Review Happy Diapers

happy diapers kemasan

Akhirnya kesampaian juga nyobain premium diapers dari Happy Diapers ini. Awalnya sempat bertanya-tanya kenapa si ni produk kok berani-beraninya pasang harga lumayan pricey. Setelah saya mencoba sendiri, jadi maklum si. Memang ada harga ada rupa ya Nyaahhh…. Berikut saya review Happy Diapers dari sudut pandang saya ya, semoga bermanfaat.

Yang paling menyolok dan membedakan produk ini dengan produk diapers lain, bahkan produk diapers yang sama-sama premiumnya adalah tentang desain. Desainnya unyu-unyuuuu bangeeeetttt…. Dan banyak macamnya sekitar 20 puluhan motif desain.

happy diapers kemasan

happy diapers motif lucu banget

happy diapers motif lucu

Desainnya beneran menggambarkan moto mereka, “Diapers should be fun”. Selain dari desain yang lucu dan imut ada 6 kelebihan yang dijanjikan oleh Happy Diapers di kemasannya. Saya akan kupas satu-satu janjinya dan bandingkan dengan pengalaman pribadi saya ya.

6 Kelebihan Happy Diapers

1 . Distribution layer.

Ada suatu lapisan tambahan untuk mendistribusi cairan jauh lebih cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Ini penting menurut saya supaya cairan pipis tidak hanya berkumpul di satu titik. Kalau diperhatikan kan kadang diapers tertentu tu akan gembung di satu titiki, misalkan di depan saja kan. Hal tersebut selain akan membuat pipis jadi lebih lama menggenang, juga akan menghimpit bagian kemaluan, terutama kalau cowok. Nah, di Happy Diapers ini saya perhatikan tidak begitu. Walaupun kadang bayi saya pipisnya banyak, cairan akan terdistribusi merata sehingga tidak gembung dan mudah terserap.

2 . Gentle on skin.

Lapisan dalam diapers yang bersentuhan dengan kulit bayu ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi. Lihat foto di bawah ini ya…. Haluuus banget kan permukaan dalamnya. Di video youtube saya, juga saya peragakan bagaimana Gayatri suka dengan kelembutan lapisan dalam ini. Tonton yaaaa…. Videonya ini, tapi nanti saya juga akan embed di bawah.

Permukaan yang lembut ini penting untuk meminimalisasi gesekan dan mencegah iritasi di kulit bayi. Jadi nggak mudah lecet gitu lo….

happy diapers bagian dalam

3 . Breathable outer layer.

Braethable outer layer itu artinya lapisan luar bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit membuat popok tetap nyaman. Sebenarnya layer bersirkulasi ini saya tidak bisa lihat dengan mata telanjang ya…. Mungkin karena porinya begitu halus ya.

4 . Super absorbency gel.

Bahan yang berada di dalam diapers mengandung gel yang berdaya serap tinggi, membuat popok tetap kering. Kalau saya bandingkan dengan diapers lain yang pernah dipakai Gayatri, kelasnya Happy Diapers ini memang sesuai dengan harganya ya, premium. Cepat banget menyerapnya. Di video Tes Daya Serap dan Kenyamanan Happy Diapers ini saya tunjukkan simulasinya ya, tidak sampai 10 hitungan, air terserap sempurna. Saya tes dengan tisu pun tidak ada jejak air sama sekali.

Gelnya sendiri diproduksi dari Jepang ya, negara yang terkenal sebagai produsen diaper yang aman bagi kesehatan bayi.

Menurut saya, poin 2, 3 dan 4 inilah yang membuat kulit bayi nyaman dan tidak pernah mengalami ruam-ruam. Penting banget, dan terbukti sih, Gayatri tidak pernah mengalami ruam sedikitpun.

5 . Comfort fit design.

Happy Diapers memiliki pinggang yang elastis dan lembut memberikan kenyamanan maksimal dan mencegah tanda merah di kulit bayi. Awalnya saya lihat kerutan elastisnya cukup rapat, saya kawatir akan pingget di bagian perut dan paha. Mengingat paha Gayatri agak gemuk, namun ternyata walaupun slim fit, Happy Diapers tidak membuat iritasi di bagian elastis. Saya salut sekali.

Berat badan Gayatri kurang lebih 12 kg, kalau di sizing chart bisa masuk dari ukuran M sampai XL. Namun saya mencoba di ukuran L cukup ngepas, dan paling nyaman di ukuran XL (merk lain Gayatri pun pakainya XL, hehehe). Baik di ukuran L maupun XL, Gayatri tidak mengalami pingget di pinggang dan pahanya.

happy diapers elastis pinggang

6 . Ink safety.

Itu motif gambar-gambar, tintanya aman nggak? Amaaan, Happy Diapers menyatakan kalau mereka menggunakan tinta yang bebas dari logam berat sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Serta menurut pengalaman saya tinta ini tidak transfer ke kulit maupun ke celana walaupun dalam kondisi basah.

Sizing Charts

happy diapers panduan ukuran

Nah, seperti tadi sudah sempat dibahas sedikit tentang sizing-nya Happy diapers: ukuran M perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 7-12 kg, ukuran L perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 9-14 kg, dan ukuran XL perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 12-17 kg.

Perbandingan ukuran L dan XL cukup signifikan ya. Saya mencoba keduanya untuk Gayatri (1,5 yo 12kg). Ukuran Lnya cukup ngepas untuk Gayatri, sementara yang XL masih agak besar. Namun saya memilih menggunakan ukuran XL karena walaupun agak besar namun fitur comfort fit design dari elastisnya membuat diapernya tetap fit di tubuh Gayatri. Kira-kira perbandingan keduanya sbb:

happy diapers perbandingan ukuran

Saya beri tanda juga di foto di atas, kalau ada perekat/ selotipnya ya Nyah. Fungsinya untuk menggulung diapers, agar tetap rapi dan tidak terburai. Jadi bisa mengurangi pemakaian kantung plastik juga. Kalau saya si ya, hehehe…. Jadi kalau hanya bekas pipis hanya saya gulung dan masukkan ke tempat sampah (dengan tutup), baru kalau ada pupupnya, setelah saya buang fesesnya saya gulung dan rekatkan serta lapis dengan kantung plastik.

Setidaknya dengan meminimalisasi penggunaan kantung plastik di atas, mengurangi rasa bersalah saya membuat banyak sampah dengan popok sekali pakai.

Tips Budget Constraint

Buat yang punya budget constraint (seperti saya) memang sepertinya harus pinter-pinter nyari diskonan ya, wkwkwkwk. Atau kalau yang masih ragu dengan kualitas produk Happy Diapers apakah sesuai dengan harganya atau tidak bisa berkunjung ke web mereka, untuk mendapatkan sampel produknya. Webnya: https://www.happydiapers.com/.

Buat yang mau lihat bagaimana tes daya serap yang saya lakukan dan poin-poin lainnya bisa dilihat di video di bawah ini ya!

Demikian review Happy Diapers dari saya, semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa…. Terimakasih sudah mampir :).

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Shampo Zwitsal Natural, Shampo Bebas SLS dan Paraben yang Super Affordable

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Ketika menulis artikel tentang shampo Zwitsal ini, saya jadi flashback ke beberapa perbincangan dengan sesama ibu baru yang sedang nyari perlengkapan bayi tentang shampo bebas sls dan paraben. Kurang lebih percakapannya seperti ini….

“Mbak, emangnya produk shampo/ sabun bayi yang bagus itu selalu mahal ya?” tanya seorang kawan.

“Kriteria bagusnya gimana dulu ni?” saya tersenyum.

“Ya yang bebas sls, nggak mengandung paraben gitu lo mbaaak,” jawabnya.

“Ya yang mahal banyak memang mbaaa, tapi yang super affordable juga ada. Itu Zwitsal, ada yang sebotolnya (100ml) cuma sepuluh ribuan lo.”

Hehehe, beneraaaan banyak lo yang mengira kalau produk bayi yang bagus itu selalu mahal. Obrolan seperti ini sering muncul di antara ibu-ibu, apalagi jaman saya ibu baru. Di satu sisi masih banyak kekawatiran terhadap ingredients SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang bisa menyebabkan iritasi di kulit bayi, beberapa juga bingung terhadap pro kontra penggunaan bahan paraben. Namun di sisi lain, ibu-ibu juga perhitungan dengan budget toiletries bayi.

Tahun lalu saya sempat menulis tentang 4 sabun bayi non sls dan non paraben. Di daftar tersebut ada yang cukup mahal, namun ada yang terjangkau juga. Dan produk yang menurut saya sangat terjangkau dan kualitasnya bagus sehingga sering saya purchase adalah ya Zwitsal ini. Produk ini jadi solusi buat permasalahan yang diperbincangkan di atas.

Selain harganya yang affordable dan kualitasnya yang bagus, saya antusias dengan produk Zwitsal terutama yang varian Natural, karena walaupun ini produk uda ada dari kapan tahun, tapi mereka rajin improve formulanya. Saya ngeh soalnya saya suka merhatiin kemasannya. Dulu pas awal saya pakai, pas jaman Gayatri newborn, di kemasannya nggak ada tulisan “improved formula”. Nah yang terakhir saya beli adaaa…. Ketika suatu brand rajin improve formula, menurut saya, itu menunjukkan bahwa brand tersebut benar-benar concern pada kebutuhan/ keinginan konsumen dan tidak berhenti melakukan riset.

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Related post: 4 Sabun Bayi Non SLS dan Non Paraben

Tapi sekarang saya nggak mau bahas sabunnya lagi, sekarang mau bahas shamponya. Kalau sabun saya menggunakan Zwitsal sejak Gayatri newborn, shampo Zwitsal baru saya coba pas Gayatri uda bisa berdiri. Berarti sekitar 6 bulan lalu ya. Masalah kepraktisan saja si sebenarnya. Karena dulu mandiin di bak, saya masih nervous jadi lebih nyaman pakai yang 2 in 1. Sekali sabunin sekalian shampoin.

Nah, sejak Gayatri bisa berdiri kan uda enak tuh, nggak terlalu kawatir bakal tergelincir masuk ember, jadi mulai pakai dua produk saat mandi: sabun dan shampo.

Rambut Gayatri sendiri sebenarnya tidak bermasalah. Dari lahir sudah cukup tebal, bahkan sempat dipanggil jabrik, hihihi. Tapi karena nggak pernah digundul, awalnya saya rada kawatir bakal jadi rontok dan tipis. Hihihi, ternyata itu mitos ya.

Walaupun begitu saya tetap cari perawatan rambut yang berkaitan dengan rambut hitam dan tebal. Supaya rambut yang memang dari awalnya sudah tebal tetap terjaga pertumbuhannya sampai nanti dia dewasa. Sayang aja kan kalau sudah ada bakat rambut tebal, tapi nggak terawat.

Yang saya coba adalah produk Zwitsal Natural. Mengapa dulu tertarik mencoba produk ini?

Yang pasti karena pengalaman bagus sebelumnya pakai produk Zwitsal baby bath 2in1nya ya, jadi nggak ragu. Saya cek di ingredients shampo ini, lagi-lagi tak ada SLS dan parabennya. Ditambah lagi ada bahan alami lidah buaya, kemiri dan seledrinya. Bahan-bahan tersebut terkenal berkhasiat membuat rambut tebal, hitam dan sehat.

Sebagai anak yang dulu tinggal bareng bersama nenek, saya familiar banget dengan perawatan-perawatan alami seperti itu. Bukan hal aneh bagi kami, kulit kepala kami adem adem dioles lidah buaya hasil petik dari kebun. Atau dioles minyak kemiri buatan sendiri. Tapi berhubung di Jakarta dan kerja juga, anak saya pakai produk yang siap pakai saja. Lebih praktis pastinya.

zwitsal shampo natural

Well, saya langsung aja bahas produknya ya….

Deskripsi Produk Shampo Zwitsal:

Zwitsal Baby Shampo Natural dengan Aloe Vera, Kemiri, Seledri.

Ingredients:

Water, Sodium Laureth Sulfate, Disodium Cocoamphodiacetate, Cocamidopropyl Betaine, Polyquaternium-7, Parfum, Citric Acid, Sodium Benzoate, Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract, Sodium Lactate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Aleurites Moluccana Seed Extract, Panthenol, Etridonic Acid, Cl 42051, Cl 19140.

Sedikit keterangan atas ingredients:

  • Sodium Laureth Sulfate (SLES) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) ya…. Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman.
  • Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract: Seledri.
  • Aloe Barbadensis Leaf Extract: Lidah buaya.
  • Aleurites Moluccana Seed Extract: Kemiri.

Fragrance:

Produk ini mengandung parfum ya, tapi bukan yang nyegrak gitu. Baunya cukup soft tapi cukup ampuh mengatasi bau matahari kalau dia habis berjemur, ataupun bau apek keringat. Jadinya rambutnya terjaga selalu segar. Seneng lah nyium nyiumin rambut Gayatri.

love love

Kemasan:

Harga: yang ukuran 100ml, saya beli di indomaret dekat kosan seharga Rp 11.500,00. Value for money banget kan! Kualitas bagus namun harganya bener-bener terjangkau. Saya juga punya yang kemasan pump ukuran 300ml harganya sekitar Rp 22.000,00.

Where to buy:

Dimana-mana ada iniiii…. mudah banget ditemukan. Di alfamart/ indomaret ada, baby shop apalagi, pasti ada.

Impression:

Rambut asli Gayatri tebal (banyak rambutnya) namun helaiannya tipis. Memiliki tekstur lurus dengan ikal gantung (keriting di bawah). Manfaat menggunakan shampo ini pada rambut dengan tipe seperti Gayatri adalah jadi tidak mudah kusut. Saya senang rambutnya tetap ada ikal alaminya, tapi ikalnya kelihatan cantik gitu. Rapi, hitam dan berkilau.

rambut bayi

Pertumbuhan rambut Gayatri dari bulan ke bulan.

Banyak yang mengomentari rambut Gayatri, katanya kriwil kriwil lucu. Dan walaupun tidak pernah digundul, pertumbuhan rambutnya tetap baik.

Saya menggunakan shampo setiap mandi, jadi dua kali sehari karena sering ada sisa susu atau makanan di rambutnya. Namun, walaupun sering keramas tidak mengakibatkan rambutnya jadi merah seperti anak layangan. Kulit kepalanya pun tidak menjadi kering, saya yakin karena selain tidak mengandung SLS, kandungan aloe veranya efektif menjaga kesehatan kulit kepalanya.

Fitur yang saya sukai dari Shampo Zwitsal:

  • tidak mengandung SLS,
  • tidak mengandung paraben,
  • hypoallergenic, sehingga relatif aman bagi bayi baru lahir sekalipun,
  • tidak pedih di mata,
  • mengandung bahan-bahan natural yang baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala,
  • ada kemasan ukuran kecil yang traveling friendly, ada juga yang besar berbentuk pump,
  • mudah ditemukan,
  • harganya terjangkau.

Demikian review dari saya, semoga bisa jadi masukan yang bermanfaat untuk Nyonyah-nyonyah yang sedang mencari produk perawatan bayi yang value for money namun kualitasnya bagus.

Terimakasih sudah mampir…. Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Memilih Detergen Bayi Bebas SLS

detergen bayi bebas sls

Saat diminta menyoba produk cairan pembersih pakaian bayi dari Purebaby, saya riset dulu tentang produk ini dan kemudian cukup tertarik dengan beberapa klaim yang diberikan oleh merk dagang ini. Terutama karena di kemasannya tercantum bahwa detergen bayi ini bebas SLS, hypoalergenik dan juga ramah lingkungan.

Poin ramah lingkungan memang beberapa waktu terakhir cukup menarik minat saya. Walaupun belum secara serius melaksanakannya, saya pernah sampai membeli Bastille Soap (sodaranya Castille Soap) sebagai alternatif sabun yang bisa dibilang 100% alami. Produk Bastille Soap ini bersifat plant base atau dari minyak-minyak yang dihasilkan tumbuhan dan tidak mengandung bahan kimia sintetis. Namun karena produk alami ini relatif mahal dan juga kurang praktis, maka saya undur, dan kembali menggunakan produk pabrikan biasa (yang sadly, mengandung SLS).

Beberapa klaim dari Purebaby tersebut di awal, membuat saya berharap kalau akhirnya saya menemukan produk yang as natural as possible, but still effective and affordable. Saya yakin teman-teman pun sebenarnya menginginkan hal yang sama. Pengen ada produk yang terjangkau, tetap membersihkan dengan baik dan yang pasti aman bagi bayi dan juga lingkungan.

detergen bayi bebas sls

Natural as possible, but still effective and affordable.

Sounds too good too be true ya?

Hehehe…. Untuk itu saya menerima produk tersebut dan menyobanya, serta membandingkan produk laundry liquid Purebaby dengan dua jenis sabun cuci yang saya miliki di rumah. Kedua produk pembanding tersebut adalah 1) produk pabrikan yang mengandung SLS yang biasa saya pakai serta 2) produk Bastille Soap. Maksud saya di sini membandingkan ketiga produk ini BUKAN untuk menyatakan bahwa produk yang tidak cocok bagi saya itu pasti jelek bagi teman-teman atau sebaliknya.

Dalam perbandingan yang akan saya lakukan, saya akan sampaikan poin-poinnya, sehingga semoga bisa jadi wawasan baru bagi teman-teman dan masukan dalam memilih mana produk yang tepat untuk kondisi masing-masing. Karena bagaimanapun kondisi serta apa yang dirasa penting bagi masing-masing orang kan bisa berbeda. Jadi hasil penilaiannya pun bisa berbeda pula.

Untuk memudahkan penyebutan maka saya akan menyebut produk pabrikan yang mengandung SLS yang biasa saya pakai dengan “Sabun SLS” sebagai pembanding pertama dan produk alami  sebagai pembanding kedua dengan sebutan “Bastille Soap”. Dalam membandingkan ketiga produk ini, saya akan menggunakan skala 1-5, dimana poin 1 adalah poin paling jelek (tidak saya sukai) dan poin 5 adalah poin paling bagus (paling saya sukai).

purebaby

Berikut adalah alasan dan penjelasan bagaimana saya menilai ketiga produk, sehingga menghasilkan penilaian dalam tabel:

Percobaan dan First Impression

Di gambar dibawah, Sabun SLS adalah sabun di gelas paling kiri, Purebaby di tengah dan Bastille Soap di paling kanan. Terlihat busa yang dihasilkan sabun SLS memang paling banyak dibandingkan sabun lain. Sementara busa paling sedikit dihasilkan oleh Bastille Soap. Jumlah sabun yang digunakan di masing-masing gelas sama, yaitu satu sendok makan. Mungkin hal ini disebabkan selain karena bahan baku juga karena tingkat kekentalan sabun yang berbeda.

detergen yang aman bagi bayi

Saya merendam sapu tangan yang sengaja saya beri noda kecap masing-masing sebanyak tiga tetes kecap. Kemudian saya merendamnya selama sepuluh menit. Untuk Sabun SLS dan Purebaby noda kecap hilang tanpa perlu dikucek hanya perlu diaduk-aduk di gelas, sementara di gelas Bastille Soap selain diaduk, perlu dilakukan pengucekan ringan agar nda kecap bersih sempurna. Pada akhirnya semua noda memang bersih, hanya usaha yang diperlukan saat menggunakan Bastille Soap lebih besar.

detergen bayi yang bagus

Saat pembilasan dilakukan, yang paling mudah dibilas dan terasa kesat adalah sapu tangan yang direndam Bastille Soap. Fakta yang sudah dapat diduga ya…. Yang paling licin di tangan setelah dibilas adalah sabun SLS. Purebaby sendiri cukup kesat dan mudah dibilas.

Saya kurang suka dengan bau Bastille Soap saat digunakan mencuci, baunya seperti minyak goreng. Berbeda dengan Purebaby yang wanginya lembut khas bayi. Namun untunglah, saat kering tidak ada bau minyak goreng yang tersisa.

Karena saya lebih suka pakaian Ning Gaya sedikit wangi (tidak menyengat) agar saat disimpan di lemari tetap segar dan tidak bau apek, saya prefer tidak menggunakan Bastille Soap. Namun, jika ada ibu yang lebih suka pakaian tidak berbau mungkin akan lebih menyukai Bastille Soap ya….

IMG_5129

Perbandingan Formula

Mengandung SLS?

Sabun Purebaby dan Bastille Soap sama-sama tidak mengandung SLS. Alih-alih SLS yang dinyatakan sebagai surfaktan yang merusak lingkungan dan dapat menimbulkan iritasi, kedua sabun ini menggunakan surfaktan berbasis tanaman.

Purebaby menggunakan minyak kelapa ditambah gula jagung sebagai agen pembersih noda (dalam ingredients di kemasan ditunjukkan dengan nama Alkyl Polygycoside). Sementara Bastille Soap yang saya punya berbahan dasar minyak kelapa, minyak biji bunga matahari dan minyak jarak.

Kalau sabun SLS nggak perlu ditanya lagi ya, hehehe, sesuai sebutan yang saya sematkan, produk yang saya miliki ini mengandung Sodium Lauryl Sulfate. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahan ini dinilai sebagai bahan yang merusak lingkungan serta berpotensi mengiritasi kulit. Cerita tentang SLS sebelumnya pernah saya bahas juga di artikel: 4 Sabun Mandi Bayi Bebas SLS.

Mengandung Anti Bakteri dan Anti Jamur?

Beberapa detergent bayi SLS mengandung bahan pengawet (misal Methylisotiazolinone) yang bekerja juga sebagai anti bakteri. Bahan itu memiliki risiko untuk kesehatan bayi. Purebaby sendiri mengandung N-Alkylaminopropyl Glycine yang merupakan anti jamur dan anti bakteri. Sementara Bastille Soap yang saya miliki tidak mengandung anti jamur maupun anti bakteri.

Terkait dengan Bastille Soap, sebenarnya masih bisa diakali dengan menambahkan essential oil dengan properti anti jamur dan atau anti bakteri seperti halnya lemon atau tea tree. Namun tentu saja penambahan EO ini mengakibatkan peningkatan biaya, mengingat EO harganya juga tidak murah.

Anti bakteri dan anti jamur ini penting buat saya, karena bakteri dan jamur kan berkeliaran dan tak kasat mata, apalagi saya biasanya mencuci dan menjemur pakaian di malam hari sampai kemudian diangkat di sore hari. Hal ini karena saya berkerja dari pagi sampai sore. Jadi potensi berbau apek karena bakteri dan jamur cukup besar. Belum lagi apabila hari mendung atau hujan.

Properti anti bakteri dan anti jamur juga saya percaya membantu meminimalisasi penyebaran penyakit.

setrong

Perbandingan Harga

Harga Sabun SLS yang saya miliki adalah Rp 55.000,00 / 800 ml atau sekitar Rp 68,00/ ml. Sebelas dua belas dengan harga Purebaby Laundry Liquid yang Sebesar Rp 59.000,00 / 900 ml atau sekitar Rp 65,00 / ml. Kedua produk ini saya beli dalam kemasan refill. Sementara Bastille Soap yang saya miliki tidak ada yang dalam kemasan refill sehingga saya membelinya dalam kemasan botol Rp 100.000,00 / 1 L atau sekitar Rp 100,00 / ml.

Sebagai perbandingan lagi, harga detergen cair biasa (yang bukan khusus bayi) paling sekitar 20 – 30 ribuan untuk 800 ml.

Apabila menggunakan Bastille Soap dan menambahkan essential oil, maka perlu juga memperhitungkan harga EO. Perkiraan EO harga termurah yang pernah saya tahu adalah sekitar Rp 50.000,00 / 10 ml. Penggunaannya hanya beberapa tetes si sebenarnya, jadi dikira-kira sendiri ya biayanya. Tetep pasti akan jauh di atas Sabun SLS dan Purebaby.

In My Humble Opinion

Dari tabel nilai, dapat disimpulkan kalau saya cukup terkesan dengan produk Purebaby ini. Bagi yang belum familiar dengan produk Purebaby Laundry Liquid, foto produknya adalah sebagai berikut:

pure baby laundry liquid

Resume Kelebihan Purebaby:

  • Mengandung bahan alami yang aman bagi lingkungan.
  • Tidak mengandung SLS yang dapat membuat iritasi.
  • Mengandung anti bakteri dan anti jamur.
  • Baunya lembut dan segar.
  • Harganya relatif terjangkau.

Intinya, harapan saya menemukan produk yang as natural as possible, but still effective and affordable berarti terpenuhi. Good job Purebaby! Bagi Nyonyah yang sedang mencari produk cairan pembersih pakaian bayi, saya rasa patut untuk mempertimbangkan produk ini.

PS.

Demi etika, saya tidak akan menyebutkan merk dagang produk sabun SLS yang saya gunakan. Namun yang pasti di ingredientsnya mengandung Sodium Lauryl Sulfate (agen pembersih) dan Methylisothiazolinone (pengawet). Sila cek produk detergen bayi yang digunakan di rumah masing-masing yaaaa!

Semoga artikel kali ini bermanfaat yaaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Menginap di Hotel Sheraton Jogja Bareng Bayi

loby sheraton jogja

“Tempat yang sempurna buat short get away. Nyaman, tenang, rileks.” Kira-kira kalau dirangkum dengan singkat, seperti itulah kesan saya terhadap Hotel Sheraton Jogja.

Saat Gayatri berusia 9 bulan, saya sempat menginap beberapa hari di Hotel Sheraton Jogja. Tentunya bareng Gayatri dan suami. Secara keseluruhan menginap di sana menyenangkan. Hotel Sheraton Jogja ini tampaknya adalah kerjasama antara Sheraton dengan Mustika Ratu. Makanya dinamai dengan Sheraton Mustika. Foto ibu Mooryati Soedibyo saat masih muda terpampang besar di lobby hotel. Kerjasama tersebut juga nampak dari adanya spa di hotel yang kesemuanya eksklusif menggunakan produk dari Mustika Ratu. Sayang sekali saya tidak sempat mencoba spa-nya. Jadi review hotel Sheraton Jogja ini akan ditulis hanya dari sisi tempat menginap saja.

loby sheraton jogja

Berikut review Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta ala nyonyamalas:

1 . Kamar

Saya dapat kamar double yang menghadap taman. Jadi tidak dapat best view pemandangan Gunung Kidul. Kamarnya standar hotel bintang 5. Dan saya sukanya terang banget tanpa bantuan lampu pun terang ya. Jendelanya guede, jadi bermandikan cahaya matahari.

interior sheraton jogja

interior sheraton mustika yogyakarta

Kamar mandi dengan bathtub.

kamar mandi sheraton jogja

2 . Playground

Ada dua playground. Yang di dalam gedung dan di luar gedung. Playgroundnya yang di luar, ada bangunan kecil tersendiri di dekat taman dan kolam renang. Semacam ruang kosong beralas karpet. Tampak usang walaupun bersih dan terawat. Kalau yang di dalam gedung so far lumayan buat main anak usia 2 tahunan ke atas.

3 . Makan

Seperti umumnya saya dapat sarapan (include kamar) untuk dua orang dewasa. Makanannya enak, saya pribadi cukup puas. Walaupun tidak bisa dibilang istimewa untuk ukuran bintang 5 (saya bandingin dengan The Westin Kuningan masih oke The Westin, dibandingkan dengan Park Hotel yang bintangnya di bawah Sheraton kira-kira setaranya).

ruang makan

Yang unik, do sini ada stall khusus gudeg. Yang menurut saya enak. Kreceknya puedes dan arehnya mantep. Di stall gudeg ini tersedia jamu beras kencur dan juga kunyit asam.

stall gudeg

4 . Ruang fitness

Ada di dekat ruang spa. Saya tidak berkesempatan ke sana. Berharap kalau ada kesempatan kembali bisa mampir ke ruang fitnessnya.

5 . Kolam renang

Ada 2 kolam renang, satu indoor dan satu outdoor. Yang indoor lokasi berdekatan dengan tempat spa. Sementara yang outdoor berdekatan dengan playground. Kolam renang outdoor terbagi menjadi dua lagi, untuk anak-anak dan untuk dewasa.

Suka sekali, nuansanya berasa adeeem dan relaxing. Banyak pohon-pohon sehingga asri dan seperti di kampung Bali.

menuju kolam renang sheraton jogja

kolam renang sheraton jogja

Di tengah kolam renang dewasa disediakan bar. Sementara di tepinya ada tempat istirahat. So far bikin betah. Jangan lupa kalau kemari bawa baju renang dan kacamata renang yaaa!

6 . Shuttle bus

Ada shuttle bus yang disediakan untuk ke bandara setiap setengah jam sekali. Dan ada shuttle bus yang disediakan untuk ke malioboro. Jadwal ke malioboro pukul 10.00, 13.00, 16.00, 19.00 dan 21.00.

7 . Spa

Sayangnya saya belum sempat mencoba spa di sini. Padahal ini salah satu signature featurenya Sheraton Mustika Yogyakarta. Kata temen saya si endeus ya…..

love love

What I Love:

1 . Tempatnya tenang sekali karena jauh dari jalan raya. Namun tenang, jika mau keluar ada shuttle bus kok. Jadi nggak perlu jalan, soalnya jauh banget booook!

2 . Ada shuttle bus ke malioboro dan bandara. Yang saya salut, shuttle bus nya on timeeee!!! Kalau saya masukkan biaya transportasi sebagai pengurang biaya total. Biaya hotel jadi terasa worthy banget.

3 . Makanannya sebenarnya standar banget untuk ukuran hotel bintang 5. Favorit saya tetap Park Hotel Cawang untuk makanan. Namun, di sini menyediakan juicer yang bisa dipakai di resto (tentu ada staf yang mengoperasikan). Saya senang sekali karena ini bermanfaat untuk saya yang membawa bayi dalam menyiapkan mpasi. Karena kadang kalau jus yang ready di hotel kan ada tambahan gula atau sirup, dengan adanya juicer di Sheraton saya bisa memastikan jus yang saya sediakan untuk Gayatri sesuai harapan saya. Tanpa tambahan apapun.

MPASI

4 . Di dalam hotel ada counter polo. Saat itu sedang diskon 60% hihihihi…. mayan banget lo buk ibuuukkk….

5 . Staf-nya lovable bangeeet! Merasa berada di lingkungan sendiri. Ini preferensi saya pribadi ya…. tapi saya suka suasana njawani-nya yang ga terlalu berlebihan. Saya senang bisa ngomong jawa alus dengan staf hotel (saya orang jawa). Namun ga seperti Inna Hotel yang suasana jawanya berasa terlalu “ningrat”, di sini tidak terlalu menjaga jarak banget. Staf yang menjaga stal gudeg masih mau bercanda. Sopan namun akrab. Bukan seperti atasan-bawahan. Tapi seperti tamu dan tuan rumah yang senang membantu. It’s very lovely….. Pas!

6 . Untuk penyuka gudeg. Hotel ini ada di samping Gudeg Yu Djum persis!

7 . Lokasinya juga cukup dekat dengan Bandara.

Harga: Rp 1.000.000,00/net per malam. Apabila tempat kerja nyonyah ada corporate rate, manfaatkan saja, siapa tahu bisa dapat diskon. 😊

Tips untuk yang menginap membawa bayi (saat itu usia Gayatri kurang lebih 9 bulanan).

1 . Jangan lupa untuk meminta high chair setiap sarapan,

2 . Karena gayatri (9 bulan) anak saya sudah bisa makan nasi, makanan yang disediakan hotel menurut saya sudah bisa dimodifikasi untuknya.

Beberapa paduan menu 4* yang pernah saya coba:

  • nasi, kacang merah (dimash kasar dengan sendok), ikan fillet goreng tepung (kupas tepungnya), wortel rebus untuk finger food,
  • Kentang (atau kadang hash brown), omelete telur (request tanpa garam, paprika, dll), tomat panggang, kacang merah,
  • Nasi, telur rebus (telurnya saya minta dari stall gudeg), buncis
  • Ayam suwir (dari stall bubur ayam), nasi, tomat panggang, keju

contoh MPASI di sheraton jogja

3 . Minta bantuan staf hotel untuk menurunkan kasur dari dipan. Hal ini saya lakukan untuk menghindari kecelakaan, bayi ngglundung dari kasur karena tidak ada pengamannya.

4 . Pilih kamar dengan bathtub jika memungkinkan untuk memudahkan prosesi mandi. Kalau tidak memungkinkan bayi bisa dimandikan di wastafel si, cuma bakal basah dimana-mana hehehe. Kalau bayi sudah bisa berjalan si, pakai shower nggak masalah ya.

5 . Bisa minta extra air mineral loh. Kami dapat extra 2 botol setelah staf hotel tau kami membawa bayi. Bukan masalah harga air mineralnya sih, tapi perhatiannya itu loh. So sweeet. Thankyuuu Sheraton Mustika!

Yang perlu diperhatikan lebih lanjut:

1 . Untuk rekan-rekan yang datang bersama lansia/ anak berkebutuhan khusus/ pasien yang menggunakan kursi roda, mohon konfirmasi dulu ke hotel apakah ada tempat drop off yang lebih ramah terhadap kaum disabilitas. Saya lupa menanyakan hal ini. Namun saya mengingat ketika turun dari drop off, untuk menuju lobi perlu berjalan kaki menaiki tangga yang lumayan tinggi. Staf hotel sangat helpful, sehingga saya rasa mereka akan menginformasikan apabila ada jalur yang lebih nyaman.

2 . Hotel ini menurut saya lebih cocok untuk bulan madu ya daripada untuk urusan bisnis. Pokoknya ngerem aja di hotel gitu nggak kemana-mana bakal betah banget dengan fasilitasnya. Seperti resort. Kolam renangnya menyenangkan, ada spa, makanannya juga oke, lokasinya sangat tenang pula.

Contact

Telepon: (0622) 74488588

Alamat: JL Laksda Adisucipto KM 8.7, Maguwoharjo, Kec. Depok, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282

Sekian review Hotel Sheraton Jogja, semoga bermanfaat ya Nyaaah!

Salam sayang selaluuuu….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Perlengkapan Bayi Mothercare Toiletries

review perlengkapan bayi mothercare

Satu hal yang saya pelajari setelah satu tahun lebih mengurus Gayatri anak saya adalah: kalau ada perubahan pada kondisi kulit bayi kita, jangan panik dan langsung menyimpulkan kalau kulit bayi kita sensitif…. Bisa jadi hanya karena tidak cocok dengan udara atau tidak cocok dengan kandungan perlengkapan bayi yang kita berikan.

Ya, sedikit banyak seperti wajah kita ya. Kalau skincare-nya nggak cocok kan kadang ada reaksi tertentu. Cuma kalau di orang dewasa kan lebih santai ya menghadapinya.

Kalau bocah…. waduuuu garuk garuk melulu. Padahal merah-merahnya dikit, cuma karena kepanasan dan keringetan doang, tapi garuk-garuknya uda kaya ekskavator ngegaruk kali Ciliwung. Semangat 45. Lecet dimana-mana. Jadi PR baru, ngobati luka-lukanya.

hiks

Hihihi, ada yang ngalamin hal yang sama nggak?

Saya ngalamin. Gayatri kena biang keringat ringan gitu, tapi karena saya nggak berani ngasih bedak tabur untuk meminimalisasi rasa gatalnya. Hal itu karena kami berdua sama-sama alergi debu, kalau bengek kan tambah repotttt. Solusinya waktu itu adalah nyari bedak cair.

Tapi nggak sembarang bedak cair. Saat itu di rumah memang ada bedak cair untuk orang dewasa. Tapi ada kandungan Calamine-nya. Saya nggak berani ngasih itu ke anak saya,, karena selain ada tulisan tidak untuk bayi, di webnya Paula’s Choice Calamine juga dibilang bisa bikin iritasi. Hasil googling, membuat saya menemukan produk Mothercare All We Know Liquid Talc.

Terhitung per hari ini kira-kira sudah hampir 5 bulan Gayatri menggunakan produk Liquid Talc dari Mothercare, kira-kira yang kami gunakan sudah sebanyak ini:

mothercare liquid talcYang kempot itu punya Gayatri yang lama, sementara yang masih gendut itu yang baru. Selain produk yang Liquid Talc, rangkaian Mothercare Toiletries masih ada lagi. Yang pernah Gayatri coba lainnya adalah Body Wash dan Lotion. Saya review satu-satu yaaaakkk….

perlengkapan bayi mothercare toiletries

1 . Mothercare All We Know Liquid Talc

Yang paling saya sukai dari produk ini adalah, kemampuannya menyerap keringat, sensasi ademnya (soothing) dan kemampuannya mengurangi rasa gatal. Jadi bukan demi wangi-wangi dan kelihatan habis mandi aja ya…. Wkwkwk….

Seperti yang saya ceritakan di atas. Awal mula pertemuan saya dengan produk ini adalah karena Gayatri kadang kena biang keringat ringan. Untuk menghindari kerusakan (lecet, dll) lebih lanjut karena kegatelan tangannya atau karena gesekan, saya oleskan krim ini. Daerah yang paling sering dioles adalah leher dan di bagian perut yang terkena karet diapers.

Saya sempat mengabadikan salah satu momen gatelnya sbb:

mothercare before after

Kalau uda oles-oles, biasanya tangannya nggak garuk-garuk lagi. Saya menyimpulkan gatalnya uda mereda. Biang keringatnya karena memang nggak pernah yang parah-parah banget, biasanya besoknya sudah hilang.

Saya juga tidak kawatir mengolesinya sering-sering (setiap setelah mandi + kalau cuaca panas) karena produk ini berbahan natural serta tidak mengandung paraben. Selain itu saat lotionnya kering juga tidak menimbulkan banyak serbuk yang saya kawatirkan akan mengganggu pernapasan Gayatri (dan saya juga sik, maklum bengek, hehehe).

Selidik punya selidik, kandungan Chamomile di dalam produk ini memang bisa mengurangi rasa gatal. Dan tidak seperti Calamine, natural extract Chamomile ini mild banget, jadi aman bagi bayi sekalipun.

Selain untuk membantu mengurangi rasa gatal, saya sering menggunakan produk ini sebagai after sun, karena sifatnya yang soothing. Jadi kalau habis kepanasan di luar ruangan/ terpapar sinar matahari, efeknya nyesss…. 11-12 seperti produk Aloe Vera.

Bahan-bahan lengkapnya nya sebagai berikut:

mothercare liquid talc ingredients

Kalau teliti membaca di urutan atas ada tapioka stach-nya tuuuuhhh, mengingatkanku pada nasihat simbah-simbah di kampung. Kalau bayi-bayi biang keringat dikasih tepung tapioka biar sembuh. Dan it’s works! Kearifan lokal yang melegenda. But Mothercare do better lagi dengan menambahkan ekstrak chamomile dan olive fruit oil, dn mengemasnya ke dalam kemasan tube yang praktis dan higienis.

2 . Mothercare All We Know Baby Lotion

Lotionnya tidak terlalu kental, saya suka teksturnya. Jadi mudah menyerap di kulit bayi dan tidak lengket. Seperti juga Liquid Talc, lotion ini ngademin kulit. Bedanya setelah penggunaan, lotion tidak berubah menjadi talc, melainkan meresap ke kulit seperti pelembab. Eh, emang pelembab ding…. Hehehe….

Bahan-bahannya sebagai berikut:

mothercare baby lotion ingredients

Waktu terbaik untuk menggunakan produk ini adalah setelah mandi yaaak!

3 . Mothercare All We Know Baby Body Wash

Ngomongin sabun ada dua hal yang jadi poin utama saya: “bikin kering nggak?” dan “baunya nyegrak nggak?”. Dan jawaban untuk kedua hal ini adalah enggaaaaakkkk! Saya sih menduganya, sabun ni tidak bikin kering karena mengandung Olive Oil ya yang bersifat Emollient. Jadi saat membersihkan, produk ini sekaligus melembabkan.

Terus baunya juga lembuuuut banget. Saya suka!

Bahan-bahan lainnya sebagai berikut:

mothercare bodywash ingredients

Kalau melihat di kandungannya ada Sodium Laureth Sulfate, jangan salah sangka dulu ya. Sodium Laureth Sulfate (SLeS) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS). SLeS dikenal memiliki formula yang gentle, lebih lembut dari SLS, serta tidak menimbulkan iritasi sehingga relatif aman untuk digunakan dalam perawatan kulit anak.

Dua produk di atas (Body Wash dan Lotion) baru saya coba, jadi review di atas merupakan first impression. Saya berani “nyoba-nyoba” produk bayi ini karena kepercayaan saya terhadap brand Mothercare. Semacam ada keyakinan jaminan mutu, Mothercare gitu loh. Bikin jaket aja brand ini teliti banget. Kelihatan di setiap cutting dan jahitannya, kalau dia memahami betul apa yang jadi problem orang tua.

Selain itu juga karena sudah riset sedikit-sedikit tentang ingredients produknya.

Ingredients:

Balik lagi ke masalah sensitif di awal tadi, agar tidak terlalu parno, yang perlu diingat adalah memilih produk yang bahan bakunya aman. Tidak harus membeli produk untuk kulit sensitif, untuk kulit normal asal kandungan bahannya alami dan aman pun patut untuk dicoba. Seperti juga bahan yang dinyatakan sebagai keunggulan dari ketiga produk di atas:

1 . Menggunakan Natural Extract

  • Olive Fruit Oil : Seperti yang saya sebutkan di atas, Olive Fruit Oil bersifat emollients. Cara kerjanya adalah mempertahankan kelembaban kulit, jadi kulit bayi kita yang masih cantik dan lembut alias delicate pun tetap terpelihara.
  • Ekstrak Chamomile : Bahan ini ratingnya Best loh di Ingredients Dictionary. Mantep surentep. Manfaatnya adalah sebagai soothing agent yang bisa meredakan gejala iritasi. Namun tetap harus diperhatikan juga ya iritasinya kenapa. Supaya kalau berlarut-larut bisa dikonsultasikan juga pada dokter/ bidan.

2 . Paraben Free

Yap, saya tahu si kalau sebenarnya isu paraben ini masih kontroversial. But, saya sampaikan di sini buat Nyonyah-nyonyah yang extra cautious bisa tenang dan yakin kalau mau beli produk-produk di atas.

3 . Hypoallergenic

4 . Dermatologically tested dan aman bagi bayi bahkan newborn sekalipun.

review perlengkapan bayi mothercare

Where to Buy:

Dulu saya beli di toko Mothercare di Bintaro Exchange Mall. Yang tinggal di daerah Bintaro kalau nggak di BxC bisa ke tokonya yang di Pondok Indah Mall. Yang tempat tinggalnya jauh dari toko Mothercare bisa via online di web mothercare.id.

Ada dua tips yang saya mau share sebagai pelanggan Mothercare tentang bagaimana bisa dapat deal yang lebih hemat:

1 . Bikin member di toko offlinenya.

Dengan jadi member di Mothercare berarti sekaligus juga jadi member di Gingersnaps dan Early Learning Centre. Free kok. Di tiap pembelian kita bisa dapat diskon khusus sesuai promo yang sedang berlangsung atau credits.

2 . Pantengin web/ akun sosmednya.

Kalau sekarang, Mothercare sedang kerjasama dengan forum The Urban Mama, jadi beli produk dengan link berikut, Nyonyah bisa beli 2 get 3 produk toiletriesnya. Mayan kan, ajak aja teman sesama ibu-ibu, atau buat stok. Kalau dihitung-hitung kan setara dengan diskon 30%. Link promo Mothercare Toiletries. Klik for more detail yaa!

Gitu Nyaaaahhhh…. Btw, Gayatri baru dua bulan lalu lo ulang tahun, yang mau kasih belated birthday gift masih diterima bangeeet!!! Hahahaha…. #kode

Semoga reviewnya bermanfaat ya, salam sayaang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!