Instal Antivirus McAfee Total Protection? Ternyata Gampaaang!

Sebenarnya keinginan untuk instal antivirus itu sudah lama. Kurang lebih beberapa bulan lalu, ketika blog ini terkena virus. Sebenarnya hal ini beda perkara. Hosting pada blog saya yang terkena virus. Tapi kejadian tersebut membuat saya yakin  untuk memproteksi semua gawai termasuk handphone.

Apa Urgensi Instal Antivirus????

Berhubung sekarang apa-apa di handphone kan. Let say, digital banking seperti mobile banking dan investasi online, lalu akun-akun terkait transaksi keuangan lainnya seperti pegadaian, marketplace, uang elektronik, dll. Bikin agak was-was, tapi tidak mungkin juga nggak pakai aplikasi tersebut di handphone. Data-data kerjaan juga sekarang banyak saya simpan handphone. Semuanya karena praktis dan mobile.

Tapi horor aja, kalau sampai handphone kena virus, dan data-data tersebut ditake-over. Jangan sampai pula dirusak atau dikunci hingga saya tidak bisa akses. Hal ini bukan sekadar paranoid emak-emak yang tak berdasar ya.

Faktanya, ada 244 malware baru di setiap menitnya, atau 4 malware baru setiap detiknya. Dan setiap harinya tu ada sejuta orang yang menjadi korban cybercrime di seluruh dunia. Jadi setiap detiknya ada 12 orang yang menjadi korban.

Jangan sampai dah, jadi salah satunya. Amit amit….

Akhirnya niat pasang antivirus tersebut kesampaian juga, kemarin siang. Hihihi, nungguin suami, lama banget. Tarsok, tarsok mulu, karena dianya sibuk. Jadi deh, nekat instal sendiri. Hihihi, to be honest, ini pertama kalinya lo, saya instal antivirus sendiri. Soalnya dulu kan di kantor, tinggal minta tolong sama temen di Tata Usaha ya. Hihihi, sekarang berhubung saya freelance, kudu mandiri!

Install Antivirus Ternyata Gampang!

Dan ternyataaaaa…. Pasang antivirus tu gampang banget. Saya pasang McAfee Total Protection di laptop dan handphone itu nggak sampai setengah jam. Itu uda sama set up di DUA devices yak. Sempat salah langkah, karena sayanya sok tahu gitu hihihi. Tapi kemudian, saya WA tim teknisnya Karismaworld, daaaan kurang dari lima menit dijawab. Beres dah.

Oke, daripada saya kelamaan cerita kesana-kemari, saya bikin poin-poin aja ya…. Biar teman-teman lebih mudah mengikuti.

Antivirus McAfee Total Protection

Antivirus yang saya pasang adalah McAfee Total Protection. Berhubung McAfee sudah berdiri sejak 1987, dan banyak organisasi terpercaya yang kasih rating bagus/ awards ke McAfee, jadinya saya percaya.

Oiya, antivirus ini berbayar ya. Sengaja nggak memilih yang gratisan soalnya ada beberapa fitur yang memang cuma bisa didapatkan dari antivirus berbayar. Berikut informasi perbedaan antara antivirus free dengan yang berbayar:

perbedaan antivirus

Kalau teman-teman lihat di webnya, pilihan Antivirus McAfee ini banyak ya. Salah duanya, yang sempat bikin saya galau memilih adalah: McAfee Internet Security sama McAfee Total Protection. Tapi akhirnya memilih McAfee Total Protection, karena ada fitur Parental Controls dan File Locknya. Perbandingan keduanya ada di bawah ini ya….

perbandingan antivirus

Cara Instal Antivirus yang Praktis

Sebagaimana yang saya ceritakan di awal, install McAfee Total Protection itu sangat mudah. Tinggal kita aktivasi dulu Code McAfee Total Protection (karena saya dapat dari Karismaworld maka aktivasinya di www.mcafee.com/kims), baru setelah itu download aplikasinya dan install. Jangan kebalik ya. Lalu ikuti saja petunjuknya, karena wizardnya user friendly banget, dan uda kelar.

Temen-temen bisa lihat tutorial berikut untuk menginstall McAfee Total Protection:

Instal Antivirus McAfee Total Protection Multidevices

instal antivirus

Betul, antivirus ini bisa digunakan di beberapa devices sekaligus ya. Tergantung paket yang teman-teman beli. McAfee Total Protection yang untuk 1, 3 atau 5 hingga 10 devices. Kalau teman-teman beli yang lebih dari satu devices, maka teman-teman juga bisa install di handphone. Tutorialnya sebagai berikut:

Kalau teman-teman bingung pas instal antivirus, hubungi saja customer servicenya via WA atau telepon. Saya pernah hubungi CS PT KIMS di hari kerja via WA, dan aslilah, cepet banget responnya. Nggak bertele-tele juga, to the point sama kondisi yang kita hadapi dan kasih solusi.

