Couple-an Bareng Gayatri, Review Baju Ibu Menyusui dan Bayi Perempuan Mooimom

mooimom 4

Dulu pas baru melahirkan Gayatri, banyak yang bilang selamat punya anak cewek, soalnya bisa didandani macem-macem.Kompakan gitu, antara baju bayi sama baju ibu menyusui. Hihihi, sayangnya saya bukan ibu yang suka ngedandani bayi pake bando, tutu, dll. Suka ngeliatnya, tapi riweuh gitu makeinnya. Wkwkwkwk….

Baju yang yang akan saya review ini saja baju couple satu-satunya yang saya punya bareng Si Ening. Awalnya si kepikiran jaga-jaga kalau Bapaknya mau pake jersey Juventus. Setidaknya kan bisa matching item putih. Namun ternyata setelah sekali  pakai, saya jadi jatuh hati pada produk mooimom ini.

mooimom 4

Deskripsi produk:

Nama produknya kalau di webnya Mooimom adalah: 2 Piece Stripe Long Sleeves Sling Nursing Dress Couple Set

Just in case teman-teman mau searching atau mau beli bisa pakai keyword nama di atas, atau langsung aja ke link berikut: Baju Couple Mooimom

Yang didapatkan si paket set tersebut adalah

  1. satu kaus ibu motif garis-garis lengan panjang,
  2. satu overall hitam untuk ibu,
  3. satu kaus jumper lengan panjang dengan kancing di bagian selangkangan dan
  4. satu overall hitam ukuran bayi.

Jadi total ada 4 pcs yang dikemas dalam satu paket. EMPAAAATTT Sodara-sodaraaaa! #happy

Sebenarnya ada juga baju menyusui-nya yang dijual terpisah kalau memang tidak mau couple-an sama bayi. Tapi saya memang dari awal niat couple-an jadi beli yang sepaket.

Harga normalnya dinamdrol Rp 749.000,00. Agak pricey ya. Tapi cukup worthy mengingat dapat 4 pcs dan kualitasnya juga bagus. Tips tambahan, ikuti aja akun mooimom di IG, soalnya sering banget ada info promonya. Misal pas IMBEX kemarin, diskonnya lumayan gede-gedean lo.

Ukuran baju sbb:

ukuran baju mooimomUkuran di atas saya screenshoot dari webnya Mooimom ya. Kalau saya (167 cm, 58 kg) pakai kausnya pas, dan overallnya jatuh di atas lutut. Gayatri (82 cm, 12 kg) jadinya juga di atas lutut overallnya, dan kausnya pun ngepas badan.

What I Love Most

Beberapa hal yang saya suka dari produk ini adalah sebagai berikut:

1 . Bahan

Bahan dari kaus dan overallnya dalah dari katun campur spandek, dengan rincian 65% Cotton, 35% Spandex.

Jadi memiliki kelebihan katun yang menyerap keringat dan adem. Serta lebih kuat daripada katun biasa karena ada campuran spandeknya. Yang saya suka lagi karena ada campuran spandek,bahan ini jadi fleksibel mengikuti badan. Baik badan bayi maupun badan saya.

Usia 1,5 tahun kan dia lagi banyak-banyaknya bergerak, pakaian yang fleksibel membuatnya nyaman berkeksplorasi. Pakaian yang fleksibel juga nyaman buat saya, ibunya yang harus lari-larian ke sana kemari. Wkwkwkw…. Untuk yang merasa overallnya terlalu pendek bisa dipadu dengan legging panjang.

2 . Modelnya Versatile

Warna hitam dan putih serta kaus dengan motif stripes, bisa dibilang adalah basic wardrobe ya. Yang nggak pernah salah alii as mudah dipadu padankan dengan outfit lain. Dan juga long lasting, tak lekang oleh waktu.

Contoh padu padan yang pernah/ ingin saya coba:

  • kaus stripes + overal hitam alias gaya originalnya:

mooimom 1

  • kaus stripes + overal hitam + leging hitam untuk perjalanan dan ekstra kehangatan

mooimom 3

  • kaus stripes hitam + legging hitam

mooimom 2

  • yang keempat belum pernah saya coba, tapi saya rasa bisa saya coba untuk lebaran/ ke gereja nanti sebagai padu padan yang semi formal: kemeja putih + overall hitam + legging hitam.

3. Ada sakunya

Di overall hitamnya ada saku sebanyak dua buah, di sisi badan kiri dan kanan. Dan ukuran sakunya lumayan besar untuk mengantungi handphone dan tisu atau mainannya Gayatri yang ukuran kecil. Fungsional banget.

4. Akses menyusuinya modern dan tidak menyolok

Last but not least, yang saya suka dari baju menyusui tentunya adalah adanya akses menyusuinya. Nhah dimanakah aksesnya? Ada di antara overall dan kaus stripesnya. Jadi bukan berupa celah atau bukaan di samping seperti baju menyusui biasanya. Tetap aman kok, nggak kelihatan, dan yang pasti nggak terlalu menyolok

Room for Improvement

Saya beri sepasang kaus ini 8,5 dari 10 karena hal-hal di atas. Bisa jadi 9 kalau saja di bagian kerah ke arah pundak bayinya diberi kancing agar semakin memudahkan saat berganti baju.

