7 Cara Agar Anak Senang Membaca 

Pas Maudy Ayunda diwawancara oleh Najwa Shihab terkait letter of acceptance-nya di dua kampus bergengsi dunia, ada jawaban yang menarik banget buat saya. Yaitu tentang bagaimana Maudy menghabiskan masa kecilnya: dengan buku, dan tentang bagaimana orang tuanya meng-encourage Maudy untuk senang membaca. Saya jadi nostalgia dengan masa kecil saya, #BerasaMiripMaudy ehehehe….

Gayatri saat usia 2 tahunan.

Orang tua saya pun demikian. Kami, tiga bersaudara, bisa dibilang kutu buku ya. Dan saat saya beranjak dewasa, kebiasaan senang membaca tersebut terasa sekali manfaatnya. Bagi anak-anak pun, berdasar beberapa sumber, menyatakan bahwa membaca, baik untuk anak.

Salah satu manfaat membaca yang paling penting adalah untuk menstimulasi kecerdasan anak. Manfaat lainnya adalah membantu anak untuk berkonsentrasi. Ketika anak membaca ia belajar untuk fokus menyelesaikan bacaannya. Membaca juga bermanfaat untuk menambah kosakata. Semakin banyak kosakata yang diketahui, kita akan dapat menyampaikan hal melalui tulisan atau ujaran dengan baik.

So, saya belajar untuk menerapkan beberapa hal, yang kebetulan orang tua saya lakukan di rumah (terkait membaca) pada anak kami…. 

1 . Jangan memaksa

Membaca adalah kegiatan yang dikondisikan terjadi, bukan kegiatan yang dipaksakan terjadi. Ketika melihat orang tua saya gemar membaca, senang membicarakan buku bagus, tak ayal kami pun melihat bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Demikian pula saya dengan Gayatri. Saat pertama kali memperkenalkannya dengan buku, saat itu usianya baru beberapa bulan, saya berpura-pura “bermain” dengan bukunya terlebih dahulu. Baru dia mendekat, dan ikutan bermain. Buku pertamanya adalah soft book. Jadi mungkin memang lebih pas disebut bermain ya, daripada membaca. Namun mulai dari situlah, saya berusaha membuat Gayatri akrab dengan buku.

Saat usia kurang lebih 4 bulan.

Memaksa anak untuk membaca, dalam kacamata saya, akan membuat anak merasa terbebani. Alih-alih senang membaca, anak justru membenci membaca. Kawatirnya begitu ya….

2 . Jadikan kegiatan rutin

Kebiasaan terbentuk dari rutinitas. Karena Mama Papa saya keduanya bekerja dari pagi sampai sore, saat kecil kami biasa dibacakan buku saat menjelang tidur atau saat hari libur.

Beberapa waktu sekali, kami pun diajak ke toko buku. Kadang toko buku di gang depan rumah. Kadang di toko buku bekas di pasar. Saya tidak menyangka juga sebenarnya kalau hal-hal sederhana ini begitu membekas dalam ingatan saya. Bahkan sama membekasnya dengan ingatan saya diajak ke taman bermain atau hal-hal lain yang lebih luar biasa.

Demikian pun, kami coba lakukan pada Gayatri. Bahkan, saking seringnya saya bolak balik ke toko buku, saya juga jadi jualan buku anak loh. Buat yang sering mengikuti akun Instagram saya pasti tahu ya…. Hihihi…. Semoga kebiasaan ini pun akan dia kenang, dan menjadi pondasi bagi kecintaannya pada buku dan membaca.

3 . Kelilingi dengan buku

Seperti yang saya ceritakan di awal, pertama kali saya mengenalkan buku adalah dengan softbook saat usianya baru beberapa bulan. Kemudian beranjak besar, kami pun mengenalkannya dengan buku yang berisi gambar kongkret tunggal, due to keterbatasan kemampuan visual anak menangkap gambar dan konsentrasi.

Beranjak semakin besar, kami baru mengenalkannya pada buku ilustrasi. Dan, akhir-akhir ini mulai mengenalkannya pada buku ilustrasi yang lebih kompleks dengan beberapa kalimat singkat di bawah gambar.

Saat usia 18 bulan.

