Berkebun di Lahan Sempit dengan Tanaman Tahan Banting

berkebun

Menanam tanaman saya sukai karena secara emosional makhluk hijau tersebut mengingatkan pada rumah saya di kampung yang di tengah-tengah kebun. Kalo secara filosofis, saya percaya manusia memang ditakdirkan untuk menanam (panjang ceritanya deh kalo bahas masalah ini :D). Namun sebagai orang yang tinggal di kota, saya (atau kita mungkin) punya dua kendala: waktu untuk merawat dan lahan yang terbatas.

berkebun

Walau punya kendala waktu, sekali kita memutuskan untuk menanam sesuatu tetep harus tanggung jawab dong sama kehidupan tanaman yang kita tanam. Makhluk hidup gitu loh. Buat saya, tanggung jawab bukan berarti harus mau ribet. Hehehe… Bentuk tanggung jawab kita dalam berkebun bisa dengan memilih tanaman yang tahan banting. Tanaman tahan banting maksudnya tuh tanaman yang minim banget perawatan, bahkan ada beberapa jenis tanaman yang nyaris ga perlu dirawat secara khusus tapi tetap tumbuh hijau sejahterta. Selain perawatan yang minim, tanaman tahunan bisa jadi pilihan dibanding yang musiman. Karena masa hidup tanaman tahunan relatif lama dibanding tanaman musiman yang harus diganti per berapa bulan sekali which is takes time buat nanam ulang. Dengan dua kriteria di atas kendala waktu, solved.

Kendala kedua yaitu keadaan lahan yang sempit. Sudah banyak artikel yang membahas berbagai macam cara untuk mengatasi kendala ini. Dari yang menggunakan metode-metode non tradisional sampai yang menggunakan peralatanย  yang futuristik. Untuk artikel ini semuanya menggunakan metode tradisional yang pasti kamu sudah familiar, alias tanam di tanah biasa. Tanaman yang digunakan untuk meminimalisasi lahan adalah tanaman yang merambat dan tanaman gantung. Beberapa jenis dari mereka benar-benar die hard (susah mati, english ngawur hahaha) So, kendala lahan, solved.

setrong

Tanaman yang ditampilkan di artikel ini adalah tanaman yang dalam kehidupan nyata telah berhasil bertahan hidup bersama saya dalam satu semester. Since i’m not an expert di masalah botani ditambah level kemalasan yang luar biasa, hal tersebut adalah prestasi buat para tanaman, bukan prestasi saya. Hehehe… Jadi, sudah jaminan, jenis tanaman yang saya share dan trik menanamnya adalah yang layak untuk kamu ikuti ๐Ÿ˜‰ Kalau ada yang pernah menanam tanaman lain yang juga mudah perawatannya, feel free buat share pengalamannya di komen yaaakk!! Biar sayanya ikutan nanam juga, hihihi…

1. Markisa

Lahan nganggur yang lumayan gede di rumah adalah bagian carport. Berbekal rayuan yang diberi bumbu-bumbu memelas, akhirnya suami saya aka Tuan Besar mau membuatkan sejenis pergola. Pergola ini 100% bikinan suami saya loh *bangga*. Keputusan menanam markisa diambil karena sebelumnya di rumah tante, punya pengalaman nanam markisa dan cukup berhasil tanpa usaha yang besar.

Tumbuhnya cepat, tahan sampai beberapa tahun dan rajin berbuah. Asik kan, hehehe… Saya menanam markisa ini pada awal Januari dengan tinggi bibit awal kurang lebih 40cm. Beli bibit Rp 15.000,00 pas pulang kampung ke Pati, diangkut di bagasi mobil empet-empetan sama barang semalaman. Tapi dia baik-baik saja sampai Jakarta. Pada bulan April, tanaman tsb sudah punya batang-batang yang membentuk tumpun dan semak. Bulan Juni, saat pergola belum jadi (suami belum punya waktu) si hijau telah menjalar ke mana-mana, hingga akhirnya kami babat sampai tinggal seperempatnya. Setelah pergola jadi, kami ikat markisa ke para-para tersebut dan saat ini sudah seperti yang tampak di foto.

markisa 1

markisa 2

Critical Point: 1) Memilih jenis markisa yang sesuai dengan iklim rumah, karena beberapa jenis markisa hanya tumbuh di dataran tinggi. Awalnya saya memilih markisa kuning. Namun di mamang pedagang benih dapatnya giant markisa. Keduanya dapat tumbuh di iklim yang cukup panas khas dataran rendah. 2) Mengatur supaya batang merambat teratur. PR perawatannya hanya di satu point ini menurut saya. Tidak seperti buah anggur yang manut kalo disandarkan di para-para, batang markisa ini kadang ngeyel mencari sandaran hati nya sendiri. Dasar keras kepala. Tapi tenang saja, dengan ikatan tali, semua masalah bisa diselesaikan.

