Capsule Wardrobe Baju Wanita

capsule wardrobe

Saat saya balik lagi ke Jakarta setelah cuti besar bulan Mei lalu, saya memilih untuk ngekos daripada sewa rumah lagi. Jadi sewa hanya satu kamar, yang saya tempati  berdua dengan Ning Gaya. Ngekos dengan bayi punya banyak konsekuensi, sebagian besar sudah saya ceritakan di sini. Selain itu, ada satu yang belum saya ceritakan: space lemari pakaian yang jadi kueciiiiiilllll sekali.

Karena bagaimanapun, sebenarnya kamar yang saya sewa didesain untuk mahasiswa. Jadi ya lemarinya pun didesain hanya untuk satu orang. Pada kondisi saya, lemari yang sama harus saya pakai, selain untuk menyimpan baju wanita saya, baju bayi gayatri, juga stok printilan bayi seperti diapers, handuk, mainan, dll. Makin sempit saja kaaaaan.

lemari

Seperti ini kira-kira lemari saya. Saya nggak mungkin juga nambah lemari karena kamarnya sempit. Untung kemudian saya nemu artikelnya Mbak Nike Prima tentang Capsule Wardrobe di Living Loving.

Walaupun saya nggak 100% memgikuti prinsipnya, namun ada beberapa hal yang bisa saya terapkan agar baju wanita saya tetap muat di lemari kosan. Namun sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari biar tidak terlalu kelihatan kalau pakaiannya mbahrenggo alias kumbah – garing – dienggo, gitu lo.

capsule wardrobe

via pexels.com

Prinsip yang mau saya adaptasi dari eksperimen capsule wardrobe nya Mbak Nike Prima:

  1. Memilah pakaian sampai jumlah tertentu (kalau mbak Nike pakai batasan jumlah 37 pcs, kalau saya kayanya bakal lebih sedikit dari itu karena menyesuaikan ruang lemari),
  2. Memilih pakaian yang mencerminkan style atau karakter diri,
  3. Kalau diperlukan berbelanja aju wanita, lalukan dengan intentional. Ga sembarangan. Pilih yang longlasting dan beneran kita suka. Nggak hanya karena diskon atau retail terapy semata.
  4. Memilih pakaian yang versatile.

Versatile itu maksudnya:

  1. Mudah dipadu padankan satu dengan yang lain,
  2. Mudah untuk dipakai dalam occasion yang berbeda. Jadi yang formal terlalu kaku, yang casual terlalu gembel. Sehingga masih bisa ada peluang untuk di mix match-kan. Hehehehe….

padu padan

via pexels.com

Let’s staaarrrttt!!!!

1 . Bongkar Lemari

Dari prinsip di atas saya mulai bongkar lemari di Surabaya. Sayangnya, saya menemukan kalau sebagian besar pakaian saya itu nggak versatile. Susah dipadupadankan. #cry Kalau saya paksakan, pasti jumlahnya akan menggelembung melebihi kapasitas lemari. Huft!

Temen-temen pernah nggak merasakan hal yang sama dengan saya? Punya baju banyak tapi merasa nggak punya baju yang pas buat dipakai untu satu aktivitas. Nah, mungkin teman-teman pun melakukan kesalahan yang sama dengan saya. Tosss!

Dari hasil seleksi lemari saya menemukan:

  1. Kemeja putih
  2. Celana hitam
  3. Kemeja biru
  4. Batik
  5. Batik
  6. Batik
  7. Blus
  8. Baju stripes
  9. Sepatu semi formal
  10. Sepatu formal
  11. Sepatu olahraga
  12. Celana semi formal hitam
  13. Celana abu-abu tua

Saya baru ngeh kalau saya tidak punya celana jeans! Padahal itu salah satu must have item yang paling mudah dipadu padankan.

Oke fine. Stapples di atas nggak bakal bisa memenuhi kebutuhan saya.

jeans

via pexels.com

2 . Nyari Referensi (1)

Saya kemudian memutuskan untuk nanya-nanya ke grup WA Indonesian Female Bloggers, gimana si styling baju wanita yang sederhana dan jumlah terbatas tapi tetep punya ciri khas.

