Review Happy Diapers

happy diapers kemasan

Akhirnya kesampaian juga nyobain premium diapers dari Happy Diapers ini. Awalnya sempat bertanya-tanya kenapa si ni produk kok berani-beraninya pasang harga lumayan pricey. Setelah saya mencoba sendiri, jadi maklum si. Memang ada harga ada rupa ya Nyaahhh…. Berikut saya review Happy Diapers dari sudut pandang saya ya, semoga bermanfaat.

Yang paling menyolok dan membedakan produk ini dengan produk diapers lain, bahkan produk diapers yang sama-sama premiumnya adalah tentang desain. Desainnya unyu-unyuuuu bangeeeetttt…. Dan banyak macamnya sekitar 20 puluhan motif desain.

happy diapers kemasan

happy diapers motif lucu banget

happy diapers motif lucu

Desainnya beneran menggambarkan moto mereka, “Diapers should be fun”. Selain dari desain yang lucu dan imut ada 6 kelebihan yang dijanjikan oleh Happy Diapers di kemasannya. Saya akan kupas satu-satu janjinya dan bandingkan dengan pengalaman pribadi saya ya.

6 Kelebihan Happy Diapers

1 . Distribution layer.

Ada suatu lapisan tambahan untuk mendistribusi cairan jauh lebih cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Ini penting menurut saya supaya cairan pipis tidak hanya berkumpul di satu titik. Kalau diperhatikan kan kadang diapers tertentu tu akan gembung di satu titiki, misalkan di depan saja kan. Hal tersebut selain akan membuat pipis jadi lebih lama menggenang, juga akan menghimpit bagian kemaluan, terutama kalau cowok. Nah, di Happy Diapers ini saya perhatikan tidak begitu. Walaupun kadang bayi saya pipisnya banyak, cairan akan terdistribusi merata sehingga tidak gembung dan mudah terserap.

2 . Gentle on skin.

Lapisan dalam diapers yang bersentuhan dengan kulit bayu ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi. Lihat foto di bawah ini ya…. Haluuus banget kan permukaan dalamnya. Di video youtube saya, juga saya peragakan bagaimana Gayatri suka dengan kelembutan lapisan dalam ini. Tonton yaaaa…. Videonya ini, tapi nanti saya juga akan embed di bawah.

Permukaan yang lembut ini penting untuk meminimalisasi gesekan dan mencegah iritasi di kulit bayi. Jadi nggak mudah lecet gitu lo….

happy diapers bagian dalam

3 . Breathable outer layer.

Braethable outer layer itu artinya lapisan luar bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit membuat popok tetap nyaman. Sebenarnya layer bersirkulasi ini saya tidak bisa lihat dengan mata telanjang ya…. Mungkin karena porinya begitu halus ya.

4 . Super absorbency gel.

Bahan yang berada di dalam diapers mengandung gel yang berdaya serap tinggi, membuat popok tetap kering. Kalau saya bandingkan dengan diapers lain yang pernah dipakai Gayatri, kelasnya Happy Diapers ini memang sesuai dengan harganya ya, premium. Cepat banget menyerapnya. Di video Tes Daya Serap dan Kenyamanan Happy Diapers ini saya tunjukkan simulasinya ya, tidak sampai 10 hitungan, air terserap sempurna. Saya tes dengan tisu pun tidak ada jejak air sama sekali.

Gelnya sendiri diproduksi dari Jepang ya, negara yang terkenal sebagai produsen diaper yang aman bagi kesehatan bayi.

Menurut saya, poin 2, 3 dan 4 inilah yang membuat kulit bayi nyaman dan tidak pernah mengalami ruam-ruam. Penting banget, dan terbukti sih, Gayatri tidak pernah mengalami ruam sedikitpun.

5 . Comfort fit design.

Happy Diapers memiliki pinggang yang elastis dan lembut memberikan kenyamanan maksimal dan mencegah tanda merah di kulit bayi. Awalnya saya lihat kerutan elastisnya cukup rapat, saya kawatir akan pingget di bagian perut dan paha. Mengingat paha Gayatri agak gemuk, namun ternyata walaupun slim fit, Happy Diapers tidak membuat iritasi di bagian elastis. Saya salut sekali.

Berat badan Gayatri kurang lebih 12 kg, kalau di sizing chart bisa masuk dari ukuran M sampai XL. Namun saya mencoba di ukuran L cukup ngepas, dan paling nyaman di ukuran XL (merk lain Gayatri pun pakainya XL, hehehe). Baik di ukuran L maupun XL, Gayatri tidak mengalami pingget di pinggang dan pahanya.

happy diapers elastis pinggang

6 . Ink safety.

Itu motif gambar-gambar, tintanya aman nggak? Amaaan, Happy Diapers menyatakan kalau mereka menggunakan tinta yang bebas dari logam berat sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Serta menurut pengalaman saya tinta ini tidak transfer ke kulit maupun ke celana walaupun dalam kondisi basah.