Update Desember 2017: Pohonnya kepotong batang utamanya, jadi hampir mati, tapi sepertinya dia akan bertahan. Soalnya muncul tunas-tunasnya lagi. Buset ni super tahan banting banget.

2. Sirih Gading

Jika menginginkan daun sirih gading besar-besar, tanamlah tanaman merambat ini di tanah. Saya sendiri tidak terlalu berharap dia tumbuh menjadi besar dan menuh-menuhin halaman 1,5x2m saya. Jadi saya tanam si tahan banting ini di dalam paralon sisa benerin atap. Beruntung rumah saya memiliki atap yang nanggung, sehingga sisa paralonnya banyak, hahaha. Rugi di suami, untung di istri, judulnya. Paralon tersebut saya lubangi (minta bantuan suami) dengan bor di bagian bawah kemudian dipaku saja memanjang di atas pagar. Jadi pot panjang deh. Tinggal isi dengan tanah, diamkan sampai kira-kira media siap, kemudian tanaam sirih gadingnya!!! Tanaman sirih gading tahan di bawah sinar matahari full. Jadi jangan kawatir, dia akan tetap hidup walaupun tinggal di atas pagar tanpa peneduh sama sekali.

heheheSaya lupa poto-potoin ni tanaman, hihihi…. Next saya update yaakkk….

Critical point: Pastikan lubang potnya lancar, sehingga drainase berjalan baik. Tergenang air akan mengakibatkan tanaman jadi kuning dan layu. Selama ada hujan, tanaman tidak perlu disiram sama sekali. Kalau tidak hujan, biasanya saya siram seminggu sekali, paling sering ๐Ÿ˜›

3. Cincau

Sebenarnya yang pengen banget saya tanam adalah cincau rambat yang berbulu. Karena lebih cepat membentuk gel cincau ketika direndam air. Apa mau dikata dapatnya bibit cincau perdu. Kekecewaan saya, ternyata cepat terobati. Cincau perdu pun bisa dibuat merambat loh. Batang kayunya yang lunak mudah dibengkokkan dan dibentuk jadi nilai tambah tersendiri yang saya sukaaaaak.

tanaman cincau

Cincau tsb, saya rencanakan membentuk partisi tanaman gitu, sebagai pembatas pandangan ke arah jemuran. Can you imagine? Tuan Besar membuatkan para-para dari kawat secara vertikal. Lalu saya tanam bibit cincau di ujung para-para. Bibit cincau yang saya tanam adalah dari stek yang sudah berakar. Kemudian ketika batang cincau sudah cukup panjang, bengkokkan ke arah horizontal dan anyam melewati para-para yang telah dibuat. Pertumbuhannya cukup cepat loh. Dari yang awalnya 60cm dengan satu batang utama, setelah 7 bulan sudah jadi 4 batang utama dengan panjang batang masing-masing 1-2m. Kalo anyaman batangnya sudah rapat dan daun-daunnya memenuhi sela-sela ruang yang kosong pasti cantiiiiikkk… Belum lagi daunnya sendiri juga dapat dikonsumsi sebagai minuman yang sehat dan segar. Menang banyak kan.

cincau potong

Related Post: Cara Membuat Cincau Homemade

Oiya, saya beli bibitnya di mamang mamang penjual bibit seharga tidak lebih dari Rp 20.000,00. Untuk yang disekitar rumahnya tidak terdapat penjual bibit bisa beli online loh olshop-olshop terkemuka. Cuman emang jatuhnya jadi lebih mahal.

Critical point: Ga ada. Masalah yang saya temui hanya hama semut. Cincaunya fine-fine saja sepertinya dengan semut-semut tsb, cuma sayanya yang terganggu semut klo pas lagi nongkrong di situ. Hehehe… jadi saya tebari kapur semut merk Bag*s, dan semua masalah selesai.

4. Simbar Menjangan

Ini tanaman cakep banget menurut saya. Eksotis, tampan dan berkelas, hehehe… Dedengkotnya blogger homemaking si emak Martha Stewart aja pernah bahas khusus si cakep ini dan aplikasi tanaman ini buat ngehias rumah. Bikin saya makin terkintil kintil… Cuman waktu tau harganya di penjual tanaman hias di sekitar Bintaro saya balik kanan. Mehong boook…

Namun, tak lari gunung dikejar, kalau uda jodoh mah jodoh aja. Pas beli pupuk kandang di suatu kios, saya liat di pojokan pager ada gundukan simbar menjangan kering. Yang setelah saya tilik tilik masih ada banyak mata tunas simbar menjangannya yang masih segar. Saya tanya ke penjual pupuknya, katanya waktu itu kering karena khilaf ditaruh di tempat yang panas beberapa hari dan kelupaan disiram air. Jadi ceritanya lagi “perawatan penyembuhan” gitu dianya di pojokan pager yang sejuk. “Mau dijual ga mas?” saya tanya. Oke. Dan masnya pun melego seharga 70ribu untuk sekitar 6 mata tunas simbar menjangan junior. Gapapalah, Tuan Besar yang bayar ini. Hehehehe….

