Barang Antik dan 7 Koleksi untuk Investasi yang Menguntungkan

nitendo

Saya punya sepupu yang hobi banget blusukan ke kampung-kampung dan mbongkari gudang demi mencari benda-benda unik. Yah sebenarnya banyak benda-benda yang dia ambil, saya anggap tidak bernilai. Tapi, sebaliknya justru dianggap sebagai investasi olehnya dan mungkin juga orang lain yang memiliki hobi sama dengan sepupu saya itu. Saya jadi menyesali momen-momen bersih-bersih yang pernah kami lakukan di rumah eyang. Seharusnya banyak benda-benda tua dan kuno yang menurut saya sudah rusak dan layak buang yang bisa jadi untuk koleksi atau dijual kembali sebagai barang antik. Bisa untung mayan cuy!

Lesson learnnya si, buat kamu yang punya koleksi mainan-mainan yang dianggap kuno tapi masih berfungsi dengan baik seperti Game Boy, action figure, hingga benda-benda lawas seperti perangko, uang jadul, piringan hitam, dan lain sebagainya. Jangan buru-buru buang yak. Jika tidak membutuhkannya, kamu bisa menjualnya daripada hanya disimpan di gudang dan menuh-menuhin rumah.

nitendo

Trus…. jualnya dimana?

Tidak perlu khawatir, kalau berdasar pengalaman sepupu saya, barang-barang tersebut pun bisa dijual secara online atau di komunitas. Enaknya dengan ada toko online, kita tidak perlu mencari pelanggan sendiri, tidak perlu membuka toko yang membutuhkan biaya besar, dan tidak perlu melakukan promosi macam-macam. Karena semua itu sudah dilakukan oleh toko online yang bersangkutan.

Seperti online shop Bukalapak misalnya. Sehingga, sebagai penjual kita hanya perlu melakukan registrasi atau mendaftar sebagai jual. Kemudian pajang saja barang yang akan dijual. Tinggal duduk manis di rumah, segera pembeli akan berdatangan. Jika ada pembeli yang tertarik atau jika ada penawaran, aplikasi toko online akan secara otomatis memberikan kita notifikasi.

Saya sendiri pernah berbelanja series komik jadul Harlem Beat (komik jaman saya dan suami SMP) buat seserahan nikah, secara online. Hihihi…. Habisnya komik itu uda nggak terbit lagi di toko-toko buku. Dicari kemana-mana susah. Padahal tu seri ada nilai historisnya buat hubungan kami, jadi pengeeeen banget punya. Eh, nemu online…. Happyyyy!!!!

Related post: Antara Irit dan Wishlist

Bagi kamu yang tertarik dan ingin membeli atau mencari benda-benda seperti buku kuno maupun baru, mainan seperti action figure, remote control, video game, batu cincin atau batu akik, perlengkapan musik dan alat musik, senjata tradisional, miniatur mobil, gamepad bluetooth, boneka, gitar, hingga bibit tanaman, coba deh cari juga deh di Bukalapak. Siapa tahu nemu di mari.

Oiya balik lagi tentang barang-barang koleksi yang bisa dijadikan investasi karena bisa dijual lagi. Coba deh cek, siapa tahu di gudang rumahmu, atau di gudang rumah eyang banyak menumpuk benda-benda berikut:

7 benda koleksi atau barang antik yang bisa dijadikan sebagai investasi menguntungkan:

1. Buku

Buku adalah jendela dunia sekaligus sumber ilmu yang sangat berharga. Ada banyak buku_buku kuno yang menyimpan ilmu-ilmu penting dan dianggap sebagai barang berharga oleh para kolektor dan pecinta buku. Kalau kamu punya buku-buku menarik yang sudah berusia, dan tidak membutuhkannya lagi. Kamu bisa menjualnya di olshop Bukalapak. Siapa tahu ada yang kayak saya kan, nyari buku yang sentimentil buat seserahan nikahan atau kado buat orang tersayang….

2. Perangko

Perangko dianggap sebagai barang antik yang berharga mahal. Banyak orang menganggap perangko sebagai sesuatu yang bernilai tinggi karena tingkat kelangkaannya. Perangko yang saat ini tidak lagi kita gunakan merupakan benda yang banyak dikoleksi dan dijual dengan harga mahal.

perangko

3. Uang kuno

Walaupun tidak bisa digunakan untuk transaksi tapi dianggap sebagai benda langka Uang jadul, atau biasa kita dikenal juga dengan istilah uang lawas dan uang kuno adalah benda bernilai tinggi yang juga sering dikoleksi oleh para kolektor layaknya perangko.

4. Action figure

Action figure adalah mainan modern yang semakin banyak diminati karena harganya yang mahal. Mahalnya harga action figure tidak lepas
dari tingkat kerumitan pembuatan dan detail pada mainan tersebut.

