Cara Memperlancar ASI dan Mengatasi Stretch Marks dengan Healthy Habits with Bio Oil

Jujur, proses menyusui Gayatri jauh lebih menantang bagi saya dibandingkan proses kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebab, yang juga saya sesali, adalah karena saya memang kurang menimba ilmu terkait proses menyusui sebelumnya. Istilah orang Jawanya “nggampangke”, karena ya saya pikir nyusuin apa susahnya si…. Ternyata bertolak belakang dari pikiran saya, ternyata banyak ketidaktahuan saya akan cara memperlancar ASI membuat saya tidak lancar menyusui Gayatri.

Belajar dari pengalaman tersebut, Sabtu (9/8) saya mengikuti acara Healthy Habits for Breastfeeding Mom yang diadakan oleh Bio Oil dan CChannel di Buba & Bump Cafe, Jakarta Selatan. So glad, karena di acara tersebut saya bisa banyak belajar dari dua narasumber yang mengisi Talkshow acara ini yakni Dr Dimple Nagrani, Sp.A dan Ibu Sinthya Dewi selaku Product Trainer PT Radiant Sentral Nutrindo atau perwakilan dari Bio Oil. Serta mendengar sharing dari beauty influencer, Putricaya, yang ternyata produksi ASInya bisa dibilang 11-12 dengan saya. Hehehe, jadi makin semangat belajar mengASIhi-nya.

blogger gathering

Berikut oleh-oleh dari acara tersebut, yang saya rasa juga bakal bermanfaat buat para nyonya dan calon nyonya untuk makin siap menyusui bayinya.

Sadari the real problem yang dihadapi breasfeeding mom!

Ditengah banyaknya mitos yang beredar tentang boleh atau tidaknya ibu menyusui melakukan anu ini itu, masalah utama yang dihadapi ibu menyusui setidaknya ada dua; 1) masalah terkait produksi ASI dan 2) masalah kondisi kulit yang memburuk pasca kehamilan dan persalinan.

Masalah yang dihadapi ibu menyusui:

1 . Produksi ASI

Kita semua tahu manfaat ASI yang luar biasa, dan tentunya sebagai ibu kita ingin dong bisa ASI eksklusif.

Hanya saja kalau tak semua ibu dikaruniai ASI yang berlimpah. Seperti saya, yang dengan pede sudah beli frezeer gede tapi ternyata ASIP yang saya miliki tidak seberapa. Harus berjuang kejar setoran setiap hari supaya besok bisa berangkat kerja dengan hati tenang. So the struggle is real!

2 . Kondisi kulit yang memburuk

Pas di awal acaranya MC acara ini menanyai beberapa ibu tentang masalah kulit yang dihadapi selama dan paska kehamilan. Ada yang bilang,  dehydrated skin, scars, ageing skin, uneven skin tone daaaaaannnn yang paling horror adalah strech marks. Eymmm…. sayangnya kesemua yang disebutin tadi saya alami. Huft….

Pada ngalamin nggak si?

  • kurangnya waktu merawat diri
  • kekawatiran produk kosmetik berbahaya bagi bayi

Saya ngalamin banget, dan kebiasaan “yauda si, pikir ntar, yang penting bisa pumping dulu aja syukur” makin memperparah kondisi kulit. Stretch mark merajalela. Padahaaaallll, ternyata keduanya bisa diusahakan bersamaan. Tar aku cerita lebih lanjut di bawah ya…..

Healthy Habits for Breastfeeding Mom

Healthy Habits Terkait produksi ASI

Dr Dimple Nagrani, Sp.A  seorang pediatri sekaligus ibu yang sedang menyusui tahu betul kondisi yang dihadapi breastfeeding mom. Karenanya pas beliau memberikan paparan, saya tu merasa related banget dan infonya sangat doable.

