Cara Naik Pesawat Bersama Bayi 101

Cara naik pesawat bersama bayi, memang gampang-gampang susah. Tapi berdasarkan pengalaman saya kurang lebih satu tahun pulang pergi tiap dua minggu sekali Jakarta Surabaya naik pesawat bawa bayi, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar perjalanan menjadi ringkas. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan saat mudik naik pesawat bareng bayi, atau traveling bersama bayi di kesempatan lain.

Disclaimer: Artikel ini berdasarkan pengalaman saya selamai ini. Syarat dan ketentuan dari maskapai dan bandara bisa berubah sewaktu-waktu.

tips bawa bayi naik pesawat bersama bayi
Suami, saya dan Gayatri di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta

Saya harap pengalaman saya ini bermanfaat ya….

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

1 . Pemilihan maskapai pesawat dan tempat duduk.

Yang seringkali terlewatkan saat mempersiapkan perjalanan bersama bayi adalah pemilihan maskapai. Pertimbangan yang utama biasanya adalah biaya ya. Namun, kenyamanan seharusnya pun tidak boleh dinomor duakan.

Kenyamanan maskapai mahal belum tentu lebih baik daripada maskapai low cost loh. Saya pernah membandingkan beberapa maskapai di kelasnya pada artikel-artikel sebagai berikut:

Perbandingan maskapai low cost.

Perbandingan maskapai full service.

Selain kenyamanan, yang paling penting dipertimbangkan saat memilih maskapai adalah: apakah maskapai tersebut memberikan izin kepada penumpang yang membawa bayi/ infant untuk melakukan online/ web checkin.

Karena beberapa maskapai seperti Garuda dan Sriwijaya tidak mengizinkan penumpang dengan infant untuk melakukan web checkin.

Hal ini perlu dipertimbangkan, karena web checkin akan mempersingkat waktu tunggu di bandara. Yang mana, akan lebih nyaman bagi penumpang dengan bayi. Nunggu lama di bandara, bareng bayi, itu kurang nyaman loh. Walaupun di lounge, walaupun se-kids-friendly apapun, kalau saya better sudah checkin online dulu.

Checkin online juga memungkinkan penumpang yang membawa bayi untuk memilih tempat duduk yang senyaman mungkin, sedini mungkin.

Memang beberapa maskapai seperti Air Asia dan Citilink, memperbolehkan untuk upgrade seat di atas pesawat dengan biaya tambahan, tetap saja jika masih tersedia seatnya. Jadi better persiapan si kalau saya.

Pastikan juga membaca cara naik pesawat dari web maskapai masing-masing untuk memastikan ada tidaknya peraturan khusus.

2 . Barang bawaan.

Jumlah barang bawaan tergantung lamanya vakansi dan juga jumlah orang yang berangkat tentunya. Kalau saya hanya berpergian berdua dengan Gayatri, saya akan lebih ngrepress barang bawaan, dibandingkan saat bepergian dengan suami.

Tujuannya tentu demi kepraktisan. Apalagi sekarang biaya bagasi untuk maskapai lowcost dibebankan ke penumpang ya…..

Untuk yang pertama kali berpergian naik pesawat bersama bayi, saya ingin kasih gambaran. Yang pertama harus dibawa adalah diaper bag, dimana kita bisa mengambil keperluan bayi dengan ringkas dan cepat. Jadi isinya hanya keperluan bayi selama dalam perjalanan. Sementara pakaian bayi dan orang tua selama liburan, wajib dipisahkan dalam tas kedua, dst.

Daftar isi diaper bag yang menurut saya harus dibawa saat anak usia di bawah satu tahun saya tulis di daftar barang bawaan.

Ada tiga tempat untuk meletakkan barang bawaan saat bepergian dengan pesawat:

  1. Di bagasi pesawat, untuk bawaan yang banyak dan berat. Kita bisa menitipkan barang saat melakukan checkin. Pilihan ini paling saya tidak sukai, karena proses pengambilannya di bandara tujuan, biasanya cukup lama.
  2. Di kompartemen kabin (di atas tempat duduk). Jika memutuskan untuk memilih tempat ini, yang harus dipertimbangkan adalah,pilih tas yang paling mudah dibawa, mengingat nanti kita akan menggendong bayi, menenteng diaper bag dan membawa tas berisi pakaian lain. Saya dan suami biasanya memilih travel bag yang bisa dipanggul di punggung (backpack).
  3. Di bawah kursi penumpang depan kita. Tempat ini relatif kecil, jadi biasanya saya taruh diaper bag saya di sini. Untuk memudahkan saya juga mengambil barang bayi yang dibutuhkan saat on board.

