3 Pengalaman Memalukan Bawa Bayi Naik Pesawat

bayi naik pesawat bareng bayi

Sebagian besar orang yang ngobrol dengan saya, saat di Bandara bareng bayi, bertanya “apakah bayimu tidak rewel?” Beberapa juga mengajukan rasa salut karena saya berani wara wiri bawa bayi naik pesawat tanpa pendamping. Padahal saya berani ya karena Gayatrinya kooperatif ya. Namun, walau Gayatri anak yang relatif kooperatif dan kalem di tempat umum, saya juga punya pengalaman memalukan bawa bayi naik pesawat.

bayi naik pesawat bareng bayi

Saat Pipis di Lavatory

Okay kejadian ini baru beberapa minggu lalu. Hasil kolaborasi manis antara bayi kepo dan mbak mbak pramugari yang rajin membantu. Terbukalah lavatory saat saya enak-enaknya pipis di atas pesawat.

Saya memang sudah merasa kebeles pipit sejak sebelum boarding. Namun saat itu saya tidak menuntaskan hasrat pipis saya karena nanggung. Lagi nyuapin Gayatri dan uda mendekati waktu boarding. Kan rempes ya gendong bayi sambil buru-buru, mending saya tahan sebentar lalu pipisnya di atas pesawat saja, pikir saya saat itu.

Karena tanpa teman seperjalanan, tentu Gayatri saya bawa masuk ke lavatory. Dia mainan pintu donggg…. Saya biarin karena biasanya begitu, dan aman-aman saja. Gayatri belum bisa buka kuncian pintu kan, walaupun sudah bisa dorong kenop pintunya.

Dan terjadilah insiden kecil itu…. Pramugari (Garuda) yang memang sangat super duper helpful sama penumpang, mungkin karena merasa kawatir dengan suara-suara di pintu atau mungkin mengira saya terkunci dan kesulitan membuka pintu, berinisiatif membuka kuncian pintu dari luar dong…. Dan ups, maaf, pemandangannya kurang menyenangkan ya Mbaaa…. Hehehe….

Saya cuma bisa nyengir, dan pintunya pun ditutup kembali sama mbak pramugarinya. Hehehe, rempong kan kalau saya yang nutup. Harus pake celana dulu (((dijelasin))). ūüėõ

Related Post: Pengalaman Bawa Bayi Umur 4 Bulan Naik Pesawat

tips naik pesawat bareng anak

Saat Gayatri Nepuk Pantat Pramugara

Posisi paling pewe buat ibu bawa bayi menurut saya itu di row paling depan yang ada extra legnya. Kalau ga bisa dapet ya di lorong atau di pinggir dekat jendela. Paling sering saya dapatnya di lorong si….

Dapat seat di lorong itu manfaatnya ada beberapa:

  1. Memudahkan keluar masuk kursi,
  2. Nggak terlalu mengganggu penumpang lain,
  3. Kalau merasa sempit handle tangan bagian lorong bisa dibuka, jadi bisa leluasa ada tambahan space di sisi samping,
  4. Kalau Gayatri bosan, dia bisa jalan-jalan sepanjang lorong saat uda diperbolehkan tidak menggunakan seat belt.

Namuuuunnn, ada juga kelemahannya:

  1. Berbahaya saat proses mengeluar masukkan koper ke kompartemen atas, risiko kejatuhannya lebih besar dibanding seat yang dekat jendela,
  2. Seing terganggu hilir mudiknya pramugari tang membawa troli, daaaaaannnn….
  3. Berisiko malu kalau anak kita lagi usil suka jawil-jawil pramugara/ pramugari.

Poin yang ketiga ini beneran saya alami lo. Gayatri pernah nepok pantat pramugara. PRAMUGARA. Cowoooook!!!!

Saya nyadarnya pas uda ketepok, masnya bilang “Eh!” Sambil nengok ke arah saya. Untung saat itu tangannya Gayatri masih terjulur kan. Jadi masnya mahfum, kalau yang nepok bayi imut unyu unyu, bukan emaknyaaa…. Ya kali kaaan…. Saya cuma tersenyum. Dan pramugaranya langsung pasang wajah ramah ke Gayatri, ngajak bercanda. Buset terlatih banget yak, wajah ramahnya….

