Pengalaman Menggunakan Essential Oils (Organic Supply dan Young Living)

review essential oil

Sebelum terlalu jauh mereview essential oil dari Organic supply dan Young Living, serta menceritakan bagaimana pengalaman menggunakan essential oil, saya pengen cerita dulu tentang kenapa dan apakah worthy menggunakan EO.

Ya, karena sebagai orang yang pelit concern sama budget, pada awalnya saya juga merasa terintimidasi dengan harga produk-produk essential oil. Siapa yang sama hayo ngakuuu? Hahaha…. Ya memang nggak bisa dibilang murah si, cairan 5 ml s.d. 20 ml dalam botol amber kok bisa sambai puluhan s.d. ratusan ribu.

Tapi dengan beberapa pertimbangan, ternyata ada yang cocok. Jadinya nggak menyesal uda splurge money on it.

Pengalaman Pertama: Organic Supply

Jadi ceritanya di awal 2018 kemarin, saya long distance marriage dengan suami. Suami di Surabaya dan Jakarta. Saya bawa Gayatri, dan memutuskan untuk ngekos saja berdua. Saya nggak menyangka, kalau keputusan LDM ini punya konsekuensi terhadap kesehatan saya. Dalam artian stres, sehingga saya kesulitan tidur dan terus-terusan merasa lelah.

Sebelumnya saya sudah pernah menyoba beberapa oil blend dari berbagai merk, dan merasakan kalau badan saya memang bereaksi bagus dengan oil. Ngefek gitu lo. Nah, dari ngobrol-ngobrol dengan teman di kantor, yang punya keluhan sama, saya mempertimbangkan untuk mencoba essential oil, yang pure bukan yang blend, untuk masalah kesulitan tidur yang saya alami.

Merk yang pertama saya beli adalah Organic Supply. Pertama karena merk ini sering dibahas di livingloving.com, web kesayangan saya. Yang kedua adalah karena lagi promo. Hihihi…. Sekalian saya beli diffusernya.

Oil yang pertama saya beli tentu saja Lavender (10 ml) ya. Selain karena oil ini tu si mother oil. Juga sesuai dengan keluhan yang saya alami: susah tidur. Sukses. Oil ini beneran membantu saya rileks dan juga lebih mudah tidur.

ps. Yang spearmint nggak kefoto karena uda abis juga dan botolnya entah kemana.

Worthy or Not?

Hal ini bikin pembelian oil ini worthy buat saya. Karena susah tidurnya saya ini sudah mengganggu banget ya. Saya jadi sering nggak bisa mikir kalau di kantor. Emosi juga jadi nggak stabil, karena kurang tidur. Pekerjaan terbengkalai. Pun saya kawatir, kalau emosi saya nggak bagus akan buruk dampaknya pada perlakuan saya ke Gayatri.

Ngeri aja si, mengingat saya hanya berdua dengan anak di kosan.

Karena kesuksesan oil yang pertama, kemudian saya beli oil berikutnya: Clary Sage, Spearmint dan Tangerine. Ketiganya saya beli yang ukuran kecil 5 ml.

Clary Sage untuk membantu saya mengurangi rasa nyeri haid. Spearmint karena saya sering pilek (sebenarnya saya pengen Pepermint, hanya karena waktu itu Gayatri masih bayi banget, jadinya memilih Spearmint yang lebih mild, due to extra cautious). Kemudian kalau yang Tangerine, ini murni karena diskooooon 70%, wkwkwkwk.

Dari ketiga oil terakhir, yang menurut saya worthy adalah yang Clary Sage, karena berasa banget manfaatnya pas haid ya. Yang Spearmint, nggak terlalu ngefek di saya, tapi dimaafkan karena baunya enak dan jadi kombonya Clary Sage yang kurang saya suka baunya.

Tangerine ini ni yang saya nyesel beli, wkwkwkwk. Saya nggak suka baunya juga soalnya, manfaatnya juga ga jelas buat saya. Untunglah, saat saya pindah ke Surabaya, ternyata suami suka bau citrusynya. Jarang banget dia suka wewangian, bisa dibilang anti banget buat fragrance sintestis malah. Giliran kenal Tangerine oil, jadi malah oil ini yang pertama kali habis, karena suami saya boros kalau diffuse.

Lesson Learn

So, lesson learnnya adalah worthy atau enggaknya oil adalah tergantung kita milihnya. Riset dulu apa kebutuhan kita, dan juga jangan lupa riset juga oil apa yang tepat. Daaaannnn, riset juga bagaimana menggunakannya dengan tepat.

Saat itu, saya biasa pakai oil dengan tiga cara: diffuse, dillute di sabun bastille dan semprot. Saya nggak akan cerita lebih lanjut bagaimana bagaimananya ya, please riset dan sesuaikan dengan jenis oil yang digunakan serta kondisi masing-masing.

Sebenernya riset ini by googling juga bisa ya. Saya juga beli satu ebook terkait ini. Tapi jujur, sebagai newbie, adakalanya saya merasa lebih afdol kalau ada yang sharing dan kasih insight bagaimana menggunakan EO. Nah kebetulan, saya memang punya temen yang distributornya youngliving, namanya Mom Elly. Pas saya posting foto diffuser dan EO, dia DM, kita ngobrol-ngobrol dan berujung pada saya nyobain Young Living juga.

Pengalaman Kedua: Young Living

Oil pertama yang pernah saya coba dari Young Living, teteuuuup adalah Lavender (20 ml)!

Dari Mom Elly ini saya dapat tips penggunaan oil selain tiga cara tadi. Yaitu dengan dioles di kulit. Dari Mom Elly ini juga saya jadi ngeh kalau lokasi pengaplikasian oil di tubuh kita pun punya pengaruh yang berbeda-beda terhadap hasil yang diharapkan.

Untuk pertama kalinya juga, saya menggunakan EO di Gayatri (sebelumnya pernah juga coba oil blend untuk bayi) dengan oles dan diffuse. Dan sukseeees lagiiiii!!!

Duh seneng banget saya, soalnya pas lagi masa sapih kan. Dan Gayatri memang sempat beberapa saat susah bobok dan agak rewel. Cerita selengkapnya saya pernah cerita di artikel Sapih part 2.

Perbandingan Organic Supply x Youngliving

Kalau mau membandingkan antara Lavendernya Organic Supply dan Young Living. Yang saya rasakan si, untuk baunya, Organic Supply terasa lebih “manis” gitu, sementara yang Young Living lebih kerasa berat ya langunya. Kalau untuk urusan mengatasi kesulitan tidur yang saya alami, keduanya works well. Tapi kerasanya kalau pakai Young Living boboknya lebih pules. Ini dialami juga sama Gayatri dan suami ya, sepengamatan saya.

Worthy or Not?

Jadi kalau ditanya lagi, apakah worthy Lavendernya Young Living? Saya bilang si, buat kasus saya, worthy. Terlebih kalau YL bisa nanya-nanya ya, support groupnya lebih oke kalau saya bilang.

Cuma kalau ditanya tentang, apakah klaim tentang pengobatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit itu benar, untuk kedua merk, saya no comment. Karena pengalaman saya sebatas mengatasi susah tidur dan anak rewel ya, belum pernah untuk penyakit yang macam-macam, jangan sampai ya, aamiin.

Walaupun demikian, kedua hal tadi walaupun terdengat sederhana tapi berujung pada kenyamanan dan kualitas hidup saya sebagai ibu. :)

Yap! Poin utamanya buat saya adalah meningkatkan kenyamanan saya kualitas hidup, jadi buat saya pribadi, penggunaan oil ini bukanlah pengganti obat maupun treatment dokter saat sakit. Namun mendukung kesehatan sehari-hari agar lebih bugar body and mind

Yap! Poin utamanya buat saya adalah meningkatkan kenyamanan saya kualitas hidup, jadi buat saya pribadi, penggunaan oil ini bukanlah pengganti obat maupun treatment dokter saat sakit. Namun mendukung kesehatan sehari-hari agar lebih bugar body and mind.

review essential oil

Where to buy:

Organic Supply: pernah beli di webnya https://www.organicsupply.co.id/ dan di official storenya di tokopedia. Follow akun IGnya buat update promo diskonnya. Kekurangannya adalah kita nggak bisa konsultasi ya. Mereka menyediakan informasi umum penggunaan EO di blognya.

Young Living: bisa dibeli di temen akoooh, bisa tanya-tanya aja dulu via DM di IGnya @pristinelly. Dia bukan yang tipe bakal menerormu dengan promosi-promosi gitu kok, jangan kawatir hihihi…. Mom Elly juga enak ditanya-tanya santai si tentang pengalaman menggunakan produk ini.

Gitu saja kali sharingku tentang pengalaman menggunakan essential oils dari kacamata konsumen dua merk di atas ya. Jadi aku nggak terlalu banyak cerita tentang ingredients, dll, hanya fokus ke mengapa saya menggunakan, apa manfaat yang saya rasakan dan pendapat saya tentang worthy atau tidaknya produk-produk di atas. Saya harap sharing kali ini bermanfaat yaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Barang Antik dan 7 Koleksi untuk Investasi yang Menguntungkan

Saya punya sepupu yang hobi banget blusukan ke kampung-kampung dan mbongkari gudang demi mencari benda-benda unik. Yah sebenarnya banyak benda-benda yang dia ambil, saya anggap tidak bernilai. Tapi, sebaliknya justru dianggap sebagai investasi olehnya dan mungkin juga orang lain yang memiliki hobi sama dengan sepupu saya itu. Saya jadi menyesali momen-momen bersih-bersih yang pernah kami lakukan di rumah eyang. Seharusnya banyak benda-benda tua dan kuno yang menurut saya sudah rusak dan layak buang yang bisa jadi untuk koleksi atau dijual kembali sebagai barang antik. Bisa untung mayan cuy!

Lesson learnnya si, buat kamu yang punya koleksi mainan-mainan yang dianggap kuno tapi masih berfungsi dengan baik seperti Game Boy, action figure, hingga benda-benda lawas seperti perangko, uang jadul, piringan hitam, dan lain sebagainya. Jangan buru-buru buang yak. Jika tidak membutuhkannya, kamu bisa menjualnya daripada hanya disimpan di gudang dan menuh-menuhin rumah.

nitendo

Trus…. jualnya dimana?

Tidak perlu khawatir, kalau berdasar pengalaman sepupu saya, barang-barang tersebut pun bisa dijual secara online atau di komunitas. Enaknya dengan ada toko online, kita tidak perlu mencari pelanggan sendiri, tidak perlu membuka toko yang membutuhkan biaya besar, dan tidak perlu melakukan promosi macam-macam. Karena semua itu sudah dilakukan oleh toko online yang bersangkutan.

Seperti online shop Bukalapak misalnya. Sehingga, sebagai penjual kita hanya perlu melakukan registrasi atau mendaftar sebagai jual. Kemudian pajang saja barang yang akan dijual. Tinggal duduk manis di rumah, segera pembeli akan berdatangan. Jika ada pembeli yang tertarik atau jika ada penawaran, aplikasi toko online akan secara otomatis memberikan kita notifikasi.

Saya sendiri pernah berbelanja series komik jadul Harlem Beat (komik jaman saya dan suami SMP) buat seserahan nikah, secara online. Hihihi…. Habisnya komik itu uda nggak terbit lagi di toko-toko buku. Dicari kemana-mana susah. Padahal tu seri ada nilai historisnya buat hubungan kami, jadi pengeeeen banget punya. Eh, nemu online…. Happyyyy!!!!

Related post: Antara Irit dan Wishlist

Bagi kamu yang tertarik dan ingin membeli atau mencari benda-benda seperti buku kuno maupun baru, mainan seperti action figure, remote control, video game, batu cincin atau batu akik, perlengkapan musik dan alat musik, senjata tradisional, miniatur mobil, gamepad bluetooth, boneka, gitar, hingga bibit tanaman, coba deh cari juga deh di Bukalapak. Siapa tahu nemu di mari.

Oiya balik lagi tentang barang-barang koleksi yang bisa dijadikan investasi karena bisa dijual lagi. Coba deh cek, siapa tahu di gudang rumahmu, atau di gudang rumah eyang banyak menumpuk benda-benda berikut:

7 benda koleksi atau barang antik yang bisa dijadikan sebagai investasi menguntungkan:

1. Buku

Buku adalah jendela dunia sekaligus sumber ilmu yang sangat berharga. Ada banyak buku_buku kuno yang menyimpan ilmu-ilmu penting dan dianggap sebagai barang berharga oleh para kolektor dan pecinta buku. Kalau kamu punya buku-buku menarik yang sudah berusia, dan tidak membutuhkannya lagi. Kamu bisa menjualnya di olshop Bukalapak. Siapa tahu ada yang kayak saya kan, nyari buku yang sentimentil buat seserahan nikahan atau kado buat orang tersayang….

2. Perangko

Perangko dianggap sebagai barang antik yang berharga mahal. Banyak orang menganggap perangko sebagai sesuatu yang bernilai tinggi karena tingkat kelangkaannya. Perangko yang saat ini tidak lagi kita gunakan merupakan benda yang banyak dikoleksi dan dijual dengan harga mahal.

perangko

3. Uang kuno

Walaupun tidak bisa digunakan untuk transaksi tapi dianggap sebagai benda langka Uang jadul, atau biasa kita dikenal juga dengan istilah uang lawas dan uang kuno adalah benda bernilai tinggi yang juga sering dikoleksi oleh para kolektor layaknya perangko.

4. Action figure

Action figure adalah mainan modern yang semakin banyak diminati karena harganya yang mahal. Mahalnya harga action figure tidak lepas
dari tingkat kerumitan pembuatan dan detail pada mainan tersebut.

5. Kamera jadul

Kamera jadul bisa jadi benda antik yang harganya sangat mahal. Sekalipun tidak berfungsi lagi, jangan buang kamera-kamera jadul yang kamu miliki. Pasalnya, masih banyak kolektor yang ingin mengoleksi benda-benda seperti ini. Buat pajangan juga cakep kan.

kamera

6. Piringan hitam dan kaset

Piringan hitam dan kaset adalah benda yang mulai dianggap langka dan unik. Jika kamu punya koleksi benda-benda seperti ini sebaiknya jangan dibuang dan rawatlah dengan baik.

7. Tanda tangan orang terkenal dan populer

Tanda tangan bisa jadi sangat bernilai terutama apabila berkaitan dengan public figure yang bersangkutan. Misalnya jika kamu punya tanda tangan
di atas kaos Timnas dari pemain bola populer Indonesia seperti Evan Dimas contohnya. Tanda tangan yang mereka akan sangat bernilai beberapa puluh tahun kedepan atau ketika pemain sudah pensiun dan punya banyak prestasi.

Apa lagi ya barang-barang jadul lain yang bisa dijual? Ada ide? Atau pernah punya cerita jual/ beli koleksi barang antik atau unik? Yuk share cerita di komen…. :)

Sumber gambar: pexels.com

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share