Paketin sebagian.

Pilihan saya lainnya (demi kepraktisan) apabila harus membawa bayi dalam perjalanan hanya berdua, adalah memaketkan barang bawaan. Supaya bawaan saya ringkas, hanya perlu gendong bayi dan nenteng diaper bag saja.

Memang jadi ada biaya tambahan, namun dalam kacamata saya, pilihan ini juga lebih aman. Karena konsentrasi kita tidak terpecah untuk mengawasi barang-barang yang banyak. Jadi kita bisa fokus untuk mengawasi anak dan keselamatan diri.

Stroller boleh dibawa ke pesawat?

Stroller yang boleh di bawa ke dalam kabin pesawat, setahu saya adalah yang bisa dilipat seukuran diaper bag. Kecil gitu. Pliko gitu. Selain itu, harus masuk bagasi.

3 . Tips saat di atas pesawat.

Yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana tips agar anak tidak rewel di atas pesawat. Sebenarnya sebagai ibu, kita pasti mengenal anak kita ya, jadi kebiasaan sehari-harinya saja diadaptasi.

Yang pasti orang tuanya harus tenang ya. Sama-sama menjaga mood. Terutama mood ibu, karena akan berpengaruh ke anak. Jangan saling menyalahkan jika ada kejadian yang kurang menyenangkan. Karena yaaaa, namanya juga traveling sama bayi, ada aja kejadiannya hihihi….

  1. Bawa mainan kesayangan, tapi yang praktis. Misalkan anak senang nonton video, ya boleh dikasih. Atau senang mainan boneka, ya bawa bonekanya. Kalau senang baca buku, ya dibawa bukunya.
  2. Perlukah ear muff? Kalau pengalaman saya si tidak perlu ya. Saya sudah coba ear muff dan ear bud, untuk Gayatri, dia malah jadi ribet sendiri dan tidak nyaman. Jadi saya nggak pernah kasih lagi. Untuk menghindari rasa sakit di telinga saya menggunakan tips berikut:
  3. Untuk menghindari sakit telinga pada bayi saat naik pesawat, saya biasanya kasih minum susu (nenen) terutama saat take off dan landing. Proses mengenyot dan menelan air susu akan meringankan tekanan di telinga. Sama seperti kalau kita mengemut permen.
  4. Terkait dengan hal tersebut, pakaian yang nyaman untuk menyusui wajib digunakan.
  5. Menggunakan seat belt. Jika bayi tidak nyaman saat menggunakan seat belt (yang dikaitkan ke tubuh ibu), tanyakan ke pramugari apakah diizinkan untuk menggunakan gendongan. Dulu saya satu dua kali pernah diizinkan menggunakan gendongan SSC dan hipseat alih-alih seat belt. Namun pernah juga tidak diizinkan.
Saya dan Gayatri di Bandara Adi Sucipto

4 . Tentang kesehatan bayi saat naik pesawat.

Perlukah surat sehat? Pengalaman saya selama ini, tidak pernah dimintai surat sehat saat membawa bayi naik pesawat. Namun ada baiknya, untuk bayi yang masih sangat kecil, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak langganan terlebih dahulu.

Bagaimana saat membawa bayi sedang pilek?

Saya pribadi pernan membawa bayi yang sedang pilek (common flu) naik pesawat. Tentu setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anaknya ya. Yang patut diwaspadai saat membawa bayi saat pilek, adala rasa sakit yang bisa terjadi di telinga karena tekanan di ketinggian.

Saya sendiri yang orang dewasa saja kalau sedang pilek, sering merasa sakit saat naik pesawat. Apalagi anak kan. Yang lebih membuat saya khawatir adalah takut mengganggu pendengarannya si. Itu yang lebih fatal. Oleh karena itu biasanya saya minta pendapat dokter. Kalau dokter oke, kondisi pileknya tidak parah, baru saya berangkat.

