Tidak Takut Lebam saat Menjaga Anak Bereksplorasi #AksiFlashBunda

IMG_20190118_100430-1024x768

Kalau ditanya apa kemampuan yang tiba-tiba saya muncul saat menjadi ibu, maka saya akan menjawab, kemampuan seperti The Flash. Hehehe…. Itu lo salah satu speedster di kumpulan superheronya DC Comics, yang seperti namanya, bisa bergerak dengan kecepatan cahaya. Saya punya kekuatan ini hanya jika ada bahaya menyangkut keselamatan anak. Jadi berasa punya kekuatan #AksiFlashBunda getooo.

kuat

Gambar atas: Saya, The Flash KW Super. Gambar bawah: The Flash Ori. Hehehe….

via GIPHY

Kebayang kan, punya anak umur dua tahun yang sudah bisa melesat lincah dan energik kaya torpedo. Dipadu dengan keingintahuan yang super besar, namun dikombinasikan dengan pemahaman akan bahaya yang belum cukup matang. Hmmmm…. Persis seperti torpedo. Tapi torpedo yang arahnya random. Serem kan.

Mau sering melarang kok ya, kawatir nanti dia tidak optimal dalam bereksplorasi. Mau dibebaskan kok ya, ngeri ngeri sedap sama tubuh kecilnya. Jadilah saya, ibunya, yang memang harus waspada dan juga tangkas setiap saat untuk menjaga dan melindungi Gayatri. Sehingga dia tetap bebas bereksplorasi namun juga bebas dari luka ataupun benturan yang mungkin dia dapatkan saat bermain.

Gayatri naik kursi, oleng. Untung ada ibu, yang nangkap di lantai….

Gayatri naik sepeda di jalan turunan. Untung ada ibu yang siaga megangin sebelum jatuh.

Gayatri main perosotan. Gayatri main ayunan. Gayatri main apa aja. Ada ibu yang siap menjaga. Ketabrak ayunan, keseruduk sepeda, ngesot di bawah perosotan. Aku rapopo.

Namun ya, no pain no gain ya Buk Ibukkk…. Cuma bedanya ini yang ngerasain pain-nya itu ibunya, alih-alih anak. Memar dan lebam ada aja Buuuk yang nyangkut di kaki maupun anggota tubuh yang lain.

Sayang seribu sayang, ada perbedaan signifikan antara saya sebagai manusia biasa sama The Flash tadi. Kalau The Flash kan punya aura yang melindunginya dari gesekan selama beraksi. Nah, saya kagak. The Flash juga punya kekuatan untuk menyembuhkan diri yang lebih cepat. Nah kalau saya yaaa…. Gitu deh…. Lebam sekali bisa dua sampai tiga minggu baru sembuh kalau cukup besar luka dalamnya.

Kalau pas lebamnya di betis atau paha si tidak terlalu mengganggu ya. Tapi kalau lebamnya tu pas di area gerak, seperti lutut atau siku itu loooooooh! Rasanya mak nyuuuut pas gerak…. Pegel linu nyeri. Ibu-ibu pasti tahu lah rasanya. Padahal masih harus tetap beraksi kan.

hiks

Salah Kaprah saat Mengatasi Lebam

Oleh karena lebam sudah jadi seperti teman seperjalanan yang tidak menyenangkan, maka saya pun mencari ilmu bagaimana cara untuk mengusirnya dengan cepat. Tentunya biar bisa ber-#AksiFlashBunda lagi. Nah, pas pelatihan P3K di kantor, sang trainer menekankan beberapa salah kaprah yang biasa dilakukan masyarakat saat mencoba mengatasi lebam. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pijatan di lokasi terjadinya memar. Jika memang ingin memberikan rasa nyaman, bisa dengan kompres es atau dengan menepuk-nepuk di bagian luar memar.
  • Melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan fase memar (penjelasan selanjutnya dibahas di bagian bawah).
  • Mengoles balsam atau krim panas lainnya yang memperparah pembengkakan.

Mengoles gel/ krim obat lebam (bukan krim panas yaaa!) berdasarkan pengalaman saya memang efektif membantu penyembuhan lebam, namun aplikasinya pada tahapan yang sesuai dan tentunya juga sesuai cara penggunaan pada produk. Tentang pengalaman saya menggunakan Thromboflash, gel obat lebam, ini akan saya bahas lebih lanjut di artikel bagian bawah ya.

IMG_20190118_100430-1024x768

Nah, jadi ketiga kesalahan di atas mohon diingat-ingat ya, jangan sampai alih-alih mengusir eh, lebamnya malah betah dan jadi makin parah.

Bersahabat dengan Lebam

Naaah, supaya kita (((kitaaaaa, saya aja kali ya, hehehe) nggak salah kaprah lagi, saya belajar dulu dong tentang apa dan bagaimana terjadinya memar dan lebam.