Sekian sharing dari saya, semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman yang sedang mencari baju couple ibu dan anak perempuan ya…. Salam sayang!

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Melunasi Utang Lebih Cepat

tips melunasi utang

Mumpung menjelang lebaran ni…. Maunya kan semua dimulai lagi dari 0. Termasuk utang hihihi, maunya habis lebaran utangnya pun jadi 0. Bukan malah nambaaaaaah! Hihihi…..

Pro kontra tentang utang memang tiada habis dibahas. Masing-masing sisi memang punya argumen yang kuat sesuai kondisi keuangannya. Namun, ngotot dengan satu pendapat juga tidak bijaksana menurut saya. Seperti melarang orang KPR misalnya, “Emang ngana mau bikinin rumah deseu kalau orang yang ngana larang tar jadi gelandangan?” Kan engga…. hehehe….

Jadi ngingetin orang boleh, tapi jangan ngotot. Walaupun kita (MUNGKIN) benar, tapi ya kan kita kadang nggak tahu persis kondisi orang yang kita nasehati. So, marilah ngobrolin tentang utang dengan santai.

tips melunasi utang

Saya anti utang? Tidak.

Saya pro utang? Tidak juga sik.

Punya utang tu nggak enak banget.

Btw, saya nggak bahas riba ya. Soalnya emang nggak memahami hal tersebut. Jadi tulisan berikut nggak akan nyangkut sama riba, dosa, dan konsep agama lainnya. Tapi sharing pengalaman aja.

Saya mengalami sendiri, punya utang dalam jumlah besar (bagi saya, puluhan juta itu besar ya) sejak usia muda. Sekitar umur 20 tahunan. Kredit Tanpa Agunan di sebuah bank. Buat beli tanah di kampung. Lama kreditnya 7 tahun. Nekat bhet yak? Belum 7 tahun uda saya top up buat beli tanah lagi.

Keputusan yang nggak sehat sebenarnya. Karena menjadi beban buat keuangan saya secara jangka panjang. Kalau temen-temen seangkatan saya uda bolak balik liburan ke luar negeri, punya mobil atau tabungan yang melimpah. Saya nggak pernah. Gaya hidup pun sederhana, atau malah jangan-jangan dianggap medit ya. Mungkin kadang ada yang mbatin, “Ah masa nggak ada duit sih.” Ya bukan masalah ada enggaknya duit, tapi masalah ada tidaknya anggaran. Kan anggaran kami ketat, karena kami sadar harus nyicil utang, dan bunganya yang tiada tara ituuuuu.

hiks

Menyesal berutang? Enggak juga si.

Saya tidak menyesal, karena waktu itu tanah yang saya beli pas dibawah harga pasar banget. Apalagi akhirnya tanah tersebut akhirnya ditinggali orang tua saya, karena dekat dengan tempat kerja mereka, alih-alih rumah kami yang sekitar sejam dari tempat bekerja orang tua. Saya jadi tetap happy.

  • Pengalaman punya Kredit Tanpa Agunan

Happy bukan berarti saya juga tenang-tenang aja loh. KTA yang harusnya lunas di 2022, uda lunas tahun kemarin (2017). Setiap ada rejeki; hadiah lomba, honor, THR, dapat hibah dari orang tua, atau apapun, kami alokasikan pertama-tama buat nyicil pokok utang tersebut. Sebisa mungkin lunas secepatnya. Dan syukurlah sudah lunas.

Related post: Prosedur Melunasi Kredit Tanpa Agunan di Bank Mandiri

  • Pengalaman punya Utang di Pegadaian dan Kartu Kredit

Selain KTA, kami pun pernah punya cicilan pegadaian dan kartu kredit karena ada hal-hal mendadak yang nggak terduga, dan melebihi dana darurat kami. Sama juga, saat ada rejeki wajib hukumnya langsung dilunasi. Biar nggak dibebani bunga yang bertambah setiap jatuh tempo.

  • Pengalaman punya Utang sama Temen

Satu lagi, hihihi, banyak banget ya pengalaman ngutang kami. Utang sama temen. Ini pernah dialami sama suami. Jumlahnya lumayan pula, karena terkait sama usahanya dulu. Duh, sungkan banget rasanya punya utang sama temen. Walaupun kita tau dianya pun paham kondisi kita, tapi tetep nggak enak secara moral. Utang jenis ini yang kami prioritaskan untuk kami lunasi dan sekarang juga uda kami kelar. Bisa dibilang ini jenis pinjaman yang sangat amat lunak, namun kalau nanti amit-amit harus ngutang, kami akan memilih untuk mencari sumber lain dulu, demi menjaga hubungan baik.

setrong

Akhirnyaaaaa….

