Pengalaman Cabut Gigi Geraham dengan BPJS dan Daftar Puskesmas Online

PhotoGrid_1547492584764-1024x576

Saya memiliki BPJS Kesehatan selama delapan tahun, namun baru kali ini benar-benar memanfaatkan fasilitas ini. Dan cukup terkesan ya. Terkesannya karena ternyata apa yang selama ini saya underestimate ternyata tidak demikian. Berikut pengalaman saya cabut gigi geraham di Puskesmas menggunakan BPJS Kesehatan dan aplikasi eHealth.

Sebelumnya saya cerita dulu ke-skeptisan saya terhadap BPJS ya…. Jadi sebagai PNS kan saya diberi fasilitas BPJS. Berarti genap 8 tahun saya terdaftar keanggotaan BPJS, sesuai masa kerja saya. Bahkan seharusnya suami dan Gayatri anak saya pun bisa dapat fasilitas ini free dari kantor, karena biaya BPJS Kesehatan PNS kan ditanggung kantor.

Namun karena banyak kabar yang beredar kalau pakai BPJS nggak nyaman dll, selama delapan tahun ini hampir tidak pernah saya memanfaatkan BPJS saat sakit/ melahirkan, dll. Bahkan suami dan anak pun tidak saya urus administrasi keanggotaannya.

Saat suami opname di tahun kemarin, saya memilih biaya mandiri. Demikian pula saat Gayatri opname lima hari, pun kami memilih biaya mandiri. Dengan harapan akan mendapat layanan kesehatan yang lebih baik.

Tapi ternyata sama saja. Waktu Gayatri opname, saat itu yang tersedia hanya Kelas 1. Jadi di kamar ada dua pasien. Satu pasien lagi ternyata adalah pasien BPJS. Dari situlah, mata saya mulai terbuka terhadap layanan rumah sakit terhadap pasien BPJS. Kebetulan kedua pasien sama-sama rujukan dari IGD ya…. Jadi bukan dari faskes 1.

Saya si melihatnya pelayanan yang pasien BPJS itu dapatkan sama kok dengan yang Gayatri dapatkan. Saat keluar kami hampir bersamaan, Gayatri duluan dan saya ke kasir. Saya bayar sampai manyun, dan orang tua pasien BPJS itu sumringah karena gratis. Hehehehe, saya manyun beneran. Karena kalau saya dulu nggak skeptis, saya nggak perlu bayar biaya RS kan ya, karena toh dicover BPJS.

hiks

Pengalaman yang mahal. Wkwkwkwk….

Oleh karena itu, saat awal tahun ini saya berencana perawatan gigi geraham, saya memutuskan untuk mencoba menggunakan BPJS saja. Soalnya, di tahun 2017, suami saya pernah cabut gigi geraham juga di satu Fakultas Kedokteran Gigi di Jakarta Selatan, biayanya kurang lebih 2,5 jutaan. Saya pikir dengan duit segitu, mending buat nambahin saya beli Ipad Pro demi bisa doodling elektronik, wkwkwk.

Kedatangan Pertama: Kesan Pertama

Pertama saya datang ke Puskesmas, saya dapat antrian ke 6 apa ya. Cukup lama menunggunya, karena ternyata pada saat yang bersamaan, Puskesmas sedang cek alat. Tapi masih wajar si, nggak sampai jam 11 siang, saya sudah kelar. Perawatan pertama, saya diberi obat untuk menghilangkan rasa sakit dan infeksi dulu, dan diminta kembali lagi. Tidak dikenakan biaya untuk obat maupun dokter.

Kami dapat informasi kalau pendaftaran bisa dilakukan secara online di http://ehealth.surabaya.go.id/pendaftaran/. Sehingga saya nggak perlu menunggu lama, demikian kata petugas Puskesmas. Wow! Saya cukup terkejut si, ternyata Puskesmas sudah berkembang dengan baik ya. Apa saya aja yang nggak update ya? Hehehe….

Kedatangan Kedua: Bolak Balik Periksa Gigi

Kedua kali saya datang, menuruti kata petugas, saya daftar online dulu H-1. Syukurlah saya dapat antrian kedua, suami saya dapat antrian pertama wkwkwk, dia mau ikutan cek gigi juga. Sayangnya, ternyata kondisi gigi saya belum sepenuhnya siap untuk tindakan. Sehingga saya masih perlu konsumsi obat. Hanya obat diganti/ disesuaikan. Biayanya Gratis ya.

Berikut hasil download nomor antrian daftar puskesmas online, file ini tinggal ditunjukkan pada petugas ya….

pengalaman cabut gigi geraham di puskesmas

PS. Nama dan NIK saya saya blur ya….

Oh, iya! Saya diminta kembali lagi beberapa hari kemudian. Dokter juga menambahkan kalau ternyata kondisi gigi saya tidak juga bisa dilakukan tindakan di kedatangan ketiga maka perlu dilakukan rujukan ke dokter spesialis.

Awalnya saya nyaris kumat skeptisnya. “Tuh, kan disuruh bolak balik!”, demikian saya curhat ke kakak ipar. Namun ternyata kakak ipar balik cerita kalau dia pun pernah mengalami hal yang sama (diminta bolak balik) di Klinik Swasta, terkait perawatan gigi. Jadi memang prosedurnya begitu ya. Dokter tidak bisa melakukan tindakan jika gigi masih terasa sakit dan ada penyulit tertentu.

Kedatangan Ketiga: Tindakan Cabut Gigi Geraham

Ketiga kalinya saya datang. Dokter melihat kondisi gigi saya, syukurlah sudah siap dilakukan tindakan. Setelah menunjukkan kartu BPJS Kesehatan ke dokter, saya dicek tekanan darahnya oleh dokter umum, kemudian cek gula darah di lab pada Puskesmas yang sama. Kurang lebih satu jam proses pemeriksaan darah, dll, saya kembali ke klinik gigi untuk dilakukan tindakan.

