Capsule Wardrobe Baju Wanita

Saat saya balik lagi ke Jakarta setelah cuti besar bulan Mei lalu, saya memilih untuk ngekos daripada sewa rumah lagi. Jadi sewa hanya satu kamar, yang saya tempati  berdua dengan Ning Gaya. Ngekos dengan bayi punya banyak konsekuensi, sebagian besar sudah saya ceritakan di sini. Selain itu, ada satu yang belum saya ceritakan: space lemari pakaian yang jadi kueciiiiiilllll sekali.

Karena bagaimanapun, sebenarnya kamar yang saya sewa didesain untuk mahasiswa. Jadi ya lemarinya pun didesain hanya untuk satu orang. Pada kondisi saya, lemari yang sama harus saya pakai, selain untuk menyimpan baju wanita saya, baju bayi gayatri, juga stok printilan bayi seperti diapers, handuk, mainan, dll. Makin sempit saja kaaaaan.

lemari

Seperti ini kira-kira lemari saya. Saya nggak mungkin juga nambah lemari karena kamarnya sempit. Untung kemudian saya nemu artikelnya Mbak Nike Prima tentang Capsule Wardrobe di Living Loving.

Walaupun saya nggak 100% memgikuti prinsipnya, namun ada beberapa hal yang bisa saya terapkan agar baju wanita saya tetap muat di lemari kosan. Namun sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari biar tidak terlalu kelihatan kalau pakaiannya mbahrenggo alias kumbah – garing – dienggo, gitu lo.

capsule wardrobe

via pexels.com

Prinsip yang mau saya adaptasi dari eksperimen capsule wardrobe nya Mbak Nike Prima:

  1. Memilah pakaian sampai jumlah tertentu (kalau mbak Nike pakai batasan jumlah 37 pcs, kalau saya kayanya bakal lebih sedikit dari itu karena menyesuaikan ruang lemari),
  2. Memilih pakaian yang mencerminkan style atau karakter diri,
  3. Kalau diperlukan berbelanja aju wanita, lalukan dengan intentional. Ga sembarangan. Pilih yang longlasting dan beneran kita suka. Nggak hanya karena diskon atau retail terapy semata.
  4. Memilih pakaian yang versatile.

Versatile itu maksudnya:

  1. Mudah dipadu padankan satu dengan yang lain,
  2. Mudah untuk dipakai dalam occasion yang berbeda. Jadi yang formal terlalu kaku, yang casual terlalu gembel. Sehingga masih bisa ada peluang untuk di mix match-kan. Hehehehe….

padu padan

via pexels.com

Let’s staaarrrttt!!!!

1 . Bongkar Lemari

Dari prinsip di atas saya mulai bongkar lemari di Surabaya. Sayangnya, saya menemukan kalau sebagian besar pakaian saya itu nggak versatile. Susah dipadupadankan. #cry Kalau saya paksakan, pasti jumlahnya akan menggelembung melebihi kapasitas lemari. Huft!

Temen-temen pernah nggak merasakan hal yang sama dengan saya? Punya baju banyak tapi merasa nggak punya baju yang pas buat dipakai untu satu aktivitas. Nah, mungkin teman-teman pun melakukan kesalahan yang sama dengan saya. Tosss!

Dari hasil seleksi lemari saya menemukan:

  1. Kemeja putih
  2. Celana hitam
  3. Kemeja biru
  4. Batik
  5. Batik
  6. Batik
  7. Blus
  8. Baju stripes
  9. Sepatu semi formal
  10. Sepatu formal
  11. Sepatu olahraga
  12. Celana semi formal hitam
  13. Celana abu-abu tua

Saya baru ngeh kalau saya tidak punya celana jeans! Padahal itu salah satu must have item yang paling mudah dipadu padankan.