  • Smile & positive mind set, percaya diri. ASI kita tidak perlu tumpe-tumpe sampai memenuhi frezeer, namun yang penting cukup. Hal ini penting karena jika ekspektasi kita ketinggian, dapat berakibat ibu jadi stres dan malah mengurangi produksi ASI.
  • Skin to skin contact, berinteraksi langsung dengan bayi akan mendorong hormon “ASI” bekerja juga dengan baik.
  • Rutin menyusui, karena proses produksi ASI adalah on demand. Semakin sering payudara disusui, maka otak akan “diprogram” untuk menghasilkan ASI yang lebih banyak, demikian seterusnya.
  • Diet sehat, ibu menyusui bebas makan apa saja ya buuuukkk! Tapi jangan pula yang mengandung alkohol atau hal-hal tidak sehat lainnya.
  • Tips memompa ASI, pilih pompa ASI yang mirip dengan cara minum bayi. Ada proses pijatan dulu yang memancing LDR.
  • Me Time: Quality over quantity. Jangan fokus ke lama waktunya, kalau kata Mr. Yamato Sagawa, Director CChanel, nonton video asik dan menarik dari CChanel pun bisa jadi me time ibu ibu loooh.
  • Pijat ASI utnuk membuat tubuh ibu rileks dan hormon terkait ASI dihasilkan.

Saya pengen memberi highlight di pijat ASI ini ya. Karena treatment ini adalah pengetahuan lama tapi baru buat saya, alias dulu cuma pernah denger sekilar, dan baru sekarang melihat tutorialnya secara langsung. Berikut dua jenis pijat terkait produksi ASI yang disampaikan oleh Dr Dimple Nagrani, Sp.A.

1) Pijat Payudara

Ada empat gerakan utama dalam memijat payudara. Empat gerakan tersebut dapat dilakukan saat mau menyusui bayi. Gerakannya sebagai berikut:

pijat payudara

2) Pijat Oksitosin

Oksitosin adalah hormon yang berperan untuk merangsang keluarnya ASI. Hormon oksitosin akan memicu otot-otot halus di sekitar sel-sel pembuat ASI untuk mengeluarkan ASI. Otot-otot tersebut akan berkontraksi dan mengeluarkan ASI. Proses ini disebut let down reflect (refleks keluarnya ASI).

Gerakan memijat dilakukan seperti gerakan memutar mutar dengan jempol (perhatikan jari dokter di foto) pada punggung di kanan dan kiri tulang punggung (lihat di slide di foto).

massage bio oil

Healthy Habits Terkait Permasalahan Kulit

  • Rajin membersihkan kulit.
  • Hindari paparan matahari langsung.
  • Asupan nutrisi.
  • Menggunakan produk spesialis perawatan kulit dengan kandungan yang baik.

Cara Memperlancar ASI dan Mengatasi Stretch Marks

“Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.”

Saya jadi ingat betapa dulu (eh sekarang juga masih ding) jugling between rutin menyusui, pumping di antara bekerja dan mengurus rumah. The strugle is real ya kan Nyaaaah…. Somehow, walaupun ngeh sama masalah kulit, kadang masalah itu jadi nggak diprioritasin lagi. Yang penting ada ASIP yang cukup buat besok bocah ditinggal kerja. Itu aja yang di pikiran.

Makanya tampang eike semrawut ya….

Saya baru sadar kemarin, pas Bu Sinthya Dewi presentasi tentang produk Bio Oil. Iya juga ya, bukankah bisa massage payudara dan pijat oksitosin sekaligus mengobati stretch marks dan masalah kulit lain yes….

Sekali massage, kulit alus ASI ngucur terus….

How? Massage dengan Bio Oil

Sebenarnya saya sudah familiar dengan produk ini dari sejak hamil. Jadi paham betul dengan manfaat ekstranya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tapi saya nggak ngeh aja, knapa ga sekalian pijat ASI!

Buat yang belum kenal banget sama Bio Oil, aku sampaikan sedikit kutipan dari bahasan kemarin ya….

Bio Oil adalah produk dari Afrika Selatan yang mengandung Purcellin Oil. Manfaat produk ini banyaaak banget dari ujung rambut ke ujung kaki:

manfaat bio oil

  • Memberikan nutrisi dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak pada rambut.
  • Menyamarkan warna kulit yang tidak merata.
  • Membantu memperbaiki dan mengurangi pembentukan strecht marks.
  • Menghaluskan bagian kulit yang sangat kering.
  • Yang perlu diperhatikan adalah cara dan keistiqomahan penggunaannya ya.

Cara penggunaan:

Massage ke bagian yang diinginkan sebanyak 2x sehari dilakukan terus menerus minimal 3 bulan. Oleskan produk di kulit dan pijat dengan lembut dg ujung jari dengan gerakan memutar searah jarum jam hingga benar-benar terserap. Mudah dan cepat kan…. Namun tetap harus telaten menggunakannya ya karena produk ini alami dan tidak instan.