Sayangnya saya nggak bisa mengambil gambar ya, karena ada larangan mengambil gambar di Puskesmas.

Ruangan tindakan sebenarnya cukup besar ya, namun terasa sempit karena ada dua kursi periksa gigi pasien yang cukup besar. Walaupun begitu saya rasa, kondisinya cukup nyaman kok.

Tiga kali perawatan, dokter yang menangani saya sama. Namun saat tindakan ada dua dokter lagi yang menemani. Salah satunya, dilihat dari penampakannya terlihat lebih senior. Dokter yang senior ini yang kemudian menjelaskan kepada saya tentang tindakan dan alasan tindakan perlu dilakukan.

Ketiga dokter ini cukup menyenangkan gaya komunikasinya. Saya sungguh senang dengan cara mereka mendengarkan keluhan, kemudian memeriksa serta meminta feedback kepada saya. Karena tubuh saya sepertinya memang agak kurang merespon obat bius (pengalaman operasi sebelumnya, juga demikian), saya sempat merasa kesakitan, dan ketiga dokter dengan sabar memberikan dosis lagi serta menunggu lagi sampai bius benar-benar bekerja di mulut saya.

Tindakan selesai.

Biaya Cabut Gigi Geraham di atas: Gratis.

Lesson Learn:

Jangan berpikiran negatif dulu terhadap segala sesuatu. Terutama ketika mendengar review dari orang lain. Karena kebanyakan orang bercerita ke orang lain itu dengan tema sambat. Sambat tentang pengalamannya yang kurang menyenangkan. Sementara mungkin pengalaman yang postif kurang banyak diperdengarkan ya….

Untuk itu saya jadi kepikiran untuk nulis artikel ini, sebagai penyeimbang juga. Oiya, ada cuitan dari Raya Fahreza juga tentang layanan BPJS yang dikomen dan diretweet ribuan orang. Bisa dicek di sini, untuk punya another point of view.

Saya nggak juga berpendapat kalau sistem ini sudah sempurna ya. Tentu saja masih ada room for improvement untuk membuat layanan BPJS ini semakin baik. Tapi berdasar pengalaman saya ini, juga berdasar pengalaman saya menjadi pasien di RS Swasta seperti RS Premier Bintaro, Eka Hospital BSD, IMC Bintaro ataupun klinik-klink biasa, layanan di Puskesmas Gununganyar ini bisa dibilang not bad lah.

Apalagi gratis kan. Hihihihi…. Seneng banget deh saya, kalau inget layanan di atas itu free.

love love

Saya menulis ini juga bukan berarti naif terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan oleh beberapa oknum yang masih memperhitungkan untung rugi ya. Kalau ada yang bilang oknum seperti itu masih ada, saya juga yakin ada si.

Apresiasi

Namun saya tetap mau menuliskan pengalaman ini untuk mengapresiasi tenaga kesehatan dalam hal ini tiga orang dokter gigi yang merawat saya (saya tidak sebutkan namanya due to their privacy), faskes Puskesmas Gununganyar dan juga Pemkot Surabaya. Semoga cerita ini pun mendorong orang lain untuk bercerita hal baik yang sama, dan hal baik tersebut menjadi standar baru bagi layanan kesehatan di bangsa ini.

Hihihi…. Sekali-kali serius ya eike ngomongnya….

Pahami Prosedur

Oiyaaa! Selain itu, tetap menurut saya, sebagai pasien kita harus mengert prosedurnya baik-baik. Supaya kita tahu mana yang bisa kita upayakan untuk meminimalisasi ketidaknyamanan. Karena kalau nggak ngerti prosedur dan kudu bolak balik ga jelas, juga males juga kan Kumendan.

Nah, salah stu prosedur yang menurut saya memudahkan pasien (di Surabaya) adalah aplikasi eHealth berikut. Saya nggak tahu kalau di daerah lain ya. Saya pernah baca di artikel Mbak Uniek kalau di Semarang bisa via WA. Please let me know, buat yang pengalaman jadi pasien di Puskesmas daerah lain, infoin aja di comment section ya. Pasti akan bermanfaat banget buat orang lain juga.

Daftar Puskesmas Online via eHealth Surabaya

Aplikasi ini sebenarnya tersedia di Appstore ya. Tapi kalau nggak mau download aplikasinya bisa ke webnya saja si di http://ehealth.surabaya.go.id/pendaftaran/. Saya sendiri juga daftarnya via web hehehe.

Kalau penjelasan Pemkot Surabaya terkait aplikasi ini adalah sbb: “Aplikasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk memudahkan akses layanan kesehatan baik promotif, preventif, dan kuratif untuk mewujudkan masyarakat Surabaya sehat, mandiri, dan berdaya saing global.”

Saya nggak mau mereview panjang lebar ya. Hanya ingin menunjukkan bagaimana langkah-langkah melakukan pendaftaran sebagai pasien di Puskesmas menggunakan aplikasi ini.

Langkah-langkah Daftar Puskesmas Online

Langkah-langkah pendaftaran pasien ditunjukan dengan gambar berikut ya. Gambar-gambar di bawah adalah hasil screenshoot dari aplikasi eHealth Surabaya yang berbasis web:

daftar puskesmas online

  • Pilih Bahasa (Indonesia, Jawa, Madura)
  • Pilih Fasilitas Kesehatan (Rumah Sakit atau Puskesmas)
  • Pilih Regional Puskesmas (Surabaya Pusat, Barat, Utara, Timur, Selatan)
  • Pilih Nama Puskesmas

periksa gigi di puskesmas

  • Pilih Status Kependudukan (KTP Surabaya atau Non Surabaya)
  • Pilih Poli Kesehatan yang Ingin Dikunjungi (Umum, Gigi, KIA atau Klinik Ibu dan Anak, Gizi, Sanitasi, Batra, Psikologi, Lansia)
  • Isi Data Pasien, Verifikasi
  • Download Nomor Antrian

Sekian sharing kali ini yaaaa! Semoga infonya bermanfaat bagi yang mau daftar puskesmas online atau yang mau cabut gigi geraham dengan BPJS di Puskesmas! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Menjaga Kesehatan Bayi saat Liburan

2019-01-03 12.37.14 1-1024x768

Setelah liburan akhir tahun kemarin, saya sempat bikin stories di Instagram tentang Traveling Bareng Bayi. Di situ saya juga bertanya tentang tantangan apa sering dirasakan oleh teman-teman saya saat membawa bayi berpergian. Response-nya lumayan rame ya. Dari response DM dan komen teman-teman tersebut, saya rangkum ke dalam 10 Tantangan Membawa Bayi Traveling.