Saat ini kami bebas utang. Walaupun masih harus mengencangkan ikat pinggang karena kondisi Long Distance Marriage, setidaknya kami mulai bisa mengatur keuangan lagi dengan lebih leluasa, tanpa beban utang. Dan kalaupun nantinya harus utang (lagi), kami akan benar-benar berhitung atas konsekuensi yang harus kami pikul.

Saya cerita di atas bukan sekedar mau show off atau pamer banyak duit makanya bisa bebas utang. Bukaaaan! Sebaliknya malah, kami pengen cerita kalau walaupun duit kita terbatas, kita masih bisa kok melunasi utang lebih cepat.

Dari pengalaman kami di atas mungkin kalau mau disarikan menjadi tips, kaya gini ya….

Tips melunasi hutang lebih cepat:

1 . Catat semua utang yang dimiliki dan buat prioritas.

Saya dan suami di awal menikah, sudah tahu sama tahu kondisi keuangan masing-masing. Itulah sebabnya kami nggak mengadakan resepsi pernikahan. Prioritas keuangan kami saat itu bukan bikin resepsi. Prioritas kami adalah membangun pondasi keuangan keluarga yang lebih sehat. Dan poin utamanya adalah melunasi hutang.

Honey moon juga kagak, di rumah aja. Yang ada beberapa hari setelah menikah, kami tulis secara rinci utang piutang kami di sebuah buku tulis. Kemudian kami tandai mana yang akan kami bayar duluan saat punya uang dan mana yang prioritas kedua.

Step-stepnya membuat list prioritas adalah sebagai berikut:

  1. bikin list atau tabel yang berisi informasi nama utang – utang kemana – besarannya berapa – jatuh tempo kapan – ada bunganya tidak, poin nomor 1 ini nantinya bermanfaat untuk menentukan nomor 3,
  2. kemudian urutkan utang berdasarkan besarannya dari yang kecil ke besar,
  3. evaluasi berdasarkan urgensinya (misal demi hubungan baik, atau demi menghindari bunga, dll), ditimbang-timbang aspek-aspeknya ya,
  4. saya prefer memilih melunasi yang kecil-kecil dulu dan yang utang ke temen duluan – baru kemudian yang pegadaian dan yang terakhir yang KTA.

List ini bermanfaat karena setiap ada penghasilan kami bisa langsung cek list ini, hihihi. Kalau mau beli-beli apa juga kita jadi lebih aware, kalau nggak penting-penting banget mending bayar utang duluan.

2 . Restrukturisasi utang jika memungkinkan.

Restrukturisasi utang biasanya dilakukan orang untuk memperpanjang jangka utang (mengecilkan besaran cicilan) agar memudahkan membayar setiap periodenya. Namun, yang saya maksud malah sebaliknya. Untuk mempercepat pelunasan utang, kami pernah mengajukan pembayaran cicilan lebih besar sehingga memperpendek masa utang.

Jadi misalnya nih (MISAL), cicilan lama sebesar 4 juta/ bulan untuk 5 tahun. Diubah menjadi 8 juta/ bulan untuk 2 tahun. Mengajukan hal seperti ini sebenarnya wajar ya, karena penghasilan kami meningkat. Belum lagi kan jadi double income, sehingga kemampuan membayar kami lebih besar.

Namun sayangnya, skema restrukturisasi di bank tempat saya memiliki utang agak aneh. Saya diminta top up utang dulu baru bisa mengubah waktu dan besaran cicilan. Hal tersebut membuat kami tak jadi mengambil opsi ini dan mengambil cara lain. Namun, cara ini bisa teman-teman coba, siapa tahu bisa lebih menguntungkan di bank teman-teman.

3 . Pakai bonus/ pendapatan tak terduga untuk bayar utang.

Nah, poin 3 ini sebenarnya bagi kami adalah kunci. Bonus, honor, THR, hibah, warisan atau apapun langsung segera dialokasikan ya. Walaupun ngenes rasanya, tapi kita akan menikmati buahnya di belakang. Selain itu, alokasi pendapatan tak terduga ini membantu kita mempercepat pelunasan utang TANPA mengganggu anggaran rutin sehari-hari.

kuat

4 . Buat anggaran untuk mengurangi biaya sehari-hari.

Poin ini sebenarnya tidak selalu harus dilakukan. Poin ini harus dilakukan hanya jika teman-teman adalah mengalami besar pasak dari pada tiang. Jika biaya sehari-hari tidak dikurangi, niscaya akan terjadi gali lobang tutup lobang. Jadi utang nggak kelar-kelar, namun hanya ganti judul dan skema saja.

Saya pernah menuliskan cara membuat anggaran sederhana dan cara mengotomasinya pada artikel tips mengatur pengeluaran keluarga (ada contoh excelnya).

5 . Mencari pendapatan tambahan.

