Sapih (Part 2)

2019-02-04 03.11.50 1-1024x1365

Lanjoootttt niiii, masalah sapih menyapih. Hehehe…. Seperti yang minggu lalu saya ceritakan di Sapih Part 1, kami mengadopsi konsep beberapa WWL, termasuk yang, “tidak menolak, tidak menawari” nenen selama masa pra sapih. Hanya saja pada saat kami lihat Gayatri sudah siap pisah nenen 100%, kami mulai melakukan “menolak” permintaan nenen.

Wajib dan kudu baca postingan Sapih Part 1 ya….. Biar related.

Tentu saja ada beberapa poin terkait hal menolak permintaan nenen ini ya, supaya bocah tidak patah hati, yang berujung pada retaknya hubungan antara ibu dan anak. (((retaknya))) Bahasa saya uda kaya sinertron jaman dulu kala ya, hehehe…. Nah, yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

2019-02-04 03.11.47 1-1024x1365

MASA SAPIH

1. Lihat kesiapan anak dan ibu.

Kesiapan ini benar-benar harus dikonfirmasi betul ya. Jangan hanya karena sudah deadline, atau karena sudah disounding lama, maka lalu otomatis akan siap. Kagak! Lamanya waktu sounding tidak menentukan anak auto siap.

Kemarin di stories ada yang cerita hanya 2 bulan uda siap. Gayatri sendiri 6 bulan baru siap. Ada juga yang cerita kalau uda sounding lama, pas disapih tetep nggak mau.

Saya sendiri menyimpulkan Gayatri sudah siap, adalah ketika Gayatri sendiri bilang setelah tiup lilin, “Gayatri sudah besar yah, nggak nenen.” Oke deh. Nggak nenen kita.

Oiya, saya juga ingin menekankan tentang kesiapan ibu juga ya…. Hehehe. Karena kadang bocahnya woles, ibunya yang drama!

hehehe

Saya maklum si, karena kan menyusui itu sesuatu yang emosional ya. So sweet banget. Banyak kok, ibu-ibu yang pada masa sapih bilang kalau jadi mellow dan juga merasa nggak rela kalau anaknya disapih.

Trus kalau salah satu dari ibu atau anak ternyata dikonfirmasi nggak siap gimana? Kalau kami kemarin rencananya si nambah waktu lagi buat sounding, sampai kesiapan kami terkonfirmasi. Gitu sih. Kan nggak ada juga yang bakal kasih denda yak kalau sapihnya lama, hehehe….

Ga dosa juga kan nyusuin lebih dari dua tahun. Saya pas dua tahun, ya bersyukur juga, bocah dan sayanya pas uda siap.

2. Konsisten dan persisten sama kesepakatan pra sapih.

Memulai untuk konsisten sebenarnya adalah hal yang susah, ketika anaknya mulai nego. Apalagi kalau negonya memelas. Hehehe…. Memang kudu bijaksana menilai, apakah saat itu dia sedang benar-benar butuh nenen, atau sekedar nego.

Karena kalau di pengalaman Gayatri, kebanyakan dia memang memelas untuk nego. Dan anaknya memang pinter nego. Hehehe….

“Ibuk, Aci mau nenen.”
“Masih ada nenennya tuuu….”
“Satu aja buk nenennya. Satu aja….”
“Aci masih kecil, nenen dulu.”

hiks

Ya kudu nguatin hati bener ini…. Sambil terus dipeluk sayang, elus-elus, sesuai dengan kesepakatan. Di titik ini saya beneran ngomong sama diri sendiri, kalau sapih itu nggak jahat kok. Asal kita tetap berusaha membuatnya tenteram dan nggak trauma.

Saya juga bilang ke diri saya sendiri, “Wajar, kan kalau Gayatri rewel, wong dua tahun dia hidup dari nenen.” Kalau dia nggak merasa kehilangan malah sedih sayanya, wkwkwk…. Yah intinya, kata-kata penguatan dan penghiburan buat diri sendiri.

3. Bikin anak senyaman mungkin.

Rada dramanya ya pas mau tidur malam. Soalnya dia kebingungan mulai tidurnya karena biasa bobo sambil ngenyot nenen kan…. Jadi agak rewel. Saya inget dulu kata Miss di daycare, Aci kalau di daycare maunya bobok ditepuk tepuk bokong sambil dinyanyiin kasih ibu. Jadi saya lalukan.

Rewel agak lama. Minta ini itu, diturutin aja (kecuali minta nenen tentunya). Setelah kehabisan ide, dia mulai nangis bombay. Saya mengalihkan perhatian pakai lagu cicak cicak di dinding, sambil gendong. Soalnya biar bocah dangak. Kalau dangak refleks akan diam nangisnya. Coba deh. Setidaknya dia bisa istirahat ambil napas dan sedikit tenang. Baru lepas jam 10, dia tidur.

Gayatri terbangun dua kali. Tengah malam dan subuh. Pas saya sudah kelelahan, ganti Suami yang peluk dan puk puk Gayatri.

Oiya saya juga diffuse EO Lavender buat bantu saya tetap tenang dan kalem, nggak emosian selama nyapih. Menurut saya, menjaga emosi ibu ini penting banget ya. Saya memang pengguna EO dari setahun ini jadi uda tahu banget kalau ngefek ke saya. Selain itu saya juga makan enak dan banyak biar ga laper, serta minum kopi biar nggak ngantuk. Saya kalau laper + ngantuk gaswat galaknya soalnya hahaha….