Saya nanya di situ karena saya tahu persis mereka memahami fashion dengan baik, dan sekaligus mengenal saya dengan cukup baik juga. Jadi saya yakin nggak akan sembarangan ngasih insight.

Dari mereka saya dapat list must have item:

1 . Kemeja putih

2 . Celana formal

3 . Celana jeans

4 . Kaus stripes

5 . Outer

6 . Statement Asesoris

Saya juga baca-baca lebih lanjut artikel-artikel di pinterest tentang capsule wardrobe dan styling dengan pieces baju wanita yang terbatas. So far masuknnya mirip-mirip si.

Kesimpulannya saya tinggal melengkapi stapples yang saya punya dengan outer, jeans dan asesoris. Setidaknya itu dulu cukup.

3 . Nyari referensi (2)

Step terakhir adalah nyari-nyari baju wanita di olshop dan marketplace. Jujur, saya tu seleranya nggak terlalu bagus. Hehehe….

Jadi belanja baju wanita buat saya itu punya tantangan tersendiri. Kadang kalau beli sendiri, uda dibeli, sampai di rumah baru sadar kalau baju yang dibeli itu nggak cocok buat saya.

Untuk itu saya sekarang punya pendekatan yang berbeda dalam beli baju. Yaitu mengandalkan online dulu. Saya screenshoot-screenshoot produk yang saya suka. Saya periksa detail ukurannya. Lalu saya kirimkan ke suami.

matahari mall

via Matahari Mall

Contohnya begini, saya screen shoot baju wanita dari matahari mall.

Nanti suami yang kurasi. Setelah itu baru saya simpan. Beberapa hari saya lihat lagi, kalau saya masih pengen beli, berarti saya memang suka. Gituuuu, hihihi, ribet yaaak….

Tapi so far ini cara yang kayanya bakal paling efektif deh buat saya. Temen-temen ada ide lain nggak? Eksperimen capsule wardrobe versi saya ini bakal saya update lagi yaaa! Semoga bermanfaat buat yang punya space terbatas seperti saya, atau yg sedang menjalani hidup minimalis seperti Mbak Nike Prima. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel, Aloe Vera Gel yang Bagus untuk Dewasa dan Anak-anak

review aloe vera

Pas pertama kali mendengar nama Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel yang terpikir di benak saya adalah 1) aloe vera gel yang sedang hype saat ini — itu lo yang dari Korea dipadukan 2) papaya ointment yang juga lagi hype di kalangan ibu-ibu muda — itu loooo yang warna merah tubenya dari Australia. Tau kan yang saya maksud…. Bedanya produk ini adalah skincare lokal. So prooooouuudd! #LocalPROUDuct

oriel soothing gel aloe vera

Penasaran banget karena ngebayangin dua produk favorit massa digabung manfaatnya jadi satu. Penasaran apa bener efektif…. Trus penasaran juga sama klaimnya yang bilang kalau bisa dipakai juga buat bayi. Terlebih lagi dikomporin sama reviewnya temen sendiri Radinna, yang saya kenal orangnya rada kritis dan galak banget tapi juga sekaligus royal sama produk bayi. So, walaupun kata simbah, “buat anak kok coba-coba”, saya memberanikan diri menggunakan produk baru ini untuk saya dan Ning Gaya.

Dan so far selama sebulan menggunakan produk ini saya puas banget. Ratingnya 8 dari 10.

Berikut manfaat gel aloe vera + papaya merk Oriel bagi saya:

1 . Pelembab Wajah

Yang utama dan terutama, manfaat Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel buat saya pribadi adalah untuk pelembab wajah. Saya menggunakan Oriel di seluruh bagian wajah, termasuk daerah sekitar mata dan bibir. Yang saya rasakan Oriel bukan pelembab sembarang pelembab ya, karena mampu melembabkan wajah saya yang super kering.