Sizing Charts

happy diapers panduan ukuran

Nah, seperti tadi sudah sempat dibahas sedikit tentang sizing-nya Happy diapers: ukuran M perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 7-12 kg, ukuran L perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 9-14 kg, dan ukuran XL perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 12-17 kg.

Perbandingan ukuran L dan XL cukup signifikan ya. Saya mencoba keduanya untuk Gayatri (1,5 yo 12kg). Ukuran Lnya cukup ngepas untuk Gayatri, sementara yang XL masih agak besar. Namun saya memilih menggunakan ukuran XL karena walaupun agak besar namun fitur comfort fit design dari elastisnya membuat diapernya tetap fit di tubuh Gayatri. Kira-kira perbandingan keduanya sbb:

happy diapers perbandingan ukuran

Saya beri tanda juga di foto di atas, kalau ada perekat/ selotipnya ya Nyah. Fungsinya untuk menggulung diapers, agar tetap rapi dan tidak terburai. Jadi bisa mengurangi pemakaian kantung plastik juga. Kalau saya si ya, hehehe…. Jadi kalau hanya bekas pipis hanya saya gulung dan masukkan ke tempat sampah (dengan tutup), baru kalau ada pupupnya, setelah saya buang fesesnya saya gulung dan rekatkan serta lapis dengan kantung plastik.

Setidaknya dengan meminimalisasi penggunaan kantung plastik di atas, mengurangi rasa bersalah saya membuat banyak sampah dengan popok sekali pakai.

Tips Budget Constraint

Buat yang punya budget constraint (seperti saya) memang sepertinya harus pinter-pinter nyari diskonan ya, wkwkwkwk. Atau kalau yang masih ragu dengan kualitas produk Happy Diapers apakah sesuai dengan harganya atau tidak bisa berkunjung ke web mereka, untuk mendapatkan sampel produknya. Webnya: https://www.happydiapers.com/.

Buat yang mau lihat bagaimana tes daya serap yang saya lakukan dan poin-poin lainnya bisa dilihat di video di bawah ini ya!

Demikian review Happy Diapers dari saya, semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa…. Terimakasih sudah mampir :).

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Shampo Zwitsal Natural, Shampo Bebas SLS dan Paraben yang Super Affordable

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Ketika menulis artikel tentang shampo Zwitsal ini, saya jadi flashback ke beberapa perbincangan dengan sesama ibu baru yang sedang nyari perlengkapan bayi tentang shampo bebas sls dan paraben. Kurang lebih percakapannya seperti ini….

“Mbak, emangnya produk shampo/ sabun bayi yang bagus itu selalu mahal ya?” tanya seorang kawan.

“Kriteria bagusnya gimana dulu ni?” saya tersenyum.

“Ya yang bebas sls, nggak mengandung paraben gitu lo mbaaak,” jawabnya.

“Ya yang mahal banyak memang mbaaa, tapi yang super affordable juga ada. Itu Zwitsal, ada yang sebotolnya (100ml) cuma sepuluh ribuan lo.”

Hehehe, beneraaaan banyak lo yang mengira kalau produk bayi yang bagus itu selalu mahal. Obrolan seperti ini sering muncul di antara ibu-ibu, apalagi jaman saya ibu baru. Di satu sisi masih banyak kekawatiran terhadap ingredients SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang bisa menyebabkan iritasi di kulit bayi, beberapa juga bingung terhadap pro kontra penggunaan bahan paraben. Namun di sisi lain, ibu-ibu juga perhitungan dengan budget toiletries bayi.

Tahun lalu saya sempat menulis tentang 4 sabun bayi non sls dan non paraben. Di daftar tersebut ada yang cukup mahal, namun ada yang terjangkau juga. Dan produk yang menurut saya sangat terjangkau dan kualitasnya bagus sehingga sering saya purchase adalah ya Zwitsal ini. Produk ini jadi solusi buat permasalahan yang diperbincangkan di atas.

Selain harganya yang affordable dan kualitasnya yang bagus, saya antusias dengan produk Zwitsal terutama yang varian Natural, karena walaupun ini produk uda ada dari kapan tahun, tapi mereka rajin improve formulanya. Saya ngeh soalnya saya suka merhatiin kemasannya. Dulu pas awal saya pakai, pas jaman Gayatri newborn, di kemasannya nggak ada tulisan “improved formula”. Nah yang terakhir saya beli adaaa…. Ketika suatu brand rajin improve formula, menurut saya, itu menunjukkan bahwa brand tersebut benar-benar concern pada kebutuhan/ keinginan konsumen dan tidak berhenti melakukan riset.

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Related post: 4 Sabun Bayi Non SLS dan Non Paraben

Tapi sekarang saya nggak mau bahas sabunnya lagi, sekarang mau bahas shamponya. Kalau sabun saya menggunakan Zwitsal sejak Gayatri newborn, shampo Zwitsal baru saya coba pas Gayatri uda bisa berdiri. Berarti sekitar 6 bulan lalu ya. Masalah kepraktisan saja si sebenarnya. Karena dulu mandiin di bak, saya masih nervous jadi lebih nyaman pakai yang 2 in 1. Sekali sabunin sekalian shampoin.

