Berkebun di Lahan Sempit dengan Tanaman Tahan Banting

Menanam tanaman saya sukai karena secara emosional makhluk hijau tersebut mengingatkan pada rumah saya di kampung yang di tengah-tengah kebun. Kalo secara filosofis, saya percaya manusia memang ditakdirkan untuk menanam (panjang ceritanya deh kalo bahas masalah ini :D). Namun sebagai orang yang tinggal di kota, saya (atau kita mungkin) punya dua kendala: waktu untuk merawat dan lahan yang terbatas.

berkebun

Walau punya kendala waktu, sekali kita memutuskan untuk menanam sesuatu tetep harus tanggung jawab dong sama kehidupan tanaman yang kita tanam. Makhluk hidup gitu loh. Buat saya, tanggung jawab bukan berarti harus mau ribet. Hehehe… Bentuk tanggung jawab kita dalam berkebun bisa dengan memilih tanaman yang tahan banting. Tanaman tahan banting maksudnya tuh tanaman yang minim banget perawatan, bahkan ada beberapa jenis tanaman yang nyaris ga perlu dirawat secara khusus tapi tetap tumbuh hijau sejahterta. Selain perawatan yang minim, tanaman tahunan bisa jadi pilihan dibanding yang musiman. Karena masa hidup tanaman tahunan relatif lama dibanding tanaman musiman yang harus diganti per berapa bulan sekali which is takes time buat nanam ulang. Dengan dua kriteria di atas kendala waktu, solved.

Kendala kedua yaitu keadaan lahan yang sempit. Sudah banyak artikel yang membahas berbagai macam cara untuk mengatasi kendala ini. Dari yang menggunakan metode-metode non tradisional sampai yang menggunakan peralatan  yang futuristik. Untuk artikel ini semuanya menggunakan metode tradisional yang pasti kamu sudah familiar, alias tanam di tanah biasa. Tanaman yang digunakan untuk meminimalisasi lahan adalah tanaman yang merambat dan tanaman gantung. Beberapa jenis dari mereka benar-benar die hard (susah mati, english ngawur hahaha) So, kendala lahan, solved.

setrong

Tanaman yang ditampilkan di artikel ini adalah tanaman yang dalam kehidupan nyata telah berhasil bertahan hidup bersama saya dalam satu semester. Since i’m not an expert di masalah botani ditambah level kemalasan yang luar biasa, hal tersebut adalah prestasi buat para tanaman, bukan prestasi saya. Hehehe… Jadi, sudah jaminan, jenis tanaman yang saya share dan trik menanamnya adalah yang layak untuk kamu ikuti ;) Kalau ada yang pernah menanam tanaman lain yang juga mudah perawatannya, feel free buat share pengalamannya di komen yaaakk!! Biar sayanya ikutan nanam juga, hihihi…

1. Markisa

Lahan nganggur yang lumayan gede di rumah adalah bagian carport. Berbekal rayuan yang diberi bumbu-bumbu memelas, akhirnya suami saya aka Tuan Besar mau membuatkan sejenis pergola. Pergola ini 100% bikinan suami saya loh *bangga*. Keputusan menanam markisa diambil karena sebelumnya di rumah tante, punya pengalaman nanam markisa dan cukup berhasil tanpa usaha yang besar.

Tumbuhnya cepat, tahan sampai beberapa tahun dan rajin berbuah. Asik kan, hehehe… Saya menanam markisa ini pada awal Januari dengan tinggi bibit awal kurang lebih 40cm. Beli bibit Rp 15.000,00 pas pulang kampung ke Pati, diangkut di bagasi mobil empet-empetan sama barang semalaman. Tapi dia baik-baik saja sampai Jakarta. Pada bulan April, tanaman tsb sudah punya batang-batang yang membentuk tumpun dan semak. Bulan Juni, saat pergola belum jadi (suami belum punya waktu) si hijau telah menjalar ke mana-mana, hingga akhirnya kami babat sampai tinggal seperempatnya. Setelah pergola jadi, kami ikat markisa ke para-para tersebut dan saat ini sudah seperti yang tampak di foto.

markisa 1

markisa 2

Critical Point: 1) Memilih jenis markisa yang sesuai dengan iklim rumah, karena beberapa jenis markisa hanya tumbuh di dataran tinggi. Awalnya saya memilih markisa kuning. Namun di mamang pedagang benih dapatnya giant markisa. Keduanya dapat tumbuh di iklim yang cukup panas khas dataran rendah. 2) Mengatur supaya batang merambat teratur. PR perawatannya hanya di satu point ini menurut saya. Tidak seperti buah anggur yang manut kalo disandarkan di para-para, batang markisa ini kadang ngeyel mencari sandaran hati nya sendiri. Dasar keras kepala. Tapi tenang saja, dengan ikatan tali, semua masalah bisa diselesaikan.