Semuanya pun berakhir dengan baik.

Related Post: Pengalaman Membawa Bayi Umur 9 Bulan Naik Pesawat

anak nyaman naik pesawat

Foto-foto di atas diambil saat Gayatri usia 1 tahun di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta.

Saat Gayatri Pup saat Landing

Bayangkan, saat kru pesawat mengumumkan kalau kami sudah ada di posisi landing, semua penumpang diminta  menegakkan sandaran dan mengencangkan seat belt, lalu tiba-tiba wajah si Ening tegang. Bukan tegang karena mendengar suara mesin pesawat. Saya kenal sekali ekspresi ini. Ekspresi ngeden.

Ya ampunnn baunya. Malu banget saya, karena bau banget.

Waktu itu pas mau ke Yogyakarta, dan mungkin sebagian besar orang tau, entah mengapa prosesi landing di Jogja itu lamaaa. Semacam antri muter-muter di atas. Saya gelisah. Penumpang sebelah saya apalagi! Uda mulai tutup-tutup hidung dan oles-oles freshcare! Gayatri mah lempeng, muka tak bersalah. Ni anak yaaaaaa!!!!

Tapi gimana dong, mau ke toilet juga nggak bisa kan. Karena semua harus duduk. Berbahaya bagi diri saya sendiri, Gayatri dan tentu orang lain, kalau saya sampai nekat jalan dan jatuh. Akhirnya ya sudah, tahankanlah baunya. Pas uda landing sempurna dan kami diizinkan turun, saya langsung ngacir cepet-cepet bawa bocah yang juga uda mulai menggeliat-geliat risih.

Pengalaman Gayatri pup saat penerbangan memang cuma sekali itu si, tapi amit amit dah, jangan sampai kejadian lagi! Wkwkwk! Ngakak kalau ingat….

hehehe

Yaaaaa gitu deh, beberapa kejadian yang rada malu-maluin yang pernah saya alami. Kayanya ya cuma tiga ini di puluhan penerbangan kami. So bisa dibilang, kecil kemungkinan terjadi. Walaupun kalau terjadi pun, semuanya akan tetap baik-baik saja. Asal kita sebagai ibu tetap tenang. Karena kalau nggak tenang, kejadian sekecil apapun bikin mood kita rusak dan ruin the rest of the trip. Jadi tetap semangat yaaa buat yang mau bawa anak/ bayi pergi seorang diri menggunakan moda pesawat. Tenang adalah koentji!

Gimana kalau teman-teman? Adakah kejadian lucu atau malah memalukan selama travelling bareng bayiii? Cerita yuuuuk!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Mandiri Menuju Asian Games

turnamen voli bank mandiri

Asian Games 2018¬†memang baru akan¬†berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September 2018, namun geregetnya sudah mulai terasa ya…. Apalagi yang tinggal DKI Jakarta atau Palembang ya…. Sudah mulai terasa geliat perhelatan besar ini. Untuk yang berada jauh dari lokasi penyelenggaraan, jangan sedih yaaaa! Karena akan ada juga kegiatan di daerah-daerah lain yang diadakan oleh Bank Mandiri menuju Asian Games.

Mau datang langsung? Bisa juga kok! Nanti saya ceritain lebih lanjut ya, tentang promo tiket penyelenggaraan Asian Games yang bisa bikin dompet teman-teman happy yang disediakan oleh Bank Mandiri.

Sebelum saya cerita tentang dua hal di atas, saya pengen flash back dulu tentang penyelenggaraan Asian Games di Indonesia ya. Biar kita makin bisa menghayati dan juga ikut terbakar semangatnya mendukung perhelatan akbar ini.

setrong

Indonesia sebelumnya pernah menjadi tuan rumah bagi Asian Games. Adalah di tahun 1962, Indonesia dipercaya oleh 22 negara yang memberikan vote pada Indonesia. Mengalahkan Pakistan yang saat itu di-vote oleh 20 negara. Penentuan tuan rumah dengan voting ini menggambarkan bahwa bangsa-bangsa lain mengakui kemampuan suatu bangsa untuk menjalankan suatu event yang besar.

