Review Happy Diapers

happy diapers kemasan

Akhirnya kesampaian juga nyobain premium diapers dari Happy Diapers ini. Awalnya sempat bertanya-tanya kenapa si ni produk kok berani-beraninya pasang harga lumayan pricey. Setelah saya mencoba sendiri, jadi maklum si. Memang ada harga ada rupa ya Nyaahhh…. Berikut saya review Happy Diapers dari sudut pandang saya ya, semoga bermanfaat.

Yang paling menyolok dan membedakan produk ini dengan produk diapers lain, bahkan produk diapers yang sama-sama premiumnya adalah tentang desain. Desainnya unyu-unyuuuu bangeeeetttt…. Dan banyak macamnya sekitar 20 puluhan motif desain.

happy diapers kemasan

happy diapers motif lucu banget

happy diapers motif lucu

Desainnya beneran menggambarkan moto mereka, “Diapers should be fun”. Selain dari desain yang lucu dan imut ada 6 kelebihan yang dijanjikan oleh Happy Diapers di kemasannya. Saya akan kupas satu-satu janjinya dan bandingkan dengan pengalaman pribadi saya ya.

6 Kelebihan Happy Diapers

1 . Distribution layer.

Ada suatu lapisan tambahan untuk mendistribusi cairan jauh lebih cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Ini penting menurut saya supaya cairan pipis tidak hanya berkumpul di satu titik. Kalau diperhatikan kan kadang diapers tertentu tu akan gembung di satu titiki, misalkan di depan saja kan. Hal tersebut selain akan membuat pipis jadi lebih lama menggenang, juga akan menghimpit bagian kemaluan, terutama kalau cowok. Nah, di Happy Diapers ini saya perhatikan tidak begitu. Walaupun kadang bayi saya pipisnya banyak, cairan akan terdistribusi merata sehingga tidak gembung dan mudah terserap.

2 . Gentle on skin.

Lapisan dalam diapers yang bersentuhan dengan kulit bayu ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi. Lihat foto di bawah ini ya…. Haluuus banget kan permukaan dalamnya. Di video youtube saya, juga saya peragakan bagaimana Gayatri suka dengan kelembutan lapisan dalam ini. Tonton yaaaa…. Videonya ini, tapi nanti saya juga akan embed di bawah.

Permukaan yang lembut ini penting untuk meminimalisasi gesekan dan mencegah iritasi di kulit bayi. Jadi nggak mudah lecet gitu lo….

happy diapers bagian dalam

3 . Breathable outer layer.

Braethable outer layer itu artinya lapisan luar bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit membuat popok tetap nyaman. Sebenarnya layer bersirkulasi ini saya tidak bisa lihat dengan mata telanjang ya…. Mungkin karena porinya begitu halus ya.

4 . Super absorbency gel.

Bahan yang berada di dalam diapers mengandung gel yang berdaya serap tinggi, membuat popok tetap kering. Kalau saya bandingkan dengan diapers lain yang pernah dipakai Gayatri, kelasnya Happy Diapers ini memang sesuai dengan harganya ya, premium. Cepat banget menyerapnya. Di video Tes Daya Serap dan Kenyamanan Happy Diapers ini saya tunjukkan simulasinya ya, tidak sampai 10 hitungan, air terserap sempurna. Saya tes dengan tisu pun tidak ada jejak air sama sekali.

Gelnya sendiri diproduksi dari Jepang ya, negara yang terkenal sebagai produsen diaper yang aman bagi kesehatan bayi.

Menurut saya, poin 2, 3 dan 4 inilah yang membuat kulit bayi nyaman dan tidak pernah mengalami ruam-ruam. Penting banget, dan terbukti sih, Gayatri tidak pernah mengalami ruam sedikitpun.

5 . Comfort fit design.

Happy Diapers memiliki pinggang yang elastis dan lembut memberikan kenyamanan maksimal dan mencegah tanda merah di kulit bayi. Awalnya saya lihat kerutan elastisnya cukup rapat, saya kawatir akan pingget di bagian perut dan paha. Mengingat paha Gayatri agak gemuk, namun ternyata walaupun slim fit, Happy Diapers tidak membuat iritasi di bagian elastis. Saya salut sekali.

Berat badan Gayatri kurang lebih 12 kg, kalau di sizing chart bisa masuk dari ukuran M sampai XL. Namun saya mencoba di ukuran L cukup ngepas, dan paling nyaman di ukuran XL (merk lain Gayatri pun pakainya XL, hehehe). Baik di ukuran L maupun XL, Gayatri tidak mengalami pingget di pinggang dan pahanya.

happy diapers elastis pinggang

6 . Ink safety.

Itu motif gambar-gambar, tintanya aman nggak? Amaaan, Happy Diapers menyatakan kalau mereka menggunakan tinta yang bebas dari logam berat sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Serta menurut pengalaman saya tinta ini tidak transfer ke kulit maupun ke celana walaupun dalam kondisi basah.

Sizing Charts

happy diapers panduan ukuran

Nah, seperti tadi sudah sempat dibahas sedikit tentang sizing-nya Happy diapers: ukuran M perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 7-12 kg, ukuran L perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 9-14 kg, dan ukuran XL perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 12-17 kg.