Nah, sejak Gayatri bisa berdiri kan uda enak tuh, nggak terlalu kawatir bakal tergelincir masuk ember, jadi mulai pakai dua produk saat mandi: sabun dan shampo.

Rambut Gayatri sendiri sebenarnya tidak bermasalah. Dari lahir sudah cukup tebal, bahkan sempat dipanggil jabrik, hihihi. Tapi karena nggak pernah digundul, awalnya saya rada kawatir bakal jadi rontok dan tipis. Hihihi, ternyata itu mitos ya.

Walaupun begitu saya tetap cari perawatan rambut yang berkaitan dengan rambut hitam dan tebal. Supaya rambut yang memang dari awalnya sudah tebal tetap terjaga pertumbuhannya sampai nanti dia dewasa. Sayang aja kan kalau sudah ada bakat rambut tebal, tapi nggak terawat.

Yang saya coba adalah produk Zwitsal Natural. Mengapa dulu tertarik mencoba produk ini?

Yang pasti karena pengalaman bagus sebelumnya pakai produk Zwitsal baby bath 2in1nya ya, jadi nggak ragu. Saya cek di ingredients shampo ini, lagi-lagi tak ada SLS dan parabennya. Ditambah lagi ada bahan alami lidah buaya, kemiri dan seledrinya. Bahan-bahan tersebut terkenal berkhasiat membuat rambut tebal, hitam dan sehat.

Sebagai anak yang dulu tinggal bareng bersama nenek, saya familiar banget dengan perawatan-perawatan alami seperti itu. Bukan hal aneh bagi kami, kulit kepala kami adem adem dioles lidah buaya hasil petik dari kebun. Atau dioles minyak kemiri buatan sendiri. Tapi berhubung di Jakarta dan kerja juga, anak saya pakai produk yang siap pakai saja. Lebih praktis pastinya.

zwitsal shampo natural

Well, saya langsung aja bahas produknya ya….

Deskripsi Produk Shampo Zwitsal:

Zwitsal Baby Shampo Natural dengan Aloe Vera, Kemiri, Seledri.

Ingredients:

Water, Sodium Laureth Sulfate, Disodium Cocoamphodiacetate, Cocamidopropyl Betaine, Polyquaternium-7, Parfum, Citric Acid, Sodium Benzoate, Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract, Sodium Lactate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Aleurites Moluccana Seed Extract, Panthenol, Etridonic Acid, Cl 42051, Cl 19140.

Sedikit keterangan atas ingredients:

  • Sodium Laureth Sulfate (SLES) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) ya…. Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman.
  • Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract: Seledri.
  • Aloe Barbadensis Leaf Extract: Lidah buaya.
  • Aleurites Moluccana Seed Extract: Kemiri.

Fragrance:

Produk ini mengandung parfum ya, tapi bukan yang nyegrak gitu. Baunya cukup soft tapi cukup ampuh mengatasi bau matahari kalau dia habis berjemur, ataupun bau apek keringat. Jadinya rambutnya terjaga selalu segar. Seneng lah nyium nyiumin rambut Gayatri.

love love

Kemasan:

Harga: yang ukuran 100ml, saya beli di indomaret dekat kosan seharga Rp 11.500,00. Value for money banget kan! Kualitas bagus namun harganya bener-bener terjangkau. Saya juga punya yang kemasan pump ukuran 300ml harganya sekitar Rp 22.000,00.

Where to buy:

Dimana-mana ada iniiii…. mudah banget ditemukan. Di alfamart/ indomaret ada, baby shop apalagi, pasti ada.

Impression:

Rambut asli Gayatri tebal (banyak rambutnya) namun helaiannya tipis. Memiliki tekstur lurus dengan ikal gantung (keriting di bawah). Manfaat menggunakan shampo ini pada rambut dengan tipe seperti Gayatri adalah jadi tidak mudah kusut. Saya senang rambutnya tetap ada ikal alaminya, tapi ikalnya kelihatan cantik gitu. Rapi, hitam dan berkilau.

rambut bayi

Pertumbuhan rambut Gayatri dari bulan ke bulan.

Banyak yang mengomentari rambut Gayatri, katanya kriwil kriwil lucu. Dan walaupun tidak pernah digundul, pertumbuhan rambutnya tetap baik.

Saya menggunakan shampo setiap mandi, jadi dua kali sehari karena sering ada sisa susu atau makanan di rambutnya. Namun, walaupun sering keramas tidak mengakibatkan rambutnya jadi merah seperti anak layangan. Kulit kepalanya pun tidak menjadi kering, saya yakin karena selain tidak mengandung SLS, kandungan aloe veranya efektif menjaga kesehatan kulit kepalanya.