Kemudian di tahun 2018, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Saat Vietnam, negara yang memenangkan voting menjadi tuan rumah Asian Games, mengundurkan diri karena masalah ekonomi yang sedang mereka hadapi.

Kepercayaan yang besar ini tentunya harus bangsa kita jaga ya, demi nama baik bangsa Indonesia sendiri dan juga demi hubungan baik dengan negara-negara Asia. Kita tentu juga berharap agar tujuan kegiatan ini; mengeratkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara dapat tercapai. Selain itu, tentunya kita juga ingin ya, kegiatan-kegiatan seperti ini memiliki efek pengungkit bagi kualitas fasilitas dan juga minat olahraga di tanah air.

Buat saya yang berada di dekat DKI Jakarta terasa banget ni suasana Asian Games mulai menggeliat. Dari beberapa perubahan jalur transportasi sampai dengan kemeriahan umbul-umbul yang dipasang di jalanan. Beberapa pertandingan-pertandingan olahraga juga mulai bermunculan sebagai pemanasan.

Eitttt! Buat yang ada di daerah, jangan berkecil hati yaaaa…. Seperti yang saya sampaikan tadi di awal, Bank Mandiri sebagai salah satu BUMN terbesar di negara ini memiliki program-program untuk¬†membawa semangat Asian Games ke daerah-daerah. Yang pertama programnya adalah dengan mengadakan turnamen-turnamen olahraga dan yang kedua adalah program promo pembelian tiket menuju Palembang dan Jakarta. Seru kaaan!!!

1 . Turnamen Olahraga Mandiri Menuju Asian Games

Bank Mandiri mendukung Karang Taruna Permadi Padukuhan Keceme, Desa Caturharjo, Sleman¬† mengadakan kegiatan Turnamen Bola Voli se-Kabupaten dan sekitarnya.¬†Turnamen ini adalah yang ke – VII dan diselenggarakan pada¬†waktu pelaksanaan mulai tanggal 14 Juli 2018 s/d 1 September 2018. Berikut adalah sekilas kegiatannya….

mandiri menuju asian games

Bapak Rudi As’ Aturridha (Regional Head Bank Mandiri Yogya) bersama panitia dan atlet volley yang akan bertanding hari ini¬†membuka pertandingan.

turnamen voli bank mandiri

Tim Sejavo dan Vomage yang bertanding sedang melakukan pemanasan. Biar makin semangat ya kaaan….

mandiri menuju asian games turnamen voli

Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya demi memeriahkan Asian Games saja ya, melainkan juga menumbuhkan bibit-bibit baru di bidang olahraga voli. Dan semoga acara seperti ini dilestarikan selalu, agar kawula muda memiliki wadah untuk menyalurkan minat dan bakatnya.

2 . Promo Tiket Mandiri Menuju Asian Games

Dengan menggunakan kartu debit atau kartu kredit Mandiri, nasabah Bank Mandiri bisa berkesempatan untuk mendapatkan diskon sampai dengan 50% untuk pembelian tiket Asian Games. Selain itu, ada program cicilan tiket Asian Games yang menarik.

Promo spesial ini mulai berlangsung pada tanggal 9 Juli 2018. Promo ini juga hanya berlaku untuk pembelian tiket di situs resmi penjualan tiket Asian Games 2018, yaitu di KiosTix. Tidak ada batasan transaksi per kartu, syarat dan ketentuan berlaku.

promo mandiri menuju asian games

Info lengkap tentang promo tiket Asian Games oleh Bank Mandiri¬†bisa dicek¬†di link ini yaaa…. http://jadimandiri.org/2018/07/09/beli-tiket-asian-games-pakai-kartu-mandiri/ Promo ini sampai dengan tanggal 2 September ya teman-teman, sampai Asian Games berakhir. Tapi jangan mentang-mentang masih lama, trus jadi dilama-lamain deh beli tiketnya. Ayo buruan, soalnya kuota tiketnya juga terbatas. Jangan sampai kehabisan yaaaa! Tar nyesek loh!

What can we do?

