Tips Melunasi Utang Lebih Cepat

tips melunasi utang

Mumpung menjelang lebaran ni…. Maunya kan semua dimulai lagi dari 0. Termasuk utang hihihi, maunya habis lebaran utangnya pun jadi 0. Bukan malah nambaaaaaah! Hihihi…..

Pro kontra tentang utang memang tiada habis dibahas. Masing-masing sisi memang punya argumen yang kuat sesuai kondisi keuangannya. Namun, ngotot dengan satu pendapat juga tidak bijaksana menurut saya. Seperti melarang orang KPR misalnya, “Emang ngana mau bikinin rumah deseu kalau orang yang ngana larang tar jadi gelandangan?” Kan engga…. hehehe….

Jadi ngingetin orang boleh, tapi jangan ngotot. Walaupun kita (MUNGKIN) benar, tapi ya kan kita kadang nggak tahu persis kondisi orang yang kita nasehati. So, marilah ngobrolin tentang utang dengan santai.

tips melunasi utang

Saya anti utang? Tidak.

Saya pro utang? Tidak juga sik.

Punya utang tu nggak enak banget.

Btw, saya nggak bahas riba ya. Soalnya emang nggak memahami hal tersebut. Jadi tulisan berikut nggak akan nyangkut sama riba, dosa, dan konsep agama lainnya. Tapi sharing pengalaman aja.

Saya mengalami sendiri, punya utang dalam jumlah besar (bagi saya, puluhan juta itu besar ya) sejak usia muda. Sekitar umur 20 tahunan. Kredit Tanpa Agunan di sebuah bank. Buat beli tanah di kampung. Lama kreditnya 7 tahun. Nekat bhet yak? Belum 7 tahun uda saya top up buat beli tanah lagi.

Keputusan yang nggak sehat sebenarnya. Karena menjadi beban buat keuangan saya secara jangka panjang. Kalau temen-temen seangkatan saya uda bolak balik liburan ke luar negeri, punya mobil atau tabungan yang melimpah. Saya nggak pernah. Gaya hidup pun sederhana, atau malah jangan-jangan dianggap medit ya. Mungkin kadang ada yang mbatin, “Ah masa nggak ada duit sih.” Ya bukan masalah ada enggaknya duit, tapi masalah ada tidaknya anggaran. Kan anggaran kami ketat, karena kami sadar harus nyicil utang, dan bunganya yang tiada tara ituuuuu.

hiks

Menyesal berutang? Enggak juga si.

Saya tidak menyesal, karena waktu itu tanah yang saya beli pas dibawah harga pasar banget. Apalagi akhirnya tanah tersebut akhirnya ditinggali orang tua saya, karena dekat dengan tempat kerja mereka, alih-alih rumah kami yang sekitar sejam dari tempat bekerja orang tua. Saya jadi tetap happy.

  • Pengalaman punya Kredit Tanpa Agunan

Happy bukan berarti saya juga tenang-tenang aja loh. KTA yang harusnya lunas di 2022, uda lunas tahun kemarin (2017). Setiap ada rejeki; hadiah lomba, honor, THR, dapat hibah dari orang tua, atau apapun, kami alokasikan pertama-tama buat nyicil pokok utang tersebut. Sebisa mungkin lunas secepatnya. Dan syukurlah sudah lunas.

Related post: Prosedur Melunasi Kredit Tanpa Agunan di Bank Mandiri

  • Pengalaman punya Utang di Pegadaian dan Kartu Kredit

Selain KTA, kami pun pernah punya cicilan pegadaian dan kartu kredit karena ada hal-hal mendadak yang nggak terduga, dan melebihi dana darurat kami. Sama juga, saat ada rejeki wajib hukumnya langsung dilunasi. Biar nggak dibebani bunga yang bertambah setiap jatuh tempo.

  • Pengalaman punya Utang sama Temen

Satu lagi, hihihi, banyak banget ya pengalaman ngutang kami. Utang sama temen. Ini pernah dialami sama suami. Jumlahnya lumayan pula, karena terkait sama usahanya dulu. Duh, sungkan banget rasanya punya utang sama temen. Walaupun kita tau dianya pun paham kondisi kita, tapi tetep nggak enak secara moral. Utang jenis ini yang kami prioritaskan untuk kami lunasi dan sekarang juga uda kami kelar. Bisa dibilang ini jenis pinjaman yang sangat amat lunak, namun kalau nanti amit-amit harus ngutang, kami akan memilih untuk mencari sumber lain dulu, demi menjaga hubungan baik.

setrong

Akhirnyaaaaa….

