Tips Packing Barang Saat Traveling Bareng Bayi

Dulu saat masih single, saya dan suami tipe yang super praktis banget. Termasuk dengan barang bawaan saat traveling. Ringkes bin ajaib. Maka packing barang bukanlah momok, sampai negara api menyerang alias Gayatri lahir. Hahaha, kami punya anak, dan tiba-tiba saja barang bawaan menjadi berlipat ganda.

KURASI BARANG BAWAAN

Apalagi sekarang Gayatri sudah toddler ya. Dia sudah punya “barang favorit” sendiri yang biasanya dia “putuskan” untuk ikut dibawa kemanapun kami pergi.

“Nanti Kim dibawa ya. Kasian kalau ditinggal”, begitu katanya. Kim adalah boneka beruang berpakaian gadis Korea kesayangannya. Apalagi kalau tahu bawa mobil atau kendaraan sendiri. Maka list barang favorit kesayangan yang akan dibawa pasti bertambah panjang. Dari mulai buku Dinosaurus sampai sepeda roda 4.

Tugas saya tentulah jadi kurator. Mana yang HARUS dibawa, mana yang sekiranya BOLEH dibawa, mana yang sangat amat TIDAK PERLU dibawa. Hahaha…. Kadang negosiasi seperti ini yang bikin packing barang jadi lama dan ribet.

That’s why, kalau Gayatri mulai ikut turun tangan, packingnya ditunda biar agak selow. Hihihi….

SPARE WAKTU, JANGAN MUEPEEET!

Jadi walaupun saya dan suami sudah sering bepergian dengan bayi (mengingat kami pernah LDM), dan lumayan terlatih, kami tetap spare waktu yang cukup banyak untuk packing barang saat mau traveling bareng Gayatri.

Seperti saat mau liburan lebaran kemarin. Beberapa hari menjelang berangkat, saya sudah nyicil list dan juga nyicil menyiapkan barang apa saja yang perlu dibawa. Kebiasaan ini menurut saya adalah kebiasaan yang baik ya. Karena liburan jadi lebih nyaman dan lancar kalau semuanya sudah well prepared.

Pengalaman tahun lalu, saat packing barangnya nggak bagus, perjalanan jadi rada riweuh. Pasalnya, popok bayi ketinggalaaaaaan!!!! Hahaha…. Alhasil pas anak kami pup di perjalanan, kami langsung heboh nyari minimarket. Yang ternyata, paling dekatnya ada di 500 m. Hoaaaaaa, bauuuuuu!!!!

So, setelah kami beranjak lebih senior dalam dunia perorangtuaan, kami punya beberapa formula atau bisa dibilang tips ya…. Untuk dapat packing barang dengan rapi, efisien namun tetap kumplit, saat melakukan perjalanan bersama bayi.

Selain kurasi barang dan spare waktu diatas, setidaknya ada 2 hal yang perlu dilakukan:

  1. Menggunakan tas-tas kecil, pouch atau kompartemen di dalam koper atau travel bag.
  2. Menggunakan checklist.

Sounds like saya tu overly rajin gitu ya? Atau OCD? Wkwkwkwk…. Enggak kok. Malah sebaliknya, karena saya tu rada malas ribet di tempat tujuan, makanya mending saya agak ribet sedikit di persiapannya. Malas juga pas baliknya barang pada ketinggalan gitu…. Males banget lah….

So berikut adalah tips packing barang dari kami. Semoga bermanfaat yaaaa!

MENGGUNAKAN POUCH ATAU TAS DI DALAM TAS

Menggunakan pouch memudahkan saya mengorganisir barang di dalam koper. Terutama yang kecil-kecil seperti sabun, peralatan makan anak, makanan, obat-obatan, P3K, charger, make up, dll. Jadi tidak bercampur jadi satu.

Menggunakan pouch juga meminimalisasi bongkar-bongkar koper/ tas terlalu dalam, apabila ternyata ada yang perlu digunakan dalam perjalanan. Untuk hal ini, saya juga selalu memisahkan antara barang yang kemungkinan digunakan di perjalanan dan mana yang hanya digunakan di tempat tujuan, kedalam koper dan tas.

