Tata Cara Naik Pesawat bagi Pemula

Setelah menulis beberapa artikel mengenai terbang bersama bayi, saya mendapat beberapa pertanyaan dari teman-teman pembaca blog ini. Permintaan informasi basic yang sebelumnya tidak terpikirkan untuk saya tuliskan. Untuk memudahkan teman-teman lain yang mungkin memiliki pertanyaan yang sama, saya mencoba merangkumnya dalam artikel tata cara naik pesawat bagi pemula atau bagi yang pertama naik pesawat ini.

Semoga informasi-informasi berikut bermanfaat ya….

Cek dulu lokasi terminal.

Beberapa bandara memiliki lokasi terminal yang berbeda-beda untuk maskapai. Seperti yang pernah saya kunjungi, setidaknya adalah Jakarta, Yogyakarta dan juga Surabaya. Tidak menutup kemungkinan ada kota-kota lain yang memiliki terminal yang berbeda-beda.

Lokasi ini jangan disepelekan, walaupun sebagian memiliki connecting bus (Jakarta dan Yogyakarta setahu saya available), namun bisa jadi antar terminalnya berjauhan dan harus memutar (seperti Surabaya).

Daripada harus terburu-buru, lebih baik mengetahui terlebih dahulu lokasi terminal, sehingga bisa turun pada terminal yang tepat.

Cek lokasi gate.

Setelah sampai di terminal yang tepat dan melakukan cek in, yang patut diperhatikan kemudian adalah gate untuk boarding.

Kota-kota yang lebih kecil seperti Semarang, gate boarding ada dalam satu ruang tunggu yang masih memungkinkan mobilitas dari gate satu ke gate lainnya dengan cepat. Namun tidak demikian dengan terminal 2F Bandara Soekarno Hatta (misalnya) yang masing-masing gatenya terpisah lorong. Atau Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, yang jumlah gatenya puluhan dan jauuuuh bok. Sehingga dari counter cek in sampai ke ujung gate, harus pakai mobil golf, bagi yang bawa anak kecil atau lansia, biar nggak semaput.

Jadi penting sekali mengingat nama gate yang kita tuju, agar dapat memperkirakan waktu perjalanan menuju gate.

Teman-teman bisa melihat map/ peta bandara Soekarno Hatta di link peta bandara Soekarno Hatta.

Tiket dan Tanda Pengenal

Jangan lupa untuk menyiapkan Tiket dan tanda pengenal (KTP atau Paspor) di tempat yang mudah dijangkau namun tetap aman. Tiket atau bukti cek in online akan diminta saat masuk ke terminal (gerbang) dan saat akan melakukan pencetakan boarding pass. Kemudian pada gate dan saat akan boarding.

Sementara Tanda pengenal ini akan diminta di konter cek in, kemudian menjelang masuk gate (beberapa bandara akan minta ditunjukkan kembali KTP).

Cetak boarding pass.

Walaupun kita sudah melakukan cek in online, ada baiknya teman-teman melakukan cetak boarding pass di konter. Untuk mendapat kejelasan gate mana teman-teman akan boarding.

Memang gate ini bisa kita ketahui dari papan pengumuman dengan mencocokkan nama pesawat. Nama pesawat ya, jangan hanya melihat kota tujuan, karena bisa jadi ada banyak penerbangan ke kota tertentu dengan maskapai yang sama. Agar tidak membingungkan aat terbang untuk pertama kali, saya anjurkan untuk mengunjungi konter cek in atau konter informasi.

Tentang Makanan dan Fasilitas on Board

Bagi yang menggunakan maskapai full service seperti Garuda, Sriwijaya dan Batik akan diberikan snack dan air minum/ refreshment di atas pesawat. Refreshment ini sudah included di harga tiket dan tidak ada biaya tambahan. Untuk perjalanan yang lebih dari satu jam atau melewati jam makan, biasanya Garuda akan menyediakan makan berat.

Bagi yang membeli tiket penerbangan maskapai low cost carrier seperti Citilink, Air Asia dan Lion Air, maka makanan dapat dibeli saat pramugari melakukan penawaran. Citilink dan Air Asia menyediakan daftar menu di saku kursi.