10 Tantangan Membawa Bayi Travelling adalah sebagai berikut:

  1. Bocah badmood,
  2. Minta jajan mahal,
  3. Pup di celana,
  4. Anak sakit,
  5. Susah nemu toilet,
  6. Anak pecicilan,
  7. Barang bawaan banyak,
  8. Susah makan,
  9. Masalah jadwal,
  10. Teman seperjalanan rempong.

Tiap keluarga pasti tantangan utamanya bisa berbeda-beda yak…. Seperti saya pribadi saya tidak akan terlalu memusingkan poin 9. Masalah jadwal, karena saya memang tidak pernah strict dengan jadwal ataupun itienary. Ataupun poin 10. Teman seperjalanan rempong, ya karena seumur-umur teman seperjalanan saya cuma suami saya dan Gayatri, anak saya.

2019-01-03 12.37.14 1-1024x768

Buat saya pribadi, horor dari segala horor saat liburan bareng bayi adalah yang poin 4: BAYI SAKIT.

Tahun ini saya dan Gayatri sempat tiga kali liburan. Yang pertama saat lebaran, ke rumah Eyang Akung dan Gayatri kena cacar air. Yang kedua, staycation aja di Bogor dan Gayatri harus opname karena Pneumonia. Memang sakitnya nggak yang parah, karena sudah vaksin. Tapi tetap aja bikin mamak sedih serta mengacaubalaukan seluruh rencana liburan….

Syukurlah pada liburan ketiga, liburan yang terakhir ini, liburan akhir tahun. Puji Tuhan, Gayatri sehat wal a fiat. Liburan jadi seru banget dah kalau sehat gini.

Tapi sehatnya Gayatri di liburan terakhir ini bukannya tanpa usaha loh. Kami prepare benar-benar, supaya pengalaman buruk anak sakit saat liburan tidak terulang. Berikut saya coba share apa ikhtiar yang kami lakukan ya…. Semoga sharingnya bisa bermanfaat juga bagi teman-teman….

1. Menjaga daya tahan tubuh anak.

Menjaga daya tahan tubuh anak ini gampang-gampang susah ya. Tapi yang pasti sumbernya adalah dari makanan serta istirahat yang cukup. Khususon buat anak saya karena pasca penyembuhan, jadinya sama dokter ditambah suplemen dan prebiotik.

Kira-kira tips terkait menjaga daya tahan tubuh anak seperti ini ya:

a) Sebelum Liburan

Praktiknya, sebelum liburan, Gayatri jadi sering saya kasih buah-buahan lebih dari biasanya. Buah-buahannya si sebenarnya tidak istimewa-istimewa amat ya; pepaya, jeruk dan tomat. Tapi yang pasti ketiga buah ini favorit Gayatri dan banyak vitamin C-nya untuk ngeboost imun.

Pokoknya sebisa mungkin, kami siapkan kondisi tubuhnya dalam kondisi seprima mungkin menyambut liburan. Puji Tuhan, liburan yang terakhir itu, bahkan pilek pun enggak loh! Mamak so proud dan puas sama hasil persiapannya deh.

2019-01-10 12.38.00 1-1024x768

b) Bekal saat Liburan

Kalau saat liburan, kami jaga asupan makannya dengan membawa beberapa bekal dalam 3 wadah. Yang pertama cemilan berat yang padat gizi seperti arem-arem, telur rebus, mie goreng sayur, ikan goreng, baceman atau pastel. Yang kedua isinya sereal. Dan wadah ketiga kosong. Hehehehe…. Itu jaga-jaga kalau pas di tempat makan, Gayatri ga mau makan jadi bisa bungkus dimakan di jalan. Plus juga selalu bawa susu UHT buat tambahan.

Pokoknya perut jangan sampai kosong deh. Tapi jangan juga jajan sembarangan.

2. Melindungi agar tidak ada kuman yang mendekat.

Kalau dari dalam sudah kuat, yang perlu diwaspadai adalah kuman-kuman yang datangnya dari luar tubuh anak ni. Hal ini kelihatannya sepele tapi ini yang paling diwanti-wanti sama dokter, mengingat Gayatri masih dalam masa perlindungan 1000 hari pertamanya. Kekebalan tubuhnya masih perlu dijaga banget.

Dokter selalu menekankan walaupun sudah vaksin, anak tetap berisiko tertular penyakit yang berasal dari virus dan bakteri ya. Hanya saja memang dampaknya nggak separah kalau nggak divaksin.

Nah, kalau liburan kan di tempat umum, kita nggak bisa mengontrol lingkungan kita. Jadi semaksimal mungkin apa yang melekat di badanlah yang harus dijaga kebersihannya benar-benar dengan menggunakan produk yang mengandung antibakterial namun tetap aman bagi kulit bayi.

2019-01-10 12.37.58 1-1024x768

Yang kami lakukan adalah:

  1. Mandi sesegera mungkin saat sampai di tempat tujuan. Kadang kan karena sudah lelah atau sampainya malam hari, jadinya menunda mandi. Padahal ini penting, supaya kumannya tidak menemani anak bobok.
  2. Cuci tangan sebelum makan, saat di perjalanan.
  3. Mencuci pakaian segera saat terkena kotoran.

