Taman Bermain Terbaik di Jawa Timur Yang Wajib Kamu Kunjungi

surabaya 2

Percaya atau tidak, nyatanya Jawa Timur punya segudang hal menarik untuk dikunjungi siapapun saat pergi liburan. Yap, bahkan beberapa tempat menarik itu bisa kamu kunjungi tanpa perlu merogoh kocek yang besar dan bisa kamu jadikan sebagai destinasi liburan untuk seorang diri ataupun bersama keluarga.

Saya sendiri yang baru mau pindahan Surabaya sudah punya wishlist beberapa Taman Bermain terbaik di Jawa Timur yang family friendly. Setidaknya si ada tiga yang ingin saya kunjungi, dua di Surabaya dan satu di Malang.

1 . Taman Bermain Food Junction – Surabaya

Taman bermain Food Junction yang ada di Surabaya misalnya. Nggak cuma menyediakan berbagai macam pilihan kuliner, di sini juga kamu bisa menikmati serunya taman bermain sambil membiarkan si kecil bermain.

surabaya 1

foto: ngetren.co.id – food juntion surabaya

Cakep kan ya buat foto-foto. Romantis bisa, gaya sportif juga bisa. Buat foto anak dan keluarga juga bisaaaaa! Saya sudah bertekad mau nyetok foto yang banyak bareng suami, ala-ala post wedding, karena jaman belum menikah tidak sempat foto prewed.

2 . Hutan Bambu dan Taman Sakura Keputih Sukolilo

Selain Food Junction, kamu juga bisa mencoba pergi ke Hutan Bambu dan Taman Sakura Keputih Sukolilo. Dengan budget yang nggak perlu besar, kamu bisa menikmati keindahan sederet bunga cantik yang didesain secara harmonis dan manis.

surabaya 2

foto: photo.sindonews.com – taman sakura keputih

Yap, apalagi semua sudut di taman yang satu ini cocok banget untuk menjadi background ketika kamu ingin mengabadikannya dalam foto maupun video. Nah tempat yang satu ini cocok untuk dikunjungi pada pagi maupun sore hari.

Lalu kalau masih punya waktu yang cukup, kamu juga bisa melanjutkan perjalanan ke Malang dengan kereta api. Selain karena jaraknya yang dekat, kamu juga bisa menghemat biaya liburan secara besar tanpa harus mengorbankan kenyamanan dalam perjalanan.

Setahu saya si ada keberangkatan tengah malam dari Surabaya tu, jadi kalau sore kelar main di Taman Sakura, malamnya bisa istirahat di kereta, paginya nyampai deh di Malang dengan bugar. Kalau mau menikmati suasana pagi di kereta si bisa juga berangkat jam setengah delapan menggunakan KA Mutiara Selatan.

3 . Jatim Park – Batu, Malang

Oiya, jangan lupa Jatim Park sendiri ada tiga lokasi ya. Masing-masing memiliki keunikan dan keseruannya sendiri.

Jatim Park 1 cenderung untuk taman hiburan dan rekreasi. Sementara Jatim Park 2, selain hiburan ada juga ada wahana belajarnya. Wahana belajar di Jatim Park 2 ini  konsep belajar ilmu alam dengan latar belakang sesuai habitatnya.Sementara Jatim Pak 3 menonjol karena ada Dino Parknya! Jatim Park 3 juga pilihan yang tepat untuk kamu tuju karena keseruan dan keceriaan jadi jaminan dari berbagai wahana seru yang ada di dalamnya.

Saat yakin mau berangkat ke Malang pastikan teman-teman sudah menentukan Jatim Park mana yang akan dituju agar bisa menghemat waktu untuk bermain bersama orang-orang terkasih. Jangan sampai di sana, malah bingung dan jadi manyun karena bingung menentukan lokasi.

Atau mau ke tiga-tiganya???? Wkwkwkwk…. Sedia tenaga ekstra ya Nyaaaahhh!

surabaya 3

foto: arport.id – jawa timur park 1

Nah, jika ketiga tempat tersebut juga menjadi wishlist-mu, yang perlu diakali pertama adalah jarak tempuh dari Surabaya – Malang. Tadi sudah sedikit saya bahas tentang Kereta Api Surabaya – Malang. Menurut saya, kereta api memang alternatif yang oke sih. Daripada membawa kendaraan sendiri yang cukup melelahkan dan juga sekaligus untuk menghindari kemacetan Tol Surabaya – Malang saat weekend.

Di situs traveloka yang sering saya gunakan ada 4 pilihan Kereta Api, dari yang ekonomis sampai yang eksekutif. Siap mengantarkan tuan dan nyonyah menuju dari dan ke Malang.

Cek jadwal kereta Surabaya – Malang juga mudah to, bisa dilakukan melalui aplikasi asyik seperti Traveloka. Cukup duduk di tempat ternyaman, kamu sudah bisa cek jadwal perjalanan ke Surabaya dan langsung memesan tiket kereta tanpa perlu berpindah aplikasi.

Harganya juga murah kok, start form Rp 35.000,00. Murah meriah, plus bisa istirahat di jalan.

Nah setelah kamu menentukan tanggal terbaik untuk berangkat ke Surabaya/ Malang, pastikan juga kamu sudah memiliki daftar tempat destinasi sampingan yang akan dituju selain obyek utama tadi. Misal mau beli oleh-oleh dimana, atau mau beli bakwan Malang nggak. Semuanya dibuat itienarynya dulu agar bisa memperkirakan waktu untuk bermain di masing-masing lokasi.

