Review Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel, Aloe Vera Gel yang Bagus untuk Dewasa dan Anak-anak

review aloe vera

Pas pertama kali mendengar nama Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel yang terpikir di benak saya adalah 1) aloe vera gel yang sedang hype saat ini — itu lo yang dari Korea dipadukan 2) papaya ointment yang juga lagi hype di kalangan ibu-ibu muda — itu loooo yang warna merah tubenya dari Australia. Tau kan yang saya maksud…. Bedanya produk ini adalah skincare lokal. So prooooouuudd! #LocalPROUDuct

oriel soothing gel aloe vera

Penasaran banget karena ngebayangin dua produk favorit massa digabung manfaatnya jadi satu. Penasaran apa bener efektif…. Trus penasaran juga sama klaimnya yang bilang kalau bisa dipakai juga buat bayi. Terlebih lagi dikomporin sama reviewnya temen sendiri Radinna, yang saya kenal orangnya rada kritis dan galak banget tapi juga sekaligus royal sama produk bayi. So, walaupun kata simbah, “buat anak kok coba-coba”, saya memberanikan diri menggunakan produk baru ini untuk saya dan Ning Gaya.

Dan so far selama sebulan menggunakan produk ini saya puas banget. Ratingnya 8 dari 10.

Berikut manfaat gel aloe vera + papaya merk Oriel bagi saya:

1 . Pelembab Wajah

Yang utama dan terutama, manfaat Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel buat saya pribadi adalah untuk pelembab wajah. Saya menggunakan Oriel di seluruh bagian wajah, termasuk daerah sekitar mata dan bibir. Yang saya rasakan Oriel bukan pelembab sembarang pelembab ya, karena mampu melembabkan wajah saya yang super kering.

Yang saya suka dari produk ini adalah teksturnya yang cair, sehingga cepat menyerap di wajah. Poin cepat menyerap ini penting buat saya karena:

  • Kalau pagi kan buru-buru mau pakai sunblock trus bedakan, jadi nggak mau pelembab yang lama keringnya. Produk Oriel ini nggak lengket sama sekali, dan waktu tunggu menyerapnya hampir nggak ada. Saya uda nyoba pakai aloe vera lain dari Wardah, Mineral Botanica dan Nature Republic sekalipun, nggak ada yang penyerapannya secepat Oriel. Dan walaupun ditambah sunblock tetap nggak jadi lengket siangnya.
  • Kalau malam kan, saya suka layer skin care yang dipakai. Walaupun dilayer dua toner, face oil lalu pelembab, oriel juga nggak lengket. Jadi kalaupun diusel-usel anak atau suami, mereka tetep ngerasa nyaman-nyaman aja.

Yang unik walaupun nggak lengket dan nggak berat di wajah, Oriel ini efektif melembabkan loh. Saya kerasa banget, walaupun di malam hari saya tidur di kamar yang full AC, wajah tetap terasa supple di pagi hari.


gayatri dan ibu oriel

Trus senengnya lagi pas pakai bedak jadi nempel, kayanya my skin but better gitu. Kalau kulit kering kan kadang semacam nggak nempel gitu lo bedaknya…. Yang kulitnya kering pasti paham banget deh sama masalah ini.

Untuk bibir, Oriel juga mampu melembabkan bibir saya yang pecah-pecah. Tentu saja karena bahannya natural, progressnya tidak instan ya. Setelah kurang lebih tiga hari ada perbaikan sbb:

bibir before after

2 . After Sun

Sebagaimana soothing gel lainnya, Oriel ini memiliki kemampuan mendinginkan kulit. Walaupun bukan yang nyeeesss kaya mint gitu. Tapi enak banget kalau dioles di kulit saat habis berpanas-panas ria di bawah terik matahari. Kulit yang kemerahan jadi kalem.

3 . Digunakan pada Bayi

Di saran penggunaannya, Oriel menyebutkan kalau produk ini aman digunakan pada bayi karena bahan-bahannya yang alami. Perbedaan penggunaannya dengan orang dewasa adalah hanya digunakan pada bagian-bagian yang mengalami kendala. Misalnya di lokasi kulit bayi yang digigit serangga atau ada bruntusan.

Saya sendiri sempat mencobanya di Gayatri, anak saya pas usia 15 bulan. Untuk bruntusan, hanya ada sedikit perbaikan. Kurang lebih penggunaan beberapa hari seperti ini:

bruntusan before after

Terlihat ada perbaikan ya….