Saat ini kami bebas utang. Walaupun masih harus mengencangkan ikat pinggang karena kondisi Long Distance Marriage, setidaknya kami mulai bisa mengatur keuangan lagi dengan lebih leluasa, tanpa beban utang. Dan kalaupun nantinya harus utang (lagi), kami akan benar-benar berhitung atas konsekuensi yang harus kami pikul.

Saya cerita di atas bukan sekedar mau show off atau pamer banyak duit makanya bisa bebas utang. Bukaaaan! Sebaliknya malah, kami pengen cerita kalau walaupun duit kita terbatas, kita masih bisa kok melunasi utang lebih cepat.

Dari pengalaman kami di atas mungkin kalau mau disarikan menjadi tips, kaya gini ya….

Tips melunasi hutang lebih cepat:

1 . Catat semua utang yang dimiliki dan buat prioritas.

Saya dan suami di awal menikah, sudah tahu sama tahu kondisi keuangan masing-masing. Itulah sebabnya kami nggak mengadakan resepsi pernikahan. Prioritas keuangan kami saat itu bukan bikin resepsi. Prioritas kami adalah membangun pondasi keuangan keluarga yang lebih sehat. Dan poin utamanya adalah melunasi hutang.

Honey moon juga kagak, di rumah aja. Yang ada beberapa hari setelah menikah, kami tulis secara rinci utang piutang kami di sebuah buku tulis. Kemudian kami tandai mana yang akan kami bayar duluan saat punya uang dan mana yang prioritas kedua.

Step-stepnya membuat list prioritas adalah sebagai berikut:

  1. bikin list atau tabel yang berisi informasi nama utang – utang kemana – besarannya berapa – jatuh tempo kapan – ada bunganya tidak, poin nomor 1 ini nantinya bermanfaat untuk menentukan nomor 3,
  2. kemudian urutkan utang berdasarkan besarannya dari yang kecil ke besar,
  3. evaluasi berdasarkan urgensinya (misal demi hubungan baik, atau demi menghindari bunga, dll), ditimbang-timbang aspek-aspeknya ya,
  4. saya prefer memilih melunasi yang kecil-kecil dulu dan yang utang ke temen duluan – baru kemudian yang pegadaian dan yang terakhir yang KTA.

List ini bermanfaat karena setiap ada penghasilan kami bisa langsung cek list ini, hihihi. Kalau mau beli-beli apa juga kita jadi lebih aware, kalau nggak penting-penting banget mending bayar utang duluan.

2 . Restrukturisasi utang jika memungkinkan.

Restrukturisasi utang biasanya dilakukan orang untuk memperpanjang jangka utang (mengecilkan besaran cicilan) agar memudahkan membayar setiap periodenya. Namun, yang saya maksud malah sebaliknya. Untuk mempercepat pelunasan utang, kami pernah mengajukan pembayaran cicilan lebih besar sehingga memperpendek masa utang.

Jadi misalnya nih (MISAL), cicilan lama sebesar 4 juta/ bulan untuk 5 tahun. Diubah menjadi 8 juta/ bulan untuk 2 tahun. Mengajukan hal seperti ini sebenarnya wajar ya, karena penghasilan kami meningkat. Belum lagi kan jadi double income, sehingga kemampuan membayar kami lebih besar.

Namun sayangnya, skema restrukturisasi di bank tempat saya memiliki utang agak aneh. Saya diminta top up utang dulu baru bisa mengubah waktu dan besaran cicilan. Hal tersebut membuat kami tak jadi mengambil opsi ini dan mengambil cara lain. Namun, cara ini bisa teman-teman coba, siapa tahu bisa lebih menguntungkan di bank teman-teman.

3 . Pakai bonus/ pendapatan tak terduga untuk bayar utang.

Nah, poin 3 ini sebenarnya bagi kami adalah kunci. Bonus, honor, THR, hibah, warisan atau apapun langsung segera dialokasikan ya. Walaupun ngenes rasanya, tapi kita akan menikmati buahnya di belakang. Selain itu, alokasi pendapatan tak terduga ini membantu kita mempercepat pelunasan utang TANPA mengganggu anggaran rutin sehari-hari.

kuat

4 . Buat anggaran untuk mengurangi biaya sehari-hari.