Yang saya suka dari produk ini adalah teksturnya yang cair, sehingga cepat menyerap di wajah. Poin cepat menyerap ini penting buat saya karena:

  • Kalau pagi kan buru-buru mau pakai sunblock trus bedakan, jadi nggak mau pelembab yang lama keringnya. Produk Oriel ini nggak lengket sama sekali, dan waktu tunggu menyerapnya hampir nggak ada. Saya uda nyoba pakai aloe vera lain dari Wardah, Mineral Botanica dan Nature Republic sekalipun, nggak ada yang penyerapannya secepat Oriel. Dan walaupun ditambah sunblock tetap nggak jadi lengket siangnya.
  • Kalau malam kan, saya suka layer skin care yang dipakai. Walaupun dilayer dua toner, face oil lalu pelembab, oriel juga nggak lengket. Jadi kalaupun diusel-usel anak atau suami, mereka tetep ngerasa nyaman-nyaman aja.

Yang unik walaupun nggak lengket dan nggak berat di wajah, Oriel ini efektif melembabkan loh. Saya kerasa banget, walaupun di malam hari saya tidur di kamar yang full AC, wajah tetap terasa supple di pagi hari.


gayatri dan ibu oriel

Trus senengnya lagi pas pakai bedak jadi nempel, kayanya my skin but better gitu. Kalau kulit kering kan kadang semacam nggak nempel gitu lo bedaknya…. Yang kulitnya kering pasti paham banget deh sama masalah ini.

Untuk bibir, Oriel juga mampu melembabkan bibir saya yang pecah-pecah. Tentu saja karena bahannya natural, progressnya tidak instan ya. Setelah kurang lebih tiga hari ada perbaikan sbb:

bibir before after

2 . After Sun

Sebagaimana soothing gel lainnya, Oriel ini memiliki kemampuan mendinginkan kulit. Walaupun bukan yang nyeeesss kaya mint gitu. Tapi enak banget kalau dioles di kulit saat habis berpanas-panas ria di bawah terik matahari. Kulit yang kemerahan jadi kalem.

3 . Digunakan pada Bayi

Di saran penggunaannya, Oriel menyebutkan kalau produk ini aman digunakan pada bayi karena bahan-bahannya yang alami. Perbedaan penggunaannya dengan orang dewasa adalah hanya digunakan pada bagian-bagian yang mengalami kendala. Misalnya di lokasi kulit bayi yang digigit serangga atau ada bruntusan.

Saya sendiri sempat mencobanya di Gayatri, anak saya pas usia 15 bulan. Untuk bruntusan, hanya ada sedikit perbaikan. Kurang lebih penggunaan beberapa hari seperti ini:

bruntusan before after

Terlihat ada perbaikan ya….

Namun untuk gigitan serangga, produk ini lumayan cepat meredakan gatal dan kemerahannya. Untuk gigitan serangga nhanya butuh beberapa jam, warna merahnya hilang, biasanya soalnya Gayatri kalau bentol gede gitu bisa berhari-hari merah di sekitar gigitan serangganya. Dan kalau merahnya lama jadi rawan digaruk-garuk karena gatal. Semakin cepat reda, semakin baik si, karena meminimalisasi lecet karena garukan. Saya sempat foto before afternya seperti ini:

betis before after

Ingredients:

1 . Aloe Vera

Sebagai orang yang tumbuh besar di kampung, saya familiar banget sama tanaman aloe vera alias si lidah buaya. Nanem sendiri boook, di kebun. Tapi dulu lebih familiar dengan manfaatnya sebagai perawatan rambut si. Pas uda gede baru tahu kalau produk ini ternyata baik juga untuk perawatan kulit. Ya sejak ramai produk soothing gel di pasaran. Dan ternyata saya suka jugaaa!

Beberapa manfaat aloe vera bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit tanpa membuatnya terasa lengket/ berminyak,
  • remove tan,
  • mengobati/ mengurangi rasa pedih karena terbakar matahari,
  • memperbaiki stretch marks.

2 . Pepaya

Berikut beberapa manfaat pepaya bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit,
  • membersihkan pigmentasi,
  • mengurangi kerutan,
  • mengurangi kantung hitam di bawah mata,
  • mengobati luka,
  • removes tan,
  • mengontrol munculnya jerawat.