Namun untuk gigitan serangga, produk ini lumayan cepat meredakan gatal dan kemerahannya. Untuk gigitan serangga nhanya butuh beberapa jam, warna merahnya hilang, biasanya soalnya Gayatri kalau bentol gede gitu bisa berhari-hari merah di sekitar gigitan serangganya. Dan kalau merahnya lama jadi rawan digaruk-garuk karena gatal. Semakin cepat reda, semakin baik si, karena meminimalisasi lecet karena garukan. Saya sempat foto before afternya seperti ini:

betis before after

Ingredients:

1 . Aloe Vera

Sebagai orang yang tumbuh besar di kampung, saya familiar banget sama tanaman aloe vera alias si lidah buaya. Nanem sendiri boook, di kebun. Tapi dulu lebih familiar dengan manfaatnya sebagai perawatan rambut si. Pas uda gede baru tahu kalau produk ini ternyata baik juga untuk perawatan kulit. Ya sejak ramai produk soothing gel di pasaran. Dan ternyata saya suka jugaaa!

Beberapa manfaat aloe vera bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit tanpa membuatnya terasa lengket/ berminyak,
  • remove tan,
  • mengobati/ mengurangi rasa pedih karena terbakar matahari,
  • memperbaiki stretch marks.

2 . Pepaya

Berikut beberapa manfaat pepaya bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit,
  • membersihkan pigmentasi,
  • mengurangi kerutan,
  • mengurangi kantung hitam di bawah mata,
  • mengobati luka,
  • removes tan,
  • mengontrol munculnya jerawat.

3 . Tidak mengandung alkohol, tidak mengandung paraben dan tidak mengandung parfum.

review aloe vera

Ukuran: 30 ml

What I Love:

  • produknya efektif melembabkan dan memberikan perbaikan pada kulit kering,
  • efektif juga mengurangi gatal pada gigitan serangga,
  • kemasannya higienis,
  • lokaaaaal,
  • menggunakan bahan natural,
  • tidak mengandung alkohol,
  • tidak mengandung paraben,
  • tidak berbau wangi,
  • aman bagi bayi.

Where to buy: instagram @oriel.id

Buat temen-temen yang sedang mencari aloe vera gel yang bagus, terutama untuk penggunaan wajah, saya merekomendasikan banget produk ini. Apalagi ini produk lokal juga dan menggunakan bahan-bahan yang natural. Ayoooo dukung produk-produk dalam negeri sendiri! Salam sayang yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Working Mom dan Sepatu Pantofel

working mom dan sepatu

Chit chat sedikit ya. Kalau ditanya apa yang paling berubah dari sisi penampilan saat bekerja, saat sudah menjadi ibu dibanding sebelumnya. Kalau saya selain sekarang selain lebih sering memakai baju menyusui atau setidaknya baju berkancing depan, saya juga lebih suka pakai sepatu yang nyaman buat moving-moving pas hamil maupun kalau perlu sambil gendong anak.

Yap. Saya concern soal sepatu yang dipakai saat bekerja karena kan kalau kerja 8-5 pakai sepatu ya. Lebih lama pakai sepatu daripada lipstik. Lipstik mah jam makan siang juga uda bubar jalan. Hehehe….

Oleh karena itu sekarang saya no more high heels. Goodbye beauty is pain. LOL. Wkwkwkwk….

Risiko Menggunakan High Heels

Ga bisa dipungkiri si heels bikin postur tubuh jadi keliatan indah, tapi sekarang jauh lebih mikirin kenyamanan dan kesehatan sih. Selain jadi mudah lelah dan juga bikin mager, ada beberapa risiko lain yang saya kawatirkan saya hadapi kalau pakai high heels :

  • Nyeri punggung. Kalau kamu pakai high heels, berat badan kamu bakal terkonsentrasi pada bagian depan. Hal itu bikin sirkulasi darah menjadi rendah di daerah itu. Selain itu, bisa juga nimbulin di bagian belakang dan pinggul.
  • Tekanan pada kaki. Jepitan heels bisa bikin kaki sakit,
  • Berjalan tidak seimbang. Heels bisa ngubah postur tubuh, tetapi gak semua orang bisa nyeimbangin badan dengan baik saat memakainya. Karena itu, resiko keseleo jadi meningkat.
  • Penyakit tulang belakang. Keselarasan tulang belakang berubah saat mengenakan heels. Alhasil, ini bikin rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa muncul.
  • Kuku kaki tumbuh ke dalam. Studi menjelaskan kalau alasan utama di balik kuku tumbuh ke dalam ya penggunaan high heels. Kalau udah kejadian, kuku bakal sakit banget buat “dinormalin” lagi.