Oke fine. Stapples di atas nggak bakal bisa memenuhi kebutuhan saya.

jeans

via pexels.com

2 . Nyari Referensi (1)

Saya kemudian memutuskan untuk nanya-nanya ke grup WA Indonesian Female Bloggers, gimana si styling baju wanita yang sederhana dan jumlah terbatas tapi tetep punya ciri khas.

Saya nanya di situ karena saya tahu persis mereka memahami fashion dengan baik, dan sekaligus mengenal saya dengan cukup baik juga. Jadi saya yakin nggak akan sembarangan ngasih insight.

Dari mereka saya dapat list must have item:

1 . Kemeja putih

2 . Celana formal

3 . Celana jeans

4 . Kaus stripes

5 . Outer

6 . Statement Asesoris

Saya juga baca-baca lebih lanjut artikel-artikel di pinterest tentang capsule wardrobe dan styling dengan pieces baju wanita yang terbatas. So far masuknnya mirip-mirip si.

Kesimpulannya saya tinggal melengkapi stapples yang saya punya dengan outer, jeans dan asesoris. Setidaknya itu dulu cukup.

3 . Nyari referensi (2)

Step terakhir adalah nyari-nyari baju wanita di olshop dan marketplace. Jujur, saya tu seleranya nggak terlalu bagus. Hehehe….

Jadi belanja baju wanita buat saya itu punya tantangan tersendiri. Kadang kalau beli sendiri, uda dibeli, sampai di rumah baru sadar kalau baju yang dibeli itu nggak cocok buat saya.

Untuk itu saya sekarang punya pendekatan yang berbeda dalam beli baju. Yaitu mengandalkan online dulu. Saya screenshoot-screenshoot produk yang saya suka. Saya periksa detail ukurannya. Lalu saya kirimkan ke suami.

matahari mall

via Matahari Mall

Contohnya begini, saya screen shoot baju wanita dari matahari mall.

Nanti suami yang kurasi. Setelah itu baru saya simpan. Beberapa hari saya lihat lagi, kalau saya masih pengen beli, berarti saya memang suka. Gituuuu, hihihi, ribet yaaak….

Tapi so far ini cara yang kayanya bakal paling efektif deh buat saya. Temen-temen ada ide lain nggak? Eksperimen capsule wardrobe versi saya ini bakal saya update lagi yaaa! Semoga bermanfaat buat yang punya space terbatas seperti saya, atau yg sedang menjalani hidup minimalis seperti Mbak Nike Prima. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Review Penjual Tas Etnik Online d’ Arcardia Treasure

Saya bersyukur sekali, saat ini sudah banyak tempat berbelanja online yang memudahkan Mamah Mamah Muda beranak bayi untuk berbelanja dari rumah. Irit waktu banget. Tinggal klik klik klik dan barang akan nyampe. Ga perlu blingsatan nyuri-nyuri waktu lagi, hehehe. Mama happy, anak senang, suami? Bagian bayar tagihan. Wkwkwkwk…. Becanda Nyaaah…. Saya rasa Nyonyah juga sering kan merasakan hal yang sama dengan saya. Bener kaaaan?

Kali ini saya mau review penjual tas etnik online, d’Arcadia Treasure. Tempat saya mendapatkan clutch cakep yang saya gunakan di bawah ini:

Sebenarnya waktu milih-milih tas, saya galau antara tas di atas atau tas motif ikat di bawah ini:

Cakep juga kaaaaannnn…. :love :love. Sayangnya, pas saya lihat stoknya pas abis. Huhuhu…. Tapi saya ga terlalu kecewa sih, soalnya saya juga suka dengan yang batik. Sambil saya pantengin juga sekali-sekali siapa tahu dia re-stock. Hihihi…. Buat Nyonyah-nyonyah yang penasaran sama produk lainnya cus aja ke akun IGnya di atas yak….

Klik tombol Follow di pojok kanan atas kalau mau langsung follow.

