Review Perlengkapan Bayi Mothercare Toiletries

review perlengkapan bayi mothercare

Satu hal yang saya pelajari setelah satu tahun lebih mengurus Gayatri anak saya adalah: kalau ada perubahan pada kondisi kulit bayi kita, jangan panik dan langsung menyimpulkan kalau kulit bayi kita sensitif…. Bisa jadi hanya karena tidak cocok dengan udara atau tidak cocok dengan kandungan perlengkapan bayi yang kita berikan.

Ya, sedikit banyak seperti wajah kita ya. Kalau skincare-nya nggak cocok kan kadang ada reaksi tertentu. Cuma kalau di orang dewasa kan lebih santai ya menghadapinya.

Kalau bocah…. waduuuu garuk garuk melulu. Padahal merah-merahnya dikit, cuma karena kepanasan dan keringetan doang, tapi garuk-garuknya uda kaya ekskavator ngegaruk kali Ciliwung. Semangat 45. Lecet dimana-mana. Jadi PR baru, ngobati luka-lukanya.

hiks

Hihihi, ada yang ngalamin hal yang sama nggak?

Saya ngalamin. Gayatri kena biang keringat ringan gitu, tapi karena saya nggak berani ngasih bedak tabur untuk meminimalisasi rasa gatalnya. Hal itu karena kami berdua sama-sama alergi debu, kalau bengek kan tambah repotttt. Solusinya waktu itu adalah nyari bedak cair.

Tapi nggak sembarang bedak cair. Saat itu di rumah memang ada bedak cair untuk orang dewasa. Tapi ada kandungan Calamine-nya. Saya nggak berani ngasih itu ke anak saya,, karena selain ada tulisan tidak untuk bayi, di webnya Paula’s Choice Calamine juga dibilang bisa bikin iritasi. Hasil googling, membuat saya menemukan produk Mothercare All We Know Liquid Talc.

Terhitung per hari ini kira-kira sudah hampir 5 bulan Gayatri menggunakan produk Liquid Talc dari Mothercare, kira-kira yang kami gunakan sudah sebanyak ini:

mothercare liquid talcYang kempot itu punya Gayatri yang lama, sementara yang masih gendut itu yang baru. Selain produk yang Liquid Talc, rangkaian Mothercare Toiletries masih ada lagi. Yang pernah Gayatri coba lainnya adalah Body Wash dan Lotion. Saya review satu-satu yaaaakkk….

perlengkapan bayi mothercare toiletries

1 . Mothercare All We Know Liquid Talc

Yang paling saya sukai dari produk ini adalah, kemampuannya menyerap keringat, sensasi ademnya (soothing) dan kemampuannya mengurangi rasa gatal. Jadi bukan demi wangi-wangi dan kelihatan habis mandi aja ya…. Wkwkwk….

Seperti yang saya ceritakan di atas. Awal mula pertemuan saya dengan produk ini adalah karena Gayatri kadang kena biang keringat ringan. Untuk menghindari kerusakan (lecet, dll) lebih lanjut karena kegatelan tangannya atau karena gesekan, saya oleskan krim ini. Daerah yang paling sering dioles adalah leher dan di bagian perut yang terkena karet diapers.

Saya sempat mengabadikan salah satu momen gatelnya sbb:

mothercare before after

Kalau uda oles-oles, biasanya tangannya nggak garuk-garuk lagi. Saya menyimpulkan gatalnya uda mereda. Biang keringatnya karena memang nggak pernah yang parah-parah banget, biasanya besoknya sudah hilang.

Saya juga tidak kawatir mengolesinya sering-sering (setiap setelah mandi + kalau cuaca panas) karena produk ini berbahan natural serta tidak mengandung paraben. Selain itu saat lotionnya kering juga tidak menimbulkan banyak serbuk yang saya kawatirkan akan mengganggu pernapasan Gayatri (dan saya juga sik, maklum bengek, hehehe).

Selidik punya selidik, kandungan Chamomile di dalam produk ini memang bisa mengurangi rasa gatal. Dan tidak seperti Calamine, natural extract Chamomile ini mild banget, jadi aman bagi bayi sekalipun.

