Dua Kamisol/ Bra Menyusui Penolong Ibu

bra menyusui mooimom

Judulnya terdengar kaya judul episode Doraemon yak. Kalau belum kedengeran kaya gitu coba deh diulang tapi pakai suara Doraemon yang cempreng itu: “Bra Menyusui Penolong Ibuuuuu”. Nah iya kan mirip?

Anggaplah saya Nobita, seseorang canggung yang kadang manja tapi juga banyak maunya. Di mata saya dua benda ini emang ngebantu banget, terutama dari sisi saya sebagai ibu-ibu menyusui. Kamisol menyusuinya nyaman, dan kamisol handsfreenya selain nyaman juga fungsional. Sayangnya saya baru punya yang kamisol handsfree ini baru-baru aja. Coba yak dari dulu…. Mungkin jadi makin semangat perpumpingan ASIPnya….

Okidoki, biar saya nggak kebanyakan ngelantur langsung aja cus yes, saya bahas satu-satu….

1. Kamisol Menyusui

Nama asli produk ini sebenarnya adalah Seamless Maternity & Nursing Bra Top dari Mooimom. Saya sebut dengan Kamisol Menyusui biar ringkes dan mudah diingat aja ya.

Kenapa saya sebutnya kamisol bukan bra, karena bentuknya seperti tank top, jadi nggak pas aja kalau dibilang bra. Mungkin pas juga kalau disebutnya bra top ya. Temen-temen lebih familiar dengan nama yang mana? Kamisol sendiri kalau menurut KBBI artinya baju tanpa lengan, seperti kutang yang sudah dimodifikasi, baik bahan, model, maupun warnanya, dipakai sebagai baju dalam atau baju luar.

kamisol menyusui tampak depan

Saya punya kamisol ini sudah agak lama, dari tahun 2017. Bermanfaat banget, terutama kalau menyusui di malam hari. Meminimalisasi ruang terbuka di perut jadi nggak sering masuk angin. Hehehe.

Related Post: Kebiasaan Baik Agar Lancar Menyusui

Selain itu, dipakai sebagai pengganti tanktop sehari-hari juga nyaman. Jadi dapat manfaat 1) mudah menyusui dan yang kedua 2) rapet melekat ke badan gitu. Kalau baju menyusuinya terangkat/ tersibak di bagian punggung tubuh ibu tetap tertutup kamisol ini.

Bahan: 93% cotton  7% Spandex. Rasanya lembut, lentur dan adem. Oiya di bagian cup nggak ada kawatnya ya penahannya adalah bagian elastis yang ada di sekirat dada. Enakkeun kok, nggak pingget, rasanya kaya dibungkus rapat aja, tapi nggak sesak. Slim fit gitu kali ya bahasanya.

Ukuran: Saya menggunakan ukuran L, badan saya 178 cm dengan berat 61 kg. Biasa pakai bra 36 cup B.

kamisol menyusui

Harga: Rp 239.000,00

Where to buy: webnya Mooimom.

Detail penting: Ada akses bukaan untuk menyusuinya di bagian depan, berupa kancing sebagai berikut:

detail kancing kamisol menyusui

Anjuran: IMHO, perlu perhatian saat menyuci pakaian ya. Kalau bisa dicuci tangan akan lebih baik, jadi lebih awet kain dan busanya. Pengalaman saya cuci pakai mesin cuci  riskan mulur. Tapi bisa diakali dengan mengeluarkan dulu busanya, kemudian dicuci terpisah dalam jala/ kantung untuk cuci baju. Dijamin jadi lebih awet.

2. Kamisol Handsfree

Mbak Tia, senior saya dulu pernah tanya kok saya bisa produktif nulis walau punya bayi. Salah satu jawaban saya pada beliau adalah: memanfaatkan waktu pumping untuk nulis. Jadi malam-malam sambil pumping saya ngetik pakai handphone. Waktu itu saya belum punya kamisol handsfree ini. Pakai bra menyusui biasa.

Bisa? Bisa tapi agak riskan memang karena posisi breastpumpnya yang miring. Jadi rawan jatuh. Makanya pas tahu ada produk ini, saya seneng banget.

bra menyusui mooimom

Nama Produk: Hands Free Pumping Tank

Bahan: 93% cotton  7% Spandex

Ukuran: Saya pakai ukuran L. Panduan ukuran dari webnya sbb yak:

kamisol handsfree

Harga: Rp 340.000,00

Where to buy: ini sama juga, bisa dibeli di webnya Mooimom langsung.