Di hari kedua, selain diffuse Lavender, saya oles juga ke kening dan jempol kakinya. So far ngefek bikin dia kalem. Tips ini saya dapat dari mom elly @pristinelly, produk oil Young Living juga bisa dibeli di akun tersebut.

Selain gendong, nyanyi, puk puk dan EO, ada satu hal lagi yang menurut saya patut dilakukan saat sapih: meminimalisasi penggunaan gadget pada orang tua, jadi anak merasa benar-benar diperhatikan.

2019-02-04 03.11.50 1-1024x1365

4. Tutup akses ke nenen.

Hari kedua ini Gayatri sudah nggak minta nenen, cuma kadang ngeliatin atau ngelus dada saya. Saya uda persiapan pakai kaos yang bukan kaos busui, selain itu juga saya rangkap kaosnya pakai tank top. Jadi mempersulit akses.

Ide nutup akses ini saya adaptasi dari tipsnya mbak @egadioni. Kalau beliau pakai stiker. Ibu-ibu bisa sesuaikan juga mana yang paling pas dengan kondisinya ya….

Mengatasi Payud*ra Sakit saat Sapih

Di hari kedua ini, yang agak bermasalah malah saya. Soalnya payud*ra mulai terasa penuh, karena produksinya sepertinya masih lumayan dan agak sakit kalau kesenggol. Nah, ibu-ibu yang mau sapih jangan melupakan kondisi diri sendiri yaaaa…. Kadang terlalu fokus sama anak, jadi lupa kalau harus juga memikirkan tubuhnya.

*sorry, saya sensor tulisannya soalnya sering kedettect sebagai konten dewasa sama Google Ads. Harap maklum ya….

Saya sempat menanyakan di stories tentang payud*ra yang penuh saat sapih ini. Tips dari Kak Chen (senior saya di kampus yang juga konselor ASI) adalah dikeluarkan saja ASInya sebagian sampai terasa nyaman. Tapi tidak perlu sampai kosong, agar tidak terus mendorong produksi ASI. Beberapa teman yang lain, bilang jika tidak terlalu sakit dibiarkan saja.

Saat itu karena masih bearable, saya biarkan saja, tidak saya pompa.

Di hari ketiga, payudara saya juga mulai nggak sakit lagi. Entah kenapa jadi lemes sendiri, berkurang kaku dan juga nggak nyeri banget. Thanks God pertolonganMu.

Setelah semingguan sapih, saya masih tetap lanjut sounding tipis-tipis. Dampak positif setelah sapih adalah, Gayatri tidak sering terbangun lagi di tengah malam untuk nenen. Saya bersyukur banget, jadinya tidurnya lebih berkualitas ya. Saya juga jadi bisa mengerjakan beberapa pekerjaan di malam dan saat fajar.

Simpulan sapih versi nyonyamalas:

  • sounding yang lengkap dan jauh jauh hari, ini sepertinya kunci utamanya ya. Kalau kasusnya Gayatri, saat kognitifnya uda dapet, kesiapan hatinya lebih mudah diraih,
  • lihat respon dan kesiapan anak,
  • peluk dan jaga emosi,
  • konsisten dan persisten tapi tetap kalem,
  • tutup akses payudara.

Semoga sharing kali ini bisa bermanfaat yaaa! Saya sadar kalau mungkin aplikasinya di keluarga teman-teman bisa bervariasi, jadi saya mendorong teman-teman untuk mengadaptasi/ menyesuaikan dengan kondisi masing-masing ya! Beberapa pengalaman teman-teman lain yang saya screenshoot saya share di Instagram @nyonyamalas di highlight SAPIH ya…. Semoga bisa sharing lagi via stories ya.

Salam sayang untuk putera-puterinya! Semoga lancar sapihnya!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Sapih (Part 1)

weaning with love

Heyyyaaaaa!!! Gayatri uda dua tahun aja ni bulan ini. Hehehe…. Seperti kesepakatan saya dan suami, kami akan melakukan sapih dengan mengadaptasi metode weaning with love. Dalam artikel ini kami akan sharing bagaimana cara kami menyapih Gayatri ya. Sharing pengalaman saja dan tidak bermaksud menyatakan bahwa cara ini paling benar atau bagaimana.

Walaupun memang cocok pada kami, memang belum tentu cocok untuk anak atau orang tua lain. Tapi siapa tahu cocok kan yaaa…. Hihihi….

Tentang Metode Menyapih

Banyak yang membahas tentang cara sapih dengan Weaning With Love. Saya sendiri mengadaptasi beberapa poin-poin dari WWL ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • menyapih dengan mempertimbangkan kesiapan bayi,
  • tidak dengan “menipu”,
  • mengalihkan perhatian dengan kasih sayang (pelukan, tepuk tepuk lembut, dll).

Yang tidak saya adopsi dengan saklek adalah prinsip “don’t offer, don’t refuse“. Karena pada masa pra sapih (saya menyebutnya demikian) mulai dari 18 bulan s.d. 24 bulan saya melakukan prinsip ini sambil terus sounding. Namun setelah usia 24 bulan, dalam beberapa negosiasi yang dilakukan Gayatri, saya menolak dengan halus permintaannya untuk menyusu. Tentunya karena saya menilai saat itu Gayatri meminta menyusu bukan karena kebutuhan, namun karena kebiasaan menjelang mau tidur. Hal ini juga mempertimbangkan karakter dan rules di rumah masing-masing ya…..

