Naik Kereta Jakarta Surabaya Bareng Bocah (2 tahun)

Apa rasanya naik kereta Jakarta Surabaya (approx 7-8 jam) bareng anak umur 2,5 tahun?!?!? Ternyata rasanya menyenangkan Gaeeesss! Nggak seribet yang saya bayangkan.

Jujur, sebenarnya saya sendiri tidak terbiasa naik kereta lebih dari 8 jam. Rekor sepertinya cuma Jakarta – Yogyakarta, Jakarta – Semarang gitu. Selebihnya ya naik pesawat. Jadi kali ini adalah kali pertamanya saya naik kereta api sejauh ini, dan sekaligus bawa Gayatri. Hihihi…. Deg-degan pisan euy.

Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karena:

  1. Harga tiket pesawat mahal, yang biasanya dulu PP Jakarta-Surabaya naik Citilink pun sudah eman-eman gitu rasanya….
  2. Gayatri uda lebih dari 2 tahun, jadi naik pesawat uda nggak bisa pakai tiket infant. Wkwkwkwk…. Yang mana, uda mahal, kudu beli tiga tiket pula kan kalau naik pesawat. Kalau naik kereta api, dia masih bisa tiket infant karena under 3 years old.
  3. Kami berangkat Jumat Malam, yang mana itu peak waktunya para pejuang LDM juga pada pulang ke Jakarte, so high demand. Intinya, mahal, makin mahal, dan mahal. Hahaha….

Kalau mau tahu harga tiket kereta dari Jakarta Surabaya lihat di sini.

Kondisi Stasiun

Singkat cerita, saya mau kondangan ke Jakarta di hari Sabtu beberapa minggu lalu. Jadi saya beli tiket berangkat Jumat malam naik Argo Bromo Anggrek dan pulangnya naik Argo Bromo Anggrek juga di Minggu pagi. Stasiunnya dari Surabaya Pasar Turi – Jakarta Gambir, PP.

Both stasiun cukup nyaman ya. Di Surabaya Pasar Turi, ruang tunggu dipisah antara KA Ekonomi, KA Eksekutif dan yang paling wevvaaaaah adalah KA Priority. Ruang tunggu untuk KA Priority pakai sofa euy.

Kalau di Gambir, saya hanya lihat satu ruang tunggu. Waktu itu, kami memilih untuk menunggu langsung di peron karena memang datang mepet jam keberangkatan. Dari lobby menuju peron harus naik dua lantai. Namun tenang, ada ekskalator naik kok, jadi yang bawa bayi, anak ataupun orang tua tidak terlalu lelah.

Peron yang sama juga menjadi peron kedatangan kami. Bedanya saat turun tidak ada eskalator turun.

Tiket Infant?

Untuk anak di bawah usia 3 tahun diizinkan menggunakan tiket infant (tetap harus dipesan namun tidak dikenakan biaya tambahan). Tapi walaupun usianya masih di bawah 3 tahun, boleh juga beli tiket dewasa.

Tiket berangkat kami beli 3 tiket dewasa, dan pulangnya kami beli 2 tiket dewasa + 1 tiket infant (gratis, karena nggak dapat seat alias pangku). Pertimbangannya si, karena kalau malam kan biar enak ya, bobok masing-masing di seatnya. Kalau siang, ekspektasi kami, Gayatri ga bakalan duduk tu, tapi ngider sana kemari, jalan-jalan karena bosan.

Etapi ternyata enggak! Memang di awalnya Gayatri sempat minta jalan jalan sedikit lalu minta pangku sambil lihat pemandangan. Tapi seterusnya dia minta duduk sendiri gitu, dan bobok. Hahahaha…. Untung ada bangku kosong yang nggak ada penumpangnya gitu, sampai Cirebon. Jadi lumayan kita nggak desek-desekan setengah perjalanan.

Lesson learn: kalau uda toddler, baiknya memang dibelikan tiket dewasa tersendiri. Walaupun naik KA Eksekutif yang sebenarnya juga sudah lega seatnya.

Etapi buat yang ukuran tubuhnya mungil mungil nggak terlalu masalah ya. Ini bukan body shaming tapi fakta si. Saya 168 cm, 66 kg, sementara suami 178 cm, 93 kg, dan anak saya 98 cm, 14 kg. Pasti hal itu juga pengaruh ya….

Saya sengaja ambil perjalanan pagi di hari Minggunya, karena pengen kasih pengalaman yang beda ke Gayatri. Kalau berangkatnya kan malam ya, dia fokus ke dalam keretanya. Sementara ketika pulang ke Surabaya di pagi hari, saat dia tidak tidur, Gayatri sempat menikmati pemandangan di luar jendela. Melihat ekspresinya, saya puas banget si dengan perjalanan ini.

Lesson learn: Naik kereta malam, lebih nyaman karena anak tidur. Sementara naik kereta pagi lebih seru, karena bisa memberi anak banyak pengalaman baru sepanjang perjalanan.

Yang perlu jadi catatan saat perjalanan buat saya adalah masalah toilet dan masalah makan.

Review Gerbong KA Argo Bromo Anggrek

Saat berangkat dan pulang saya sama-sama menggunakan KA Argo Bromo Anggrek namun di gerbong yang berbeda. Sepertinya beda gerbong beda standarnya ya. Walaupun sama-sama nyaman.