Last but not least, menggunakan pouch juga meminimalisasi ada barang yang tercecer karena jadi lebih mudah mengidentifikasinya, dicek per pouch.

Satu pouch favorit saya adalah seri Travel Kit dari Sleek Baby yang kolaborasi dengan Mbak Puty Puar. Bahannya kain blacu gitu, jadi nggak kaku dan nggak menuh-menuhin tempat. Selain itu satu pouch uda sepaket sama essential travel kit yang berisi perlengkapan kebersihan bayi. Jadi praktis banget dan wajib dibawa kalau traveling. Apalagi produknya ini yang alami tapi mengandung antiseptik gitu.

Saya bahas tentang Sleek Baby Tavel Kit ini di bagian bawah artikel ini ya….

MENGGUNAKAN CHECKLIST

Checklist is a must karena beberapa alasan sebagai berikut.

Yang pertama, karena kalau sudah punya anak, kegiatan packing sering banget multitasking bareng ngurusin anak. Jadi disambi-sambi. Naaaah, sebagaimana multitasking pada umumnya, hal ini menurunkan konsentrasi lo. Untuk itu perlu checklist atau catatan sebagai pengingat, sampai dimana ya tadi packingnya. Uda apa aja yang masuk ke koper dan mana yang belum.

Kedua, supaya lebih kelihatan mana barang yang harus diprioritasin, dan mana yang bisa dikeluarkan kalau ternyata kopernya nggak muat.

Yang ketigaaaaa…. adalah sebagai catatan pas packing pulang. Jangan sampai ada yang ketinggalan yak. Apalagi kalau nginepnya di penginapan atau hotel. Duh, males ngurusnya.

Kelihatannya ribet ya, harus nyatet nyatet dulu. Percayalah, usaha kecil itu bermanfaat besar banget loh. Buat saya si gitu ya. Hihihi….

Buat yang mager banget bikin checklist, saya bikinin nih checklist barang bayi yang perlu dibawa saat traveling. Bisa diunduh di bawah ini ya PRINTABLE CHECKLIST BARANG BAYI. Kalau yang buat orang dewasa perlu dibuatkan juga nggak? Nggak kali ya…. Hihihi….

REVIEW SLEEK BABY TRAVEL KIT

Seperti kata saya di tengah artikel tadi, paket travel kit dari Sleek Baby ini life saver banget buat yang mau traveling bareng bayi. Uda ada pouchnya yang gemes banget karena ada ilustrasi dari Mbak Puty Puar, ilustrator kesayangan ibuk ibuk seIndonesia Raya.

Trus gitu, isinya pun produk bayi, perlengkapan bersih-bersih kumplit ya. Dari Antibacterial 2in1 Hair & Body Liquid Soap (sabun sekaligus shampo bayi), sabun cuci piring dan perlengkapan makan bayi lainnya ( Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser), sabun cuci baju Sleek Baby Travel Wash daaaan Antibacterial Diaper Dream.

Semuanya mengandung antiseptik alami yang aman untuk bayi. Ini penting banget ya, kalau traveling menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik. Apalagi buat bayi dan anak-anak yang masih dalam masa 1000 hari perlindungan.

Seslebor-slebornya saya, kalau anak baru dari perjalanan jauh atau dari playground, pasti saya mandiin pakai sabun yang mengandung antiseptik. Demi membunuh kuman yang dari luar bok.

Sebagai catatan, antiseptiknya Sleek Baby ini juga bukan triclosan ya. Jadi nggak perlu kawatir akan membunuh kuman baik dan mengakibatkan resistensi kuman jahat.

Favorit saya, selain si Sleek Baby 2 in 1 ini adalah Travel Wash-nya yang asli, beda dari yang lain. Jadi ini sebenernya sabun cuci pakaian tapi bentuknya gel kental gitu. Kita nggak perlu takut bakal tumpah di jalan. Ini adalah kemasan kedua ya. Pertama saya punya travel wash ini pas mudik tahun lalu.