simbar menjangan

Kalau kamu-kamu mau nanam Simbar Menjangan, mending keliling2 sekitar rumah dulu sebelum cabut ke toko tanaman hias. Siapa tau ada tetangga sekitar yang punya tanaman simbar menjangan dewasa yang uda ada mata tunasnya yang siap dipropagasi. Siapa tau dapet gratisan. Hehehe… Rada OOT sih, beberapa bulan lalu ada kafe Bakoel K*ffie di Bintaro yang dekorasinya adalah simbar menjangan jumbo yang melambai lambai di pohon sekitar kafe. Mmmmm… sukaaaa banget. Namun ternyata, si kafe bubar jalan, pindah kayanya, dan tempatnya direnovasi. Coba kalo tau ya, pas dibongkar kan bisa ditungguin tu simbar menjangannya, kalo-kalo dihibahkan daripada dibuang… Siapa tau dapat rejeki nomplok (mental gratisan, hahaha).

Critical Point: Banyak yang bilang tanaman ini gampang-gampang susah. Kalau saya bilang ini mah gampang. Tapi dengan satu syarat. Lokasi tanamannya tepat. Tepatnya lokasinya teduh. No direct sunlight. Terserah, mau dibawah pohon, di pojokan pager, tempat yang kena bayangan atap atau bayangan apapun yang melindunginya dari terik sinar matahari. Sunblock ga berlaku. Dan kalaupun terkena sinar matahari, usahakan hanya yang pagi hari… yang masih hangat dan tidak menyengat. Kalau satu syarat ini terpenuhi, kelangsungan hidupnya terjamin. Buktinya selama ini saya tinggal aja, cuma sekali-sekali siram pakai air sisa nyuci beras, dianya anteng2 dan tampak bahagia. ๐Ÿ™‚

Sementara ini yang bisa saya share, perkembangan tanaman akan saya update beberapa bulan lagi yaaak…

Feel free untuk ninggalin pengalaman/ saran/ request di komen yaaaakkk… Selamat berkebun ๐Ÿ™‚ Salam sayaaaanggg….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

7 Instagram Moms Favoriteeeee!!!

instagram moms

Sebagai ibu millenials #aseeek, tentu saya jarang lepas dari media sosial. Media sosial favorit saya adalah Instagram (karena mungkin Pinterest tidak tepat disebut media sosial, IMHO) dan the old fashioned Facebook, hehehe. Jika sedang lelah dengan kehiruk-pikukan timeline facebook, biasanya saya melarikan diri ke IG. Jika di FB saya tidak bisa menghindar jika friend share macem-macem, di IG cenderung aman ya, jarang saya follow yang aneh-aneh. Saya juga tidak follow akun gosip sama sekali. Dan sebisa mungkin follow akun-akun Instagram Moms yang menebar positive vibes walau tak selalu berfaedah.

Semenjak jadi nyonyah-nyonyah, saya jadi rajin follow-follow akun emak-emak yang inspiratif di Instagram. Berikut adalah 7 akun Instagram Moms favorit saya…. Saya bagi berdasar kategori mengapa saya menyukai akun-akun ini yaaa….

Instagram Moms Kreatif Ceria Asik Asik Jos

1 . Laybabylay

Yang saya suka dari akun ini adalah bagaimana sang pemilik akun, Joni Lay, menata rumahnya. Ceria banget dan super cute. Detailnya super manis dan imut, pokoknya saya ga pernah bosan melihat foto-fotonya. Desain dan penataan ruangannya juga bisa jadi inspirasi buat yang mau ngedekor perayaan pesta anak, untuk day care, atau sekedar desain kamar main anak. Unyuuuuu. Hahaha, alasannya super dangkal ya…. Tapi coba deh dibuka akunnya…. Kalau kita satu selera, mungkin bakalan sama betahnya sama saya ๐Ÿ™‚

A post shared by Joni Lay (@laybabylay) on

2 . Joy Cho

Mirip-mirip dengan @laybabylay, saya suka akun ini karena kekreatifan pemiliknya. Namun lebih ke ide-ide crafting yang di post Kakak (((sok ikrib))) Joy Cho @ohjoy ini. Membuat saya mengenang hobi bikin-bikin saya yang sering kali terabaikan.

A post shared by Joy Cho / Oh Joy! (@ohjoy) on

Related Post: Membuat Tas dari Celana Jeans

Instagram Moms Berfaedah

3 . Elizabeth Zenifer

Awalnya saya kira akun ini akun selebgram biasa yang preaching tutorial ini itu. Tapi lama-lama saya jatuh hati sama kejujuran Mom Eliz saat dia menceritakan kegagalan demi kegagalan serta lesson learn yang dialaminya saat membesarkan David, anaknya. Info yang diberikan juga kumplit. Berfaedah bingit, bahkan sampai dia bikinkan semacam direktori hastag biar followernya gampang nyari materi yang dimauin. Materi yang kebanyakan dishare Mom Eliz adalah terkait MPASI, ASIP, tantrum, peralatan bayi, dsb.