 

working mom dan sepatu

Alternatif Sepatu Kerja

Daripada menghadapi itu semua saya mending ganti model untuk aktivitas sehari sehari, jadi ke arah sneakers untuk casual atau pantofel yang relatif lebih nyaman. So far, kerjaan kantor nggak masalah sih. Maksudnya boleh-boleh saja tidak menggunakan high heels. Pantofel aja sudah cukup resmi untuk kantor saya.

Buat masalah selera, juga nggak jadi soal buat saya. Soalnya sepatu pantofel sekarang ada banyak modelnya, dari model bertali, pakai perekat, atau selop langsung. Kekinian. Nggak cuma yang standar ala-ala Ibu Guru. Bahkan saya pernah pakai pantofel gitu di suatu acara Blogger dan menangin best look dong. Jurinya Ussy Sulistyowati. #Aseeek #TrendyAbis

Coba deh simak macam-macam model pantofel wanita di bawah ini:

  • Oxford Shoes. Sepatu pantofel ini bisa dikategoriin sebagai sepatu resmi dengan tambahan tali kecil. Mirip sneakers lah. Model ini dibuat dari kulit binatang seperti reptil, atau juga kulit sintetis.
  • Dress Shoes. Model dress shoes biasa dipakai buat acara smart casual (semi formal) hingga formal. Biasanya, model berwarna coklat atau hitam. Kadang ada juga varian lain seperti burgundy, oxblood, chestnut, cordovan, dan putih. Bahannya sendiri terbuat dari kulit.
  • Casual Shoes. Sama kaya namanya, casual shoes dipakai secara kasual, di suasana santai. Bisa juga sih dipakai ke acara semi formal.

Contoh Sepatu Pantofel

Sepatu pantofel wanita jenis oxford di bawah ini namanya Wingtip Rumbai. Warnanya coklat tua. Di atasnya dilengkapi tali dengan warna coklat yang lebih tua lagi buat ngiket kaki. Uniknya, produsen membuat rumbai di bagian depan berupa untaian tali. Jadi bikin kesannya nggak kaku gitu. Rumbai ini dibuat dari bahan kulit yg sama dengan penyusunnya, yaitu full up. Pengrajin menggunakan sol kulit nabati.

Wingtip Rumbai

Di depan rumbai, ada lengkungan dengan pola lubang-lubang kecil. Overall, kesan dari sepatu pantofel wanita ini adalah klasik dan elegan. Tapi tetep cuteeeeee. Buat membawa pulang Wingtip Rumbai, Nyonyah perlu mengocek kantong 715 ribu rupiah.

Embracing Local Products

Uniknya produk pantofel di pasaran tentu gak lepas dari tangan pengrajinnya. Yup, keterampilan dan kreativitas mereka patut diacungi jempol. Simak yuk beberapa label sepatu pantofel wanita LOKAL yang udah sukses. Indonesia !

  • Moodshoes. Orang bilang Bandung surganya kreativitas. Salah satu buktinya adalah keberadaan Moodshoes yang terus menghasilkan sepatu handmade. Mereka menggabungkan jenis kulit pull up untuk outer dan kulit kerbau untuk sol. Sol itu dikerjakan pakai teknik rossel stick down. Supaya kakimu gak lecet, Moodshoes pakai bahan suede dan spons buat bagian dalam sepatu.
  • Masabu Shoes. Keunggulan label ini adalah pemakaian kulit asli pada setiap pantofel yang dibuat. Selain itu, dia juga punya khas broguing alis lubang aliran udara. Jadi, kakimu gak akan pengap.
  • Hello Youli Shoes. Hello Youli khusus memproduksi sepatu pantofel. Produknya bisa digunakan ke beragam acara, formal atau kasual. Modelnya sendiri punya khas simpel, cantik, dan elegan.
  • Hello Voila. Hello Voila adalah pengrajin asal Bandung yang juga demen pakai kulit asli. Ada model oxford, serta model loafer. Bedanya, oxford pakai tali, kalau loafer tinggal masukin kaki langsung.
  • Pengrajin KYO cerdik banget bikin pantofel dengan gradasi warna menarik. Ia menggunakan bahan kulit, jadi awet. Detail sepatu juga rapi dan gak mudah lepas.