5. Kamera jadul

Kamera jadul bisa jadi benda antik yang harganya sangat mahal. Sekalipun tidak berfungsi lagi, jangan buang kamera-kamera jadul yang kamu miliki. Pasalnya, masih banyak kolektor yang ingin mengoleksi benda-benda seperti ini. Buat pajangan juga cakep kan.

kamera

6. Piringan hitam dan kaset

Piringan hitam dan kaset adalah benda yang mulai dianggap langka dan unik. Jika kamu punya koleksi benda-benda seperti ini sebaiknya jangan dibuang dan rawatlah dengan baik.

7. Tanda tangan orang terkenal dan populer

Tanda tangan bisa jadi sangat bernilai terutama apabila berkaitan dengan public figure yang bersangkutan. Misalnya jika kamu punya tanda tangan
di atas kaos Timnas dari pemain bola populer Indonesia seperti Evan Dimas contohnya. Tanda tangan yang mereka akan sangat bernilai beberapa puluh tahun kedepan atau ketika pemain sudah pensiun dan punya banyak prestasi.

Apa lagi ya barang-barang jadul lain yang bisa dijual? Ada ide? Atau pernah punya cerita jual/ beli koleksi barang antik atau unik? Yuk share cerita di komen…. 🙂

Sumber gambar: pexels.com

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tips Hemat Belanja Online

belanjaan online

Kalau ditanya terakhir saya belanja offline, sepertinya sudah berbulan-bulan yang lalu deh. Sejak menjalani Long Distance Marriage, saya sangat bergantung pada belanja online, demi kepraktisan. Bagaimana tidak, pergi ke pusat perbelanjaan dengan anak berusia 21 bulan, yang sedang seneng-senengnya lari-larian tu tantangan tersendiri ya. Untuk makan atau untuk window shopping masih okelah. Tapi kalau nyari barang, hmmm…. Seringnya emosi saya, hehehe.

Pokoknya saya mau belanja offline kalau lagi bareng sama suami aja. Selain itu, online for the rescue!

belanja offline

Terimakasih para olshop dan marketplace! Keberadaanmu sungguh membantu kami.

Walaupun memang membeli secara online akan ada biaya tambahan seperti misalnya ongkos kirim, tapi biaya-biaya tersebut bisa diakali lo, supaya jatuhnya nanti tetap bisa lebih hemat atau setidaknya sama dengan belanja offline tapi dengan benefit lebih praktis. Sebelumnya saya pernah share 5 cara berbelanja online saat lebaran, termasuk di dalamnya bagaimana membuat daftar belanjaan, dll. Berkenaan dengan itu, saya mau share 5 tips tambahan meminimalisasi biaya belanja online:

1 . Manfaatkan Cashback

Buat yang belum familiar dengan istilah ini, definisi cashback adalah persentase pengembalian uang/ uang virtual atas pembelian suatu barang yang memenuhi syarat dan ketentuan tertentu, yang dapat digunakan pada masa yang akan datang.

Biasanya si cashback bisa dipakai saat pembelian berikutnya. Namun ada juga yang bisa diuangkan kembali seperti di Shopback.

Enaknya di Shopback ini selain dia bisa diuangkan, di sini kita juga banyak pilihan marketplace yang dapat cashback gitu di luar promo marketplacenya sendiri. Jadi yang biasa belanja di Lazada ya tetep belanja di Lazada-nya, tapi via Shopback biar dapat cashbacknya di Shopback.

Setahu saja gerainya ada 100 an lebih, coba aja dicek yak, siapa tahu selama ini teman-teman biasa beli di gerai tersebut tapi nggak via Shopback jadi nggak dapat cashbacknya. Mayan kan, seolah nabung pas belanja.

2 . Manfaatkan Free Ongkir

Hitung perbandingan biaya ongkir dengan biaya yang harus dikeluarkan saat belanja offline. Kalau biaya bensin ditambah parkir ditambah kerepotan yang ditimbulkan belanja offline masih lebih ringan dari pada belanja online ya offline aja. Tapi kalau engga, ya mending belanja online kalau saya mah.

Terutama ni groceries ya…. Hehehe, betul, bahkan untuk groceries pun saya belanjanya online. Groceries kan biasanya cukup berat tu. Kalau saya belanja offline, saya akan kesulitan bawa karena sambil bawa bayi, tapi kalau online bakal gede jadinya ongkirnya. Untuk itu saya biasanya akan ngakalin dengan nyari marketplace yang kasih free ongkir untuk pembelian tertentu.