Semakin besar, menurut hemat saya, perlu mengenalkan anak dengan berbagai bacaan menarik, seperti buku bergambar, novel, komik, atau biografi. Tujuannya adalah agar anak tahu bahwa ada beragam jenis bacaan yang dapat dinikmati. Biasanya, anak menyukai jenis buku tertentu yang membuatnya betah berlama-lama dengan bukunya.

Tidak perlu buku mahal. Buku favorit saya untuk Gayatri (2,5 tahun) adalah Ensiklopedia Pertamaku terbitan BIP Gramedia, hanya Rp 25.000,00. Gambarnya cukup bagus, dan isinya pun edukatif. Mengingat orang tua saya pun, kadang membelikan saya buku bekas. Kadang kami juga menikmati bundelan majalah lama, disamping juga berlangganan Bobo.

Disesuaikan saja dengan kondisi masing-masing. Yang lebih penting lagi adalah membelikan buku yang sesuai dengan usia dan kesukaan si kecil. Dengan begitu anak akan lebih semangat membaca buku favoritnya.

4 . Be Creative

Dalam hal ini Papa saya punya teladan yang bagus. Beliau sangat cakap dalam mendongeng. Menyenangkan sekali mendengarkan beliau menceritakan tentang, Dani si Manusia Air (diadaptasi dari berita di majalah Bobo), tentang Donald Bebek, ataupun Oki dan Nirmala. Semua terasa hidup, karena kreativitas beliau dan ekspresi beliau saat membacakan buku atau majalah.

Kami yang awalnya belum bisa membaca pun, jadi gemas. Rasa-rasanya itulah, yang membuat kami bertiga, bisa membaca sendiri dalam usia yang cukup muda. Karena kami ingin segera bisa membaca sendiri. Tidak perlu harus menunggu Papa pulang kerja.

Saat usia 2 tahun 2 bulan.

Oiya, Nyonyah juga bisa mengunakan property, seperti boneka, atau jari-jari tangan. Bisa juga dengan mengikutsertakan benda terkait yang konkret (seperti daun, batu, miniatur hewan) saat membahas buku terkait. Dengan begitu, anak akan tertarik untuk mulai membaca dan tidak akan merasa bosan.

5 . Barengi dengan latihan menulis.

Membaca merupakan proses belajar visual, yang artinya anak mengenali bentuk alfabet yang ada di tulisan. Untuk anak yang lebih besar daripada Gayatri, untuk mempercepat proses belajar membaca, orang tua dapat menggabungkan dengan latihan menulis loh. Hasilnya, anak akan lebih cepat menghafal huruf dan cara menyebutkannya.

Hal ini pun saya lakukan pada Gayatri, namun dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan usianya. Saya mengenalkannya huruf saat bermain play dough. Jadi cetakan yang digunakan berbentuk angka dan huruf. Memang tak saklek mengajarinya, namun sesekali kami menyebutkan jika bentuk panjang lurus ini adalah huruf I. Yang bersilangan adalah X. Yang bulat seperti donat adalah O. Tanpa ekspektasi yang berlebihan.

Saya senang sekali saat membaca buku, ternyata kemudian Gayatri excited saat menemukan deretan huruf yang ada “donat”nya sambal berteriak “Ini O, ini O.” Ahahaha….

Beberapa mainan yang bisa digunakan sejak balita.

Sejak saat itu, jika saya membacakan buku padanya, jari saya akan sambil menuding huruf demi huruf (tanpa mengeja). Agar her absorbent mind bisa mengenali kalau deretan simbol di bawah gambar itu adalah huruf, bisa dibaca dan memiliki makna. Berharap dengan demikian, dia nantinya akan termotivasi untuk belajar membaca sendiri.

6 . Selingi dengan audio book

Jaman saya masih kecil dulu, memang belum ada audiobook dalam format MP3 seperti sekarang ya. Dulu berbentuknya kaset. Ada yang familiar? Saya dulu pernah mendengarkan audiobook versi kaset dalam bentuk dongeng. Jadi semacam drama radio gitu kali ya…. Tentang Raksasa dan Air Kehidupan, duh itu mendebarkan banget ya….

Poin ini belum pernah saya praktikkan ke Gayatri, namun rencananya akan diucicoba saat dia lebih besar. Sepertinya mendengarkan penulis membaca langsung tulisannya dengan dramatisasi akan membantu proses belajar membaca dengan intonasi yang sesuai.