 Where to Buy ?

Bersyukurnya label-label tersebut sudah bisa dibeli online. Kita bisa menemukan sepatu pantofel wanita ataupun pria di Qlapa.com. Oiya, Qlapa adalah situs yang menghubungkan pengrajin di daerah dengan pasar dunia. Lewat situs ini, produk para pengrajin bisa diliat siapapun di manapun. Bermanfaat sekali buat Nyonyah-nyonyah yang strugling banget bagi waktu antara kerjaan/ urusan rumah dengan urusan belanja belanji.

Kalau Nyonyah, apakah masih pakai high heels untuk daily?

Sharing dong apa sepatu favoritnya…. Salam sayaaang…..

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Perawatan Kulit Kering di Youth and Beauty Clinic, Review Hydra Facial dan Fire and Ice facial

hydra facial

Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya sempat ikut acara gathering bareng blogger dari Indonesian Female Blogger, dari acara tersebut saya berkesempatan untuk mencoba treatment di Youth and Beauty Clinic. Perawatan yang saya jalani adalah perawatan kulit kering, yang pertama Hydra Facial dan yang kedua Fire and Face Facial yang dilakukan secara beruntun. Nah langsung saja saya cerita step by step perawatannya ya, semoga step-step yang saya ceritakan ini bisa memberi gambaran bagi Nyonyah-nyonyah yang memiliki masalah kulit yang samaaaaaa….

Continue Reading

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

[Event] Secret to be Young and Beautiful Bersama Youth & Beauty Clinic dan Dissy Cosmetics

beauty blogger gathering

Saya pernah bertanya pada suami, apakah saya cantik. Suami saya bilang, saya cantik. Hehehe. Saya seneng banget dong dibilang gitu. Sampai ada tambahan kalimat, “Dulu tapi, pas kami pertama bertemu,” katanya sambil nyengir.  Yaaaaaaahhhh…. Walaupun saya tahu itu bercanda namun memang ada benarnya juga si. Saya sama suami bertemu kurang lebih 17 tahun yang lalu, Nyaaah. Tahun ini saya berusia 27 tahun ya Nyonyah-nyonyah…. Masih muda, tapi ya tidak muda-muda banget. Namun, memang tidak dapat dipungkiri kalau kondisi kulit sudah tidak sefit jaman remaja dulu. Kalau sekarang walaupun masih ada manis-manisnya tapi uda kurang cantik si, agak kusam gitu. Badan saya pun tentu sudah tidak sebagus ketika gadis ya, sudah punya anak satu pasti ada bekas-bekas sisa perjuangan hamil dan menyusui. I proud of it, of course. Tapi ga bisa bilang kalau hal tersebut estetis ya. 🙂 Jujurly speaking.

beauty blogger gathering

Tapi sepertinya masalah jelek oleh waktu memang sesuatu yang niscaya bakal terjadi pada semua orang, jika kita tidak melakukan perlawanan untuk tetap awet muda dan cantik. Makanya saya seneng banget pas bisa gabung di Beauty Blogger Gathering bersama dr. Gabby dari Youth & Beauty Clinic. Acara bertema “Secret to be Young and Beautiful” ini juga dihadiri oleh Ussy Sulistyowati, artis sekaligus founder Dissy Cosmetics.

dr. Gabby, di acara tersebut menyampaikan bahwa kunci utama agar tampil awet muda dan cantik adalah kulit yang sehat. Rahasia kulit yang sehat menurut beliau ada satu: kulit yang bersih. Nah untuk menjaga kulit tetap sehat dan bersih ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

1 . Cleansing dengan Benar.

Dokter Gabby menekankan untuk melakukan double cleansing di malam hari. Terutama bagi yang menggunakan makeup dalam kegiatan sehari-harinya. Mungkin sudah banyak yang memahami konsep double cleansing ini, namun tak ada salahnya saya mencoba merangkum kembali dari penjelasan dr. Gabby yaaa…. Intinya, sesuai makna harafiahnya double cleansing berarti pembersihan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pembersih wajah/ make up remover, dan yang kedua adalah facial wash.

dr gaby

2 . Jangan Over Cleansing

Walaupun cleansing itu penting, namun over cleansing itu tidak baik juga. Contohnya dalam penggunaan scrub saat proses eksfoliasi kulit mati. Scrub tidak diperkenankan untuk digunakan setiap hari. Hal ini menurut Beliau karena kulit perlu waktu untuk meregenerasi kulit. Jika dilakukan terus menerus tanpa jeda, bukannya bersih, kulit malah dapat iritasi.