Kalau Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleansernya saya pakai sejak Gayatri masih minum ASIP dulu. Buat nyuci botol susu ampuh banget ngilangin lemak. Jadi walaupun sekarang uda nggak nyusu lagi, masih sering saya pakai buat cuci makanan dan peralatan makannya.

Antibacterial Diaper Creamnya juga bisa dipakai bayi baru lahir, loh.

Keempat produk ini juga dikemas dalam ukuran yang travel friendly, jadi hemat tempat, dan nggak jadi beban kalau mau dibawa-bawa.

Oke banget si pokoknya. Consnya cuma satu: nggak semua minimarket jual. Tapi tenang, kita bisa beli secara online kok di KINO Official Store di Lazada. Dan mau liat info lainnya bisa langsung cek di Facebook Sleek Baby dan IG Sleek Baby.

Nah, kalau temen-temen, biasanya barang apa aja yang wajib dibawa waktu traveling? Ada tips dan trik khusus nggak untuk packing saat traveling bareng bayi? Sharing doooong!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Review Happy Diapers

Akhirnya kesampaian juga nyobain premium diapers dari Happy Diapers ini. Awalnya sempat bertanya-tanya kenapa si ni produk kok berani-beraninya pasang harga lumayan pricey. Setelah saya mencoba sendiri, jadi maklum si. Memang ada harga ada rupa ya Nyaahhh…. Berikut saya review Happy Diapers dari sudut pandang saya ya, semoga bermanfaat.

Yang paling menyolok dan membedakan produk ini dengan produk diapers lain, bahkan produk diapers yang sama-sama premiumnya adalah tentang desain. Desainnya unyu-unyuuuu bangeeeetttt…. Dan banyak macamnya sekitar 20 puluhan motif desain.

happy diapers kemasan

happy diapers motif lucu banget

happy diapers motif lucu

Desainnya beneran menggambarkan moto mereka, “Diapers should be fun”. Selain dari desain yang lucu dan imut ada 6 kelebihan yang dijanjikan oleh Happy Diapers di kemasannya. Saya akan kupas satu-satu janjinya dan bandingkan dengan pengalaman pribadi saya ya.

6 Kelebihan Happy Diapers

1 . Distribution layer.

Ada suatu lapisan tambahan untuk mendistribusi cairan jauh lebih cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Ini penting menurut saya supaya cairan pipis tidak hanya berkumpul di satu titik. Kalau diperhatikan kan kadang diapers tertentu tu akan gembung di satu titiki, misalkan di depan saja kan. Hal tersebut selain akan membuat pipis jadi lebih lama menggenang, juga akan menghimpit bagian kemaluan, terutama kalau cowok. Nah, di Happy Diapers ini saya perhatikan tidak begitu. Walaupun kadang bayi saya pipisnya banyak, cairan akan terdistribusi merata sehingga tidak gembung dan mudah terserap.

2 . Gentle on skin.

Lapisan dalam diapers yang bersentuhan dengan kulit bayu ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi. Lihat foto di bawah ini ya…. Haluuus banget kan permukaan dalamnya. Di video youtube saya, juga saya peragakan bagaimana Gayatri suka dengan kelembutan lapisan dalam ini. Tonton yaaaa…. Videonya ini, tapi nanti saya juga akan embed di bawah.

Permukaan yang lembut ini penting untuk meminimalisasi gesekan dan mencegah iritasi di kulit bayi. Jadi nggak mudah lecet gitu lo….

happy diapers bagian dalam

3 . Breathable outer layer.

Braethable outer layer itu artinya lapisan luar bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit membuat popok tetap nyaman. Sebenarnya layer bersirkulasi ini saya tidak bisa lihat dengan mata telanjang ya…. Mungkin karena porinya begitu halus ya.

4 . Super absorbency gel.

Bahan yang berada di dalam diapers mengandung gel yang berdaya serap tinggi, membuat popok tetap kering. Kalau saya bandingkan dengan diapers lain yang pernah dipakai Gayatri, kelasnya Happy Diapers ini memang sesuai dengan harganya ya, premium. Cepat banget menyerapnya. Di video Tes Daya Serap dan Kenyamanan Happy Diapers ini saya tunjukkan simulasinya ya, tidak sampai 10 hitungan, air terserap sempurna. Saya tes dengan tisu pun tidak ada jejak air sama sekali.