Terinspirasi dari Bank Mandiri, yuk sebarkan semangat dan kemeriahan Asian Games di daerah kita. Dukung Asian Games dengan menciptakan suasana yang kondusif baik di dunia nyata maupun dunia maya, jadi mandiri mulai dari diri kita. Semangaaaattt!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Michiyo Ramen Halal Enaaaaakkkk!

michiyo ramen halal mentah

Sssssssslrrrp! Yum! Saat cuaca dingin, terbayang akan sangat menyenangkan bisa menyeruput semangkok ramen halal dalam kaldu tulang yang pekat, sebagaimana penyajian ramen pada umumnya. Namun, beberapa waktu lalu saya sempat menyicipi bentuk lain ramen yang disajikan tanpa kuah. Ya, seperti tsukemen. Dan rasanya tak kalah nikmat….

michiyo ramen halal

michiyo ramen halal indonesia

Tsukemen-alike-ramen ini saya buat sendiri lo, menggunakan fresh noodle siap saji merk Michiyo Ramen. Sempat tidak menyangka kalau rasanya akan senikmat ini. Karena mengenal produk ini sebagai alternatif ramen halal yang sehat, saya cenderung suudzon. Ah, biasanya yang sehat-sehat mah nggak enak. Namun ternyata perkiraan saya salah. Michiyo Ramen memenuhi ketiga harapan saya: halal, sehat dan enak. Tambah satu poin plus: praktis.

Di awal tadi, saya menyebutnya sebagai ramen halal yang mirip tsukemen. Karena penyajiannya yang tanpa kuah, namun ditemani topping saus kental. Sebuah perpaduan yang nyaman untuk dinikmati di negara tropis seperti Indonesia. Varian Chicken Teriyaki yang akan saya review lebih lanjut telah mendapat serifikasi halal dengan nomor sertifikasi 00090012840700. Oiya, kehalalannya TIDAK HANYA dari sisi bahan baku, namun juga maupun kebersihan proses, lingkungan serta cara pemrosesannya.

Selain Chicken Teriyaki, ada tiga varian saus lain dari Michiyo Ramen ini: Beef Teriyaki, Beef Bolognese dan Chicken Mushroom.

Penyebutannya sebagai fresh noodle merujuk pada bagaimana produk ini diproduksi, yang membedakannya dengan mie instant biasa. Pembedanya adalah produk ini tidak melalui proses penggorengan. Penghilangan proses penggorengan ini menghasilkan ramen yang bebas lemak trans. Hal ini terlihat dari bentuk ramennya sendiri (saat mentah) yang tidak kaku seperti mie instant dan cenderung lentur seperti mie homemade, namun lebih kering. Tentunya hal ini adalah kabar gembira yaaaaa…. Jadi bisa makan tidak se-was-was kalau makan mie instant yang mengandung lemak trans.

michiyo 4 varian

michiyo ramen halal ingredients

Klaim “lebih sehat dari mie instant biasa” juga ditambah dengan fakta bahwa produk mie ini tidak menambahkan bahan pengawet. Proses untuk menghindarkan produk ini dari kerusakan dilakukan dengan teknologi sterilisasi 120 derajat celcius selama 15 menit. Jadi kuman dan bakteri selama sebelum pengepakan dapat mati, dan meminimalisasi potensi kerusakan.

Etapi jangan mentang-mentang zero trans fat dan juga bebas pengawet, trus temen-temen jadi lupa daratan ya, makannya. Hihihi…. segala sesuatu yang berlebihan tentu saja tetap tidak baik, terlebih bagi yang sedang membatasi asupan natrium. Jangan lupa juga untuk menambahkan sayuran, agar asupan makanan kita lebih seimbang.

Penasaran kan penasaran kaaaaannnn? Dari keempat varian, yang mau saya review lebih dalam adalah yang Chicken Teriyaki. Soalnya ini favorit saya, Jepang bangeeeeetttt!

Dalam satu kemasan kita akan mendapatkan: 185 gram ramen, chili powder (saya tidak menggunakannya, hehehe), seasoning powder, soy sauce, seasoning oil, serta wijen bercampur potongan nori. Kemudian dalam alumunium foil terdapat pasta berisi daging ayam (real meat) dalam saus teriyaki.

michiyo ramen halal mentah

michiyo ramen halal bumbu ramen

Untuk mendapatkan kenikmatan yang sempurna (((aseeek))), tentu saja kita harus mengikuti saran penyajiannya ya…. Yang menurut saya paling harus diperhatikan adalah:

1 . Proses perebusan ramen halal.