A post shared by Elizabeth ‘eliz’ Zenifer (@elizabeth.zenifer) on

Walaupun saya suka baca-bacain info dari Mom Eliz tetep rule number 1 buat saya adalah “be a smart reader, disaring!”.ย  Ga semua dong yang dishare oleh orang lain itu yang paling tepat. Semua harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing doong.

Related Post: Bingung Memilih Metode MPASI? Jangan Lakukan Kesalahan Saya Ini

4 . Jennifer Bachdim

Walaupun jarang posting tutorial bagaimana mengurus badan sebagai ibu-ibu, tapi pics said a thousand words. Kalau lihat fotonya mbak Jen ini yaaaaaaa…. Langsung deh pingin olahragaaaaaa hahaha…. Saya salut juga melihat keakrabannya dengan anak-anaknya. Kelihatan so natural dan happy. ๐Ÿ™‚

Instagram Moms Inspiratif

5 . This Little Miggy

Akun ini dimiliki oleh seorang ibu dengan putri berkebutuhan khusus. Mirip juga dengan akun @gracemelia di nomor 6 di bawah. Yang membuat saya menjadikan akun ini sebagai akun instagram mom inspiratif karena postingannya tetep ceria dan juga memperlihatkan bagaimana dia berusaha membuat anaknya yang spesial mampu berbaur dengan kegiatan sehari-hari. Luar biasa sekali pokoknya! :love

6 . Grace Melia

Akun milik seorang narablog dengan niche parenting for special needs dan sekaligus pendiri komunitas Rumah Ramah Rubella ini khas dengan hashtag #ceritabahagiaku. Gaya Gesi yang ceria dan unyu unyu apalah itu, membuat ibu beranak dua ini selalu tampak bersemangat. Semangat terus ya buuuukkkk!!!

7 . My Tiny Tribe

Genre foto Amanda, pemilik akun ini agak berbeda dengan gaya akun-akun sebelumnya yang khas dengan warna ceria. Akun ini warna dominannya lebih earthy. Saya menyukai gaya captionnya yang satire namun humoris. Jujur banget menggambarkan kehidupan sehari-hari seorang mamak rempong. Jujur, humoris dan bikin saya yang juga seorang ibu ngerasa terkait gitu dengan postingannya. Guwe banget. Oiya, pertama saat melihat foto selfienya, awalnya saya merasa agak aneh karena senyumnya seperti sinis. Senyum sebelah. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh penyakit bells palsy yang diidapnya. Jadi bukan karena sinis ya Nyaaah….

A post shared by a m a n d a (@mytinytribe) on

***

Itulah 7 Instagram mom favoritkuuuuuu…. Kalau favoritmu siapakah Nyaaah? Tinggalin akun favoritnya di komen yaaaakkk, boleh juga kok promoin akun IG sendiri hihihi….

Oiya, sekalian kenalan juga dong sama akunku @nyonyamalas…. Feel free to follow yaaak! Saya seringnya kalau ga post tentang MPASI ya tentang stimulasi bayi…. Semoga bermanfaat yaaa…..

 

Salam sayang!

:*

.

.

.

.

instagram moms

 

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

[DIY] 5 Mainan Bayi Usia 4 – 6 Bulan dari Bahan yang Ada di Rumah

mainan bayi usia 4 - 6 bulan

Sebelum ngobrolin lebih lanjut tentang mainan bayi usia 4 – 6 bulan dan cara membuatnya dari bahan yang ada di rumah. Saya pengen ngobrol dulu ah. “Pernah nggak kita (sebagai orang tua) ngerasa gemes karena uda beliin mainan sophisticated buat anak, eeeehhh, anaknya nggak mudeng mainan kece?”. Hihihi…. Saya pernah. Ceritanya saya belikan Ning Gaya semacam tower book. Dan alih-alih lihat gambar di dalam buku-bukunya, Gayatri malah lebih tertarik sama tali penngikat tutup kardus tower booknya. Doooohhhh….

Click pict to play!

Pernah lagi, saya beliin Ning Gaya semacam mainan bola yang ada klinthingannya di dalam bola tersebut. Tiga biji bola warna warni. Ketiganya sukses tak dihiraukan. Gayatri berpaling pada wadah tisu dan remote tivi yang nganggur. Hahaha…. Ada yang nasibnya sama kaya saya: bayinya obsesif sama remote tivi? Tos dulu kita.

But, segemes atau segeli apapun saya dengan kelakuan Ning Gaya terhadap mainan, saya mencoba demokratis. Biarlah dia yang menentukan mau main apa dan seperti apa. Saya mencoba tidak terlalu dominan, karena yah namanya juga main bareng. Walaupun lebih pinter, saya belajar memosisikan diri sebagai temen main yang baik. Perlahan-lahan toh anaknya juga mudeng, jadi tidak perlu seketika itu juga dipaksa mainin mainan versi yang kita mau. Daripada si bayik melengos, sambil mbatin, “Ih, orang tua jaman sekarang ya, kagak asik….” Iye kan yes….