Gelnya sendiri diproduksi dari Jepang ya, negara yang terkenal sebagai produsen diaper yang aman bagi kesehatan bayi.

Menurut saya, poin 2, 3 dan 4 inilah yang membuat kulit bayi nyaman dan tidak pernah mengalami ruam-ruam. Penting banget, dan terbukti sih, Gayatri tidak pernah mengalami ruam sedikitpun.

5 . Comfort fit design.

Happy Diapers memiliki pinggang yang elastis dan lembut memberikan kenyamanan maksimal dan mencegah tanda merah di kulit bayi. Awalnya saya lihat kerutan elastisnya cukup rapat, saya kawatir akan pingget di bagian perut dan paha. Mengingat paha Gayatri agak gemuk, namun ternyata walaupun slim fit, Happy Diapers tidak membuat iritasi di bagian elastis. Saya salut sekali.

Berat badan Gayatri kurang lebih 12 kg, kalau di sizing chart bisa masuk dari ukuran M sampai XL. Namun saya mencoba di ukuran L cukup ngepas, dan paling nyaman di ukuran XL (merk lain Gayatri pun pakainya XL, hehehe). Baik di ukuran L maupun XL, Gayatri tidak mengalami pingget di pinggang dan pahanya.

happy diapers elastis pinggang

6 . Ink safety.

Itu motif gambar-gambar, tintanya aman nggak? Amaaan, Happy Diapers menyatakan kalau mereka menggunakan tinta yang bebas dari logam berat sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Serta menurut pengalaman saya tinta ini tidak transfer ke kulit maupun ke celana walaupun dalam kondisi basah.

Sizing Charts

happy diapers panduan ukuran

Nah, seperti tadi sudah sempat dibahas sedikit tentang sizing-nya Happy diapers: ukuran M perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 7-12 kg, ukuran L perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 9-14 kg, dan ukuran XL perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 12-17 kg.

Perbandingan ukuran L dan XL cukup signifikan ya. Saya mencoba keduanya untuk Gayatri (1,5 yo 12kg). Ukuran Lnya cukup ngepas untuk Gayatri, sementara yang XL masih agak besar. Namun saya memilih menggunakan ukuran XL karena walaupun agak besar namun fitur comfort fit design dari elastisnya membuat diapernya tetap fit di tubuh Gayatri. Kira-kira perbandingan keduanya sbb:

happy diapers perbandingan ukuran

Saya beri tanda juga di foto di atas, kalau ada perekat/ selotipnya ya Nyah. Fungsinya untuk menggulung diapers, agar tetap rapi dan tidak terburai. Jadi bisa mengurangi pemakaian kantung plastik juga. Kalau saya si ya, hehehe…. Jadi kalau hanya bekas pipis hanya saya gulung dan masukkan ke tempat sampah (dengan tutup), baru kalau ada pupupnya, setelah saya buang fesesnya saya gulung dan rekatkan serta lapis dengan kantung plastik.

Setidaknya dengan meminimalisasi penggunaan kantung plastik di atas, mengurangi rasa bersalah saya membuat banyak sampah dengan popok sekali pakai.

Tips Budget Constraint

Buat yang punya budget constraint (seperti saya) memang sepertinya harus pinter-pinter nyari diskonan ya, wkwkwkwk. Atau kalau yang masih ragu dengan kualitas produk Happy Diapers apakah sesuai dengan harganya atau tidak bisa berkunjung ke web mereka, untuk mendapatkan sampel produknya. Webnya: https://www.happydiapers.com/.

Buat yang mau lihat bagaimana tes daya serap yang saya lakukan dan poin-poin lainnya bisa dilihat di video di bawah ini ya!

Demikian review Happy Diapers dari saya, semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa…. Terimakasih sudah mampir :).

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Review Shampo Zwitsal Natural, Shampo Bebas SLS dan Paraben yang Super Affordable

Ketika menulis artikel tentang shampo Zwitsal ini, saya jadi flashback ke beberapa perbincangan dengan sesama ibu baru yang sedang nyari perlengkapan bayi tentang shampo bebas sls dan paraben. Kurang lebih percakapannya seperti ini….