Belinya batch dalam jumlah banyak jadi sekalian memenuhi syarat harga minimal. Kalau belanjaan teman-teman kebetulan sedikit, bareng aja sama teman yang lain biar bisa satu check out. Dapet dah tu free ongkirnya.

Bayangkan, beli beras, alpukat, pisang, tepung dll. Semua jadi ringan, nggak perlu angkat-angkat tiba-tiba belanjaan uda dateng di depan pintu kos. Daaaaaaan tetap hemat. Asoy!

List groceries hasil belanja online rekomendasi saya, saya tarus di highlight Instagram @nyonyamalas dengan judul GROCERIES ya…. Beberapa di antaranya sbb:

belanjaan online

Related post: Cara Mengatur Keuangan Keluarga

3 . Manfaatkan Kupon/ Voucher

Kalau kupon/ voucher biasanya saya dapat infonya dari influencer nih. Jadi mereka suka share kode voucher affiliasi mereka, jadi kalau kita pakai voucher itu kita dapat diskon dan dia dapat affiliate fee gitu. Sama-sama seneng kan.

Kalau engga dari para influencer, bisa nyari di shopback tadi juga atau di marketplacenya sendiri. Terutama kalau lagi tanggal cantik kaya tanggal 9 bulan 9, tanggal 10 bulan 10 atau pas Hari Belanja Online Nasional alias Harbolnas tuh para Kupon dan Voucher akan bertebaran.

Kita? tinggal pungutin aja….

Tapi inget jangan gas pol, direm juga yaaak…. Biar nggak kalap belanja yang nggak perlu.

LALUUUUU….

4 . Pinter-pinter Mix And Match

Kalau bisa DI-MIX-AND-MATCH-KAN saja ketiga tips di atas!

Hihihi, ga cuma baju yak yang harus di mix and match. Cashback – free ongkir – kupon jugaaa! Tapi kalau ga bisa ketiganya ya dua aja juga uda happy si.

Misalnya saya belanja groceries di fresh boxnya blibli.com via shopback, kadang saya berkesempatan dapat cashback (dari shopback) dan juga free ongkir (dari blibli-nya). Atau cari di Lazada yang ada kuponnya gitu gitu ya…. Tapi memang harus teliti cek dan riceknya.

5 . Silahturahmi Membuka Jalan Rejeki

Salah satu jalan rejeki adalah informasi. Informasi diskon, informasi cashback, informasi kupon. Ya, karena kadang-kadang tu proo muncul pas kita lagi lengah, nggak cek notifikasi di PC misalnya. Kan jadi bisa kelewatan.

Kalau saya punya satu temen di salah satu Whatsapp Group gitu yang rajiiiin banget nyari cashback dan diskonan, kita panggil dia Mamanda. Uda gitu dia seneng banget share kalau ada info diskon gitu. Jadi kalaupun aku ngak sempet ngecek2 sendiri, aku sering taunya dari dia….

Biasanya di grup mamak-mamak birthclub juga pada rajin sharing diskonan juga tu…. Apalagi diskonan popok apa lipen…. Kiss kiss muach banget pokoknya….

Gitu aja si palingan tips dari saya. Simple aja, tapi lumayan ngefek kok. Jadi nggak banyak buang-buang duit buat beli Thaitea kalau belanja offline kan, terminimalisasi juga anak minta dibeliin jajan yang engga-engga.

Selamet (duitnya alias hemat), nyaman dan praktis.

Selamat berhemat dengan belanja online! Semoga sharing kali ini bermanfaat!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tentang Bertahan dan Membagi Waktu

membagi waktu

Karena postingan sebelumnya yang membahas kondisi LDM saya dan suami, banyak yang bilang kalau saya itu wanita tegar. Aseek. Jauh dari suami, sama bayi, nggak punya pengasuh plus kerja 8-5 daaaan masih sempet ngeblog pula. Hihihi terkesan saya supermom yang jago membagi waktu ya, padahal ya kagak…..

Beneran kagak. Kira-kira ya begini prinsip saya saya untuk bertahan hidup sehari-hari….

Tentang Prioritas dan Hidup yang Sederhana

Ketika menyadari saya akan LDM, saya buang jauh-jauh dah segala impian kesempurnaan dalam detail kehidupan. Saya berusaha untuk hidup yang lebih sederhana.

Hidup yang sederhana di sini maksud saya bukan hidup hemat ya. Tapi hidup yang ringkes gitu. Yang nggak banyak mau. Yang nggak mempertanyakan banyak hal. Yang nggak membaperkan hal-hal yang nggak esensi. Jadi energinya nggak terkuras karena terdistribusi untuk hal-hal yang nggak penting.

Prioritas kami adalah kami bertahan.

Prioritas tersebut proxy-nya tiga: kami sehat, kami rukun dan pekerjaan selesai. Untuk itu, sebagian besar waktu saya alokasikan untuk ketiga hal tersebut.