Namun bukan berarti saya bilang orang yang tidak menggunakan cara-cara WWL ini tuh menyapih tidak dengan cinta yak. Ya enggak juga keles, thats wahy saya jarang sekali menggunakan frasa tersebut.

Setiap ibu (yang normal) saya rasa akan mengambil keputusan apapun dilandasi dengan cinta. Setidaktahu apa pun ibu terhadap metode-metode terbaik abad ini, dan secanggung apapun dia melakukannya, saya tetap yakin para ibu melakukannya dengan cinta. Cinta kepada anaknya.

love love

So please, jangan saling menghakimi metode mana yang paling baik dan paling penuh cinta ya…. Yang ada adalah metode mana yang paling cocok bagi keluarga. ūüôā

Related Post: Orang Tua yang Yakin

Tentang Usia Menyapih

Oiya, tentang usia yang tepat untuk menyapih, sebenarnya memang tidak ada batas waktu yang saklek ya tentang masa sapih ini. Kami melakukannya pada usia 2 tahun, karena memang ingin Gayatri menikmati ASI setidaknya sampai 2 tahun. Walaupun saya tidak berhasil ASIx namun tetap ingin memberi ASI sampai dua tahun sesuai anjuran dokter.

Selain itu, kami rasa dengan beberapa persiapan yang telah kami lakukan sebelumnya sejak usia 18 bulan, Gayatri telah siap di usia tersebut.

Oiya, kesiapan Gayatri ini beneran kami konfirmasi ya. Bukan hanya perasaan saya semata….

Nah, inilah yang kami lakukan sebelum dan saat menyapih Gayatri. Untuk kemudahan teman-teman membaca, saya akan membagi ke dua tema bahasan: Pra Sapih dan Sapih. Lalu di masing-masing tema akan ada sub tema untuk menghighlight beberapa pesan ya. Nggak saklek bingit si, cuma biar lebih mudah dipahami saja….

Di artikel ini saya bahas tema satunya dulu ya…..

PRA SAPIH

1. Kesepakatan dg suami

Poin 1 intinya saya dan suami sepakat untuk memulai sapih segera setelah usia 2 tahun. Sepakat juga untuk pakai cara sounding jauh-jauh hari karena metode ini beberapa kali kami pakai dan bisa masuk ke Gayatri dg efektif. Soundingnya sebenarnya mulai dari 18 bulanan. Namun mulai intens dua bulan sebelum Gayatri dua tahun, dan sebulan sebelumnya bisa dibilang tiap hari soundingnya.

Saya sendiri juga sudah meyakini bahwa saya sebagai ibu, siap untuk menyapihnya. Jadi nggak mellow, atau masih ragu dan galau. Saya memahami, kalau kontak saat menyusui adalah sesuatu yang sangat indah, yang kadang bagi ibu sulit untuk melepaskannya.Ibu pun sering merasa jahat atau bersalah saat menyapih. Hal tersebut harus dihindari.

setrong

Karena perlu disadarai juga bahwa menyapih juga adalah kebutuhan bagi anak. Masa-masa baginya untuk belajar bahwa dunianya itu besar, tidak sebatas pada tubuh ibunya. Dia juga akan belajar bahwa dirinya bisa dan mampu untuk (mulai) mandiri. Jika dilakukan tanpa trauma, saya rasa hal ini dapat dicapai.

Kembali lagi, apapun keputusan parenting, mau sapih umur 3 tahun dan mau pakai cara apapun sebaiknya hasil diskusi dari kedua orang tuanya ya. Karena bagaimanapun nanti, ibu akan butuh bantuan dan support suami saat menjalaninya.

2. Sounding ke anak dan keluarga

Sounding ke Gayatri sudah mulai sejak dia 18 bulan. Tapi nggak intens. Baru mulai intens dibicarakan dua bulan sebelum sapih. Dan sebulan sebelum sapih bisa dibilang setiap hari selalu disounding. Kadang serius njelasin, kadang nyeletuk-nyeletuk aja.

Poin ini si yang menurut saya jadi senjata weaning with love di keluarga kami.

Apa yang disounding?

1. Kapan sapih

Berikut beberapa poin pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri dan kemudian bicarakan dengan Gayatri.

  • Kapan Gayatri mau disapih? Saat ulang tahun 2 tahun.
  • Kapan ulang tahun? – – – – Januari
  • Kapan itu januari? – – – – Habis Desember (lihat kalender)
  • Kapan sapihnya start? Habis tiup lilin dan potong kue.

IMG_20190113_130519-1024x1365

PRnya adalah karena masalah waktu sifatnya adalah konsep. Dan konsep waktu ini belum dipahaminya. Jadi harus menurunkan ke hal-hal yang Gayatri familiar dulu.