Poin ini gampang-gampang susah ya. Kalau punya keahlian khusus seperti suami saya yang insinyur, mungkin bisa buka jasa konsultasi perencanaan membangun rumah atau renovasi. Kalau seperti saya, hobi menulis saya lah yang biasanya mendatangkan tambahan pendapatan. Tentu masing-masing orang memiliki peluang dan cara yang berbeda-beda. Yang pasti jangan sampai mengganggu pekerjaan utama ya….

Demikian sharing dari saya, semoga ada manfaatnya yaaa…. Kalau teman-teman punya tips lain, boleh juga loh nambahin di comment section. 🙂 Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Demi Keluarga, Rokok Harus Mahal

gayatri

Saya perempuan yang dukung rokok harus mahal, karena saya peduli pada anak dan generasi muda.

Ya walaupun sebenarnya saya peduli pada generasi tua juga si. Hehehe…. Namun jujur, saya tidak ingin menyampuri urusan orang dewasa yang dengan sadar memilih untuk merokok. Tentu dengan catatan, orang itu memahami betul risikonya, mampu menanggung risikonya sendiri serta juga merokok di tempat yang telah ditentukan. Silakan merokoklah dan silakan tanggung biaya kesehatanmu. Sendiri. Jangan bergantung pada bantuan pemerintah juga ya.

ponakan

Namun saya merasa miris jika melihat anak kecil merokok. Kemungkinan mereka merokok tanpa sadar betul risikonya, sementara mereka juga belum mampu menanggung risikonya sendiri, serta juga tidak bijaksana dalam merokok (merokok di sembarang tempat). Semua itu tentu dapat diminimalisasi dengan membuat harga rokok tak terjangkau bagi mereka.

Membuat harga rokok tak terjangkau uang saku anak-anak dan remaja. Itu salah satu alasan terbesar saya ingin harga rokok dinaikkan.

Okelah, saya memang sempat ragu jangan-jangan peraturan menaikkan harga rokok ini hanya akan meningkatkan konsumsi rokok ilegal (rokok tanpa pita cukai). Namun saya rasa, yang mau bersusah payah mencari rokok tanpa pita cukai atau ngelinthing tembakau sendiri kemungkinan adalah orang-orang yang sudah kecanduan rokok. Namun, anak-anak “baru” dengan kebijakan yang mempersulit akses ini ditambah kebijakan yang sudah ada sebelumnya seperti mempersulit ruang merokok, mungkin memiliki harapan untuk meminimalisasi adanya perokok baru. Tentunya juga perlu edukasi yang gencar juga ya….

gayatri

Melindungi generasi muda sekarang, sama saja dengan melindungi generasi dimana anak saya akan tumbuh nanti.

Saya perempuan yang dukung rokok harus mahal, karena saya peduli pada anggaran keluarga.

“Ah, mbak…. suami saya nggak merokok kok mbak. Jadi anggaran keluarga saya aman dari pengaruh rokok.”

Eits, situ yakin???? Suami saya pun tak merokok ya. Tapi saya sadar betul ada bagian dari keuangan kami yang secara tak langsung dipengaruhi rokok.

Ya benar. Ada tidak anggota keluarga yang merokok, rokok mengganggu anggaran sehari-hari keluarga. Kalau ada anggota keluarga yang merokok jelas ya mengganggu anggarannya karena ada sebagian dana yang dipakai untuk membeli rokok. Nah, kalau tidak ada yang merokok masa iya masih terganggu dengan adanya konsumsi rokok?

Banyak yang tidak sadar kalau konsumsi rokok oleh orang lain, bahkan yang tidak terkait langsung dengan keluarga kita, mempengaruhi keuangan keluarga. Bahkan mempengaruhinya jauh sebelum dana diterima lo. Yaitu melalui pajak.

Loh kok bisa?

Ya bisa dong. Penghasilan suami/ istri atau keduanya merupakan obyek pajak penghasilan. Tentu semua orang sudah sadar ya. Tapi apakah teman-teman sadar kalau hasil dari pajak kita digunakan untuk memberikan subsidi fasilitas kesehatan? Sebagian tentu sadar ya…..

setrong

Nah, mulai bisa menarik benang merahnya kan….

Rokok yang dikonsumsi orang lain, mengurangi kualitas hidup orang banyak. Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko penyakit yang ujung-ujungnya juga akan menjadi beban bagi anggaran negara, yang mana sebagian besar dibiayai oleh pajak kita.

“Pajak kita? Kan rokok ada cukainya. Bisalah biaya kesehatan ditutup dari pendapatan negara hasil pungut cukai.”

Eitssss!!!

Tahu nggak kalau pendapatan cukai negara, tidak sebanding dengan pengeluaran negara yang timbul dari penyakit-penyakit akibat rokok. Jadi ditombokinlah dari pendapatan negara dari pajak.

Riset terkait dampak tembakau bagi kesehatan dan perekonomian bisa dilihat di sini.