7 . Mengikuti kegiatan seru

Dulu saya dan adik pertama saya sering sekali mengikuti kegiatan semacam “sekolah liburan”. Semacam pesantren kilat gitu. Tapi isinya kegiatan-kegiatan non formal yang di akhir kegiatan ada perkemahannya. Mungkin mirip-mirip Summer Camp ya kalau di Amrik. Manfaat yang kami rasakan adalah kemandirian tentunya ya…. Dan manfaat lain sesuai dengan tema summer camp-nya, seperti membaca dan menulis!

Terkait poin ini nanti akan saya bahas lebih lanjut contoh kegiatannya di akhir artikel ya, tentang Holiday Academy yang dilakukan oleh English First.

Demikian 7 cara agar anak senang membaca. Ketujuh-tujuhnya pernah saya nikmati saat saya masih anak-anak dan kerasa banget efektif membuat saya dan adik-adik saya gemar membaca sampai tua. Sebagai orang tua pun, di tengah tantangan dunia digital instan, bagaimanapun kami juga berusaha supaya anak-anak tetap gemar membaca sumber yang sahih. Supaya manfaat yang saya sampaikan di awal artikel tadi bisa tercapai. Aamiin ya Buk Ibuuuukkkkk…..

Oiya, selain 7 tips di atas, saya juga mau kasih info tentang kegiatan summer camp yang diadakan oleh English First sebagai berikut. Semoga infonya bermanfaat yaaa!

Holiday Academy (English First)

Menjelang liburan ini, English First via EF English Center for Kid and Teens merancang program Holiday Academy. Kegiatan yang durasinya antara seminggu s.d. empat minggu yang dirancang sebagai kegiatan edukatif yang fun buat anak. Jadi anak bisa tetep seru-seruan liburan dengan teman baru sambil belajar menulis, membaca, story telling atau bahkan public speaking. Tergantung pilihan program yang diambil.

Berikut aku infokan programnya ya….

Membaca dan Menulis

Untuk si kecil yang memiliki minat di bidang menulis dan membaca, Holiday Academy memiliki dua program yaitu Reading Science (untuk anak usia 9-13 tahun) dan Writer’s Guild (untuk anak usia 11-13 tahun). Kedua program ini dirancang untuk mengasah kemampuan memahami teks dan membuat berbagai macam tulisan. Tak ketinggalan kegiatan eksperimen  yang mengasah kemampuan percakapan anak.

Bercerita dan Public Speaking

Si kecil senang bercerita dan tampil di depan umum? Holiday Academy memiliki tiga program yaitu Storytellers (untuk anak usia 3-7 tahun), Phonics (untuk anak usia 4-7 tahun), dan On Stage (untuk anak usia 9-17 tahun) merupakan program yang dapat mengasah kemampuan anak dalam mendengar, membaca, berbicara sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya melalui bermain peran.

Program Holiday Academy ini memiliki durasi program yang bervariasi, mulai dari 1 hingga 4 minggu. Untuk pendaftaran dan informasi Holiday Academy, kunjungi EF.ID/holidaywow dan dapatkan harga spesial. Jika Moms ingin si buah hati mendapatkan pengalaman seru belajar bahasa Inggris yang lebih lama, Moms dapat mengunjungi EF.ID/diskonmeriah untuk pendaftaran kelas reguler EF dan dapatkan diskon terbatas hingga Rp 2,45 juta beserta merchandise eksklusif! #AkuBisa jago Inggris dengan seru di EF.

Sekian sharing kali ini! Salam sayaaaaaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

69 Comments

  1. mbakkk di usia 3 tahun duozam aku susha payah ajarin baca mereka ogah2an wkwkwk beliin alphabet , buku cerita dll, mereka lebih seneng diceritain,
    nah jelang 4 ke 5 tahun ini baru minat baca dan belajarnya gede2an , aku yang udah malas2an wkwkwkwk dan baca ini jadi semangat lg

  2. Gayatri cantik banget km dek. Aku jg lg membiasakan keponakanku dg membaca nih, caraku dengan membelikan buku2 bergambar buat dia.