3 . Tidak mengandung alkohol, tidak mengandung paraben dan tidak mengandung parfum.

review aloe vera

Ukuran: 30 ml

What I Love:

  • produknya efektif melembabkan dan memberikan perbaikan pada kulit kering,
  • efektif juga mengurangi gatal pada gigitan serangga,
  • kemasannya higienis,
  • lokaaaaal,
  • menggunakan bahan natural,
  • tidak mengandung alkohol,
  • tidak mengandung paraben,
  • tidak berbau wangi,
  • aman bagi bayi.

Where to buy: instagram @oriel.id

Buat temen-temen yang sedang mencari aloe vera gel yang bagus, terutama untuk penggunaan wajah, saya merekomendasikan banget produk ini. Apalagi ini produk lokal juga dan menggunakan bahan-bahan yang natural. Ayoooo dukung produk-produk dalam negeri sendiri! Salam sayang yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Working Mom dan Sepatu Pantofel

working mom dan sepatu

Chit chat sedikit ya. Kalau ditanya apa yang paling berubah dari sisi penampilan saat bekerja, saat sudah menjadi ibu dibanding sebelumnya. Kalau saya selain sekarang selain lebih sering memakai baju menyusui atau setidaknya baju berkancing depan, saya juga lebih suka pakai sepatu yang nyaman buat moving-moving pas hamil maupun kalau perlu sambil gendong anak.

Yap. Saya concern soal sepatu yang dipakai saat bekerja karena kan kalau kerja 8-5 pakai sepatu ya. Lebih lama pakai sepatu daripada lipstik. Lipstik mah jam makan siang juga uda bubar jalan. Hehehe….

Oleh karena itu sekarang saya no more high heels. Goodbye beauty is pain. LOL. Wkwkwkwk….

Risiko Menggunakan High Heels

Ga bisa dipungkiri si heels bikin postur tubuh jadi keliatan indah, tapi sekarang jauh lebih mikirin kenyamanan dan kesehatan sih. Selain jadi mudah lelah dan juga bikin mager, ada beberapa risiko lain yang saya kawatirkan saya hadapi kalau pakai high heels :

  • Nyeri punggung. Kalau kamu pakai high heels, berat badan kamu bakal terkonsentrasi pada bagian depan. Hal itu bikin sirkulasi darah menjadi rendah di daerah itu. Selain itu, bisa juga nimbulin di bagian belakang dan pinggul.
  • Tekanan pada kaki. Jepitan heels bisa bikin kaki sakit,
  • Berjalan tidak seimbang. Heels bisa ngubah postur tubuh, tetapi gak semua orang bisa nyeimbangin badan dengan baik saat memakainya. Karena itu, resiko keseleo jadi meningkat.
  • Penyakit tulang belakang. Keselarasan tulang belakang berubah saat mengenakan heels. Alhasil, ini bikin rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa muncul.
  • Kuku kaki tumbuh ke dalam. Studi menjelaskan kalau alasan utama di balik kuku tumbuh ke dalam ya penggunaan high heels. Kalau udah kejadian, kuku bakal sakit banget buat “dinormalin” lagi.

 

working mom dan sepatu

Alternatif Sepatu Kerja

Daripada menghadapi itu semua saya mending ganti model untuk aktivitas sehari sehari, jadi ke arah sneakers untuk casual atau pantofel yang relatif lebih nyaman. So far, kerjaan kantor nggak masalah sih. Maksudnya boleh-boleh saja tidak menggunakan high heels. Pantofel aja sudah cukup resmi untuk kantor saya.