Definisi Lebam

Secara sederhana memar dan lebam dapat diartikan sebagai cedera pada jaringan tubuh yang menyebabkan aliran darah mengumpul pada suatu jaringan terdekat, namun tidak disertai dengan luka terbuka. Atau bisa juga dibilang kalau memar ini adalah pecahnya pembuluh darah kapiler di bawah kulit karena benturan dengan benda tumpul.

Tahapan Perubahan Warna Lebam

Saat darah mengumpul tersebutlah maka timbul rasa nyeri dan terjadi perubahan warna kulit. Nah, luka memar atau lebam sendiri ada beberapa fasenya ya, Teman-teman…. Kebetulan pas saya membuat artikel ini ada beberapa lebam di tubuh saya, jadi bisa saya dokumentasikan. Sayangnya yang fase merah dan kehijauan tidak ada. Namun semoga gambaran di atas cukup membantu yaaa….

PhotoGrid_1548457399597-1024x768

Tahapan perubahan warna lebam sendiri sebenarnya ada empat tahap sebagai berikut:

1. Merah

Warna ini biasanya muncul saat baru terjadi benturan. Saat diamati, biasanya akan terlihat bahwa lokasi yang terbentur akan sedikit bengkak dan nyeri jika disentuh.

2. Biru Keunguan

Di area yang bengkak di atas, setelah dua hari akan membiru atau keunguan. Hal ini menandakan darah yang mengumpul di sekitar jaringan tersebut kekurangan oksigen. Sehingga darah merahnya berubah warna menjadi biru atau keunguan seperti di foto paling kiri di gambar di atas.

3. Kehijauan

Setelah beberapa hari, kurang lebih seminggu (tergantung luka), lebam akan berangsur menjadi kehijauan. Hal itu berarti sel darah merah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung. Yeaay!

4. Kuning Kecokelatan

Dari warna kehijauan di atas, lebam akan berubah warna lagi ke arah yang lebih cerah yaitu kuning atau cokelat. Setelah warna ini, lebam tidak akan berubah warna lagi, melainkan berangsur-angsur menghilang seperti di foto tengah dan foto paling kanan gambar di atas.

Pertolongan Pertama yang Bisa Diterapkan saat Lebam

Sesuai yang saya pelajari saat workshop P3K di kantor, saat terjadi cedera yang menimbulkan memar atau lebam, maka yang PERTAMA kali dilakukan adalah prosedur R-I-C-E. Prosedur inilah yang seharusnya / harap segera dilakukan saat fase memar pada warna MERAH. Namanya juga pertolongan pertama.

Jangan malah saat fase ini kita oles-oles balsem atau krim panas yang lainnya, yang bisa makin memicu pembengkakan di jaringan memar tadi…. Hehehe….

setrong

R-I-C-E sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Rest – Ice – Compression – Elevation.

1 . Rest

Saat terjadi cedera, maka setidaknya istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera. Lamanya istirahat bervariasi sesuai rasa nyeri yang dialami ya…. Tujuannya adalah untuk mencegah cedera berlanjut dan juga untuk mempercepat proses penyembuhan.

2. Ice

Kompres dingin dilakukan pada 10 menit pertama segera setelah benturan terjadi, lalu diulang pada 2-4 jam berikutnya dalam satu hari. Dilakukan menggunakan es batu (dalam plastik tentunya) yang telah dilapisi oleh handuk. Tujuan dari pengkompresan dingin ini adalah untuk mengatasi bengkak, mengurangi nyeri dan juga mengurangi ketegangan otot.

3. Compression

Memberikan tekanan pada bagian memar. Saya klarifikasi ya, tekanan dalam hal ini BUKAN berarti pijatan. Melainkan bisa berupa tekanan tangan saat melakukan kompres dingin tadi, atau dengan elastic verban yang melilit kompres dingin. Tujuan langkah ini adalah untuk mengatasi pembengkakan.

4. Elevation

Meninggikan bagian yang cedera pada posisi yang lebih tinggi dari jantung. Hal ini bermanfaat agar mempermudah cairan (darah, dll) yang tadinya mengumpul pada jaringan yang terbentur agar kembali ke jantung. Sehingga tidak terjadi akumulasi yang menimbulkan pembengkakan makin parah.

Pengalaman Menggunakan Thromboflash, Sahabat Keluarga

Nah, sayangnya, saya seringkali setelah benturan terjadi belum ngeh tuh dengan rasa sakitnya. Kadang masih sibuk main dengan anak, atau juggling with another pekerjaan rumah. Tiba-tiba besoknya pas bangun tidur, kok terasa nyeri dan memarnya sudah biru keunguan. Jadi tidak sempat melakukan pertolongan pertama sebagaimana di atas.