Kami menjelaskan ulang tahun dengan tiup lilin dan potong kue sebagai penanda waktu. Walaupun sebenarnya tidak terbiasa merayakan ultah juga, tapi hal itu yang paling familiar sama Gayatri. Karena di daycare sering ada yang merayakan ulang tahun dengan tiup lilin dan potong kue. Syukurlah Gayatri ingat momen ultahnya Rafka, Atano dan Malik. Jadi kalimatnya, “Gayatri mau ulang tahun. Tiup lilin. Tiup lilin sudah besar ya…. Sudah besar tidak nenen.”

Kami jelaskan kalau Gayatri ulang tahun di Januari. Januari habis Desember. Dia nggak tahu apa itu Januari dan Desember. Jadi ya dibilang aja pas Desember, ini bulan Desember. Habis Desember Januari ya…. Pas masuk Januari dibilang lagi, sekarang uda Januari. Bisa juga pakai kalender. Gayatri ulang tahun 10 hari lagi (misal) sambil nunjukin jari 10. Besoknya gitu lagi nunjukin jari 9, dst. Kami mulai gitu H-10 karena Gayatri tahunya angka ya baru 1-10 hehehe….

2. Kenapa sapih

Tentu sebenarnya alasan sapih dalam sebuah keluarga sangat kompleks ya. Yang pasti terkait dengan kebutuhan bayi, kondisi ibu maupun kondisi keluarga.

Misalnya, orang tua seudah merasa cukup memberikan ASI sampai 2 tahun saja sesuai anjuran WHO dan IDAI, atau karena masalah kesehatan ibu, atau masalah rencana program anak selanjutnya, dll. Namun bagi kami, yang perlu disampaikan ke Gayatri, tidak semuanya, hanya beberapa hal sebagai berikut:

  • Umur 2 tahun sudah besar,
  • Besar itu seperti apa, gambaran atau deskripsi kata “besar”,
  • Besar berarti tidak nenen.

Kami menjelaskan konsep “sudah besar” sama dengan Mas Malik. Teman daycarenya yang paling besar. “Mas Malik sudah besar, Mas Malik nggak nenen.” Konsep ini clear saat Gayatri sendiri sering bilang ke kami kalau Mas Malik nggak nenen. Hehehe…. Ini butuh beberapa hari ya. Nggak instan.

weaning with love

3. Bagaimana setelah sapih

Yang jangan lupa disounding adalah skenario setelah tidak nenen sebagai berikut:

  • Gimana kalau Gayatri pengen nenen,
  • Gimana kalau Gayatri mau bobok (karena Gayatri biasa bobok sambil menyusu).

Kami memilih untuk bilang,¬† “sudah besar minumnya susu kotak. Kalau pengen nenen ambil susu kotak. Susu kotak di rak.” Keteraturan posisi ini ternyata membantu juga. Jadi dia nggak dalam kondisi nol banget saat sapih. Uda tau “exit procedure”. Tentunya Gayatri juga sudah bisa minum susu kotak (pakai sedotan) dan doyan juga ya.

Yang lebih penting lagi, kami juga bilang kalau, “Walaupun Gayatri sudah ga nenen, ibuk tetap sayang. Gayatri ga nenen, boleh peluk erat. Kalau ngantuk peluk ibuk. Nanti ibu puk puk sambil nyanyi sampai Gayatri bobo. Kalau sedih peluk ibuk. Peluk sayang.”

Tentu saja masalah peluk erat, puk puk dan nyanyi ini disesuaikan dengan bagaimana kebiasaan anak sebelumnya, kalau bobok saat nggak ada ibunya ya…. Kebiasaan puk puk dan nyanyi ini adalah informasi dari daycarenya Gayatri dulu, Sementara kalau peluk, itu kebiasaan Gayatri kalau bobok sama bapaknya.

***

Yang melakukan sounding ke Gayatri ini tidak hanya saya. Hal di atas tentunya juga dilakukan oleh suami saya ke Gayatri. Pokoknya satu suara. Karena kami sering juga ngumpul keluarga bareng kakak ipar. Kakak ipar dan ponakan-ponakan juga tahu tentang ini dan ikutan bantu sounding juga.

So far saya merasakan bahwa sounding ini ngebantu banget. Mungkin karena Gayatri tipe yang (saya duga) thinking ya. Seperti saya. Jadi lebih mudah disentuh melalui kognitifnya dulu. Dia akan memahami sesuatu baru kemudian menerimanya. Setelah masalah pemahamannya kelar, baru kemudian menjaga hati dan perasaannya agar legowo.

Cerita selanjutnya saat masa sapih akan saya ceritakan di postingan berikutnya DI SINI yaa! Semoga bermanfaat! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Cara Memperlancar ASI dan Mengatasi Stretch Marks dengan Healthy Habits with Bio Oil

healthy habits for breastfeeding mom

Jujur,¬†proses menyusui Gayatri jauh lebih menantang bagi saya dibandingkan proses kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebab, yang juga saya sesali, adalah karena saya memang kurang menimba ilmu terkait proses menyusui sebelumnya. Istilah orang Jawanya “nggampangke”, karena ya saya pikir nyusuin apa susahnya si…. Ternyata bertolak belakang dari pikiran saya, ternyata banyak ketidaktahuan saya akan¬†cara memperlancar ASI¬†membuat saya tidak lancar menyusui Gayatri.