Rela nggak sih, kalau penghasilan kita selama ini dipotong pajak, trus akhirnya buat mensubsidi orang yang sakit akibat ulahnya sendiri.

Saya si tidak ya.

Oleh karena itu, saya, perempuan, mendukung gerakan rokok harus mahal. Bagaimana denganmu?

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cuti Besar dan Rasanya Jadi Ibu Rumah Tangga Sementara

sahm

Saya berkesempatan menikmati cuti besar selama 3 bulan di bulan Februari – April lalu. Maka dari blazer, berganti outfitlah saya dengan daster. Hehehe, nggak daster juga si sebenarnya, saya lebih suka paki kaus dan celana gemesh. Perubahan dari blazer ke daster adalah metafora perubahan peran saya dari working mom menjadi stay at home mom alias jadi ibu rumah tangga.

IMG_4609

Stay At Home Mom

Sebenarnya di bulan maret, saya sempat nanya di IG stories, tema apa yang pengen temen-temen bahas terkait cuti besarnya saya dan pengalaman dari pekerja kantoran menjadi ibu rumah tangga. Banyak yang DM pertanyaan. Namun karena keterbatasan space di IG story jadi saya memilih hold jawaban dan menuliskannya pelan-pelan di blog.

Selain karena temanya sensitif, saya pengen juga jawaban saya bisa lebih berimbang dan tidak disalahpahami. Saat saya menyelesaikan artikel ini, saya sudah kembali bekerja. 🙂 Jadi semoga tulisan kali ini bisa jernih dan tidak memicu mom war ya, walaupun tentu karena berlatar belakang kondisi saya pribadi, tentulah akan bersifat subyektif.

Pertanyaan pertama: Kenapa ambil cuti besar?

FYI, cuti besar adalah hak bagi pegawai negeri yang bisa diambil setiap 6 tahun sekali. Jadi yang masa kerjanya sudah 6 tahun, bisa tu ambil cuti 3 bulan tanpa menerima tunjangan, kalau gaji pokok masih dapat. Nanti kelipatan 6 tahun, bisa mengajukan lagi. Tentu saja jika diizinkan atasan ya.

Biasanya cuti ini diambil untuk kepentingan ibadah haji bagi yang muslim. Saya sendiri kemarin mengajukan dengan alasan urusan keluarga, sambil juga mengurus permohonan mutasi untuk pindah ke Surabaya.

kuat

Pertanyaan Kedua: Kenapa pindah?

Karena mau ikut suami, dan homebase kami memang Surabaya. KTP pun Surabaya. Sebelumnya suami memang sempat ambil kerjaan di Jakarta setelah kami menikah. Namun setelah ditimbang kembali, suami kembali bekerja di Surabaya.

Alasannya murni itu. Sama sekali bukan karena saya tidak suka bekerja di kantor. Malah saya suka sekali sebenarnya, apalagi kantor sekarang adalah pilihan pertama saat poling penempatan dulu (saya kuliah di STAN jadi ikatan dinas gitu). Dan saya merasa sangat bersyukur sekali bekerja di dalamnya.

Lalu saya dapat kabar kalau ada kantor di Surabaya yang butuh orang. Saya pikir “Wah, mungkinkah ini jodoh”.

Sebagai abdi negara saya sadar kalau harus siap ditempatkan di mana saja. Apalagi saya yang memang memiliki ikatan dinas. Namun, kalau memang ada kebutuhan organisasi juga, kenapa tidak. Toh, ini juga solusi buat keluarga kami.

Saya bilang solusi, karena memang sempat ada diskusi diantara suami dan saya, yang salah satunya meminta saya mengajukan resign atau mengambil Cuti di Luar Tanggungan Negara selama dua sampai tiga tahun. Namun di satu sisi sebenarnya, saya masih ingin tetap bekerja. Dan suamipun tidak keberatan saya bekerja. Yang membuat kami keberatan adalah jarak antara Jakarta (kantor saya) dan Surabaya (rumah kami).

Long Distance Marriage bukanlah sesuatu yang ideal, dalam kaca mata kami. Namun, suami juga terbuka untuk opsi lain. Kalau bisa pindah Surabaya, itu win win solution. Kira-kira demikian latar belakang ceritanya.

Sampai artikel ini ditulis, masa cuti besar saya telah habis, proses permohonan pindahnya masih setengah jalan. Doakan ya, supaya lancar dan mendapat hasil yang terbaik.

Pertanyaan Ketiga: Gimana rasanya dari working mom jadi stay at home mom? Bosan nggak?

Sebenarnya saat saya stay at home selama 3 bulan lalu, saya tetep kerja juga si. Freelance sebagai narablog ( hehehe, iyaaa! Ngeblog juga bisa jadi kerjaan yang menghasilkan uang lo ). Jadi dari sisi finansial, saya masih bisa jajan jajan di luar anggaran yang diberi suami. Hihihi….