“Mbak, emangnya produk shampo/ sabun bayi yang bagus itu selalu mahal ya?” tanya seorang kawan.

“Kriteria bagusnya gimana dulu ni?” saya tersenyum.

“Ya yang bebas sls, nggak mengandung paraben gitu lo mbaaak,” jawabnya.

“Ya yang mahal banyak memang mbaaa, tapi yang super affordable juga ada. Itu Zwitsal, ada yang sebotolnya (100ml) cuma sepuluh ribuan lo.”

Hehehe, beneraaaan banyak lo yang mengira kalau produk bayi yang bagus itu selalu mahal. Obrolan seperti ini sering muncul di antara ibu-ibu, apalagi jaman saya ibu baru. Di satu sisi masih banyak kekawatiran terhadap ingredients SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang bisa menyebabkan iritasi di kulit bayi, beberapa juga bingung terhadap pro kontra penggunaan bahan paraben. Namun di sisi lain, ibu-ibu juga perhitungan dengan budget toiletries bayi.

Tahun lalu saya sempat menulis tentang 4 sabun bayi non sls dan non paraben. Di daftar tersebut ada yang cukup mahal, namun ada yang terjangkau juga. Dan produk yang menurut saya sangat terjangkau dan kualitasnya bagus sehingga sering saya purchase adalah ya Zwitsal ini. Produk ini jadi solusi buat permasalahan yang diperbincangkan di atas.

Selain harganya yang affordable dan kualitasnya yang bagus, saya antusias dengan produk Zwitsal terutama yang varian Natural, karena walaupun ini produk uda ada dari kapan tahun, tapi mereka rajin improve formulanya. Saya ngeh soalnya saya suka merhatiin kemasannya. Dulu pas awal saya pakai, pas jaman Gayatri newborn, di kemasannya nggak ada tulisan “improved formula”. Nah yang terakhir saya beli adaaa…. Ketika suatu brand rajin improve formula, menurut saya, itu menunjukkan bahwa brand tersebut benar-benar concern pada kebutuhan/ keinginan konsumen dan tidak berhenti melakukan riset.

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Related post: 4 Sabun Bayi Non SLS dan Non Paraben

Tapi sekarang saya nggak mau bahas sabunnya lagi, sekarang mau bahas shamponya. Kalau sabun saya menggunakan Zwitsal sejak Gayatri newborn, shampo Zwitsal baru saya coba pas Gayatri uda bisa berdiri. Berarti sekitar 6 bulan lalu ya. Masalah kepraktisan saja si sebenarnya. Karena dulu mandiin di bak, saya masih nervous jadi lebih nyaman pakai yang 2 in 1. Sekali sabunin sekalian shampoin.

Nah, sejak Gayatri bisa berdiri kan uda enak tuh, nggak terlalu kawatir bakal tergelincir masuk ember, jadi mulai pakai dua produk saat mandi: sabun dan shampo.

Rambut Gayatri sendiri sebenarnya tidak bermasalah. Dari lahir sudah cukup tebal, bahkan sempat dipanggil jabrik, hihihi. Tapi karena nggak pernah digundul, awalnya saya rada kawatir bakal jadi rontok dan tipis. Hihihi, ternyata itu mitos ya.

Walaupun begitu saya tetap cari perawatan rambut yang berkaitan dengan rambut hitam dan tebal. Supaya rambut yang memang dari awalnya sudah tebal tetap terjaga pertumbuhannya sampai nanti dia dewasa. Sayang aja kan kalau sudah ada bakat rambut tebal, tapi nggak terawat.

Yang saya coba adalah produk Zwitsal Natural. Mengapa dulu tertarik mencoba produk ini?

Yang pasti karena pengalaman bagus sebelumnya pakai produk Zwitsal baby bath 2in1nya ya, jadi nggak ragu. Saya cek di ingredients shampo ini, lagi-lagi tak ada SLS dan parabennya. Ditambah lagi ada bahan alami lidah buaya, kemiri dan seledrinya. Bahan-bahan tersebut terkenal berkhasiat membuat rambut tebal, hitam dan sehat.

