Review Transpulmin Balsam, Kehangatan yang Membantu Penyembuhan Flu pada Bayi

Karena saat newborn gayatri pernah demam (sepsis) sampai harus dirawat inap di perina, sampai sekarang saya punya semacam kekawatiran berlebih jika anak saya ini mengalami demam. Maklum mamah newbie. Walaupun sudah banyak edukasi melalui literatur ataupun ngobrol dengan dokter, namun jujur, perasaan gentar selalu menghinggapi saya saat menghadapi anak demam.

Better worry than sorry, prinsip saya. Hal itu yang membawa saya beberapa bulan lalu ke UGD RS premier bintaro jam 2 pagi. Hanya karena gayatri demam 3 hari. Setelah cek darah yang lumayan menghabiskan uang jajan, diagnosisnya Fluuu! Hihihi, emplu aja ampe ke UGD yak. Habisnya waktu itu belum keliatan tanda-tanda flunya sih, eh habis ke UGD sorenya mbeleerrr hidungnyaaaa.

Related post: Tips Menjaga Kesehatan Bayi

Dengan sopan dan maklum, dokter mengapresiasi kesigapan saya, saya sendiri menyadari jika hal tersebut bukan sigap tapi parno. Hehehe…. Beda kan ya!

hehehe

Dokter saat itu berpesan jika bayi saya demam lagi namun dengan tanda lain yang menyertai, seperti batuk atau pilek, better dilakukan home treatment. Namun apabila demam tanpa tanda lain sampai 4 hari, dokter menganjurkan untuk menghubungi dokter. Nah pesen dokter di UGD itu, home treatment yang perlu dilakukan saat bayi pilek adalah home treatment yang berkaitan dengan melegakan jalan napas dan membantu mengeluarkan dahak.

Related Post: Pengalaman Menggunakan Essential Oil

Setelah drama UGD tadi usai, gayatri sempat flu sekali lagi (ketularan saya). Saat ini saya ga sepanik sebelumnya…. modal nanya-nanya di grup emak-emak saya sedia beberapa senjata: balsam bayi transpulmin, penyedot ingus dan nasal cleaner. Yang nasal cleaner aku ceritain nanti di post terpisah yak. Yang mau aku review lebih dalam sekarang adalah si balsam transpulmin. Saya tahu produk ini dari WA group Ayo Semangat Ibu (ASI) dan WA group Birth Club Jan-Feb 2017. Produknya sendiri saya dapat dari Kumpulan Emak Blogger.

perlengkapan menghadapi anak flu

Ketika saya merasa Gayatri mulai batuk dan meler (ingus bening keluar dari hidungnya) setiap pagi dan sore menjelang malam saya mengoleskan transpulmin (warna putih) ke bagian dada dan punggungnya. Harapan saya dengan melakukan hal tersebut, gejala flu yang membuatnya merasa tidak nyaman dapat berkurang, dan dia dapat beristirahat dengan baik.

Benar, sebenarnya obat flu adalah kekebalan tubuh si anak. Kekebalan anak didapat dari asupan yang baik (ASI jika dia masih bayi) dan juga istirahat yang cukup. Namun, ada kalanya bayi ketika flu tidak dapat istirahat dengan baik, karena tubuhnya tidak nyaman dan juga hidungnya mampet. Ya sama lah dengan orang dewasa. Jika dia tidak dapat istirahat, hal ini akan memperburuh keadaannya.

Related Post: Tahapan Spa Bayi di Rumah untuk Kesehatan

Kekawatiran saya adalah flu yang diderita Gayatri berlarut-larut dan menyebabkan penyakit yang lebih serius. Syukurlah dengan penanganan yang tepat, si Ening dapat sembuh dalam waktu yang relatif singkat (sekitar 1 minggu). Salah satu langkah yang saya ambil ya dengan mengoleskan balsam ini. Tentu ini bukan satu-satunya ikhtiar yang saya lakukan. Namun saya rasa inilah, home treatment yang sangat efektif membantu penyembuhan Gayatri kemarin.

review transpulmin balsam

Deskripsi produk:

