Review Gabag Versi Ibu yang Sering Traveling

Review gabag

Haiiii!!!! Seperti janji di Instagram @nyonyamalas kemarin, saya mau review gabag dari sudut pandang Ibu yang sering traveling serta nyoba membandingkan antara dua versi gabag yang saya miliki. Ini sekaligus juga dalam rangka mendukung campaign #gabagjelajahindonesia yang diinisiasi Gabag Indonesia dan Tiket.com. Yuk, gabagers ikutan campaign ini…. infonya sbb ya:

IMG_4453

Saya pribadi si seneng banget ya sama semangat #gabagjelajahindonesia ini. Seolah mau mengajak para ibu muda untuk tetap berani bepergian, karena sudah terfasilitasi oleh berbagai kemudahan: 1. kemudahan memesan tiket secara online di tiket.com dan 2. kemudahan membawa dan menyimpan ASIP dengan aman dan nyaman dengan cooler bag. Karena kan nggak bisa dipungkiri, walaupun sedang punya bayi, Nyonyah-nyonyah kadang punya kepentingan keluarga/ pekerjaan yang mengharuskan untuk keluar kota.

Pengalaman traveling paling berkesan saya bersama cooler bag gabag adalah saat outing kantor ke Cirebon. Saat itu saya tidak mungkin membawa Gayatri karena dia sedang sumeng. Ini pertama kalinya dan satu-satunya saya keluar kota lebih dari sehari tanpa anak. Biasanya kami akan bawa Gayatri ikut dinas saya.

Itu juga pertama kali dan sepertinya sekali seumur hidup, saya menyusui di dalam bus. Wkwkwk…. Agak rempeus ya. Soalnya malam malam, dilematis kalau nyalain lampu kelihatan (walau ditutup apron) tapi kalau nggak nyalain gelap-gelapan. Untung cooler bagnya compact jadi ringkes dan nggak mengganggu teman sebelah. Dada lega, saya pun happy karena bisa bawa oleh-oleh ASIP buat stok.

Pengalaman di atas bikin saya sadar kalau Gabag nggak cuma bermanfaat buat ke kantor saja, tapi bisa dibawa saat perjalanan. Agar baik aktivitas maupun kebutuhan menyusui tetap berjalan lancar.

IMG_4419

Fungsi Gabag

Berikut fungsi Gabag yang aku catat selama ini:
1. Bisa untuk menyimpan ASIP atau sebagai cooler bag.
2. Bisa untuk menyimpan makanan hangat secara umum, atau MPASI juga. Jadi seperti termos bag. Hehehe ada nggak sih istilah ini?
3. Bisa untuk diaper bag, pendamping koper bagian kompartemen atasnya kalau traveling bareng bayi.

Ketiga fungsi di atas pas banget buat para ibu yang sering berpergian dengan ataupun nggak bawa anak. Misal bawa bayi, maka tas bisa jadi diaper bag + kompartemen bawah bisa jadi tempat menyimpan bekal MPASI hangat. Kalau nggak bawa bayi, kompartemen bawah untuk simpan ASIP dan kompartemen atasnya buat simpan pompa.

Varian Gabag

Namun karena gabag punya banyak sekali varian, imho, Nyonyah juga harus pintar-pintar pilih mana yang paling pas buat kebutuhannya. Misal bawaannya lumayan banyak dan biasa bawa koper saat traveling. Mungkin gabag yang backpack bisa jadi alternatif sebagai tas pendamping. Kalau saya karena kebiasaan bawa travel bag berbentuk backpack jadinya lebih suka gabag yang berbentuk tas tangan.

IMG_4443

Tas tangan gabag yang saya punya pun ada dua macam. Yang pertama warna oranye, usianya uda dua tahun. Yang kedua baru banget saya punya, dan memang keluaran baru Gabag nama variannya Ceri. Warnanya pink kyoooootttt….

FullSizeRender

Review Gabag Dua Versi

Nah saya mau coba perbandingkan keduanya, siapa tau informasinya bermanfaat buat yang mau beli Gabag.

1. Ukuran

Ukuran dari versi Ceri adalah sbb:

IMG_4457

Ukuran ini sedikit lebih kecil dari versi lain yang saya punya, namun kompartemen atasnya tetap memadai untuk mewadahi baby essentials dan mesin pumping saya dan kompartemen bawahnya juga cukup untuk 2 buah ice gel pack beserta ASIP atau tempat bekal.

IMG_4409
2. Risleting

Perbedaan risleting ada di kompartemen atas sbb:

FullSizeRender

Bentuk risleting sebelah kiri memang lebih terasa aman karena rapat. Namun risleting sebelah kanan juga bermanfaat si, kalau pas bawa berkas kantor agak banyak bisa lebih fleksibel.

Untuk bagian kompartemen bawah tidak berbeda satu dengan yang lain, hanya arah risletingnya saja yang berbeda.

3. Saku

Versi Ceri (pink) memiliki dua kantung samping, satu saku depan dan satu saku belakang untuk nametag. Sementara versi oranye tidak memiliki kantung.

IMG_4408

Enaknya kalau ada kantung kalau traveling adalah, bisa untuk menyelipkan tiket/ boarding pass. Jadi cepat dan ringkas pengambilannya saat dibutuhkan.

4. Ice Gel Pack

Setiap pembelian satu tas, masing-masing mendapatkan dua buah ice gel pack. Untuk ketahanan, dinyatakan keduanya tidak berbeda. Hanya berbeda pada kemasannya saja sbb:

IMG_4411

Yang baru sebelah kiri dan yang lama sebelah kanan. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk penyimpanan panas maupun dingin ya. Tinggal disesuaikan saja, kalau butuh hangat  direndam di air panas sebelum digunakan. Kalau butuh dingin, jangan  lupa dibekukan.

Selama menggunakan Gabag lama hampir dua tahunan, so far saya puas si. Jadi saya juga cukup yakin versi yang baru tak akan mengecewakan saya.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya Nyaaaahhh!!!!

Review gabag

ps. Untuk yang kemarin request di IG @nyonyamalas mau foto bagian dalamnya, nanti aku tambahkan ya…. Belum sempat foto-foto lagi nih. Hehehe….

Terimakasih. Salam sayang yaaa!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Bayi Posesif dan Rebutan Mainan

bayi posesif

Saya sejak beberapa bulan lalu mengamati perilaku Gayatri saat bermain bersama dengan anak sebayanya. Gayatri secara umum bukan anak yang dominan. Cenderung kalem, mengamati, namun tidak bisa dipungkiri kalau dia excited baik terhadap teman main maupun terhadap mainannya. Namun semakin hari semakin saya pahami kalau dia tak hanya excited, tapi sudah menjurus ke arah posesif.

Posesif terhadap mainan (baik miliknya, maupun orang lain) dan posesif terhadap saya sebagai ibunya.

Bayi posesif terhadap mainan miliknya….

Jarang ada anak kecil lain yang main ke rumah, tapi ada satu kejadian, Saudara (dengan anak kecil seusia Gayatri) menginap di rumah beberapa hari. Kentara sekali Gayatri cukup posesif atas barang-barangnya. Walaupun dengan gaya yang slow dan tidak agresif, saya perhatikan Gayatri cenderung mengambil kembali barangnya yang sedang dipakai oleh sepupu kecilnya.

Misal si Sepupu sedang naik mobil-mobilannya, maka Gayatri akan naik juga ke atas mobil. Seperti mbonceng. Ngak merebut dengan kasar sih. Tapi slow but sure, dia ambil lagi mainannya. -.-“

Bayi posesif terhadap mainan milik orang lain….

Kejadian yang mengesankan saya adalah saat Gayatri main bersama anak-anak komplek perumahan lama. Saat itu ada satu anak yang membawa skuter mainan. Gayatri tampak tertarik, namun sang anak agak ngambek dan nggak mengizinkan mainan itu dipinjam. Tapi Gayatri pepet terus. Nggak maksa si, tapi nempeeeeeeeeel terus kaya perangko, dengan wajah datarnya.

Jadilah Gayatri dipinjami skuter (yang sejenis) oleh tetangga yang lain yang kebetulan anaknya nggak main skuter. Dan giliran mau dipinjem anak lain. Gayatri juga nggak mau ngasih. Wkwkwkwk…. Neng neeeeeng, sama-sama minjem solider dikit napa Neng!

posesif*foto dipost seizin para orang tua

Tak hanya merasa barang milik temannya adalah miliknya sendiri, barang di tempat umum pun kadang dia posesifin.

Kejadian di Tempat Umum

Kejadian yang mirip-mirip dengan cerita di atas adalah saat Gayatri ikut Babybash yang diadakan oleh The Asianparents di bulan Desember. Dari awal kami main di playground, Gayatri tidak pernah melepaskan bola kecil warna hijau. Saya baru sadarnya juga saat melihat lihat foto. Dari foto awal sampai menjelang akhir Gayatri tampak memegang satu bola itu. Warna hejo.

Diminta kagak mau. Sepertinya dia nggak memahami kalau itu bola bukan punya dia, tapi punya playground.

mobil mobilan baby bash

Kejadian lainnya di klinik anak. Jadi di klinik langganan ada playground dengan satu perosotan. Dan perosotan adalah mainan favorit anak-anak. Termasuk Gayatri (saat itu 11 bulan) dan satu anak laki-laki kira-kira usianya sudah 2 tahunan lebih.

Gayatri nangkring di atas tangga perosotan, sementara si anak laki-laki (sebut saja dia Iqbal) dorong-dorong tu dari belakang. Dasar Gayatrinya naik tangganya pun pelan, si Iqbal tampak mulai nggak sabaran. Dia mulai naik tu. Jadi dempet-dempetan di tangga. Saya sama Ibu Iqbal cuma senyum saat Iqbal nyeletuk, “Sabar…. Sabaarrr….” Tapi sambil dorong-dorong Gayatri yang dengan tambengnya tetep berdiri di tepi tangga.

Saya nggak memaksa salah satu untuk mengalah. Yang penting saya siap sedia, biar dua-duanya kagak jatuh.

Hanya saya langsung catat dalam hati kalau ada sesuatu terkait dengan konsep memiliki dan meminjam barang yang sedang dialami Gayatri. Pikir saya saat itu.

Bayi posesif terhadap ibunya…

1 ) Gayatri cemburu pada Bapaknya

Kalau sedang di rumah, saya dan suami memang cenderung nggak malu untuk mempertontonkan afeksi satu sama lain, seperti berpelukan saat nonton tivi, suap-suapan atau elus-elus kepala (kecuali berhubungan badan tentunya). Nah, Gayatri pasti langsung sewot ni kalau saya sama suami peluk-pelukan. Jangankan peluk, nyender lagi santai aja dia sewot.

Langsung deh dia pindah posisi di tengah-tengah.

hiks

2 ) Gayatri cemburu pada meja kerja dan sink dapur

Ini kocak, tapi seriusan. Kalau Gayatri melihat saya mendekati meja kerja saya, dia pasti akan langsung caper alias cari perhatian. Biasanya si narik-narik tangan saya. Atau tiba-tiba dia minta duduk di meja kerja saya. Cara lain yang juga sering dilakukan adalah: minta nenen tiba-tiba.

Awalnya, saya tidak terlalu ngeh…. Tapi karena seringnya frekuensi hal-hal di atas di lakukannya saat saya mendekati meja kerja, saya yakin kalau Gayatri jealous dengan meja kerja. Saya mahfum si, karena kalau sudah di meja kerja, saya memang cenderung fokus dan konsen penuh. Mungkin dia pernah merasa terabaikan, dan hal itu membekas di hatinya. 🙁

Oiya hal ini juga sering terjadi kalau saya terlalu lama cuci piring di dapur. Hahaha…. Yaaahhh, maaf ya nak….

hehehe

Suami saya kawatir kalau hal ini adalah pertanda Gayatri punya sifat buruk di masa depan. Seperti pelit, medit, egois, dst. Saya lalu mulai banyak nyari-nyari info terkait hal tersebut.

Ada yang pernah mengalami kekawatiran yang sama nggak sih?

Saya yakin hal-hal di atas juga pernah dialami oleh Nyonyah-nyonyah. Saat ngumpul bareng sama Saudara apalagi kan, rebutan mainan bisa jadi urusan panjang, kalau berakhir dengan pertengkaran bocah bocah kecil. Soalnya ni kalau anak-anak bertengkar, kadang cuma sebentar, mereka sudah rukun lagi. Tapi orang tuanya yang baper, masih kebawa-bawa sampai kapan tahun, wkwkwkwk….

Lesson Learn

Kalau Nyonyah merasa hal yang sama dengan saya, berikut ada kabar baik yang saya simpulkan dari googling dan baca buku terkait posesifnya bayi seperti disebut di atas.

1 . Wajar

Bayi belum memahami konsep pinjam-meminjam dan kepemilikan. Yang dia pahami, barang yang ada di tangannya adalah miliknya. Dan ketika barang yang dia sukai ada di tangan orang lain, artinya kiamat. Terdengar lebay ya. Tapi buat anak usia-usia ini bisa jadi itu adalah masalah terbesar baginya. Who knows kan apa yang ada di pikiranny?

Mungkin seperti orang dewasa kehilangan kekasih saat lagi sayang-sayangnya? Atau kehilangan pekerjaan gitu kali ya? Kebayang kan setresnya…. Wajar kan kalau bayi bereaksi galau dan jadi posesif atas barang/ orang yang disukainya.

2 . Merupakan tahap tumbuh kembang

Menurut Standar Isi tentang Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (Permendikbud RI Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini), anak usia 12-24 bulan telah mampu menunjukkan reaksi marah apabila merasa terganggu (misal saat permainannya diambil) adalah pertanda Sosial Emosional yang baik lo. Hal ini menunjukkan sang anak telah mampu mengekspresikan reaksi emosi.

Dari standar yang sama, poin memahami milik diri sendiri dan orang lain seperti milik saya dan milik kamu, atau dengan kata lain pemahaman kognitif tentang kepemilikan ada di rentang usia 18 – 24 bulan. Catatan mengenai standar ini saya peroleh dari Buku Rumah Main Anak.

Reated post: Review Buku Rumah Main Anak

Tetap sabar dan semangat ya Nyonya-nyonyaaahhh! Fase frustating ini akan kelar pada saatnya nanti, hehehe…. Namun tentu saja, kita nggak hanya diam. Beberapa hal tentunya dapat kita lakukan untuk mempermudah anak memahami konsep kepemilikan dan melewati fase ini dengan baik.

setrong

Apa yang saya dan suami coba terapkan:

1 . Meminta maaf pada orang tua lain

Ya tentu saja minta maaf ya, karena kan nggak semua orang tua memahami bahwa posesif adalah tahapan yang wajar dilakukan anak. Setidaknya dengan minta maaf, bisa mengurangi rasa tidak nyaman/ ketersinggungan yang dialami oleh orang tua anak yang sedang bermain dengan Gayatri. Semoga.

2 . Mengajak ngobrol Gayatri

Memaklumi ke-posesifan Gayatri pada masa ini, bukan berarti kami tidak melakukan apa-apa. Kami mencoba melakukan negosiasi juga kadang, dengan menawarkan mainan lain sebagai penukar, atau meminta pengertian Gayatri. Di usianya yang baru 15 bulan ini, negosiasi nggak selalu mulus yak. Pan dianya juga belum paham-paham bener.

Kadang dia manggut-manggut, tapi tetap ngotot megang mainannya. Kadang nggak berhasil. KADANG berhasil….

Jika berhasil, atau dengan kata lain, Gayatri mau berbagi, pada akhir kegiatan, saya biasanya akan bertanya, “Gayatri happy ya tadi bermain bareng sama Dedek? Happy ya tadi Gayatri mau berbagi mainannya…. Terimakasih ya….” Ga saklek juga kata-katanya selalu begitu. Namun tujuannya adalah menekankan ke emosi positif (rasa bahagia/ happy) yang muncul ketika mau berbagi. Poin ini terinspirasi dari buku Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun.

3 . Tidak memaksa Gayatri mengalah

Terkait dengan nomor 2, walaupun melakukan negosiasi, kami menahan diri untuk tidak memaksa Gayatri mengalah demi pandangan orang lain. Ya biarlah, pelan-pelan saja…. Umurnya baru 15 bulan, belum memahami sepenuhnya makna kepemilikan. Seiring sejalan, negosiasi dan pembelajaran akan kami tingkatkan.

Kadang kami pun menciptakan “latihan berbagi”. Caranya dengan bertanya padanya saat ingin makan cemilannya atau menggunakan barang miliknya. Kemudian memberikan kesempatan pada Gayatri untuk memilih boleh atau tidak. Saya sering minta biskuitnya Gayatri sih, kalau boleh biasanya dia akan menyuapi saya. Wkwkwk…. Kalau nggak boleh saya biasanya cuma diliatin sambil pasang muka datar.

4 . Memeluknya segera saat dia merasa cemburu

The first thing first yang biasa kami lakukan untuk meredakan kecemburuannya adalah memeluknya. Ya, sambil berusaha tidak merasa “terganggu” dengan perilakunya. Tentunya juga sambil terus mengingat bahwa, anak kami ini bukan sedang “sengaja” melakukan hal demikian, dia hanya sedang merasa insecure kalau-kalau barang yang dia/ orang sayangi akan hilang dari dirinya.

Sedikit pelukan akan membuat perasaannya, sekaligus perasaan kita sendiri, menjadi lebih baik.

5 . Memberikan perhatian penuh

Hal ini kadang challenging ya, terutama saat lagi buru-buru masak atau sedang ada email/ kerjaan yang mau di cek. Yakali, masa cek email aja kudu drama. Cuma butuh bentar aja, kelar, tapi jadi rempeus. Tapi ya konsekuensi yak, namanya juga punya anak. Sabaaaaar…. Sabaaaar…. #selftalk, bwakakak.

6 . Memberinya contoh berbagi/ pinjam-meminjam

Seperti banyak orang bilang, anak belajar dengan meniru. Hal ini juga bisa diterapkan nih. Ada ide bagaimana cara memberi contoh sederhana berbagi pada anak dalam kehidupan sehari-hari?

bayi posesif

Ada yang punya pengalaman nggak enak masalah bayi posesif? Yuk ceritaiiiiin…. 🙂

Terimakasih sudah mampir dan baca ampe abis ya Nyah, semoga sharing kali ini bermanfaat. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Traveling, Perjalanan Darat Bareng Bayi Menggunakan Mobil

traveling darat bareng bayi

Di tahun lalu saya sempat menuliskan beberapa artikel tentang traveling bareng Gayatri naik pesawat. Hampir setengah lusin kali ya artikelnya, beranak pinak. Kemarin di pertengahan bulan Februari kami sempat melakukan traveling lagi. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya, kali ini kami menggunaan kendaraan darat pribadi. Perjalanan yang kami lalui yaitu Surabaya – Pati, sekitar 5-6 jam perjalanan darat normal.

traveling darat bareng bayi

Kesalahan

Karena sudah sering melakukan perjalanan bareng bayi, kami berdua jadi agak “ngampangke”. Hal ini terlihat terutama di bagaimana kami packing. Ya, namanya bawa kendaraan sendiri, asumsi kami bakal lebih gampang. No limit bagasi, nggak harus dipak rapi, bisa nanti-nanti nyusul masukin ke mobil. Nggak kayak naik pesawat. Begitu pikiran kami saat itu.

Related Post: Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat

Hingga di hari H, kami belum kelar packing dong. Harusnya berangkat jam 8 molor ke jam 9 karena masukin barang-barang yang masih kececer. Tapi saat itu kami masih santai lo Nyah, soalnya yahhhh perjalanan darat bareng bayi kan pasti lebih remeh lah ya daripada perjalanan udara.

Sok banget yak?

Tapi ternyata kami salah. Perjalanan udara nggak lebih berat daripada perjalanan darat. Perjalanan darat nggak lebih mudah daripada perjalanan udara. Masing-masing memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing.

Unexpected Things Happened

Semua berjalan mulus, pada awalnya. Gayatri duduk manis sambil babling-babling (meracau khas bayi) ngeliatin kendaraan lewat. Cemilan dan minuman pun dia kudap dengan bahagia.

Mulai beranjak siang, Gayatri mulai bosan. Mainan setir mobil dan bunyi-bunyian diabaikan. Mulai pethakilan. Akrobatik di dalam mobil. Alhasil dia pusing dan muntah.

Bayi muntah mah biasa ya, tinggal ganti baju. Baju gantinya juga sudah tersimpan rapi di diaper bag. Hanya saja ada satu hal yang tidak kami antisipasi: muntahannya kena baju saya.

muka pasrahBaju sebelum dimuntahin bocah: kaos menyusui motif kembang-kembang.

Berikut adalah hal-hal yang tidak saya prediksikan terjadi, tapi terjadi, hahahaha…. #ketawamiris.

  • muntah kena baju ibu

Dan saya tidak menyiapkan baju ganti di diaperbagnya Gayatri. Semua baju saya terlipat manis di koper di bagasi. Tumpukan paling bawah pula. Ngakak dah.

  • pupup

Satu lagi perbedaan perjalanan darat dengan perjalanan udara. Kalau naik pesawat, penumpang dimanjakan dengan adanya nursing room yang memadai (mungkin kecuali bandara Juanda ya, grrrr). Jadi saat Gayatri pup di mobil, saya rada bingung. Mau gantiin popok di mobil apa nyari SPBU. Kami memilih SPBU.

Jangan bayangkan SPBUnya sama dengan di kota-kota besar ya. Hihihi…. Ini SPBU terdekat yang kami dapat kebetulan kurang sip. Tapi lumayanlah buat bersih-bersih. Pastikan bawa air mineral buat cebok ya. Just in case airnya nggak memenuhi ekspektasi.

  • popok ketinggalan

Gaswatnya pas ganti popok itu kami baru sadar kalaaaauuuuuu satu pak diapers andalan Gayatri ketinggalan di ruang tamu. Ga kececer masuk ke bagasi.

Mau kesel, tapi ya salah sendiri nunda-nunda packing. Hahaha…. Jadilah di tengah perjalanan kami hunting popok. Dengan kondisi Gayatri nggak pake popok.

Deg degan asli! Takut keompolan.

Syukurlah 300m berikutnya kami ketemu Mart bersaudara.

Related post: “Senjata” supaya nyaman menyusui saat perjalanan.

  • perjalanan molor menjadi hampir 9 jam

Karena harus beresin muntahan, lalu bongkar bagasi, ambil baju ganti saya. Lalu hunting diapers. Ditambah waktu makan siang yang agak lama. Akhirnya kami telat sampai ke rumah Mbah Akung dan Uti. Perjalanan yang normalnya 5-6 jam jadi 9 jam. Tapi syukurnya semuanya masih dalam kondisi sehat dan happy. Gayatri juga masih happy walaupun agak sedikit bosan.

pati surabayaBeginilah kira-kira rute perjalanan darat bareng bayi kami. Hehehe….

Lesson Learn

1 . Packing

Packing harus dilakukan minimal di malam sebelum hari keberangkatan. Jangan lupa membuat cek list barang, supaya tidak ada yang tertinggal. Barang apa sajakah yang harus dibawa saat traveling bersama bayi dengan perjalanan darat (mobil pribadi)?

Saya menyarankan setidaknya membawa dua tas kecil sebagai tas yang siap sedia dan terpisah dengan bagasi, mainan dan bagasi it sendiri. Rinciannya adalah sbb:

1) Tas kecil pertama.

Tas kecil pertama ini adalah diaper bag bayi. Isinya: 1 stel pakaian ganti, 3 pcs diapers, snack, makanan, minuman, obat-obatan, termometer, tisu basah, peralatan mandi bayi (krim/ lotion – kalau saya pakai liquid talc, sabun, shampo, minyak telon, sikat gigi), tisu basah, tisu kering.

2) Tas kecil kedua adalah perlengkapan/ bekal orang tua.

Tas kecil kedua adalah peralatan on the go-nya orang tua. Isinya: pakaian ganti, handuk kecil (bisa dipakai barengan bayi), obat-obatan, charger, power bank, dompet, modem.

3) Mainan.

Saya bawa dua mainan: 1) woble todle ELC mainan yang multifungsi gitu, reviewnya di sini, saya copot setirnya saja untuk mainan di mobil dan badan mainannya ditaruh di bagasi, 2) building block untuk mainan di lokasi liburan.

4) Bagasi.

Menghitung jumlah bawaan yang akan dibawa saat liburan memang tricky ya. Tapi yang pasti sesuaikan dengan lama liburannya. Misal:

  • Jumlah pakaian bayi: 2 stel baju harian kali jumlah hari + baju cadangan sebanyak 3 buah + baju untuk bepergian sebanyak 2 buah.
  • Jumlah popok minimal: 5 per hari kali 2 hari = 10 pcs. Saya hanya mengalikan dua dengan asumsi akan membeli diapers di lokasi liburan. Namun, jika di lokasi liburan diasumsikan sulit mencari minimarket, better bawa sebanyak 5 per hari kali jumlah hari libur + cadangan sebanyak 3 pcs.

2 . Car Seat

Biasakan anak menggunakan car seat. Karena lebih aman dan nyaman untuk semua penghuni mobil.

3 . Hati yang Gembira

Hati yang gembira adalah obat! Petuah ini juga berlaku di dalam perjalanan. Klau hati kita gembira menjalaninya, semua akan terasa menyenangkan kok. Seperti traveling kami yang molornya alamak pun bisa terasa piknik tambahan. Hahaha…. Hal ini terutama buat Ibu ya, yang kadang lebih perfeksionis, jadi kalau ada apa-apa yang kurang pas, sering jadi bad mood. Ayooo, cheer up! Soalnya kalau Ibunya bad mood biasanya bayi/ anak bakalan ketularan tuh.

traveling darat bareng bayi happyBaju habis dimuntahin bocah: blus abu-abu. Wkwkwkwk….

4 . Be flexible!

Yah, namanya juga bawa bayi ya…. Kadang memang diperlukan beberapa improvisasi. Terutama kalau kondisi di jalan menyangkut kesehatan bayi ya. Keselamatan tetap nomor satu.

Demikin sharing kali ini, hehehe…. Sering banget ya saya sharing kesalahan atau trial dan error, ya habisnya emang sering error sik. -.-” tapi semoga keerroran kami bisa jadi pelajaran yang berharga dan bermanfaat buat Nyonyah-nyonyah semua yaaa…. Trus kalau Nyonyah punya tips/ lesson learn yang pernah dialami boleh lo diceritain di comment section.

Terimakasih sudah mampir, salam sayang selalu….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Perlengkapan Bayi Mothercare Toiletries

review perlengkapan bayi mothercare

Satu hal yang saya pelajari setelah satu tahun lebih mengurus Gayatri anak saya adalah: kalau ada perubahan pada kondisi kulit bayi kita, jangan panik dan langsung menyimpulkan kalau kulit bayi kita sensitif…. Bisa jadi hanya karena tidak cocok dengan udara atau tidak cocok dengan kandungan perlengkapan bayi yang kita berikan.

Ya, sedikit banyak seperti wajah kita ya. Kalau skincare-nya nggak cocok kan kadang ada reaksi tertentu. Cuma kalau di orang dewasa kan lebih santai ya menghadapinya.

Kalau bocah…. waduuuu garuk garuk melulu. Padahal merah-merahnya dikit, cuma karena kepanasan dan keringetan doang, tapi garuk-garuknya uda kaya ekskavator ngegaruk kali Ciliwung. Semangat 45. Lecet dimana-mana. Jadi PR baru, ngobati luka-lukanya.

hiks

Hihihi, ada yang ngalamin hal yang sama nggak?

Saya ngalamin. Gayatri kena biang keringat ringan gitu, tapi karena saya nggak berani ngasih bedak tabur untuk meminimalisasi rasa gatalnya. Hal itu karena kami berdua sama-sama alergi debu, kalau bengek kan tambah repotttt. Solusinya waktu itu adalah nyari bedak cair.

Tapi nggak sembarang bedak cair. Saat itu di rumah memang ada bedak cair untuk orang dewasa. Tapi ada kandungan Calamine-nya. Saya nggak berani ngasih itu ke anak saya,, karena selain ada tulisan tidak untuk bayi, di webnya Paula’s Choice Calamine juga dibilang bisa bikin iritasi. Hasil googling, membuat saya menemukan produk Mothercare All We Know Liquid Talc.

Terhitung per hari ini kira-kira sudah hampir 5 bulan Gayatri menggunakan produk Liquid Talc dari Mothercare, kira-kira yang kami gunakan sudah sebanyak ini:

mothercare liquid talcYang kempot itu punya Gayatri yang lama, sementara yang masih gendut itu yang baru. Selain produk yang Liquid Talc, rangkaian Mothercare Toiletries masih ada lagi. Yang pernah Gayatri coba lainnya adalah Body Wash dan Lotion. Saya review satu-satu yaaaakkk….

perlengkapan bayi mothercare toiletries

1 . Mothercare All We Know Liquid Talc

Yang paling saya sukai dari produk ini adalah, kemampuannya menyerap keringat, sensasi ademnya (soothing) dan kemampuannya mengurangi rasa gatal. Jadi bukan demi wangi-wangi dan kelihatan habis mandi aja ya…. Wkwkwk….

Seperti yang saya ceritakan di atas. Awal mula pertemuan saya dengan produk ini adalah karena Gayatri kadang kena biang keringat ringan. Untuk menghindari kerusakan (lecet, dll) lebih lanjut karena kegatelan tangannya atau karena gesekan, saya oleskan krim ini. Daerah yang paling sering dioles adalah leher dan di bagian perut yang terkena karet diapers.

Saya sempat mengabadikan salah satu momen gatelnya sbb:

mothercare before after

Kalau uda oles-oles, biasanya tangannya nggak garuk-garuk lagi. Saya menyimpulkan gatalnya uda mereda. Biang keringatnya karena memang nggak pernah yang parah-parah banget, biasanya besoknya sudah hilang.

Saya juga tidak kawatir mengolesinya sering-sering (setiap setelah mandi + kalau cuaca panas) karena produk ini berbahan natural serta tidak mengandung paraben. Selain itu saat lotionnya kering juga tidak menimbulkan banyak serbuk yang saya kawatirkan akan mengganggu pernapasan Gayatri (dan saya juga sik, maklum bengek, hehehe).

Selidik punya selidik, kandungan Chamomile di dalam produk ini memang bisa mengurangi rasa gatal. Dan tidak seperti Calamine, natural extract Chamomile ini mild banget, jadi aman bagi bayi sekalipun.

Selain untuk membantu mengurangi rasa gatal, saya sering menggunakan produk ini sebagai after sun, karena sifatnya yang soothing. Jadi kalau habis kepanasan di luar ruangan/ terpapar sinar matahari, efeknya nyesss…. 11-12 seperti produk Aloe Vera.

Bahan-bahan lengkapnya nya sebagai berikut:

mothercare liquid talc ingredients

Kalau teliti membaca di urutan atas ada tapioka stach-nya tuuuuhhh, mengingatkanku pada nasihat simbah-simbah di kampung. Kalau bayi-bayi biang keringat dikasih tepung tapioka biar sembuh. Dan it’s works! Kearifan lokal yang melegenda. But Mothercare do better lagi dengan menambahkan ekstrak chamomile dan olive fruit oil, dn mengemasnya ke dalam kemasan tube yang praktis dan higienis.

2 . Mothercare All We Know Baby Lotion

Lotionnya tidak terlalu kental, saya suka teksturnya. Jadi mudah menyerap di kulit bayi dan tidak lengket. Seperti juga Liquid Talc, lotion ini ngademin kulit. Bedanya setelah penggunaan, lotion tidak berubah menjadi talc, melainkan meresap ke kulit seperti pelembab. Eh, emang pelembab ding…. Hehehe….

Bahan-bahannya sebagai berikut:

mothercare baby lotion ingredients

Waktu terbaik untuk menggunakan produk ini adalah setelah mandi yaaak!

3 . Mothercare All We Know Baby Body Wash

Ngomongin sabun ada dua hal yang jadi poin utama saya: “bikin kering nggak?” dan “baunya nyegrak nggak?”. Dan jawaban untuk kedua hal ini adalah enggaaaaakkkk! Saya sih menduganya, sabun ni tidak bikin kering karena mengandung Olive Oil ya yang bersifat Emollient. Jadi saat membersihkan, produk ini sekaligus melembabkan.

Terus baunya juga lembuuuut banget. Saya suka!

Bahan-bahan lainnya sebagai berikut:

mothercare bodywash ingredients

Kalau melihat di kandungannya ada Sodium Laureth Sulfate, jangan salah sangka dulu ya. Sodium Laureth Sulfate (SLeS) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS). SLeS dikenal memiliki formula yang gentle, lebih lembut dari SLS, serta tidak menimbulkan iritasi sehingga relatif aman untuk digunakan dalam perawatan kulit anak.

Dua produk di atas (Body Wash dan Lotion) baru saya coba, jadi review di atas merupakan first impression. Saya berani “nyoba-nyoba” produk bayi ini karena kepercayaan saya terhadap brand Mothercare. Semacam ada keyakinan jaminan mutu, Mothercare gitu loh. Bikin jaket aja brand ini teliti banget. Kelihatan di setiap cutting dan jahitannya, kalau dia memahami betul apa yang jadi problem orang tua.

Selain itu juga karena sudah riset sedikit-sedikit tentang ingredients produknya.

Ingredients:

Balik lagi ke masalah sensitif di awal tadi, agar tidak terlalu parno, yang perlu diingat adalah memilih produk yang bahan bakunya aman. Tidak harus membeli produk untuk kulit sensitif, untuk kulit normal asal kandungan bahannya alami dan aman pun patut untuk dicoba. Seperti juga bahan yang dinyatakan sebagai keunggulan dari ketiga produk di atas:

1 . Menggunakan Natural Extract

  • Olive Fruit Oil : Seperti yang saya sebutkan di atas, Olive Fruit Oil bersifat emollients. Cara kerjanya adalah mempertahankan kelembaban kulit, jadi kulit bayi kita yang masih cantik dan lembut alias delicate pun tetap terpelihara.
  • Ekstrak Chamomile : Bahan ini ratingnya Best loh di Ingredients Dictionary. Mantep surentep. Manfaatnya adalah sebagai soothing agent yang bisa meredakan gejala iritasi. Namun tetap harus diperhatikan juga ya iritasinya kenapa. Supaya kalau berlarut-larut bisa dikonsultasikan juga pada dokter/ bidan.

2 . Paraben Free

Yap, saya tahu si kalau sebenarnya isu paraben ini masih kontroversial. But, saya sampaikan di sini buat Nyonyah-nyonyah yang extra cautious bisa tenang dan yakin kalau mau beli produk-produk di atas.

3 . Hypoallergenic

4 . Dermatologically tested dan aman bagi bayi bahkan newborn sekalipun.

review perlengkapan bayi mothercare

Where to Buy:

Dulu saya beli di toko Mothercare di Bintaro Exchange Mall. Yang tinggal di daerah Bintaro kalau nggak di BxC bisa ke tokonya yang di Pondok Indah Mall. Yang tempat tinggalnya jauh dari toko Mothercare bisa via online di web mothercare.id.

Ada dua tips yang saya mau share sebagai pelanggan Mothercare tentang bagaimana bisa dapat deal yang lebih hemat:

1 . Bikin member di toko offlinenya.

Dengan jadi member di Mothercare berarti sekaligus juga jadi member di Gingersnaps dan Early Learning Centre. Free kok. Di tiap pembelian kita bisa dapat diskon khusus sesuai promo yang sedang berlangsung atau credits.

2 . Pantengin web/ akun sosmednya.

Kalau sekarang, Mothercare sedang kerjasama dengan forum The Urban Mama, jadi beli produk dengan link berikut, Nyonyah bisa beli 2 get 3 produk toiletriesnya. Mayan kan, ajak aja teman sesama ibu-ibu, atau buat stok. Kalau dihitung-hitung kan setara dengan diskon 30%. Link promo Mothercare Toiletries. Klik for more detail yaa!

Gitu Nyaaaahhhh…. Btw, Gayatri baru dua bulan lalu lo ulang tahun, yang mau kasih belated birthday gift masih diterima bangeeet!!! Hahahaha…. #kode

Semoga reviewnya bermanfaat ya, salam sayaang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review dan Pricelist/ Harga Mom n Jo Bintaro

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Sebenernya saya termasuk yang parnoan masalah pijet memijet, apalagi pijat bayi atau pijat diri sendiri saat hamil. Namun, dulu pas hamil saya pernah ke Mom n Jo Bintaro untuk pijat khusus ibu hamil. Secara umum saya merasa pijat di sini cukup membantu untuk menguragi rasa sakit/ pegal di punggung akibat kehamilan yang makin besar. Setelah memiliki bayi pun, saya hanya berani untuk memijatkan bayi di sini. Selain itu saya memilih untuk memijat bayi sendiri di rumah. Oiya, pijat yang saya lakukan sebatas pijat untuk mengurangi rasa lelah Bagi teman-teman yang setipe sama saya, mungkin review Mom n Jo Bintaro ini akan bermanfaat ya.

Berikut adalah pengalaman saya pijat bayi di mom n jo Bintaro.

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Jasa yang pernah digunakan:

1 . Pijit Ibu Hamil

Rasa pijitan terapisnya cukup enak bikin rileks gitu, tapi bukan yang kuat banget mijitnya, kalau dibanding tukang pijit langganan di kampung halaman. Mungkin memang karena untuk ibu hamil ya. Ruangannya nyaman, ada kamar mandi di dalam kamar pijat. Suasananya bisa diset, terang gelapnya. Saya pribadi prefer agak remang-remang, biar enak bobo, hehehe. Saat dipijit kita diberi semacam bantal khusus ibu hamil, jadi tengkurapnya agak miring dan tidak menekan perut.

Minyak yang dipakai untuk memijat adalah grapeseed oil. Minyak dari biji anggur ini, berdasar artikel-artikel yang saya baca adalah emollient yang bagus untuk kulit. Berfungsi untuk melembabkan, melembutkan serta menenangkan kulit. Infonya minyak ini juga (biasanya) tidak menimbulkan alergi. Yang saya suka dari minyak ini adalah tidak terlalu lengket di badan. Saya habis pijat cuma bilas air hangat tanpa sabun saja nggak merasa lengket (disclaimer: kulit saya kering kerontang). Namun apabila kita mau request minyak lain bisa diinfokan saja ke terapisnya, kalau tidak salah pilihan lainnya adalah jojoba oil. Saya sendiri belum pernah mencoba minyak ini.

2 . Pijit Bayi

Dua kali pijit di sini, pas Ning Gaya lagi bad mood. Jadi nuangiiis sepanjang dipijit. Zzzzz…. Bukan karena kesakitan, tapi memang pas lagi ga mood. Dan kalau lagi ga mood, anak saya ga suka dipegang-pegang. Tapi saya salut sama terapisnya yang sabaaar banget lo. Dan bisa mijit dengan berbagai macam posisi bayi. Sambil bobo miring, sambil saya peluk, sambil saya pangku. Pokoknya macem-macem ngikutin pergerakan bayi saya.

pijat bayi di mom n jo bintaro

Minyak yang dipakai sama juga, grapeseed oil. Dan kalau kita punya essentials oil bisa juga dibawa untuk digunakan saat pijat. Di mom n jo bintaro ada dijual juga si essentials oil merk Belli to Baby. Sayangnya, di kemasan produk yang minyaknya campuran kurang jelas info EO apa saja yang terkandung di dalam satu produk. Nanya ke terapisnya, juga kurang mengetahui produk yang disediakan. Jadi kalau mau pakai, better yang sudah familiar digunakan.

Saya pribadi pernahnya nyoba yang imune booster. So far saya suka si dan memang ngefek. Cuma masih was-was karena ga tau kandungan EO-nya.

Related post: Review klinik ibu dan anak di Bintaro (Bintaro Women dan Children Center)

Fasilitas:

  1. Ruangan berperedam bentur, alias seluruh lantainya dilapis dengan semacam matras. Ini untuk ruangan pijat bagi bayi.
  2. Ruang pijat ibu dengan bantal khusus untuk ibu hamil. Lengkap dengan kamar mandi dalam. Di sini tersedia juga tungku aromaterapi.
  3. Kolam renang bayi di masing-masing kamar pijat bayi.
  4. Ruang tunggu yang nyaman.
  5. Timbangan untuk mengukur berat badan bayi, timbangan untuk orang dewasa.
  6. Termometer untuk mengukur suhu tubuh bayi.

fasilitas mom n jo bintaro 2

fasilitas mom n jo bintaro 1

baby spa di mom n jo bintaro

What I love:

  1. Kakak-kakak pemijatnya baik, kids friendly sabar,
  2. Kakak-kakak pemijatnya bisa memijat dalam segala posisi bayi,
  3. Admin dan satpamnya ramah, helpful banget,
  4. Tempatnya nyaman dan aman buat bayi, seluruh lantai dilapis matras,
  5. Tersedia esential oil merk Belli to Baby,
  6. Mijatnya relatif enak.
  7. Ruang tunggunya cukup nyaman, bahkan ada yang semi private (terpisah dengan tirai) seperti di gambar di bawah ini:

ruang tunggu

What I dont:

  1. Harganya lumayan mahal, tapi ini relatif si ya, hehehe….
  2. Kalau ga menekankan pesanan, biasanya dipaketin langsung pijat + renang,
  3. Kakak-kakak pemijatnya tidak paham essential oil yang ditawarkan.

Tips ke Mom n Jo

  1. Bawa kaus kaki untuk orang tua yang menemani bayi, karena untuk masuk ke lokasi pijat bayi harus menggunakan kaus kaki.
  2. Lakukan reservasi, apalagi jika berencana pijat saat weekend.
  3. Tegaskan hanya pijat kalau memang hanya ingin pijat. Karena pengalaman dulu nggak menegaskan hanya ingin pijat, disiapkan sekalian sama renang. Padahal pas reservasi di telepon bilang pijat. Kan lumayan tu biaya tambahannya, hehehe.
  4. Datang 15 menit sebelum jam mulai. Terutama di jam-jam sibuk, karena kalau sudah lewat jamnya, dan jam berikutnya sudah full book, kita harus nunggu lebih lama. Huhuhu….
  5. Pesan minumnya, free kok (ga mau rugi).

Pricelist Mom n Jo

Untuk Pijat Ibu:

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil 2

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil

Untuk Pijat Bayi:

harga mom n jo bintaro pijat anak 2

harga mom n jo bintaro pijat anak

harga mom n jo bintaro pijat bayi

*

Alamat Mom N Jo Bintaro: Jl. Bintaro Tengah, Blok U4/4, Sektor 2, Tangerang.

Telepon (reservasi) 0217370119, 08998888820

*

Selain di Bintaro Mom N Jo sepertinya juga buka di banyak tempat lain deh, soalnya setahu saya ada juga yang di Dharmawangsa dan di Surabaya juga ada. Oiya, buka setiap jam 10.00 s.d. 20.00 WIB.

Pas nulis ini saya jadi pengen pijit lagi ni, hehehe…. Adakah yang punya tempat pijit bayi favorit? Boleh lho share di kolom komentar. 🙂 Siapa tahu bermanfaat juga bagi ibu-ibu lainnya….

Terimakasih sudah mampir! Salam sayang ya Nyaaah…. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

4 Sabun Bayi yang Bebas SLS dan Bebas Paraben, Seri Perlengkapan Bayi

perlengkapan bayi sabun

Artikel ini semacam summary dari obrolan saya dan teman-teman di grup birthclub januari februari. Gara-gara ada yang curhat bayinya punya kulit sensitif dan jadi merembet ke isu-isu ingredients sabun bayi. Akhirnya di grup birthclub kami bikin list sabun bayi yang bebas SLS dan bebas paraben berdasarkan produk yang kami gunakan. Salah 4-nya adalah produk-produk yang akan saya bahas di seri perlengkapan bayi kali ini.

Namun sebelum saya melanjutkan membahas list produk sabun bayi yang bebas SLS dan bebas paraben, beberapa hal ingin saya sampaikan terkait apa itu SLS dan apa itu paraben. Jujur saya memang bukan pakar ingredients, pembahasan di bawah ini berdasarkan riset kecil-kecilan saya di Ingredient Dictionary-nya Paula’s Choice ya. Untuk yang mau riset lebih lanjut tentang dua bahan ini di web tersebut ada disebutkan jurnal akademis yang jadi dasar materi mereka.

perlengkapan bayi sabun

Apa itu SLS?

SLS adalah singkatan dari sodium lauryl sulfate.  Sodium lauryl sulfate berbeda dengan sodium laureth sulfate ya…. Jika Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman, Sodium Lauryl Sulfate dinyatakan tidak aman karena dapat mengakibatkan iritasi. Namun, tentu saja, tingkat iritasinya berbeda-beda tergantung kondisi kulit setiap orang.

Apa itu paraben?

Paraben adalah kelompok bahan pengawet kontroversial yang meliputi butylparaben, isobutylparaben, propylparaben, methylparaben, dan ethylparaben. Bahan pengawet diperlukan dalam produk personal care untuk melindungi produk dari pencemaran bakteri. Hal ini penting karena bakteri tentunya juga berbahaya untuk kesehatan pengguna produk personal care.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben aman digunakan dalam kosmetik dan lebih disukai daripada pengawet lainnya untuk menjaga agar formula tetap stabil. Studi-studi tersebut juga menunjukkan paraben tidak memiliki efek apapun bila dibandingkan dengan hormon alami dalam tubuh. Namun ada pula penelitian yang mengatakan sebaliknya. Ada yang horror horror, seperti dibilang menyebabkan kanker.

hiks

Saya pribadi sebenarnya bukanlah orang yang paranoid dengan kedua bahan di atas. Karena kan penelitian atas bahan-bahan tersebut (terutama paraben) masih diperdebatkan. Ada yang bilang ada logical fallacy-nya dsb. Pandangan saya terhadap kedua bahan tersebut hampir sama seperti pandangan saya terhadap MSG alias micin. Ga parno, ga anti, dalam hal ini kalau ada yang nawarin snack ya saya tetep makan walaupun tau ada MSGnya, namun saat beli bakso kadang kalau inget saya pesen abang tukang baksony buat nggak usah ditambahin micin, saya juga ga stok micin di rumah.

Ya perlakuannya sama gitu deh dengan SLS dan paraben. Kalau pas ada yang terjangkau kocek, ya saya pakai yang bebas SLS dan bebas paraben, for extra cautious. Tapi kalau dompet berkata TIDAK, yaaah, saya pakai-pakai aja juga sih. Syukurlah kalau sabun masih banyak yang terjangkau.

Namun walaupun saya agak cuek cuek peduli, saya menghargai jika Nyonyah memilih untuk extra hati-hati dan memilih produk-produk yang menenangkan hati. Berikut adalah 4 sabun bayi top to toe wash alias sabun plus shampoo yang bebas SLS dan bebas paraben:

1 . Mustela

mustela

Yang paling menonjol dari produk ini adalah kemampuannya memberikan kelembaban, tidak membuat kulit bayi menjadi kering. Produk ini menjanjikan bahwa produknya hipoalergenik serta aman bagi bayi baru lahir. Kualitasnya memang tidak menghianati harganya sih. Hehehe.

Ingredients:

mustela ingredHarga perkiraan: Rp 100.000,00

Related post: Review Produk Mustela Bebe

2 . Cetaphil Baby

cetaphil baby

Mirip dengan Mustela, sabun bayi sekaligus shampoo ini juga memberikan kelembaban di kulit bayi. Berbeda dengan produk “kakak-nya”, Cetaphil Gentle Cleanser, Cetaphil Baby ini tidak mengandung SLeS.

Ingredients:

cetaphil baby ingredHarga perkiraan: Rp 100.000,00

Related post: Review Cetaphil Baby

3 . Pure Baby

pure baby

Produk tanpa SLS dan tanpa paraben itu tidak selalu mahal. Salah satu produk sabun yang terjangkau yang tidak mengandung kedua bahan tersebut adalah Pure Baby ini. Yang saya suka dari produk ini adalah wanginyaaaa. Love banget. Setahu saya ada dua varian wangi: chamomile dan apel. Yang apel favorit saya. Untuk masalah kelembaban dll-nya tidak telalu berbeda dengan sabun bayi biasa.

Ingredients:

pure baby ingredHarga perkiraan: Rp 31.500,00

4 . Switzal

switzal

Dari keempat produk ini, Switzal lah yang paling lama saya gunakan dan sudah beberapa kali saya repurchase. Maklum, harganya super miring jika dibandingkan dengan produk lain. Ingredientsnya pun lumayan ya. Walau begitu, satu teman saya pernah bilang jika anaknya mengalami iritasi menggunakan produk ini. So, jika kulit anak Nyonyah super sensitif mungin harus concern juga ke ingredients lain ya. Kalau Ning Gaya anak saya mah lanjuuut.

Ingredients:

switzal ingredHarga perkiraan: Rp 24.000,00

***

Harga perlengkapan bayi yang saya sebutkan di atas adalah perkiraan ya…. Karena kadang ada diskon di beberapa web atau juga toko-toko tertentu, bisa jadi harganya kurang/ lebih dari harga yang saya cantumkan di atas. Jangan bosan-bosan bandingin harga toko sebelah dengan toko online ya, siapa tahu ada promo loh!

Tentu saja tidak hanya 4 varian di atas yang bebas SLS dan atau paraben. Namun karena saya di rumah hanya memiliki empat produk ini dan belum pernah saya coba yang lain, jadinya saya nggak masukin di sini. Maybe next time kalau ada kesempatan nyobain produk sabun lain, list ini akan saya tambah.

Updated (20 Maret 2018):

Satu lagi produk bayi yang bebas SLS dan paraben serta menggunakan bahan-bahan yang alami, yaitu Mothercare All We Know Toiletries. Saya review terpisah di artikel Review Perlengkapan Mandi Bayi Mothercare.

Kalau Nyonyah ada rekomendasi produk lain boleh looh ditinggalin di comment section.

Semoga bermanfaat ya Nyaaah sharing kali ini. Salam sayang….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!