Bagi penumpang Air Asia dan Citilink yang membeli kursi khusus (dengan tambahan biaya), juga akan diberi minuman dan snack.

Tata Cara Evakuasi

Tata cara evakuasi akan diperagakan oleh pramugari dan pramugara, namun ada baiknya teman-teman juga membacanya di kartu petunjuk keselamatan yang disediakan di saku kursi (berada di depan penumpang).

Yang terutama, perhatikan apakah sabuk pengaman kita terpasang dengan baik dan juga lokasi pintu atau jendela darurat.

Barang Bawaan

Penumpang hanya diperkenankan membawa barang bawaan ke pesawat dengan ukuran yang dibatasi. Lebih dari itu maka barang harus dimasukkan ke dalam bagasi. Penyerahan bagasi dilakukan saat melakukan cek in di konter cek in. Dan dapat diambil secara mandiri di terminal kedatangan pada lokasi pengambilan bagasi berupa sabuk berjalan.

Pastikan barang bawaan tersebut tidak tertukar dengan memeriksa nomor pada stiker yang ditempel di barang dengan yang kita miliki di boarding pass.

Barang yang penumpang bawa ke dalam pesawat harus diletakkan di dalam kompartemen atas, atau di bawh kursi. Tidak boleh diletakkan di lorong.

Mohon diperhatikan juga barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa di dalam pesawat pada ketentuan bagasi.

Hal-hal Lain yang Penting

Anak yang usianya di atas dua tahun harus membeli tiket tersendiri. Anak di bawah usia 2 tahun, wajib membeli tiket infant, namun belum mendapat kursi terpisah. Jadi masih harus dipangku oleh orang tuanya/ pendamping.

Cara naik pesawat lainnya bisa dibaca di artikel 101 terbang bersama bayi. Jika ada yang belum jelas tentang tata cara naik pesawat bagi pemula, feel free untuk meninggalkan pertanyaan di komentar ya, supaya nanti bisa saya tambahkan.

Terimakasih. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Cara Naik Pesawat Bersama Bayi 101

Cara naik pesawat bersama bayi, memang gampang-gampang susah. Tapi berdasarkan pengalaman saya kurang lebih satu tahun pulang pergi tiap dua minggu sekali Jakarta Surabaya naik pesawat bawa bayi, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar perjalanan menjadi ringkas. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan saat mudik naik pesawat bareng bayi, atau traveling bersama bayi di kesempatan lain.

Disclaimer: Artikel ini berdasarkan pengalaman saya selamai ini. Syarat dan ketentuan dari maskapai dan bandara bisa berubah sewaktu-waktu.

tips bawa bayi naik pesawat bersama bayi
Suami, saya dan Gayatri di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta

Saya harap pengalaman saya ini bermanfaat ya….

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

1 . Pemilihan maskapai pesawat dan tempat duduk.

Yang seringkali terlewatkan saat mempersiapkan perjalanan bersama bayi adalah pemilihan maskapai. Pertimbangan yang utama biasanya adalah biaya ya. Namun, kenyamanan seharusnya pun tidak boleh dinomor duakan.

Kenyamanan maskapai mahal belum tentu lebih baik daripada maskapai low cost loh. Saya pernah membandingkan beberapa maskapai di kelasnya pada artikel-artikel sebagai berikut:

Perbandingan maskapai low cost.

Perbandingan maskapai full service.

Selain kenyamanan, yang paling penting dipertimbangkan saat memilih maskapai adalah: apakah maskapai tersebut memberikan izin kepada penumpang yang membawa bayi/ infant untuk melakukan online/ web checkin.

Karena beberapa maskapai seperti Garuda dan Sriwijaya tidak mengizinkan penumpang dengan infant untuk melakukan web checkin.

