Meal Prep Fails dan Lesson Learnnya Selama Sebulan #3 (Tips Menyimpan Sayuran dan Bahan Makanan Lain)

tips menyimpan sayur

Buat yang sering baca blog nyonyamalas (ada nggak ya? ada dong plis plis plis), mustinya uda ngeh ya kalau mulai 14 maret kemarin saya nulis tentang perjalanan saya belajar masak di dapur. Naaaaahhh, sebagai newbie di masalah masak memasak, banyak banget kesalahan yang saya lakukan saat mempersiapkan bahan masakan, seperti saat menyimpan sayuran. Beberapa sudah saya share di artikel sebelumnya:

Pengalaman Meal Prep Minggu I

Pengalaman Meal Prep Minggu II dan III

Padahal sebelum memulai belajar meal prep ini saya juga uda baca-baca duluan pengalaman meal prep orang-orang yang sudah jauh lebih jago. Hehehe, tapi bener kata blog Miun-Miunan, meal prep itu personal banget, harus trial error sendiri biar tahu mana cara yang paling pas sama selera. Oiya, blog apa saja yang saya baca tentang meal prep saya ringkas juga loh di artikel ini: Meal Prep Challenge.

Ternyata saya cukup rajin juga yak, ngeresume dan nyatet-nyatet…. Wkwkwkwk, lama-lama nama ini blog perlu diganti juga nih jadi nyonyarajin. Bwakakakak….

tips menyimpan sayuran

Pada foto diatas tampak kalau meal prep saya campuran ya, antara menyimpan makanan siap saji (kanan atas) berupa ungkepan ayam dan sambal goreng kentang (tidak terlihat ketutupan ungkepan ayam), sayuran yang telah dipotong dan yang masih utuhan. Demikian juga bumbu, saya juga stok bumbu jadi, hehehe dan bumbu yang racikan sendiri (kiri atas, tutup merah). Intinya meal prep wajib sesuai dengan kebutuhan masing-masing ya Nyah….

Oiya, sebelum saya lanjut, saya mau menegaskan kembali kalau yang saya share pengalaman ini bukan berarti saya sudah perfect ya. Tapi kan siapa tahu ada Nyonyah-nyonyah yang kompetensi masaknya dan tingkat kemalasannya juga 11-12 kaya saya, jadi pengalaman (kesalahan-kesalahan) saya pasti bakal berfaedah.

Lets Go!

Tips Menyimpan Bahan Makanan Ala Nyonyamalas:

1 . Menyimpan Sayuran

Sebelumnya saya mencoba untuk menyimpan sayuran di freezer (ngikut-ngikut akun instagram junjungan saya). Ternyata saya dan suami nggak cucok sama tekstur sayuran yang sebelumnya telah beku. Jadi kami banting setir untuk menyimpannya dalam keadaan mentah.

Biasanya saya akan menyimpannya dalam keadaan sudah dipetik (untuk bayam, kangkung dan kacang panjang). Dicuci bersih, dikeringkan dengan salad spinner (akan dibahas lebih lanjut di bawah). Kemudian diletakkan per sayur di wadah kedap udara yang sebelumnya sudah dialasi koran. Kalau saya nggak sempat nyuci sayurnya, saya cuma petikin saja lalu langsung masuk wadah tanpa kena air.

Air bikin cepat busuk btw.

Kalau labu siam saya simpan dalam keadaan utuh. Kentang pernah saya simpan dalam kondisi terpotong dadu dan direndam dalam air, hanya semalam saja, dan esoknya masih bagus. Kurang tahu kalau lebih dari itu.

Yang saya belum berhasil simpan adalah kemangi. Entah kenapa selalu berakhir layu.

2 . Menyimpan Daging

Saya simpan daging mentah di chiller dalam kondisi sudah dalam potongan sesuai dengan masakan yang direncanakan. Biasanya saya nggak cuci dulu dagingnya sebelum masuk chiller. Baru akan saya cuci saat mau dimasak. Pastikan saat memotong daging, tangan dalam keadaan bersih.

Namun, kalau saya mau masak soto atau sop iga, biasanya saya akan simpan daging dalam kondisi sudah direbus. Tujuannya biar empuk dulu dan ada kaldunya.

3 . Menyimpan Kaldu

Pengalaman yang lalu menyimpan kaldu, baik kaldu udang, kaldu sapi maupun kaldu ayam, di kulkas bawah tidak bisa lebih dari 2-3 hari. Kalau mau menyimpan lebih dari itu, sebaiknya di freezer alias dibekukan. Baca-baca si katanya bisa sampai berbulan-bulan.

4 . Menyimpan Tempe

Saya pernah zonk nyimpen tempe ni, jadi busuk. Akhirnya kalau saya mau simpan lebih dari tiga hari, tempenya saya ungkep dulu, biar nggak cepat busuk.

tips menyimpan bahan makanan

Tips Mempersingkat Waktu Meal Prep

1 . Buat menu mingguan dan daftar belanjaan.

Membuat menu mingguan akan mempermudah pembuatan list belanjaan. List belanjaan akan membuat waktu belanja jadi lebih cepat. Soalnya nggak pakai muter-muter dulu. Sampai ke supermarker/ pasar uda langsung tahu apa yang mau dibeli, jadi cak cek cak cek. Kelar.

2 . Petik sayuran/ potong daging setelah beli, simpan per porsi.

Segera setelah pulang belanja, petik semua sayuran/ potong daging dan simpan. Jadi langsung ringkes. Soalnya kalau sempat masuk kulkas dulu, keburu mager. Kalau sayuran sudah dalam keadaan terpotong-potong, dan daging-dagingan juga sudah terpotong simpan terpisah dalam jumlah sekali masak.

Tips menyimpan sayuran dengan jumlah per satuan masak ini untuk menghindari proses defrost yangg tidak perlu dari daging-dagingan (kalau disimpan dalam freezer). Selain itu juga menghindari porsi lain terlalu sering “kena tangan”. Karena kena tangan artinya potensi terkena bakteri lagi.

3 . Keringkan sayuran dengan salad spinner sebelum masuk kulkas.

Penyimpanan sayur (dedaunan) harus dalam keadaan sekering mungkin. Kalau tidak mungkin kering 100% ya nggak papa sih, yang penting tidak dalah kondisi basah terendam. Nah kadang proses pengeringan ini perlu waktu. Kemarin saya sempat beli salad spinner, pas Ikea lagi diskon, dan lumayan membantu mempercepat proses pengeringan ini.

Jadi sayurannya kaya diputer gitu. Bayangin aja pakaian kita di mesin pengeringan baju. Kan diputer jadi airnya muncrat-muncrat dan sayurnya kering. Tapi karena ada di dalam baskom jadi muncratnya nggak kemana-mana. Duh, jelasinnya gimana yak…. Wkwkwk…. Bentuk alatnya seperti ini:

salad spinner ikea

Alat ini opsional aja si, nggak harus punya. Saya sharing di sini biar jadi tambahan wawasan aja.

Kalau nggak mau ribet ngeringin, ya nggak perlu dicuci dulu. Petik dalam kondisi kering dan langsung masuk wadah. Nyucinya pas mau masak. Kelar.

4 . Buat ungkepan secara maraton.

Ini kalau nggak salah aku dapat tipsnya dari mbak Ega Dioni yang tinggal di luar Indonesia. Jadi karena bumbu di negara tempat tinggalnya mahal, jadi dia pakai bumbu ungkep untuk beberapa kali pakai. Eh ternyata ungkepan terkahir malah jadi tambah sedap karena sudah nyampur sama kaldu-kaldu daging sebelumnya.

Biasanya saya ungkep ayam kemudian sisa bumbu ungkepan ayam sebelumnya saya pakai untuk ungkep tempe. Oiya, jangan ulangi kesalahan saya ya…. Saya pernah maraton ungkep dengan melibatkan jeroan dan urutannya salah. Saya ungkep ayam – jeroan baru tempe. Jadideh, tempenya ikut bau ati ampela. Wkwkwkwk…. Lesson learnya, kalau mau ungkep jeroan juga, sebaiknya jeroan diungkep di kloter terakhir.

