Capsule Wardrobe Baju Wanita

capsule wardrobe

Saat saya balik lagi ke Jakarta setelah cuti besar bulan Mei lalu, saya memilih untuk ngekos daripada sewa rumah lagi. Jadi sewa hanya satu kamar, yang saya tempati  berdua dengan Ning Gaya. Ngekos dengan bayi punya banyak konsekuensi, sebagian besar sudah saya ceritakan di sini. Selain itu, ada satu yang belum saya ceritakan: space lemari pakaian yang jadi kueciiiiiilllll sekali.

Karena bagaimanapun, sebenarnya kamar yang saya sewa didesain untuk mahasiswa. Jadi ya lemarinya pun didesain hanya untuk satu orang. Pada kondisi saya, lemari yang sama harus saya pakai, selain untuk menyimpan baju wanita saya, baju bayi gayatri, juga stok printilan bayi seperti diapers, handuk, mainan, dll. Makin sempit saja kaaaaan.

lemari

Seperti ini kira-kira lemari saya. Saya nggak mungkin juga nambah lemari karena kamarnya sempit. Untung kemudian saya nemu artikelnya Mbak Nike Prima tentang Capsule Wardrobe di Living Loving.

Walaupun saya nggak 100% memgikuti prinsipnya, namun ada beberapa hal yang bisa saya terapkan agar baju wanita saya tetap muat di lemari kosan. Namun sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari biar tidak terlalu kelihatan kalau pakaiannya mbahrenggo alias kumbah – garing – dienggo, gitu lo.

capsule wardrobe

via pexels.com

Prinsip yang mau saya adaptasi dari eksperimen capsule wardrobe nya Mbak Nike Prima:

  1. Memilah pakaian sampai jumlah tertentu (kalau mbak Nike pakai batasan jumlah 37 pcs, kalau saya kayanya bakal lebih sedikit dari itu karena menyesuaikan ruang lemari),
  2. Memilih pakaian yang mencerminkan style atau karakter diri,
  3. Kalau diperlukan berbelanja aju wanita, lalukan dengan intentional. Ga sembarangan. Pilih yang longlasting dan beneran kita suka. Nggak hanya karena diskon atau retail terapy semata.
  4. Memilih pakaian yang versatile.

Versatile itu maksudnya:

  1. Mudah dipadu padankan satu dengan yang lain,
  2. Mudah untuk dipakai dalam occasion yang berbeda. Jadi yang formal terlalu kaku, yang casual terlalu gembel. Sehingga masih bisa ada peluang untuk di mix match-kan. Hehehehe….

padu padan

via pexels.com

Let’s staaarrrttt!!!!

1 . Bongkar Lemari

Dari prinsip di atas saya mulai bongkar lemari di Surabaya. Sayangnya, saya menemukan kalau sebagian besar pakaian saya itu nggak versatile. Susah dipadupadankan. #cry Kalau saya paksakan, pasti jumlahnya akan menggelembung melebihi kapasitas lemari. Huft!

Temen-temen pernah nggak merasakan hal yang sama dengan saya? Punya baju banyak tapi merasa nggak punya baju yang pas buat dipakai untu satu aktivitas. Nah, mungkin teman-teman pun melakukan kesalahan yang sama dengan saya. Tosss!

Dari hasil seleksi lemari saya menemukan:

  1. Kemeja putih
  2. Celana hitam
  3. Kemeja biru
  4. Batik
  5. Batik
  6. Batik
  7. Blus
  8. Baju stripes
  9. Sepatu semi formal
  10. Sepatu formal
  11. Sepatu olahraga
  12. Celana semi formal hitam
  13. Celana abu-abu tua

Saya baru ngeh kalau saya tidak punya celana jeans! Padahal itu salah satu must have item yang paling mudah dipadu padankan.

Oke fine. Stapples di atas nggak bakal bisa memenuhi kebutuhan saya.

jeans

via pexels.com

2 . Nyari Referensi (1)

Saya kemudian memutuskan untuk nanya-nanya ke grup WA Indonesian Female Bloggers, gimana si styling baju wanita yang sederhana dan jumlah terbatas tapi tetep punya ciri khas.

Saya nanya di situ karena saya tahu persis mereka memahami fashion dengan baik, dan sekaligus mengenal saya dengan cukup baik juga. Jadi saya yakin nggak akan sembarangan ngasih insight.

Dari mereka saya dapat list must have item:

1 . Kemeja putih

2 . Celana formal

3 . Celana jeans

4 . Kaus stripes

5 . Outer

6 . Statement Asesoris

Saya juga baca-baca lebih lanjut artikel-artikel di pinterest tentang capsule wardrobe dan styling dengan pieces baju wanita yang terbatas. So far masuknnya mirip-mirip si.

Kesimpulannya saya tinggal melengkapi stapples yang saya punya dengan outer, jeans dan asesoris. Setidaknya itu dulu cukup.

3 . Nyari referensi (2)

Step terakhir adalah nyari-nyari baju wanita di olshop dan marketplace. Jujur, saya tu seleranya nggak terlalu bagus. Hehehe….