Ada garis bekas setrikaan di celana panjang? Ga masalah.

Kabar Andien jadi Inspiring Mom versi majalah online? I dont care.

 Atta Halilintar bikin prank settingan???? Apalagiii! Hihihi….

Saya tahu, beberapa bulan ini saya tidak banyak melakukan progress. Tapi setidaknya saya bertahan dengan baik. Akan ada waktunya saya meningkatkan apa yang saya dapatkan hari ini. Namun itu belumlah prioritas, setidaknya untuk saat ini.

Tentang Multitasking

Bagaimana membagi waktu? Saya cuma bisa bilang kalau saya tidak membagi waktu saya dengan jam segini harus ini, jam segitu harus begitu. Tidak demikian.

Saya cuma fokus pada menyelesaikan satu pekerjaan lalu berganti ke tugas yang lain. Satu satu dan fokus. Konsentrasi pada satu hal. Baru berpindah ke hal lain.

Karena saya tidak bisa multitasking. #sadardiri

Godaan untuk nyambi nyambi besar. Tapi biasanya bukannya mempercepat pekerjaan, malah memperkeruh keadaan. Atau mungkin karena saya saja ya yang tidak bisa multitasking ya, hehehe. Saya pernah menulis tentang multitasking ini di: Multitasking, Yay or Nay.

Tentang Support System

Bagaimana mengasuh dan mendidik anak saat bekerja?

Kalau pas saya kerja ya daycare menjadi tumpuan. Oleh karena itu memilih daycare yang tepat adalah kunci. Banyak poin yang perlu diperhatikan saat memilih daycare, saya pernah cerita di Akhirnya Gayatri Memilih Daycare.

Yang mau saya soroti lebih adalah tentang pola pengasuhan. Titik krusialnya adalah kesepahaman antara daycare dan orang tua tentang pola asuh seperti apa yang akan diterapkan.

*adow berat anet bahasa eike

membagi waktu

Saya mau cerita pengalaman sedikit buat gambaran:

Beberapa hari lalu, Aunty daycare sempat chat saya tentang beberapa perubahan perilaku Gayatri menjelang usia 2 tahun. Sering dibilang Terible Two ya…. Via chat dan ketemu langsung di kemudian hari, kami membahas hal tersebut. Ada beberapa poin yang kami sepakati untuk sama-sama diterapkan baik di daycare maupun di rumah kos secara konsisten.

Sebaliknya, beberapa bulan lalu saat saya ngeh Gayatri sudah bisa bilang “eek”, saya tak lupa mengajak pihak daycare untuk diskusi tentang toilet training. Supaya ya, sama perlakuannya gitu. Jangan sampai di rumah kalau dia bilang “eek” kita ngacir ke toilet, sementara di daycare enggak. Kan bubrah tu settingan bocah.

setrong

Kalau Gayatri sedang sakit dan tidak bisa daycare, saya otomatis wajib izin kantor untuk bersama Gayatri. Hal ini tidak bisa ditawar karena mau siapa lagi cobak yang mengasuhnya? Tentu saja, pihak kantor (atasan) juga harus sudah mengerti kondisi ini.

Nggak punya support system dan mau working at home??? Tantangannya tetep ada loh. Buat yang mempertimbangkan jadi working at home mom, simak deh cerita temen saya Girly tentang perjuangannya mengasuh bayi SAMBIL bekerja dari rumah.

Tentang Ngeblog

Ini saya bahas tersendiri, karena ngeblog memang punya tempat yang khas. Kalau orang bilang salut saya produktif karena tetep nulis di tengah kondisi saya. Saya bilang malah kebalik.

Ngeblog itu buat saya stress release.

Jadi kalau stress saya nulis, saya malah jadi seger lagi. Walaupun memang tidak bisa seintens saat cuti kemarin, tapi nulis, helps me a lot.

Kapan nulisnya….?

Saya ngedraft mostly di note handphone. Jadi pas bengong di Tranjakarta pun saya bisa nulis.

Tantangan saya ngeblog adalah masalah visual. Karena kalau ngedit gambar harus di laptop, dan pegang laptop saat Gayatri bangun adalah kemustahilan. Jadi kalau saya mau edit gambar ya berarti saya harus merelakan sedikit waktu tidur saya. Kalau saya capek, ya berarti tulisan saya hanya akan parkir di draft.

Thats why, di parkiran saya ada 36 drafts tulisan yang belum di publish. LOL.

Intinya adalah: JANGAN MEMAKSAKAN DIRI.