Jangan lupa cek dan pesan tiket pulang juga yaaaa! Jangan sampai terlalu betah, trus ga mau balik, hahahaha…. Selamat mempersiapkan liburan ke Jawa Timur. Kabar-kabari saja yak, siapa tau saya pas pengen jalan-jalan juga…. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tentang Bertahan dan Membagi Waktu

membagi waktu

Karena postingan sebelumnya yang membahas kondisi LDM saya dan suami, banyak yang bilang kalau saya itu wanita tegar. Aseek. Jauh dari suami, sama bayi, nggak punya pengasuh plus kerja 8-5 daaaan masih sempet ngeblog pula. Hihihi terkesan saya supermom yang jago membagi waktu ya, padahal ya kagak…..

Beneran kagak. Kira-kira ya begini prinsip saya saya untuk bertahan hidup sehari-hari….

Tentang Prioritas dan Hidup yang Sederhana

Ketika menyadari saya akan LDM, saya buang jauh-jauh dah segala impian kesempurnaan dalam detail kehidupan. Saya berusaha untuk hidup yang lebih sederhana.

Hidup yang sederhana di sini maksud saya bukan hidup hemat ya. Tapi hidup yang ringkes gitu. Yang nggak banyak mau. Yang nggak mempertanyakan banyak hal. Yang nggak membaperkan hal-hal yang nggak esensi. Jadi energinya nggak terkuras karena terdistribusi untuk hal-hal yang nggak penting.

Prioritas kami adalah kami bertahan.

Prioritas tersebut proxy-nya tiga: kami sehat, kami rukun dan pekerjaan selesai. Untuk itu, sebagian besar waktu saya alokasikan untuk ketiga hal tersebut.

Ada garis bekas setrikaan di celana panjang? Ga masalah.

Kabar Andien jadi Inspiring Mom versi majalah online? I dont care.

 Atta Halilintar bikin prank settingan???? Apalagiii! Hihihi….

Saya tahu, beberapa bulan ini saya tidak banyak melakukan progress. Tapi setidaknya saya bertahan dengan baik. Akan ada waktunya saya meningkatkan apa yang saya dapatkan hari ini. Namun itu belumlah prioritas, setidaknya untuk saat ini.

Tentang Multitasking

Bagaimana membagi waktu? Saya cuma bisa bilang kalau saya tidak membagi waktu saya dengan jam segini harus ini, jam segitu harus begitu. Tidak demikian.

Saya cuma fokus pada menyelesaikan satu pekerjaan lalu berganti ke tugas yang lain. Satu satu dan fokus. Konsentrasi pada satu hal. Baru berpindah ke hal lain.

Karena saya tidak bisa multitasking. #sadardiri

Godaan untuk nyambi nyambi besar. Tapi biasanya bukannya mempercepat pekerjaan, malah memperkeruh keadaan. Atau mungkin karena saya saja ya yang tidak bisa multitasking ya, hehehe. Saya pernah menulis tentang multitasking ini di: Multitasking, Yay or Nay.

Tentang Support System

Bagaimana mengasuh dan mendidik anak saat bekerja?

Kalau pas saya kerja ya daycare menjadi tumpuan. Oleh karena itu memilih daycare yang tepat adalah kunci. Banyak poin yang perlu diperhatikan saat memilih daycare, saya pernah cerita di Akhirnya Gayatri Memilih Daycare.

Yang mau saya soroti lebih adalah tentang pola pengasuhan. Titik krusialnya adalah kesepahaman antara daycare dan orang tua tentang pola asuh seperti apa yang akan diterapkan.

*adow berat anet bahasa eike

membagi waktu

Saya mau cerita pengalaman sedikit buat gambaran:

Beberapa hari lalu, Aunty daycare sempat chat saya tentang beberapa perubahan perilaku Gayatri menjelang usia 2 tahun. Sering dibilang Terible Two ya…. Via chat dan ketemu langsung di kemudian hari, kami membahas hal tersebut. Ada beberapa poin yang kami sepakati untuk sama-sama diterapkan baik di daycare maupun di rumah kos secara konsisten.

Sebaliknya, beberapa bulan lalu saat saya ngeh Gayatri sudah bisa bilang “eek”, saya tak lupa mengajak pihak daycare untuk diskusi tentang toilet training. Supaya ya, sama perlakuannya gitu. Jangan sampai di rumah kalau dia bilang “eek” kita ngacir ke toilet, sementara di daycare enggak. Kan bubrah tu settingan bocah.

setrong

Kalau Gayatri sedang sakit dan tidak bisa daycare, saya otomatis wajib izin kantor untuk bersama Gayatri. Hal ini tidak bisa ditawar karena mau siapa lagi cobak yang mengasuhnya? Tentu saja, pihak kantor (atasan) juga harus sudah mengerti kondisi ini.

Tentang Ngeblog

Ini saya bahas tersendiri, karena ngeblog memang punya tempat yang khas. Kalau orang bilang salut saya produktif karena tetep nulis di tengah kondisi saya. Saya bilang malah kebalik.

Ngeblog itu buat saya stress release.

Jadi kalau stress saya nulis, saya malah jadi seger lagi. Walaupun memang tidak bisa seintens saat cuti kemarin, tapi nulis, helps me a lot.

Kapan nulisnya….?

Saya ngedraft mostly di note handphone. Jadi pas bengong di Tranjakarta pun saya bisa nulis.

Tantangan saya ngeblog adalah masalah visual. Karena kalau ngedit gambar harus di laptop, dan pegang laptop saat Gayatri bangun adalah kemustahilan. Jadi kalau saya mau edit gambar ya berarti saya harus merelakan sedikit waktu tidur saya. Kalau saya capek, ya berarti tulisan saya hanya akan parkir di draft.

Thats why, di parkiran saya ada 36 drafts tulisan yang belum di publish. LOL.

Intinya adalah: JANGAN MEMAKSAKAN DIRI.