Poin ini sebenarnya tidak selalu harus dilakukan. Poin ini harus dilakukan hanya jika teman-teman adalah mengalami besar pasak dari pada tiang. Jika biaya sehari-hari tidak dikurangi, niscaya akan terjadi gali lobang tutup lobang. Jadi utang nggak kelar-kelar, namun hanya ganti judul dan skema saja.

Saya pernah menuliskan cara membuat anggaran sederhana dan cara mengotomasinya pada artikel tips mengatur pengeluaran keluarga (ada contoh excelnya).

5 . Mencari pendapatan tambahan.

Poin ini gampang-gampang susah ya. Kalau punya keahlian khusus seperti suami saya yang insinyur, mungkin bisa buka jasa konsultasi perencanaan membangun rumah atau renovasi. Kalau seperti saya, hobi menulis saya lah yang biasanya mendatangkan tambahan pendapatan. Tentu masing-masing orang memiliki peluang dan cara yang berbeda-beda. Yang pasti jangan sampai mengganggu pekerjaan utama ya….

Demikian sharing dari saya, semoga ada manfaatnya yaaa…. Kalau teman-teman punya tips lain, boleh juga loh nambahin di comment section. 🙂 Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Belanja Online Hemat saat Ramadan + Info Promo Ramadan Ekstra

tips belanja online di bulan ramadan

Bulan Ramadan tahun ini adalah untuk pertama kalinya saya Long Distance dengan suami. Jujurlah, kalau kondisi LDM itu pasti bikin lebih boros. Dua dapur bok. Ekstra pengeluaran harian, pun ekstra pengeluaran untuk pulang pergi Surabaya – Jakarta. Belum lagi kan, kalau menjelang lebaran pasti akan ada pengeluaran-pengeluaran tambahan. Walaupun saya tidak merayakan Idul Fitri namun, pengeluaran seperti membeli bingkisan untuk asisten, daycare dan orang-orang berjasa lainnya pasti diperlukan. Istilah lainnya kami pun ingin turut memeriahkan hari yang penting bagi banyak orang lain. “Berbahagialah saat orang lain berbahagia”, begitu keyakinan kami.

Namun kami pun harus waspada dengan anggaran ketat pasca Long Distance Mariage tadi. Jadi harus pintar-pintar mengatur strategi. Di kolaborasi bareng Tokopedia kali ini, saya pengen ikut urun pendapat dan pengalaman bagaimana strategi belanja online hemat saat ramadan plus juga menginfokan promo Ramadan Ekstra yang dihelat oleh Tokopedia.

tips belanja online di bulan ramadan

Tips Belanja Online Hemat Selama Bulan Ramadan

Pada prinsipnya untuk bisa hemat saat berbelanja online selama bulan puasa dan menjelang lebaran adalah:

1 . Rencanakan Daftar Belanja

Daftar secara rinci apa saja kebutuhan kita. Kemudian nanti di kelompokkan berdasar toko/ promo yang ada. Jadi jangan beli mepet-mepet. Dari awal sudah direncanakan. Misalkan saja ni:

  • Makanan buat sahur/ berbuka, apa saja yang mau dibeli di groceries store mana yang mau online, hehehe puasa kan kadang males belanja yak, capek…. Trus mana yang bisa distok dan mana yang segar…. Gitu-gitu yak…. Duh, saya kok kebayang mau nyetok gudeg kaleng ama cakalang mami yuni yak, tadi pas cek tokped muncul di hot list, jadi ngiler….
  • Skincare, biar bisa teteup seger pas puasa kan skincarenya juga harus concern ke masalah hidrasi yak….
  • Baju untuk lebaran – ini wajib dan kudu didetailkan, terutama JUMLAHnya. Jangan niat beli atu, realisasinya beli 15 biji. Huft…
  • Bingkisan, kemarin saya cek cek flash sale tokopedia ada promo kurma lo, lumayan kan kalau distok dari awal, bisa bikin bingkisan kita lebih ciamik dengan budget yang terjangkau….
  • Pulsa

Related post: Tips Mengatur Keuangan Keluarga dengan Ms. Excel

Keuntungannya memiliki daftar belanja adalah membuat kita tidak gampang khilaf membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Yang lain adalah, memudahkan kita untuk mendapatkan ongkos kirim yang optimal karena bisa mengelompokkan berdasarkan toko terdekat. Dan atau memudahkan kita mendapatkan harga termurah karena bisa membeli sesuai dengan jadwal promo (cek poin ke empat di bawah ya).