Fitur yang saya sukai dari Shampo Zwitsal:

  • tidak mengandung SLS,
  • tidak mengandung paraben,
  • hypoallergenic, sehingga relatif aman bagi bayi baru lahir sekalipun,
  • tidak pedih di mata,
  • mengandung bahan-bahan natural yang baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala,
  • ada kemasan ukuran kecil yang traveling friendly, ada juga yang besar berbentuk pump,
  • mudah ditemukan,
  • harganya terjangkau.

Demikian review dari saya, semoga bisa jadi masukan yang bermanfaat untuk Nyonyah-nyonyah yang sedang mencari produk perawatan bayi yang value for money namun kualitasnya bagus.

Terimakasih sudah mampir…. Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

3 Pengalaman Memalukan Bawa Bayi Naik Pesawat

bayi naik pesawat bareng bayi

Sebagian besar orang yang ngobrol dengan saya, saat di Bandara bareng bayi, bertanya “apakah bayimu tidak rewel?” Beberapa juga mengajukan rasa salut karena saya berani wara wiri bawa bayi naik pesawat tanpa pendamping. Padahal saya berani ya karena Gayatrinya kooperatif ya. Namun, walau Gayatri anak yang relatif kooperatif dan kalem di tempat umum, saya juga punya pengalaman memalukan bawa bayi naik pesawat.

bayi naik pesawat bareng bayi

Saat Pipis di Lavatory

Okay kejadian ini baru beberapa minggu lalu. Hasil kolaborasi manis antara bayi kepo dan mbak mbak pramugari yang rajin membantu. Terbukalah lavatory saat saya enak-enaknya pipis di atas pesawat.

Saya memang sudah merasa kebeles pipit sejak sebelum boarding. Namun saat itu saya tidak menuntaskan hasrat pipis saya karena nanggung. Lagi nyuapin Gayatri dan uda mendekati waktu boarding. Kan rempes ya gendong bayi sambil buru-buru, mending saya tahan sebentar lalu pipisnya di atas pesawat saja, pikir saya saat itu.

Karena tanpa teman seperjalanan, tentu Gayatri saya bawa masuk ke lavatory. Dia mainan pintu donggg…. Saya biarin karena biasanya begitu, dan aman-aman saja. Gayatri belum bisa buka kuncian pintu kan, walaupun sudah bisa dorong kenop pintunya.

Dan terjadilah insiden kecil itu…. Pramugari (Garuda) yang memang sangat super duper helpful sama penumpang, mungkin karena merasa kawatir dengan suara-suara di pintu atau mungkin mengira saya terkunci dan kesulitan membuka pintu, berinisiatif membuka kuncian pintu dari luar dong…. Dan ups, maaf, pemandangannya kurang menyenangkan ya Mbaaa…. Hehehe….

Saya cuma bisa nyengir, dan pintunya pun ditutup kembali sama mbak pramugarinya. Hehehe, rempong kan kalau saya yang nutup. Harus pake celana dulu (((dijelasin))). 😛

Related Post: Pengalaman Bawa Bayi Umur 4 Bulan Naik Pesawat

tips naik pesawat bareng anak

Saat Gayatri Nepuk Pantat Pramugara

Posisi paling pewe buat ibu bawa bayi menurut saya itu di row paling depan yang ada extra legnya. Kalau ga bisa dapet ya di lorong atau di pinggir dekat jendela. Paling sering saya dapatnya di lorong si….

Dapat seat di lorong itu manfaatnya ada beberapa:

  1. Memudahkan keluar masuk kursi,
  2. Nggak terlalu mengganggu penumpang lain,
  3. Kalau merasa sempit handle tangan bagian lorong bisa dibuka, jadi bisa leluasa ada tambahan space di sisi samping,
  4. Kalau Gayatri bosan, dia bisa jalan-jalan sepanjang lorong saat uda diperbolehkan tidak menggunakan seat belt.

Namuuuunnn, ada juga kelemahannya:

  1. Berbahaya saat proses mengeluar masukkan koper ke kompartemen atas, risiko kejatuhannya lebih besar dibanding seat yang dekat jendela,
  2. Seing terganggu hilir mudiknya pramugari tang membawa troli, daaaaaannnn….
  3. Berisiko malu kalau anak kita lagi usil suka jawil-jawil pramugara/ pramugari.

Poin yang ketiga ini beneran saya alami lo. Gayatri pernah nepok pantat pramugara. PRAMUGARA. Cowoooook!!!!

Saya nyadarnya pas uda ketepok, masnya bilang “Eh!” Sambil nengok ke arah saya. Untung saat itu tangannya Gayatri masih terjulur kan. Jadi masnya mahfum, kalau yang nepok bayi imut unyu unyu, bukan emaknyaaa…. Ya kali kaaan…. Saya cuma tersenyum. Dan pramugaranya langsung pasang wajah ramah ke Gayatri, ngajak bercanda. Buset terlatih banget yak, wajah ramahnya….

Semuanya pun berakhir dengan baik.