Seperti kejadian beberapa minggu lalu. Saya kurang tahu karena terbentur apa, sepertinya terbentur palang di tempat main Gayatri. Hanya yang pasti, pas saya naik tangga di toko buku kok nyeri banget. Apalagi saat itu ke lantai tiga. Hanya karena pakai celana panjang terus, jadi tidak bisa periksa. Keesokan harinya sudah biru seperti ini:

IMG_20190125_102845-1024x768

Kalau kecil-kecil lebamnya mah biasa diabaikan yak. Hehehe, tapi lebam kali ini cukup besar, pas di lutut lagi, rasanya lumayan nyeri kalau saya pakai jongkok saat bermain dengan Gayatri. Pilihan yang bisa saya lakukan kalau menemukan lebam yang sudah pada fase BIRU KEUNGUAN seperti di atas adalah 1) kompres hangat atau pakai 2) Thromboflash.

Kali ini saya pilih yang nomor 2, karena lebih praktis, yaitu menggunakan Thromboflash, sahabat keluarga yang memang wajib ada di kotak P3K kami.

Sekilas Tentang Produk

PhotoGrid_1548454933256-1024x1364

Thromboflash adalah obat untuk luka dalam/ memar atau lebam yang bersifat anti thrombosis/ anti coagulant. Bahan aktifnya adalah Heparin Sodium 200 IU yang berfungsi untuk melarutkan darah yang mengumpul di bawah permukaan kulit sebagaimana disebut di atas. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan melancarkan peredaran darah.

Dalam kemasannya sendiri tampak banyak keterangan seperti Logo Halal MUI, Nomor BPOM, Simbol Obat Lingkaran Biru (obat bebas terbatas), keterangan obat hanya untuk aplikasi bagian luar tubuh, keterangan bahan aktif, petunjuk penyimpanan dll yang menurut saya lengkap. Hal tersebut menggambarkan betapa produk ini concern dan melindungi konsumen.

Cara Menggunakan:

IMG_20190118_100249-1024x768

  1. Oles tipis di permukaan memar/ lebam, 2-3 kali dalam sehari. Bisa juga dengan dioleskan pada sepotong kain kasa lalu ditempelkan pada bagian lebam.
  2. Pergunakan sampai sembuh.
  3. Hentikan pemakaian jika terjadi indikasi alergi.
  4. Tidak boleh digunakan pada luka terbuka.
  5. Kode obat ini adalah bulat biru dengan lingkaran hitam, yang berarti Thromboflash ini obat bebas terbatas. Seperti juga halnya dengan obat flu, dll, penggunaannya untuk balita, kalau saya pribadi akan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Yang saya suka dari Thromboflash:

Yang pasti saya suka karena produk ini efektif mempercepat penyembuhan lebam ya. Yang biasanya saya bisa dua sampai tiga minggu, kemarin itu dalam waktu kurang dari seminggu, lebamnya sudah pulih kembali. Seneng banget saya! Jadi nggak takut lebam lagi!

PhotoGrid_1548457848054-1024x1365

Selain itu beberapa hal lain yang saya suka dari Thromboflash adalah:

1. Bersertifikasi Halal dari MUI sehingga aman dan nyaman.

Thromboflash mengandung Heparin Sodium dari bahan bovine yang bersumber dari mucosa sapi. Oleh karena itu, produk ini sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. Bagi teman-teman yang muslim, mungkin hal ini bisa menjadi perhatian khusus ya, ya karena tidak semua Heparin Sodium berasal dari sumber mucosa sapi tersebut, ada juga yang bersumber dari porcine yang berasal dari mucosa babi.

2. Praktis.

Saya memiliki produk ini yang ukuran 10 gram. Tidak makan tempat sehingga bisa disimpan dalam pouch P3K kami yang ukurannya mungil. Selain itu, juga praktis dalam hal waktu. Cocok bagi yang sibuk dan tidak bisa beristrirahat ketika mengalami lebam. Cocok juga bagi yang sering berpergian karena pengaplikasiannya lebih praktis dibandingkan dengan kompres hangat yang membutuhkan waktu dan persiapan peralatan.

3. Tidak lengket.

Bentuk produknya gel, ketika diaplikasikan tidak ada rasa lengket dan cepat meresap, sehingga tetap nyaman walaupun digunakan di balik celana atau pakaian.

Harga: Saya membelinya di onlineshop kurang lebih Rp 40.000,00-an.

Produsen: Fahrenheit (PT Pratapa Nirmala).

Keterangan lebih lanjut pada pamflet dalam produk sebagai berikut:

IMG_20190125_102448-1024x768

Demikian sharing saya tentang bagaimana mengobati memar/ lebam di tubuh Ibu. Jadi tak perlu lagi takut lebam saat melakukan #AksiFlashBunda ya! Tetap semangat dalam menjaga putera puteri kita saat bereksplorasi!

Semoga sharing kali ini bermanfaat. Salam sayang!

PS: Artikel ini diikutsertakan dalam #LombaBlogThromboflash #AksiFlashBunda, namun segala materi yang di sebutkan di atas, kecuali disebutkan lain, merupakan hasil pembelajaran dan pengalaman blogger secara pribadi.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!