Kalaupun tetap berangkat, ada beberapa hal yang biasa kami lakukan untuk mengurangi rasa sakit di telinga. Poin-poin berikut juga adalah tips dari dokter kami, namun tentu tidak menggantikan judgement dari DSA teman-teman ya….

  1. Menyusui sepanjang perjalanan naik pesawat, jika dimungkinkan. Namun utamanya saat take off dan landing.
  2. Konsumsi obat pelega hidung tersumbat, yang diresepkan DSA.
  3. Menggunakan pakaian hangat.
  4. Memberikan minuman hangat saat akan naik, atau di atas pesawat jika dimungkinkan, untuk anak di atas 6 bulan.
  5. Mengolesi dada, leher dan punggung dengan balsam bayi/ minyak telon, untuk melegakan pernapasan. Saya biasanya pakai transpulmin.
  6. Rutin menggunakan nassal cleaner, terutama saat akan naik pesawat. Saya menggunakan sterimar.
  7. Menggunakan penyedot ingus. Pokonya memastikan saat akan naik pesawat hidungnya bersih dari ingus.
  8. Konsultasi dengan dokter is a must!

5 . Related Post

Pengalaman memalukan saat naik pesawat bareng bayi.

Pengalaman bawa bayi usia 4 bulan naik pesawat.

Pengalaman bawa bayi usia 9 bulan naik pesawat.

Sekian sharing kali ini. Cara naik pesawat bagi penumpang yang pertama kali terbang, akan saya bahas di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Stimulasi Motorik Halus dan Kognitif Anak 2 – 4 Tahun

Sebelumnya saya pernah menulis tentang bagaimana memilih dan merancang permainan bagi anak usia dini. Agar related mohon baca dulu artikel berikut ya….

Related post: Memilih dan merancang permainan sesuai usia anak.

Permainan-permainan yang akan dibahas kali ini lebih fokus ke stimulasi motorik halus dan kognitif anak usia 2-4 tahun ya. Kalau mengacu ke Parameter Perkembangan Anak 0-6 Tahun dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 137 Tahun 2014 Lampiran 1, maka lebih spesifik ke tujuan pencapaian sbb:

Motorik Halus

Dari Parameter di atas untuk Motorik halus, usia 2-3 tahun ada 4 poin pencapaian perkembangan anak, sementara untuk usia 3-4 tahun pun ada 4 poin (lihat halaman 30).

Namun, tingkat pencapaian perkembangan anak yang ingin dicapai dalam hal motorik halus dengan permainan berikut hanya fokus pada dua poin saja. Hal tersebut adalah:

  1. Koordinasi kelima jari tangan (2-3 tahun).
  2. Memasukkan benda kecil ke dalam botol (3-4 tahun).

Kognitif

Dalam aspek kognitif ada tiga hal yang menjadi sub aspek tingkat perkembangan anak; 1) belajar dan pemecahan masalah, 2) berpikir logis dan 3) berpikir simbolik.

Dalam permainan-permainan di bawah ini, tujuannya akan fokus dalam sub aspek 1) dan 2). Beberapa poin tujuannya adalah sebagai berikut:

A . Belajar dan Pemecahan Masalah

Poin-poin di sub aspek ini adalah:

  1. Melihat dan menyentuh benda yang ditunjukkan oleh orang lain (2-3 tahun).
  2. Meniru cara pemecahan orang dewasa atau teman (2-3 tahun).
  3. Mengeksplorasi sebab dan akibat (2-3 tahun).
  4. Bereksperimen menggunakan cara baru (3-4 tahun).
  5. Mengerjakan tugas sampai selesai (3-4 tahun).
  6. Menyebutkan bilangan angka 1-10 (3-4 tahun).

B . Berpikir Logis

Poin-poin di sub aspek ini adalah:

  1. Memahami simbol angka dan maknanya (2-3 tahun).
  2. Mengenal konsep banyak dan sedikit (3-4 tahun).
  3. Mengenali alasan mengapa ada sesuatu yang tidak masuk dalam kelompok tertentu (3-4 tahun).