Buat masalah selera, juga nggak jadi soal buat saya. Soalnya sepatu pantofel sekarang ada banyak modelnya, dari model bertali, pakai perekat, atau selop langsung. Kekinian. Nggak cuma yang standar ala-ala Ibu Guru. Bahkan saya pernah pakai pantofel gitu di suatu acara Blogger dan menangin best look dong. Jurinya Ussy Sulistyowati. #Aseeek #TrendyAbis

Coba deh simak macam-macam model pantofel wanita di bawah ini:

  • Oxford Shoes. Sepatu pantofel ini bisa dikategoriin sebagai sepatu resmi dengan tambahan tali kecil. Mirip sneakers lah. Model ini dibuat dari kulit binatang seperti reptil, atau juga kulit sintetis.
  • Dress Shoes. Model dress shoes biasa dipakai buat acara smart casual (semi formal) hingga formal. Biasanya, model berwarna coklat atau hitam. Kadang ada juga varian lain seperti burgundy, oxblood, chestnut, cordovan, dan putih. Bahannya sendiri terbuat dari kulit.
  • Casual Shoes. Sama kaya namanya, casual shoes dipakai secara kasual, di suasana santai. Bisa juga sih dipakai ke acara semi formal.

Contoh Sepatu Pantofel

Sepatu pantofel wanita jenis oxford di bawah ini namanya Wingtip Rumbai. Warnanya coklat tua. Di atasnya dilengkapi tali dengan warna coklat yang lebih tua lagi buat ngiket kaki. Uniknya, produsen membuat rumbai di bagian depan berupa untaian tali. Jadi bikin kesannya nggak kaku gitu. Rumbai ini dibuat dari bahan kulit yg sama dengan penyusunnya, yaitu full up. Pengrajin menggunakan sol kulit nabati.

Wingtip Rumbai

Di depan rumbai, ada lengkungan dengan pola lubang-lubang kecil. Overall, kesan dari sepatu pantofel wanita ini adalah klasik dan elegan. Tapi tetep cuteeeeee. Buat membawa pulang Wingtip Rumbai, Nyonyah perlu mengocek kantong 715 ribu rupiah.

Embracing Local Products

Uniknya produk pantofel di pasaran tentu gak lepas dari tangan pengrajinnya. Yup, keterampilan dan kreativitas mereka patut diacungi jempol. Simak yuk beberapa label sepatu pantofel wanita LOKAL yang udah sukses. Indonesia !

  • Moodshoes. Orang bilang Bandung surganya kreativitas. Salah satu buktinya adalah keberadaan Moodshoes yang terus menghasilkan sepatu handmade. Mereka menggabungkan jenis kulit pull up untuk outer dan kulit kerbau untuk sol. Sol itu dikerjakan pakai teknik rossel stick down. Supaya kakimu gak lecet, Moodshoes pakai bahan suede dan spons buat bagian dalam sepatu.
  • Masabu Shoes. Keunggulan label ini adalah pemakaian kulit asli pada setiap pantofel yang dibuat. Selain itu, dia juga punya khas broguing alis lubang aliran udara. Jadi, kakimu gak akan pengap.
  • Hello Youli Shoes. Hello Youli khusus memproduksi sepatu pantofel. Produknya bisa digunakan ke beragam acara, formal atau kasual. Modelnya sendiri punya khas simpel, cantik, dan elegan.
  • Hello Voila. Hello Voila adalah pengrajin asal Bandung yang juga demen pakai kulit asli. Ada model oxford, serta model loafer. Bedanya, oxford pakai tali, kalau loafer tinggal masukin kaki langsung.
  • Pengrajin KYO cerdik banget bikin pantofel dengan gradasi warna menarik. Ia menggunakan bahan kulit, jadi awet. Detail sepatu juga rapi dan gak mudah lepas.

 Where to Buy ?

Bersyukurnya label-label tersebut sudah bisa dibeli online. Kita bisa menemukan sepatu pantofel wanita ataupun pria di Qlapa.com. Oiya, Qlapa adalah situs yang menghubungkan pengrajin di daerah dengan pasar dunia. Lewat situs ini, produk para pengrajin bisa diliat siapapun di manapun. Bermanfaat sekali buat Nyonyah-nyonyah yang strugling banget bagi waktu antara kerjaan/ urusan rumah dengan urusan belanja belanji.

Kalau Nyonyah, apakah masih pakai high heels untuk daily?

Sharing dong apa sepatu favoritnya…. Salam sayaaang…..