2 . Atur Daftar Anggaran

Kita harus kenal nih dengan kebiasaan cashflow kita. Baik yang cash-flow-masuk maupun cash-flow-keluar. Kayak saya, kalau mendekati lebaran gini biasanya akan dapet gaji ke 13, suami dapat THR, dst…. Nah, kan biasanya dapetnya mepet tuh. Padahal promo kadang muncul pas belum cair THRnya huhuhu…. Sementara jauh-jauh hari duit juga uda mulai tipis karena buat beli tiket pulkam. #curhat.

hiks

Jadi biar nggak ngambil pos-pos lain, pilih cara pembayaran yang sesuai. Misal melalui kartu kredit, pakai saldo tokopedia, pakai cicilan atau cara yang lain. Tar pas uda cair, kita bisa selesaikan segera. Ga ilang deh promonya. Keuanganpun tetap aman.

Tapi jangan lupa langsung dibayar pas uda ada dananya ya hihihi….

Related post: Hemat dengan Meal Prep

3 . Buat Daftar Toko Langganan

Saya cenderung orang yang setia gitu, hehehe, kalau sudah nemu yang pas di hati biasanya jarang pindah ke lain hati. Tapi sebenarnya nggak harus gitu si, ganti-ganti toko juga ga masalah demi harga yang lebih hemat. Namun dengan membuat daftar toko langganan, biasanya paket kita jadi bisa lebih optimal kilogramnya, nggak mencar 1/2 kg di sana, 1/2 kg lagi di mari. Dengan memiliki toko langganan, kita juga jadi lebih nggak was-was.

Beberapa hal yang bisa diperhitungkan dalam memilih toko langganan:

  • Pilih toko terdekat agar ongkos kirim lebih terjangkau. Cek aja alamat detailnya dulu, kalau di tokped kan ada ya….
  • Nggak perlu ragu produk lokal. Salah satu produk lokal yang sedang saya incar adalah Lip Coat BLP, tahun 2017 saya beli via jastip gitu karena dulu beberapa shade susah didapat, sekarang si tokopedia sudah ada toko officialnya loooh hihihi :senang kan. Aku masih mau nunggu ni kapan ada promonya wkwkwk….
  • Perbandingkan harga. Tinggal search aja nama produknya nanti kan akan muncul deretan harga sebagai pembanding. Beberapa toko memiliki kecenderungan lebih murah harganya. Namun jangan lupa tetap kritis dengan memeriksa ratingnya ya….
  • Jangan mengorbankan kualitas produk karena harga semata. Patut pertimbangkan official store demi keaslian produk atau kalau tidak, perhatikan rating dan komentar-komentar terkait toko.

4 . Update Daftar Promo

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, selain mau ngasih tips berbelanja hemat, saya juga mau menginfokan kalau menjelang dan selama bulan Ramadan, Tokopedia bakal membuat semacam perhelatan promo gituuuu. Lumayan ya buk, kalau bisa cermat memilah mana promo yang dibutuhkan, bisa menang banyak loh. Nah, sebenarnya ada promo yang uda mulai jalan ni, namanya promo Flash Sale. Trus kalau teman-teman suka nonton Net TV, ada juga promo yang “shake-shake” ituuuu…. Tau nggak?

Pokoknya banyak ekstra-ekstra yang nyempil di Tokopedia. Info lebih lanjut sila ke Info Ramadan Ekstra Tokopedia.

tokopedia

Tanggal yang musti banget dicatat adalah 25 Mei! Tokopedia janji mau membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra di tanggal tersebut! Jadi mau dibikin semacam festival belanja online “Black Friday” gitu. Yuk catet di kalender apa reminder hape yaaak!

Keempat prinsip di atas harus dipegang erat ya, hihihi, biar nggak khilaf. Plus tambah satu lagi:

5 . Pilih Metode Pengiriman Paling Efisien

Efisien ini artinya selain ongkirnya paling hemat, waktunya juga harus diperhatikan. Kalau uda tau beberapa hari lagi mau libur, ya pilihlah kurir instan pakai ojek online kalau memungkinkan. Jadi paket nggak nyangkut di konter pengiriman konvensional. Kalau masih santai nggak buru-buru, ya baru boleh pilih yang reguler.  Dengan memilih metode pengiriman yang efisien, ongkos kirim pun jadi worthy, nggak hanya jadi tambahan biaya semata.

setrong

Gitu aja sih tips dari saya. Sederhana bukan…. Jangan lupa belanja bareng yaaaaa tanggal 25 Mei nanti. Jangan ketinggalan, tar nangis merong merong loh…. Wkwkwk…. Semoga tips dan juga info promo dari Tokopedia tadi bermanfaat ya Nyaaah…. Yang punya tips lain buat bikin belanja di bulan Ramadan lebih berasa ekstranya boleh juga loh, nambahin di comment section.