Contoh Permainan untuk Stimulasi Motorik Halus dan Kognitif Anak 2 – 4 Tahun

Kalau di artikel sebelumnya, saya sharing contoh permainan menggunakan figurine. Kali ini saya mau sharing beberapa permainan yang biasa Gayatri (28 bulan) mainkan menggunakan 4 material utama:

  1. Pom-pom
  2. Kulit kerang
  3. Rantai geometri
  4. Water beads.

Tentu saja material di atas bisa disesuaikan dengan materi-materi yang ada di rumah ya Nyaaaaah! :) Semoga sharing ini bermanfaat!

1 . Memindahkan Material dengan Pinset

Materi yang digunakan: Mangkuk, pom-pom, kulit kerang dan pinset.

Cara mainnya mudah saja, pertama-tama saya memeragakan bagaimana memindahkan pom-pom dan kulit kerang menggunakan pinset secara bergantian ke dalam mangkuk. Kemudian saya tawarkan apakah Gayatri mau mencoba. Kalau iya, biarkan dia bereksplorasi sendiri ya.

Hihihi, kalau salah-salah jangan sering dikoreksi. Kalau memang perlu, sesekali peragakan ulang bagaimana “cara versi” kita. Tapi tidak perlu dibuat benar salah si. Pada akhirnya dia akan menemukan caranya kok.

Tingkat kesulitan memindahkan kulit kerang lebih besar daripada memindahkan pom-pom ya. Ada baiknya mencoba memindahkan pom-pom terlebih dahulu, kemudian kalau sudah berhasil bisa ditambahkan kulit kerang.

Nyonyah pasti lebih tahu mana yang paling pas buat anaknya ya. Yang pasti, perhatikan saja supaya challengenya do-able. Jangan terlalu mudah, dan jangan terlalu sulit juga.

Seperti sudah dibahas di atas, tujuan permainan ini banyak ya. Bonusnya lagi, permainan ini mempersiapkan otot-otot anak untuk belajar menulis nantinya. :)

2 . Belajar Mengenal Angka dan Maknanya

Materi yang digunakan: Tray plastik bekas telur yang isi 10 biji, pom-pom/ kulit kerang, angka (bisa menggunakan magnet angka atau kertas yang ditulisi angka).

Cara main:

Untuk anak yang masih muda, seperti Gayatri (28 bulan), tujuan utama permainan ini adalah mengenal angka dan maknanya. Sementara untuk anak yang lebih besar, bisa dikembangkan ke konsep matematika dasar seperti penjumlahan.

Saya menggunakan tray plastik bekas telur dengan 10 lekukan untuk memudahkan anak mengasosiasikan angka dalam 1-10. Jadi ketika mengisi lekukan telur, dia secara tidak langsung mendapatkan gambaran perbandingannya dengan jumlah 10.

Taruh angka di bawah tray plastik bekas, lalu bersama-sama mengisi lekukan telur dengan pom-pom atau kulit kerang. Permainan ini harapannya memberikan konsep ke anak tentang makna angka. Jadi tidak hanya menghapal nama angka. Melainkan memahami makna angka sebagai simbol kuantitas.

Bagi anak yang lebih besar, dan sudah memahami angka, permainan ini dapat dikembangkan seperti foto di atas. Yaitu pemahaman dasar tentang penjumlahan. Cara memainkannya sama dengan cara pertama, namun bedanya menggunakan dua tray. Terbayang kan?

Belajar matematika pun jadi mudah, karena yang tadinya sekadar konsep abstrak menjadi lebih riil.

3 . Main Water Beads

Ini adalah permainan yang bebas banget dan mudah banget, tapi Gayatri betah banget mainnya, hihihi.

Material yang dibutuhkan: waterbeads, wadah.

Cara main:

Rendam dulu waterbeads dalam air semalamam agar mengembang sebesar kelereng kecil. Letakkan waterbeads di wadah berisi air, minta anak untuk memindahkannya ke wadah lain. Bisa pakai saringan, tapi saya sendiri lebih sering meminta Gayatri memindahkannya pakai jari.

Geli geli gimana gitu. Hihihi….

Improvisasinya si paling dibuat sorting colour ya…. Walaupun agak agak lebih sulit daripada sorting colour menggunakan rantai geometri di bawah, karena warna waterbeads tuh gradasinya kaya sekali. Jadi kadang ungunya ada ungu tua, ungu muda dan ungu anak-anak, hahaha…. Tapi kalau dijadiin satu di jar atau botol transparan jadi cantik seperti pelangi.