  3. Membaca sebagai kegiatan rutin itu tips paling manjur buat Sola. Sejak usia bbrp bulan sudah dikenalkan buku dan kita rutin membacakan (meskipun bosen banget karena ceritanya itu itu terus) tapi sekarang malah nagih tuh kalau kita ga cerita hehehe

  4. keluarga kami juga suka membaca mba. kami masih nyimpen donald bebek malah yg udah kuning warna kertasnya. sayang kalau diloakin ah karena anak2 juga otomatis terbiasa dengan buku karena sering liat orang2 di sekelilingnya pada baca

  5. Anakku juga suka membaca buku, Mba. Cuman yaa itu, orangnya cepat bosan, jadi belum beberapa lembar baca buku, perhatiannya udah teralihkan pada kegiatan lain, apalagi bila di saat yang sama teman-temannya datang mengajak main, bakalan bubar deh

  6. Iyaaa setuju banget kelilingi anak dengan buku. Anak2 alhamdulillah udah mulai suka baca dan bisa baca dikit2 kdng suka sok2 baca gtu tapi ngarang gtu isi bukunya hahha :D

  7. Tipsnya beberapa sudah saya terapkan ke Saki, memang anak yang sering bergaul dengan buku lebih tinggi minat membacanya. Thanks tipsnya ya mam

  8. Jadi inhet si sulung yg kutu buku..kurang lebih spt itulah dia wkt masa kecilnya..jalan2 banyaknya ke toko buku jg hehe..

  9. Alhamdulillah anak-anakku gemar membaca buku semua meski saat remaja sudah diselingi dengan kebiasaan membaca banyak hal di gawai. Btw tips-tips di atas itu bener banget dan harus dimulai sejak dini. Jangan sampai balita sudah kecanduan gadget

  10. Peer banget nih buat saya menanamkan suka baca pada anak-anak, walaupun di rumah banyak buku tapi saya sendiri sekarang lebih banyak megang gadget daripada buku, makasih tips dan pengalamannya ya mba Ela, Gaytri gemesin banget sih pas baca buku

  11. Tipsnya keren mbak….jaman sekarang minat membaca buku di kalangan anak-anak makin menurun. Apalagi sejak mereka mengenal gadget. Hampir sebagian besar orang tua pasti mengeluhkan anaknya yg ketagihan gadget dan malas membaca. Kalo tips diatas diterapkan ke anak-anak…saya yakin mereka bakal rajin membaca dan meninggalkan gadget …..dan inilah tugas orang tua sebagai pendidik di rumah. TFS ya mbak.

  12. Kalau mau anak suka baa kita sebagai orangtua harus memberinya contoh sejak kecil ya, Allhamdulillah anak-anak sampai sekarang suka baca, cuma PR aku nih untuk memperbaiki tulisannya :)
    Aku juga takjub loh sama Maudy sejak dulu.

  13. Dulu juga aku gitu, Mbak. Gemas pengen bisa baca sendiri. Soalnya, bahan bacaan kan banyak banget, dari buku sampai majalah. Masa mau nunggu dibacain semua. Hihi.

  14. Aku sedang menjalankan point kedua buat anak bungsuku nih mbak, jadikan kegiatan rutin. Pokoknya pulang sekolah abis makan siang aku minta dia untuk baca satu cerita, di novel kumbang seri Enyd Bliton itu. Setelah baca aku minta dia ceritakan kembali isinya, sekalian diskusi menurut pendapat dia gimana.

    Minimal anak2 harus suka dulu membaca dan dibiasakan yaah.

  15. Saya enggak pernah maksa anak membaca mbak, biasanya diajak membaca sambil main. Dan Kinata senang banget dengan dongeng.