Produk ini teruji secara klinis efektif dan aman. Namun tetap perlu diingat kalau produk ini bukan food grade, jadi hindari penggunaannya di bagian aerola, serta bersihkan dengan seksama bagian payudara sebelum menyusui. Cara membersihkannya juga gampang kok, karena minyak ini tidak lengket. Tinggal lap saja dengan washlap yamg sudah dibasahi air hangat.

bio oil dan nyonyamalas

Makin cintaaaaa sama Bio Oil. Untuk manfaatnya sendiri dalam hal mengurangi kulit kering dan strecht marks sudah pernah saya rasakan. Review dan foto before afternya saya pernah tulis di artikel ini ya….

Related post: Penggunaan Bio Oil Pada Ibu Hamil dengan Foto Progress

Demikian oleh-oleh saya dari acara Healthy Habits for Breastfeeding Mom bersama Bio Oil dan CChannel. Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaaa….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Dua Kamisol/ Bra Menyusui Penolong Ibu

Judulnya terdengar kaya judul episode Doraemon yak. Kalau belum kedengeran kaya gitu coba deh diulang tapi pakai suara Doraemon yang cempreng itu: “Bra Menyusui Penolong Ibuuuuu”. Nah iya kan mirip?

Anggaplah saya Nobita, seseorang canggung yang kadang manja tapi juga banyak maunya. Di mata saya dua benda ini emang ngebantu banget, terutama dari sisi saya sebagai ibu-ibu menyusui. Kamisol menyusuinya nyaman, dan kamisol handsfreenya selain nyaman juga fungsional. Sayangnya saya baru punya yang kamisol handsfree ini baru-baru aja. Coba yak dari dulu…. Mungkin jadi makin semangat perpumpingan ASIPnya….

Okidoki, biar saya nggak kebanyakan ngelantur langsung aja cus yes, saya bahas satu-satu….

1. Kamisol Menyusui

Nama asli produk ini sebenarnya adalah Seamless Maternity & Nursing Bra Top dari Mooimom. Saya sebut dengan Kamisol Menyusui biar ringkes dan mudah diingat aja ya.

Kenapa saya sebutnya kamisol bukan bra, karena bentuknya seperti tank top, jadi nggak pas aja kalau dibilang bra. Mungkin pas juga kalau disebutnya bra top ya. Temen-temen lebih familiar dengan nama yang mana? Kamisol sendiri kalau menurut KBBI artinya baju tanpa lengan, seperti kutang yang sudah dimodifikasi, baik bahan, model, maupun warnanya, dipakai sebagai baju dalam atau baju luar.

kamisol menyusui tampak depan

Saya punya kamisol ini sudah agak lama, dari tahun 2017. Bermanfaat banget, terutama kalau menyusui di malam hari. Meminimalisasi ruang terbuka di perut jadi nggak sering masuk angin. Hehehe.

Related Post: Kebiasaan Baik Agar Lancar Menyusui

Selain itu, dipakai sebagai pengganti tanktop sehari-hari juga nyaman. Jadi dapat manfaat 1) mudah menyusui dan yang kedua 2) rapet melekat ke badan gitu. Kalau baju menyusuinya terangkat/ tersibak di bagian punggung tubuh ibu tetap tertutup kamisol ini.

Bahan: 93% cotton  7% Spandex. Rasanya lembut, lentur dan adem. Oiya di bagian cup nggak ada kawatnya ya penahannya adalah bagian elastis yang ada di sekirat dada. Enakkeun kok, nggak pingget, rasanya kaya dibungkus rapat aja, tapi nggak sesak. Slim fit gitu kali ya bahasanya.

Ukuran: Saya menggunakan ukuran L, badan saya 178 cm dengan berat 61 kg. Biasa pakai bra 36 cup B.

kamisol menyusui

Harga: Rp 239.000,00

Where to buy: webnya Mooimom.

Detail penting: Ada akses bukaan untuk menyusuinya di bagian depan, berupa kancing sebagai berikut:

detail kancing kamisol menyusui

Anjuran: IMHO, perlu perhatian saat menyuci pakaian ya. Kalau bisa dicuci tangan akan lebih baik, jadi lebih awet kain dan busanya. Pengalaman saya cuci pakai mesin cuci  riskan mulur. Tapi bisa diakali dengan mengeluarkan dulu busanya, kemudian dicuci terpisah dalam jala/ kantung untuk cuci baju. Dijamin jadi lebih awet.