Related post: Manfaat Orang Tua bermain Bersama Anak di Kidzania

Saya memberi artikel ini judul [DIY] 5 Mainan Bayi Usia 4 – 6 Bulan, bukan berarti mainan ini saklek hanya bisa dimainkan di usia tersebut ya Nyaaaahhh…. Ini hanya perkiraan saya berdasarkan pengalaman saya menerapkan permainan ini di anak saya, Ning Gaya. Jika menurut Nyonyah tidak sesuai dengan perkembangan anaknya, atau apabila ada bahan yang tidak tersedia di rumah, boleh banget loh dimodifikasi agar sesuai. Ini blog bukan kitab suci, tidak ada yang sepenuhnya benar. ;*

1 . Botol Menggelinding

Click pict to play!

Bahan: Botol Bekas

Cara Bermain: Letakkan botol bekas di hadapan bayi dengan jarak yang cukup “menarik” namun cukup “menantang” juga. Usahakan botolnya dipilih yang mudah menggelinding saat terkena sentuhan. Jika bayi tampak tak tertarik, coba gelindingkan botol mendekatinya, atau sebaliknya, maju mundur cantik. Lihat reaksi bayi lebih lanjut.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk menstimulasi motorik kasar bayi. Untuk Ning Gaya dulu saya beri mainan ini karena dia agak “mager” alias malas gerak. Jadi saat tummy time, saya berharap Gayatri belajar merangkak atau setidaknya ngesot dulu. Setelah beberapa percobaan, it’s works!

2. Botol Isi Kacang

Klik panah untuk menggeser foto!

Bahan: Botol bekas yang sudah dicuci bersih, kacang hijau secukupnya.

Cara Membuat: Masukkan kacang hijau ke dalam botol, tutup rapat.

Cara Bermain: Serahkan saja botol pada bayi. Kalau diperlukan, contohkan padanya bagaimana menggerak-gerakkan botol. Gayatri suka merhatiin bunyi yang dihasilkan saat botolnya dikocok. Lalu dengan keponya dia menggerak-gerakkan botolnya sendiri. ๐Ÿ˜… Sungguh anak yang gampang penasaran dan dibahagiakan…. Tugas ibu cuma merhatiin, jaga-jaga agar botol tidak terbuka dan kacang ijonya diemplok bayi ๐Ÿ˜– tapi seumuran Neng Gaya (6mo) kayanya si belum bisa buka botol sendiri yak ๐Ÿ˜ฌ

Tujuannya adalah supaya koordinasi tangan dan mata Ning Gaya terlatih. Karena ternyata hal tersebut bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Perlu pembiasaan agar tangan bayi luwes mengikuti kemana mata memandang dan menggerakkan.

3. Melepaskan Sticky Notes

Click pict to play!

Peralatan: sticky notes, kardus (masih ada isinya jadi tidak mudah goyang). Lakukan di atas alas yang aman ya…. Ibu/ pengasuh mohon tetap waspada.

Cara membuatnya sangat mudah, tempelkan sticky notes di permukaan kardus, terutama di sisi depannya. Karena Ning Gaya sudah mulai berdiri saya tempelkan juga di sisi atas kardus.

Tujuan permainan ini adalah 1) stimulasi motorik kasar serta koordinasi mata dan tangan, 2) supaya Gayatri (7 mo) ga mager, merangkak, bergeser dan menggapai sticky notes dan 3) stimulasi motorik halus; latihan menggerakkan jari jemari saat melepaskan sticky notes dari kardus.

Oiya, pertama kali memainkan mainan ini, Gayatri lebih tertarik untuk memainkan kardusnya. Ning Gaya malah lebih tertarik jadiin kardusnya sebagai gendang. Ditabok tabokin doang, dooohh…. Tapi namanya main sama bayi ya, kadang emang gitu. Ortu harapannya apa, anak maunya main apa. Hihihi, sabar-sabar aja ya Nyaaahhh Tuan. Akan tiba saatnya kok dia paham maksud kita…. Kaya Ning Gaya hari ini, juaraaa! Berhasil melepaskan semua sticky notes yang ditempel Ibuk di kardus. Yeaay!

4 . Selotip Lengket

Click follow @nyonyamalas!

Bahan: Selotip atau lakban. Bisa baru atau bekas, misal bekas segel toples snack lebaran atau selotip bekas buka paket JNE. Biasanya kan masih lengket tuh….

Cara Membuat: Selotip atau lakban digulung menyerupai bola kecil dengan bagian lengket di luar.

Cara Bermain: Letakkan bola-bola selotip yang lengket tersebut di dalam genggaman bayi. Biarkan dia mencoba melepaskan diri dari lengketnya selotip yang menempel di telapak tangannya. Mohon terus diperhatikan yaaaa, soalnya temen pernah nyobain permainan ini dan si bayi malah pengen memasukkan si bola lengket ke dalam mulut. Doooohhh! Hahaha….