Kalau masalah bosan…. Masa tiga bulan mungkin terlalu cepat untuk merasa bosan ya. Hehehe, yang ada malah saya bingung dengan peralihan tugas yang saya alami. Karena jujur saya tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Antara kelabakan namun juga excited.

Tiga bulan saya rasa juga terlalu cepat, karena masih banyak pelajaran cara mengurus rumah tangga yang harus saya tuntaskan. Sebagian cerita tentang belajar meal prep sudah saya share ya, sampai 4 artikel malah ya….

Related post: Meal Preparation dan Belajar Hemat dari Dapur

Selain mengambil pekerjaan lepas dan belajar masak, saya juga belajar beberapa keterampilan lain. Yang pertama saya ikut workshop dari Google mengenai keterampilan digital marketing dan juga saya pelajari secara mandiri Search Engine Optimization (foto di bawah). Kemudian saya juga ikut kursus mengemudi mobil manual.

Google Women Will

Belajar bareng ibu-ibu lain di Google Women Will

Related post: Belajar Mengemudi Mobil Manual

Selain itu saya juga sempat jadi narasumber Kulwap Matrikulasinya Institut Ibu Profesional Depok. Hehehe, nggak nyangka ya…. Tema diskusinya adalah: Produktif melalui ngeblog.

Jadi balik lagi kalau ditanya, jadi ibu rumah tangga bosan tidak? So far saya bilang tidak.

Namun tentu saja hal tersebut tidak terjadi gitu aja, ada hal-hal yang perlu diusahakan. Mengingat working mom memiliki kebiasaan yang berbeda dengan SAHM ya…. Hal-hal yang perlu dicermati adalah:

  1. Masalah keteraturan

  2. Tentang tantangan

  3. Tentang mengembangkan diri

  4. Tentang berkarya

Sepertinya poin ini pengen saya elaborasi lagi di artikel berbeda aja deh. Tunggu ya! 🙂

Pertanyaan Keempat: Bagaimana membagi waktu antara pekerjaan rumah, anak, upgrading keterampilan dan “pekerjaan paruh waktu”?

1. Kuncinya adalah tau kapasitas pribadi.

Saya sadar kalau saya masih nggak jago urus rumah, jadi pekerjaan yang diambil pun yang tidak terlalu menguras waktu. Saya hanya ambil beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah, tidak sekalipun menghadiri undangan event.

2. Jadi kelelawar, wkwkwk.

Sebenarnya ini terbantu kebiasaan tidur saya yang cukup larut. Jadi saya bisa ngeblog setelah anak tidur. Memasak juga saya lakukan di malam hari. Beberapa materi pembelajaran SEO pun saya selesaikan si malam hari.

3. Efisiensi pekerjaan.

Bagi yang sudah membaca seri meal prep saya, pasti tahu bagaimana meal prep menghemat waktu saya di dapur. Sebagai pemula, meal prep tu kaya senjata banget lah.

4. Otomasi pekerjaan dan melibatkan orang lain.

Saya bersyukur suami saya sangat membantu dalam hal pekerjaan rumah. Kakak ipar juga sangat membantu dalam hal mau saya titipi Gayatri kalau saya sedang kursus mengemudi. Intinya ya PARENTEAM juga. Kita nggak bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Who do you think you are? Gal gadot? Nggak usah gengsi dan nggak usah terlalu perfeksionis, kalau kata saya si. Hehehe….

sahm

Related post: Membagi Waktu antara Pekerjaan, Keluarga dan Hobi

Pertanyaan Kelima: Kangen kantor nggak?

Kangeeeen! Buktinya saya balik ni….

Pertanyaan Keenam: Kenapa balik kantor?

Sederhana juga si alasannya:

1. Saya mau mengikuti prosedur yang ada dengan baik.

Saya belajar banget lah buat nggak jadi egois dan mendramatisir keadaan. Saya sadar saya pegawai, memiliki organisasi yang punya kepentingan. Saya pun sadar kalau saya istri dan ibu, yang juga punya kepentingan. Di atas semuanya saya adalah pribadi diri saya sendiri, hati kecil saya mengatakan untuk kembali dan mengikuti prosesnya dengan baik, sesuai aturan.

2. Karena suami saya mengizinkan.

Walaupun kami sadar berat tantangan LDM, namun suami juga setuju kalau setiap proses harus dijalani dengan sabar dan sesuai aturan. Nggak boleh sesukanya sendiri. Untuk itu, dia mengizinkan saya kembali. Beliau juga turut menyiapkan keperluan kepindahan saya dan Gayatri juga. Izin dan support dari suami ini lah yang menguatkan saya untuk menjalani LDM. Padahal kalau mau melarang pun dia punya alasan yang kuat.

love love

3. Adanya support system.

Karena kami yakin bisa menyiapkan kondisi dan support system yang relatif baik agar Gayatri tetap nyaman tinggal di Jakarta. Setidaknya sampai saat ini, hal tersebut masih bisa berjalan dengan baik.