Related Post: Pengalaman Membawa Bayi Umur 9 Bulan Naik Pesawat

anak nyaman naik pesawat

Foto-foto di atas diambil saat Gayatri usia 1 tahun di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta.

Saat Gayatri Pup saat Landing

Bayangkan, saat kru pesawat mengumumkan kalau kami sudah ada di posisi landing, semua penumpang diminta  menegakkan sandaran dan mengencangkan seat belt, lalu tiba-tiba wajah si Ening tegang. Bukan tegang karena mendengar suara mesin pesawat. Saya kenal sekali ekspresi ini. Ekspresi ngeden.

Ya ampunnn baunya. Malu banget saya, karena bau banget.

Waktu itu pas mau ke Yogyakarta, dan mungkin sebagian besar orang tau, entah mengapa prosesi landing di Jogja itu lamaaa. Semacam antri muter-muter di atas. Saya gelisah. Penumpang sebelah saya apalagi! Uda mulai tutup-tutup hidung dan oles-oles freshcare! Gayatri mah lempeng, muka tak bersalah. Ni anak yaaaaaa!!!!

Tapi gimana dong, mau ke toilet juga nggak bisa kan. Karena semua harus duduk. Berbahaya bagi diri saya sendiri, Gayatri dan tentu orang lain, kalau saya sampai nekat jalan dan jatuh. Akhirnya ya sudah, tahankanlah baunya. Pas uda landing sempurna dan kami diizinkan turun, saya langsung ngacir cepet-cepet bawa bocah yang juga uda mulai menggeliat-geliat risih.

Pengalaman Gayatri pup saat penerbangan memang cuma sekali itu si, tapi amit amit dah, jangan sampai kejadian lagi! Wkwkwk! Ngakak kalau ingat….

hehehe

Yaaaaa gitu deh, beberapa kejadian yang rada malu-maluin yang pernah saya alami. Kayanya ya cuma tiga ini di puluhan penerbangan kami. So bisa dibilang, kecil kemungkinan terjadi. Walaupun kalau terjadi pun, semuanya akan tetap baik-baik saja. Asal kita sebagai ibu tetap tenang. Karena kalau nggak tenang, kejadian sekecil apapun bikin mood kita rusak dan ruin the rest of the trip. Jadi tetap semangat yaaa buat yang mau bawa anak/ bayi pergi seorang diri menggunakan moda pesawat. Tenang adalah koentji!

Related Post:
Pengalaman Bawa Bayi Naik Pesawat Umur 4 Bulan
Pengalaman Bawa Bayi Naik Pesawat Umur 9 Bulan

Gimana kalau teman-teman? Adakah kejadian lucu atau malah memalukan selama travelling bareng bayiii? Cerita yuuuuk!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Memilih Detergen Bayi Bebas SLS

detergen bayi bebas sls

Saat diminta menyoba produk cairan pembersih pakaian bayi dari Purebaby, saya riset dulu tentang produk ini dan kemudian cukup tertarik dengan beberapa klaim yang diberikan oleh merk dagang ini. Terutama karena di kemasannya tercantum bahwa detergen bayi ini bebas SLS, hypoalergenik dan juga ramah lingkungan.

Poin ramah lingkungan memang beberapa waktu terakhir cukup menarik minat saya. Walaupun belum secara serius melaksanakannya, saya pernah sampai membeli Bastille Soap (sodaranya Castille Soap) sebagai alternatif sabun yang bisa dibilang 100% alami. Produk Bastille Soap ini bersifat plant base atau dari minyak-minyak yang dihasilkan tumbuhan dan tidak mengandung bahan kimia sintetis. Namun karena produk alami ini relatif mahal dan juga kurang praktis, maka saya undur, dan kembali menggunakan produk pabrikan biasa (yang sadly, mengandung SLS).

Beberapa klaim dari Purebaby tersebut di awal, membuat saya berharap kalau akhirnya saya menemukan produk yang as natural as possible, but still effective and affordable. Saya yakin teman-teman pun sebenarnya menginginkan hal yang sama. Pengen ada produk yang terjangkau, tetap membersihkan dengan baik dan yang pasti aman bagi bayi dan juga lingkungan.

detergen bayi bebas sls

Natural as possible, but still effective and affordable.

Sounds too good too be true ya?

Hehehe…. Untuk itu saya menerima produk tersebut dan menyobanya, serta membandingkan produk laundry liquid Purebaby dengan dua jenis sabun cuci yang saya miliki di rumah. Kedua produk pembanding tersebut adalah 1) produk pabrikan yang mengandung SLS yang biasa saya pakai serta 2) produk Bastille Soap. Maksud saya di sini membandingkan ketiga produk ini BUKAN untuk menyatakan bahwa produk yang tidak cocok bagi saya itu pasti jelek bagi teman-teman atau sebaliknya.

Dalam perbandingan yang akan saya lakukan, saya akan sampaikan poin-poinnya, sehingga semoga bisa jadi wawasan baru bagi teman-teman dan masukan dalam memilih mana produk yang tepat untuk kondisi masing-masing. Karena bagaimanapun kondisi serta apa yang dirasa penting bagi masing-masing orang kan bisa berbeda. Jadi hasil penilaiannya pun bisa berbeda pula.

Untuk memudahkan penyebutan maka saya akan menyebut produk pabrikan yang mengandung SLS yang biasa saya pakai dengan “Sabun SLS” sebagai pembanding pertama dan produk alami  sebagai pembanding kedua dengan sebutan “Bastille Soap”. Dalam membandingkan ketiga produk ini, saya akan menggunakan skala 1-5, dimana poin 1 adalah poin paling jelek (tidak saya sukai) dan poin 5 adalah poin paling bagus (paling saya sukai).

purebaby

Berikut adalah alasan dan penjelasan bagaimana saya menilai ketiga produk, sehingga menghasilkan penilaian dalam tabel:

Percobaan dan First Impression

Di gambar dibawah, Sabun SLS adalah sabun di gelas paling kiri, Purebaby di tengah dan Bastille Soap di paling kanan. Terlihat busa yang dihasilkan sabun SLS memang paling banyak dibandingkan sabun lain. Sementara busa paling sedikit dihasilkan oleh Bastille Soap. Jumlah sabun yang digunakan di masing-masing gelas sama, yaitu satu sendok makan. Mungkin hal ini disebabkan selain karena bahan baku juga karena tingkat kekentalan sabun yang berbeda.

detergen yang aman bagi bayi

Saya merendam sapu tangan yang sengaja saya beri noda kecap masing-masing sebanyak tiga tetes kecap. Kemudian saya merendamnya selama sepuluh menit. Untuk Sabun SLS dan Purebaby noda kecap hilang tanpa perlu dikucek hanya perlu diaduk-aduk di gelas, sementara di gelas Bastille Soap selain diaduk, perlu dilakukan pengucekan ringan agar nda kecap bersih sempurna. Pada akhirnya semua noda memang bersih, hanya usaha yang diperlukan saat menggunakan Bastille Soap lebih besar.

detergen bayi yang bagus

Saat pembilasan dilakukan, yang paling mudah dibilas dan terasa kesat adalah sapu tangan yang direndam Bastille Soap. Fakta yang sudah dapat diduga ya…. Yang paling licin di tangan setelah dibilas adalah sabun SLS. Purebaby sendiri cukup kesat dan mudah dibilas.

Saya kurang suka dengan bau Bastille Soap saat digunakan mencuci, baunya seperti minyak goreng. Berbeda dengan Purebaby yang wanginya lembut khas bayi. Namun untunglah, saat kering tidak ada bau minyak goreng yang tersisa.

Karena saya lebih suka pakaian Ning Gaya sedikit wangi (tidak menyengat) agar saat disimpan di lemari tetap segar dan tidak bau apek, saya prefer tidak menggunakan Bastille Soap. Namun, jika ada ibu yang lebih suka pakaian tidak berbau mungkin akan lebih menyukai Bastille Soap ya….

IMG_5129

Perbandingan Formula

Mengandung SLS?

Sabun Purebaby dan Bastille Soap sama-sama tidak mengandung SLS. Alih-alih SLS yang dinyatakan sebagai surfaktan yang merusak lingkungan dan dapat menimbulkan iritasi, kedua sabun ini menggunakan surfaktan berbasis tanaman.

Purebaby menggunakan minyak kelapa ditambah gula jagung sebagai agen pembersih noda (dalam ingredients di kemasan ditunjukkan dengan nama Alkyl Polygycoside). Sementara Bastille Soap yang saya punya berbahan dasar minyak kelapa, minyak biji bunga matahari dan minyak jarak.

Kalau sabun SLS nggak perlu ditanya lagi ya, hehehe, sesuai sebutan yang saya sematkan, produk yang saya miliki ini mengandung Sodium Lauryl Sulfate. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahan ini dinilai sebagai bahan yang merusak lingkungan serta berpotensi mengiritasi kulit. Cerita tentang SLS sebelumnya pernah saya bahas juga di artikel: 4 Sabun Mandi Bayi Bebas SLS.

Mengandung Anti Bakteri dan Anti Jamur?

Beberapa detergent bayi SLS mengandung bahan pengawet (misal Methylisotiazolinone) yang bekerja juga sebagai anti bakteri. Bahan itu memiliki risiko untuk kesehatan bayi. Purebaby sendiri mengandung N-Alkylaminopropyl Glycine yang merupakan anti jamur dan anti bakteri. Sementara Bastille Soap yang saya miliki tidak mengandung anti jamur maupun anti bakteri.

Terkait dengan Bastille Soap, sebenarnya masih bisa diakali dengan menambahkan essential oil dengan properti anti jamur dan atau anti bakteri seperti halnya lemon atau tea tree. Namun tentu saja penambahan EO ini mengakibatkan peningkatan biaya, mengingat EO harganya juga tidak murah.

Anti bakteri dan anti jamur ini penting buat saya, karena bakteri dan jamur kan berkeliaran dan tak kasat mata, apalagi saya biasanya mencuci dan menjemur pakaian di malam hari sampai kemudian diangkat di sore hari. Hal ini karena saya berkerja dari pagi sampai sore. Jadi potensi berbau apek karena bakteri dan jamur cukup besar. Belum lagi apabila hari mendung atau hujan.

Properti anti bakteri dan anti jamur juga saya percaya membantu meminimalisasi penyebaran penyakit.

setrong

Perbandingan Harga

Harga Sabun SLS yang saya miliki adalah Rp 55.000,00 / 800 ml atau sekitar Rp 68,00/ ml. Sebelas dua belas dengan harga Purebaby Laundry Liquid yang Sebesar Rp 59.000,00 / 900 ml atau sekitar Rp 65,00 / ml. Kedua produk ini saya beli dalam kemasan refill. Sementara Bastille Soap yang saya miliki tidak ada yang dalam kemasan refill sehingga saya membelinya dalam kemasan botol Rp 100.000,00 / 1 L atau sekitar Rp 100,00 / ml.

Sebagai perbandingan lagi, harga detergen cair biasa (yang bukan khusus bayi) paling sekitar 20 – 30 ribuan untuk 800 ml.

Apabila menggunakan Bastille Soap dan menambahkan essential oil, maka perlu juga memperhitungkan harga EO. Perkiraan EO harga termurah yang pernah saya tahu adalah sekitar Rp 50.000,00 / 10 ml. Penggunaannya hanya beberapa tetes si sebenarnya, jadi dikira-kira sendiri ya biayanya. Tetep pasti akan jauh di atas Sabun SLS dan Purebaby.

In My Humble Opinion

Dari tabel nilai, dapat disimpulkan kalau saya cukup terkesan dengan produk Purebaby ini. Bagi yang belum familiar dengan produk Purebaby Laundry Liquid, foto produknya adalah sebagai berikut:

pure baby laundry liquid

Resume Kelebihan Purebaby:

  • Mengandung bahan alami yang aman bagi lingkungan.
  • Tidak mengandung SLS yang dapat membuat iritasi.
  • Mengandung anti bakteri dan anti jamur.
  • Baunya lembut dan segar.
  • Harganya relatif terjangkau.

Intinya, harapan saya menemukan produk yang as natural as possible, but still effective and affordable berarti terpenuhi. Good job Purebaby! Bagi Nyonyah yang sedang mencari produk cairan pembersih pakaian bayi, saya rasa patut untuk mempertimbangkan produk ini.

PS.

Demi etika, saya tidak akan menyebutkan merk dagang produk sabun SLS yang saya gunakan. Namun yang pasti di ingredientsnya mengandung Sodium Lauryl Sulfate (agen pembersih) dan Methylisothiazolinone (pengawet). Sila cek produk detergen bayi yang digunakan di rumah masing-masing yaaaa!

Semoga artikel kali ini bermanfaat yaaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel, Aloe Vera Gel yang Bagus untuk Dewasa dan Anak-anak

review aloe vera

Pas pertama kali mendengar nama Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel yang terpikir di benak saya adalah 1) aloe vera gel yang sedang hype saat ini — itu lo yang dari Korea dipadukan 2) papaya ointment yang juga lagi hype di kalangan ibu-ibu muda — itu loooo yang warna merah tubenya dari Australia. Tau kan yang saya maksud…. Bedanya produk ini adalah skincare lokal. So prooooouuudd! #LocalPROUDuct

oriel soothing gel aloe vera

Penasaran banget karena ngebayangin dua produk favorit massa digabung manfaatnya jadi satu. Penasaran apa bener efektif…. Trus penasaran juga sama klaimnya yang bilang kalau bisa dipakai juga buat bayi. Terlebih lagi dikomporin sama reviewnya temen sendiri Radinna, yang saya kenal orangnya rada kritis dan galak banget tapi juga sekaligus royal sama produk bayi. So, walaupun kata simbah, “buat anak kok coba-coba”, saya memberanikan diri menggunakan produk baru ini untuk saya dan Ning Gaya.

Dan so far selama sebulan menggunakan produk ini saya puas banget. Ratingnya 8 dari 10.

Berikut manfaat gel aloe vera + papaya merk Oriel bagi saya:

1 . Pelembab Wajah

Yang utama dan terutama, manfaat Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel buat saya pribadi adalah untuk pelembab wajah. Saya menggunakan Oriel di seluruh bagian wajah, termasuk daerah sekitar mata dan bibir. Yang saya rasakan Oriel bukan pelembab sembarang pelembab ya, karena mampu melembabkan wajah saya yang super kering.