Hal ini perlu dipertimbangkan, karena web checkin akan mempersingkat waktu tunggu di bandara. Yang mana, akan lebih nyaman bagi penumpang dengan bayi. Nunggu lama di bandara, bareng bayi, itu kurang nyaman loh. Walaupun di lounge, walaupun se-kids-friendly apapun, kalau saya better sudah checkin online dulu.

Checkin online juga memungkinkan penumpang yang membawa bayi untuk memilih tempat duduk yang senyaman mungkin, sedini mungkin.

Memang beberapa maskapai seperti Air Asia dan Citilink, memperbolehkan untuk upgrade seat di atas pesawat dengan biaya tambahan, tetap saja jika masih tersedia seatnya. Jadi better persiapan si kalau saya.

Pastikan juga membaca cara naik pesawat dari web maskapai masing-masing untuk memastikan ada tidaknya peraturan khusus.

2 . Barang bawaan.

Jumlah barang bawaan tergantung lamanya vakansi dan juga jumlah orang yang berangkat tentunya. Kalau saya hanya berpergian berdua dengan Gayatri, saya akan lebih ngrepress barang bawaan, dibandingkan saat bepergian dengan suami.

Tujuannya tentu demi kepraktisan. Apalagi sekarang biaya bagasi untuk maskapai lowcost dibebankan ke penumpang ya…..

Untuk yang pertama kali berpergian naik pesawat bersama bayi, saya ingin kasih gambaran. Yang pertama harus dibawa adalah diaper bag, dimana kita bisa mengambil keperluan bayi dengan ringkas dan cepat. Jadi isinya hanya keperluan bayi selama dalam perjalanan. Sementara pakaian bayi dan orang tua selama liburan, wajib dipisahkan dalam tas kedua, dst.

Daftar isi diaper bag yang menurut saya harus dibawa saat anak usia di bawah satu tahun saya tulis di daftar barang bawaan.

Ada tiga tempat untuk meletakkan barang bawaan saat bepergian dengan pesawat:

  1. Di bagasi pesawat, untuk bawaan yang banyak dan berat. Kita bisa menitipkan barang saat melakukan checkin. Pilihan ini paling saya tidak sukai, karena proses pengambilannya di bandara tujuan, biasanya cukup lama.
  2. Di kompartemen kabin (di atas tempat duduk). Jika memutuskan untuk memilih tempat ini, yang harus dipertimbangkan adalah,pilih tas yang paling mudah dibawa, mengingat nanti kita akan menggendong bayi, menenteng diaper bag dan membawa tas berisi pakaian lain. Saya dan suami biasanya memilih travel bag yang bisa dipanggul di punggung (backpack).
  3. Di bawah kursi penumpang depan kita. Tempat ini relatif kecil, jadi biasanya saya taruh diaper bag saya di sini. Untuk memudahkan saya juga mengambil barang bayi yang dibutuhkan saat on board.

Paketin sebagian.

Pilihan saya lainnya (demi kepraktisan) apabila harus membawa bayi dalam perjalanan hanya berdua, adalah memaketkan barang bawaan. Supaya bawaan saya ringkas, hanya perlu gendong bayi dan nenteng diaper bag saja.

Memang jadi ada biaya tambahan, namun dalam kacamata saya, pilihan ini juga lebih aman. Karena konsentrasi kita tidak terpecah untuk mengawasi barang-barang yang banyak. Jadi kita bisa fokus untuk mengawasi anak dan keselamatan diri.

Stroller boleh dibawa ke pesawat?

Stroller yang boleh di bawa ke dalam kabin pesawat, setahu saya adalah yang bisa dilipat seukuran diaper bag. Kecil gitu. Pliko gitu. Selain itu, harus masuk bagasi.

3 . Tips saat di atas pesawat.

Yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana tips agar anak tidak rewel di atas pesawat. Sebenarnya sebagai ibu, kita pasti mengenal anak kita ya, jadi kebiasaan sehari-harinya saja diadaptasi.

Yang pasti orang tuanya harus tenang ya. Sama-sama menjaga mood. Terutama mood ibu, karena akan berpengaruh ke anak. Jangan saling menyalahkan jika ada kejadian yang kurang menyenangkan. Karena yaaaa, namanya juga traveling sama bayi, ada aja kejadiannya hihihi….