Jadi belanja baju wanita buat saya itu punya tantangan tersendiri. Kadang kalau beli sendiri, uda dibeli, sampai di rumah baru sadar kalau baju yang dibeli itu nggak cocok buat saya.

Untuk itu saya sekarang punya pendekatan yang berbeda dalam beli baju. Yaitu mengandalkan online dulu. Saya screenshoot-screenshoot produk yang saya suka. Saya periksa detail ukurannya. Lalu saya kirimkan ke suami.

matahari mall

via Matahari Mall

Contohnya begini, saya screen shoot baju wanita dari matahari mall.

Nanti suami yang kurasi. Setelah itu baru saya simpan. Beberapa hari saya lihat lagi, kalau saya masih pengen beli, berarti saya memang suka. Gituuuu, hihihi, ribet yaaak….

Tapi so far ini cara yang kayanya bakal paling efektif deh buat saya. Temen-temen ada ide lain nggak? Eksperimen capsule wardrobe versi saya ini bakal saya update lagi yaaa! Semoga bermanfaat buat yang punya space terbatas seperti saya, atau yg sedang menjalani hidup minimalis seperti Mbak Nike Prima. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Penjual Tas Etnik Online d’ Arcardia Treasure

judul

Saya bersyukur sekali, saat ini sudah banyak tempat berbelanja online yang memudahkan Mamah Mamah Muda beranak bayi untuk berbelanja dari rumah. Irit waktu banget. Tinggal klik klik klik dan barang akan nyampe. Ga perlu blingsatan nyuri-nyuri waktu lagi, hehehe. Mama happy, anak senang, suami? Bagian bayar tagihan. Wkwkwkwk…. Becanda Nyaaah…. Saya rasa Nyonyah juga sering kan merasakan hal yang sama dengan saya. Bener kaaaan?

Kali ini saya mau review penjual tas etnik online, d’Arcadia Treasure. Tempat saya mendapatkan clutch cakep yang saya gunakan di bawah ini:

Sebenarnya waktu milih-milih tas, saya galau antara tas di atas atau tas motif ikat di bawah ini:

Cakep juga kaaaaannnn…. :love :love. Sayangnya, pas saya lihat stoknya pas abis. Huhuhu…. Tapi saya ga terlalu kecewa sih, soalnya saya juga suka dengan yang batik. Sambil saya pantengin juga sekali-sekali siapa tahu dia re-stock. Hihihi…. Buat Nyonyah-nyonyah yang penasaran sama produk lainnya cus aja ke akun IGnya di atas yak….

Klik tombol Follow di pojok kanan atas kalau mau langsung follow.

Langsung bahas, tas yang saya dapat ya….

tas muka

Nama Produk: Jeges Clutch Batik Tosca Material

Bahan:

Untuk outernya menggunakan Batik Tulis Pekalongan. Motf modifikasi parang (cmiiw) dengan paduan bunga. Saya suka banget memang dengan motif parang karena maknanya daleeeemmm: menggambarkan keinginan untuk terus lebih baik hari lepas hari. Mama mertua pas meraba kainnya juga bilang ini batiknya memang tulis beneran. Saya sendiri sebenarnya ga bisa bedain asli atau tidak kalau sudah berbentuk barang, kalau Mama karena memang penjahit jadi lebih jeli mengamatinya.

Inner tas menggunakan bahan Suede sintetis warna merah beet. Tepian tutup dan kancingnya menggunakan kulit sapi asli. Di bagian dalam ada tempean label d.a.t berwarna cokelat. Rapi sih, penjahitannya jadi label tersebut tidak merusak kecantikan innernya….

detail

Oiya, pas saya terima produk ini ada noda sedikit di bagian depan tas, namun noda tersebut dimaafkan karena keseluruhan produk yang cantik. Saya suka saya sukaaaaaa…..

Dimensi :

Panjang 27,5 cm, tinggi tertutup 16,5 cm tinggi terbuka 29 cm. Sekilas kelihatan kecil, tapi cukupan buat ngantor kalau cuma bawa dompet, handphone sama notes. Ditenteng di kondangan juga masih pantes. Informal jalan-jalan juga kece. Sekali saya bawa tas ini ke acara Meet Up ibu-ibu dan bawa anak saya, ternyata cukup juga buat bawa beberapa pritilan P3Knya bayi sbb:

tas dalam

Panjang strap : 123 cm, ini agak kepanjangan buat saya. Kadang saya simpul strapnya biar lebih ringkes.

Di dalam kardus pengiriman terdapat juga semacam tas (goodie bag) dari kain yang bisa digunakan untuk menyimpan tas di lemari.

Where to buy: d’Arcadia Treasure

Setahuku ini toko online ini menjual perhiasan handmade, namun kemudian berkembang juga ke sepatu dan tas yang tentunya handmade juga. Yang saya salut, semua produknya menggunakan kain lokal Indonesia seperti batik, jumputan dan ikat.

d’Arcadia Treasure ini selain memiliki akun IG, juga ada webnya http://arcadiatreasure.com/. Cuma menurut saya kalau mau belanja enakan di page Facebooknya. Soalnya keterangannya lebih lengkap ada foto sisi kanan kiri, keterangan ukuran sama keterangan stok. Link page Facebooknya sbb: d’Arcadia Treasure.

