuat nyaman baik saya dan suami sebagai penggendong, maupun untuk anak ya. Sepengamatan saya selama satu tahun pakai si demikian.

Perbandingan dengan Tubuh Pemakai

Sebagai pertimbangan, saya sampaikan juga ukuran tubuh kami ya, Gayatri sekarang usia 2 tahun BB 13 kg dengan tinggi 90 cm. Saya 165 cm dh BB 60 kg, suami 178 cm dg BB 89 kg. Dengan badan penggendong dan anak yang sama-sama tinggi dan besar, gendongan ini tetap terasa nyaman karena strap di pinggang memeluk dengan pas. Sepertinya kunci gendongan ini biar bisa nyaman itu ya.

Saya merasa perlu menyebutkan poin ukuran tubuh di atas, supa temen-temen notice dan membandingkan dengan tubuh temen-temen sendiri ya saat mau memutuskan membeli suatu produk. Karena saya berpendapat kalau produk apapun yang menempel di badan, apalagi yang strukturnya cukup fix seperti hipseat ini, tingkat kenyamanannya pasti dipengaruhi juga dengan bentuk tubuh pemakai (baik yang menggendong ataupun yang digendong).

Oiyaaaa, pengalaman kelahiran menurut saya juga patut dipertimbangkan ya. Saya sendiri proses lahirannya dengan normal. Beberapa rekan ibu yang melahirkan dengan caesar menurut saya lebih baik menyoba dulu kalau bisa. Selain untuk faktor kenyamanan juga keamanan, karena kan kalau ibu dengan pengalaman sectio caesar pastinya memiliki bekas jahitan yang harus dijaga ya. Datang saja ke pameran-pameran Imbex kalau sempat untuk coba-coba dulu, atau ke toko peralatan bayi.

Setahu saya kalau di Bintaro, Toko Maebebe itu sudah available produk ini.

Informasi lebih lanjut tentang produk ini bisa langsung meluncur ke web mooimom atau via facebook dan Instagram-nya ya….

Review sebelumnya saya pernah post di artikel ini.

Sekian review dari saya. Semoga sharingnya bermanfaat yaaa!

Related Post

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

7 Comments

  1. aku sempet nyesel kenapa pas hamil dulu malah beli perlengkapan stroller drpd gendongan. krn kenyataannya, anak2ku ga suka pake stroller dan lbh suka di gendong. apalagi sbnrnya keluargaku termasuk rutin jalan2. pake gendongan masih lbh praktis drpd stroller. makanya kalo ada temen lahiran, aku slalu bilang, mnding beli gendongan yg bagus krn lbh lama kepakenya

  2. Prodak mooimom memang bagus, aku punya dari baju menyusui, bra menyusui, celana hamil dan pompa asi. Tapi untuk gendongan belum nih, bagus ya ke tubuh penggendong gak pegel

    • Kayanya tapi kalau gendongan, mending nyobain dulu Mbak. Kalau badannya bedar kaya aku, sepertinya akan cocok deh…. Pas di hip gitu….

  3. Wah gayatri tinggi euy anaknya. Anakku 2 tahun masih 82 cm mana makannya susah. Huhu. Kalau soal gendongan sejak anakku umur 1,5 tahun sudah jarang banget digendong pakai gendongan

    • Iya kayanya memang kepanjangan deh Gayatri. Turun Bapake Mbak, sekeluarga bongsor bongsor semua…. Hehehe…. Semoga dedeknya makin suka mamam ya Mbak Antung. Tetep semangaaat!

  4. Oh, bagian bawah itu dudukannya ya. Aku kira semacam kantung gitu. Ini bisa bikin anak diem kayak di kursi kayaknya ya. Jadinya empuk. Makin beragam aja deh gendongan anak ini. Aku dulu pake yang sling Aja. Atau pake jarik. Entah belom ada yang kayak gini, atau entah karena aku kudet. Heheheh

    • Iya betul Mbak Nia, seperti dudukan gitu….
      Aku pun nggak terlalu mengikuti, ada juga yang kain panjaaaaang banget itu lo Mbak, aku pengen nyoba, tapi sering jiper, takut kebelit sendiri hehehe…. Aku kan rada slebor gitu soalnya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *