Penyebab Iritasi Kulit Bayi dan Cara Menanganinya

iritasi kulit bayi

Iritasi kulit pada bayi bisa bermacam-macam ya penyebabnya. Dari dalam tubuh si bayi sendiri yang kulitnya masih sensitif (atau ditambah punya riwayat alergi dalam keluarga) maupun dari faktor eksternal.

Mengetahui faktor-faktor penyebab ini penting, demi penanganan yang tepat, sehingga cepat juga diatasi. Terlihat sepele memang, namun bisa berujung pada rewelnya bayi dan kesehatannya secara umum.

Berikut saya bahas beberapa pengalaman kami terkait iritasi kulit bayi, penanganannya dan review produknya yaa! Semoga bermanfaat bikin para bayi happy tanpa iritasi….

iritasi kulit bayi

Penyebab Iritasi Kulit Bayi

Penyebab iritasi kulit bayi yang dialami adalah: 1) karena penggunaan pakaian serta diapers yang kurang tepat, 2) karena cuaca yang lembab atau sebaliknya karena terlalu lama di dalam AC yang terlalu kering, serta 3) karena penggunaan produk perawatan bayi tertentu, seperti produk sabun mandi/ pencuci pakaian yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate/ Anionik Surfactant.

Tentu saja faktor-faktor ini kami kenali, dari menduga-duga dengan melihat rewelnya bayi dan memeriksa tanda-tanda iritasi kulit bayi yang muncul di tubuhnya.

1 . Iritasi karena Pakaian/ Diaper

Tanda iritasi:

Poin 1 paling sering dialami Gayatri saat di bawah usia 6 bulan. Tanda-tandanya cukup mudah didapatkan (kalau diapers) karena lokasinya yang spesifik di pantat. Kalau ada iritasi di pantat, bisa dipastikan, kalau bukan karena masalah higienitas, ya kemungkinan besar karena faktor diapernya.

Cara menangani iritasi:

Berdasar pengalaman saya, cara menanganinya adalah dengan mengganti diaper, mencuci pantat bayi setelah pup/ pipis dengan bersih, mengeringkan pantat bayi dengan sempurna saat berganti diaper, memilih diaper yang berkualitas (saya pernah menulis tema ini sebelumnya). Produk diaper cream pun bisa dipilih untuk mempercepat penyembuhan.

Kalau untuk pakaian, yang pasti, ketika memilih pakaian bayi, better pilih yang katun dan ada logo SNInya ya….

2 . Iritasi karena Biang Keringat

Gayatri, anak kami sering mengalami biang keringat sejak kami pindah rumah ke Surabaya. Ya, faktor udara yang panas dan lembab sangat berperan.

Tanda iritasi:

Tanda-tanda yang terlihat adalah kulit kemerahan di bagian leher, dada dan punggung. Karena Gayatri juga ada kecenderungan atopic, seringkali juga ada kemerahan di bagian lipatan siku, lipatan belakang lutut dan juga ketiak. Seringkali, kemerahannya diikuti dengan beruntusan di kulit.

Cara menangani iritasi:

Cara mengakalinya adalah dengan memakaikannya pakaian tanpa lengan dengan harapan sirkulasi udara ke kulitnya baik, memilih bahan yang katun serta menggunakan bedak cair untuk menyerap keringat berlebih. Untuk malam hari kami menggunakan AC di kamar tidur.

3 . Iritasi karena Detergent SLS/ Anionik Surfactant pada Produk Bayi

Tanda iritasi:

Tanda yang paling menonjol tentunya adalah apabila terjadi rekasi di lokasi penggunaan produk bayi tertentu sesaat setelah menggunakannya ya.

Kalau buat anak saya, yang paling sering memicu iritasi adalah sabun mandi bayinya dan sabun cuci pakaiannya.

kulit sensitif
Kondisi kulit Gayatri beberapa waktu lalu.

Tanda-tanda kalau tidak cocok dengan sabun bayi, biasanya adalah kulitnya jadi kering. Kadang sampai bersisik dan mengelupas.

Kalau tanda tidak cocok dengen detergen bayi, biasanya Gayatri akan sering garuk-garuk di bagian punggung, dada dan leher (namun bagian bawah, atau di sekitaran kerah) dan bagian-bagian tersebut memerah.

Cara membedakannya dengan biang keringat:

Tentunya harus diperiksa tanda lain yang mendukung ya, untuk membedakan apakah merahnya karena biang keringat atau karena salah produk. Misalnya cek/ raba kausnya. Kalau kausnya basah karena keringat, fakta tersebut mendukung ke biang keringat. Kalau kausnya kering namun terasa kaku dan berbulu-bulu serat kainnya, bisa jadi faktor sabun cuci pakaiannya yang tidak cucok.

Cara mengatasi:

Tentunya adalah dengan memilih produk sabun bayi dan deterjen bayi yang lembut di kulit bayi (ditandai dengan tidak adanya kandungan Sodium Laury Sulfate atau anionic surfactant), namun juga tetap efektif membersihkan.

Kalau poin 1 dan 2 sudah beberapa kali saya bahas di artikel sebelumnya ya. Untuk yang poin 3, saya bahas lebih lanjut dibawah ini.

Memilih Produk Sabun dan Detergen Bayi

“Apakah produk bayi mahal selalu jadi jawaban?” pertanyaannya demikian ya. Menurut saya tidak selalu si. Yang penting adalah memeriksa di ingredients produk, ada atau tidak bahan yang menyebabkan iritasi kulit.

Dalam artikel ini, saya mau mereview dua contoh produk bayi yang diklaim lembut di kulit bayi yang sensitif sekalipun.

1 . Hindari bahan yang menyebabkan iritasi.

Klaim yang menarik bagi saya tersebut, didasarkan oleh tidak adanya kandungan Sodium Lauryl Sulfat/ Sodium Laureth Sulfat/ Sodium Myrate Sulfat/ Anionik Surfaktant yang memiliki potensi iritan. Produk-produk ini juga memiliki pH 5,5 yang sesuai dengan kulit bayi.

2 . Pastikan proses produksinya diawasi oleh otoritas.

Selain itu pilih yang memiliki nomor BPOM ya….

Yang menarik lagi, produk yang mau saya review ini berada di bawah pengawasan perusahaan farmasi, Novell Pharmaceuticall group. Novel Phamaceuticall Group ini adalah group yang memroduksi Lacto B itu lo, seems familiar ya dengan produk ini. Sehingga mulai dari bahan baku, proses produksi, bahan kemas sampai dengan jadi produk sesuai dengan standar kualitas Good Manufacturing Practice Farmasi.

Produknya apakah ituuuuu????

Kedua produk tersebut adalah Purebaby Liquid Soap dan Purebaby Laundry Liquid.

produk sabun bayi  untuk kulit sensitif

Sabun Mandi Bayi: Purebaby Liquid Soap

Perkenalan pertama saya dengan produk sabun mandi bayi Purebaby Liquid Soap ini cukup mengesankan ya. Karena saya pertama kali menggunakannya setelah Gayatri selesai berenang.

Seperti kita tahu, berenang memang baik untuk kesehatan. Namun, untuk kulit seringkali menjadi masalah, karena kandungan kaporit dan garam-garam lain yang terkandung di dalam air kolam. Serta karena lamanya air tersebut berinteraksi dengan kulit bayi. Hal-hal tersebut bisa membuat kulit bayi/ anak mengalami kering dan iritasi.

Untuk itu diperlukan sabun bayi yang efektif membersihkan residu kaporit namun juga tetap lembut di kulit bayi.

sabun bayi yang aman untuk kulit sensitif
sabun bayi mengobati biang keringat

Yang perlu digarisbawahi adalah klaim kandungan Triple Moisturizer “Oat kernel Extract, Chamomile, Pro Vit B5” yang mampu merawat kulit dari iritasi kulit seperti ruam, alergi, dermatitis dan biang keringat ya.

Tekstur dan Busa

Tekstur Purebaby Liquid Soap ini cenderung kental kalau saya bilang. Lebih kental daripada sabun cair yang biasa saya pakai di rumah. Malah seperti lotion ya.

Saat digunakan busa yang dihasilkan tidak banyak-banyak banget, namun cukup. Saya hanya menggunakan dua pump untuk tubuh Gayatri. Satu pump untuk tubuh bagian atas sampai perut. Satu pump untuk tubuh bagian atas.

Yang saya rasakan (saya terbiasa mencoba produk bayi terlebih dahulu, sebelum digunakan ke anak) adalah, kulit terasa lembab dan tidak kesat sesaat setelah mandi. Kalau menggunakan sabun biasa kan kadang ada rasa ketarik gitu ya kulitnya, di Purebaby ini tidak. Hal ini tanda yang bagus, buat saya, karena setelah dikeringkan akan terasa lebih lembab dan lembut.

sabun hipoalergenic
sabun untuk kulit sensitif

Aroma

Aromanya mild banget. Saya suka, karena tidak nyegrak sama sekali.

Setelah bilas, bau air kaporit yang biasa menempel di kulit Gayatri setelah berenang hilang tuntas loh. Sama sekali tidak tercium. Digantikan wangi sabun bayi yang mild. Saya berharap hilangnya bau kaporit tersebut menandakan bahwa sabun ini memang efektif menghilangkan kotoran di kulit.

Setelah beberapa hari menggunakan sabun bayi, kulit Gayatri juga terasa tidak sekering biasanya. Berarti memang benar, klaim kandungan Triple Mousturizernya itu bekerja ya….

kulit sensitif bayi

Kurang lebih pemakaian selama empat hari, kulit keringnya yang mengelupas di belakang telinga, sudah hilang. Tentu saja rangkaian perawatan kulit yang lain tetap saya jalankan. Namun, penggunaan sabun ini kerasa banget bedanya.

Detergen Bayi: Purebaby Laundry Liquid

Untuk mencegah terjadinya iritasi di kulit bayi, tidak hanya sabun mandi yang perlu diperhatikan. Tetapi sabun cuci pakaian baji juga sangan penting untuk diperhatikan.

Ada tiga hal yang mengakibatkan detergen bayi atau sabun cuci baju bayi berpotensi mengakibatkan iritasi kulit. Yang pertama adalah 1) karena residu dari bahan aktifnya tidak terbilas dengan baik sehingga dapat berinteraksi dengan kulit saat dipakai. Yang kedua, 2) karena menghasilkan serat kain yang kaku/ berbulu setelah pakaian kering. Dan yang terakhir, adalah 3) karena bahan aktifnya tidak efektif dalam membersihkan pakaian, sehingga noda dan bakteri jahat masih “bertengger” di pakaian bayi.

Ketiga hal di atas seharusnya tidak terjadi di detergen bayi yang bagus.

Trus gimana dengan Purebaby Laundry Liquid?

detergen bayi yang bagus mencegah iritasi kulit
detergen bayi non sls

Komposisi detergen bayi Purebaby Laundry Liquid dapat dilihat dalam kemasannya, seperti gambar di atas. Tampak jika pada produk ini SLS free ya…. Serta hypoallergenic dan direkomendasikan bahkan untuk kulit bayi yang sensitif.

Tekstur dan Busa

Sebagaimana foto di bawah tampak tekstur produk ya, saya rasa teksturnya cukup oke, dan juga mudah larut di air.

Busa yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak. Ini juga nggak masalah buat saya. Karena kan yang membersihkan pakaian sebenarnya bukan busa ya, tapi bahan aktif pembersihnya. Setahu saya produk ini menggunakan Alkylpoliglucoside yang berasal dari minyak kelapa dan gula jagung sebagai zat pembersih.

sabun pakaian bayi
detergen untuk kulit sensitif

Untuk melihat apakah benar produk ini bisa membersihkan noda, saat saya mencuci menggunakan Purebaby dan mesin cuci, setelah 8 menit spin pertama, saya pause, dan coba melihat rendamannya. Ternyata hasilnya abu-abu keruh (lihat foto di bawah), tanda noda dan kotoran terangkat.

detergen bayi non sls

Aroma

Biasanya saya tidak akan panjang bahas sisi aroma dari suatu produk ya. Tapi kalau produk detergen bayi, akhir-akhir ini jadi sorotan saya. Hihihi. Soalnya Gayatri sedang toilet training. Hihihi, jadi sering banget celananya kena pup atau kena ompol. Yang…. yaaaaaa, tahu sendiri kan ya, kalau nyucinya nggak bersih, bau aduhainya bisa tertinggal. Iyuuuuhhh….

Saya juga nggak suka kalau detergennya terlalu wangi, tapi nggak bersih. Jadi tetep pesing tapi berbaur sama wangi. Iyuuuuuuhhhh #2…. Hihihi….

Syukurlah, sekarang nggak perlu iyuuuh iyuuhh lagi, soalnya Purebaby ternyata efektif banget menghilangkan bau pesing, tanpa harus diimbuhi dengan parfum yang terlalu wangi. Jadi ya seger aja gitu. Lagi pula, kalau terlalu wangi, saya malah kawatir dengan residu/ fragrance yang juga bisa memicu reaksi alergi di kulit bayi.

Hasil cucian:

Hasil cuciannya segar. Serat kainnya juga cenderung nurut. Gak yang kaku dan berdiri-berdiri gitu. Jadi pas dipakai nggak bikin gatal dan iritasi. Noda-nodanya juga tak berbekas lagi.

Tips nyuci bekas ompol biar nggak ribet ala nyonyamalas:

Untuk celana yang terkena pup atau pipis, sebaiknya dibilas dulu kotorannya. Kemudian sediakan satu ember khusus berisi air ditambah sedikit Purebaby Laundry Liquid, rendam. Ketika akan dicuci diperas dulu. Biasanya saya di sore hari baru cuci semuanya bareng dengan pakaian yang lain. Begitu relatif aman kok. Ga bau apek dan juga nggak pesing.

Where To Buy

Dulu jaman saya masih di Bintaro, yang paling kumplit produk Purebabynya setahu saya di Maebebe Baby Shop (Bintaro Sektor V), langganan saya di situ. Selain di situ, setahu saya produk Purebaby juga bisa dibeli di Ranch Market, Food Hall, Farmers, Kelapa Gading, Aeon, Lulu, Grand Lucky, Diamond dan Baby Shop. Untuk Purebaby Liquid soap juga bisa didapatkan di apotek, Kimia Farma salah satunya.

Ranch Market, Galaxy Mall, Surabaya

Demikian sharing tentang iritasi kulit bayi kali iniiiiii! Semoga bermanfaat yaaa! :) Teriring doa supaya bayi/ anak-anak kita sehat selalu….. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Cara Naik Pesawat Bersama Bayi 101

Cara naik pesawat bersama bayi, memang gampang-gampang susah. Tapi berdasarkan pengalaman saya kurang lebih satu tahun pulang pergi tiap dua minggu sekali Jakarta Surabaya naik pesawat bawa bayi, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar perjalanan menjadi ringkas. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan saat mudik naik pesawat bareng bayi, atau traveling bersama bayi di kesempatan lain.

Disclaimer: Artikel ini berdasarkan pengalaman saya selamai ini. Syarat dan ketentuan dari maskapai dan bandara bisa berubah sewaktu-waktu.

tips bawa bayi naik pesawat bersama bayi
Suami, saya dan Gayatri di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta

Saya harap pengalaman saya ini bermanfaat ya….

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

1 . Pemilihan maskapai pesawat dan tempat duduk.

Yang seringkali terlewatkan saat mempersiapkan perjalanan bersama bayi adalah pemilihan maskapai. Pertimbangan yang utama biasanya adalah biaya ya. Namun, kenyamanan seharusnya pun tidak boleh dinomor duakan.

Kenyamanan maskapai mahal belum tentu lebih baik daripada maskapai low cost loh. Saya pernah membandingkan beberapa maskapai di kelasnya pada artikel-artikel sebagai berikut:

Perbandingan maskapai low cost.

Perbandingan maskapai full service.

Selain kenyamanan, yang paling penting dipertimbangkan saat memilih maskapai adalah: apakah maskapai tersebut memberikan izin kepada penumpang yang membawa bayi/ infant untuk melakukan online/ web checkin.

Karena beberapa maskapai seperti Garuda dan Sriwijaya tidak mengizinkan penumpang dengan infant untuk melakukan web checkin.

Hal ini perlu dipertimbangkan, karena web checkin akan mempersingkat waktu tunggu di bandara. Yang mana, akan lebih nyaman bagi penumpang dengan bayi. Nunggu lama di bandara, bareng bayi, itu kurang nyaman loh. Walaupun di lounge, walaupun se-kids-friendly apapun, kalau saya better sudah checkin online dulu.

Checkin online juga memungkinkan penumpang yang membawa bayi untuk memilih tempat duduk yang senyaman mungkin, sedini mungkin.

Memang beberapa maskapai seperti Air Asia dan Citilink, memperbolehkan untuk upgrade seat di atas pesawat dengan biaya tambahan, tetap saja jika masih tersedia seatnya. Jadi better persiapan si kalau saya.

Pastikan juga membaca cara naik pesawat dari web maskapai masing-masing untuk memastikan ada tidaknya peraturan khusus.

2 . Barang bawaan.

Jumlah barang bawaan tergantung lamanya vakansi dan juga jumlah orang yang berangkat tentunya. Kalau saya hanya berpergian berdua dengan Gayatri, saya akan lebih ngrepress barang bawaan, dibandingkan saat bepergian dengan suami.

Tujuannya tentu demi kepraktisan. Apalagi sekarang biaya bagasi untuk maskapai lowcost dibebankan ke penumpang ya…..

Untuk yang pertama kali berpergian naik pesawat bersama bayi, saya ingin kasih gambaran. Yang pertama harus dibawa adalah diaper bag, dimana kita bisa mengambil keperluan bayi dengan ringkas dan cepat. Jadi isinya hanya keperluan bayi selama dalam perjalanan. Sementara pakaian bayi dan orang tua selama liburan, wajib dipisahkan dalam tas kedua, dst.

Daftar isi diaper bag yang menurut saya harus dibawa saat anak usia di bawah satu tahun saya tulis di daftar barang bawaan.

Ada tiga tempat untuk meletakkan barang bawaan saat bepergian dengan pesawat:

  1. Di bagasi pesawat, untuk bawaan yang banyak dan berat. Kita bisa menitipkan barang saat melakukan checkin. Pilihan ini paling saya tidak sukai, karena proses pengambilannya di bandara tujuan, biasanya cukup lama.
  2. Di kompartemen kabin (di atas tempat duduk). Jika memutuskan untuk memilih tempat ini, yang harus dipertimbangkan adalah,pilih tas yang paling mudah dibawa, mengingat nanti kita akan menggendong bayi, menenteng diaper bag dan membawa tas berisi pakaian lain. Saya dan suami biasanya memilih travel bag yang bisa dipanggul di punggung (backpack).
  3. Di bawah kursi penumpang depan kita. Tempat ini relatif kecil, jadi biasanya saya taruh diaper bag saya di sini. Untuk memudahkan saya juga mengambil barang bayi yang dibutuhkan saat on board.

Paketin sebagian.

Pilihan saya lainnya (demi kepraktisan) apabila harus membawa bayi dalam perjalanan hanya berdua, adalah memaketkan barang bawaan. Supaya bawaan saya ringkas, hanya perlu gendong bayi dan nenteng diaper bag saja.

Memang jadi ada biaya tambahan, namun dalam kacamata saya, pilihan ini juga lebih aman. Karena konsentrasi kita tidak terpecah untuk mengawasi barang-barang yang banyak. Jadi kita bisa fokus untuk mengawasi anak dan keselamatan diri.

Stroller boleh dibawa ke pesawat?

Stroller yang boleh di bawa ke dalam kabin pesawat, setahu saya adalah yang bisa dilipat seukuran diaper bag. Kecil gitu. Pliko gitu. Selain itu, harus masuk bagasi.

3 . Tips saat di atas pesawat.

Yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana tips agar anak tidak rewel di atas pesawat. Sebenarnya sebagai ibu, kita pasti mengenal anak kita ya, jadi kebiasaan sehari-harinya saja diadaptasi.

Yang pasti orang tuanya harus tenang ya. Sama-sama menjaga mood. Terutama mood ibu, karena akan berpengaruh ke anak. Jangan saling menyalahkan jika ada kejadian yang kurang menyenangkan. Karena yaaaa, namanya juga traveling sama bayi, ada aja kejadiannya hihihi….

  1. Bawa mainan kesayangan, tapi yang praktis. Misalkan anak senang nonton video, ya boleh dikasih. Atau senang mainan boneka, ya bawa bonekanya. Kalau senang baca buku, ya dibawa bukunya.
  2. Perlukah ear muff? Kalau pengalaman saya si tidak perlu ya. Saya sudah coba ear muff dan ear bud, untuk Gayatri, dia malah jadi ribet sendiri dan tidak nyaman. Jadi saya nggak pernah kasih lagi. Untuk menghindari rasa sakit di telinga saya menggunakan tips berikut:
  3. Untuk menghindari sakit telinga pada bayi saat naik pesawat, saya biasanya kasih minum susu (nenen) terutama saat take off dan landing. Proses mengenyot dan menelan air susu akan meringankan tekanan di telinga. Sama seperti kalau kita mengemut permen.
  4. Terkait dengan hal tersebut, pakaian yang nyaman untuk menyusui wajib digunakan.
  5. Menggunakan seat belt. Jika bayi tidak nyaman saat menggunakan seat belt (yang dikaitkan ke tubuh ibu), tanyakan ke pramugari apakah diizinkan untuk menggunakan gendongan. Dulu saya satu dua kali pernah diizinkan menggunakan gendongan SSC dan hipseat alih-alih seat belt. Namun pernah juga tidak diizinkan.
Saya dan Gayatri di Bandara Adi Sucipto

4 . Tentang kesehatan bayi saat naik pesawat.

Perlukah surat sehat? Pengalaman saya selama ini, tidak pernah dimintai surat sehat saat membawa bayi naik pesawat. Namun ada baiknya, untuk bayi yang masih sangat kecil, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak langganan terlebih dahulu.

Bagaimana saat membawa bayi sedang pilek?

Saya pribadi pernan membawa bayi yang sedang pilek (common flu) naik pesawat. Tentu setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anaknya ya. Yang patut diwaspadai saat membawa bayi saat pilek, adala rasa sakit yang bisa terjadi di telinga karena tekanan di ketinggian.

Saya sendiri yang orang dewasa saja kalau sedang pilek, sering merasa sakit saat naik pesawat. Apalagi anak kan. Yang lebih membuat saya khawatir adalah takut mengganggu pendengarannya si. Itu yang lebih fatal. Oleh karena itu biasanya saya minta pendapat dokter. Kalau dokter oke, kondisi pileknya tidak parah, baru saya berangkat.

Kalaupun tetap berangkat, ada beberapa hal yang biasa kami lakukan untuk mengurangi rasa sakit di telinga. Poin-poin berikut juga adalah tips dari dokter kami, namun tentu tidak menggantikan judgement dari DSA teman-teman ya….

  1. Menyusui sepanjang perjalanan naik pesawat, jika dimungkinkan. Namun utamanya saat take off dan landing.
  2. Konsumsi obat pelega hidung tersumbat, yang diresepkan DSA.
  3. Menggunakan pakaian hangat.
  4. Memberikan minuman hangat saat akan naik, atau di atas pesawat jika dimungkinkan, untuk anak di atas 6 bulan.
  5. Mengolesi dada, leher dan punggung dengan balsam bayi/ minyak telon, untuk melegakan pernapasan. Saya biasanya pakai transpulmin.
  6. Rutin menggunakan nassal cleaner, terutama saat akan naik pesawat. Saya menggunakan sterimar.
  7. Menggunakan penyedot ingus. Pokonya memastikan saat akan naik pesawat hidungnya bersih dari ingus.
  8. Konsultasi dengan dokter is a must!

5 . Related Post

Pengalaman memalukan saat naik pesawat bareng bayi.

Pengalaman bawa bayi usia 4 bulan naik pesawat.

Pengalaman bawa bayi usia 9 bulan naik pesawat.

Sekian sharing kali ini. Cara naik pesawat bagi penumpang yang pertama kali terbang, akan saya bahas di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Ketar-Ketir Khawatir Berakhir Bersama Fitur Keamanan GOJEK

Kondisi lalu lintas yang kadang berbahaya membuat saya sering khawatir atas perjalanan diri maupun orang yang saya sayangi. Saya senang banget GOJEK menanggapi masalah ini dengan merilis beberapa fitur keamanan GOJEK yang membuat ketar-ketir khawatir saya berakhir. #UninstallKhawatir

“Pak, sudah sampai mana?” tanya saya saat itu kepada suami saya melalui pesan aplikasi chat di handphone. Saat itu, kami kebetulan sedang janjian mau liburan keluar kota bersama keluarga besar. Pada saat bersamaan, kakak ipar yang sedang bersama saya pun sadar dan menanyakan, “Lagi chat Domas ya?” 

Ya, saat itu kami semua memang sedang khawatir suami saya mengalami hambatan di perjalanan sehingga dapat membuat jadwal liburan bersama keluarga molor. 

“Ting!” Tak berselang lama pesan jawaban suami saya masuk. “Sudah naik GO-CAR nih,” kata dia. Dalam pesan itu pun terdapat kiriman link. Saya mengira itu awalnya adalah share location dari salah satu aplikasi maps, tapi ternyata itu dari aplikasi GOJEK

Saat itu saya baru ngeh kalau ada fitur yang membuat kita bisa memantau perjalanan orang-orang yang sedang dinantikan via aplikasi GOJEK. Bahkan, saya bersama kakak ipar sempat mengagumi fitur baru GOJEK ini.

“Eh, Domas sudah masuk gang depan nih. Ayoo, siap-siap semua,” kata kakak saya saat mengetahui suami akan segera tiba di rumah dari fitur baru tersebut.  Kami pun bergegas dan langsung masuk ke minibus setelah suami sampai di rumah. Khawatir yang tadi saya dan kakak ipar rasakan pun sirna. 

Nah, teman-teman sudah pada tahu belum fitur baru GOJEK ini? Seperti apa sih detailnya? Simak ya pembahasan saya di bawah ini.

4 Fitur Keamanan Gojek
Fitur Keamanan GOJEK #UninstallKawatir

1 . Fitur Bagikan Perjalanan

Sebagaimana saya ceritakan di atas, fitur Bagikan Perjalanan membuat kita bisa menerima link untuk memantau perjalanan pengguna jasa GO-CAR atau pun GO-RIDE. 

Misalnya, saat sedang dalam perjalanan dan handphone saya lowbat,  saya bisa mengirim lokasi saya sekarang ke suami atau keluarga yang sedang menunggu di rumah. Hal ini tentu akan membuat saya bisa berhemat baterai dan rekan atau keluarga pun tidak perlu khawatir menantikan kehadiran saya.

Bagaimana cara menggunakannya? Mudah kok, tinggal klik tombol perisai pada halaman booking GOJEK saat telah dilakukan penjemputan oleh driver. Lalu, pilih fitur Bagikan Perjalanan. Nah, untuk lebih jelasnya teman-teman bisa lihat di dua foto berikut, ya…

Fitur UninstallKawatir Gojek
Share Location GOJEK

Dengan fitur ini, kita bisa mengirimkan atau mengetahui beberapa info sebagai berikut, titik pick up dan drop off, informasi pengendara secara detail (nama, nomor & jenis kendaraan dan nomor pemesanan), dan live location.

Fitur ini bisa dipantau dari handphone lain dengan cara mengakses shareable link dari aplikasi GOJEK. Link tersebut bisa dibagikan via Whatsapp, LINE, hingga SMS.

Fitur Bagikan Perjalanan GOJEK

2 . Fitur Tombol Darurat

Selain fitur di atas, ternyata ada fitur keamanan GOJEK lain yang bisa mengikis rasa kekhawatiran kita. Namanya adalah Tombol Darurat, seperti emergency button gitu, lho.

Kalau ternyata ada kendala darurat dalam perjalanan, seperti kecelakaan atau tindak kriminalitas, kita bisa panggil bantuan darurat dengan tekan tombol ini. Nantinya, tombol tersebut akan langsung terhubung ke Unit Darurat GOJEK yang siap 24/7 untuk membantu customer-nya dalam kondisi terburuk.

Hmm.. Saya jadi teringat zaman masih Long Distance Marriage sama suami. Kalau pulang kantor, dari halte TransJakarta terdekat, saya masih harus menaiki ojek lagi menuju daycare anak. Nah, jalur terdekat menuju daycare tersebut harus melewati kebun luas yang sepi banget. Terkadang, kalau pulang selepas magrib, suasananya udah horor banget, deh. 

Related Post: Pejuang LDM

Nah, untungnya, dulu driver GOJEK tetap mau antar ya, walaupun harus melewati daerah sepi yang kabarnya juga rawan tindakan kriminal tersebut. Sementara kalau pakai jalur lain, saya bisa pulang dua kali lipat lebih lama, melebihi jam jemput daycare. Duh, dilematis banget deh waktu itu…

Kadang dia mengajak saya ngobrol untuk mencairkan suasana agar suasana tidak kerasa horor dan khawatir. Hehe. Saya berpikir, dengan adanya fitur Tombol Darurat ini sepertinya rasa khawatir penumpang bisa teratasi. 

Fitur Tombol Darurat ini sudah bisa diakses oleh pengguna GO-CAR se-Indonesia dan semoga segera bisa diakses di GO-RIDE juga ya! Tapi, semoga kita enggak perlu menggunakan fitur ini karena tentunya siapa sih yang mau mengalami situasi seperti di atas. Hehe.

Fitur Panggilan Darurat GOJEK

3 . Asuransi GO-RIDE

Selain itu, ada juga asuransi untuk customer yang menggunakan layanan GO-RIDE. Asuransi ini otomatis aktif, berlaku di seluruh Indonesia sejak waktu penjemputan hingga tiba di tujuan. Untuk hal ini, GOJEK bekerjasama dengan platform asuransi digital.

Jadi kalau terjadi kecelakaan atau pencurian di perjalanan, kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi ini. 

4 . Driver Hebat

Last but not least, adalah tentang drivernya. Seperti yang saya ceritakan tadi, sepanjang menggunakan GOJEK, saya sering terkesan dengan keramahan dan kesopanan para drivernya.

Ini semua karena GOJEK melakukan proses rekrutmen yang ketat untuk menyeleksi driver-driver pilihan serta GOJEK juga menyediakan modul pelatihan pada setiap driver, mengenai cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kondisi kendaraan, patuh pada peraturan lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan yang baik.

Enggak berhenti di situ, sekarang pun GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs. Kerjasama ini berbentuk program pelatihan juga bagi para driver GOJEK. Oh iya, pada kenal Rifat Sungkar kan?!?! Public figure Indonesia sekaligus Duta Keselamatan Berkendara inilah yang menginisiasi program RDL GOJEK di atas.

Selama empat tahun sudah ada lebih dari 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota di Indonesia yang bergabung dalam program ini. Sampai saat ini program ini masih berjalan dan diikuti sekitar 10 ribu driver per bulannya.

Fitur Keamanan GOJEK
ps. Foto dipost atas seizin driver.

Selain itu, GOJEK juga memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip, program edukasi yang menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan dalam memberikan layanan terbaik dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK juga menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Lalu kalau kalian ketemu driver dengan pin pada jaketnya, berarti temen-temen sedang dilayani oleh Driver Jempolan tuh! Jadi nggak hanya pelatihan, GOJEK pun berupaya terus meningkatkan kualitas drivernya dengan penghargaan Driver Jempolan ini. FYI, Driver Jempolan adalah apresiasi bagi driver yang telah memberikan pelayanan prima dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat.  Jadi jangan sungkan untuk dipuji ya kalau ketemu mereka. 

Jadi, tetaplah berinovasi terus ya, GOJEK-ku, sayang. Terima kasih sudah membuat ketar-ketir khawatir kami berakhir. 

Sekian sharing dari saya. Buat teman-teman, yuk mari dicek aplikasi GOJEK-nya. Kalau fitur keamanan GOJEK dan layanan-layanan di atas belum muncul, coba di update dulu aplikasinya agar kalian dapat #UninstallKhawatir. Gampang, kan! Semoga sharing kali ini bermanfaat ya. Yuk, udah saatnya pakai GOJEK! 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share