Langsung bahas, tas yang saya dapat ya….

tas muka

Nama Produk: Jeges Clutch Batik Tosca Material

Bahan:

Untuk outernya menggunakan Batik Tulis Pekalongan. Motf modifikasi parang (cmiiw) dengan paduan bunga. Saya suka banget memang dengan motif parang karena maknanya daleeeemmm: menggambarkan keinginan untuk terus lebih baik hari lepas hari. Mama mertua pas meraba kainnya juga bilang ini batiknya memang tulis beneran. Saya sendiri sebenarnya ga bisa bedain asli atau tidak kalau sudah berbentuk barang, kalau Mama karena memang penjahit jadi lebih jeli mengamatinya.

Inner tas menggunakan bahan Suede sintetis warna merah beet. Tepian tutup dan kancingnya menggunakan kulit sapi asli. Di bagian dalam ada tempean label d.a.t berwarna cokelat. Rapi sih, penjahitannya jadi label tersebut tidak merusak kecantikan innernya….

detail

Oiya, pas saya terima produk ini ada noda sedikit di bagian depan tas, namun noda tersebut dimaafkan karena keseluruhan produk yang cantik. Saya suka saya sukaaaaaa…..

Dimensi :

Panjang 27,5 cm, tinggi tertutup 16,5 cm tinggi terbuka 29 cm. Sekilas kelihatan kecil, tapi cukupan buat ngantor kalau cuma bawa dompet, handphone sama notes. Ditenteng di kondangan juga masih pantes. Informal jalan-jalan juga kece. Sekali saya bawa tas ini ke acara Meet Up ibu-ibu dan bawa anak saya, ternyata cukup juga buat bawa beberapa pritilan P3Knya bayi sbb:

tas dalam

Panjang strap : 123 cm, ini agak kepanjangan buat saya. Kadang saya simpul strapnya biar lebih ringkes.

Di dalam kardus pengiriman terdapat juga semacam tas (goodie bag) dari kain yang bisa digunakan untuk menyimpan tas di lemari.

Where to buy: d’Arcadia Treasure

Setahuku ini toko online ini menjual perhiasan handmade, namun kemudian berkembang juga ke sepatu dan tas yang tentunya handmade juga. Yang saya salut, semua produknya menggunakan kain lokal Indonesia seperti batik, jumputan dan ikat.

d’Arcadia Treasure ini selain memiliki akun IG, juga ada webnya http://arcadiatreasure.com/. Cuma menurut saya kalau mau belanja enakan di page Facebooknya. Soalnya keterangannya lebih lengkap ada foto sisi kanan kiri, keterangan ukuran sama keterangan stok. Link page Facebooknya sbb: d’Arcadia Treasure.

Lokasi workshopnya di Bogor. Pengiriman produknya ke rumah saya di daerah Jakarta Selatan cukup cepat. Tidak sampai 3 hari dari pemesanan, sudah sampai. Namun, perlu jadi perhatian khusus ya Nyah, produk yang dipesan ready stock atau yang pre order. Produk yang saya pesan ini ready stock.

What i love:

  • Kualitas barang bagus: kain batik asli, kulit asli, jahitan rapi.
  • Pengemasan rapi.
  • Pengiriman cepat.
  • Ada lifetime waranty-nya (karena belum pernah rusak, saya belum pernah menggunakan fitur ini, namun klain dari produsennya sebagaimana gambar di bawah yaaa). Info yang saya dapatkan jika barang kita rusak, kita dapat mengembalikannya, dan pihak DAT akan mentrace siapa pengrajin barang kita menggunakan nomor seri produk. Kece yak!

 

Repurchase/ Recommended? Yes!