  16. Setuju sekali mba…kegemaran membaca itu dibiasakan, bukan dipaksakan. Setelah mendapatkan banyak pengalaman menarik dg membaca, anak akan lebih aktif membaca sendiri ya…

  17. Ketika anak-anak saya masih kecil juga saya lebih memilih mereka suka membaca daripada bisa membaca. Kalau suka, nanti tanpa disuruh pun mereka akan senang membaca. Termausk membaca buku pelajaran. Makanya saya juga berusaha untuk tidak memaksa

  18. Gayatri udah gede cantik banget masyaalloh ❤️

    Pengen banget nih niru gaya nerapin anak agar suka baca, tips nya keren banget dan iya juga harus diselingi audii book ya biar anak gak bosan apalagi masih kecil ❤️

  19. Aku mengalami sendiri. Dulu pengen banget anak saya bisa baca. Mandan sedikit dipaksa. Eh lha kok gagal.ternyata ada masa nya. Ada waktunya di mana si anak akan mau belajar sendiri

    • Wah, keren tips Ella ini buat mak-emak muda utk diterapkan ke permata2 hati mereka. Cuma 1 anak bunda yg suka baca, sampe bunda heran buku setebal ratusan halaman bisa selesai dlm sehari. Dibaca apa cuma di kebet2 ya, hehe… Bunda nih yg semakin ke sini koq semakin malas baca, walaupun namanya bundayati bukan bundamalas, hehehe..,last but not least: gemes liat Gayatri yg udah gede dan cantik.

  20. Anak-anak memang lebih suka ke visual ya, Mbak. Kalau didongengin pun langsung tanya wujudnya. Misal lagi diceritain tentang Badak, langsung nyamber; “Badak itu kayak apaa, Buuk?” Hihihihi

  21. EF memang terkenal bagus banget ya, semoga ada rejeki buat anak supaya bisa masuk situ.
    Anakku dulu gak gitu suka sama buku, mbak. Tapi karena tiap hari dicekoki Ibunya jadi seneng sekarang haha.

  22. Setuju dengan semua poinnya. Ketika anak2 kecil, saya rutin membacakan cerita buat mereka. Ini juga efeknya membuat mereka jadi senang membaca.

  23. Dulu saya suka bangett kasih buku ke anak-anak dengan catatan agar mereka suka membaca, tapi pas sudah besar haduhhh lebih suka main diluar yang berhubungan dengan kontak fisik.. Main sepeda, naik pohon dan lari-larian mba

    • Main fisik juga tidak salah Mbak Echi :) Kami (bersama orang tua saya) juga tidak melulu baca buku loh…. Saya bisa berenang, basket dan voli juga karena Bapak saya yang melatih hihihi…. Maklum beliau guru olahraga. Dan olahraga fisik juga penting banget lo Mbak, jangan dianggap kurang penting dibandingkan baca buku yak….

  24. Audio book tapi banyakan english sih ya mbaa.. Aku masih galau sama kid4, mau aku ajarin english dari kecil gini atau nggak. Hahaha.

    Btw EF menyenangkan yaa cara belajarnya. Sodaraku ada yg anaknya di sana soalnya

    • Kalau dia uda bisa ngomong bahasa ibunya si ku rasa uda gapapa ya Mbak…. Maksudnya takut dia nanti speech delay gitu ya kalau bilingual sejak dini? :)

  25. Alhamdulillah anak2ku juga tertarik sama buku dan suka dibacakan buku
    Memang ortu harus mengenalkan krn ada temanku sama sekali ga suka baca meskipun cerpen komik atau najalah bobo

  26. Anakku termasuk kinestetik, Mbak. Tantangannya wow banget ya untuk mengajak mereka suka membaca juga. Kuncinya betul, rutin, sekarang ya alhamdulillah, dia yang selalu nagih buat dibacain buku setiap kali di kamar.

    • Iyaaa betul Mbak, anak-anak kinestetik memang punya kekhasan tersendiri ya. Salu lho Mbak, akhirnya bisa bikin anaknya jadi nagih baca ya…. :)

  27. Orang tua memang harus jadi contoh dan ini sudah saya lakukan apalagi sebelum tidur. Berharapnya memang dia menyukai buku ketimbang gadget gitu..