Detail penting:

Ada akses untuk memasukkan corong breastpump tepat mengarah ke puting sehingga meminimalisasi bocor dan rasa nyeri akibat hisapan breastpump yang berubah arah. Karena agak sulit menggambarkannya dengan kata-kata saya videokan aja ya. Visualisasi penggunaannya kira-kira sbb:

Di video di atas saya pakai corong breast pump dari medela mini electric. Tapi saya coba pakai corongnya spektra 9+ juga sip.

Akses tersebut juga dilengkapi dengan kain penahan elastis sebanyak 3 buah yang melintang dari sisi-sisi yang berlainan arah. Penahan ini bermanfaat selain memastikan posisi corong tidak berubah, juga menahan breastpump agar tidak melorot. Fitur inilah yang membuat ibu bisa handsfree saat pumping.

Buat ibu-ibu bekerja, kemungkinan besar akan membantu banget. Jadi pumping bisa dilakukan sambil tetap ngetik/ kerja di kubikel masing-masing. Saya sendiri mengalami dilematisnya. Kadang pengen rutin pumping, tapi kerjaan numpuk. Kalau ditinggal per dua jam sekali, bisa-bisa jadi molor pulang kerjanya. Dan walaupun atasan baik, kadang sungkan juga kan izin bolak balik keluar ruangan buat pumping di nursery room.

Oiya, walaupun kamisol ini lumayan kuat nahan breastpump, tapi tetap jaga pergerakan baik-baik ya, hehehe. Jangan juga mentang-mentang pakai kamisol handsfree trus gerakannya jadi lasak. Karena kalau terlalu banyak bergerak, breastpumpnya kan bisa kesenggol dan ASIP yang ditampung bisa tumpe tumpe.kuat

Kalaupun teman-teman tidak sedang menyusui, dua benda ini layak banget dipertimbangkan untuk jadi kado. Biasanya kan pada ngadonya barang bayi tuh. Padahal kan ibunya juga perlu dikado. Ibu yang happy, bakal lebih sehat juga lo, positif dampaknya untuk bayi maupun keluarga secara keseluruhan.

Dua barang ini juga sering banget nggak kepikiran buat dibeli soalnya. Namanya juga orang tua kan, kadang fokusnya ke kebutuhan anak. Padahal printilan-printilan yang kayanya remeh gini tu life saver banget.

Kalau mau beli bisa langsung ke webnya. Tapi ada baiknya pantengin sosmednya mooimom di FB dan IG. Soalnya sering ada info promo. Hehehe…. Biar lebih enteng gitu belinya. #emakirit

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat yaaa! Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Couple-an Bareng Gayatri, Review Baju Ibu Menyusui dan Bayi Perempuan Mooimom

mooimom 4

Dulu pas baru melahirkan Gayatri, banyak yang bilang selamat punya anak cewek, soalnya bisa didandani macem-macem.Kompakan gitu, antara baju bayi sama baju ibu menyusui. Hihihi, sayangnya saya bukan ibu yang suka ngedandani bayi pake bando, tutu, dll. Suka ngeliatnya, tapi riweuh gitu makeinnya. Wkwkwkwk….

Baju yang yang akan saya review ini saja baju couple satu-satunya yang saya punya bareng Si Ening. Awalnya si kepikiran jaga-jaga kalau Bapaknya mau pake jersey Juventus. Setidaknya kan bisa matching item putih. Namun ternyata setelah sekali  pakai, saya jadi jatuh hati pada produk mooimom ini.

mooimom 4

Deskripsi produk:

Nama produknya kalau di webnya Mooimom adalah: 2 Piece Stripe Long Sleeves Sling Nursing Dress Couple Set

Yang didapatkan si paket set tersebut adalah

  1. satu kaus ibu motif garis-garis lengan panjang,
  2. satu overall hitam untuk ibu,
  3. satu kaus jumper lengan panjang dengan kancing di bagian selangkangan dan
  4. satu overall hitam ukuran bayi.

Jadi total ada 4 pcs yang dikemas dalam satu paket. EMPAAAATTT Sodara-sodaraaaa! #happy

Sebenarnya ada juga baju menyusui-nya yang dijual terpisah kalau memang tidak mau couple-an sama bayi. Tapi saya memang dari awal niat couple-an jadi beli yang sepaket.