Rebus air sampai benar-benar mendidih baru masukkan ramennya. Benar-benar mendidih ini maksudnya setelah mendidih, lanjutkan merebus air beberapa saat, agar kuman-kuman betul betul mati. Jangan hanya sampai kemrengseng saja.

Setelah air benar-benar mendidih, masukkan ramen selama dua menit. Biarkan sampai terburai dan lunak seperti gambar di bawah ini. Jangan terlalu lama ya, supaya tekstur kernyalnya tidak rusak.

michiyo ramen halal merebus mie

Dengan tingkat kematangan yang pas, nantinya akan jadi seperti ini:

michiyo ramen halal dengan garpu

Nyam!!!

Kalau diperhatikan lagi, bentuk ramennya tipis seperti spagetti. Rasanya pun beda dengan mie biasa. Menurut saya, ini teksturnya lebih pejal. Bukan alot ya. Kenyal gitu tapi bukan yang menul-menul. Kalau mau cari padanannya mungkin mirip-mirip La Mian Paradise Dynasty ya…. Cuma ini lebih tebal sedikit. If you know i mean.

Kemungkinan yang membuat tekstur dan rasanya berbeda dengan mie biasa adalah adanya bahan tepung kentang sebagai pengganti tapioka. Jadi kenyalnya beda gitu, nggak yang mblenyek kalau kelamaan.

2 . Proses menghangatkan topping.

Saya sempat melakukan kesalahan saat menghangatkan topping. Alih-alih merendamnya dalam air panas. Saya malah merebusnya! Untung saya tungguin, jadi pas kemasannya menggelembung, saya sadar dan mematikan apinya. Setelah saya cek lagi saran penyajiannya, topping dalam kemasan hanya perlu direndam air panas selama dua menit.

Air panasnya bisa menggunakan bekas merebus mie tadi ya…. Jadi praktis dan cepat, tidak perlu ulang rebus air.

michiyo ramen halal cara membuat

Part membuka topping adalah kesukaan sayaaa! Topping ayamnya besar-besar dan rasa sausnya pas. Manis gurih, dan tidak terlalu strong jahenya. Saya suka sekali, rasa toppingnya juga ngeblend dengan potongan nori dan wijen yang membuat rasanya makin Jepang banget.

michiyo ramen halal real meat

Jumlah¬†ayamnya juga so genuine ya. Sebanding dengan harga dan klaim premiumnya. Kalau dari foto pertama tadi agak mumpet-mumpet, niiiiih saya fotoin dari sisi lainnya…. Banyak ya!

michiyo ramen halal dan enak

Produk bisa dibeli online di Tokopedia. Pengalaman saya kemarin beli di Toko Michiyo Ramen. Recommended Seller si, official. Saya pesan jam 12.30, produk sampai di tangan saya jam 19.20 pada hari yang sama. Atau bisa coba kepoin Instagramnya @michiyoramen. Sok buat yang sudah ngiler-ngiler, pesan aja langsung. Harga per bungkusnya Rp 25.000,00.

Setelah nyicip Michiyo Ramen Halal rasa Chicken Teriyaki yang Jepang banget, next target saya si Beef Bolognese ni. Kayanya seru juga tu! Fusion gitu. Ramen Jepang ketemu Italian topping. Saya suda nyetok varian itu dan yang lainnya buat jaga-jaga siapa tahu saya bosen menu hasil meal prep seminggu, atau kalau laper di tengah malam. Hihihi….

Btw, apa ada yang uda nyobain semua varian Michiyo Ramen duluan daripada saya? Sharing dooong di komen pengalamannya!

Terimakasih ya sudah mampir, semoga reviewnya bermanfaat buat teman-teman yang sedang nyari alternatif ramen halal yang lebih sehat daripada mie instant. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Capsule Wardrobe Baju Wanita

capsule wardrobe

Saat saya balik lagi ke Jakarta setelah cuti besar bulan Mei lalu, saya memilih untuk ngekos daripada sewa rumah lagi. Jadi sewa hanya satu kamar, yang saya tempati  berdua dengan Ning Gaya. Ngekos dengan bayi punya banyak konsekuensi, sebagian besar sudah saya ceritakan di sini. Selain itu, ada satu yang belum saya ceritakan: space lemari pakaian yang jadi kueciiiiiilllll sekali.

