Literasi Baca Tulis Mulai dari Keluarga

Gayatri, anak saya masih berusia 2 tahun 9 bulan. Setiap selesai makan siang dan menjelang tidur malam, dia menuntut untuk saya membacakannya buku. Dengan gembira, dia menyimak saya membacakannya halaman demi halaman sampai selesai. Kadang bahkan akan meminta ekstra buku lagi untuk dibacakan, sampai saya sendiri yang ingin mengibarkan bendera putih karena sudah terlalu lelah. Ampuuuun, Naaak! Hahaha….

Mau menolak, tapi ada terbersit senang juga di dalam hati, melihat anak sekecil ini sudah suka sekali dengan buku. Dilema, tapi sekaligus bangga. Jadi saya tahankan, karena saya pun ingin melihat kecintaannya akan buku tidak padam. Biarlah bibir ini pegal, toh nanti akan tiba saatnya ananda bisa membaca sendiri.

Gayatri usia kurang lebih dua tahun. Sumber: dokumentasi pribadi.

Apa yang saya alami sebagai ibu, sering ditertawakan oleh Ibu Bapak saya. Pasalnya, dulu jaman masih balita, saya dan adik-adik pun kerap membuat Ibu kami kewalahan karena hal yang sama: minta dibacakan buku, lagi, lagi dan lagi. Hahaha! “Oalah, nurun! Sejarah berulang,” kata Ibu Bapak saya.

Majalah anak-anak yang kami langgan seminggu sekali, tidak cukup memuaskan kami. Sebagai tambahannya, Bapak Ibu sering membeli majalah anak-anak bekas yang sudah dibundel. Tebal-tebal, kurang lebih sepuluh majalah per bundel. Kemudian saya dan adik laki-laki saya akan berjajar minta dibacakan setiap malam.

Dari pengalaman turun temurun dalam keluarga kami, saya menyimpulkan bahwa kegemaran membaca bisa ditanamkan bahkan sebelum anak bisa membaca. Bahkan sebelum anak bisa mengeja dan mengenal satu huruf pun.

Loh, bagaimana bisa anak SUKA membaca saat dia BELUM BISA membaca?

Dewayani (2018) dalam Panduan Pemilihan Buku Nonteks Pelajaran menyatakan bahwa anak usia dini harus ditumbuhkan minat baca mereka terhadap cerita melalui simbol makna seperti angka, huruf, gambar, dan bentuk simbolik lainnya. Pada usia ini, peserta didik tidak boleh dipaksa untuk dapat mengeja abjad melainkan dapat dibacakan.

Gayatri usia kurang lebih satu tahun. Sumber: dokumentasi pribadi.

Kalau berkaca dari keluarga kami, kecintaan ini pun tidak timbul begitu saja. Sesuai dengan apa yang saya kutip di atas, saya menarik beberapa persamaan dalam pola asuh kami (saya serta suami) dibandingkan dengan pola asuh orang tua, yang kami duga sebagai penyebab kegemaran membaca pada anak sebagai berikut.

  1. Orang tua senang mendongeng (berbicara) atau membacakan dongeng dari buku dengan suara yang jelas.
  2. Orang tua mengenalkan buku sedini mungkin.
  3. Orang tua menjadikan membacakan buku sebagai kegiatan rutin.
  4. Orang tua menjadikan kegiatan membaca buku bersama sebagai aktivitas yang menyenangkan.
  5. Orang tua sering mengajak ke perpustakaan atau toko buku.
  6. Terdapat pojok baca, atau setidaknya tempat khusus dimana buku mudah ditemukan di rumah.
  7. Last but not least, orang tua menjadi teladan suka membaca buku.

Berkaitan dengan poin 2, “mengenalkan buku sedini mungkin”, sejak usia berapa?

Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud (2018) membagi tahapan penjenjangan buku dalam Panduan Penjenjangan Buku Nonteks Pelajaran bagi Pengguna Perbukuan berdasarkan tahap perkembangan membaca pada Chall’s Stages of Reading Development (1983). Tahapan ini sesuai dengan perkembangan literasi anak dan lebih mudah dipahami landasan pentahapannya.

Sumber: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, 2018

Berdasarkan bagan di atas, pengenalan buku sejak dini masuk dalam tahapan A. Pra Membaca. Kemendikbud menyatakan tahapan ini ada pada rentang 0 s.d. 3 tahun. Selaras dengan hal tersebut, Chall menyatakan bahwa tahapan Pre Reading atau juga disebut dengan Stage 0 (usia sebelum anak dapat membaca) atau Pseudo Reading dimulai pada usia 6 bulan sampai dengan usia 6 tahun.

Berhubung mulainya tahap Pra Membaca ada pada usia 0 tahun, maka penting bagi orang tua untuk menyadari kebutuhan anak akan adanya buku yang baik bagi perkembangan literasinya. Karena kita mahfum, anak pada usia tersebut, kebanyakan belum bersekolah dan masih senantiasa bersama orang tuanya.

Lalu bagaimana memilih bacaan yang tepat untuk anak usia dini?

Panduan memilih bacaan atau buku untuk anak usia dini atau pada tahap Pra Membaca adalah sebagai berikut.

Sumber: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, 2018

Jujur, mencari buku yang sama persis dengan ketentuan di atas masih menjadi tantangan tersediri bagi saya. Terutama mencari buku dengan ilustrasi hitam putih. Namun, kata Ibu saya, jaman sekarang jauh lebih mudah untuk mendapatkan buku anak dibandingkan jaman saya kecil.

Jadi walaupun tidak sempurna betul, namun saya dan suami tetap mengupayakan adanya buku yang baik dan sesuai dengan usia Gayatri. Setidaknya sampai saat ini, kami rasa kami berhasil menanamkan kecintaannya pada buku. Semoga hal ini akan mengoptimalkan kemampuan literasi baca tulisnya di masa depan.

Gayatri usia kurang lebih tujuh bulan. Sumber: dokumentasi pribadi.

Sekali lagi saya ingin menekankan bahwa, literasi baca tulis dimulai dari rumah. Bukan saat anak mulai bisa membaca, atau ketika anak mulai sekolah, namun dimulai sedini mungkin. Pada tahap Pra Membaca pun, anak sudah bisa ditanamkan kegemaran membaca. Sebagai orang tua, kita harus menyadari pentingnya tahap Pra Membaca ini!

Terimakasih sudah membaca. Teriring doa, semoga anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini, memiliki tingkat literasi yang makin baik tiap harinya. Salam sayang!

#SahabatKeluarga

#LiterasiKeluarga

Daftar Pustaka:

Pusat Perbukuan dan Kurikulum Kemendikbud (2018). Panduan Penjenjangan Buku Nonteks Pelajaran bagi Pengguna Perbukuan. Dikutip 30 September 2019 dari Repositori Kemendikbud: http://repositori.kemdikbud.go.id/10404/1/Book%20Perjenjangan%20untuk%20Pengguna.pdf

Dewayani, Sofie (2018). Panduan Pemilihan Buku Nonteks Pelajar. Dikutip 30 September 2019 dari Repositori Kemendikbud: http://repositori.kemdikbud.go.id/10407/1/Panduan%20Pemilihan%20Buku%20Nonteks%20Pelajaran.pdf

Chall, Jeanne S (1983). Stages of Reading Development. Dikutip 30 September 2019 dari Learner: https://www.learner.org/courses/readwrite/media/pdf/RWD.DLU1.ChallsStages.pdf

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share