Selain untuk membantu mengurangi rasa gatal, saya sering menggunakan produk ini sebagai after sun, karena sifatnya yang soothing. Jadi kalau habis kepanasan di luar ruangan/ terpapar sinar matahari, efeknya nyesss…. 11-12 seperti produk Aloe Vera.

Bahan-bahan lengkapnya nya sebagai berikut:

mothercare liquid talc ingredients

Kalau teliti membaca di urutan atas ada tapioka stach-nya tuuuuhhh, mengingatkanku pada nasihat simbah-simbah di kampung. Kalau bayi-bayi biang keringat dikasih tepung tapioka biar sembuh. Dan it’s works! Kearifan lokal yang melegenda. But Mothercare do better lagi dengan menambahkan ekstrak chamomile dan olive fruit oil, dn mengemasnya ke dalam kemasan tube yang praktis dan higienis.

2 . Mothercare All We Know Baby Lotion

Lotionnya tidak terlalu kental, saya suka teksturnya. Jadi mudah menyerap di kulit bayi dan tidak lengket. Seperti juga Liquid Talc, lotion ini ngademin kulit. Bedanya setelah penggunaan, lotion tidak berubah menjadi talc, melainkan meresap ke kulit seperti pelembab. Eh, emang pelembab ding…. Hehehe….

Bahan-bahannya sebagai berikut:

mothercare baby lotion ingredients

Waktu terbaik untuk menggunakan produk ini adalah setelah mandi yaaak!

3 . Mothercare All We Know Baby Body Wash

Ngomongin sabun ada dua hal yang jadi poin utama saya: “bikin kering nggak?” dan “baunya nyegrak nggak?”. Dan jawaban untuk kedua hal ini adalah enggaaaaakkkk! Saya sih menduganya, sabun ni tidak bikin kering karena mengandung Olive Oil ya yang bersifat Emollient. Jadi saat membersihkan, produk ini sekaligus melembabkan.

Terus baunya juga lembuuuut banget. Saya suka!

Bahan-bahan lainnya sebagai berikut:

mothercare bodywash ingredients

Kalau melihat di kandungannya ada Sodium Laureth Sulfate, jangan salah sangka dulu ya. Sodium Laureth Sulfate (SLeS) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS). SLeS dikenal memiliki formula yang gentle, lebih lembut dari SLS, serta tidak menimbulkan iritasi sehingga relatif aman untuk digunakan dalam perawatan kulit anak.

Dua produk di atas (Body Wash dan Lotion) baru saya coba, jadi review di atas merupakan first impression. Saya berani “nyoba-nyoba” produk bayi ini karena kepercayaan saya terhadap brand Mothercare. Semacam ada keyakinan jaminan mutu, Mothercare gitu loh. Bikin jaket aja brand ini teliti banget. Kelihatan di setiap cutting dan jahitannya, kalau dia memahami betul apa yang jadi problem orang tua.

Selain itu juga karena sudah riset sedikit-sedikit tentang ingredients produknya.

Ingredients:

Balik lagi ke masalah sensitif di awal tadi, agar tidak terlalu parno, yang perlu diingat adalah memilih produk yang bahan bakunya aman. Tidak harus membeli produk untuk kulit sensitif, untuk kulit normal asal kandungan bahannya alami dan aman pun patut untuk dicoba. Seperti juga bahan yang dinyatakan sebagai keunggulan dari ketiga produk di atas:

1 . Menggunakan Natural Extract

  • Olive Fruit Oil : Seperti yang saya sebutkan di atas, Olive Fruit Oil bersifat emollients. Cara kerjanya adalah mempertahankan kelembaban kulit, jadi kulit bayi kita yang masih cantik dan lembut alias delicate pun tetap terpelihara.
  • Ekstrak Chamomile : Bahan ini ratingnya Best loh di Ingredients Dictionary. Mantep surentep. Manfaatnya adalah sebagai soothing agent yang bisa meredakan gejala iritasi. Namun tetap harus diperhatikan juga ya iritasinya kenapa. Supaya kalau berlarut-larut bisa dikonsultasikan juga pada dokter/ bidan.

2 . Paraben Free

Yap, saya tahu si kalau sebenarnya isu paraben ini masih kontroversial. But, saya sampaikan di sini buat Nyonyah-nyonyah yang extra cautious bisa tenang dan yakin kalau mau beli produk-produk di atas.

3 . Hypoallergenic

4 . Dermatologically tested dan aman bagi bayi bahkan newborn sekalipun.

review perlengkapan bayi mothercare

Where to Buy:

Dulu saya beli di toko Mothercare di Bintaro Exchange Mall. Yang tinggal di daerah Bintaro kalau nggak di BxC bisa ke tokonya yang di Pondok Indah Mall. Yang tempat tinggalnya jauh dari toko Mothercare bisa via online di web mothercare.id.

Ada dua tips yang saya mau share sebagai pelanggan Mothercare tentang bagaimana bisa dapat deal yang lebih hemat:

1 . Bikin member di toko offlinenya.

Dengan jadi member di Mothercare berarti sekaligus juga jadi member di Gingersnaps dan Early Learning Centre. Free kok. Di tiap pembelian kita bisa dapat diskon khusus sesuai promo yang sedang berlangsung atau credits.

2 . Pantengin web/ akun sosmednya.

Kalau sekarang, Mothercare sedang kerjasama dengan forum The Urban Mama, jadi beli produk dengan link berikut, Nyonyah bisa beli 2 get 3 produk toiletriesnya. Mayan kan, ajak aja teman sesama ibu-ibu, atau buat stok. Kalau dihitung-hitung kan setara dengan diskon 30%. Link promo Mothercare Toiletries. Klik for more detail yaa!

Gitu Nyaaaahhhh…. Btw, Gayatri baru dua bulan lalu lo ulang tahun, yang mau kasih belated birthday gift masih diterima bangeeet!!! Hahahaha…. #kode

Semoga reviewnya bermanfaat ya, salam sayaang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review dan Pricelist/ Harga Mom n Jo Bintaro

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Sebenernya saya termasuk yang parnoan masalah pijet memijet, apalagi pijat bayi atau pijat diri sendiri saat hamil. Namun, dulu pas hamil saya pernah ke Mom n Jo Bintaro untuk pijat khusus ibu hamil. Secara umum saya merasa pijat di sini cukup membantu untuk menguragi rasa sakit/ pegal di punggung akibat kehamilan yang makin besar. Setelah memiliki bayi pun, saya hanya berani untuk memijatkan bayi di sini. Selain itu saya memilih untuk memijat bayi sendiri di rumah. Oiya, pijat yang saya lakukan sebatas pijat untuk mengurangi rasa lelah Bagi teman-teman yang setipe sama saya, mungkin review Mom n Jo Bintaro ini akan bermanfaat ya.

Berikut adalah pengalaman saya pijat bayi di mom n jo Bintaro.

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Jasa yang pernah digunakan:

1 . Pijit Ibu Hamil

Rasa pijitan terapisnya cukup enak bikin rileks gitu, tapi bukan yang kuat banget mijitnya, kalau dibanding tukang pijit langganan di kampung halaman. Mungkin memang karena untuk ibu hamil ya. Ruangannya nyaman, ada kamar mandi di dalam kamar pijat. Suasananya bisa diset, terang gelapnya. Saya pribadi prefer agak remang-remang, biar enak bobo, hehehe. Saat dipijit kita diberi semacam bantal khusus ibu hamil, jadi tengkurapnya agak miring dan tidak menekan perut.

Minyak yang dipakai untuk memijat adalah grapeseed oil. Minyak dari biji anggur ini, berdasar artikel-artikel yang saya baca adalah emollient yang bagus untuk kulit. Berfungsi untuk melembabkan, melembutkan serta menenangkan kulit. Infonya minyak ini juga (biasanya) tidak menimbulkan alergi. Yang saya suka dari minyak ini adalah tidak terlalu lengket di badan. Saya habis pijat cuma bilas air hangat tanpa sabun saja nggak merasa lengket (disclaimer: kulit saya kering kerontang). Namun apabila kita mau request minyak lain bisa diinfokan saja ke terapisnya, kalau tidak salah pilihan lainnya adalah jojoba oil. Saya sendiri belum pernah mencoba minyak ini.

2 . Pijit Bayi

Dua kali pijit di sini, pas Ning Gaya lagi bad mood. Jadi nuangiiis sepanjang dipijit. Zzzzz…. Bukan karena kesakitan, tapi memang pas lagi ga mood. Dan kalau lagi ga mood, anak saya ga suka dipegang-pegang. Tapi saya salut sama terapisnya yang sabaaar banget lo. Dan bisa mijit dengan berbagai macam posisi bayi. Sambil bobo miring, sambil saya peluk, sambil saya pangku. Pokoknya macem-macem ngikutin pergerakan bayi saya.

pijat bayi di mom n jo bintaro

Minyak yang dipakai sama juga, grapeseed oil. Dan kalau kita punya essentials oil bisa juga dibawa untuk digunakan saat pijat. Di mom n jo bintaro ada dijual juga si essentials oil merk Belli to Baby. Sayangnya, di kemasan produk yang minyaknya campuran kurang jelas info EO apa saja yang terkandung di dalam satu produk. Nanya ke terapisnya, juga kurang mengetahui produk yang disediakan. Jadi kalau mau pakai, better yang sudah familiar digunakan.

Saya pribadi pernahnya nyoba yang imune booster. So far saya suka si dan memang ngefek. Cuma masih was-was karena ga tau kandungan EO-nya.

Related post: Review klinik ibu dan anak di Bintaro (Bintaro Women dan Children Center)

Fasilitas:

  1. Ruangan berperedam bentur, alias seluruh lantainya dilapis dengan semacam matras. Ini untuk ruangan pijat bagi bayi.
  2. Ruang pijat ibu dengan bantal khusus untuk ibu hamil. Lengkap dengan kamar mandi dalam. Di sini tersedia juga tungku aromaterapi.
  3. Kolam renang bayi di masing-masing kamar pijat bayi.
  4. Ruang tunggu yang nyaman.
  5. Timbangan untuk mengukur berat badan bayi, timbangan untuk orang dewasa.
  6. Termometer untuk mengukur suhu tubuh bayi.

fasilitas mom n jo bintaro 2

fasilitas mom n jo bintaro 1

baby spa di mom n jo bintaro

What I love:

  1. Kakak-kakak pemijatnya baik, kids friendly sabar,
  2. Kakak-kakak pemijatnya bisa memijat dalam segala posisi bayi,
  3. Admin dan satpamnya ramah, helpful banget,
  4. Tempatnya nyaman dan aman buat bayi, seluruh lantai dilapis matras,
  5. Tersedia esential oil merk Belli to Baby,
  6. Mijatnya relatif enak.
  7. Ruang tunggunya cukup nyaman, bahkan ada yang semi private (terpisah dengan tirai) seperti di gambar di bawah ini:

ruang tunggu

What I dont:

  1. Harganya lumayan mahal, tapi ini relatif si ya, hehehe….
  2. Kalau ga menekankan pesanan, biasanya dipaketin langsung pijat + renang,
  3. Kakak-kakak pemijatnya tidak paham essential oil yang ditawarkan.

Tips ke Mom n Jo

  1. Bawa kaus kaki untuk orang tua yang menemani bayi, karena untuk masuk ke lokasi pijat bayi harus menggunakan kaus kaki.
  2. Lakukan reservasi, apalagi jika berencana pijat saat weekend.
  3. Tegaskan hanya pijat kalau memang hanya ingin pijat. Karena pengalaman dulu nggak menegaskan hanya ingin pijat, disiapkan sekalian sama renang. Padahal pas reservasi di telepon bilang pijat. Kan lumayan tu biaya tambahannya, hehehe.
  4. Datang 15 menit sebelum jam mulai. Terutama di jam-jam sibuk, karena kalau sudah lewat jamnya, dan jam berikutnya sudah full book, kita harus nunggu lebih lama. Huhuhu….
  5. Pesan minumnya, free kok (ga mau rugi).

Pricelist Mom n Jo

Untuk Pijat Ibu:

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil 2

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil

Untuk Pijat Bayi:

harga mom n jo bintaro pijat anak 2

harga mom n jo bintaro pijat anak

harga mom n jo bintaro pijat bayi

*

Alamat Mom N Jo Bintaro: Jl. Bintaro Tengah, Blok U4/4, Sektor 2, Tangerang.

Telepon (reservasi) 0217370119, 08998888820

*

Selain di Bintaro Mom N Jo sepertinya juga buka di banyak tempat lain deh, soalnya setahu saya ada juga yang di Dharmawangsa dan di Surabaya juga ada. Oiya, buka setiap jam 10.00 s.d. 20.00 WIB.

Pas nulis ini saya jadi pengen pijit lagi ni, hehehe…. Adakah yang punya tempat pijit bayi favorit? Boleh lho share di kolom komentar. 🙂 Siapa tahu bermanfaat juga bagi ibu-ibu lainnya….

Terimakasih sudah mampir! Salam sayang ya Nyaaah…. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

4 Sabun Bayi yang Bebas SLS dan Bebas Paraben, Seri Perlengkapan Bayi

perlengkapan bayi sabun

Artikel ini semacam summary dari obrolan saya dan teman-teman di grup birthclub januari februari. Gara-gara ada yang curhat bayinya punya kulit sensitif dan jadi merembet ke isu-isu ingredients sabun bayi. Akhirnya di grup birthclub kami bikin list sabun bayi yang bebas SLS dan bebas paraben berdasarkan produk yang kami gunakan. Salah 4-nya adalah produk-produk yang akan saya bahas di seri perlengkapan bayi kali ini.

Namun sebelum saya melanjutkan membahas list produk sabun bayi yang bebas SLS dan bebas paraben, beberapa hal ingin saya sampaikan terkait apa itu SLS dan apa itu paraben. Jujur saya memang bukan pakar ingredients, pembahasan di bawah ini berdasarkan riset kecil-kecilan saya di Ingredient Dictionary-nya Paula’s Choice ya. Untuk yang mau riset lebih lanjut tentang dua bahan ini di web tersebut ada disebutkan jurnal akademis yang jadi dasar materi mereka.

perlengkapan bayi sabun

Apa itu SLS?

SLS adalah singkatan dari sodium lauryl sulfate.  Sodium lauryl sulfate berbeda dengan sodium laureth sulfate ya…. Jika Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman, Sodium Lauryl Sulfate dinyatakan tidak aman karena dapat mengakibatkan iritasi. Namun, tentu saja, tingkat iritasinya berbeda-beda tergantung kondisi kulit setiap orang.

Apa itu paraben?

Paraben adalah kelompok bahan pengawet kontroversial yang meliputi butylparaben, isobutylparaben, propylparaben, methylparaben, dan ethylparaben. Bahan pengawet diperlukan dalam produk personal care untuk melindungi produk dari pencemaran bakteri. Hal ini penting karena bakteri tentunya juga berbahaya untuk kesehatan pengguna produk personal care.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben aman digunakan dalam kosmetik dan lebih disukai daripada pengawet lainnya untuk menjaga agar formula tetap stabil. Studi-studi tersebut juga menunjukkan paraben tidak memiliki efek apapun bila dibandingkan dengan hormon alami dalam tubuh. Namun ada pula penelitian yang mengatakan sebaliknya. Ada yang horror horror, seperti dibilang menyebabkan kanker.

hiks

Saya pribadi sebenarnya bukanlah orang yang paranoid dengan kedua bahan di atas. Karena kan penelitian atas bahan-bahan tersebut (terutama paraben) masih diperdebatkan. Ada yang bilang ada logical fallacy-nya dsb. Pandangan saya terhadap kedua bahan tersebut hampir sama seperti pandangan saya terhadap MSG alias micin. Ga parno, ga anti, dalam hal ini kalau ada yang nawarin snack ya saya tetep makan walaupun tau ada MSGnya, namun saat beli bakso kadang kalau inget saya pesen abang tukang baksony buat nggak usah ditambahin micin, saya juga ga stok micin di rumah.

Ya perlakuannya sama gitu deh dengan SLS dan paraben. Kalau pas ada yang terjangkau kocek, ya saya pakai yang bebas SLS dan bebas paraben, for extra cautious. Tapi kalau dompet berkata TIDAK, yaaah, saya pakai-pakai aja juga sih. Syukurlah kalau sabun masih banyak yang terjangkau.

Namun walaupun saya agak cuek cuek peduli, saya menghargai jika Nyonyah memilih untuk extra hati-hati dan memilih produk-produk yang menenangkan hati. Berikut adalah 4 sabun bayi top to toe wash alias sabun plus shampoo yang bebas SLS dan bebas paraben:

1 . Mustela

mustela

Yang paling menonjol dari produk ini adalah kemampuannya memberikan kelembaban, tidak membuat kulit bayi menjadi kering. Produk ini menjanjikan bahwa produknya hipoalergenik serta aman bagi bayi baru lahir. Kualitasnya memang tidak menghianati harganya sih. Hehehe.

Ingredients:

mustela ingredHarga perkiraan: Rp 100.000,00

Related post: Review Produk Mustela Bebe

2 . Cetaphil Baby

cetaphil baby

Mirip dengan Mustela, sabun bayi sekaligus shampoo ini juga memberikan kelembaban di kulit bayi. Berbeda dengan produk “kakak-nya”, Cetaphil Gentle Cleanser, Cetaphil Baby ini tidak mengandung SLeS.

Ingredients:

cetaphil baby ingredHarga perkiraan: Rp 100.000,00

Related post: Review Cetaphil Baby

3 . Pure Baby

pure baby

Produk tanpa SLS dan tanpa paraben itu tidak selalu mahal. Salah satu produk sabun yang terjangkau yang tidak mengandung kedua bahan tersebut adalah Pure Baby ini. Yang saya suka dari produk ini adalah wanginyaaaa. Love banget. Setahu saya ada dua varian wangi: chamomile dan apel. Yang apel favorit saya. Untuk masalah kelembaban dll-nya tidak telalu berbeda dengan sabun bayi biasa.

Ingredients:

pure baby ingredHarga perkiraan: Rp 31.500,00

4 . Switzal

switzal

Dari keempat produk ini, Switzal lah yang paling lama saya gunakan dan sudah beberapa kali saya repurchase. Maklum, harganya super miring jika dibandingkan dengan produk lain. Ingredientsnya pun lumayan ya. Walau begitu, satu teman saya pernah bilang jika anaknya mengalami iritasi menggunakan produk ini. So, jika kulit anak Nyonyah super sensitif mungin harus concern juga ke ingredients lain ya. Kalau Ning Gaya anak saya mah lanjuuut.

Ingredients:

switzal ingredHarga perkiraan: Rp 24.000,00

***

Harga perlengkapan bayi yang saya sebutkan di atas adalah perkiraan ya…. Karena kadang ada diskon di beberapa web atau juga toko-toko tertentu, bisa jadi harganya kurang/ lebih dari harga yang saya cantumkan di atas. Jangan bosan-bosan bandingin harga toko sebelah dengan toko online ya, siapa tahu ada promo loh!

Tentu saja tidak hanya 4 varian di atas yang bebas SLS dan atau paraben. Namun karena saya di rumah hanya memiliki empat produk ini dan belum pernah saya coba yang lain, jadinya saya nggak masukin di sini. Maybe next time kalau ada kesempatan nyobain produk sabun lain, list ini akan saya tambah.

Updated (20 Maret 2018):

Satu lagi produk bayi yang bebas SLS dan paraben serta menggunakan bahan-bahan yang alami, yaitu Mothercare All We Know Toiletries. Saya review terpisah di artikel Review Perlengkapan Mandi Bayi Mothercare.

Kalau Nyonyah ada rekomendasi produk lain boleh looh ditinggalin di comment section.

Semoga bermanfaat ya Nyaaah sharing kali ini. Salam sayang….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!