5 . Simpan Bumbu

Sebenarnya ini masih pro kontra ya: nyimpan bawang yang sudah dikupas. Karena ada yang bilang kalau para bawang ini akan menyerap bakteri. Nggak tau benar atau salah. Tapi kalau mengabaikan pro kontra tersebut, menyimpan bawang yang sudah dikupas itu beneran menyingkat waktu masak di pagi hari. Karena nggak perlu ngupas-ngupas lagi.

Yang pasti, simpannya di wadah yang tertutup rapat ya…. Saya biasanya gitu untuk meminimalisasi ketakutan saya atas pro kontra di atas.

Selain menyimpan bawang saya juga menyimpan bumbu jadi hehehe. Merknya BMM alias Bumbu Masak Machmudah. Bumbu ini tu produksi UKM di sekitar Surabaya gitu. Kayanya saya belum pernah lihat di daerah Jawa Tengah atau Jakarta. Tapi yang pernah nemu, komen yak…. Bumbu ini kalau di kulkas awet beberapa hari aja. Tidak seperti bumbu jadi pabrikan. So saya biasanya beli untuk seminggu dan simpan benar-benar di kulkas. Kalau wadahnya menggembung tandanya sudah tidak bisa dipakai lagi.

Sekiaaaaaan tips ala-ala dari saya…. 🙂

Buat Nyonyah-nyonyah yang mau ikutan ngasih tips boleh juga lo, tinggalin tipsnya di bagian komen. Terimakasih sudah mampir. Salam sayang!

🙂

tips menyimpan sayur

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Meal Prep Minggu Ke 2 dan 3 #2

meal prep minggu 2 dan 3

Edisi rapelan cerita pengalaman meal prep di minggu ke dua dan tiga ini yaaaa…. Dimulai dar ngecek Lesson Learn minggu pertama yaaa…..

Related post: Pengalaman Meal Prep Minggu Pertama

Yang uda dijalankan:

  • Berhubung minggu pertama saya nyoba menyimpan sayuran di frezeer, dan ternyata bikin teksturnya nggak cucok (buat kami), akhirnya minggu ini saya balik seperti dulu kala. Nyimpan sayuran di kulkas bawah. Sayuran saya potong-potong tanpa dicuci kemudian di masukkan ke dalam wadah. Dasar wadah dilapis kertas (saya pakai koran bekas). Kertas tersebut gunanya untuk menyerap kelebihan air, supaya sayuran tidak cepat busuk.

sayur

  • Minggu pertama saya baru ngeh kalau buah yang kami konsumsi sedikit sekali: hanya pisang dan pepaya. Di minggu kedua dan ketiga, kami nambah alpukat, buah naga dan belimbing.
  • Biar nggak selalu tergantung dengan Bumbu Masak Machmudah, saya mencoba masak resep baru pakai bumbu bikin sendiri. Jangan tanya rasanya yaaa….
  • Beli daging yang sudah potongan sesuai masakan (saya belanja di Superindo, beli daging sapi untuk sop buat masak rawon dan krengseng), jadi waktu meal-prepnya lebih singkat.

tempe

Dari Lesson Learn minggu pertama, yang belum berhasil dijalankan adalah: belanjanya nggak pagi. Minggu kedua belanjanya malem, karena habis keluar kota. Minggu ketiga menjelang sore. Jadi meal prepnya tertunda tunda. Mangkanya ga pernah ada foto yang kece kaya kaya di instagram instagram. Wkwkwkwk….

Dikomplain Suami

Oiya….. Di minggu 2 dan 3 ini saya terima komplain dari suami, karena perpaduan menu serta pengolahan sayur yang kurang oke. Hehehe…. Iya si, soalnya kan saya fokus sama apa yang bisa saya masak aja. Jadi keseringan tumis brokoli. 😛

Sebenernya komplain ini dilakukan beberapa kali. Saya jadi sempat ngambek dan mogok masak gegara dikomplain mulu. Nyonyah kan haus apresiasi. Puji dikit kek, biar tetap semangat menghadapi kehidupan. Saya beneran ngambek tauk. Saya chat suami. “Mbok ya pelan-pelan menghadapi masakan saya yang ya gitu gitu aja. Sabar, gitu. Wong dari skala minus, jadi kaya sekarang aja uda lumayan banget progressnya.”

Gitu. Pokoknya kalau ada uneg-uneg mending disampaikan to the point. Laki-laki mah kaga ngarti kalau kita cuma ngambek.

Tapi, sebenernya suami saya juga bukan tipe yang jarang muji. Tapi dia jujur. Kalau enak dibilang enak. Walaupun dia tau enaknya karena bumbu racikan serbaguna sekalipun, akan tetap dia puji. Tapi kalau kagak enak ya dibilang juga “kagak enak”. Dan jujurnya suka brutal. Sadis pisan, kata Afgan.

#LahMalahCurhat

kwetiau

Bikin Menu Kesukaan Semua

Trus akhirnya saya melakukan langkah berikut untuk memperbaiki keadaan sekaligus skill dapur saya. Mungkin langkah-langkah yang saya lakukan bakal bermanfaat juga buat teman-teman ya….

  1. Bikin list lauk sebanyak-banyaknya. Lalu beri keterangan mana yang saya bisa bikin bumbunya from scratch, mana yang mau pakai bumbu jadi (Bumbu Jadi Machmudah Oye!) dan mana yang harus nyari resep dulu.
  2. Bikin list sayur.
  3. Ngobrol sama suami/ anggota keluarga untuk menentukan mana yang mereka suka. Saya bersyukurnya selera Gayatri mirip sama Bapaknya ya. Jadi saya masak satu menu keluarga untuk semua.
  4. Bikin menu mingguan dengan mix antara poin 1 dan 2. Misal: Udang Saus Padang dan Tumis Kangkung, Krengseng Daging Sapi dan Bening Bayam, Sop Kacang Merah Iga dan Tempe Garit, Lodeh dan Ayam Goreng, Rawon dan Telur Asin.
  5. Nyetok resep terkait step nomor 2.

Yang poin 5 ini optional ya. Khususon buat saya soalnya memang belum bisa inget semua resep masakan. Dan kadang kalau harus googling dulu on the spot, malah jadi boros waktu. Apa lagi kalau ternyata bumbunya ada yang nggak ready di dapur. Endingnya gagal masak maning.

Di minggu kedua dan ketiga ini, ada dua resep baru yang saya coba masak from scratch alias kagak pake bumbu jadi: 1) udang saus padang dan 2) gulai cumi. Yang udang saus padangnya sukses. Yang gulai cumi, biasa aja. Geje rasanya, tapi masih dalam kadar bisa dimakan.

udang

Untuk resep, saya seringnya mengacu ke blognya mbak endang: justtryandtaste. Kadang juga lihat ke cookpad sebagai pembanding.

Meal Prep Memudahkan Evaluasi Gizi

Membuat menu selain memudahkan kita dalam memasak selama seminggu, juga memudahkan kita mengevaluasi gizi yang dikonsumsi keluarga. Seperti minggu lalu saya ngehnya kami kurang buah ya karena meal prep ini.

buah

Kemudian di akhir minggu 3, suami mengeluh lehernya kenceng. Biasanya hal itu terjadi kalau kolesterolnya naik. E bener setelah dicek menu kami memang kebanyakan bersantan, jeroan belum lagi ada udang dan cumi.

Mengolah Udang dan Cumi

Kalau untuk pengolahan bahan makanan hampir sama dengan minggu lalu. Cuma ketambahan udang sama cumi. Berikut beberapa hal yang saya pelajari tentang menyimpan dua bahan ini:

1 ) Udang

Kulit dan kepalanya enak banget dibikin kaldu. Cuma saya lebih suka tidak mengupas udang, kalau masakannya memungkinkan biar daging udangnya tetap juicy. Jadi kepalanya biasanya saya potek sedikit lalu saya bersihkan kotorannya, sambil dijaga agar kepalanya tidak copot. Antenanya saya potong.