Harga normalnya dinamdrol Rp 749.000,00. Agak pricey ya. Tapi cukup worthy mengingat dapat 4 pcs dan kualitasnya juga bagus. Tips tambahan, ikuti aja akun mooimom di IG atau FB, soalnya sering banget ada info promonya. Misal pas IMBEX kemarin, diskonnya lumayan gede-gedean lo. Atau kalau mau ya, rajin pantengin webnya Mooimom sendiri.

Ukuran baju sbb:

ukuran baju mooimomUkuran di atas saya screenshoot dari webnya Mooimom ya. Kalau saya (167 cm, 58 kg) pakai kausnya pas, dan overallnya jatuh di atas lutut. Gayatri (82 cm, 12 kg) jadinya juga di atas lutut overallnya, dan kausnya pun ngepas badan.

What I Love Most

Beberapa hal yang saya suka dari produk ini adalah sebagai berikut:

1 . Bahan

Bahan dari kaus dan overallnya dalah dari katun campur spandek, dengan rincian 65% Cotton, 35% Spandex.

Jadi memiliki kelebihan katun yang menyerap keringat dan adem. Serta lebih kuat daripada katun biasa karena ada campuran spandeknya. Yang saya suka lagi karena ada campuran spandek,bahan ini jadi fleksibel mengikuti badan. Baik badan bayi maupun badan saya.

Usia 1,5 tahun kan dia lagi banyak-banyaknya bergerak, pakaian yang fleksibel membuatnya nyaman berkeksplorasi. Pakaian yang fleksibel juga nyaman buat saya, ibunya yang harus lari-larian ke sana kemari. Wkwkwkw…. Untuk yang merasa overallnya terlalu pendek bisa dipadu dengan legging panjang.

2 . Modelnya Versatile

Warna hitam dan putih serta kaus dengan motif stripes, bisa dibilang adalah basic wardrobe ya. Yang nggak pernah salah alii as mudah dipadu padankan dengan outfit lain. Dan juga long lasting, tak lekang oleh waktu.

Contoh padu padan yang pernah/ ingin saya coba:

  • kaus stripes + overal hitam alias gaya originalnya:

mooimom 1

  • kaus stripes + overal hitam + leging hitam untuk perjalanan dan ekstra kehangatan

mooimom 3

  • kaus stripes hitam + legging hitam

mooimom 2

  • yang keempat belum pernah saya coba, tapi saya rasa bisa saya coba untuk lebaran/ ke gereja nanti sebagai padu padan yang semi formal: kemeja putih + overall hitam + legging hitam.

3. Ada sakunya

Di overall hitamnya ada saku sebanyak dua buah, di sisi badan kiri dan kanan. Dan ukuran sakunya lumayan besar untuk mengantungi handphone dan tisu atau mainannya Gayatri yang ukuran kecil. Fungsional banget.

4. Akses menyusuinya modern dan tidak menyolok

Last but not least, yang saya suka dari baju menyusui tentunya adalah adanya akses menyusuinya. Nhah dimanakah aksesnya? Ada di antara overall dan kaus stripesnya. Jadi bukan berupa celah atau bukaan di samping seperti baju menyusui biasanya. Tetap aman kok, nggak kelihatan, dan yang pasti nggak terlalu menyolok

Room for Improvement

Saya beri sepasang kaus ini 8,5 dari 10 karena hal-hal di atas. Bisa jadi 9 kalau saja di bagian kerah ke arah pundak bayinya diberi kancing agar semakin memudahkan saat berganti baju.

Sekian sharing dari saya, semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman yang sedang mencari baju couple ibu dan anak perempuan ya…. Salam sayang!

 

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Gabag Indonesia Versi Ibu yang Sering Traveling

Review gabag

Haiiii!!!! Seperti janji di Instagram @nyonyamalas kemarin, saya mau review Gabag Indonesia dari sudut pandang Ibu yang sering traveling serta nyoba membandingkan antara dua versi gabag yang saya miliki. Ini sekaligus juga dalam rangka mendukung campaign #gabagjelajahindonesia yang diinisiasi Gabag Indonesia dan Tiket.com. Yuk, gabagers ikutan campaign ini…. infonya sbb ya:

IMG_4453

Saya pribadi si seneng banget ya sama semangat #gabagjelajahindonesia ini. Seolah mau mengajak para ibu muda untuk tetap berani bepergian, karena sudah terfasilitasi oleh berbagai kemudahan: 1. kemudahan memesan tiket secara online di tiket.com dan 2. kemudahan membawa dan menyimpan ASIP dengan aman dan nyaman dengan cooler bag asi. Karena kan nggak bisa dipungkiri, walaupun sedang punya bayi, Nyonyah-nyonyah kadang punya kepentingan keluarga/ pekerjaan yang mengharuskan untuk keluar kota. Jadi sangat butuh cooler bag asi yang bisa menjaga ketahanan asi perah.