Karena bagaimanapun, sebenarnya kamar yang saya sewa didesain untuk mahasiswa. Jadi ya lemarinya pun didesain hanya untuk satu orang. Pada kondisi saya, lemari yang sama harus saya pakai, selain untuk menyimpan baju wanita saya, baju bayi gayatri, juga stok printilan bayi seperti diapers, handuk, mainan, dll. Makin sempit saja kaaaaan.

lemari

Seperti ini kira-kira lemari saya. Saya nggak mungkin juga nambah lemari karena kamarnya sempit. Untung kemudian saya nemu artikelnya Mbak Nike Prima tentang Capsule Wardrobe di Living Loving.

Walaupun saya nggak 100% memgikuti prinsipnya, namun ada beberapa hal yang bisa saya terapkan agar baju wanita saya tetap muat di lemari kosan. Namun sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari biar tidak terlalu kelihatan kalau pakaiannya mbahrenggo alias kumbah ‚Äď garing ‚Äď dienggo, gitu lo.

capsule wardrobe

via pexels.com

Prinsip yang mau saya adaptasi dari eksperimen capsule wardrobe nya Mbak Nike Prima:

  1. Memilah pakaian sampai jumlah tertentu (kalau mbak Nike pakai batasan jumlah 37 pcs, kalau saya kayanya bakal lebih sedikit dari itu karena menyesuaikan ruang lemari),
  2. Memilih pakaian yang mencerminkan style atau karakter diri,
  3. Kalau diperlukan berbelanja aju wanita, lalukan dengan intentional. Ga sembarangan. Pilih yang longlasting dan beneran kita suka. Nggak hanya karena diskon atau retail terapy semata.
  4. Memilih pakaian yang versatile.

Versatile itu maksudnya:

  1. Mudah dipadu padankan satu dengan yang lain,
  2. Mudah untuk dipakai dalam occasion yang berbeda. Jadi yang formal terlalu kaku, yang casual terlalu gembel. Sehingga masih bisa ada peluang untuk di mix match-kan. Hehehehe….

padu padan

via pexels.com

Let’s staaarrrttt!!!!

1 . Bongkar Lemari

Dari prinsip di atas saya mulai bongkar lemari di Surabaya. Sayangnya, saya menemukan kalau sebagian besar pakaian saya itu nggak versatile. Susah dipadupadankan. #cry Kalau saya paksakan, pasti jumlahnya akan menggelembung melebihi kapasitas lemari. Huft!

Temen-temen pernah nggak merasakan hal yang sama dengan saya? Punya baju banyak tapi merasa nggak punya baju yang pas buat dipakai untu satu aktivitas. Nah, mungkin teman-teman pun melakukan kesalahan yang sama dengan saya. Tosss!

Dari hasil seleksi lemari saya menemukan:

  1. Kemeja putih
  2. Celana hitam
  3. Kemeja biru
  4. Batik
  5. Batik
  6. Batik
  7. Blus
  8. Baju stripes
  9. Sepatu semi formal
  10. Sepatu formal
  11. Sepatu olahraga
  12. Celana semi formal hitam
  13. Celana abu-abu tua

Saya baru ngeh kalau saya tidak punya celana jeans! Padahal itu salah satu must have item yang paling mudah dipadu padankan.

Oke fine. Stapples di atas nggak bakal bisa memenuhi kebutuhan saya.

jeans

via pexels.com

2 . Nyari Referensi (1)

Saya kemudian memutuskan untuk nanya-nanya ke grup WA Indonesian Female Bloggers, gimana si styling baju wanita yang sederhana dan jumlah terbatas tapi tetep punya ciri khas.

Saya nanya di situ karena saya tahu persis mereka memahami fashion dengan baik, dan sekaligus mengenal saya dengan cukup baik juga. Jadi saya yakin nggak akan sembarangan ngasih insight.