Perbandingan ukuran L dan XL cukup signifikan ya. Saya mencoba keduanya untuk Gayatri (1,5 yo 12kg). Ukuran Lnya cukup ngepas untuk Gayatri, sementara yang XL masih agak besar. Namun saya memilih menggunakan ukuran XL karena walaupun agak besar namun fitur comfort fit design dari elastisnya membuat diapernya tetap fit di tubuh Gayatri. Kira-kira perbandingan keduanya sbb:

happy diapers perbandingan ukuran

Saya beri tanda juga di foto di atas, kalau ada perekat/ selotipnya ya Nyah. Fungsinya untuk menggulung diapers, agar tetap rapi dan tidak terburai. Jadi bisa mengurangi pemakaian kantung plastik juga. Kalau saya si ya, hehehe…. Jadi kalau hanya bekas pipis hanya saya gulung dan masukkan ke tempat sampah (dengan tutup), baru kalau ada pupupnya, setelah saya buang fesesnya saya gulung dan rekatkan serta lapis dengan kantung plastik.

Setidaknya dengan meminimalisasi penggunaan kantung plastik di atas, mengurangi rasa bersalah saya membuat banyak sampah dengan popok sekali pakai.

Tips Budget Constraint

Buat yang punya budget constraint (seperti saya) memang sepertinya harus pinter-pinter nyari diskonan ya, wkwkwkwk. Atau kalau yang masih ragu dengan kualitas produk Happy Diapers apakah sesuai dengan harganya atau tidak bisa berkunjung ke web mereka, untuk mendapatkan sampel produknya. Webnya: https://www.happydiapers.com/.

Buat yang mau lihat bagaimana tes daya serap yang saya lakukan dan poin-poin lainnya bisa dilihat di video di bawah ini ya!

Demikian review Happy Diapers dari saya, semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa…. Terimakasih sudah mampir :).

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Shampo Zwitsal Natural, Shampo Bebas SLS dan Paraben yang Super Affordable

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Ketika menulis artikel tentang shampo Zwitsal ini, saya jadi flashback ke beberapa perbincangan dengan sesama ibu baru yang sedang nyari perlengkapan bayi tentang shampo bebas sls dan paraben. Kurang lebih percakapannya seperti ini….

“Mbak, emangnya produk shampo/ sabun bayi yang bagus itu selalu mahal ya?” tanya seorang kawan.

“Kriteria bagusnya gimana dulu ni?” saya tersenyum.

“Ya yang bebas sls, nggak mengandung paraben gitu lo mbaaak,” jawabnya.

“Ya yang mahal banyak memang mbaaa, tapi yang super affordable juga ada. Itu Zwitsal, ada yang sebotolnya (100ml) cuma sepuluh ribuan lo.”

Hehehe, beneraaaan banyak lo yang mengira kalau produk bayi yang bagus itu selalu mahal. Obrolan seperti ini sering muncul di antara ibu-ibu, apalagi jaman saya ibu baru. Di satu sisi masih banyak kekawatiran terhadap ingredients SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang bisa menyebabkan iritasi di kulit bayi, beberapa juga bingung terhadap pro kontra penggunaan bahan paraben. Namun di sisi lain, ibu-ibu juga perhitungan dengan budget toiletries bayi.

Tahun lalu saya sempat menulis tentang 4 sabun bayi non sls dan non paraben. Di daftar tersebut ada yang cukup mahal, namun ada yang terjangkau juga. Dan produk yang menurut saya sangat terjangkau dan kualitasnya bagus sehingga sering saya purchase adalah ya Zwitsal ini. Produk ini jadi solusi buat permasalahan yang diperbincangkan di atas.

Selain harganya yang affordable dan kualitasnya yang bagus, saya antusias dengan produk Zwitsal terutama yang varian Natural, karena walaupun ini produk uda ada dari kapan tahun, tapi mereka rajin improve formulanya. Saya ngeh soalnya saya suka merhatiin kemasannya. Dulu pas awal saya pakai, pas jaman Gayatri newborn, di kemasannya nggak ada tulisan “improved formula”. Nah yang terakhir saya beli adaaa…. Ketika suatu brand rajin improve formula, menurut saya, itu menunjukkan bahwa brand tersebut benar-benar concern pada kebutuhan/ keinginan konsumen dan tidak berhenti melakukan riset.

zwitsal shampo bayi bebas sls dan paraben

Related post: 4 Sabun Bayi Non SLS dan Non Paraben

Tapi sekarang saya nggak mau bahas sabunnya lagi, sekarang mau bahas shamponya. Kalau sabun saya menggunakan Zwitsal sejak Gayatri newborn, shampo Zwitsal baru saya coba pas Gayatri uda bisa berdiri. Berarti sekitar 6 bulan lalu ya. Masalah kepraktisan saja si sebenarnya. Karena dulu mandiin di bak, saya masih nervous jadi lebih nyaman pakai yang 2 in 1. Sekali sabunin sekalian shampoin.

Nah, sejak Gayatri bisa berdiri kan uda enak tuh, nggak terlalu kawatir bakal tergelincir masuk ember, jadi mulai pakai dua produk saat mandi: sabun dan shampo.

Rambut Gayatri sendiri sebenarnya tidak bermasalah. Dari lahir sudah cukup tebal, bahkan sempat dipanggil jabrik, hihihi. Tapi karena nggak pernah digundul, awalnya saya rada kawatir bakal jadi rontok dan tipis. Hihihi, ternyata itu mitos ya.