  28. Seru ini dalam memberi pembelajarannya ya Mba
    aku jadi kepikiran sama keponakan yang emaknya kemarin mau lesin juga
    di sini EF seru kayaknya tapi di daerahku aku belum tau ada apa ga

  29. Yang pasti beri contoh mba! Aku sejak kecil suka baca dan saat anak-anak dari bayi pun aku siapkan buku untuk mereka. Aku suka baca buku anak-anak dan bacakan ceritanya, jadi mereka tertarik juga, bahkan seringkali kami share bacaan bersama. Mereka semarang suka kepo dengan buku yang aku baca juga

  30. Aku belum lulus nih soal membuat anak suka sama buku. Tapi dikit2 ya kulihatin kaya main ke perpus, toko buku, dan akunya sendiri juga baca. Nanti kalau punya anak sendiri mungkin lbh niat ya

  31. Alhamdulillah sih, anak-anakku pada suka baca. Tapinya, yang paling bikin mereka suka baca itu kalo lihat emaknya baca buku. Kalo emaknya lagi males, mereka juga ikutan males. Jadi sebenernya, emaknya nih yang jadi kunci. Btw, seru banget ya kayaknya program EF ini. Bikin liburan anak jadi menyenangkan dan berfaedah :)

    • Kalo aja deket, aku kepengen deh ikutkan anak ketigaku ikutan progam EF ini. Dia sangat suka Bahasa Inggris. Kebayang deh excitingnya dia saat ikutan.Cuma cas cis cus dai Youtube dan dari aku serta bapaknya aja dia semangat banget.

  32. Dulu, jama Bapak kerja, tiap minggu suka ada yang nganterin bundelan majalah terbitan terbaru ke rumah.
    Ada Tempo, Femina, Bobo dan beberapa tabloit yang aku gak inget namanya.
    Nanti minggu depannya begitu lagi…

    jadilah tiap minggu aku setia nungguin di ruang tamu demi menyambut si babang pengantar bundelan majalah.

    Ternyata itupun secara gak langsung mengenalkan minat baca kepada anak yaa…

  33. Makasih tipsnya, Mba. Anak-anak memang sebaiknya diajarkan menyukai buku sejak kecil yaa, jadi ingat masa kecilku yang suka baca buku bergambar deh, terus saat SMP dan SMA suka ke perpustakaan untuk membaca buku :)

  34. Noted untuk tips bagaimana supaya anak terbiasa dengan buku buku dan menjadi tertarik untuk membaca buku. Anak-anakku dua duanya kinestetik semua. Tapi pasti ada cara bagaimana dia bisa duduk anteng membaca buku. Makasih ya, tipsnya…sepertinya sekeliling mereka kudu ditaroin buku buku yang menarik

    • Memang benar, kalau anak-anak kinestetik punya tantangan tersendiri karena mereka tidak suka membaca panjang-panjang ya…. Kami memang kebanyakan visual, adik saya yang terakhir auditori. Namun ada celah buat anak kinestetik yang mungkin bisa dimanfaatkan Mbak Astin. Saya pernah membaca kalau tipe kinestetik ini suka menyentuh dan meraba ya, mungkin untuk toddler yang demikian, buku-buku yang bertekstur, bisa digerakkan, ditarik, dilipat, bisa dibuka gambar, dll-nya akan menarik. Atau bisa juga dengan mengajak mereka memeragakan dongeng yang dibaca oleh orang tuanya. CMIIW. :) Tetap semangat ya Mbaaak!

  35. Aku yang belum ngelatih anakku untuk membaca nih, mba. Sepertinya sudah waktunya ya, dia pun mulai menunjukkan paham pola bentuk huruf dan angka. Jadi semangat nih baca tulisanmu mba :D

    • Samaaaaa aku juga belum melatih buat baca kok Mbaaak, latihan buat suka sama buku aja…. Semangat Mbak Biiiilll!

  36. wow, lengkap caranya Mba. mengingatkan aq juga yg udah menurun kebiasaan bacanya. harus banyak buku nih di taruh di sekeliling :)

  37. Kalau orang tuanya suka membaca juga jadi lebih mudah ya mba mengajarkannya :D saya kurang dalam membaca pantas anak-anak saya juga tidak terlalu minat setiap ditawarkan hehe tapi tetep sih saya gak putus asa nawarin baca buku :D

  38. Suasana menyenangkan juga bisa jadi faktor mudah agar anak mau belajar bahasa inggris juga ya mba.. yang point pertama iya banget gak memaksa ^^

  39. Dan aku jadi inget komen netizen di video youtube Maudy n Najwa >> Maudy dari kecil demen banget cium toko buku lah gw dari kecil demennya bumbu indomie *ngakak