Kalau memang tidak suka menulis ya jangan ngeblog, lakukan saja hobi yang lain. Apalagi kalau punya kondisi seperti saya. Uda deh, selametin yang pokok aja dulu. Kemudian ambil waktu untuk me-time sesuai preferensi masing-masing. 🙂

Tentang Alat Bantu

Saya nggak punya alat bantu yang fancy btw buat membagi waktu, hihihi. Alat bantu yang saya punya sederhana sekali, namun menurut saya cukup efektif dan efisien membantu saya menyelesaikan tugas sehari-hari. Nggak perlu fancy kan, yang penting everything is done.

Alat bantu saya tiga hal ini:

  1. Alarm
  2. Kalender Meja
  3. Buku Agenda.

Oiya, tentang Buku Agenda. Jangan bayangin isi agenda saya itu schedule yang rapet pet pet tiap jam ada keterangan aktivitasnya apa. Kagak.

Agenda saya isinya cuma berbentuk  to do list. Bahasa kerennya bujo aliat bulleted journal.

Aslinya mah, cuma catetan kudu nyelesein apa hari itu, trus yang uda dicentang atau dicoret.

Ga pakai acara gambar-gambar cantik. Kagak sempet!

Menyederhanakan Rutinitas:

Selain itu kegiatan lain-lain yang rutin saya sederhanakan. Jadi jadwal rutin itu membuat saya nggak banyak mikir. Laundry 2x seminggu, masukin baju bersih ke daycare juga 2x seminggu. Belanja buah di brambang.com per senin. Belanja stok lauk sebulan sekali di nikaskitchen. Masaknya per batch. Belanja lain-lain sama token listrik di Alfamart deket kosan.

Ga sempet masak? Ya beli, gitu aja kok repot.

Kan balik lagi ke prinsip utama membagi waktu: tau prioritas dan sederhanakan kehidupan.

Itulah ikhtiar kami bertahan hidup.

Urusan gosip Andien (Andien lagiiii!) bawa Kawa naik kapal tanpa pelampung? Itu bukan urusan akoooooh!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tubuh dan Pikiran yang Jernih (Sejernih Pristine 8+)

pristine dan ibu

“Hei jangan dorong-dorong dong!”

“Apaan si Buk, siapa juga yang mau dorong Ibu…. belakang saya ini”

Pemandangan Ibu-ibu berantem di Transjakarta atau Commuter Line sudah lazim saya temui. Saya pun pernah kena damprat, perkara saya tidak sengaja nyenggol punggung penumpang lain. Mau ngeladenin lelah, nggak diladeni kok dongkol ya…. Hehehe….

Yah, risiko perempuan bekerja di tengah kota namun tinggal di pinggiran memang rentan emosi. Dan saat jam pulang kerja, pasti bertemu juga dengan pekerja lain yang lelah secara fisik dan juga pikiran. Alhasil mudah sekali tersulut pertengkaran.

Energi negatif yang mudah sekali menular.

Saya masih ingat nasihat seorang rekan penganut live balance, tentang hal-hal yang membantunya menjaga tubuh tetap bugar dan pikiran tetap jernih walaupun dalam kondisi emosi:

  • Atur napas
  • Duduk
  • Minum segelas air
  • Basuh wajah.

Kalau sedang di kendaraan umum memang sulit mempraktikkan keempat-empatnya ya, paling hanya bisa mengatur napas saja, sambil ngelus dada. Namun kalau di rumah efektif sekali loh mempraktikkan semuanya.

Awalnya memang saya sedikit meremehkan nasihat di atas. Namun setelah merasakan manfaatnya sendiri, saya jadi senang mempraktikkannya. Tidak hanya saat sedang emosi melainkan juga saat saya sedang ingin menyiapkan diri menghadapi sesuatu yang membutuhkan stamina fisik dan kejernihan pikiran secara seimbang.

pristine dan ibu

Mengahadapi anak-anak adalah salah satunya. Walaupun Gayatri termasuk anak yang tenang dan mudah bekerjasama, namun gap bahasa bayi (Gayatri usia 20 bulan sudah bisa bicara dan kode-kode namun belum lancar) dan bahasa orang dewasa di antara kami kadang membuat kami sama-sama frustasi. Untuk itu, sebagai orang yang lebih dewasa, saya merasa lebih bertanggung jawab untuk dapat berpikir jernih dan mencoba menjadi pihak yang berusaha memahaminya terlebih dahulu.

Oleh karena itu, sebelum menjemput Gayatri di daycare, saat turun ojek dan menuju pintu, saya sempatkan untuk mengatur napas. Duduk sejenak di teras dan minum air (itulah sebabnya saya selalu bawa bekal air minum). Kalau perjalanan melelahkan sekali, kadang saya sempatkan mandi dulu di kosan baru kemudian jemput.

Hal tersebut seolah mampu membuat pikiran saya yang awalnya ruwet karena masalah pekerjaan dan jalanan ibu kota menjadi fresh kembali. Fungsinya seperti saklar on off. Pikiran ruwet off, pikiran jernih on.

Saya siap menyambut Gayatri sebagai ibunya sepenuhnya, walau kadang masih mengenakan seragam kerja, hehehe…. Ibu bekerja pun harus tetap hidup seimbang bukan?

pristine dan gayatri 2

Sudah bukan rahasia umum kalau air pun adalah media healing bagi tubuh kita, mengingat air sendiri adalah komponen utama tubuh sebesar 60-65%. Tak hanya mampu menyegarkan pikiran, namun juga terutama menyegarkan tubuh jasmani kita. Mendorong metabolisme, melancarkan pencernaan, membantu kerja ginjal, menjadi bagian dalam plasma darah, dan masih banyak lagi peran air dalam tubuh kita.

Sepenting itu air, hingga namanya sudah muncul di pelajaran sejak sekolah dasar. Hayoooo, siapa yang ingat pelajaran IPA jaman SD tentang syarat air yang baik untuk dikonsumsi tubuh????

Iya betul. Tak semua air punya manfaat yang baik bagi tubuh. Yang memiliki manfaat adalah air yang bersih, secara umum dicirikan dengan tanda tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Atau dengan kata lain jernih dan netral.

Hal itulah yang membuat saya tidak ragu mencoba Pristine 8+. Karena Pristine 8+ tidak mengandung suplemen tambahan, bahan pengawet ataupun pemanis. Jadi Pristine 8+ benar-benar air alami dan murni.

Sesuai dengan namanya Pristine yang artinya adalah jernih.

Air kemasan ini berasal dari sumber mata air terbaik yaitu berasal dari Pegunungan Gede Pangrango dimana sebelumnya dilakukan uji kualitas. Berbeda dengan pengolahan air alkali lainnya, pengolahan Pristine 8+ dengan teknologi Nihon Trim menjaga agar kadar pH baik untuk tubuh yaitu pH 8,3 – 8,5 (tidak ekstrim dan mudah diterima tubuh).

pristine dan gayatri

Saya yakin kalau hampir sebagian orang dewasa mengetahui pentingnya minum air putih secara cukup. Tapi, karena kesibukan kadang saya sendiri pun sering kelupaan minum air di tengah aktivitas sehari-hari.

Botol minum adalah koentji! Seperti saya sebutkan di atas saya simpan botol minum di tas. Selain itu saya juga simpan di kantor (satu tumbler, dan satu pitcher) serta di kamar (dia botol untuk saya dan Gayatri). Kalau sedang banyak kerjaan, kadang saya siapkan dua botol tersebut untuk saya sendiri di dekat laptop. Seperti foto di atas, satu botol Pristine 8+ ukuran 600ml dan satu botol 400ml. Biar tidak lupa minum. Hehehe….

Produk Pristine 8+ mudah ditemui di minimarket. Dulu saya pertama tertarik karena botolnya yang langsing, hehehe. Selain ukuran 400 ml dan 600 ml. Ada juga yang ukuran galon.

Begitu pentingnya air bagi kejernihan tubuh dan pikiran kita, yuk mari memperhatikan asupan air minum kita!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

The Moment Being Alone (Cerita Pejuang LDM dan Senjatanya)

Bagi orang yang sudah pernah menjalani momen long distance marriage (LDM) pasti tahu “senjata” apa yang paling ampuh dalam menembus jarak antara mereka. Iya! Alat komunikasi! Orang tua saya dulu juga sempat menjalani LDM. Alat komunikasi mereka jaman dulu: surat! Dikirim via pos yang mungkin baru semingguan sampai. Papa saya kangen hari Senin baru tersampaikan ke Mama saya di hari Jumat.

Dan surat-surat tersebut dilaminating dong sama Mama saya, jadi bukti cinta Papa yang kalau lagi berantem (pas sudah nggak LDM) tu surat-surat sering dikeluarin dan diungkit-ungkit. Papa tengsin, kita (anak-anak)-nya ngempet ketawa mau ngakak. 

hehehe

Terpujilah Martin Cooper! Penemu handphone, yang mana kini makin canggih sehingga  membuat hidup saya sebagai pejuang LDM lebih mudah, lebih ringan tekanan kangennya dan lebih produktif.

Yah memang si, bukan berarti semua masalah menghilang. Ada beberapa momen dimana kami tetap harus menghadapi tantangan. Saya yakin momen-momen menantang ini juga dialami oleh sebagian besar Pejuang LDM lainnya…. So siapin tisu ama cemilan ya…. Saya mau tjoerhaaaatttt…..

The Moment Being Alone

Foto-foto di bawah adalah momen-momen Suami mengantarkan kami ke Jakarta. Syahdu, haru berkecamuk menjadi satu….

gayatri dan bapak

gayatri dan bapak 2

gayatri dan bapak 3

1 . Kehilangan Sosok Seorang Ayah

“Bapaaqq,” seru Gayatri sambil tangannya menunjuk nunjuk ke arah halaman kosan. Saat itu sekitar pukul 23.00, malam pertama kami (saya dan Gayatri) menginap di kos. Bapaknya ada di Surabaya. Cukup lama saya mencoba menjelaskan pada Gayatri jika Bapaknya tidak di halaman. Tidak bersama kami lagi.

Gayatri tidak mengerti. Usianya baru setahun lebih beberapa bulan. Sulit baginya memahami konsep ada dan tiada. Buat dia, tidak kelihatan berarti tidak ada. Dan itu membuatnya sedih. Dia mulai menangis….

hiks

“Oke,” pikir saya saat itu. Sebenarnya terbersit kekawatiran akan keamanan kami, namun, saya pikir ini momen yang penting bagi Gayatri untuk memahami kondisi kami. Jadilah saya menggendong Gayatri tengah malam buta. Mencari Bapaknya di halaman kosan. Tak menemukan Bapaknya, Gayatri mengajak saya keluar pagar. Kemudian saya ajak dia keluar. Saya ajak dia berjalan berputar-putar dekat pos satpam. Sampai akhirnya dia lelah, dan kemudian tertidur di gendongan saya.

Keesokan harinya, saya mulai membiasakan Gayatri “bertemu” Bapak melalui layar.

1 ) Video Call

Video call adalah salah satu cara yang paling efisien mempertemukan muka dua orang berjarak jauh secara real time. Namun, naas, ternyata posisi kamar saya yang seperti bunker, di lantai paling bawah gedung 2,5 lantai, membuat sinyal sulit sekali lancar. Putus nyambung seperti lagu BBB. Untung saya punya mifi kan. Saya pasang dah tu mifi di lubang angin jendela. Yah membaik si…. Tapi ya masih begini ni kira-kira hasil gambarnya:

video call bapakBluuurrrr…. Perpaduan antara sinyal yang tak bersahabat dengan kamera depan yang seadanya. Wkwkwk…. Tapi ya lumayan lah, sekarang kalau Gayatri dan suami uda biasa video call melepas kangen. Hanya kalau kamera depan dan tekhnologi penangkap sinyalnya lebih baik, tentu video call dapat dilakukan lebih nyaman.

2 ) Rajin Kirim Foto Update

Setiap hari pun saya sering mengirimkan foto-foto kelakuan bocah yang happy dan lucu itu ke suami untuk meminimalisasi rasa kawatirnya atas keadaan kami yang jauh. Saking seringnya saya mendokumentasikan aktivitas sehari-hari, handphone saya sampai ngehang-ngehang karena storagenya kecil. Akhirnya setiap take foto, setelah kirim, biasanya langsung saya hapus dari storage. Hmmmm…. sepertinya saya perlu ganti gadget #kode wkwkwk….

2 . Keamanan dan Keselamatan

Dua hal yang kami putuskan saat saya kembali bekerja di Jakarta adalah 1) daycare dan 2) kosan. Dua hal ini terkait keamanan dan keselamatan kami.

1 ) Daycare

Kami memilih daycare terdekat dengan kantor saya, selain karena maslah jarak juga karena daycare tersebut komunikatif sekali dengan orang tua. Jadi kalaupun saya antar dalam kondisi kurang enak badan, pengawasannya bagus, dan setiap kali saya tanya responnya cepat.

Selain itu, daycare Gayatri juga menyiapkan fasilitas CCTV yang bisa orang tua akses langsung lewat gadget. Sayangnyaaaaaa…. Lagi-lagi karena storage handphone saya yang ala kadarnya, saya jadi tidak bisa instal aplikasi untuk akses CCTV ituuuu di HP. Hiks…. Jadi yang memantau adalah si Bapak….

CCTV daycare

2 ) Kosan

Banyak yang bertanya mengapa kami memilih untuk menyewa kosan dibandingkan sewa rumah saja. Alasan kami yang terutama adalah karena serem saja si kalau tinggal di rumah hanya berdua dengan Gayatri. Setidaknya kalau di kos kan ada Bapak dan Ibu Kos serta Teman-teman Kos. Jadi kalau saya sakit, ada yang bisa dimintai bantuan. Atau kalau amit-amit ada kriminalitas, kami bisa saling mengamankan.

3 . Produktivitas

Ada yang sempat DM saya tentang akhir-akhir ini saya jarang update blog. Yaiyalah, kan saya prioritas kerja di kantor. Sampai di rumah megang bocah. Sebenarnya si draft tulisan banyaaaak pisan, ada 36 draft yang siap rilis tapi mangkrak. Bisa sebanyak itu draftnya karena selama perjalanan dari dan ke kantor biasanya saya ngetik di note handphone. Yang bikin saya nggak posting draft tersebut karena nggak sempat edit visualnya.

Saya tahu si kalau sebenarnya beberapa aplikasi grafis online bisa diakses melalui handphone. Tapiiiiii….

Hahaha…. Pasti bisa nebak kan ya…. Betuuul! Lagi-lagi karena handphone saya tidak mumpuni, hiks….

Tantangan-tantangan di atas, awalnya membuat saya yang tipikal “istri manja” ini stres. Sempat mengalami insomnia, mood swing, berat badan naik turun dan siklus menstruasi jadi tidak teratur. Namun seiring berjalannya waktu, kami mulai bisa melihat hikmah dibalik tantangan LDM ini.

Best Moment of Being Alone

Momen LDM ini menjadi salah satu best momen dalam pernikahan kami. Ya, best momen yang tidak indah memang. Tapi best momen yang mengajarkan kami beberapa hal penting dan mendasar dalam pernikahan:

1 . Best Moment: Kesederhanaan dan Perjuangan

Seperti sempat saya sebut di atas, jujur, saya bukan perempuan yang tegar. Nama blog ini mungkin cukup menggambarkan seperti apa saya. Malas. Atau mungkin lebih tepatnya manja. Tak pernah hidup bergelimang harta, namun orang tua saya tak pernah membuat saya menderita. Sepertinya selama ini apa yang saya butuhkan selalu terpenuhi.

Mungkin karena itu di antara saya dan suami, momen LDM mempengaruhi lebih banyak ke karakter saya. Saya ditantang untuk menjadi lebih mandiri. Membiasakan diri mengasuh dan memelihara Gayatri sendiri. Mengatur support system kami dengan lebih teliti karena tiada suami yang akan mengecek “bagian” saya lagi.

setrong

Pun, berjuang hidup lebih sederhana. Agar kami dapat bertemu setidaknya dua minggu sekali. Wkwkwk, tiket pesawat pp-nya aja bisa nembus 2 jeti, book, wkwkwk. Namun kami rela.

Berkaitan dengan itu, keinginan membeli gadget demi menghadapi ketiga tantangan sebelumnya pun saya tekan kuat-kuat. Tabungan kami makin menipis walaupun kami sudah berusaha berhemat. Makanya saya seneng banget waktu di blognya, sujiwo.com, Mbak Pungky dan suami bikin giveaway handphone yang spec-nya sesuai banget sesuai harapan saya. Nanti saya bahas di bawah ya. Sekarang lanjut curhat lagi….

2 . Best Moment: Penghargaan atas Kehadiran

Saya jadi menyadari bertapa berharganya kehadiran suami saya. Yang biasanya saya take it for granted. Saya rindu pada guyonan recehnya yang selalu berhasil membuat saya tertawa. Saya rindu pada teguran-teguran tajamnya, yang biasanya benar. Saya rindu pada kehadirannya. Hanya dengan hadir saja, dia bisa membuat suasana berbeda.

Saya yakin suami saya pun merasakan hal yang sama.

Berikut adalah foto-foto di tanggal 5 Mei 2018, momen di saat suami saya mengantarkan saya dan Gayatri di kosan baru. Momen perpisahan pertama kami setelah menikah:

gayatri dan kos

gayatri dan kos 4

gayatri dan kos 3

Saya menyebutkan dua best momen di atas bukan sedang sugar coating ya. Saya tidak mau meromantisasi perpisahan kami. Saya akui kalau LDM itu berat sebagaimana tantangan yang saya ceritakan di awal, dan punya banyak konsekuensi dalam kehidupan kami. Saya tidak merekomendasikan untuk melakukan hal ini, karena LDM memang bukan hal yang ideal terjadi dalam kehidupan rumah tangga.

Namun apabila itu harus terjadi, berjuanglah. Dan carilah hal-hal yang bisa memudahkan perjuangan.

Pejuang LDM dan Senjatanya

Saat saya membaca sekilas blog Mbak Pungky dan suaminya, awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk ikut giveaway yang sedang mereka jalankan. Namun setelah saya membaca-baca lagi tentang hadiah yang ditawarkan, saya menjadi semangat banget. Bagaimana tidak, sepertinya inilah cara supaya saya bisa mendapatkan “senjata” yang lebih yahud menghadapi momen LDM ini: HUAWEI Nova 3i!

huawei nova 3i camera

Mungkin bagi teman-teman yang sedang mencari handphone juga, saya mau sharing spec-nya:

  1. Konektivitas yang Kuat

Konektivitas Huawei Nova 3i didukung fitur canggih:

  • fitur EMUI 8.2 alias elevator modeyang dapat mengoptimalkan kinerja jaringan dan memulihkan sinyal 4G secara cepat,
  • fitur Huawei GEO 1.5 yang memungkinkan pengguna mendapatkan layanan meski di tempat tertutup, nah, pas banget kan handphone ini untuk mengatasi tantangan sinyal di kama saya yang seperti bunker itu….
  • fitur AI Noise Removal yang dapat menganalisis suara sehingga dapat meningkatkan kualitas telepon (call maupun video call) seperti meminimalisasi suara background yang berisik atau malah memperjelas suara rendah yang teridentifikasi sebagai suara kita. Canggih ya….

konektivitas huawei nova

2 . Prosesor Grafis yang Mumpuni

HUAWEI nova 3i mengadopsi tekhnologi grafis yang keren banget:

  • Kirin 710 berteknologi 12 nm, HUAWEI nova 3i yang memberikan hasil responsif yang halus, serta pengalaman bermain yang imersif dengan ISP (prosesor sinyal gambar) independen dan DSP (prosesor sinyal digital).
  • Diperkuat dengan GPU Turbo (graphic processing unit) yang pada akhirnya bakal memberikan pengalaman lebih baik dalam memakai smartphone, termasuk ketika menjalankan game kelas berat. GPU Turbo yang ada di smartphone Huawei akan meningkatkan efisiensi pemrosesan grafis sebesar 60 persen sekaligus mengurangi konsumsi energi SoC (System on Chip) sebesar 30 persen yang berarti akan bikin baterai lebih hemat. Semua proses memaksimalkan kinerja ini dilakukan secara legal di smartphone Huawei yang berarti tidak akan merusak perangkat dan garansi.

Kedua tekhnologi di atas akan menjadi favorit bagi para gamer pengguna handphone. Namun bagi saya, yang tidak suka main game pun akan bermanfaat karena bisa jadi senjata pendukung produktivitas saya dalam hal editing grafis materi-materi blog.

  1. Kamera dengan Artificial Inteligent (AI)

Memiliki kamera yang diperkuat AI yang membuat hasil foto yangmemiliki kejernihan yang tinggi dan juga bisa untuk efek bokeh yang profesional karena punya aperture f/2.2 di kamera belakang. Kece kan. Kamera depan: kamera AI 24 MP + 2 MP. Kamera belakang: kamera AI 16 MP + 2 MP.

Dengan fitur 16X Super Slow Motion pengguna juga bisa merekam gerakan super detail dalam rekam lambat yang dramatis. Kebayangnya si ngerekam video Gayatri pertama kali terjun ke kolam renang, atau permainan gelembung sabun bakal jadi ekstra menarik dan berkesan.

Saya juga tidak perlu kawatir ribet dengan pengaturannya, karena dengan artificial inteligent HUAWEI nova 3i mampu merekognisi 22 kategori pengaturan settingan momen, sebagai berikut:

huawei camera ai

Oiya, dengan adanya kamera yang mumpuni di handphone, saya juga dimudahkan karena pirantinya jadi ringkas dan ringan.

Selama ini, kalau saya sedang ada job review produk, saya akan menenteng kamera mirrorless saya plus tripod yang segede gaban. Agak repot ya, mengingat saya masih harus menggendong Gayatri juga. Kalau punya gadget ini, saya nggak perlu lagi menenteng kamera mirrorless dan tripod yang besar, saya tinggal bawa HUAWEI nova 3i dan monopod/ tongsis kemudian pengambilan gambar bisa dengan remote atau timer.

Selain mendukung produktivitas, adanya kamera depan dan belakang yang berkualitas di handphone juga akan membantu saya capturing aktivitas sehari-hari yang kemudian saya kirim ke suami saya tanpa takut kehilangan momen penting.

  1. Storage

Tebak berapa besar storage yang dimiliki oleh Huawei nova 3i? 128 GB!!!! Paling besar di kelas smartphone mid-end saat ini. Dengan storage sebesar itu, mau ambil foto sebanyak apapun dan video sesering apapun, saya tak perlu sering-sering menghapusi gambar.

Selain itu, saya pun jadi bisa menginstal lebih banyak aplikasi pengolah gambar, infografis dan video di handphone. Dan bisa mengerjakannya selama saya duduk di Transjakarta pulang pergi ngantor. Asyik banget kan! Tak perlu lagi mengorbankan waktu tidur saya atau waktu bermain saya dengan Gayatri.

  1. Desain yang Fungsional Sekaligus Menarik

Senjata yang mumpuni ini juga punya tampang yang kece dengan tiga pilihan Black, Iris Purple dan Camaro. Ketiganya sama kecenya si…. Kalau ukurannya sendiri layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080). Cukup besar untuk mengerjakan beberapa pekerjaan, namun cukup ringkas untuk masuk di kantong ataupun pouch.

huawei nova 3i

Spesifikasi lebih detailnya bisa diintip di web HUAWEI ya…. di Spesifikasi HUAWEI Nova 3i.

Sekian curhat tentang Best Momen saat menjalani Long Distance Marriage dengan suami. Semoga sharing kali ini bisa memberikan sudut pandang lain gitu, biar para pejuang LDM tidak melulu galau. Tapi tambah semangat mencari solusi dan “senjata” yang mempermudah kehidupan mereka.

Semangaaaat semuanyaaa!!!!

“Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo”

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Persiapan Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak

tips mempersiapkan kehamilan

Acara resepsi pernikahan telah usai. Malam pertama menanti di depan mata. Lalu apa yang harus dilakukan?Alih-alih menasehati untuk mengambil paket perawatan di salon, Inez, sahabat saya sejak SMP, berpesan: “Minum susu persiapan kehamilan, La!”

“Astaga!” kata saya saat itu. Saya baru nikah Neng, belum mikir mau hamidun.

Saya tidak menanggapi serius pesannya, dan ternyata kehamilan datang tanpa menunggu saya sempat memikirkannya. Tanpa ada jeda masa menstruasi, saya positif hamil. Kami gembira sekali saat itu. Apalagi orang tua saya, janin di kandungan saya adalah calon cucu pertama. Digadang-gadang akan lahir tegap seperti Kakeknya jika laki-laki, dan cantik seperti Neneknya jika perempuan. Sayangnya, kami harus kehilangan kandungan saya secepat kabar datangnya kehamilan itu.

hiksSedih? Tentu saja.

Namun, tak larut dalam kesedihan, kami belajar dari kesalahan masa lalu. Kehamilan adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan baik. Demi kesehatan calon bayi dan kesehatannya di masa mendatang. Singkat cerita, saya hamil kembali, dan anak kami yang pertama sekarang telah berusia 20 bulan. Puji Tuhan, sehat, tinggi dan lincah bukan main. Seusai melahirkan dulu, saat suami saya meluncurkan niatan menambah momongan, Dokter Kandungan saya berpesan, jaga jarak antar kehamilan agar kondisi tubuh Ibu telah pulih sepenuhnya.

Siaaaap! Dan kini saat yang kami rasa sudah cukup. Empat bulan lagi, Gayatri sapih dan rencananya saya akan melepas IUD yang saya gunakan sebagai alat kontrasepsi. Masa ini akan saya pergunakan kembali untuk memersiapkan tubuh saya menyambut jabang bayi.

Apakah saya terdengar berlebihan, belum lepas IUD sudah persiapan kehamilan berikutnya?

Tentu tidak ya. Selain memiliki pengalaman buruk di masa lalu sebagaimana saya ceritakan di atas, saya juga memiliki data tentang bagaimana masa kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan anak di masa depan dalam jangka panjang.

Adalah kondisi bernama stunting, atau gagal tumbuh pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang mengimbas 29,6% balita Indonesia di tahun 2017. Angka yang kurang bagus, mengingat batas WHO adalah 20%. Kondisi ini terjadi karena pemberian gizi pada 1000 hari pertama kelahiran atau yang sering disebut dengan Golden Period tidak optimal.

persentase stunting balita IndonesiaSumber: Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id.

Dan sebagaimana mungkin tidak kita sadari benar, Golden Period dihitung sejak hari pertama kehidupan. Yap! Tidak salah baca. Kehidupan dalam konteks ini dihitung sejak hari pertama kehamilan, bukan kelahiran. Atau dengan kata lain sembilan bulan di kandungan sampai dengan usia anak dua tahun.

Oleh karena itu, saya sangat memperhatikan masa persiapan kehamilan. Supaya saat hari pertama sel telur saya bertemu dengan sel sperma suami, tubuh saya telah siap untuk dilekati embrio kesayangan kami berdua.

Lalu bagaimana saya selama ini memersiapkan kehamilan?

1 . Asupan Makanan Pra Kehamilan.

Berkaitan dengan pesan Inez di awal tadi, saya sempat bertanya pada dokter kandungan saya. “Apakah benar saya harus minus susu pra kehamilan untuk mendapat asupan yang terbaik bagi kehamilan saya nantinya?” Jawaban dokter saya, “Tidak.” Yang pasti saya harus memperhatikan adalah kecukupan asupan zat besi, asam folat dan kalsium.  Jadi, saya pun tidak ganti susu, saya tetap minum susu kesukaan saya seperti biasanya (Iya! saya sampai tua gini masih suka minum susu. Doyan!).

Sharing kali ini berdasarkan konsultasi saya dengan dokter kandungan saya ya, bisa jadi kondisi tubuh masing-masing Ibu berbeda. Jadi walaupun secara umum, sama, tapi saya juga menyarankan untuk berdiskusi dengan ahlinya.

makanan ibu hamilUntuk menyukupi kebutuhan zat besi, asam folat dan kalsium, menu makanan yang dikonsumsi tidak harus mewah, dari bahan pangan yang mudah ditemui pun banyak yang mengandung zat-zat tersebut. Berikut adalah contoh menu makanan paling mudah saya temui dan tentu saja saya sukai:

  1. Zat Besi : Daging merah, ayam, ikan, brokoli dan sawi hijau. Zat besi, selain diperlukan untuk kesehatan Ibu juga penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertumbuhan plasenta.
  2. Asam Folat : Alpukat, jeruk, brokoli dan kacang merah. Asam folat berperan untuk perkembangan tabung saraf yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang demi mencegah kecacatan.
  3. Kalsium : Susu, keju dan yoghurt. Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi bayi.

2 . Kesehatan Psikis dan Fisik Lainnya.

Concern saya yang juga tak kalah penting adalah masalah asma yang saya derita. Saya benar-benar ingin saya fit saat hamil sehingga, saya tidak perlu mengonsumsi obat-obatan. Dulu saat hamil Gayatri saya menyempatkan untuk rutin berenang dan melakukan yoga. Saat ini, karena suami tinggal di luar kota, kedua hal ini sulit untuk saya lakukan. Untuk itu saya mengakalinya dengan berjalan kaki saat berangkat ke kantor dari halte Trans Jakarta atau sebaliknya. Lumayan ya, setengah jam berjalan kaki setiap harinya membuat saya merasa lebih segar dan bugar.

Selain asma, yang sedang saya kawatirkan adalah kondisi psikis saya. Berjauhan dengan suami, dengan kondisi berkerja sambil mengasuh satu balita memang cukup menguras tenaga jiwa dan raga. Beberapa kali saya mendapati kelelahan yang terakumulasi kadang membuat saya merasa burn out.Tanda-tanda yang saya rasakan adalah seringnya saya sulit tidur, mood swing dan merasakan nyeri otot dan kepala.

tubuh dan jiwa yang sehat

Saya bersyukur dukungan suami begitu kuat, sehingga saya tidak mengalami depresi yang berat. Selebihnya untuk menjaga kesehatan psikis saya, saya menggunakan aromaterapi (tidak dianjurkan jika sudah hamil), melakukan meditasi dan juga mendengarkan musik. Hal-hal sederhana ini masih bisa saya lakukan sambil melakukan aktivitas sehari-hari bersama Gayatri, anak pertama saya, dan terbukti efektif.

Saya harap, kesehatan fisik dan psikis saya ini menolong saya mampu menjalani kehamilan dengan sehat dan juga mampu melahirkan pada waktunya. Kesehatan fisik dan psikis juga penting bagi kesiapan saya merawat bayi saya pasca persalinan, terutama untuk mencegah baby blues dan persiapan menyusui.

Jadi yang diperhatikan jangan hanya kesehatan fisik semata ya, kesehatan psikis juga penting!

3 . Pengetahuan untuk Memenuhi Gizi Bayi Setelah Lahir.

1000 hari pertama Kehidupan memang tidak berhenti saat bayi lahir. Setelah lahir, masih ada ratusan hari lagi yang masih harus diperjuangkan. Perjuangan memenuhi gizi bayi melalui ASI dan MPASI. Untuk itu penting bagi saya untuk belajar (lagi dan lagi) tentang menyiapkan ASI (dan juga ASI Perah, karena saya ibu bekerja) serta tentang menyiapkan MPASI.

“Menyusui adalah dasar kehidupan. Dukung ibu menyusui untuk mencegah stunting. Anak sehat, bangsa kuat”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), pada Puncak Peringatan Pekan Asi Sedunia (PAS) tahun 2018 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin pagi (20/8).

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, memaparkan beberapa data kajian dan fakta global dalam The Lancet Breastfeeding Series tahun 2016 membuktikan bahwa ASI Eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan. Lebih jauh lagi beberapa studi menyebutkan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam memperbaiki berat bayi lahir rendah (BBLR), stunting dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis dalam jangka panjang.

ASI mencegah stuntingSumber: Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Kesalahan yang saya lakukan saat anak pertama terkait ASI adalah saya berpikir pemberian ASI akan berjalan lancar-lancar saja, sehingga saya tidak perlu belajar tentang hal itu. Saya tahu pentingnya ASI dan ASI Eksklusif, namun saya tidak membekali diri saya dengan bekal ilmu yang cukup untuk menjaga produksi ASI saya dan bagaimana memanajemen ASI Perah. Akibatnya saya kehabisan stok ASIP di bulan ke-empat, setiap hari saya harus “kejar setoran” untuk memenuhi kebutuhan ASI Gayatri.

Berkaca dari pengalaman tersebut, pada bulan Agustus kemarin saya menyempatkan diri mengikuti seminar singkat tentang kebiasaan baik yang perlu dilakukan ibu menyusui yang dapat meningkatkan produksi ASI. Saya sempatkan khusus datang, karena kalau hamil nanti sudah akan lebih sulit untuk sering-sering berpergian jauh. Selain itu, saya juga mulai mengumpulkan informasi tentang bagaimana cara manajemen ASIP bagi ibu bekerja.

Untuk yang sedang mencari informasi juga, saran saya carilah info terkait:

  • pijat oksitosin,
  • pijat payudara,
  • posisibayi,
  • pelekatan bayi pada puting.

Bagi Ibu bekerja mungkin juga ditambah ilmu tentang:

  • power pumping,
  • cara menghitung kebutuhan ASIP,
  • cara menyimpan ASIP,
  • metode pemerahan ASI,
  • peralatan terkait ASIP.

Ilmu ini sebaiknya sudah dimiliki jauh-jauh hari ya, supaya setelah persalinan, Ibu bisa lebih tenang menghadapi tantangan yang dihadapi yang mungkin gampang-gampang susah.

Kalau terkait MPASI, pengalaman sebelumnya saya cukup lancar. Pembelajaran yang saya lakukan adalah membaca-baca lagi jurnal dan buku terkait MPASI untuk updating ilmu. Saya juga mengikuti talkshow-talkshow Kemenkes melalui media online seperti video anjuran memberikan menu mengandung Ikan sebagai pencegahan stunting berikut:

Sumber: www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id. Website ini cukup banyak menyediakan informasi terkait sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh Kemenkes dan relatif mudah saya tonton, baca dan nikmati informasinya.

Sekian sharing dari saya tentang bagaimana saya mempersiapkan kehamilan sebagai cara pencegahan stunting. Semoga sharing kali ini bermanfaat ya! Salam sayang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!