Belajar dari pengalaman tersebut, Sabtu (9/8) saya mengikuti acara Healthy Habits for Breastfeeding Mom yang diadakan oleh Bio Oil dan CChannel di Buba & Bump Cafe, Jakarta Selatan. So glad, karena di acara tersebut saya bisa banyak belajar dari dua narasumber yang mengisi Talkshow acara ini yakni Dr Dimple Nagrani, Sp.A dan Ibu Sinthya Dewi selaku Product Trainer PT Radiant Sentral Nutrindo atau perwakilan dari Bio Oil. Serta mendengar sharing dari beauty influencer, Putricaya, yang ternyata produksi ASInya bisa dibilang 11-12 dengan saya. Hehehe, jadi makin semangat belajar mengASIhi-nya.

blogger gathering

Berikut oleh-oleh dari acara tersebut, yang saya rasa juga bakal bermanfaat buat para nyonya dan calon nyonya untuk makin siap menyusui bayinya.

Sadari the real problem yang dihadapi breasfeeding mom!

Ditengah banyaknya mitos yang beredar tentang boleh atau tidaknya ibu menyusui melakukan anu ini itu, masalah utama yang dihadapi ibu menyusui setidaknya ada dua; 1) masalah terkait produksi ASI dan 2) masalah kondisi kulit yang memburuk pasca kehamilan dan persalinan.

Masalah yang dihadapi ibu menyusui:

1 . Produksi ASI

Kita semua tahu manfaat ASI yang luar biasa, dan tentunya sebagai ibu kita ingin dong bisa ASI eksklusif.

Hanya saja kalau tak semua ibu dikaruniai ASI yang berlimpah. Seperti saya, yang dengan pede sudah beli frezeer gede tapi ternyata ASIP yang saya miliki tidak seberapa. Harus berjuang kejar setoran setiap hari supaya besok bisa berangkat kerja dengan hati tenang. So the struggle is real!

2 . Kondisi kulit yang memburuk

Pas di awal acaranya MC acara ini menanyai beberapa ibu tentang masalah kulit yang dihadapi selama dan paska kehamilan. Ada yang bilang,¬† dehydrated skin, scars, ageing skin, uneven skin tone daaaaaannnn yang paling horror adalah strech marks. Eymmm…. sayangnya kesemua yang disebutin tadi saya alami. Huft….

Pada ngalamin nggak si?

  • kurangnya waktu merawat diri
  • kekawatiran produk kosmetik berbahaya bagi bayi

Saya ngalamin banget, dan kebiasaan “yauda si, pikir ntar, yang penting bisa pumping dulu aja syukur” makin memperparah kondisi kulit. Stretch mark merajalela. Padahaaaallll, ternyata keduanya bisa diusahakan bersamaan. Tar aku cerita lebih lanjut di bawah ya…..

Healthy Habits for Breastfeeding Mom

Healthy Habits Terkait produksi ASI

Dr Dimple Nagrani, Sp.A  seorang pediatri sekaligus ibu yang sedang menyusui tahu betul kondisi yang dihadapi breastfeeding mom. Karenanya pas beliau memberikan paparan, saya tu merasa related banget dan infonya sangat doable.

  • Smile & positive mind set, percaya diri. ASI kita tidak perlu tumpe-tumpe sampai memenuhi frezeer, namun yang penting cukup. Hal ini penting karena jika ekspektasi kita ketinggian, dapat berakibat ibu jadi stres dan malah mengurangi produksi ASI.
  • Skin to skin contact, berinteraksi langsung dengan bayi akan mendorong hormon “ASI” bekerja juga dengan baik.
  • Rutin menyusui, karena proses produksi ASI adalah on demand. Semakin sering payudara disusui, maka otak akan “diprogram” untuk menghasilkan ASI yang lebih banyak, demikian seterusnya.
  • Diet sehat, ibu menyusui bebas makan apa saja ya buuuukkk! Tapi jangan pula yang mengandung alkohol atau hal-hal tidak sehat lainnya.
  • Tips memompa ASI, pilih pompa ASI yang mirip dengan cara minum bayi. Ada proses pijatan dulu yang memancing LDR.
  • Me Time:¬†Quality over quantity. Jangan fokus ke lama waktunya, kalau kata Mr. Yamato Sagawa, Director CChanel, nonton video asik dan menarik dari CChanel pun bisa jadi me time ibu ibu loooh.
  • Pijat ASI utnuk membuat tubuh ibu rileks dan hormon terkait ASI dihasilkan.

Saya pengen memberi highlight di pijat ASI ini ya. Karena treatment ini adalah pengetahuan lama tapi baru buat saya, alias dulu cuma pernah denger sekilar, dan baru sekarang melihat tutorialnya secara langsung. Berikut dua jenis pijat terkait produksi ASI yang disampaikan oleh Dr Dimple Nagrani, Sp.A.

1) Pijat Payudara

Ada empat gerakan utama dalam memijat payudara. Empat gerakan tersebut dapat dilakukan saat mau menyusui bayi. Gerakannya sebagai berikut:

pijat payudara

2) Pijat Oksitosin

Oksitosin adalah hormon yang berperan untuk merangsang keluarnya ASI. Hormon oksitosin akan memicu otot-otot halus di sekitar sel-sel pembuat ASI untuk mengeluarkan ASI. Otot-otot tersebut akan berkontraksi dan mengeluarkan ASI. Proses ini disebut let down reflect (refleks keluarnya ASI).