3 .  Pilih Kosmetik yang Aman dan Tepat

Saat dr. Gabby membahas tentang cleansing, dr. Gabby menerangkan bahwa untuk step pertama dalam double cleansing sebaiknya kita memilih produk pembersih yang oil based. Hal ini karena bahan dasar make up, sebagian besar adalah oil based. Sehingga, bahan pembersih yang oil based akan “melarutkan” make up yang ada di wajah kita dengan baik dibandingkan yang water based.

Setelah itu, baru dilakukan pembersihan dengan sabun yang water based. Ussy menyodorkan produk dari Dissy Cosmetics, yaitu Dissy Brightening Facial Foam untuk dikritisi oleh dr. Gabby. Setelah membaca cukup seksama, dan kayanya bikin Ussy sempet deg-degan juga dengan pendapat dr. Gabby. Dokter Gabby si bilang kalau produk ini bagus untuk digunakan sebagai facial foam di pagi hari (saat tidak menggunakan make up) atau digunakan sebagai second cleanser.

Buat yang penasaran aku fotoin produknya yaaaa….

dissy

Ingredients: Aqua, Stearic Acid, Myristic Acid, Cocamide DEA, Glycerin, Lauric Acid, Potassium Hydroxide, Acrylates/ Vinyl Neodecanoate Crosspolymer, Glyceryl Stearate, Cetearyl Alkohol, Ceteareth-20, Palmitic Acid, Sodium Chloride, Hamamelis Virginiana Extract, Fragrance, Niaciamide, Sodium Cocoamphoacetate, Arbutin, Polyquaternium-39, Dmdm Hydantoin, Disodium Edta, BHT, Triethanolamine.

Aku memang nggak terlalu paham tentang ingredients kosmetik. Namun sebatas yang aku pahami, produk ini tidak mengandung SLS juga tidak mengandung Paraben. Yeeeeeeaaa! Saya suka saya suka.

4 . Perawatan yang Tepat

Dalam beberapa kasus masalah kecantikan, memang ada yang perlu pertolongan lebih lanjut dari ahli untuk mempercepat proses pemulihan kondisi kulit/ tubuh dari masalah yang dialami. Di kesempatan kali ini, Ussy banyak share tentang kondisi kulitnya pasca melahirkan dan masalah kegemukan yang dihadapinya. Yang paling aku ingat adalah treatment Ulthera HIFU dan fat freezing yang telah dilakukannya selama dua bulan. Keduanya dilakukan di Youth & Beauty Clinic.

Ulthera HIFU adalah treatment facelift, untuk mengencangan kulit muka. Sementara fat freezing adalah treatment yang ditujukan untuk mengencangkan bagian-bagian tubuh yang mengalami penimbunan lemak. Treatment fat freezing ini tanpa operasi. Ya, kebutuhan Ussy sebagai artis pasti menuntut agar pemulihan kondisi tubuh dan kulitnya cepat, jadi memang perawatan intensif yang mempercepat proses pemulihan kulitnya adalah jawaban dari kebutuhannya.

de gaby dan ussy sulistyowati

Walaupun bukan artis pun, saya rasa kalau memang diperlukan dan memang ada budget, tidak ada salahnya untuk melakukan perawatan. Apalagi ibu baru seperti saya ya, saya rasa perawatan kulit juga bisa sebagai saat-saat me time atau pampering time. Jadi sekalian ngecharge energi menghadapi hari esooookkk…. Ciaaattt!!! Aku sendiri minggu lalu juga sempat melakukan perawatan di Youth & Beauty Clinic untuk masalah kulit keringku. Nanti lebih lanjut aku ceritain di postingan lain yak.

Oiya, dr. Gabby juga mengingatkan untuk jaga makanan yang dikonsumsi dan tetap berolahraga dengan baik. Jangan mentang-mentang perawatan trus ga menjaga gaya hidup. Nanti hasilnya jadi tidak optimal.