4. Simply trusting.

Saya percaya kalau lamanya proses permohonan pindah juga tak luput dari otoritas Tuhan pemilik hidup kami. Dan kami percaya Tuhan telah memiliki rencana yang indah. Yang perlu kami sebagai keluarga jalani adalah percaya akan hal tersebut, dan sabar menantikan rencana tersebut kami mengerti. Kalaupun di akhirnya nanti keputusan kantor memutuskan tidak bisa pindah, ya nanti akan kami jalani dan pikirkan kembali bagaimana langkah yang akan diambil kemudian.

“God is too wise to be mistaken, God is too good to be unkind. So when you dont understand. When you cant see His Hand. When you cant trace His Plan, trust His Heart.”

Kutipan di atas adalah potongan lagi berjudul Simply Trusting. Bagus ya? 😊

Selama proses pengajuan pindah ini saya menemui banyak senior dan pejabat. Secara umum menyatakan bahwa masalah LDM adalah masalah klasik yang banyak dialami oleh pegawai. Apapun langkah yang dijalani, pastikan keputusan yang diambil adalah hasil dari kepala dingin dan tekad yang sungguh-sungguh.

Sungguh saya beruntung bisa bertemu dengan para senior dan pejabat tersebut. Yang dengan gayanya masing-masing berbaik hati memberi waktu untuk mendengarkan cerita saya dan kemudian juga bercerita tentang pengalaman dan pemikiran mereka.

Untuk itu saya pun ingin membagikan pengalaman ini. Mungkin ada rekan-rekan yang juga sedang mengalami hal yang sama, semoga bisa dikuatkan juga apapun keputusan yang dipilih.

Tetap semangat yaaaa!!! Salam sayaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Belanja Online Hemat saat Ramadan + Info Promo Ramadan Ekstra

tips belanja online di bulan ramadan

Bulan Ramadan tahun ini adalah untuk pertama kalinya saya Long Distance dengan suami. Jujurlah, kalau kondisi LDM itu pasti bikin lebih boros. Dua dapur bok. Ekstra pengeluaran harian, pun ekstra pengeluaran untuk pulang pergi Surabaya – Jakarta. Belum lagi kan, kalau menjelang lebaran pasti akan ada pengeluaran-pengeluaran tambahan. Walaupun saya tidak merayakan Idul Fitri namun, pengeluaran seperti membeli bingkisan untuk asisten, daycare dan orang-orang berjasa lainnya pasti diperlukan. Istilah lainnya kami pun ingin turut memeriahkan hari yang penting bagi banyak orang lain. “Berbahagialah saat orang lain berbahagia”, begitu keyakinan kami.

Namun kami pun harus waspada dengan anggaran ketat pasca Long Distance Mariage tadi. Jadi harus pintar-pintar mengatur strategi. Di kolaborasi bareng Tokopedia kali ini, saya pengen ikut urun pendapat dan pengalaman bagaimana strategi belanja online hemat saat ramadan plus juga menginfokan promo Ramadan Ekstra yang dihelat oleh Tokopedia.

tips belanja online di bulan ramadan

Tips Belanja Online Hemat Selama Bulan Ramadan

Pada prinsipnya untuk bisa hemat saat berbelanja online selama bulan puasa dan menjelang lebaran adalah:

1 . Rencanakan Daftar Belanja

Daftar secara rinci apa saja kebutuhan kita. Kemudian nanti di kelompokkan berdasar toko/ promo yang ada. Jadi jangan beli mepet-mepet. Dari awal sudah direncanakan. Misalkan saja ni:

  • Makanan buat sahur/ berbuka, apa saja yang mau dibeli di groceries store mana yang mau online, hehehe puasa kan kadang males belanja yak, capek…. Trus mana yang bisa distok dan mana yang segar…. Gitu-gitu yak…. Duh, saya kok kebayang mau nyetok gudeg kaleng ama cakalang mami yuni yak, tadi pas cek tokped muncul di hot list, jadi ngiler….
  • Skincare, biar bisa teteup seger pas puasa kan skincarenya juga harus concern ke masalah hidrasi yak….
  • Baju untuk lebaran – ini wajib dan kudu didetailkan, terutama JUMLAHnya. Jangan niat beli atu, realisasinya beli 15 biji. Huft…
  • Bingkisan, kemarin saya cek cek flash sale tokopedia ada promo kurma lo, lumayan kan kalau distok dari awal, bisa bikin bingkisan kita lebih ciamik dengan budget yang terjangkau….
  • Pulsa

Related post: Tips Mengatur Keuangan Keluarga dengan Ms. Excel

Keuntungannya memiliki daftar belanja adalah membuat kita tidak gampang khilaf membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Yang lain adalah, memudahkan kita untuk mendapatkan ongkos kirim yang optimal karena bisa mengelompokkan berdasarkan toko terdekat. Dan atau memudahkan kita mendapatkan harga termurah karena bisa membeli sesuai dengan jadwal promo (cek poin ke empat di bawah ya).