Salam sayang dan selamat mempersiapkan bulan Ramadan!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Berani Bermimpi

mimpi

Awatara Karya adalah nama perusahaan mungil yang dibangun suami bersama dua rekannya. Cita-citanya menjadi penyedia jasa konstruksi yang jujur, setia pada pakem teknik. Serta mampu menyejahterakan, tak hanya pemiliknya, melainkan juga pegawainya: para mandor, kenek dan juga tukang.

“Bisa kamu bayangkan bagaimana keuntungan masyarakat, jika semua proyek pemerintah dikerjakan secara efisien oleh kontraktor yang jujur?” waktu itu (calon) suami saya menambahkan. Tepat sasaran, karena saya bekerja di sektor keuangan negara jadi saya tahu betul betapa besar dampaknya bagi perekonomian secara makro.

Di pikiran saya saat itu, perusahaan ini semacam pengejawantahan Dasa Dharma Pramuka. Hehehe….

Dan awalnya perusahaan ini bukanlah impian saya.

Namun saat memahami cita-citanya, saya menjadikannya mimpi saya pribadi. Sungguh bahagia orang yang usahanya diberkati dan kemudian bisa menjadi berkat bagi orang banyak.

rapat malam

Sayangnya, walau sempat tumbuh, “bayi mungil” ini akhirnya koma karena masalah klise: kurang modal.

Angin segar, janji papa (calon mertua) untuk menyuntik dana segar, buyar, karena papa sendiri jatuh sakit. Tanpa asuransi, tanpa jaminan hari tua. Tak mungkin suami tetap mengajukan permohonan bantuan. Kurang ajar namanya.

Awatara Karya koma. Suami memutuskan pindah ke Jakarta, kembali menjadi budak korporasi. Namun impian akan Awatara Karya tidak mati. Pindah dari Jakarta, Dia mencoba apa yang pernah dimulai, sambil bekerja sebagai pegawai. Harapannya sebelum usia kami 40 tahun, usaha ini sudah dapat berdiri. Kurang dari sepuluh tahun lagi.

Tidak terlalu optimis. Namun kami siap belajar dari pengalaman masa lalu yang mengajarkan kami dua hal:

1 . Tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan.

Berdasar pengalaman sebelumnya: arus kas Awatara Karya kurang baik karena ada pos gaji tetap bagi ketiga founder-nya. Ada tidak ada proyek, gaji tetap dibayarkan setiap bulan. Hal itu mau tidak mau harus dilakukan, karena ketiganya full mengurus perusahaan, dan membutuhkan gaji tersebut sebagai penghidupan.

Dengan pengalaman itu, suami memutuskan untuk nyambi kerja. Tidak grusa-grusu mengambil keputusan tidak kerja sama sekali, karena bagaimanapun dapur harus tetap ngebul sambil mencari investasi terbaik. Kami tidak mau masalah keuangan pribadi kami akhirnya membebani perusahaan.

kantor jaman dulu

2 . Mempersiapkan rencana B dan tindakan jaga-jaga.

Poin kedua ini belajar dari pengalaman papa mertua. Sebagai pengusaha yang tidak memiliki jaminan kesehatan dan hari tua, Suami saya harus memiliki asuransi jiwa.

Saya jadi flashback, saat pertama kali membuat profil keuangan dibantu financial advisor dari Commonwealth Bank. Saya mulai menjadi nasabah di Bank ini saat usia saya baru dua puluh. Masih muda. Belum punya tanggungan. Profil investasi saya agresif. Tanpa asuransi tambahan, karena saya bekerja dengan fasilitas jaminan kesehatan sampai mati.

Namun, profil keuangan saya dan suami saat ini berbeda. Untuk itu, kami mempertimbangkan mana skema asuransi yang tepat, terutama bagi suami yang juga tulang punggung keluarga. Pilihannya 1) asuransi konvensional dengan manfaat asuransi murni. Atau 2) skema asuransi dengan unit link yang menawarkan juga manfaat investasi.