Kalau memang tidak suka menulis ya jangan ngeblog, lakukan saja hobi yang lain. Apalagi kalau punya kondisi seperti saya. Uda deh, selametin yang pokok aja dulu. Kemudian ambil waktu untuk me-time sesuai preferensi masing-masing. 🙂

Tentang Alat Bantu

Saya nggak punya alat bantu yang fancy btw buat membagi waktu, hihihi. Alat bantu yang saya punya sederhana sekali, namun menurut saya cukup efektif dan efisien membantu saya menyelesaikan tugas sehari-hari. Nggak perlu fancy kan, yang penting everything is done.

Alat bantu saya tiga hal ini:

  1. Alarm
  2. Kalender Meja
  3. Buku Agenda.

Oiya, tentang Buku Agenda. Jangan bayangin isi agenda saya itu schedule yang rapet pet pet tiap jam ada keterangan aktivitasnya apa. Kagak.

Agenda saya isinya cuma berbentuk  to do list. Bahasa kerennya bujo aliat bulleted journal.

Aslinya mah, cuma catetan kudu nyelesein apa hari itu, trus yang uda dicentang atau dicoret.

Ga pakai acara gambar-gambar cantik. Kagak sempet!

Menyederhanakan Rutinitas:

Selain itu kegiatan lain-lain yang rutin saya sederhanakan. Jadi jadwal rutin itu membuat saya nggak banyak mikir. Laundry 2x seminggu, masukin baju bersih ke daycare juga 2x seminggu. Belanja buah di brambang.com per senin. Belanja stok lauk sebulan sekali di nikaskitchen. Masaknya per batch. Belanja lain-lain sama token listrik di Alfamart deket kosan.

Ga sempet masak? Ya beli, gitu aja kok repot.

Kan balik lagi ke prinsip utama membagi waktu: tau prioritas dan sederhanakan kehidupan.

Itulah ikhtiar kami bertahan hidup.

Urusan gosip Andien (Andien lagiiii!) bawa Kawa naik kapal tanpa pelampung? Itu bukan urusan akoooooh!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tubuh dan Pikiran yang Jernih (Sejernih Pristine 8+)

pristine dan ibu

“Hei jangan dorong-dorong dong!”

“Apaan si Buk, siapa juga yang mau dorong Ibu…. belakang saya ini”

Pemandangan Ibu-ibu berantem di Transjakarta atau Commuter Line sudah lazim saya temui. Saya pun pernah kena damprat, perkara saya tidak sengaja nyenggol punggung penumpang lain. Mau ngeladenin lelah, nggak diladeni kok dongkol ya…. Hehehe….

Yah, risiko perempuan bekerja di tengah kota namun tinggal di pinggiran memang rentan emosi. Dan saat jam pulang kerja, pasti bertemu juga dengan pekerja lain yang lelah secara fisik dan juga pikiran. Alhasil mudah sekali tersulut pertengkaran.

Energi negatif yang mudah sekali menular.

Saya masih ingat nasihat seorang rekan penganut live balance, tentang hal-hal yang membantunya menjaga tubuh tetap bugar dan pikiran tetap jernih walaupun dalam kondisi emosi:

  • Atur napas
  • Duduk
  • Minum segelas air
  • Basuh wajah.

Kalau sedang di kendaraan umum memang sulit mempraktikkan keempat-empatnya ya, paling hanya bisa mengatur napas saja, sambil ngelus dada. Namun kalau di rumah efektif sekali loh mempraktikkan semuanya.

Awalnya memang saya sedikit meremehkan nasihat di atas. Namun setelah merasakan manfaatnya sendiri, saya jadi senang mempraktikkannya. Tidak hanya saat sedang emosi melainkan juga saat saya sedang ingin menyiapkan diri menghadapi sesuatu yang membutuhkan stamina fisik dan kejernihan pikiran secara seimbang.

pristine dan ibu

Mengahadapi anak-anak adalah salah satunya. Walaupun Gayatri termasuk anak yang tenang dan mudah bekerjasama, namun gap bahasa bayi (Gayatri usia 20 bulan sudah bisa bicara dan kode-kode namun belum lancar) dan bahasa orang dewasa di antara kami kadang membuat kami sama-sama frustasi. Untuk itu, sebagai orang yang lebih dewasa, saya merasa lebih bertanggung jawab untuk dapat berpikir jernih dan mencoba menjadi pihak yang berusaha memahaminya terlebih dahulu.

Oleh karena itu, sebelum menjemput Gayatri di daycare, saat turun ojek dan menuju pintu, saya sempatkan untuk mengatur napas. Duduk sejenak di teras dan minum air (itulah sebabnya saya selalu bawa bekal air minum). Kalau perjalanan melelahkan sekali, kadang saya sempatkan mandi dulu di kosan baru kemudian jemput.