Gerakan memijat dilakukan seperti gerakan memutar mutar dengan jempol (perhatikan jari dokter di foto) pada punggung di kanan dan kiri tulang punggung (lihat di slide di foto).

massage bio oil

Healthy Habits Terkait Permasalahan Kulit

  • Rajin membersihkan kulit.
  • Hindari paparan matahari langsung.
  • Asupan nutrisi.
  • Menggunakan produk spesialis perawatan kulit dengan kandungan yang baik.

Cara Memperlancar ASI dan Mengatasi Stretch Marks

“Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.”

Saya jadi ingat betapa dulu (eh sekarang juga masih ding) jugling between rutin menyusui, pumping di antara bekerja dan mengurus rumah. The strugle is real ya kan Nyaaaah…. Somehow, walaupun ngeh sama masalah kulit, kadang masalah itu jadi nggak diprioritasin lagi. Yang penting ada ASIP yang cukup buat besok bocah ditinggal kerja. Itu aja yang di pikiran.

Makanya tampang eike semrawut ya….

Saya baru sadar kemarin, pas Bu Sinthya Dewi¬†presentasi tentang produk Bio Oil. Iya juga ya, bukankah bisa massage payudara dan pijat oksitosin sekaligus mengobati stretch marks dan masalah kulit lain yes….

Sekali massage, kulit alus ASI ngucur terus….

How? Massage dengan Bio Oil

Sebenarnya saya sudah familiar dengan produk ini dari sejak hamil. Jadi paham betul dengan manfaat ekstranya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tapi saya nggak ngeh aja, knapa ga sekalian pijat ASI!

Buat yang belum kenal banget sama Bio Oil, aku sampaikan sedikit kutipan dari bahasan kemarin ya….

Bio Oil adalah produk dari Afrika Selatan yang mengandung Purcellin Oil. Manfaat produk ini banyaaak banget dari ujung rambut ke ujung kaki:

manfaat bio oil

  • Memberikan nutrisi dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak pada rambut.
  • Menyamarkan warna kulit yang tidak merata.
  • Membantu memperbaiki dan mengurangi pembentukan strecht marks.
  • Menghaluskan bagian kulit yang sangat kering.
  • Yang perlu diperhatikan adalah cara dan keistiqomahan penggunaannya ya.

Cara penggunaan:

Massage ke bagian yang diinginkan sebanyak 2x sehari dilakukan terus menerus minimal 3 bulan. Oleskan produk di kulit dan pijat dengan lembut dg ujung jari dengan gerakan memutar searah jarum jam hingga benar-benar terserap. Mudah dan cepat kan…. Namun tetap harus telaten menggunakannya ya karena produk ini alami dan tidak instan.

Produk ini teruji secara klinis efektif dan aman. Namun tetap perlu diingat kalau produk ini bukan food grade, jadi hindari penggunaannya di bagian aerola, serta bersihkan dengan seksama bagian payudara sebelum menyusui. Cara membersihkannya juga gampang kok, karena minyak ini tidak lengket. Tinggal lap saja dengan washlap yamg sudah dibasahi air hangat.

bio oil dan nyonyamalas

Makin cintaaaaa sama Bio Oil. Untuk manfaatnya sendiri dalam hal mengurangi kulit kering dan strecht marks sudah pernah saya rasakan. Review dan foto before afternya saya pernah tulis di artikel ini ya….

Related post: Penggunaan Bio Oil Pada Ibu Hamil dengan Foto Progress

Demikian oleh-oleh saya dari acara Healthy Habits for Breastfeeding Mom bersama Bio Oil dan CChannel. Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaaa….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Dua Kamisol/ Bra Menyusui Penolong Ibu

bra menyusui mooimom

Judulnya terdengar kaya judul episode Doraemon yak. Kalau belum kedengeran kaya gitu coba deh diulang tapi pakai suara Doraemon yang cempreng itu: “Bra Menyusui Penolong Ibuuuuu”. Nah iya kan mirip?

Anggaplah saya Nobita, seseorang canggung yang kadang manja tapi juga banyak maunya. Di mata saya dua benda ini emang ngebantu banget, terutama dari sisi saya sebagai ibu-ibu menyusui. Kamisol menyusuinya nyaman, dan kamisol handsfreenya selain nyaman juga fungsional. Sayangnya saya baru punya yang kamisol handsfree ini baru-baru aja. Coba yak dari dulu…. Mungkin jadi makin semangat perpumpingan ASIPnya….

Okidoki, biar saya nggak kebanyakan ngelantur langsung aja cus yes, saya bahas satu-satu….

1. Kamisol Menyusui

Nama asli produk ini sebenarnya adalah Seamless Maternity & Nursing Bra Top dari Mooimom. Saya sebut dengan Kamisol Menyusui biar ringkes dan mudah diingat aja ya.

Kenapa saya sebutnya kamisol bukan bra, karena bentuknya seperti tank top, jadi nggak pas aja kalau dibilang bra. Mungkin pas juga kalau disebutnya bra top ya. Temen-temen lebih familiar dengan nama yang mana? Kamisol sendiri kalau menurut KBBI artinya baju tanpa lengan, seperti kutang yang sudah dimodifikasi, baik bahan, model, maupun warnanya, dipakai sebagai baju dalam atau baju luar.

kamisol menyusui tampak depan

Saya punya kamisol ini sudah agak lama, dari tahun 2017. Bermanfaat banget, terutama kalau menyusui di malam hari. Meminimalisasi ruang terbuka di perut jadi nggak sering masuk angin. Hehehe.