2 ) Cumi

Sebagai orang yang nenek moyangnya (literally) pelaut. Saya lumayan bisa lo makan bersihin seafood. Tipsnya adalah: memakai asam jawa. Serius, asam jawa lebih nampol dalam membersihkan cumi. Bau amisnya ilang. Sedep dehhh. Caranya remas-remas cumi dengan air asam jawa + garam, lalu bilas.

cumi

Karena saya mau masak gulai maka bagian yang harus dibuang dari cumi adalah: tulang yang seperti plastik bening, ujung mulutnya yang kaya batu, kulit arinya dan tinta. Hmmmm, sebenarnya tinta tu bikin enak ya. Tapi nggak cucok aja kalau masak gulai, tinta cuminya nggak dibuang.

Continuous Improvement

Minggu keempat adalah minggu terakhir challenge ini ya…. Meal prepnya si bakalan lanjut, cuma mungkin nggak rutin saya update di blog. Takut pada bosen. Hihihi…. Untuk minggu keempat, perbaikan yang pengen saya lakukan adallah sbb:

  1. Belanja lebih pagi!
  2. Belajar bikin snack sebagai gimmick.
  3. Saya pengen punya buku catatan menu. Selama ini soalnya saya bikin di kertas asal-asalan. Biasanya si di buku gambarnya Gayatri. Soalnya kan nyusun menunya sambil nungguin Gayatri main. Cuma saya mikirnya buat lain waktu kan bisa dipakai lagi (berulang menunya).

Tiga itu aja PR yang buat minggu depan…. Doain istiqomah ya Nyaaaahhhh….

meal prep minggu 2 dan 3

Thankyuuu uda mampir. Yuk ayuk cerita siapa yang juga lagi belajar masak ata meal preeeeeep??? Share di comment section yaaa…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Meal Prep Seminggu #1

meal prep seminggu 1

Minggu lalu saya sudah share hasil kajian pustaka (alias googling, hahaha) mengenai pengalaman-pengalaman orang lain dalam melakukan meal prep. Biar related, resume-nya bisa dibaca dulu di:

Sebenarnya masak sendirinya sudah dilakukan selama beberapa minggu, namun meal prepnya baru sekitar semingguan. Nah, kali ini saya mau cerita pengalaman saya selama meal prep seminggu ini.

TRIAL AND ERROR

Sebelum saya cerita bagaimana saya melakukan meal prep saya mau mengutip stories IGnya @miunmiunan, salah satu yang selalu saya pantau tips meal prepnya. Begini katanya:

meal prep minggu I nasehat miun

Saya setuju banget, kalau dalam meal prep ini, selain harus “belajar” dari orang lain dengan baca/ minta masukan, juga harus trial error sendiri. Karena kan kondisi orang beda-beda. Kebutuhan masing-masing keluarga beda. Selera juga beda-beda. BAHKAN, tujuan meal prep juga bisa bedaaaaa.

Kaya kemarin saya ngobrol sama Mbak Kidung. Tujuan meal prep beliau adalah untuk mendukung dietnya. Jadi beneran tu Mbak Kidung merhatiin banget setiap nutrisi, dan mengkritisi gimana idealnya setiap bahan dimasak. Nah, kalau saya tujuannya lebih ke ngirit dan praktis, selain juga pengen sehat juga. Jadi ya mungkin saya versi slebornya. 😛

Beda kan?

BEDA ITU BIASA

Bedaaaaa! Apalagi kalau mau dibandingkan dengan Mbak @atiit yang meal prep demi mengurangi foodwaste sekaligus mendukung gaya hidup berkesadarannya. Jelas, meal prep-nya @atiit lebih banyak menggunakan produk-produk organik dan mendukung lingkungan berkelanjutan.

Bukannya saya nggak pengen begitu ya, tapi kan pelan-pelan, Nyah proseeees, proseeeeesss…. Emak saya lihat saya mulai ke dapur aja bangga minta ampun uda kaya saya menang Olimpiade Fisika. Yang adalah nggak mungkin, karena saya tiap pelajaran Fisika mabal, dan sering remidial.

Satu lagiiiiiii yang tidak bisa dihindari: beda selera.

Saya nggak bakal bisa masakin suami saya healthy food kaya yang dimasakin Jenifer Bachdim ke suaminya. Yang semacam guacamole, oat, chia puding, dll. Yang ada mah suami saya kabur, kaga mau makan di rumah. 😛

Demi kesehatan harus mau dong!

Ya nggak bisa maksa gitu juga si. Perspektif orang akan makanan kan beda ya. Untuk sementara ini, saya memilih untuk menghormati pilihannya. Kasihan dia, uda harus menerima saya apa adanya, masa harus menerima makanan yang nggak sesuai selera juga. Setidaknya saya pastikan makanan kami sekarang lebih sehat dari pada kalau dia makan junk food melulu di luar rumah. Ga super sehat, gapapa. Yang pasti selangkah lebih baik.

PELAN-PELAN SAJA

Kalau ini pesan khusus dari saya, hehehe. Terutama buat orang yang kemampuan masaknya seperti saya, tingkat kemalasan seperti saya namun selera makannya juga tinggi kaya saya. Don’t over do meal prep. Pelan-pelan saja. Karena meal prep ini kan semacam maraton ya. Jangan sampai terlalu idealis tapi malah jadi ga jadi-jadi dilakukan mengingat kemampuan yang belum seberapa.

Gagal mulu kan bikin sutris ya. Jadi start dari yang kita suka, kita familiar dan kita bisa. Nanti dievaluasi, trus lama-lama kita usahakan untuk naik kelas. #selftalk #semogaistiqomah

MEAL PREP MINGGU I

Langkah-langkah yang saya lakukan:

  1. Cek bahan makanan yang masih ada di rak dan kulkas.
  2. Membuat rencana menu seminggu.
  3. Memperkirakan kebutuhan bahan baku sesuai menu mingguan di poin 2.
  4. Belanja.
  5. Nyicil Meal Prep.

 

meal prep minggu I belanjaan

Apa saja yang saya siapkan:

  • Sayur dan Buah: Baby Buncis 1 pak, Brokoli 2 batang (4 ons), Kentang 4 butir (6 ons), Wortel 3 batang (4 ons), Tauge 1 pak, Pete 1 pak, terong ungu lonjong dua buah.
  • Protein Hewani: Daging sapi giling (1 ons), daging sapi semur (5 ons), sayap ayam (9 ons), hati ayam (3 ons), ampela ayam (2 ons), ceker ayam (6 biji), ayam kampung (1 ekor), Bakso, Udang.
  • Lain-lain: Tempe (6 buah ukuran sedang bungkus daun), Bumbu racikan (ungkep, sambal goreng ati, herbs (daun bawang, daun jeruk, sereh, dll).

Meal prep seminggu yang saya lakukan:

Sayur dan Buah:

  • Baby buncis, wortel, brokoli, saya cuci, potong-potong terpisah, blansir, dan simpan di frezeer. Hasilnya kurang memuaskan.

meal prep minggu I sayuran

  • Kentang 2 butir saya potong dadu, goreng, simpan di kulkas bawah untuk sambal goreng ati.
  • Kentang 2 butir saya potong-potong, rendam di air, saya simpan di kulkas bawah.
  • Tauge, pete dan terong saya biarkan di pacakaging, saya simpan di rak bawah kulkas.
  • Pepaya saya biarkan, belum sempat dipotong, di kulkas bagian bawah.
  • Alpukat saya tusuk ujungnya dengan tusuk gigi supaya nggak berserat dan diletakkan di suhu ruangan.

meal prep minggu I alpukat

Protein Hewani

  • Daging cincang saya taruh di chiller.
  • Bakso saya taruh di chiller.
  • Udang langsung dimasak tumis.
  • Sayap ayam setelah dibersihkan, saya potong jadi dua, kemudian saya rebus dengan bumbu ungkep. Tiriskan. Saya simpan sayap ungkep di kulkas bawah.

meal prep minggu I ungkep yam

  • Sambil ungkep ayam, saya rebus ayam kampung (cuci terlebih dahulu dalam kondisi terpotong-potong). Tiriskan. 3/4 air rebusan ayam (kaldu) setelah dingin saya simpan di botol di pintu kulkas. Ayam saya pisahkan daging dan tulangnya. Tulang ayam saya kembalikan ke panci bersama 1/4 air rebusan ayam. Masukkan ceker ke dalam panci, tambahkan air, daun jeruk dan sereh, untuk membuat kaldu ceker dan tulang sebagai dasar kuah soto. Daging ayam saya masukkan ke tupperware direndam 1/3 air sisa ungkepan sayap ayam. Nantinya ayam yang di marinade ini saya goreng untuk soto ayam. Kaldu ayam kampung yang tadi disimpan (3/4 bagian) untuk kuah sop.
  • Hati ayam dan ampela saya rebus dengan 2/3 air sisa ungkepan sayap ayam. Tambahkan sereh dan daun jeruk supaya tidak amis. Tiriskan.

meal prep minggu I ati ampela

  • Daging sapi (semur) saya potong-potong lalu saya rebus. Buang busa dan kotoran yang mengapung. Tiriskan. Simpan kaldu di botol. Sementara dagingnya di bagi dua, masing-masing disimpan di dalam tupperware tergenang kaldu. Saya bekukan di freezer. Satu bagian akan dimasak krengseng, satu bagian akan saya masak rawon bersama kaldunya. Hasilnya cukup memuaskan.

meal prep minggu I daging sapi

Lain-lain

  • Tempe saya simpan di kulkas bawah.
  • Herbs saya simpan di laci bawah kulkas.