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Perawatan Kulit Kering di Youth and Beauty Clinic, Review Hydra Facial dan Fire and Ice facial

hydra facial

Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya sempat ikut acara gathering bareng blogger dari Indonesian Female Blogger, dari acara tersebut saya berkesempatan untuk mencoba treatment di Youth and Beauty Clinic. Perawatan yang saya jalani adalah perawatan kulit kering, yang pertama Hydra Facial dan yang kedua Fire and Face Facial yang dilakukan secara beruntun. Nah langsung saja saya cerita step by step perawatannya ya, semoga step-step yang saya ceritakan ini bisa memberi gambaran bagi Nyonyah-nyonyah yang memiliki masalah kulit yang samaaaaaa….

Continue Reading

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

[Event] Secret to be Young and Beautiful Bersama Youth & Beauty Clinic dan Dissy Cosmetics

beauty blogger gathering

Saya pernah bertanya pada suami, apakah saya cantik. Suami saya bilang, saya cantik. Hehehe. Saya seneng banget dong dibilang gitu. Sampai ada tambahan kalimat, “Dulu tapi, pas kami pertama bertemu,” katanya sambil nyengir.  Yaaaaaaahhhh…. Walaupun saya tahu itu bercanda namun memang ada benarnya juga si. Saya sama suami bertemu kurang lebih 17 tahun yang lalu, Nyaaah. Tahun ini saya berusia 27 tahun ya Nyonyah-nyonyah…. Masih muda, tapi ya tidak muda-muda banget. Namun, memang tidak dapat dipungkiri kalau kondisi kulit sudah tidak sefit jaman remaja dulu. Kalau sekarang walaupun masih ada manis-manisnya tapi uda kurang cantik si, agak kusam gitu. Badan saya pun tentu sudah tidak sebagus ketika gadis ya, sudah punya anak satu pasti ada bekas-bekas sisa perjuangan hamil dan menyusui. I proud of it, of course. Tapi ga bisa bilang kalau hal tersebut estetis ya. 🙂 Jujurly speaking.

beauty blogger gathering

Tapi sepertinya masalah jelek oleh waktu memang sesuatu yang niscaya bakal terjadi pada semua orang, jika kita tidak melakukan perlawanan untuk tetap awet muda dan cantik. Makanya saya seneng banget pas bisa gabung di Beauty Blogger Gathering bersama dr. Gabby dari Youth & Beauty Clinic. Acara bertema “Secret to be Young and Beautiful” ini juga dihadiri oleh Ussy Sulistyowati, artis sekaligus founder Dissy Cosmetics.

dr. Gabby, di acara tersebut menyampaikan bahwa kunci utama agar tampil awet muda dan cantik adalah kulit yang sehat. Rahasia kulit yang sehat menurut beliau ada satu: kulit yang bersih. Nah untuk menjaga kulit tetap sehat dan bersih ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

1 . Cleansing dengan Benar.

Dokter Gabby menekankan untuk melakukan double cleansing di malam hari. Terutama bagi yang menggunakan makeup dalam kegiatan sehari-harinya. Mungkin sudah banyak yang memahami konsep double cleansing ini, namun tak ada salahnya saya mencoba merangkum kembali dari penjelasan dr. Gabby yaaa…. Intinya, sesuai makna harafiahnya double cleansing berarti pembersihan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pembersih wajah/ make up remover, dan yang kedua adalah facial wash.

dr gaby

2 . Jangan Over Cleansing

Walaupun cleansing itu penting, namun over cleansing itu tidak baik juga. Contohnya dalam penggunaan scrub saat proses eksfoliasi kulit mati. Scrub tidak diperkenankan untuk digunakan setiap hari. Hal ini menurut Beliau karena kulit perlu waktu untuk meregenerasi kulit. Jika dilakukan terus menerus tanpa jeda, bukannya bersih, kulit malah dapat iritasi.

3 .  Pilih Kosmetik yang Aman dan Tepat

Saat dr. Gabby membahas tentang cleansing, dr. Gabby menerangkan bahwa untuk step pertama dalam double cleansing sebaiknya kita memilih produk pembersih yang oil based. Hal ini karena bahan dasar make up, sebagian besar adalah oil based. Sehingga, bahan pembersih yang oil based akan “melarutkan” make up yang ada di wajah kita dengan baik dibandingkan yang water based.