Yang saya suka dari produk ini adalah teksturnya yang cair, sehingga cepat menyerap di wajah. Poin cepat menyerap ini penting buat saya karena:

  • Kalau pagi kan buru-buru mau pakai sunblock trus bedakan, jadi nggak mau pelembab yang lama keringnya. Produk Oriel ini nggak lengket sama sekali, dan waktu tunggu menyerapnya hampir nggak ada. Saya uda nyoba pakai aloe vera lain dari Wardah, Mineral Botanica dan Nature Republic sekalipun, nggak ada yang penyerapannya secepat Oriel. Dan walaupun ditambah sunblock tetap nggak jadi lengket siangnya.
  • Kalau malam kan, saya suka layer skin care yang dipakai. Walaupun dilayer dua toner, face oil lalu pelembab, oriel juga nggak lengket. Jadi kalaupun diusel-usel anak atau suami, mereka tetep ngerasa nyaman-nyaman aja.

Yang unik walaupun nggak lengket dan nggak berat di wajah, Oriel ini efektif melembabkan loh. Saya kerasa banget, walaupun di malam hari saya tidur di kamar yang full AC, wajah tetap terasa supple di pagi hari.


gayatri dan ibu oriel

Trus senengnya lagi pas pakai bedak jadi nempel, kayanya my skin but better gitu. Kalau kulit kering kan kadang semacam nggak nempel gitu lo bedaknya…. Yang kulitnya kering pasti paham banget deh sama masalah ini.

Untuk bibir, Oriel juga mampu melembabkan bibir saya yang pecah-pecah. Tentu saja karena bahannya natural, progressnya tidak instan ya. Setelah kurang lebih tiga hari ada perbaikan sbb:

bibir before after

2 . After Sun

Sebagaimana soothing gel lainnya, Oriel ini memiliki kemampuan mendinginkan kulit. Walaupun bukan yang nyeeesss kaya mint gitu. Tapi enak banget kalau dioles di kulit saat habis berpanas-panas ria di bawah terik matahari. Kulit yang kemerahan jadi kalem.

3 . Digunakan pada Bayi

Di saran penggunaannya, Oriel menyebutkan kalau produk ini aman digunakan pada bayi karena bahan-bahannya yang alami. Perbedaan penggunaannya dengan orang dewasa adalah hanya digunakan pada bagian-bagian yang mengalami kendala. Misalnya di lokasi kulit bayi yang digigit serangga atau ada bruntusan.

Saya sendiri sempat mencobanya di Gayatri, anak saya pas usia 15 bulan. Untuk bruntusan, hanya ada sedikit perbaikan. Kurang lebih penggunaan beberapa hari seperti ini:

bruntusan before after

Terlihat ada perbaikan ya….

Namun untuk gigitan serangga, produk ini lumayan cepat meredakan gatal dan kemerahannya. Untuk gigitan serangga nhanya butuh beberapa jam, warna merahnya hilang, biasanya soalnya Gayatri kalau bentol gede gitu bisa berhari-hari merah di sekitar gigitan serangganya. Dan kalau merahnya lama jadi rawan digaruk-garuk karena gatal. Semakin cepat reda, semakin baik si, karena meminimalisasi lecet karena garukan. Saya sempat foto before afternya seperti ini:

betis before after

Ingredients:

1 . Aloe Vera

Sebagai orang yang tumbuh besar di kampung, saya familiar banget sama tanaman aloe vera alias si lidah buaya. Nanem sendiri boook, di kebun. Tapi dulu lebih familiar dengan manfaatnya sebagai perawatan rambut si. Pas uda gede baru tahu kalau produk ini ternyata baik juga untuk perawatan kulit. Ya sejak ramai produk soothing gel di pasaran. Dan ternyata saya suka jugaaa!

Beberapa manfaat aloe vera bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit tanpa membuatnya terasa lengket/ berminyak,
  • remove tan,
  • mengobati/ mengurangi rasa pedih karena terbakar matahari,
  • memperbaiki stretch marks.

2 . Pepaya

Berikut beberapa manfaat pepaya bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit,
  • membersihkan pigmentasi,
  • mengurangi kerutan,
  • mengurangi kantung hitam di bawah mata,
  • mengobati luka,
  • removes tan,
  • mengontrol munculnya jerawat.

3 . Tidak mengandung alkohol, tidak mengandung paraben dan tidak mengandung parfum.

review aloe vera

Ukuran: 30 ml

What I Love:

  • produknya efektif melembabkan dan memberikan perbaikan pada kulit kering,
  • efektif juga mengurangi gatal pada gigitan serangga,
  • kemasannya higienis,
  • lokaaaaal,
  • menggunakan bahan natural,
  • tidak mengandung alkohol,
  • tidak mengandung paraben,
  • tidak berbau wangi,
  • aman bagi bayi.

Where to buy: instagram @oriel.id

Buat temen-temen yang sedang mencari aloe vera gel yang bagus, terutama untuk penggunaan wajah, saya merekomendasikan banget produk ini. Apalagi ini produk lokal juga dan menggunakan bahan-bahan yang natural. Ayoooo dukung produk-produk dalam negeri sendiri! Salam sayang yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!