4 . Rantai Geometri dan Sorting Shapes/ Colour

Rantai geometri ini sebenarnya permainan tunggal. Jadi masing-masing shapes tu ada patahannya yang membuat bisa disambung jadi rantai panjang.

Namun, kemarin saat dicoba Gayatri, Gayatri belum bisa melakukannya. Malah lebih tertarik menjadikannya mainan sorting shapes dan sorting colour.

Cara mainnya mudah, saya menggunakan sedotan sebagai alat bantu untuk memisahkan warna/ bentuk. Namun teman-teman bisa menggunakan juga wadah-wadah kecil.

Setelah itu tinggal disepakai dengan anak, mau mengelompokkan rantai berdasarkan shapes/ bentuk atau mengelompokkan berdasarkan warnanya.

Saya rasa untuk anak yang lebih besar (3-4 tahun), akan bisa menggunakannya untuk bongkar pasang menjadi rantai ya….

5 . Memasukkan dan Mengeluarkan Material dari Botol Yakult

Material yang dibutuhkan: Botol yakult yang sudah dilubangi kecil di bagian pantat botol (sebesar diameter sumpit), sumpit sebagai alat bantu, pom-pom dan kulit kerang.

Permainan yang terakhir ini, sebenarnya lebih bebas. Instruksinya hanya satu, yang pertama minta anak untuk memasukkan pom-pom dan kulit kerang ke dalam botol yakult. Yang kedua, minta anak mengeluarkannya.

Permainan ini sukses bikin Gayatri sibuk. Hihihi….

Dan saya senang, karena melalui permainan ini Gayatri belajar menemukan kalau satu masalah bisa dipecahkan dengan berbagai cara. Kadang dia kocok botolnya, keluarlah si kulit kerang. Ada yang harus dicubit pom-pomnya dari mulut botol, baru bisa keluar. Ada pula yang nyangkut jadi harus didorong dengan sumpit dari pantat botol.

Ekspresi serius dan ekspresi berhasilnya itu lo. Puas banget kayanya!

Permainan ini sering saya lakukan, kalau saya sedang butuh waktu sejenak. Karena Gayatri sudah lewat masa oral, saya jadi tidak kawatir dia akan menelan atau memasukkan mainan ke mulutnya. Jadi kadang bisa saya sambi lipat baju atau seterika, atau sekedar istirahat. Dia akan main dengan tekun di depan saya bisa sampai setengah jam. Lumayan….

Tentunya, keempat material di atas, tidak terbatas hanya dapat dimainkan dengan lima cara di atas ya. Saya rasa tipe material seperti ini cukup fleksibel untuk dimanfaatkan sebagai materi permainan lainnya. Jadi setelah dipakai (kecuali waterbeads) bisa disimpan lagi dan dipergunakan dalam rentang usia yang cukup lama.

Where to buy: Pom-pom, kulit kerang, rantai geometri waterbeads di Kelontong Elok , sedotan di Pasar Gunung Anyar, lain-lain pakai barang dapur.

Related Post: Tips Mendesain Permainan Anak

Review Buku: Rumah Main Anak, Ide Permainan Anak di Rumah

Kalau teman-teman ada ide permainan lain, boleh juga tinggalkan idenya di comment yaaa! Nanti saya coba juga di rumah bareng Gayatri. Terimakasih sudah berkunjung, semoga sharingnya bermanfaat yaa…. :)

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Pengalaman Menggunakan Essential Oils (Organic Supply dan Young Living)

review essential oil

Sebelum terlalu jauh mereview essential oil dari Organic supply dan Young Living, serta menceritakan bagaimana pengalaman menggunakan essential oil, saya pengen cerita dulu tentang kenapa dan apakah worthy menggunakan EO.

Ya, karena sebagai orang yang pelit concern sama budget, pada awalnya saya juga merasa terintimidasi dengan harga produk-produk essential oil. Siapa yang sama hayo ngakuuu? Hahaha…. Ya memang nggak bisa dibilang murah si, cairan 5 ml s.d. 20 ml dalam botol amber kok bisa sambai puluhan s.d. ratusan ribu.