Gitu sharing dr. Gabby dan Ussy Sulistiyowati tentang “Secret to be Young and Beautiful” di Beauty Blogger Gathering yang diadakan bareng Indonesian Female Blogger. Semoga artikel ini bermanfaat ya Nyaaahhh…. 🙂 Buat yang punya tips perawatan sehari-harinya apa untuk tampil sehat, segar dan awet muda, boleh juga lo sharing tipsnya di comment section. Yang belum follow IG @nyonyamalas, boleh juga lho, klik follow di foto di atas. 🙂

Salam sayaaang….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pentingkah Rash Cream untuk Bayi? Review Rash Cream Sebamed dan Mustela #Seri Perlengkapan Bayi

review rash cream mustela sebamed judul

Setiap orang tua, saya yakin, ingin mendukung tumbuh kembang anaknya dengan maksimal. Saya pun. Apalagi sebagai orang tua baru ya, dunia terasa hanya milik berdua, ibu dan bayi. Bapaknya cuma ngontrak. Ahahaha. Tapi kadang karena rasa ingin-memberikan-yang-terbaik itulah yang membuat saya kadang kalap beli ini beli itu. Termasuk salah satunya rash cream atau care cream atau diaper cream (sebenarnya saya bingung nama apa yang tepat menggambarkan produk yang mau saya review ini, hehehe).

Setelah anak saya berusia 8 bulan, menurut saya, sebenernya sih Ning Gaya ga terlalu butuh rash cream ya. Karena kondisi kulitnya nggak sensitip sensitip amat. Bisa dibilang ga pernah ruam. Sampai Ning Gaya umur 8 bulan saya cuma pernah beli rash cream 1x, dikasih orang 2x. Jadi uda nyicip 3 merk rash cream. Dari ketiganya sih ga ada yang terpakai lebih dari 1/4 tube. Saking juaraaaang banget dipakai.

Ahahahaha, ini saya gimana si ya. Mau ngereview tapi malah bikin pembaca nggak semangat. Ya, itu kan kondisi bayi saya kan, bisa saja kondisi bayi Nyonyah berbeda. Mungkin, bayi Nyonyah termasuk yang memerlukan rash cream. Untuk itu, saya mau mereview 2 produk sejenis rash cream yang pernah saya coba. Semoga bermanfaat!

review rash cream mustela sebamed judul

Sebelum menggunakan produk dari Sebamed dan Mustela sebenarnya saya pernah menggunakan produk Switzal Baby Cream Extra Care With Zinc. Saya tidak akan membahasnya dengan detail, karena saya sudah tidak memiliki produknya lagi. Produk ini berbentuk tube warna kuning khas switzal dengan tutup ungu. Yang saya ingat lagi, produk ini mengandung paraben (per Januari 2017, cmiiw, siapa tahu produk ini sudah reformulasi ya). Ketika dulu bayi saya newborn dan mengalami merah-merah di pantat (belum sampai ruam), produk ini cukup efektif menghentikan kemerahan tersebut. Kabar baiknya lagi produk ini harganya sangat terjangkau. Harganya tidak sampai Rp 20.000,00 untuk ukuran 50 ml.

Setelah produk Switzal, selanjutnya saya membeli produk Sebamed, dan kemudian mendapatkan gift dari Mustela. Berikut perbandingan kedua produknya:

cover depan mustela sebamedcover belakang mustela sebamed

Sebamed

Produk yang saya akan bandingkan ini adalah varian Sebamed Care Cream. Sebamed memiliki banyak sekali jenis krim. Varian yang Care Cream ini dinyatakan di kemasannya memiliki fungsi untuk digunakan di nappy area/ diaper area. Formula yang dimiliki mengandung banyak D-panthenol yang membuat kulit lembut dan kenyal. Bahan aktif yang terkandung di dalamnya adalah Bisabolon, Squalane dan Allantoin yang merawat dan menenangkan kulit.

Mustela

Varian produk Mustela yang akan saya sandingkan dengan Sebamed adalah Mustela Barrier Cream. Formula yang dimiliki mengandung Avocado Perseose yang berguna melembabkan kulit, serta Alcacea Oxeoline, + Zinc Oxide yang berguna memperbaiki lapisan pelindung kulit dan meningkatkan pembentukan perlindungan kulit.

Related post: Review Produk Perawatan Bayi Lengkap dari Mustela Baby

Perbandingan Sebamed dan Mustela

Ukuran: Sama-sama 100 ml

Harga: Sama-sama di atas Rp 100.000,00. Kurang lebih Sebamed Rp 105.000,00 dan Mustela Rp 142.000,00.