Tujuan mainan ini adalah untuk melatih motorik halus bayi; yaitu pada jari jemarinya.

5 . Cilukba!

Click pict to play!

Permainan ini tentu sudah sangat familiar yaaa…. Sederhana, bikin bayi hapy dan juga ada pembelajarannya ternyata. ๐Ÿ™‚

Bahan: Alat penutup (bisa boneka, kain, tangan, dll)

Cara Bermain: Halangi pandangan bayi dengan alat penutup beberapa saat, kemudian buka sambil tunjukkan wajah yang ceria. Bisa sambil mengatakan “Ciluuukba!” seperti yang umumnya dilakukan untuk menambah suasana makin meriah.

Tujuan permainan ini adalah melatih kemampuan sosialnya. Agar anak belajar bahwa ketika orang tuanya tak kelihatan, belum tentu berarti orang tuanya hilang. Bersabar sebentar maka kita akan muncul kembali. Baaaaa!

mainan bayi usia 4 - 6 bulan

Oiya, di artikel sebelumnya saya juga pernah share tentang Tes Denver, Screening Perkembangan Anak. Tes ini bermanfaat banget untuk saya. Terutama dalam mengukur perkembangannya dan juga sebagai pertimbangan dalam menentukan mainan apa yang mau diberikan ke anak supaya sesuai dengan usianya. Yuk, mampir biar nyambung! Klik link di bawah ini yaa….

Related post: Tes Denver, Screening Tumbuh Kembang Anak

Demikian sharing saya Nyaaahhh…. Semoga bermanfaat! Salam sayang selalu….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Penjual Tas Etnik Online d’ Arcardia Treasure

judul

Saya bersyukur sekali, saat ini sudah banyak tempat berbelanja online yang memudahkan Mamah Mamah Muda beranak bayi untuk berbelanja dari rumah. Irit waktu banget. Tinggal klik klik klik dan barang akan nyampe. Ga perlu blingsatan nyuri-nyuri waktu lagi, hehehe. Mama happy, anak senang, suami? Bagian bayar tagihan. Wkwkwkwk…. Becanda Nyaaah…. Saya rasa Nyonyah juga sering kan merasakan hal yang sama dengan saya. Bener kaaaan?

Kali ini saya mau review penjual tas etnik online, d’Arcadia Treasure. Tempat saya mendapatkan clutch cakep yang saya gunakan di bawah ini:

Sebenarnya waktu milih-milih tas, saya galau antara tas di atas atau tas motif ikat di bawah ini:

Cakep juga kaaaaannnn…. :love :love. Sayangnya, pas saya lihat stoknya pas abis. Huhuhu…. Tapi saya ga terlalu kecewa sih, soalnya saya juga suka dengan yang batik. Sambil saya pantengin juga sekali-sekali siapa tahu dia re-stock. Hihihi…. Buat Nyonyah-nyonyah yang penasaran sama produk lainnya cus aja ke akun IGnya di atas yak….

Klik tombol Follow di pojok kanan atas kalau mau langsung follow.

Langsung bahas, tas yang saya dapat ya….

tas muka

Nama Produk: Jeges Clutch Batik Tosca Material

Bahan:

Untuk outernya menggunakan Batik Tulis Pekalongan. Motf modifikasi parang (cmiiw) dengan paduan bunga. Saya suka banget memang dengan motif parang karena maknanya daleeeemmm: menggambarkan keinginan untuk terus lebih baik hari lepas hari. Mama mertua pas meraba kainnya juga bilang ini batiknya memang tulis beneran. Saya sendiri sebenarnya ga bisa bedain asli atau tidak kalau sudah berbentuk barang, kalau Mama karena memang penjahit jadi lebih jeli mengamatinya.

Inner tas menggunakan bahan Suede sintetis warna merah beet. Tepian tutup dan kancingnya menggunakan kulit sapi asli. Di bagian dalam ada tempean label d.a.t berwarna cokelat. Rapi sih, penjahitannya jadi label tersebut tidak merusak kecantikan innernya….

detail

Oiya, pas saya terima produk ini ada noda sedikit di bagian depan tas, namun noda tersebut dimaafkan karena keseluruhan produk yang cantik. Saya suka saya sukaaaaaa…..

Dimensi :

Panjang 27,5 cm, tinggi tertutup 16,5 cm tinggi terbuka 29 cm. Sekilas kelihatan kecil, tapi cukupan buat ngantor kalau cuma bawa dompet, handphone sama notes. Ditenteng di kondangan juga masih pantes. Informal jalan-jalan juga kece. Sekali saya bawa tas ini ke acara Meet Up ibu-ibu dan bawa anak saya, ternyata cukup juga buat bawa beberapa pritilan P3Knya bayi sbb:

tas dalam

Panjang strap : 123 cm, ini agak kepanjangan buat saya. Kadang saya simpul strapnya biar lebih ringkes.

