Memilih Detergen Bayi Bebas SLS

detergen bayi bebas sls

Saat diminta menyoba produk cairan pembersih pakaian bayi dari Purebaby, saya riset dulu tentang produk ini dan kemudian cukup tertarik dengan beberapa klaim yang diberikan oleh merk dagang ini. Terutama karena di kemasannya tercantum bahwa detergen bayi ini bebas SLS, hypoalergenik dan juga ramah lingkungan.

Poin ramah lingkungan memang beberapa waktu terakhir cukup menarik minat saya. Walaupun belum secara serius melaksanakannya, saya pernah sampai membeli Bastille Soap (sodaranya Castille Soap) sebagai alternatif sabun yang bisa dibilang 100% alami. Produk Bastille Soap ini bersifat plant base atau dari minyak-minyak yang dihasilkan tumbuhan dan tidak mengandung bahan kimia sintetis. Namun karena produk alami ini relatif mahal dan juga kurang praktis, maka saya undur, dan kembali menggunakan produk pabrikan biasa (yang sadly, mengandung SLS).

Beberapa klaim dari Purebaby tersebut di awal, membuat saya berharap kalau akhirnya saya menemukan produk yang as natural as possible, but still effective and affordable. Saya yakin teman-teman pun sebenarnya menginginkan hal yang sama. Pengen ada produk yang terjangkau, tetap membersihkan dengan baik dan yang pasti aman bagi bayi dan juga lingkungan.

detergen bayi bebas sls

Natural as possible, but still effective and affordable.

Sounds too good too be true ya?

Hehehe…. Untuk itu saya menerima produk tersebut dan menyobanya, serta membandingkan produk laundry liquid Purebaby dengan dua jenis sabun cuci yang saya miliki di rumah. Kedua produk pembanding tersebut adalah 1) produk pabrikan yang mengandung SLS yang biasa saya pakai serta 2) produk Bastille Soap. Maksud saya di sini membandingkan ketiga produk ini BUKAN untuk menyatakan bahwa produk yang tidak cocok bagi saya itu pasti jelek bagi teman-teman atau sebaliknya.

Dalam perbandingan yang akan saya lakukan, saya akan sampaikan poin-poinnya, sehingga semoga bisa jadi wawasan baru bagi teman-teman dan masukan dalam memilih mana produk yang tepat untuk kondisi masing-masing. Karena bagaimanapun kondisi serta apa yang dirasa penting bagi masing-masing orang kan bisa berbeda. Jadi hasil penilaiannya pun bisa berbeda pula.

Untuk memudahkan penyebutan maka saya akan menyebut produk pabrikan yang mengandung SLS yang biasa saya pakai dengan “Sabun SLS” sebagai pembanding pertama dan produk alami  sebagai pembanding kedua dengan sebutan “Bastille Soap”. Dalam membandingkan ketiga produk ini, saya akan menggunakan skala 1-5, dimana poin 1 adalah poin paling jelek (tidak saya sukai) dan poin 5 adalah poin paling bagus (paling saya sukai).

purebaby

Berikut adalah alasan dan penjelasan bagaimana saya menilai ketiga produk, sehingga menghasilkan penilaian dalam tabel:

Percobaan dan First Impression

Di gambar dibawah, Sabun SLS adalah sabun di gelas paling kiri, Purebaby di tengah dan Bastille Soap di paling kanan. Terlihat busa yang dihasilkan sabun SLS memang paling banyak dibandingkan sabun lain. Sementara busa paling sedikit dihasilkan oleh Bastille Soap. Jumlah sabun yang digunakan di masing-masing gelas sama, yaitu satu sendok makan. Mungkin hal ini disebabkan selain karena bahan baku juga karena tingkat kekentalan sabun yang berbeda.

detergen yang aman bagi bayi

Saya merendam sapu tangan yang sengaja saya beri noda kecap masing-masing sebanyak tiga tetes kecap. Kemudian saya merendamnya selama sepuluh menit. Untuk Sabun SLS dan Purebaby noda kecap hilang tanpa perlu dikucek hanya perlu diaduk-aduk di gelas, sementara di gelas Bastille Soap selain diaduk, perlu dilakukan pengucekan ringan agar nda kecap bersih sempurna. Pada akhirnya semua noda memang bersih, hanya usaha yang diperlukan saat menggunakan Bastille Soap lebih besar.

detergen bayi yang bagus

Saat pembilasan dilakukan, yang paling mudah dibilas dan terasa kesat adalah sapu tangan yang direndam Bastille Soap. Fakta yang sudah dapat diduga ya…. Yang paling licin di tangan setelah dibilas adalah sabun SLS. Purebaby sendiri cukup kesat dan mudah dibilas.

Saya kurang suka dengan bau Bastille Soap saat digunakan mencuci, baunya seperti minyak goreng. Berbeda dengan Purebaby yang wanginya lembut khas bayi. Namun untunglah, saat kering tidak ada bau minyak goreng yang tersisa.

Karena saya lebih suka pakaian Ning Gaya sedikit wangi (tidak menyengat) agar saat disimpan di lemari tetap segar dan tidak bau apek, saya prefer tidak menggunakan Bastille Soap. Namun, jika ada ibu yang lebih suka pakaian tidak berbau mungkin akan lebih menyukai Bastille Soap ya….

IMG_5129

Perbandingan Formula

Mengandung SLS?

Sabun Purebaby dan Bastille Soap sama-sama tidak mengandung SLS. Alih-alih SLS yang dinyatakan sebagai surfaktan yang merusak lingkungan dan dapat menimbulkan iritasi, kedua sabun ini menggunakan surfaktan berbasis tanaman.