Where to Buy

McAfee Total Protection atau yang lain, bisa dibeli di Tokopedia maupun Shopee, marketplace kesayangan kita semua. Dan nggak perlu kawatir dengan originalitasnya, asal kita pilih penjual yang terpercaya. Klik saja link tadi ya, sudah saya direct ke McAfee Official Store dari PT KIMS.

PT KIMS atau biasa disebut dengan Karismaworld, sudah mendistribusikan produk McAfee yang asli sejak tahun 2014. Lengkapnya tentang PT KIMS ini bisa dilihat di website perusahaannya pada www.kharismaworld.co.id. Kalau kantor offline sendiri ada di Jakarta (pusat) dan cabangnya di Jogjakarta.

Review 

1. User friendly.

So far, saya merasakan banget kalau antivirus ini handy banget. Mudah digunakan. Seperti di handphone, ada widget yang mengambang di tepi interface, yang kalau di klik langsung ada pilihan, scan serta ada semacam dashboard penggunaan memory, storage dll.

Daaaan, ada scan yang otomatis. Yang cucok meong, buat magerista dan pelupanista kaya saya. Hihihi. Relatif tenang dah….

2. Nggak bikin gawai jadi lemot.

Trus, saat set up dan juga scan, handphone saya masih bisa dipakai. Nggak yang jadi lemot. Pantes aja ya, antivirus ini dibilang antivirus terbaik. Worth for every rupiahs yang kita bayar buat ngedapetin ni antivirus.

3. Ga ada pop up/ iklan yang mengganggu.

4. Tim teknisnya helping banget.

Demikian pengalaman saya install dan menggunakan antivirus McAfee Total Protection. Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaaa!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Cara Mengobati Luka Ringan, Agar Tidak Terjadi Infeksi

Luka ringan sering kali dianggap sepele, sehingga cara mengobati lukanya pun kadang tidak diperhatikan. Namun tidak bisa dipungkiri, kalau luka kecil pun dapat mengganggu produktivitas.

Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Saya terluka kena sirip ikan saat memasak di dapur. Lukanya berada di daerah tangan kanan (tangan yang aktif) yaitu di lipatan jempol. Lukanya si keciiiiiiiil bingit, tapi ngganggu gitu. Buat nekuk rasanya kelu. Buat nyuci perih perih gimana.

Sesama ibu-ibu pasti tahu lah ya gimana rasanya. Kita tetap harus mengerjakan pekerjaan rumah, walaupun memiliki luka di tangan. Selain mengganggu produktivitas, yang lebih serem sebenarnya adalah infeksi si. Berikut saya mau sharing cara mengobati luka ringan yang biasanya saya lakukan.

Secara sederhana ada setidaknya tiga langkah yang perlu dilakukan untuk mengobati luka ringan:

1 . Menghentikan pendarahan

Cara menghentikan darah pada luka yang ringan adalah:

  1. Menekan bagian yang luka,
  2. Letakan area luka pada tempat yang lebih tinggi,
  3. Istirahatkan,
  4. Kompres dengan es.

Setelah melakukan tiga/ empat hal tersebut, pastikan tidak terus mengalir. Jika pendarahan tidak kunjung berhenti, pertimbangkan untuk mencari pertolongan medis lebih lanjut. Bahkan jika sifatnya urget tanpa perlu ke tahap dua dan tiga, karena yang penting adalah mempertahankan darahnya dulu. Untuk penanganan luka yang lebih besar, saya tidak akan membahasnya di artikel ini ya….

Oiya, biasanya jika luka terjadi di dalam mulut, karena tergigit atau terbentur sehingga bibir mengeluarkan darah, saya cukup sampai ke tahap kompres dengan es tadi (setelah sebelumnya kumur-kumur). Namun apabila luka terjadi di organ gerak saya akan melakukan langkah lain, dari membersihkan luka sampai ke tahap menutup luka di bawah ini. Simak terus yaaaa!

2 . Membersihkan luka

Jika darah sudah tidak mengalir, mulai untuk membersihkan luka. Beberapa cairan berikut dapat digunakan untuk membersihan luka:

  • Air mengalir. Cairan ini paling mudah ditemukan. Terutama saat terjadi luka di dapur. Buka keran, dan buang kotoran-kotoran yang terdapat pada luka, misal sedang mengiris sayuran mungkin ada sayuran yang menempel, dll. Walau demikian, cairan ini juga mengandung risiko infeksi, karena air adalah pembawa bakteri yang umum. Atau dengan kata lain, pembersihan menggunakan air mengalir sebenarnya hanya membersihkan secara fisik. Namun aspek biologisnya tidak dibersihkan secara optimal.
  • Cairan NaCl/ cairan infus. Apabila terdapat cairan infus di kotak PPPK keluarga di rumah, cairan ini bisa digunakan juga seperti air mengalir. Namun, memang bisa disadari kalau cairan ini jarang tersedia di rumah. Saya sendiri mengetahui bahwa cairan infus dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka, adalah saat pelatihan PPPK oleh PMI. Namun karena penyimpanannya tidak praktis, saya tidak menyimpannya di rumah.
  • Cairan alkohol. Cairan ketiga ini cukup familiar ya. Apalagi ada kemasan kecil Alcohol Swab yang cukup praktis. Sudah tersedia dalam kemasan kecil yang tinggal disobek dan diusapkan. Satu yang kurang saya suka dari cairan ini adalah karena cairan ini membuat kulit kering dan tidak nyaman. Ada kalanya sensasi perihnya mengganggu proses pembersihan luka, jika luka terjadi pada anak-anak.
  • Hansaplast Spray Antiseptik. Seperti disebutkan pada namanya, cairan ini adalah cairan antiseptik yang dikemas dalam bentuk spray untuk tidak hanya membersihkan kotoran melainkan juga bakteri. Jadi penggunaannya disemprot. Praktis banget, dan nama Hansaplast, bikin saya cukup yakin saat mau menggunakannya.

Tentang Hansaplast Spray Antiseptic

Produk ke empat yang saya sebutkan ini produk baru ya. Saya juga baru mencobanya saat kemarin terluka di dapur. Luka kecil sekali tapi dalem di jempol. So far saya suka, karena cairan antiseptik ini gak pake perih. Saya akan mengulasnya lebih lanjut ya. Karena memang masih jarang sekali yang tahu dengan produk inovatif ini, sepertinya.

Produk ini bahan utamanya adalah Polyhexanide (PHMB), zat antiseptik yang banyak digunakan oleh dokter karena tidak perih, tidak mengakibatkan noda dan tidak berbau. Bahan ini sebenarnya sudah banyak digunakan di Rumah Sakit, tapi sepertinya baru Hansaplast ini yang menjualnya dalam bentuk produk OTC (over the counter, produk yang dijual bebas).

Harganya saat saya beli sekitar dua puluh ribuan, saat itu sedang diskon di Alfacart. Saya cek di Giant harganya kurang lebih empat puluh ribuan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk ini bisa dilihat di web www.hansaplast.co.id dan melalui akun Instagram resmi Hansaplast @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID.

Beberapa cairan di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun dari keempat cairan yang saya sebutkan di atas, tidak ada yang berwarna ya.

Hal tersebut, karena saya pribadi tidak terlalu suka menggunakan cairan antiseptik yang memiliki warna. Cairan antiseptik berwarna akan menutupi warna kulit di sekitar luka, hal tersebut akan menyulitkan untuk mengontrol, apakah luka tersebut sembuh atau mengalami pembengkakan, atau infeksi lebih lanjut.

Saya merasa hal ini perlu banget ditekankan, terutama karena beberapa waktu lalu saya dengar berita seorang pemulung yang meninggal karena infeksi pada luka tertusuk lidi sate. Ya, tampak sederhana bukan. Tapi yang namanya luka terbuka memang riskan terjadi infeksi. Dan warna kulit pada sekitar luka merupakan indikasi penting, apakah luka tersebut perlu penanganan medis lebih lanjut atau tidak. Oleh karena itu, saya lebih suka dengan cairan pembersih luka yang tidak mengubah warna kulit/ warna luka.

3 . Menutup luka

Last but not least, saya akan menutup luka dengan plester untuk mengurangi interaksi luka dengan air atau dengan kotoran. Jadi luka cenderung tidak lembab dan juga mudah sembuh.

Dengan cara mengobati luka di atas, saya bisa langsung beraktivitas seketika, kembali memasak, tanpa terlalu terganggu dengan luka yang saya alami di jempot tangan kanan tadi. Mengupas udang, membersihkan sirip ikan pun tak lagi jadi momok yang menyeramkan di dapur.

Aman dari infeksi, dan ga pake perih juga. Laaaaf!!!!

Semoga sharing kali ini bermanfaat yak! Salam sayaaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Tips Packing Barang Saat Traveling Bareng Bayi

Dulu saat masih single, saya dan suami tipe yang super praktis banget. Termasuk dengan barang bawaan saat traveling. Ringkes bin ajaib. Maka packing barang bukanlah momok, sampai negara api menyerang alias Gayatri lahir. Hahaha, kami punya anak, dan tiba-tiba saja barang bawaan menjadi berlipat ganda.

KURASI BARANG BAWAAN

Apalagi sekarang Gayatri sudah toddler ya. Dia sudah punya “barang favorit” sendiri yang biasanya dia “putuskan” untuk ikut dibawa kemanapun kami pergi.

“Nanti Kim dibawa ya. Kasian kalau ditinggal”, begitu katanya. Kim adalah boneka beruang berpakaian gadis Korea kesayangannya. Apalagi kalau tahu bawa mobil atau kendaraan sendiri. Maka list barang favorit kesayangan yang akan dibawa pasti bertambah panjang. Dari mulai buku Dinosaurus sampai sepeda roda 4.

Tugas saya tentulah jadi kurator. Mana yang HARUS dibawa, mana yang sekiranya BOLEH dibawa, mana yang sangat amat TIDAK PERLU dibawa. Hahaha…. Kadang negosiasi seperti ini yang bikin packing barang jadi lama dan ribet.

That’s why, kalau Gayatri mulai ikut turun tangan, packingnya ditunda biar agak selow. Hihihi….

SPARE WAKTU, JANGAN MUEPEEET!

Jadi walaupun saya dan suami sudah sering bepergian dengan bayi (mengingat kami pernah LDM), dan lumayan terlatih, kami tetap spare waktu yang cukup banyak untuk packing barang saat mau traveling bareng Gayatri.

Seperti saat mau liburan lebaran kemarin. Beberapa hari menjelang berangkat, saya sudah nyicil list dan juga nyicil menyiapkan barang apa saja yang perlu dibawa. Kebiasaan ini menurut saya adalah kebiasaan yang baik ya. Karena liburan jadi lebih nyaman dan lancar kalau semuanya sudah well prepared.

Pengalaman tahun lalu, saat packing barangnya nggak bagus, perjalanan jadi rada riweuh. Pasalnya, popok bayi ketinggalaaaaaan!!!! Hahaha…. Alhasil pas anak kami pup di perjalanan, kami langsung heboh nyari minimarket. Yang ternyata, paling dekatnya ada di 500 m. Hoaaaaaa, bauuuuuu!!!!

So, setelah kami beranjak lebih senior dalam dunia perorangtuaan, kami punya beberapa formula atau bisa dibilang tips ya…. Untuk dapat packing barang dengan rapi, efisien namun tetap kumplit, saat melakukan perjalanan bersama bayi.

Selain kurasi barang dan spare waktu diatas, setidaknya ada 2 hal yang perlu dilakukan:

  1. Menggunakan tas-tas kecil, pouch atau kompartemen di dalam koper atau travel bag.
  2. Menggunakan checklist.

Sounds like saya tu overly rajin gitu ya? Atau OCD? Wkwkwkwk…. Enggak kok. Malah sebaliknya, karena saya tu rada malas ribet di tempat tujuan, makanya mending saya agak ribet sedikit di persiapannya. Malas juga pas baliknya barang pada ketinggalan gitu…. Males banget lah….

So berikut adalah tips packing barang dari kami. Semoga bermanfaat yaaaa!

MENGGUNAKAN POUCH ATAU TAS DI DALAM TAS

Menggunakan pouch memudahkan saya mengorganisir barang di dalam koper. Terutama yang kecil-kecil seperti sabun, peralatan makan anak, makanan, obat-obatan, P3K, charger, make up, dll. Jadi tidak bercampur jadi satu.

Menggunakan pouch juga meminimalisasi bongkar-bongkar koper/ tas terlalu dalam, apabila ternyata ada yang perlu digunakan dalam perjalanan. Untuk hal ini, saya juga selalu memisahkan antara barang yang kemungkinan digunakan di perjalanan dan mana yang hanya digunakan di tempat tujuan, kedalam koper dan tas.

Last but not least, menggunakan pouch juga meminimalisasi ada barang yang tercecer karena jadi lebih mudah mengidentifikasinya, dicek per pouch.

Satu pouch favorit saya adalah seri Travel Kit dari Sleek Baby yang kolaborasi dengan Mbak Puty Puar. Bahannya kain blacu gitu, jadi nggak kaku dan nggak menuh-menuhin tempat. Selain itu satu pouch uda sepaket sama essential travel kit yang berisi perlengkapan kebersihan bayi. Jadi praktis banget dan wajib dibawa kalau traveling. Apalagi produknya ini yang alami tapi mengandung antiseptik gitu.

Saya bahas tentang Sleek Baby Tavel Kit ini di bagian bawah artikel ini ya….

MENGGUNAKAN CHECKLIST

Checklist is a must karena beberapa alasan sebagai berikut.

Yang pertama, karena kalau sudah punya anak, kegiatan packing sering banget multitasking bareng ngurusin anak. Jadi disambi-sambi. Naaaah, sebagaimana multitasking pada umumnya, hal ini menurunkan konsentrasi lo. Untuk itu perlu checklist atau catatan sebagai pengingat, sampai dimana ya tadi packingnya. Uda apa aja yang masuk ke koper dan mana yang belum.

Kedua, supaya lebih kelihatan mana barang yang harus diprioritasin, dan mana yang bisa dikeluarkan kalau ternyata kopernya nggak muat.

Yang ketigaaaaa…. adalah sebagai catatan pas packing pulang. Jangan sampai ada yang ketinggalan yak. Apalagi kalau nginepnya di penginapan atau hotel. Duh, males ngurusnya.

Kelihatannya ribet ya, harus nyatet nyatet dulu. Percayalah, usaha kecil itu bermanfaat besar banget loh. Buat saya si gitu ya. Hihihi….

Buat yang mager banget bikin checklist, saya bikinin nih checklist barang bayi yang perlu dibawa saat traveling. Bisa diunduh di bawah ini ya PRINTABLE CHECKLIST BARANG BAYI. Kalau yang buat orang dewasa perlu dibuatkan juga nggak? Nggak kali ya…. Hihihi….

REVIEW SLEEK BABY TRAVEL KIT

Seperti kata saya di tengah artikel tadi, paket travel kit dari Sleek Baby ini life saver banget buat yang mau traveling bareng bayi. Uda ada pouchnya yang gemes banget karena ada ilustrasi dari Mbak Puty Puar, ilustrator kesayangan ibuk ibuk seIndonesia Raya.

Trus gitu, isinya pun produk bayi, perlengkapan bersih-bersih kumplit ya. Dari Antibacterial 2in1 Hair & Body Liquid Soap (sabun sekaligus shampo bayi), sabun cuci piring dan perlengkapan makan bayi lainnya ( Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser), sabun cuci baju Sleek Baby Travel Wash daaaan Antibacterial Diaper Dream.

Semuanya mengandung antiseptik alami yang aman untuk bayi. Ini penting banget ya, kalau traveling menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik. Apalagi buat bayi dan anak-anak yang masih dalam masa 1000 hari perlindungan.

Seslebor-slebornya saya, kalau anak baru dari perjalanan jauh atau dari playground, pasti saya mandiin pakai sabun yang mengandung antiseptik. Demi membunuh kuman yang dari luar bok.

Sebagai catatan, antiseptiknya Sleek Baby ini juga bukan triclosan ya. Jadi nggak perlu kawatir akan membunuh kuman baik dan mengakibatkan resistensi kuman jahat.

Favorit saya, selain si Sleek Baby 2 in 1 ini adalah Travel Wash-nya yang asli, beda dari yang lain. Jadi ini sebenernya sabun cuci pakaian tapi bentuknya gel kental gitu. Kita nggak perlu takut bakal tumpah di jalan. Ini adalah kemasan kedua ya. Pertama saya punya travel wash ini pas mudik tahun lalu.

Kalau Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleansernya saya pakai sejak Gayatri masih minum ASIP dulu. Buat nyuci botol susu ampuh banget ngilangin lemak. Jadi walaupun sekarang uda nggak nyusu lagi, masih sering saya pakai buat cuci makanan dan peralatan makannya.

Antibacterial Diaper Creamnya juga bisa dipakai bayi baru lahir, loh.

Keempat produk ini juga dikemas dalam ukuran yang travel friendly, jadi hemat tempat, dan nggak jadi beban kalau mau dibawa-bawa.

Oke banget si pokoknya. Consnya cuma satu: nggak semua minimarket jual. Tapi tenang, kita bisa beli secara online kok di KINO Official Store di Lazada. Dan mau liat info lainnya bisa langsung cek di Facebook Sleek Baby dan IG Sleek Baby.

Nah, kalau temen-temen, biasanya barang apa aja yang wajib dibawa waktu traveling? Ada tips dan trik khusus nggak untuk packing saat traveling bareng bayi? Sharing doooong!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share