Walaupun begitu saya tetap cari perawatan rambut yang berkaitan dengan rambut hitam dan tebal. Supaya rambut yang memang dari awalnya sudah tebal tetap terjaga pertumbuhannya sampai nanti dia dewasa. Sayang aja kan kalau sudah ada bakat rambut tebal, tapi nggak terawat.

Yang saya coba adalah produk Zwitsal Natural. Mengapa dulu tertarik mencoba produk ini?

Yang pasti karena pengalaman bagus sebelumnya pakai produk Zwitsal baby bath 2in1nya ya, jadi nggak ragu. Saya cek di ingredients shampo ini, lagi-lagi tak ada SLS dan parabennya. Ditambah lagi ada bahan alami lidah buaya, kemiri dan seledrinya. Bahan-bahan tersebut terkenal berkhasiat membuat rambut tebal, hitam dan sehat.

Sebagai anak yang dulu tinggal bareng bersama nenek, saya familiar banget dengan perawatan-perawatan alami seperti itu. Bukan hal aneh bagi kami, kulit kepala kami adem adem dioles lidah buaya hasil petik dari kebun. Atau dioles minyak kemiri buatan sendiri. Tapi berhubung di Jakarta dan kerja juga, anak saya pakai produk yang siap pakai saja. Lebih praktis pastinya.

zwitsal shampo natural

Well, saya langsung aja bahas produknya ya….

Deskripsi Produk Shampo Zwitsal:

Zwitsal Baby Shampo Natural dengan Aloe Vera, Kemiri, Seledri.

Ingredients:

Water, Sodium Laureth Sulfate, Disodium Cocoamphodiacetate, Cocamidopropyl Betaine, Polyquaternium-7, Parfum, Citric Acid, Sodium Benzoate, Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract, Sodium Lactate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Aleurites Moluccana Seed Extract, Panthenol, Etridonic Acid, Cl 42051, Cl 19140.

Sedikit keterangan atas ingredients:

  • Sodium Laureth Sulfate (SLES) berbeda dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) ya…. Sodium Laureth Sulfate dinyatakan di Paula’s choice ingredients dictionary sebagai bahan yang relatif aman.
  • Apium Graveolens (Celery) Root/ Seed Extract: Seledri.
  • Aloe Barbadensis Leaf Extract: Lidah buaya.
  • Aleurites Moluccana Seed Extract: Kemiri.

Fragrance:

Produk ini mengandung parfum ya, tapi bukan yang nyegrak gitu. Baunya cukup soft tapi cukup ampuh mengatasi bau matahari kalau dia habis berjemur, ataupun bau apek keringat. Jadinya rambutnya terjaga selalu segar. Seneng lah nyium nyiumin rambut Gayatri.

love love

Kemasan:

Harga: yang ukuran 100ml, saya beli di indomaret dekat kosan seharga Rp 11.500,00. Value for money banget kan! Kualitas bagus namun harganya bener-bener terjangkau. Saya juga punya yang kemasan pump ukuran 300ml harganya sekitar Rp 22.000,00.

Where to buy:

Dimana-mana ada iniiii…. mudah banget ditemukan. Di alfamart/ indomaret ada, baby shop apalagi, pasti ada.

Impression:

Rambut asli Gayatri tebal (banyak rambutnya) namun helaiannya tipis. Memiliki tekstur lurus dengan ikal gantung (keriting di bawah). Manfaat menggunakan shampo ini pada rambut dengan tipe seperti Gayatri adalah jadi tidak mudah kusut. Saya senang rambutnya tetap ada ikal alaminya, tapi ikalnya kelihatan cantik gitu. Rapi, hitam dan berkilau.

rambut bayi

Pertumbuhan rambut Gayatri dari bulan ke bulan.

Banyak yang mengomentari rambut Gayatri, katanya kriwil kriwil lucu. Dan walaupun tidak pernah digundul, pertumbuhan rambutnya tetap baik.

Saya menggunakan shampo setiap mandi, jadi dua kali sehari karena sering ada sisa susu atau makanan di rambutnya. Namun, walaupun sering keramas tidak mengakibatkan rambutnya jadi merah seperti anak layangan. Kulit kepalanya pun tidak menjadi kering, saya yakin karena selain tidak mengandung SLS, kandungan aloe veranya efektif menjaga kesehatan kulit kepalanya.

Fitur yang saya sukai dari Shampo Zwitsal:

  • tidak mengandung SLS,
  • tidak mengandung paraben,
  • hypoallergenic, sehingga relatif aman bagi bayi baru lahir sekalipun,
  • tidak pedih di mata,
  • mengandung bahan-bahan natural yang baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala,
  • ada kemasan ukuran kecil yang traveling friendly, ada juga yang besar berbentuk pump,
  • mudah ditemukan,
  • harganya terjangkau.

Demikian review dari saya, semoga bisa jadi masukan yang bermanfaat untuk Nyonyah-nyonyah yang sedang mencari produk perawatan bayi yang value for money namun kualitasnya bagus.

Terimakasih sudah mampir…. Salam sayang!

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Manfaat Baby Spa di Rumah dan Cara Mudah Melakukannya

manfaat spa bayi

SPA adalah singkatan dari Sanitas Per Aqua yang berarti perawatan tubuh yang menggunakan media air. Pertama-tama dikenal di Belgia merujuk pada pemandian air panas. Kesimpulan sederhananya spa adalah terapi bagi kesehatan tubuh yang menggunakan air hangat.

“Duh, Nyahhh…. Di rumah saya tidak ada kolam renang nih, jadi nggak bisa dong baby spa di rumah!”

Mmmmm…. Kalau dari web-nya IDAI si, baby spa memang TIDAK harus dengan berenang seperti yang hits di kalangan ibu-ibu jaman now ya. Dalam artikelnya, CMIIW, IDAI menyebutkan secara implisit bahwa terapi air tidak selalu sama artinya dengan berenang. Saya sendiri pun menyesuaikan tahap-tahap baby spa dengan peralatan yang ada di rumah. Cara mudah melakukan baby spa di rumah akan saya bahas di bawah yaaa…..

spa baby di rumah

Manfaat Baby Spa di Rumah

Saya pernah membaca di web bidan.ku ada 14 manfaat loh dari melakukan spa bayi. Kalau teman-teman pengen tahu lengkapnya bisa dilihat di sini.

Kalau saya pribadi yang saya rasakan dari rajinnya saya (aseeek, rajin) melakukan baby spa adalah 1) pertumbuhan Gayatri yang sangat baik, dilihat dari tinggi dan berat badannya yang selalu ada di warna hijau grafik KMS. Untuk 2) perkembangan motoriknya juga sangat baik. Kata adik saya yang fisioterapis, hal tersebut adalah manfaat tidak langsung dari baby spa yang melibatkan unsur pemijatan.

Manfaat lain dari spa bayi yang langsung terasa adalah 3) peningkatan kualitas tidur bayi. Gayatri biasanya kalau habis di-spa, boboknya jadi pules dan tenang.

love love

Kelebihan Spa Bayi di Rumah

Mungkin ada yang masih ragu untuk melakukan baby spa di rumah karena satu dan lain hal. Saya mau sharing sedikit nih. Saya memiliki pengalaman melakukan spa di rumah maupun di salon bayi. Keduanya tentu memiliki kelebihan masing-masing. Untuk spa di rumah, menurut saya kelebihannya adalah sebagai berikut:

1 . Membuat bayi merasa lebih nyaman.

Saya yakin kalau Gayatri bukan satu-satunya bayi yang sering nangis kalau dipijat orang asing. Hehehehe…. Soalnya kalau sedang pijat di salon bayi, sering banget denger bayi yang nangis gerung gerung. Demikian juga bayi saya, walaupun Gayatri sendiri adalah bayi yang doyan dipijat, tapi dia tetap rewel saat dipijat oleh orang asing.

Berbeda kalau di rumah, dia akan merasa lebih familiar dan nyaman. Selain familiar dengan pemijatnya (saya sebagai ibu), juga dengan suasana rumahnya.

2 . Menambah bonding antara orang tua dan anak.

Selama baby spa tentunya orang tua sambil melakukan kontak mata dan juga bisa sambil melakukan stimulasi dengan mengajaknya bicara atau bersenandung.
Saya berpendapat kalau proses memijat ini tidak hanya memuaskan bayi, tapi membuat saya sebagai ibu juga merasa bahagia saat berinteraksi dengannya lewat tatapan atau respon-respon lucu yang dia lakukan. Misal: tingkah konyolnya merem melek saat dipijat atau bagaiman saat bayi excited melihat kecipak air dan busa sabun.

It’s really fun! Both parent and baby deserve it!

3 . Lebih terjamin

Baby spa di rumah tentu memudahkan orang tua untuk memastikan kebersihan peralatan, air yang dipakai serta keamanan produk bayi yang digunakan. Karena tentu orang tua yang paling tahu kondisi bayinya dooong!

spa bayi di rumah

4 . Hemat

Jujurly speaking yaaak, dengan manfaat yang sama dan mungkin malah lebih banyak, rata-rata biaya yang digunakan untuk spa di rumah lebih murah loh. Coba deh itung-itung sendiri hehehe, sebelumnya saya pernah bahas price list salon bayi di Bintaro di sini.

5 . Fleksibel

Melakukan baby spa di rumah tentunya lebih fleksibel dalam hal waktu. Kita tidak terikat jadwal, tidak harus antri, dan bisa dilakukan kapanpun selama orang tua dan bayi siap.

Cara Melakukan Spa Bayi di Rumah

Beberapa waktu lalu saya mencoba produk Little Bee dari Tupperware (yak! Tupperware kesayangan ibuuuu, penasaran kaaaan penasaran kaaaannnn) dalam rangkaian baby spa yang saya lakukan di rumah untuk Gayatri. Kira-kira cara dan tahapannya sbb ya….

1 . Stimulasi Pijat

Tahapan ini jangan sampai kelewatan ya. Adik saya (fisioterapis yang concern ke masalah anak/ pediatri) dari Gayatri kecil memesankan untuk rajin-rajin memijat bayi. Nggak harus ke dukun bayi, kaya jaman dulu. Orang tua pun bisa memijat bayi sendiri. Apalagi sekarang sudah banyak panduannya ya. Sesuaikan saja mana pijatan yang sedang dibutuhkan bayi.

Dalam melakukan pemijatan, orang tua wajib kudu dan harus memperhatikan reaksi bayi ya. Agar terasa nyaman gunakan minyak atau baby oil sebagai media.

Kesan pertama saya menggunakan baby oil dari Little Bee tuh nyaman ya, tidak lengket dan mudah dibilas saat mandi di tahapan kedua. Saya juga senang karena produk ini mengandung aloe vera yang baik untuk melembabkan dan regenerasi kulit.