Lokasi workshopnya di Bogor. Pengiriman produknya ke rumah saya di daerah Jakarta Selatan cukup cepat. Tidak sampai 3 hari dari pemesanan, sudah sampai. Namun, perlu jadi perhatian khusus ya Nyah, produk yang dipesan ready stock atau yang pre order. Produk yang saya pesan ini ready stock.

What i love:

  • Kualitas barang bagus: kain batik asli, kulit asli, jahitan rapi.
  • Pengemasan rapi.
  • Pengiriman cepat.
  • Ada lifetime waranty-nya (karena belum pernah rusak, saya belum pernah menggunakan fitur ini, namun klain dari produsennya sebagaimana gambar di bawah yaaa). Info yang saya dapatkan jika barang kita rusak, kita dapat mengembalikannya, dan pihak DAT akan mentrace siapa pengrajin barang kita menggunakan nomor seri produk. Kece yak!

 

Repurchase/ Recommended? Yes!

Gitu Nyah, review first impression dari toko d’Arcadia Treasure. Semoga bermanfaat ya buat temen-teme yang sedang mencari tas atau sepatu etnik. 🙂 Kalau kata Engkoh Maspi*n, “Cintailah produk-produk dalam negeri”! 🙂

Salam sayanggg…. :*

judul

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Inspirasi Gaya Berpakaian Unik dari Para Menteri Perempuan

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerja

Gara-gara Bu Sri Mulyani dapat penghargaan sebagai Asia’s Finance Minister of The Year, saya jadi keingetan sesi acaranya Rosi (Kompas TV) dimana beliau menjadi narasumbernya. Waktu itu temanya adalah Jurus Ekonomi Sri Mulyani. Eiittt…. Jangan kabooorrr…. Saya tidak sedang ingin membahas ekonomi kok. Saya mau cerita tentang gaya berpakaian Bu Sri saat itu yang menarik perhatian saya. Kece abisssss.

Ngomongin gaya Bu Sri di acara Rosi, saya dan teman-teman kantor pernah sampai salah fokus. Yang kami bahas di grup whatsapp bukan materinya! Tapi malah bahas blazer, lipstik pink nude serta kulit sehat meronanya Bu Sri Mulyani. Hehehe…. Maap ya Buk…. Intinya, kami kagum. Beliau bekerja di sektor formal, bahkan di pemerintahan yang notabene kaku banget karena pakaian kantornya diatur,  namun, beliau bisa cari cara buat tetep tampil kece. Sukaaaak!

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerjaKemudian, akhir-akhir ini saya perhatikan, tidak hanya Bu Sri Mulyani saja yang memiliki gaya berpakaian unik. Para menteri perempuan di Kabinet Kerja Jokowi yang lain pun memiliki gaya berpakaian tak kalah uniknya. Ada yang girly abis, ada yang funky ala mama rock and roll, ada yang klasik bahkan ada pula bergaya androgini. Dan yang patut digaris bawahi, walaupun unik, mereka tetep kelihatan profesional. Berikut inspirasi gaya berpakaian  unik para menteri perempuan di kabinet kerja Jokowi, spesial buat kamu yang mau berpenampilan unik, sesuai kepribadian kamu, tapi tetep kelihatan profesional. Iya, kamu!

1. Retno Lestari Priansari Marsudi : Bandana

retno menteri luar negeri

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 ini selalu berpenampilan feminin. entah karena tuntutan profesinya yang harus sering bertemu tamu kenegaran atau memang karakter ya. Beliau sering tampil menggunakan gaun batik dan kalaupun menggunakan blazer beliau selalu muncul dengan asesoris yang memancarkan aura kewanitaan. Asesoris yang kadang beliau pakai adalah bros, scarf atau kalung. Namun, jika bros, scarf dan kalung beliau pakai secara bergantian, ada satu asesoris yang hampir selalu beliau pakai dalam berbagai penampilan. Tebak apaan tuuu?

Bandana!

Yup! Dari warna netral seperti hitam dan cokelat, sampai warna hijau pupus gonjreng, pernah loh menjadi warna bandana yang Ibu Retno gunakan. Ga nyangka ya, bandana yang biasanya kelihatan informal, bisa juga nyambung di pakaian kantoran.

2. Siti Nurbaya : Boyish

siti nurbaya

Berbeda jauh dengan Ibu Retno yang sering berpenampilan feminin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya tampaknya lebih suka bergaya maskulin. Tomboy alias androgini gitu. Kemeja, jaket atau jasnya kebanyakan berpotongan pria. Cocok dengan tugasnya sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan yang sewaktu-waktu memang harus turun ke lapangan.

Buat nyonya-nyonya yang juga sering “ngantor” outdoor, pakaian kaos pria bisa jadi pilihan yang nyaman untuk dipakai. Padu padan yang cerdas diperlukan supaya selain nyaman, nyonya juga tetap kelihatan cantik. Kalau malas belanja di toko baju pria secara offline, Nyonya coba aja cari dulu di toko kaos pria online. Siapa tau ada yang cocok.

Nah kalau ngomongin penampilan menteri perempuan di Kabinet Kerja-nya pak Jokowi sepertinya ga mungkin ga membahas ibu kece yang satu ini. Yuhu, Ibu Susi Pudjiastuti.