Hal tersebut seolah mampu membuat pikiran saya yang awalnya ruwet karena masalah pekerjaan dan jalanan ibu kota menjadi fresh kembali. Fungsinya seperti saklar on off. Pikiran ruwet off, pikiran jernih on.

Saya siap menyambut Gayatri sebagai ibunya sepenuhnya, walau kadang masih mengenakan seragam kerja, hehehe…. Ibu bekerja pun harus tetap hidup seimbang bukan?

pristine dan gayatri 2

Sudah bukan rahasia umum kalau air pun adalah media healing bagi tubuh kita, mengingat air sendiri adalah komponen utama tubuh sebesar 60-65%. Tak hanya mampu menyegarkan pikiran, namun juga terutama menyegarkan tubuh jasmani kita. Mendorong metabolisme, melancarkan pencernaan, membantu kerja ginjal, menjadi bagian dalam plasma darah, dan masih banyak lagi peran air dalam tubuh kita.

Sepenting itu air, hingga namanya sudah muncul di pelajaran sejak sekolah dasar. Hayoooo, siapa yang ingat pelajaran IPA jaman SD tentang syarat air yang baik untuk dikonsumsi tubuh????

Iya betul. Tak semua air punya manfaat yang baik bagi tubuh. Yang memiliki manfaat adalah air yang bersih, secara umum dicirikan dengan tanda tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Atau dengan kata lain jernih dan netral.

Hal itulah yang membuat saya tidak ragu mencoba Pristine 8+. Karena Pristine 8+ tidak mengandung suplemen tambahan, bahan pengawet ataupun pemanis. Jadi Pristine 8+ benar-benar air alami dan murni.

Sesuai dengan namanya Pristine yang artinya adalah jernih.

Air kemasan ini berasal dari sumber mata air terbaik yaitu berasal dari Pegunungan Gede Pangrango dimana sebelumnya dilakukan uji kualitas. Berbeda dengan pengolahan air alkali lainnya, pengolahan Pristine 8+ dengan teknologi Nihon Trim menjaga agar kadar pH baik untuk tubuh yaitu pH 8,3 – 8,5 (tidak ekstrim dan mudah diterima tubuh).

pristine dan gayatri

Saya yakin kalau hampir sebagian orang dewasa mengetahui pentingnya minum air putih secara cukup. Tapi, karena kesibukan kadang saya sendiri pun sering kelupaan minum air di tengah aktivitas sehari-hari.

Botol minum adalah koentji! Seperti saya sebutkan di atas saya simpan botol minum di tas. Selain itu saya juga simpan di kantor (satu tumbler, dan satu pitcher) serta di kamar (dia botol untuk saya dan Gayatri). Kalau sedang banyak kerjaan, kadang saya siapkan dua botol tersebut untuk saya sendiri di dekat laptop. Seperti foto di atas, satu botol Pristine 8+ ukuran 600ml dan satu botol 400ml. Biar tidak lupa minum. Hehehe….

Produk Pristine 8+ mudah ditemui di minimarket. Dulu saya pertama tertarik karena botolnya yang langsing, hehehe. Selain ukuran 400 ml dan 600 ml. Ada juga yang ukuran galon.

Begitu pentingnya air bagi kejernihan tubuh dan pikiran kita, yuk mari memperhatikan asupan air minum kita!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Persiapan Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak

tips mempersiapkan kehamilan

Acara resepsi pernikahan telah usai. Malam pertama menanti di depan mata. Lalu apa yang harus dilakukan?Alih-alih menasehati untuk mengambil paket perawatan di salon, Inez, sahabat saya sejak SMP, berpesan: “Minum susu persiapan kehamilan, La!”

“Astaga!” kata saya saat itu. Saya baru nikah Neng, belum mikir mau hamidun.

Saya tidak menanggapi serius pesannya, dan ternyata kehamilan datang tanpa menunggu saya sempat memikirkannya. Tanpa ada jeda masa menstruasi, saya positif hamil. Kami gembira sekali saat itu. Apalagi orang tua saya, janin di kandungan saya adalah calon cucu pertama. Digadang-gadang akan lahir tegap seperti Kakeknya jika laki-laki, dan cantik seperti Neneknya jika perempuan. Sayangnya, kami harus kehilangan kandungan saya secepat kabar datangnya kehamilan itu.

hiksSedih? Tentu saja.

Namun, tak larut dalam kesedihan, kami belajar dari kesalahan masa lalu. Kehamilan adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan baik. Demi kesehatan calon bayi dan kesehatannya di masa mendatang. Singkat cerita, saya hamil kembali, dan anak kami yang pertama sekarang telah berusia 20 bulan. Puji Tuhan, sehat, tinggi dan lincah bukan main. Seusai melahirkan dulu, saat suami saya meluncurkan niatan menambah momongan, Dokter Kandungan saya berpesan, jaga jarak antar kehamilan agar kondisi tubuh Ibu telah pulih sepenuhnya.