LESSON LEARN

  1. Menu alternatif itu perlu. Buat jaga-jaga kalau tiba-tiba anggota keluarga ada yang nggak mood makan menu sesuai rencana. Atau malah tiba-tiba berinisiatif bikin menu makanan improvisasi. Kaya saya yang uda dua kali gagal bikin tumis tauge jambal asin, gara-gara taugenya dibikin ote-ote alias bakwan alias bala-bala sama Bapak Tuan Besar.
  2. Memperkirakan jumlah bahan baku ternyata tricky ya. Yang tadinya saya pikir bakal kurang ternyata malah sisa. Yang saya kira kebanyakan, tapi karena enak (ehm, muji masakan sendiri) eh ternyata habis sebelum waktunya. Apaun kejadiannya, yang pasti kita harus fokus untuk tidak belanja (kecuali tambahan sayur yang sudah direncanakan) kalau kulkas belum kosong.
  3. Jam belanja itu penting Kumendan! Kemarin saya berangkat kesiangan, jam 10, kelar jam 12. Karena kena jam makan siangnya Gayatri maka saya nggak bisa langsung meal prep tu. Nunggu dia makan. Habis dia makan, nunggu dia bobo siang. Mulai meal prep jadi jam 2-an. Terus kejeda lagi dia snacking dan mandi. Jadi ada beberapa bahan yang akhirnya aku olah besoknya.
  4. Tips yang sukses dilakukan oleh seseorang bisa jadi tidak sukses buat kita. Misal, ada yang sukses nyimpan sayur di freezer. Giliran saya, sayuran yang saya simpan di freezer menjadi alot, mungkin karena beda kulkas kali ya. Next time akan coba disimpan dalam kondisi mentah di kulkas bawah aja.
  5. Kalau bisa beli bahan daging sapi/ ayam yang sudah dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemarin saya belinya kurang pas, jadi takes time banget untuk motong-motongin lagi.
  6. Tempe mudah sekali busuk, jadi better dijadwal untuk dimasak paling awal.
  7. Kaldu sebaiknya difreezer kalau lebih dari 3 hari supaya tetap segar.
  8. Sisa (leftover) krengseng daging sapi bisa dibuat isi martabak telur.

meal prep minggu I martabak leftoverMartabak telur ala-ala.

CONTINUOUS IMPROVEMENT (NEXT TRIAL)

  1. Simpan sayuran dalam kondisi mentah terpotong-potong dialasi tisu.
  2. Belanja lebih pagi supaya bisa kelar hari itu juga.
  3. Coba bikin baceman bawang sendiri dan googling bumbu dasar biar nggak ketergantungan bumbu racikan Machmudah.
  4. Mau nambahin porsi buah dan sayur, karena setelah dievaluasi minggu ini kurang banget makan sayur. Awalnya mikir ah, nanti sayur beli di Kang Sayur aja takut cepet layu. Trus Kang Sayur lewat, sayanya nggak ngeh. #nyanyi lagu Yang Terlewatkan, Sheila on 7. Jadi nggak kebeli juga sayurnya.

meal prep minggu I kaldu

CLOSING

Waktu yang saya gunakan untuk meal prep seminggu masih lama (kalau ditotal, tanpa ngitung istirahat atau disambinya, kurang lebih 3 jam kali ya). Selain karena masih banyak tria errornya juga karena tipe meal prep saya yang mengolah lauk sampai setengah jadi.Tapi, beneran membantu rutinitas pagi saya menjadi lebih sederhana dan efisien. Soalnya tinggal cemplung cemplung dan cucian piringnya pun sedikit.

Apakah sistem ini akan cocok buat Nyonyah? IMHO, tergantung rutinitas harian Nyonyah dan makanan apa yang pengen dimakan ya.

Soalnya temen saya tiap hari sarapan telur ceplok ga masalah, jadi dia memilih nggak meal prep. Saya dan suami nggak bisa gitu. Terus lagi, ada yang aktvitas paginya nggak banyak, tapi malah lebih banyak “jalan” di weekend. Pola meal prep seminggu di weekend untuk hari-hari berikutnyaa juga nggak cocok.

So, balik lagi ke prinsip yang dibilang @miunmiunan tadi yak…. Selamat trial dan error, jangan lupa, beda itu biasa!

Salam sayaaang!

meal prep seminggu 1

ps. Maapkeun fotonya ala kadarnya, mana burem dan banyak yang skipppppp. Semoga minggu II bisa siang yak, jadi fotonya pun lebih bening, kaya kuah

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Challenge: Masak Sendiri dan Meal Prep

meal prep challenge

Selama tiga minggu nyicipin rasanya jadi ibu rumah tangga, saya mulai care dengan beberapa hal yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Yang pertama adalah masalah uang makan dan yang kedua adalah masalah masak.

Uang Makan

Dua minggu pertama saya pindah ke Surabaya, hampir bisa dikatakan tiap hari saya jajan atau makan di luar. Bukannya sombong atau hura-hura ya. Tapi memang agak euforia aja lihat harga makanan di Surabaya yang jauh lebih murah dibandingkan Jakarta.

Tapi biar murah, setelah dihitung-hitung lumayan juga. Lumayan banget malah. Hahaha…. Hasil dari baca-baca blognya Mbak Rinda (rumahbarangtinggalan.wordpress.com) dan Twelvi (twelvifebrina.com), saya menyimpulkan kalau memang bener, biaya makan itu nggak kerasa tapi adalah faktor utama keborosan.

Tips dari kedua blog di atas untuk mencegah pemborosan uang makan kurang lebih sebagai berikut:

  1. Buat perencanaan menu untuk beberapa periode (misal seminggu atau sepuluh hari),
  2. Belanja sesuai perencanaan menu di atas,
  3. Masak sendiri di rumah dari bahan yang ada,
  4. Tidak belanja lagi sampai barang belanjaan di kulkas habis.

Minggu ketiga langsung banting setir untuk nyoba masak di rumah. Kami nyoba merencanakan menu seminggu lalu belanja. Daaaannnn, pengeluaran belanja protein hewani nggak sampai 20% persen dari pengeluaran kalau jajan full. Ya kalau ditambah dengan belanja sayur di Mang Sayur secara harian + beras, kayanya nggak sampai 30% dari pengeluaran kalau jajan deh.

Buat kami berdua, yang pas masih ngantor makan di luar nyaris 3x sehari, jumlah tersebut membuat kami terhenyak. Terhenyak dan membayangkan, kalau selama dua tahun pernikahan kami istiqomah bisa cut cost begitu terus, uda kaya raya kali kami yaa…. Hahahaha….

Bisa saving 70% Boookkkk!!!!

ngiler

Masak Memasak

Tapiiiii, ada tapinya ni…. Saya juga baru nyadar kalau masak full untuk tiga kali sehari, dengan tipe saya dan suami yang banyak maunya, itu boros waktu. Menyiapkan bahan, memasaknya daaaaan apalagi nyuci piringnya. Weleh weleh…. Apa lagi saya harus masak MPASI juga. #curhat.

Ribet. Sesuatu yang nggak saya banget.