Pengalaman traveling paling berkesan saya bersama cooler bag Gabag adalah saat outing kantor ke Cirebon. Saat itu saya tidak mungkin membawa Gayatri karena dia sedang sumeng. Ini pertama kalinya dan satu-satunya saya keluar kota lebih dari sehari tanpa anak. Biasanya kami akan bawa Gayatri ikut dinas saya.

Itu juga pertama kali dan sepertinya sekali seumur hidup, saya menyusui di dalam bus. Wkwkwk…. Agak rempeus ya. Soalnya malam malam, dilematis kalau nyalain lampu kelihatan (walau ditutup apron) tapi kalau nggak nyalain gelap-gelapan. Untung cooler bag-nya compact jadi ringkes dan nggak mengganggu teman sebelah. Dada lega, saya pun happy karena bisa bawa oleh-oleh ASIP buat stok.

Pengalaman di atas bikin saya sadar kalau tas Gabag nggak cuma bermanfaat buat ke kantor saja, tapi bisa dibawa saat perjalanan. Agar baik aktivitas maupun kebutuhan menyusui tetap berjalan lancar.

IMG_4419

Fungsi Gabag

Berikut fungsi Gabag yang aku catat selama ini:
1. Bisa untuk menyimpan ASIP atau sebagai cooler bag asi. Poin menjaga daya tahan ASI perah adalah poin yang paling aku tekankan saat memilih cooler bag. Karena memang fungsi utama yang saya harapkan adalah untuk menyimpan ASIP saat pulang pergi dari dan ke kantor. Dengan memilih cooler bag yang baik, saya tidak perlu kawatir kualitas ASIP yang dibawa pulang akan rusak.
2. Bisa untuk menyimpan makanan hangat secara umum, atau MPASI juga. Jadi seperti termos bag. Hehehe ada nggak sih istilah ini?
3. Bisa untuk diaper bag, pendamping koper bagian kompartemen atasnya kalau traveling bareng bayi.

Ketiga fungsi di atas pas banget buat para ibu yang sering berpergian dengan ataupun nggak bawa anak. Misal bawa bayi, maka tas bisa jadi diaper bag + kompartemen bawah bisa jadi tempat menyimpan bekal MPASI hangat. Kalau nggak bawa bayi, kompartemen bawah untuk simpan ASIP dan kompartemen atasnya buat simpan pompa.

Daya Tahan ASI di Tas Gabag

Jika mengikuti saran penggunaan dengan benar, maka daya tahan ASI di tas Gabag adalah sebagai berikut:

1 . ASIP beku akan tetap beku selama 4-7 jam,

2 . Sementara ASIP dingin akan tetap dingin dalam 20 jam.

Jadi biasanya kalau di kantor, setelah pumping saya akan simpan dulu ASIP di kulkas. Baru ketika pulang saya akan memindahkannya ke Tas Gabag saya.

Tips Menjaga Daya Tahan ASI Perah dengan Cooler Bag ASI

Cooler bag ASI yang bagus tidak akan optimal fungsinya, jika penggunanya tidak memperhatikan saran penggunaan dengan baik. Untuk menjaga daya tahan ASI perah dengan optimal, tips dari saya adalah sebagai berikut:

1 . Pastikan ice gel pack yang digunakan benar-benar beku. Untuk pertama kali pemakaian simpan ice gel pack di dalam frezeer selama 24 jam. Untuk pemakaian berikutnya bisa dalam 8 jam saja.

2 . Posisikan ice gel pack yang beku berada di bagian atas kompartemen bawah. Atau dengan kata lain dekat dengan risletingnya. Saya biasanya memposisikan secara horizontal menutup semua bagian atas botol ASIP atau plastik penyimpanan ASIP. Hal ini berbeda jika menggunakan tas Gabag sebagai termos. Kalau sebagai termos, ice gel pack panas ditaruh di dasar kompartemen.

3 . Gunakan ice gel pack sebanyak dua buah. Semakin banyak tentu semakin baik. Namun untuk efisiensi ruang, Gabag Indonesia sendiri menyampaikan jika dua pack saja sudah cukup optimal menjaga daya tahan ASI.

Varian Gabag Indonesia

Namun karena tas Gabag punya banyak sekali varian, imho, Nyonyah juga harus pintar-pintar pilih mana yang paling pas buat kebutuhannya. Misal bawaannya lumayan banyak dan biasa bawa koper saat traveling. Mungkin Gabag yang backpack bisa jadi alternatif sebagai tas pendamping. Kalau saya karena kebiasaan bawa travel bag berbentuk backpack jadinya lebih suka Gabag yang berbentuk tas tangan.

IMG_4443

Tas gabag yang saya punya pun ada dua macam, walaupun sama-sama berbentuk tas tangan. Yang pertama warna oranye, usianya uda dua tahun. Yang kedua baru banget saya punya, dan memang keluaran baru Gabag nama variannya Ceri. Warnanya pink kyoooootttt….

FullSizeRender

Review Gabag Cooler Bag Asi dalam Dua Versi

Nah saya mau coba perbandingkan keduanya, siapa tau informasinya bermanfaat buat yang mau beli cooler bag asi merk Gabag. Review Gabag di bawah ini hasil pengalaman hampir dua tahun menggunakan Gabag warna oranye dan beberapa minggu menggunakan yang warna pink.

1. Ukuran

Ukuran tas gabag dari versi Ceri adalah sbb:

IMG_4457

Ukuran ini sedikit lebih kecil dari versi Gabag Indonesia lain yang saya punya, namun kompartemen atasnya tetap memadai untuk mewadahi baby essentials dan mesin pumping saya dan kompartemen bawahnya juga cukup untuk 2 buah ice gel pack beserta ASIP atau tempat bekal.

IMG_4409
2. Risleting

Perbedaan risleting ada di kompartemen atas sbb:

FullSizeRender

Bentuk risleting sebelah kiri memang lebih terasa aman karena rapat. Namun risleting sebelah kanan juga bermanfaat si, kalau pas bawa berkas kantor agak banyak bisa lebih fleksibel.

Untuk bagian kompartemen bawah tidak berbeda satu dengan yang lain, hanya arah risletingnya saja yang berbeda.

3. Saku

Versi Ceri (pink) memiliki dua kantung samping, satu saku depan dan satu saku belakang untuk nametag. Sementara versi oranye tidak memiliki kantung.

IMG_4408

Enaknya kalau ada kantung di luar tas, kalau traveling adalah bisa untuk menyelipkan tiket/ boarding pass. Jadi cepat dan ringkas pengambilannya saat dibutuhkan.

4. Ice Gel Pack

Setiap pembelian satu tas, masing-masing mendapatkan dua buah ice gel pack. Untuk ketahanan, dinyatakan keduanya tidak berbeda. Hanya berbeda pada kemasannya saja sbb:

IMG_4411

Yang baru sebelah kiri dan yang lama sebelah kanan. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk penyimpanan panas maupun dingin ya. Tinggal disesuaikan saja, kalau butuh hangat  direndam di air panas sebelum digunakan. Kalau butuh dingin, jangan  lupa dibekukan.

Selama menggunakan Gabag lama hampir dua tahunan, so far saya puas si. Jadi saya juga cukup yakin versi yang baru tak akan mengecewakan saya.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya Nyaaaahhh!!!!

Review gabag

ps. Untuk yang kemarin request di IG @nyonyamalas mau foto bagian dalamnya, nanti aku tambahkan ya…. Belum sempat foto-foto lagi nih. Hehehe….

Terimakasih. Salam sayang yaaa!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Goodbye Sufor!

goodbye sufor

Gagal ASI eksklusif di semester pertama usia Gayatri tidak membuat saya putus asa untuk memperjuangkan ASI selama dua tahun. Hak bayi untuk mendapat nutrisi terbaik. Walau sempat menggunakan susu formula (sufor), puji Tuhan, saat ini saya bisa mengatakan “Goodbye Sufor!”