Setelah itu, baru dilakukan pembersihan dengan sabun yang water based. Ussy menyodorkan produk dari Dissy Cosmetics, yaitu Dissy Brightening Facial Foam untuk dikritisi oleh dr. Gabby. Setelah membaca cukup seksama, dan kayanya bikin Ussy sempet deg-degan juga dengan pendapat dr. Gabby. Dokter Gabby si bilang kalau produk ini bagus untuk digunakan sebagai facial foam di pagi hari (saat tidak menggunakan make up) atau digunakan sebagai second cleanser.

Buat yang penasaran aku fotoin produknya yaaaa….

dissy

Ingredients: Aqua, Stearic Acid, Myristic Acid, Cocamide DEA, Glycerin, Lauric Acid, Potassium Hydroxide, Acrylates/ Vinyl Neodecanoate Crosspolymer, Glyceryl Stearate, Cetearyl Alkohol, Ceteareth-20, Palmitic Acid, Sodium Chloride, Hamamelis Virginiana Extract, Fragrance, Niaciamide, Sodium Cocoamphoacetate, Arbutin, Polyquaternium-39, Dmdm Hydantoin, Disodium Edta, BHT, Triethanolamine.

Aku memang nggak terlalu paham tentang ingredients kosmetik. Namun sebatas yang aku pahami, produk ini tidak mengandung SLS juga tidak mengandung Paraben. Yeeeeeeaaa! Saya suka saya suka.

4 . Perawatan yang Tepat

Dalam beberapa kasus masalah kecantikan, memang ada yang perlu pertolongan lebih lanjut dari ahli untuk mempercepat proses pemulihan kondisi kulit/ tubuh dari masalah yang dialami. Di kesempatan kali ini, Ussy banyak share tentang kondisi kulitnya pasca melahirkan dan masalah kegemukan yang dihadapinya. Yang paling aku ingat adalah treatment Ulthera HIFU dan fat freezing yang telah dilakukannya selama dua bulan. Keduanya dilakukan di Youth & Beauty Clinic.

Ulthera HIFU adalah treatment facelift, untuk mengencangan kulit muka. Sementara fat freezing adalah treatment yang ditujukan untuk mengencangkan bagian-bagian tubuh yang mengalami penimbunan lemak. Treatment fat freezing ini tanpa operasi. Ya, kebutuhan Ussy sebagai artis pasti menuntut agar pemulihan kondisi tubuh dan kulitnya cepat, jadi memang perawatan intensif yang mempercepat proses pemulihan kulitnya adalah jawaban dari kebutuhannya.

de gaby dan ussy sulistyowati

Walaupun bukan artis pun, saya rasa kalau memang diperlukan dan memang ada budget, tidak ada salahnya untuk melakukan perawatan. Apalagi ibu baru seperti saya ya, saya rasa perawatan kulit juga bisa sebagai saat-saat me time atau pampering time. Jadi sekalian ngecharge energi menghadapi hari esooookkk…. Ciaaattt!!! Aku sendiri minggu lalu juga sempat melakukan perawatan di Youth & Beauty Clinic untuk masalah kulit keringku. Nanti lebih lanjut aku ceritain di postingan lain yak.

Oiya, dr. Gabby juga mengingatkan untuk jaga makanan yang dikonsumsi dan tetap berolahraga dengan baik. Jangan mentang-mentang perawatan trus ga menjaga gaya hidup. Nanti hasilnya jadi tidak optimal.

Gitu sharing dr. Gabby dan Ussy Sulistiyowati tentang “Secret to be Young and Beautiful” di Beauty Blogger Gathering yang diadakan bareng Indonesian Female Blogger. Semoga artikel ini bermanfaat ya Nyaaahhh…. 🙂 Buat yang punya tips perawatan sehari-harinya apa untuk tampil sehat, segar dan awet muda, boleh juga lo sharing tipsnya di comment section. Yang belum follow IG @nyonyamalas, boleh juga lho, klik follow di foto di atas. 🙂

Salam sayaaang….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!