Target dalam waktu dua tahun kami telah memiliki asuransi. Dengan demikian, jika mimpi tidak tercapai karena hal yang tidak diinginkan (amit-amit), kami telah melakukan tindakan jaga-jaga untuk melindungi keluarga secara keuangan.

mimpi

Ini mimpi kami hari ini, semoga bisa tercapai. Doakan ya!

Semoga sharing di atas bermanfaat untuk semua yang sedang mengejar impiannya! Semangaaaaaat!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Challenge: Masak Sendiri dan Meal Prep

meal prep challenge

Selama tiga minggu nyicipin rasanya jadi ibu rumah tangga, saya mulai care dengan beberapa hal yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Yang pertama adalah masalah uang makan dan yang kedua adalah masalah masak.

Uang Makan

Dua minggu pertama saya pindah ke Surabaya, hampir bisa dikatakan tiap hari saya jajan atau makan di luar. Bukannya sombong atau hura-hura ya. Tapi memang agak euforia aja lihat harga makanan di Surabaya yang jauh lebih murah dibandingkan Jakarta.

Tapi biar murah, setelah dihitung-hitung lumayan juga. Lumayan banget malah. Hahaha…. Hasil dari baca-baca blognya Mbak Rinda (rumahbarangtinggalan.wordpress.com) dan Twelvi (twelvifebrina.com), saya menyimpulkan kalau memang bener, biaya makan itu nggak kerasa tapi adalah faktor utama keborosan.

Tips dari kedua blog di atas untuk mencegah pemborosan uang makan kurang lebih sebagai berikut:

  1. Buat perencanaan menu untuk beberapa periode (misal seminggu atau sepuluh hari),
  2. Belanja sesuai perencanaan menu di atas,
  3. Masak sendiri di rumah dari bahan yang ada,
  4. Tidak belanja lagi sampai barang belanjaan di kulkas habis.

Minggu ketiga langsung banting setir untuk nyoba masak di rumah. Kami nyoba merencanakan menu seminggu lalu belanja. Daaaannnn, pengeluaran belanja protein hewani nggak sampai 20% persen dari pengeluaran kalau jajan full. Ya kalau ditambah dengan belanja sayur di Mang Sayur secara harian + beras, kayanya nggak sampai 30% dari pengeluaran kalau jajan deh.

Buat kami berdua, yang pas masih ngantor makan di luar nyaris 3x sehari, jumlah tersebut membuat kami terhenyak. Terhenyak dan membayangkan, kalau selama dua tahun pernikahan kami istiqomah bisa cut cost begitu terus, uda kaya raya kali kami yaa…. Hahahaha….

Bisa saving 70% Boookkkk!!!!

ngiler

Masak Memasak

Tapiiiii, ada tapinya ni…. Saya juga baru nyadar kalau masak full untuk tiga kali sehari, dengan tipe saya dan suami yang banyak maunya, itu boros waktu. Menyiapkan bahan, memasaknya daaaaan apalagi nyuci piringnya. Weleh weleh…. Apa lagi saya harus masak MPASI juga. #curhat.

Ribet. Sesuatu yang nggak saya banget.

Maka dari itu saya jadi rajin baca-baca Pinterest tentang Food Prep/ Meal Prep yang katanya bermanfaat untuk menghemat waktu. Banyak bingit yang dari blog luar ya, tapi saya juga nemu punya Mbak Rinda dan Mbak Ega Dioni (egadioniputri.wordpress.com). Blogger Indonesia. Punya Mbak Rinda memang sudah saya temuin dari lama si, cuma baru beneran saya baca baik-baik.

Lesson learn yang saya dapatkan adalah minggu lalu saya merasa ribet untuk tiap hari masak karena belum melakukan meal prep. Jadi habis belanja semua belanjaan masuk kulkas dan baru diproses saat akan masak.

Tips dari dua blog di atas untuk menghemat waktu memasak kira-kira seperti ini:

  1. Jangan nyari resep, menyiapkan bahan baku, dll tepat saat mau masak,
  2. Sebaiknya beberapa step sebelum masak sudah dipersiapkan terlebih dahulu (meal prep),
  3. Meal prep bisa dengan menyiapkan bahan mentahnya dahulu (motong-motong bahan) atau dengan menyimpan masakan sudah matang. Bedanya apa baca blog Mbak Ega Dioni.
  4. Kalau versi Mbak Rinda, dia melakukan beberapa versi meal prep sesuai kebutuhan, tapi yang pasti bahan mentah yang dari belanja langsung diproses di hari belanja. Persamaan antara Mbak Rinda dan Mbak Ega adalah memasak sekaligus banyak untuk kemudian sebagian dibekukan sebagai stok.