Dari mereka saya dapat list must have item:

1 . Kemeja putih

2 . Celana formal

3 . Celana jeans

4 . Kaus stripes

5 . Outer

6 . Statement Asesoris

Saya juga baca-baca lebih lanjut artikel-artikel di pinterest tentang capsule wardrobe dan styling dengan pieces baju wanita yang terbatas. So far masuknnya mirip-mirip si.

Kesimpulannya saya tinggal melengkapi stapples yang saya punya dengan outer, jeans dan asesoris. Setidaknya itu dulu cukup.

3 . Nyari referensi (2)

Step terakhir adalah nyari-nyari baju wanita di olshop dan marketplace. Jujur, saya tu seleranya nggak terlalu bagus. Hehehe….

Jadi belanja baju wanita buat saya itu punya tantangan tersendiri. Kadang kalau beli sendiri, uda dibeli, sampai di rumah baru sadar kalau baju yang dibeli itu nggak cocok buat saya.

Untuk itu saya sekarang punya pendekatan yang berbeda dalam beli baju. Yaitu mengandalkan online dulu. Saya screenshoot-screenshoot produk yang saya suka. Saya periksa detail ukurannya. Lalu saya kirimkan ke suami.

matahari mall

via Matahari Mall

Contohnya begini, saya screen shoot baju wanita dari matahari mall.

Nanti suami yang kurasi. Setelah itu baru saya simpan. Beberapa hari saya lihat lagi, kalau saya masih pengen beli, berarti saya memang suka. Gituuuu, hihihi, ribet yaaak….

Tapi so far ini cara yang kayanya bakal paling efektif deh buat saya. Temen-temen ada ide lain nggak? Eksperimen capsule wardrobe versi saya ini bakal saya update lagi yaaa! Semoga bermanfaat buat yang punya space terbatas seperti saya, atau yg sedang menjalani hidup minimalis seperti Mbak Nike Prima. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Irit vs Wishlist

irit

“Tercenung adalah ketika, menahan wishlist begitu lama, dan ketika memutuskan beli, uda sold out”.

Bulan lalu saya pernah story-in kalimat dengan nada demikian. Diakhiri dengan pertanyaan, “Sebenarnya saya ini irit atau pelit (sama diri sendiri) si?” Trus ketawa. Ngetawain diri ini.

irit

Tebak apa coba wishlist saya?

Sepele, cuma scarft dari idekuhandmade yang entah kenapa saya suka banget. Harganya sebenarnya juga masih terjangkau banget buat kocek kami. Cuma nggak tau kenapa saya ga jadi jadi beli. Padahal tiap buka Instagram selalu sempetin buka akun mereka untuk ngecek apa produk itu masih available. Trus setelah berminggu-minggu, akhirnya out of stock. Hahaha….

hiks

By the way….

Beberapa tahun terakhir ini saya dan suami memang struggling¬†untuk ngatur keuangan. Beberapa hal uda pernah saya ceritain ya di post-post sebelumnya. Strugglingnya worthy si, karena akhirnya kami bisa dapat yang kami mau. Tapi lepas dari uda dapat yang dimau ternyata “otot” otak kami masih kejang. Jadi masih kebawa-bawa sampai sekarang perhitungannya.¬†Dikit-dikit alarmnya bunyi “eman duit eman duit”, begitulah bunyinya.

Saya inget-inget. Terakhir saya beli lipstik itu tahun lalu. Dan cuma satu-satunya yang saya beli. BLP Burnt Cinnamon. Produk lokal, nggak murahan tapi ya nggak mahal juga. Sama sekali nggak beli tas. Beli sepatu pake duit sendiri cuma satu, sepatu olahraga karena saya emang nggak punya, dan butuh buat kerjaan kalau lagi jadi asisten outbond. Saking nggak pernah beli sepatu, sampe papa mertua saya beliin saya sepatu sampai dua biji! Hahaha! Mungkin beliau prihatin, mengira kami miskin segitunya.

Ah, kamu! Nggak beli lipstik aja dibilang irit. Lihat tu di luar sana, masih banyak bahkan yang harus makan biskuit tanah. Bersyukur dong….

setrong

Bukan saya nggak bersyukur ya. Tapi cuma pengen menggambarkan kondisi yang terjadi. Lagipula membanding-bandingkan dengan orang yang menderita juga kurang pas ya dalam hal ini. Bandingin sama temen sekantor gitu, mungkin lebih apple to apple lah kondisinya….