3. Susi Pudjiastuti : Mama Rock and Roll

susi pudjiastuti menteri

Menteri Kelautan dan Perikanan yang satu ini sudah ga diragukan lagi gaya unik super nyentriknya. Selain easy going gayanya selalu sederhana dan apa adanya. Tidak dibuat-buat tapi selalu mencuri perhatian. Salah satu penampilannya yang paling menonjol adalah saat menghadiri pelantikan menteri, dimana Menteri Susi tampil anggun berkebaya dan bersanggul, tanpa kehilangan ciri khasnya; pakai kacamata hitam guede yang gaya. Penampilannya yang ga kalah asik adalah gayanya naik moge dengan kemeja flanel. Apapun gayanya satu hiasan yang selalu membersamainya: kepercayaan diri.

Nah menteri terakhir yang paling saya favoritin tentu saja adalah Bu Sri Mulyani! Hehehe, ini bukan peres, mentang-mentang saya staf di salah satu unit kementerian yang beliau pimpin ya. Tapi saya emang sukaaaakkkk banget dan kagum pada sosok wanita satu ini.

4. Sri Mulyani : Classic

sri mulyani fashionable

Apa kesan yang pertama terlintas pertama kali ketika melihat bu Ani? Pintar? Trustworthy? Tangguh? Atau malah emak-emak galak? Hihihihi…. Semuanya mungkin ya. Sekilas melihat beliau, akan meninggalkan bekas kalau kita ga bisa main-main dengan orang ini. Beruntung selera berpakaian beliau bagus. Seperti di acara Rosi’ di KompasTV yang di awal saya sebutkan, beliau memilih blazer etnic yang walaupun potongannya klasik namun tampak chic. Saya ga terbayang, jika dengan aura beliau yang begitu kukuh beliau mengenakan pakaian maskulin. Beuugghhh, bakal kelihatan serem kan ya. Catet ni tipsnya Nyah, siapa tau aura nyonya sama kaya bu Ani, jadi biarpun sangar harus tetep tampil cantik. :kiss :kiss

Saking sukanya saya sama gaya Bu Ani ini, iseng saya sempetin googling loh. Pengen beli juga blazer yang kaya Beliau pakai. Ga dapet yang sama persis T.T yaiyalah, mungkin itu blazer dia bikin ekslusif kali ya…. Tapi saya naksir satu outer tenun yang model-model etnik gitu di salah satu olshop Tokopedia yang jual blazer wanita dengan harga terbaik:

outer tenun etnik

Selain blazer bermotif etnik tadi, saya juga pernah melihat beliau mengenakan batik bermotif playful. Namun tetap saja potongan yang dipilih tetap yang klasik, tipikal beliau banget. Tips ini bisa dipakai buat nyonya yang mau tampil namun tetap profesional: jika motif atau warna pakaian yang digunakan sudah playful maka pilih potongan pakaian yang klasik. Atau kebalikannya jika potongan pakaiannya sudah playful, pilih warna pakaian yang lebih lembut.

Get Yours!

Jadi kalau mau dirangkum ada beberapa tips yang bisa diambil dari gaya berpakaian para menteri perempuan di atas:

  1. Gunakan asesoris dengan cerdik,
  2. Jangan hanya menekankan pada keunikan, tapi juga kenyamanan,
  3. Jadilah diri sendiri dan tetap percaya diri,
  4. Stay playfully classic!

Demikian inspirasi gaya berpakaian unik para menteri perempuan Kabinet Kerja Jokowi. Nah, gimana Nyah, gaya siapa yang paling menginspirasi menurut Nyonya? 🙂 Tinggalin komen yukkk….

[Sponsored Post]

Gambar dari berbagai sumber.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

10 Tips Foto Produk yang Instagramable dari Denny Herlianso, Senior Photographer

10-tips-foto-instagram

Tips fotografi untuk instagram ditambah produk kecantikan dan perempuan. Kayanya jadi paduan yang sempurna buat dikumpulin jadi satu paket obrolan. Cakep dan seru. Mmmhhh… Nhaitulah yang kemarin kejadian di acara Workshop Beauty & Photography yang diadakan Covermark Indonesia dan Komunitas Indonesian Female Blogger. Acara yang dimulai jam 5 dan rencananya selesai jam 8, jadi molor hampir jam 9. Bukan karena panitianya ngaret, tapi karena pesertanya ga mau pulang! Mau praktik dan mau nanya-nanya teroooosss… Hihihihi… Temanya oke sih, materinya bermanfaat banget dan disampaikan secara fun (sering banget ngakak) sama narsum, terus panitianya juga asik-asik. Jempol kanan kiri atas bawah deh buat tim panitia. Kapan lagi dong, dapet workshop dengan narasumber sekaliber mas Denny Herlianso, fotografer seniornya majalah Femina, dan GRATISSSS