Related Post: Kebiasaan Baik Agar Lancar Menyusui

Selain itu, dipakai sebagai pengganti tanktop sehari-hari juga nyaman. Jadi dapat manfaat 1) mudah menyusui dan yang kedua 2) rapet melekat ke badan gitu. Kalau baju menyusuinya terangkat/ tersibak di bagian punggung tubuh ibu tetap tertutup kamisol ini.

Bahan: 93% cotton  7% Spandex. Rasanya lembut, lentur dan adem. Oiya di bagian cup nggak ada kawatnya ya penahannya adalah bagian elastis yang ada di sekirat dada. Enakkeun kok, nggak pingget, rasanya kaya dibungkus rapat aja, tapi nggak sesak. Slim fit gitu kali ya bahasanya.

Ukuran: Saya menggunakan ukuran L, badan saya 178 cm dengan berat 61 kg. Biasa pakai bra 36 cup B.

kamisol menyusui

Harga: Rp 239.000,00

Where to buy: webnya Mooimom.

Detail penting: Ada akses bukaan untuk menyusuinya di bagian depan, berupa kancing sebagai berikut:

detail kancing kamisol menyusui

Anjuran: IMHO, perlu perhatian saat menyuci pakaian ya. Kalau bisa dicuci tangan akan lebih baik, jadi lebih awet kain dan busanya. Pengalaman saya cuci pakai mesin cuci  riskan mulur. Tapi bisa diakali dengan mengeluarkan dulu busanya, kemudian dicuci terpisah dalam jala/ kantung untuk cuci baju. Dijamin jadi lebih awet.

2. Kamisol Handsfree

Mbak Tia, senior saya dulu pernah tanya kok saya bisa produktif nulis walau punya bayi. Salah satu jawaban saya pada beliau adalah: memanfaatkan waktu pumping untuk nulis. Jadi malam-malam sambil pumping saya ngetik pakai handphone. Waktu itu saya belum punya kamisol handsfree ini. Pakai bra menyusui biasa.

Bisa? Bisa tapi agak riskan memang karena posisi breastpumpnya yang miring. Jadi rawan jatuh. Makanya pas tahu ada produk ini, saya seneng banget.

bra menyusui mooimom

Nama Produk: Hands Free Pumping Tank

Bahan: 93% cotton  7% Spandex

Ukuran: Saya pakai ukuran L. Panduan ukuran dari webnya sbb yak:

kamisol handsfree

Harga: Rp 340.000,00

Where to buy: ini sama juga, bisa dibeli di webnya Mooimom langsung.

Detail penting:

Ada akses untuk memasukkan corong breastpump tepat mengarah ke puting sehingga meminimalisasi bocor dan rasa nyeri akibat hisapan breastpump yang berubah arah. Karena agak sulit menggambarkannya dengan kata-kata saya videokan aja ya. Visualisasi penggunaannya kira-kira sbb:

Di video di atas saya pakai corong breast pump dari medela mini electric. Tapi saya coba pakai corongnya spektra 9+ juga sip.

Akses tersebut juga dilengkapi dengan kain penahan elastis sebanyak 3 buah yang melintang dari sisi-sisi yang berlainan arah. Penahan ini bermanfaat selain memastikan posisi corong tidak berubah, juga menahan breastpump agar tidak melorot. Fitur inilah yang membuat ibu bisa handsfree saat pumping.

Buat ibu-ibu bekerja, kemungkinan besar akan membantu banget. Jadi pumping bisa dilakukan sambil tetap ngetik/ kerja di kubikel masing-masing. Saya sendiri mengalami dilematisnya. Kadang pengen rutin pumping, tapi kerjaan numpuk. Kalau ditinggal per dua jam sekali, bisa-bisa jadi molor pulang kerjanya. Dan walaupun atasan baik, kadang sungkan juga kan izin bolak balik keluar ruangan buat pumping di nursery room.

Oiya, walaupun kamisol ini lumayan kuat nahan breastpump, tapi tetap jaga pergerakan baik-baik ya, hehehe. Jangan juga mentang-mentang pakai kamisol handsfree trus gerakannya jadi lasak. Karena kalau terlalu banyak bergerak, breastpumpnya kan bisa kesenggol dan ASIP yang ditampung bisa tumpe tumpe.kuat

Kalaupun teman-teman tidak sedang menyusui, dua benda ini layak banget dipertimbangkan untuk jadi kado. Biasanya kan pada ngadonya barang bayi tuh. Padahal kan ibunya juga perlu dikado. Ibu yang happy, bakal lebih sehat juga lo, positif dampaknya untuk bayi maupun keluarga secara keseluruhan.

Dua barang ini juga sering banget nggak kepikiran buat dibeli soalnya. Namanya juga orang tua kan, kadang fokusnya ke kebutuhan anak. Padahal printilan-printilan yang kayanya remeh gini tu life saver banget.