Siaaaap! Dan kini saat yang kami rasa sudah cukup. Empat bulan lagi, Gayatri sapih dan rencananya saya akan melepas IUD yang saya gunakan sebagai alat kontrasepsi. Masa ini akan saya pergunakan kembali untuk memersiapkan tubuh saya menyambut jabang bayi.

Apakah saya terdengar berlebihan, belum lepas IUD sudah persiapan kehamilan berikutnya?

Tentu tidak ya. Selain memiliki pengalaman buruk di masa lalu sebagaimana saya ceritakan di atas, saya juga memiliki data tentang bagaimana masa kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan anak di masa depan dalam jangka panjang.

Adalah kondisi bernama stunting, atau gagal tumbuh pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang mengimbas 29,6% balita Indonesia di tahun 2017. Angka yang kurang bagus, mengingat batas WHO adalah 20%. Kondisi ini terjadi karena pemberian gizi pada 1000 hari pertama kelahiran atau yang sering disebut dengan Golden Period tidak optimal.

persentase stunting balita IndonesiaSumber: Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id.

Dan sebagaimana mungkin tidak kita sadari benar, Golden Period dihitung sejak hari pertama kehidupan. Yap! Tidak salah baca. Kehidupan dalam konteks ini dihitung sejak hari pertama kehamilan, bukan kelahiran. Atau dengan kata lain sembilan bulan di kandungan sampai dengan usia anak dua tahun.

Oleh karena itu, saya sangat memperhatikan masa persiapan kehamilan. Supaya saat hari pertama sel telur saya bertemu dengan sel sperma suami, tubuh saya telah siap untuk dilekati embrio kesayangan kami berdua.

Lalu bagaimana saya selama ini memersiapkan kehamilan?

1 . Asupan Makanan Pra Kehamilan.

Berkaitan dengan pesan Inez di awal tadi, saya sempat bertanya pada dokter kandungan saya. “Apakah benar saya harus minus susu pra kehamilan untuk mendapat asupan yang terbaik bagi kehamilan saya nantinya?” Jawaban dokter saya, “Tidak.” Yang pasti saya harus memperhatikan adalah kecukupan asupan zat besi, asam folat dan kalsium.  Jadi, saya pun tidak ganti susu, saya tetap minum susu kesukaan saya seperti biasanya (Iya! saya sampai tua gini masih suka minum susu. Doyan!).

Sharing kali ini berdasarkan konsultasi saya dengan dokter kandungan saya ya, bisa jadi kondisi tubuh masing-masing Ibu berbeda. Jadi walaupun secara umum, sama, tapi saya juga menyarankan untuk berdiskusi dengan ahlinya.

makanan ibu hamilUntuk menyukupi kebutuhan zat besi, asam folat dan kalsium, menu makanan yang dikonsumsi tidak harus mewah, dari bahan pangan yang mudah ditemui pun banyak yang mengandung zat-zat tersebut. Berikut adalah contoh menu makanan paling mudah saya temui dan tentu saja saya sukai:

  1. Zat Besi : Daging merah, ayam, ikan, brokoli dan sawi hijau. Zat besi, selain diperlukan untuk kesehatan Ibu juga penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertumbuhan plasenta.
  2. Asam Folat : Alpukat, jeruk, brokoli dan kacang merah. Asam folat berperan untuk perkembangan tabung saraf yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang demi mencegah kecacatan.
  3. Kalsium : Susu, keju dan yoghurt. Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi bayi.

2 . Kesehatan Psikis dan Fisik Lainnya.

Concern saya yang juga tak kalah penting adalah masalah asma yang saya derita. Saya benar-benar ingin saya fit saat hamil sehingga, saya tidak perlu mengonsumsi obat-obatan. Dulu saat hamil Gayatri saya menyempatkan untuk rutin berenang dan melakukan yoga. Saat ini, karena suami tinggal di luar kota, kedua hal ini sulit untuk saya lakukan. Untuk itu saya mengakalinya dengan berjalan kaki saat berangkat ke kantor dari halte Trans Jakarta atau sebaliknya. Lumayan ya, setengah jam berjalan kaki setiap harinya membuat saya merasa lebih segar dan bugar.