Di dalam kardus pengiriman terdapat juga semacam tas (goodie bag) dari kain yang bisa digunakan untuk menyimpan tas di lemari.

Where to buy: d’Arcadia Treasure

Setahuku ini toko online ini menjual perhiasan handmade, namun kemudian berkembang juga ke sepatu dan tas yang tentunya handmade juga. Yang saya salut, semua produknya menggunakan kain lokal Indonesia seperti batik, jumputan dan ikat.

d’Arcadia Treasure ini selain memiliki akun IG, juga ada webnya http://arcadiatreasure.com/. Cuma menurut saya kalau mau belanja enakan di page Facebooknya. Soalnya keterangannya lebih lengkap ada foto sisi kanan kiri, keterangan ukuran sama keterangan stok. Link page Facebooknya sbb: d’Arcadia Treasure.

Lokasi workshopnya di Bogor. Pengiriman produknya ke rumah saya di daerah Jakarta Selatan cukup cepat. Tidak sampai 3 hari dari pemesanan, sudah sampai. Namun, perlu jadi perhatian khusus ya Nyah, produk yang dipesan ready stock atau yang pre order. Produk yang saya pesan ini ready stock.

What i love:

  • Kualitas barang bagus: kain batik asli, kulit asli, jahitan rapi.
  • Pengemasan rapi.
  • Pengiriman cepat.
  • Ada lifetime waranty-nya (karena belum pernah rusak, saya belum pernah menggunakan fitur ini, namun klain dari produsennya sebagaimana gambar di bawah yaaa). Info yang saya dapatkan jika barang kita rusak, kita dapat mengembalikannya, dan pihak DAT akan mentrace siapa pengrajin barang kita menggunakan nomor seri produk. Kece yak!

 

Repurchase/ Recommended? Yes!

Gitu Nyah, review first impression dari toko d’Arcadia Treasure. Semoga bermanfaat ya buat temen-teme yang sedang mencari tas atau sepatu etnik. ๐Ÿ™‚ Kalau kata Engkoh Maspi*n, “Cintailah produk-produk dalam negeri”! ๐Ÿ™‚

Salam sayanggg…. :*

judul

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Inspirasi Gaya Berpakaian Unik dari Para Menteri Perempuan

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerja

Gara-gara Bu Sri Mulyani dapat penghargaan sebagai Asia’s Finance Minister of The Year, saya jadi keingetan sesi acaranya Rosi (Kompas TV) dimana beliau menjadi narasumbernya. Waktu itu temanya adalah Jurus Ekonomi Sri Mulyani. Eiittt…. Jangan kabooorrr…. Saya tidak sedang ingin membahas ekonomi kok. Saya mau cerita tentang gaya berpakaian Bu Sri saat itu yang menarik perhatian saya. Kece abisssss.

Ngomongin gaya Bu Sri di acara Rosi, saya dan teman-teman kantor pernah sampai salah fokus. Yang kami bahas di grup whatsapp bukan materinya! Tapi malah bahas blazer, lipstik pink nude serta kulit sehat meronanya Bu Sri Mulyani. Hehehe…. Maap ya Buk…. Intinya, kami kagum. Beliau bekerja di sektor formal, bahkan di pemerintahan yang notabene kaku banget karena pakaian kantornya diatur,ย  namun, beliau bisa cari cara buat tetep tampil kece. Sukaaaak!

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerjaKemudian, akhir-akhir ini saya perhatikan, tidak hanya Bu Sri Mulyani saja yang memiliki gaya berpakaian unik. Para menteri perempuan di Kabinet Kerja Jokowi yang lain pun memiliki gaya berpakaian tak kalah uniknya. Ada yang girly abis, ada yang funky ala mama rock and roll, ada yang klasik bahkan ada pula bergaya androgini. Dan yang patut digaris bawahi, walaupun unik, mereka tetep kelihatan profesional. Berikut inspirasi gaya berpakaianย  unik para menteri perempuan di kabinet kerja Jokowi, spesial buat kamu yang mau berpenampilan unik, sesuai kepribadian kamu, tapi tetep kelihatan profesional. Iya, kamu!

1. Retno Lestari Priansari Marsudi : Bandana

retno menteri luar negeri

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 ini selalu berpenampilan feminin. entah karena tuntutan profesinya yang harus sering bertemu tamu kenegaran atau memang karakter ya. Beliau sering tampil menggunakan gaun batik dan kalaupun menggunakan blazer beliau selalu muncul dengan asesoris yang memancarkan aura kewanitaan. Asesoris yang kadang beliau pakai adalah bros, scarf atau kalung. Namun, jika bros, scarf dan kalung beliau pakai secara bergantian, ada satu asesoris yang hampir selalu beliau pakai dalam berbagai penampilan. Tebak apaan tuuu?

Bandana!