Sebagai anak yang dulu tinggal bareng bersama nenek, saya familiar banget dengan perawatan-perawatan alami seperti itu. Bukan hal aneh bagi kami, kulit kepala kami adem adem dioles lidah buaya hasil petik dari kebun. Atau dioles minyak kemiri buatan sendiri. Tapi berhubung di Jakarta dan kerja juga, anak saya pakai produk yang siap pakai saja. Lebih praktis pastinya.

zwitsal shampo natural

Well, saya langsung aja bahas produknya ya….

Deskripsi Produk Shampo Zwitsal:

Zwitsal Baby Shampo Natural dengan Aloe Vera, Kemiri, Seledri.

Ingredients:

Water, Sodium Laureth Sulfate, Disodium Cocoamphodiacetate, Cocamidopropyl Betaine, Polyquaternium-7, Parfum, Citric Acid, Sodium Benzoate, Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract, Sodium Lactate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Aleurites Moluccana Seed Extract, Panthenol, Etridonic Acid, Cl 42051, Cl 19140.

Sedikit keterangan atas ingredients:

  • Sodium Laureth Sulfate (SLES) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) ya…. Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman.
  • Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract: Seledri.
  • Aloe Barbadensis Leaf Extract: Lidah buaya.
  • Aleurites Moluccana Seed Extract: Kemiri.

Fragrance:

Produk ini mengandung parfum ya, tapi bukan yang nyegrak gitu. Baunya cukup soft tapi cukup ampuh mengatasi bau matahari kalau dia habis berjemur, ataupun bau apek keringat. Jadinya rambutnya terjaga selalu segar. Seneng lah nyium nyiumin rambut Gayatri.

love love

Kemasan:

Harga: yang ukuran 100ml, saya beli di indomaret dekat kosan seharga Rp 11.500,00. Value for money banget kan! Kualitas bagus namun harganya bener-bener terjangkau. Saya juga punya yang kemasan pump ukuran 300ml harganya sekitar Rp 22.000,00.

Where to buy:

Dimana-mana ada iniiii…. mudah banget ditemukan. Di alfamart/ indomaret ada, baby shop apalagi, pasti ada.

Impression:

Rambut asli Gayatri tebal (banyak rambutnya) namun helaiannya tipis. Memiliki tekstur lurus dengan ikal gantung (keriting di bawah). Manfaat menggunakan shampo ini pada rambut dengan tipe seperti Gayatri adalah jadi tidak mudah kusut. Saya senang rambutnya tetap ada ikal alaminya, tapi ikalnya kelihatan cantik gitu. Rapi, hitam dan berkilau.

rambut bayi

Pertumbuhan rambut Gayatri dari bulan ke bulan.

Banyak yang mengomentari rambut Gayatri, katanya kriwil kriwil lucu. Dan walaupun tidak pernah digundul, pertumbuhan rambutnya tetap baik.

Saya menggunakan shampo setiap mandi, jadi dua kali sehari karena sering ada sisa susu atau makanan di rambutnya. Namun, walaupun sering keramas tidak mengakibatkan rambutnya jadi merah seperti anak layangan. Kulit kepalanya pun tidak menjadi kering, saya yakin karena selain tidak mengandung SLS, kandungan aloe veranya efektif menjaga kesehatan kulit kepalanya.

Fitur yang saya sukai dari Shampo Zwitsal:

  • tidak mengandung SLS,
  • tidak mengandung paraben,
  • hypoallergenic, sehingga relatif aman bagi bayi baru lahir sekalipun,
  • tidak pedih di mata,
  • mengandung bahan-bahan natural yang baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala,
  • ada kemasan ukuran kecil yang traveling friendly, ada juga yang besar berbentuk pump,
  • mudah ditemukan,
  • harganya terjangkau.

Demikian review dari saya, semoga bisa jadi masukan yang bermanfaat untuk Nyonyah-nyonyah yang sedang mencari produk perawatan bayi yang value for money namun kualitasnya bagus.

Terimakasih sudah mampir…. Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share