Maka dari itu saya jadi rajin baca-baca Pinterest tentang Food Prep/ Meal Prep yang katanya bermanfaat untuk menghemat waktu. Banyak bingit yang dari blog luar ya, tapi saya juga nemu punya Mbak Rinda dan Mbak Ega Dioni (egadioniputri.wordpress.com). Blogger Indonesia. Punya Mbak Rinda memang sudah saya temuin dari lama si, cuma baru beneran saya baca baik-baik.

Lesson learn yang saya dapatkan adalah minggu lalu saya merasa ribet untuk tiap hari masak karena belum melakukan meal prep. Jadi habis belanja semua belanjaan masuk kulkas dan baru diproses saat akan masak.

Tips dari dua blog di atas untuk menghemat waktu memasak kira-kira seperti ini:

  1. Jangan nyari resep, menyiapkan bahan baku, dll tepat saat mau masak,
  2. Sebaiknya beberapa step sebelum masak sudah dipersiapkan terlebih dahulu (meal prep),
  3. Meal prep bisa dengan menyiapkan bahan mentahnya dahulu (motong-motong bahan) atau dengan menyimpan masakan sudah matang. Bedanya apa baca blog Mbak Ega Dioni.
  4. Kalau versi Mbak Rinda, dia melakukan beberapa versi meal prep sesuai kebutuhan, tapi yang pasti bahan mentah yang dari belanja langsung diproses di hari belanja. Persamaan antara Mbak Rinda dan Mbak Ega adalah memasak sekaligus banyak untuk kemudian sebagian dibekukan sebagai stok.

Percaya nggak, dengan perencanaan dan pengelolaan masak memasak, Mbak Rinda bisa mengepulkan dapurnya dengan budget Rp 500.000,00 SEBULAN!!! Kalau Mbak Twelvi bisa nabung 150 JUTA rupiah, buat traveling dan juga traktir keluarganya ikut travelinggggg!!!!

love love

Semaput.

Saya nggak akan seambisius itu si. Jauh di atas itupun saya masih akan bangga banget. Uda pasti menang banyak dah dibanding yang lalu lalu. Cumaaaa, satu yang jadi pertanyaan saya…. Apakah metode Mbak Rinda, Mbak Atiit, Mbak Ega dan Mbak Twelvi dengan Meal Prep mereka masing-masing sesuai dengan karakter nyonyamalas saya dalam jangka panjang? Akankah saya akan seistiqomah para Perempuan Rajin itu? #kraaayyy

Eh, dua ya pertanyaannya.

meal prep challenge

So, I’ll try ya…. Dan men-challenge diri saya pribadi untuk masak selama sebulan ini (kecuali kalau keluar kota ya). Nanti progressnya bakal saya ceritain di blog. Apa saja keberhasilan, KEGAGALAN 😛 dan lesson learn dari pengalaman yang saya alami. Harapannya si, challenge kali ini bisa menghasilkan formula yang pas buat para nyonyamalas seperti saya…. 😛

Selain itu, buat saya pribadi hal ini bakal jadi pembelajaran banget. Mumpung saya masih cuti juga, biar belajar skill kehidupan nyata seperti ini. Hehehe, skill dasar banget sebenernya ya. Rada malu juga si sebenernya posting ini. Tapi ya I just want to be real.

kuat

Saya juga yakin nantinya ini akan bermanfaat untuk banyak orang. So, please untuk yang mau dukung saya mengerjakan challenge ini, kasih saran ya, atau boleh juga kasih rujukan bacaan (blog Indonesia preferably). Buat yang uda pro, plis nggak usa pake bully kaya di status FB “ibu-ibu 2,5 juta” itu ya (you know what i mean). Akika, ibu newbie unyu unyu, lebih butuh saran dan masukan. So, yang mau sharing pengalamannya selama ini juga boleh loh. Tulis aja di comment section below yaaa….

Thanks Nyaaaahhh!!! Salam sayang!

PS. Challenge ini kayanya bakal mulai start di minggu kedua Maret, karena minggu depan saya mau keluar kota dulu.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Perhatikan Baik-baik 5 Hal ini Agar Kupon Voucher Diskonmu Tak Berujung Boros

contoh promo2

Mau untung malah buntung. Pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat membeli kupon voucher diskon makanan? Saya pernah beberapa kali. Sebenarnya karena kesalahan saya sendiri si. Hehehe…. Karena saya mengakui, saya adalah orang yang kurang teliti.

hiks

Padahal si sebenarnya kupon voucher diskon tu lumayan bisa menghemat biaya jajan loh…. Apalagi buat kamu yang memang doyan jajan atau sering melakukan meeting di restoran. Berikut adalah pelajaran yang saya petik dari kesalahan-kesalahan saya tersebut, semoga bisa jadi tips yang bermanfaat ya buat Nyonyah…..

1 . Perhatikan harga yang ditawarkan.

Adanya kupon tidak serta merta harga jualnya pasti lebih murah lo teman-teman. Jika kita belum familiar dengan tempat makan/ tempat belanja yang menawarkan diskon, better memastikan harga normalnya dahulu, agar harga yang didapatkan benar-benar value for money, bukan akal-akalan marketing semata. Caranya gampang kan, tinggal nanya mbah google.

2 . Perhatikan expired date.

  • Kalau bisa pilih kupon yang tidak terlalu mepet agar kecil kemungkinan kita melewatkan waktu menebus kupon tersebut.
  • Ingat-ingat jadwal ulang tahun atau perayaan-perayaan lain yang mengharuskan kita menraktir orang banyak. Cari kupon di saat-saat tersebut sehingga kita bisa menraktir rekan di tempat dan makanan yang lebih istimewa dengan budget yang terjangkau. Hal ini penting karena kita bisa saving lumayan banyak loh, kalau membeli dalam jumlah banyak menggunakan kupon. Contohnya produk yang terdapat di Voucher Diskon BambiDeal di bawah ini. Untuk makan Wagyu Steaks + Drink seharga Rp 147.000,00 kita hanya perlu bayar Rp 80.000,00 berarti hemat Rp 67.000,00/ meals. Kalau nraktir sekeluarga isi 4 orang aja, uda lumayan kan savingnya.

contoh promo 1

  • Simpan kupon dengan terorganisir ya, supaya tidak kelupaan.Pengorganisasiannya si bisa pakai kalender aja di google. Catat tanggal kapan kita mau menggunakan kupon apa. Sayang kan kalau sampai terlewat momen/ expired datenya.

3 . Perhatikan rules (syarat dan ketentuan) yang berlaku.

  • Cek apakah voucher bisa digunakan untuk delivery, take away atau harus dine in. Jika memang bisa delivery jangan lupa untuk memeriksa ketentuan biaya pengiriman yaaa….
  • Perhatikan jumlah porsi yang diinginkan, dan ketentuan pembelian kupon terkait. Saya pernah melakukan kesalahan saat saya ingin membeli kupon untuk 2 kali meals. Saya membelinya dalam satu kupon, sehingga saat membeli saya terpaksa membawa pulang dua porsi makanan, padahal yang saya inginkan adalah dua kali makan di waktu yang berbeda. Dooohhhh…. Ga teliti bangetttt….
  • Cek apakah voucher diperbolehkan untuk digunakan bersamaan dengan diskon/ promo lain. Misal pada beberapa hari dalam seminggu ada promo yang bisa membuat kita mendapatkan cash back apabila memiliki Debit Card dari bank yang kita miliki. Kalau memang bisa dobel kan untttttuuuuuuuungggg!!!

love love

  • Cek juga apakah kupon harus dicetak atau boleh hanya menunjukkan kode. Sebisa mungkin sih, jika membeli  Kupon Voucher Restaurant secara online pilih yang paperless yak. Selain mengurangi biaya printing, untuk jaga-jaga juga kalau kita lupa ngeprint. Hehehe, tips ini penting buat orang-orang yang pelupa seperti saya. Jangan sampai kita uda sampai di merchant uda pesen, eeehhhh, lupa ngeprint kuponnya. Kan tengsin. Kalau nggak harus diprint kan tinggal tunjukin kupon dari handphone. Kids jaman now gitu loh, masa handphone juga ketinggalan. Kayanya kecil kemungkinan kan.
  • Oiya jangan lupa untuk memastikan apakah harga yang tercantum sudah termasuk pajak yaaa….