Saya tahu, sebenarnya kebiasaan saya untuk menahan diri ini bagus.

Tapi seberapa bagus sampai tidak kelewatan?

So, saya akhirnya membuat semacam peraturan buat diri saya sekarang terkait masalah ini, agar saya tetap irit namun tidak kelewat pelit.

1 . Doing  nice to my self is not a crime at all.

Saya mulai menyadari ada beberapa pembelian barang terutama yang terkait dengan selfcare atau malah fashion tidak bisa didasari dengan semata-mata logika. Somehow, beberapa produk kita beli selain kita butuh, juga melibatkan preferensi.

Misalnya: beli sabun mandi. Di luar kita bahas mahal atau murah, it is okay kok menurut saya kalau memilih produk yang lebih mahal karena baunya membuat kita lebih happy, lebih fresh…. Atau sepatu, ya…. it is okay lah buat memilih sepatu yang nyaman, walaupun itu lebih mahal sedikit. Atau makanan, selain membuat tubuh sehat, ada kalanya kita juga butuh makanan yang lezat juga kan….

hehehe

Saya mencoba untuk, walau sedang berhemat, tapi ya nggak boleh terus mengabaikan preferensi pribadi (atau juga pasangan). Doing nice to our self is not a crime at all.

Di poin ini saya tidak sedang mendukung konsumerisme demi kesenangan hati semata-mata ya.¬†Poinnya adalah kalau memang menginginkan sesuatu (yang benar-benar kita inginkan) ya why not? Treat yourself. Kalau mahal, ya menabunglah.¬†Namun, jika hal-hal tersebut membuat kita malah merasa bersalah karena boros. Maka pilih kesempatan-kesempatan khusus untuk memberikan diri kita sendiri “nice things” sebagai rewards.

Untuk mengetahui apakah saya benar-benar menginginkan sesuatu, lanjut ke poin berikutnya.

2 . Shopping intentionally, not just shopping therapy.

Prinsip tentang belanja sebenarnya tidak hanya sekedar tentang “restriction” atau pembatasan. Namun lebih ke “intention” atau niat dan tujuan dari belanja itu sendiri. Kalau memang butuh ya gapapa kan belanja. Mahal pun gapapa, asal memang butuh. Tapi kalau nggak butuh, murah pun jangan dibeli gitu. Apalagi cuma karena iseng….

  • Tanyakan pada diri sendiri, “Do you really need it? Do you really love it?”
  • Riset tentang produknya baik-baik. Apa kelebihan dan kekurangannya.
  • Memikirkan benar-benar apa nilai tambah produk tsb.
  • Cek barang yang sudah dimiliki. Bandingkan dengan poin sebelumnya. Apakah ada barang lain yang bisa mensubstitusi?
  • Wait 24 jam sebelum membeli untuk menghindari pembelian impulsif.
  • Atau tunggu lebih lama lagi, tapi jangan lupa dicatat. Jadi semacam punya wishlist panjang yang bakal saya evaluasi berkala.

3 . Akankan saya akan tetep happy dengan produk ini tiga bulan lagi?

Since saya membatasi diri untuk berbelanja setiap saat. Saya mulai menekankan ke kualitas barang yang saya beli. Akankah dia akan bertahan tiga bulan atau lebih? Apakah dia awet? Dan apakah saya akan tetap menyukainya setelah tiga bulan? Seberapa sering akan menggunakannya?

Kalau saya bisa menjawab dengan baik, dan jawabannya positif. Yauda beliiiii!¬†Seperti akhirnya saya beli juga tu¬†scarft dari idekuhandmade yang saya ceritain di awal. Bela-belain pre order jadinya, wkwkwkwk….

love love

Pada akhirnya jalan keluar dari irit menjurus medit (pada diri sendiri) vs wishlist adalah kebijaksanaan. (((kebijaksanaan))) wkwkwkwk. Dan kebijaksanaan biasanya ada di tengah-tengah. Nggak yang peliiiiiittt, tapi juga nggak yang boroooooossss….

Gimana kalau menurut temen-temen?

Terimakasih ya sudah mampir, salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!