Jadi, saya sampai bingung ini mau bikin artikelnya nulis dari sisi mana. Biar lebih fokus, dan temen-temen juga dapet manfaatnya, saya nulis tentang workshop fotografi dan lebih fokus lagi ke bagian fotografi produk yang instagramable aja yaaaaa… Yuk mari merapat…

tips-fotografi-untuk-instagram

Mas Denny kasi penjelasan tentang dasar-dasar fotografi agar hasil foto kita kece dan mantep buat di pajang di Instagram. Setidaknya beliau bilang ada 10 hal yang harus dipikirkan ketika mau ambil foto!! Banyak ya? iyaaaaa. Susah? ternyata engga. Mas Denny dengan sabar, sederhana dan lucu membahas atu-atu tips untuk 10 hal tersebut. Rangkumannya seperti ini…

Oiya, foto2 yang saya pakai bukan foto2 pak Denny ya. Saat event, saya mencoba fotoin slide Mas Denny dari jauh tapi kurang jelas hasilnya. So, foto-foto berikut yang tanpa watermark nyonyamalas berarti adalah foto yang saya ambil dari beberapa sumber stok foto online yang saya pilih setepat mungkin sesuai contoh dari Mas Denny.

1 . Peralatan: Kamera DSLR vs Kamera Handphone

Yang biasa diributin pertama kalo mau moto adalah kamera. Kamera apa yang paling bagus buat instagram? Statement dari Mas Denny seperti ini: buat instagram dan blog, kamera hape bisa jadi lebih bagus dari kamera DSLR. Zinnkkkk…

dslr-vs-handphone-blog

Lalu peserta workshop terdiam, senyap dalam protes terselubung dalam hati. Masa sih?

Ternyata, alasannya adalah dari sisi ukuran foto. Ukuran foto hasil jepretan handphone lebih kecil dari kamera DSLR. Kamera DSLR akan memiliki keunggulan absolut ketika hasil fotonya di print. Sementara ketika ditampilkan pada layar kecil seperti handphone dengan ukuran layar rata-rata 4 inchi, kualitasnya ga akan jauh berbeda. Sementara itu, size foto yang kecil akan membuat foto lebih cepat diunggah dan dibuka di web. Secara pengguna online sekarang banyakan pakai handphone untuk membuka baik IG maupun blog, maka kamera handphone jenis tertentu bisa jadi mengungguli kamera DSLR dalam hal ini. Kaget ya? Sama!

2 . Background

Foto produk ga harus dalam bentuk flatlay atau di studio looh… Contohnya foto produk karakter katak seperti ini yang menggunakan latar belakang jalanan beton dan taman.

foto-produk2-blogfoto-produk1-blog

Mas Denny juga cerita kalau pernah dapat job harus motret produk dengan syarat harus pake background outdoor. Malang tak dapat ditolak untung sulit diraih, cuaca Jakarta pas itu lagi sering mendung dan hujan. Terpaksalah dia harus foto di studio. Dan pakai background buatan. Loh… apa jadi alami? Ternyata yang dia jadiin background itu taman portable. Maksudnya taman portable tu yang suka disewain mamang-mamang penjual tanaman hias buat dekor kawinan itu loh. Ditambah beberapa properti (kalo mau) kata pagar sepotong, batu sepotong, uda deh… Jadi kesan outdoornya. Dan tanaman yang disewanya ga perlu banyak-banyak. Motoin produk kan cuma perlu 1×1 m paling gede.

Kalo flatlay bisa lebih kecil lagi bidang yang harus disiapin. Jadi ya sewa aja sesuai ukuran yang diperlukan. Cerdas ya? Customer pun puas dengan hasil foto berbackground “outdoor” tadi. Selain itu, ada beberapa contoh alat yang rada out of my mind buat di jadiin background foto flatlay. Semuanya practicable dan relatif murah, contohnya adalah sebagai berikut:

  • alas foto hasil print sendiri
  • kertas kado
  • kain jilbab
  • karpet
  • sprei

Catatan penting yang perlu diingat adalah warna background jangan sampai “menghilangkan” atau membuat sebagian obyek tidak terlihat. Misal latar belakang hitam untuk produk yang hitam membuat beberapa bagian jadi tidak tampak di foto.

3 . Arah Cahaya

Gunakan flash yang lembut. Beberapa wangsit diberikan Mas Denny terkait arah cahaya ini:

  • Depan: paling jelek karena akan kelihatan flat. Berlaku juga buat foto wajah. Cahaya dari arah depan berpotensi membuat hidung kita yang mancung ke belakang ini makin mingslep. Caution please para pesekers! 😀
  • Samping: bisa dibilang arah samping ini adalah arah cahaya yang paling bagus. Karena selain akan memunculkan sisi-sisi yang jarang terlihat dari sebuah obyek yang berarti unik. Cahaya dari arah samping juga bagus karena akan memunculkan gradasi. Lalu terdengar lagi suara dalam hati, gradasi? bayangan? bukankah bayangan itu ga bagus buat foto? Itu hanya mitos kaya mas Denny, karena bayangan dan gradasi akan membuat foto kita punya dimensi, because life is never flat kalo kata iklan keripik.
  • Belakang: Cahaya dari arah belakang bisa digunakan apabila kita emang pengen ada berkas-berkas cahaya di tepian obyek. Saya si ngebayanginnya jual boneka batman trus difoto pake cahaya dari belakang… kaya ada sinar gitu dari belakang. Keren kali ya…
  • Atas: Caution please again! Cahaya dari arah ini akan membuat obyek jadi keliatan pendek.
  • Bawah: Kalau untuk motoin orang, cahaya dari bawah bikin kita keliatan kaya hantu, hehehe… Tapi cahaya arah bawah ini bermanfaat untuk teknik flatlay obyek yang mengkilat.