2. Kamisol Handsfree

Mbak Tia, senior saya dulu pernah tanya kok saya bisa produktif nulis walau punya bayi. Salah satu jawaban saya pada beliau adalah: memanfaatkan waktu pumping untuk nulis. Jadi malam-malam sambil pumping saya ngetik pakai handphone. Waktu itu saya belum punya kamisol handsfree ini. Pakai bra menyusui biasa.

Bisa? Bisa tapi agak riskan memang karena posisi breastpumpnya yang miring. Jadi rawan jatuh. Makanya pas tahu ada produk ini, saya seneng banget.

bra menyusui mooimom

Nama Produk: Hands Free Pumping Tank

Bahan: 93% cotton  7% Spandex

Ukuran: Saya pakai ukuran L. Panduan ukuran dari webnya sbb yak:

kamisol handsfree

Harga: Rp 340.000,00

Where to buy: ini sama juga, bisa dibeli di webnya Mooimom langsung.

Detail penting:

Ada akses untuk memasukkan corong breastpump tepat mengarah ke puting sehingga meminimalisasi bocor dan rasa nyeri akibat hisapan breastpump yang berubah arah. Karena agak sulit menggambarkannya dengan kata-kata saya videokan aja ya. Visualisasi penggunaannya kira-kira sbb:

Di video di atas saya pakai corong breast pump dari medela mini electric. Tapi saya coba pakai corongnya spektra 9+ juga sip.

Akses tersebut juga dilengkapi dengan kain penahan elastis sebanyak 3 buah yang melintang dari sisi-sisi yang berlainan arah. Penahan ini bermanfaat selain memastikan posisi corong tidak berubah, juga menahan breastpump agar tidak melorot. Fitur inilah yang membuat ibu bisa handsfree saat pumping.

Buat ibu-ibu bekerja, kemungkinan besar akan membantu banget. Jadi pumping bisa dilakukan sambil tetap ngetik/ kerja di kubikel masing-masing. Saya sendiri mengalami dilematisnya. Kadang pengen rutin pumping, tapi kerjaan numpuk. Kalau ditinggal per dua jam sekali, bisa-bisa jadi molor pulang kerjanya. Dan walaupun atasan baik, kadang sungkan juga kan izin bolak balik keluar ruangan buat pumping di nursery room.

Oiya, walaupun kamisol ini lumayan kuat nahan breastpump, tapi tetap jaga pergerakan baik-baik ya, hehehe. Jangan juga mentang-mentang pakai kamisol handsfree trus gerakannya jadi lasak. Karena kalau terlalu banyak bergerak, breastpumpnya kan bisa kesenggol dan ASIP yang ditampung bisa tumpe tumpe.kuat

Kalaupun teman-teman tidak sedang menyusui, dua benda ini layak banget dipertimbangkan untuk jadi kado. Biasanya kan pada ngadonya barang bayi tuh. Padahal kan ibunya juga perlu dikado. Ibu yang happy, bakal lebih sehat juga lo, positif dampaknya untuk bayi maupun keluarga secara keseluruhan.

Dua barang ini juga sering banget nggak kepikiran buat dibeli soalnya. Namanya juga orang tua kan, kadang fokusnya ke kebutuhan anak. Padahal printilan-printilan yang kayanya remeh gini tu life saver banget.

Kalau mau beli bisa langsung ke webnya. Tapi ada baiknya pantengin sosmednya mooimom di FB dan IG. Soalnya sering ada info promo. Hehehe…. Biar lebih enteng gitu belinya. #emakirit

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat yaaa! Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Couple-an Bareng Gayatri, Review Baju Ibu Menyusui dan Bayi Perempuan Mooimom

Dulu pas baru melahirkan Gayatri, banyak yang bilang selamat punya anak cewek, soalnya bisa didandani macem-macem.Kompakan gitu, antara baju bayi sama baju ibu menyusui. Hihihi, sayangnya saya bukan ibu yang suka ngedandani bayi pake bando, tutu, dll. Suka ngeliatnya, tapi riweuh gitu makeinnya. Wkwkwkwk….