Transpulmin ini ada dua jenis ya Nyaaah, yang warna putih itu Transpulmin BB sementara yang kuning Transpulmin aja. Gunanya pun berbeda loh. Yang putih bisa untuk bayi, sementara yang kuning dapat digunakan sebagai balsam bagi anak di atas usia 2 tahun. Jangan sampai tertukar ya Nyaaah…. Nanti mak nyooosss…. Hehehehe….

dua macam transpulmin

Ingredients:

1 . Transpulmin BB Balsam Bayi

transpulmin BB balsam bayi muka ingred

2 . Transpulmin Balsam Keluarga

transpulmin balsam keluarga muka kuning

transpulmin balsam keluarga ingredients

Perbandingan komposisi kedua varian ini adalah, jika pada Transpulmin BB Balsam bayi hanya terdapat dua ingredients utama yaitu: Eucalyptol dan Chamomile. Pada Transpulmin Balsam Keluarga, selain kedua kandungan tersebut ada pula kandungan menthol, champor dan sage oil. Jadi yang balsam kuning rasanya memang lebih hangat ya Nyah, lebih cocok untuk anak-anak di atas usia 2 tahun.

perbandingan ingredients transpulmin

Cara penggunaan:

Untuk Transpulmin BB Balsam bayi cara penggunaannya adlah tingga dioles di dada dan punggung bayi (0-2 tahun). Sementara untuk produk Transpulmin Balsam keluarga, selain dioleskan di badan, balsam ini dapat juga digunakan sebagai bahan “uap” untuk melegakan pernapasan. Tentu saja untuk anak usia di atas 2 tahun ya Nyaaah…. Caranya dengan memasukkan balsam ke air panas, kemudian uapnya dihirup.

Manfaat:

  1. Yang paling banget banget banget saya rasakan manfaatnya adalah menghangatkan badan bayi saya saat terkena flu,
  2. Membantu melegakan pernapasan,
  3. Meredakan sakit kepala,
  4. Meredakan sakit punggung,
  5. Meredakan skit perut.

Harga:

Transpulmin BB Balsam Bayi (warna putih): Kurang lebih Rp 51.000,00 ukuran 10 gram. Transpulmin Balsam Keluarga (warna kuning): Kurang lebih Rp 50.000,00 ukuran 10 gram.

Sekarang saya tidak kawatir lagi jika Gayatri menunjukkan gejala flu, semoga  Nyonyah setelah membaca sharingku ini juga dapat manfaatnya Nyaah….

Namun jangan lupa kalau tidak membaik tetap harus hubungi dokter yaaa…. Salam sayang…..

Related Post: Review Bintaro Women and Children Center

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Gonta Ganti Merk Diapers, Yay or Nay?

Temen-temen yang pren-pren-an di Facebook mungkin sempat baca status pertanyaan saya tentang diapers. Tepatnya bertanya tentang merk diapers yang dipakai dan apakah para mommy melakukan gonta ganti diapers atau malah menggunakan beberapa merk diapers bersamaan. Postingan status saya kurang lebih sebagai berikut:

newbie bertanyaPostingan status ini trigger-nya adalah pengalaman mencari diapers yang cocok untuk bayi kami, yang ternyata gampang gampang susah. Awalnya saya dan suami tidak berpikir untuk berganti-ganti merk diapers. Ekspektasi saya dan suami, sekali beli bakal langsung cocok soalnya. Hehehe. Berbekal ekspektasi tadi (dan pengetahuan tentang perbayian yang minim), kami belanja diapers secara online. Saat itu kebetulan ada diskon diapers besar-besaran. Tebak berapa bungkus yang diangkut ke rumah? Ga tanggung-tanggung, 30 bungkus ukuran newborn!

Kenapa kok kami sampai membeli sebanyak itu? Karena waktu itu, kami menghitung perkiraan per hari akan menggunakan 6pcs diapers (karena juga campur popok kain). Kemudian kami mengasumsikan bahwa diapers newborn akan digunakan selama 60 hari atau sampai dedek berumur 2 bulan. Jadi kami perlu diapers setidaknya 6 pcs/hari x 60 hari = 360 pcs. Nah karena satu bungkus (merk yang kami beli saat itu Pampers Newborn Premium) isinya 13 pcs, maka minimal kami harus beli kurang lebih 28 bungkus. Mangkanya akhirnya kami bulatkan untuk membeli 30 bungkus. Lagi promo ini! Hihihi…. Hitungannya matematika belaka. Bahkan kami ga berpikir sama sekali tentang faktor lain, seperti apakah diapernya lembut, berapa kapasitasnya, potensi alergi dan ruam, dll. #maklumnewbie

Pengalaman Ganti Merk Diapers

Nah, pas bayi Gayatri masuk Rumah Sakit, dia menggunakan diapers sepanjang hari. Entah karena diapersnya jarang diganti oleh perawat, atau karena kulitnya memang sensitif, dua hari di RS muncul gejala ruam. Akhir-akhir ini, kami baru tahu kalau penggunaan antibiotik ternyata meningkatkan potensi ruam, loh. Karena bakteri baik di bagian bokong juga ikut mati. CMIIW. Nah, karena ada gejala ruam tersebut, perawat meminta kami untuk membeli diaper dengan merk lain. Maka belilah kami Mamipoko yang standar. Pertimbangan kenapa kami memilih merk ini karena taunya cuma dua merk diapers. Hehehe, pampers sama mamipoko. #maklumnewbie Hihihihi, beralih dari yang premium ke yang standar, bayi Gayatri malah tidak mengalami ruam. Ya ampun, anak ekonomis bener yak. :kiss :kiss

Tips 1: Jangan beli diapers langsung banyak kalau belum tau cocok atau tidak. Sebaiknya dicoba-coba dulu sampai ketemu yang cocok, baru deh nyetok.

Setelah pulang dari RS, saya baru menyadari kalau Mampok standar ini tidak ada indikator pipisnya. Berhubung dedek tipe bayi yang adem ayem tentrem kerta raharja gitu, kadang kalau pipis dia tidak menangis. Lanjut bobo terus, Sist. Saya jadi rada galau dengan ketiadaan indikator pipis ini. Kasihan kalau pipis, dan ga ketahuan, jadi lama digantinya. Akhirnya saya pakein lagi dengan Pampers.  setelah saya dapat tips dari teman  untuk mencegah ruam. Dan tipsnya berhasil! Bayi Gayatri pakai Pampers tidak ruam lagi. Tips dari teman saya: menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers.

Namun, saya dan suami tetap penasaran dengan merk diapers lain. Siapa tahu ada yang tidak ruam dan ada indikator pipisnya. Maka saya posting pertanyaan tadi di Facebook, tentang merk diapers yang temen-temen saya pakai. Lumayan banyak yang merespon. Nah kemarin karena saya pikir ini bakal bermanfaat juga buat mamah newbie kaya saya, makanya coba saya rekap dan saya bikin postingan blog ini.

merk diaper yang dipakaiKomen lengkap dari status yang menjadi sumber gambar di atas bisa dilihat di status ini.

Saya tidak kaget dengan hasilnya. Juaranya si Mampok disusul Pampers. Tidak dapat dipungkiri kedua merk tsb memang femes sampai ke kampung kampung. Merk lain, sebagian besar saya ga familiar. Berhubung Mampok dan Pampers uda pernah nyoba, saya  seneng banget pas dikasih coba merk setelahnya yang persentasenya sama dengan Sweety, yaitu Goo.N. Kenapa seneng? Karena temen di kantor pernah satu dua kali menyebut merk ini. Selain itu produknya adalah Goo.N Excellent Dry. Kenapa tambah seneng? Karena di bungkusnya ada iming-iming kalau tipe ini mencegah ruam. Saya mah percaya aja. Trus dibilang di bungkusnya juga, kalau ada pee sign, semacam indikator pipis gitu. Ya sudahlah, cocok! Dan so far so good sih. Sampai saat ini, uda makai hampir dua bungkus, dedek ga ruam makai Goo.N. Terimakasih temen-temen yang uda kasih rekomendasi ya.

goon mencegah ruam

Tips 2: Jangan ragu untuk bertanya dan minta rekomendasi pada mama-mama senior.

Tips 3: Baca keterangan produk di kemasan baik-baik.

Gonta Ganti Merk Diapers? Yay!

Kalau dari cerita saya di atas uda jelas  ya kalau saya golongan “Yay!” buat gonta ganti merk diapers. Cuma dilihat dari komen-komen di postingan status di Facebook tadi ada juga lo yang tidak pernah gonta ganti merk diapers. Biasanya yang tidak pernah ganti merk diapers adalah yang beruntung langsung dapat merk diapers yang cocok buat bayinya (sekaligus cocok buat kantong mamahnya hihihi). Sementara sebagian besar yang komen menyatakan bahwa mereka memakai lebih dari satu merk diapers dengan berbagai alasan.

Alasan Gonta Ganti Merk Diapers

Saya mencoba merangkum empat alasan gonta ganti diapers yang paling sering disebutkan:

1 . Supaya Hemat

Kata temen-temen, belanja diapers mah wajib pas ada promo. Kalau pas ga promo, sakitnya tuh di sini *nunjuk dompet*. Bener juga sih, kalau ga promo, sebulan bisa jadi habis enam ratusan ribu sendiri cuma buat diapers. Yang mana sekali pakai buang. Nah, sayangnya merk yang promo sering berganti-ganti tiap minggunya, makanya merk yang dipakai anak pun berganti-ganti. Tergantung merk mana yang sedang promo minggu itu. Kalau mau, nyonya bisa beli sekali banyak pas promo merk yang dipakai.

Tips 4: Perhatikan jadwal promo diapers merk-merk yang dipakai.

2 . Yang Sebelumnya Bikin Ruam

Alasan ini sama dengan alasan saya. Kalau sudah ruam, mau tidak mau memang disarankan untuk ganti merk diapers. Siapa tau ada bahan tertentu dari diapers merk yang dipakai yang tidak cocok. Nah, ini saya juga baru ngeh kalau ternyata diapers itu cocok-cocokan. Jadi di satu anak bisa jadi ruam, tapi di anak lain bisa jadi tidak ruam. Ada satu teman yang malah bilang kalau anaknya semua merk dicoba selalu ruam. Over sensitif kayanya. Jalan keluarnya adalah menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers. And the problem solved!

3 . Kapasitas

Untuk newborn mungkin faktor kapasitas tidak terlalu menjadi pertimbangan ketika memilih/ berganti merk diapers. Hal ini karena pipis dan pupup bayi belum terlalu banyak. Namun seiring pekembangan bayi, volume pipis dan pupup makin banyak. Beberapa teman menyebutkan bahwa beberapa merk diapers lebih cepat penuh dibandingkan yang lain. Atau jika tidak penuh, mudah bergeser sehingga bocor. Alasan ini membuat mereka beralih menggunakan merk diapers lain.

Tips 5: Sesuaikan ukuran dan jenis diapers dengan umur, ukuran dan kebutuhan bayi.

4 . Karakter/ kualitas produk

Ga seperti make up atau produk otomotif yang product reviewnya merajalela di dunia maya, nyari info tentang fitur/ kualitas diapers memang agak tricky. Selain dari kemasannya, temen-temen bisa nyari infonya di forum-forum ibu. Atau sekalian aja nanya di sosmed kaya yang sering saya lakukan. Mama mama tu dengan senang dan baik hati bakal jawab pertanyaan kita loh. :love

Seperti yang saya bilang di awal, mencari diapers yang cocok itu gampang-gampang susah. Cocok buat bayi saya belum tentu cocok untuk bayi ibu. Cocok buat kantong ibu, belum tentu cocok buat kantong saya. Hahaha…. Jadi selama belum nemu yang pas, ga ada salahnya sih gonta ganti merk.

Kalau saya gitu….

Gimana dengan kamu?

Pernah ganti merk diapers tidak?

Sharing dong apa alasan dan apa tips nya! Thankyuuu :)

ganti merk diapers[sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share