4 . Intensitas Cahaya

Selain cahaya langsung seperti nomor 3, intensitas cahaya bisa diatur pakai reflektor, alias pemantul. Nhah, di workshop kemarin dibahasnya ada dua macam reflektor a) reflektor cahaya dan b) reflektor warna.

a) Reflektor cahaya itu artinya pemantul cahaya, iye taukk. Nah, untuk mengatur intensitasnya kita bisa mengubah warna reflektor yang dipakai. Reflektor warna perak akan memantulkan cahaya = 100%. Bahan yang bisa dibuat sebagai reflektor ini misalnya alumunium foil hasil menjarah dapur mama. Jenis kedua, reflektor warna putih seperti kertas, stereofoam dll akan menghasilkan pantulan cahaya kurang dari 100%. Sementara reflektor warna hitam bisa dipakai untuk meredam atau menyerap cahaya, dengan tingkat pantulan chaya yang dihasilkan adalah 0%.

b) Reflektor warna digunakan untuk menghasilkan kesan hangat atau dingin. Caranya adalah dengan menggunakan air berwarna dalam wadah bening untuk memantulkan warna-warna yang diinginkan. Jika mengiginkan rona hangat maka yang digunakan adalah air berwarna kuning. Jika yang diinginkan kesan dingin maka air yang digunakan adalah warna biru. Dapat darimana warna air air itu? Bikin aja pakai sumba atau cat dicampur dengan air bersih. Gampang kaaan?

5 . Jenis Material bahan/ obyek

  • Dof. Bahan ini adalah bahan yang paling oke karena terkesan classy.
  • Glitter.
  • Shinny atau mengkilat. Untuk obyek ini pesan utamanya adalah jangan terkena sorotan cahaya secara langsung. Kemudian terkait dengan memotret obyek mengkilat ini ada pertanyaan bagus dari peserta: bagaiman tips supaya kamera atau kita sebagai fotografernya tidak ikut terfoto pada permukaan obyek yang mengkilat tersebut. Nah, tips praktisnya adalah dengan menggunakan studio mini. Studio mini bisa dibeli atau dibuat dari kardus bekas. Jadi kardus bekas sisi-sisi samping dan atasnya dihilangkan, kemudian ditempel difuser berupa kertas kalkir atau plastik kresek putih atau bahan lain yang sejenis. Memotretnya dari sisi atas. Jadi difuser di sisi atas diberi lubang kecil sebesar lensa kamera untuk memotret obyek. Arah cahaya dari samping kanan kiri, atas (jika memungkinkan) dan bawah (menggunakan meja kaca). Dengan demikian, obyek tidak akan memantulkan bentuk kamera dan pemotretnya.

6 . Komposisi foto

Obyek tidak selalu harus berada di tengah. Mas Denny malah menyarankan agar ketika memotret obyek, ada bagian-bagian yang masih tersembunyi sehingga menarik perhatian atau membuat penasaran. Tidak ada rumus pasti yang disebutkan oleh mas denny, bisa 100%, 75% atau 50% bagian obyek yang tampak pada foto. Seperti ini foto-foto di bawah ini:

strawberry-1-blogstrawberry-2-blogstrawberry-3-blog

Contohnya, foto pertama dengan komposisi foto 100%, foto kedua 75% dan yang terakhir dengan komposisi foto kurang lebih 50%. Mana foto yang menurutmu paling membuat pengen?

Penggunaan aksesoris juga dapat digunakan untuk menunjang estetika komposisi foto dan meningkatkan sisi emosional yang melihat foto. Pastikan aksesorisnya relevan ya… Misalnya obyek handuk, kelembutannya bisa ditonjolkan dengan adanya bayi yang tidur di atasnya. Atau cup cakes dan hiasan permen untuk foto produk makeup yang ditujukan ke anak-anak remaja, dimana makeupnya memang ada yang rasa permen. Jangan bedak bayi disandingkan sama pisau dapur. Kan jadi serem malah asosiasinya…

7 . Format

Untuk Instagram yang disarankan adalah square atau persegi. Namun, ketika mengambil foto bisa dengan horizontal atau vertikal kemudian d-crop persegi. Namun yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan cropping adalah bagian yang di-crop tidak boleh lebih dari 50%.