Contoh syarat dan ketentuan (biasanya dapat dilihat di bagian bawah offer):

syarat dan ketentuan

4 . Perhatikan lokasi merchant yang dituju.

Perhitungkan biaya perjalanan, bensin, waktu tempuh dan juga biaya parkir. Nggak lucu aja, kalau ternyata kita beli kupon makanan yang membuat kita hemat Rp 40.000,00 tapi biaya perjalanannya Rp 50.000,00. Itu mah bukan hemat. Tapi nombokkkksss….
Lokasi merchant yang perlu diperhatikan selain jarak adalah tentang kenyamanan. Kenyamanan tempat maupun kenyamanan parkir. Apalagi jika teman-teman berencana membeli kupon di merchant yang berada di tengah mall untuk weekend. Pastikan tempat parkirnya nyaman, kalau harus bayar valet juga, kan sama aja nggak hemat.

contoh promo2

5 . Beli kupon voucher diskon untuk makanan yang benar-benar kamu pengen.

Last but not least ni, jangan membeli kupon hanya karena tergiur dengan diskonnya yang besar, padahal kita nggak doyan.
Kalaupun kita ingin menggunakan kupon untuk makanan yang belum pernah kita coba tapi yang beneran kita pengen, jadi kalaupun ternyata nggak enak pun nggak rugi-rugi amat. Hihihi…. Untuk meminimalisasi risiko nggak doyannya sebaiknya cari info sebanyak-banyaknya tentang makanan yang akan kita beli. Cari review di food blogger terpercaya yang kira-kira sesuai dengan seleramu.

Selamat hunting kupon voucher diskon ya Nyaaaahhh…. Semoga dengan perencanaan yang baik, anggaran jajan-nya bisa hemat namun tetep nikmat. Salam sayaaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cara Membuat Cincau Hijau ala Nyonya Malas

cara membuat cincau hijau

Jaman saya SD dulu, biarpun saya tomboy dan suka nyeser (nangkap ikan kutuk di selokan pakai seser – tau seser kan?) saya juga suka main masak-masakan. Dari yang pura-pura banget seperti masak tanah dan pecahan genteng, sampai ke masak yang agak beneran seperti bakar singkong atau umbi kirut curian. Nah jaman SD itu saya punya teman, namanya Priska (bukan Frizka ya, karena yang namany Frizka ada lagi, teman SMP) yang punya tanaman cincau, dan pernah menjadi satu eksperimen masak-masakan kami.

Tumbuhan cincau yang dia miliki adalah jenis cincau rambat (Cyclea barbata). Cincau rambat memiliki batang yang kecil, tumbuhnya merambat ke barang lain. Bentuk daunnya seperti sirih namun berukuran lebih kecil dan permukaan atas daunnya berbulu seperti beludru. Berbeda dengan jenis cincau yang saya tanam di rumah. Cincau yang ditanam di rumah, sama-sama cincau hijau namun bukan yang merambat, melainkan cincau batang atau saya biasa menyebutnya dengan cincau hijau perdu (Melasthoma polyanthum). Jika ditanam di tanah tingginya bisa mencapai 2-3 meter dan merumpun. Daunnya tidak berbulu dan berukuran besar.

tanaman cincau hijau perduGambar Tanaman Cincau Hijau Perdu di Belakang Rumah

Apakah Nyonya masih bingung dengan jenis cincau yang saya maksud? Oke, saya coba jelasin lebih lanjut yak. Di Indonesia dikenal ada dua jenis macam cincau; cincau hitam dan cincau hijau. Cincau hitam biasanya yang disajikan dalam minuman Capucino Cincau alias Capcin. Teksturnya lebih padat dari cincau hijau dan berwarna hitam. Saking padatnya tekstur cincau hitam biasanya jenis ini disajikan dengan cara dipotong-potong. Cincau hitam dihasilkan dari daun tanaman Janggelan atau yang nama latinnya adalah Mesona palustris. Sementara cincau hijau dihasilkan dari daun dua jenis tanaman cincau hijau tadi (baik cincau hijau rambat maupun cincau hijau perdu). Tekstur cincau hijau lebih lembek sehingga bisa diseruput dengan sedotan. Warna cincaunya sendiri adalah hijau lumut.

 

Manfaat Cincau Hijau:

Kata mama mertua, cincau hijau ini berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Kalau buat saya yang darah rendah, khasiat dari cincau hijau ini adalah mengenyangkan dan menyenangkan. Mengenyangkan karena seratnya tinggi, bikin ga gampang lapar untuk yang sedang diet. Seratnya yang tinggi juga membuat pencernaan jadi lancar. Penting banget buat saya yang baru melahirkan dan dapat dua jahitan di perineum (wilayah antara alat vital wanita dan anus). Berhubung, jahitannya di wilayah ngeden, jadi pencernaan lancar adalah kunci kebahagiaan buang air besar. Karena kalau sampai sembelit, wasalam, yang pertama sakit, yang kedua kawatir jahitannya sobek juga. Kemudian poin menyenangkannya adalah efek adem di tenggorokan. Konon katanya, cincau hijau ini bisa meredakan panas dalam. Untuk yang sedang tidak panas dalam pun, cincau hijau nikmat banget diminum siang pas panas. Seger dan adem.

 

Bahan Cincau:

daun cincau hijau perdu

20an lembar daun cincau

Tiga gelas air matang

 

Bahan Pelengkap:

bahan pelengkap

Santan, saya menggunakan santan siap pakai. Untuk yang sedang diet, bisa mengganti santannya dengan susu kedelai atau susu almond.

Larutan Gula Jawa sesuai selera.

 

Cara Membuat:

remas daun cincau

1 . Bersihkan daun cincau, letakkan dalam sebuah mangkuk besar.

2 . Remas-remas daun sampai lumat dan keluar getahnya.

3 . Tambahkan air sambil terus diremas-remas hingga terbentuk larutan seperti lumut.

4 . Saring agar sisa daun terpisah dari larutan lumut. Buang sisa daun yang tersaring tsb.

saring larutan cincau

5 . Biarkan sampai lumut tersebut mengental seperti jelly. Bisa juga disimpan di dalam kulkas. Pengalaman saya kemarin, saya membuatnya di malam hari, jadi larutan cincau saya simpan di kulkas dan baru keesokan harinya dinikmati.

cincau hijau

6 . Saat cincau telah mengental, cincau siap disajikan dengan bahan pelengkap.

es cincau hijau

Demikian cara membuat cincau hijau. Mudah sekali bukan? Ga rugi lah, nanam pohon cincau ini di rumah. Bisa bikin es cincau kapan aja dan yang pasti, hati tenang karena kita tau proses pembuatannya. Dengan membuat sendiri kita juga bisa meminimalisasi bahan-bahan tambahan yang tidak diinginkan seperti pewarna, pengawet atau perasa buatan. Lebih sehat dan muraaaahhh, hihihi.

Selamat membuat cincau hijau!

cara membuat cincau hijau

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Jus Pare sebagai ASI Booster Alami

pare sebaga asi booster alami

Seperti yang saya ceritakan di artikel 8-si Sukses Menyusui dengan ASI, pas ASI saya seret, para mahmud di kantor (namanya geng The Tantes) menyarankan saya untuk minum jus pare sebagai booster ASI alami. Kurang lebih ada tiga orang yang sudah mencoba jus pare tersebut dan berhasil meningkatkan produksi ASInya. Dua di antaranya bos bos. Saya jadi pengen nyoba juga lah, like a boss….