Percaya nggak, dengan perencanaan dan pengelolaan masak memasak, Mbak Rinda bisa mengepulkan dapurnya dengan budget Rp 500.000,00 SEBULAN!!! Kalau Mbak Twelvi bisa nabung 150 JUTA rupiah, buat traveling dan juga traktir keluarganya ikut travelinggggg!!!!

love love

Semaput.

Saya nggak akan seambisius itu si. Jauh di atas itupun saya masih akan bangga banget. Uda pasti menang banyak dah dibanding yang lalu lalu. Cumaaaa, satu yang jadi pertanyaan saya…. Apakah metode Mbak Rinda, Mbak Atiit, Mbak Ega dan Mbak Twelvi dengan Meal Prep mereka masing-masing sesuai dengan karakter nyonyamalas saya dalam jangka panjang? Akankah saya akan seistiqomah para Perempuan Rajin itu? #kraaayyy

Eh, dua ya pertanyaannya.

meal prep challenge

So, I’ll try ya…. Dan men-challenge diri saya pribadi untuk masak selama sebulan ini (kecuali kalau keluar kota ya). Nanti progressnya bakal saya ceritain di blog. Apa saja keberhasilan, KEGAGALAN 😛 dan lesson learn dari pengalaman yang saya alami. Harapannya si, challenge kali ini bisa menghasilkan formula yang pas buat para nyonyamalas seperti saya…. 😛

Selain itu, buat saya pribadi hal ini bakal jadi pembelajaran banget. Mumpung saya masih cuti juga, biar belajar skill kehidupan nyata seperti ini. Hehehe, skill dasar banget sebenernya ya. Rada malu juga si sebenernya posting ini. Tapi ya I just want to be real.

kuat

Saya juga yakin nantinya ini akan bermanfaat untuk banyak orang. So, please untuk yang mau dukung saya mengerjakan challenge ini, kasih saran ya, atau boleh juga kasih rujukan bacaan (blog Indonesia preferably). Buat yang uda pro, plis nggak usa pake bully kaya di status FB “ibu-ibu 2,5 juta” itu ya (you know what i mean). Akika, ibu newbie unyu unyu, lebih butuh saran dan masukan. So, yang mau sharing pengalamannya selama ini juga boleh loh. Tulis aja di comment section below yaaa….

Thanks Nyaaaahhh!!! Salam sayang!

PS. Challenge ini kayanya bakal mulai start di minggu kedua Maret, karena minggu depan saya mau keluar kota dulu.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Antara Harga, Gaya dan Kegunaan

tas fossil original

Postingan seorang rekan di FB pun cukup menggelitik saya. Beliau menanyakan apa sih yang jadi patokan “high end” bagi netizen jaman now. Banyak yang menjawab jam tangan, sepatu, perhiasan dan teman-teman perempuan banyak juga yang menjawab dengan handbag alias tas.

Hmmmm…. Banyak pendapat, pro dan kontra, jika membicarakan gaya hidup. Apalagi lebih sensitif lagi menyerempet ke masalah harga barang yang digunakan. Ya, sebenarnya ya nggak bisa didiskusikan ramai-ramai karena daya beli orang kan beda-beda jadi ukuran mahal dan ukuran kegunaan barang bergengsi pun bisa jadi beda.

tas fossil original

Kalau saya pribadi, mau beli barang seperti apapun yang penting ingat tiga poin di bawah ini:

1 . Buat Apa Dulu

Yep! Buat apa beli barang mahal?

Oke karena mahal itu “beda-beda” maka saya batasi saja ke barang mahal versi kaum menengah ya. Contohnya: tas Fossil original. Saya pakai contoh produk ini karena setahu saya ini merk dengan kualitas high end yang harganya masih terjangkau, namun ya masih lumayan juga nabungnya kalau mau beli. Semurah-murahnya masih pakai juta dibelakang harganya.

Saya coba cek harga tas Fossil original di MatahariMall, harganya antara 1-4 jutaan sbb:

tas fossil original harga

Dulu banget, sebagai anak yang dilahirkan dari keluarga pegawai negeri turun temurun, dan akhirnya jadi pegawai negeri juga. Nggak pernah terlintas dalam benak saya tentang manfaat barang bermerk. Nggak pernah mikirin tepatnya. Hahaha….