  1. Bawa mainan kesayangan, tapi yang praktis. Misalkan anak senang nonton video, ya boleh dikasih. Atau senang mainan boneka, ya bawa bonekanya. Kalau senang baca buku, ya dibawa bukunya.
  2. Perlukah ear muff? Kalau pengalaman saya si tidak perlu ya. Saya sudah coba ear muff dan ear bud, untuk Gayatri, dia malah jadi ribet sendiri dan tidak nyaman. Jadi saya nggak pernah kasih lagi. Untuk menghindari rasa sakit di telinga saya menggunakan tips berikut:
  3. Untuk menghindari sakit telinga pada bayi saat naik pesawat, saya biasanya kasih minum susu (nenen) terutama saat take off dan landing. Proses mengenyot dan menelan air susu akan meringankan tekanan di telinga. Sama seperti kalau kita mengemut permen.
  4. Terkait dengan hal tersebut, pakaian yang nyaman untuk menyusui wajib digunakan.
  5. Menggunakan seat belt. Jika bayi tidak nyaman saat menggunakan seat belt (yang dikaitkan ke tubuh ibu), tanyakan ke pramugari apakah diizinkan untuk menggunakan gendongan. Dulu saya satu dua kali pernah diizinkan menggunakan gendongan SSC dan hipseat alih-alih seat belt. Namun pernah juga tidak diizinkan.
Saya dan Gayatri di Bandara Adi Sucipto

4 . Tentang kesehatan bayi saat naik pesawat.

Perlukah surat sehat? Pengalaman saya selama ini, tidak pernah dimintai surat sehat saat membawa bayi naik pesawat. Namun ada baiknya, untuk bayi yang masih sangat kecil, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak langganan terlebih dahulu.

Bagaimana saat membawa bayi sedang pilek?

Saya pribadi pernan membawa bayi yang sedang pilek (common flu) naik pesawat. Tentu setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anaknya ya. Yang patut diwaspadai saat membawa bayi saat pilek, adala rasa sakit yang bisa terjadi di telinga karena tekanan di ketinggian.

Saya sendiri yang orang dewasa saja kalau sedang pilek, sering merasa sakit saat naik pesawat. Apalagi anak kan. Yang lebih membuat saya khawatir adalah takut mengganggu pendengarannya si. Itu yang lebih fatal. Oleh karena itu biasanya saya minta pendapat dokter. Kalau dokter oke, kondisi pileknya tidak parah, baru saya berangkat.

Kalaupun tetap berangkat, ada beberapa hal yang biasa kami lakukan untuk mengurangi rasa sakit di telinga. Poin-poin berikut juga adalah tips dari dokter kami, namun tentu tidak menggantikan judgement dari DSA teman-teman ya….

  1. Menyusui sepanjang perjalanan naik pesawat, jika dimungkinkan. Namun utamanya saat take off dan landing.
  2. Konsumsi obat pelega hidung tersumbat, yang diresepkan DSA.
  3. Menggunakan pakaian hangat.
  4. Memberikan minuman hangat saat akan naik, atau di atas pesawat jika dimungkinkan, untuk anak di atas 6 bulan.
  5. Mengolesi dada, leher dan punggung dengan balsam bayi/ minyak telon, untuk melegakan pernapasan. Saya biasanya pakai transpulmin.
  6. Rutin menggunakan nassal cleaner, terutama saat akan naik pesawat. Saya menggunakan sterimar.
  7. Menggunakan penyedot ingus. Pokonya memastikan saat akan naik pesawat hidungnya bersih dari ingus.
  8. Konsultasi dengan dokter is a must!

5 . Related Post

Pengalaman memalukan saat naik pesawat bareng bayi.

Pengalaman bawa bayi usia 4 bulan naik pesawat.

Pengalaman bawa bayi usia 9 bulan naik pesawat.

Sekian sharing kali ini. Cara naik pesawat bagi penumpang yang pertama kali terbang, akan saya bahas di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share