8 . Fokus

Teman-teman sering lihat foto obyek yang belakangnya ngeblur gitu kan ya? Dengan metode ini selain obyek menjadi lebih menonjol, foto jadi tampak dramatis. Namun perlu, jika digunakan sebagai foto etalase atau produk jualan, terkadang pembeli lebih menyukai foto yang minim editing. Karena untuk mendapatkan warna atau kondisi asli dari produknya. Perbedaan warna karena proses editing atau filter bisa mengurangi kepuasan pelanggan loooh…

9 . Sudut pengambilan

Ambil foto dari sebanyak-banyaknya sudut. Apalagi jika obyeknya banyak yang akan difoto. Beliau bilang jangan terlalu detail menata satu persatu. Tata secara bersamaan, kemudian ambil foto obyek satu persatu dalam tatanan tersebut dari sisi-sisi yang berbeda.

food-restaurant-camera-taking-photo-blog

Pengalaman yang Mas Denny ceritakan adalah ketika harus melakukan pemotretan untuk produk makanan yang sangat banyak. Beliau tata saja semua makanan yang harus difoto pada suatu meja. Kemudian mulai memotretnya satu per satu. Hal ini akan sangat menghemat waktu dan tetap mendapatkan hasil yang baik. Obyek lain bisa berguna sebagai background atau tampak seperti aksesoris yang memperkaya komposisi foto. Sebagai fotografer amatir, sering banget kan kita tergoda untuk menata, menggeser obyek setengah cm ke kanan, aksesorisnya 5 cm ke kiri, dengan harapan mendapat hasil optimal. Sebenarnya itu bisa didapat hanya dengan mengganti sudut pengambilan gambar.

10. Konsep

Last but not least, yang paling penting untuk dipikirin saat membuat foto yang instagramable adalah KONSEP. Konsep dalam hal ini Mas Denny menggaris bawahi tiga hal: 1) pesan yang ingin disampaikan 2) kesamaan persepsi antara fotografer, pemilik produk dan juga calon pembeli/ yang melihat foto dan 3) bagaimana memvisualisasikan pesan dan persepsi tersebut ke dalam sebuah foto.

before after

Lebih lanjut, foto atas adalah hasil jepretanku sebelum workshop (BEFORE), yang bawah adalah saat sesi latihan di workshop (AFTER). Uda keliatan ada perbedaan ya… Walaupun saya akui, masih harus belajar super banyak biar kaya Mas Denny. Hehehe…

Oiya, kalau kamu pengen juga ikutan acara-acara bermanfaat kaya gini kamu bisa gabung ke grup komunitas Indonesian Female Bloggers di Facebook kaya aku. Selain ilmu, dari komunitas ini saya sebagai member newbie di dunia blog juga ngerasa dapat support group. Every single personnya helpfuuuuuuuuuuuuul banget. Dari yang sesama newbie maupun yang uda senior. Mereka mau ditanya apa aja dan dengan senang hati share pengalaman mereka. Pokoknya sesuai banget dengan moto komunitas ini “Empowering Each Other”. Saya jadi tambah semangaattttttt!!!!

Selain itu, aku juga mau say thanks ke Covermark Indonesia yang uda bikin workshop gratis sekeren ini. Apresiasi banget buat kemurahan hati mereka. Di samping workshopnya bermanfaat, peserta juga dibawain oleh-oleh sampel beberapa produk. Yang paling kena di hati saya sih si produk Moisture Veil Lx, semacam foundation tapi bentuknya kaya bedak padat. Saya kan ga pernah make make up ya karena ngerasa ribet dan kantor juga ngizinin untuk bare face. Tapi setelah beberapa kali nyoba pemakaiannya praktis banget… Saya lagi nunggu review dan tutorial lebih lanjut ni dari temen-temen beauty blogger buat produk ini.

See you yak, semoga sharing tentang 10 tips fotografi untuk instagram dari Mas Denny ini bermanfaat buat kamu 🙂 Thanks for reading!

Thanks for your support, artikel ini diapresiasi sebagai Covermark Blog Competition Winner:

covermark-blog-competition-winner

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tutorial Menghias Pulpen

tutorial-menghias-pulpen

Dapat ide menulis tutorial menghias pulpen centil ini pas baca artikel tentang pulpen penerima tamu kondangan. Lupa tapi artikel dimana, please do not hesitate buat mengakui ya, nanti aku credit deh 🙂 Setelah itu, saya bongkar kotak isi pernak pernik yang lama ga dipakai dan nemu bros bunga-bunga yang kayanya ngehits beberapa tahun lalu. Bulatlah tekadku bikin pulpen centil ini, hihihi. Apalagi ada stok tali sisa ngerajut yang buanyak pollll di gudang…

Eh, tapi sebelum ngebahas cara bikin pulpen centil. Ak mau bahas tentang Mario Teguh bentar. Gatel juga saya mau ikutan komen juga sama berita yang lagi santer di belahan bumi bagian Indonesia ini. Komen saya ga serius2 amat si, cuma ini: manusia, mau itu presiden, motivator, ustad, penyanyi lagu rohani, guru, vegan, hijaber, apalagi cuma blogger kaya saya ini kan emang tempatnya salah dan cela ya. Jadi kalo salah, boleh sih di cela. Tapi klo nyela-nya baper banget, kayanya itu nunjukin kalo selama ini para penyela (penyela apa pencela yak???) adalah orang yang menganggap figur-figur tersebut adalah selevel di atas manusia. Manusia setengah dewa gitu loh. Yang pas ketahuan ternyata punya dosa, semuanya jadi heboh, jadi kaget. Jadi kalo kita (kita, sekali lagi kita, self reminder jg buat saya) emosi dan nyesek denger ribut-ributnya Mario Teguh, mungkin kitanya terlalu ngefans (walaupun sebenernya saya engga ngefans sama Om Mario, tapi berlaku juga buat tokoh lain kali ya).