Baju yang yang akan saya review ini saja baju couple satu-satunya yang saya punya bareng Si Ening. Awalnya si kepikiran jaga-jaga kalau Bapaknya mau pake jersey Juventus. Setidaknya kan bisa matching item putih. Namun ternyata setelah sekali  pakai, saya jadi jatuh hati pada produk mooimom ini.

mooimom 4

Deskripsi produk:

Nama produknya kalau di webnya Mooimom adalah: 2 Piece Stripe Long Sleeves Sling Nursing Dress Couple Set

Yang didapatkan si paket set tersebut adalah

  1. satu kaus ibu motif garis-garis lengan panjang,
  2. satu overall hitam untuk ibu,
  3. satu kaus jumper lengan panjang dengan kancing di bagian selangkangan dan
  4. satu overall hitam ukuran bayi.

Jadi total ada 4 pcs yang dikemas dalam satu paket. EMPAAAATTT Sodara-sodaraaaa! #happy

Sebenarnya ada juga baju menyusui-nya yang dijual terpisah kalau memang tidak mau couple-an sama bayi. Tapi saya memang dari awal niat couple-an jadi beli yang sepaket.

Harga normalnya dinamdrol Rp 749.000,00. Agak pricey ya. Tapi cukup worthy mengingat dapat 4 pcs dan kualitasnya juga bagus. Tips tambahan, ikuti aja akun mooimom di IG atau FB, soalnya sering banget ada info promonya. Misal pas IMBEX kemarin, diskonnya lumayan gede-gedean lo. Atau kalau mau ya, rajin pantengin webnya Mooimom sendiri.

Ukuran baju sbb:

ukuran baju mooimomUkuran di atas saya screenshoot dari webnya Mooimom ya. Kalau saya (167 cm, 58 kg) pakai kausnya pas, dan overallnya jatuh di atas lutut. Gayatri (82 cm, 12 kg) jadinya juga di atas lutut overallnya, dan kausnya pun ngepas badan.

What I Love Most

Beberapa hal yang saya suka dari produk ini adalah sebagai berikut:

1 . Bahan

Bahan dari kaus dan overallnya dalah dari katun campur spandek, dengan rincian 65% Cotton, 35% Spandex.

Jadi memiliki kelebihan katun yang menyerap keringat dan adem. Serta lebih kuat daripada katun biasa karena ada campuran spandeknya. Yang saya suka lagi karena ada campuran spandek,bahan ini jadi fleksibel mengikuti badan. Baik badan bayi maupun badan saya.

Usia 1,5 tahun kan dia lagi banyak-banyaknya bergerak, pakaian yang fleksibel membuatnya nyaman berkeksplorasi. Pakaian yang fleksibel juga nyaman buat saya, ibunya yang harus lari-larian ke sana kemari. Wkwkwkw…. Untuk yang merasa overallnya terlalu pendek bisa dipadu dengan legging panjang.

2 . Modelnya Versatile

Warna hitam dan putih serta kaus dengan motif stripes, bisa dibilang adalah basic wardrobe ya. Yang nggak pernah salah alii as mudah dipadu padankan dengan outfit lain. Dan juga long lasting, tak lekang oleh waktu.

Contoh padu padan yang pernah/ ingin saya coba:

  • kaus stripes + overal hitam alias gaya originalnya:

mooimom 1

  • kaus stripes + overal hitam + leging hitam untuk perjalanan dan ekstra kehangatan

mooimom 3

  • kaus stripes hitam + legging hitam

mooimom 2

  • yang keempat belum pernah saya coba, tapi saya rasa bisa saya coba untuk lebaran/ ke gereja nanti sebagai padu padan yang semi formal: kemeja putih + overall hitam + legging hitam.

3. Ada sakunya

Di overall hitamnya ada saku sebanyak dua buah, di sisi badan kiri dan kanan. Dan ukuran sakunya lumayan besar untuk mengantungi handphone dan tisu atau mainannya Gayatri yang ukuran kecil. Fungsional banget.

4. Akses menyusuinya modern dan tidak menyolok

Last but not least, yang saya suka dari baju menyusui tentunya adalah adanya akses menyusuinya. Nhah dimanakah aksesnya? Ada di antara overall dan kaus stripesnya. Jadi bukan berupa celah atau bukaan di samping seperti baju menyusui biasanya. Tetap aman kok, nggak kelihatan, dan yang pasti nggak terlalu menyolok

Room for Improvement

Saya beri sepasang kaus ini 8,5 dari 10 karena hal-hal di atas. Bisa jadi 9 kalau saja di bagian kerah ke arah pundak bayinya diberi kancing agar semakin memudahkan saat berganti baju.

Sekian sharing dari saya, semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman yang sedang mencari baju couple ibu dan anak perempuan ya…. Salam sayang!

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share