Gitu Nyah, review first impression dari toko d’Arcadia Treasure. Semoga bermanfaat ya buat temen-teme yang sedang mencari tas atau sepatu etnik. :) Kalau kata Engkoh Maspi*n, “Cintailah produk-produk dalam negeri”! :)

Salam sayanggg…. :*

judul

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Inspirasi Gaya Berpakaian Unik dari Para Menteri Perempuan

Gara-gara Bu Sri Mulyani dapat penghargaan sebagai Asia’s Finance Minister of The Year, saya jadi keingetan sesi acaranya Rosi (Kompas TV) dimana beliau menjadi narasumbernya. Waktu itu temanya adalah Jurus Ekonomi Sri Mulyani. Eiittt…. Jangan kabooorrr…. Saya tidak sedang ingin membahas ekonomi kok. Saya mau cerita tentang gaya berpakaian Bu Sri saat itu yang menarik perhatian saya. Kece abisssss.

Ngomongin gaya Bu Sri di acara Rosi, saya dan teman-teman kantor pernah sampai salah fokus. Yang kami bahas di grup whatsapp bukan materinya! Tapi malah bahas blazer, lipstik pink nude serta kulit sehat meronanya Bu Sri Mulyani. Hehehe…. Maap ya Buk…. Intinya, kami kagum. Beliau bekerja di sektor formal, bahkan di pemerintahan yang notabene kaku banget karena pakaian kantornya diatur,  namun, beliau bisa cari cara buat tetep tampil kece. Sukaaaak!

inspirasi gaya berpakaian menteri kabinet kerjaKemudian, akhir-akhir ini saya perhatikan, tidak hanya Bu Sri Mulyani saja yang memiliki gaya berpakaian unik. Para menteri perempuan di Kabinet Kerja Jokowi yang lain pun memiliki gaya berpakaian tak kalah uniknya. Ada yang girly abis, ada yang funky ala mama rock and roll, ada yang klasik bahkan ada pula bergaya androgini. Dan yang patut digaris bawahi, walaupun unik, mereka tetep kelihatan profesional. Berikut inspirasi gaya berpakaian  unik para menteri perempuan di kabinet kerja Jokowi, spesial buat kamu yang mau berpenampilan unik, sesuai kepribadian kamu, tapi tetep kelihatan profesional. Iya, kamu!

1. Retno Lestari Priansari Marsudi : Bandana

retno menteri luar negeri

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 ini selalu berpenampilan feminin. entah karena tuntutan profesinya yang harus sering bertemu tamu kenegaran atau memang karakter ya. Beliau sering tampil menggunakan gaun batik dan kalaupun menggunakan blazer beliau selalu muncul dengan asesoris yang memancarkan aura kewanitaan. Asesoris yang kadang beliau pakai adalah bros, scarf atau kalung. Namun, jika bros, scarf dan kalung beliau pakai secara bergantian, ada satu asesoris yang hampir selalu beliau pakai dalam berbagai penampilan. Tebak apaan tuuu?

Bandana!

Yup! Dari warna netral seperti hitam dan cokelat, sampai warna hijau pupus gonjreng, pernah loh menjadi warna bandana yang Ibu Retno gunakan. Ga nyangka ya, bandana yang biasanya kelihatan informal, bisa juga nyambung di pakaian kantoran.

2. Siti Nurbaya : Boyish

siti nurbaya

Berbeda jauh dengan Ibu Retno yang sering berpenampilan feminin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya tampaknya lebih suka bergaya maskulin. Tomboy alias androgini gitu. Kemeja, jaket atau jasnya kebanyakan berpotongan pria. Cocok dengan tugasnya sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan yang sewaktu-waktu memang harus turun ke lapangan.

Buat nyonya-nyonya yang juga sering “ngantor” outdoor, pakaian kaos pria bisa jadi pilihan yang nyaman untuk dipakai. Padu padan yang cerdas diperlukan supaya selain nyaman, nyonya juga tetap kelihatan cantik. Kalau malas belanja di toko baju pria secara offline, Nyonya coba aja cari dulu di toko kaos pria online. Siapa tau ada yang cocok.

