So Good Spicy Chicken Strip, Enak dan Pedas!

2019-02-05 11.47.49 1-1024x768

Kalau jalan-jalan ke mall, sebelum kena So Good Spicy Chicken Strip, kami sering banget menclok ke salah satu kedai snack chicken strips. Tahu kan ya, yang kekinian itu loooo! Baik yang impor maupun yang lokal, sepertinya memang rame banget ya…. Antriannya panjang ciiin.

Nah kalau di rumah, trus kepengen itu, kadang kami bikin sendiri. Tapi heran selalu garing keset dan seret itu. Entah gimana si cara masaknya yang bener? Ada yang punya resep nggak? #eh

Kalau nggak bikin sendiri, suami sering banget order online. Yang bikin pusing adalaaaaaahhhh…. Seringnya kami ngidam malem-malem banget. Pas lagi lemburan ngerjain kerjaan gitu. Dingin-dingin, trus laper, pengen yang pedes-pedes enak. Hmmmm….

Dulu si berandai-andai, seandainya Doraemon itu ada….

Hihihi, ada yang senasib nggak?

2019-02-05 11.47.49 1-1024x768

Masa kelam itu sudah saya lalui si Nyah. Sekarang berhubung uda tahu kalau ada So Good Spicy Chicken Strip, saya jadi nggak kawatir merana karena pengen chicken strip yang jauh di sono. Yang ini lebih enak pulak.

Lebih enak karena praktis dan cepet bikinnya. Lebih enak di kantong dibanding order ayam spicy di resto fried chicken. Dan yang pastinya juga lebih enak di lidah. Spicy, juicy dan crispy gitu.

Saya review sedikit ya….

2019-02-05 11.47.47 1-1024x768

Nama Produk: So Good Spicy Chicken Strip

Harga: 38 ribu-an rupiah.

Where to buy: Giant.

Ukuran: 250 gram, terbagi menjadi kurang lebih 6 potongan daging ayam.

Deskripsi produk: Ayam potong berbumbu, frozen food.

Keterangan penting lain: Halal.

PhotoGrid_1549342422217-1024x768

Review rasa:

  • Spicy

Kalau ngomongin spicy, level kepedesannya masih bisa saya tolerir. Walaupun saya bukan penggemar makanan super pedas, tapi makanan pedas saya suka. Terutama yang pedesnya enak gini. Nggak nyegrak dan nggak menyakitkan. Nggak juga bikin mules. Pokoknya pedesnya enak.

Duh, sebenernya enak kan subyektif ya. Saya coba deskripsikan deh ya….

Jadi enaknya tu gurih gitu dagingnya. Bumbunya meresap sampai dalam. Kemudian, pedesnya juga berasa sampai ke dagingnya. Jadi nggak hanya di kulit krispinya aja. Kebayang kan nggak?

  • Crispy

Crispynya juga enak. Bumbu pedasnya menurut saya nggak terasa nyegrak. Sampai remah-remahnya saya serok serok dari penggorengan hihihi. Nggak mau rugi.

Paling enak dimakan pas panas-panas.

  • Juicy

Trus yang paling utama dan terutama, seperti yang saya bilang di mula. Spicy chicken strip yang enak itu yang nggak keset dan nggak seret. Jadi juicy gitu. Naaaah, yang So Good punya ini juicy banget dagingnya.

2019-02-05 11.47.50 1-1024x768

Padahal 100% real meat lo. Jadi potongan daging ayam yang dibalut tepung renyah gitu, BUKAN daging giling yang dicampur dengan tepung dan dicetak.

Seems too good to be true ya buat frozen food. Tapi aslik, saya juga amazed.

Buat yang mau lihat gimana saya kepedesan tapi sekaligus keenakan makan Chicken Strip ini bisa meluncur ke video berikut yaaa…..

 


View this post on Instagram

A post shared by emanuella christianti (@nyonyamalas) on

Kelihatan banget kan beneran nggak kontrol mukanya saya makan So Good Spicy Chicken Strip. Lha gimana mau komuk coba, lha wong ini beneran pedes dan enak. Jadi kalau mau makan ini harap ingat, “Jangan di depan calon mertua ya!” Di depan bos juga jangan deh. Soalnya dijamin gagal jaim.

Cara Menikmati:

1. Dicemilin aja uda enak.

2. Dimakan pakai nasi juga enakkkkkkk!

3. Jadi isi kebab.

2019-02-05 11.47.48 1-1024x768

Saya kemarin kepikiran banget ni buat bikin kebab pakai isian So Good Spicy Chicken Strip ini. Jadi kulit tortilla, pakai mentimun, wortel rebus dan juga tomat, pakai dressing mayonaise yang memang ada di kulkas. Pokoknya kebayang apa aja bisa jadi isian pendamping. Nah, daging utamanya pakai Chicken Strip ini.

Uda bela-belain loh, nyisihin dua potong chicken stripnya pas makan malam. Niatnya karena malam mau lembur gitu, buat cemilan. Eeeehhh, pas saya kelar ngelonin Gayatri, chicken stripnya uda lenyap. Dimakan suami.

Yahhh…. kecewa si sebenernya. Tapi mau gimana lagi. Saya nggak bilang kalau mau saya makan. Dan mana mungkin juga suami nggak tergoda makan! Lha wong enak!

Hahaha….

Yasudah deh, kapan-kapan saya bikin nanti saya share lagi di sini ya! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Anak Aktif Itu Sehat, bersama Susu Indomilk UHT Kids Full Cream

PhotoGrid_1548666639598-1024x1365
“Eh, buset dah, tu bocah kagak bisa diem. Hiperaktif kali yak,” atau kalau tidak, “Ih, nakal banget si. Rusak kali ya setelan baterenya,” seringkali saya mendengar komentar seperti ini di kalangan ibu-ibu. Hehehe, peace ya Buk Ibuuuk! Tidak sedang mengomentari Gayatri, anak saya si, tapi tak urung saya membatin, “Bukankah anak aktif itu sehat ya…. Bukankah tanda mereka sedang asyik-asyiknya bereksplorasi.”
Saya berkaca pada Gayarti soalnya. Usianya dua tahun saat ini, dan memang usia dua tahun sering kali disebut dengan terible two ya, saking mereka bergerak terus plus ngoceeeeeh terus. Hihihi, ada aja tingkah laku mereka yang membuat para ibu mengelus dada. Sambil bergerak, lari-larian, tangan mereka pun sering berhenti pada barang baru untuk kemudian dilihat atau dimainkan. “Apa tu? Apa tu?” celotehnya sambil nggrathil.
PhotoGrid_1548666382338-1024x768
Tapi walaupun merepotkan, menurut saya terlalu dini untuk menilai anak usia dua tahunan mengidap hiperaktif. Dari yang pernah saya baca dari American Academy of Pediatrics, diagnosa hiperaktif yang dalam artikel ini merujuk pada Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) baru bisa dilakukan pada rentang usia 4 – 18 tahun. CMMIW. Itu pun harus dokter yang melakukannya.

Perbedaan antara Anak Hiperaktif (ADHD) dengan Anak Aktif

Bagi orang tua, seperti saya juga, yang awam terhadap ilmu ini, memang sulit untuk membedakannya. Namun menurut Sani B. Hermawan, Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, Jakarta pada Kompas, ada beberapa ciri yang bisa dijadikan gambaran, untuk membedakan mana anak hiperaktif (ADHD) dan anak yang aktif sebagai berikut:
  • Anak hiperaktif (ADHD) cenderung tidak bisa mengenali rasa lelah pada tubuhnya.
  • Yang kedua, mereka memiliki kecenderungan untuk impulsif, yaitu bergerak konstan namun sulit kita kenali apa tujuannya.
  • Yang ketiga mereka memiliki kecenderungan untuk merusak atau destruktif.
  • Dan yang keempat, mereka kesulitan untuk fokus atau berkonsentrasi.

Nah, anak aktif yang sehat, tidak demikian. Jadi selama anak memiliki konsentrasi yang baik dan juga mampu mengenali rasa lelahnya, maka menurut saya keaktifan mereka perlu kita dukung. Malah perlu kita stimulasi.

PhotoGrid_1548666743324-1024x768

Saya cukup concern, dan ingin menekankan hal ini karena, menurut saya, melabel negatif anak dengan istilah “hiperaktif” atau yang lebih umum dengan sebutan “nakal” saat anak sedang aktif-aktifnya, bisa membawa orang tua pada cara asuh yang salah. Alih-alih memfasilitasi dan juga mendukung keaktifannya, orang tua akan jadi cenderung membatasi atau malah memarahi anak.

Kenapa anak aktif itu sehat?

1 . Aktif adalah tanda bahwa anak sedang belajar.

Ya, “belajar” dalam hal ini bukan dalam kerangka akademis ya, namun bereksplorasi dengan tubuhnya maupun dengan lingkungan sekitarnya.
Saat anak mulai bisa berjalan, “dunia”nya mulai terbuka tidak hanya sekedar pada tubuh ibunya. Apa yang terlihat sebagai keusilan dan keisengan, bisa jadi adalah cara anak mencari tahu tentang lingkungannya dengan panca inderanya; melihat, menyentuh, memegang, mencium atau bahkan menjilat!
 Apa yang terlihat sebagai polah yang membuat mengelus dada, bisa jadi adalah cara anak untuk belajar menggerakkan anggota tubuhnya. Dia belajar mengoordinasikan tangan, kaki dan juga penglihatannya. Sayang sekali kan, kalau kegiatan mereka dibatasi, padahal eksplorasi itu penting sekali bagi perkembangan fisik maupun mental anak.

2 . Yang kedua, keaktifan fisik bisa membuat anak makin sehat.

Bagaimana tidak, keaktifan anak secara tidak langsung kan seperti olahraga fisik ya. Tentu saja, otot-ototnya pun akan semakin kuat. Selain itu, aktivitas anak juga akan menjauhkannya dari obesitas dan beberapa penyakit terkait. Apabila orang tua memfasilitasi dengan kegiatan outdoor, anak pun bisa dapat bonus udara segar dan sinar matahari yang baik untuk tubuhnya.
Selain itu, saat bermain anak pun merasakan kegairahan karena hormon-hormon dalam tubuhnya bekerja. Tentu hal ini baik baginya karena membuatnya bahagia. Anak yang bahagia tentu juga akan lebih sehat bukan?
PhotoGrid_1548666677180-1024x1365

Dukungan Orang Tua untuk Anak yang Aktif dan Sehat

Sebagai orang tua baru, saya mengakui juga kalau kadang melakukan pengasuhan dengan trial error. Tapi ya namanya usaha, tentu tidak ada salahnya ya Buk Ibuuuk. Berikut adalah hal-hal yang menurut saya penting untuk mendukung anak yang sehat dan aktif:

1 . Memberikan Stimulasi/ Fasilitasi Kegiatannya

Hal sederhana yang sering saya lakukan bersama Gayatri di rumah adalah, jalan-jalan ke taman komplek. Kadang sambil membawa sepedanya, atau sekedar berjalan kaki. Di usia dua tahun yang menjadi perhatian saya adalah kemampuannya berlari, melompat, meniti garis lurus, lempar tangkap bola dan berayun. Jadi kegiatan-kegiatan yang kami lakukan terkait dengan hal tersebut.

2. Memberikan Makanan dan Minuman secara Sehat

Selain memberikan stimulasi dari luar tubuh, tentunya penting juga mendukung keaktifan anak dari dalam tubuhnya. Saya bersyukur, Gayatri tidak mengalami gangguan makan yang berarti. Nafsu makannya cukup baik dan tidak pilih-pilih makanan. Daging merah, udang, ikan, belut, tempe, tahu, berbagai sumber protein hewani dan nabati dia konsumsi dengan happy. Kesukaannya pada buah dan sayur juga memudahkan saya untuk memberi asupan vitamin baginya. Disamping itu, setelah masa sapih, saya tetap memberikan susu padanya.
PhotoGrid_1548666639598-1024x1365
Walaupun kalori yang terbesar, Gayatri dapatkan dari makanan padat. Namun, susu bagi keluarga kami adalah sumber kalsium utama yang paling mudah dijangkau dan juga relatif lebih murah dibandingkan sumber kalsium lainnya. Susu favorit yang kerap kali saya berikan pada Gayatri adalah Susu Indomilk UHT Kids Full Cream , walaupun terkadang rasa lain pun kami berikan sebagai variasi, namun concern terhadap kandungan gula yang rendah menjadikan kami tetap menawarkan varian full cream ini padanya.

Susu Indomilk UHT Kids Full Cream untuk Mendukung Anak Aktif dan Sehat

Alasan mula-mula kami memilih Susu Indomilk UHT Kids Full Cream adalah karena susu ini adalah susu UHT. Beberapa hal yang kami sukai dari Susu Indomilk UHT Kids Full Cream adalah:

1 . Gayatri cocok.

Alasan yang paling penting adalah, Gayatri tidak mengalami reaksi negatif, seperti mencret, gatal-gatal, perut kembung, dll saat mengonsumsi susu ini. Dalam kemasan sendiri disebutkan bahwa Susu Indomilk UHT Kids Full Cream bisa dikonsumsi bagi anak di atas 12 bulan. Namun, please keep in mind, kalau masih ada ASI, sebelum dua tahun susu terbaik buat anak tetaplah ASI ya.

2. Praktis

Saat di rumah maupun di perjalanan, kami tidak perlu menyeduh susu dengan air panas. Kami bisa meletakkan tiga kotak susu di rak Gayatri, dan Gayatri kami latih untuk mengambil dan meminumnya sendiri, tentunya dalam pengawasan saya. Kemasannya juga tidak terlalu sulit untuk digenggam oleh tangan yang masih kecil. Kepraktisan ini, mendukung gaya pengasuhan kami, dimana menekankan kemandirian anak dan juga responsive feeding. Ukurannya yang compact juga membuatnya mudah kami bawa sebagai bekal saat Gayatri bermain di luar rumah.

3. Aman (Terjamin Kebersihannya)

Aman dalam hal ini adalah terkait dengan jaminan bakteri yang terdapat dalam susu telah mati. Pemanasan UHT dan juga pengemasan Tetra Pack membuat kami yakin bahwa produk yang kami terima tetap dalam kondisi yang baik. Hal ini yang membuat kami memilih UTH dibandingkan susu pasteurisasi karena kualitas susu pasteurisasi masih sangat bergantung pada proses penyimpanannya.

PhotoGrid_1548667417432-1024x1365

Selain itu, yang paling utama adalah beberapa poin di bawah ini, yang kami yakini mendukung keaktifan anak sekaligus menjaganya tetap sehat:

4. Kandungan gulanya rendah

Dalam kemasan disebutkan bahwa komposisi produk ini adalah susu sapi segar, air, susu skim bubuk dan penstabil nabati. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada gula tambahan yang diberikan pada produk ini. Saya happy sekali. Berikut adalah alasan mengapa saya senang dengan produk yang rendah gula:

  • sebagai orang tua, tentunya kita familiar dengan apa yang disebut dengan sugar rush atau keaktifan anak yang disebabkan oleh naiknya gula darah, mitos ataupun tidak, kelebihan gula memang tidak baik karena meningkatkan risiko diabetes,
  • meminimalisasi kerusakan gigi,
  • meminimalisasi anak menjadi kenyang karena rasa manis, dan tidak mau mengonsumsi makanan lain.

Memang dalam produk ini disebutkan terdapat 5 gram karbohidrat total dalam setiap kemasan 115 ml-nya, namun jumlah ini pun kalau saya bandingkan dengan produk lain masih tergolong rendah.

5. Kandungan Kalsium

Seperti yang saya sebutkan di atas, alasan terutama kami mengonsumsi susu, dan terutama untuk Gayatri, anak saya, adalah untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya. Mengingat susu adalah sumber kalsium terbaik yang sekaligus juga terjangkau bagi keluarga kami. Nah, Susu Indomilk UHT Kids Full Cream dalam 115 ml diklaim mengandung 30% kebutuhan kalsium anak.

Kalsium penting guna mendukung keaktifan anak, karena kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis (pengeroposan tulang) dan rakhitis (pelunakan tulang yang berakibat kelainan bentuk tulang) dan terkadang sakit pada otot.

6. Kandungan Vitamin D

Mendukung poin kelima, yang saya salut dari Indomilk dalam mendesain Susu Indomilk UHT Kids Full Cream adalah karena mereka melengkapi produk ini dengan Vitamin D. Saya bilang ini cerdas si, soalnya untuk menyerap kalsium secara optimal, tubuh manusia memang membutuhkan vitamin D. Jadi produk ini sudah menyediakan duo combo kalsium dan vitamin D. Semoga dengan hal ini penyerapan kalsium bisa optimal dan memenuhi kebutuhan anak.

7. Kandungan Gizi Lain

Dalam Susu Indomilk UHT Kids Full Cream juga terdapat zat gizi lain yang mendukung anak aktif dan sehat seperti:

  • lemak yang memberikan energi,
  • vitamin B kompleks yang membantu dalam proses penghasilan energi dan juga menjaga kesehatan syaraf,
  • zat fosfor yang mendukung kerja otot, dll.

Kandungannya lengkap dan seimbang, oleh karena itu saya yakin untuk mengikutsertakannya dalam rangkaian menu makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak saya sehari-hari.

PhotoGrid_1548666789584-1024x768

Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari konsumsi susu dan juga aktivitas fisik anak, ya…. Semoga sharing kali ini makin membuat Teman-teman semangat untuk support anak dalam hal aktivitas maupun pemenuhan gizinya…. Teriring doa semoga anak-anak kita semua selalu aktif dan juga sehat!

Oiya, artikel ini saya ikut sertakan dalam Blog Competition yang diadakan oleh Indomilk, dengan pengalaman yang saya ceritakan berdasarkan pembelajaran dan pengalaman saya pribadi. Teman-teman, bisa juga ikut lomba ini loh, info lebih lanjut bisa cek media sosial dengan tagar #IndomilkUHTKidsFullCream #AktifItuSehat atau langsung ke web ini.

Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa! Salam sayang!

Sumber:

  1. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder: https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/pages/AAP-Expands-Ages-for-Diagnosis-and-Treatment-of-ADHD-in-Children.aspx
  2. Beda Anak Hiperaktif dan Superaktif: https://edukasi.kompas.com/read/2009/07/16/12460644/read-brandzview.html
  3. Pentingnya kalsium: https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/kebutuhan-kalsium-untuk-anak/
Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Tubuh dan Pikiran yang Jernih (Sejernih Pristine 8+)

pristine dan ibu

“Hei jangan dorong-dorong dong!”

“Apaan si Buk, siapa juga yang mau dorong Ibu…. belakang saya ini”

Pemandangan Ibu-ibu berantem di Transjakarta atau Commuter Line sudah lazim saya temui. Saya pun pernah kena damprat, perkara saya tidak sengaja nyenggol punggung penumpang lain. Mau ngeladenin lelah, nggak diladeni kok dongkol ya…. Hehehe….

Yah, risiko perempuan bekerja di tengah kota namun tinggal di pinggiran memang rentan emosi. Dan saat jam pulang kerja, pasti bertemu juga dengan pekerja lain yang lelah secara fisik dan juga pikiran. Alhasil mudah sekali tersulut pertengkaran.

Energi negatif yang mudah sekali menular.

Saya masih ingat nasihat seorang rekan penganut live balance, tentang hal-hal yang membantunya menjaga tubuh tetap bugar dan pikiran tetap jernih walaupun dalam kondisi emosi:

  • Atur napas
  • Duduk
  • Minum segelas air
  • Basuh wajah.

Kalau sedang di kendaraan umum memang sulit mempraktikkan keempat-empatnya ya, paling hanya bisa mengatur napas saja, sambil ngelus dada. Namun kalau di rumah efektif sekali loh mempraktikkan semuanya.

Awalnya memang saya sedikit meremehkan nasihat di atas. Namun setelah merasakan manfaatnya sendiri, saya jadi senang mempraktikkannya. Tidak hanya saat sedang emosi melainkan juga saat saya sedang ingin menyiapkan diri menghadapi sesuatu yang membutuhkan stamina fisik dan kejernihan pikiran secara seimbang.

pristine dan ibu

Mengahadapi anak-anak adalah salah satunya. Walaupun Gayatri termasuk anak yang tenang dan mudah bekerjasama, namun gap bahasa bayi (Gayatri usia 20 bulan sudah bisa bicara dan kode-kode namun belum lancar) dan bahasa orang dewasa di antara kami kadang membuat kami sama-sama frustasi. Untuk itu, sebagai orang yang lebih dewasa, saya merasa lebih bertanggung jawab untuk dapat berpikir jernih dan mencoba menjadi pihak yang berusaha memahaminya terlebih dahulu.

Oleh karena itu, sebelum menjemput Gayatri di daycare, saat turun ojek dan menuju pintu, saya sempatkan untuk mengatur napas. Duduk sejenak di teras dan minum air (itulah sebabnya saya selalu bawa bekal air minum). Kalau perjalanan melelahkan sekali, kadang saya sempatkan mandi dulu di kosan baru kemudian jemput.

Hal tersebut seolah mampu membuat pikiran saya yang awalnya ruwet karena masalah pekerjaan dan jalanan ibu kota menjadi fresh kembali. Fungsinya seperti saklar on off. Pikiran ruwet off, pikiran jernih on.

Saya siap menyambut Gayatri sebagai ibunya sepenuhnya, walau kadang masih mengenakan seragam kerja, hehehe…. Ibu bekerja pun harus tetap hidup seimbang bukan?

pristine dan gayatri 2

Sudah bukan rahasia umum kalau air pun adalah media healing bagi tubuh kita, mengingat air sendiri adalah komponen utama tubuh sebesar 60-65%. Tak hanya mampu menyegarkan pikiran, namun juga terutama menyegarkan tubuh jasmani kita. Mendorong metabolisme, melancarkan pencernaan, membantu kerja ginjal, menjadi bagian dalam plasma darah, dan masih banyak lagi peran air dalam tubuh kita.

Sepenting itu air, hingga namanya sudah muncul di pelajaran sejak sekolah dasar. Hayoooo, siapa yang ingat pelajaran IPA jaman SD tentang syarat air yang baik untuk dikonsumsi tubuh????

Iya betul. Tak semua air punya manfaat yang baik bagi tubuh. Yang memiliki manfaat adalah air yang bersih, secara umum dicirikan dengan tanda tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Atau dengan kata lain jernih dan netral.

Hal itulah yang membuat saya tidak ragu mencoba Pristine 8+. Karena Pristine 8+ tidak mengandung suplemen tambahan, bahan pengawet ataupun pemanis. Jadi Pristine 8+ benar-benar air alami dan murni.

Sesuai dengan namanya Pristine yang artinya adalah jernih.

Air kemasan ini berasal dari sumber mata air terbaik yaitu berasal dari Pegunungan Gede Pangrango dimana sebelumnya dilakukan uji kualitas. Berbeda dengan pengolahan air alkali lainnya, pengolahan Pristine 8+ dengan teknologi Nihon Trim menjaga agar kadar pH baik untuk tubuh yaitu pH 8,3 – 8,5 (tidak ekstrim dan mudah diterima tubuh).

pristine dan gayatri

Saya yakin kalau hampir sebagian orang dewasa mengetahui pentingnya minum air putih secara cukup. Tapi, karena kesibukan kadang saya sendiri pun sering kelupaan minum air di tengah aktivitas sehari-hari.

Botol minum adalah koentji! Seperti saya sebutkan di atas saya simpan botol minum di tas. Selain itu saya juga simpan di kantor (satu tumbler, dan satu pitcher) serta di kamar (dia botol untuk saya dan Gayatri). Kalau sedang banyak kerjaan, kadang saya siapkan dua botol tersebut untuk saya sendiri di dekat laptop. Seperti foto di atas, satu botol Pristine 8+ ukuran 600ml dan satu botol 400ml. Biar tidak lupa minum. Hehehe….

Produk Pristine 8+ mudah ditemui di minimarket. Dulu saya pertama tertarik karena botolnya yang langsing, hehehe. Selain ukuran 400 ml dan 600 ml. Ada juga yang ukuran galon.

Begitu pentingnya air bagi kejernihan tubuh dan pikiran kita, yuk mari memperhatikan asupan air minum kita!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Persiapan Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak

tips mempersiapkan kehamilan

Acara resepsi pernikahan telah usai. Malam pertama menanti di depan mata. Lalu apa yang harus dilakukan?Alih-alih menasehati untuk mengambil paket perawatan di salon, Inez, sahabat saya sejak SMP, berpesan: “Minum susu persiapan kehamilan, La!”

“Astaga!” kata saya saat itu. Saya baru nikah Neng, belum mikir mau hamidun.

Saya tidak menanggapi serius pesannya, dan ternyata kehamilan datang tanpa menunggu saya sempat memikirkannya. Tanpa ada jeda masa menstruasi, saya positif hamil. Kami gembira sekali saat itu. Apalagi orang tua saya, janin di kandungan saya adalah calon cucu pertama. Digadang-gadang akan lahir tegap seperti Kakeknya jika laki-laki, dan cantik seperti Neneknya jika perempuan. Sayangnya, kami harus kehilangan kandungan saya secepat kabar datangnya kehamilan itu.

hiksSedih? Tentu saja.

Namun, tak larut dalam kesedihan, kami belajar dari kesalahan masa lalu. Kehamilan adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan baik. Demi kesehatan calon bayi dan kesehatannya di masa mendatang. Singkat cerita, saya hamil kembali, dan anak kami yang pertama sekarang telah berusia 20 bulan. Puji Tuhan, sehat, tinggi dan lincah bukan main. Seusai melahirkan dulu, saat suami saya meluncurkan niatan menambah momongan, Dokter Kandungan saya berpesan, jaga jarak antar kehamilan agar kondisi tubuh Ibu telah pulih sepenuhnya.

Siaaaap! Dan kini saat yang kami rasa sudah cukup. Empat bulan lagi, Gayatri sapih dan rencananya saya akan melepas IUD yang saya gunakan sebagai alat kontrasepsi. Masa ini akan saya pergunakan kembali untuk memersiapkan tubuh saya menyambut jabang bayi.

Apakah saya terdengar berlebihan, belum lepas IUD sudah persiapan kehamilan berikutnya?

Tentu tidak ya. Selain memiliki pengalaman buruk di masa lalu sebagaimana saya ceritakan di atas, saya juga memiliki data tentang bagaimana masa kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan anak di masa depan dalam jangka panjang.

Adalah kondisi bernama stunting, atau gagal tumbuh pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang mengimbas 29,6% balita Indonesia di tahun 2017. Angka yang kurang bagus, mengingat batas WHO adalah 20%. Kondisi ini terjadi karena pemberian gizi pada 1000 hari pertama kelahiran atau yang sering disebut dengan Golden Period tidak optimal.

persentase stunting balita IndonesiaSumber: Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id.

Dan sebagaimana mungkin tidak kita sadari benar, Golden Period dihitung sejak hari pertama kehidupan. Yap! Tidak salah baca. Kehidupan dalam konteks ini dihitung sejak hari pertama kehamilan, bukan kelahiran. Atau dengan kata lain sembilan bulan di kandungan sampai dengan usia anak dua tahun.

Oleh karena itu, saya sangat memperhatikan masa persiapan kehamilan. Supaya saat hari pertama sel telur saya bertemu dengan sel sperma suami, tubuh saya telah siap untuk dilekati embrio kesayangan kami berdua.

Lalu bagaimana saya selama ini memersiapkan kehamilan?

1 . Asupan Makanan Pra Kehamilan.

Berkaitan dengan pesan Inez di awal tadi, saya sempat bertanya pada dokter kandungan saya. “Apakah benar saya harus minus susu pra kehamilan untuk mendapat asupan yang terbaik bagi kehamilan saya nantinya?” Jawaban dokter saya, “Tidak.” Yang pasti saya harus memperhatikan adalah kecukupan asupan zat besi, asam folat dan kalsium.  Jadi, saya pun tidak ganti susu, saya tetap minum susu kesukaan saya seperti biasanya (Iya! saya sampai tua gini masih suka minum susu. Doyan!).

Sharing kali ini berdasarkan konsultasi saya dengan dokter kandungan saya ya, bisa jadi kondisi tubuh masing-masing Ibu berbeda. Jadi walaupun secara umum, sama, tapi saya juga menyarankan untuk berdiskusi dengan ahlinya.

makanan ibu hamilUntuk menyukupi kebutuhan zat besi, asam folat dan kalsium, menu makanan yang dikonsumsi tidak harus mewah, dari bahan pangan yang mudah ditemui pun banyak yang mengandung zat-zat tersebut. Berikut adalah contoh menu makanan paling mudah saya temui dan tentu saja saya sukai:

  1. Zat Besi : Daging merah, ayam, ikan, brokoli dan sawi hijau. Zat besi, selain diperlukan untuk kesehatan Ibu juga penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertumbuhan plasenta.
  2. Asam Folat : Alpukat, jeruk, brokoli dan kacang merah. Asam folat berperan untuk perkembangan tabung saraf yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang demi mencegah kecacatan.
  3. Kalsium : Susu, keju dan yoghurt. Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi bayi.

2 . Kesehatan Psikis dan Fisik Lainnya.

Concern saya yang juga tak kalah penting adalah masalah asma yang saya derita. Saya benar-benar ingin saya fit saat hamil sehingga, saya tidak perlu mengonsumsi obat-obatan. Dulu saat hamil Gayatri saya menyempatkan untuk rutin berenang dan melakukan yoga. Saat ini, karena suami tinggal di luar kota, kedua hal ini sulit untuk saya lakukan. Untuk itu saya mengakalinya dengan berjalan kaki saat berangkat ke kantor dari halte Trans Jakarta atau sebaliknya. Lumayan ya, setengah jam berjalan kaki setiap harinya membuat saya merasa lebih segar dan bugar.

Selain asma, yang sedang saya kawatirkan adalah kondisi psikis saya. Berjauhan dengan suami, dengan kondisi berkerja sambil mengasuh satu balita memang cukup menguras tenaga jiwa dan raga. Beberapa kali saya mendapati kelelahan yang terakumulasi kadang membuat saya merasa burn out.Tanda-tanda yang saya rasakan adalah seringnya saya sulit tidur, mood swing dan merasakan nyeri otot dan kepala.

tubuh dan jiwa yang sehat

Saya bersyukur dukungan suami begitu kuat, sehingga saya tidak mengalami depresi yang berat. Selebihnya untuk menjaga kesehatan psikis saya, saya menggunakan aromaterapi (tidak dianjurkan jika sudah hamil), melakukan meditasi dan juga mendengarkan musik. Hal-hal sederhana ini masih bisa saya lakukan sambil melakukan aktivitas sehari-hari bersama Gayatri, anak pertama saya, dan terbukti efektif.

Saya harap, kesehatan fisik dan psikis saya ini menolong saya mampu menjalani kehamilan dengan sehat dan juga mampu melahirkan pada waktunya. Kesehatan fisik dan psikis juga penting bagi kesiapan saya merawat bayi saya pasca persalinan, terutama untuk mencegah baby blues dan persiapan menyusui.

Jadi yang diperhatikan jangan hanya kesehatan fisik semata ya, kesehatan psikis juga penting!

3 . Pengetahuan untuk Memenuhi Gizi Bayi Setelah Lahir.

1000 hari pertama Kehidupan memang tidak berhenti saat bayi lahir. Setelah lahir, masih ada ratusan hari lagi yang masih harus diperjuangkan. Perjuangan memenuhi gizi bayi melalui ASI dan MPASI. Untuk itu penting bagi saya untuk belajar (lagi dan lagi) tentang menyiapkan ASI (dan juga ASI Perah, karena saya ibu bekerja) serta tentang menyiapkan MPASI.

“Menyusui adalah dasar kehidupan. Dukung ibu menyusui untuk mencegah stunting. Anak sehat, bangsa kuat”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), pada Puncak Peringatan Pekan Asi Sedunia (PAS) tahun 2018 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin pagi (20/8).

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, memaparkan beberapa data kajian dan fakta global dalam The Lancet Breastfeeding Series tahun 2016 membuktikan bahwa ASI Eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan. Lebih jauh lagi beberapa studi menyebutkan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam memperbaiki berat bayi lahir rendah (BBLR), stunting dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis dalam jangka panjang.

ASI mencegah stuntingSumber: Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dalam www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Kesalahan yang saya lakukan saat anak pertama terkait ASI adalah saya berpikir pemberian ASI akan berjalan lancar-lancar saja, sehingga saya tidak perlu belajar tentang hal itu. Saya tahu pentingnya ASI dan ASI Eksklusif, namun saya tidak membekali diri saya dengan bekal ilmu yang cukup untuk menjaga produksi ASI saya dan bagaimana memanajemen ASI Perah. Akibatnya saya kehabisan stok ASIP di bulan ke-empat, setiap hari saya harus “kejar setoran” untuk memenuhi kebutuhan ASI Gayatri.

Berkaca dari pengalaman tersebut, pada bulan Agustus kemarin saya menyempatkan diri mengikuti seminar singkat tentang kebiasaan baik yang perlu dilakukan ibu menyusui yang dapat meningkatkan produksi ASI. Saya sempatkan khusus datang, karena kalau hamil nanti sudah akan lebih sulit untuk sering-sering berpergian jauh. Selain itu, saya juga mulai mengumpulkan informasi tentang bagaimana cara manajemen ASIP bagi ibu bekerja.

Untuk yang sedang mencari informasi juga, saran saya carilah info terkait:

  • pijat oksitosin,
  • pijat payudara,
  • posisibayi,
  • pelekatan bayi pada puting.

Bagi Ibu bekerja mungkin juga ditambah ilmu tentang:

  • power pumping,
  • cara menghitung kebutuhan ASIP,
  • cara menyimpan ASIP,
  • metode pemerahan ASI,
  • peralatan terkait ASIP.

Ilmu ini sebaiknya sudah dimiliki jauh-jauh hari ya, supaya setelah persalinan, Ibu bisa lebih tenang menghadapi tantangan yang dihadapi yang mungkin gampang-gampang susah.

Kalau terkait MPASI, pengalaman sebelumnya saya cukup lancar. Pembelajaran yang saya lakukan adalah membaca-baca lagi jurnal dan buku terkait MPASI untuk updating ilmu. Saya juga mengikuti talkshow-talkshow Kemenkes melalui media online seperti video anjuran memberikan menu mengandung Ikan sebagai pencegahan stunting berikut:

Sumber: www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id. Website ini cukup banyak menyediakan informasi terkait sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh Kemenkes dan relatif mudah saya tonton, baca dan nikmati informasinya.

Sekian sharing dari saya tentang bagaimana saya mempersiapkan kehamilan sebagai cara pencegahan stunting. Semoga sharing kali ini bermanfaat ya! Salam sayang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Michiyo Ramen Halal Enaaaaakkkk!

michiyo ramen halal mentah

Sssssssslrrrp! Yum! Saat cuaca dingin, terbayang akan sangat menyenangkan bisa menyeruput semangkok ramen halal dalam kaldu tulang yang pekat, sebagaimana penyajian ramen pada umumnya. Namun, beberapa waktu lalu saya sempat menyicipi bentuk lain ramen yang disajikan tanpa kuah. Ya, seperti tsukemen. Dan rasanya tak kalah nikmat….

michiyo ramen halal

michiyo ramen halal indonesia

Tsukemen-alike-ramen ini saya buat sendiri lo, menggunakan fresh noodle siap saji merk Michiyo Ramen. Sempat tidak menyangka kalau rasanya akan senikmat ini. Karena mengenal produk ini sebagai alternatif ramen halal yang sehat, saya cenderung suudzon. Ah, biasanya yang sehat-sehat mah nggak enak. Namun ternyata perkiraan saya salah. Michiyo Ramen memenuhi ketiga harapan saya: halal, sehat dan enak. Tambah satu poin plus: praktis.

Di awal tadi, saya menyebutnya sebagai ramen halal yang mirip tsukemen. Karena penyajiannya yang tanpa kuah, namun ditemani topping saus kental. Sebuah perpaduan yang nyaman untuk dinikmati di negara tropis seperti Indonesia. Varian Chicken Teriyaki yang akan saya review lebih lanjut telah mendapat serifikasi halal dengan nomor sertifikasi 00090012840700. Oiya, kehalalannya TIDAK HANYA dari sisi bahan baku, namun juga maupun kebersihan proses, lingkungan serta cara pemrosesannya.

Selain Chicken Teriyaki, ada tiga varian saus lain dari Michiyo Ramen ini: Beef Teriyaki, Beef Bolognese dan Chicken Mushroom.

Penyebutannya sebagai fresh noodle merujuk pada bagaimana produk ini diproduksi, yang membedakannya dengan mie instant biasa. Pembedanya adalah produk ini tidak melalui proses penggorengan. Penghilangan proses penggorengan ini menghasilkan ramen yang bebas lemak trans. Hal ini terlihat dari bentuk ramennya sendiri (saat mentah) yang tidak kaku seperti mie instant dan cenderung lentur seperti mie homemade, namun lebih kering. Tentunya hal ini adalah kabar gembira yaaaaa…. Jadi bisa makan tidak se-was-was kalau makan mie instant yang mengandung lemak trans.

michiyo 4 varian

michiyo ramen halal ingredients

Klaim “lebih sehat dari mie instant biasa” juga ditambah dengan fakta bahwa produk mie ini tidak menambahkan bahan pengawet. Proses untuk menghindarkan produk ini dari kerusakan dilakukan dengan teknologi sterilisasi 120 derajat celcius selama 15 menit. Jadi kuman dan bakteri selama sebelum pengepakan dapat mati, dan meminimalisasi potensi kerusakan.

Etapi jangan mentang-mentang zero trans fat dan juga bebas pengawet, trus temen-temen jadi lupa daratan ya, makannya. Hihihi…. segala sesuatu yang berlebihan tentu saja tetap tidak baik, terlebih bagi yang sedang membatasi asupan natrium. Jangan lupa juga untuk menambahkan sayuran, agar asupan makanan kita lebih seimbang.

Penasaran kan penasaran kaaaaannnn? Dari keempat varian, yang mau saya review lebih dalam adalah yang Chicken Teriyaki. Soalnya ini favorit saya, Jepang bangeeeeetttt!

Dalam satu kemasan kita akan mendapatkan: 185 gram ramen, chili powder (saya tidak menggunakannya, hehehe), seasoning powder, soy sauce, seasoning oil, serta wijen bercampur potongan nori. Kemudian dalam alumunium foil terdapat pasta berisi daging ayam (real meat) dalam saus teriyaki.

michiyo ramen halal mentah

michiyo ramen halal bumbu ramen

Untuk mendapatkan kenikmatan yang sempurna (((aseeek))), tentu saja kita harus mengikuti saran penyajiannya ya…. Yang menurut saya paling harus diperhatikan adalah:

1 . Proses perebusan ramen halal.

Rebus air sampai benar-benar mendidih baru masukkan ramennya. Benar-benar mendidih ini maksudnya setelah mendidih, lanjutkan merebus air beberapa saat, agar kuman-kuman betul betul mati. Jangan hanya sampai kemrengseng saja.

Setelah air benar-benar mendidih, masukkan ramen selama dua menit. Biarkan sampai terburai dan lunak seperti gambar di bawah ini. Jangan terlalu lama ya, supaya tekstur kernyalnya tidak rusak.

michiyo ramen halal merebus mie

Dengan tingkat kematangan yang pas, nantinya akan jadi seperti ini:

michiyo ramen halal dengan garpu

Nyam!!!

Kalau diperhatikan lagi, bentuk ramennya tipis seperti spagetti. Rasanya pun beda dengan mie biasa. Menurut saya, ini teksturnya lebih pejal. Bukan alot ya. Kenyal gitu tapi bukan yang menul-menul. Kalau mau cari padanannya mungkin mirip-mirip La Mian Paradise Dynasty ya…. Cuma ini lebih tebal sedikit. If you know i mean.

Kemungkinan yang membuat tekstur dan rasanya berbeda dengan mie biasa adalah adanya bahan tepung kentang sebagai pengganti tapioka. Jadi kenyalnya beda gitu, nggak yang mblenyek kalau kelamaan.

2 . Proses menghangatkan topping.

Saya sempat melakukan kesalahan saat menghangatkan topping. Alih-alih merendamnya dalam air panas. Saya malah merebusnya! Untung saya tungguin, jadi pas kemasannya menggelembung, saya sadar dan mematikan apinya. Setelah saya cek lagi saran penyajiannya, topping dalam kemasan hanya perlu direndam air panas selama dua menit.

Air panasnya bisa menggunakan bekas merebus mie tadi ya…. Jadi praktis dan cepat, tidak perlu ulang rebus air.

michiyo ramen halal cara membuat

Part membuka topping adalah kesukaan sayaaa! Topping ayamnya besar-besar dan rasa sausnya pas. Manis gurih, dan tidak terlalu strong jahenya. Saya suka sekali, rasa toppingnya juga ngeblend dengan potongan nori dan wijen yang membuat rasanya makin Jepang banget.

michiyo ramen halal real meat

Jumlah ayamnya juga so genuine ya. Sebanding dengan harga dan klaim premiumnya. Kalau dari foto pertama tadi agak mumpet-mumpet, niiiiih saya fotoin dari sisi lainnya…. Banyak ya!

michiyo ramen halal dan enak

Produk bisa dibeli online di Tokopedia. Pengalaman saya kemarin beli di Toko Michiyo Ramen. Recommended Seller si, official. Saya pesan jam 12.30, produk sampai di tangan saya jam 19.20 pada hari yang sama. Atau bisa coba kepoin Instagramnya @michiyoramen. Sok buat yang sudah ngiler-ngiler, pesan aja langsung. Harga per bungkusnya Rp 25.000,00.

Setelah nyicip Michiyo Ramen Halal rasa Chicken Teriyaki yang Jepang banget, next target saya si Beef Bolognese ni. Kayanya seru juga tu! Fusion gitu. Ramen Jepang ketemu Italian topping. Saya suda nyetok varian itu dan yang lainnya buat jaga-jaga siapa tahu saya bosen menu hasil meal prep seminggu, atau kalau laper di tengah malam. Hihihi….

Btw, apa ada yang uda nyobain semua varian Michiyo Ramen duluan daripada saya? Sharing dooong di komen pengalamannya!

Terimakasih ya sudah mampir, semoga reviewnya bermanfaat buat teman-teman yang sedang nyari alternatif ramen halal yang lebih sehat daripada mie instant. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!