Selain asma, yang sedang saya kawatirkan adalah kondisi psikis saya. Berjauhan dengan suami, dengan kondisi berkerja sambil mengasuh satu balita memang cukup menguras tenaga jiwa dan raga. Beberapa kali saya mendapati kelelahan yang terakumulasi kadang membuat saya merasa burn out.Tanda-tanda yang saya rasakan adalah seringnya saya sulit tidur, mood swing dan merasakan nyeri otot dan kepala.

tubuh dan jiwa yang sehat

Saya bersyukur dukungan suami begitu kuat, sehingga saya tidak mengalami depresi yang berat. Selebihnya untuk menjaga kesehatan psikis saya, saya menggunakan aromaterapi (tidak dianjurkan jika sudah hamil), melakukan meditasi dan juga mendengarkan musik. Hal-hal sederhana ini masih bisa saya lakukan sambil melakukan aktivitas sehari-hari bersama Gayatri, anak pertama saya, dan terbukti efektif.

Saya harap, kesehatan fisik dan psikis saya ini menolong saya mampu menjalani kehamilan dengan sehat dan juga mampu melahirkan pada waktunya. Kesehatan fisik dan psikis juga penting bagi kesiapan saya merawat bayi saya pasca persalinan, terutama untuk mencegah baby blues dan persiapan menyusui.

Jadi yang diperhatikan jangan hanya kesehatan fisik semata ya, kesehatan psikis juga penting!

3 . Pengetahuan untuk Memenuhi Gizi Bayi Setelah Lahir.

1000 hari pertama Kehidupan memang tidak berhenti saat bayi lahir. Setelah lahir, masih ada ratusan hari lagi yang masih harus diperjuangkan. Perjuangan memenuhi gizi bayi melalui ASI dan MPASI. Untuk itu penting bagi saya untuk belajar (lagi dan lagi) tentang menyiapkan ASI (dan juga ASI Perah, karena saya ibu bekerja) serta tentang menyiapkan MPASI.

“Menyusui adalah dasar kehidupan. Dukung ibu menyusui untuk mencegah stunting. Anak sehat, bangsa kuat”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), pada Puncak Peringatan Pekan Asi Sedunia (PAS) tahun 2018 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin pagi (20/8).

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, memaparkan beberapa data kajian dan fakta global dalam The Lancet Breastfeeding Series tahun 2016 membuktikan bahwa ASI Eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan. Lebih jauh lagi beberapa studi menyebutkan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam memperbaiki berat bayi lahir rendah (BBLR), stunting dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis dalam jangka panjang.

ASI mencegah stuntingSumber: Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Kesalahan yang saya lakukan saat anak pertama terkait ASI adalah saya berpikir pemberian ASI akan berjalan lancar-lancar saja, sehingga saya tidak perlu belajar tentang hal itu. Saya tahu pentingnya ASI dan ASI Eksklusif, namun saya tidak membekali diri saya dengan bekal ilmu yang cukup untuk menjaga produksi ASI saya dan bagaimana memanajemen ASI Perah. Akibatnya saya kehabisan stok ASIP di bulan ke-empat, setiap hari saya harus “kejar setoran” untuk memenuhi kebutuhan ASI Gayatri.

Berkaca dari pengalaman tersebut, pada bulan Agustus kemarin saya menyempatkan diri mengikuti seminar singkat tentang kebiasaan baik yang perlu dilakukan ibu menyusui yang dapat meningkatkan produksi ASI. Saya sempatkan khusus datang, karena kalau hamil nanti sudah akan lebih sulit untuk sering-sering berpergian jauh. Selain itu, saya juga mulai mengumpulkan informasi tentang bagaimana cara manajemen ASIP bagi ibu bekerja.

Untuk yang sedang mencari informasi juga, saran saya carilah info terkait:

  • pijat oksitosin,
  • pijat payudara,
  • posisibayi,
  • pelekatan bayi pada puting.

Bagi Ibu bekerja mungkin juga ditambah ilmu tentang:

  • power pumping,
  • cara menghitung kebutuhan ASIP,
  • cara menyimpan ASIP,
  • metode pemerahan ASI,
  • peralatan terkait ASIP.

Ilmu ini sebaiknya sudah dimiliki jauh-jauh hari ya, supaya setelah persalinan, Ibu bisa lebih tenang menghadapi tantangan yang dihadapi yang mungkin gampang-gampang susah.

Kalau terkait MPASI, pengalaman sebelumnya saya cukup lancar. Pembelajaran yang saya lakukan adalah membaca-baca lagi jurnal dan buku terkait MPASI untuk updating ilmu. Saya juga mengikuti talkshow-talkshow Kemenkes melalui media online seperti video anjuran memberikan menu mengandung Ikan sebagai pencegahan stunting berikut:

Sumber: www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id. Website ini cukup banyak menyediakan informasi terkait sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh Kemenkes dan relatif mudah saya tonton, baca dan nikmati informasinya.

Sekian sharing dari saya tentang bagaimana saya mempersiapkan kehamilan sebagai cara pencegahan stunting. Semoga sharing kali ini bermanfaat ya! Salam sayang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!