Nah kalau ngomongin penampilan menteri perempuan di Kabinet Kerja-nya pak Jokowi sepertinya ga mungkin ga membahas ibu kece yang satu ini. Yuhu, Ibu Susi Pudjiastuti.

3. Susi Pudjiastuti : Mama Rock and Roll

susi pudjiastuti menteri

Menteri Kelautan dan Perikanan yang satu ini sudah ga diragukan lagi gaya unik super nyentriknya. Selain easy going gayanya selalu sederhana dan apa adanya. Tidak dibuat-buat tapi selalu mencuri perhatian. Salah satu penampilannya yang paling menonjol adalah saat menghadiri pelantikan menteri, dimana Menteri Susi tampil anggun berkebaya dan bersanggul, tanpa kehilangan ciri khasnya; pakai kacamata hitam guede yang gaya. Penampilannya yang ga kalah asik adalah gayanya naik moge dengan kemeja flanel. Apapun gayanya satu hiasan yang selalu membersamainya: kepercayaan diri.

Nah menteri terakhir yang paling saya favoritin tentu saja adalah Bu Sri Mulyani! Hehehe, ini bukan peres, mentang-mentang saya staf di salah satu unit kementerian yang beliau pimpin ya. Tapi saya emang sukaaaakkkk banget dan kagum pada sosok wanita satu ini.

4. Sri Mulyani : Classic

sri mulyani fashionable

Apa kesan yang pertama terlintas pertama kali ketika melihat bu Ani? Pintar? Trustworthy? Tangguh? Atau malah emak-emak galak? Hihihihi…. Semuanya mungkin ya. Sekilas melihat beliau, akan meninggalkan bekas kalau kita ga bisa main-main dengan orang ini. Beruntung selera berpakaian beliau bagus. Seperti di acara Rosi’ di KompasTV yang di awal saya sebutkan, beliau memilih blazer etnic yang walaupun potongannya klasik namun tampak chic. Saya ga terbayang, jika dengan aura beliau yang begitu kukuh beliau mengenakan pakaian maskulin. Beuugghhh, bakal kelihatan serem kan ya. Catet ni tipsnya Nyah, siapa tau aura nyonya sama kaya bu Ani, jadi biarpun sangar harus tetep tampil cantik. :kiss :kiss

Saking sukanya saya sama gaya Bu Ani ini, iseng saya sempetin googling loh. Pengen beli juga blazer yang kaya Beliau pakai. Ga dapet yang sama persis T.T yaiyalah, mungkin itu blazer dia bikin ekslusif kali ya…. Tapi saya naksir satu outer tenun yang model-model etnik gitu di salah satu olshop Tokopedia yang jual blazer wanita dengan harga terbaik:

outer tenun etnik

Selain blazer bermotif etnik tadi, saya juga pernah melihat beliau mengenakan batik bermotif playful. Namun tetap saja potongan yang dipilih tetap yang klasik, tipikal beliau banget. Tips ini bisa dipakai buat nyonya yang mau tampil namun tetap profesional: jika motif atau warna pakaian yang digunakan sudah playful maka pilih potongan pakaian yang klasik. Atau kebalikannya jika potongan pakaiannya sudah playful, pilih warna pakaian yang lebih lembut.

Get Yours!

Jadi kalau mau dirangkum ada beberapa tips yang bisa diambil dari gaya berpakaian para menteri perempuan di atas:

  1. Gunakan asesoris dengan cerdik,
  2. Jangan hanya menekankan pada keunikan, tapi juga kenyamanan,
  3. Jadilah diri sendiri dan tetap percaya diri,
  4. Stay playfully classic!

Demikian inspirasi gaya berpakaian unik para menteri perempuan Kabinet Kerja Jokowi. Nah, gimana Nyah, gaya siapa yang paling menginspirasi menurut Nyonya? :) Tinggalin komen yukkk….

[Sponsored Post]

Gambar dari berbagai sumber.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share