2 . Mandi/ Berendam

Part favorit Gayatri adalah mandiiiiiiii!!!!!! Dia bahkan sudah bisa bilang “Naniiii, naniiii”, sambil berusaha melepas diapersnya. Hahahaha! Saat mandi juga jadi momen yang menenangkan buat saya, soalnya saya suka wangi powdery musk dari Little Bee Baby Wash dan Little Bee Baby Shampoo.

manfaat spa bayi

Yang harus diperhatikan saat memandikan bayi adalah suhu air serta ingredients dari perlengkapan bayi. Pilih yang melembabkan dan tidak mengandung bahan iritan ya. Seperti kedua produk dari Little Bee Tupperware ini. Jangan sampai lupa waktu juga yaaaa! 15 menit maksimal agar bayi tidak kedinginan.

3 . Perawatan Kulit

Perawatan kulit bayi pada tahap ketiga ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bayi masing-masing ya…. Kalau Gayatri saya menggunakan Little Bee Baby Lotion di seluruh tubuhnya. Tidak lengket loh! Cepat meresap lotionnya.

Beberapa ibu yang senang menggunakan bedak bagi bayinya, produk Little Bee Baby Powder memiliki kelebihan yaitu adanya bahan Allantoin yang selain mencegah iritasi kulit, juga mengikat partikel bedak agar tidak berhamburan.

setrong

Cukup mudah kan? Mengingat manfaatnya yang besar, saya yang (kadang) malas-malasan aja bisa jadi rajin, hihihi…. Semoga artikel ini membuat temen-temen yang masih ragu untuk melakukan baby sa sendiri di rumah jadi tambah semangat yaaa!

Terimakasih sudah berkunjung! Salam sayaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Diapers Premium vs Ekonomi, Perbandingan 2 Varian Diapers Merk Goon # Seri Perlengkapan Bayi

review diapers goon judul

Setelah saya membahas sabun yang bebas SLS dan bebas paraben di seri perlengkapan bayi sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang diapers alias popok sekali pakai. Bahasan kali ini lebih fokus ke perbandingan antara diapers premium dan ekonomis ya. Kalau tentang gonta ganti merk diapers saya sudah pernah membahasnya juga di artikel Gonta Ganti Merk Diaper, Yay or Nay. Berikut saya mau coba bikin perbandingan dua varian diapers dari satu merk (biar adil ya jamaah, saya bandingin yang satu pabrikan), yaitu Goon.

Langsung saja karena biasanya bakal panjang. Hahaha…. Ini diaaaaa perbandingannyaaa…..

Deskripsi Produk

Goon adalah produk diapers yang berasal dari Jepang, mulai masuk ke Indonesia (diproduksi di dalam negeri) mulai tahun 2010. Ada beberapa varian produk yang dikeluarkan oleh Goon: Excellent Soft, Excellent Dry dan Smile Baby. Dalam artikel ini kata diapers premium merujuk ke Goon Excellent Soft Pants yang ukuran L, dan kata diapers ekonomis merujuk ke Goon Smile Baby Pants yang ukuran L.

Goon Excellent Soft (Premium)

Goon Excellent Soft (Premium)

 

review diapers goon smile baby bungkus

Goon Smile Baby (Ekonomis)

Harga

Kalau ngomongin harga sudah dipastikan kalau yang Smile Baby lebih hemat dong dibandingkan dengan yang Excellent Soft. Tanggal 1 Oktober 2017, saya cek di jd.id, harga yang Excellent Soft Pants ukuran L isi 26 pcs itu seharga Rp 68.000,00 atau Rp 2.600,00 per pc popok. Sementara yang Smile Baby ukuran L isi 20 pcs itu seharga Rp 31.000,00 atau Rp 1.550,00 per pc popok. Harga ini bisa jadi lebih murah di toko online lain yak. Rajin-rajin bandingin aja…. 🙂

Materials

Kekhawatiran awal ketika menggunakan diapers pada bayi saya adalah kabar bahwa diapers menyebabkan isu kesehatan. Sebagai orang awam, tentunya deg-degan juga ya terhadap kandungan kimia pada setiap produk yang bersentuhan dengan bayi kita. Untuk itu saya lumayan rajin mencari info lebih lanjut terkait bahan-bahan apa yang sebaiknya ada dan tidak ada di produk bayi. Ada beberapa hal yang saya temukan yang membuat saya cukup tenang menggunakan produk ini:

  • Artikel dr. Rina (neonatologist) menyebutkan bahwa orang tua sebaiknya waspada atas bahan-bahan kimia berupa dioxide, baik sulfur maupun chlorine dioxide yang dapat menyebabkan kanker. Artikel selengkapnya di sini. Saya googling lebih lanjut tentang chlorine dioxide, tenyata bahan ini biasanya digunakan dalam proses bleaching dan sebagai disinfektan.
  • IDAI menyebutkan bahwa bahan polyester memiliki kemampuan menyerap yang baik. Selain itu juga menekankan untuk memilih popok yang memiliki lapisan dalam yang lembut dan memiliki ventilasi yang baik (untuk diapers berarti memilih diapers yang permukaan luarnya berpori-pori). Artikel selengkapnya di sini.
  • Artikel Mioki yang mereview tentang produk-produk diapers dari Jepang menyebutkan bahwa produk Jepang tidak menggunakan chlorine sebagai bleach pada pabrik-pabrik diapers sejak tahun 1998. Artikel selengkapnya di sini.