Poin ketiga ini yang baru kami terapkan akhir-akhir ini. Iyakkkk, selama liburan walaupun di penginapan kami mencuci baju ya. Hal ini terutama kalau dalam perjalanan, Gayatri muntah atau pupup di celana. Nggak perlu nunggu sampai penginapan, pasti akan langsung kami cuci di toilet terdekat. Soalnya bawa pakaian yang kena kotoran demikian kan iyuuuuhhh ya….

Yang pertama pasti karena baunya. Yang kedua, biar ga melekat nodanya di pakaian. Lalu yang ketiga yang paling penting terkait kesehatan anak ya karena kuman dan virus itu loh. Serem kan bawa bibit penyakit kemana-mana….

Awalnya dulu saya mikir ribet ya. Kudu nyuci di tengah perjalanan, atau segera setelah sampai penginepan. Kan maunya ya nikmati aja liburan gitu ya…. Tapi setelah dijalani, ternyata nggak seribet itu kok. Malahan jadi lebih enak suasananya pas pulang karena nggak bawa cucian numpuk. Lagipula juga karena udah nemu deterjen khusus bayi yang travel friendly si…. Si Sleek Baby Laundry Travel Wash. Jadi kegiatan nyuci jadi lebih praktis.

Nanti di bagian bawah artikel, aku bahas lebih lanjut tentang produk ini ya….

2019-01-10 12.38.02 1-1024x768

3. Persiapan Psikologisnya.

Kata orang bijak, hati yang gembira adalah obat. Jadi kalau hatinya senang selama perjalanan, anak juga akan sehat. Jadi segala itienary dalam perjalanan semua akan menyesuaikan moodnya anak. Terutama kalau anak mengantuk, ya disegerakan waktu untuk beristirahat.

Selain itu, sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah sounding ke anak kalau kami akan mengadakan perjalanan. Nanti naik apa. Misal naik pesawat, maka akan disounding kalau naik pesawat nanti pas take off dan landing harus nenen yaaa…. Atau kalau naik mobil, disounding juga kalau perjalanannya akan sedikit lama ya, dll. Biasanya sih hal-hal seperti ini akan membuat Gayatri lebih siap dan tidak rewel di perjalanan. Tidak rewel sama dengan happy sama dengan sehat. Yeay!

Resume

Demikian tiga hal yang menurut saya harus banget dipersiapkan untuk menjaga kesehatan anak saat liburan:

  1. Menjaga daya tahan tubuh anak, sebelum dan selama perjalanan dengan makanan dan istirahat yang cukup.
  2. Melindungi dari kuman dan bakteri penyebab penyakit yang mendekat.
  3. Persiapan psikologis agar anak tetap happy selama perjalanan.

Kalau teman-teman apakah ada tips lain? Feel free untuk meninggalkan komen ya….

Berikut sesuai yang saya bilang di atas, saya mau kasih bonus review produk bayi yang travel friendly: Sleek Baby Laundy Travel Wash.

Review Sleek Baby Laundry Travel Wash

Sebenarnya seperti foto di atas, rangkaian produk Sleek Baby yang bisa kita bawa traveling itu bermacam-macam. Empat di antaranya: 1) Sleek Bottle, Nipple & Accessories Cleanser untuk mencuci peralatan bayi, 2) Sleek 2 in 1 Hair & Body Liquid Soap untuk mandi dan keramas, 3) Sleek Antibacterial Diaper Cream untuk mencegah dan mengobati ruam serta yang keempat 4) Sleek Baby Laundry Travel Wash.

Saya mau review produk yang keempat saja ya…. Soalnya menurut saya produk ini masih banyak yang belum familiar dibanding tiga produk lain, padahal ini unik dan bermanfaat banget.

2019-01-10 12.37.56 1-1024x1365

What i love:

1 . Fitur antibacterial.

Dalam keterangan di bagian belakang kemasan, disebutkan bahwa produk ini efektif mematikan Staphylococcus aureus yang biasanya menyerang saluran pernapasan atas dan kulit, Pseudomonas aeruginosa yang merupakan penyebab utama pneumonia dan mematikan kapang atau jamur.

Walaupun bakteri yang pertama disebutkan, Staphylococcus aureus, biasanya tidak menimbulkan penyakit dalam kondisi tubuh yang sehat, namun saat kondisi tubuh melemah, bakteri ini bisa menimbulkan penyakit. Jadi perlindungan ekstra saat perjalanan, dimana kondisi tubuh anak sering turun, lebih saya pilih dan tidak saya sepelekan, mengingat dua kali pengalaman buruk, Gayatri sakit saat perjalanan.

Better worry than sorry lah….

2 . Kemasannya yang sangat travel friendly, bentuknya tube.

Kesan pertama saat melihat produk Sleek Baby Laundry Travel Wash ini adalah kemasannya beda dari yang lain! Bentuknya tube seperti kemasan diaper cream. Saya baru lihat produk dengan kemasan seperti ini si. Enaknya kemasan seperti ini adalah: 1) tidak mudah tumpah, 2) mudah dipegang saat mengeluarkan produk, 3) ukurannya kecil (100 ml) sehingga tidak memakan tempat. Saya bisa menyelipkannya di diaper bag, atau di kantung belakang kursi mobil. Just in case, ada yang perlu di cuci mudah diraih dan tidak perlu bongkar koper. Bahkan kalau mau ngacir ke toilet pun bisa masuk ke dalam saku celana jeans.

2019-01-10 12.38.01 1-1024x768

3 . Dinyatakan aman bagi bayi.

Lulus dermatology test di labolatorium yang terakreditasi, sehingga tidak menyebabkan iritasi di tangan maupun saat pemakaian. Untuk yang concern terhadap kandungan paraben, produk ini Paraben Free. Memiliki izin Kemenkes RI dengan nomor PKD 20202510444.

4 . Efektif menghilangkan noda.

Mengandung ekstrak jeruk nipis, sehingga efektif menghilangkan noda muntah, lemak, noda kekuningan akibat pup maupun noda makanan. Semakin segera dicuci nodanya, maka akan semakin mudah hilang.

Cara pemakaian: Larutkan 1-2 sendok makan ke dalam 5 liter air, rendam selama 30 menit lalu kucek. Jika dalam perjalanan dapat pula langsung menuang sedikit produk ke bagian yang terkena noda lalu dikucek dan bilas.

5. Produknya berbentuk gel kental.

Nah ini juga unik ni. Biasanya kan sabun cuci baju bentuknya liquid yang cair ya…. Kalau yang ini tu seperti pasta gigi gel. Jadi nggak menetes walaupun tubenya terbuka. Tapi tetap mudah dikeluarkan kok dengan sedikit dipencet. Savior banget kan. Saya tidak kawatir sabun ini akan tumpah dan mengotori barang bawaan lainnya di diaper bag. That’s why tadi saya bilang ini produk pas banget kalau disebut Travel Wash, ya karena travel friendly banget.

Kebiasaan masa lalu bawa detergen sachet ataupun mindahin detergen ke botol kecil bisa ditinggalkan ya ibuk ibuuuukkk…. Hihihi….

Harganya: Sekitar Rp 12.000,00

Where to buy: Lebih mudah ditemukan di olshop. Atau pantau cek IG @SleekBaby_id dan FB : @SleekBaby yaa!

Waaahhh, nggak nyangka panjang juga ni cerita kali ini. Saya berharap sharing kali ini bermanfaat ya teman-teman…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Gendongan Hipseat Mooimom (Setahun Pemakaian)

20181125073917_IMG_2096_1-1024x1365

Gendongan hipseat Mooimom (Lightweight Hipseat Carrier Gendongan Bayi) ini adalah gendongan hipseat kedua dari merk yang sama yang saya miliki. Segitu enak dan praktisnya si. Saya bisa pakai dalam hitungan kurang dari sepuluh detik. Covok buat emak yang suka terbirit-birit seperti saya…. Hehehe….

Gendongan pertama dari mooimom yang saya miliki sebelumnya berwarna biru, saya punya sejak Gayatri usia setahunan kurang apa ya…. Pas baru 10 kg-an beratnya. Jadi sudah setahunan berarti, berhubung bulan ini Gayatri dua tahun.

20181125073917_IMG_2096_1-1024x1365

Dulu saya pilih biru, biar suami nggak sungkan aja kalau mau pakai juga. Nah, yang baru ini, saya pilih warna peach lembut, biar lebih keibuan aja sih…. Cantik ya warnanya?

Dulu saya kurang paham kenapa kok gendongan ini disebut light weight. Ngeh si sama namanya, tapi nggak yang gimana-gimana banget. Kerasa praktisnya aja. Sekarang anak saya sudah menginjak 13 kg, makin kerasa berat, saya makin memahami latar belakang penamaan gendongan ini.

Sesuai dengan namanya light weight, gendongan ini bikin beban terasa ringan. Saya bandinginnya dengan kalau saya harus gendong Gayatri tanpa gendongan ya.

20181125073512_IMG_2084-1024x768

20181125073558_IMG_2089_1-1024x768

Kalau dengan gendongan ini beban tu seperti terbagi ke pinggang, pundak dan punggung. Jadinya kaya peribahasa itu tu…. Ringan sama dijinjing, berat sama dificult. Hihihi…. Punggung juga terasa tertarik ke belakang, alih-alih bungkuk, jadi postur tubuh saya pun jadi tegap dan ga gampang encok. Pegel bok kalau enggak pakai gendongan.

Ya walaupun Gayatri sudah bisa jalan sendiri tapi kan ada kalanya perlu digendong. Misalkan saat jalan di pinggir jalan raya. Daripada ambil risiko dia diserempet kendaraan. Ya mending saya gendong kan…. Atau saat sedang antri di duo-mart bersaudara. Daripada dia ngambilin cokelat, eh daripada saya repot bawa belanjaan sambil gandeng gandeng…. Kan mending gendong.

20181125074015_IMG_2099-1024x768

20181125074041_IMG_2107-1024x768

Fitur Gendongan

Kalau fiturnya antara yang biru dan peach, nggak ada bedanya si. Aku jabarin sbb ya….

  1. Bantalan di pundak tebal dan empuk,
  2. Bahan katun jadi nggak gatal dan nggak bikin iritasi,
  3. Ada saku di samping strap pinggang,
  4. Strap pinggang besar dan kokoh, kunciannya kuat, saya nggak kawatir gendongan akan terlepas walaupun saya handsfree. Jadi aman buat bayinya juga.
  5. Ga mudah molor bahannya, jadi struktur gendongannya tak lekang oleh waktu.
  6. Bagian tempat duduknya juga kokoh, dan dalamnya bisa dibuka sehingga memudahkan saat pencucian.

20181125074035_IMG_2105-1024x768

20181125074030_IMG_2101-1024x768

Perbedaannya sekarang tersedia tethering pad yang dijual terpisah. Tethering pad ini nama lengkapnya: Cotton Teething Pad Aksesoris Carrier.

Teething Pad

Kegunaan utamanya sebenarnya untuk anak-anak yang sedang tumbuh gigi. Biar air liurnya tidak langsung mengotori gendongan dan juga sebaliknya. Supaya lebih higienis juga, bisa langsung cuci atau diganti saat anak mulai menggigiti pad.

Buat anak saya yang sudah besar memang tidak terlalu berasa manfaatnya lagi. Hanya bisa digunakan untuk menambah kenyamanan di bagian sambungan yang ada kenop kenop plastiknya. Jadi kalau bersinggungan terasa lebih lembut dan melindungi.

Selain itu bermanfaat juga buat penggendong, kalau padnya ditaruh di pundak, bagian gendongan di pundak jadi makin nyaman kan karena empuuuuukkk.

20181125073948_IMG_2098-1024x768

20181125073535_IMG_2087-1024x768

Saya nggak menyesal si punya dua gendongan dengan model yang sama. Soalnya saya memang suka dengan bentuk seperti ini. Suami juga suka. Beneran mendukung buat gendong bayi sampai dengan toddler yang ukurannya uda cukup mengembang.

Model hipseat carrier begini membuat nyaman baik saya dan suami sebagai penggendong, maupun untuk anak ya. Sepengamatan saya selama satu tahun pakai si demikian.

Perbandingan dengan Tubuh Pemakai

Sebagai pertimbangan, saya sampaikan juga ukuran tubuh kami ya, Gayatri sekarang usia 2 tahun BB 13 kg dengan tinggi 90 cm. Saya 165 cm dh BB 60 kg, suami 178 cm dg BB 89 kg. Dengan badan penggendong dan anak yang sama-sama tinggi dan besar, gendongan ini tetap terasa nyaman karena strap di pinggang memeluk dengan pas. Sepertinya kunci gendongan ini biar bisa nyaman itu ya.

Saya merasa perlu menyebutkan poin ukuran tubuh di atas, supa temen-temen notice dan membandingkan dengan tubuh temen-temen sendiri ya saat mau memutuskan membeli suatu produk. Karena saya berpendapat kalau produk apapun yang menempel di badan, apalagi yang strukturnya cukup fix seperti hipseat ini, tingkat kenyamanannya pasti dipengaruhi juga dengan bentuk tubuh pemakai (baik yang menggendong ataupun yang digendong).

Oiyaaaa, pengalaman kelahiran menurut saya juga patut dipertimbangkan ya. Saya sendiri proses lahirannya dengan normal. Beberapa rekan ibu yang melahirkan dengan caesar menurut saya lebih baik menyoba dulu kalau bisa. Selain untuk faktor kenyamanan juga keamanan, karena kan kalau ibu dengan pengalaman sectio caesar pastinya memiliki bekas jahitan yang harus dijaga ya. Datang saja ke pameran-pameran Imbex kalau sempat untuk coba-coba dulu, atau ke toko peralatan bayi.

Setahu saya kalau di Bintaro, Toko Maebebe itu sudah available produk ini.

Informasi lebih lanjut tentang produk ini bisa langsung meluncur ke web mooimom atau via facebook dan Instagram-nya ya….

Review sebelumnya saya pernah post di artikel ini.

Sekian review dari saya. Semoga sharingnya bermanfaat yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Ngeblog Pakai Laptop Murah Meriah

asus x441

Di artikel ini saya cerita sedikit-sedikit ya tentang gadget yang saya pakai untuk ngeblog…. Ya memang ga bakal review spek yang teknis banget tapi semoga bermanfaat ngasih gambaran tentang laptop murah dan suka duka pemakaiannya.

Gadget yang saya pakai nulis terutama adalah laptop. Kadang saya memang ngedraft di handphone pakai aplikasi notes. Tapi itu draft kasar banget. Random thought random thought yang muncul selama di perjalanan dari dan ke kantor. Kelemahannya kalau pakai handphone tu jempol saya kegedean. Sering banget typo jadinya…. Hehehe….

Jadi draft-draft tersebut di atas akan saya kompile, perbaiki typonya dll di laptop. Saya melakukan editing dan menambahkan gambar dulunya juga di laptop. Soalnya handphone saya dulu memorynya terbatas banget. Selain gambar, edit video juga di laptop.

Demikianlah peran laptop bagi blog saya. Berjasa banget kan yes!

setrong

Sebelumnya pas belum LDM saya mah minjem laptop suami. Pas LDM sempat beberapa bulan, saya nggak punya laptop sendiri…. Rasanya merana. Kadang nolak sponsored post juga loh, karena tahu diri nggak bisa ngerjain maksimal. Ga mungkin juga keseringan ngeblog di kantor kan. Bisa dijewer atasan.

Akhirnya saya memberanikan diri ngajukan proposal ke suami untuk beli laptop. Ya memang demi ngeblog, hobi saya, pengobat rasa sepi dan stress. Toh juga sering dapat uang tambahan juga dari blog ini.

Bukan asal ngajuin proposal juga. Awalnya saya beraninya minta netbook. Seharga voucher hadiah lomba the urbanmama. Soalnya saat itu kami long distance marriage dan beneran sedang ngirit-ngiritnya….

Saya: Pak saya dapat hadiah voucher dari the urbanmama tiga juta rupiah di jd.id. Boleh tak beliin netbook nggak?
Suami: O gitu….
Hati saya mencelos waktu dijawab cuma o-gitu sama suami. Lama pula dia lanjut jawabnya. Namun ternyata kalimat berikutnya membuat saya bahagia.
Suami: “Nggak mau sekalian laptop aja po? Nanggung kalau netbook segitu. Laptop yang murah-murah aja sekarang uda banyak yang bagus. Aku tambahin deh (uangnya).”
Aaaaaakkkk….. Rasanya pengen langsung melompat peluk, sayang orangnya jauh di luar kota.

asus x441

Singkat cerita punyalah saya laptop Asus tipe X441 dengan harga sekitar 3,5 jutaan.  Jujurly speaking ini laptop low end ya. Murah meriah. Awalnya saya sendiri ya rada under estimate sama kinerjanya. Punya aja uda alhamdulilah. Hanya berharap dia akan berfungsi baik untuk ngetik, ngedit foto dikit-dikit uda. Wong harganya aja lebih murah dari handphone saya saat itu (iph*ne 5s, 16Gb).

Spesifikasi Asus tipe X441 sebagai berikut:

  • Processor : Intel Pentium N5000 Processor (4M Cache, up to 2.6 GHz)
  • RAM : 4GB DDR4 2133 MHz
  • HDD : 1TB (5400 rpm)
  • ODD : DVD Super Multi
  • Graphic Card : Intel HD Graphics
  • Display : 14.0″ HD (1366×768)
  • Wireless : WIFI
  • Bluetooth : Bluetooth 4.0
  • OS : DOS
  • Camera : VGA Web Camera
  • Carrying Case : Asus Backpack
  • Color : Brown

So, saat laptop ini lancar juga saya pakai untuk edit video, saya agak terkejut gitu. Jadi rada terharu malah. Saya langsung edit beberapa video yang sudah lama saya rekam dan unggah di youtube. Hihihihi….

Saya nggak mau peres bilang kalau laptop ini luar biasa mumpuni. “Senjata yang mematikan.” Ya nggak gitu juga, tapi kalau dibandingkan dengan harganya, yang saya bilang bahkan sama handphone jadul saya aja masih mahal handphone saya, ya, bisa dibilang laptop ini kinerjanya exceed my expectation. Outstanding di kelasnya ya….

Masa iya saya mau bandingin sama versi terbarunya si Zenbook. Bisa diludahi saya sama Asus, “Duit dikit aja banyak mau lu!” Wkwkwk…. Untung saya pengguna yang tahu berterimakasih.

Woy curhat terus wooyyy kapan reviewnyaaa!

hehehe

Oh iyaaa hihihi….

Intinya tadi si saya cuma mau bilang, kalau mau usaha jangan menunggu harus pakai gadget yang terbaik. Kalau nunggu terus kan malah jadi nggak mulai-mulai. Nanti kalau usahanya sudah mulai menghasilkan bisa mulai upgrade upgrade (Asus ini uda membantu saya upgrade handphone dari yang 16 Gb jadi 128 Gb loooh, puji Tuhan, thanks leppie-ku sayaaang!). Sambil terus usaha juga siapa tahu ada kompetisi atau project endorsement yang bisa kita menangkan. Aamiin sodara-sodara? Aamiin.

Singkat kata, perangkat yang mumpuni memang akan memudahkan para content creator untuk menghasilkan content dengan lebih efektif dan efisien. Namun bukan berarti gadget yang lebih affordable tidak bisa mendukung produktivitas. Ya bisa juga. Pintar pintar saja ngakali dan memilih ya….

Berikut adalah hal-hal yang sering saya lakukan bersama Laptop Asus X441:

1. Multitasking.

Sambil ngeblog di web wordpress.org biasanya saya sambil ngedit foto, sambil blogwalking. Selama ini saya merasa cukup nyaman melakukan hal tersebut. Bahkan saya sering blogwalking sampai puluhan blog dalam sehari loh, kalau sedang rajin, hehehehe….

2. Edit foto dan video.

Saya ngedit foto menggunakan aplikasi online seperti Canva, dan kemudian mereduksi ukuannya dengan Ms. Office, sementara untuk video saya menggunakan Filmora Wondershare.

3. Ringan dan aman untuk dibawa mobile.

Ringan, ultra light yaitu sebesar 1,7 kg. Ringan banget kan, saya jadi bisa bawa laptop di tas punggung yang berisi laptop, sambil gendong Gayatri di depan yang beratnya uda 13 kiloan, plus kadang nenteng laundry lima kiloan di lengan. Mantap kan….

Bezel yang tebal, bagian atas adalah 2,4 cm sedangkan di samping sekitar 1,9 cm. Bezel yang tebal ini sebenarnya kurang estestis ya. Lebih cakep pan kalau full lcd gitu, kayak lapptop laptop jaman now. Tapi buat saya yang sering membawa laptop ini berpergian dan agak ceroboh ini, bezel yang tebal akan meminimalisasi kerusakan akibat benturan. Jadi tidak langsung ngebentur LCD gitu.

4. Meminimalisasi kelelahan.

Ukuran touchpad yang cukup lebar. Plus pada area palmrest, Asus memberikan fitur Ice Tool Technology untuk meminimalisasi pergelangan tangan terasa panas saat menggunakan laptop dalam waktu yang lama. Monitornya juga memiliki Eye Care Mode yang saya rasakan secara langsung memang terbukti mengurangi kelelahan pada mata saat memandang monitor terlalu lama.

5. Menggunakan koneksi dari berbagai port.

Port yang dimiliki oleh notebook ini antara lain, port USB 3.0, USB 2.0, pembaca micro SD, audio jack serta dan HDMI dan USB Type-C. Selain itu juga ada Bluetooth 4.0 dan port Wi-Fi 802.11ac untuk koneksi data nirkabel serta juga ada CD room. Cukup membantu banget untuk transfer foto dari handphone menggunakan kabel data. Transfer foto dan video dari mirrorless juga mudah dengan micro SD.

Port-port ini lumayan lengkap dan mengakomodasi kebutuhan saya sebagai blogger. Untuk jaringan wifi saya juga bisa terkoneksi dengan mudah. Wifi kan sudah seperti napas kehidupan yeees!

Waittt…. Saya bakal update lagi artikel ini dengan real picture ya…. Ini keingetan untuk nulis saat masih liburan di rumah orang tua dan ternyata belum bawa foto-fotonya. Sampai jumpa lagi yaaa! Semoga sharing kali ini bermanfaat!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Buku Montessori Play and Learn Lesley Britton

2018-12-15 01.48.46 2

Sejak tertarik dengan metode Montessori sebagai salah satu cara pandang parenting, saya sering hunting review buku Montessori. Buat beli yang cucok tentunya. Kenapa buku? Karena saya pengen tahu prinsip-prinsip mendasar dari metode ini. Soalnya banyak banget kan konten-konten di media sosial terutama instagram yang menggunakan embel-embel #montessori tapi dengan bentuk yang beraneka ragam. Biar tidak bingung pengennya si punya pegangan yang tepat gitu….

Awalnya sempat tertarik pada bukunya Maria Montessori sendiri yang Absorbent Mind. Namun setelah baca reviewnya di beberapa portal buku, saya mundur. Banyak yang berpendapat buku ini terlalu “ilmiah” dan “susah dikunyah” untuk orang baru yang sama sekali nggak punya latar belakang pengetahuan tentang montessori.

Berhubung saya memang awam sekali dengan metode ini; tak pernah datang di sekolah murni montessori. Jadinya saya undur untuk membacanya dan mencari yang lebih handy.

2018-12-15 01.48.46 2

Tertarik dengan bukunya Lesley Britton setelah sekilas lihat promonya di @kotakmainmainan dan baca-baca reviewnya. Sepertinya ini buku yang saya cari: ringan dan easy digest. Cucok meyong buat saya yang super beginner ini.

Deskripsi Buku

Judul: Montessori Play and Learn

Buku ini diterjemahkan dari Montessori Play and Learn terbitan Vermilion yang diterbitkan pada tahun 1992. Buku yang saya miliki ini cetakan ke tiga di bulan Maret 2018, diterbitkan oleh B First (PT Bentang Pustaka) dan didistribusikan oleh Mizan Media Utama.

Penulis: Lesley Britton, seorang Montessorian dan founder London Montessori Centre. Diterjemahkan oleh Ade Kumalasari, disunting oleh Noni Rosliyani dan Ranny Afandi.

Jumlah Halaman: 280 halaman.

Resume:

Di sampul buku ini disampaikan bahwa tujuan dari buku ini adalah mengoptimalkan potensi anak dengan permainan untuk usia 2 – 6 tahun. Berisi tentang:

  1. Selayang pandang Montessori; siapa itu Maria Montessori dan apa esensi metode Montessori,
  2. Bagaimana menerapkan Montessori di rumah, dalam hal ini tips merencanakan rumah ramah anak,
  3. Ide aktivitas Montessori praktis sehari-hari di lingkungan rumah maupun wilayah sekitarnya.

Buku ini berisi enam bab utama:

  1. Siapa Maria Montessori?
  2. Esensi Metode Montessori
  3. Menerapkan Metode Montessori
  4. Merencanakan Rumah Ramah Anak
  5. Menjelajah Lingkungan Sekitar
  6. Menemukan Dunia

Bab yang paling berkesan bagi saya tentunya adalah Bab 2. Esensi Metode Montessori. Pada bab ini dibahas tentang:

  • Cara kerja otak anak yang memengaruhi cara anak belajar. Poin ini dijelaskan melalui pandangan Maria Montessori: Absorbent Mind. Atau pandangan bahwa anak memiliki cara belajar dengan menyerap apa yang di lingkungannya menggunakan panca indra yang dimilikinya. Kurang lebihnya mungkin seperti itu, cmiiw.
  • Pada bab ini saya juga belajar tentang enam periode sensitif yang dialami anak-anak: 1) sensitif pada keteraturan, 2) sensitif pada bahasa, 3) sensitif pada berjalan kaki, 4) sensitif pada aspek sosial kehidupan, 5) sensitif pada benda kecil dan 6) sensitif pada belajar melalui indra. Keenam-enamnya dibahas di bab dua.

2018-12-15 01.48.46 1

2018-12-15 01.48.45 1

Review (In My Humble Opinion)

Daaaaaannnn…. Serius saya bersyukur banget baca buku ini. Enak banget di baca. Terjemahannya oke banget. Semuanya pas, mudah dipahami. Selanjutnya saya ikut workshop singkat tentang Montessori di Sunshine Training Center, dan materi yang ada di buku ini beneran membantu saya banget dalam memahami materi-materi workshop.

What I love

Poin plus pertama dari buku ini: enak dibaca.

Poin plus berikutnya adalah: compact. Jadi materinya tu disampaikan singkat padat dan jelas.

Jadi untuk ibu-ibu yang waktunya terbatas, cocok banget lah. Saya nggak sampai seminggu sepertinya baca buku ini. Padahal bacanya malam-malam setelah Gayatri bobok atau sebelum saya berangkat kerja.

Ga bertele-tele dan langsung ke pokoknya. Ini kalau makanan semacam uda jadi sari-sarinya itu.

Manfaat Buku Ini

Bagi yang ingin mendalami Montessori:

  • Bisa mendapatkan gambaran umum yang sederhana, sebelum mempelajari lebih jauh. Jadi seperti menyicipi dulu kulit-kulitnya gitu loh.

Bagi orang tua secara umum:

  • Seperti saya yang walaupun tertarik namun tidak berencana menjadi montessorian yang saklek, buku ini tetap memberikan manfaat yang baik: memberikan wawasan dan pandangan tentang kepengasuhan. Wawasan ini memang tidak serta merta mengubah saya menjadi orang tua yang sempurna seperti perubahan Power Rangers yang instan, namun cukup memberikan saya “pengingat” bagaimana seharusnya memosisikan diri sebagai orang tua terhadap minat dan potensi anak.
  • Membantu saya memahami beberapa fenomena atau tingkah laku unik yang dilakukan anak saya.
  • Membantu saya menemukan ide aktivitas bersama anak di rumah.
  • Memberi saya wawasan tentang bagaimana sebaiknya menata rumah agar rumah lebih ramah anak.

How to Buy:

Saya membelinya via Shopee kalau tidak salah di tokonya kotakmainmainan, seharga kurang lebih Rp 60.000,00-an sebelum ongkir (eh tapi pas itu free ongkir deng, karena beli barang lainnya juga). Kira-kira ya, saya lupa pastinya. Di Gramedia juga ada, tapi sepertinya harganya lebih mahal, hehehe….

Nah, sekian review singkat ala nyonyamalas. Selain buku ini saya baca dua buku lain tentang Montessori. Akan saya review mungkin beberapa minggu lagi ya…. So stay tune, dan semoga reviewnya bermanfaat ya!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!