Pare atau nama latinnya Momordica charantina L, punya banyak nama yang berbeda di daerah-daerah di Indonesia. Bagi yang tidak familiar dengan nama pare mungkin mengenalnya dengan nama paria, papare, fori, pepare, kambeh, paya, truwuk, paitap, poya, pudu, pentu atau palia. Jenis pare yang saya gunakan dalam resep kali ini adalah pare gajih. Pare ini biasa dijual di pasar atau supermarket sebagai sayuran sehari-hari, warnanya hijau kadang ada semu putihnya.

jus pare asi booster

Setelah minum jus pare, baru sekali minum, hasilnya memang terasa. Dengan asupan makanan lain yang baik tentunya, ASI jadi lancar jaya. Hanya memang saya tidak bisa bilang jus ini rasanya enak. Mbak Hestin, anggota The Tantes yang pertama merekomendasikan jus ini, bilang rasa pahit pare bisa dinetralisir pakai melon yang manis. Tapi rasa-rasanya melon semanis madu pun bakal KO lawan pahit getirnya pare. Pare mungkin cuma bisa dikalahin sama manisnya cinta pertama. Tapi cinta pertama saya pahit juga sih. Jadi sudahlah. *abaikan*

Namun, berhubung tokcer untuk melancarkan ASI, saya tetep lanjut bikin dan minum jus ini. Semangat lapan enam lapan enam, Sodara! Maju terus pantang mundur. Di laut kita jaya! Oiya, saya minum jus ini paling dua hari sekali atau tiga hari sekali. Karena pas saya gugling, pare bisa menurunkan kadar gula darah hingga menimbulkan kondisi hipoglikemia. Berhubung saya orangnya lemesan, jadinya ga berani minum terlalu sering. Takut makin lemes dan ngantukan. Info yang saya dapat dari blog herbalku.com, pare bisa menurunkan kadar gula dalam darah karena mengandung senyawa charantin, yakni peptida yang menyerupai insulin dan alkaloid.

Satu lagi yang paling penting, jus pare ini sebaiknya diminum sebagai ASI booster pada saat setelah melahirkan ya Nyonya-nyonya. Karena di dalam buah pare terdapat zat yang bisa membahayakan kehamilan. Jadi konsumsi jus pare saat hamil untuk persiapan ASI tidak dianjurkan.

Nyonyah-nyonyah yang mau mengonsumsi jus ini, sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing aja ya….  Berikutadalah bahan dan cara pembuatannya….

bahan jus pare asi booster

Bahan:

Satu buah Pare (mentah) ukuran kecil, atau setengah pare ukuran normal.

Satu juring Melon. Satu juring = satu ukuran buah potong yang dijual mamang penjual buah potong dalam gerobak dorong.

Air matang setengah gelas (kurang lebih setengah Aqua gelas).

Perhatian: jus ini TIDAK pakai gula.

Cara membuat:

1 . Potong-potong Pare dan melon, setelah dicuci bersih. Jangan lupa membuang isi pare dan melonnya terlebih dulu ya.

2 . Blender sampai halus. Tambahkan air jika perlu.

3 . Sajikan tanpa disaring.

minum jus pare asi booster

Pengalaman saya pertama minum, rasanya menderita banget. PAHIT. Secara saya memang ga terlalu suka yang pahit-pahit. Penderitaan saya ditambah dengan tersedak ampas jus. Hahaha. Jus ini memang afdolnya diminum se-ampas-ampasnya. Jadi tidak disaring. Jadi pastikan ketika mblender sampai halus ya. Jangan sampai keselek kaya saya. Tapi tenang saja, makin ke sini, makin sering minum jus pare. Rasa pahitnya mulai tak terasa. Mungkin karena jenis pare yang dipakai lebih muda, jadi lebih tidak pahit dari yang sebelumnya. Atau mungkin lidah saya yang mulai kebal.

Bagaimana dengan Nyonya-nyonya? Share dong makanan/ minuman apa yang biasanya diminum saat meyusui dan bikin ASI lancar….

Untuk yg merasa artikel ini bermanfaat, feel free untuk share di medsos ya…. Terimakasih.

pare sebaga asi booster alami

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Resep dan Tips Membuat Sapi Lada Hitam

resep-dan-tips-sapi-lada-hitam

Sejak hamil saya mual kalau mencium bau masakan. Jadi jarang banget ke dapur untuk masak. Syukurlah, suami saya a.k.a Tuan Besar bukan tipe yang tidak mau turun gunung masuk dapur buat masak. Kali ini yang beliau masak adalah sapi lada hitam dengan paprika kuning. Masaknya gampang karena lada hitamnya pakai yang sudah setengah jadi, bukan yang masih bulet-bulet. Tapi rasa lada hitamnya tetap nendang endang bambang gurindang.

bumbu-bamboe-lada-hitam

Oiya, pas saya share foto masakan ini di IG banyak yang nge-like. Tuan Besar sebagai pria biasa, merasa dikagumi gitu jadinya sama nyonya-nyonya…. Hihihi…. Trus saya dikasih resep dan tips membuat sapi lada hitam tsb untuk ditulis diblog. Bahkan beliau rela saya ajak ke Hero, buat nyari dan fotoin bumbu yang dia pakai sebelumnya. Demi melengkapi tulisan ini buat nyonya-nyonya loh, hahaha. Cuma karena pas dia masak, tidak difoto-foto, mohon maaf kalau tidak ada foto step by stepnya ya…. Tapi gampang banget kok….

resep-dan-tips-sapi-lada-hitam

Resep Membuat Sapi Lada Hitam

Bahan:

200 gr daging sapi khas dalam

1 sendok makan tepung maizena

4 sendok makan minyak goreng (suami saya menggunakan minyak kelapa)

1 bungkus bumbu lada hitam merk Bamboe (suami menekankan harus merk ini, merk favoritnya)

1/2 buah paprika kuning ukuran sedang, potong dadu

1/2 buah bawang bombay ukuran sedang, potong dadu

4 sendok makan air

Cara membuat:

1 . Lumuri daging dengan tepung maizena sampai merata.

2 . Panaskan minyak goreng.

3 . Tumis daging sampai berwarna kecokelatan.

4 . Masukkan bawang bombay dalam tumisan daging. Tumis sampai bawang bombay layu.

5 . Masukkan paprika. Aduk rata.

6 . Masukkan bumbu lada hitam. Aduk kembali sampai bumbu menempel ke semua bahan.

7 . Tambahkan air. Aduk sampai air menyusut dan kuah mengental.

8 . Sajikan dengan nasi hangat dan sayur pendamping agar lebih sehat.

Tips Membuat Sapi Lada Hitam

1 . Gunakan bumbu sapi lada hitam merk Bamboe

Seratus persen bukan iklan. Tapi memang suami sendiri yang bilang demikian. Beliau memang agak fanatik dengan merk bumbu ini. Dia juga menambahkan, bumbu lain dari merk ini juga ga kalah enak. Nah, jika di supermarket atau pasar, nyonya-nyonya menemukan ada dua jenis kemasan bumbu Bamboe seperti pada foto di bawah ini, keduanya asli loh.

dua-varian-bumbu-bamboedua-varian-bumbu-bamboe-rendang

Untuk yang resep khas masakan Indonesia lebih enak yang bungkus abu-abu. Tapi untuk varian yang lain tidak ada yang bungkus abu-abu. Termasuk untuk yang sapi lada hitam ini. Jadi yang kami pakai adalah bumbu Bamboe dengan kemasan cokelat.

bumbu-bamboe-lada-hitam-cokelat

2 . Gunakan paprika kuning

Paprika warna kuning rasanya lebih manis dan tidak pedas dibandingkan paprika hijau, merah maupun yang orange. Memang sesuai selera. Kami memilih paprika yang warna kuning untuk menyeimbangkan rasa pedas dari bumbu lada hitamnya. Namun, untuk yang menyukai rasa lebih pedas atau lebih langu, bisa memilih jenis paprika lain.

resep-dan-tips-sapi-lada-hitam-paprika

3 . Sajikan dengan sayur pendamping yang rasanya tidak terlalu kuat

Sebagai teman dari sapi lada hitam ini kami memilih tumis kailan. Kailannya hanya kami tumis dengan bawang putih yang dikeprek. Tanpa garam tambahan atau bumbu lain. Pilihan tersebut jatuh pada tumisan sayur polos, selain karena praktis juga agar ketika makan tidak campur-campur rasanya. Semakin simpel sayur pendampingnya, semakin menonjol rasa lada hitamnya.

resep-dan-tips-sapi-lada-hitam-untuk-bekal

Sekian resep dan tips membuat sapi lada hitam. Kalau nyonya-nyonya punya resep sapi lada hitam dan juga tips yang beda, feel free untuk share di komen yaaa… Semoga bermanfaat ya Nyaaaahhh…. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Resep 3 Menu Super Praktis Kurang dari 15 Menit untuk Sarapan

resep-sarapan

Buat emak-emak, lebih penting nyiapin bekal anak dan suami kan ya daripada sarapan buat dirinya sendiri??? Trus buat ciwi-ciwi single ladies, lebih penting ngerapiin alis kan ya dari pada sarapan??? Hihihi… Bukan lagi nyinyir saya loh, cuma mengumbar kenyataan dan aib saya sendiri. 😛 Nyonyamalas mah lebih mending nambah setengah jam bobo di pagi hari daripada berkutat di dapur ngurusin sarapan yang ribet… Cuma karena kondisi badan saya yang harus sarapan, dan kata para ahli sarapan itu penting bagi kesehatan, ya dibela-belain ngelawan malasnya.