Purebaby menggunakan minyak kelapa ditambah gula jagung sebagai agen pembersih noda (dalam ingredients di kemasan ditunjukkan dengan nama Alkyl Polygycoside). Sementara Bastille Soap yang saya punya berbahan dasar minyak kelapa, minyak biji bunga matahari dan minyak jarak.

Kalau sabun SLS nggak perlu ditanya lagi ya, hehehe, sesuai sebutan yang saya sematkan, produk yang saya miliki ini mengandung Sodium Lauryl Sulfate. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahan ini dinilai sebagai bahan yang merusak lingkungan serta berpotensi mengiritasi kulit. Cerita tentang SLS sebelumnya pernah saya bahas juga di artikel: 4 Sabun Mandi Bayi Bebas SLS.

Mengandung Anti Bakteri dan Anti Jamur?

Beberapa detergent bayi SLS mengandung bahan pengawet (misal Methylisotiazolinone) yang bekerja juga sebagai anti bakteri. Bahan itu memiliki risiko untuk kesehatan bayi. Purebaby sendiri mengandung N-Alkylaminopropyl Glycine yang merupakan anti jamur dan anti bakteri. Sementara Bastille Soap yang saya miliki tidak mengandung anti jamur maupun anti bakteri.

Terkait dengan Bastille Soap, sebenarnya masih bisa diakali dengan menambahkan essential oil dengan properti anti jamur dan atau anti bakteri seperti halnya lemon atau tea tree. Namun tentu saja penambahan EO ini mengakibatkan peningkatan biaya, mengingat EO harganya juga tidak murah.

Anti bakteri dan anti jamur ini penting buat saya, karena bakteri dan jamur kan berkeliaran dan tak kasat mata, apalagi saya biasanya mencuci dan menjemur pakaian di malam hari sampai kemudian diangkat di sore hari. Hal ini karena saya berkerja dari pagi sampai sore. Jadi potensi berbau apek karena bakteri dan jamur cukup besar. Belum lagi apabila hari mendung atau hujan.

Properti anti bakteri dan anti jamur juga saya percaya membantu meminimalisasi penyebaran penyakit.

setrong

Perbandingan Harga

Harga Sabun SLS yang saya miliki adalah Rp 55.000,00 / 800 ml atau sekitar Rp 68,00/ ml. Sebelas dua belas dengan harga Purebaby Laundry Liquid yang Sebesar Rp 59.000,00 / 900 ml atau sekitar Rp 65,00 / ml. Kedua produk ini saya beli dalam kemasan refill. Sementara Bastille Soap yang saya miliki tidak ada yang dalam kemasan refill sehingga saya membelinya dalam kemasan botol Rp 100.000,00 / 1 L atau sekitar Rp 100,00 / ml.

Sebagai perbandingan lagi, harga detergen cair biasa (yang bukan khusus bayi) paling sekitar 20 – 30 ribuan untuk 800 ml.

Apabila menggunakan Bastille Soap dan menambahkan essential oil, maka perlu juga memperhitungkan harga EO. Perkiraan EO harga termurah yang pernah saya tahu adalah sekitar Rp 50.000,00 / 10 ml. Penggunaannya hanya beberapa tetes si sebenarnya, jadi dikira-kira sendiri ya biayanya. Tetep pasti akan jauh di atas Sabun SLS dan Purebaby.

In My Humble Opinion

Dari tabel nilai, dapat disimpulkan kalau saya cukup terkesan dengan produk Purebaby ini. Bagi yang belum familiar dengan produk Purebaby Laundry Liquid, foto produknya adalah sebagai berikut:

pure baby laundry liquid

Resume Kelebihan Purebaby:

  • Mengandung bahan alami yang aman bagi lingkungan.
  • Tidak mengandung SLS yang dapat membuat iritasi.
  • Mengandung anti bakteri dan anti jamur.
  • Baunya lembut dan segar.
  • Harganya relatif terjangkau.

Intinya, harapan saya menemukan produk yang as natural as possible, but still effective and affordable berarti terpenuhi. Good job Purebaby! Bagi Nyonyah yang sedang mencari produk cairan pembersih pakaian bayi, saya rasa patut untuk mempertimbangkan produk ini.

PS.

Demi etika, saya tidak akan menyebutkan merk dagang produk sabun SLS yang saya gunakan. Namun yang pasti di ingredientsnya mengandung Sodium Lauryl Sulfate (agen pembersih) dan Methylisothiazolinone (pengawet). Sila cek produk detergen bayi yang digunakan di rumah masing-masing yaaaa!

Semoga artikel kali ini bermanfaat yaaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Menginap di Hotel Sheraton Jogja Bareng Bayi

loby sheraton jogja

“Tempat yang sempurna buat short get away. Nyaman, tenang, rileks.” Kira-kira kalau dirangkum dengan singkat, seperti itulah kesan saya terhadap Hotel Sheraton Jogja.

Saat Gayatri berusia 9 bulan, saya sempat menginap beberapa hari di Hotel Sheraton Jogja. Tentunya bareng Gayatri dan suami. Secara keseluruhan menginap di sana menyenangkan. Hotel Sheraton Jogja ini tampaknya adalah kerjasama antara Sheraton dengan Mustika Ratu. Makanya dinamai dengan Sheraton Mustika. Foto ibu Mooryati Soedibyo saat masih muda terpampang besar di lobby hotel. Kerjasama tersebut juga nampak dari adanya spa di hotel yang kesemuanya eksklusif menggunakan produk dari Mustika Ratu. Sayang sekali saya tidak sempat mencoba spa-nya. Jadi review hotel Sheraton Jogja ini akan ditulis hanya dari sisi tempat menginap saja.

loby sheraton jogja

Berikut review Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta ala nyonyamalas:

1 . Kamar

Saya dapat kamar double yang menghadap taman. Jadi tidak dapat best view pemandangan Gunung Kidul. Kamarnya standar hotel bintang 5. Dan saya sukanya terang banget tanpa bantuan lampu pun terang ya. Jendelanya guede, jadi bermandikan cahaya matahari.

interior sheraton jogja

interior sheraton mustika yogyakarta

Kamar mandi dengan bathtub.

kamar mandi sheraton jogja

2 . Playground

Ada dua playground. Yang di dalam gedung dan di luar gedung. Playgroundnya yang di luar, ada bangunan kecil tersendiri di dekat taman dan kolam renang. Semacam ruang kosong beralas karpet. Tampak usang walaupun bersih dan terawat. Kalau yang di dalam gedung so far lumayan buat main anak usia 2 tahunan ke atas.

3 . Makan

Seperti umumnya saya dapat sarapan (include kamar) untuk dua orang dewasa. Makanannya enak, saya pribadi cukup puas. Walaupun tidak bisa dibilang istimewa untuk ukuran bintang 5 (saya bandingin dengan The Westin Kuningan masih oke The Westin, dibandingkan dengan Park Hotel yang bintangnya di bawah Sheraton kira-kira setaranya).

ruang makan

Yang unik, do sini ada stall khusus gudeg. Yang menurut saya enak. Kreceknya puedes dan arehnya mantep. Di stall gudeg ini tersedia jamu beras kencur dan juga kunyit asam.

stall gudeg

4 . Ruang fitness

Ada di dekat ruang spa. Saya tidak berkesempatan ke sana. Berharap kalau ada kesempatan kembali bisa mampir ke ruang fitnessnya.

5 . Kolam renang

Ada 2 kolam renang, satu indoor dan satu outdoor. Yang indoor lokasi berdekatan dengan tempat spa. Sementara yang outdoor berdekatan dengan playground. Kolam renang outdoor terbagi menjadi dua lagi, untuk anak-anak dan untuk dewasa.

Suka sekali, nuansanya berasa adeeem dan relaxing. Banyak pohon-pohon sehingga asri dan seperti di kampung Bali.

menuju kolam renang sheraton jogja

kolam renang sheraton jogja

Di tengah kolam renang dewasa disediakan bar. Sementara di tepinya ada tempat istirahat. So far bikin betah. Jangan lupa kalau kemari bawa baju renang dan kacamata renang yaaa!

6 . Shuttle bus

Ada shuttle bus yang disediakan untuk ke bandara setiap setengah jam sekali. Dan ada shuttle bus yang disediakan untuk ke malioboro. Jadwal ke malioboro pukul 10.00, 13.00, 16.00, 19.00 dan 21.00.

7 . Spa

Sayangnya saya belum sempat mencoba spa di sini. Padahal ini salah satu signature featurenya Sheraton Mustika Yogyakarta. Kata temen saya si endeus ya…..

love love

What I Love:

1 . Tempatnya tenang sekali karena jauh dari jalan raya. Namun tenang, jika mau keluar ada shuttle bus kok. Jadi nggak perlu jalan, soalnya jauh banget booook!

2 . Ada shuttle bus ke malioboro dan bandara. Yang saya salut, shuttle bus nya on timeeee!!! Kalau saya masukkan biaya transportasi sebagai pengurang biaya total. Biaya hotel jadi terasa worthy banget.

3 . Makanannya sebenarnya standar banget untuk ukuran hotel bintang 5. Favorit saya tetap Park Hotel Cawang untuk makanan. Namun, di sini menyediakan juicer yang bisa dipakai di resto (tentu ada staf yang mengoperasikan). Saya senang sekali karena ini bermanfaat untuk saya yang membawa bayi dalam menyiapkan mpasi. Karena kadang kalau jus yang ready di hotel kan ada tambahan gula atau sirup, dengan adanya juicer di Sheraton saya bisa memastikan jus yang saya sediakan untuk Gayatri sesuai harapan saya. Tanpa tambahan apapun.

MPASI

4 . Di dalam hotel ada counter polo. Saat itu sedang diskon 60% hihihihi…. mayan banget lo buk ibuuukkk….

5 . Staf-nya lovable bangeeet! Merasa berada di lingkungan sendiri. Ini preferensi saya pribadi ya…. tapi saya suka suasana njawani-nya yang ga terlalu berlebihan. Saya senang bisa ngomong jawa alus dengan staf hotel (saya orang jawa). Namun ga seperti Inna Hotel yang suasana jawanya berasa terlalu “ningrat”, di sini tidak terlalu menjaga jarak banget. Staf yang menjaga stal gudeg masih mau bercanda. Sopan namun akrab. Bukan seperti atasan-bawahan. Tapi seperti tamu dan tuan rumah yang senang membantu. It’s very lovely….. Pas!

6 . Untuk penyuka gudeg. Hotel ini ada di samping Gudeg Yu Djum persis!

7 . Lokasinya juga cukup dekat dengan Bandara.

Harga: Rp 1.000.000,00/net per malam. Apabila tempat kerja nyonyah ada corporate rate, manfaatkan saja, siapa tahu bisa dapat diskon. 😊

Tips untuk yang menginap membawa bayi (saat itu usia Gayatri kurang lebih 9 bulanan).

1 . Jangan lupa untuk meminta high chair setiap sarapan,

2 . Karena gayatri (9 bulan) anak saya sudah bisa makan nasi, makanan yang disediakan hotel menurut saya sudah bisa dimodifikasi untuknya.

Beberapa paduan menu 4* yang pernah saya coba:

  • nasi, kacang merah (dimash kasar dengan sendok), ikan fillet goreng tepung (kupas tepungnya), wortel rebus untuk finger food,
  • Kentang (atau kadang hash brown), omelete telur (request tanpa garam, paprika, dll), tomat panggang, kacang merah,
  • Nasi, telur rebus (telurnya saya minta dari stall gudeg), buncis
  • Ayam suwir (dari stall bubur ayam), nasi, tomat panggang, keju

contoh MPASI di sheraton jogja

3 . Minta bantuan staf hotel untuk menurunkan kasur dari dipan. Hal ini saya lakukan untuk menghindari kecelakaan, bayi ngglundung dari kasur karena tidak ada pengamannya.

4 . Pilih kamar dengan bathtub jika memungkinkan untuk memudahkan prosesi mandi. Kalau tidak memungkinkan bayi bisa dimandikan di wastafel si, cuma bakal basah dimana-mana hehehe. Kalau bayi sudah bisa berjalan si, pakai shower nggak masalah ya.

5 . Bisa minta extra air mineral loh. Kami dapat extra 2 botol setelah staf hotel tau kami membawa bayi. Bukan masalah harga air mineralnya sih, tapi perhatiannya itu loh. So sweeet. Thankyuuu Sheraton Mustika!

Yang perlu diperhatikan lebih lanjut:

1 . Untuk rekan-rekan yang datang bersama lansia/ anak berkebutuhan khusus/ pasien yang menggunakan kursi roda, mohon konfirmasi dulu ke hotel apakah ada tempat drop off yang lebih ramah terhadap kaum disabilitas. Saya lupa menanyakan hal ini. Namun saya mengingat ketika turun dari drop off, untuk menuju lobi perlu berjalan kaki menaiki tangga yang lumayan tinggi. Staf hotel sangat helpful, sehingga saya rasa mereka akan menginformasikan apabila ada jalur yang lebih nyaman.

2 . Hotel ini menurut saya lebih cocok untuk bulan madu ya daripada untuk urusan bisnis. Pokoknya ngerem aja di hotel gitu nggak kemana-mana bakal betah banget dengan fasilitasnya. Seperti resort. Kolam renangnya menyenangkan, ada spa, makanannya juga oke, lokasinya sangat tenang pula.

Contact

Telepon: (0622) 74488588

Alamat: JL Laksda Adisucipto KM 8.7, Maguwoharjo, Kec. Depok, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282

Sekian review Hotel Sheraton Jogja, semoga bermanfaat ya Nyaaah!

Salam sayang selaluuuu….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Perlengkapan Bayi Mothercare Toiletries

review perlengkapan bayi mothercare

Satu hal yang saya pelajari setelah satu tahun lebih mengurus Gayatri anak saya adalah: kalau ada perubahan pada kondisi kulit bayi kita, jangan panik dan langsung menyimpulkan kalau kulit bayi kita sensitif…. Bisa jadi hanya karena tidak cocok dengan udara atau tidak cocok dengan kandungan perlengkapan bayi yang kita berikan.

Ya, sedikit banyak seperti wajah kita ya. Kalau skincare-nya nggak cocok kan kadang ada reaksi tertentu. Cuma kalau di orang dewasa kan lebih santai ya menghadapinya.

Kalau bocah…. waduuuu garuk garuk melulu. Padahal merah-merahnya dikit, cuma karena kepanasan dan keringetan doang, tapi garuk-garuknya uda kaya ekskavator ngegaruk kali Ciliwung. Semangat 45. Lecet dimana-mana. Jadi PR baru, ngobati luka-lukanya.

hiks

Hihihi, ada yang ngalamin hal yang sama nggak?

Saya ngalamin. Gayatri kena biang keringat ringan gitu, tapi karena saya nggak berani ngasih bedak tabur untuk meminimalisasi rasa gatalnya. Hal itu karena kami berdua sama-sama alergi debu, kalau bengek kan tambah repotttt. Solusinya waktu itu adalah nyari bedak cair.

Tapi nggak sembarang bedak cair. Saat itu di rumah memang ada bedak cair untuk orang dewasa. Tapi ada kandungan Calamine-nya. Saya nggak berani ngasih itu ke anak saya,, karena selain ada tulisan tidak untuk bayi, di webnya Paula’s Choice Calamine juga dibilang bisa bikin iritasi. Hasil googling, membuat saya menemukan produk Mothercare All We Know Liquid Talc.

Terhitung per hari ini kira-kira sudah hampir 5 bulan Gayatri menggunakan produk Liquid Talc dari Mothercare, kira-kira yang kami gunakan sudah sebanyak ini:

mothercare liquid talcYang kempot itu punya Gayatri yang lama, sementara yang masih gendut itu yang baru. Selain produk yang Liquid Talc, rangkaian Mothercare Toiletries masih ada lagi. Yang pernah Gayatri coba lainnya adalah Body Wash dan Lotion. Saya review satu-satu yaaaakkk….

perlengkapan bayi mothercare toiletries

1 . Mothercare All We Know Liquid Talc

Yang paling saya sukai dari produk ini adalah, kemampuannya menyerap keringat, sensasi ademnya (soothing) dan kemampuannya mengurangi rasa gatal. Jadi bukan demi wangi-wangi dan kelihatan habis mandi aja ya…. Wkwkwk….

Seperti yang saya ceritakan di atas. Awal mula pertemuan saya dengan produk ini adalah karena Gayatri kadang kena biang keringat ringan. Untuk menghindari kerusakan (lecet, dll) lebih lanjut karena kegatelan tangannya atau karena gesekan, saya oleskan krim ini. Daerah yang paling sering dioles adalah leher dan di bagian perut yang terkena karet diapers.

Saya sempat mengabadikan salah satu momen gatelnya sbb:

mothercare before after

Kalau uda oles-oles, biasanya tangannya nggak garuk-garuk lagi. Saya menyimpulkan gatalnya uda mereda. Biang keringatnya karena memang nggak pernah yang parah-parah banget, biasanya besoknya sudah hilang.

Saya juga tidak kawatir mengolesinya sering-sering (setiap setelah mandi + kalau cuaca panas) karena produk ini berbahan natural serta tidak mengandung paraben. Selain itu saat lotionnya kering juga tidak menimbulkan banyak serbuk yang saya kawatirkan akan mengganggu pernapasan Gayatri (dan saya juga sik, maklum bengek, hehehe).

Selidik punya selidik, kandungan Chamomile di dalam produk ini memang bisa mengurangi rasa gatal. Dan tidak seperti Calamine, natural extract Chamomile ini mild banget, jadi aman bagi bayi sekalipun.

Selain untuk membantu mengurangi rasa gatal, saya sering menggunakan produk ini sebagai after sun, karena sifatnya yang soothing. Jadi kalau habis kepanasan di luar ruangan/ terpapar sinar matahari, efeknya nyesss…. 11-12 seperti produk Aloe Vera.

Bahan-bahan lengkapnya nya sebagai berikut:

mothercare liquid talc ingredients

Kalau teliti membaca di urutan atas ada tapioka stach-nya tuuuuhhh, mengingatkanku pada nasihat simbah-simbah di kampung. Kalau bayi-bayi biang keringat dikasih tepung tapioka biar sembuh. Dan it’s works! Kearifan lokal yang melegenda. But Mothercare do better lagi dengan menambahkan ekstrak chamomile dan olive fruit oil, dn mengemasnya ke dalam kemasan tube yang praktis dan higienis.

2 . Mothercare All We Know Baby Lotion

Lotionnya tidak terlalu kental, saya suka teksturnya. Jadi mudah menyerap di kulit bayi dan tidak lengket. Seperti juga Liquid Talc, lotion ini ngademin kulit. Bedanya setelah penggunaan, lotion tidak berubah menjadi talc, melainkan meresap ke kulit seperti pelembab. Eh, emang pelembab ding…. Hehehe….

Bahan-bahannya sebagai berikut:

mothercare baby lotion ingredients

Waktu terbaik untuk menggunakan produk ini adalah setelah mandi yaaak!

3 . Mothercare All We Know Baby Body Wash

Ngomongin sabun ada dua hal yang jadi poin utama saya: “bikin kering nggak?” dan “baunya nyegrak nggak?”. Dan jawaban untuk kedua hal ini adalah enggaaaaakkkk! Saya sih menduganya, sabun ni tidak bikin kering karena mengandung Olive Oil ya yang bersifat Emollient. Jadi saat membersihkan, produk ini sekaligus melembabkan.

Terus baunya juga lembuuuut banget. Saya suka!

Bahan-bahan lainnya sebagai berikut:

mothercare bodywash ingredients

Kalau melihat di kandungannya ada Sodium Laureth Sulfate, jangan salah sangka dulu ya. Sodium Laureth Sulfate (SLeS) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS). SLeS dikenal memiliki formula yang gentle, lebih lembut dari SLS, serta tidak menimbulkan iritasi sehingga relatif aman untuk digunakan dalam perawatan kulit anak.

Dua produk di atas (Body Wash dan Lotion) baru saya coba, jadi review di atas merupakan first impression. Saya berani “nyoba-nyoba” produk bayi ini karena kepercayaan saya terhadap brand Mothercare. Semacam ada keyakinan jaminan mutu, Mothercare gitu loh. Bikin jaket aja brand ini teliti banget. Kelihatan di setiap cutting dan jahitannya, kalau dia memahami betul apa yang jadi problem orang tua.

Selain itu juga karena sudah riset sedikit-sedikit tentang ingredients produknya.

Ingredients:

Balik lagi ke masalah sensitif di awal tadi, agar tidak terlalu parno, yang perlu diingat adalah memilih produk yang bahan bakunya aman. Tidak harus membeli produk untuk kulit sensitif, untuk kulit normal asal kandungan bahannya alami dan aman pun patut untuk dicoba. Seperti juga bahan yang dinyatakan sebagai keunggulan dari ketiga produk di atas:

1 . Menggunakan Natural Extract

  • Olive Fruit Oil : Seperti yang saya sebutkan di atas, Olive Fruit Oil bersifat emollients. Cara kerjanya adalah mempertahankan kelembaban kulit, jadi kulit bayi kita yang masih cantik dan lembut alias delicate pun tetap terpelihara.
  • Ekstrak Chamomile : Bahan ini ratingnya Best loh di Ingredients Dictionary. Mantep surentep. Manfaatnya adalah sebagai soothing agent yang bisa meredakan gejala iritasi. Namun tetap harus diperhatikan juga ya iritasinya kenapa. Supaya kalau berlarut-larut bisa dikonsultasikan juga pada dokter/ bidan.

2 . Paraben Free

Yap, saya tahu si kalau sebenarnya isu paraben ini masih kontroversial. But, saya sampaikan di sini buat Nyonyah-nyonyah yang extra cautious bisa tenang dan yakin kalau mau beli produk-produk di atas.

3 . Hypoallergenic

4 . Dermatologically tested dan aman bagi bayi bahkan newborn sekalipun.

review perlengkapan bayi mothercare

Where to Buy:

Dulu saya beli di toko Mothercare di Bintaro Exchange Mall. Yang tinggal di daerah Bintaro kalau nggak di BxC bisa ke tokonya yang di Pondok Indah Mall. Yang tempat tinggalnya jauh dari toko Mothercare bisa via online di web mothercare.id.

Ada dua tips yang saya mau share sebagai pelanggan Mothercare tentang bagaimana bisa dapat deal yang lebih hemat:

1 . Bikin member di toko offlinenya.

Dengan jadi member di Mothercare berarti sekaligus juga jadi member di Gingersnaps dan Early Learning Centre. Free kok. Di tiap pembelian kita bisa dapat diskon khusus sesuai promo yang sedang berlangsung atau credits.

2 . Pantengin web/ akun sosmednya.

Kalau sekarang, Mothercare sedang kerjasama dengan forum The Urban Mama, jadi beli produk dengan link berikut, Nyonyah bisa beli 2 get 3 produk toiletriesnya. Mayan kan, ajak aja teman sesama ibu-ibu, atau buat stok. Kalau dihitung-hitung kan setara dengan diskon 30%. Link promo Mothercare Toiletries. Klik for more detail yaa!

Gitu Nyaaaahhhh…. Btw, Gayatri baru dua bulan lalu lo ulang tahun, yang mau kasih belated birthday gift masih diterima bangeeet!!! Hahahaha…. #kode

Semoga reviewnya bermanfaat ya, salam sayaang….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review dan Pricelist/ Harga Mom n Jo Bintaro

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Sebenernya saya termasuk yang parnoan masalah pijet memijet, apalagi pijat bayi atau pijat diri sendiri saat hamil. Namun, dulu pas hamil saya pernah ke Mom n Jo Bintaro untuk pijat khusus ibu hamil. Secara umum saya merasa pijat di sini cukup membantu untuk menguragi rasa sakit/ pegal di punggung akibat kehamilan yang makin besar. Setelah memiliki bayi pun, saya hanya berani untuk memijatkan bayi di sini. Selain itu saya memilih untuk memijat bayi sendiri di rumah. Oiya, pijat yang saya lakukan sebatas pijat untuk mengurangi rasa lelah Bagi teman-teman yang setipe sama saya, mungkin review Mom n Jo Bintaro ini akan bermanfaat ya.

Berikut adalah pengalaman saya pijat bayi di mom n jo Bintaro.

pijat bayi dan ibu hamil di mom n jo bintaro

Jasa yang pernah digunakan:

1 . Pijit Ibu Hamil

Rasa pijitan terapisnya cukup enak bikin rileks gitu, tapi bukan yang kuat banget mijitnya, kalau dibanding tukang pijit langganan di kampung halaman. Mungkin memang karena untuk ibu hamil ya. Ruangannya nyaman, ada kamar mandi di dalam kamar pijat. Suasananya bisa diset, terang gelapnya. Saya pribadi prefer agak remang-remang, biar enak bobo, hehehe. Saat dipijit kita diberi semacam bantal khusus ibu hamil, jadi tengkurapnya agak miring dan tidak menekan perut.

Minyak yang dipakai untuk memijat adalah grapeseed oil. Minyak dari biji anggur ini, berdasar artikel-artikel yang saya baca adalah emollient yang bagus untuk kulit. Berfungsi untuk melembabkan, melembutkan serta menenangkan kulit. Infonya minyak ini juga (biasanya) tidak menimbulkan alergi. Yang saya suka dari minyak ini adalah tidak terlalu lengket di badan. Saya habis pijat cuma bilas air hangat tanpa sabun saja nggak merasa lengket (disclaimer: kulit saya kering kerontang). Namun apabila kita mau request minyak lain bisa diinfokan saja ke terapisnya, kalau tidak salah pilihan lainnya adalah jojoba oil. Saya sendiri belum pernah mencoba minyak ini.

2 . Pijit Bayi

Dua kali pijit di sini, pas Ning Gaya lagi bad mood. Jadi nuangiiis sepanjang dipijit. Zzzzz…. Bukan karena kesakitan, tapi memang pas lagi ga mood. Dan kalau lagi ga mood, anak saya ga suka dipegang-pegang. Ternyata beberapa bayi memang ada kecenderungan tidak terlalu suka dipegang orang asing ya….

Tapi saya salut sama terapisnya yang sabaaar banget lo. Dan bisa mijit dengan berbagai macam posisi bayi. Sambil bobo miring, sambil saya peluk, sambil saya pangku. Pokoknya macem-macem ngikutin pergerakan bayi saya.

Kalau bayi Nyonyah termasuk yang begini, mungkin ada baiknya mempertimbangkan untuk spa sendiri di rumah. Caranya mudah dan juga lebih murah lo. Step-step dan kelebihan spa bayi sendiri di rumah, saya tulis di artikel manfaat baby spa di rumah dan cara mudah melakukannya. Must Read!

pijat bayi di mom n jo bintaro

Minyak yang dipakai sama juga dengan pijah bumil, grapeseed oil. Dan kalau kita punya essentials oil bisa juga dibawa untuk digunakan saat pijat. Di mom n jo bintaro ada dijual juga si essentials oil merk Belli to Baby. Sayangnya, di kemasan produk yang minyaknya campuran kurang jelas info EO apa saja yang terkandung di dalam satu produk. Nanya ke terapisnya, juga kurang mengetahui produk yang disediakan. Jadi kalau mau pakai, better yang sudah familiar digunakan.

Saya pribadi pernahnya nyoba yang imune booster. So far saya suka si dan memang ngefek. Cuma masih was-was karena ga tau kandungan EO-nya.

Update 11 Juli 2018: Saya baca di orami, kandungan Belli to Baby imune booster adalah Eucalyptus Oil, Lavender Oil, Tea Tree, Lemon Oil, serta Sweet Orange.

Related post: Review klinik ibu dan anak di Bintaro (Bintaro Women dan Children Center)

Fasilitas:

  1. Ruangan berperedam bentur, alias seluruh lantainya dilapis dengan semacam matras. Ini untuk ruangan pijat bagi bayi.
  2. Ruang pijat ibu dengan bantal khusus untuk ibu hamil. Lengkap dengan kamar mandi dalam. Di sini tersedia juga tungku aromaterapi.
  3. Kolam renang bayi di masing-masing kamar pijat bayi.
  4. Ruang tunggu yang nyaman.
  5. Timbangan untuk mengukur berat badan bayi, timbangan untuk orang dewasa.
  6. Termometer untuk mengukur suhu tubuh bayi.

fasilitas mom n jo bintaro 2

fasilitas mom n jo bintaro 1

baby spa di mom n jo bintaro

What I love:

  1. Kakak-kakak pemijatnya baik, kids friendly sabar,
  2. Kakak-kakak pemijatnya bisa memijat dalam segala posisi bayi,
  3. Admin dan satpamnya ramah, helpful banget,
  4. Tempatnya nyaman dan aman buat bayi, seluruh lantai dilapis matras,
  5. Tersedia esential oil merk Belli to Baby,
  6. Mijatnya relatif enak.
  7. Ruang tunggunya cukup nyaman, bahkan ada yang semi private (terpisah dengan tirai) seperti di gambar di bawah ini:

ruang tunggu

What I dont:

  1. Harganya lumayan mahal, tapi ini relatif si ya, hehehe….
  2. Kalau ga menekankan pesanan, biasanya dipaketin langsung pijat + renang,
  3. Kakak-kakak pemijatnya tidak paham essential oil yang ditawarkan.

Tips ke Mom n Jo

  1. Bawa kaus kaki untuk orang tua yang menemani bayi, karena untuk masuk ke lokasi pijat bayi harus menggunakan kaus kaki.
  2. Lakukan reservasi, apalagi jika berencana pijat saat weekend.
  3. Tegaskan hanya pijat kalau memang hanya ingin pijat. Karena pengalaman dulu nggak menegaskan hanya ingin pijat, disiapkan sekalian sama renang. Padahal pas reservasi di telepon bilang pijat. Kan lumayan tu biaya tambahannya, hehehe.
  4. Datang 15 menit sebelum jam mulai. Terutama di jam-jam sibuk, karena kalau sudah lewat jamnya, dan jam berikutnya sudah full book, kita harus nunggu lebih lama. Huhuhu….
  5. Pesan minumnya, free kok (ga mau rugi).

Pricelist Mom n Jo

Untuk Pijat Ibu:

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil 2

harga mom n jo bintaro pijat ibu hamil

Untuk Pijat Bayi:

harga mom n jo bintaro pijat anak 2

harga mom n jo bintaro pijat anak

harga mom n jo bintaro pijat bayi

*

Alamat Mom N Jo Bintaro: Jl. Bintaro Tengah, Blok U4/4, Sektor 2, Tangerang.

Telepon (reservasi) 0217370119, 08998888820

*

Selain di Bintaro Mom N Jo sepertinya juga buka di banyak tempat lain deh, soalnya setahu saya ada juga yang di Dharmawangsa dan di Surabaya juga ada. Oiya, buka setiap jam 10.00 s.d. 20.00 WIB.

Pas nulis ini saya jadi pengen pijit lagi ni, hehehe…. Adakah yang punya tempat pijit bayi favorit? Boleh lho share di kolom komentar. 🙂 Siapa tahu bermanfaat juga bagi ibu-ibu lainnya….

Related Post: Tahapan Mudah Melakukan Spa Bayi di Rumah

Terimakasih sudah mampir! Salam sayang ya Nyaaah…. 🙂

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

4 Sabun Bayi yang Bebas SLS dan Bebas Paraben, Seri Perlengkapan Bayi

perlengkapan bayi sabun

Artikel ini semacam summary dari obrolan saya dan teman-teman di grup birthclub januari februari. Gara-gara ada yang curhat bayinya punya kulit sensitif dan jadi merembet ke isu-isu ingredients sabun bayi. Akhirnya di grup birthclub kami bikin list sabun bayi yang bebas SLS dan bebas paraben berdasarkan produk yang kami gunakan. Salah 4-nya adalah produk-produk yang akan saya bahas di seri perlengkapan bayi kali ini.

Namun sebelum saya melanjutkan membahas list produk sabun bayi yang bebas SLS dan bebas paraben, beberapa hal ingin saya sampaikan terkait apa itu SLS dan apa itu paraben. Jujur saya memang bukan pakar ingredients, pembahasan di bawah ini berdasarkan riset kecil-kecilan saya di Ingredient Dictionary-nya Paula’s Choice ya. Untuk yang mau riset lebih lanjut tentang dua bahan ini di web tersebut ada disebutkan jurnal akademis yang jadi dasar materi mereka.

perlengkapan bayi sabun

Apa itu SLS?

SLS adalah singkatan dari sodium lauryl sulfate.  Sodium lauryl sulfate berbeda dengan sodium laureth sulfate ya…. Jika Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman, Sodium Lauryl Sulfate dinyatakan tidak aman karena dapat mengakibatkan iritasi. Namun, tentu saja, tingkat iritasinya berbeda-beda tergantung kondisi kulit setiap orang.

Apa itu paraben?

Paraben adalah kelompok bahan pengawet kontroversial yang meliputi butylparaben, isobutylparaben, propylparaben, methylparaben, dan ethylparaben. Bahan pengawet diperlukan dalam produk personal care untuk melindungi produk dari pencemaran bakteri. Hal ini penting karena bakteri tentunya juga berbahaya untuk kesehatan pengguna produk personal care.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben aman digunakan dalam kosmetik dan lebih disukai daripada pengawet lainnya untuk menjaga agar formula tetap stabil. Studi-studi tersebut juga menunjukkan paraben tidak memiliki efek apapun bila dibandingkan dengan hormon alami dalam tubuh. Namun ada pula penelitian yang mengatakan sebaliknya. Ada yang horror horror, seperti dibilang menyebabkan kanker.

hiks

Saya pribadi sebenarnya bukanlah orang yang paranoid dengan kedua bahan di atas. Karena kan penelitian atas bahan-bahan tersebut (terutama paraben) masih diperdebatkan. Ada yang bilang ada logical fallacy-nya dsb. Pandangan saya terhadap kedua bahan tersebut hampir sama seperti pandangan saya terhadap MSG alias micin. Ga parno, ga anti, dalam hal ini kalau ada yang nawarin snack ya saya tetep makan walaupun tau ada MSGnya, namun saat beli bakso kadang kalau inget saya pesen abang tukang baksony buat nggak usah ditambahin micin, saya juga ga stok micin di rumah.

Ya perlakuannya sama gitu deh dengan SLS dan paraben. Kalau pas ada yang terjangkau kocek, ya saya pakai yang bebas SLS dan bebas paraben, for extra cautious. Tapi kalau dompet berkata TIDAK, yaaah, saya pakai-pakai aja juga sih. Syukurlah kalau sabun masih banyak yang terjangkau.

Related Post: Memilih Detergen Bayi Bebas SLS

Namun walaupun saya agak cuek cuek peduli, saya menghargai jika Nyonyah memilih untuk extra hati-hati dan memilih produk-produk yang menenangkan hati. Berikut adalah 4 sabun bayi top to toe wash alias sabun plus shampoo yang bebas SLS dan bebas paraben:

1 . Mustela

mustela

Yang paling menonjol dari produk ini adalah kemampuannya memberikan kelembaban, tidak membuat kulit bayi menjadi kering. Produk ini menjanjikan bahwa produknya hipoalergenik serta aman bagi bayi baru lahir. Kualitasnya memang tidak menghianati harganya sih. Hehehe.

Ingredients:

mustela ingredHarga perkiraan: Rp 100.000,00

Related post: Review Produk Mustela Bebe

2 . Cetaphil Baby

cetaphil baby

Mirip dengan Mustela, sabun bayi sekaligus shampoo ini juga memberikan kelembaban di kulit bayi. Berbeda dengan produk “kakak-nya”, Cetaphil Gentle Cleanser, Cetaphil Baby ini tidak mengandung SLeS.

Ingredients:

cetaphil baby ingredHarga perkiraan: Rp 100.000,00

Related post: Review Cetaphil Baby

3 . Pure Baby

pure baby

Produk tanpa SLS dan tanpa paraben itu tidak selalu mahal. Salah satu produk sabun yang terjangkau yang tidak mengandung kedua bahan tersebut adalah Pure Baby ini. Yang saya suka dari produk ini adalah wanginyaaaa. Love banget. Setahu saya ada dua varian wangi: chamomile dan apel. Yang apel favorit saya. Untuk masalah kelembaban dll-nya tidak telalu berbeda dengan sabun bayi biasa.

Ingredients:

pure baby ingredHarga perkiraan: Rp 31.500,00

4 . Switzal

switzal

Dari keempat produk ini, Switzal lah yang paling lama saya gunakan dan sudah beberapa kali saya repurchase. Maklum, harganya super miring jika dibandingkan dengan produk lain. Ingredientsnya pun lumayan ya. Walau begitu, satu teman saya pernah bilang jika anaknya mengalami iritasi menggunakan produk ini. So, jika kulit anak Nyonyah super sensitif mungin harus concern juga ke ingredients lain ya. Kalau Ning Gaya anak saya mah lanjuuut.

Ingredients:

switzal ingredHarga perkiraan: Rp 24.000,00

***

Harga perlengkapan bayi yang saya sebutkan di atas adalah perkiraan ya…. Karena kadang ada diskon di beberapa web atau juga toko-toko tertentu, bisa jadi harganya kurang/ lebih dari harga yang saya cantumkan di atas. Jangan bosan-bosan bandingin harga toko sebelah dengan toko online ya, siapa tahu ada promo loh!

Tentu saja tidak hanya 4 varian di atas yang bebas SLS dan atau paraben. Namun karena saya di rumah hanya memiliki empat produk ini dan belum pernah saya coba yang lain, jadinya saya nggak masukin di sini. Maybe next time kalau ada kesempatan nyobain produk sabun lain, list ini akan saya tambah.

List tambahan:

5. Mothercare All We Know Toiletries

Updated (20 Maret 2018) Satu lagi produk bayi yang bebas SLS dan paraben serta menggunakan bahan-bahan yang alami, yaitu Mothercare All We Know Toiletries. Saya review terpisah di artikel Review Perlengkapan Mandi Bayi Mothercare.

6. Tupperware Little Bee Baby Spa

Update (11 Juli 2018) Whaaaattt???? Tupperwareeee??? Tupperware kotak makanan?

Iyaaaa! Tupperware kesayangan kita semua itu baru baru ini mengeluarkan lini produk bayi. Memang baru banget kok. Jadi jangan merasa kudet ya kalau belum tau. Hihihi. Dan menurut saya bau dari produk-produknya enaaaak banget! Dan semuanya bebas SLS dan paraben. Wajib banget dibaca reviewnya ni biar nggak penasaran di artikel ini: Tupperware Little Bee Baby Spa.

*

Kalau Nyonyah ada rekomendasi produk lain boleh looh ditinggalin di comment section.

Semoga bermanfaat ya Nyaaah sharing kali ini. Salam sayang….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!