Cara kerja: Hampir sama walaupun formulasinya berbeda. Keduanya menggunakan tiga tahapan perawatan kulit di area pantat; 1) mencegah dan mengatasi iritasi, 2) membantu pembentukan lapisan kulit luar, 3) memperkuat lapisan kulit.

Penyerapan: Mustela terserap dengan lebih baik di kulit, sementara Sebamed masih ada semacam sisa krim dan agak lengket. Namun jika terkena air, Mustela ikut mencair, sementara Sebamed lebih tahan air. Berhubung fungsi krim ini untuk di bagian pantat yang pasti terkena air, saya berpendapat Sebamed lebih dapat melindungi kulit dari pipis dibandingkan Mustela. Namun memang Mustela lebih nyaman digunakan. Berikut perbandingan tekstur serta penyerapan kedua produk ini di kulit:

tekstur krim sebamed mustelaNomor 1 adalah Sebamed, nomor 2 adalah Mustela. Dari gambar di atas terlihat jika tekstur keduanya tidak jauh berbeda.

sebamed versus mustela penyerapan krimNomor 1 adalah Sebamed, nomor 2 adalah Mustela. Setelah diratakan terihat jika di daerah 1 (Sebamed) masih terdapat semacam white cast, sisa krim yang tidak dapat terserap dengan baik.

kuatIn Nyonya’s Humble Opinion

Jika ditanya, mana yang lebih saya pilih saya akan memilih Sebamed karena berfungsi lebih baik. Walaupun sebenarnya saya lebih menyukai penyerapan produk Mustela. Namun, sepertinya saya tidak akan repurchase kedua produk di atas. Karena balik seperti yang saya bilang di awal, setelah menemukan diapers yang cocok, Ning Gaya tidak pernah mengalami ruam lagi.

Oiya, sebagai tambahan tips saja, mungkin akan bermanfaat ya buat temen-temen. Tips ini saya dapat dari ngobrol-ngobrol sesama ibu, tentang bagaimana cara mengurangi terjadinya ruam:

  1. Sering mengganti diapers, segera setelah pup,
  2. Mencuci selangkangan bayi dengan bersih saat ganti popok, ibu pun jangan lupa cuci tangan dulu,
  3. Kalau tidak memungkinkan mencuci dengan air, pastikan tisu basah yang dipakai non alkohol, non fragrance yaak untuk meminimalisasi iritasi
  4. Memilih merk diapers yang cocok untuk kulit bayi. Poin ini last but not least, ya Nyaaahhh. Berdasar pengalaman pribadi saat Gayatri newborn dan kami belum mengetahui merk apa yang cocok untuknya, kami membeli merk yang sudah terkenal. Ternyata Ning Gaya nggak cocok dengan kandungan aloe vera yang dikandungnya. Setelah ketemu diapers yang pas, so far pantatnya ga pernah merah merah lagi, apa lagi sampai ruam. Ga pernah. Related post: Gonta Ganti Merk Diapers? Yay or Nay?

mustela sebamed ceria

Walaupun masalah ruam ini masalah yang “kecil” namun menurut saya hal ini hal yang patut jadi concern ya Nyaah. Karena masalah kecil pun bisa menimbulkan efek domino. Jika bayi mengalami ruam, dia akan merasa tidak nyaman karena perih kan mak selangkangan. Kebayang kaaan??? Ga enak banget pasti.

Kalau bocah merasa ga nyaman anak cenderung rewel. Sebaliknya jika selangkangan bayi terasa nyaman, bayi akan merasa happy dan bebas bergerak. Semakin bayi bebas bergerak makin terbuka peluang bagi orang tua untuk melakukan stimulasi. Bayi pun makin besar peluangnya untuk belajar. Hal ini penting karena mendukung tumbuh kembang bayi. Betul kan yeeess????

Related Post: Perbandingan Diapers Premium dan Ekonomis

Balik lagi ke bahasan rash cream. Kalau demi tumbuh kembang bayi, menurut Nyonyah perlu menggunakan rash cream, Saya tentu tetap menghargai pilihan Nyonyah. Kalaupun Nyonya merasa perlu beli rash cream untuk jaga-jaga, semoga review rash cream di atas bermanfaat yaaaa…..

Be a smart reader and a smart buyer moooommm! Salam sayaaang…..

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!