Kalau mau beli bisa langsung ke webnya. Tapi ada baiknya pantengin sosmednya mooimom di FB dan IG. Soalnya sering ada info promo. Hehehe…. Biar lebih enteng gitu belinya. #emakirit

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat yaaa! Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Couple-an Bareng Gayatri, Review Baju Ibu Menyusui dan Bayi Perempuan Mooimom

mooimom 4

Dulu pas baru melahirkan Gayatri, banyak yang bilang selamat punya anak cewek, soalnya bisa didandani macem-macem.Kompakan gitu, antara baju bayi sama baju ibu menyusui. Hihihi, sayangnya saya bukan ibu yang suka ngedandani bayi pake bando, tutu, dll. Suka ngeliatnya, tapi riweuh gitu makeinnya. Wkwkwkwk….

Baju yang yang akan saya review ini saja baju couple satu-satunya yang saya punya bareng Si Ening. Awalnya si kepikiran jaga-jaga kalau Bapaknya mau pake jersey Juventus. Setidaknya kan bisa matching item putih. Namun ternyata setelah sekali  pakai, saya jadi jatuh hati pada produk mooimom ini.

mooimom 4

Deskripsi produk:

Nama produknya kalau di webnya Mooimom adalah: 2 Piece Stripe Long Sleeves Sling Nursing Dress Couple Set

Yang didapatkan si paket set tersebut adalah

  1. satu kaus ibu motif garis-garis lengan panjang,
  2. satu overall hitam untuk ibu,
  3. satu kaus jumper lengan panjang dengan kancing di bagian selangkangan dan
  4. satu overall hitam ukuran bayi.

Jadi total ada 4 pcs yang dikemas dalam satu paket. EMPAAAATTT Sodara-sodaraaaa! #happy

Sebenarnya ada juga baju menyusui-nya yang dijual terpisah kalau memang tidak mau couple-an sama bayi. Tapi saya memang dari awal niat couple-an jadi beli yang sepaket.

Harga normalnya dinamdrol Rp 749.000,00. Agak pricey ya. Tapi cukup worthy mengingat dapat 4 pcs dan kualitasnya juga bagus. Tips tambahan, ikuti aja akun mooimom di IG atau FB, soalnya sering banget ada info promonya. Misal pas IMBEX kemarin, diskonnya lumayan gede-gedean lo. Atau kalau mau ya, rajin pantengin webnya Mooimom sendiri.

Ukuran baju sbb:

ukuran baju mooimomUkuran di atas saya screenshoot dari webnya Mooimom ya. Kalau saya (167 cm, 58 kg) pakai kausnya pas, dan overallnya jatuh di atas lutut. Gayatri (82 cm, 12 kg) jadinya juga di atas lutut overallnya, dan kausnya pun ngepas badan.

What I Love Most

Beberapa hal yang saya suka dari produk ini adalah sebagai berikut:

1 . Bahan

Bahan dari kaus dan overallnya dalah dari katun campur spandek, dengan rincian 65% Cotton, 35% Spandex.

Jadi memiliki kelebihan katun yang menyerap keringat dan adem. Serta lebih kuat daripada katun biasa karena ada campuran spandeknya. Yang saya suka lagi karena ada campuran spandek,bahan ini jadi fleksibel mengikuti badan. Baik badan bayi maupun badan saya.

Usia 1,5 tahun kan dia lagi banyak-banyaknya bergerak, pakaian yang fleksibel membuatnya nyaman berkeksplorasi. Pakaian yang fleksibel juga nyaman buat saya, ibunya yang harus lari-larian ke sana kemari. Wkwkwkw…. Untuk yang merasa overallnya terlalu pendek bisa dipadu dengan legging panjang.

2 . Modelnya Versatile

Warna hitam dan putih serta kaus dengan motif stripes, bisa dibilang adalah basic wardrobe ya. Yang nggak pernah salah alii as mudah dipadu padankan dengan outfit lain. Dan juga long lasting, tak lekang oleh waktu.

Contoh padu padan yang pernah/ ingin saya coba:

  • kaus stripes + overal hitam alias gaya originalnya:

mooimom 1

  • kaus stripes + overal hitam + leging hitam untuk perjalanan dan ekstra kehangatan

mooimom 3

  • kaus stripes hitam + legging hitam

mooimom 2

  • yang keempat belum pernah saya coba, tapi saya rasa bisa saya coba untuk lebaran/ ke gereja nanti sebagai padu padan yang semi formal: kemeja putih + overall hitam + legging hitam.

3. Ada sakunya

Di overall hitamnya ada saku sebanyak dua buah, di sisi badan kiri dan kanan. Dan ukuran sakunya lumayan besar untuk mengantungi handphone dan tisu atau mainannya Gayatri yang ukuran kecil. Fungsional banget.

4. Akses menyusuinya modern dan tidak menyolok

Last but not least, yang saya suka dari baju menyusui tentunya adalah adanya akses menyusuinya. Nhah dimanakah aksesnya? Ada di antara overall dan kaus stripesnya. Jadi bukan berupa celah atau bukaan di samping seperti baju menyusui biasanya. Tetap aman kok, nggak kelihatan, dan yang pasti nggak terlalu menyolok

Room for Improvement

Saya beri sepasang kaus ini 8,5 dari 10 karena hal-hal di atas. Bisa jadi 9 kalau saja di bagian kerah ke arah pundak bayinya diberi kancing agar semakin memudahkan saat berganti baju.

Sekian sharing dari saya, semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman yang sedang mencari baju couple ibu dan anak perempuan ya…. Salam sayang!

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!