Update Desember 2017: Pohonnya kepotong batang utamanya, jadi hampir mati, tapi sepertinya dia akan bertahan. Soalnya muncul tunas-tunasnya lagi. Buset ni super tahan banting banget.

2. Sirih Gading

Jika menginginkan daun sirih gading besar-besar, tanamlah tanaman merambat ini di tanah. Saya sendiri tidak terlalu berharap dia tumbuh menjadi besar dan menuh-menuhin halaman 1,5x2m saya. Jadi saya tanam si tahan banting ini di dalam paralon sisa benerin atap. Beruntung rumah saya memiliki atap yang nanggung, sehingga sisa paralonnya banyak, hahaha. Rugi di suami, untung di istri, judulnya. Paralon tersebut saya lubangi (minta bantuan suami) dengan bor di bagian bawah kemudian dipaku saja memanjang di atas pagar. Jadi pot panjang deh. Tinggal isi dengan tanah, diamkan sampai kira-kira media siap, kemudian tanaam sirih gadingnya!!! Tanaman sirih gading tahan di bawah sinar matahari full. Jadi jangan kawatir, dia akan tetap hidup walaupun tinggal di atas pagar tanpa peneduh sama sekali.

heheheSaya lupa poto-potoin ni tanaman, hihihi…. Next saya update yaakkk….

Critical point: Pastikan lubang potnya lancar, sehingga drainase berjalan baik. Tergenang air akan mengakibatkan tanaman jadi kuning dan layu. Selama ada hujan, tanaman tidak perlu disiram sama sekali. Kalau tidak hujan, biasanya saya siram seminggu sekali, paling sering :P

3. Cincau

Sebenarnya yang pengen banget saya tanam adalah cincau rambat yang berbulu. Karena lebih cepat membentuk gel cincau ketika direndam air. Apa mau dikata dapatnya bibit cincau perdu. Kekecewaan saya, ternyata cepat terobati. Cincau perdu pun bisa dibuat merambat loh. Batang kayunya yang lunak mudah dibengkokkan dan dibentuk jadi nilai tambah tersendiri yang saya sukaaaaak.

tanaman cincau

Cincau tsb, saya rencanakan membentuk partisi tanaman gitu, sebagai pembatas pandangan ke arah jemuran. Can you imagine? Tuan Besar membuatkan para-para dari kawat secara vertikal. Lalu saya tanam bibit cincau di ujung para-para. Bibit cincau yang saya tanam adalah dari stek yang sudah berakar. Kemudian ketika batang cincau sudah cukup panjang, bengkokkan ke arah horizontal dan anyam melewati para-para yang telah dibuat. Pertumbuhannya cukup cepat loh. Dari yang awalnya 60cm dengan satu batang utama, setelah 7 bulan sudah jadi 4 batang utama dengan panjang batang masing-masing 1-2m. Kalo anyaman batangnya sudah rapat dan daun-daunnya memenuhi sela-sela ruang yang kosong pasti cantiiiiikkk… Belum lagi daunnya sendiri juga dapat dikonsumsi sebagai minuman yang sehat dan segar. Menang banyak kan.

cincau potong

Related Post: Cara Membuat Cincau Homemade

Oiya, saya beli bibitnya di mamang mamang penjual bibit seharga tidak lebih dari Rp 20.000,00. Untuk yang disekitar rumahnya tidak terdapat penjual bibit bisa beli online loh olshop-olshop terkemuka. Cuman emang jatuhnya jadi lebih mahal.

Critical point: Ga ada. Masalah yang saya temui hanya hama semut. Cincaunya fine-fine saja sepertinya dengan semut-semut tsb, cuma sayanya yang terganggu semut klo pas lagi nongkrong di situ. Hehehe… jadi saya tebari kapur semut merk Bag*s, dan semua masalah selesai.

4. Simbar Menjangan

Ini tanaman cakep banget menurut saya. Eksotis, tampan dan berkelas, hehehe… Dedengkotnya blogger homemaking si emak Martha Stewart aja pernah bahas khusus si cakep ini dan aplikasi tanaman ini buat ngehias rumah. Bikin saya makin terkintil kintil… Cuman waktu tau harganya di penjual tanaman hias di sekitar Bintaro saya balik kanan. Mehong boook…

Namun, tak lari gunung dikejar, kalau uda jodoh mah jodoh aja. Pas beli pupuk kandang di suatu kios, saya liat di pojokan pager ada gundukan simbar menjangan kering. Yang setelah saya tilik tilik masih ada banyak mata tunas simbar menjangannya yang masih segar. Saya tanya ke penjual pupuknya, katanya waktu itu kering karena khilaf ditaruh di tempat yang panas beberapa hari dan kelupaan disiram air. Jadi ceritanya lagi “perawatan penyembuhan” gitu dianya di pojokan pager yang sejuk. “Mau dijual ga mas?” saya tanya. Oke. Dan masnya pun melego seharga 70ribu untuk sekitar 6 mata tunas simbar menjangan junior. Gapapalah, Tuan Besar yang bayar ini. Hehehehe….

simbar menjangan

Kalau kamu-kamu mau nanam Simbar Menjangan, mending keliling2 sekitar rumah dulu sebelum cabut ke toko tanaman hias. Siapa tau ada tetangga sekitar yang punya tanaman simbar menjangan dewasa yang uda ada mata tunasnya yang siap dipropagasi. Siapa tau dapet gratisan. Hehehe… Rada OOT sih, beberapa bulan lalu ada kafe Bakoel K*ffie di Bintaro yang dekorasinya adalah simbar menjangan jumbo yang melambai lambai di pohon sekitar kafe. Mmmmm… sukaaaa banget. Namun ternyata, si kafe bubar jalan, pindah kayanya, dan tempatnya direnovasi. Coba kalo tau ya, pas dibongkar kan bisa ditungguin tu simbar menjangannya, kalo-kalo dihibahkan daripada dibuang… Siapa tau dapat rejeki nomplok (mental gratisan, hahaha).

Critical Point: Banyak yang bilang tanaman ini gampang-gampang susah. Kalau saya bilang ini mah gampang. Tapi dengan satu syarat. Lokasi tanamannya tepat. Tepatnya lokasinya teduh. No direct sunlight. Terserah, mau dibawah pohon, di pojokan pager, tempat yang kena bayangan atap atau bayangan apapun yang melindunginya dari terik sinar matahari. Sunblock ga berlaku. Dan kalaupun terkena sinar matahari, usahakan hanya yang pagi hari… yang masih hangat dan tidak menyengat. Kalau satu syarat ini terpenuhi, kelangsungan hidupnya terjamin. Buktinya selama ini saya tinggal aja, cuma sekali-sekali siram pakai air sisa nyuci beras, dianya anteng2 dan tampak bahagia. :)

Sementara ini yang bisa saya share, perkembangan tanaman akan saya update beberapa bulan lagi yaaak…

Feel free untuk ninggalin pengalaman/ saran/ request di komen yaaaakkk… Selamat berkebun :) Salam sayaaaanggg….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Tips Memilih Sofa Bed Murah Secara Online

Kalau Nyonya-nyonya membaca judulnya, widiiii detail banget yak. Memangnya apa bedanya membeli sofa bed murah dengan barang lain secara online? Lalu nyonya berkata, “Ah, saya mah uda bolak balik beli panci online. Sama aja paling kan dengan beli sofa online.”

Ada dong bedanya antara membeli barang furniture dengan membeli barang lain. Saya tanya ya, pernah ga Nyonya-nyonya beli panci secara online lalu yang datang tidak sesuai dengan bayangan? Misalnya ukurannya kurang pas atau warna merahnya tidak semerah di foto. Apa yang Nyonya lakukan? Pasrah atau mengembalikan barang kembali ke penjual kan. Nah mari kita bayangkan, bagaimana kalau yang tidak pas itu belanjaan sofa bed. Mau pasrah kok sayang uangnya. Semurah-murahnya sofa bed kan ya di atas satu setengah juta rupiah. Mau dikembaliin, repot mengirim baliknya karena ukurannya yang besar dan ongkos kirim yang mahal. Niatnya mau hemat malah jadi nombok.

sofabed murah onlineSumber gambar: Toko Oscar Living

Nah, supaya dompet tetap aman dan hati senang, saat membeli sofa bed murah secara online Nyonya perlu memperhatikan beberapa hal. Supaya lebih rapi, saya akan membaginya menjadi dua poin besar:

1 . Memilih tempat berbelanja online

Suami saya sering bilang kalau internet adalah layaknya pasar raksasa, dimana tidak semua orang yang terlibat di dalamnya adalah orang baik nan lugu seperti saya. Ada kalanya terdapat oknum yang nakal yang ingin mengambil keuntungan di balik embel-embel promo barang murah. Jangan terlalu mudah percaya tapi jangan juga terlalu ga percayaan. Untuk itu, sebelum kita memilih barang yang ingin dibeli lebih jauh, sebaiknya kita memperhatikan tempat belanja online-nya terlebih dahulu.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat berbelanja sofa bed murah secara online:

  • Baca About Page, website atau market place yang profesional tentu membuat laman About atau laman Tentang Kami.
  • Lihat Review Pembeli atas Penjual atau Rating Penjual.
  • Cek Kebijakan Pengembalian Barang. Yang perlu teman-teman pastikan adalah 1) apakah situs penjualan online yang teman-teman gunakan memiliki kebijakan re-imburse atau penggantian biaya pengiriman, supaya ongkos kirim jika (amit-amit) teman-teman harus mengembalikan sofa bed yang telah dipesan karena alasan tertentu. Selain itu, yang perlu diketahui juga, 2) apakah ada kios atau tempat tertentu di kota kita yang dapat dijadikan titik pengiriman. Jika ada, maka tentu saja biaya pengiriman akan lebih ringan.
  • Cek Kebijakan Pengiriman Barang. Apakah ada free shipping untuk produk berukuran besar? Jika tidak ada apakah dicantumkan jumlah biaya maksimal yang harus ditanggung oleh pembeli. Hal ini penting karena jika pengiriman dihitung berdasarkan berat saja, dipastikan Nyonya akan dapat barang yang berat di ongkos. Berikut contoh kebijakan pengiriman barang yang cukup jelas menurut saya:

biaya pengirimanSumber gambar: Pusat Bantuan Matahari Mall

  • Selain kebijakan pengiriman berukuran besar, tanyakan juga pada customer care-nya, apakah pengiriman barang dilakukan hanya sampai front door atau sampai pada posisi di dalam rumah yang kita inginkan. Hal ini penting terutama untuk teman-teman yang rumahnya tidak landed house. Misalnya di apartement lantai 20 yang lift barangnya jauh dari unit kita. Walaupun ada troli, ngangkut sofa bed sendiri tuh lumayan capek juga loh.
  • Cek Kebijakan Pemasangan Barang. Info ini penting terutama untuk teman-teman yang malasnya seperti saya. Hehehe, malas bongkar pasang barang sendiri. Jika barang yang dipesan merupakan sofa bed yang harus dipasang ulang, pastikan bahwa layanan ini ada, serta berapa biaya yang dikenakan.
  • Cek dan Perhitungkan Lokasi Pengiriman. Hal ini penting karena memengaruhi biaya pengiriman barang.
  • Lihatlah foto-foto yang ditampilkan. Saya cenderung lebih menyukai situs penjualan online yang fotonya real picture.

2 . Memilih produk sofa bed murah

  • Hitung real hargamya setelah dihitung dengan pajak, diskon, ongkos pengiriman, dan biaya-biaya lainnya. Kemudian bandingkan harganya dengan produk lain. Terkait dengan poin ini, tips yang bisa saya sampaikan adalah: carilah kupon diskon. Biasanya kita bisa mendapatkan voucher promo dengan mendaftar langganan newsletter situs penjualan online untuk pembelanjaan pertama. Selain itu kita pun juga bisa mendapatkannya saat promo khusus di dalam situs atau dengan pihak ketiga.
  • Bacalah deskripsi produk dengan seksama. Yang perlu dipastikan aalah jenis kain/ kulit sintetis yang digunakan, rangka dan juga cara perawatan.
  • Baca review pembeli atas produk.
  • Pilih model yang sesederhana mungkin. Sebenarnya hal ini terkait dengan preferensi masing-masing sih. Namun, in my humble opinion, semakin sederhana model sofa bed yang dipilih, semakin kecil kemungkinan adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Terlebih lagi untuk sofa bed murah, mode yang sederhana biasanya terlihat lebih elegan dan tidak murahan dibandingkan dengan yang banyak printilannya.

sofabed murahSumber gambar: sofa bed murah Matahari Mall

  • Pastikan ukuran sofa bed dengan benar serta sesuaikan dengan lokasi calon penempatan sofa bed di rumah kita. Jangan hanya mengira-ira. Jika terdapat meteran, lebih baik gunakan meteran. Jika tidak ada, teman-teman dapat menghitung ubin atau keramik lantai rumah teman-teman. Jika perlu buatlah dummy-nya. Untuk lebih memudahkan saya membayangkan bagaimana jadinya sofa bed di rumah, saya seringkali membuat dummy sofa bed di koran terlebih dahulu, sesuai ukuran panjang dan lebar sofa bed. Poin ini tidak harus selalu dilakukan, namun jika dilakukan akan menghindarkan teman-teman dari membeli sofa bed dengan ukuran yang tidak sesuai dengan ruangan.

Demikian tips mencari sofa bed murah ala nyonyamalas. Jika teman-teman memiliki tips lain, feel free untuk sharing di comment section ya…. Terimakasih. Salam sayang!

[Sponsored Post]

Gambar yang tampil dalam artikel ini mungkin memiliki hak cipta dari pemiliknya (sumber tercantum).

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Yuk, Beli Karya Seniman Lokal Indonesia di SPASIUM, Gallery Artwork Online

Jika membicarakan artwork, ingatan saya jadi melayang ke masa lulus SMA. Masa penentuan jurusan dan kampus untuk kuliah. Jujur, sebenarnya saya pengen banget masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain. Hanya saja cita-cita itu kandas karena di stop orang tua dengan dua pertanyaan sakti. Yang pertama “Mau jadi apa nanti?”, jaman dulu saya belum ada gambaran juga lulus dari FSRD tuh orang-orang kerjanya apa. Saya tahunya guru seni rupa saya menyuruh masuk jurusan itu dan saya merasa (((MERASA))) punya bakat. Pertanyaan kedua, “Nanti kamu bisa makan apa?”.

Pertanyaan kedua sepertinya merujuk ke pandangan orang tua bahwa menjadi artis seni rupa itu tidak punya masa depan yang jelas. Setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga, saat Instagram dan Pinterest belum booming, apresiasi artwork dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari memang masih minim. Berbeda dengan film atau seniman musik, pasar artwork tampaknya memang lebih segmented. Bisa dibilang jarang sekali orang awam  yang memiliki artwork.

Saat ini, saat orang-orang mulai sadar visual pun, artwork juga masih jarang dimiliki oleh orang awam. Pertama karena mahal. Sudah mahal, sulit didapatkan pula. Seperti yang aku alami pas pertama kali memiliki rumah dan akan mengisi barang. Susah banget nyari-nyari produk artwork kece yang kaya di Instagram. Yang modern dan homy. Saking susahnya nyari artwork, saya sampai sempat bikin sendiri loh dari lukisan keponakan saya yang masih kecil-kecil. Ini gambar mereka…. Unyu yak….

gambar hizkia hana

Walaupun memiliki dua karya masterpiece duo bocah terimut sejagad di atas, saya sadar juga kalau kualitas artwork ala-ala saya tadi masih jauh di bawah yang saya inginkan. Kurang estetis dan juga kurang durable. Mungkin bentar lagi warnanya bakal kusam dan sudah harus ganti. Saya juga sempat kepikiran untuk mencari gambar di dunia maya untuk saya print di kertas foto. Tapi itu  kan sama saja membajak. Sebagai orang yang nyaris masuk dunia seni, membajak itu ga sesuai hati nurani! Karena bagaimanapun, saya memahami kalau artworks itu something valuable, yang bukan hanya dilihat dari fisik / medianya (print, cuma cat, cuma foto, dll). Artworks is something beyond karena itu merupakan buah kreasi dan pemikiran orang-orang kreatif.

Beli Artworks Secara Online

Makanya saya excited banget pas dapat info tentang website yang jual artwork secara online. Nama web tersebut SPASIUM. Platform yang menyediakan affordable artworks dari seniman-seniman terpilih Indonesia. Jadi mereka bukan hanya mencetak artworks, tapi juga memilih karya yang beneran ada artisnya. You know what i mean kan? Hal tersebut berarti membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berkarya dan mendapat penghidupan atas karyanya tersebut. Cukup di sini, saya pasti kedengeran lebih serius dan 100 derajat lebih mulia dari biasanya ya, hehehe. OMG, beruntung sekali generasi seniman sekarang dan nanti, mereka pasti punya peluang untuk bermasa depan yang lebih cerah. Seandainya, dulu orang tua saya tahu kalau di tahun 2017 bakal ada platform seperti ini, mungkin saya bakal diizinkan untuk masuk FSRD kali ya.

website spasium home

Pembelian artwork di SPASIUM dilakukan secara online di www.spasium.com. Hal tersebut tentu akan memudahkan teman-teman yang sedang mencari produk artwork. Selain mudah, tentunya juga lebih praktis dan cepat. Caranya gampang kok, segampang belanja online di e-commerce lain. Teman-teman hanya perlu mengakses websitenya, memilih produk di bagian bawah laman, dan melakukan pembayaran.

Jika teman-teman ingin intip-intip dulu produk mereka,  Sok atuh follow akun Instagram mereka @spasium. Tinggal klik tulisan follow di bawah ini.

A post shared by SPASIUM (@spasium) on

Produk SPASIUM

Saya pengen menggaris bawahi hal ini. Semua karya yang ada di SPASIUM merupakan karya seniman Indonesia (ada artisnya), bukan cuma beli image bebas di online kemudian diproduksi limited copy. BUKAN. Nah, artworks yang tersedia di SPASIUM ada dalam format ready to hang dengan harga mulai dari 1,5 juta rupiah. Mungkin 1,5 juta rupiah masih terasa mahal, namun perlu diingat bahwa harga tersebut jauh di bawah galeri-galeri. Kalo mau yang lebih hemat, teman-teman bisa membeli yang print only, seperti produk yang saya pilih ini.

produk spasium

Sekilas spesifikasi produk yang saya pesan adalah sebagai berikut:

  • Ready-to-display.
  • Available dalam bentuk mounted print (tanpa bingkai), jadi artwork print-nya sudah dilapisi & dikelilingi dengan hard karton 30x40cm / 12R berwarna putih dove.
  • Terdapat sertifikat lisensi dan diproduksi secara terbatas.
  • Pre-order dalam 10 hari (pengalaman saya alam 10 hari sudah sampai di rumah – dengan lokasi rumah di Jakarta Selatan).
  • Hanya untuk dekorasi di dalam ruangan dan disarankan tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Packing berlapis plastik, stereofoam dan bagian luar dilapis kembali dengan kardus.

Apa yang saya suka dari produk print-only-nya SPASIUM ini adalah:

  • Harganya affordable yaitu Rp 440.000,00, jadi saya tidak bakalan dijewer suami karena membeli artwork di sini.
  • Untuk wilayah Jawa free ongkir loh. Bagi yang ada di luar wilayah pulau Jawa pun tak perlu kawatir dengan ongkir krena produk ini ringan banget, jadi tidak berat di ongkir.
  • Tetep eksklusif karena limited copy.
  • Tidak melanggar hak cipta seniman.
  • Finishing-nya rapi banget, tinggal saya belikan pigura dan sudah siap untuk dipasang.

Kamu sedang mencari artworks untuk rumah atau kantormu? Semoga sharingku tentang SPASIUM ini bermanfaat unruk memudahkan kamu membeli artworks tersebut ya. Yuk, majukan dunia seni rupa Indonesia dengan membeli karya original seniman-seniman lokal Indonesia.
jual artwork online

[Sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share