    Dan aku udah telepon pihak EF-nya cuman kendala yang jemput huhuhuhu

  40. Makasih sharingnya Mba Ella, saat ini anak-anak di rumah lebih suka nonton tivi daripada baca buku, saya yang kurang telaten dalam memberikan bahan bacaan menarik untuk anak, dengan alasan buku malah rusak saat dibawa main oleh mereka, kalau udah telat gini, gimana ya caranya biar mereka jadi suka baca buku? Program EF keren banget, jadi penasaran sama program holiday-nya, terima kasih infonya

  41. Aku jadi ingat, sejak kecil selalu dicekoki bacaan sama orang tua, bersyukur banget rasanya.
    Orang tua aku mikir,buang penting seneng baca dulu, nanti diarahkan
    jenis bacaannyaa

  42. Wah kakak Kinata saya juga suka dengan buku mbak, walaupun belum tahu bacaannya, dia suka melihat cerita dan gambarnya. Jadi sekarang kemanapun mesti bawa buku untuk dibaca hehe. Untuk bahasa Inggris ini salah satu yang akan saya dorong agar menyukai bahasa dan dapat les di EF nantinya.

  43. Kalau Mpo jaman masih kecil suka baca komik Petruk dan belum ada soft book.

    Minat membaca inilah yang akan membuat kita semakin tahu dan tambah pintar

    • Iya bener banget membiasakan dengan dikelilingi buku, akutu suka baca paling seneng sendiri, nurun keanaku ampe sekarang. Btw itu lucuuu bangeet si anak, gemeezz..

  44. aku harus berterimakasih banget banget ke papa juga yg udh bikin aku sukaa banget membaca dari kecil. ingetan yg paling berkesan kalo paa balik dr training di Amerika, jepang, beliau pasti selalu bawa buku bergambar . dan saat itu walo belum bisa baca, aku dan adek udh semangat banget liat gambar2nya. yg kemudian dibacain papa sebelum tidur. trus setelah bisa baca sendiri, tiap ultah papa cm kasih 1 kado. dia bakal bawa kita ke toko buku, dan yg ulang thn boleh membeli berapapun banyak buku yg sanggub dia baw dlm keranjang :D. ga peduli jumlahnya, asalkan masih sanggub bawa, ya sudah, papa izinin utk beli.

    dan itu yg aku terapin ke anak2ku mba. aku dongengin buku anak2 sebelum tidur, kalo ultah aku ksh kado yg sama. ke gramedia, beli buku apapun yg mereka mau, sekuat yg mereka mampu bawa. dan anak2 selalu seneng luar biasa kalo diksh kado itu. si kaka sih udh bisa baca, tp adeknya memang blm. cm dgn melihat2 buku yg dibeli, dia jd semngat utk trus latihan baca supaya bisa baca sendiri

  45. Setuju semuanya mba Ella, krn hampir semuanya udah kulakukan haahaa
    btw aku tertarik nih sama program EF buat Neyna yg storyteller jadi pengen ke EF terdekat cari tau 😁

  46. kalo anakku gak begitu malas baca, tapi dia males nulis… hahahha kalo ngerjain PR Bahasa, Agama atau yang menghaurskan dia menulis huruf, bisa bisa selesainya lebih dari 3 jam. Tapi kalo matematik, setengah jam juga kelar.

    Btw, thank you tipsnya :)

    • Hihihi, anaka emang beda-beda yo Mbaaaak…. Aku kalau matematika, jangankan 3 jam Mbak, kayanya belum karuan kelarnya hihihi….

  47. Tips terakhir seru banget nih mbak, Holiday Academy … menumbuhkan ke anak juga ya kalau kegiatan membaca itu fun!

  48. Mantap Nyah tipsnya, semoga meningkatkan tingkat literasi masyarakat di masa depan. Serius lho iki. Aku merasa relate sama pengalamannya juga La. Ama kamu aja relatenya kali kejauhan ama Maudy Ayunda hihi. Kai mau takajakin main buku deh nnti sore :D

    • Lhahhhh siapa tahu Kai ntar nyusul satu jas almamater sama dek Modyyyyyy, Mbaaaakkk! Hihihi….

  49. makasih tips nya ya mba.. untuk no 1 saya setuju banget utk tidak dipaksa dan lebih baik mencontohkan dan memberi gambaran bahwa membaca itu kegiatan menyenangkan.. nanti pasti anak2 akan ikut tertarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *