Tips Makeup Dari Lakme Makeup Class

Minggu lalu, 1 Desember 2019 saya bersama 19 blogger Surabaya lain, ikut makeup class yang diadakan oleh Lakme Cosmetics dan Indonesian Female Bloggers di Noah Cafe & Bistro, Surabaya. Di acara tersebut, saya dapat banyak sekali masukan dan tips makeup yang bisa saya praktikkan sehari-hari.

Seperti yang teman-teman tahu, sejujurnya saya not really into makeup ya. Nggak jago sama sekali. Tapiiiiiii, saya sadar betul kalau saya harus belajar. Karena dalam berbagai kesempatan, saya kudu bisa menempatkan diri, termasuk dengan tampil rapi dan proper. Salah satu usaha yang ingin saya tingkatkan adalah dengan menggunakan makeup.

Saya yakin ada teman-teman yang 11-12 dengan saya, oleh karena itu saya ingin menuliskan pengalaman saya di blog ini. Bukan sebagai orang yang expert ya, namun berdasar materi makeup class yang saya hadiri.

Ibu Pamela, Brand Manager Lakme Cosmetics
Bunda Yonna Kairupan, MUA dan founder Indonesian Female Bloggers

Karena seperti yang dibilang oleh Bunda Yonna Kairupan, founder IFB, dan juga Bu Pamela, Brand Manager dari Lakme Cosmetics, makeup itu sarana untuk enhance your truly beauty. Jadi bukan bertujuan untuk menjadi orang lain, melainkan jadi the best version of our self. Pas banget sama misinya IFB, empowering women.

Saat Makeup Class, kami difasilitasi oleh Mbak Palupi atau yang biasa dipanggil Mbak Upay. Beliau menjelaskan bahwa ada tiga tahap yang dilakukan saat kita mau melakukan makeup.

Step Makeup:

1 . Cleansing

Step pertama adalah melakukan cleansing. Pada kelas, kondisi kami sebelumnya sudah menggunakan makeup. Jadi kami membersihkan muka terlebih dahulu dengan Makeup Remover dari Lakme Cosmetics. Setelah menggunakan makeup remover, sebaiknya dicuci lagi dengan facewash. Namun, kami skip karena kondisinya tidak mungkin dilakukan.

2 . Caring

Step kedua yang harus dilakukan adalah melakukan caring, atau menggunakan skincare dan mempersiapkan kulit untuk step selanjutnya. Dalam tahap ini, Mbak Upay mengingatkan bahwa sun screen adalah fardhu ain. Nggak bisa diwakilkan, kudu digunakan supaya kulit tetap sehat.

Saat itu, kami semua akan menggunakan Lakme 9to5 Reinvent Primer + Matte Cushion Foundation. Nah, di produk tersebut sudah mengandung SPF 30. Jadi praktis ya. Tapi kalau mau menggunakan sunscreen lagi juga boleh.

3 . Coloring

Nah tahap terakhirnya ini adalah tahap yang paling mendebarkan buat saya: tahap coloring atau tahap mendekorasi wajah.

Yang pertama digunakan adalah cushion yang digunakan sebagai alas bedak di seluruh bagian wajah kecuali kelopak mata. Selanjutnya merangsek ke area mata, saya belajar membuat alis, menyapukan eyeshadow, menggariskan eyeliner dan mengoleskan maskara. Setelah area mata selesai, maka lanjut menggunakan contour, blush on, dan yang terakhir adalah highlighter. Last but not least, finishing menggunakan bedak tipis tipis.

Mbak Palupi, fasilitator Lakme Makeup Class

Ibarat, lari ini saya ngos-ngosan melakukannya. Hihihi…. Maklum kurang pengalaman. Tapi nggak percuma saya duduk di paling depan, uda kaya pelajar rajin, saya jadi bisa nanya berkali-kali dan juga langsung dikoreksi oleh Mbak Upay sendiri.

Tips Makeup untuk Pemula

Berikut adalah curi-curi tips yang saya dapatkan selama kelas. Saya tulis untuk pemula, karena saat melakukan tips ini, saya sebagai pemula merasa jadi terbantu banget. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman ya….

1 . Tips Memilih Shade Foundation/ Cushion

Di awal acara, kami diminta untuk memilih Cushion Lakme yang sesuai dengan warna kulit masing-masing. Agak bingung, kemudian saya dibantu oleh Bunda Yonna Kairupan (beliau MUA professional btw, teman-teman bisa follow IGnya di @yonnakairupan buat tips-tips lain).

Cushion dan Lipcream Lakme

Jadi Cushion Lakme ini ada 6 shade. Shade 1 Nude Fair adalah yang paling terang dan shade 6 Soft Tan adalah yang paling gelap. Awalnya saya mau asal ambil aja yang nomor 6, karena merasa wajah saya gelap. Namun urung saya lakukan, karena Bunda Yonna meminta saya mencoba dulu langsung di kulit wajah.

Eh, ternyata yang cocok malah shade nomor 5 Honey Bronze, Gaes. So buat pemula, daripada cap cip cup belalang kuncup, pesan Bunda Yonna mending cobain aja langsung di bagian tulang pipi. Lalu pilih yang langsung senada dengan kulit.

Memang benar kita bisa menentukan under tone dari warna pembuluh darah. Tapi yang namanya pemula kan sering jereng ya matanya bedain ini pembuluh darah warna biru apa ijo apa neutral. Jadi demi keamanan, mending langsung dicoba di kulit wajah bagian tulang pipi.

2 . Tips Menggunakan Cushion

Gunakan cushion dengan tap tap lembut di kulit. Bukan dengan diseret dan bukan juga ditabok. Tap tap kecil saja kata Mbak Upay, sampai merata di seluruh wajah.

3 . Tips Mengatasi Mata Panda

Agar mata panda tersamarkan, sebelum menutupnya dengan alas bedak, dll, sebaiknya lakukan dulu color correction. Mbak Upay kemarin memberikan tips melakukan color correction dengan mengoleskan lipstick warna oranye tipis tipis ke bagian bawah mata yang kehitaman. Setelah itu tutup dengan cushion. Hal ini bisa dilakukan kalau sebagai pemula kita belum punya produk color correction tersendiri.

Lipstick yang digunakan adalah Lakme Classic Reinvent Liquid Matte shade Sunset yang warnanya oranye gitu. Foto lipstik dan cushion terlampir di atas.

5 . Tips Menggunakan Lipstik pada Pinggir Bibir Gelap

Sebelum mengunakan lipstik, sapukan cushion terlebih dahulu di bibir. Iya di bibir, jadi putih semua gitu kaya pucat. Tapi nanti ketika dipulas lipstick jadi cakep dan tidak kehitaman pinggirnya.

4 . Tips Mengoreksi Kesalahan Eyeliner/ Maskara

Siapa yang kalau pakai eyeliner atau maskara suka belepotan kemana-mana? Hihihi, SAYAAAAAA!!!! Kemarin pas kelas, juga terjadi lagi. Awalnya saya mau langsung hapus tuh. Tapi dilarang oleh Mbak Upay.

Menghapus maskara atau eyeliner yang belepotan ketika basah malah akan memperparah keadaan. Jadi lebih baik, ditunggu sampai kering, lalu dibersihkan menggunakan cotton buds + makeup remover. Jadi ditotol-totol gitu.

Atau cara lainnya kalau belepotannya tidak terlalu parah adalah, dengan menimpanya kembali dengan eyeshadow, saat belepotannya sudah kering.

Kemarin saya menggunakan cara yang kedua.

6 . Tips Menyapukan Kuas saat Contouring

Nah, yang berkesan lagi buat saya adalah cara menyapukan kuas saat contouring. Teryata gaes, supaya tampak natural dan nggak ndemblok ndemblok (bahasa apa ini), sapukan kuas satu arah. Tidak bolak balik ya.

Untuk kontur pipi sapukan dari arah lubang telinga ke arah depan. SATU ARAH. Jangan baliknya dari arah depan ke arah lubang telinga ya. Demikian juga dengan kontur hidung, lakukan dari pangkal hidung ke arah ujung hidung, sekali saja. Tidak perlu diusrek usrek. Nanti ambyar kaya hatimu.

Logikanya dengan satu arah maka bagian yang tebal akan ada di pangkal, lalu bergradasi makin menipis ke arah ujung. Natural dan shantiqqq.

Kurang lebih demikian tips makeup yang saya dapatkan saat kelas. Sebenarnya masih banyak tips makeup-nya, namun enam poin ini yang paling saya ingat dan catat.

Untuk percobaan full makeup pertama ini saya seneng banget sama hasilnya. Karena kelihatan segar. Walaupun memang masih banyak yang harus diperbaiki, seperti ngalis yang masih kaya ulet bulu hihihi, dll. tapi ya, namanya juga belajar. Saya percaya practices makes perfect!

So, yang awalnya mager dan malesnya kaya saya, ayukkkkk mulai belajar untuk upgrading diri teruuus! Ternyata grooming dengan hal-hal sederhana seperti ini nambahin semangat lo.

Thanks sekali lagi buat Indonesia Female Bloggers dan Lakme Cosmetics untuk workshopnya. Special thanks juga untuk Mbak Palupi yang super sabar pas ngasih tips makeup dan juga lucu! Sukses selalu!

Buat teman-teman, thanks uda baca. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Capsule Wardrobe Baju Wanita

Saat saya balik lagi ke Jakarta setelah cuti besar bulan Mei lalu, saya memilih untuk ngekos daripada sewa rumah lagi. Jadi sewa hanya satu kamar, yang saya tempati  berdua dengan Ning Gaya. Ngekos dengan bayi punya banyak konsekuensi, sebagian besar sudah saya ceritakan di sini. Selain itu, ada satu yang belum saya ceritakan: space lemari pakaian yang jadi kueciiiiiilllll sekali.

Karena bagaimanapun, sebenarnya kamar yang saya sewa didesain untuk mahasiswa. Jadi ya lemarinya pun didesain hanya untuk satu orang. Pada kondisi saya, lemari yang sama harus saya pakai, selain untuk menyimpan baju wanita saya, baju bayi gayatri, juga stok printilan bayi seperti diapers, handuk, mainan, dll. Makin sempit saja kaaaaan.

lemari

Seperti ini kira-kira lemari saya. Saya nggak mungkin juga nambah lemari karena kamarnya sempit. Untung kemudian saya nemu artikelnya Mbak Nike Prima tentang Capsule Wardrobe di Living Loving.

Walaupun saya nggak 100% memgikuti prinsipnya, namun ada beberapa hal yang bisa saya terapkan agar baju wanita saya tetap muat di lemari kosan. Namun sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari biar tidak terlalu kelihatan kalau pakaiannya mbahrenggo alias kumbah – garing – dienggo, gitu lo.

capsule wardrobe

via pexels.com

Prinsip yang mau saya adaptasi dari eksperimen capsule wardrobe nya Mbak Nike Prima:

  1. Memilah pakaian sampai jumlah tertentu (kalau mbak Nike pakai batasan jumlah 37 pcs, kalau saya kayanya bakal lebih sedikit dari itu karena menyesuaikan ruang lemari),
  2. Memilih pakaian yang mencerminkan style atau karakter diri,
  3. Kalau diperlukan berbelanja aju wanita, lalukan dengan intentional. Ga sembarangan. Pilih yang longlasting dan beneran kita suka. Nggak hanya karena diskon atau retail terapy semata.
  4. Memilih pakaian yang versatile.

Versatile itu maksudnya:

  1. Mudah dipadu padankan satu dengan yang lain,
  2. Mudah untuk dipakai dalam occasion yang berbeda. Jadi yang formal terlalu kaku, yang casual terlalu gembel. Sehingga masih bisa ada peluang untuk di mix match-kan. Hehehehe….

padu padan

via pexels.com

Let’s staaarrrttt!!!!

1 . Bongkar Lemari

Dari prinsip di atas saya mulai bongkar lemari di Surabaya. Sayangnya, saya menemukan kalau sebagian besar pakaian saya itu nggak versatile. Susah dipadupadankan. #cry Kalau saya paksakan, pasti jumlahnya akan menggelembung melebihi kapasitas lemari. Huft!

Temen-temen pernah nggak merasakan hal yang sama dengan saya? Punya baju banyak tapi merasa nggak punya baju yang pas buat dipakai untu satu aktivitas. Nah, mungkin teman-teman pun melakukan kesalahan yang sama dengan saya. Tosss!

Dari hasil seleksi lemari saya menemukan:

  1. Kemeja putih
  2. Celana hitam
  3. Kemeja biru
  4. Batik
  5. Batik
  6. Batik
  7. Blus
  8. Baju stripes
  9. Sepatu semi formal
  10. Sepatu formal
  11. Sepatu olahraga
  12. Celana semi formal hitam
  13. Celana abu-abu tua

Saya baru ngeh kalau saya tidak punya celana jeans! Padahal itu salah satu must have item yang paling mudah dipadu padankan.

Oke fine. Stapples di atas nggak bakal bisa memenuhi kebutuhan saya.

jeans

via pexels.com

2 . Nyari Referensi (1)

Saya kemudian memutuskan untuk nanya-nanya ke grup WA Indonesian Female Bloggers, gimana si styling baju wanita yang sederhana dan jumlah terbatas tapi tetep punya ciri khas.

Saya nanya di situ karena saya tahu persis mereka memahami fashion dengan baik, dan sekaligus mengenal saya dengan cukup baik juga. Jadi saya yakin nggak akan sembarangan ngasih insight.

Dari mereka saya dapat list must have item:

1 . Kemeja putih

2 . Celana formal

3 . Celana jeans

4 . Kaus stripes

5 . Outer

6 . Statement Asesoris

Saya juga baca-baca lebih lanjut artikel-artikel di pinterest tentang capsule wardrobe dan styling dengan pieces baju wanita yang terbatas. So far masuknnya mirip-mirip si.

Kesimpulannya saya tinggal melengkapi stapples yang saya punya dengan outer, jeans dan asesoris. Setidaknya itu dulu cukup.

3 . Nyari referensi (2)

Step terakhir adalah nyari-nyari baju wanita di olshop dan marketplace. Jujur, saya tu seleranya nggak terlalu bagus. Hehehe….

Jadi belanja baju wanita buat saya itu punya tantangan tersendiri. Kadang kalau beli sendiri, uda dibeli, sampai di rumah baru sadar kalau baju yang dibeli itu nggak cocok buat saya.

Untuk itu saya sekarang punya pendekatan yang berbeda dalam beli baju. Yaitu mengandalkan online dulu. Saya screenshoot-screenshoot produk yang saya suka. Saya periksa detail ukurannya. Lalu saya kirimkan ke suami.

matahari mall

via Matahari Mall

Contohnya begini, saya screen shoot baju wanita dari matahari mall.

Nanti suami yang kurasi. Setelah itu baru saya simpan. Beberapa hari saya lihat lagi, kalau saya masih pengen beli, berarti saya memang suka. Gituuuu, hihihi, ribet yaaak….

Tapi so far ini cara yang kayanya bakal paling efektif deh buat saya. Temen-temen ada ide lain nggak? Eksperimen capsule wardrobe versi saya ini bakal saya update lagi yaaa! Semoga bermanfaat buat yang punya space terbatas seperti saya, atau yg sedang menjalani hidup minimalis seperti Mbak Nike Prima. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Review Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel, Aloe Vera Gel yang Bagus untuk Dewasa dan Anak-anak

Pas pertama kali mendengar nama Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel yang terpikir di benak saya adalah 1) aloe vera gel yang sedang hype saat ini — itu lo yang dari Korea dipadukan 2) papaya ointment yang juga lagi hype di kalangan ibu-ibu muda — itu loooo yang warna merah tubenya dari Australia. Tau kan yang saya maksud…. Bedanya produk ini adalah skincare lokal. So prooooouuudd! #LocalPROUDuct

oriel soothing gel aloe vera

Penasaran banget karena ngebayangin dua produk favorit massa digabung manfaatnya jadi satu. Penasaran apa bener efektif…. Trus penasaran juga sama klaimnya yang bilang kalau bisa dipakai juga buat bayi. Terlebih lagi dikomporin sama reviewnya temen sendiri Radinna, yang saya kenal orangnya rada kritis dan galak banget tapi juga sekaligus royal sama produk bayi. So, walaupun kata simbah, “buat anak kok coba-coba”, saya memberanikan diri menggunakan produk baru ini untuk saya dan Ning Gaya.

Dan so far selama sebulan menggunakan produk ini saya puas banget. Ratingnya 8 dari 10.

Berikut manfaat gel aloe vera + papaya merk Oriel bagi saya:

1 . Pelembab Wajah

Yang utama dan terutama, manfaat Oriel Aloe Vera & Papaya Soothing Gel buat saya pribadi adalah untuk pelembab wajah. Saya menggunakan Oriel di seluruh bagian wajah, termasuk daerah sekitar mata dan bibir. Yang saya rasakan Oriel bukan pelembab sembarang pelembab ya, karena mampu melembabkan wajah saya yang super kering.

Yang saya suka dari produk ini adalah teksturnya yang cair, sehingga cepat menyerap di wajah. Poin cepat menyerap ini penting buat saya karena:

  • Kalau pagi kan buru-buru mau pakai sunblock trus bedakan, jadi nggak mau pelembab yang lama keringnya. Produk Oriel ini nggak lengket sama sekali, dan waktu tunggu menyerapnya hampir nggak ada. Saya uda nyoba pakai aloe vera lain dari Wardah, Mineral Botanica dan Nature Republic sekalipun, nggak ada yang penyerapannya secepat Oriel. Dan walaupun ditambah sunblock tetap nggak jadi lengket siangnya.
  • Kalau malam kan, saya suka layer skin care yang dipakai. Walaupun dilayer dua toner, face oil lalu pelembab, oriel juga nggak lengket. Jadi kalaupun diusel-usel anak atau suami, mereka tetep ngerasa nyaman-nyaman aja.

Yang unik walaupun nggak lengket dan nggak berat di wajah, Oriel ini efektif melembabkan loh. Saya kerasa banget, walaupun di malam hari saya tidur di kamar yang full AC, wajah tetap terasa supple di pagi hari.


gayatri dan ibu oriel

Trus senengnya lagi pas pakai bedak jadi nempel, kayanya my skin but better gitu. Kalau kulit kering kan kadang semacam nggak nempel gitu lo bedaknya…. Yang kulitnya kering pasti paham banget deh sama masalah ini.

Untuk bibir, Oriel juga mampu melembabkan bibir saya yang pecah-pecah. Tentu saja karena bahannya natural, progressnya tidak instan ya. Setelah kurang lebih tiga hari ada perbaikan sbb:

bibir before after

2 . After Sun

Sebagaimana soothing gel lainnya, Oriel ini memiliki kemampuan mendinginkan kulit. Walaupun bukan yang nyeeesss kaya mint gitu. Tapi enak banget kalau dioles di kulit saat habis berpanas-panas ria di bawah terik matahari. Kulit yang kemerahan jadi kalem.

3 . Digunakan pada Bayi

Di saran penggunaannya, Oriel menyebutkan kalau produk ini aman digunakan pada bayi karena bahan-bahannya yang alami. Perbedaan penggunaannya dengan orang dewasa adalah hanya digunakan pada bagian-bagian yang mengalami kendala. Misalnya di lokasi kulit bayi yang digigit serangga atau ada bruntusan.

Saya sendiri sempat mencobanya di Gayatri, anak saya pas usia 15 bulan. Untuk bruntusan, hanya ada sedikit perbaikan. Kurang lebih penggunaan beberapa hari seperti ini:

bruntusan before after

Terlihat ada perbaikan ya….

Namun untuk gigitan serangga, produk ini lumayan cepat meredakan gatal dan kemerahannya. Untuk gigitan serangga nhanya butuh beberapa jam, warna merahnya hilang, biasanya soalnya Gayatri kalau bentol gede gitu bisa berhari-hari merah di sekitar gigitan serangganya. Dan kalau merahnya lama jadi rawan digaruk-garuk karena gatal. Semakin cepat reda, semakin baik si, karena meminimalisasi lecet karena garukan. Saya sempat foto before afternya seperti ini:

betis before after

Ingredients:

1 . Aloe Vera

Sebagai orang yang tumbuh besar di kampung, saya familiar banget sama tanaman aloe vera alias si lidah buaya. Nanem sendiri boook, di kebun. Tapi dulu lebih familiar dengan manfaatnya sebagai perawatan rambut si. Pas uda gede baru tahu kalau produk ini ternyata baik juga untuk perawatan kulit. Ya sejak ramai produk soothing gel di pasaran. Dan ternyata saya suka jugaaa!

Beberapa manfaat aloe vera bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit tanpa membuatnya terasa lengket/ berminyak,
  • remove tan,
  • mengobati/ mengurangi rasa pedih karena terbakar matahari,
  • memperbaiki stretch marks.

2 . Pepaya

Berikut beberapa manfaat pepaya bagi kulit, saya rangkum dari berbagai sumber:

  • melembabkan kulit,
  • membersihkan pigmentasi,
  • mengurangi kerutan,
  • mengurangi kantung hitam di bawah mata,
  • mengobati luka,
  • removes tan,
  • mengontrol munculnya jerawat.

3 . Tidak mengandung alkohol, tidak mengandung paraben dan tidak mengandung parfum.

review aloe vera

Ukuran: 30 ml

What I Love:

  • produknya efektif melembabkan dan memberikan perbaikan pada kulit kering,
  • efektif juga mengurangi gatal pada gigitan serangga,
  • kemasannya higienis,
  • lokaaaaal,
  • menggunakan bahan natural,
  • tidak mengandung alkohol,
  • tidak mengandung paraben,
  • tidak berbau wangi,
  • aman bagi bayi.

Where to buy: instagram @oriel.id

Buat temen-temen yang sedang mencari aloe vera gel yang bagus, terutama untuk penggunaan wajah, saya merekomendasikan banget produk ini. Apalagi ini produk lokal juga dan menggunakan bahan-bahan yang natural. Ayoooo dukung produk-produk dalam negeri sendiri! Salam sayang yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share