Ya, saya mengakui saya dan suami pernah mengambil keputusan memberikan sufor pada Gayatri. Keputusan yang membuat kami patah hati. Ceritanya seperti ini…. Saat itu, Gayatri didiagnosis sepsis sekaligus jaundice. Perawatan di perina adalah keharusan, dan kami tidak mendapatkan Rumah Sakit yang memiliki fasilitas penginapan bagi ibu. Kami tidak memiliki persiapan apapun, termasuk stok ASIP. Sambil mencari donor ASI, saya mencoba memerah payudara saya. Saya hanya mendapat ASIP 20 ml, dan kondisi kesehatan saya pun drop.

perinaGayatri dan Bapak saat di Perinatologi

Menjelang tengah malam kami mendapatkan donor ASI. Sayangnya, ASIP tersebut tidak bisa sampai saat jadwal pemberian susu berikutnya. Setelah berkonsultasi dengan Bidan, kami menandatangani surat izin pemberian sufor. Hari itu juga perkenalan pertamanya dengan dot. Alat yang ternyata menyimpan risiko bingung puting.

Maafkan orang tuamu ini Nak….

Setelah kami memiliki ASIP dari donor, sufor dihentikan. Dua kali sehari saya datang untuk direct breastfeeding dan mengantarkan ASIP. Saya pikir Gayatri tidak mengalami bingung puting. Karena dia tidak menolak menyusu, dan masih terasa hisapan mulutnya.

Baru setelah beberapa bulan kemudian saya mengetahui adanya bingung puting laten. Saya menyadarinya saat produksi perahan ASI saya perlahan berkurang kuantitasnya. Dari artikel yang saya baca dari portal The Urban Mama, saya jadi tahu jika penggunaan dot dapat membuat hisapan bayi menjadi lemah. Hisapan bayi yang lemah membuat pengosongan payudara ibu kurang maksimal, dan pada akhirnya menurunkan produksi ASI.

hiks

Menyesali keputusan kami sebelumnya, namun kami tak mau terlalu larut pada masa lalu. Kekawatiran saya adalah produksi ASI saya habis sebelum dua tahun. Jika itu terjadi, Gayatri akan kehilangan nutrisi yang sangat berharga di periode emasnya.

Dilema menggunakan dot cukup membuat saya stres. Bagaimana tidak, sebagai ibu bekerja saya “tergantung” pada dot. Cukup lama saya bertahan menggunakan dot yang lama, sambil mencari alternatif lain seperti soft cup, dll namun tidak berhasil. Antara Gayatri yang kesulitan atau Mama Mertua (yang mengasuh Gayatri) yang kesulitan.

Sementara itu, produksi ASIP makin kejar setoran, pumping hari ini buat besok, bahkan jam makan siang kadang saya harus pulang karena stok ASIP yang miris.

Pendek cerita, sebelum saya makin stres, saat itu ada rekan menawari saya botol susu Philips Avent yang varian Botol Natural 2.0. Thanks  Mbak Yunika! Bentuk botol dan nipplenya sendiri seperti ini:

dot1

dot2

Berdasar googling, saya mendapat info kelebihan botol tersebut sbb:

  1. Bentuk dotnya yang lebar seperti bentuk payudara, jadi proses pelekatannya atau latch on-nya mirip,
  2. Nipplenya berulir spiral sehingga lentur dan ada tingkatan usianya, jadi disesuaikan dengan kemampuan menghisap bayi,
  3. Tidak menetes jika tidak disedot, jadi bayi tetap harus mengeluarkan “usaha” saat menghisap.

Ketiga kelebihan di atas adalah kelebihan yang menjadi fokus saya untuk meminimalisasi bingung puting yang dialami Gayatri. Selain itu ada kelebihan lain seperti 1) bentuk botol yang ergonomis, 2) BPA free, 3) sistem anti kolik, dll.

ngedot di daycareGayatri 11 mo, minum susu di daycare.

Saya bersyukur setelah menggunakan botol Avent Sahabat Bunda produksi ASI saya mulai stabil. Tidak mengalami penurunan lagi. Saat ini, usia Gayatri 13 bulan dan sudah lebih dari dua minggu ini Gayatri tidak lagi mengonsumsi susu tambahan apapun. Full ASI dengan makanan pendamping yang sehat tentunya.

Saya yakin banyak urban mama yang mengalami hal yang sama. Peluk sayang. Pesan saya, “Gagal memberikan ASI eksklusif bukan berarti kita harus berhenti berjuang mengASIhi, tetap semangaaaat!” Yuk terus berjuang dengan mencari cara, peralatan dan dukungan yang tepat demi bisa memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati kita.

*

*

*

Artikel ini diikutsertakan pada #TUMBloggersCompetition #AventSahabatBunda. Nyonyah-nyonyah juga bisa mengikuti kontes promo Apresiasi Cinta Bunda loh, ketentuannya sbb:

ACB-PromoPage-1875-01ACB-PromoPage-1875-02goodbye sufor

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!