2 . Atur Daftar Anggaran

Kita harus kenal nih dengan kebiasaan cashflow kita. Baik yang cash-flow-masuk maupun cash-flow-keluar. Kayak saya, kalau mendekati lebaran gini biasanya akan dapet gaji ke 13, suami dapat THR, dst…. Nah, kan biasanya dapetnya mepet tuh. Padahal promo kadang muncul pas belum cair THRnya huhuhu…. Sementara jauh-jauh hari duit juga uda mulai tipis karena buat beli tiket pulkam. #curhat.

hiks

Jadi biar nggak ngambil pos-pos lain, pilih cara pembayaran yang sesuai. Misal melalui kartu kredit, pakai saldo tokopedia, pakai cicilan atau cara yang lain. Tar pas uda cair, kita bisa selesaikan segera. Ga ilang deh promonya. Keuanganpun tetap aman.

Tapi jangan lupa langsung dibayar pas uda ada dananya ya hihihi….

Related post: Hemat dengan Meal Prep

3 . Buat Daftar Toko Langganan

Saya cenderung orang yang setia gitu, hehehe, kalau sudah nemu yang pas di hati biasanya jarang pindah ke lain hati. Tapi sebenarnya nggak harus gitu si, ganti-ganti toko juga ga masalah demi harga yang lebih hemat. Namun dengan membuat daftar toko langganan, biasanya paket kita jadi bisa lebih optimal kilogramnya, nggak mencar 1/2 kg di sana, 1/2 kg lagi di mari. Dengan memiliki toko langganan, kita juga jadi lebih nggak was-was.

Beberapa hal yang bisa diperhitungkan dalam memilih toko langganan:

  • Pilih toko terdekat agar ongkos kirim lebih terjangkau. Cek aja alamat detailnya dulu, kalau di tokped kan ada ya….
  • Nggak perlu ragu produk lokal. Salah satu produk lokal yang sedang saya incar adalah Lip Coat BLP, tahun 2017 saya beli via jastip gitu karena dulu beberapa shade susah didapat, sekarang si tokopedia sudah ada toko officialnya loooh hihihi :senang kan. Aku masih mau nunggu ni kapan ada promonya wkwkwk….
  • Perbandingkan harga. Tinggal search aja nama produknya nanti kan akan muncul deretan harga sebagai pembanding. Beberapa toko memiliki kecenderungan lebih murah harganya. Namun jangan lupa tetap kritis dengan memeriksa ratingnya ya….
  • Jangan mengorbankan kualitas produk karena harga semata. Patut pertimbangkan official store demi keaslian produk atau kalau tidak, perhatikan rating dan komentar-komentar terkait toko.

4 . Update Daftar Promo

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, selain mau ngasih tips berbelanja hemat, saya juga mau menginfokan kalau menjelang dan selama bulan Ramadan, Tokopedia bakal membuat semacam perhelatan promo gituuuu. Lumayan ya buk, kalau bisa cermat memilah mana promo yang dibutuhkan, bisa menang banyak loh. Nah, sebenarnya ada promo yang uda mulai jalan ni, namanya promo Flash Sale. Trus kalau teman-teman suka nonton Net TV, ada juga promo yang “shake-shake” ituuuu…. Tau nggak?

Pokoknya banyak ekstra-ekstra yang nyempil di Tokopedia. Info lebih lanjut sila ke Info Ramadan Ekstra Tokopedia.

tokopedia

Tanggal yang musti banget dicatat adalah 25 Mei! Tokopedia janji mau membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra di tanggal tersebut! Jadi mau dibikin semacam festival belanja online “Black Friday” gitu. Yuk catet di kalender apa reminder hape yaaak!

Keempat prinsip di atas harus dipegang erat ya, hihihi, biar nggak khilaf. Plus tambah satu lagi:

5 . Pilih Metode Pengiriman Paling Efisien

Efisien ini artinya selain ongkirnya paling hemat, waktunya juga harus diperhatikan. Kalau uda tau beberapa hari lagi mau libur, ya pilihlah kurir instan pakai ojek online kalau memungkinkan. Jadi paket nggak nyangkut di konter pengiriman konvensional. Kalau masih santai nggak buru-buru, ya baru boleh pilih yang reguler.  Dengan memilih metode pengiriman yang efisien, ongkos kirim pun jadi worthy, nggak hanya jadi tambahan biaya semata.

setrong

Gitu aja sih tips dari saya. Sederhana bukan…. Jangan lupa belanja bareng yaaaaa tanggal 25 Mei nanti. Jangan ketinggalan, tar nangis merong merong loh…. Wkwkwk…. Semoga tips dan juga info promo dari Tokopedia tadi bermanfaat ya Nyaaah…. Yang punya tips lain buat bikin belanja di bulan Ramadan lebih berasa ekstranya boleh juga loh, nambahin di comment section.

Salam sayang dan selamat mempersiapkan bulan Ramadan!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!