Sekarang, ada kabar gembira untuk kita semua… 😀

Ada resep sarapan yang super duper praktis; cuma butuh kurang lebih 4 bahan, waktu kurang dari 15 menit dan bisa jadi 3 jenis menu. Menunya dijamin bisa jadi mood booster buat kita, maupun para krucils. Cukup sehat karena ada karbo dari roti, sedikit lemak dari cokelat serta cukup serat dan vitamin dari buah-buahan. Untuk tambahan protein buat krucil bisa tambah susu UHT siap saji ya bund… Untuk single ladies yang sedang diet bisa pake susu almond. Atau skip susu juga masih nendang kok kenyang ampe siang…

menu-super-praktis-untuk-sarapanSeperti di foto ini 3 Menu yang bakal dibuat adalah: Sandwich Pisang, Sandwich Strawberry dan Jus Pisang Strawberry. Yummmyyy!!!

Bahan yang diperlukan:

  • Pisang, sebenarnya semua pisang enak dipakai kecuali pisang batu, hihihi… tapi paling oke pilih jenis pisang ambon atau pisang raja ya, pisang emas juga masih bisa dipakai. Untuk pisang ambon pakai dua buah.
  • Strawberry
  • Selai cokelat, di resep ini saya pakai Ov*maltine, selai cokelat favorit suami yang emang selalu ada di dapur. Kalau selera beda, bisa juga pakai selai cokelat lain. Enaknya selai yang saya pakai ini ada sensasi crunch crunch nya gitu…
  • Roti tawar enam lembar

bahan

Cara pembuatan:

1. Setelah semua bahan siap, strawberry sudah disiangin dan dicuci. Potong-potong tipis pisang dan strawberry. Bagi pisang dalam dua bagian dan strawberry juga ke dalam dua bagian.

2. Menu yang pertama kita buat adalah jus pisang strawberry. Caranya tinggal masukkan satu bagian pisang dan satu bagian strawberry ke dalam blender. Tambahkan air satu gelas kecil. Blender sampai halus. Jumlah pisang dan strawberry disesuaikan dengan selera ya. Karena strawberry yang saya gunakan rasanya asam, maka saya kurangi jumlahnya. Namun, warnanya jadi pink pucat. Jika menginginkan warna yang lebih merah, porsi strwberry bisa ditambah dengan konsekuensi rasanya lebih asam.

menu-super-praktis-sehat

3. Step selanjutnya, sambil menunggu hasil blenderan halus, langsung aja siapkan roti tawar. Untuk msing-masing sandwich perlu tiga lembar roti. Olesi dua dari tiga roti itu dengan selai cokelat lalu tata pisang ke atas roti berselai. Tangkupkan lalu potong diagonal.

sandwich-pisang4. Lakukan hal yang sama untuk sandwich strawberrynyaaa…

sandwich-strawberry5. Uda jadi… tinggal di hap hap hap… 🙂

sandwich-pisang-strawberry

Sandwich dan Jus Pisang Strawberrynya siaaaapppp… Gampang kaaan? 😉 Buat temen-temen ang punya resep ga kalah praktis bisa juga looohhh sharing resepnya di komen. Sebisa mungkin bakal aku cobain 🙂 Thanks yaaaa…

Oiya resep ini spesial aku persembahkan buat temen blogger ku yang baru masuk dunia kuliaaaahhh… Rizki Rahmadania Putri. Yang minta dibikinin resep makanan yang cepet kalo dia lagi hectic mau berangkat kuliah dan kegiatan-kegiatannya yang seabrek. Seabrek beneran karena ini anak, semuda ini uda nerbitin novel dan juga rajin nyanyi online ataupun offair. Semoga suka ya Titi… Buat temen-temen yang mau kenalan sama Titi bisa cus ke blognya di www.tipluk.com.

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cara Mudah Bikin Es Teler

cara malas bikin es teler2

Resep asli es teler sebenarnya cukup mudah tinggal mencampur alpukat, daging kelapa muda, cincau, nangka atau buah lain dengan es serut, santan dan susu kental manis. Tapi bukan nyonyamalas namanya kalo ga nemuin cara yang lebih mudah. Hahahaha… Oke, cara mudah bikin es teler setidaknya meminimaliasi beberapa step di resep asli es teler sebagai berikut:

1. Ga perlu nyerut es batu

2. Ga perlu motongin nangka

3. Ga perlu ngerok kelapa muda

4. Ga perlu pakai santan dan

5. Ga perlu tambah susu kental manis…

cara malas bikin es teler2

Rasanya tetep endeus lho, tetep mempertahankan cita rasa asli Indonesia yang dipunya es teler. OTENTIK pokoknya. Kok bisa gitu? Bisa dong, rahasianya adalah: step 1, 4 dan 5 di atas digantikan dengan satu langkah praktis: pakai es krim nangka. Es krim nangka ya teman-teman, jangan es krim cokelat atau es krim strawberry, nanti rasanya berubah, jadi ga kaya es teller otentik. Hihihihi… Kalau es krim rasa nangka susah ditemui, bisa juga menggunakan es krim dung-dung, intinya pakai es krim yang bahan dasarnya santan. Sementara langkah nomor 3 (ngerok kelapa muda) bisa digantikan dengan langkah praktis berikutnya: langsung pakai daging kelapa di batoknya, tanpa perlu dikerok! Cepet dan paktis! Pas banget kan buat buka puasa… 🙂 haus-haus dan lapar, ketemu yang manis seger serta ga ribet 🙂

Resep lengkap untuk dua porsi-nya sebagai berikut:

bahan es teler

Bahan-bahan:

Satu Butir kelapa muda (belah), kalo mamang-mamang penjualnya lagi ga sibuk, bisa minta dibikin lebih cantik batoknya. Cuma kalo lagi rame, seperti yang saya alami, yang penting di belah, lalu bagian punggungnya dibuat datar agar bisa diletakkan di meja dengan stabil. Alias kaga nggelundung, hihihi…

Kolang kaling tawar secukupnya

Satu butir alpukat masak, kerok dengan sendok

Sirup coco pandan

Es krim berbahan dasar santan rasa nangka, nyonyamalas menggunakan es krim merk Diamond varian Es Puter rasa Nangka

Cara Membuat:

1. Siapkan batok kepala muda, dan bahan-bahan lain. Jika mau makan es teler berdua dalam satu batok (seperti yang saya lakukan bersama suami), batok satunya bisa dikerok, tapi jika dimakan terpisah tidak perlu dikerok.

langkah membuat es teler

2. Susun bahan-bahan dalam batok kelapa, mulai dari kolang-kaling, alpukat serta es krim. Tak lupa beri sirup sedikit di permukaannya.

langkah membuat es 2

3. Jika suka es krim dalam bentuk masih utuh (masih berbentuk es krim), beri es krimnya sesaat sebelum disajikan. Namun, apabila lebih suka es krimnya lebih cair bisa juga disajikan agak lama sebelum disajikan. Setelah mencair, bisa diaduk… mmmm…. creamyyy yummyyyy… 🙂

langkah membuat es teler es krim cair

Selamat menikmatiiiii 🙂 Yang bikin makan es ini happy adalah, kalo es teler biasa kan pas terakhir-terakhir tu rasanya uda mulai hambar karena es batunya mencair dan ga ada rasa. Terus isiannya uda abis… hampa terasa deh… *ciela. Tapi kalo cara malas ini, tetep nikmat sampai akhir. Pas tetes terakhir hampir tandas, kamu masih punya lapisan kelapa muda yang legit yang masih nempel di batoknya… mmmmm… yummmmmyyy…. Mau coba?

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!