review popok goon

Disclaimer: Artikel di atas tidak menyebutkan merk Goo.N secara eksplisit (kecuali artikel no.3). Artikel 1 dan 2 hanya menyebutkan bahan-bahan apa yang patut dihindari atau yang sebaiknya ada, dan saya membandingkan dengan komposisi material yang dicantumkan di kemasan Goo.N. Karena saya tidak menggunakan produk diapers lain, sementara ini saya hanya dapat mengecek material dari Goo.N ya Nyonyah nyonyah. Mohon berkenan membaca ketiga artikel rujukan di atas dan juga melihat kemasan dari diapers yang digunakan bayinya masing-masing ya…. 🙂 Feel free untuk memberikan koreksi, terutama dari rekan-rekan yang memiliki keahlian di bidang ini. 🙂

Berikut saya cantumkan bahan mentah penyusun kedua varian ini, sumbernya dari kemasannya ya.

Top sheet: Polyefin non-woven. Absorbent pad: Pulp, Super absorbent polymer, paper. Waterproof material: Polyolefin film. Back sheet: Polyolefin non-woven. Elastic: Polyurethane. Construction: Styrene elastomer synthetic resin. Package: Polyethylene.

Perbedaan antara yang premium dengan yang ekonomis ada pada persentase absorbent pad-nya sebagaimana gambar di bawah ini:

review diapers goon premium materialreview diapers goon economis material

Fitur

Perbandingan fitur antara diapers premium dan ekonomis saya sandingkan dalam bentuk tabel sbb yaaa:

review diapers perbandingan varian goon

Impression Setelah Pemakaian

Secara umum Ning Gaya anak saya tidak mengalami ruam saat menggunakan baik varian premium maupun yang ekonomis. Selain itu, saya merasa kedua varian ini pun lumayan tipis, tidak gembung, bentuk diapersnya pun tidak ketat yang bikin pingget namun juga tidak kendor sehingga so far anak saya bisa tetap bebas bergerak.

Disclaimer: Kalau premiumnya sudah saya pakai sekitar 7 bulanan lebih, kalau yang ekonomisnya memang baru pakai satu bungkus, baru sekali repurchase.

kuatINHO

(In Nyonya’s Humble Opinion)

Pilih mana ekonomis atau premium?

Secara umum saya lebih banyak menggunakan yang premium daripada yang ekonomis. Seperti tersirat dari namanya premium bisa jadi lebih mahal, namun secara kualitas biasanya memang lebih yahut. Nah, setelah banyak diskusi di forum emak-emak, akhir-akhir ini saya mulai untuk menggunakan dua varian ini secara mix, walau tetap penggunaan dominan di diapers premium.

Tips dari pengalaman saya seperti ini:

1. Gunakan varian premium dan ekonomis secara mix, demi penghematan. Hihihi.

Related Post: Happy Diapers, premium diapers yang kualitas dan desainnya bikin happy.

2. Tetap mencari DISKON baik premium maupun ekonomis.

Akhir-akhir ini saya perhatikan di Indomaret dan Alfamaret uda mulai sering promo diapers ya. Dan merk yang diskon pun beraneka ragam. Tidak hanya merk yang menguasai pasar aja, merk Goon pun, yang dulu di awal-awal saya pakai masih susah ditemukan di toko sebelah tersebut, sekarang mulai banyak diskonnya yeeeee! Saat diskon ini adalah saat krusial untuk nyetok diapers. Karena Nyaaaahhh, diskon popok adalah kunci keamanan dompet keluarga.

3. Saat perjalanan atau ngemall gunakan varian premium.

Pengalaman pribadi saya traveling ke Salatiga dan Surabaya membawa bayi, cerita lengkapnya di sini, saya menggunakan yang varian premium so far aman. Pertimbangannya adalah sebagai berikut:

  • Karena masa guna premium lebih lama (6x pipis) dibandingkan dengan yang ekonomis. Jaga-jaga siapa tahu mengalami kesulitan untuk mengganti popok selama perjalanan.
  • Yang premium ada fitur roll tapenya alias selotip. Jadi kalau ganti di perjalanan, gampang ngeringkes diapers bekasnya. Tinggal gulung. Jaga-jaga kalau kehabisan kresek, atau pas di nursery roomnya ga ada diapers bag.
  • Walaupun sama-sama tipis, saya merasa yang premium bentuk elastis di sekitar pinggang lebih slim fit gitu. Lebih rapi, saya sempat coba foto sebagai perbandingan sbb. Sebenernya ga terlalu masalah ya, apa saya aja yang bawel ya? Hihihi. Etapi walaupun slimfit, tapi sofar si nggak pingget ya.

elastis waist goon economiselastis waist goon premium

4. Menggunakan diapers ekonomis di waktu-waktu pendek.

Saya bisanya akan menggunakan diapers ekonomis di waktu-waktu pendek sehari-hari, misal Gayatri pupup mendekati jam mau mandi. Ya kan mau tidak mau harus ganti diapers kan, saat seperti ini mending pakai ekonomis. Daripada pakai premium hanya sebentar dan ga maksimal manfaatnya, ya mending pakai ekonomis kan. Ngirit. Coba kalau sehari bocah pup 1-2 kali (anak saya umur 8 bulan), kalau sekali aja per hari pakai ekonomis, saya bisa irit 30 pc diapers premium kan, jadi kira-kira bisa save Rp 50.000,00 (harga sebungkus premium dikurangi sebungkus ekonomis). Mayan 50 rebu bisa beli sebungkus lagi yang ekonomis, plus kembaliannya buat beli thai tea, wkwkwk.