Jadi saya peringatkan dari sekarang, sebelum jumlah follower saya jadi 7,733,239 (jumlah follower twitter Mario Teguh per 14 September 2016), saya peringatkan sekali lagi Sodara-sodara… saya hanya manusia biasa, jangan terlalu ngefans! Kalo punya goldenways dalam membuat kerajinan tangan yang lebih praktis, lakukanlah sesuai caramu. Tapi jangan lupa tinggalin komen ya, siapa tau saya mau niru cara kamu… Hehehe… Saya uda meringatin lho ya…

Oke balik lagi ke urusan pulpen centil…

Pembuatan pulpen centil ini cuma ga perlu keahlian khusus. Hanya perlu sedikit hati-hati karena kita akan memakai lem tembak, which is ujung alat dan lem lelehnya rada panas. Anak-anak usia SD bisa diajak ikut serta, dengan pengawasan dalam penggunaan lem tembak tadi. Oce buund??

Alat dan Bahan:

tutorial-menghias-pulpenPulpen

Bunga/ hiasan lain

Tali

Lem tembak

Tembakan lem

Gunting

Cara Membuat:

1 . Siapin peralatan yang diperlukan. Pada saat ini, tembakan lem sudah bisa dinyalakan, agar ketika proses penempelan akan dimulai, lemnya sudah cukup mencair dan bisa dioleskan ke bidang yang diinginkan.tutorial-menghias-pulpen2 . Jika kamu menggunakan bros bekas seperti saya, lepaskan dulu kaitan/ peniti bros dari bunganya. Gunakan hanya bunganya saja.step-1-lepas-bunga-dari-peniti3 . Beri lem tembak pada bagan tengah bunga. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit. Kata lagu dangdut yang sedang-sedang saja. ;D

Oiya, beberapa teman menanyakan dimana membeli tembakan (alat tembak) lem seperti di gambar di bawah ini. Saya sendiri membelinya di toko buku Intermedi*. Harganya tidak sampai 50k. Di beberapa toko craft juga tersedia. DI Man’s playground aka AceH*rdware juga tersedia dalam beberapa ukuran. Disesuaikan saja dengan kebutuhan. Lebih bagus jika ada tombol on offnya, agar tidak perlu mencabut steker. Ada pula yang bisa dicharge/ atau menggunakan baterai. Alat yang tidak terkait kabel akan memudahkan pergerakan kamu ketika membuat kerajinan. Karena ga erlu deket-deket sumber listrik, bisa ngerjain craft dimana aja dan juga ga belibet dengan kabelnya, tapi harganya relatif lebih mahal dari yang saya punya ini. Hehehe…

step-2-beri-lem-tembak4 . Tempelkan ujung belakang pulpen (pantat pulpen) dengan bunga.

step-3-tempelkan-pulpen5 . Rapihkan. Buat kelopak bunga bagian bawah menutupi bagian pantat pulpen, buat bunga mekar sealamiah mungkin seolah bunga tersebut memang tumbuh dari pulpen dan pulpen tersebut adalah tangkai bunganya.

step-4-rapikan-bunga6 . Buka isi pulpen. Ikat tali di isi pupen tersebut, sampai terkait.step-5-ikat-tali-pada-isi-pulpen7. Tutup pantat pulpen, sehingga tali terjepit di dalam pulpen.

step-6-tutup-belakang-pulpen8. Matikan area tersebut dengan mengolesi lem tembak secara melingkar agar tutup belakang pulpen tidak dapat dibuka lagi.

step-7-lem-tutup-belakang-pulpen9. Lilit tali ke atas, menutupi bagian-bagian yang kena lem tadi sampai pangkal bunga, kemudian lilit turun ke arah ujung pulpen. Hati-hati ketika melilitkan tali pada bagian yang masih terdapat lelehan lem. Jangan dbiarkan terlalu lama juga karena lem mudah mengering.

step-8-lilit-tali10. Sesekali diberi lem tembak agar tali melekat dengan kuat pada badan pulpen.

step-9-beri-lem-sesekali11. Lilit terus sampai bagian ujung. Di bagian akhir beri lem tembak lagi secara melingkar. Lalu tutup dengan tali. Rapikan.

tutorial-menghias-pulpen12. Gunting jika masih ada tali yang menjuntai dan tidak rapi.

step-11-potong-tali-dan-rapikan13. Kira-kira hasil akhirnya akan seperti ini… Cantik ya?

step-12-pensil-centil-siap14. Pulpen centil siap digunakan untuk pulpen penerima tamu kondangan, di resepsionis, atau buat cakep-cakep di meja kerja kita… Suka suka kitaaaa 🙂

tutorial-menghias-pulpenSegitu aja si tutorialnya, sebenarnya stepnya cuma lem lem lalu gulung gulung. Cuma kalo ditulis per step printilannya jadi banyak juga ya… Kalau mau lebih gampang bisa cek juga video di youtube aku sbb. Semoga bermanfaat yaaaa… Buat yang mau bikin, atau uda bikin feel free komen pamerin hasil bikinannya atuh… 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!