Tapi dengan beberapa pertimbangan, ternyata ada yang cocok. Jadinya nggak menyesal uda splurge money on it.

Pengalaman Pertama: Organic Supply

Jadi ceritanya di awal 2018 kemarin, saya long distance marriage dengan suami. Suami di Surabaya dan Jakarta. Saya bawa Gayatri, dan memutuskan untuk ngekos saja berdua. Saya nggak menyangka, kalau keputusan LDM ini punya konsekuensi terhadap kesehatan saya. Dalam artian stres, sehingga saya kesulitan tidur dan terus-terusan merasa lelah.

Sebelumnya saya sudah pernah menyoba beberapa oil blend dari berbagai merk, dan merasakan kalau badan saya memang bereaksi bagus dengan oil. Ngefek gitu lo. Nah, dari ngobrol-ngobrol dengan teman di kantor, yang punya keluhan sama, saya mempertimbangkan untuk mencoba essential oil, yang pure bukan yang blend, untuk masalah kesulitan tidur yang saya alami.

Merk yang pertama saya beli adalah Organic Supply. Pertama karena merk ini sering dibahas di livingloving.com, web kesayangan saya. Yang kedua adalah karena lagi promo. Hihihi…. Sekalian saya beli diffusernya.

Oil yang pertama saya beli tentu saja Lavender (10 ml) ya. Selain karena oil ini tu si mother oil. Juga sesuai dengan keluhan yang saya alami: susah tidur. Sukses. Oil ini beneran membantu saya rileks dan juga lebih mudah tidur.

ps. Yang spearmint nggak kefoto karena uda abis juga dan botolnya entah kemana.

Worthy or Not?

Hal ini bikin pembelian oil ini worthy buat saya. Karena susah tidurnya saya ini sudah mengganggu banget ya. Saya jadi sering nggak bisa mikir kalau di kantor. Emosi juga jadi nggak stabil, karena kurang tidur. Pekerjaan terbengkalai. Pun saya kawatir, kalau emosi saya nggak bagus akan buruk dampaknya pada perlakuan saya ke Gayatri.

Ngeri aja si, mengingat saya hanya berdua dengan anak di kosan.

Karena kesuksesan oil yang pertama, kemudian saya beli oil berikutnya: Clary Sage, Spearmint dan Tangerine. Ketiganya saya beli yang ukuran kecil 5 ml.

Clary Sage untuk membantu saya mengurangi rasa nyeri haid. Spearmint karena saya sering pilek (sebenarnya saya pengen Pepermint, hanya karena waktu itu Gayatri masih bayi banget, jadinya memilih Spearmint yang lebih mild, due to extra cautious). Kemudian kalau yang Tangerine, ini murni karena diskooooon 70%, wkwkwkwk.

Dari ketiga oil terakhir, yang menurut saya worthy adalah yang Clary Sage, karena berasa banget manfaatnya pas haid ya. Yang Spearmint, nggak terlalu ngefek di saya, tapi dimaafkan karena baunya enak dan jadi kombonya Clary Sage yang kurang saya suka baunya.

Tangerine ini ni yang saya nyesel beli, wkwkwkwk. Saya nggak suka baunya juga soalnya, manfaatnya juga ga jelas buat saya. Untunglah, saat saya pindah ke Surabaya, ternyata suami suka bau citrusynya. Jarang banget dia suka wewangian, bisa dibilang anti banget buat fragrance sintestis malah. Giliran kenal Tangerine oil, jadi malah oil ini yang pertama kali habis, karena suami saya boros kalau diffuse.

Lesson Learn

So, lesson learnnya adalah worthy atau enggaknya oil adalah tergantung kita milihnya. Riset dulu apa kebutuhan kita, dan juga jangan lupa riset juga oil apa yang tepat. Daaaannnn, riset juga bagaimana menggunakannya dengan tepat.

Saat itu, saya biasa pakai oil dengan tiga cara: diffuse, dillute di sabun bastille dan semprot. Saya nggak akan cerita lebih lanjut bagaimana bagaimananya ya, please riset dan sesuaikan dengan jenis oil yang digunakan serta kondisi masing-masing.