5. Malam hari saya lebih memilih untuk menggunakan varian premium.

Jaga-jaga saya kelupaan ganti popok tengah malam, hehehe…. Jujur yak, saya sering kelupaan soalnya. Kadang kalau bayi ga bangun, saya ga bangun juga. Molor, hehehe. Untung suami kadang bangun. Terimakasih suami siagaaa!

review diapers goon judul

Demikian sharing saya tentang perbandingan diapers premium dan ekonomis. Pada akhirnya saya memilih untuk menggunakan secara mix dengan dominasi penggunaan varian premium. Mungkin pilihan Nyonyah bisa berbeda sesuai kondisi dan kebutuhan. Saya juga menghormati pilihan ibu-ibu lain yang memilih menggunakan popok ain, clodi, atau diapers merk lain. Namun, jika ditanya mana yang paling baik, tentunya saya tidak dapat menjawab. Karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk saya, saat ini, pilihan diapers yang saya share di atas adalah yang paling sesuai dengan kondisi saya.

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Gonta Ganti Merk Diapers, Yay or Nay?

ganti merk diapers

Temen-temen yang pren-pren-an di Facebook mungkin sempat baca status pertanyaan saya tentang diapers. Tepatnya bertanya tentang merk diapers yang dipakai dan apakah para mommy melakukan gonta ganti diapers atau malah menggunakan beberapa merk diapers bersamaan. Postingan status saya kurang lebih sebagai berikut:

newbie bertanyaPostingan status ini trigger-nya adalah pengalaman mencari diapers yang cocok untuk bayi kami, yang ternyata gampang gampang susah. Awalnya saya dan suami tidak berpikir untuk berganti-ganti merk diapers. Ekspektasi saya dan suami, sekali beli bakal langsung cocok soalnya. Hehehe. Berbekal ekspektasi tadi (dan pengetahuan tentang perbayian yang minim), kami belanja diapers secara online. Saat itu kebetulan ada diskon diapers besar-besaran. Tebak berapa bungkus yang diangkut ke rumah? Ga tanggung-tanggung, 30 bungkus ukuran newborn!

Kenapa kok kami sampai membeli sebanyak itu? Karena waktu itu, kami menghitung perkiraan per hari akan menggunakan 6pcs diapers (karena juga campur popok kain). Kemudian kami mengasumsikan bahwa diapers newborn akan digunakan selama 60 hari atau sampai dedek berumur 2 bulan. Jadi kami perlu diapers setidaknya 6 pcs/hari x 60 hari = 360 pcs. Nah karena satu bungkus (merk yang kami beli saat itu Pampers Newborn Premium) isinya 13 pcs, maka minimal kami harus beli kurang lebih 28 bungkus. Mangkanya akhirnya kami bulatkan untuk membeli 30 bungkus. Lagi promo ini! Hihihi…. Hitungannya matematika belaka. Bahkan kami ga berpikir sama sekali tentang faktor lain, seperti apakah diapernya lembut, berapa kapasitasnya, potensi alergi dan ruam, dll. #maklumnewbie

Pengalaman Ganti Merk Diapers

Nah, pas bayi Gayatri masuk Rumah Sakit, dia menggunakan diapers sepanjang hari. Entah karena diapersnya jarang diganti oleh perawat, atau karena kulitnya memang sensitif, dua hari di RS muncul gejala ruam. Akhir-akhir ini, kami baru tahu kalau penggunaan antibiotik ternyata meningkatkan potensi ruam, loh. Karena bakteri baik di bagian bokong juga ikut mati. CMIIW. Nah, karena ada gejala ruam tersebut, perawat meminta kami untuk membeli diaper dengan merk lain. Maka belilah kami Mamipoko yang standar. Pertimbangan kenapa kami memilih merk ini karena taunya cuma dua merk diapers. Hehehe, pampers sama mamipoko. #maklumnewbie Hihihihi, beralih dari yang premium ke yang standar, bayi Gayatri malah tidak mengalami ruam. Ya ampun, anak ekonomis bener yak. :kiss :kiss

Tips 1: Jangan beli diapers langsung banyak kalau belum tau cocok atau tidak. Sebaiknya dicoba-coba dulu sampai ketemu yang cocok, baru deh nyetok.

Setelah pulang dari RS, saya baru menyadari kalau Mampok standar ini tidak ada indikator pipisnya. Berhubung dedek tipe bayi yang adem ayem tentrem kerta raharja gitu, kadang kalau pipis dia tidak menangis. Lanjut bobo terus, Sist. Saya jadi rada galau dengan ketiadaan indikator pipis ini. Kasihan kalau pipis, dan ga ketahuan, jadi lama digantinya. Akhirnya saya pakein lagi dengan Pampers.  setelah saya dapat tips dari teman  untuk mencegah ruam. Dan tipsnya berhasil! Bayi Gayatri pakai Pampers tidak ruam lagi. Tips dari teman saya: menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers.

Namun, saya dan suami tetap penasaran dengan merk diapers lain. Siapa tahu ada yang tidak ruam dan ada indikator pipisnya. Maka saya posting pertanyaan tadi di Facebook, tentang merk diapers yang temen-temen saya pakai. Lumayan banyak yang merespon. Nah kemarin karena saya pikir ini bakal bermanfaat juga buat mamah newbie kaya saya, makanya coba saya rekap dan saya bikin postingan blog ini.

merk diaper yang dipakaiKomen lengkap dari status yang menjadi sumber gambar di atas bisa dilihat di status ini.

Saya tidak kaget dengan hasilnya. Juaranya si Mampok disusul Pampers. Tidak dapat dipungkiri kedua merk tsb memang femes sampai ke kampung kampung. Merk lain, sebagian besar saya ga familiar. Berhubung Mampok dan Pampers uda pernah nyoba, saya  seneng banget pas dikasih coba merk setelahnya yang persentasenya sama dengan Sweety, yaitu Goo.N. Kenapa seneng? Karena temen di kantor pernah satu dua kali menyebut merk ini. Selain itu produknya adalah Goo.N Excellent Dry. Kenapa tambah seneng? Karena di bungkusnya ada iming-iming kalau tipe ini mencegah ruam. Saya mah percaya aja. Trus dibilang di bungkusnya juga, kalau ada pee sign, semacam indikator pipis gitu. Ya sudahlah, cocok! Dan so far so good sih. Sampai saat ini, uda makai hampir dua bungkus, dedek ga ruam makai Goo.N. Terimakasih temen-temen yang uda kasih rekomendasi ya.

goon mencegah ruam

Tips 2: Jangan ragu untuk bertanya dan minta rekomendasi pada mama-mama senior.

Tips 3: Baca keterangan produk di kemasan baik-baik.

Gonta Ganti Merk Diapers? Yay!

Kalau dari cerita saya di atas uda jelas  ya kalau saya golongan “Yay!” buat gonta ganti merk diapers. Cuma dilihat dari komen-komen di postingan status di Facebook tadi ada juga lo yang tidak pernah gonta ganti merk diapers. Biasanya yang tidak pernah ganti merk diapers adalah yang beruntung langsung dapat merk diapers yang cocok buat bayinya (sekaligus cocok buat kantong mamahnya hihihi). Sementara sebagian besar yang komen menyatakan bahwa mereka memakai lebih dari satu merk diapers dengan berbagai alasan.

Alasan Gonta Ganti Merk Diapers

Saya mencoba merangkum empat alasan gonta ganti diapers yang paling sering disebutkan:

1 . Supaya Hemat

Kata temen-temen, belanja diapers mah wajib pas ada promo. Kalau pas ga promo, sakitnya tuh di sini *nunjuk dompet*. Bener juga sih, kalau ga promo, sebulan bisa jadi habis enam ratusan ribu sendiri cuma buat diapers. Yang mana sekali pakai buang. Nah, sayangnya merk yang promo sering berganti-ganti tiap minggunya, makanya merk yang dipakai anak pun berganti-ganti. Tergantung merk mana yang sedang promo minggu itu. Kalau mau, nyonya bisa beli sekali banyak pas promo merk yang dipakai.

Tips 4: Perhatikan jadwal promo diapers merk-merk yang dipakai.

2 . Yang Sebelumnya Bikin Ruam

Alasan ini sama dengan alasan saya. Kalau sudah ruam, mau tidak mau memang disarankan untuk ganti merk diapers. Siapa tau ada bahan tertentu dari diapers merk yang dipakai yang tidak cocok. Nah, ini saya juga baru ngeh kalau ternyata diapers itu cocok-cocokan. Jadi di satu anak bisa jadi ruam, tapi di anak lain bisa jadi tidak ruam. Ada satu teman yang malah bilang kalau anaknya semua merk dicoba selalu ruam. Over sensitif kayanya. Jalan keluarnya adalah menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers. And the problem solved!

3 . Kapasitas

Untuk newborn mungkin faktor kapasitas tidak terlalu menjadi pertimbangan ketika memilih/ berganti merk diapers. Hal ini karena pipis dan pupup bayi belum terlalu banyak. Namun seiring pekembangan bayi, volume pipis dan pupup makin banyak. Beberapa teman menyebutkan bahwa beberapa merk diapers lebih cepat penuh dibandingkan yang lain. Atau jika tidak penuh, mudah bergeser sehingga bocor. Alasan ini membuat mereka beralih menggunakan merk diapers lain.

Tips 5: Sesuaikan ukuran dan jenis diapers dengan umur, ukuran dan kebutuhan bayi.

4 . Karakter/ kualitas produk

Ga seperti make up atau produk otomotif yang product reviewnya merajalela di dunia maya, nyari info tentang fitur/ kualitas diapers memang agak tricky. Selain dari kemasannya, temen-temen bisa nyari infonya di forum-forum ibu. Atau sekalian aja nanya di sosmed kaya yang sering saya lakukan. Mama mama tu dengan senang dan baik hati bakal jawab pertanyaan kita loh. :love

Seperti yang saya bilang di awal, mencari diapers yang cocok itu gampang-gampang susah. Cocok buat bayi saya belum tentu cocok untuk bayi ibu. Cocok buat kantong ibu, belum tentu cocok buat kantong saya. Hahaha…. Jadi selama belum nemu yang pas, ga ada salahnya sih gonta ganti merk.

Kalau saya gitu….

Gimana dengan kamu?

Pernah ganti merk diapers tidak?

Sharing dong apa alasan dan apa tips nya! Thankyuuu 🙂

ganti merk diapers[sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!