Setelah menikah dengan suami dan dikritik sama Papa Mertua tentang penampilan saya yang kelewat “sederhana”, saya baru buka mata dan pikiran tentang kegunaan barang bermerk tadi. Yang pertama tentu adalah untuk mendukung penampilan yang terkait dengan pekerjaan. Hal ini penting untuk orang-orang seperti papa mertua yang bisnisnya terkait dengan kepercayaan dan berkaitan dengan orang-orang yang memang asli tajir melintir. Pepatah “ajining raga seko busana” itu ngaruh banget ke pekerjaannya.

Sekarang kalau lihat artis gitu nenteng tas mahal, ya saya sudah paham dan nggak nyinyir seperti dulu. Ya itu tuntutan kerja dia, nggak Cuma sekedar gaya-gayaan. Bisa jadi dia ambassadornya produk tertentu yang citranya memang harus high end. Masa ya penampilannya lusuh. Bisa diputus kontrak.

Tapi kalau kita pegawai negeri baru juga diangkat, unyu-unyu trus belanjanya Chanel 30 jeti tiap hari ganti. Ya, siap-siap aja diinterogasi.

hehehe

“Buat apa” yang berikutnya adalah buat kualitasnya.

Ono rego ono rupo. Ada harga ada rupa. Pepatah ini memang banyak benarnya sih. Walau sekarang mulai banyak pengrajin yang no brand dengan kualitas bersaing, tapi merk dagang tetap bisa jadi patokan kualitas.

Kalau kata suami, daripada beli tas atau sepatu seratus ribuan tapi tiap bulan ganti karena rusak, mending sekali beli yang mahalan tapi bisa untuk setahun dua tahun. Dan memang bener si, suami saya tipe yang nabung bener-bener buat beli barang yang dia mau. Dan beneran aweeeet setengah mati. Sepatu yang dia pakai pas kami pertama ngedate itu baru rusak setelah saya hamil tua Gayatri. Berarti hampir empat tahun kali ya, padahal daily use, wong ya ga punya banyak sepatu. Tasnya lebih parah lagi, belum rusak sampai sekarang.

Related post: Diaper Bag Andalan Saat Traveling.

2 . Berapa Yang Kita Mampu

Buat teman-teman yang follow akun IG @jouska_id (financial advisor) mungkin terhenyak saat beberapa waktu lalu, mereka post salah satu kasus kliennya. Inti dari kasus tersebut adalah tentang bagaimana kliennya yang seorang muda milenials usia 30an bergaji 27 jutaan sebulan bisa tidak punya tabungan karena gaya hidupnya. Yang lebih heboh lagi adalah tentang postingan dari seorang lain yang menyeritakan tentang seseorang yang stress karena kehidupannya tak seindah feeds IGnya. Tak lain dan tak bukan adalah gaya hidup yang melebihi kemampuan.

Tapi, balik ke masalah beli barang mahal tadi, kalau uda kerja sebagai pegawai senior selama lima tahun, trus mau beli satu tas Fossil original tadi buat kerja atau untuk acara khusus, saya rasa masih pantas banget lo. Tiap minggu, menyisihkan uang seharga satu gelas Caramel Macchiato di kedai kopi tersohor onoh, nggak sampai setahun juga kebeli kali.

love love

Saya tahu persis, soalnya kemarin junior saya nitip dibelikan dompet apa tas fossil original gitu sama temen kantor yang lagi traveling. Wohhh kan, junior saya aja bisa beli. Tapi dia memang rajin menabung sih.

Balik lagi ke masalah “Berapa yang kita mampu” tadi, pesan orang tua, “Jangan lebih besar pasak daripada tiang”.

3 . Worthy Kagak Ye?

Setelah mikir dua hal di atas, baru deh bisa kita menyimpulkan apakah barang yang kita inginkan itu worthy to buy or not. Kalau value for money ya beli lah, kalau tidak ya jangan laaahhhh…. Dan sekali lagi jangan nyinyirin orang lain, urus aja belanjaan diri sendiri. Soalnya kebutuhan dan kemampuan orang kan beda-beda toh.

Hehehe….

Jangan nyinyirin saya juga, saya nggak lagi ngajak untuk hidup boros. Malah sebaliknya, mari kita hidup realistis. Kalau harga barang ada gunanya dan gayanya bisa bikin kita “balik modal”. Why not?

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!