Sebenernya riset ini by googling juga bisa ya. Saya juga beli satu ebook terkait ini. Tapi jujur, sebagai newbie, adakalanya saya merasa lebih afdol kalau ada yang sharing dan kasih insight bagaimana menggunakan EO. Nah kebetulan, saya memang punya temen yang distributornya youngliving, namanya Mom Elly. Pas saya posting foto diffuser dan EO, dia DM, kita ngobrol-ngobrol dan berujung pada saya nyobain Young Living juga.

Pengalaman Kedua: Young Living

Oil pertama yang pernah saya coba dari Young Living, teteuuuup adalah Lavender (20 ml)!

Dari Mom Elly ini saya dapat tips penggunaan oil selain tiga cara tadi. Yaitu dengan dioles di kulit. Dari Mom Elly ini juga saya jadi ngeh kalau lokasi pengaplikasian oil di tubuh kita pun punya pengaruh yang berbeda-beda terhadap hasil yang diharapkan.

Untuk pertama kalinya juga, saya menggunakan EO di Gayatri (sebelumnya pernah juga coba oil blend untuk bayi) dengan oles dan diffuse. Dan sukseeees lagiiiii!!!

Duh seneng banget saya, soalnya pas lagi masa sapih kan. Dan Gayatri memang sempat beberapa saat susah bobok dan agak rewel. Cerita selengkapnya saya pernah cerita di artikel Sapih part 2.

Perbandingan Organic Supply x Youngliving

Kalau mau membandingkan antara Lavendernya Organic Supply dan Young Living. Yang saya rasakan si, untuk baunya, Organic Supply terasa lebih “manis” gitu, sementara yang Young Living lebih kerasa berat ya langunya. Kalau untuk urusan mengatasi kesulitan tidur yang saya alami, keduanya works well. Tapi kerasanya kalau pakai Young Living boboknya lebih pules. Ini dialami juga sama Gayatri dan suami ya, sepengamatan saya.

Worthy or Not?

Jadi kalau ditanya lagi, apakah worthy Lavendernya Young Living? Saya bilang si, buat kasus saya, worthy. Terlebih kalau YL bisa nanya-nanya ya, support groupnya lebih oke kalau saya bilang.

Cuma kalau ditanya tentang, apakah klaim tentang pengobatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit itu benar, untuk kedua merk, saya no comment. Karena pengalaman saya sebatas mengatasi susah tidur dan anak rewel ya, belum pernah untuk penyakit yang macam-macam, jangan sampai ya, aamiin.

Walaupun demikian, kedua hal tadi walaupun terdengat sederhana tapi berujung pada kenyamanan dan kualitas hidup saya sebagai ibu. :)

Yap! Poin utamanya buat saya adalah meningkatkan kenyamanan saya kualitas hidup, jadi buat saya pribadi, penggunaan oil ini bukanlah pengganti obat maupun treatment dokter saat sakit. Namun mendukung kesehatan sehari-hari agar lebih bugar body and mind

Yap! Poin utamanya buat saya adalah meningkatkan kenyamanan saya kualitas hidup, jadi buat saya pribadi, penggunaan oil ini bukanlah pengganti obat maupun treatment dokter saat sakit. Namun mendukung kesehatan sehari-hari agar lebih bugar body and mind.

review essential oil

Where to buy:

Organic Supply: pernah beli di webnya https://www.organicsupply.co.id/ dan di official storenya di tokopedia. Follow akun IGnya buat update promo diskonnya. Kekurangannya adalah kita nggak bisa konsultasi ya. Mereka menyediakan informasi umum penggunaan EO di blognya.

Young Living: bisa dibeli di temen akoooh, bisa tanya-tanya aja dulu via DM di IGnya @kasihoil. Dia bukan yang tipe bakal menerormu dengan promosi-promosi gitu kok, jangan kawatir hihihi…. Mom Elly juga enak ditanya-tanya santai si tentang pengalaman menggunakan produk ini.

Gitu saja kali sharingku tentang pengalaman menggunakan essential oils dari kacamata konsumen dua merk di atas ya. Jadi aku nggak terlalu banyak cerita tentang ingredients, dll, hanya fokus ke mengapa saya menggunakan, apa manfaat yang saya rasakan dan pendapat saya tentang worthy atau tidaknya produk-produk di atas. Saya harap sharing kali ini bermanfaat yaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share