Yup! Dari warna netral seperti hitam dan cokelat, sampai warna hijau pupus gonjreng, pernah loh menjadi warna bandana yang Ibu Retno gunakan. Ga nyangka ya, bandana yang biasanya kelihatan informal, bisa juga nyambung di pakaian kantoran.

2. Siti Nurbaya : Boyish

siti nurbaya

Berbeda jauh dengan Ibu Retno yang sering berpenampilan feminin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),ย Siti Nurbaya tampaknya lebih suka bergaya maskulin. Tomboy alias androgini gitu. Kemeja, jaket atau jasnya kebanyakan berpotongan pria. Cocok dengan tugasnya sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan yang sewaktu-waktu memang harus turun ke lapangan.

Buat nyonya-nyonya yang juga sering “ngantor” outdoor, pakaian kaos pria bisa jadi pilihan yang nyaman untuk dipakai. Padu padan yang cerdas diperlukan supaya selain nyaman, nyonya juga tetap kelihatan cantik. Kalau malas belanja di toko baju pria secara offline, Nyonya coba aja cari dulu di toko kaos pria online. Siapa tau ada yang cocok.

Nah kalau ngomongin penampilan menteri perempuan di Kabinet Kerja-nya pak Jokowi sepertinya ga mungkin ga membahas ibu kece yang satu ini. Yuhu, Ibu Susi Pudjiastuti.

3. Susi Pudjiastuti : Mama Rock and Roll

susi pudjiastuti menteri

Menteri Kelautan dan Perikanan yang satu ini sudah ga diragukan lagi gaya unik super nyentriknya. Selain easyย going gayanya selaluย sederhana dan apa adanya. Tidak dibuat-buat tapi selalu mencuri perhatian. Salah satu penampilannya yang paling menonjol adalah saat menghadiri pelantikan menteri, dimana Menteri Susi tampil anggun berkebaya dan bersanggul, tanpa kehilangan ciri khasnya; pakai kacamata hitam guede yang gaya. Penampilannya yang ga kalah asik adalah gayanya naik moge dengan kemeja flanel. Apapun gayanya satu hiasan yang selalu membersamainya: kepercayaan diri.

Nah menteri terakhir yang paling saya favoritin tentu saja adalah Bu Sri Mulyani! Hehehe, ini bukan peres, mentang-mentang saya staf di salah satu unit kementerian yang beliau pimpin ya. Tapi saya emang sukaaaakkkk banget dan kagum pada sosok wanita satu ini.

4. Sri Mulyani : Classic

sri mulyani fashionable

Apa kesan yang pertama terlintas pertama kali ketika melihat bu Ani? Pintar? Trustworthy? Tangguh? Atau malah emak-emak galak? Hihihihi…. Semuanya mungkin ya. Sekilas melihat beliau, akan meninggalkan bekas kalau kita ga bisa main-main dengan orang ini. Beruntung selera berpakaian beliau bagus. Seperti di acara Rosi’ di KompasTV yang di awal saya sebutkan, beliau memilih blazer etnic yang walaupun potongannya klasik namun tampak chic. Saya ga terbayang, jika dengan aura beliau yang begitu kukuh beliau mengenakan pakaian maskulin. Beuugghhh, bakal kelihatan serem kan ya. Catet ni tipsnya Nyah, siapa tau aura nyonya sama kaya bu Ani, jadi biarpun sangar harus tetep tampil cantik. :kiss :kiss

Saking sukanya saya sama gaya Bu Ani ini, iseng saya sempetin googling loh. Pengen beli juga blazer yang kaya Beliau pakai. Ga dapet yang sama persis T.T yaiyalah, mungkin itu blazer dia bikin ekslusif kali ya…. Tapi saya naksir satu outer tenun yang model-model etnik gitu di salah satu olshop Tokopedia yang jual blazer wanita dengan harga terbaik:

outer tenun etnik

Selain blazer bermotif etnik tadi, saya juga pernah melihat beliau mengenakan batik bermotif playful. Namun tetap saja potongan yang dipilih tetap yang klasik, tipikal beliau banget. Tips ini bisa dipakai buat nyonya yang mau tampil namun tetap profesional: jika motif atau warna pakaian yang digunakan sudah playful maka pilih potongan pakaian yang klasik. Atau kebalikannya jika potongan pakaiannya sudah playful, pilih warna pakaian yang lebih lembut.

Get Yours!

Jadi kalau mau dirangkum ada beberapa tips yang bisa diambil dari gaya berpakaian para menteri perempuan di atas:

  1. Gunakan asesoris dengan cerdik,
  2. Jangan hanya menekankan pada keunikan, tapi juga kenyamanan,
  3. Jadilah diri sendiri dan tetap percaya diri,
  4. Stay playfully classic!

Demikian inspirasi gaya berpakaian unik para menteri perempuan Kabinet Kerja Jokowi. Nah, gimana Nyah, gaya siapa yang paling menginspirasi menurut Nyonya? ๐Ÿ™‚ Tinggalin komen yukkk….

[Sponsored Post]

Gambar dari berbagai sumber.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!