Seat yang digunakan adalah reclining seat, sehingga bisa disesuaikan kemiringan sandaran kursinya. Nah yang agak berbeda dengan reclining seat pesawat yang biasa saya gunakan adalah, ketika sandaran kursi direbahkan, maka dudukan kursi ikut menyesuaikan kemiringannya. Menurut saya ini menambah kenyamanan ya. Untuk ukuran tubuh saya yang lumayan bongsor ini, jadi nggak merasa melorot.

Untuk kaki juga disediakan sandaran kaki di seberang kursi. Adjustable juga ketinggiannya.

Diberikan bantal dan selimut bersih saat malam hari, dan hanya bantal saat siang hari. Kedua item ini pun bersih.

Yang paling mengesankan buat saya adalah petugas kebersihannya cekatan dan rajin bolek balik mengambil sampah. Saya yang sudah lama sekali tidak naik kereta jadi sangat terkesan dengan perubahan ini.

Saya jadi penasaran dengan layanan yang kelas priority ni….

Toilet di Kereta Api Argo Bromo Anggrek

Untuk toilet di atas kereta api, sebenarnya sudah sangat memadai banget dan cukup bersih. Ketersediaan tisu juga aman. Saya beberapa kali ke toilet soalnya. Dan sampai di akhir perjalanan tisunya masih ada.

Satu kejadian tidak nyaman dialami oleh suami. Karena pengguna toilet sebelumnya entah bagaimana tidak mengguyur toiletnya. Namun, ketika suami menyampaikan ke petugas, masalah itu dibersihkan dengan cepat. Two thumbs up!

Yang masih menjadi PR mungkin adalah bagi penumpang yang membawa bayi ya. Karena tidak ada nursery room untuk mengganti popok. Jadi kalau mau ganti popok mendingan di kursi penumpang. Di toilet saya rasa kurang memungkinkan karena ruangannya sempit dan risiko bayi jatuhnya besar. Opsi kedua, better mengganti popok di stasiun saja. :) Saya melihat ada nursery room baik di Stasiun Pasar Turi maupun di Stasiun Gambir.

Restorasi di atas Kereta Api Jakarta Surabaya

Karena perjalanan cukup panjang, yang perlu dipikirkan selain toilet adalah makaaaan! Kondisi saya saat itu, tidak memungkinkan membawa bekal, sehingga kami memilih untuk memesan makanan dari restorasi di atas kereta api.

Makan malam pada perjalanan berangkat, kami memesan Nasi Ayam Krispi. Saat perjalanan pulang, untuk makan siang kami memesan Hoka-hoka Bento dan Nasi Bakar Ayam Jamur. Untuk sore harinya, kami memesan bakso dan Nasi Goreng Parahyangan.

Harganya sekitar Rp 38.000,00an all item.

Banyak pilihan ya, dan rasanya si not bad lah. Untuk Nasi Goreng Parahyangan malah bisa dibilang lumayan.

Pembelian makanan bisa dilakukan dengan datang langsung ke gerbong restorasi, atau memesan pada petugas restorasi yang akan berjalan berkeliling pada waktu-waktu tertentu. Oiya, kalau mau pesan Hoka-hoka Bento, karena ini best seller, better pas mau berangkat langsung ke restorasi saja, soalnya pas malam kami mau pesan uda abis aja padahal baru sejam berangkat.

Ketepatan Waktu Kereta Jakarta Surabaya

Untuk masalah ketepatan waktu keberangkatan kereta, tepat banget sampai ke menit-menitnya. Jadi saran saya, datang ke stasiunnya jangan terlalu mepet ya. Apalagi untuk yang baru pertama kali datang ke stasiun.

Untuk jam sampai, sempat mengalami keterlambatan sekitar 30 menit di perjalanan Surabaya – Jakarta. Namun Jakarta – Surabaya on time.

Prosedur Naik Kereta Api

Yang pasti kita harus sudah membeli tiket ya. Saya kemarin beli tiket kereta api Jakarta – Surabaya di Traveloka. E-ticket diterima suami via email. Kami tidak mencetak tiket melainkan langsung cetak boarding pas di stasiun pada hari H keberangkatan.

Untuk penumpang dewasa saat masuk gate,diminta menunjukkan KTP. Sementara anak, kemarin saya tidak dimintai kartu identitasnya. Tapi buat jaga-jaga saya sudah bawa scan Kartu Keluarga.

Tips Supaya Toddler Aman dan Nyaman saat Naik Kereta:

  1. Sedia baju hangat dan juga penutup kepala, untuk jaga-jaga kalau AC terlalu dingin,
  2. Bawa cemilan dan minuman secukupnya,
  3. Bawa mainan sederhana yang tidak terlalu ribet, atau video for the rescue, soalnya entertainment yang tersedia adalah TV, dan acaranya belum tentu menarik untuk anak-anak,
  4. Bawa tisu basah dan baju ganti.

Yaaaaaakkkk!!! Kalau ada yang mau nambahin, sok atuh ditulis di komen yak!

Kalau mau baca-baca tentang pengalaman lain saya traveling bareng bayi bisa dibaca di kumpulan artikel 101 traveling bareng bayi.

Thanks sudah membaca sampai akhir, semoga cerita pengalaman naik kereta Jakarta Surabaya ini bermanfaat yaaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *